Lampiran 1 : Visi, Misi dan Tujuan
Visi :
TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN,CERDAS,
TERAMPIL, MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL
Misi :
1. Menanamkan Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan
ajaran agama.
2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan.
3. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
berdasarkan minat, bakat, dan potensi peserta didik.
4. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan
pembiasaan, kewirausahaan, dan pengembangan diri yang
terencana dan berkesinambungan.
5. Menjalin kerjasama yang harmonis antarwarga sekolah, dan
lembaga lain yang terkait.
Tujuan
a. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui
kegiatan keagamaan
b. Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif
pada semua mata pelajaran.
c. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di
kelas berbasis pendidikan karakter bangsa.
d. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi
bagian dari pendidikan karakter bangsa.
e. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam
merealisasikan program sekolah.
f. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas mendukung proses
pembelajaran berbasis TIK.
91
Lampiran 2 : Contoh Struktur Organisasi Sekolah
KEPALA SEKOLAH KEPALA SEKOLAH
KEPALA TAS
TAS
WAKIL KEPALA WAKIL KEPALA WAKIL KEPALA WAKIL KEPALA
URUSAN AKADEMIK URUSAN KESISWAAN URUSAN SARPRAS URUSAN HUMAS
Penyusun Jadwal Pembina Osis
Pembantu Wk Ur Akademik Pembina Ekskul
WALI WALI WALI WALI GURU WALI WALI WALI WALI WALI
KE- KE- KE- KE- MP/BK KE- KE- KE- KE- KE-
LAS LAS LAS LAS LAS LAS LAS LAS LAS
X1 X2 X2 X2 X1 X2 X2 X2 X2
PESERTA
DIDIK
92
Lampiran 2.1 : Contoh Uraian Jabatan, Uraian Tugas dan Wewenang/
Tanggung Jawab.
No Nama Jabatan Uraian Tugas Wewenang dan
1. ... ... ... ... ... Kepala Sekolah Tanggung Jawab
2. ... ... ... ... ... Wakil Kepala 1. Menyusun perencanaan Berwenang dan
3. ... ... ... ... ... Sekolah sekolah untuk berbagai bertanggungjawab
Akademik tingkatan perencanaan. seluruh program.
Wakil Kepala 2. Mengembangkan
Sekolah organisasi sekolah sesuai
Kesiswaan dengan kebutuhan.
3. Memimpin sekolah dalam
rangka pendayagunaan
sumber daya sekolah
secara optimal.
4. Mengelola perubahan dan
pengembangan sekolah
menuju organisasi
pembelajar yang efektif.
didik.
5. .......
1. Penyusunan Recana, Mengkoordinasikan
pembuatan program program kurikulum
kegiatan dan program dan pembelajaran.
pelaksanaan;
Mengkoordinasikan
2. Pengorganisasian; program kesiswaan.
3. Pengarahan;
4. Ketenagaan;
5. Pengkoordinasian;
6. Pengawasan;
7. Penilaian;
8. Identifikasi dan
pengumpulan data;
9. Penyusunan Laporan .
1. Menyusun,
melaksanakan dan
mengevaluasi program
kesiswaan.
2. Menyusun dan
menetapkan petunjuk
pelaksanaan operasional
mengenai proses
penerimaan peserta
didik.
3. Menyusun dan
melaksanakan kegiatan
orientasi peserta didik
baru yang bersifat
akademik dan
pengenalan lingkungan
tanpa kekerasan.
4. Berkoordinasi dengan
guru BK dalam
memberikan layanan
konseling kepada
peserta didik.
5. Melaksanakan kegiatan
ekstrakurikuler dan
kokurikuler untuk para
peserta didik.
93
6. Melakukan pembinaan
prestasi unggulan di
antaranya pemilihan
calon peserta didik
teladan.
7. Mengadakan pemilihan
peserta didik untuk
mewakili sekolah dalam
kegiatan di luar sekolah.
8. Memilih calon peserta
didik penerima bea
peserta didik.
9. Melakukan pelacakan
terhadap alumni.
10. Menyusun Program dan
jadwal pembinaan
peserta didik secara
berkala dan incidental.
11. Membina dan
melaksanakan koordinasi
keamanan, kebersihan,
ketertiban, kerindangan,
keindahan dan
kekeluargaan.
12. Mengatur mutasi peserta
didik.
13. Mengevaluasi
ketercapaian Standar Isi
dalam Pengembangan
Diri.
14. Menyusun laporan
pelaksanaan kegiatan
kesiswaan secara
berkala.
3. Dll.
94
Lampiran 3 : Contoh Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
SMAN 1 “X”
Kode Indikator Bukti Fisik Deskripsi Bukti Fisik Tahapan Rekomendasi
111
Pengembangan Kurikulum SMA Negeri 1 Kurikulum SMA Negeri 1 “X” telah disusun 3 Sekolah perlu: 1. memperkaya kurikulum
kurikulum pada “X” oleh TPS dengan menggunakan panduan dengan kurikulum dari sekolah maju,
tingkat satuan Pringsewu: yang disusun BSNP dengan memperhatikan: muatan kompetensi yang dipersyaratkan
pendidikan 1. Panduan BSNP kerangka dasar kurikulum, 7 prinsip industri nasional dan internasional; 2.
menggunakan 2. SK TPS pengembangan kurikulum, serta mengembangan kurikulum disesuaikan
panduan yang disusun 3. Buku 1 : KTSP menerapkankan prinsip-prinsip pelaksanaan dengan kebutuhan kehidupan; 3.
BSNP. 4. Buku 2 : SILABUS dan kurikulum. mlaksanaan kurikulum agar
RPP memungkinkan peserta didik
Kurikulum SMA Negeri 1 “X” sudah dibuat mendapatkan layanan perbaikan,
112 Kurikulum dibuat Kurikulum SMA Negeri 1 dengan mempertimbangkan karakteristik pengayaan, dan atau percepatan dengan
daerah, kebutuhan peserta didik, dan kondisi menggunakan pendekatan multistrategi
dengan “X” budaya khususnya pada mata pelajaran dan multi media.
muatan lokal, tetapi belum
mempertimbangkan Pringsewu: mempertimbangkan usia peserta didik. 3 Sekolah perlu mengembangkan muatan
lokal dengan mempertimbangkan kondisi
karakteristik daerah, 1. Buku 1 : KTSP budaya dan keunggulan lokal yang
mempunyai daya saing internasional.
kebutuhan sosial 2. Buku 2 : SILABUS dan
masyarakat, kondisi RPP
budaya, usia peserta
didik, dan kebutuhan
pembelajaran.
113 Kurikulum telah Kurikulum SMA Negeri 1 Struktur kurikulum sekolah kami memuat 3 Sekolah perlu merencanakan program
menunjukan adanya “X” :Jumlah jam pembelajaran perminggu adalah pengayaan.
alokasi waktu, Pringsewu: 42 jam pembelajaran,Alokasi waktu tiap jam
rencana program 1. Buku 1 : KTSP pembelajaran adalah 45 menit, Jumlah
remedial, dan 2. Buku 2 : SILABUS dan minggu efektif dalam setahun 39 minggu,
pengayaan bagi RPP atau total waktu efektif untuk pembelajaran
peserta didik. 969-1111,5 jam/tahun. Akan tetapi sekolah
belum mencantumkan program dan jadwal
remedial dan pengayaan.
95
96 Lampiran 4 : Contoh Format Analisis SWOT
NO KOMPONEN KESISWAAN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESSES)
12 5
.... ..................... 3 4 ...............................
............................ ............................
Petunjuk Pengisian :
1. Nomor urut dari program sekolah seperti : 1.Kesiswaan, 2.kurikulum dll.
2. Diisi program sekolah seperti : Kesiswaan, kurikulum, sarpras dll.
3. Diisi dengan bagian program yang merupakan kekuatan (sumber daya internal)
4. Diisi dengan bagian program yang merupakan kelemahan (sumber daya internal)
5. Diisi dengan uraian dari bagian program yang dapat menjadikan kelemahan menjadi peluang.
Lampiran 4.1 : Contoh Analisis SWOT Kesiswaan :
NO KOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
KESISWAAN (STRENGTH) (WEAKNESS)
1 PSB (PENERIMAAN Tenaga pengajar cukup Ruangan belajar yang Tertampungnya sistem lulusan SMP,
PESERTA DIDIK BARU) banyak dengan kualifikasi belum mencukupi. MTs, Program paket B / Program
tenaga pendidik 70 % Masih banyak orang tua Wajar Dikdas di Pondok Pesantren
sudah Magister dan 30% pada masyarakat di sekitar Salafiah yang akan melanjutkan
sudah S1. kita yang belum memiliki sekolah di SMA Negeri “X” dengan
Memiliki letak lokasi sekolah kesadaran untuk memperhatikan persyaratan yang
strategis, yang dapat dilalui melanjutkan ke SMA. telah ditentukan.
oleh kendaraan umum dari Adanya sekolah competitor. Terpenuhinya daya tampung SMA
berbagai jurusan. Sekolah masih menerima Negeri 16 “X” yaitu sejumlah 360
Kondisi lingkungan yang peserta didik baru untuk peserta didik yang terbagi dalam 10
nyaman. pilihan kedua. rombongan belajar. Masing-masing
Masih banyak yang tidak rombongan belajar terdiri dari 36
melakukan daftar ulang. orang peserta didik.
2 MOS Tenaga pendidik sudah Standarisasi materi yang Melaksanakan kegiatan orientasi
memadai dalam akan disampaikan dalam peserta didik baru yang bersifat
memberikan pendalaman kegiatan MOS belum akademik dan pengenalan lingkungan
materi dalam kegiatan MOS memiliki acuan yang jelas. tanpa kekerasan.
yang ditandai dengan Ada beberapa peserta didik Membantu peserta didik baru menyatu
kualifikasi pendidikan yang yang tidak mengikuti dengan warga sekolah, beradaptasi
dimiliki 70 % Magister. kegiatan MOS. dengan lingkungan sekolah,
Sarana dan prasarana yang Sifat pembayatan masih mengetahui hak dan kewajiban serta
cukup memadai untuk selalu diterapkan. mampu bertanggung jawab dalam
berlangsungnya kegiatan Pembekalan terhadap kehidupan sekolah.
