WRITER’S BLOCK
DALAM MENULIS
NOVEL BAGI
PENULIS PEMULA
Aldila Humairah, Anistigfar, Devie Melia M, Fransiska
Romana P, Rifka Anisa
(Penerbit)
ii
Writer’s Block dalam Menulis Novel Bagi Penulis Pemula
ⓒ Aldila Humairah, Anistigfar, Devie Melia M, Fransiska
Romana P, Rifka Anisa
Desain & Layout : Rifka Anisa
Penyunting : Anistigfar
Penerbit :
(Nama)
(Alamat)
Jl. Xxxxxxx No. Xxxxx
Telp. (xxxx) xxxxxxx
E-Mail : xxxxxxx
Website : xxxx
Writer's Block dalam Menulis Novel Bagi Penulis Pemula
vii + 73 hal, 14,8 cm X 21 cm
ISBN : xxx-xxx-xxxx-xx-x
ⓒ Hak cipta dilindungi Undang-undang
All Rights Reserved
iii
KATA PENGANTAR
Buku Writer’s Block dalam Menulis Novel Bagi Penulis
Pemula ini, merupakan sebuah buku tentang seluk-beluk
menulis novel. Menulis itu sesuatu yang terlihat mudah untuk
dilakukan, akan tetapi tidak demikian dengan praktiknya. Bisa
saja saat menulis kita menemui kendala yang salah satunya
dinamakan writer's block. Maka dari itu buku ini akan
membahas bagaimana cara mengatasi writer’s block yang
dialami oleh penulis pemula, juga tips dan strategi untuk
mengatasi writer's block. Buku ini juga membahas mengenai
dunia kepenulisan. Dunia kepenulisan di buku ini hanya
berfokus pada jenis novel, apa saja genre novel yang ada,
keberadaan penulis-penulis novel di Indonesia, dan
bagaimana strategi dalam menulis novel bagi penulis pemula.
Buku ini ditulis berdasarkan teori dari referensi buku
lain. Adanya buku ini tidak terlepas dari bantuan beberapa
pihak yang telah bekerja keras dalam membuat buku ini
sehingga layak untuk dibaca. Walaupun buku ini judulnya
ditujukan untuk penulis pemula, tetapi tetap dimaksudkan
untuk semua orang yang akan menulis buku terutama novel,
juga semua orang yang tertarik bahkan yang telah menekuni
bidang kepenulisan novel. Kritik dan saran dari pihak manapun
yang bermaksud meningkatkan kualitas buku ini akan
disambut dengan senang hati serta ucapan terima kasih.
Yogyakarta, Desember 2021
Penulis
iv
SAN WACANA
Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas kesempatan yang diberikan untuk berproses dalam
menyelesaikan buku ini. Pada kesempatan ini kami juga tidak
lupa menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak pimpinan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang telah mendukung
dan membimbing kami dalam menyusun buku ini, bapak
Rektor UNY: Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes, Dekan FBS: Dra.
Sri Harti Widyastuti, M.Hum, Kaprodi FBS: Dr. Teguh
Setiawan, M.Hum, dan terakhir kepada ibu dosen Dr.
Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum.
Kami menyadari ini bukan hasil jerih payah sendiri
akan tetapi berkat bimbingan dan dukungan dari berbagai
pihak, baik secara moral maupun materi sehingga penulisan
buku ini dapat diselesaikan. Kami menyadari buku ini masih
kurang dari sempurna, tapi kami berharap apa yang coba kami
sampaikan dalam buku ini dapat bermanfaat bagi banyak
orang.
v
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............... Error! Bookmark not defined.
SAN WACANA ........................................................................ v
DAFTAR ISI.............................................................................vi
BAB 1 ...................................................................................... 1
TENTANG DUNIA KEPENULISAN ........................................ 1
Penulis dan Dunia Kepenulisan .................................. 1
Mengapa Harus Menulis? ......................................... 19
Macam-macam Penulis............................................. 23
BAB 2 .................................................................................... 25
NOVEL DAN JENISNYA....................................................... 25
Pengertian Novel....................................................... 25
Jenis-Jenis Novel ...................................................... 28
BAB 3 ................................................................................... 32
APA ITU WRITER’S BLOCK?............................................... 32
Tanda-tanda Writer’s block ....................................... 33
Penyebab Writer’s block ........................................... 34
BAB 4 .................................................................................... 38
STRATEGI MENULIS NOVEL BAGI PEMULA .................... 38
BAB 5 .................................................................................... 45
TIPS DAN TRIK MENGATASI WRITER’S BLOCK .............. 45
Daftar Pustaka ...................................................................... 54
TENTANG PENULIS............................................................. 57
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Rumus Menulis
Tabel 1.2 Bentuk Profil Karakter Dari Dua Tokoh Utama
vi
BAB 1
TENTANG DUNIA KEPENULISAN
A. Penulis dan Dunia Kepenulisan
Di dalam kepenulisan terdapat beberapa istilah yang saling
berkaitan, yaitu menulis, tulisan, penulis, dan tulis-menulis.
Menulis adalah kegiatan untuk menghasilkan tulisan dengan
melahirkan pikiran dan perasaan. Tulisan adalah sesuatu yang
dihasilkan akibat kegiatan menulis. Penulis adalah orang yang
melakukan kegiatan menulis. Seorang penulis artikel disebut
kolumnis, seorang yang suka menulis novel disebut novelis
dimana ketika sedang menulis novel, sang novelis adalah sang
pencipta yang menciptakan sebuah fakta dan sejarah yang
pernah dilihat,baik dialami sendiri secara langsung maupun
dari membaca buku, dan seorang yang suka menulis cerpen
disebut cerpenis. Novelis dan penulis lain merupakan saksi
sejarah yang tidak bisa dipandang sebelah mata (Artati, 2018:
2). Menulis sangat bermanfaat dan menimbulkan efek yang
terus menerus dan terkadang berasal dari arah yang tak
terduga (Mawardi, 2009: 22). Sebelum melakukan kegiatan
menulis ataupun menghasilkan tulisan, penulis tentu harus
mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur dari menulis.
Unsur-Unsur Menulis
1. Gagasan
Gagasan adalah pendapat, pengalaman,
ataupun pengetahuan seseorang. Gagasan ini
tergantung pengalaman atau pengetahuan
yang dimiliki setiap orang. Setiap orang
mempunyai gagasan, hanya saja ada yang
1
bisa menuangkannya ke dalam tulisan dan
ada yang tidak. Hebat tidaknya sebuah
gagasan ini tergantung seberapa penulis
sering membaca karena membaca
mempunyai peran penting terhadap sebuah
gagasan. Gagasan dapat muncul dari
membaca, mengamati, berdiskusi, atau dari
pengalaman hidup seseorang.
2. Tuturan
Tuturan adalah pengungkapan gagasan yang
dapat dipahami (Artati, 2018: 11).
a. Narasi
Narasi disebut juga cerita yang
mempunyai karakter, setting, waktu,
dan masalah. Narasi bisa berupa
cerpen, novel, roman, ataupun karya
prosa imajinatif lainnya. Narasi ini
berupa tulisan rangkaian peristiwa
yang terjadi dalam satu kesatuan
waktu. Dasar penulisan narasi adalah
rekaan atau imajinasi. Akan tetapi
bisa juga berdasarkan pengalaman
pribadi ataupun pengamatan.
Pengalamn pribadi menjadi sumber
yang paling mudah karena hanya
dengan mengingat kenangan masa
lalu yang pernah dialami. Narasi
dikelompokkan menjadi narasi
ekspositoris dan narasi sugestif.
Narasi ekspositoris, yaitu narasi yang
memberi pembaca informasi atau
pengetahuan melalui kisah perjalanan
atau autobiografi orang-orang sukses.
Narasi sugestif, yaitu berkaitan
2
dengan tindakan atau perbuatan
dalam suatu kejadian, rangkaian
peristiwa yang berlangsung dalam
satu kesatuan waktu. Penulis
menyampaikan makan pembaca
melalui daya tulisan penulis dengan
menghasilkan rekaan, khayalan, atau
imajinai yang dapat ditemukan pada
roman, cerpen, dongeng, dan novel.
Adapun ciri-cirinya, yaitu bersumber
fakta atau sekedar fiksi, berupa
rangkaian peristiwa, dan bersifat
menceritakan.
b. Deskripsi
Tulisan yang melukiskan sesuatu
sesuai dengan keadaan sebenarnya
yang bertujuan untuk
menggambarkan sesuatu sesuai yang
dilihat. Dengan demikian, pembaca
dapat melihat atau merasakan apa
yang disampaikan penulis. Tulisan
deskripsi dilakukan untuk melukiskan
perasaan. Dalam tulisan deskripsi ini
tidak ada pertimbangan atau
pendapat, menggambarkan keadaan
atau sesuatu apa adanya dengan
objek yang sehidup-hidupnya. Penulis
menggunakan tulisan deskripsi untuk
menciptakan daya khayal pembaca
dengan seakan-akan pembaca
melihat dan mengalami sendiri objek
yang dideskripsikan.
