The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alindatriwahyuni15, 2021-12-22 09:49:14

Pengantar Akuntansi Dalam Perusahaan Manufaktur

sebuah buku yang berisi tentang akuntansi

1

KATA PENGANTAR

Segala puji penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah
melimpahkan segala rahmat, taufiq dan hidayahNya atas karunia masa lalu, saat ini, dan
akan datang serta atas tersusunnya buku “Pengantar Akuntansi Perusahaan Manufaktur”
ini.

Buku ini disusun dengan maksud untuk memberikan alternatif buku-buku Akuntansi
yang telah ada. Buku-buku yang ada disusun dengan sudut pandang dan bahasa yang
berbeda antara penulis satu dengan yang lain. Tetapi secara konseptual mempunyai hakikat
yang sama, hanya aplikasi, dan setting yang berbeda. Demikian pula dengan buku ini,
disusun dengan bahasa yang sangat mudah dan aplikatif untuk dipahami sehingga akan
sangat membantu mahasiswa dalam memahami Akuntansi. Apalagi Akuntansi merupakan
materi yang diberikan di semua program studi Fakultas Ekonomi. Tentunya mahasiswa
masih memiliki pemahaman yang sangat minim tentang pengantar akuntansi, dengan
background pendidikan yang beragam pula.

Selain menggunakan bahasa yang mudah dan aplikatif untuk dipahami, keunggulan
buku ini adalah pada sistematika penulisannya yang terdiri atas konsep-konsep, aplikasi
atas konsepkonsep, rangkuman, latihan dan jawaban, serta soal-soal.

Latihan dan jawaban, sekali lagi, akan memberikan gambaran yang nyata tentang
penyelesaian studi kasus akuntansi dengan setting yang diambil dari materi yang sudah
disampaikan oleh dosen pembimbing penulis pada mata kuliah pengantar akuntansi.

Penulis berharap semoga buku ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dan
pembaca pada umumnya. Penulis menerima kritik dan saran yang akan lebih
menyempurnakan buku ini. Ucapan Terima Kasih yang tulus penulis sampaikan kepada
rekan-rekan kami yang telah memberikan inspirasi, rekan sesama tenaga pengajar, para
mahasiswa,dan dosen pembimbing.

Bekasi,14 Desember 2021

Penulis

2

Daftar isi

COVER JUDUL _______________________________________________________ 1
KATA PENGANTAR ___________________________________________________ 2
DAFTAR ISI _________________________________________________________ 3
BAB I_______________________________________________________________ 4
PENDAHULUAN ______________________________________________________ 5

A. Sejarah, Pengertian, Kegunaan, Pemakai Dan Bidang Akuntansi _______ 6
B. Akun Dan Kode Akun ___________________________________________ 8
C. Persamaan Akuntansi __________________________________________ 15
D. Proses Akuntansi ______________________________________________ 18
E. Analisis Transaksi ______________________________________________ 19
F. Jurnal Umum _________________________________________________ 22
G. Buku Besar ___________________________________________________ 26
H. Neraca Saldo _________________________________________________ 35
I. Jurnal Penyesuaian ____________________________________________ 38
J. Neraca Lajur / Kertas Kerja _____________________________________ 42
K. Jurnal Penutup _______________________________________________ 52
L. Laporan Keuangan ____________________________________________ 68
M. Studi Kasus __________________________________________________ 73
BAB II ______________________________________________________________ 74
kesimpulan _________________________________________________________ 77

3

BAB 1

PENDAHULUAN

Penelitian yang dilakukan Budiono (2013) yang berjudul Evaliasi Kinerja Keuangan PT. PLN
(Persero) Periode 2010-2012 menyimpulkan bahwa Kinerja Keuangan PT. PLN (Persero)
secara keseluruhan menunjukan nilai yang kurang sehat. Penelitian oleh Nurindra (2013) yang
berjudul Analisis Kinerja Keuangan PT. Wijaya Karya Tbk Tahun 2007-2011 menyimpulkan
bahwa kinerja keuangan PT Wijaya Karya (persero) Tbk dalam kurun waktu lima tahun terakhir
dinyatakan sehat.

Kaunang (2013) yang berjudul Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Cipta Daya
Nusantara Manado menyimpulkan bahwa secara umum berdasarkan rasio keuangan yaitu
posisi likuiditas dalam keadaan baik dalam hal perhitungan current ratio dan quick ratio, akan
tetapi pada cash ratio perusahaan masih kurang dimana uang kas yang dimilki perusahaan
belum mampu melunasi utang perusahaan. Rasio solvabilitas dapat dilihat bahwa hanya debt
to asset ratio yang cukup meningkat, dan untuk perhitungan debt to equity ratio dan LTDtER
mengalami penurunan.

Penelitian yang telah dilakukan Ningrum (2014) yang berjudul Pengujian Aspek Keuangan
pada PT. Kereta Api (Persero) DAOP 4 Semarang menyimpulkan bahwa aspek keuangan
mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, namun masih torgolong kategori kurang
sehat.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka rumusan masalah penelitian adalah:
Bagaimanakah Kinerja Keuangan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia ?

Batasan Masalah

Penelitian ini hanya dibatasi pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada laporan keuangan tahun 2013-2015, berdasarkan rasio profitabilitas.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Semen
Indonesia (Persero) Tbk. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasar rasio profitabilitas.

Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat pada beberapa pihak, yaitu:
Bagi peneliti, sebagai penambah pemahaman, ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai
analisis kinerja keuangan khususnya mengenai profitabilitas. Bagi perusahaan, sebagai bahan
masukan dan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan,
khususnya mengenai kemampuan laba (profitabilitas) perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya,
sebagai bahan referensi khususnya yang berkaitan dengan kinerja keuangan.

4

Metode Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk skala numerik.
Sumber data diperoleh secara tidak langsung, yang berupa catatan laporan keuangan
perusahaan maupun laporan historis yang telah tersimpan dan dipublikasikan. Data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI, yang didapatkan dari situs www.idx.co.id selama periode 2013-2015.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi dokumentasi.
Studi dokumentasi ini diperoleh dengan cara mengumpulkan berbagai dokumen-dokumen
yang diperoleh dari perusahaan seperti laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan
laba rugi, struktur organisasi perusahaan, buku, internet, serta jurnal-jurnal penelitian yang
relevan.
Metode Analisis Data
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif Kuantitatif. Sedangkan
teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio profitabilitas.
Penelitian ini menggambarkan data yang berkaitan dengan penelitian yang berupa tabel-tabel
dengan diberi penjelasan berkaitan dengan data tersebut.

5

A. Sejarah, Pengertian, Kegunaan, Pemakai Dan Bidang Akuntansi

Sejarah Akuntansi

Pada tahun 1494 lahirlah buku pertama “SUMMA DE ARITHMETICA GEOMETRICA,
PROPORTIONI ET PROPORTIONALITE” yang salah satu babnya memuat akuntansi, dibuat oleh
Lucas Pacioli yang kemudian dikenal sebagai bapak akuntansi. Pada abad ke 15 romawi jatuh,
pusat perdagangan pindah kebelanda, sehingga perkembangan akuntansi memakai system
kontinental. Setelah belanda meninggalkan Indonesia, maka pada zaman jepang terdapat
kekosongan tenaga akuntansi. Oleh sebab itu kursus akuntansi mulai ditingkatkan, dan
disinilah awal mulanya keberadaan akuntan di Indonesia. Pada zaman kemerdekaan dimulai
pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri (AS), dan sejak itu pula system akuntansi
bergeser dari system kontinental ke system Anglo Saxon (AS). Perguruan tinggi mulai berlomba-
lomba membuka jurusan akuntansi, dan berawal tahun 1952. seiring dengan perkembangan
akuntansi, maka pada tahun 1953 berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan
lembaga pengembangan akuntansi di Indonesia.

Pengertian Akuntansi

Istilah akuntansi yang merupakan terjemahan bebas dari Accountancy, mempunyai pengertian
yang menurut ahli yang satu dengan yang lain tidak sama. Walaupun demikian pada prinsipnya
mempunyai pengertian yang sejenis. Menurut American Accounting Association (AAA), yaitu
lembaga yang bertugas memberikan gelar Akuntan di AS, mendefinisikan sebagai berikut :
Proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi, untuk
memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas, bagi pihak pemakai
informasi.
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa :

a. Akuntansi merupakan proses identifikasi/pengenalan, pengkuran dan pelaporan
ekonomi.

b. Informasi yang di hasilakan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk penilaian dan
pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukannya.

Kegunaan Akuntansi

Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu lembaga/badan
usaha kepada pihak yang berkepentinagn, baik yang di dalam perusahaan itu sendiri maupun
pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan yang bersifat kuantitatif yang berupa
angka-angka suatu uang yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan, yang berguna
untuk :

 Perencanaan

Melalui informasi ekonomi yang tepat, maka manajemen perusahaan dapat menyusun
rencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

 Pengendalian

Melalui informasi ekonomi yang akurat, maka manajeman perusahaan dapat mengontrol,
menilai terhadap jalannya perusahaan.

6

 Pertanggung jawaban

Walaupun laporan keunagan bersifat kuantitatif, tetapi juga dapat dipergunakan untuk
menelusuri data kuantitatif (misal jumlah karyawan), sehingga dapat digunakan utuk bahan
pertanggungjawaban manajemen, yang akan dapat digunakan untuk mengambil keputusan
pada masa-masa yang kan datang.

Pemakai Akuntansi

Tujuan akuntansi adalah memberikan informasi keuangan kepada pemakai/pihak-pihak lain
yang memerlukan. Pihak-pihak yang memerlukan akuntansi antara lain :

 Pihak intern

Manajemen berkepentingan langsung dan sangan membutuhkan informasi keuangan
untuk tujuan pengendalian/controlling, pengkoordinasian/coordinating dan
perencanaan/planning suatu perusahaan.