MOS. panitia dari peserta didik Membantu peserta didik baru
yang belum dilaksanakan. memahami kehidupan sekolah dalam
rangka pelaksanaan Wiyatamandala,
sehingga fungsi sekolah, guru. Peserta
didik dan masyarakat lingkungan
dapat mendukung terwujudnya tujuan
pendidikan secara konfrehensif
97 menyeluruh.
98 Mendorong peserta didik baru untuk
aktif menambah pemahamannya
melalui pengaamatan terhadap
lingkungsn yang baru.
Membantu peserta didik baru
mengembangkan kreativitas dan
memberdayakan potensi peserta didik
sesuai dengan minat dan bakatnya.
Membuat kelas unggulan.
3 MATERI PEMBINAAN
KESISWAAN
1. Pembinaan Letak geografis yang Seluruh komponen sekolah Melaksanakan peribadatan sesuai
keimanan dan banyak berdiri pesantren. belum dapat memanfaatkan dengan ketentuan agama masing-
ketaqwaan Visi sekolah memiliki unsur mesjid sebagai tempat masing.
terhadap Tuhan agamais. peribadatan secara Memperingati hari-hari besar.
YME. Seluruh komponen sekolah maksimal. Melaksanakan amaliah sesuai dengan
yang perempuan semuanya Mesjid belum dapat norma agama.
berjilbab. menampung seluruh Melaksanakan amaliah sesuai dengan
Sekolah sudah memiliki komponen sekolah. norma agama.
mesjid sebagai tempat Memperingati hari-hari Membina toleransi kehidupan
ibadah. besar agama lebih antarumat beragama.
Sekolah memiliki tenaga didominasi oleh pengurus Mengadakan lomba yang bernuansa
pendidik yang kompeten organisasi rohis, belum keagamaan.
dalam bidang pendidikan dapat dilaksanakan oleh Mengembangkan dan memberdayakan
agama. seluruh komponen yang kegiatan keagamaan di sekolah.
Komite sekolah juga ada di sekolah.
berperan sebagai dkm Kegiatan jum’at amal baru
mesjid. diterapkan kepada peserta
Sekolah melaksanakan didik saja, belum
kegiatan dalam rangka menyentuh seluruh
memperingati hari-hari komponen yang ada di
besar agama (kegiatan sekolah.
Maulid Nabi dan Isro Mi’raj) Mengembangkan dan
yang di dalamnya memberdayakan kegiatan
keagamaan di sekolah
dilaksanakan berbagai seperti kultum yang
kegiatan lomba keagamaan. dilaksanakan setiap hari
Telah melaksanakan belum dapat dilaksanakan
amaliyah yang secara efektif, masih
diimplementasikan pada banyak peserta didik yang
kegiatan Jum’at amal. belum mengikutinya.
Telah dapat
mengembangkan dan
memberdayakan kegiatan
keagamaan di sekolah.
2. Pembinaan budi Sekolah menyusun tata Masih banyak komponen Melaksanakan tata tertib dan kultur
pekerti luhur atau tertib dan memasang papan sekolah, baik peserta didik, sekolah.
akhlak mulia; yang bertuliskan budayakan tenaga pendidik dan Melaksanakan gotong royong dan
datang dan pulang tepat kependidikan yang belum kerja bakti.
waktu, malu datang dapat melaksanakan tata Melaksanakan norma-norma yang
terlambat. tertib dan kultur budaya berlaku dan tata karma pergaulan.
Sudah melaksanakan sekolah secara optimal. Menumbuhkan kesadaran untuk rela
gotong royong dan kerja Seluruh komponen sekolah berkorban terhadap sesama.
bakti yang diwakili oleh belum dapat melaksanakan Menumbuh kembangkan sikap hormat
organisasi pramuka. gotong royong dan kerja dan menghargai warga sekolah.
Sekolah menyelenggarakan bakti secara menyeluruh. Melaksanakan kegiatan 7 k
kegiatan donor darah Pelaksanaan donor darah (keamanan, kebersihan, ketertiban,
sebagai bentuk dalam belum dapat diikuti oleh keindahan, kekeluargaan, kedamaian
menumbuhkan kesadaran seluruh komponen sekolah, dan kerindangan).
untuk rela berkorban karena kurangnya
terhadap sesama. kesadaran pentingnya rela
Seluruh komponen sekolah berkorban terhadap
sudah terbiasa melakukan sesama.
budaya salam saat berjum- Masih banyak peserta didik
pa dalam rangka menum- yang belum dapat
buhkan sikap hormat dan mengucapkan salam ketika
menghargai warg sekolah. bertemu.
Sekolah memiliki 4 satpam Dalam menumbuhkan
untuk menciptakan keama- kekeluargaan
nan sekolah dan memiliki 3 antarkomponen sekolah
99 orang tenaga kebersihan
100 dalam menciptakan suasana belum dapat dilaksanakan
sekolah yang indah dan secara menyeluruh.
3. Pembinaan rindang. Melaksanakan upacara bendera pada
kepribadian Tenaga pendidik dan kepen- Upacara yang dilaksanakan hari Senin dan /atau hari sabtu, serta
unggul, wawasan didikan selalu melaksanakan setiap hari senin belum hari-hari-hari besar nasional.
kebangsaan, dan kegiatan rutin untuk berolah dapat dilaksanakan secara
bela negara. raga dan sering mengikuti hikmat, karena masih Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars
perlombaan yang diseleng- banyak peserta didik yang dan Hymne).
garakan oleh Pemda untuk kurang menerapkan
menumbuhkan kedisiplinan dalam upacara. Melaksanakan kepramukaan.
kekeluargaan Mengunjungi dan mempelajari tempat-
antarkomponen sekolah. Membawakan lagu-lagu
nasional, seperti mars dan tempat bernilai sejarah.
Sekolah melaksanakan Hymne belum dapat Mempelajari dan meneruskan nilai-
upacara bendera secara dibawakan dengan tepat,
rutin setiap hari senin. masih banyak nada-nada nilai luhur, kepeloporan, dan
lagu yang tidak sesuai. semangat perjuangan para pahlawan.
Sekolah memiliki tenaga Melaksanakan kegiatan bela negara.
pendidik yang kompeten Kegiatan karyawisata Menjaga dan menghormati symbol-
dalam bernyanyi lagu-lagu (study tour) tidak simbol dan lambing-lambang negara.
nasional seperti mars dan melibatkan Pembina ekstra Melakukan pertukaran peserta didik
hymne bahkan menciptakan kurikuler sehingga materi antardaerah dan antarnegara.
lagu. pembinaan kesiswaan
belum dapat dilaksanakan
Pembinaan kepramukaan secara optimal.
sudah dapat berjalan secara
optimal. Belum terlaksananya
pertukaran peserta didik
Sekolah memprogramkan
kegiatan karyawisata (study
tour) dalam rangka
mengunjungi dan
mempelajari tempat-tempat
bernilai sejarah.
Sekolah memiliki guru PPKN
yang kompeten untuk
mengimplementasikan
dalam mempelajari dan
meneruskan nilai-nilai luhur,
kepeloporan, dan semangat
perjuangan para pahlawan, antardaerah dan
melaksanakan kegiatan bela antarnegara.
negara, menjaga dan meng-
hormati simbol-simbol dan
lambang-lambang negara.
4. Pembinaan Sudah dibentuk organisasi Belum dapat mengirimkan Mengadakan lomba mata pelajaran /
prestasi akademik, secara khusus dalam peserta didik berprestasi ke program keahlian.
seni, olahraga pembinaan peserta didik tingkat nasional. Menyelenggarakan kegiatan ilmiah.
sesuai dengan berprestasi dalam mata Kurangnya sarana dan Mengikuti kegiatan workshop,
minat dan bakat. pelajaran / program prasarana yang diperlukan seminar, diskusi panel yang bernuansa
keahlian. dalam melakukan penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi
Sudah dibentuk organisasi ilmiah. (iptek).
kir dalam rangka Perwakilan peserta didik Mengadakan studi banding dan
menyelenggrakan kegiatan yang mengikuti seminar kunjungan (studi wisata) ke tempat-
ilmiah. dan workshop belum dapat tempat sumber belajar.
Banyak lembaga-lembaga disosialisasikan secara Mendesain dan memproduksi media
yang menjadi stakeholders optimal kepada seluruh belajar.
yang menyelenggarakan peserta didik. Mengadakan pameran karya inovatif
kegiatan seminar dan Kegiatan karyawisata yang dan hasil penelitian.
workshop. telah dilaksanakan tidak Mengoptimalkan pemanfaatan
Sekolah memprogramkan ada tindak lanjut dan perpustakaan sekolah.
kegiatan karyawisata/ evaluasi. Membentuk klub sains, seni dan olah
kunjungan ke tempat- Sekolah tidak memiliki raga.
tempat sumber belajar. tempat khusus untuk Menyelenggarakan festival dan lomba
Banyak mata pelajaran yang menyimpan produk peserta seni.
menugaskan kepada didik secara khusus dan Menyelenggarakan lomba dan
peserta didik untuk tertata rapih. pertandingan olah raga.
mendesain dan Kurangnya kepercayaan diri
memproduksi media. dari peserta didik untuk
Sekolah melaksanakan melaksanakan pameran
program pekan raya sebagai karya inovatif dan hasil
wadah dalam mengadakan penelitian.
pameran karya inovatif dan Kurangnya minat peserta
hasil penelitian. didik dalam pemanfaatan
101 perpustakaan secara
optimal.
102 Sekolah memiliki
perpustakaan sekolah yang
cukup memadai.
Perpustakaan sekolah
memilki cukup banyak
koleksi buku.
