The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alindatriwahyuni15, 2021-12-22 09:49:14

Pengantar Akuntansi Dalam Perusahaan Manufaktur

sebuah buku yang berisi tentang akuntansi

51

Proses Penutupan Buku
Proses pemindahan dari rekening sementara atau rekening nominal (pendapatan, biaya, prive)
ke rekeningtetap atau rekening modal pada akhir periode.

K. Jurnal Penutup

Jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo rekening sementara atau rekening nominal
(pendapatan, biaya, prive).
Membutuhkan rekening R/L yang dapat menampung data yang terdapat pada rekening
pendapatan dan biaya.

52

Temporary and Permanent Accounts
Temporary

 Closed at the end ofthe period
 Start next period witha zero balance
Permanent
 Not closed at the end of the period
 Ending balance carries forward to next period
Tujuan Pembuatan Jurnal Penutup
1. Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua

rekening sementara dengan mengurangisaldo rekening
sehingga menjadi nol dan dapat digunakan untuk
melakukan pencatatan transaksi pada periode
berikutnya.
2. Agar saldo rekening modal menunjukkan jumlah yang
sesuai dengan keadaan pada akhir periode. Saldo
rekening modal akan sama dengan jumlah modal yang
dilaporkan dalam Neraca

53

Tahapan Penutupan Buku

1. Semua rekening pendapatan didebit sebesar masing-masing saldo akhirnya.
Rekening R/L dikredit dengan jumlah saldo akhir rekening- rekening tersebut.

2. Semua rekening biaya di kredit sebesar masing-masing saldo akhirnya dan rekening
R/L didebit sebesar sejumlah saldo akhir rekening-rekening tersebut.

Four Closing Entries
1. Close revenues

GENERAL JOURNAL

Post

Date Accounts Ref Debit Credit
6,500 6,500
Service revenue

Income summary

2. Close expenses

GENERAL JOURNAL

Post

Date Accounts Ref Debit Credit
2,900
Income summary 1,000
500
Salaries expense 1,000
400
Supplies expense

Depreciation exp.

Utilities expense

54

Income Summary

Service Revenue Expenses

6,500 6,500 2,900 2,900 #2

Income summary

2,900 6,500

Bal. 3,600

Tahapan Penutupan Buku
1. Selisih antara jumlah sisi debit dan sisi kredit rekening R/L di pindahkan ke
rekening modal. Apabila perusahaan memperoleh laba Rekening R/L di debit dandi
kredit rekening Modal. Apabila perusahaan mengalami kerugian Rekening R/L di
kredit dan rekening Modal di debit.
2. Rekening prive di kredit sebesar saldo akhirnya danrekening modal di debit dengan
jumlah yang sama.

55

Four Closing Entries

3. Close Income summary

Date Accounts GENERAL JOURNAL Debit Credit

Post
Ref

Income summary 3,600
Josie Smith, Capital
3,600

4. Close Withdrawals

Date Accounts GENERAL JOURNAL Debit Credit

Post
Ref

Josie Smith, Capital 1,000
Josie Smith, W/D
1,000

Four Closing Entries 56

Income summary Josie Smith, W/D

2,900 6,500 1,000 1,000

3,600 Bal. 3,600

Josie Smith, Capital

13,200
Beginning balance

1,000 3,600

15,800 Ending balance

Any Company 16,800 $13,20
Statement of Owner’s Equity 3,6
Month ended May 31, 2010
(1,00
Josie Smith, Capital, May 1, 2010 $15,80
Add: Net income

Less: Withdrawals
Josie Smith, Capital, May 31, 2010

57

Josie Smith, Capital

13,200 Beginning
balance Ending

1,000 3,600

15,800
balance

Jurnal Penutup Pada PerusahaanPersekutuan
Prosedur Penutupan Pada PerusahaanPersekutuan

1. Prosedur penutupan buku pada perusahaan perseorangan dan perusahaan
persekutuan hampir sama.

2. Perbedaan yang ada pada prosedur penutupan rekeningR/L ke rekening modal
pemilik karena harus mengalokasikan rekening R/L ke masing-masing modal
sekutu.

