The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by smamardiutomo, 2021-11-23 20:54:54

Geografi X

geografi x

Keywords: GEOGRAFI,KELAS X

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

5 Berdasarkan metode penelitian geografi dapat dibedakan 4
sebagai berikut:
1. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang
digunakan untuk menyelediki, menemukan,
menggambarkan dan menjelaskan kualitas atau
keunggulan dari suatu fenomena yang tidak dapat
diukur atau dihitung jumlahnya.
2. Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang
digunakan untuk memperoleh informasi atau data
yang berupa angka sebagai alat menganalisis
keterangan mengenai apa yang ingin diketahui
Total Skor 20

Nilai kalian:
(Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 7

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

E. Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan penuh tanggung jawab
dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kolom ya atau tidak!

No Pernyataan Jawaban
Ya Tidak

1. Saya mampu mempelajari kegiatan pembelajaran 1
dengan baik

2. Saya mampu menyebutkan pengertian penelitian
geografi

3. Saya mampu menjelaskan jenis-jenis penelitian
geografi berdasarkan tujuannya

4. Saya mampu menjelaskan jenis-jenis penelitian
geografi berdasarkan bentuknya

5. Saya mampu menjelaskan jenis-jenis penelitian
geografi berdasarkan metode yang digunakan

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 8

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
MASALAH GEOGRAFI

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan mampu memahami fenomena dan
masalah geografi serta menyusun rumusan masalah geografi dengan cermat.

B. Uraian Materi

1. Apersepsi
1) Amatilah gambar berikut.
2) Setelah mengamati gambar berikut, buatlah beberapa pertanyaan
mengenai gambar tersebut.
3) Carilah berbagai informasi mengenai gambar tersebut

Sumber: http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/22/pengelolaan-sampah-

sampah-dari-warga-minim-tpa-di-karanganyar-tak-terpakai-693767

2. Mengamati Fenomena Geosfer

Terdapat perbedaan antara fenomena geografi dengan gejala geografi.
Fenomena geografi merupakan kejadian atau peristiwa yang terjadi di alam
maupun manusia yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan
gejala geografi merupakan keadaan atau peristiwa yang menjadi tanda-tanda
akan terjadi sesuatu di permukaan bumi. Inti dari fenomena dan gejala geografi
yaitu geosfer yang terdiri dari atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer dan
antroposfer.

a. Fenomena dan Gejala Atmosfer
Semua peristiwa yang terjadi di udara merupakan bagian dari fenomena
dan gejala geografi. Fenomena dan gejala atmosfer meliputi:
a. Pemanasan global berupa peningkatan suhu di permukaan bumi
sebagai akibat dari aktivitas manusia yang mengeluarkan gas karbon
dioksida dari berbagai bahan bakar seperti minyak bumi dan batu bara.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 9

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

b. Perubahan iklim yang mengakibatkan peningkatan suhu di permukaan
bumi sehinggga menyebabkan gelombang panas yang ekstrem dan
curah hujan yang tidak menentu.

c. Perubahan cuaca berupa keadaan cuaca yang tidak menentu pada siang
hari suhu udara sangat panas, sedangkan pada malam hari sangat
dingin.

d. El-Nino yang merupakan peningkatan suhu permukaan laut di
Samudera Pasifik yang menyebabkan sedikit curah hujan dan terjadinya
kekeringan di wilayah Indonesia. Sebaliknya La-Nina menyebabkan
hujan lebat di Indonesia sehingga meyebabkan banjir.

