Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain
menjadi seperti keadaannya saat ini.
Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting
lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang peranan
penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini,
dasar-dasar kehidupan modern terbentuk.
Ciri-ciri zaman mesozoikum:
1. Terdapat banyak hewan reptil seperti dinosaurus
2. Iklim bumi mulai hangat
3. Merupakan dasar dari kehidupan modern
4. Berlangsung sekitar 150 juta tahun
Era Mesozoikum terbagi menjadi 3 periode, yaitu:
a) Periode Trias (195 – 225 juta tahun yang lalu)
Periode ini menjadi awal dari era Mesozoikum. Pada periode ini gurun dan
gunung yang diselimuti oleh semak membentang di sebagian besar lahan
bumi.
b) Periode Jura (135 – 195 juta tahun yang lalu)
Pada periode ini kebanyakan lahan terdiri dari hutan atau dataran rawa
dengan danau dan sungai yang berkelok-kelok.
c) Periode Kreta (64 – 136 juta tahun yang lalu)
Pada periode ini sungai-sungai mulai mengalir perlahan dan membentuk
delta-delta besar.
4. Zaman Neozoikum
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu. Saat itu keadaan bumi
sudah semakin memungkinkan untuk mendorong munculnya makhluk hidup
lainnya seperti binatang menyusui, sejenis kera dan monyet. Ciri-ciri zaman
neozoikum:
1. Merupakan puncak dari hewan mamalia
2. Hewan reptil besar telah punah
3. Iklim bumi sudah mulai stabil
4. Terbagi menjadi dua zaman yaitu zaman tersier dan zaman kuarter
5. Berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu
a. Periode Tersier
Zaman Tersier adalah zaman yang berlangsung sekitar 60 juta tahun
yang ditandai dengan munculnya beragam jenis binatang menyusui
(mamalia) termasuk primata seperti kera. Sedangkan jenis reptil raksasa
lambat laun lenyap. Zaman tersier terbagi menjadi zaman Pliosen, Miosen,
Oligosen. Eosen, Paleosen.
Orangutan mulai muncul pada masa Miosen. Daerah asalnya mungkin
dari Afrika. Saat itu Benua Afrika. Saat itu benua Afrika masih bersatu dengan
Jazirah, Arab. Daerah Afrika Timur belum gersang seperti sekarang.
Orangutan merupakan kera yang tinggal di pucuk-pucuk pohon besar.
Makanannya terutama buah dan daun-daunan. Mereka menyebar ke hutan di
Asia Barat Daya, Asia Selatan, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Di akhir masa Miosen terjadi perubahan besar pada kulit bumi dan
lingkungan alamnya. Benua Afrika lepas dari benua Asia sehingga muncul
Laut Merah. Dareah hutan di Afrika Timur berubah menjadi sabana. Beberapa
bagian Jazirah Arab menjadi gurun dan hutan di India juga berkurang.
Orangutan tidak menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dan
lingkungannya. Mereka kemudian berpindah ke Asia Tenggara yang masih
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 21
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
memiliki hutan yang lebat. Sisa-sisanya masih dapat kita temukan di
Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Pada zaman Pliosen, yaitu sekitar 10 juta tahun yang lalu, hidup hewan
yang lebih besar daripada gorilla yang disebut dengan Giganthropus (kera
manusia raksasa). Hewan ini ditemukan di Bukit Siwalik di kaki Pegununggan
Himalaya dan Selat Himla (sebelah utara India). Giganthropus hidup
berkelompok, sehingga mereka dapat berkembang biak dan menyebar dari
Afrika ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Giganthropus akhirnya punah
karena sebab yang tidak jelas.
Selain Giganthropus, dari masa yang sama hidup makhluk lain yang
disebut dengan Australopithecus (manusia kera dari selatan). Ada sekitar 65
fosil Australopithecus telah ditemukan di Afrika Selatan dan Afrika Timur.
Sedangkan di Kalimantan Barat dari kala Eosen Akhir ditemukan fosil
vertebrata yaitu Anthrcotherium dan Choeromus (sejenis babi hutan purba)
yang juga ditemukan di Asia Daratan. Penemuan fosil ini membuktikan bahwa
kala Eosen terakhir, Kalimantan Barat bergabung dengan Daratan Asia.
Ciri-ciri zaman tersier:
1. Berlangsung sekitar 60 juta tahun
2. Telah muncul berbagai jenis manusia purba
3. Terdapat banyak migrasi hewan ke seluruh bagian dunia untuk
menyesuaikan
4. iklim
b. Zaman Kuarter
Zaman kuarter adalah zaman yang ditandai dengan adanya kehidupan
manusia seperti sekarang. Zaman Kuarter berlangsung sekitar 600.000 tahun
yang lalu.
Ciri-ciri zaman kuarter:
1. Sudah terdapat manusia modern (Homo sapiens)
2. Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu
3. Keadaan alam masih liar dan labil
4. Bumi masih diselimuti es dan mencair pada akhir kala pleitosen
5. Daratan di bumi mulai terpecah karena es mencair
6. Manusia purba sudah punah.
Zaman kuarter sendiri juga terbagi menjadi zaman pleistocen dan zaman
Holocen (Holosin)
a) Kala Pleitosen (Dilivium)
Kala Pleitosen berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Kala
Pleitosen menjadi sangat penting karena pada masa ini mulai muncul
manusia purba. Keadaan alam pada masa ini masih liar dan labil karena
silih bergantinya dua zaman, yaitu Zaman Glasial dan Zaman Interglasial.
Zaman Glasial adalah zaman meluasnya lapisan es di Kutub Utara
sehingga Eropa dan Amerika bagian utara tertutup es. Sedangkan daerah
yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat selama bertahun-tahun.
Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya permukaan bumi
diberbagai tempat. Karena adanya pergeseran bumi dan kerja gunung-
gunung berapi, banyak hutan, termasuk Indonesia menjadi kering,
akibatnya muncul Paparan Sunda (Sunda Plat) dan Paparan Sahul (Sahul
Plat). Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Malaysia barat bergabung dengan
Filipina dan Formossa, Taiwan dan kemudian ke benua Asia. Begitu pula
Sulawesi melalui Minahasa, Pulau Sangir terus ke Filipina. Antara Jawa
Timur dengan Sulawesi Selatan berhubungan melalui Nusa Tenggara.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 22
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
Zaman Interglasial adalah zaman diantara dua zaman es.
Temperatur naik hingga lapisan es di kutub utara mencair, akibatnya
permukaan air laut naik dan terjadi berbagai banjir besar di berbagai
tempat. Hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah oleh laut dan selat.
Pada kala Pleistosen ini hanya hewan berbulu tebal saja yang
mampu bertahan hidup. Salah satunya adalah Mammouth (gajah berbulu
tebal).
Sumber: https://www.mongabay.co.id/
Gambar Mammouth
Sedangkan hewan berbulu tipis pindah ke daerah tropis.
Perpindahan binatang dari Asia Daratan ke Jawa, Sulawesi dan Filipina
ada yang melalui Malaysia (Jalan Barat), ada pula yang melalui Formosa,
Filipina, ke Kalimantan , Jawa dan Sulawesi (jalan timur). Garis Wallace
adalah garis antara selat makassar dan lombok yang merupakan batas
antara dua jalan penyeberangan binatang tersebut.
Selain itu juga, terjadi perpindahan manusia purba dari Asia ke
Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil Sinanthropus
pekinensis dalam jumlah besar di Peking (China) yang sejenis dengan
Pitecanthropus erectus dari Trinil, Ngawi, (Jawa Timur). Bukit lainnya
adalah ditemukannya alat-alat pacitan di China, Burma (Myanmar) dan
Malaysia. Sedangkan Homo wajakensis yang merupakan nenek moyang
bangsa Austrolid pada masa Pleitosen Tengah dan Pleitosen Atas
menyebar dari Asia ke selatan. Sebagian besar dari mereka sampai ke
Benua Australia dan menurunkan penduduk asli Australia yaitu suku
Aborigin.
b) Kala Holosen (Olivium)
Pada awal kala Holosen, sebagian besar es di kutub utara sudah
lenyap, sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di
daerah Paparan Sunda dan Paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut
transgresi. Dengan demikian muncullah pulau-pulau di nusantara.
Manusia purba lenyap, kemudian muncul manusia cerdas (Homo
sapiens) seperti manusia sekarang.
C. Rangkuman
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 23
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
Berdasarkan uraian materi di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Zaman pembentukan bumi terbagi kedalam empat tahap, yaitu zaman arkaekum,
zaman paleozoikum, zaman mesozoikum dan zaman neozoikum.
2. Zaman arkaekum merupakan zaman tertua dan belum terdapat kehidupan.
3. Zaman paleozoikum terbagi menjadi enam periode, yaitu periode kambrium,
periode ordovisium, periode silur, periode devon, periode karbon dan periode
permian
4. Zaman mesozoikum terbagi mejadi tiga periode, yaitu periode trias, periode jura
dan periode kreta
5. Zaman Neozoikum terbagi menjadi dua periode, yaitu tersier dan kuarter.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 24
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
D. Penugasan Mandiri
Setelah kalian mempelajari perkembangan kehidupan di Bumi, buatlah bagan
pembagian waktu perkembangan bumi dengan memperhatikan waktu geologi.
Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Persiapkan bahan dan alat (pensil, karton, lem, gunting, penggaris, cutter, cat
air/crayon atau spidol jika ada)
2. Buatlah desain bagan pembagian waktu perkembangan bumi berdasarkan waktu
geologi.
3. Warnailah setiap zaman atau periode dengan warna yang menarik.
4. Jika mengalami kesulitan diskusikanlah dengan teman atau guru.
5. Kumpulkan hasil kerja kalian kepada guru kalian masing-masing.
6. Selamat mengerjakan.
E. Latihan Soal
Kerjakan soal berikut secara mandiri dan percaya diri, dengan memberikan tanda
silang (X) pada jawaban yang benar.
1. Zaman tertua pada pembentuka bumi adalah zaman ….
A. Akaekum
B. Paleozoikum
C. Mesozoikum
D. Tersier
E. Kuarter
2. Perhatikan pernyataan berikut.
(1) terdapat banyak hewan reptil seperti dinosaurus
(2) berlangsung sekitar 150 juta tahun
(3) iklim bumi mulai menghangat
(4) sebagai dasar kehidupan modern
Pernyataan tersebut merupakan ciri dari zaman ….
A. Akaekum
B. Paleozoikum
C. Mesozoikum
D. Tersier
E. Kuarter
3. Mahluk bersel satu dan mikroorganisme muncul pada zaman ….
A. Akaekum
B. Paleozoikum
C. Mesozoikum
D. Tersier
E. Kuarter
4. Teori lempeng tektonik yang dikemukakan oleh Tozo Wilson ternyata lahir dari
peristiwa perkembangan bumi pada masa ….
A. Pliosen
B. Miosen
C. Oligosen
D. Eosen
E. Paleosen
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 25
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
5. Manusia purba melakukan migrasi dari Asia ke Indonesia pada kala Pleistosen,
bersamaa dengan hewan berbulu tipis yang bermigrasi ke daerah ekuator.