 Pihak extern

a. Pemilik/investor dan calon pemilik

Pemilik memerlukan akuntansi untuk memenuhi posisi maju/mundurnya perusahaan,
sehingga ia dapat menentukan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjual atau
menanam modalnya diperusahaan lain. Calon pemilik dapat menentukan apakah dia akan
menanamkan modalnya pada perusahaan itu.

b. Kreditor dan calon kreditor

Informasi akuntansi berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan
pinjaman, sehingga dapat dijadikan pedoman apakah akan di tambah pinjamannya atau justru
akan ditarik pinjaman yang telah diberikan. Bagi calon kreditor berguna untuk menilai resiko
yang akan terjadi sebelum pinjaman diputuskan atau diberikan.

c. Pemerintah

Informasi akuntansi baik pemerintah sangat berguna untuk tujuan pajak dan pengaturannya,
pemeriksaan terhadap kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan, dan sebagai lat penilai
apakah perusahaan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, serta pemantauan
perkembangan perusahaan melalui Biro Pusat Statistik.

d. Karyawan

Informasi ekonomi bagi karyawan akan berguna untuk mengetahui kelangsungan hidupnya,
maju mundurnya perusahaan yang berguna untuk kemantapan kerja, pertimbangan naik
turunnya gaji dan jaminan social.

e. Pelanggan

Informasi ekonomi berguna untuk mengevaluasi hubungan usaha hubungan usaha dengan
perusahaan, dan menentukan kelanjutan hubungan di masa mendatang.

Bidang – Bidang Akuntansi 7

Kecenderungan untuk spesialisai yang disebabkan perkembangan perusahaan, timbulnya
sistem perpajakan baru dan bertambahnya pengaturan-pengaturan oleh pemerintah terhadap

kegiatan perusahaan, menyebabkan akuntansi memiliki berbagai bidang kekhususan (bidang
akuntansi).

Bidang-bidang akuntansi diantaranya :

 Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Bidang
ini berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan
yang dihasilkan bersifat serba guna (general purpose). Akuntansi Keuangan adalah bidang
Akuntansi yang kegiatannya meliputi pencatatan kegiatan finansial yang bertujuan untuk dapat
menyajikan laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan
modal atau laporan laba ditahan selama jangka waktu tertentu. Laporan keuangan ini dapat
dimanfaatkan oleh pihak- pihak yang membutuhkan sebagai informasi guna pengambilan

keputusan dan kebijakan yang rasional dan relevan.

 Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)

Pemeriksaan Akuntansi (auditing) adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan
pemeriksaan terhadap hasil pencatatan dan laporan keuangan suatu badan, baik perusahaan
maupun pemerintah. Bidang ini berhubungan dengan audit secara bebas terhadap laporan
yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Walaupun tujuan utama audit adalah agar informasi
akuntansi yang disajikan dapat dipercaya namun terdapat tujuan lainnya seperti ketaatan
terhadap kebijakan, prosedur serta menilai efesiensi dan efektifitas suatu kegiatan. Konsep
yang mendasari auditing adalah objektifitas dan independensi dari pemeriksa serta

kerahasiaan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup relevan.

 Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

Akuntansi Manajemen adalah bidang Akuntansi yang bertujuan memberikan informasi kepada
manajemen dalam menjalankan usahanya. Banyak hal yang terdapat dalam Akuntansi Biaya
yang data-datanya dimanfaatkan oleh Akuntansi Manajemen. Jadi, meskipun kedua bidang
akuntansi ini berbeda tujuannya, namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara
bersamaan Beberapa kegunaan akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan
perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan.
Pengendalian perusahaan melalui aktivitas yang dijalankan (activity based management)

merupakan tren baru dalam akuntansi manajemen.

 Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi Biaya adalah bidang Akuntansi yang mencatat dan menghitung serta menganaiisis

data biaya pada perusahaan industri dalam usaha menentukan besalnya harga pokok produksi

suatu barang atau produk. Untuk itu dengan Akuntansi Biaya akan didapatkan laporan harga

untuk menyusun laporan keuangan.

Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya. Akuntansi biaya telah

mengarahkan pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing). Fungsi

utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisis data mengenai biaya, baik

biaya yang telah maupun yang akan terjadi.

 Akuntansi Perpajakan

Perpajakan adalah bidang Akuntansi yang menekankan pada masalah pajak yang harus
dibayar oleh perusahaan atau perseorangan kepada pemerintah. Dalam perpajakan akan

8

dibahas tentang hukum-hukum dan perhitungan-perhtiungannya dalam usaha menetapkan
besamya pajak tersebut.

 Peranggaran (Budgeting)
Peranggaran adalah bidang Akuntansi yang melakukan kegiatannya dengan menyusun
anggaran, baik pendapatan maupun biaya atas dasar. pedoman-pedoman tertentu maupun
standar dari suatu badan. Anggaran merupakan pedoman bagi perusahaan, perorangan atau
pemerintah dalam melakukan kegiatan finansialnya di masa yang akan datang.Bidang ini
berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk
jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengawasannya. Anggaran adalah
sarana untuk menjabarkan tujuan perusahaan. Anggaran berisi rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan serta nilai uangnya di masa datang.

 Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
Akuntansi Pemerintahan adalah bidang Akuntansi Keuangan yang diterapkan di lembaga
pemerintahan. Akuntansi Pemerintahan ini bertujuan untuk menyajikan laporan keuangan,
pengendalian dan pengawasan keuangan pemerintah/negara. Akuntansi pemerintahan
diharapkan dapat mengatur administrasi keuangan negara dengan baik’.
Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi di badan
pemerintahan. Akuntansi pemerintahan menyediakan laporan akuntansi tentang aspek
kepengurusan dari administrasi keuangan negara.

 Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem Akuntansi adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan dengan merancang
cara melakukan pencatatan akuntansi supaya aman, efektif dan efisien, mulai dari
mengorganisir dokumen, formulir-formulir dan menyusun prosedur pencatatannya.

9

B. AKUN DAN KODE AKUN

Pengertian Akun

Pengertian akun account adalah sebuah bagian dari akuntansi sebagai media untuk mencatat
[pembukuan] setiap transaksi keuangan yang mengakibatkan terjadinya perubahan aktiva,
utang, modal, pendapatan, dan beban. Tujuan penggunaan akun ialah untuk mempermudah
pencatatan data yang muncul akibat kegiatan transaksi keuangan suatu perusahaan. Akun
Juga dapat dikatakan sebagai perkiraan yang terdiri dari formulir sebagai tempat mencatat
transaksi keuangan.

Penggolongan Akun
Berdasarkan sifatnya akun dikelompokan menjadi dua kategori, meliputi akun Rill dan akun
Nominal, berdasarkan posisi keuangan menjadi 3 akun, meliputi akun harta (aset), utang
(liabilitas) dan modal (equitas).

1. Akun Rill

Akun Rill merupakan akun yang dicatat dalam laporan neraca yang sifatnya permanen.
Maksudnya akun tersebut tetap berkelanjutan dari satu periode ke periode laporan berikutnya.
Penggolongan akun Rill terdiri dari akun harta (aset), kewajiban (liabilitas) dan modal (capital).

a. Harta/Aktiva (Aset)

Merupakan sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang berguna pada waktu
sekarang dan yang akan datang. Pengertian lainnya bahwa harta merupakan sumber-sumber
ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Harta
dikelompokan sebagai berikut:

- Harta Lancar / (current Asset)

Adalah harta yang tingkat kemudahan untuk dicairkan lebih tinggi, artinya harta tersebut
dapat berubah kurang dari satu tahun. Dapat juga diartikan harta lancar merupakan aset
yang mudah dijadikan uang. Contoh harta lancar yaitu kas, piutang, perlengkapan, beban

10

dibayar dimuka, investasi jangka pendek, persediaan, dan pendapatan yang masih harus
diterima.

- Harta investasi / investasi jangka panjang

Adalah harta yang diinvestasikan atau penanaman modal dalam jangka waktu lebih dari
satu tahun terhadap perusahaan lain. Contoh harta investasi yaitu investasi saham,
sertifikat deposito, surat berharga pasar uang (SBPU), obligasi dan investasi aktiva.

- Harta tetap berwujud (tangible fixed asset)

Adalah harta berwujud (abstrk) yang digunakan untuk kegiatan operasional usaha. Harta
tetap berwujud memiliki sifat pemakaian relatif lama atau lebih dari satu tahun. Contohnya
seperti bangunan, peralatan, tanah, peralatan, perabot dan kendaraan.

- Harta tetap tidak berwujud

Adalah harta yang tidak dapat dilihat wujud fisiknya, namun memiliki nilai ekonomis tinggi
serta memperoleh hak atau posisi yang menguntungkan perusahaan. harta tetap tidak
berwujud dilindungi oleh Undang-undang peraturan pemerintah seperti hak cipta, hak
paten, hak monopoli, goodwill dan merek.

- Harta Lainnya

Adalah harta tetap perusahaan berupa simpanan yang belum digunakan untuk kegiatan
operasional perusahaan, seperti pembelian tanah untuk cadangan perusahaan yang akan
dibangun sebagai cabang usaha.

b. Utang / Kewajiban (Liabilitas)

Merupakan kewajiban suatu perusahaan yang harus dibayar kepada pihak lain dalam jangka
waktu yang telah ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama. Utang / Kewajiban muncul
akibat adanya transaksi pada masa lampau. Utang / kewajiban memiliki dua kategori,
kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.

- Kewajiban lancar / utang jangka pendek (Short Term Liabiliti)

Merupakan kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun,
seperti utang dagang, utang wesel, beban yg masih harus dibayar, porsekot pendapatan
(deferred Revenue) dan pendapatan yang diterima dimuka.

11

- Kewajiban jangka panjang (Long Term Liabiliti)

Merupakan kewajiban yang harus dibayar dalan kurun waktu lebih dari satu tahun dengan
penbayaran secara kredit maupun sekaligus, seperti utang obligasi, kredit investasi dan
hutang hipotek.

- Kewajiban lainya (other liabilitas)

Merupakan kewajiban yang tidak dapat diklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek dan
jangka panjang seperti utang kepada investor.

c. Modal (Capital)

Merupakan sumber daya utama dalam membangun dan mengembangkan suatu perusahaan.
modal dapat bersumber dari pihak internal (pemilik perusahaan) dan bersumber dari pihak
eksternal (investor). Modal tidak hanya berbentuk uang, namun juga berbentuk barang seperti
lahan untuk kegiatan operasional, gedung, uang pemilik perusahaan, dan modal dari investor.