5. Pembinaan Banyak program osis yang Kegiatan osis yang Memantapkan dan mengembangkan
demokrasi, hak terlaksana secara terlaksana belum maksimal, peran peserta didik di dalam osis
asasi manusia, representative. karena masih banyak sesuai dengan tugasnya masing-
pendidikan politik, Sekolah melaksanakan peserta didik yang belum masing.
lingkungan hidup, LDKS secara berkelanjutan menyadari pentingnya osis Melaksanakan latihan kepeminpinan
kepekaan dan setiap tahun. dalam peserta didik.
toleransi 102ocial Sekolah melaksanakan mengimplementasikan Melaksanakan kegiatan dengan prinsip
dalam konteks proses pemilihan ketua osis pembelajaran di kelas. kejujuran, transparan, dan profesional.
masyarakat plural. secara demokrasi. Masih banyak peserta didik Melaksanakan kewajiban dan hak diri
OSIS selalu melakukan LPJ yang tidak mengikuti ldks dan orang lain dalam pergaulan
sebanyak 2 kali dalam karena dengan berbagai masyarakat.
setahun. alasan Melaksanakan kegiatan kelompok,
Banyak lembaga pendidikan Masih banyak peserta didik belajar, diskusi, debat, dan pidato.
yang menyelenggarakan yang tidak melakukan Melaksanakan penghijauan dan
kegiatan lomba dalam pemilihan. perindangan lingkungan sekolah.
diskusi, debat, dan pidato. Kegiatan LPJ OSIS yang
Sekolah membentuk dilakukan, masih banyak
organisasi PA (pencinta peserta didik yang tidak
alam) untuk melaksanakan menghadirinya.
penghijauan dan Belum memperoleh prestasi
perindangan lingkungan yang diharapkan.
sekolah. Kegiatan penghijauan dan
perindangan lingkungan
sekolah belum dapat
dilaksanakan secara
berkelanjutan.
6. Pembinaan Sekolah memiliki tenaga Minat peserta didik kurang Meningkatkan kreativitas dan
kreativitas, pendidik yang kompeten dalam mengikuti kegiatan keterampilan di bidang barang dan
keterampilan dan untuk meningkatkan untuk meningkatkan jasa.
kewirausahaan. kreativitas dan
kreativitas dan keterampilan keterampilan di bidang Meningkatkan usaha peserta didik dan
di bidang barang dan jasa. barang dan jasa(seperti unit produksi.
Sekolah telah menerapkan seni batik). Melaksanakan praktik kerja nyata
pbkl, yaitu tekper dan kwu Peserta didik belum dapat (pkn)/pengalaman kerja lapangan
untuk menumbuhkan mengimplementasikan ilmu (pkl)/praktik kerja industri (prakerin).
kesadaran dalam yang diperoleh tentang pbkl Meningkatkan kemampuan
berwirausaha bagi peserta dalam meningkatkan usaha keterampilan peserta didik melalui
didik dan unit produksi. peserta didik dan unit sertifikasi kompetensi peserta didik.
Sekolah menjalin kerja produksi.
sama dengan berbagai Kerja sama yang dibangun
instansi terkait, seperti dengan instansi lain belum
lembaga pertanian dan ada kesepakatan untuk
perusahaan-perusahaan melaksanakan praktik kerja
lain. nyata.
Sekolah sudah membentuk Tidak semua organisasi
organisasi seni batik dalam peserta didik bidang ekstra
rangka meningkatkan kurikuler memberikan
keterampilan peserta didik. sertifikat kepada peserta
didik yang memiliki keahlian
khusus.
7. Pembinaan Sudah dilakukan Belum ada tpa yang Melaksanakan perilaku hidup bersih
kualitas jasmani, pemberantasan sarang memadai. dan sehat.
kesehatan dan gizi nyamuk. Pemisahan sampah organic Melaksanakan usaha kesehatan
berbasis sumber Tersedia tempat dan anorganik belum dapat sekolah.
gizi yang pembuangan sampah di dilaksanakan secara Melaksanakan pencegahan
terdiversifikasi. setiap ruangan kelas. maksimal. penyalahgunaan narkotika,
Sudah dilaksanakan lomba Pengolahan sampah belum psikotropika, dan zat aditif (narkoba,
kebersihan kelas secara dapat dilaksanakan (daur minuman keras, merokok, dan hiv
berkelanjutan. ulang sampah). aids.
Jadwal piket setiap kelas Masih banyak peserta didik Meningkatkan kesehatan reproduksi
sudah dibentuk dan yang belum menyadari remaja.
dilaksanakan dengan baik . bahaya napza. Melaksanakan hidup aktif.
Sering dilakukan penyulu- Kontrol dari guru masih Melakukan deversifikasi pangan.
han bahaya napza oleh pi- dalam ruang lingkup Melaksanakan pengamanan jajan anak
103 hak kepolisian, dan bekerja sekolah dan kurang sekolah.
104 sama dengan lembaga kerjasamanya antara pihak
kesehatan setempat. sekolah dan orang tua.
Sudah dilaksanakan seminar Para pedagang kantin
reproduksi sehat. belum menyadari
Pengetahuan tentang napza pentingnya makanan sehat
sudah terintegrasi dalam dan bergizi.
mata pelajaran. Tempat makan di kantin
Sering dilaksanakan lomba belum representatif.
olah makan sehat dan
bergizi.
8. Pembinaan sastra Banyak tenaga pendidik Belum ada pelatihan secara Mengembangkan wawasan dan
dan budaya. yang memiliki kompetensi khusus tentang keterampilan peserta didik di bidang
dalam bidang sastra dan kejurnalistikan. sastra.
budaya. Belum memiliki pembina Menyelenggarakan festival/lomba,
Peserta didik telah khusus. sastra dan budaya.
membentuk jurnalistik Tema pemberitaan belum Meningkatkan daya cipta sastra.
sekolah. menyentuh kepada Meningkatkan apresiasi budaya.
Peserta didik sudah dapat peningkatan bidang
berprestasi dalam bidang pendidikan.
sastra dan budaya. Bulletin belum terbit secara
Sekolah sudah menyeleng- rutin.
garakan festival/lomba, Komunitas peserta didik
sastra dan budaya dalam belum dapat diarahkan ke
kegiatan pekan raya. hal yang lebih positif
Peserta didik sudah dapat (banyak yang masuk
menciptakan dalam bidang anggota geng motor).
sastra dan budaya (batik).
Peserta didik sudah dapat
mengapresiasikan sastra
dan budaya.
9. Pembinaan Memiliki tenaga pendidik Jaringan Hot Spot Area Meemanfaatkan TIK untuk
Teknologi dengan kualifikasi Magister belum dapat menjangkau memfasilitasi kegiatan pembelajaran.
Informasi dan Teknologi Pembelajaran. semua lokasi yang ada di Menjadikan TIK sebagai wahanan
Komunikasi (TIK). Sudah memiliki Hot Spot sekolah. kreativitas dan inovasi.
Area.
10. Pembinaan Peserta didik sudah memiliki Peserta didik belum Memanfaatkan TIK untuk
komunikasi dalam kemampuan menggunakan memiliki perangkat meningkatkan integritas dan
bahasa inggris. komputer. pendukung komputer. kebangsaan.
Tenaga pendidik sudah Belum dapat Melaksanakan lomba debat dan
terbiasa menggunakan mengaplikasikan secara pidato.
komputer. maksimal dalam kegiatan
pembelajaran. Melaksanakan lomba menulis dan
Sarana dan prasaranan korespondensi.
komputer sudah memadai. Kemampuan peserta didik
dalam bidang IT belum Melaksankan english day.
Jumlah tenaga pendidik, diarahkan ke bidang Melaksanakan kegiatan bercerita
khususnya bidang bahasa kreativitas dan inovasi yang
inggris yang cukup mendukung pembelajaran dalam bahasa inggris (story telling).
memadai. dan belum mendapatkan Melaksanakan lomba puzzies
prestasi dalam lomba.
Minat peserta didik dalam words/scrabble.
belajar bahasa inggris Akses internet yang
cukup baik. dilakukan oleh peserta didik
hanya sebatas jaringan
Di bentuk english club. sosial yang belum
Sudah banyak tenaga mempersatukan integritas
kebangsaan.
pendidik yang lulus TOEFL.
Lab bahasa inggris belum
ada.
Peserta didik tidak memiliki
keberanian untuk
mengungkapkan kosa kata
dalam bahasa inggris.
Belum efektif english day.
Tidak ada sanksi bagi
seluruh komponen sekolah
dalam melaksanakan
english day.
105
Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
Komponen dari kegiatan kurikulum terdiri dari halaman-halaman berikut.
1. Penyusunan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP).
2. Penyusunan Kalender Pendidikan.
3. Penyusunan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan program Pembelajaran
dengan mengacu kepada : penjaminan mutu kegiatan pembelajaran, didasarkan
pada Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya,
serta Standar Proses dan Standar Penilaian.
4. Penyusunan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan program Penilaian Hasil
Belajar Peserta Didik yang berkeadilan, bertanggung jawab dan
berkesinambungan, Standar Penilaian Pendidikan, program pembelajaran
remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan, laporan kepada pihak
yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan, dan
dokumentasi.
5. Penyusunan dan Penetapan peraturan – peraturan terkait kurikulm..
Hasil analisi SWOT dari program kurikulum ditunjukkan pada lampiran 4.2 berikut ini.
106
Lampiran 4.2 : Analisis SWOT Bidang Kurikulum dan Pembelajaran
No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS) Evaluasi dan
1 Kurikulum dan Standar isi -
Pembelajaran. Dokumen Sekolah memiliki dokumen KTSP yang Penyempurnaan
KTSP. dan disusun melalui: Kegiatan Dokumen KTSP setiap
Analisis konteks. pengembangan diri tahun.
Validasi dan rekomendasi dinas (jenis program dan
strategi Penyempurnaan jenis
pendidikan provinsi/kabupaten/ pelaksanaannya) perlu program dan strategi
kota sesuai dengan kewenangan- disempurnakan. pelaksanaan kegiatan
nya atau verifikasi dan penanda- pengembangan diri.
tanganan oleh dinas pendidikab
107 provinsi/kabupaten/kota.
Pemberlakuan disahkan oleh
kepala sekolah dengan
pertimbangan komite sekolah.
Kelengkapan struktur dan muatan
KTSP mencakup:
Visi, Misi Tujuan Sekolah.
Struktur Kurikulum.
Program muatan lokal.
Kegiatan pengembangan diri
(mencakup: jenis program dan
strategi pelaksanaan).
Pengaturan beban belajar.
KKM yang ditetapkan oleh
sekolah untuk setiap
Matapelajaran.
Pengaturan Kenaikan kelas dan
penjurusan, kelulusan.
Mutasi peserta didik.
Pendidikan kecakapan hidup.
Pendidikan berbasis keunggulan
lokal dan global.
Kalender Pendidikan.
108 No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS) -
-
Visi, misi, tujuan satuan pendidikan -
dan strategi (mencerminkan upaya -
untuk mencapai hasil belajar peserta Evaluasi program
didik yang berkualitas, dan didukung Kegiatan khusus yang kegiatan khusus sekolah
dengan suasana belajar dan suasana diprogramkan sekolah setiap tahun.
sekolah yang memadai/ perlu dievaluasi setiap
menyenangkan dan mencirikan tahun. -
adanya program keunggulan lokal). Evaluasi dan penyempurnaan
- analisis konteks setiap tahun.