Fenomena dan gejala tersebut di atas merupakan fenomena atmosfer yang
dapat dijadikan bahan penelitian untuk dicari akar permasalahan, dampak
dan solusinya.

b. Fenomena dan Gejala Hidrosfer
Semua peristiwa yang terjadi di wilayah perairan baik perairan darat
maupun perairan laut merupakan bagian dari fenomena dan gejala geografi.
Fenomena dan gejala hidrosfer meliputi:
a) Hujan asam berupa air hujan yang memiliki pH di bawah 6
menyebabkan korosi pada bangunan, merusak tumbuhan dan
menyebabkan gangguan pernapasan.
b) Penurunan muka air tanah berupa berkurangnya cadangan air tanah
akibat pengambilan secara berlebihan.
c) Intrusi air laut berupa masuknya air laut ke dalam air tanah sehingga
air atanh menjadi asin.
d) Tsunami yang berupa gelombang tinggi yang menghantam daratan
menyebabkan kerusakan pada bangunan penggunaan lahan lainnya.

Fenomena dan gejala tersebut di atas merupakan fenomena atmosfer yang
dapat dijadikan bahan penelitian untuk dicari akar permasalahan, dampak
dan solusinya.

c. Fenomena dan Gejala Litosfer
Semua peristiwa yang terjadi di permukaan bumi atau di dalam bumi
merupakan bagian dari fenomena dan gejala geografi. Fenomena dan gejala
hidrosfer meliputi:
a) Terjadinya erosi dan sedimentasi dalam satu proses yang bersamaan.
b) aktivitas vulkanisme berupa keluarnya magma ke permukaan bumi
yang menghasilkan material piroklastik, lava, lahar dan ekshalasi.
c) aktivitas tektonisme berupa proses pergerakan lempeng yang
menyebabkan patahan dan lipatan di permukaan bumi.

d. Fenomena dan Gejala Biosfer
Fenomena biosfer berkaitan dengan segala peristiwa yang terjadi terhadap
keadaan flora dan fauna yang ada di permukaan bumi. Fenomena dan gejala
biosfer meliputi:
a) Keanekaragaman hayati yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia
dari Sabang sampai Merauke.
b) Pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai bahan industri, pangan,
obat-obatan dan tanaman hias.
c) Kawasan konservasi berupa tempat pelestarian flora dan fauna.
d) Punahnya hewan endemik suatu daerah yang mengakibatkan
terganggunya eksosistem.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 10

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

e) Illegal logging yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup dan daur
ekologi.

Fenomena dan gejala tersebut di atas dapat dijadikan penelitian geografi
dikaitkan dengan aktivitas manusia yang kemudian dapat dicari solusi yang
tepat untuk mengatasinya.

e. Fenomena dan Gejala Antroposfer
Fenomena dan gejala antropsfer berkaitan dengan segala aktivitas
penduduk. Fenomena antroposfer yang dapat dijadikan bahan penelitian
geografi, diantaranya adalah:
a) Peningkatan jumlah penduduk suatu daerah akibat meningkatnya
angka kelahiran.
b) Meningkatnya jumlah tenaga kerja di Indonesia akibat berkurangnya
lapangan pekerjaan.
c) Kualitas pendidikan di Indonesia masih di bawah standar pendidikan di
dunia.
d) Kemacetan lalu lintas di daerah pinggiran kota karena mobiltas
penduduk sirkuler dari luar kota.

3. Menentukan Masalah Geografi
Setelah fenomena geografi diamati, selanjutnya adalah memilih masalah

yang akan diteliti. Masalah adalah kesenjangan antara kondisi yang seharusnya
dengan kondisi yang sebenarnya, antara teori dan praktik, antara aturan dan
pelaksanaan. Sebuah masalah penelitian sangat berperan dalam mengarahkan
seorang peneliti untuk melakukan penelitiannya. Berikut adalah kriteria
masalah geografi:
a. Masalah menyatakan hubungan antara variabel satu dengan variabel

lainnya.
b. Masalah dinyatakan dalam kalimat tanya.
c. Memungkinkan adanya ketersediaan data.

Merumuskan pertanyaan penelitian geografi sangat berkaitan dengan
masalah geografi. Masalah geografi adalah suatu situasi yang sulit dipecahkan
akibat ketidakseimbangan fenomena di permukaan bumi. Fenomena yang
menjadi masalah geografi seperti misalnya kerusakan hutan, illegal fishing,
banjir, krisis budaya daerah, kekurangan pangan, kematian hewan langka. Hal
tersebut dapat dikaji berdasarkan persebaran ruang.