3
c. Eksposisi
Eksposisi berarti pembuka cerita,
penjelasan. Eksposisi adalah
gagasan yang menerangkan atau
menjelaskan pokok pikiran yang dapat
memperluas wawasan atau
pengetahuan pembaca. Tujuan
penulisan eksposisi untuk memberi
informasi kepada pembaca karena
informasi adalah masalah yang
dieksposisikan. Tulisan eksposisi
memaparkan suatu opini dari kejadian
yang ada. Adapun ciri-ciri eksposisi
adalah berisi penjelasan atau
informasi, menggunakan contoh,
fakta, gambar peta, dan angka, dan
akhir tulisan berupa penegasan.
d. Argumentasi
Tulisan yang memberikan alasan
untuk memperkuat ataupun menolak
suatu pendapat, memuat bukti dan
alasan yang dapat meyakinkan orang
lain. Argumentasi bertujuan untuk
mengubah pikiran pembaca,
mengubah sikap dan pandangan
pembaca sehingga pembaca
menyetujui pendapat penulis. Tetapi,
dalam menulis argumentasi
membutuhkan data pendukung yang
cukup juga logika dan uraian yang
runtut. Adapun ciri-ciri argumentasi
adalah mengandung bukti dan
kebenaran disertai alasan yang kuat,
menggunakan kata-kata denotatif,
4
menyajikan analisis rasional
(fakta),dan membatasi unsur subjektif
dan emosional.
e. Persuasi
Persuasi berarti membujuk atau
menyakinkan. Tulisan yang
mengandung alasan, bukti, yang
mengandung ajakan atau imbauan
agar pembaca mau menerima dan
mengikuti pendapat penulis. Dalam
tulisan persuasi, fakta juga menjadi
hal penting yang harus ditampilkan.
Adapun ciri-ciri persuasi adalah
terdapat argumen, terdapat unsur
ajakan atau imbauan, dan tidak ada
pertentangan atau konflik.
3. Tatanan
Tatanan adalah aturan yang harus diindahkan
ketikan akan menuangkan sebuah gagasan.
Ketika menulis tidak sekedar menulis, ada
beberapa aturan yang harus diindahkan.
a) Bagaimana cara agar persoalan yang
sudah dibahas tidak diulangi lagi?
b) Apa saja yang akan ditulis?
c) Apa fokus yang akan ditulis?
Aturan-aturan tersebut berguna agar tulisan
yang dibuat tidak menyalahi pedoman baku
penulisan.
4. Wahana
Wahana atau alat yang terdiri dari kosakata,
gramatika, dan retorika (seni memakai
5
bahasa). Wahan ini juga menjadi salah satu
kendala bagi penulis pemula. Para penulis
pemula masih menggunakan kosakata,
gramatika, dan retorika yang masih sederhana
dan terbatas. Untuk mengatasinya dengan
memperkaya kosakata yang belum diketahui
artinya dengan cara rajin menulis dan
membaca sehingga kosakata akan terus
bertambah.
Seorang penulis perlu mengetahui berapa
rata-rata halaman yang dihasilkan dalam semua jenis
buku agar sesuai dengan sistem penerbitan (Mawardi,
2009: 57). Dalam buku non-fiksi seperti buku saku
berkisar 75 sampai 100 halaman, buku pegangan
berkisar antara 100 sampai 150 halaman, buku
referensi bisa mencapai 250 halaman, dan buku
komprehensif lebih dari 250 halaman. Sedangkan
untuk buku fiksi seperti kumpulan puisi antara 100 itu
halaman sudah bagus, kumpulan cerpen berkisar 100
sampai 150 halaman, chicklit atau teenlit sekitar 150
sampai 200 halaman, dan untuk novel lebih dari 200
halaman.
Nilai-Nilai Menulis Yang Ideal (Artati, 2018: 7)
1. Nilai kecerdasan
Seorang penulis tidak akan lepas dari kegiatan
membaca karena akan meningkatkan
pengetahuan dan wawasan yang luas, juga
agar menjadi cerdas. Seseorang yang mampu
menulis akan menggabungkan kecerdasan
antara membaca dan menulis,
menghubungkan antara buah pikiran dan
menimbang kata. Penulis membutuhkan
6
logika berpikir yang runtut, logis, dan memilih
kata-kata yang mudah dipahami agar tulisan
mudah dipahami oleh pembaca. Dengan
menulis, seseorang akan mempunyai nilai
kecerdasan yang akan selalu meningkat.
2. Nilai kependidikan
Seorang penulis sebenarnya merupakan
pendidik bagi pembaca karena tulisan-
tulisannya akan dibaca oleh semua orang.
Tetapi penulis juga perlu terus belajar karena
menulis itu membutuhkan jenjang peningkatan
sedikit demi sedikit. Artinya, jika ingin menjadi
penulis harus berusaha dengan keras, ulet,
dan dari tingkat sedikit demi sedikit.
3. Nilai kejiwaan karena mendapatkan kepuasan batin,
kegembiraan, kebanggan diri, dan kepercayaan diri.
4. Nilai kemasyarakatan dihadirkan untuk kelebihan bagi
seorang penulis. Penulis akan mempunyai nilai
tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
5. Nilai popularitas
Menjadi seorang penulis akan dikenal oleh
banyak orang. Apalagi jika tulisan yang ditulis
menjadi salah satu buku populer atau best
seller.
Menulis yang baik, dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yaitu tujuan penulisan, sasaran penulisan,
keluasan pengetahuan yang dimiliki, kegigihan
penulis, dan mengetahui asas-asas menulis yang baik
(Artati, 2018:9).
7
Asas-Asas Menulis
1. Kejelasan
Tulisan harus dapat dibaca dan dimengerti
oleh pembaca. Kejelasan ini juga
berhubungan erat dengan penggunaan kata
umum yang harus sudah dikenal oleh
masyarakat.
2. Keringkasan
Kalimat yang disusun jangan panjang-panjang
dan sesuai inti permasalahan.
3. Ketepatan
Gagasan yang dibuat dan yang ingin
disampaikan harus sesuai dengan apa yang
dimaksud agar apa yang diinginkan penulis
juga bisa dipahami sama persis dengan apa
yang diterima pembaca.
4. Kesatupaduan
Dalam satu gagasan harus pada satu alinea
saja.
5. Pertautan
Antar alinea harus saling bertautan dengan
menggunakan misal, demikian, oleh karena
itu, dengan kata lain, sementara itu, dan lain-
lain.
Musuh Terberat Penulis
Ada beberapa hal yang bisa menjadi musuh
untuk penulis sehingga menyebabkan kendala-
8
kendala penulis untuk memulai menulis (Hawa &
Senda, 2011:4-37).
1. Jangan jadikan latar belakang kehidupan
sebagai hambatan dalam menulis.
Yakinkan pada diri sendiri bahwa latar
belakang kehidupan hanya bagian dari
masa lalu yang akan memperkaya kita
dalam sebuah penulisan. Cobalah melihat
ke cermin dan katakan dengan keras
bahwa ‘saya bisa menjadi penulis, saya
hebat, dan saya bisa menaklukan dunia
dengan tulisan saya‘. Untuk itu, mulailah
menulis dan lupakan latar belakang
kehidupan.
2. Ada orang yang ingin menjadi penulis tapi
tidak suka membaca. Padahal menulis dan
membaca adalah satu paket yang tidak
bisa dipisahkan karena saling bersinergi
dan saling melengkapi. Jika ada penulis
yang berhasil menulis tanpa membaca,
kualitas tulisannya akan jauh di bawah
orang-orang yang menulis dengan banyak
membaca. Untuk itu, mulailah dengan
menyukai membaca jika ingin menjadi
penulis. Ada beberapa tips yang bisa
membuat semakin menyukai membaca.
a. Agar lancar dalam membuat karya tulis,
sesuaikan bahan bacaan dengan buku
yang ingin ditulis.
b. Tidak semua orang merasa mudah
membaca buku dengan ukuran yang
tebal, oleh karena itu bisa memulai
9
dengan membaca buku yang isinya
hanya kumpulan-kumpulan tulisan
terlebih dahulu seperti artikel ataupun
cerpen. Sistem ini tidak akan
membebani dalam berpikir karena
bagian yang dibaca tidak terlalu banyak
dan rumit.
c. Agar semakin betah dalam membaca,
carilah posisi yang nyaman. Duduk
dengan ditemani semilir angin yang
sepoi-sepoi dan sedikit kudapan kecil.
Suasana yang nyaman dan rileks ini
akan membuat ingin terus membaca.
3. Ada rasa ragu karena tidak memiliki
kemampuan menulis dan segala
kapasitasnya dalam dunia kepenulisan.