Memiliki Program pengembangan diri -
mencakup:
bimbingan/konseling.
Kegiatan ekstrakurikuler.
Pembiasaan-pembiasaan.
Kalender pendidikan tingkat satuan
pendidikan disusun sesuai dengan
kebutuhan daerah dan karakteristik
sekolah serta mengacu pada SI:
Perhitungan minggu efektif
pembelajaran.
Waktu libur.
Ulangan dan ujian.
Kegiatan khusus yang
diprogramkan sekolah tanpa
mengurangi jumlah minggu
efektif.
Membentuk Tim Pengembang KTSP
dilengkapi dengan SK, uraian tugas,
Program Kerja dan Jadwal Kegiatan.
Memiliki dokumen hasil analisis
konteks dan menyusun hasil analisis:
Identifikasi Standar Isi, SKL,
Standar Pengelolaan, Standar
Proses, dan , Standar Penilaian.
No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS)
Analisis satuan pendidikan
(peserta didik, pendidik & tenaga
kependidikan, Sarana dan
Prasarana, Pembiayaan,
Program-program sekolah).
Analisis peluang dan tantangan
masyarakat dan lingkungan
(Komite Sekolah, Dewan
Pendidikan, Dinas Pendidikan,
Asosiasi Profesi, Dunia
Usaha/Dunia Kerja, Sumber Daya
Alam, Sosial Budaya).
Dokumen Mengkaji substansi SK/KD pada - Silabus disempurnakan
silabus. Standar Isi dan menjabarkannya ke setiap tahun.
dalam indikator, mengidentifikasi
materi pelajaran, mengembangkan
kegiatan pembelajaran, menentukan
jenis penilaian dan alokasi waktu.
Memiliki dan memanfaatkan berbagai Belum semua silabus Semua silabus
panduan dan contoh silabus yang dikembangkan secara dikembangkan secara
dikembangkan oleh Pusat sebagai mandiri untuk semua mandiri untuk semua
referensi dalam menyusun silabus mapel dan semua mapel dan semua
secara mandiri dengan melibatkan tingkatan kelas tingkatan kelas.
seluruh guru untuk setiap mata
pelajaran termasuk muatan lokal.
Memiliki silabus semua mata Silabus belum termuat Silabus yang termuat
pelajaran semua tingkat kelas yang dalam laman (website) dalam laman (website)
memuat pengalaman belajar yang sekolah sekolah.
luas mencakup seluruh mata Belum memiliki Memiliki silabus
pelajaran, yang dikembangkan silabus matapelajaran matapelajaran bentuk
melalui proses penjabaran SK/KD bentuk digital lengkap digital lengkap setiap
menjadi indikator, materi pelajaran, setiap tingkat kelas. tingkat kelas.
109 kegiatan pembelajaran dan jenis Belum mencapai > 12 Memiliki lebih dari 12
penilaian. silabus mapel yang silabus mapel yang
110 No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS)
disusun telah disusun yang telah
mengembangkan mengembangkan
kegiatan pembelajaran kegiatan pembelajaran
berbasis TIK. berbasis TIK.
2. Standar Kompetensi Kelengkapan dokumen penetapan Pencapaian KKM KKM dievaluasi dan
Lulusan KKM: peserta didik per mata dianalisis setiap tahun
Kriteria Dokumen KKM disusun berdasar- pelajaran belum Meningkatkan
Ketuntasan kan hasil analisis kompleksitas memenuhi ≥ 75. pencapaian KKM peserta
Minimal (KKM). kompetensi, intake peserta didik , didik per mata pelajaran
sumber daya pendukung. sehingga menjadi N ≥
Disusun mulai dari KKM indikator, 75.
KKM KD, KKM SK, KKM Mata
Pelajaran.
KKM disetujui dalam rapat Dewan
Pendidik.
Disahkan oleh Kepala Sekolah.
Kriteria Kriteria kelulusan US (KL-US) yang - -
Kelulusan. nilai KL-US ≥ KKM.
Persentase lulusan Ujian Nasional tiga
tahun terakhir - -
X ≥ 90%.
- Persentase lulusan Meningkatkan
yang diterima di persentase lulusan yang
Perguruan Tinggi yang diterima di Perguruan
belum memenuhi X Tinggi yang menjadi X
≥ 75%. ≥ 75%.
Standar Proses Komponen RPP terdiri atas: Identitas - RPP disempurnakan
Perencanaan mata pelajaran, SK, KD, Indikator, setiap tahun.
Proses Tujuan Pembelajaran, Materi ajar,
Pembelajaran. Alokasi waktu, Metode pembelajaran,
Kegiatan Pembelajaran, Penilaian
Hasil Belajar, dan Sumber Belajar.
No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran - -
(RPP) dikembangkan dari silabus oleh
setiap Guru (mencakup satu KD yang
terdiri atas satu atau beberapa
indikator untuk satu kali pertemuan
atau lebih).
- Guru mengembangkan Guru mengembangkan
bahan ajar dalam bentuk bahan ajar dalam bentuk
cetakan (modul, hand out, cetakan (modul, hand out,
LKS dll) belum memenuhi LKS dll) memenuhi 75% < x
75% < x ≤ 100% ≤ 100%
- Guru mengembangkan Guru mengembangkan
bahan ajar dalam bentuk bahan ajar dalam bentuk
bahan ajar berbasis TIK bahan ajar berbasis TIK dan
dan belum memenuhi 75% menjadi 75% < x ≤ 100%
< x ≤ 100%
Pelaksanaan - Rombel dg rasio maks Meningkatkan Rombel
proses 32 peserta didik dg rasio maks 32
pembelajaran. sebanyak belum peserta didik sebanyak
memenuhi x = 100% menjadi x = 100%
terpenuhi terpenuhi
Beban Kerja guru 24 jam per minggu - -
x = 100% terpenuhi.
- Ketersediaan buku Meningkatkan
teks mata pelajaran Ketersediaan buku teks
dengan rasio satu mata pelajaran dengan
buku per peserta didik rasio satu buku per
teradministrasi dalam peserta didik
komputer teradministrasi dalam
perpustakaan belum x komputer perpustakaan
= 100% terpenuhi. menjadi x = 100%
terpenuhi.
111
112 No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS)
Rasio minimal jumlah peserta didik
terhadap jumlah guru sebesar 20:1 - -
x = 100% terpenuhi.
Proses Pembelajaran guru melalui
langkah-langkah: - -
Pembukaan +inti + Penutup.
Pemanfaatan Pemanfaatan
- laboratorium IPA laboratorium IPA secara
belum maksimal. maksimal.
Memiliki penasehat akademik yang - -
dapat mendeteksi potensi peserta
didik (bisa dengan tes bakat disertai
data prestasi belajar), memberikan
bimbingan akademik dan non
akademik, membantu memecahkan
masalah peserta didik.
- Belum memiliki Memiliki Program
Program Penilaian Penilaian yang
yang teradministrasi teradministrasi dalam
dalam server sekolah. server sekolah.
- Guru yang
menerapkan Guru yang menerapkan
pembelajaran berbasis pembelajaran berbasis
TIK , 26 - 50 % TIK 76 - 100% pendidik.
pendidik.
Pengawasan Kepala Sekolah dan Pengawas - -
proses melakukan pemantauan proses
pembelajaran. pembelajaran pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran
dengan cara diskusi kelompok
terfokus, pengamatan,
No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS)
pencatatan, perekaman,
wawancara, dan dokumentasi.
Kepala Sekolah dan Pengawas - -
melakukan supervisi proses
pembelajaran pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran
dengan cara pemberian contoh,
diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
Standar Penilaian Seluruh pendidik telah melakukan - -
Pendidikan penilaian hasil belajar untuk
Prinsip memantau proses, kemajuan, dan
penilaian. perbaikan hasil dalam bentuk ulangan
harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester, dan ulangan
kenaikan kelas.
Belum memiliki Memiliki petunjuk
petunjuk operasional operasional
penyampaian penyampaian
ketidakpuasan peserta ketidakpuasan peserta
didik dan didik dan
penyelesaiannya penyelesaiannya
mengenai penilaian mengenai penilaian hasil
hasil belajar melalui belajar melalui media
media elektronik. elektronik.
Teknik dan Teknik penilaian dilakukan sesuai KD: - -
instrumen a) Terprogram menggunakan Tes
penilaian. dan Non Tes.
b) Menggunakan soal yang
memenuhi kaidah substansi,
konstruksi, dan bahasa.
113
114 No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS)
Mekanisme Mengembangkan program penilaian - -
dan prosedur menggunakan lima langkah yaitu :
penilaian. Menyusun kisi-kisi tes.
Mengembangkan instrumen.
Mengolah dan menentukan
kelulusan peserta didik dari
sekolah.
Melaksanakan tes.
Melaporkan dan memanfaatkan
hasil penilaian.
Seluruh pendidik telah melakukan - -
penilaian hasil belajar untuk
memantau proses, kemajuan, dan
perbaikan hasil dalam bentuk ulangan
harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester, dan ulangan
kenaikan kelas.
- Belum semua kegiatan Menerbitkan surat
pengembangan diri keterangan
menerbitkan surat keikutsertaan peserta
keterangan didik dalam kegiatan
keikutsertaan peserta pengembangan diri yang
didik dalam kegiatan ditandatangani oleh
pengembangan diri pembina kegiatan dan
yang ditandatangani kepala sekolah.
oleh pembina kegiatan
dan kepala sekolah.
Guru mata pelajaran memberikan -
pembelajaran remedial kpd peserta -
didik yang belum men-capai KKM:
75% < x ≤ 100%.
Hasil penilaian oleh pendidik dan - -
satuan pendidikan disampaikan dalam
bentuk satu nilai pencapaian
No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS) -
-
kompetensi mata pelajaran, disertai
-
dengan deskripsi kemajuan belajar. -
-
Penilaian oleh Guru menginformasikan silabus mata -
pendidik. pelajaran kepada peserta didik pada
awal semester.
Guru mengembangkan instrumen dan -
pedoman penilaian sesuai dengan
bentuk dan teknik penilaian yang
dipilih.