Dalam merumuskan pertanyaan penelitian hendaklah diingat bahwa
pertanyaan-pertanyaan penelitian geografi harus memenuhi persyaratan
menarik untuk diteliti, penting untuk diteliti dan memberikan manfaat. Selain
itu pertanyaan penelitian membutuhkan jawaban yang dapat dijelaskan secara
keilmuan. Ini berarti bahwa seorang peneliti tidak membutuhkan pertanyaan
yang mustahil untuk dijawab dalam batas-batas penelitian.

Masalah geografi sedikitnya memuat tiga pertanyaan pokok yang
menjadi ciri khas geografi, yaitu:
a. Peristiwa atau fenomena apa (what) yang menjadi permasalahan.
b. Di mana (where) fenomena atau maslah tersebut terjadi. Hal ini

menunjukkan suatu ruang atau lokasi
c. Penyebab (why) terjadinya fenomena atau masalah yang terjadi. Hal ini

menunjukkan keterkaitan (relasi, interelasi dan interaksi) fenomena
tersebut dengan fenomena-fenomena yang lain.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 11

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

4. Menyusun Rumusan Masalah Geografi

Masalah berbeda dengan perumusana masalah. Rumusan masalah
adalah suatu pertanyaan yang akan dicari jawaban dan kebenarannya melalui
pengumpulan data dan penelitian yang akan dilakukan. Namun demikian di
antara keduanya terdapat hubungan yang erat karena masalah merupakan
dasar dari perumusan masalah.

Rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan penelitian.
Pertanyaan tersebut harus berlandaskan teori, konsep dan prisnip yang
berlaku dalam geografi, yaitu harus mencerminkan keruangan dengan
menyebutkan lokasi, penyebaran, asosiasi antar fenomena gejala (relasi,
interelasi, interaksi). Jika masalah geografi tidak mudah dijawab atau sulit
dipecahkan maka harus dilakukan penelitian ulang. Contoh dari perumusan
masalah sebagai berikut:
a. Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap longsor di daerah Puncak

Bogor?
b. Mengapa masyarakat kota lebih mudah mengalami perubahan budaya?
c. Bagaimana hubungan antara faktor perubahan penggunaan lahan dengan

Banjir di Jakarta?

C. Rangkuman

Berdasarkan paparan materi di atas, maka dapat dirangkum hal-hal berikut:
1. Masalah geografi merupakan masalah yang timbul dalam semua fenomena

geosfer, meliputi fenomena atmosfer (udara), hidrosfer (air), litosfer (batuan
dan tanah), biosfer (flora dan fauna) serta fenomena antroposfer
(kependudukan).
2. Masalah geografi memiliki haruslah menyatakan hubungan antar variabel,
dinyatakan dengan kalimat tanya dan memungkinkan ketersediaan data.
3. Pertanyaan penelitian geografi harus memenuhi persyaratan menarik untuk
diteliti, penting untuk diteliti dan memberikan manfaat.
4. Rumusan masalah adalah suatu pertanyaan yang akan dicari jawaban dan
kebenarannya melalui pengumpulan data dan penelitian yang akan dilakukan.
5. Rumusan masalah dinyatakan daalm bentuk pertanyaan yang memuat minimal
tiga kata tanya what, where, why.

D. Penugasan Mandiri

Amatilah lingkungan sekitar rumah kalian. Adakah permasalah yang timbul
berkaitan dengan fenomena-fenomen yang telah dijelaskan pada uraian materi.
Kemudian buatlah perumusan malasah geografi sesuai dengan penjelasan pada
uraian materi.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 12

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

E. Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut:
1. Mengapa fenomena perpindahan penduduk termasuk ke dalam penelitian

geografi?
2. Apa perbedaan antara fenomena dengan gejala?
3. Berilah 3 contoh fenomena dan gejala yang terdapat pada bisofer!
4. Sebutkan kriteria masalah sosial!
5. Buatlah sebuah perumusan masalah dari penelitian geografi yang bertemakan

dampak dari aktivitas gunung api!