Padahal sudah ada keinginan dan
kemampuan untuk memulai melangkah
untuk menjadi penulis. Para penulis yang
sudah berjaya di dunia kepenulisan juga
pasti kemampuannya dulu belum sehebat
sekarang. Hilangkan keraguan tersebut
dan fokuslah untuk menulis dan membuat
karya terbaik untuk orang-orang. Tidak
perlu ragu dan tidak perlu memikirkan
kemampuan maupun kapasitas diri.
Cobalah menulis dan rasakan nikmatnya
menulis. Ada beberapa tips yang bisa
menghilangkan keraguan tersebut.
a. Jangan pedulikan omongan negatif
orang lain yang dapat mengecilkan
diri sendiri. Pedulikanlah pendapat
10
diri sendiri untuk menggali potensi
lebih besar dalam hidup diri sendiri.
b. Fokuskan pikiran pada
keberhasilan yang akan didapat
melalui karya yang dibuat agar lebih
percaya diri.
c. Bisa mencoba bergaul dengan para
penulis lain untuk lebih
menyakinkan diri tentang pilihan
kita dalam dunia kepenulisan.
d. Jika belum berkeinginan menulis
tulisan yang banyak seperti novel,
bisa memulainya dengan menulis
artikel di blog ataupun cerpen.
e. Lingkungan dengan orang-orang
yang positif akan memberikan
motivasi untuk lebih percaya pada
kemampuan diri sendiri.
4. Memiliki pemikiran bahwa tidak ada bakat
menulis. Tanpa mereka sadari,
sebenarnya mereka telah berproses
menjadi seorang menulis di dalam
kehidupannya karena sebagian kegiatan
pasti membutuhkan keahlian menulis.
Bakat itu hanya sebagian hal kecil yang
nantinya akan berkembang dan maju.
Untuk itu kuncinya adalah memiliki
kemauan yang kuat. Konsentrasikan pada
kemauan yang kuat untuk menulis dan
lupakan hal-hal yang dapat menghambat
berkembangnya bakat menulis.
11
5. Berpikir bahwa tidak ada waktu untuk
melakukan kegiatan menulis karena
waktunya sudah dihabiskan untuk
kegiatan yang lain. Padahal sebenarnya
waktu tersebut ada, hanya kurangnya
komitmen untuk niat memulai menulis.
Komitmen dan niat menjadi menjadi
kesatuan yang diperlukan dalam hal
waktu.
6. Para penulis pemula pasti memiliki
pemikiran sulit memulai dan mengakhiri
tulisan. Caranya yaitu dengan memikirkan
bagaimana akhir tulisan yang akan dibuat
nanti karena jika sudah memiliki gambaran
tentang akhir yang baik, itu dapat
membuat tulisan menjadi baik.
7. Sering mengalami kebuntuan dalam
menulis banyak dialami oleh semua
penulis, apalagi penulis yang masih
pemula. Hal ini bisa dilakukan dengan
membuat kerangka tulisan terlebih dahulu.
8. Mengandalkan mood saat menulis tentu
boleh, apalagi jika mood tersebut sedang
bagus. Tapi bagaimana jika mood tersebut
sedang jelek? Jika dikendalikan oleh
mood, karya tulisan tersebut tidak akan
cepat selesai. Cobalah dengan membuat
sebuah target dan berilah tenggang waktu.
9. Alasan karena tidak ada fasilitas
pendukung seperti tidak mempunyai
laptop atau hp untuk menulis. Kenapa
harus dengan fasilitas elektronik jika dalam
12
menulis saja hanya membutuhkan kertas
dan pena.
10. Lingkungan yang kurang kondusif untuk
menjadi penulis. Hanya satu caranya, yaitu
kemauan yang kuat dalam diri untuk
berkarya dapat mengalahkan segala
hambatan yang ada.
11. Ketakuan bagi penulis pemula yaitu takut
salah dan takut karya yang dibuat bisa saja
dihujat orang lain. Buku apapun itu, tema
apapun itu, dan cara penulisan seperti
apa, jika sudah diterbitkan dengan melalui
berbagai tahap seleksi, berarti buku
tersebut memang layak untuk terbit. Ide
penulis yang mempunyai nilai jual mahal,
tulisan yang dibuat juga sudah sesuai
sasaran pembaca dan cocok dengan
segmen yang sudah dituju, dan isinya
sudah memenuhi kebutuhan dan
keinginan pembaca.
12. Merasa mempunyai tata bahas yang
buruk, tidak cukup kosa kata, dan
hambatan mengenai tata bahasa lainnya.
Bukan berarti jika tata bahasa buruk, maka
tidak bisa menulis. Siapapun bisa menulis
walaupun tata bahas yang dikuasai minim.
Caranya yaitu bisa dengan terus belajar.
Jika merasa tulisan yang dibuat masih
kurang bagus, tidak usah khawatir. Tulisan
tersebut bisa diedit dan setelahnya akan
menjadi enak dibaca.
13. Berkeinginan untuk sempurna, padahal
tidak ada yang sempurna kecuali tuhan.
13
Anggapan tersebut justru akan membuat
karya yang dibuat tidak akan tuntas dan
tidak akan menjadi kenyataan. Proses
akan menjadi lebih lama karena hanya
fokus untuk mencapai titik kesempurnaan
tersebut.
14. Tidak mampu menulis karena bukan
pakarnya dalam bidang menulis. Seorang
pakar menulis ataupun bukan, itu tidak
menjadi masalah. Hal yang dibutuhkan
hanya penguasaan materi.
15. Tidak punya ide itu merupakan hal yang
kurang masuk akal. Sumber ide sangat
melimpah bahkan bisa muncul dari diri
sendiri yang dapat dijadikan ide yang
menarik (Mawardi, 2009:66).
a. Dari pengalaman sendiri, keahlian
sendiri, hobi yang dimiliki, kelebihan
dan kelemahan yang dimiliki, latar
belakang pendidikan, atau kalau
berkeinginan bisa dengan menulis
autobiografi diri sendiri. Ide juga bisa
muncul dari mana saja, misalnya dari
keadaan sekitar ataupun dari orang
lain. Ide dari orang lain ini juga sama,
meliputi pengalamannya,
keahliannya, hobi, atau dari
pemikiran-pemikiran mereka.
b. Pertemanan yang baik dan efektif juga
dapat memberikan manfaat yang luar
biasa. Contohnya dari teman terdekat
yang bisa dijadikan ide menulis.
14
Tetapi ingat, tetap harus dengan izin
yang bersangkutan.
c. Menggunakan metode ATM atau
amati, tiru, modifikasi. Cara ini tidak
100% menjiplak, tetapi
memodifikasinya dengan sejumlah hal
yang baru. Lihatlah judul-judul buku
yang sudah laris dan pelajari isinya
kenapa bisa laris. Setelah itu bisa
memodifikasikannya menjadi bertolak
belakang ataupun membuatnya
menjadi lebih rinci.
d. Bisa juga mencari ide melalui media
massa dan dunia maya dengan cara
mencari topik apa yang sedang tren
atau sedang hangat menjadi
pembicaraan.
Setelah mendapatkan ide, segera ikat
dan kembangkan dengan cara mencatatnya
agar tidak lupa. Agar ide tersebut lebih
matang, uji dan perkuatlah ide tersebut
dengan berdiskusi bersama penulis lain
karena bisa saja ada beberapa tambahan
pendapat dari mereka yang dapat
memperkuat lagi ide tersebut.
Motivasi Untuk Penulis
Semua orang bisa jadi penulis karena dalam diri
semua orang terdapat bakat menulis. Dari kecil hingga
tua nanti kegiatan menulis akan terus dilakukan.
Menulis hanya butuh ketekunan agar terbiasa juga
butuh pikiran, tenaga, dan niat. Dapat dilatih dengan
15
terus-menerus hingga lama kelamaan menulis akan
menjadi suatu kebiasaan. Tidak perlu berpikiran jika
dalam satu kali menulis harus langsung jadi. Bisa
dengan sedikit demi sedikit hingga tanpa terasa akan
menjadi sebuah buku. Jika ingin menjadi seorang
penulis yang handal, harus terus diasah dan
dikembangkan dengan baik. Hanya satu syaratnya,
yaitu menulis, menulis, dan menulis. Oleh karena itu
jangan tanamkan rasa cepat puas karena itu bisa
membuat kita tidak akan berkembang menjadi lebih
baik dari sebelumnya.
Kebebasan waktu akan didapatkan dalam dunia
kepenulisan ini. Tidak akan terikat waktu seperti jam
kantor. Dengan duduk manis di depan laptop, berkutat
dengan segala imajinasi yang kemudian dituangkan ke
dalam tulisan. Bisa menulis pada pagi hari, siang, sore,
bahkan malam hari. Inilah enaknya dunia kepenulisan,
selain memiliki kebebasan waktu juga memiliki banyak
waktu untuk menikmati dan mensyukuri hidup (Hawa &
Senda, 2011:11).