Guru melaksanakan tes, pengamatan,
penugasan, dan/atau bentuk lain
yang diperlukan sesuai dengan RPP.
Guru mengolah hasil penilaian untuk -
mengetahui kemajuan hasil belajar
dan kesulitan belajar peserta didik.
Guru mengembalikan hasil pemerik- -
saan pekerjaan peserta didik disertai
balikan/komentar yang mendidik.
Analisis dan pemanfaatan hasil -
penilaian :
a) hasil Penilaian dikembalikan
kepada peserta didik disertai
balikan yang mendidik;
b) dibuat analisis daya serap hasil
penilaian;
c) hasil Analisis ditindak lanjuti
dengan Pembelajaran Remedial /
Pengayaan; dan
d) hasil Penilaian digunakan untuk
memperbaiki proses
pembelajaran.
115
116 No KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
(STRENGTH) (WEAKNESS) -
-
Penilaian oleh Menetapkan dan -
-
satuan mendokumentasikan:
Pendidikan. a) KKM setiap mata pelajaran,
b) kriteria kenaikan kelas,
c) kriteria kelulusan peserta didik.
Menentukan nilai akhir kelompok -
mata pelajaran estetika dan kelompok
mata pelajaran pendidikan jasmani,
olah raga dan kesehatan melalui:
a) rapat dewan pendidik,
b) mempertimbangkan hasil
penilaian oleh pendidik.
Menentukan nilai akhir kelompok -
mata pelajaran agama dan akhlak
mulia dan kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian
dilakukan melalui:
a) rapat dewan pendidik,
b) mempertimbangkan hasil
penilaian oleh pendidik dan nilai
hasil ujian sekolah.
Hasil Analisis SWOT dari program pendidik dan tenaga kependidikan ditunjukkan oleh Tabel pada Lampiran 4.3 berikut ini.
Lampiran 4.3 Analisis SWOT Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Peluang (Opportunity) Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness)
1. Pengangangkatan Guru Tidak Tetap (GTT) dan 1. 61% guru sudah tersertifikasi. 1. Belum terpenuhinya kebutugan guru dan
2. 64 % guru tetap berijazah S2.
Tenaga Administrasi Tidak Tetap (TASTT) melalui 3. Hampir semua guru mempunyai kemampuan TIK. Tenaga administrasi Sekolah Tetap sesuai
validasi. dengan kebutuhan.
2. Penilaian Kerja Guru. S1 – O2: Optimalisasi guru yang sudah 2. Kemampuan guru dalam membuat karya
3. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan tersertifikasi agar mendapatkan kinerja guru yang tulis ilmiah masih rendah.
4. Mendapatkan blockgrant / hibah bersaing baik. 3. Kemampuan guru dalam membuat bahan
penelitian guru. ajar.
5. Mendapatkan bantuan Pusat Sumber Belajar S2 – O4: Mendorong guru yang berijazah S2 untuk 4. Kepala perpustakaan dan Kepala
6. Pendidikan dan Pelatihan Pengelola Perpustakaan melakukan penelitian untuk mendapatkan bantuan Laboratorium belum bersertifikat .
dan Laboratorium. blockgrant / hibah bersaing. 5. Tenaga perpustakaan belum bersertifikat.
6. Belum ada Laboran dan teknisi
Tantangan ( Threat ) S3-O5: Memaksimalkan kemampuan guru dalam Laboratorium.
1. Implementasi pemenuhan standar nasional bidang TIK untuk mendapatkan bantuan Pusat
Sumber belajar. W1-S1: Optimalisasi kebutuhan tenaga guru
pendidikan tentang pendidik dan tenaga tetap dan TAS tetap melalui validasi yang
kependidikan S2,3 – T2: Membangun citra dengan menampilkan telah memenuhi kriteria.
2. Tuntutan yang sangat tinggi dari masyrakat pada kinerja guru yang positif sesuai dengan latar
guru belakang pendidikan dan kemampuan TIK melalui W2,3-O3: Optimalisasi kemampuan guru
3. Daya saing dengan lembaga sejenis media yang bisa diakses publik ( media elektronik dalam membuat karya tulis ilmiah dan
dan media cetak). membuat bahan ajar melalui Pengembangan
Keprofesian berkelanjutan.
S2,3-T3: mendorong pendidik dalam kegiatan-
kegiatan peningkatan mutu pendidik (MGMP , W4,5-O6: Optimalisasi pemenuhan
Lesson Study, Workshop, diklat, dll) dan kegiatan kebutuhan Kepala Perpustakaan, Kepala
kompetisi pendidik ( lomba guru berprestasi, dll). Laboratorium dan Tenaga Perpustakaan
melalui pendidikan dan pelatihan.
W1-T2,3: Optimalisasi GTT dan TASTT untuk
memenuhi kebutuhan guru.
W2,3-T1,2,3: Pelatihan berkala untuk
meningkatkan kemampuan membuat karya
tulis ilmiah dan bahan ajar di luar PKB.
W4,5-T1,2,3: Mengikutkan sertakan Kepala
Laboratorium dan Kepala Perpustakaan pada
pelatihan yang berstandar dan bersertifikat.
W6-T1: RekrutmenTeknisi Laboratorium dan
Laboran.
117
118 Lampiran 4.4 : Analisis SWOT Bidang Sarana Prasarana
No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
1 Standar
Sarana dan 1.1. Satuan Memiliki rombongan belajar
Prasarana pendidikan sebanyak minimal 24 rombongan
belajar dan maksimum 27
1.2. Lahan rombongan belajar.
Status lahan tempat bangunan
merupakan status milik sendiri.
1.3. Bangunan Bangunan secara berkala dilakukan Pemerataan jaringan listrik Pemasangan jaringan listrik
Gedung pemeliharaan baik ringan maupun tidak merata di tiap yang baru / melengkapi
berat. gedung/bangunan,dengan instalasi listrik di tiap
1.4. Ruang Kelas Kebersihan kata lain tdak setiap bangunan.
Keselamatan bangunan memiliki instalasi
Kenyamanan listrik yang memadai.
Kesehatan
Keamanan Kekurangan meja, kursi, Pengadaan meja, kursi
Perbandingan ruang kelas dengan peserta didik sebanyak 5 peserta didik dan pendidik di
jumlah rombel: ruang kelas dan 26 meja ruang kelas.
Jumlah ruang kelas sama atau lebih kursi pendidik di ruang
dari jumlah rombongan belajar. kelas.
Ruang kelas dilengkapi sarana Bel sekolah tidak terjangkau Pembaharuan bel sekolah
meliputi: ke seluruh kelas
perabot (kursi dan meja peserta Memasang perangkat TIK
didik, kursi dan meja guru, dan Ruang kelas terpasang minimal LCD Proyektor di
papan pajang), media pendidikan perangkat TIK (minimal LCD ruang kelas
(papan tulis). Proyektor) belum memenuhi
Lebih dari 75%
Ruang Kelas mempunyai
pencahayaan yang memadai.
No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
1.5. Ruang Memiliki ruang perpustakaan dengan
Perpustaka- luas lebih dari 30 m2.
an
Ruang perpustakaan dilengkapi : Belum teradministrasi dalam Pengadaan perangkat
1.6. Ruang buku pengayaan, buku referensi dan komputer perpustakaan. komputer perpustakaan
Laboratori- sumber belajar lain) buku teks
um pelajaran dan buku panduan Ruang perpustakaan Pengadaan kekurangan
pendidik. kekurangan : mebiler di perpustakaan
Ada ruang laboratorium IPA yang 2 buah rak buku, Melengkapi Ruang
mampu menampung 1 rombongan 1 buah rak majalah, perpustakaan dengan
belajar dengan luas laboratorium 1 buah rak surat kabar, Bahan Ajar Berbasis TIK
lebih dari 48 m2 dan memiliki ruang 1 buah lemari katalog, (CD/multimedia) lebih dari
penyimpanan 18 m2. 1 buah lemari 16 mapel.
Pengadaan 3 ruang
119 Ruang perpustakaan belum laboratorium.
dilengkapi : dengan Bahan
Ajar Berbasis TIK Melengkapi perabotan dan
(CD/multimedia) lebih dari perlatan di ruang
16 mapel. laboratorium.
Kekurangan tiga
laboratorium yang dapat
menampung 1 rombongan
belajar dengan luas
laboratorium lebih dari 48
m2 dan memiliki ruang
penyimpanan 18 m2.
Ruang laboratorium yang
ada kekurangan / belum
dilengkapi:
120 No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
Rak penyimpanan alat
dan bahan
Rak yang memiliki
temperatur suhu hangat
untuk menyimpan
mikroskop
Wastafel dan kran rusak
P3K
Pemadam kebakaran
Instalasi air bersih ke
laboratorium
1.7. Ruang Memiliki ruang laboratorium
Laboratori- komputer yang mampu menampung
um 1 rombongan belajar.
Komputer
Ruang laboratorium dilengkapi
1.8. Ruang dengan sarana meliputi perabot,
Pimpinan peralatan pendidikan meliputi:
(a.) Panaboard.
(b.) Komputer, printer.
(c.) modul pembelajaran (hard
copy maupun softcopy).
(d.) Jaringan LAN atau akses
internet.
Memiliki pencahayaan dan
pendinginan ruangan yang
memadai.
peralatan komputer di Laboratorium
Komputer lebih dari 20 unit
terhubung dengan internet.
Luas ruang pimpinan lebih dari 12
m² dengan lebar minimum 3 m.
No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
1.9. Ruang Guru Ruang pimpinan mudah diakses oleh
guru dan tamu sekolah.
Kekurangan di ruang guru. Pengadaan meja guru yang
Memadai untuk melayani tamu dilengkapi loker dan laci.
Kondisi Ruang pimpinan : Ada beberapa meja
dilengkapi perabot yang Pengadaan komputer dan
guru yang masih printer.
memadai. menggunakan meja
memiliki papan informasi biasa (tanpa dilengkapi
tempat penyimpanan
kegiatan/ statistik. (locker) dan laci).
nyaman dan bersih.
Ruang Pimpinan dilengkapi : Ruang guru belum
Komputer. dilengkapi dengan komputer
Printer. dan printer.
Koneksi intranet.
Koneksi Internet.
Luas ruang guru lebih dari 72 m2.
Ruang guru dekat dengan ruang
pimpinan dan halaman sekolah.
Kondisi ruang guru :
mampu menampung semua
Guru.
dilengkapi perabot (meja, kursi,
almari).
papan informasi kegiatan/
statistik.
nyaman dan bersih.