3. Penutupan rekening prive pada perusahaan persekutuanadalah untuk setiap prive
sekutu ke rekening modal sekutu.

Menutup Rekening Pendapatan

PendapatanR/L
(untuk menutup rekening pendapatan)

Menutup Rekening Biaya
R/L
Macam-macam biaya
(untuk menutup rekening biaya)

Menutup Rekening R/L
R/L
Modal AModal B
(untuk menutup rekening R/L

58

Menutup Rekening Prive
Modal A Prive A
(untuk menutup rekening prive)

Jurnal Penutup Pada PerusahaanPerseroan
Prosedur Penutupan Pada PerusahaanPerseroan
Pada perusahaan perseroan , rekening modal pemilik adalah rekening pemegang
saham
Dua rekening permanen, terdiri dari:

 Modal Saham Biasa dan Modal Saham Prioritas(sesuai dengan jenis saham)
digunakan untuk mencatat investasi modal oleh para pemilik, yang disebut
pemegang saham.

 Laba Ditahan, untuk mencatat penutupanseluruh rekening pendapatan, biaya dan
dividen

Menutup Rekening Pendapatan
PendapatanR/L
(untuk menutup rekening pendapatan)

Menutup Rekening Biaya
R/L
Macam-macam biaya
(untuk menutup rekening biaya)

Menutup Rekening R/L
R/L
Laba Ditahan
(untuk menutup rekening R/L)

Menutup Rekening Dividen
Laba DitahanDividen
(untuk menutup rekening dividen)

59

Langkah Terakhir

Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalahmenyiapkan neraca saldo setelah penutupan

Tujuan dari neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memastikan bahwa buku besar
mempunyai saldo yang berimbang pada awal periode berikutnya

Transaksi 1
Gay Gillen menginvestasikan
$30,000 untuk memulai bisnis GayGillen eTravel.
Analisis:
Kas bertambah.
Modal bertambah.
Aktiva=Kewajiban+ Ekuitas

1) Kas + 30,000 + 30,000

Total 30,000 30,000

Posisi Keuangan

Kas 30,000 Modal, GG 30,000

Transaksi 2
Gay Gillen membeli tanah untuk lokasi kantor $20,000, dibayar tunai.
Analisis:
Kas berkurang.
Tanah bertambah

60

Aktiva =Kewajiban +Ekuitas

1) Kas + 30,000 + 30,000
2) Kas - 20,000 30,000
3)Tanah + 20,000

Total 30,000

Posisi Keuangan SetelahTransaksi2

Posisi Keuangan

Kas 30,000 Modal, GG 30,000

Total 30,000 Total 30,000

Transaksi 3
Gay Gillen membeli supplies $500 &setuju membayar dalam 30 hari.
Analisis:
Supplies bertambah.
Hutang bertambah

61

Aktiva=Kewajiban+Ekuitas

1) Kas + 30,000 + 500 + 30,000
2) Kas - 20,000 30,000
Tanah + 20,000
3) Supplies
+500
Total
30,500 500

Posisi Keuangan
Setelah Transaksi

3

Posisi Keuangan

Kas 10,000 Hutang 500
Supplies
5 30,000
Tanah 30,500
Total 0

0

20,000 Modal, GG
30,500 Total

62

Transaksi 4
Gay Gillen menerima pendapatan
$5,500 tunai.
Analisis:
Kas bertambah
Modal bertambah (Pendapatan bertambah)
Aktiva=Kewajiban+Ekuitas

1) Kas + 30,000 + 500 + 30,000
2) Kas -20,000
Tanah + 20,000 +5,500
3) Supplies 35,500
+500
4) Kas
+5,500

Total 36,000 500

67

63

Posisi Keuangan
Setelah Transaksi 4

Posisi Keuangan

Kas 15,500 Hutang 500
Supplies 5
0 Modal, GG 35,500
Tanah 0 Total 36,000
Total
20,000
36,000

64

Transaksi 5

Gay Gillen meyelesaikan jasa travel, & klien setuju membayar $3,000 dalam 1bulan.
Analisis:
Piutang bertambah.
Modal bertambah (Pendapatanbertambah).
Aktiva=Kewajiban+Ekuitas