Menulis butuh banyak keterampilan dan
keterampilan bahasa menjadi yang utama. Jika
bahasa yang digunakan baik, maka pesan yang
disampaikan penulis kepada pembaca melalui
tulisannya tentu akan dimengerti dan tersampaikan
dengan baik. Selain keterampilan bahasa, ada
beberapa hal juga yang harus dimiliki oleh seorang
penulis yang tentunya hal tersebut harus memiliki
sikap dan kebiasaan yang baik sehingga dapat
mendukung aktivitas menulis (Nasution dkk, 2021:15).
1. Perlu niat dan motivasi yang kuat untuk menjadi
seorang penulis, dimana itu sebagai sebuah
16
modal dasar. Setidaknya harus memiliki alasan
atau tujuan untuk apa menjadi seorang penulis.
2. Banyak membaca buku menjadi sebuah
keharusan bagi seorang penulis karena akan
memperkaya kosa kata dalam menulis, juga dapat
mengetahui karakter dan gaya penulisan dari
setiap penulis lain. Tetapi ingat, cukup jadikan
panduan atau referensi saja jangan meniru gaya
kepenulisan mereka.
3. Usahakan jika ingin menjadi seorang penulis
jangan sampai melakukan kesalahan yang dapat
merugikan diri, seperti mempunyai rasa malas.
Jangan simpan rasa malas jika tidak ingin buku
yang ditulis tidak akan pernah selesai. Cara
mengatasi rasa malas, ada pada diri sendiri untuk
berjuang melawan rasa malas tersebut. Kunci
mengatasi rasa malas, yaitu bulatkan tekad, mulai
menulis, dan jangan suka menunda.
4. Hilangkan juga rasa kurang percaya diri dengan
yakinkan diri bahwa karya yang telah ditulis pasti
diterima oleh para pembaca. Jika terdapat
komentar negatif terhadap karya yang telah ditulis
jangan putus asa. Jadikan komentar negatif
tersebut sebagai motivasi untuk menjadi lebih
baik dari sebelumnya.
5. Riset juga dibutuhkan jika ingin menulis karena itu
merupakan hal yang penting. Jangan sampai
justru menyampaikan informasi yang salah
kepada pembaca karena pembahasannya yang
kurang mendalam.
Tekadkan dengan kuat untuk mengalahkan
segala musuh terberat yang dijumpai dalam dunia
kepenulisan. Hanya tekad yang kuat dari diri sendiri
17
yang mampu mengalahkannya (Mawardi, 2009:38).
Caranya, yaitu bangunlah sebuah komitmen untuk
menulis. Hanya komitmen yang kuat yang bisa
memunculkan keinginan untuk menulis. Cobalah juga
untuk menulis sedikit demi sedikit seoerti 30 menit
sampai 1 jam dalam satu hari. Untuk penulis pemula,
sudah pasti tidak mungkin langsung menulis dalam
jumlah yang banyak dan jangka waktu yang lama.
MS = Menulis Saja
MSS = Menulis Sedikit-Sedikit
MSSS = Menulis Sering Setiap Saat
MSSSS = Menulis Sejam Setiap Hari Selama
Sebulan
Tabel 1.1 Rumus Menulis
Mungkin dengan mengingat benefit yang akan
didapatkan, juga bisa menjadi salah satu motivasi
penulis yang pasti disukai (Mawardi, 2009:43). Benefit
yang akan diterima, yaitu mulai dari materi (uang
maupun ilmu tambahan), popularitas, manfaat untuk
banyak orang, dan masih banyak lagi. Materi yang
berupa uang disebut juga passive income atau
pendapatan pasif. Contoh, jika buku yang ditulis
berhasil diterbitkan, penerbit akan memberikan royalti
sekitar 10% kepada penulis yang dibayarkan setiap 6
bulan sekali sesuai dengan jumlah buku yang terjual.
Misalnya, harga satu buku yaitu Rp 90.000 sehingga
royalti yang di terima penulis yaitu Rp 9000 per buku.
Jika jumlah buku yang terjual menjadi 100.000 buah,
total royalti yang didapat bisa mencapai Rp 900.000.
18
B. Mengapa Harus Menulis?
Manfaat Menulis
(Leo, 2010:25) Menulis memberikan manfaat
yang positif bagi diri sendiri. Dengan menulis, dapat
menghindarkan diri dari berbagai aktivitas negatif yang
hanya dapat mendatangkan kerugian. Saat penulis
sudah menemukan ide yang kemudian dituangkan
kedalam tulisan, ide tersebut akan terus mengalir
sehingga penulis akan keasyikan dan hanya fokus
pada tulisan yang dibuat. Walaupun seakan terlihat
seperti lupa waktu dan keadaan sekitar, penulis tentu
harus tetap sadar dengan kewajiban utama lainnya.
Dari aktivitas menulis tersebut penulis tidak akan
menggunakan waktunya dengan sia-sia.
Kegiatan menulis juga bisa dikatakan kegiatan
yang bisa menyehatkan. Contohnya, saat sedang
mengalami kecewa, murung, ataupun depresi, menulis
menjadi pelampiasan yang paling mudah daripada
dengan pelampiasan yang negatif seperti marah-
marah tidak jelas yang justru menimbulkan masalah
ataupun penyakit lain. Jika tidak bisa menuangkan ke
dalam tulisan yang panjang seperti buku harian (diary),
bisa dicoba dengan membuat sebuah quote motivasi
yang sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.
Siapa tahu quote motivasi yang dibuat bisa menjadi
motivasi untuk orang lain juga yang sedang mengalami
kondisi yang sama.
19
Menulis juga dapat membiasakan diri untuk
berpikir sistematis. Menulis itu jauh lebih sulit daripada
berbicara karena menulis adalah komunikasi yang
hanya satu arah. Sebagai penulis, selain menulis juga
memeriksa tulisan yang dibuat agar mudah dipahami
pembaca. Jika terdapat ketidakjelasan dalam tulisan,
para penulis tidak dapat langsung mengkonfrontasikan
dengan pembaca karena mereka tidak saling bertatap
muka. Itulah mengapa dengan menulis dapat
mendorong untuk berpikir sistematis karena semua
dilakukan sendiri oleh penulis. Apalagi jika menulis
tersebut sudah dilakukan sejak dini, itu akan membuat
lebih terbiasa dalam berpikir sistematis.
Dengan menulis bisa memunculkan sebuah
imajinasi yang kreatif dari dalam pikiran yang
kemudian dituangkan dalam tulisan. Sebagai penulis
pasti sering berpikir ‘bagaimana jika ada adegan
seperti ini?’, itulah yang dinamakan pemikiran dengan
imajinasi yang kreatif. Penulis dapat mewujudkannya
karena dalam sebuah tulisan para penulis lah yang
menjadi tuhan yang bisa mengatur segalanya.
Menulis bisa membuat lebih disiplin, mandiri,
bertanggung jawab, dan dapat terbiasa bekerja
dibawah tekanan dengan waktu yang terbatas.
Dengan waktu yang sudah ditargetkan, penulis akan
menyelesaikan tanpa perlu disuruh-suruh karena itu
sudah menjadi tanggung jawabnya untuk selesai
dengan target yang sudah ditentukan. Hal seperti itu
biasanya terjadi jika penulis bekerja sama dengan
pihak terkait. Tetapi dengan begitu justru akan
membuat penulis lambat laun akan terbiasa untuk
mengatasinya.
Bisa untuk sarana pemahaman karena
menambah pengetahuan dalam pikiran. Jika ada
20
orang yang membaca disertai menulis, berarti orang
tersebut sedang mengikat kuat ilmu pengetahuan
dalam otaknya.Sarana untuk pemahaman disini
dilakukan melalui menulis. Jika biasanya orang yang
membaca buku kemudian hanya mengingatnya
kembali, akan berbeda jika setelah membaca buku
kemudian dituangkan ke dalam tulisan dengan
menuliskan bagian yang penting-penting karena itu
lebih bermanfaat (Artati, 2018:5).
Menulis baik untuk mengeluarkan sebuah
emosi yang terpendam. Media tulisan adalah tempat
yang tepat untuk mengeluarkan semua segala penat
yang melanda pikiran. Cobalah dengan meluapkan
emosi dengan sebuah tulisan karena menulis bisa
menjadi alat terapi murah yang ada di dunia (Hawa &
Senda, 2011:10).
Manfaat menulis lainnya yang memberikan
keuntungan dan baik untuk diri sendiri (Simarmata
2019:7-11).
1. Menulis bisa mencegah kepikunan. Sangat erat
kaitannya dengan kerja otak agar tetap berpikir
positif. Membiasakan menulis dengan
mengungkapkan apa yang dipikirkan ke dalam
tulisan akan membuat otak terus bekerja. Semakin
sering kemampuan menulis diasah, akan semakin
baik pula otak kita.
2. Menulis akan membentuk pribadi yang bijak dan
santun karena telah belajar banyak dan akan terus
belajar untuk mengembangkan tulisan. Membuat
berpikir dan terus berpikir untuk mengembangkan
pemahaman dan kemampuan diri.