121
122 No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
Memperbaharui spesifikasi
1.10. Ruang Luas Ruang Tata Usaha lebih dari 16 komputer.
Tata m2. Penambahan printer.
Usaha Melengkapi perlengkapan
Ruang tata usaha mudah dicapai ibadah.
dari halaman sekolah atau dari luar
lingkungan sekolah.
Ruang tata usaha dekat dengan
ruang pimpinan.
Kondisi & fungsi Ruang tata usaha:
sebagai tempat mengerjakan
administrasi sekolah,
dilengkapi perabot (meja, kursi,
almari), papan informasi
kegiatan/ statistik,
tertata rapi, nyaman dan bersih,
tersedia mesin ketik / komputer
/ peralatan lainya yang
dibutuhkan.
Ruang Tata Usaha dilengkapi: Komputer yang ada belum
memiliki spesifikasi yang
Komputer. memadai untuk program-
Printer. program tertentu.
Scanner.
Printer yang ada belum
1.11. Tempat Luas tempat ibadah memiliki luas mencukupi / memadai.
Ibadah lebih dari 12 m2.
Kondisi tempat ibadah :
No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
belum lengkap perabot Menata perabot dan
kelengkapan yang ada.
dan perlengkapan
ibadah,
belum tertata rapih,
nyaman dan bersih
1.12. Ruang Luas Ruang Konseling lebih dari 12
Konseling m2.
Ruang koseling dapat memberikan
kenyamanan suasana dan menjamin
privasi peserta didik.
1.13. Ruang Ruang konseling :
UKS
luas memadai sebagai tempat
layanan konseling,
perabot (meja, kursi kerja, kursi
tamu, almari) sesuai kebutuhan,
peralatan konseling (instrumen
konseling, buku sumber, media
pengemb. kepribadian),
nyaman, bersih dan menjamin
privasi peserta didik.
Luas Ruang UKS lebih dari 12 m2.
Kondisi Ruang UKS : Kondisi Ruang UKS : Perlu ada perbaikan
Luas memadai untuk penanganan
dini yang mengalami gangguan Kondisi tempat tidur tempat tidur.
kesehatan.
sudah tidak memadai. Pengadaan almari.
123 Tidak mempunyai
almari.
124 No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
1.14. Ruang 5 ruang organisasi kesiswaan yang Tidak / kurang Melengkapi
organisasi meiliki luas lebih dari 9 m2.
kesiswaan mempunyai perlengkapan
perlengkapan (P3K, kesehatan.
tandu, selimut,
tensimeter, termometer Pengadaan 4 ruang
badan, timbang badan, organisasi kesiswaan.
dll).
Kekurangan 4 ruang
organisasi kesiswaan dengan
luas minimum 9 m2.
1.15. Jamban. Kondisi ke-5 ruang organisasi Kekurangan perabot Melengkapi perabot
1.16. Gudang. kesiswaan memadai untuk organisasi kesiswaan. organisasi kesiswaan.
melakukan kegiatan kesekretariatan
1.17. Ruang pengelolaan organisasi. Kekurangan jamban Pengadaan jamban peserta
sirkulasi. sebanyak peserta didik 4 didik.
Luas Gudang yang ada lebih dari 21 ruang
m2. Siswi 9 Ruangan. Pengadaan perabot gudang
Kondisi Gudang : (almari dan rak).
Gudang belum dilengkapi
Luas memadai sebagai tempat perabot (almari dan rak). Melengkapi tempat
penghubung antar ruang
menyimpan peralatan Tempat penghubung dalam bangunan sekolah.
pembelajaran, peralatan antarruang dalam bangunan
sekolah, arsip sekolah. sekolah belum terpenuhi.
No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
Tempat berlangsungnya Melengkapi tempat
kegiatan bermain dan berlangsungnya kegiatan
interaksi sosial peserta didik bermain dan interaksi sosial
di luar jam pelajaran belum peserta didik di luar jam
terpenuhi. pelajaran.
1.18. Tempat Luas tempat bermain/berolahraga
1.19. bermain / lebih dari 3 m2 / peserta didik.
berolahra
125 ga. Kondisi tempat
bermain/berolahraga:
Kebersih-
an dan ruang terbuka
keindahan sebagian ditanami pohon
tidak mengganggu proses
pembelajaran di kelas
tidak digunakan parkir
Kondisi tempat
bermain/berolahraga:
luas memadai sebagai tempat
bermain/berolahraga, upacara,
dan ekstrakurikuler,
peralatan pendidikan (peralatan
upacara, peralatan olahraga,
peralatan seni budaya,
peralatan keterampilan, dll),
rapih, bersih, nyaman dan indah
Kondisi lahan, bangunan/gedung,
sarana dan prasarana lainnya:
126 No. Komponen SubKomponen Kekuatan Kelemahan Target pencapaian
(Strength) (Weaknesses)
1.20. Jaringan tertata rapih, terpelihara,
Telekomu keadaan bersih,
nikasi dan aman dan nyaman.
internet.
Adanya upaya yang optimal untuk
pemanfaatan sarana prasarana Belum tersedia komputer Mengusahakan tersedia
dalam mendukung pelaksanaan PSB. yang terhubung internet komputer yang terhubung
selain di Lab komputer internet selain di Lab
Terdapat koneksi Internet di sekolah untuk mencari sumber komputer.
untuk menunjang operasional belajar bagi peserta didik. Mengusahakan jaringan
kegiatan PSB. Belum memiliki jaringan LAN antar ruangan.
Terdapat hot spot di lingkungan antar ruangan
sekolah. Selalu Memperbaharui laman
Tersedia komputer yang terhubung Ruang Kepala Sekolah (website) sekolah.
internet selain di lab komputer Perpustakaan Mengelola laman (website)
untuk mencari sumber belajar bagi Ruang Guru sekolah dengan seharusnya.
pendidik. Ruang Tata Usaha
Laboratorium Komputer
Memiliki laman (website) sekolah.
Laman (website) sekolah
jarang diperbaharui.
Pengelolaan laman (website)
sekolah kurang terawat
Lampiran 4.5 : Analisis SWOT Bidang Budaya Sekolah dan Kemitraan
NO KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
1. - Tamanisasi. ( STRENGTH) ( WEAKNESSES)
Sekolah menciptakan - Memiliki taman dan - Pengembangannya belum - Adanya peningkatan
suasana, iklim, dan - Penciptaan ling- lahan kosong. maksimal, masih terdapat penataan taman dan
lingkungan pendidi- kungan “Berhias” lahan kosong.
kan yang kondusif (Bersih, empati, - Potensi SDM dan SDA lahan yang belum tertata.
untuk pembelajaran Responsif, hijau, sudah ada.
yang efisien dalam indah, Amanah,
prosedur pelaksanaan Senyum). - Meningkatkan
melalui 3 P kebersihan lingkungan
(Penampilan, - Jumat Bersih. sekolah.
Pelayanan, Prestasi).
- Dengan adanya
Penilaian kebersihan, - Kesadaran dari pihak warga - Adanya peningkatan
lingkungan menjadi sekolah belum maksimal. Kesadaran dari pihak
bersih, nyaman dan warga sekolah tentang
asri. pentingnya BERHIAS.
- Lomba-lomba - Membantu warga - Pelaksanaannya belum - Diharapkan
Kebersihan. sekolah dalam efektif. dilaksanakan secara
memenuhi kebutuhan efektif.
- THR tahunan. hari raya. - Belum adanya penghargaan
yang bisa memotivasi anak - Berjalannya lomba-
untuk lebih giat dalam lomba kebersihan
meningkatkan budaya disertai pemberian
bersih. penghargaan kepada
kelas terbersih setiap
- Perlu penyesuaikan. satu semester sekali.
- Adanya peningkatan/
penyesuaian dalam
setiap tahunnya.
127
128 NO KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
( STRENGTH) ( WEAKNESSES)
- Halal Bihalal. - Dilaksanakan setiap - Warga sekolah tidak - Dilaksanakan dan diikuti
tahun dan dapat seluruhnya dapat hadir. oleh seluruh warga
mempererat silaturahmi sekolah.
antarwarga sekolah.
- Karyawisata. - Dilaksanakan setiap - Masih ada sebagian peserta - Dilaksanakan dan diikuti
tahun pada semester didik kelas XI yang belum oleh seluruh peserta
ganjil. bisa mengikuti karyawisata didik kls XI.
(study tour), dikarenakan
faktor ekonomi dan belum
memahami pentingnya
karyawisata (study tour).
- Pekan Raya. - Sebagai suatu ajang - Donatur tidak maksimal - Dari hasil evaluasi
promosi sekolah. dalam pelaksanaan Pekan diharapkan dapat
- Evaluasi dari proses Raya. dijadikan suatu
KBM. - Waktu pengajuan proposal perbaikan di masa yang
- Penyaluran bakat terlalu dekat dengan akan datang.
peserta didik. pelaksanaannya.
- Kurang nya koordinasi antar
pengurus.
- Kurangnya kesadaran warga
sekolah dalam
mensukseskan kegiatan
Pekan Raya.
- Penyaluran bakat peserta
didik kurang terealisasi.
- Qurban. - Menumbuhkan rasa - Kurangnya dukungan - Diharapkan semua
jiwa sosial yang ada peserta didik terhadap peserta didik
pada diri peserta didik. pelaksanaan Qurban. mendukung adanya
pelaksanaan qurban.
- Pesantren kilat. - Peningkatan - Masih adanya peserta didik - Diharapkan semua
pemahaman nilai-nilai yang tidak ikut pesantren peserta didik mengikuti
agama islam. kilat. pesantren kilat.
NO KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
( STRENGTH) ( WEAKNESSES)
- Upacara PHBN. - Peningkatan rasa jiwa - Kurangnya kesadaran - Diharapkan adanya
nasianalisme pada peserta didik dan tenaga kesadaran peserta didik
peserta didik dan pendidik untuk mengikuti dan tenaga pendidik
tenaga pendidik. upacara PHBN. untuk mengikuti
upacara PHBN.
- Arisan warga - Meningkatkan rasa - Belum terlaksana sampai - Diharapkan dapat
sekolah. silaturahim diantara sekarang. dilaksanakan setiap
warga sekolah. bulan.