Penyebab utama mereka melakukan migrasi adalah ….
A. lempeng tektonik bergerak ke arah ekuator
B. meningkatnya suhu di permukaan bumi
C. mencairnya es di Kutub Utara
D. banyaknya gunung berapi yang meleus
E. naiknya permukaan bumi di berbagai wilayah
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 26
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 2
No Jawaban Pembahasan
1. A Zaman arkaekum adalah zaman tertua yang berlangsung kurang
lebih 2.500 juta tahun. Pada zaman itu bumi masih merupakan
bola gas sangat panas yang berputar pada porosnya. Sehingga
pada masa itu kehidupan di bumi belum ada.
2C Ciri-ciri zaman mesozoikum:
- Terdapat banyak hewan reptil seperti dinosaurus
- Iklim bumi mulai hangat
- Merupakan dasar dari kehidupan modern
- Berlangsung sekitar 150 juta tahun
3B Zaman ini berlangsung kurang lebih 340 juta tahun. Pada zaman
ini mulai ada tanda-tanda kehidupan seperti makhluk bersel satu
(mikroorganisme), hewan-hewan kecil yang tidak bertulang
punggung, jenis ikan, dan jenis ganggang atau rumput-rumputan.
4B Di akhir masa Moisen terjadi perubahan besar pada kulit bumi
dan lingkungan alamnya. Benua Afrika lepas dari benua Asia
sehingga muncul Laut Merah. Dareah hutan di Afrika Timur
berubah menjadi sabana.
5E Pada kala pleitosen setelah mengalami banjir di lautan kemudian
suhu meningkat menyebabkan permukaan air laut turun disertai
pengangkatan permukaan bumi. Hal ini menyebakan mudahnya
hewan dan manusia purba bermigrasi
Total skor
Nilai kalian:
(Jawaban benar / jumlah soal) x 100
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 27
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
F. Penilaian Diri
Setelah kalian mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran 2 ini, isilah penilaian
diri ini dengan jujur dan bertanggung jawab yang berisi tentang pemahaman materi
dengan memberikan tanda centang (√) pada tabel berikut.
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya mampu memahami tentang sejarah perkembangan
kehidupan di bumi
2. Saya mampu menjelaskan pembagian waktu perkembangan
kehidupan di bum
3. Saya mampu mengidetifikasi ciri-ciri setiap zaman
perkembanagn kehidupan
4. Saya mampu membedakan pembagian periode setiap
zaman perkemabangan kehidupan
5. Saya dapat membuat bagan pembagian waktu
perkembangan kehidupan
6. Saya mengerjakan tugas mandiri secara cermat dan teliti
7. Saya mengerjakan latihan soal dengan jujur
Jika kamu menjawab “Ya”, maka kamu dapat belajar lebih dengan
mempertahankannya dan dapat melanjutkan pembelajaran berikutnya dan
sebaliknya bila kamu menjawab "Tidak", maka segera lakukan pembelajaran
ulang (review).
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 28
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
ROTASI DAN REVOLUSI BUMI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini kalian diharapkan mampu menganalisis dampak
rotasi dan revolusi bumi serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari dengan teliti dan cermat.
B. Uraian Materi
Tiap hari, kita mengalami siang dan malam. Ketika matahari terbit di timur dan terus
naik hingga ke atas kepala kita, kita menyebut waktu tersebut sebagai pagi dan siang.
Kemudian, matahari mulai turun ke barat dan tenggelam, lalu digantikan dengan
langit yang penuh bintang dan dihiasi bulan. Kita menyebut waktu tersebut sebagai
sore dan malam. Tapi, apa yang menyebabkan siang dan malam? Tidak lain dan tidak
bukan, pergerakan Bumi, yang dalam hal ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu rotasi
Bumi dan revolusi Bumi. Nah, apakah rotasi dan revolusi Bumi itu? Mari kita cari
jawabannya.
1. Rotasi Bumi
Gambar 8. Rotasi Bumi
Sumber: https://www.kelaspintar.id
Rotasi Bumi adalah pergerakan Bumi pada porosnya. Artinya, Bumi selalu
berputar sambil mengelilingi Matahari. Tapi, mengapa kita tidak merasakannya
ya? Karena sejak kita lahir, Bumi sudah berotasi dan kita sudah terbiasa. Sama
seperti halnya ketika kita naik mobil. Kita tidak merasa bahwa isi mobil, seperti
jok mobil atau pengemudinya bergerak. Dari dalam mobil, justru kita melihat
seakan-akan objek-objek di luarlah yang bergerak. Rotasi Bumi pun mirip dengan
itu, hanya saja pergerakan Bumi lebih stabil. Bukti bahwa Bumi berputar adalah
waktu siang dan malam.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 29
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
Dari gambar di atas, kita bisa melihat bahwa poros bumi berada pada Kutub
Utara dan Kutub Selatan. Ketika Bumi berputar, sebagian permukaan akan terkena
matahari, sementara sebagian lainnya tidak. Wilayah yang terpapar cahaya
matahari akan mengalami siang dan wilayah yang tidak akan mengalami malam.
Akibat perputaran bumi pada porosnya (rotasi bumi) maka akan terjadi
beberapa peristiwa di bumi yaitu:
1) Terjadinya siang dan malam
Bagian bumi yang menghadap kearah matahari ketika berputar pada
porosnya akan mengalami siang, sebaliknya bagian bumi yang membelakangi
matahari akan mengalami malam, dan hal ini terjadi secara bergantian yaitu
panjang waktu siang dan malam rata-rata 12 jam. Perbedaan waktu siang dan
malam akan menjadi lebih besar pada tempat-tempat yang jauh dari
khatulistiwa.
2) Terjadinya perbedaan waktu diberbagai tempat di muka bumi
Orang-orang yang berada disebelah timur akan mengalami matahari terbit
dan terbenam lebih dahulu. Hal ini dikarenakan bumi berputar dari arah barat
ke timur. Daerah yang berada pada sudut 15 derajat lebih ke timur akan
melihat matahari terbit lebih dahulu selama 1 jam, maka jika di Nusa Tenggara
Barat matahari telah terbit, maka kita di Jakarta baru melihat matahari terbit
satun jam setelahnya. Atau jika di Nusa Tenggara Barat pukul 06.00 WITA,
maka di Jakarta baru pukul 05.00 WIB.
3) Gerak semu harian bintang
Akibat rotasi bumi maka kita yang ada di bumi melihat seolah-olah
mataharilah yang bergerak berputar dari timur kebarat mengelilingi bumi.
Padahal yang terjadi sebenarnya adalah matahari tidak bergerak, tetapi
bumilah bergerak berputar mengelilingi matahari dari barat ke timur .Gerak
yang tidak sebenarnya ini dinamakan gerak semu harian bintang. Disebut gerak
semu harian karena kita dapat mengamatinya setiap hari atau setiap saat.
4) Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi
Dampak selanjutnya dari rotasi Bumi adalah perbedaan dalam percepatan
gravitasi bumi. Rotasi bumi menghasilkan gerakan yang tidak teratur pada
logam cair di dalam inti bumi. Kondisi ini mengakibatkan massa bumi tidak
terdistribusi secara merata dan mengakibatkan percepatan gravitasi berbeda
nilainya di berbagai tempat di belahan bumi. Hal ini kemudian juga berdampak
pada bentuk Bumi yang tidak menjadi bulat sempurna, tetapi mengembang di
tengah dan mampat di kutub.
5) Perubahan arah angin
Perubahan arah angin juga merupakan dampak dari rotasi Bumi. Angin
bergerak menuju area dengan tekanan minimal. Ini menyebabkan perubahan
arah angin sebagai efek dari gaya Coriolis di angin. Di belahan bumi utara angin
akan berbelok ke kanan. Sebaliknya, di belahan bumi selatan angin akan
berbelok ke kiri. Efek dari gaya Coriolis ini juga berdampak pada beberapa hal
lain di bumi seperti perubahan arah aliran laut.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 30
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
2. Revolusi Bumi
Gambar 9. Revolusi Bumi
Sumber: https://www.silabus.web.id
Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi
memerlukan waktu 365,25 hari atau 1 tahun. Arah revolusi bumi berlawanan arah
dengan perputaran jarum jam. Revolusi Bumi adalah gerak Bumi pada orbitnya
mengelilingi Matahari. Bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari disebut ekliptika.
Selama mengitari Matahari, poros Bumi selalu miring 23,5O terhadap garis yang
tegak lurus ekliptika. Orbit planet-planet lain tidak sebidang dengan ekliptika. Sudut
antara bidang orbit planet lain dengan ekliptika disebut inklinasi. Dilihat dari
matahari sebagai kerangka acuan, bumi melakukan suatu revolusi dlam 365,256
hari, dalam sebuah orbit elips yang mendekati lingkaran.
Tiap planet memiliki bidang orbit sendiri-sendiri, sudut yang dibentuk oleh
bidang ekliptika dengan bidang orbit planet tertentu disebut sudut inklinasi. Waktu
yang diperlukan oleh bumi untuk sekali mengelilingi matahari adalah 365 hari 5
jam 48 menit 46 detik atau satu tahun. Bumi berevolusi dalam arah negatif
(berlawanan arah jarum jam), artinya jika kita berada dalam pesawat antariksa
tepat di atas kutub utara maka kita akan melihat Bumi mengitari Matahari dalam
arah yang berlawanan arah jarum jam.
Gerak revolusi Bumi ini pun mengakibatkan beberapa peristiwa yang dapat
dirasakan oleh para penghuni planet ini. Akibat revolusi bumi adalah:
1) Gerak Semu Tahunan Matahari
Matahari yang terbit setiap pagi tidak selalu muncul ditempat yang sama,
tetapi bergesar sedikit demi sedikit mulai dari atas katulistiwa sampai garis
balik utara dan garis balik selatan. Pergeseran titik terbit matahari mengikuti
garis edar matahari, yaitu mulai dari katulistiwa ke garis balik utara kemudian
ke garis balik selatan dan kembali lagi ke katulistiwa. Pergeseran ini berlang
sung selama satu tahun. Gambar matahari terbit diambil dari tempat yang sama
berturutturut dari kiri ke kanan pada tanggal 10, 11 dan 12 Februari 1970.
Pada gambar terlihat jelas titik terbit matahari bergeser ke kiri.
Matahari tidak setiap saat berada di khatulistiwa. Perhatikan gambar
berikut.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 31
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
Gambar 10. Gerak Semu Matahari
Sumber: https://www.silabus.web.id
Pada gambar gerak semu matahari diatas ditunjukkan bahwa pada tanggal
21 Maret,matahari berada di khatulistiwa untuk waktu tiga bulan (21 Maret–
21 Juni), matahari mulai bergeser dari khatulistiwa menuju ke GBU (Garis Balik
Utara = garis 23,5o LU). Tiga bulan berikutnya (21 Juni–23 September) matahari
bergeser lagi dari GBU menuju ke khatulistiwa. Tiga bulan berikutnya lagi (23
September–22 Desember) matahari bergeser lagi dari khatulistiwa menuju ke
Garis Balik Selatan (garis 23,5o LS). Akhirnya, tiga bulan berikutnya (22
Desember–21 Maret) matahari bergeser lagi dari GBS menuju kembali ke
khatulistiwa.