3. Menulis akan melatih diri sendiri untuk siap
menerima kritikan dari orang lain.
21
4. Meningkatkan kemampuan mengingat melalui ide-
ide yang dicari.
5. Meningkatkan kemampuan menganalisis masalah
dari ide-ide yang ditulis agar tulisan tersebut
mencapai kebenaran dan keruntutan.
Keuntungan Menulis
Keuntungan menulis ini akan didapatkan oleh
setiap orang dengan berbagai profesi jika mempunyai
keahlian menulis (Mawardi, 2009:14). Mahasiswa jika
mempunyai keahlian menulis yang baik adalah skripsi
akan lebih karena segala tata bahasa dan susunan
kalimat bisa disusun dengan baik. Harus mampu
berpikir sistematis dengan bahasa yang baik.
Menjadikan diri sendiri menjadi seorang yang
profesional. Dari tulisan yang sudah berhasil
dipublikasikan menjadi buku, penulis akan menjadi
populer dan hasil tulisan bisa dijadikan alat untuk
mempromosikan diri menjadi lebih baik.
Dengan menulis bisa menambahkan karya
untuk generasi kini dan mendatang. Jika ingin
berkonstribusi untuk generasi, cobalah dengan
menulis. Menulis sekarang juga, menulis apapun yang
ingin ditulis, kemudian sebarkan untuk semua orang.
Tulisan bisa menjadi salah satu warisan terbaik yang
diberikan dari manusia untuk manusia karena tidak
akan lekang dari waktu. Warisan sebuah tulisan pasti
lebih mudah dipelajari dibandingkan warisan lainnya.
Jika seorang karyawan mempunyai keahlian
menulis dan dapat membuat tulisan seperti makalah,
modul, ataupun buku yang bermanfaat, hal tersebut
bisa dijadikan media untuk kenaikan pangkat atau
karir. Tetapi hanya beberapa departemen saja yang
22
mengusung sistem seperti itu. Memberikan
penghargaan yang tinggi untuk karyawannya karena
sudah membuat karya tulis yang bermanfaat.
Penulis bisa dianggap sebagai seorang
inspirator jika buku yang ditulis berisi solusi-solusi
hidup dan penghibur jika buku yang ditulis berupa
karya fiksi yang penuh imajinasi.
Menulis bisa menjadi ladang pekerjaan di
masa tua atau saat sudah pensiun. Profesi menulis ini
tidak akan dibatasi oleh usia. Tidak ada kata pensiun
untuk penulis. Tetapi, jangan juga menunggu pensiun
untuk memulai menulis.
C. Macam-macam Penulis
(Leo, 2010:21) Membagi berbagai macam
penulis untuk mengetahui keterampilan-keterampilan
penulis lain. Laskar pelangi, supernova, cantik itu luka,
menjadi contoh buku-buku dari penulis dengan buku
terlaris. Pasti banyak penulis yang juga ingin bukunya
menjadi laris seperti itu. Untuk menjadi penulis dengan
buku terlaris tentu tidak mudah. Buku-buku tersebut
menjadi laris karena ceritanya yang unik,
mengasyikan, dan bahasa yang enak, serta mudah
dipahami. Penulis dengan buku terlaris bisa
membuatnya menjadi penulis yang sukses sehingga
menjadi sumber penghasilannya.
Untuk menjadi penulis yang produktif adalah
dengan cara giat dalam menulis. Setiap ada ide bisa
langsung dituangkan dalam tulisan sehingga jumlah
karyanya bisa lebih banyak dari penulis lain. Tetapi jika
tidak bisa mengatur untuk membagi tulisan mana yang
23
akan diselesaikan terlebih dahulu, jangan dipaksakan
karena tulisan-tulisan tersebut nantinya akan menjadi
sebuah karya dengan kualitas yang kurang bagus.
Oleh karena itu, jika ingin menjadi penulis yang
produktif tetap harus bisa menjaga kualitas tulisannya.
Pramoedya Ananta Toer, Sapardhi Djoko
Damono, Umar Kayam, menjadi beberapa penulis
terkenal yang telah meninggal dunia. Tetapi karya-
karya mereka masih dinikmati hingga sekarang.
Karya-karya mereka harus dijaga agar kita masih bisa
menikmati hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.
Indra Sugiarto menjadi salah satu seorang
penulis yang sekaligus pembicara dan motivator bagi
para pembaca dan pendengarnya. Tulisan-tulisannya
banyak mengandung motivasi, khususnya untuk para
anak muda. Gagasan-gagasan tulisannya yang
menarik dan dijadikan sebagai motivasi membuat para
pembacanya juga ingin mendengarnya secara
langsung.
Penulis yang kurang ide dan penulis yang
bermasalah ini merupakan penulis yang bisa jadi
sedang mengalami writer’s block sehingga
mengakibatkan penulis akan mengalami kehabisan ide
ataupun gagasan. Untuk mengatasinya, bisa dengan
membaca-baca buku lain untuk dijadikan referansi,
ataupun berdiskusi dengan sesama penulis untuk
saling sharing pengetahuan.
24
BAB 2
NOVEL DAN JENISNYA
A. Pengertian Novel
Novel secara etimologi berasal dari bahasa Latin,
novellus yang merupakan turunan dari kata novles
yang memiliki arti baru. Sedangkan dalam bahasa
Italia, kata novella berarti cerita pendek berbentuk
prosa. Istilah ini sering dikaitkan dengan kata novelette
dalam bahasa Inggris yang berarti karya sastra prosa
yang tidak terlalu panjang tetapi juga tidak pendek.
Pengertian tersebut didukung oleh pendapat Abrams
(via Nurgiyantoro, 2015: 11-12) yang mengungkapkan
bahwa secara harfiah novella berarti sebuah barang
baru yang kecil dan kemudian diartikan sebagai cerita
pendek dalam bentuk prosa.
Novel merupakan jenis karya sastra yang banyak
menampilkan masalah yang terjadi di masyarakat.
Menurut Yudiono (1986: 125), novel tidak dapat
dipisahkan dari gejolak atau keadaan masyarakat
yang melibatkan penulis dan pembacanya. Kejadian
dalam novel yang disajikan penulis dipengaruhi oleh
permasalahan dan keadaan di masyarakat. Penulis
dengan kreativitasnya mengembangkan
permasalahan dan keadaan tersebut kemudian
menuangkannya dalam media berupa novel. Clara
Reeve juga berpendapat (via Wellek dan Warren,
2014:260) bahwa novel merupakan gambaran dari
kehidupan dan perilaku yang nyata dari zaman pada
25
saat novel itu ditulis. Menurutnya, novel bersifat
realistis, novel berkembang dari bentuk-bentuk naratif
nonfiksi seperti surat, jurnal, memoar atau biografi, dan
kronik atau sejarah.
Tarigan (1991: 164) menyebutkan bahwa novel
merupakan suatu cerita prosa yang fiktif dalam
panjang tertentu yang melukiskan para tokoh, gerak,
serta adegan nyata yang representatif dalam suatu
alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusut.
Sebagai cerita prosa fiksi, novel memiliki ciri-ciri yang
membedakannya dari karya sastra lainnya yang
dipaparkan oleh Kosasih (2004: 250).
1. Alur cerita rumit dan panjang serta ditandai
dengan perubahan nasib pada diri sang tokoh.
Peristiwa yang terjadi dalam cerita akan saling
mempengaruhi dan berkesinambungan yang
akhirnya berimbas pada perubahan nasib
tokohnya. Masalah yang menimpa tokoh dibahas
secara meluas dan mendalam.
2. Tokoh cerita memiliki karakter yang beragam
yang berguna untuk mendukung alur cerita.
Penulis menghadirkan tokoh dengan beragam
karakter untuk membantu ceritanya agar terasa
lebih hidup.
3. Latar meliputi wilayah geografis yang luas dan
bentang waktu yang lama. Penulis perlu
menentukan latar yang sesuai untuk menjabarkan
cerita yang kompleks. Meski begitu, tidak semua
novel memakai latar tempat dengan sistem
tersebut.
4. Tema lebih kompleks yang ditandai dengan
adanya tema-tema bawahan yang dihadirkan
26
dengan tujuan untuk mendukung tema utama
cerita.
Tema yang lebih kompleks serta alur cerita yang
rumit membuat novel lebih ideal dalam mengangkat
masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan
sebagai permasalahan yang nantinya akan menuntut
penyelesaian dan akhirnya akan terasa lebih dekat
dengan permasalahan pembaca. Sementara itu,
Tarigan (1991: 170) memiliki pedoman jika sebuah
karya sastra dapat dikatakan sebagai novel atau
bukan, berikut ini uraiannya.
1. Jumlah kata dalam novel mencapai 35.000
buah atau lebih dalam satu buah buku.
2. Jumlah waktu rata-rata yang diperlukan untuk
membaca novel sekitar 2 jam atau 120 menit.