2. Akun Nominal

Akun nominal merupakan akun yang dicatat dalam laporan laba, rugi yang bersumber dari
penghasilan dan juga beban-beban akibat transaksi suatu perusahaan. akun nominal dapat
dikelompokan menjadi dua akun, yaitu akun pendapatan (income) dan akun beban.

a. Akun Pendapatan (income)

Akun Pendapatan merupakan peningkatan aktiva yg timbul dari perolehan suatu
perusahaan akibat adanya transaksi sehingga mendatangkan keuntungan.
Secara umum pendapatan datang dari kegiatan penjualan suatu barang atau jasa
kepada konsumen yang membelinya. Berdasarkan sumbernya, pendapatan dapat
dikategorikan sebagai pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha.
Pendapatan usaha merupakan aktiva yang diperoleh dari hasil kegiatan pokok
perusahaan, seperti pendapatan atas penjualan barang dagang. Pendapatan diluar
usaha merupakan aktiva yang diperoleh diluar kegiatan utama suatu perusahaan,
seperti pendapatan bunga dan pendapatan sewa.

b. Akun Beban

Akun beban merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan terkait
dengan kegiatan operasional perusahaan untuk memperoleh pendapatan.
Secara umum akun beban dibedakan menjadi dua yaitu beban usaha (operasional)
dan beban diluar usaha (nonoperasonal). Beban usaha dikeluarkan berkaitan
dengan semua kegiatan utama dalam suatu perusahaan, seperti beban gaji

12

karyawan. Sedangkan beban diluar usaha ialah berkaitan dengan kegiatan diluar
perusahaan seperti penyusutan gedung.

KODE AKUN

Nama Dan Nomor Akun Dalam Perusahaan Jasa

Kode Akun Perkiraan Akun

110 Harta lancer
111 Kas
112 Piutang usaha
113 Perlengkapan
114 Surat-Surat berharga
115 Iklan dibayar dimuka
116 Sewa dibayar dimuka
120 Harta tetap
121 Tanah
122 Peralatan
123 Akumulasi penyusutan peralatan
124 Gedung
125 Akumulasi penyusutan gedung
130 Investasi jangka panjang
131 Investasi dalam saham
132 Investasi dalam obligasi
140 Harta tidak berwujud
141 Goodwill
142 Hak paten
143 Hak cipta
144 Hak merek
200 Utang
210 Utang jangka pendek/lancer
211 Utang usaha
212 Utang gaji
213 Utang pajak
214 Utang bunga
215 Asuransi diterima dimuka
216 Sewa diterima dimuka
220 Utang jangka panjang
221 Utang obligasi
222 Utang hipotik
300 Modal
311 Modal pemilik
312 Prive pemilik
400 Pendapatan
411 Pendapatan jasa/usaha
412 Pendapatan lain-lain
500 Beban-beban
511 Beban gaji
512 Beban air, listrik, dan telepon
513 Beban pajak
514 Beban bunga

13

Nama Dan Nomor Akun Dalam Perusahaan Dagang

Kode Akun Perkiraan Akun

101 Kas
102 Persediaan Barang Dagang
103 Piutang Usaha
104 Penyisihan Piutang Usaha
105 Wesel Tagih
106 Perlengkapan
107 Iklan Dibayar Dimuka
108 Sewa Dibayar Dimuka
109 Asuransi Dibayar Dimuka
111 Peralatan
112 Akumulasi Penyusutan Peralatan
113 Kendaraan
114 Akumulasi Penyusutan Peralatanan Kendaraan
115 Gedung
116 Akumulasi Penyusutan Gedung
201 Utang Usaha/Dagang
202 Utang Wesel
203 Utang Gaji
204 Utang Pajak Penghasilan
205 Utang Hipotek
206 Utang Obligasi
300 Modal/Ekuitas
301 Prive
400 Penjualan
401 Retur Penjualan
402 Potongan Penjualan
500 Pembelian
501 Beban Angkut Pembelian
502 Potongan Pembelian
600 Beban Gaji Toko
601 Beban Gaji Kantor
602 Beban Sewa Gedung
603 Beban Asuransi
604 Beban Penyesuaian Piutang
605 Beban Perlengkapan Kantor
606 Beban Perlengkapan Toko
607 Beban Iklan
608 Beban Penyusutan Peralatan
609 Beban Penyusutan Gedung
610 Beban Bunga
611 Beban Listrik Dan Telepon
612 Beban Administrasi Dan Umum
613 Beban Lain-Lain

Nama Dan Nomor Akun Dalam Perusahaan Manufaktur

Kode Perkiraan Akun Kode Perkiraan Akun 14
Akun Akun
Assets Prive
1. Current Assets 3.1.2. Sales
1.1. 4.

1.1.1. Cash 4.1.1. Sales
1.1.2. Account Receivable 4.1.2. Sales Returns and Allowances
1.1.3. Allowances for Doubtful 4.1.3. Sales Discounts
1.1.4. Notes Receivable 5. Purchase
1.1.5. Revenue Receivable 5.1.1 Purchase
1.1.6. Raw Material Inventory 5.1.2 Freight In
1.1.7. Work In Process Inventory 5.1.3 Purchase Returns and Allowances
1.1.8. Finished Goods Inventory 5.1.4. Purchase Discounts
1.1.9. Helper Inventory 6. Expenses
1.1.10. Supplies 6.1. Sales Expenses
1.1.11. Prepaid Expenses 6.1.1 Advertising Expense
1.2. Fixed Assets 6.1.2. Sales Salaries Expense
1.2.1. Equipment 6.1.3. Store Supplies Expense
1.2.2. Acc. Depre. Equipment 6.1.4. Depre. Store Equipment Expense
1.2.3. Vehicle 6.1.5. Freight out
1.2.4. Acc. Depre. Vehicle 6.1.6. Dll
1.2.5. Machine 6.2. Adm. & General Expenses
1.2.6. Acc. Depre. Machine 6.2.1. Office Salaries Expense
1.2.7. Building 6.2.2. Office Supplies Expense
1.2.8. Acc. Depre. Building 6.2.3. Depre. Office Equipment Expense
1.2.9. Land 6.2.4. Rent Expense
2. Liabilities 6.2.5. Insurance Expense
2.1. Current Liabilities 6.2.6. Depre. Building Expense
2.1.1. Account Payable 6.2.7. Depre. Vehicle Expense
2.1.2. Notes Payable 6.2.8. Dll
2.1.3 Expenses Payable 7. Other
2.1.4 Unearned Revenues 7.1 Other Revenue
2.2. Long Term Liabikities 7.1.1. Semua pend. diluar usaha
2.2.1 Bank Loan 7.2. Other Expenses
3. Owner’s Equity 7.2.1 Semua biaya diluar usaha
3.1.1 Capital 7.3.1 Income Tax

C. Persamaan Dasar Akuntansi

Pengertian persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi adalah perhitungan yang nantinya bisa memproyeksikan
kekayaan, hutang, serta modal yang dimiliki perusahaan tersebut. Seperti yang kita ketahui,
prinsip umum akuntansi yang kita ketahui adalah adanya keseimbangan (balance) antara sisi
pemasukan dengan pengeluaran.

Atau adanya keseimbangan antara harta / liabilitas yang dimiliki oleh perusahaan dengan
kewajiban. Adanya keseimbangan angka antara kedua bagian tersebut tentu saja harus
dianalisis lebih dalam dengan persamaan dasar akuntansi. Nantinya persamaan dasar
akuntansi tersebut digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan mengelola keuangan

perusahaan.

Rumus Persamaan Dasar Akuntansi

rumus dari persamaan dasar akuntansi atau PDA adalah sebagai berikut

Jika digambarkan dengan rumus persamaan dasar akuntansi, formulasinya adalah sebagai
berikut:

15

Aset = Kewajiban + Ekuitas

atau bisa juga berupa:

Harta (Aktiva) = Hutang + Modal (Pasiva)

Seperti yang kita ketahui, semakin besar hutang pada sisi pasiva, akan menyebabkan
ketidakseimbangan pada sisi aktiva. Jika terjadi suatu transaksi yang tidak transparan atau
tidak dilaporkan, nantinya juga akan terlihat dengan penghitungan prinsip persamaan dasar
akuntansi tersebut.

Rumus Persamaan Akuntansi Lainnya

Dalam akuntansi, ada beberapa rumus dasar lain yang perlu diketahui seperti:

Rumus Pendapatan Bersih

Pendapatan Bersih (Net Income) = Pendapatan (Revenue) – Biaya (Expenses)

Rumus Break Even Point

Break-Even Point = Biaya Tetap / Harga Jual (Fixed Costs / Sales Price) – Biaya Variabel per
Unit (Variable Cost Per Unit)

Rumus Rasio Kas

Rasio Kas (Cash Ratio) = Kas (Cash) / Kewajiban Lancar (Current Liabilities)

Rumus Rasio Hutang terhadap Ekuitas

Rasio Hutang terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) = Total Kewajiban (Total Liabilities) /
Total Ekuitas (Total Equity)

KOMPONEN – KOMPONEN PERSAMAAN AKUNTANSI

1. Aset

Aset atau aktiva adalah hal-hal yang mendatangkan manfaat bagi perusahaan. contohnya
seperti bangunan gedung, kendaraan, tanah, uang kas yang tunai maupun cek kontan. Bagian
aktiva nantinya akan bertambah jika aset perusahaan bertambah, dan berkurang jika
sebaliknya. Ada nilai penyusutan pada aset yang berupa barang, contohnya peralatan mesin

yang pasti akan mengalami kerusakan pada suatu waktu.

Selain itu mesin tersebut juga akan mengalami penurunan nilai atau dikenal dengan istilah
depresiasi.

Beberapa aset bersifat tangible seperti kas dan ada juga yang bersifat intangible bersifat atau
tidak berwujud seperti goodwill atau hak cipta.

Berikut beberapa contoh akun aset:

 Aset lancar: Kas, Piutang, Biaya Dibayar Di muka.
 Aset Tetap: Kendaraan, Bangunan.