1) Kas + 30,000 + 500 + 30,000
2) Kas - 20,000
+ 20,000 + 5,500
Tanah + 3,000
3) Supplies +500 38,500
+5,500
4) Kas
5) Piutang +3,000

Total 39,000 500

Posisi Keuangan
Setelah Transaksi

5

65

Posisi Keuangan

Kas 15,500 Hutang 500
Piutang 3,000
Supplies 500 Modal, GG 38,500
20,000 Total 39,000
Tanah 39,000
Total

Transaksi 6

Selama sebulan Gay Gillen membayar $3,300untuk biaya-biaya yang terjadi.

Biaya meliputi:

Biaya Sewa Komp. 600

Biaya Sewa Kantor 1,100

Biaya Gaji 1,200

Biaya Lain-lain 400

Analisis:

Kas berkurang.

Modal berkurang (sebagaibiaya) atau biaya bertambah

Posisi Keuangan

Kas 12,200 Hutang 500
Piutang 3,000
Supplies 500 Modal, GG 35,200
Tanah 20,000 Total 35,700
35,700
Total 66

Hasil Operasi
Setelah Transaksi

6

Laporan Laba Rugi
Untuk Bulan Berakhir 30 April 20X5

Pendapatan:

• Pendapatan jasa 8,500

Beban:

• Beban sewa komputer 600
• Beban sewa kantor 1,100
• Beban gaji
• Beban lain-lain
1,200

Laba Bersih 400 3,300

5,200

67

Transaksi Bisnis

1. Persamaan akuntansi harus selalu seimbang.
2. Setiap transaksi mempengaruhi sedikitnya 2akun.
3. Ada transaksi yang mempengaruhi hanya 1 sisi persamaan; dan ada yang mempengaruhi2

sisi.

L. Laporan Keuangan

merupakan
hasil akhir
dari proses
akuntansi.

menggambarkanhasil
operasi & posisi
keuangan
perusahaan

Laporan Keuangan (Financial Statements)
1. Laporan Laba Rugi (Income statement).
2. Laporan Perubahan Ekuitas / LaporanPerubahan Saldo Laba (Statement of owner’s equity /
Statement ofretained earnings).
3. Neraca (Balance sheet ).
4. Laporan Arus Kas (Statement of cash flows).

Laporan laba rugi
Laporan yang menggambarkan ikhtisarpenghasilan & beban dalam suatu periode waktu tertentu.
Isi:
Penghasilan dan Beban.

68

JUDUL LAPORAN LABA RUGI

Gay Gillen eTravel

Laporan Laba Rugi Bulan Berakhir 30 April 20X5

Gay Gillen eTravel

Laporan Laba Rugi

Tahun Berakhir 31 Desember 20X5

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan yg menggambarkan perubahan ekuitas dalam suatu periode waktu tertentu.
Kenaikan ekuitas:

 Investasi oleh pemilik.
 Laba.
Penurunan ekuitas:
 Pengambilan oleh pemilik.
 Rugi bersih.

JUDUL LAPORAN LABA RUGI

Gay Gillen eTravel

Laporan Perubahan EkuitasBulan Berakhir 30 April 20X5

NERACA
Laporan yang menggambarkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu.
Isi:

 Aktiva.
 Kewajiban.
 Ekuitas.

69

JUDUL NERACA

Gay Gillen eTravel

Neraca
30 April 20X5

Gay Gillen eTravel

Neraca
31 Desember 20X5

LAPORAN ARUS KAS
Laporan yang melaporkan penerimaan kasdan pengeluaran kas dalam suatu periodewaktu
tertentu.
Isi:

 Kegiatan operasi (operating).
 Kegiatan investasi (investing).
 Kegiatan pedanaan (financing).