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 13

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 2

No Jawaban Skor
1.
2 Karena perpindahan penduduk merupakan objek 2
material geosfer yang termasuk ke dalam fenomena 2
3 antroposfer dimana perpindahan penduduk dapat
menyebabkan permasalahan sosial sehingga perlu
4 dilakukan penelitian

Fenomena geografi merupakan kejadian atau peristiwa
yang terjadi di alam maupun manusia yang dapat dilihat
dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan gejala geografi
merupakan keadaan atau peristiwa yang menjadi tanda-
tanda akan terjadi sesuatu di permukaan bumi.

Contoh fenomena dan gejala yang terdapat dalam biosfer: 3
a) Pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai bahan 3

industri, pangan, obat-obatan dan tanaman hias.
b) Punahnya hewan endemik suatu daerah yang

mengakibatkan terganggunya eksosistem.
c) Illegal logging yang menyebabkan rusaknya

lingkungan hidup dan daur ekologi.

Berikut adalah kriteria masalah geografi:
a. Masalah menyatakan hubungan antara variabel satu

dengan variabel lainnya.
b. Masalah dinyatakan dalam kalimat tanya.
c. Memungkinkan adanya ketersediaan data.

5 Perumusan masalah dengan tema dampak aktivitas 5
gunung api:
a. Bagaimana proses terjadinya letusan gunung api
tersebut?
b. Apa dampak letusan gunung api tersebut terhadap
lahan pertanian?

Total Skor 15

Nilai kalian:
(Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 14

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

d. Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan penuh tanggung jawab
dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kolom ya atau tidak!

No Pernyataan Jawaban
Ya Tidak

1. Saya mampu memberikan contoh fenomena dan
gejala atmosfer

2. Saya mampu memberikan contoh fenomena dan
gejala hidrosfer

3. Saya mampu memberikan contoh fenomena dan
gejala litosfer

4. Saya mampu memberikan contoh fenomena dan
gejala biosfer

5. Saya mampu memberikan contoh fenomena dan
gejala antroposfer

6. Saya mampu mengamati fenomena geosfer di
lingkungan sekitar rumah

7. Saya mampu memahami pengertian masalah
geografi

8. Saya mampu memahami kriteria masalah geografi

9. Saya mampu menjelaskan pertanyaan penelitian
geografi

10. Saya mampu membuat rumusan masalah geografi

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 15

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
DATA GEOGRAFI

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan kalian mampu memahami teknik
pengumpulan data, metode penelitian geografi dan analisis data geografi dengan
cermat dan teliti.

B. Uraian Materi

Penelitian adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencari
solusi atas permasalahan tertentu. Antara pertanyaan dan tujuan penelitian harus
saling berkaitan, penelitian yang baik harus jelas sasaran dan tujuan di mana
tujuan penelitian meliputi tujuan teoritis dan tujuan praktis. Tujuan teoretis
diarahkan untuk memperoleh kesimpulan teoritis untuk pengembangan ilmuan,
sedangkan tujuan praktis diarahkan untuk menerapkan hasil penelitian bagi
pemecahan masalah yang terdiri dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memenuhi tujuan tersebut maka penelitian membutuhkan data,
sehingga haruslah ada metode penelitian, cara untuk mengumpulkan, mengolah,
dan menganalisis data. Berikut adalah penjelasan tentang metode dan cara
pengumpulan data.