- Dharma wisata - Meningkatkan rasa - Belum terlaksana secara - Diharapkan dapat
keluarga pendidik silaturahim diantara rutin, minimalnya setahun dilaksanakan setiap
dan tenaga warga sekolah dan sekali. tahun.
kependidikan. menghilangkan rasa
jenuh dan penat.
- Arisan Qurban. - Peningkatan - Belum terlaksana sampai - Diharapkan dapat
pengamalan nilai-nilai sekarang. dilaksanakan setiap
agama islam tahun.
- Meningkatkan rasa
silaturahim diantara
warga sekolah.
- Makan siang - Adanya peningkatan - Belum terlaksana sampai - Diharapkan dapat
gratis bagi pelayan bagi pendidik sekarang. terlaksana dalam waktu
pendidik dan dan tenaga dekat.
tenaga kependidikan yang
kependidikan. sedang bertugas.
2. Adanya tatatertib dan - Kode Etik - Kode etik sudah sesuai - Pada pelaksanaannya masih - Dilaksanakan oleh
kode etik warga sekolah. untuk semua warga banyak pelanggaran- semua warga sesuai
sekolah. sekolah. pelanggaran. dengan yang
diharapkan.
- Tata tertib - Tata tertib pada - Pada pelaksanaannya masih - Dilaksanakan oleh
sekolah. umumnya sudah banyak pelanggaran- semua warga sesuai
mendekati pelanggaran. dengan yang
kesempurnaan. diharapkan.
129
130 NO KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
- Baju Seragam ( STRENGTH) ( WEAKNESSES) - Semua tenaga Pendidik
3 Adanya bimbingan - Adanya kesepakatan - Masih ada tanaga Pendidik
dengan teladan, - Kultum dalam memakai dan Kependidikan yang dan Kependidikan
pembinaan, pakaian untuk tenaga belum memakai seragam menggunakan pakaian
pengembangan pendidik yaitu ; yang sudah menjadi sesuai kesepakatan
kreativitas dari Hari senin : pakaian kesepakatan bersama. bersama.
seragam sekolah, selasa
dan rabu : pakaian - Masih banyak anak yang - Seluruh anak harus
formal Pemda, kesiangan dan masih mengikuti kegiatan
Kamis dan jumat : banyak anak yang tidak kultum tepat jam 07.00
batik, mengikuti kegiatan kultum – 07.15
Hari sabtu : bebas, tapi
sopan, tidak ketat dan
tidak bercelana jeans
- PAKAIAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
Aturannya sama dengan
tenaga pendidik
- PAKAIAN PESERTA
DIDIK
Hari senin – Rabu :
seragam putih – abu,
Kamis - Jumat :
seragam Batik,
Sabtu : seragam batik,
kecuali yang mengikuti
Eskul, menggunakan
seragam masing-masing
Eskul.
- Dilaksanakan setiap hari
jam 07.00 s.d. 07.15
sebelum KBM, dan
dapat mempertebal
keimanan peserta didik.
NO KOMPONEN SUBKOMPONEN KEKUATAN KELEMAHAN TARGET PENCAPAIAN
( STRENGTH) ( WEAKNESSES)
pendidik dan tenaga
kependidikan.
- Raker - Dilaksanakan setiap - Belum ada tindak lanjut - Ada tindak lanjut yang
tahun di akhir tahun yang optimal dari hasil optimal dari hasil raker.
- Upacara bendera ajaran yang diikuti oleh Raker.
semua tenaga pendidik - Dapat diikuti oleh guru-
- Rapat pembinaan dan kependidikan. - Tidak diikuti oleh guru guru minimal yang ada
secara keseluruhan. jadwal di jam pertama.
- Keputrian - Rutin dilaksanakan
- Jumat amal setiap hari senin pagi - Guru masih ada yang belum - Adanya tindak lanjut
dapat mengevaluasi diri. dari hasil rapat
- Pelaksanaan - Untuk meningkatkan pembinaan.
Qurban kedisiplinan. - Beberapa guru belum
maksimal melaksanakan - Dapat diikuti oleh
- Baksos - -Guru dapat mengevadir hasil rapat pembinaan. semua siswi.
setelah disuvervisi.
- Belum diikuti oleh semua - Diharapkan setiap
- Dapat meningkatkan siswi. peserta didik memiliki
frofesionalisme guru. kesadaran untuk
- Masih minimnya kesadaran beramal.
- Meningkatkan peserta didik untuk
ketakwaan. beramal. - Diharapkan tahun yang
akan datang lebih
- Menumbuhkan rasa meningkat.
jiwa sosial yang pada
diri peserta didik. - Diharapkan adanya
peningkatan
- Suatu kesempatan - Adanya peningkatan jumlah keterlibatan dari unsur
ajang promosi yang hewan Qurban dan warga sekolah.
penyalurannya meluas.
langsung kepada
masyarakat. - Sumbangan yang terkumpul
- Sebagai ajang promosi belum maksimal dan belum
langsung kepada sesuai dengan yg
diharapkan.
masyarakat.
- Ajang silaturahmi warga
sekolah dengan
masyarakat.
131
132 Lampiran 5 : Analisis Situasi Internal (Kekuatan dan Kelemahan)
Parameter Kekuatan Kelemahan
SDM - Kepala sekolah sudah mempunyai tingkat kompetensi TIK - Belum semua tenaga pendidik dan tenaga
Konten tinggi kependidikan mampu menggunakan
Pembelajaran - Tenaga pendidik sudah mempunyai tingkat kompetensi TIK software office, mempunyai alamat email
Sarana TIK sendiri, mampu membuat animasi, membuat
sedang. konten pembelajaran digital, mengenal dan
Manajemen - Tenaga kependidikan mempunyai tingkat kompetensi TIK menggunakan LMS.
sedang. - Belum memiliki konten digital yang banyak
- Partisipasi peserta didik tinggi. dan bervariasi.
- Dukungan Kepala Sekolah positif.
- Sudah memiliki beberapa konten digital. - Belum semua mata pelajaran memanfaatkan
- Sudah memanfaatkan konten digital yang tersedia. konten digital
- Sudah mampu memproduksi beberapa konten digital.
- Belum semua MGMP mampu membuat
- Di sekitar sekolah sudah terjangkau layanan internet konten digital.
broadband ADSL dan layanan internet selular.
- Belum tersedia layanan TV edukasi
- Jaringan komputer lokal sudah lengkap, seluruh area terrestrial.
sekolah sudah terjangkau jaringan wireless.
- Jaringan kabel memerlukan penggantian,
- Tersedia akses internet di seluruh area sekolah melalui ada beberapa NIC yang rusak, perlu
jaringan kabel maupun wireless. penambahan NIC wireless.
- Sudah memiliki server untuk web, dan file sharing yang - Akses internet yang dimiliki hanya 1024/256
sangat memadai, memiliki access point berdaya pancar kbps
tinggi.
- Belum memiliki perangkat produksi
- Penggunaan perangkat TIK tinggi. multimedia yang lengkap, belum mempunyai
perangkat OMR.
Sedang mengembangkan aplikasi database pengelolaan SIM dan LMR masih dalam tahap
sekolah secara swadaya. pengembangan secara swadaya.
Lampiran 6 : Analisis Situasi Eksternal (Peluang dan Ancaman)
Parameter Peluang Ancaman
SDM - Kebijakan politik di bidang pendidikan dapat
- Terdapat beberapa fasilitator dari dalam dan luar
Konten lingkungan sekolah untuk meningkatkan kompetensi TIK mengubah paradigma kebijakan sekolah
Pembelajaran dalam hal peningkatan kompetensi TIK.
Sarana TIK Kepala Sekolah.
- Terdapat beberapa fasilitator dari luar lingkungan sekolah - Penggunaan konten yang menggunakan
platform non open source.
untuk meningkatkan kompetensi TIK tenaga pendidik.
- Terdapat beberapa fasilitator dari dalam dan luar - Mahalnya biaya berlangganan internet
berkecepatan tinggi.
lingkungan sekolah untuk meningkatkan kompetensi TIK
tenaga kependidikan.
- Terdapat tuntutan di masyarakat agar peserta didik ikut
berpartisipasi.
- Terdapat tuntutan yang tinggi dari masyarakat agar kepala
sekolah memberikan dukungan terhadap perkembangan
TIK.
- Terdapat beberapa konten digital yang bisa diperoleh
dengan gratis ataupun membeli.
- Terdapat beberapa sumber dan lingkungan yang bisa
menjadi contoh dalam memanfaatkan konten digital.
- Setiap MGMP tingkat kabupaten mampu memproduksi
konten digital secara mandiri.
- Menggunakan satellite receiver untuk menerima siaran TV
edukasi lalu di streaming di jaringan lokal.
- Penggantian kabel jaringan, penggantian NIC rusak dan
pengadaan NIC wireless.
- Meningkatkan koneksi internet hingga 3 mbps dengan
perbanding 1:1.
- Pengadaan perangkat produksi multimedia, pengadaan
peralatan dan software OMR .
133
134 Manajemen Terdapat berbagai macam CMS dan LMS open source yang Keterbatasan SDM yang mampu
bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan sekolah terhadap mengembangkan aplikasi database
aplikasi database. pengelolaan sekolah.
Lampiran 7 : Contoh Analisis Kesenjangan
Contoh : Format Analisis Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 4 tahun ke depan
No. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan Besarnya tantangan nyata
1. (lima tahun ke depan) Standar Isi :
1.1 Standar Isi : Kurikulum 30%
Kurikulum 70% memnuhi standar nasional Standar Isi :
2. pendidikan (perangkat pembelajaran belum Kurikulum 100% memnuhi standar nasional 50%
2.1 disusun untuk kelas 1-6 semua mapel). pendidikan (perangkat pembelajaran sudah
dan sebagainya. disusun untuk kelas 1-6 semua mapel). Standar Kelulusan :
3. Pengembangan Proses Pembelajaran dan sebagainya. KKM : 50%
3.1 Proses pembelajaran belum memenuhi standar Pengembangan Proses Pembelajaran NUAN : 2,00
nasional pendidikan, yaitu baru 50% guru Proses pembelajaran sudah memenuhi standar 2 tingkat
3.2 melaksanakan CTL. nasional pendidikan, yaitu 100% guru
dan sebagainya. melaksanakan CTL. Pengembangan Pendidik dan
4. Standar Kelulusan : dan sebagainya. Tenaga Kependidikan :
4.1 Prestasi akademik lulusan belum memenuhi Standar Kelulusan : 20%
standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 50% Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi
dan rata-rata NUAN 6,00). standar nasional pendidikan (KKM 100% dan
Prestasi non akademik sekolah masih rendah rata-rata NUAN 8,00).