 Aset Tidak Berwujud: Goodwill, Hak Cipta, Paten

2. Kewajiban atau Liabilitas 16

Kewajiban atau biasa disebut dengan istilah Liabilitas adalah sejumlah dana yang perusahaan
pinjam dari pihak lain (kreditur) dan harus dilunasi sesuai waktu yang sudah disepakati.

Bentuk kewajiban yang umum adalah utang. Utang merupakan kebalikan dari piutang. Dan ini
harus dicatat pada laporan keuangan.

Ketika sebuah perusahaan membeli barang atau jasa dari perusahaan lain secara kredit, utang
dicatat untuk menunjukkan bahwa perusahaan berjanji untuk membayar di kemudian hari.

Berikut beberapa contoh dari akun kewajiban yang paling umum.

 Utang Jangka Pendek: Utang Dagang, Utang Bank, Utang Gaji, Utang Pajak.
 Utang Jangka Panjang: Utang Obligasi

3. Ekuitas

Ekuitas adalah bagian dari aset perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham atau pihak
ketiga, dan masuk ke dalam rumus persamaan dasar akuntansi.

Pemilik dapat meningkatkan bagian kepemilikan mereka dengan menginvestasikan dana
kepada perusahaan atau mengurangi ekuitas dengan menarik dana perusahaan (prive).

Demikian pula, pendapatan meningkatkan sisi ekuitas sementara biaya-biaya menurunkan
ekuitas.

Beberapa akun ekuitas umum seperti:

 Modal Pemilik
 Penarikan Pemilik (prive)
 Laba ditahan
 Saham Biasa
 Modal Disetor

Biasanya akun ekuitas merupakan bagian dari aset yang dipegang oleh third party (pihak
ketiga), seperti pemilik saham atau stakeholders dimana kepemilikan tersebut bisa bertambah
dan berkurang sesuai dengan kondisi real-nya.

Manfaat Persamaan Dasar Akuntansi

Ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh oleh perusahaan dari penggunaan persamaan
dasar akuntansi ini, yaitu adalah:

1. Sebagai sumber catatan yang dapat digunakan untuk mempermudah proses 17
pencatatan transaksi keuangan. Hal ini memuat informasi terkait transaksi keuangan
masuk ataupun keluar dari rekening perusahaan sehingga nantinya memudahkan
proses pembuatan laporan keuangan.

2. Sebagai alat untuk memeriksa seberapa besar saldo yang masuk maupun keluar dari
rekening perusahaan. Persamaan dasar akuntansi menyediakan transaksi keuangan
secara garis besar, berbeda dengan dengan laporan keuangan yang menyediakan
laporan terperinci.

3. Sebagai alat koreksi ketepatan antara saldo pada sisi debit maupun sisi kredit.
Perhitungan saldo pada kedua belah pihak tabel persamaan dasar akuntansi nantinya
menyisakan angka yang seimbang jika semua transaksi telah dilaporkan dengan sebaik

mungkin.

D. PROSES AKUNTANSI

Proses akuntansi pada dasarnya adalah bentuk fleksibel dari 10 siklus akuntansi yang terjadi
dalam satu periode bisnis. Hanya saja, proses akuntansi bersifat lebih akuntabel dan harus
bisa dipertanggungjawabkan isinya. Tahapan proses akuntansi harus dilakukan dengan kaidah
dan prinsip akuntansi yang tepat.

Secara lebih khusus, proses akuntansi melibatkan 2 kegiatan utama, yaitu kegiatan yang
bersifat konstruktif dan bersifat analitikal. Dari 2 kegiatan utama tersebut, maka akan tampak
4 tahapan proses akuntansi yang terstruktur dan memberikan fungsi interpretasi bagi
perusahaan. Berikut ini, 4 tahapan proses akuntansi terstruktur yang bisa dilakukan oleh
perusahaan.

1. Identifikasi dan Pengukuran Data

Tahapan proses akuntansi pertama adalah melakukan identifikasi dan pengukuran
data. Pada tahap ini, setiap transaksi atau kejadian akan berhubungan dengan
tindakan yang telah diselesaikan. Sebagai contoh proses akuntansi yang melibatkan
identifikasi dan pengukuran data yaitu kondisi ketika suatu produk tidak terjual. Dalam
tahap ini, diperlukan pengetahuan atas sebab-sebab teknis suatu produk belum terjual.

Data yang diperoleh akan diidentifikasi kemudian perlu diukur.

2. Pemrosesan dan Pelaporan

Pada tahap ini bisa dilakukan dengan membuat pelaporan atas data yang meliputi
kegiatan pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran. Prosesnya bisa dilakukan
dengan pencatatan (recording) transaksi, yaitu mengumpulkan data secara kronologis.

Pencatatan harus detail supaya memudahkan untuk menganalisis arus kas usaha.

Dalam tahap pencatatan, setiap transaksi yang terjadi pada perusahaan juga harus
digolongkan dalam kelompok yang berhubungan. Penggolongan (classifying) transaksi
akan membuat penyajian data menjadi lebih ringkas.

Sementara itu, pengikhtisaran akan sangat berguna untuk menyajikan informasi yang
telah dikelompokan ke dalam bentuk laporan yang diinginkan, seperti neraca saldo,

jurnal penyesuaian, jurnal penutup, atau jurnal pembalik.

3. Membuat Laporan Akuntansi

Tahapan proses akuntansi selanjutnya adalah laporan akuntansi atau accounting
reports. Sama seperti pada siklus akuntansi, tahap ini merupakan hasil dari sistem

akuntansi.

Contoh proses akuntansi pada tahap membuat laporan yaitu membuat laporan
keuangan financial statement dan laporan untuk pajak dalam bentuk Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak. Selain itu, bisa saja perusahaan harus menyajikan
laporan-laporan kepada pemerintah seperti laporan kepada Bapepam dan laporan-

laporan khusus untuk manajemen perusahaan secara intern.

4. Analisis dan Interpretasi

18

Pada dasarnya, informasi yang penting dari sebuah laporan keuangan diperoleh dari
proses analisis laporan keuangan. Pada tahap ini, dilakukan upaya untuk
menghubungkan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan dengan angka-
angka lain yang bisa menjelaskan arah perubahannya.

Selanjutnya, hasil analisis yang diperoleh akan bermanfaat untuk mengambil
keputusan. Interpretasi menjadi penutup proses analisis karena perusahaan mengambil
keputusan dari data-data yang telah dianalisis.

Perlu Anda ketahui bahwa, siklus akuntansi dan proses akuntansi sangat penting dalam
mengambil keputusan. Namun, suatu keputusan tidak hanya didasarkan atas informasi
internal usaha saja. Ada banyak aspek lain yang bisa mempengaruhi keputusan usaha.

Proses akuntansi adalah hal mutlak yang harus dilakukan oleh setiap pelaku usaha.
Setidaknya Anda harus membuat membuat laporan keuangan yang baik, akurat, dan
detail. Dengan demikian, Anda akan bisa menjaga kestabilan keuangan dan membantu
mengambil keputusan.

E. ANALISISTRANSAKSI

Pada pembahasan mengenai debit kredit, kita mengenal sistem pencatatan berpasangan atau
double-entry system. Menurut sistem tersebut, tiap transaksi keuangan atau transaksi ekonomi
akan berpengaruh terhadap komponen pada persamaan akuntansi, baik itu komponen aset di
sisi debit, ataupun komponen utang/kewajiban dan modal/ekuitas di sisi kredit (Sodikin dan
Riyono, 2016). Proses menganalisis transaksi keuangan berdasarkan persamaan akuntansi
tersebut adalah yang disebut sebagai analisis transaksi (Warren, Reeve dan Duchac, 2014).
Weygandt, Kimmel dan Kieso (2016) menambahkan untuk persamaan akuntansi ekstensi,
tidak hanya tiga komponen utama saja yang perlu dianalisis pengaruhnya, melainkan juga
akun-akun spesifik pada masing-masing komponen tersebut.

Didalam berbisnis tentu saja selain memperhatikan strategi bisnis, modal usaha, kegiatan
operasional atau kegiatan promosi produk. Maka tentu saja juga perlu sekali untuk membuat
dan memperhatikan analisis transaksi yang ada dengan metode akuntansi. Dimana kegiatan
pembuatan analisis ini sendiri bisa dijadikan catatan laporan bisnis dan usaha untuk

memantau status keuangan perusahaan.

Analisis transaksi dalam akuntansi merekap berbagai data keuangan perusahaan mulai dari
pemasukan, pengeluaran, perbelanjaan dan banyak lainnya.

Bagaimana Cara Melakukan Analisis dari Transaksi dalam Akuntansi?

1. Memahami Jenis Akun atau Dokumen yang Ada
Untuk cara analisis transaksi yang pertama adalah dengan memahami jenis akun atau
dokumen yang ada. Misalnya saja memahami dokumen mengenai penjualan, pendapatan,
retur, produksi produk, utang hingga piutang. Seluruh dokumen yang sudah ada itu kemudian
diklasifikasikan berdasarkan jenis dokumennya.

Untuk kemudian dokumen tersebut sendiri dimasukan ke dalam data akuntansi perusahaan
dalam suatu periode. Contohnya adalah pemasukan data untuk periode harian, bulanan,
tahunan atau per-5 tahunan tergantung kebutuhan perusahaan.

Pemahaman jenis akun atau dokumen ini sendiri menjadi penting agar pembuatan analisa
transaksi dalam akuntansi tidak menjadi rancu dan bias.

19

2. Mengumpulkan Seluruh Data yang Dibutuhkan Selengkap Mungkin
Langkah atau cara melakukan analisis transaksi perusahaan melalui akuntansi selanjutnya
adalah dengan mengumpulkan berbagai data yang ada.

Dimana data-data yang dimasukan sendiri harus sesuai, lengkap dan valid agar tidak ada
kekeliruan. Data-data tersebut meliputi seluruh bukti transaksi, operasional kerja perusahaan,
data pemasukan keuangan hingga pengeluaran.

Di Dalamnya sendiri juga harus lengkap berisi data mengenai utang yang mungkin dilakukan
oleh perusahaan bahkan piutang yang diberikan. Data mengenai penggajian karyawan,
pengelolaan aset bukan investasi yang dikeluarkan juga harus dihadirkan.

Untuk kemudian data tersebut dikumpulkan secara lengkap untuk kemudian dilakukan
pengecekan dan analisa.