3. Jumlah halaman novel minimal 100 halaman
dengan ukuran kertas standar untuk jenis
buku novel. Ukuran standar untuk novel
menggunakan kertas A5 dengan pilihan
ukuran 13 x 19 cm atau 13,5 x 20 cm.
4. Novel bergantung pada pelaku dan mungkin
lebih dari satu pelaku. Perilaku pelaku dalam
cerita akan berpengaruh pada novel, tetapi
ada beberapa novel yang tidak hanya
menyorot cerita satu orang pelaku. Itulah
alasan pelaku yang menentukan isi novel bisa
lebih dari satu.
5. Novel menyajikan lebih dari satu impresi, efek,
dan emosi karena cerita dalam novel yang
sifatnya kompleks. Artinya kesan dan emosi
yang timbul akibat membaca novel dapat
27
beragam tergantung pada penerimaan
pembacanya.
6. Skala dan seleksi novel luas.
7. Kelajuan pada novel lambat.
8. Unsur-unsur kepadatan dan intensitas dalam
novel kurang diutamakan.
B. Jenis-Jenis Novel
Keberagaman masalah yang diangkat novel
menjadi tema cerita dan membuat novel memiliki jenis
yang beragam. Lubis (via Tarigan, 1991: 164-165)
mengatakan bahwa berdasarkan isinya, novel sama
dengan roman dan dibagi menjadi roman avontur,
roman psikologis, roman detektif, roman sosial, roman
kolektif, dan roman politik.
1. Novel avontur, merupakan jenis novel yang
mengangkat cerita yang berpusat tentang hero atau
seorang lakon dengan kronologi yang jelas.
Kronologi diceritakan kompleks dari A sampai Z
untuk menunjukkan hidup sang hero.
2. Novel psikologis, merupakan novel yang isinya
ditujukan untuk pemeriksaan menyeluruh dari
pikiran-pikiran para pelaku.
3. Novel detektif, merupakan novel yang isinya
memusatkan penceritaan pada usaha pencarian
tanda bukti, baik berupa seorang pelaku atau
tanda-tanda. Cerita yang diangkat dalam novel
detektif berisi tentang kasus-kasus yang akan
dipecahkan.
4. Novel sosial politik, merupakan novel yang
memberikan gambaran antara golongan yang
28
bentrok pada suatu waktu dengan mengambil latar
belakang atau isu sosial politik.
5. Novel kolektif, merupakan novel-novel yang
memusatkan pada cerita masyarakat dan tidak
begitu mementingkan individu sebagai pelaku.
Tema-tema yang diambil berupa masalah yang
dialami dalam masyarakat.
Berbeda dengan pendapat Lubis, Goldmann (via
Faruk, 1994: 31), mengelompokkan novel menjadi tiga
jenis, yaitu novel idealis novel abstrak, novel
romantisme keputusan, dan novel pendidikan.
1. Novel idealisme abstrak, merupakan novel yang
menampilkan cerita tentang tokoh yang masih ingin
bersatu dengan dunia dan memperlihatkan suatu
idealisme. Akan tetapi karena persepsi tokoh itu
tentang dunia bersifat subjektif dan didasarkan
pada kesadaran yang sempit, idealisme dalam
novel menjadi abstrak.
2. Novel romantisme keputusan, merupakan novel
yang menampilkan kesadaran hero yang terlampau
luas. Kesadaran lebih luas dari pada dunia
sehingga menjadi berdiri sendiri dan terpisah dari
dunia. Hal tersebut menyebabkan sang hero
cenderung pasif.
3. Novel pendidikan, merupakan novel yang berada di
antara kedua jenis sebelumnya. Dalam novel ini
sang hero mempunyai interioritas, tetapi secara
bersamaan juga ingin bersatu dengan dunia. Hal ini
disebabkan adanya interaksi antara ia dengan
dunia, hero itu mengalami kegagalan dan
menyadarinya jika penyebab kegagalan tersebut
karena ia mempunyai interioritas.
29
Berdasarkan isi cerita yang disampaikan, Peyroutet
(1991: 12) dalam bukunya menyatakan bahwa novel
memiliki beberapa jenis yang di antaranya sebagai
berikut.
1. Le récit réaliste, merupakan novel yang
menceritakan tentang kejadian secara nyata dan
biasa disebut sebagai novel non-fiksi. Kisah dalam
novel ini dapat berupa pengalaman pribadi penulis
atau kisah hidup seseorang.
2. Le récit historique, merupakan novel yang
menceritakan fakta pada suatu masa dan biasa
disebut sebagai novel sejarah.
3. Le récit d’aventures, merupakan novel yang
menceritakan tentang petualangan dan
menampilkan kejadian-kejadian mengejutkan tak
terduga yang dialami tokoh. Jenis yang satu ini
biasa disebut sebagai novel petualangan atau
adventure.
4. Le récit policier, merupakan novel yang
menceritakan tentang pahlawan, polisi, maupun
detektif. Isinya bisa berupa kisah tentang sang
tokoh pahlawan, kasus-kasus atau misteri yang
belum terpecahkan.
5. Le récit fantastique, merupakan novel yang
menceritakan kisah aneh dan irasional. Cerita ini
umumnya tidak dapat diterima oleh nalar manusia
dan biasa disebut sebagai novel fantasi.
6. Le récit de science-fiction, merupakan novel yang
menceritakan suatu kisah yang dipadukan dengan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Novel ini hampir
mirip dengan novel fantasi karena biasanya
mengambil latar waktu di masa depan dengan
teknologi yang belum ada saat ini. Orang-orang
30
menyebutnya sebagai novel science fiction atau
Sci-Fi.
Menurut pendapatnya, Zulfahnur (1996: 72)
membagi novel berdasarkan mutunya, yaitu novel
populer dan novel literer. Novel populer merupakan
novel yang menceritakan tentang masalah kehidupan
yang berkisar pada cinta asmara simpel dan bertujuan
untuk menghibur, sementara novel literer atau disebut
juga novel serius merupakan novel yang menceritakan
tentang keseriusan atau kedalaman masalah-masalah
kehidupan manusia yang diungkapkan pengarangnya.
Dengan demikian, novel ini menyajikan persoalan-
persoalan kehidupan manusia secara serius, filsafat,
dan langgeng (abadi), yang bermanfaat bagi
penyempurnaan dan aripnya kehidupan manusia, di
samping pesona hiburan dan nikmatnya cerita.
31
BAB 3
APA ITU WRITER’S BLOCK?
Sebagai seorang penulis pemula, seringkali memiliki
memikirkan ataupun perilaku yang cenderung malas, tidak
disiplin, lalai, dan takut gagal dalam menulis. Pikiran-pikiran ini
sebenarnya akan membawa penulis pemula pada keinginan
untuk tidak ingin memulai menulis.
Seringkali setelah memulai menulis, penulis juga akan
merasakan suatu fase jika segala ide terasa tidak berjalan
sebagaimana mestinya atau dikenal dengan writer’s block
atau kebuntuan dalam menulis. Tetapi hal ini bisa dirasakan
oleh siapa saja, baik penulis pemula maupun penulis besar
yang sudah berjaya seperti Alexander Dumas,Victor Hugo, Jk
Rowling, dan Herman Melville sekalipun dapat mengalami
writer’s block. Penulis seringkali merasa terbebani atas kondisi
ini. Menurut Anindito (2007) menjelaskan bahwa kemacetan
dalam menulis bersifat sementara. Sedangkan menurut Poof
yang dikutip Oleh Bastug (20017: 605) penulis yang
mengalami writer’s block bukan berarti tidak memiliki
keinginan untuk menulis, tetapi merasa gagal dalam
menghasilkan sebuah tulisan.
Menurut penulis Dee Lestari (2015) menjelaskan bahwa ada
dua jenis kondisi hambatan menulis, yang pertama bersifat
akut, yaitu saat cerita yang sedang ditulis terhalang oleh
perintang (rintangan) yang sebenarnya kecil, tetapi dapat
menjadi besar karena ketidakjelian penulis. Tingkatan ini lebih
sesuai dikategorikan sebagai distraksi daripada kebuntuan.
Sedangkan yang kedua adalah writer’s block yang terjadi
karena hambatan besar sebagaimana penulis menghadapi
tembok yang tidak dapat ditembus. Sebelum itu, writer’s block
32
bukan kondisi pasif ini adalah reaksi agresif dari teriakan alam
bawah sadar bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dan sejalan
dengan apa yang sedang dilakukan.
Kebuntuan ini adalah sinyal untuk menyesuaikan lagi cara
penulis memulai menulis. Writer’s block bukanlah masalah itu
sendiri, menerima dan menanggapi writer’s block adalah cara
dimana setiap penulis membuat dirinya berkembang. Jadi,
writer’s block merupakan istilah yang menggambarkan suatu
kondisi ketika penulis tidak dapat menuliskan apa-apa
sehingga menciptakan tulisan baru atau bahkan melanjutkan
tulisan akan terasa sulit. Seorang penulis yang mendapati
dirinya mengalami kebuntuan dalam menulis akhirnya akan
membuat pilihan untuk tidak menulis. Writer’s block bukanlah
pilihan tiap penulis.