(rata-rata mencapai kejuaraan tingkat Prestasi non akademik sekolah tinggi (rata-
kabupaten kota). rata minimal mencapai kejuaraan tingkat
dan sebagainya. nasional).
Pengembangan Pendidik dan Tenaga dan sebagainya.
Kependidikan : Pengembangan Pendidik dan Tenaga
Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 80% Kependidikan :
memenuhi standar nasional pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat
100% sudah memenuhi standar nasional
dan sebagainya. pendidikan.
dan sebagainya.
135
136 5. Pengembangan Prasarana dan Sarana : Pengembangan Prasarana dan Sarana : Pengembangan Prasarana dan
Sarana :
5.1. Prasarana, sarana, media pembelajaran, bahan Prasarana, sarana, media pembelajaran, 25%
ajar, sumber belajar terdapat rata-rata 75% bahan ajar, sumber belajar 100% memenuhi
memenuhi standar nasional pendidikan. standar nasional pendidikan.
dan sebagainya. dan sebagainya.
6. Pengembangan Pengelolaan : Pengembangan Pengelolaan : Pengembangan Pengelolaan :
6.1 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 30%
memenuhi standar nasional pendidikan. memenuhi standar nasional pendidikan.
dan sebagainya. dan sebagainya.
7. Pengembangan Pembiayaan : Pengembangan Pembiayaan : Pengembangan Pembiayaan :
7.1 Pembiayaan masih rendah (di bawah 70.000 Pembiayaan memenuhi standar nasional (di 60%
rupiah per bulan per anak atau sekitar 40%). atas 150.000 rupiah per bulan per anak).
dan sebagainya. dan sebagainya.
8. Pengembangan Penilaian : Pengembangan Penilaian :
8.1 Guru dan sekolah 80% melaksanakan sistem Guru dan sekolah 100% melaksanakan sistem 20%
penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum
standar pendidikan (rata-rata masih di bawah atau standar nasional pendidikan.
standar nasional, baik tingkat kesulitan maupun
model-model yang digunakan.
dan sebagainya. dan sebagainya.
Lampiran 8 : Analisis Kondisi Nyata Sekolah
A. Analisis Standar Nasional Pendidikan
1. Analisis Standar Isi
Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Nyata Rencana Tindak
1. Kerangka Dasar Lanjut
Kurikulum Memuat : Seluruh kerangka dasar Lebih banyak mengadopsi Melakukan analisis
1. Tujuan Pendidikan kurikulum dikembangkan pada contoh yang telah SKL satdik dan
2. Struktur 2. Visi Satuan Pendidikan berdasarkan acuan hasil ada. analisis SKL
Kurikulum 3. Misi Satuan Pendidikan analisis SKL satuan kelompok mata
4. Tujuan Satuan Pendidikan pendidikan dan SKL Belum melakukan analisis pelajaran.
Kelompok mata pelajaran. SKL Satdik dan SKL
A. Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran. Pengembangan
1. Pola dan susunan mata Alokasi waktu tatap muka kurikulum berbasis
pelajaran untuk 1 jampel = 45 menit Alokasi waktu tatap muka untuk keunggulan lokal.
2. Kebutuhan peserta didik 1 jam pel = 45 menit
dan satuan pendidikan Sekolah melaksanakan
3. Alokasi waktu Tatap Muka pendidikan kecakapan hidup Sekolah melaksanakan
4. Pengaturan Beban Belajar dan pendidikan berbasis pendidikan kecakapan hidup dan
5. Ketuntasan Belajar keunggulan lokal. pendidikan berbasis keunggulan
6. Kriteria Kenaikan Kelas dan lokal secara terintegrasi ke
Kelulusan dalam pelajaran.
7. Kriteria Penjurusan
8. Pendidikan Kecakapan
Hidup
9. Pendidikan Berbasis
keunggulan lokal dan
global
137 B. KTSP, memuat :
1. Mata Pelajaran
2. Muatan Lokal
3. Kegiatan Pengembangan
diri
4. Pengaturan beban belajar
5. Ketuntasan Belajar
138 Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Nyata Rencana Tindak
Lanjut
3. Beban Belajar 6. Kriteria Kenaikan Kelas dan Masih ada beberapa guru yang
Kelulusan beban kerjanya kurang dari 24 Perlu mencari jam
4. Kalender jam per minggu. tatap muka
Pendidikan 7. Kriteria Penjurusan tambahan pada
8. Pendidikan Kecakapan Kalender Pendidikan baru ada sekolah lain dan atau
setelah mulai berlangsung mendapat tugas
Hidup Kegiatan Belajar Mengajar tambahan tertentu.
9. Pendidikan Berbasis (KBM).
Sekolah membuat
keunggulan lokal Kalender Pendidikan
Tentatif.
Beban Kerja Guru mencakup - Guru sekurang-
kurangnya 24 jam
kegiatan pokok yaitu, tatap muka dalam 1
- merencanakan pembelajaran, ( satu) minggu.
- melaksanakan pembelajaran,
- menilai hasil pembelajaran,
- membimbing dan melatih
peserta didik serta
- melaksanakan tugas tambahan
Kalender pendidikan tingkat satuan Kalender Pendidikan sudah
pendidikan yang disusun sesuai ada sebelum tahun
dengan kebutuhan daerah dan pelajaran berlangsung.
karakteristik sekolah.
2. Analisis Standar Kompetensi Lulusan
Pemetaan Keterlaksanaan Analisis Standar Kompetensi Lulusan
a. SKL Satuan Pendidikan
No SKL Satuan Pendidikan Ranah Pendidikan Mata Pelajaran / Keterkaitan dengan visi, misi
Program dan tujuan sekolah dalam
KTSP
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang Afektif. Pendidikan Agama, BK,
Ekstra kurikuler.
dianut sesuai dengan perkembangan remaja. BK, Pend Agama dan Ekstra Visi :
kurikuler. Terbentuknya insan mandiri
2. Mengembangkan diri secara optimal dengan Afektif. berakhlak mulia melalui
BK, PKn dan Pendidikan penyelenggaraan pendidikan yang
memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki Agama. unggul pada tahun 2016
kekurangannya. BK, PKn, Sosiologi. Misi:
1. Membina Imtaq untuk
3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung Afektif.. Pendidikan Agama, PKn dan meningkatkan akhlak dan
Sosiologi. budi pekerti yang luhur.
jawab atas perilaku, perbuatan, dan 2. Membina kemandirian
PKn, MIPA. melalui kegiatan
pekerjaannya. pembiasaan, kewirausahaan
PKn, MIPA, dan Ekonomi. dan pengembangan diri yang
4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan Afektif. terencana dan
PKn, bahasa, BK dan seni berkesinambungan.
sosial. budaya. 3. Meningkatkan kualitas,
Semua Mata Pelajaran. kuantitas, kreativitas dan
5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, Afektif. inovasi dalam
penyelenggaraan pendidikan.
ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup
global.
6. Membangun dan menerapkan informasi dan Afektif, Kognitif dan
pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan psikomotor.
inovatif.
7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, Afektif, Kognitif dan
kreatif, dan inovatif dalam pengambilan psikomotor.
keputusan.
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan Afektif, Kognitif dan
budaya belajar untuk pemberdayaan diri. psikomotor.
9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk Afektif, Kognitif dan
mendapatkan hasil yang terbaik. psikomotor.
10 Menunjukkan kemampuan menganalisis dan Afektif, Kognitif. PKn, BK, Matematika, Fisika
dan Ekonomi.
memecahkan masalah kompleks.
PKn, Sosiologi, Geografi,
11 Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala Afektif, Kognitif dan Fisika, Kimia dan Biologi.
139 alam dan sosial. psikomotor.
140 No SKL Satuan Pendidikan Ranah Pendidikan Mata Pelajaran / Keterkaitan dengan visi, misi
Program dan tujuan sekolah dalam
KTSP
12 Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan Afektif, dan PKn, PLH, dan Biologi
bertanggung jawab. psikomotor. PKn,dan Sosiologi Tujuan :
1. Membentuk warga sekolah
13 Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, Afektif, Kognitif dan Seni budaya berakhlak mulia, berbudi
pekeri luhur, mandiri dan
berbangsa, dan bernegara secara demokratis psikomotor. Seni budaya berwawasan lingkungan.
2. Mengembnagkan budaya
dalam wadah Negara Kesatuan Republik Seni budaya sekolah yang religius melalui
kegiatan keagamaan dan
Indonesia. PKn, Penjasorkes pendidikan karakter bangsa.
3. Menunjukkan kemampuan
14 Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan Afektif, dan Pendidikan agama, PKn, mengembangkan budaya
Bahasa belajar untuk pemberdayaan
budaya. psikomotor. PKn, Sosiologi, dan diri.
Pendidikan Agama 4. Menghasilkan karya kreatif
15 Mengapresiasi karya seni dan budaya. Afektif, dan PKn, Sosiologi, Pendidikan dan inovatif secara individual
agama maupun kelompok.
psikomotor. Bahasa 5. Membentuk peserta didik
yang kompetitip dan mampu
16 Menghasilkan karya kreatif, baik individual Afektif, Kognitif dan Bahasa berpartisipasi secara aktif
dalam kehidupan
maupun kelompok. psikomotor. Semua Mata Pelajaran bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
17 Menjaga kesehatan dan keamanan diri, Afektif, Kognitif dan 6. Membentuk warga sekolah
yag melek Al Quran,
kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan. psikomotor. informasi dan IPTEK.
18 Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif Afektif.
dan santun.
19 Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain Afektif, Kognitif dan
dalam pergaulan di masyarakat. psikomotor.
20 Menghargai adanya perbedaan pendapat dan Afektif, dan
berempati terhadap orang lain. psikomotor.
21 Menunjukkan keterampilan membaca dan Afektif, Kognitif dan
menulis naskah secara sistematis dan estetis. psikomotor.
22 Menunjukkan keterampilan menyimak, Afektif, Kognitif dan
membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa psikomotor.
Indonesia dan Inggris.
23 Menguasai kompetensi program keahlian dan Afektif, Kognitif dan
kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan psikomotor.
dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan
tinggi sesuai dengan kejuruannya.