3. Melakukan Pengukuran Transaksi
Setelah mendapatkan seluruh data perusahaan yang ada, maka langkah analisis transaksi
lanjutannya adalah dengan melakukan pengukuran. Semua data yang valid tersebut dicocokan
sesuai dengan rencana keuangan misalnya pada awal periode.

Kemudian diukur juga dengan jumlah keuangan perusahaan sebelum dan sesudah adanya
transaksi, apakah sesuai atau tidak.

4. Menetapkan Data Nyata Pemasukan dan Pengeluaran
Berdasarkan dengan pengukuran transaksi yang sudah didapatkan dan dilakukan pada tahap
sebelumnya, maka langkah selanjutnya adalah membuat data nyata.

Dimana pada bagian ini sudah didapatkan data asli mengenai pemasukan dan pengeluaran
dari keuangan perusahaan satu periode tertentu. Untuk kemudian data yang sudah mengalami
pengukuran dan evaluasi itu diajukan pada langkah lanjutannya.

5. Membuat Laporan
Seusai melakukan berbagai rangkaian kerja sesuai dengan runutan diatas, maka langkah final
dari analisis transaksi dalam akuntansi adalah membuat laporan. Kegiatan pembuatan laporan
ini sendiri seluruh datanya harus sudah mampu dipertanggungjawabkan keabsahannya.
Memasukan semua unsur data yang diterima dalam laporan periode suatu perusahaan
menjadi wajib dilakukan.

Contoh Analisis Transaksi dengan Persamaan Akuntansi Dasar

Berikut ini disajikan 5 contoh analisis transaksi sederhana pada perusahaan Fast Media yang
dimiliki Bapak Rudi, yang melibatkan dua perubahan, baik di satu elemen atau di dua elemen
di persamaan akuntansi dasar:

1. Pada tanggal 3 Maret 2017 Bapak Rudi menyetorkan Rp100.000.000 kepada
perusahaan Fast Media sebagai setoran modal awal.

Analisis Transaksi:

Transaksi tersebut mengakibatkan pertambahan kas perusahaan sebesar Rp100.000.000
pada sisi debit dan pertambahan modal pemilik sebesar jumlah yang yang sama pada sisi
kredit.

Aset = Utang + Modal 20

Kas = Modal Pemilik + 100.000.000

= +100.000.000

2. Pada tanggal 15 Maret 2017, Fast Media membeli 5 buah laptop Lenovo senilai
Rp32.500.000 secara tunai.

Analisis Transaksi:

Transaksi pembelian peralatan laptop Lenovo secara tunai tersebut mengakibatkan
pertambahan dan penurunan aset pada sisi debit yaitu penurunan pada akun kas dan
pertambahan/kenaikan pada akun peralatan. Meskipun demikian, total nilai aset secara
keseluruhan tetap sama karena perubahan terjadi hanya pada komposisi asetnya saja.

Aset = Utang + Modal Kas + Peralatan
=32.500.000 + 32.500.000
=

3. Pada tanggal 14 Maret 2017, Fast Media membeli bahan habis pakai (BHP) yaitu
tinta printer, kertas HVS dan kertas sticker dari Toko Merah Jaya senilai total
Rp4.700.000. Toko Merah Jaya setuju bahwa tagihan tersebut dapat dibayarkan
pada bulan April 2017.

Analisis Transaksi:

Transaksi tersebut merupakan pembelian bahan habis pakai secara kredit atau utang.
Akibatnya, terjadi pertambahan BHP yang merupakan aset, pada sisi debit dan pada saat yang
bersamaan terjadi pertambahan utang kepada Toko Merah Jaya yang dicatat pada sisi kredit.

Aset = Utang + Modal Bahan Habis Paka
= Utang +4.700.000
= +4.700.000

4. Pada tanggal 16 Maret 2017 perusahaan Fast Media mengeluarkan kas sebesar
Rp12.000.000 guna membayar keperluan pribadi Bapak Rudi.

21

Analisis Transaksi:

Transaksi tersebut merupakan penurunan kas yang mengakibatan nilai aset pada sisi debit
berkurang sebesar Rp12.000.000. Pada saat yang bersamaan, modal Bapak Rudi pada sisi
kredit berkurang dengan jumlah yang sama.

Aset = Utang + Modal Kas
= Prive - 12.000.000
= -12.000.000

5. Pada tanggal 10 April 2017, Fast Media membayar utang kepada Toko Merah Jaya
senilai Rp4.700.000 secara tunai.

Analisis Transaksi:

Transaksi tersebut berdampak pada penurunan aset akibat pembayaran secara tunai, maka
nilai kas berkurang sebesar Rp4.700.000. Dengan jumlah yang sama, terjadi penurunan utang
pada sisi kredit.

Aset = Utang + Modal Kas
= Utang - 4.700.000
= - 4.700.000

F. JURNAL UMUM

Jurnal umum bukan hal yang asing bagi seorang akuntan dan merupakan bagian dari
akuntansi. Bagi seorang akuntan, contoh soal jurnal umum akuntansi seperti jurnal umum
perusahaan dagang dan lainnya akan sangat penting untuk memberi laporan transaksi
keuangan secara kronologi kepada perusahaan. Lalu bagaimana cara membuat jurnal umum
yang benar?Jurnal umum akan mencatat transaksi dengan rinci, mulai dari tanggal, nama
transaksi, jumlah atau nominal, dan keterangan lainnya.Untuk membuat jurnal umum, Anda
harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam persamaan dasar dan siklus akuntansi.

Tahapan Cara Membuat Jurnal Umum

Berikut tahapan contoh cara membuat jurnal umum secara manual yang perlu Anda ketahui. 22

1. Pahami Persamaan Akuntansi
Untuk membuat jurnal umum dengan benar, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan
adalah memahami persamaan dasar akuntansi.

Persamaan dasar akuntansi yakni :

Aset = Utang + Modal

yang kemudian diperluas menjadi :

Aset = Utang + Modal + (Pendapatan – Beban)

Pemahaman persamaan dasar akuntansi yang dimaksud juga berkaitan dengan kelompok-
kelompok akun yang masuk didalamnya.

Misalnya piutang usaha masuknya kelompok aset, persediaan juga masuk dalam aset dan lain
sebagainya.

Selain persamaan akuntansi dan kelompok akun lainnya, Anda juga harus memahami saldo
normal dari setiap akun.

Dengan begitu saat menemui sebuah transaksi, nantinya secara otomatis dapat langsung
mengelompokkan.

2. Kumpulkan Bukti Transaksi
Jika langkah pertama berupa pengetahuan, maka langkah kedua ini merupakan langkah
langsung dalam praktik.

Untuk dapat menuliskan transaksi pada jurnal maka Anda harus memiliki bukti transaksi.

Bukti transaksi merupakan dasar yang sangat penting untuk pencatatan sebuah transaksi
pada sebuah jurnal, karena tanpa adanya bukti transaksi tidak dapat dicatat pada jurnal.

Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki bukti transaksi yang akan dicatat dalam jurnal umum.
Adapun bukti transaksi dapat berupa nota, faktur, kuitansi, invoice dan lain sebagainya.

3. Identifikasi Transaksi
Langkah selanjutnya mengidentifikasi transaksi.

Tidak semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang boleh dicatat yakni transaksi yang
mengakibatkan perubahan posisi keuangan dan dapat dinilai dengan satuan moneter.

Oleh karena itu, Anda harus mengidentifikasi transaksi sebelum melakukan pencatatan
sehingga hasil pencatatan nantinya benar.

Setelah mengidentifikasi transaksi, tentukanlah pengaruh nya terhadap posisi keuangan.

Untuk mempermudah, gunakan lah persamaan dasar akuntansi berikut ini.

Aset = Utang + Modal

Ingat dalam satu transaksi, sekurang-kurangnya dia akan memengaruhi dua akun.

4. Contoh Pencatatan Jurnal Umum
Tibalah proses pencatatan dalam jurnal. Proses pencatatan transaksi kedalam jurnal disebut
dengan penjurnalan.

Sistem pencatatan yang dipakai yaitu double-entry system, maksudnya setiap transaksi yang
dicatat akan berdampak pada dua posisi keuangan debit dan kredit dalam jumlah yang sama.

Adapun bentuk atau format jurnal sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit

23

Kas xxxx
Modal xxxx
Sewa di bayar di muka
Kas xxxx
xxxx

Jurnal umum juga memiliki fungsi yang perlu Anda ketahui. Dikutip sebuah blog untuk belajar
akuntansi, fungsi jurnal umum adalah sebagai berikut.

Fungsi analisis: untuk melakukan penentuan terhadap sebuah akun dan saldo yang harus
didebit atau dikredit.

Fungsi pencatatan: melakukan pencatatan atas segala pengaruh yang timbul karena transaksi
keuangan dengan bukti transaksi keuangan yang ada.

Fungsi historis: melakukan pencatatan transaksi yang sistematis dan kronologis berdasarkan
urutan waktu kejadian.

Fungsi instruktif: memberikan perintah atau petunjuk dalam proses mem-posting ke buku
besar.

Fungsi informatif: memberikan informasi untuk melakukan pencatatan bukti transaksi.

Jurnal umum juga memiliki prinsip dasar, yakni:

1. Mengidentifikasi bukti transaksi keuangan yang muncul dan transaksi keuangan yang
dilakukan perusahaan.

2. Menentukan akun yang terpengaruh dengan transaksi yang terjadi dan
menggolongkan jenisnya.

3. Menetapkan penambahan dan pengurangan akun terkait dengan transaksi.

4. Penetapan debit atau kredit akun yang terkait dengan transaksi.

Penyusutan Jurnal Umum

Pada dasarnya, setiap perusahaan bebas untuk memilih buku jurnal, asalkan harus efektif dan
efisien. Jurnal umum harus dicatat secara kronologis. Dalam mencatatnya, sistem yang

digunakan adalah sistem berpasangan atau double entry.

Adapun langkah yang bisa diikuti dalam mencatat jurnal umum adalah:

 Mengidentifikasi mana akun yang berhubungan dengan transaksi.

 Identifikasi untuk saldonya akan mengurangi atau bertambah. Perhatikan saldo
normal dan jenis kegiatan transaksinya.