1. Mengumpulkan dan Mengolah Data Geografi
Data merupakan keterangan tentang suatu hal. Syarat data yang baik

adalah sebagai berikut:
a) Data harus objektif, tidak boleh dimanipulasi dan harus sesuai dengan

kondisi sebenarnya.
b) Data harus dapat mewakili semua kondisi.
c) Memiliki tingkat kesahalan seminimal mungkin.
d) Harus tepat waktu sehingga apabila terdapat kesalahan daapt dilakukan

koreksi secepatnya.
e) Data yang dikumpulkan harus berkaitan dengan rumusan masalah

penelitian.

Selain itu, berdasarkan sumber yang diperoleh data penelitian dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber asli atau pertama.
Data ini dikumpulkan sendiri oleh peneliti. Data ini disebut juga data asli
yang bersifat baru. Contoh data primer adalah data yang diperoleh oleh
seorang peneliti dengan mewawancarai penduduk tentang sikap mereka
dalam menghadapi pandemi Covid-19
b. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber, misalnya
instansi pemerintah, buku materi, laporan, dan peprustkaan. Contoh data
sekunder adalah penggunaan foto citra satelit yang dikemmbangkan
LAPAN untuk melihat pembangunan proyek pekerjaan jembatan di suatu
daerah secara waktu nyata dan akurat.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 16

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

Teknik mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian geografi
yaitu obeservasi lapangan, wawancara, kuesioner, studi dokumentasi, dan studi
kepustakaan. Penerapan masing-masing teknik bergantung kepada kebutuhan
yang harus dilakukan daya yang harus dukumpulkan dalam penelitian.

a) Survei Lapangan
Survei lapangan merupakan teknik pengumpulan data yang utama

dalam penelitian geografi. Pada dasarnya pengetahuan geografi merupakan
hasil pengumpulan data dan fakta di lapangan. Hal ini karena gejala dan
masalah geografi terdapat di lapangan. Alat pengumpul data pada waktu
observasi yaitu pedoman observasi, peta dasar, dan kamera. Dalam
mengobesrvasi data lapangan harus didokumentasikan melalui catatan-
catatan. Peta dasar digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui posisi
suau tempat di lapangan. Jenis pedoman observasi daapt berupa pedoman
check list terbuka, terstruktur dan tertutup.

b) Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilengkapi data

yang tdak terungkap dalam teknik observasi. Wawancara menggunakan
pedoman wawancara terbuka dan terstruktur.

Sumber: https://images.app.goo.gl/q2qC1KHcU3N2pgvD9

Dalam pelaksanaannya orang yang melakukan wawancara dapat
berhadapan langsung dengan orang yang diwawancarai atau daapt melalui
telepon. Dalam melakukan wawancara terdapat etika atau sopan santun
yang harus dijaga oleh pewawancara. Tahapan dalam wawancara antara
lain memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan wawancara, menjelaskan
materi isi dari wawancara dan mengajukan pertanyaan.

c) Kuesioner
Kuesioner atau yang biasa disebt daftar pertanyaan dilakukan apabila

data dan informasi yang diperlukan membutuhkan jumlah yang sangat
banyak, sehingga akan lebih efektif. Teknik kuesioner berbeda dengan
teknik wawancara, bahwa pengumpul data tidak berhadapan langsung
dengan responden, pengumpul data tidak menjelaskan secara langsung
kepada responden dan pertanyaan hanya bisa ditujukan kepada responden
yang bisa membaca dan menulis. Oleh karena itu petunjuk pengisian
kuesioner harus jelas.