Gerak semu ini berupa pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi
utara (22 Desember-21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi
utara ke belahan bumi selatan (21 Juni-21 Desember). Disebut gerak semu
karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu diakibatkan oleh
terjadinya revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.
2) Perubahan Musim
Pergantian musim Selain mengakibatkan perbedaan lamanya siang dan
malam, pergeseran garis edar matahari juga mengakibatkan perubahan musim.
Didaerah tropis secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 musim, yaitu
musim kemarau yang kering dan musim penghujan yang basah. Sedang
didaerah sub tropis dapat dibedakan menjadi 4 musim, yaitu musim semi,
musim hujan, musim panas dan musim gugur. Musim-musim baik di daerah
tropis maupun sub tropis berulang dalam satu tahun.
Belahan bumi utara dan selatan mengalami 4 musim, yaitu musim semi
(spring), musim panas (summer), musim gugur (autumn), dan musim dingin
(winter). Setiap tanggal 21 Maret, belahan bumi utara dan selatan mendapatkan
penyinaran matahari dalam jumlah yang sebanding. Matahari tampak mulai
bergerak ke utara. Daerah di belahan bumi utara mulai mendapatkan
penyinaran matahari lebih banyak. Pada saat ini daerah di belahan bumi utara
mulai memasuki musi semi. Sebaliknya, daerah di belahan bumi selatan mulai
menerima penyinaran matahari yang makin sedikit. Saat ini daerah terebut
memasuki musim gugur. Musim ini berlangsung hingga tanggal 21 Juni.
Pada tanggal 21 Juli, matahari mulai berada di kedudukan paling utara dan
mulai bergerak ke bagian selatan. Belahan bumi utara mulai memperoleh
penyinaran matahari yang makin berkurang. Pada saat ini bagian bumi utara
mulai memasuki musim panas. Sebaliknya, daerah di belahan bumi selatan
mulai menerima penyinaran matahari yang bertambah. Saat ini daerah tersebut
mulai memasuki musim dingin. Musim dingin ini berlangsung hingga tanggal
23 September.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 32
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
Pada tanggal 23 September matahari kembali mencapai khatulistiwa dan
mulai bergerak ke belahan selatan. Sinar matahari di bagian bumi utara terus
berkurang dan di belahan bumi selatan semakin bertambah. Saat tersebut
bagian bumi utara memasuki musim gugur. Sebaliknya, bagian bumi selatan
mengalami musim semi. Musim ini berlangsung hingga tanggal 22 Desember.
Pada tanggal 22 Desember matahari berada pada kedudukan paling
selatan dan sekarang mulai bergerak ke utara. Daerah di bagian bumi utara
mulai memperoleh penyinaran matahari yang bertambah. Sebaliknya, daerah di
bagian bumi selatan mulai mendapatkan penyinaran matahari yang berkurang.
Saat ini bagian bumi utara memasuki musim dingin dan bagian bumi selatan
memasuki musim panas. Musim ini berlangsung hingga tanggal 21 Maret tahun
berikutnya
3) Perbedaan lama siang dan malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap
bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang
setiap tahunnya.
a. Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
- Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi
matahari.
- Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada
belahan bumi selatan.
- Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi
selatan.
- Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada
daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
- Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
- Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini
pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.
b. Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
- Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara
lebih menjauhi matahari.
- Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada
belahan bumi utara.
- Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi
utara.
- Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada
daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
- Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
- Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada
tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat
matahari bergeser 23,5o ke selatan.
c. Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
- Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
- Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari
sama banyaknya.
- Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
- Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 33
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
4) Perubahan kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi
membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi
sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan, karena letak bintang-
bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak
berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini,
Scorpio, Leo, dan lain-lain
Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat
bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di
sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada
di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang
nampak dari bumi selalu berubah
Gambar 10. Rasi Bintang
Sumber: https://www.silabus.web.id
Ada bulan-bulan dimana saat itu di langit terlihat rasi bintang waluku,
pada bulan selanjutnya terlihat rasi bintang scorpio, dan begitu seterusnya
terjadi perubahan. Perbedaan ini diakibatkan oleh posisi kita sebagai pengamat
di bumi berubah akibat adanya gerakan revolusi bumi ini.
Terjadinya paralaks bintang Paralaks merupakan gerakan atau
pergeseran suatu benda jauh ketika dilihat dari dua atau lebih tempat yang
berjauhan.
5) Penentuan Kalender Masehi
Akibat revolusi bumilainnya adalah mempengaruhi penetapan kelender
masehi. Berdasarkan pembagian bujur, yaitu bujur barat dan timur, maka batas
penanggalan internasional ialah bujur 180 derajat, akibatnya apabila di belahan
timur bujur 180 derajat tanggal 14 maka di belahan barat bujur 180 derajat
masih tanggal 13, seolah-olah melompat satu hari.
Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari. Untuk menampung
kelebihan ¼ hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang 1 hari
menjadi 366 hari pada setiap empat tahun.Satu hari tersebut ditambahkan
pada bulan februari.Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun
kabisat.Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih sebagai tahun kabisat
adalah tahun yang habis di bagi empat. Contohnya adalah 1984, 2000, dan lain-
lain.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 34
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
C. Rangkuman
Berdasarkan uraian materi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai
berikut.
1. Rotasi adalah perputaran bumi pada porosnya, yang mengakibatkan pergantian
siang dan malam, perbeedaan waktu di wilayah di muka bumi, gerak semu
harian bintang, dan perbedaan gravitasi di permukaan bumi
2. Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi
terjadi karean adanya gaya tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan
gaya gravitasi bumi.
3. Dampak revolusi bumi terhadap kehidupan adalah perbedaan lama siang dan
malam, pergantian musim, gerak semu tahunan matahari, penanggalan masehi
dan perubahan kenampakan rasi bintang.
D. Latihan Soal
Setelah kalian mempelajari tentang rotasi dan revolusi bumi, sekarang coba kalian
kerjakan soal berikut secara mandiri dan percaya diri
1. Apa perbedaan rotasi bumi dengan revolusi bumi?
2. Mengapa rotasi bumi dapat mengakibatkan perbedaan arah angin?
3. Salah satu dampak rotasi adalah perbedaan waktu di setiap wilayah. Jelaskan
perbedaan dan zona waktu di Indonesia!
4. Mengapa revolusi bumi mengakibatkan perbedaan musim?
5. Sebutkan 2 contoh pengaruh pergantian musim bagi kehidupan!
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 35
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 3
No Jawaban Skor
1. Rotasi dan revolusi merupakan sama-sama perputaran bumi, 4
perbedaannya adalah rotasi perputaran bumi pada poros atau sumbu
bumi sedangkan revolusi perputaran bumi mengelilingi matahari,
jangkauan waktu rotasi lebih sebentar dibandingkan jangkauan waktu
revolusi.
2 Karena sumbu bumi membentuk sudut 23,5O akhirnya menyebabkan 4
arah perputaran bumi tidak tegak lurus terhadap matahari, hal ini
berpengaruh pada gerak angin yang disebut efek coriolis dimana pada
belahan bumi selatan berlawanan dengan jarum jam sedangkan di
belahan bumi utara searah dengan jarum jam.
34
Perbedaan waktu di Indonesia
- Waktu Indonesia bagian Barat ini salah satu pembagian waktu di
Indonesia yang ada digaris 1-5 derajat bujur timur. Pemberdaaan
waktu dengan wilayah zona bagian tengah selama satu jam.
Dengan wilayah di bagian timur, perbedaan waktunya itu dua
jam
- WITA berada pada garis 120O BT. Pembagian waktu di wilayah ini
sangat berbeda dengan pulau lainnya. Jika di wilayh lain pukul
10.00 WITA, di wilayah bagian barat pukul 09.00 WIB dan
dibagian timur pukul 11.000 WIT.
- Wilayah bagian Indonesia timur itu berada di garis sepanjang 135
derajat bujur timur Perbedaan waktu memilik selisih dua jam
untuk wilayah barat, sedangkan dengan wilayah tengah
selesihnya satu jam.
4 Pada saat bumi berevolusi, sumbu bumi tidak tegak lurus terhadap 4
bidang ekliptika, tetapi condong ke 66,5°, hal ini mengakibatkan posisi
bumi terhadap matahari mengalami perbedaan. Pada 23 September
sampai dengan 21 Maretkedudukan matahari berada di belahan bumi
selatan dan kedudukan bumi posisinya lebih dekat ke matahari.
Sehingga menyebabkan di belahan bumi bagian selatan mengalami
musim panas dan siang hari lebih lama daripada malam hari.
Sedangkan, pada tanggal yang sama di belahan bumi bagian utara,
seolah-
olah berada pada posisi jauh dari matahari sehingga dengan sendiriny
a di utara mengalami musim dingin dan malam hari lebih panjang
daripada siang hari.
5 Contoh pengaruh pergantian musim: 4
1. Membantu aktivitas petani dalam menentukan masa tanam.
2. Mempengaruhi budaya berpakaian dan arsitek rumah
Total Skor 20
Nilai kalian:
(Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 36
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
E. Penilaian Diri
Setelah kalian mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran 2 ini, isilah penilaian
diri ini dengan jujur dan bertanggung jawab yang berisi tentang pemahaman materi
dengan memberikan tanda centang (√) pada tabel berikut.
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya mampu memahami tentang rotasi dan revolusi bumi
2. Saya mampu menjabarkan perbedaan rotasi dan revolusi
bumi
3. Saya mampu mengidetifikasi dampak rotasi bumi terhadap
kehidupan
4. Saya mampu mengidetifikasi dampak revolusi bumi
terhadap kehidupan
5. Saya dapat memberi contoh pengaruh rotasi dan revolusi
terhadap aktivitas masyarakat
6. Saya mengerjakan tugas mandiri secara cermat dan teliti
7. Saya mengerjakan latihan soal dengan jujur
Jika kamu menjawab “Ya”, maka kamu dapat belajar lebih dengan
mempertahankannya dan dapat melanjutkan pembelajaran berikutnya dan
sebaliknya bila kamu menjawab "Tidak", maka segera lakukan pembelajaran
ulang (review).
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 37
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
EVALUASI
Pilihlah satu jawaban yang tepat.
1. Menurut Big Bang Theory alam semesta berawal dari ….
A. tabrakan bintang kembar
B. gerakan berputar kabut asap
C. pasang surut tubuh Matahari
D. ledakan dahsyat masa karena reaksi inti
E. gerakan bintang yang memadat dan mengembang
2. Tata surya berawal dari sebuah bintang yang lebih besar dari Matahari,
pergerakannya bersimpangan dengan matahari dan menimbulkan tonjolan hingga
pecah menjadi butir-butir tetesan kecil yang dikenal dengan planet. Pernyataan ini
diungkapkan dalam teori ….
A. planetasimal
B. nebula
C. pasang surut
D. bintang kembar
E. protoplanet
3. Lempeng-lempeng tektonik selalu bergerak akrean pengaruh arus konveksi yang
terjadi dalam lapisan astenosfer. Teori ini dikemukakan oleh ….