A. Tanda-tanda Writer’s block
Writer’s block yang dialami setiap orang berbeda-
beda, misalnya tiba-tiba kesulitan fokus atau sampai
stress berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa
tanda yang menunjukkan bahwa penulis mengalami
writer’s block.
1. Sulit fokus
Tanda pertama yang mungkin dirasakan adalah
terasa sulit fokus. Jika biasanya penulis bisa
duduk berjam-jam berkonsentrasi menulis
sesuatu. Tetapi jika sedang tidak fokus, penulis
akan susah untuk memulai.
2. Tidak ada inspirasi
Merasa tidak ada inspirasi yang masuk sama
sekali merupakan tanda paling umum yang
33
dirasakan. Biasanya saat proses penulisan,
penulis bisa memiliki banyak sekali inspirasi dari
mana saja, namun saat mengalami writer’s
block inspirasi itu bisa hilang.
3. Stress terus menerus
Stres bisa juga menjadi penyebab penulis
mengalami writer block. Hal ini berkaitan dengan
merasa tidak memiliki inspirasi. Ketika tidak bisa
menulis seperti biasa, kamu bisa saja merasa
stres terus-menerus yang justru membuat
writer’s block penulis bertahan lebih lama.
4. Mengalami kabut otak
Tanda selanjutnya yang menunjukkan bahwa
penulis sedang mengalami brain fog. Brain fog
adalah kondisi mental yang biasa disebut
dengan kelelahan otak. Kondisi ini
mempengaruhi daya ingat, konsentrasi, dan
juga kesehatan mental. Ketika mengalami brain
fog jangankan menulis, menjalani kegiatan
sehari-hari saja menjadi linglung seperti lupa
cara melakukan apapun.
5. Pikiran kosong
Hal terakhir yang biasa ditemukan ketika
mengalami writer’s block adalah pikiran terasa
kosong. Tanda ini hal paling umum yang dialami
oleh para penulis di seluruh dunia.
B. Penyebab Writer’s block
Setelah mengetahui tanda-tanda ketika
mengalami writer’s block, ada baiknya penulis pemula
juga mengetahui penyebab dari writer’s block.
34
1. Terlalu perfeksonis
Sebagai penulis pemula tentu saja penulis
menginginkan hasil tulisan menjadi baik dan bisa
dinikmati oleh banyak orang. Namun jika terlalu
perfeksionis penulis akan selalu merasa perlu
untuk mengedit naskah, padahal menulis dan
mengedit tidak bisa dilakukan secara bersamaan.
2. Mengkonsumsi alkohol berlebihan
Terlalu sering mengkonsumsi alkohol dapat
mempengaruhi otak dan kemampuan untuk
mengekspresikan apapun yang dirasakan dalam
tulisan. Tak hanya alkohol saja, efek samping dari
obat-obatan seperti anti depresan juga dapat
menjadi penyebab penulis mengalami writer’s
block.
3. Merasa kelelahan
Penulis sering menulis tanpa kenal waktu, hal ini
dapat membuat penulis cepat kelelahan dan susah
berkonsentrasi sehingga kebanyakan penulis
dalam fase ini menghadapi kebuntuan dalam
menulis.
Dalam proses penulisan, bagi penulis pemula seringkali
hal-hal negatif hinggap di kepala yang menyebabkan
terkendala atau tidak berkembangnya ide yang telah ada.
Sebelum mulai menulis biasanya penulis memiliki ritual-ritual
tertentu yang dilakukan agar proses kepenulisan bisa berjalan
lancar. Penulis pemula juga perlu melakukan kontrol atas cara
kerja otak dan kemampuan untuk terus fokus menulis,
konsisten pada hal-hal kecil dalam menulis, penulis pemula
punya kendali penuh atas tulisannya untuk
mengembangkannya ke ide-ide yang telah ada.
35
Penulis pemula harus memulai dari dirinya sendiri, selalu
mencoba hal-hal baru, tidak bosan, dan selalu percaya untuk
terus menulis. percaya pada proses kreatif yang
mendewasakan, dalam suatu proses penulisan kreatif adalah
hal yang lumrah ketika seorang penulis mengalami kebuntuan
dalam mengembangkan tulisannya. Perlu diperhatikan adalah
bahwa sebagai penulis pemula, janganlah menyerah pada satu
karya yang tidak sesuai ekspektasi, terus kembangkan ide-ide
yang ada, dan selalu menciptakan ide-ide unik lainnya.
Menurut Nelson (1985) kuncinya tentu saja adalah
mengukur diri sendiri terhadap diri sendiri dan bukan melawan
orang lain. Sebagai penulis pemula, tidak ada alasan untuk
menyiksa diri sendiri dengan membandingkan karya sendiri
dengan karya penulis lainnya. Seluruh perhatian harusnya
dicurahkan untuk apa yang seharusnya dilakukan, dengan
menerima diri sendiri dan tidak membandingkan karya sendiri
dengan orang lain. Dengan demikian penulis bisa terus
bereksplorasi tanpa sekat-sekat yang menghalangi termasuk
writer’s block.
Dalam proses penulisan yang berperan aktif adalah otak.
sebagaimana Dr. R, Joseph (via Peterson) sisi kanan otak
mengontrol sisi kiri tubuh, dan sebaliknya. sisi yang berbeda
dari otak ini cenderung tidak setuju tentang kapan dan
bagaimana kita harus menulis. tidak masalah disisi mana otak
akan bekerja, namun terlepas dari cara otak berkembang,
selalu ada pilihan-pilihan yang muncul dalam alam bawah
sadar ketika mulai melakukan sesuatu. Bagi kebanyakan
penulis, ketika memutuskan untuk mulai menulis, dan mulai
duduk didepan mesin komputer, tetapi kemudian kecemasan
akan hasil akhir, ketidakpuasan akan tulisan akan mengambil
alih perasaan penulis, terutama penulis pemula yang minim
pengalaman.
Menurut Peterson (2006) jalan keluar dari writer’s block
adalah melalui jalur yang benar sisi otak, otak kanan
36
mengontrol biokimia emosi yang termasuk favorit, sepanjang
masa, selain itu juga kecemasan, dengan demikian kita dapat
mengontrol cara kerja biokimia tersebut.
Penulis pemula harus sudah bisa menentukan garis
besar rencana yang akan dibuat dan bagaimana
menyelesaikannya, dengan demikian dapat menghindari
writer’s block.
37
BAB 4
STRATEGI MENULIS NOVEL BAGI PEMULA
Menulis merupakan sebuah upaya untuk melatih kita
berpikir lebih baik dengan berlatih terus menerus yang mampu
memelihara akal sehat kita sendiri. Memang menulis tidaklah
mudah jika hanya mencoba satu dua kali, tetapi menulis pun
tidak sulit jika dilakukan dengan serius. Ketika seseorang
menulis, otaknya akan merekam dengan baik setiap gagasan
yang dipikirkan sehingga tidak akan mudah tersesat dan
kehilangan arah (Laksana, 2020: 7). Seseorang yang
mencintai dunia penciptaan, akan menulis dalam suasana hati
apapun, seperti ketika sedang jatuh cinta, bahagia, patah hati,
sedih, gelisah, bahkan ketika tidak mendapatkan ide.
Banyak penulis pemula yang mengungkapkan
keinginan untuk menulis novel suatu hari nanti, namun mereka
masih belum memiliki hasrat dan komitmen kuat ketika benar-
benar menulis sebuah novel. Entah bingung mengenai
bagaimana cara membuat dan menulis novel yang berkualitas,
ataupun karena kurangnya ide yang menghambat imajinasi
mereka sehingga banyak di antara mereka yang tidak
menyelesaikan tulisan mereka. Untuk itu, penulis pemula perlu
mengetahui strategi untuk memulai menulis.
Menentukan Target Pembaca
Strategi pertama ini merupakan hal yang sangat
penting bagi penulis pemula. Bukan karena ingin meniru novel
yang sedang tren di kalangan pembaca, tetapi untuk
mengetahui seperti apa tulisan yang akan diterbitkan. Seperti
yang dikatakan Jane Morpeth—seorang editor sekaligus
38
direktur pelaksana Headline Publishing Group, bahwa tulislah
apa yang ingin tulis dari hati, bukan dari apa yang diyakini
sebagai gaya. Jika melakukan hal yang terakhir (meyakini
gaya), pada saat novel telah selesai dan mungkin diterbitkan
maka tren akan berpindah (Morpeth via Oliver, 2006: 10).