Dalam penelitian terdaat tiga jenis kuesioner, yaitu kuesioner tertutup,
kuesioner terbuka dan kuesioner gabungan. Kuesioner tertutup merupakan

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 17

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

jenis kuesioner yang jawaban dari pertanyaannya sudah ditentukan oleh
peneliti sehingg responden hanya memilih salah satu jawaban yang ada.
Kuesioner terbuka merupakan jenis kuesioner yang membutuhkan jawaban
yang tidak terikat, sehingga responden bebas menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh peneliti. Sedangkan kuesioner gabungan adalah kuesioner
yang terdiri dari pertanyaan yang jawabannya telah disediakan dan
pertanyaan yang membutuhkan jawaban bebas dari responden.

d) Studi Dokumentasi
Untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam penelitian geografi,

dapat menggunakan dokumen dari berbagai instansi, seperti data
kependudukan dari BPS (Badan Pusat Statistik), data jumlah tenaga kerja
dari Dinas Perindsutrian, data luas lahan pertanian dari Dinas Pertanian.

e) Studi kepustakaan
Dalam penelitian geografi harus menguasai teori, konsep, dan prinsip

geografi yang diperoleh melalui studi kepustakaan atau studi literatur.
Studi kepustakaan berupa pendapat para ahli yang mendukung atau
memperkuat teori yang sedang diteliti.

2. Metode Penelitian Geografi
Metode penelitian berkaitan erat dengan langkah-langkah atau

prosedur, teknik pengumpulan data dan analisis data. Terdapat jenis-jenis
dalam metode penelitian geografi, antara lain metode deskriptif, studi kasus,
survei, korelasional, eksperimen, dan penelitian tindakan.

a. Metode Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitain yang berusaah mendeskripsikan

suatu gejala dan fenomena yang terjadi di suatu wilayah. Tujuan dari
penelitian ini yaitu memberikan deskripsi terhadap permasalah secara
sistematis, faktual, dan akurat mengenai kondisi alam dan manusia pada
suatu wilayah. Peneliti berusaha mendeskripsikan mengenai fenomena
tanpa memberikan perlakuan pada fenomena tersebut. Langkah penelitian
deskriptif yaitu merumuskan masalah, menentukan jenis data dan
informasi yang ingin diperoleh, menentukan teknik pengumpulan dan
analisis data, dan menarik kesimpulan penelitian.

b. Metode Studi Kasus
Penelitian studi kasus dilakukan secara intensif pada kondisi alam atau

manusia pada suatu wilayah yang mengalami kasus secara spesifik. Peneliti
mempelajari kasus tersebut secara mandalam yaitu mengungkapkan semua
variabel yang berpengaruh pada kasus tersebut. Fokus utama studi kasus
yaitu mengkaji pengaruh manusia terhadap lingkungannya pada suatu
wilayah tertentu yang berbeda dengan wilayah lainnya.

c. Metode survei
Penelitian survei dilakukan untuk memperoleh fakta suatu fenomena

atau gejala di lapangan. Tujuan utamanya yaitu mengumpulkan informasi
mengenai variabel dari populasi penelitian, baik populasi wilayah mau pun
populasi penduduk. Hasil penelitian survei digunakan untuk pemecahan
masalah dan perumusan pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan
perencanaan wilayah. Survei dengan cakupan seluruh populasi disebut
sensus, sedangkan survei dengan cakupan sebagian populasi disebut

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 18

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

sampel. Salah satu alat ukur metode survei yaitu kuesioner untuk objek
penduduk, dan pedoman observasi untuk objek bentang alam.

d. Metode Historis
Metode historis digunakan untuk mengkaji fenomena geografi

berdasarkan urutan waktu (kronologis). Perspektif waktu merupakan kata
kunci dalam menggunakan metode hsitoris. Metode historis akan lebih
efektif menggunakan teknologi penginderaan jauh dan system informasi
geografi melalui pemodelan spasial monitrong, yaitu membandingkan data
spasial dari waktu yang berbeda (time series).

e. Metode Korelasional
Metode korelasional mengkaji fenomena atau masalah geografi dengan

menghubungkan antar dua variabel atau lebih. Tingkat hubungan antara
variabel tersebut dinyatakan dengan koefisien korelasi.

f. Metode Eksprimen
Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahui sebab akibat atas

permasalahan geografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
berupa data angka melalui analisisi statistik. Metode ini lebih menekankan
perlakuan untuk melihat pengaruh atau perubahan variabel yang diberi
perlakuan atau tindakan dengan variabel yang tidak diberi tindakan. Dalam
metode eksperimen penelitian harus melakukan kegiatan kontrol,
perlakuan (treatment), dan observasi. Metode ini banyak digunakan dalam
penelitian pendidikan geografi di kelas.