A. Tozo Wilson
B. Robert Diesz
C. Eduard Zuess
D. Alfred Wegener
E. Harry H. Hess
4. Proses pendinginan mengakibatkan bumi susut dan mengkerut sehingga membentuk
relief pegunungan. Pernyataan ini terdapat dalam teori ….
A. pergeseran benua
B. Laurasia-Gondwana
C. kontraksi
D. lempeng tetonik
E. konveksi
5. Perhatikan fenomena berikut.
(1) terjadinya siang dan malam;
(2) terjadinya pergantian musim;
(3) gerak semu harian benda langit;
(4) perubahan semu tahunan matahari;
(5) perbedaan daerah waktu dunia.
Fenomena yang menunjukkan dampak terjadinya rotasi adalah nomor....
A. (1), (2), dan (3)
B. (1), (3), dan (5)
C. (1), (3), dan (4)
D. (2), (4), dan (5)
E. (3), (4), dan (5)
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 38
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
6. Perhatikan gambar berikut.
Sumber: https://www.ilmugeografi.com
Berdasarkan gambar, ketika bumi berada pada posisi IV, maka negara yang
mengalami musim semi adalah ….
A. Australia
B. Meksiko
C. Inggris
D. Malaysia
E. Afrika Selatan
7. Vertebrata pertama kali muncul pada era ….
A. prakambrium
B. kambrium
C. paleozoikum
D. mesozoikum
E. neozoikum
8. Perhatikan gambar berikut.
Sumber : https://geograpik.blogspot.com
Fenomena yang ditimbulkan dari gerak lempeng tektonik seperti pada gambar
adalah….
A. munculnya mid oceanic ridge
B. munculnya deretan gunung api
C. melebarnya dasar samudera
D. munculnya lava bantal
E. terdapat patahan
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 39
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
9. Superbenua atau Pangea ditemukan pada zaman ….
A. prakambrium
B. kambrium
C. paleozoikum
D. mesozoikum
E. neozoikum
10. Dinosaurus ada pada periode ….
A. kambrium
B. devon
C. trias
D. jura
E. kreta
11. Zona tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng samudera disebut zona ….
A. obduksi
B. transform
C. subduksi
D. kolisi
E. divergen
12. terbentuknya Pegunungan Himalaya merupakan salah satu bukti gerakan lempen
yang disebut…..
A. divergen
B. konvergen
C. transform
D. subduksi
E. obduksi
13. Waktu yang dibutuhkan untuk bumi melakukan satu kali rotasi adalah ….
A. 23 jam 56 menit
B. 23 jam 54 menit
C. 23 jam 52 menit
D. 23 jam 50 menit
E. 24 jam 00 menit
14. Berikut ini adalah benua yang dahulunya termasuk ke dalam benua Gondwana
adalah….
A. Australia
B. Artik
C. Greenland
D. Amerika Utara
E. Eropa
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 40
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
15. Perhatikan pernyataan berikut.
(1) kesamaan garis pantai;
(2) terbentuk palung laut;
(3) terbentuk punggung tengah samudera;
(4) kesamaan struktur batuan;
(5) aktivitas vulkanisme.
Fakta yang menunjukkan teori lempeng tektonik adalah ….
A. (1), (2), dan (3)
B. (1), (2), dan (4)
C. (1), (4), dan (5)
D. (2), (4), dan (5)
E. (3), (4), dan (5)
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 41
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
No Jawaban
1. D
2C
3A
4C
5B
6C
7D
8B
9C
10 C
11 C
12 B
13 A
14 A
15 D
Nilai kalian:
(jawaban benar / jumlah soal) x 100
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 42
Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4
DAFTAR PUSTAKA
Shindu P, Yashinto. 2016. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Somantri Lili dan Nurul Huda. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kratif Belajar Geografi 1 untuk
SMA/MA Kelas X. Bnadung: Grafindo Media Pratama
Wardiyatmoko. 2014. Geografi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Erlangga
https://id.pinterest.com/pin/405042560223800957/?nic_v2=1a5NmRq0v
https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/rotasi-dan-revolusi-bumi-bagaimana-cara-
kerjanya-2536/
https://ilmubatugeologi.blogspot.com/2015/04/apa-pengertian-dari-divergen-
konvergen.html
https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/rotasi-dan-revolusi-bumi-bagaimana-cara-
kerjanya-2536/
https://www.silabus.web.id/revolusi-bumi/
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 43
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Disain Sampul telah disiapkan
tinggal dicopy dari link
https://drive.google.com/drive/folders/1DJkfQ0OogOXQ
AWQK7AkdROUXGnxT_ju8?usp=sharing
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN i
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
DINAMIKA LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP
KEHIDUPAN
GEOGRAFI KELAS X
PENYUSUN
AGUS PRATOMO, S.Pd
SMA NEGERI 1 GONDANG TULUNGAGUNG
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN i
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
DAFTAR ISI
PENYUSUN ......................................................................................................................................................... i
DAFTAR ISI .......................................................................................................................................................ii
GLOSARIUM .....................................................................................................................................................iv
PETA KONSEP..................................................................................................................................................v
PENDAHULUAN .............................................................................................................................................. 1
A. Identitas Modul..............................................................................................................1
B. Kompetensi Dasar..........................................................................................................1
C. Deskripsi Singkat Materi ...............................................................................................1
D. Petunjuk Penggunaan Modul .........................................................................................2
E. Materi Pembelajaran ......................................................................................................2
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ................................................................................................................3
KARAKTERISTIK LAPISAN-LAPISAN BUMI......................................................................................3
A. Tujuan Pembelajaran .....................................................................................................3
B. Uraian Materi.................................................................................................................3
C. Rangkuman ....................................................................................................................9
D. Penugasan Mandiri ......................................................................................................10
E. Latihan Soal .................................................................................................................10
F. Penilaian Diri ...............................................................................................................12
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 .............................................................................................................13
TENAGA GEOLOGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN..................................13
A. Tujuan Pembelajaran ...................................................................................................13
B. Uraian Materi...............................................................................................................13
C. Rangkuman ..................................................................................................................33
D. Penugasan Mandiri ......................................................................................................33
E. Soal Latihan .................................................................................................................34
F. Penilaian Diri ...............................................................................................................36
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 .............................................................................................................37
DINAMIKA PEDOSFER..............................................................................................................................37
A. Tujuan Pembelajaran ...................................................................................................37
B. Uraian Materi...............................................................................................................37
C. Rangkuman ..................................................................................................................43
D. Latihan Soal .................................................................................................................44
E. Penilaian Diri ...............................................................................................................46
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN ii
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
EVALUASI .......................................................................................................................................................47
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................................................50
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN iii
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
GLOSARIUM
Barisfer = lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun dari
lapisan nife (niccolum = nikel dan ferrum = besi). Jarijari ±3.470
Diatrema km dan batas luarnya kurang lebih 2.900 km di bawah
Epirogenitik permukaan bumi.
Hiposentrum = lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunungapi
Igneous Rocks
Litosfer yang bentuknya seperti silinder memanjang
Masswasting = gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang relatif lambat
Metamorphic Rock
dan berlangsung dalam waktu yang lama, serta meliputi daerah
Orogenetik yang luas.
= Titik di bawah tanah, tepat di tempat bebatuan berguncang dan
Sedimentary rock menyebabkan gempa bumi.
= Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar
Seisme yang membeku dan menjadi padat.
Tektonisme = lapisan batuan/kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang
Vulkanisme bulat dengan ketebalan kurang lebih 1.200 km.
= pemindahan massa batuan atau tanah karena gaya berat.
Masswasting dinamakan pula gerakan tanah.
= batuan yang berasal dari batuan induk, dapat berupa batuan
beku, batuan sedimen, ataupun metamorf yang mengalami
proses metamorfosa.
= gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang relatif cepat dan
berlangsung dalam waktu yang singkat dibanding gerak
epirogenitik, serta meliputi daerah yang sempit.
= Batuan sedimen berasal dan pelapukan atau pengikisan batuan
beku, oleh gaya eksogen seperti aktivitas angin sinar matahari,
tumbuhan dan manusia.
= getaran yang terjadi di permukaan bumi, biasanya disebabkan
oleh pergerakan lempeng bumi (kerak bumi).
= tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak
atau perubahan bentuk kulit bumi.
= semua peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya magma ke
permukaan bumi.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN iv
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
PETA KONSEP
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN v
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
PENDAHULUAN
A. Identitas Modul : Geografi
: X (sepuluh)
Mata Pelajaran : 3 X 3JP
Kelas : Dinamika Litosfer dan Dampaknya Terhadap
Alokasi Waktu Kehidupan
Judul Modul
B. Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
4. 5 Menyajikan proses dinamika litosfer menggunakan peta, gambar, video, tabel,
grafik, atau bagan
C. Deskripsi Singkat Materi
Para Siswa yang hebat.
Bagaimana kabar Kalian saat ini? Semoga Kalian tetap dalam keadaan yang sehat
dan siap menerima materi belajar.
Para Siswa, dalam kehidupan sehari-hari, acap kali kita menjumpai berbagai
fenomena litosfer. Permukaan bumi kita ini selalu mengalami perubahan, fenomena
yang kita jumpai misalnya tanah longsor, lipatan, patahan, gempa bumi, gunung
meletus, lahar, lava, kerikil, debu dan material lain yang dikeluarkan oleh erupsi
gunung api. Gempa bumi sering melanda wilayah Indonesia. Disamping itu banyak
kita jumpai berbagai jenis batuan, bahkan jenis batuan itu sangat besar manfaatnya
bagi kehidupan.
Mungkin kita sering menanyakan, mengapa bumi kita selalu mengalami perubahan?
Mengapa terjadi gerakan-gerakan bumi, seperti gunung meletus dan gempa bumi?
Mengapa tanah di Indonesia bervariasi tingkat kesuburannya? Apa penyebab
berbagai macam fenomena itu terjadi ? Apa dampak yang ditimbulkan? Nah,
barangkali setelah mempelajari modul ini dengan sungguh-sungguh, semua
pertanyaan di atas bisa Kalian jawab.
Modul Kita ini membahas Dinamika Litosfer. Di dalamnya terdiri dari tiga kegiatan
belajar yang menguraiakan ; Kharakteristik Lapisan-lapisan Bumi, Tenaga Endogen
- tenaga eksogen dan pengaruhnya terhadap kehidupan, serta Dinamika perubahan
tanah yang meliputi Pembentukan, persebaran, pemanfaatan, dan konservasitanah.
Modul ini juga dilengkapi dengan deskripsi tugas yang harus Kalian kerjakan, Soal-
soal latihan untuk memperkuat pemahaman, Penilaian Diri yang bisa Kalian
gunakan sebagai bahan mengevaluasi diri dan membiasakan kejujuran, serta
evaluasi yang bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana Kalian menguasai
materi belajar dalam modul ini. Oleh karena itu pelajari Modul ini dengan
kesungguhan hati dan motivasi yang tinggi, agar tujuan pembelajaran berhasil
Kalian dapatkan dengan baik.