Mulailah dari buku atau cerita bacaan yang disuka,
genre apakah yang sekiranya diinginkan dan bisa garap di
tulisan nanti. Tentukan juga siapakah target pembacanya (dari
umur berapa sampai umur berapa). Bisa juga menganalisis
novel apa saja yang tengah populer lalu membandingkan
antara penulis novel satu dengan lainnya, kira-kira apa yang
membuat novel mereka sukses dibaca banyak orang. Akan
tetapi ingat kembali bahwa untuk tidak perlu membuat novel
dengan genre yang sedang naik daun di kalangan pembaca,
cukup tulis cerita yang diinginkan.
Berlatih Menulis
Langkah selanjutnya ketika sudah menetapkan target
pembaca adalah berlatih menulis. Sebelum mulai berlatih
menulis, cobalah untuk memperbanyak bacaan yang sesuai
dengan genre yang akan ditulis. Semakin banyak membaca,
semakin banyak pula pengetahuan juga diksi-diksi yang
sebelumnya belum pernah diketahui. Hal itu dapat membantu
para penulis dalam mengolah kata atau memperkaya diksi di
cerita yang dibuat nanti.
Contoh, saat sedang memutuskan untuk memilih satu
buku yang akan dibaca. Cobalah untuk memperhatikan dan
menganalisis bagaimana penulis tersebut menggunakan
kalimat dan paragraf, seperti apa penyampaian dialog dari
tokoh-tokohnya, bagaimana bisa terciptanya suasana yang
berubah-ubah, tentang pengenalan, penggambaran, dan
penghidupan karakter tokoh, latar, serta detail deskripsinya
(Oliver, 2006: 15).
39
Setiap penulis tentu ingin menghasilkan tulisan yang
baik. Permasalahannya adalah bagaimana cara agar
menghasilkan tulisan yang baik. Padahal bagi pemula, tidak
apa-apa ketika menghasilkan tulisan yang buruk pada saat
pertama kali karena seiring berjalan waktu pasti bisa mengolah
tulisan itu menjadi lebih baik. Dengan mengikuti seminar atau
workshop mengenai kepenulisan, akan mendapat ilmu yang
bermanfaat juga pengalaman yang akan membantu dalam
proses menulis novel. Berbekal pengetahuan yang didapatkan,
mulailah untuk berlatih menulis, baik melalui pena maupun
ketikan.
Membuat Outline Cerita
Secara harfiah, outline artinya garis besar atau biasa
disebut kerangka cerita. Untuk sebuah novel, outline biasanya
berisi poin-poin utama yang akan diangkat dalam tiap bab atau
chapternya. Ketika penulis mengalami writer’s block, outline
inilah yang akan membantu penulis agar ceritanya tidak out of
topic karena paparan inti ceritanya sudah tertera di outline yang
dibuat. Adapun beberapa hal yang harus dimasukkan ke dalam
outline di antaranya sebagai berikut.
1. Buat alur cerita
Alur adalah rangkaian peristiwa atau kejadian
yang saling berkaitan atau sebab-akibat dari awal
hingga menjadi cerita yang utuh. Alur sendiri
merupakan salah satu unsur intrinsik yang
membangun cerita tersebut. Secara umum, alur
cerita diklasifikasikan menjadi tujuh jenis, yaitu alur
maju, mundur, campuran, sorot balik (flashback),
klimaks, anti-klimaks, dan kronologis. Dari
beberapa alur di atas, bisa ditentukan ingin
menggunakan alur apa dalam cerita yang dibuat.
40
Dalam pembuatan alur ini, harus memaparkan
peristiwa-peristiwa secara realistis, dapat
dipercaya, dan tentunya original. Meskipun sulit
untuk menemukan alur yang orisinal karena sudah
banyak sekali jalan cerita yang digunakan, bisa
dibuat berbeda menurut versi diri sendiri. Menurut
Marina Oliver (2006: 22), alur atau plot itu seperti
blok bangunan lego—variasi bentuk dan warna
terbatas yang sama yang dapat dibangun menjadi
ratusan kombinasi berbeda. Sebagai penulis,
penulis lah yang memegang kendali atas
rangkaian peristiwa penting dan menampilkannya
dengan cara tertentu.
Rangkailah alur dari awal hingga cerita
berakhir, kemudian tentukan konflik seperti apa
yang akan diangkat dalam cerita. Putuskan mana
yang akan menjadi adegan besar, krisis, atau titik
balik plot (plot twist) dan rencanakan bagaimana
pengenalan konflik dimulai, terjadinya seperti apa,
dan cara mengatasi yang dilakukan oleh tokoh
(Oliver, 2006: 25).
2. Susun rincian tokoh dan wataknya
Ciptakan dan susunlah tokoh-tokoh yang akan
tampil dalam cerita. Dalam menciptakan tokoh,
penulis harus memberikan karakter yang kuat dan
tepat sesuai dengan genre cerita yang dibuat
karena dari hal tersebut nantinya dapat
memunculkan ide baru untuk alur cerita. Tentukan
berapa banyak tokoh yang akan dimunculkan,
siapa yang berkarakter baik, jahat, tokoh figuran,
serta tokoh yang munculnya sedikit namun
memiliki peran yang penting. Tidak hanya karakter
atau watak dari tokoh, sertakan juga rincian
mengenai statusnya, pekerjaan, jenis kelamin, dan
41
deskripsi tubuh atau penampilan. Hal itu akan
sangat membantu nantinya bagi penulis itu sendiri
juga para pembaca yang akan mengingat karakter
penampilan tokoh. Seperti yang pernah dikatakan
Reay Tannahill—novelis dan sejarawan Inggris,
idealnya karakter harus memiliki suara individu
(seperti yang dilakukan orang-orang dalam
kehidupan), pergantian bicara tertentu, frasa
favorit, dan kecenderungan untuk bergaul atau
bertele-tele (Tannahill via Oliver, 2006: 32). Berikut
adalah contoh bentuk profil karakter dari dua tokoh
utama.
Nama Usia Latar belakang Kelebihan & Watak
16 keluarga kekurangan
Kanaya Kelebihan: Pemberani,
Sakira Ayahnya seorang jago melukis, suka
Dinata direktur perusahaan, bisa masak, menolong,
ibunya punya usaha jago debat tidak suka
toko bunga, ibunya Kekurangan: dibanding-
adalah selingkuhan payah di bandingkan,
kedua jadi Kanaya materi hitung- sedikit jutek.
anak tiri. Punya hitungan, suka
kakak tiri, usianya melanggar
beda dua tahun. peraturan
sekolah
Abinaya 18 Satu ayah dengan Kelebihan: Perfeksionis,
Lingga Kanaya, ibunya jadi ketua osis, pintar, dingin,
Dinata seorang desainer suka ikut pendendam,
terkenal sekaligus olimpiade to the point
menjadi selingkuhan kimia, jago orangnya.
42
pertama jadi ia hitung-
adalah kakak tiri hitungan.
Kanaya. Kekurangan:
suka marah-
marah, punya
penyakit ginjal.
Tabel 1.2 Bentuk Profil Karakter Dari Dua Tokoh Utama
3. Menentukan point of view
Point of view atau sudut pandang adalah cara
di mana cerita itu diceritakan melalui mata siapa,
seolah-olah adegan itu diceritakan oleh salah satu
karakter. (Laksana, 2020: 118). Saat sedang
menganalisis buku yang sudah dibaca, coba
perhatikan sudut pandang manakah yang dipakai
oleh penulisnya. Sudut pandang sendiri terbagi
menjadi empat, yaitu sudut pandang orang
pertama, orang kedua, orang ketiga, dan
campuran. Terkhusus sudut pandang pertama,
kedua, dan ketiga, memiliki perbedaan yang cukup
jelas penggunaannya, jadi sebaiknya tentukan
sudut pandang mana yang sekiranya sesuai
dengan gaya penulisan masing-masing penulis.
Sebagai penulis, tentu setiap penulis dapat
menuangkan persepsi mengenai suatu hal melalui
tokoh-tokoh atau narasi yang dibuat.
Mulai Menulis
Setelah menyempurnakan outline cerita, mulailah menulis
novel. Jika ada penulis yang termasuk perfeksionis, cobalah
untuk mengatur waktu dan membuat jadwal kapan harus
menulis. Selebihnya, balik lagi ke pilihan masing-masing
43
sebagai penulis. Jangan biarkan tangan kosong dalam artian
tidak menulis karena dengan outline dan konsep cerita yang
sudah disusun sedemikian rupa, tentu memiliki banyak waktu
dan kesempatan untuk mengembangkan jalan cerita. Buatlah
narasi yang enak dipandang dan mudah dipahami namun
memberi efek kuat terhadap pembaca, baik melalui dialog
tokoh maupun penjelasan detail narasi.
Mempublikasikan
Di zaman milenial kini, platform menulis sudah tersedia
di berbagai macam aplikasi di android seperti Wattpad,
NovelMe, Dreame, KBM App, dan masih banyak lagi. Apabila
novel yang dibuat telah selesai, sudah pasti bisa diajukan ke
penerbitan. Semuanya kembali lagi pada keinginan penulis itu
sendiri, mau dibawa kemana nasib novelnya.
44