3. Menganalisis Data Geografi
Analisis data merupakan pengolahan dan interpretasi data untuk

memperoleh kesimpulan penelitian. Analisis data geografis berarti analisis
keruangan. Analisis keruangan diantaranya analisis lokasi, analisis penyebaran
(distribusi), dan analisis interkasi keruangan.

a. Analisis Lokasi
Lokasi merupakan salah satu konsep esensial dalam kajian geografi

karena dapat menjelaskan lebih jauh mengenai kondisi suat wilayah.
Misalnya daerah yang berada di antara 600 LU dan 1100 LS maka daerah
tersebut berada pada iklim tropis dengan segala dampak yang ditimbulkan.

b. Analisis Penyebaran
Analisis penyebaran membutuhkan alat bantu berupa peta untuk

mengetahui persebaran suatu fenomena atau gejala geografi yang dapat
digambarkan dengan menggunakan simbol titik, garis ataupun area. Namun
sebelum memetakan fenomena atau gelaja tersebut peneliti haruslah
mencari data yang kemudia diklasifikasikan untuk membuat pola
keruangan. Contohnya adalah analisis yang digunakan untuk penyebaran
daerah industri. Oleh karena itu analisis ini sangat mudah jika dibantu
dengan peta, citra penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG).

Pada dasarnya pola penyebaran sebuag fenomena daalm ruang
mengikuti pola tertentu yaitu bergerombol (cluster pattern), tersebar tidak
merata (random pattern) dan tersebar merata (dispersed pattern).

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 19

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

c. Analisis Interaksi dan Difusi Keruangan
Analisis ini digunakan untuk mengkaji pergerakan baik penduduk,

barang, jasa maupun informasi dalam suatu ruang. Pergerakan ini
dipengaruhi oleh sarana transportasi dan kondisi morfologi atau topografi
suatu wilayah. Contohnya dalam menganalisis persebaran barang di daerah
berbukit akan lebih lambat dibandingkan di daerah dataran rendah.

C. Rangkuman

Berdasarkan uraian materi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan,
diantaranya adalah:
1. Data merupakan hal penting yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian untuk

menjawab semua permasalahan geografi.
2. Data primer merupakan data atau informasi yang diambil langsung oleh

peneliti, baik melalui studi lapangan, wawancara maupun kuesioner.
3. Data sekunder merupakan data atau informasi yang diperoleh melalui studi

dokumentasi atau studi lapangan yang melibatkan instansi-instansi tertentu.
4. Metode yang digunakan dalam penelitian geografi melitupu metode deskriptif,

metode studi kasus, metode survei, metode historis, meotde korelasional, dan
metode eksperimen.
5. Dalam menganalisis data geografi dapat menggunakan tiga cara yaitu analisis
lokasi, analisis penyebaran, dan analisis interaksi dan difusi penyebaran.

D. Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan cara memberi tanda (X) pada jawaban
yang benar!

1. Data yang diperoleh langsung dari responden baik hasil wawancara ataupun
angket disebut ….
A. data objektif
B. data primer
C. data sekunder
D. data kualitatif
E. data kuantitatif

2. Seseorang ingin meneliti kerusakan lahan akibat Tsunami di Selat Sunda
dengan cara mencari data langsung ke daerah-daerah yang terdampak tsunami.
Metode yang digunakan oleh peneliti tersebut adalah ….
A. metode studi kasus
B. metode survei
C. metode studi lapangan
D. metode korelasional
E. metode historis

3. Data geografi haruslah data yang tidak dimanipulasi harus sesuai dengan data
sebenarnya. Data geografi berarti harus bersifat ….
A. objektif
B. subjektif
C. tepat waktu
D. akurat
E. fleksibel