Selamat Belajar!
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 1
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
D. Petunjuk Penggunaan Modul
Agar modul ini dapat digunakan secara maksimal maka kalian diharapkan
melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1. Pelajarilah dan pahami peta konsep yang disajikan dalam modul.
2. Pelajarilah dan pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
3. Pelajarilah uraian materi secara sistematis dan mendalam pada setiap kegiatan
pembelajaran.
4. Kerjakan soal-soal latihan di setiap akhir kegiatan pembelajaran untuk
mengetahui tingkat penguasaan materi.
5. Diskusikan secara kelompok dan atau dengan guru jika mengalami kesulitan
dalam pemahaman materi.
6. Lanjutkan pada modul berikutnya jika sudah mencapai ketuntasan minimal
yakni setelah mendapatkan nilai 75
7. Untuk mengetahui ketuntasan belajar, hutunglah tingkat penguasaan materi
dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Nilai x 100
Kriteria tingkat penguasaan materi :
1. 90 % - 100% = Baik Sekali
2. 80 % - 89% = Baik
3. 75 % - 79 % = Cukup
4. Di bawah 75 % = Kurang
5.
E. Materi Pembelajaran
Modul ini terbagi menjadi 3 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat
uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi.
Pertama : Karakteristik Lapisan-Lapisan Bumi
Kedua : Tenaga Geologi dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan
Ketiga : Dinamika Pedosfer
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 2
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
KARAKTERISTIK LAPISAN-LAPISAN BUMI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat menganalisis
karakteristik lapisan-lapisan bumi dan dinamika batuan dan tanah.
B. Uraian Materi
1. Struktur Lapisan Kulit Bumi dan Batuan Penyusunnya
a. Pengertian Litosfer
Para siswa, Lapisan kulit bumi atau kerak bumi sering disebut litosfer. Litosfer
ini berasal dari kata litos artinya batu, sfer = sphaira artinya bulatan/lapisan. Litosfer
merupakan lapisan batuan/kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang bulat
dengan ketebalan kurang lebih 1.200 km. Jadi litosfer adalah lapisan bumi paling luar
yang paling luas dan paling tipis, karena itulah lapisan ini sering dinamakan dengan
kerak bumi. Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan
lebih tebal dari bagian samudra. Untuk memahami lapisan-lapisan bumi, coba amati
Gambar berikut!
Gambar 1. Lapisan-lapisan Bumi
Sumber: https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/lithosphere/
(diakses 25 Oktober 2020)
Setelah mengamati gambar di atas Kalian bisa menentukan ada berapakah
lapisan itu? Ya benar! Secara keseluruhan, tubuh bumi terdiri dari tiga bagian
utama, yaitu litosfer, mantel dan inti (barisfer).
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 3
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Menurut ahli geologi, Suees dan Wiechert struktur lapisan bumi struktur bumi
dibagi sebagai berikut:
1) Kerak bumi (Earth’s crust : The Upper Sell), merupakan lapisan bumi yang paling
atas, mempunyai tebal 30 km sampai 40 km pada daratan, dan pada pegunungan
ketebalannya bisa mencapai 70 km. Berat jenis rata-rata 2,7 yang terdiri dari
unsur-unsur dominan berupa oksigen, silisium dan aluminium, sehingga
dinamakan lapisan sial. Kerak bumi dan selubung bumi bagian atas, disebut
lithosfer.
2) Selubung bumi atau mantel, ketebalannya sampai kedalaman 1.200 km dari
permukaan bumi. Berat jenis lapisan ini antara 3,4 sampai 4. Unsur-unsur yang
dominan pada selubung bumi adalah oksigen, silisium dan magnesium sehingga
dinamakan sima.
3) Lapisan antara (intermediate shell) atau mantel bumi atau chalkosfera yang
merupakan sisi oksida dan sulfida dengan ketebalan 1.700 km dan berat jenis
6,4. Lapisan ini terbagi 2 yaitu lapisan yang terletak pada kedalaman antara
1.200 km sampai 1.250 km dinamakan Crofesima, berat jenis antara 4 sampai 5
terdiri dari unsur-unsur dominan oksigen, ferrum, silisium, magnesium, dan
sedikit chromium. Lapisan antara kedalaman 1.250 km sampai 2.900 km
dinamakan Nifesima, berat jenis antara 5 sampai 6, unsur yang penting
(dominan) adalah Nikel.
4) Inti Bumi (The earth’s core) atau Barysfera. Lapisan ini diperkirakan mencapai
kedalaman 5.500 km, banyak mengandung besi dan nikel sehingga disebut Nife,
berat jenisnya antara 6 samapi 12 dengan rata-rata 9,6. Ketebalan inti bumi
mempunyai jari-jari kurang lebih 3.500 km.
Holmes melakukan pembagian litosfer (kerak bumi) seperti berikut:
1) Bagian atas yang mempunyai tebal 15 km dengan berat jenis kurang lebih 2,7
dan mempunyai tipe magma granit.
2) Bagian tengah yang mempunyai tebal 25 km dengan berat jenis 3,5 dan
mempunyai tipe magma basalt.
3) Bagian bawah yang mempunyai tebal 20 km dengan berat jenis 3,5 dan
mempunyai tipe magma peridotit dan magma eklogit.
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa litosfer
merupakan lapisan yang paling atas dari tubuh bumi, lapisan ini secara umum
terbagi menjadi dua, yaitu;
a) Lapisan sial (silisium alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yangtersusun atas
logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3.
b) Lapisan sima(silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh
logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO,
mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung
besi dan magnesiumyaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt.
b. Batuan
Batuan adalah bahan alamiah yang menyusun bumi. Sebagian besar batuan
tersusun secara fisik dari campuran mineral. Beberapa batuan tersusun dari sejenis
mineral saja, beberapa yang lain dibentuk oleh gabungan berbagai mineral.
Batu-batuan kulit bumi dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu: batuan beku
(igneous rocks), batuan sedimen (sedimentary rocks), dan batuan
metamorfosa/malihan (metamorphic rocks). Batuan-batuan tersebut berbeda-beda
materi penyusunnya dan proses terbentuknya.
1) Batuan Beku (igneus rocks)
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku
menjadi padat. Contoh batuan beku berdasarkan tempat terbentuknya magma,
batuan beku dibagi atas 3 macam :
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 4
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
a) Batuan Beku Dalam (Plutonik)
Terjadi di dalam magma, dengan penurunan suhu secara perlahan.
Penurunan suhu secara perlahan tersebut menyebabkan proses kristalisasi
terjadi dengan sempurna. Batuan ini terbentuk ketika magma masih berada
pada bagian kerak bumi yang dalam. Bantuan beku ini disebut juga sebagai
plutonik atau batuan abisik. Batuan ini mempunyai struktur holokristalin,
artinya batuan tersebut seluruhnya terdiri dari kristal-kristal. Pembentukan
kristal membutuhkan waktu yang lama dan kondisi tertentu. Batuan beku
plutonik berstruktur fanerik, artinya mineral-mineral penyusunnya dapat
dilihat mata secara langsung tanpa menggunakan alat. Contoh batuannya batu
granit, diorite,gabro, peridotit.
b) Batuan Beku korok/gang/celah (Hypabisal)
Batuan ini terbentuk dalam celah-celah atau rekanan-rekanan kerak bumi.
Batuan beku korok/gang memilik struktur beragam tergantung dari
penurunan suhunya. Batuan yang dekat dengan dapur magma mempunyai
struktur holokristalin, sedangkan yang lebih dekat dengan permukaan bumi
mempunyai struktur porfir, yang memperlihatkan adanya butiran (kristal)
yang tidak seragam (inequigranular) terdiri atas butiran yang besar (fenokris)
dan masa dasar (groundmass) atau matriks (matrix) yang lebih halus. Contoh
batuannya adalah Ryolit porfir, Andesit porfir dan Basalt porfir.
c) Batuan Beku Luar/lelehan (Vulkanik)
Batuan ini terbentuk dari pembekuan magma di permukaan bumi. Proses
pembekuan terjadi di permukaan bumi sehingga prosesnya cepat. Proses ini
menyebabkan sebagian besar mineralnya tidak memiliki waktu untuk
membentuk kristal dan bersifat amorf. Batuan yang memiliki sifat amorf,
susunan atom atau partikelnya tersusun secara acak dan tidak teratur, seperti
susunan atom kaca, karet dan plastik. Contoh batuan beku luar adalah: batu
apung (pumice), scoria, piroklastik, obsidian, ryolit, andesit dan basalt.
2) Batuan sedimen (Sedimentary rock )
Batuan sedimen ialah batuan yang terbentuk dari endapan hasil dari proses
pelarutan atau pengikisan batuan yang sudah ada sebelumnya, baik berasal dari
batuan beku, batuan metamorf, atau batuan sedimen . Ciri utama batuan
sedimen adalah berlapis-lapis.
Berdasarkan proses pembentukannya, batuan sedimen dapat dikelompokkan
menjadi, sebagai berikut:
a) Batuan sedimen klastik
Batuan asal mengalami penghancuran secara mekanik dari ukuiran besar
menjadi ukuran kecil, dan megalami transportasi kemudian mengendap
membentuk batuan sedimen klastik. Contoh : batupasir, konglomerat dan
breksi.
b) Batuan sedimen kimiawi
Batuan sedimen pada pengendapannya terjadi pengendapan proses kimiawi,
seperti penguapan, pelarutan, dan dehidrasi. Contoh : Batu gamping
(limestone, dolostone, rijang (chert) batuan evaporit
c) Batuan sedimen organik
Batuan sedimen organik terjadi karena selama proses pengendapannya
mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa rumah atau bangkai binatang di
dasar laut. Contoh : batuan fosfat, Coal (batu bara) dan koral.
3) Batuan malihan (Metamorphic Rock)
Batuan metamorf adalah batuan yang berasal dari batuan induk, dapat berupa
batuan beku, batuan sedimen, ataupun metamorf yang mengalami proses
metamorfosa. Dari beberapa penulis di dalam beberapa bukunya pembagian
jenis metamorfosa ini berbeda satu sama lain. Secara garis besar pembagian
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 5
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
metamorfosa tersebut dilihat dari ruang lingkup daerah terjadinya, Bucher dan
Frey (1994) membagi menjadi 2 jenis, yaitu :
(1) Metamorfosa lokal
Pengertian lokal disini adalah berhubungan dengan luas daerah dimana
proses metamorfosa tersebut terjadi. Luasnya hanya sampai beberapa
meter persegi. Metamorfosa yang disebut sebagai metamorfosa lokal ini
antara lain :
(a) Metamorfosa thermal (kontak)
Metamorfosa kontak adalah rekristalisasi batuan di sekitar batuan beku
intrusi maupun ekstrusi. Zona metamorfosa kontak disebut contact
aureole. Tipe khas dari batuan metamorfosa kontak ini adalah batuan
metamorfosa “non-schistose” yang disebut dengan hornfels. Kadang-
kadang dapat juga ditemui batuan yang “schistose”. Kenaikan
temperatur karena konduksi panas pada daerah-daerah tertentu dan
juga karena permeasi dari aquaous fluida yang berasal dari tubuh
batuan beku.