 Anda diharuskan teliti dalam menulis nominal dan sesuai dengan yang ada di bukti
transaksi.

 Analisa untuk mengetahui jumlah didebet atau dikredit harus sama.

Ketentuan jurnal umum: 24

Sebelum ke tahap pembuatan, Anda harus tahu saldo normal di tiap masing-masing akun.

Nomor Kepala Akun Nama Akun Debet Kredit Saldo Normal
1 Assets + - Debet
2 - + Kredit
3 Kewajiban - + Kredit
4 Modal - + Kredit
5 + - Debet
Pendapatan
Beban

 Jika aktiva bertambah maka posisi ada di debet, jika berkurang ada di kredit.

 Jika kewajiban bertambah maka ada di posisi kredit, jika berkurang ada di posisi
debet.

 Jika modal bertambah maka ada di posisi kredit, jika berkurang ada di posisi debet.

 Jika pendapatan bertambah maka ada di posisi kredit, jika berkurang maka ada di
posisi debet.

 Jika beban bertambah maka ada di posisi debet, jika berkurang ada di posisi kredit.

Contoh jurnal umum

Perusahaan XYZ

Periode September 2018

Tanggal Keterangan Saldo
8-Sep
9-Sep Kas Debet Kredit
9-Sep Modal Usaha xxxx xxxx
9-Sep Bahan Baku xxxx xxxx
10-Sep xxxx xxxx
Hutang xxxx
Barang Dalam Proses xxxx
xxxx xxxx
Bahan Baku xxxx xxxx
Barang Jadi
Barang Dalam Proses
Beban listrik

Kas
TOTAL

Demikian ulasan mengenai jurnal umum yang Anda harus ketahui sebelum memulai laporan
keuangan lainnya. Penting untuk diingat bahwa jurnal umum harus dilakukan secara teliti agar
saldo tetap seimbang. Anda juga perlu melakukannya secara berkala agar hapal dengan akun-

akun yang berkaitan.

Untuk dapat lebih memudahkan Anda melakukan penjurnalan, ada baiknya Anda 25
menggunakan sistem yang terintegrasi seperti Ukirama ERP. Sistem ERP ini dapat mencatat
seluruh transaksi dan kegiatan bisnis di perusahaan Anda. Sistem juga dapat menghasilkan
jurnal dan laporan lainnya secara terintegrasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Ukirama
ERP dapat dilihat di sini.Jadi mulai sekarang, Anda tak perlu pusing lagi bila hendak menyusun

jurnal umum untuk perusahaan manufaktur Anda.

G. Buku Besar

Pengertian buku besar adalah buku yang berisi perkiraan mengenai ikhtisar dari pengaruh
transaksi keuangan akibat perubahan aktiva, kewajiban,
Maupunmodal dalam perusahaan.
Dalam pengertian lain, buku besar juga merupakan alat yang dipakai untuk melakukan
pencatatan beragam perubahan di sebuah akun karena adanya transaksi keuangan.
Jumlah perkiraan buku besar yang dibutuhkan oleh perusahaan tentu saja berbeda-beda. Hal
ini disebabkan karena beberapa faktor yang meliputi jenis kegiatan, keuangan dan kekayaan
perusahaan, informasi yang diperlukan perusahaan, serta volume transaksi.
Aktivitas mencatat buku besar disebut juga dengan posting. Buku besar merupakan
pemindahan akun dari jurnal umum. Sehingga, posting dilakukan setelah membuat jurnal
umum,
Dalam buku besar, akun-akunnya digolongkan dalam akun ril atau real account dan
juga nominal account atau akun nominal. Akun ril merupakan akun yang ada pada neraca
seperti hutang, aktiva, modal, dan kewajiban. Sedangkan akun nominal merupakan akun yang
ada pada laporan laba rugi seperti akun beban dan pendapatan.

Berikut adalah salah satu contoh buku besar menggunakan bentuk staffle berkolom saldo
rangkap.
Nama Perkiraan: Kas

26

Macam macam Buku besar :
Buku besar juga dapat dibedakan menjadi empat macam.
Yaitu :

• Buku Besar Umum ( General Ledger )

Buku besar umum merupakan segala perkiraan yang saling berdiri sendiri serta ada pada
suatu periode tertentu laiknya piutang, kas, persediaan utang, dan juga modal. Buku ini
merupakan ikhtisar pengaruh dari transaksi pada perubahan aktiva, modal dari perusahaan,
serta kewajiban perusahaan.

• Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu kerap disebut sebagai buku tambahan. Di dalamnya ada rekening-
rekening yang secara khusus mencatat tentang piutang serta utang usaha dengan detail.
Terdapat dua jenis buku besar pembantu yang meliputi:

1. Buku besar pembantu piutang usaha
Buku ini kerap disebut dengan buku piutang khusus yang merinci langganan kredit,
dimana lokasi, berapa jumlah transaksi, serta pada siapa saja perusahaan
melakukan transaksi penjualan dengan cara kredit

2. Buku besar pembantu utang
Buku ini kerap juga disebut dengan buku utang. Yang mana di dalamnya khusus
mencatat tentang tiap pemasok dengan rinci. Termasuk di dalamnya mencatat siapa
pemasok yang memberi pinjaman kredit serta jumlah utangnya sekaligus.

• Buku Besar Kreditor ( CreditorsLedger )

Jenis buku besar yang satu ini hanya mengumpulkan informasi dari satu jurnal saja yakni
pembelian. Tujuan adanya creditors ledger supaya bisa memberi pengetahuan mengenai pada
pemasok mana perusahaan berhutang uang serta jumlahnya.

•Buku Besar Debitur ( DebtorsLedger )

Cukup berbeda dengan buku besar umum, buku besar debitur ini hanya bisa
mengumpulkan informasi dari jurnal penjualan saja. Tujuannya supaya bisa memberi
pengetahuan mengenai pelanggan yang berutang dalam bisnis serta jumlahnya berapa.

Bentuk bentuk Buku besar :
Adapun bentuk dari pembuatan buku buku besar, Ialah :

 Buku Besar Berbentuk T
Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana serta paling kerap digunakan.
Buku besar jenis ini digunakan untuk keperluan analisis transaksi serta untuk
menjelaskan mekanisme penggunaan akun.

27

Contoh :

 Buku Besar Berbentuk Skontro
Bentuk selanjutnya adalah skronto yang mana buku besar ini berbentuk dua kolom.
Buku skronto merupakan bentuk T yang sudah lebih lengkap lagi.

Contoh :

 Buku Besar Berbentuk Staffel
Buku besar ini memiliki bentuk halaman serta mempunyai lajur saldo. Ada dua jenis
buku besar staffel yang meliputi buku besar 3 kolom yang mempunyai lajur saldo
tunggal serta buku besar dengan 4 kolom yang mempunyai lajur saldo rangkap.

Contoh :

28

Tahapan Cara Membuat Buku Besar

1. Pertama isi tanggal proses posting buku besar dilakukan, tanggalnya harus sama
dengan tanggal pada saat pencatatan yang dibuat dijurnal umum.

2. Kedua isi kolom keterangan, isilah kolom keterangan dengan nama akun-akun yang
mempengaruhi buku besar akun tersebut. Apabila terdapat saldo awal untuk buku
besar tersebut maka isikan dengan keterangan “saldo awal”

3. Ketiga isi kolom Referensi, isilah pada kolom reff ini dengan jenis atau nama jurnal yang
diposting serta nomor halamnya, contohnya jurnal umum halaman 1, dapat disingkat
menjadi JU 01

4. Keempat isi kolom debit dan juga kredit, isilah kolom kredit dan juga kolom debit
berdasarkan dengan posisi akun tersebut dalam jurnal umum, contoh akun kas dalam
jurnal umum letaknya di debit maka dalam buku besar letaknya juga tetap di debit.

5. Terakhir isilah kolom Saldo, isilah jumlah dari penambahan atau pengurangan sampai
akhirnya nanti akan didapat saldo akhir buku besar akun tersebut.

Posting dari Jurnal ke Buku Besar

• Posting adalah pemindahan informasi transaksi dari jurnal ke buku besar.
• Posting dilakukan perusahaan setelah penjurnalan.
• Proses pemindahan informasi keuangan dari jurnal ke buku besar dilakukan sebagai

berikut.
1. Akun-akun yang ada di buku jurnal diambil, kemudian dicatat ke masing-
masing akun.
2. Mencatat tanggal transaksi yang tercantum di buku jurnal ke kolom tanggal
untuk masing-masing akun.
3. Mencatat jumlah rupiah baik yang didebit dan yang dikredit pada buku jurnal ke
kolom debit dan kredit yang sesuai akunnya.
4. Mencatat keterangan secara singkat di kolom keterangan.
5. Mencatat nomor halaman buku jurnal ke kolom Ref untuk masing-masing
akun.
6. Mencatat nomor-nomor akun di kolom Ref pada buku jurnal. Langkah ini
dipakai

untuk menandakan bahwa jurnal sudah diposting.
Lalu, bagaimana Cara Memposting Jurnal Umum Ke Buku Besar? Cara memposting ke buku
besar melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.

1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebit atau dikredit ke dalam akun
yang sesuai;

2. mengisi kolom “Referensi: dalam akun nomor halaman jurnal;
3. mengisi kolom “Referensi” dalam jurnal dengan akun yang bersangkutan.

29

Pada buku besar, bentuk-bentuk akun yang biasa digunakan, yaitu akun bentuk T, akun 2
kolom, akun 3 kolom, dan akun 4 kolom.Penyebutan istilah “dua kolom” mengacu pada jumlah
kolom yang digunakan untuk mencatat nilai uang. Berikut disajikan bentuk-bentuk Cara

Memposting Jurnal Umum Ke Buku Besar tersebut.

Keterangan:
1. Nama akun, diisi nama akun yang bersangkutan
2. Kode akun, diisi nomor akun yang bersangkutan
3. Tanggal, untuk mencatat tanggal, bulan, tahun, terjadinya transaksi
4. Keterangan, digunakan untuk mencatat penjelasan singkat transaksi
5. Ref, atau referensi; digunakan untuk mencatat nomor halaman dokumen yang menjadi
sumber pencatatan.
6. Debit dan kredit, untuk mencatat nilai transaksi
7. Saldo, untuk mencatat saldo akhir suatu akun setelah suatu transaksi dicatat dalam akun

tersebut.