70

JUDUL LAPORAN ARUS KAS

Gay Gillen eTravel

Laporan Arus Kas Bulan Berakhir 30 April 20X5

Gay Gillen eTravel

Laporan Arus Kas
Tahun Berakhir 31 Desember 20X5

Laporan Keuangan

Gay Gillen eTravel

Laporan Laba Rugi Bulan Berakhir 30 April 20X5

Pendapatan:

• Pendapatan jasa 8,500

Beban:

• Beban sewa komputer 600 3,300
• Beban sewa kantor 1,100
• Beban gaji 5,20071
• Beban lain-lain 1,200
400
Laba Bersih

Laporan Perubahan EkuitasBulan Berakhir 31 Des 2005

Gay Gillen

modal 1 Des 20X5 0

Penambahan:

 Investasi pemilik 30,000

 Laba bersih 5,200 35,20035,200
Pengurangan:

 Pengambilan (Prive) (2,000)

 Gay Gillen, modal 31 Des 20X5 33,200

Aktiv Neraca
a
31 Desember 20X5

Dari Lap
Perub.
Ekuitas

Kewajiban &
Ekuitas

72

STUDI KASUS KINERJA KEUANGAN PADA PT SEMEN INDONESIA (PERSER0),
TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
ABSTRACT
Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan
untuk menilai kinerjanya. Pemahaman mengenai posisi keuangan bisa menjadikan
dasar untuk mengevaluasi apakah kondisi keuangan perusahaan tersebut sehat atau
tidak, mengingat sudah banyak isu permasalahan yang menyebabkan perusahaan yang
akhirnya di liquidasi karena faktor keuangan yang tidak sehat. Laporan keuangan
merupakan salah satu alat yang dipakai untuk mengetahui kinerja keuangan
perusahaan yang disusun dalam setiap akhir periode yang berisi tentang
pertanggungjawaban keuangan secara keseluruhan. Laporan keuangan ini memberikan
gambaran atas keuangan perusahaan dalam satu periode akuntansi yang terdiri dari
laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas
pemegang saham, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Masalah
keuangan merupakan salah satu masalah yang sangat vital bagi perusahaan dalam
perkembangan bisnis disemua perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan adalah kunci keberhasilan perusahaan untuk dapat
dikatakan mempunyai kinerja perusahaan yang baik, karena keuntungan merupakan
komponen laporan keuangan yang digunakan sebagai alat untuk menilai baik tidaknya
kinerja perusahaan. Keywords: analisis kinerja, bursa efek

73

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah rasio profitabilitas. Analisis
profitabilitas disebut juga analisis rentabilitas yaitu analisis yang menggambarkan
kemampuan perusahaan mendapatkan laba.

Rasio-rasio yang digunakan dalam analisis profitabilitas adalah:

a. Gross Profit Margin

Tahun Penjualan Hpp Laba Kotor GPM(%)
2013 24.501.240780 13.557.146.834 10.944.093.946
2014 26.987.035.135 15.408.157.860 11.578.877.275 0.45
0.43

26.948.004.471

2015 16.302.008.098 10.645.996.373 0.40

Tabel 1
Gross Profit Margin PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Pada tahun 2013, gross profit margin PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk sebesar 0.45%. Hal
ini berarti perusahaan mendapat laba kotor yang nilainya 0.45% dari total penjualan.
Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar profitabilitas yang dimiliki oleh
perusahaan. Pada tahun 2014, gross profit margin mengalami penurunan dari 0.45% pada
tahun 2013 menjadi 0.43% pada tahun 2014. Hal ini berarti perusahaan mendapat laba kotor
yang nilainya 0.43% dari total penjualan yang mengalami penurunan. Pada tahun 2015, gross
profit margin mengalami penurunan lagi yaitu dari 0.43% pada tahun 2014 menjadi 0.40%
pada tahun 2015. Hal ini berarti perusahaan mendapat laba kotor yang nilainya 0.40% dari
total penjualan yang mengalami penurunan.

b. Net Profit Margin

Tabel 2
Net Profit Margin PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Tahun Laba Bersih Penjualan NPM
(%)
2013 5.354.298.521 24.501.240.780 21.8
2014 5.567.659.839 26.987.035.135
2015 4.525.441.038 26.948.004.471 20.6

16.7

74

Pada tahun 2013, net profit margin PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk sebesar 21.8%.
Hal ini berarti perusahaan mendapat laba bersih yang nilainya 21.8% dari total
penjualan. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar profitabiitas yang dimiliki
oleh perusahaan. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh perusahaan.