(b) Metamorfosa dinamik
Metamorfosa ini terjadi karena perbedaan tekanan yang tinggi pada
daerah yang mengalami deformasi intensif (tensional foulting). Proses
yang terjadi murni karena gaya mekanis. Batuan yang dihasilkan adalah
fault breccia, fault gauge, atau milonit.
(c) Pirometamorfosa
Metamorfosa yang juga disebut metamorfosa optalik, atau kaustik.
Faktor penyebab pada metamorfosa ini hanya panas dengan temperatur
yang ekstrim. Pirometamorfosa diperlihatkan oleh aliran xenolith dan
dike pada batuan vulkanik khususnya basalt.
(d) Metasomatisme
Metamorfosa ini terjadi karena meresapnya cairan dan gas yang panas
pada celah antar butir atau retakan batuan.
(e) Metamorfosa Impact
Metamorfosa ini terjadi akibat adanya tabrakan hypervelocity sebuah
meteorit. Kisaran waktunya hanya beberapa mikrodetik dan umumnya
ditandai dengan terbentuknya mineral coesite dan stishovite.
Metamorfosa ini erat kaitannya dengan panas bumi (geothermal).
(f) Metamorfosa Retrogade/Diaropteris
Terjadi akibat adanya penurunan temperatur sehingga kumpulan
mineral metamorfosa tingkat tinggi berubah menjadi kumpulan mineral
stabil pada temperature yang lebih rendah. (Combs, 1961)
(2) Metamorfosa regional / dinamothermal
Metamorfosa regional atau dinamothermal merupakan metamorfosa yang
terjadi pada daerah yang sangat luas. Metamorfosa ini terjadi pada daerah
yang sangat luas. metamorfosa regional dibagi menjadi 3 tipe, yaitu:
(a) Metamorfosa Orogenik
Metamorfosa ini terjadi pada daerah sabuk orogenik (patahan dan
lipatan) dimana terjadi proses deformasi yang menyebabkan
rekristalisasi. Umumnya batuan metamorf yang dihasilkan mempunyai
butiran mineral yang yang memanjang dari ratusan sampai ribuan
kilometer. Proses metamorfosa ini memerlukan waktu yang sangat
lama berkisar antara puluhan juta tahun.
(b) Metamorfosa Burial
Metamorfosa ini terjadi oleh akibat kenaikan tekanan dan temperatur
pada daerah geosinklin yang mengalami sedimentasi intensif, kemudian
terlipat. Proses yang terjadi adalah rekristalisai dan reaksi antara
mineral dengan fluida.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 6
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
(c) Metamorfosa Dasar dan Samudera
Metamorfosa ini terjadi akibat adanya perubahan pada kerak samudera
di sekitar pematang tengah samudera (mid oceanic ridges). Batuan
metamorf yang dihasilkan umumnya berkomposisi basa dan ultrabasa.
Adanya pemanasan air laut menyebabkan mudah terjadinya reaksi
kimia antara batuan dan air laut tersebut.
Gambar 2. Siklus Batuan
Sumber: https://www.gurugeografi.id/2019/01/kunci-jawaban-unbk-geografi-2018-
nomor.html (diakses 26 Oktober 2020)
Keterangan:
1 = Magma batuan cair pijar didalam lithosfer, bentuk mula–mula siklus batuan
2 = Batuan Beku.
a = Karena pendinginan magma menjadi makin padat membeku.
3 = Batuan sedimen Klastis.
b=Batuan beku rusak hancur karena tenaga eksogen: air
hujan,panas/dingin, es, angin, dll, diangkut diendapkan menjadi
batuansedimen klastis.
4.a= Batuan sedimen chemis.
c.1 = Batuan larut dalam air dan langsung diendapkan menjadi batuan
sedimen chemis.
4.b= Batuan sedimen organis.
c.2 = Batuan larut dalam air diambil oleh organisme dan melaluiorganisme
membentuk batuan endapan organisme.
5 = Batuan metamorf.
d = Karena tekanan dan suhu batuan beku dan batuan sedimenmengalami
perubahan bentuk menjadi batuan malihan (metamorf )
c. Mineral
Dalam mineralogi yang dimaksud dengan mineral adalah bahan alamiah yang
anorganik, biasanya berbentuk kristal, terusun dari satu unsur atau persenyawaan
beberapa unsur dengan bentuk dan komposisi kimia tetap.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 7
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Dari hasil analisis kimia yang dilakukan pada batuan, ada 8 unsur yang
membentuk kerak bumi. Unsur-unsur tersebut ternyata memebentuk berbagai
macam silikat dan oksida, sebagian besar membentuk mineral utama yang terdapat
dalam batuan yang disebut mineral pembentukan batuan. Unsur-unsur pembentuk
kerak bumi tersebut yaitu:
O2= 47 % Ca = 3,5 %
Si = 27 % Na = 2,5 %
Al = 8 % K = 2,5 %
Fe = 5 % Mg = 2,5 %
Berdasarkan peranannya dalam ilmu batuan, mineral-mineral pembentuk
batuan dibagi menjadi:
1) Mineral Utama
Adalah komponen mineral dari batuan yang diperlukan untuk menggolongkan
dan menamakan batuan, tetapi tidak perlu terdapat dalam jumlah yang banyak.
Beberapa mineral penting yang sering terdapat dalam batuan:
a) Felspar
Adalah suatu kumpulan dari sejumlah mineral pembentuk batuan.
Rumus umum = MAI (Al Si)3O8, M= K, Na, Ca, Ba, Rb, Sr, Fe.
Felspar berwarna putih atau keputih-putihan. tidak mempunyai warna
tersendiri tetapi sering diwarnai oleh pengotoran-pengotoran zat lain.
b) Plagioklas
Rumus umum : (Na, Ca) Al (Si, Al)) Si2O8
Warna : putih, putih kelabu, kadang keijauan, kebiru-biruan.
Komposisi plagioklas dibagi 3 :
Plagioklas asam
Plagioklas medium
Plagioklas basa
c) Ortoklas
Mineral terdiri dari kumpulan feldspar alkali. Feldspar pembentuk batuan
granit atau batuan asam. Berwarna putih, putih-kuning, kemerah-merahan,
keabu-abuan.
d) Mika
Mika adalah sejumlah mineral dengan rumus:
(K, Na, Ca) (Mg, Fe, Li, Al)2-3(Al, Si)4O10 (OH F)2.
Warnanya mulai dari tak berwarna, putih, perak, cokelat muda, kuning
kehijauan atau hitam.
e) Muskovit
Muskovit adalah salah satu mineral dari kumpulan mika. Berwarna cokelat dan
tak berwarna. Mineral yang umum terdapat dalam batuan malihan, batuan
asam, batuan endapan.
Rumus umum : KAl2 (OH)2 AlSi3 O10)
f) Biotit
Biotit adalah satu mineral dari kumpulan mika tesebar luas, merupakan
mineral pembentuk batuan yang penting. Berwarna cokelat tua, hitam, atau
hijau tua.
Rumus umum : K2(Mg, Fe)2(OH)2(AlSi3O10)
g) Amfibol
Amfibol adalah kumpulan sejumlah mineral pembentuk batuan. Berwarna
gelap.
Rumus :
A2-3B5(Si, Al)8O22(OH)2A = Mg, Fe+2, Ca atau NaB + Mg, Fe+2, Al atau Fe+3
h) Horenblenda
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 8
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Horenblenda adalah salah satu mineral penting dari kumpulan amfibol.
Berwarna hitam, hijau tua cokelat. Terdapat pada batuan asam atau batuan
entermedier. Misalnya : granit, sianit, diorit, andesit.
i) Piroksen
Piroksen adalah kumpulan dari sejumlah mineral yang berwarna gelap.
Rumus umum : ABSi2O6 → A = Ca, Na, Mg atau Fe-2 B = Mg, Fe+3, Al
j) Augit
Piroksen adalah salah satu mineral dari kumpulan piroksen. Umumnya
berwarna hitam, hijau tua. Merupakan mineral pembentuk batuan basa.
Misalnya : gabro, basal, peridotit.
k) Olivin
Olivin adalah mineral berwarna kuning kehijauan, kelabu kehijauan, atau
cokelat. merupakan mineral pembentuk batuan beku basa, ultra basa dan
batuan beku dengan kadar silikat rendah.
Rumus : (Mg, Fe)2SiO4
l) Kuarsa
Kuarsa Merupakan mineral pembentuk batuan penting. Tidak berwarna dan
tembus pandang, kadang-kadang berwarna cokelat, kuning ungu merah, hijau,
biru atau hitam. Hal ini disebabkan oleh adanya pengotoran. Kuarsa juga
terdapat sebagai mineral-mineral kecil dalam berbagai macam batuan, yaitu
batuan beku, batuan endapan, batuan malihan. dalam industri kuarsa
digunakan oleh pabrik kaca, semen, keramik, dll.
Rumus : SiO2
2) Mineral sekunder
Mineral sekunder dibentuk dari mineral primer oleh proses pelapukan, sirkulasi
larutan atau metamorfosis. Selain pada batuan yang telah lapuk juga pada batuan
malihan. Contoh : Klorit, terbentuk dari mineral biotit oleh proses pelapukan.
3) Mineral aksesori atau mineral tambahan
Mineral aksesori atau mineral tambahan terbentuk oleh kristalisisi magma,
terdapat dalam jumlah sedikit, umumnya kurang dari 5%. Mineral zirkon juga
merupakan mineral aksesor yang umum terdapat dalam batuan asam (granit).
C. Rangkuman
Litosfer merupakan lapisanbatuan/kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi
yang bulat. Litosfer merupakan bagian dari lapisan –lapisan bumi, yakni lapisan
paling atas yang paling luas dan paling tipis.Bumi terbentuk atas 3 lapisan yakni :
Barisfer,
Mantel, dan
Litosfer,yang terbagi menjadi menjadi dua, yaitu;
a) Lapisan sial (silisium alumunium)
b) Lapisan sima (silisium magnesium),
Batuan adalah bahan alamiah yang menyusun bumi. Sebagian besar batuan
tersusun secara fisik dari campuran mineral.
Batu-batuan kulit bumi dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:
1) Batuan Beku (igneous rocks). Batuan beku dibagi atas 3 macam :
Batuan Beku Dalam (Plutonik)
Batuan Beku korok/gang/celah (Hypabisal)
Batuan Beku Luar/lelehan (Vulkanik)
2) Batuan sedimen (Sedimentary rock )
Batuan sedimen klastik
Batuan sedimen kimiawi
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 9
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Batuan sedimen organik
3) Batuan malihan (Metamorphic Rock)
Metamorfosa lokal
Metamorfosa regional
Ketiga macam batuan penyusun kerak bumi tersebut mengalami siklus
pembentukan yang dinamakan dengan Siklus Batuan. Dalam siklusnya, batuan
diawali dari magma yang ada di bawah lapisan kerak bumi mengalami pembekuan,
menjadi batuan beku, kemudian mengalami pelapukan, pengangkutan, dan
pengendapan, membentuk batuan sedimen, dan kemudian mengalami
metamorphosis, membentuk batuan metamorf, pada akhirnya kembali melebur
menjadi magma.