30

Perhatikan cara memposting dari jurnal ke dalam buku besar bentuk tiga kolom di bawah ini!
Setelah Kamu mempelajari berbagai bentuk akun buku besar, akan lebih jelas lagi jika Kamu
mempelajari cara pencatatan transaksi dalam jurnal dan melakukan posting ke dalam buku
besar yang disajikan berikut ini.
Transaksi selama bulan Oktober pada Eva Salon
1 Oktober 2005, Ny Eva memulai usaha salon yang diberi nama “Eva Salon”

a. Uang tunai senilai Rp5.000.000,00
b. Piutang jasa Rp300.000,00
c. Perlengkapan salon Rp7.000.000,00
d. Peralatan salon Rp10.000.000,00
2 Dibayar sewa gedung untuk salon Rp1.200.000,00 untuk masa sewa satu tahun.
4 Pembelian peralatan salon sebesar Rp3.000.000,00 secara kredit.
6 Dikeluarkan uang tunai sebesar Rp50.000,00 untuk membayar beban iklan di koran.
10 Dikeluarkan uang per kas sebesar Rp500.000,00 untuk membayar angsuran utang kepada
Toko Sinar.
15 Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
16 Diterima pendapatan setengah bulan pertama Rp4.000.000,00.
27 Dibayar rekening telepon dan listrik bulan ini Rp150.000,00.
31 Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
31 Pelayanan salon yang pembayarannya tidak diterima langsung berjumlah Rp1.450.000,00. 31

31 Pengambilan prive oleh pemilik sebesar Rp200.000,00.
Diminta :
1. Buatlah jurnal umumnya!
2. Dari jurnal postinglah ke buku besar!
Apabila akun dalam jurnal umum diposting ke buku besar maka keseluruhan transaksi EVA
Salon akan terlihat sebagai berikut.

32

33

34

H. Neraca Saldo

Neraca saldo atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama trialbalance adalah suatu
daftar yang berisi seluruh jenis nama akun beserta saldo total dari setiap akun yang disusun
secara sistematis sesuai dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada
periode tertentu.

Adanya neraca saldo dapat Anda gunakan sebagai patokan agar tidak melakukan kesalahan
saat posting atau pemindahbukuan ke kolom debit dan kredit buku besar.

Salah satu caranya adalah dengan menentukan kesamaan antara jumlah kredit dan debit
dalam buku besar yang terbukti dalam neraca saldo. Neraca saldo dipersiapkan untuk melihat
keseimbangan atau kesamaan antara jumlah kredit dan debit pada akun-akun yang ada dalam
buku besar.

Fungsi Neraca Saldo

Secara umum, 4 fungsi utama dari neraca saldo atau trial balance adalah:Fungsi Persiapan,
untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu perusahaan.Fungsi
Pencatatan, tempat melakukan beberapa macam pencatatan, dalam hal ini pencatatan yang di
lakukan adalah pencatatan data-data pada setiap akun rekening. Fungsi ini juga merupakan
bagian utama dari fungsi ilmu akuntansi, yaitu mencatat.Fungsi Koreksi, tempat melakukan
koreksi terhadap seluruh catatan serta siklus akuntansi yang telah dilakukan. Dalam laporan
neraca saldo, akan diketahui apakah ada kekurangan atau kesalahan pencatatan dengan cara
melihat kesamaan pada hasil akhir pada kolom debit dan kredit.

Fungsi Monitoring, maksudnya fungsi neraca saldo adalah untuk melakukan pengawasan pada
setiap akun dalam keuangan perusahaan.

Contoh neraca saldo

Bentuk neraca saldo pada tiap perusahaan biasanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
Neraca saldo tersusun dari empat kolom utama yang akan digunakan pada proses pembuatan
laporan keuangan, Yaitu :

 Nomor Akun 35
Kolom ini berisi berbagai kode akun dari setiap akun yang terdapat dalam buku besar
perusahaan tersebut.Nomor atau kode akun harus ditulis secara sistematis atau urut

mulai dari kode yang menunjukkan kode akun harta sampai kode yang menunjukkan
akun beban.
 Nama Akun atau Keterangan
Kolom ini berisi berbagai nama akun yang tercantum dalam buku besar perusahaan.
Penulisan dalam neraca saldo adalah diurutkan dari golongan akun harta, akun
utang, akun modal, akun pendapatan dan yang terakhir adalah akun beban.

 Debit
Kolom berisi saldo dari setiap akun yang memiliki nilai debit sesuai dengan buku besar.

 Kredit
Kolom berisi saldo setiap akun yang memiliki nilai kredit sesuai yang ada di dalam
buku besar.

Menyusun Neraca Saldo
Penyusunan neraca saldo atau trial balance adalah berguna untuk melihat posisi aktiva,
kewajiban, dan modal setelah posting ke buku besar dari setiap akun yang ada dalam sebuah
perusahaan.
Oleh karena itu, agar hasilnya valid dan data yang disajikan akurat, maka proses penyusunan
neraca saldo harus dilakukan secara hati-hati dan teliti.
Informasi yang berasal dari neraca saldo yang disesuaikan menjadi dasar untuk menyiapkan
laporan keuangan perusahaan dalam satu periode.
Sehingga bisa dikatakan bahwa neraca saldo yang belum disesuaikan belum layak digunakan
sebagai dasar penyusunan laporan keuangan sebuah perusahaan.
Hal ini karena justru neraca saldo akan memberikan informasi yang tidak relevan bagi para
pemakai laporan keuangan, di antaranya para pemilik usaha dan investor.
Keseimbangan debit dan kredit pada neraca saldo menunjukkan bahwa proses penjurnalan
dan posting telah berjalan dengan benar.
Neraca saldo biasanya memuat ringkasan dari akun transaksi beserta saldonya yang berfungsi
sebagai dasar untuk menyiapkan laporan keuangan atau sebagai bahan evaluasi.
Dengan kata lain neraca saldo, disususun setelah penyusunan buku besar dan dibuat secara
sistematis, sesuai kode akun (tidak acak).

36

Contoh :
Berikut ini adalah contoh neraca saldo Biro Arsitektur Titik-Garis-Bidang per 30 Januari 2007
Saldo di kolom debit dan saldo di kolom kredit neraca saldo harus sama atau seimbang.

Apabila jumlah di kolom debit dan kredit tidak seimbang maka neraca saldo tersebut pasti
salah, namun jumlah yang seimbang tidak menjamin kebenaran neraca saldo.

Kesalahan neraca saldo bisa disebabkan hal-hal berikut ini:

 Lupa menjurnal suatu transaksi. Transaksi yang lupa dijurnal ini tentu tidak nampak
pada neraca saldo. Akibat lupa menjurnal, jumlah sisi debit dan sisi kredit tetap

seimbang

namun saldo keseluruhan debit dan kredit terlalu kecil.

 Jumlah uang dari suatu transaksi salah dicatat dalam jurnal. Misalnya penerimaan
piutang usaha Rp243.000 dicatat Rp423.000. Kesalahan pencatatan tersebut tetap
menunjukkan jumlah yang seimbang di neraca saldo. Dengan kesalahan ini saldo akun
tidak menunjukkan jumlah yang benar.

 Pencatatan transaksi dalam jurnal lebih dari sekali. Misalnya transaksi penerimaan
piutang usaha sebesar Rp200.000 dicatat dua kali, maka transaksi tersebut dicatat

dua kali didebit dan dua kali dikredit. Kesalahan pencatatan ini tetap menunjukkan

saldo yang seimbang, namun saldo akhir terlalu besar.

 Pencatatan transaksi dalam jurnal pada akun yang tidak tepat. Misalnya transaksi
pembayaran sewa peralatan upacara sebesar Rp75.000 dicatat pada sisi debit akun
Bahan Habis Pakai dan di sisi kredit Kas. Meskipun pencatatan pada akun ini salah,

37

namun saldo sisi debit dan kredit tetap seimbang. Kesalahan ini menimbulkan suatu
akun dicatat terlalu besar, dan akun pengimbangnya terlalu kecil.

I. Jurnal penyesuaian

jurnal penyesuaian adalah buku akuntansi yang disusun untuk menyesuaikan saldo pada
neraca saldo ketika tiba akhir periode akuntansi sehingga neraca tersebut menampilkan saldo
yang aktual, sesuai dengan jumlah aslinya.
Sedangkan, ayat jurnal penyesuaian atau AJP sendiri adalah beberapa penyesuaian dari
proses pembuatan jurnal dalam siklus akuntansi. Hal ini diperlukan jika pembuatan neraca
saldo sudah selesai.
Akun-akun yang perlu disesuaikan di akhir periode beserta cara pencatatannya adalah sebagai
berikut:

1. Pemasukan atau pengeluaran di muka
Beban dibayar di muka
Cara pencatatannya adalah Anda catat pos ini sebagai aset yang berkurang setiap jangka
waktu tertentu (misal tiap bulan).

Pendapatan diterima di muka
Cara pencatatannya adalah dengan menulis pos ini sebagai kewajiban/utang yang, seiring
waktu berjalan (misal tiap bulan), berubah menjadi pendapatan.

2. Pemasukan atau pengeluaran di akhir

Piutang Pendapatan
Cara pencatatannya adalah tulis piutang bunga pada kolom debit dan pendapatan bunga
pada kolom kredit. Besar piutang bunga dan pendapatan bunga sama.

Beban yang masih harus dibayar
Cara pencatatannya yaitu dengan menulis beban gaji di kolom debit dan utang gaji di kolom
kredit. Besar keduanya sama besar.

Penyusutan aktiva tetap
Cara pencatatannya adalah dengan menulis biaya penyusutan untuk kolom debit dan
akumulasi penyusutan pada kolom kredit.

Kerugian Piutang
Cara pencatatannya yaitu dengan menuliskan kerugian piutang pada kolom debet dan
cadangan kerugian piutang pada kolom kredit.

Biaya Pemakaian Perlengkapan
Cara pencatatannya adalah tulis biaya pemakaian perlengkapan untuk kolom debet dan
cadangan perlengkapan untuk kolom kredit.