Pada tahun 2014, net profit margin mengalami penurunan dari 21.8% pada tahun 2013
menjadi 20.6% pada tahun 2014. Hal ini berarti perusahaan mendapat laba bersih yang
nilainya 20.6% dari total penjualan yang mengalami penurunan. Pada tahun 2015, net
profit margin mengalami penurunan lagi dari 20.6% pada tahun 2014 menjadi 16.7%
pada tahun 2015. Hal ini berarti perusahaan mendapat laba bersih yang nilainya 16.7%
dari total penjualan yang mengalami penurunan.

c. Return On Asset (ROA)

Tabel 3
Return On Asset
PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Tahun Laba Bersih Total Asset ROA (%)

2013 5.354.298.521 30.792.884.092 17.3
2014 5.567.659.839 34.331.674.737 16.2
2015 4.525.441.038 38.153.118.932 11.8

Pada tahun 2013, return on asset PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk. sebesar 17.3%.
Semakin tinggi persentasi rasio ini semakin baik penggunaan asset secara efisien untuk
memperoleh keuntungan bersih dalam kegiatan operasional perusahaan. Pada tahun
2014, return on asset mengalami penurunan dari 17.3% pada tahun 2013 menjadi
16.2% pada tahun 2014. Hal ini berarti menurunnya penggunaan aktiva secara efisien.
Pada tahun 2015, return on asset mengalami penurunan dari 16.2% pada tahun 2014
menjadi 11.8% pada tahun 2015. Hal ini berarti penggunaan aktiva yang dipakai kurang
produktif bagi perusahaan.

75

d. Return On Equity (ROE)

Tabel 4
Return On Equity PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Tahun Laba Bersih Total Equity ROE (%)
2013 5.354.298.521 21.803.975.875 24.5
2014 5.567.659.839 25.004.930.004 22.2
2015 4.525.441.038 27.440.798.401 16.4

Pada tahun 2013, return on equity PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk. sebesar 24.5%.
Dengan kata lain rasio pengembalian atas investasi pemilik perusahaan sebesar 24.5%.
Semakin tinggi persentase yang diperoleh perusahaan menunjukkan semakin tinggi
pengelolaan modal prusahaan dalam mendapatkan laba atas modal tersebut.

Pada tahun 2014, return on asset mengalami penurunan dari 24.5% pada tahun 2013
menjadi 22.2% pada tahun 2014. Hal ini berarti keuntungan yang menjadi hak pemilik
modal sendiri adalah sebesar 22.2%.

Pada tahun 2015, gross profit margin mengalami penurunan drastic dari 22.2% pada
tahun 2014 menjadi 16.4% pada tahun 2015. Hal ini disebabkan berkurangnya
pendapatan perusahaan yang mempengaruhi modal pemilik.

76

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian data yang telah penulis analisis dengan menggunakan rasio
profitabilitas, maka dapat disimpulkan :
Secara umum kinerja keuangan perusahaan berdasarkan analisis profitabilitasnya belum
efisien dan kurang baik. Ini disebabkan karena tingkat profitabilitasnya tidak stabil
sehingga mengalami penurunan dalam tiga tahun berturut-turut dan masih berada di
bawah rata-rata industri.
Kinerja keuangan perusahaan berdasarkan Gross Profit Margin dari tahun 2013 hingga
2015 mengalami penurunan yaitu mulai dari 0.45% pada tahun 2013 turun menjadi
0.43% pada tahun 2014 dan 0.40% pada tahun 2015. Net Profit Margin juga mengalami
penurunan mulai tahun 2013 hingga
2015 yaitu 21.8% pada tahun 2013, menjadi 20.6% pada tahun 2014, hingga 16.7%
pada tahun 2015. Return On Asset mengalami penurunan pada tahun 2013 sebesar
17.3%, pada tahun 2014 sebesar 16.2%, dan pada tahun 2015 sebesar 11.8%. dan
Return On Equity juga mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut yaitu
24.5% pada tahun 2013, menurun mejadi 22.2% pada tahun 2014, hingga 16.4% pada
tahun 2015.

77


Click to View FlipBook Version