Batuan tersusun atas mineral yakni bahan alamiah yang anorganik, biasanya
berbentuk kristal, terusun dari satu unsur atau persenyawaan beberapa unsur
dengan bentuk dan komposisi kimia tetap.
Mineral adalah bahan alamiah yang anorganik, biasanya berbentuk kristal,
terusun dari satu unsur atau persenyawaan beberapa unsur dengan bentuk dan
komposisi kimia tetap.
Berdasarkan peranannya dalam ilmu batuan, mineral-mineral pembentuk
batuan dibagi menjadi:
a) Mineral utama.
b) Mineral sekunder.
c) Mineral aksesori atau mineral tambahan.
D. Penugasan Mandiri
Buatlah Peta Konsep tentang Lithosfer, Struktur bumi, batuan, dan mineral
E. Latihan Soal
Jawablah soal-soal berikut dengan benar!
1. Sebutkan lapisan-lapisan bumi dari urutan paling atas!
2. Jelaskan macam-macam batuan beku!
3. Apakah yang dimaksud dengan mineral itu?
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 10
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
PEMBAHASAN LATIHAN SOAL PEMBELAJARAN 1
1. Lapisan –lapisan bumi terdiri dari :
1) Litosfer, ada dua, yaitu;
a) Lapisan sial (silisium alumunium) , terdiri dari :
(1) Kerak benua (Continental Crust)
(2) Kerak samudra (Oceanic Crust)
b) Lapisan sima (silisium magnesium)
2) Astenosfer, yaitu lapisa
3) Barisfer.
2. Batuan Beku (igneus rocks) adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang
membeku menjadi padat. Contoh batuan beku berdasarkan tempat terbentuknya
magma, batuan beku dibagi atas 3 macam :
a) Batuan Beku Dalam (Plutonik)
Terjadi di dalam magma, dengan penurunan suhu secara perlahan.
Penurunan suhu secara perlahan tersebut menyebabkan kristalnya terjadi dengan
sempurna (Plutonik). Contoh batuannya batu granit, diorite, gabro.
b) Batuan Beku korok/gang/celah (Hypabisal)
Terbentuk di antara magma dengan kawah atau lubang-lubang yang terjadi di
sekitar gunung api. Struktur batunya beragam tergantung dari penurunan
suhunya. Strukturnya disebut sebagai Porfirit Contoh batuannya adalah granit
porfirit.
c) Batuan Beku Luar/lelehan (Vulkanik)
Pembekuan yang terjadi secara tiba-tiba di luar gunung api menyebabkan
hablurnya halus seperti kace sehingga disebut batu kaca atau Obsidian. Jika telah
mencapai permukaan bumi dan mengandung banyak gas, akan menjadi batu
apung Contoh : batu apung (pumice)
3. Mineral adalah bahan alamiah yang anorganik, biasanya berbentuk kristal, terusun
dari satu unsur atau persenyawaan beberapa unsur dengan bentuk dan komposisi
kimia tetap.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 11
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
F. Penilaian Diri
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan cara memberi centang pada
kolom “Ya” atau “Tidak” secara jujur dan bertanggungjawab!
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Saya memahami pengertian Litosfer dengan baik
2 Saya bisa menjelaskan lapisan-lapisan bumi secara
lengkap
3 Saya bisa menyebutkan macam batuan penyusun Litosfer
4 Saya bisa menjelaskan proses siklus batuan
5 Saya bisa menyebutkan ciri-ciri mineral
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada
bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke
pembelajaran berikutnya.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 12
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
TENAGA GEOLOGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP
KEHIDUPAN
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan Kalian dapat
menganalisis tenaga geologi dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
B. Uraian Materi
Permukaan Bumi bukanlah merupakan suatu hamparan yang datar, melainkan
memperlihatkan adanya bentukan-bentukan yang sangat bervariasi. Di wilayah
daratan dapat ditemukan bagian-bagian yang tinggi, seperti perbukitan, dataran
tinggi, dan gunung, serta bagian yang rendah, misalnya lembah dan ngarai.
Demikian pula bentuk muka Bumi di wilayah laut terdapat bentukan-bentukan
alam berupa paparan, tebing dasar laut (continental slope), palung, dan lubuk laut.
Tinggi rendah muka Bumi ini dinamakan relief.
Bentukan muka Bumi tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi akibat adanya
dinamika litosfer yang mengubah raut muka Bumi. Terdapat suatu tenaga dari bumi
yang bisa menyebabkan terbentuknya berbagai bentuk muka bumi tersebut, yakni
tenaga geologi.
Jadi, tenaga geologi adalah tenaga yang mempengaruhi terbentuknya muka
bumi baik yang berasal dari dalam maupun luar bumi. Secara umum tenaga geologi
terbagi menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Sedangkan
tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi. tenaga
endogen adalah tenaga awal yang membentuk relief permukaan bumi daratan dan
lautan, dapat berupa tektonisme,vulkanisme, dan seisme (gempa bumi). Sedangkan
Tenaga eksogen dapat dikatakan sebagai tenaga yang mengubah bentuk permukaan
bumi yang sebelumnya telah dibentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen
bekerja di atas permukaan bumi, berupa pelapukan, erosi, masswasting, dan
sedimentasi.
a. Tenaga Endogen
Proses endogen merupakan dinamika di dalam litosfer sebagai akibat proses
fisika dan kimia, berupa tekanan terhadap lapisan- lapisan batuan pembentuk
litosfer atau aktivitas magma. Tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya
vertikal dapat mengakibatkantonjolan di permukaan Bumi seperti kubah,
sedangkan yang arahnya mendatar mengakibatkan lipatan-lipatan muka Bumi
(jalur pegunungan lipatan), retakan bahkan pematahan lapisan-lapisan litosfer
sehingga terbentuk sesar.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa, Secara umum proses endogen
dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu, tektonisme, vulkanisme, dan Seisme (gempa
bumi). Ketiga tenaga tersebut sebenarnya merupakan rangkaian proses alamiah
yang saling berhubungan satu sama lain, yang dapat dijelaskan oleh salah satu teori
dinamika Bumi yang dikenal dengan Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic
Theory).
2. Tektonisme
Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan
letak (dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) kulit bumi. Sebagaimanakita
ketahui bahwa permukaan bumi terbentuk dari lapisan batuan yang disebut kulit
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 13
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
bumi atau litosfer. Kulit bumi mempunyai ketebalan relatif sangat tipis, sehingga
mudah pecah-pecah menjadi potongan-potongan kulit bumi yang tak beraturan
yang disebut lempeng tektonik. Lempeng-lempeng tektonik ini terus bergerak, baik
secara horizontal maupun vertikal karena pengaruh arus konveksi dari lapisan di
bawahnya (astenosfer).
Berdasarkan luas dan waktu terjadinya, gerakan tektonisme dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.
a) Gerak Epirogenetik.
Gerak epirogenitik adalah gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang
relatif lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama, serta meliputi daerah
yang luas. Contoh: penenggelaman benua Gondwana menjadi Sesar Hindia. Gerak
epirogenitik dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1) Epirogenitik positif, yaitu gerak turunnya daratan sehingga kelihatannya
permukaan air laut yang naik. Contoh: Turunnya pulau-pulau di Indonesia
bagian timur (Kepulauan Maluku dari pulau-pulau barat daya sampai ke pulau
Banda).
2) Epirogenitik negatif, yaitu gerak naiknya daratan sehingga kelihatannya
permukaan air yang turun. Contoh: naiknya Pulau Buton dan Pulau Timor.
Perhatikan Gambar di bawah ini!
Gambar 3. Epirogenitik Positif dan Epirogenitik Negatif
(Sumber: https://thohamustofageografi.wordpress.com/2017/01/02/tektonisme-
epirogenesa-dan-orogenesa/)
b) Gerak orogenetik,
Gerak orogenetik ialah gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang
relatif cepat dan berlangsung dalam waktu yang singkat dibanding gerak
epirogenitik, serta meliputi daerah yang sempit. Gerak orogenitik sering disebut
sebagai proses pembentukan pegunungan. Contoh: pembentukan pegunungan-
pegunungan yang ada di bumi ini, seperti Pegunungan Andes, Rocky Mountain,
Sirkum Mediterania, dan sebagainya.
Gerak orogenetik menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit
bumi, yang mengakibatkan terjadinya dislokasi atau berpindah-pindahnya letak
lapisan kulit bumi. Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan(folded process) dan
patahan (foult Process)
1) Proses lipatan (Folded process)
Proses lipatan (Folded process)yaitu suatu bentuk kulit bumi berbentuk lipatan
(gelombang) yang terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya
mendatar dari dua arah berlawanan, sehingga lapisan-lapisan batuan di
sekitarnya terlipat dan membentuk puncak lipatan (antiklin) serta lembah
lipatan (sinklin). Fenomena ini dapat Kalian saksikan apabila melewati jalan
yang menerobos dua bukit, maka nampak pada sisi kiri kanan jalan singkapan
kerak bumi berupa lapisan bergelombang, ada bagian yang naik dan adapula
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 14
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
yang turun. Itulah salah satu gejala lipatan.Apabila terbentuk beberapa puncak
lipatan disebut antiklinorium dan beberapa lembah lipatan disebut
sinklinorium.
Gambar 4. Penampang Lipatan
(Sumber: Dynamic Earth, 1994, halaman 13 dan 17)
Gambar 5. Sinklinorium/Geosinklinal dan Antiklinorium/Geoantiklinal
(Sumber : Ani Anjani,Geografi Kelas X, hal 97)
Lipatan terdiri atas berbagai bentuk, di antaranya sebagai berikut.
(a) Lipatan Tegak, dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dari
dua sisi secara seimbang.
(b) Lipatan Miring, ketika kekuatan tenaga pendorong di slah satu sisi lebih
kuat, maka akan menghasilkan kenampakan yang salah satu sisinya lebih
curam.
(c) Overfoult, lipatan yang terbentuk pada saat tekanan bekerja pada salah
satu sisi dengan lebih kuat, sisi tersebut akan terlipat sesuai arah lipatan.
(d) Recumbent Folt, terbentuk pada saat lipatan yang satu menekan sisi yang
lain, menyebabkan sumbu lipat hamper datar.
(e) Overtrust, terbentuk ketika tenaga tekan menekan satu sisi dengan
kuatnya hingga menyebabkan lipatan menjadi retak.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 15
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Gambar 6. Model Lipatan
(Sumber: Interactive Geography 3, hal 187)
2) Patahan (Fault Process)
Tenaga endogen yang bekerja di sini biasanya pada batuan yang padat dan
keras dengan waktu relatif cepat sehingga lapisan batuan yangterkena tekanan
tidak sempat melipat, melainkan retak-retak sampai akhirnya patah. Akibat
pematahan massa batuan tersebut, terdapat bagian muka Bumi yang
mengalami penurunan atau pemerosotan membentuk lembah patahan. Coba
perhatikan gambar penampang di bawah ini!