Note :

Jurnal penyesuaian merupakan salah satu siklus akuntansi yang tidak boleh terlewati karena 38

akuntansi sendiri merupakan hal yang cukup sensitif. Jika terdapat kesalahan di awal, akan

menjadi lebih sulit di akhir. Untuk memudahkan Anda dalam mengelola pembukuan dan
seluruh jurnal pada bisnis, Anda bisa menggunakan software akutansi yang memiliki fitur

terbaik, mudah digunakan, dan dapat meminimalisir kesalahan pencatatan pembukuan serta
tindakan fraud yang bisa dilakukan karyawan Anda.

Jenis Transaksi Jurnal Penyesuaian

Perlengkapan
Perlengkapan dalam jurnal penyesuaian adalah barang-barang yang perusahaan miliki, yang
bersifat habis ataupun bisa memakainya berulang-ulang dan bentuknya relatif kecil yang pada
umumnya bertujuan untuk melengkapi kebutuhan bisnis perusahaan.

Piutang pendapatan
Piutang memungkinkan pembeli mendapatkan produk perusahaan dengan cara berhutang.
Transaksi hutang piutang dalam perusahaan akan tercatat dalam jurnal hutang piutang.

Utang beban
Beban yang masih harus dibayar atau disebut juga Utang beban adalah biaya-biaya yang sudah
terjadi tetapi sampai akhir periode belum dibayar dan belum dicatat dalam akun yang
bersangkutan.

Pendapatan di terima di muka
Pendapatan Diterima Di Muka adalah pendapatan yang sudah diterima di Kas Negara tetapi
belum menjadi hak pemerintah karena masih terdapat kewajiban pemerintah untuk
memberikan barang/jasa dikemudian hari sebagai konsekuensi penerimaan pendapatan di
Kas Negara tersebut.

Beban di bayar di muka
Beban bayar di muka adalah biaya-biaya yang belum merupakan kewajiban perusahaan untuk
membayarnya pada periode yang bersangkutan, namun sudah melakukan pembayarkan
terlebih dahulu dan penerimaan barang/jasa atas pengeluaran tersebut tidak langsung saat itu
juga.

Kerugian piutang
Kerugian piutang adalah bentuk kerugian yang terjadi karena adanya prinsip bahwa piutang
yang tercatat di dalam laporan keuangan neraca hanya memiliki nominal piutang yang bisa
ditagih oleh perusahaan.

Penyusutan
Depresiasi atau penyusutan adalah suatu hal yang dapat mengubah biaya asli dari aset tetap
(fixed assets).
Contohnya seperti, gedung pabrik, alat-alat kerja dan mesin produksi menjadi beban selama
masa manfaat dari aset tetap tersebut.

Langkah Membuat Jurnal Penyesuaian

Menyelesaikan Neraca Saldo
Sebelum kamu membuat jurnal penyesuaian, kamu menyusun neraca saldo terlebih dahulu.
Neraca saldo merupakan laporan pembukuan yang mencakup setiap transaksi ke dalam buku
besar. Fungsi neraca saldo sebagai alat untuk analisis pencatatan, monitoring, serta
pemeriksaan semua transaksi keuangan.

Menyusun Jurnal Penyesuaian
Tahap kedua, kamu baru menyusun jurnal penyesuaian. Dalam membuat penyesuaian
terdapat akun-akun yang harus kamu sesuaikan seperti, pendapatan, beban, dan
perlengkapan.

39

Membuat Neraca Saldo setelah Penyesuaian
Selanjutnya, proses penyusunan neraca setelah jurnal penyesuaian, biasanya mencakup
laporan laba rugi, arus kas, neraca, dan lainnya.
Contoh Jurnal Penyesuaian :

40

Contoh Jurnal Penyesuaian jasa :
41

Contoh Jurnal Penyesuaian dagang :

J. Neraca Lajur (Worksheet) 42

• Merupakan landasan untuk memeriksa rekening-rekening yang ada dalam buku besar yang

disesuaikan dan diseimbangkan dan disusun dengan caracara yang sesuai dengan
penyusunan rekening-rekening yang ada di dalam laporan keuangan Neraca Lajur (Worksheet)
• Kertas kerja yang berisi semua data akuntansi yang akan digunakan untuk membuat laporan
keuangan.
• Neraca lajur merupakan suatu pilihan (option), artinya perusahaan boleh membuat neraca
lajur, dan boleh tidak. Apabila membuat, tidak perlu diberikan kepada pihak luar. Neraca Lajur

(Worksheet)
• Untuk perusahaan dengan skala kecil dan akun buku besar tidak begitu banyak maka
dalam membuat laporan keuangan bisa dilakukan secara langsung dari neraca saldo yang
telah disesuaikan, akan tetapi untuk perusahaan yang mempunyai akun buku besar dalam
jumlah yang banyak untuk tujuan ketelitian bisa menggunakan alat bantu yaitu neraca lajur.

Neraca Lajur (Worksheet)
• Internal summary device
• Bukan merupakan laporan keuangan
• Merupakan alat bantu untuk memudahkan dalam membuat laporan keuangan.

Bagian Pokok Neraca Lajur

1. Neraca Saldo, 2. Penyesuaian, 3. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian, 4. Laporan
Perhitungan Laba-rugi, 5. Laporan Perubahan Modal/Laba Ditahan, 6. Neraca.

Bentuk Umum Neraca Lajur
NERACA LAJUR

KETERANGAN NERAC PENYESUAIAN NS LABA-RUGI NERACA
A PEMBUKUAN DISESUAIKAN DK DK

SALD DK DK
O

DK

43

Bentuk Umum Neraca Lajur
Neraca Lajur

Lajur neraca saldo

 Informasi-informasi yang tercantum pada lajur neraca saldo adalah sama persis dengan
neraca saldo.

 Jadi sebenarnya dengan menggunakan neraca lajur, neraca saldo dapat langsung
dibuat pada neraca lajur, tidak perlu dibuat secara terpisah. Lajur jurnal penyesuaian

 Berisi penyesuaian-penyesuaian.

 Jurnal-jurnal penyesuaian yang telah dibuat akan menyesuaikan perkiraanperkiraan
neraca saldo yang sudah ada.

 Untuk perkiraan baru yang timbul akan dituliskan dibawah perkiraan-perkiraan neraca
saldo tersebut. Lajur Neraca Saldo Setelah Jurnal Penyesuaian

 Setelah dilakukan jurnal penyesuaian, neraca saldo akan memperkirakan semua
perkiraan dan saldo-saldo yang terdapat dalam lajur ini, yang nantinya akan terlihat
pada laporan keuangan.

 Untuk perkiraan-perkiraan neraca saldo yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian,
langsung dipindah ke lajur ini.

 Bagi perkiraan yang dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian, harus dihitung saldo
perkiraan yang bersangkutan dan kemudian dipindahkan ke lajur ini.

44

 Lajur ini pada akhirnya harus dijumlahkan ke-2 sisinya. Sehingga kebenaran dan
ketelitian dalam lajur ini dapat terjamin. Lajur Laba-Rugi

 Lajur rugi-laba berisi semua perkiraan nominal, yang merupakan perkiraan yang akan
dikelompokkan atau akan dimasukkan dalam laporan perhitungan rugi-laba.

 Selanjutnya kolom debit dan kredit dalam lajur rugi-laba dijumlahkan.

 Bila sisi kredit lebih besar sisi debitnya, maka perusahaan akan mendapat laba.

 Sebaliknya, bila sisi debit yang lebih besar dari sisi kredit, maka perusahaan menderita
kerugian. Lajur Neraca

 Lajur neraca berisi semua perkiraan riil, yang merupakan perkiraan yang akan
dikelompokkan dalam neraca.

Langkah-langkah membuat Neraca Lajur

a. Nama perusahaan, Neraca Lajur dan Periode penyusunan ditulis di tengah atas.

b. Mengisi kolom keterangan untuk nama akunakun.

c. Menyiapkan neraca saldo pada kertas kerja dengan memasukkan angka-angka dari
setiap saldo akun yang ada di buku besar dan dijumlahkan dari akun pada neraca saldo
ke kolom 1 sebelah debit dan ke 2 sebelah kredit. Langkah-langkah membuat Neraca
Lajur

d. Menyiapkan penyesuaian dalam kolom penyesuaian dengan memasukkan angkaangka
dari jurnal penyesuaian pada kolom penyesuaian.

e. Memasukkan saldo-saldo yang telah disesuaikan dalam kolom neraca saldo setelah
penyesuaian dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan kolom neraca saldo dan
kolom penyesuaian dari masing-masing akun dan hasilnya dimasukkan ke pada kolom
neraca saldo setelah disesuaikan. Kemudian dijumlah Langkah-langkah membuat
Neraca Lajur

f. Berdasarkan angka dari neraca saldo setelah disesuaikan dipilih akun pendapatan dan
beban dan dimasukkan ke kolom laporan laba rugi. Kemudian dijumlahkan, jika kolom
8 lebih besar dari pada kolom 7 maka laba, angka selisih dimasukkan pada kolom 7
dan sebaliknya.

g. Berdasarkan angka dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan, maka dipilih akun
modal, laba atau rugi dan prive dimasukkan ke kolom perubahan modal.

h. Pada perusahaan yang mengalami laba, maka angka laba dari kolom 7 dimasukkan ke
kolom 10.

i. Jika rugi dari angka kolom 8 dimasukkan ke kolom 9.

j. Kolom 8 dijumlahkan dan juga kolom 9, selisih yang terjadi merupakan modal akhir
yang dimasukkan ke kolom 9

45

Contoh Transaksi Bisnis padaGay Gillen e-
Travel periode Maret 2010

46

Penyesuaian
1. Sisa perlengkapan per 31 Maret 2010sebesar $ 400
2. Gaji yang belum dibayar $ 500

Jurnal Penyesuaian
1. Sisa perlengkapan per 31 Maret 2010sebesar $ 400
Beban Perlengkapan $ 100
Perlengkapan Kantor $10

47

Jurnal Penyesuaian
2. Gaji yang belum dibayar $ 500
Beban Gaji $ 500
Hutang Gaji $ 500

48

49

50


Click to View FlipBook Version