Gambar 7. Penampang Sesar/Patahan
(Sumber : Concise Encyklopedia Earth, 1998)
Bagian yang mengalami pemerosotan ini dinamakan graben (slenk), sedangkan
bagian yang naik membentuk punggung (puncak) patahan yang disebut horst.
(a) Patahan akibat dua tekanan yang arahnya bersifat horizontal dan saling
menjauh. Pada kasus ini, dua buah tekanan yang arahnya mendatar dan
menjauh satu sama lain mengakibatkan adanya retakan yang cukup besar
pada lapisan-lapisan batuan. Salah satu massa batuan yang telah retak itu
mengalami pemerosotan membentuk lembah patahan atau graben.
(b) Patahan akibat tekanan yang arahnya vertikal. Adakalanya tenaga endogen
yang bekerja pada lapisan litosfer arahnya vertikal dalam waktu yang
relatif cepat. Bagian yang mengalami tekanan akan membumbung disertai
dengan retakan-retakan. Karena adanya gaya berat, salah satu dari massa
batuan akan mengalami penurunan lokasi membentuk graben, sedangkan
bagian lainnya membentuk horst.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 16
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
(c) Patahan akibat dua tekanan horizontal yang berlawanan arah.
Dalam pembahasan teori tektonik lempeng telah dipelajari bahwa jika
terdapat tenaga endogen yang bekerja pada lapisan litosfer dengan arah
mendatar dan saling berlawanan arah, akan terbentuk sesar mendatar
(strike slip fault).
Perhatikan gambar 8 Untuk memperkuat pemahaman Kalian terhadap
konsep sesar di atas.
Gambar 8. (a) Graben, (b) Horst, dan (c) Strike Slip Foult(patahan mendatar)
Para Siswa, sekarang pikirkan adakah dampak dari adanya tektonisme?
Benar, tentu ada!
Tenaga tektonisme akan berdampak pada banyak hal. Pergeseran kerak Bumi
mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen.
Terjadinya tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak Bumi (pengangkatan,
amblesan, retakan, patahan, serta lipatan) didukung dengan adanya gaya gravitasi
Bumi akan menimbulkan terjadinya erosi, longsoran, dan sedimentasi. Dari proses
ini dapat menimbulkan bencana alam yang mengakibatkan kerugian materiil, harta
benda, bahkan nyawa.
Tahukah para siswa, bencana lain yang terjadi? Ya, gempa Bumi dan tsunami.
Beberapa dampak di atas dapat digolongkan sebagai dampak negatif. Selain itu juga
timbul dampak positif, meskipun sering tidak disadari oleh banyak orang. Kantong-
kantong minyak dan gas alam banyak ditemukan di lipatan-lipatan dan sesar-sesar
batuan yang kondisinya menguntungkan. Salah satunya terdapat di sisi utara
maupun selatan rangkaian pegunungan yang melintasi Pulau Jawa.
Nah, apakah para siswa bisa menemukan manfaat yang lain! Coba Kalian pikirkan
manfaat lain dimaksud, kemudian catatlah hasilnya pada buku catatan Kalian untuk
didiskusikan dengan teman atau guru.
3. Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya
magma ke permukaan bumi. Peristiwa vulkanisme berhubungan dengan
pembentukan gunungapi, yaitu pergerakan magma dari dalam litosfera yang
menyusup kelapisan yang lebih atas atau sampai ke permukaan bumi. Di dalam
litosfer, magma menempati suatu kantong yang dinamakan dapur magma
(Batholit). Kedalaman dan besar dapur magma itu sangat bervariasi. Ada dapur
magma yang letaknya sangat dalam dan ada pula yang dekat dengan permukaan
bumi. Perbedaan letak ini merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan yang
terjadi. Pada umumnya, dapur magma yang dalam menimbulkan letusan yang lebih
kuat daripada yang letaknya dangkal.
Magma dapat diartikan sebagai bahan-bahan silikat pijar yang terdiri atas
bahan padat (batuan), cairan, dan gas yang berada di dalam lapisan kulit bumi
(litosfer). Berbagai macam gas yang terkandung dalam magma antara lain uap air,
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 17
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Oksida Belerang (SO2), Gas Hidrokarbon atau Asam Klorida (HCL), Gas Hidrosulfat
atau Asam Sulfat (H2SO4). Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma
dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya.
Ada dua bentuk gerakan magma yang berhubungan dengan vulkanisme, yaitu
intrusi dan ekstrusi magma.Coba perhatikan gambar berikut!
Gambar 9. Penampang Gunung Api
(Sumber: Kamus Visual, 2004)
a. Intrusi Magma
Intrusi magma yaitu terobosan magma ke dalam lapisan-lapisan litosfera,
tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi
lima, antara lain:
(1) Batholit, yaitu dapur magma.
(2) Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma yang menyusup di
antara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan
tersebut.
(3) Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas.
Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
(4) Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup danmembeku
di sela-sela lipatan (korok).
(5) Diatrema adalah lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan
gunungapi yang bentuknya seperti silinder memanjang.
Perhatikan gambar berikut!
Gambar 10. Penampang bentukan intrusi magma 18
(Sumber: www. e-dukasi.net)
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Para siswa yang hebat, bentukan hasil intrusi magma merupakan sumber
mineral yang yang sangat penting artinya secara ekonomi. Karena pada daerah
intrusi itu seringkali didapati berbagai mineral seperti intan, tembaga, besi, emas,
perak dan mineral logam serta non logam lainnya.
b. Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma, yaitu proses keluarnya magma dari dalam bumi sampai di
atas kepermukaan bumi. Materi hasil ekstrusi magma dapat berupa:
1) Lava, yaitu magma yang keluar sampai ke permukaan bumi dan mengalir ke
permukaan bumi.
2) Lahar, yaitu material campuran antara lava dengan materi-materi yangada di
permukaan bumi berupa pasir, kerikil, debu, dan lain-lain denganair sehingga
membentuk lumpur.
3) Eflata dan piroklastika yaitu material padat berupa bom, lapili, kerikil,dan debu
vulkanik.
4) Ekhalasi (gas) yaitu material berupa gas asam arang seperti fumarole (sumber
uap air dan zat lemas), solfatar (sumber gas belereng), dan mofet (gas asam
arang).
Ekstrusi identik dengan erupsi atau letusan gunungapi yang dapat di
bedakan menjadi dua, yaitu erupsi efusif dan erupsi eksplosif.
1) Erupsi efusif, yaitu erupsi berupa lelehan lava melalui retakan atau
rekahanatau lubang kawah suatu gunungapi.
2) Erupsi eksplosif, yaitu erupsi berupa ledakan dengan mengeluarkan bahan-
bahan padat (Eflata/Piroklastika) berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik
bersama-sama dengan gas dan fluida.
Menurut tempat keluarnya magma, erupsi dapat dibedakan menjadi tiga,
yakni:
1) Erupsi linear, yaitu peristiwa keluarnya magma melalui celah atau retakan
yang memanjang, sehingga membentuk deretan gunungapi.
Gambar 11. Erupsi Linier (Sumber:Moh. Ma’mur Tanudidjaja, 1988, halaman 204)
2) Erupsi areal, yaitu letusan yang terjadi jika letak magma dekat dengan
permukaan bumi, kemudian magma membakar dan melelehkan lapisanbatuan
yang berada di atasnya sehingga membentuk lubang yang besardi permukaan
bumi.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 19
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Gambar 12. Erupsi Areal (Sumber: Moh. Ma’mur Tanudidjaja, 1988, halaman 204)
3) Erupsi sentral, jika letusan yang terjadi keluar melalui sebuah lubang yang
membentuk gunungapi yang terpisah-pisah.
Gambar 13. Erupsi Sentral (Sumber: Ani Anjani, Geografi X, halaman 91)
Erupsi sentral menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu sebagai berikut:
c) Gunungapi perisai (Shield Volcanoes), yaitu sebuah gunung api yang
beralas luas dan berlereng landai, merupakan hasil erupsi efusif magma
yang cair. Contohnya, gunungapi yang tersebar di kepulauanHawaii.
Gambar 14. Gunungapi prisai (Sumber: www.e-dukasi.net)
d) Gunungapi maar, merupakan hasil erupsi eksplosif yang tidak terlalu
kuat dan hanya sekali saja. Contohnya, Gunung Lamongan Jawa Timur
dengan kawahnya Klakah.
Gambar 15. Gunung api maar (Sumber: www.e-dukasi.net)
e) Gunungapi strato atau kerucut, merupakan hasil campuran, efusif dan
eksplosif yang berulang kali. Gunungapi ini berbentuk kerucut dan
badannya berlapis-lapis. Akibat erupsi yang berpindah-pindahpusatnya,
menyebabkan di sana sini terbentuk kerucut-kerucut gunung-api,
sehingga bentuk gunungapi tersebut tidak teratur. Sebagian
besargunungapi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 20
Modul Geografi Kelas X KD 3.5 dan 4.5
Malukutermasuk gunungapi kerucut. Contoh Gunung Api Strato: Gunung
Kerinci, Merapi, Ciremai, Semeru, Batur, Tangkuban Perahu, dan Gunung
Fujiyama di Jepang.
Gambar 16. Gunung api strato (Sumber: www.e-dukasi.net)
Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan
material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan menjadi beberapa
tipe, yaitu:
a) Letusan Tipe Hawaii
Tipe hawaii terjadi karena lava yang keluar darikawah sangat cair, sehingga
mudah mengalir ke segala arah. Sifat lava yang sangat cair ini menghasilkan
bentuk seperti perisai atau tameng. Contoh: Gunung Maona Loa, Maona Kea,
dan Kilauea di Hawaii.
b) Letusan Tipe Stromboli
Letusan tipe ini bersifat spesifik, yaituletusan-letusannya terjadi dengan
interval atau tenggang waktu yang hampir sama. Gunung api stromboli di
Kepulauan Lipari tenggang waktu letusannya ± 12 menit. Jadi, setiap ±12 menit
terjadi letusan yang memuntahkan material, bom, lapili, dan abu. Contoh
gunung api bertipe stromboli adalah Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung
Raung (Jawa).
c) Letusan Tipe Vulkano
Letusan tipe ini mengeluarkan material padat ,seperti bom, abu, lapili, serta
bahan-bahanpadat dan cair atau lava. Letusan tipe inididasarkan atas kekuatan
erupsi dan kedalaman dapur magmanya. Contoh: Gunung Vesuvius dan Etna di
Italia, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
d) Letusan Tipe Merapi
Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.
Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan
sumbatan lava. Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas dan akhirnya
terlempar keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau
gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut
wedhus gembel. Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk di
sekitarnya.
e) Letusan Tipe Perret atau Plinian
Letusan tipe ini sangat berbahaya dan sangat merusaklingkungan. Material
yang dilemparkan pada letusan tipe ini mencapai ketinggian sekitar 80 km.
Letusan tipe inidapat melemparkan kepundan atau membobol puncak gunung,
sehingga dinding kawah melorot. Contoh: Gunung Krakatau yang meletus pada
tahun 1883 dan St. Helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.
f) Letusan Tipe Pelee
Letusan tipe ini biasa terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak
gunung api yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 21