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 20

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

4. Apabila seseorang ingin meneliti tentang pengaruh mobilitas masyarakat
terhadap penyebaran covid-19 di Jakarta, maka metode penelitian geografi
yang tepat adalah ….
A. metode studi kasus
B. metode survei
C. metode studi lapangan
D. metode korelasional
E. metode historis

5. Kerajaan Islam di Banten memiliki hubungan yang sangat erat dengan
Kerajaan Islam di Cirebon. Metode penelitian yang tepat untuk mengkaji
fenomena tersebut adalah ….
A. metode studi kasus
B. metode survei
C. metode studi lapangan
D. metode korelasional
E. metode historis

6. Dalam meneliti tingkat bahaya erosi suatu daerah membutuhkan data curah
hujan yang dapat diperoleh dengan mengunjungi Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika. Jenis data curah hujan tersebut termasuk ke dalam
data ….
A. data langsung
B. data objektif
C. data primer
D. data sekunder
E. data subjektif

7. Dalam penelitian geografi untuk mendukung teori yang akan digunakan maka
dibutuhkan beberapa teori dari para ahli. Teknik penelitian yang digunakan
adalah teknik ….
A. wawancara
B. kuesioner
C. studi dokumentasi
D. studi literatur
E. studi lapangan

8. Teknik pengumpulan data yang membutuhkan peta dasar dan pedoman
observasi merupakan teknik ….
A. wawancara
B. kuesioner
C. studi literatur
D. studi lapangan
E. studi dokumentasi

9. Dalam menggunakan metode analisis penyebaran agar penyebarannya mudah
dipahami maka membutuhkan alat bantu berupa ….
A. grafik
B. peta
C. tabel
D. gambar
E. diagram

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 21

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

10. Analisis yang digunakan untuk mengkaji pergerakan sebuah fenomena alam
seperti mobilitas penduduk dari satu daeah ke daerah lain adalah ….
A. analisis kualitatif
B. analisis kuantitatif
C. analisis lokasi
D. analisis persebaran
E. analisis interkasi dan difusi

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 22

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 3

No Jawaban Pembahasan Skor

1. A Data primer adalah data yang diperoleh langsung pada 1
2B saat penelitian 1

3A Penelitian survei dilakukan untuk memperoleh fakta 1
4D suatu fenomena atau gejala di lapangan. Tujuan 1
utamanya yaitu mengumpulkan informasi mengenai
5E variabel dari populasi penelitian, baik populasi wilayah 1
6D mau pun populasi penduduk. 1

7D Data objektif adalah data yang sebenarnya tanpa ada 1
8D manipulasi data. 1

9B Metode korelasional mengkaji fenomena atau masalah 1
10 E geografi dengan menghubungkan antar dua variabel 1
atau lebih. Tingkat hubungan antara variabel tersebut 10
dinyatakan dengan koefisien korelasi.

Metode historis digunakan untuk mengkaji fenomena
geografi berdasarkan urutan waktu (kronologis).

Data curah hujan tidak diperoleh melalui pengamatan
langsung oleh peneliti data curah hujan diambil melalui
instansi terkait, sehingga data yang diperoleh adalah
data sekunder

Studi literatur adalah studi untuk mencari teori atau
fakta-fakta yang berkaitan dengan teori yang akan
diteliti

Survei lapangan merupakan teknik pengumpulan data
yang utama dalam penelitian geografi. Pada dasarnya
pengetahuan geografi merupakan hasil pengumpulan
data dan fakta di lapangan, sehingga membutuhkan alat
bantu berupa peta dasar

Peta merupakan alat bantu yang dapat menggambarkan
penyebaran sebuah fenomena.

Analisis interkasi dan difusi digunakan untuk mengkaji
pergerakan baik penduduk, barang, jasa maupun
informasi dalam suatu ruang

Total Skor

Nilai kalian:
(Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 23

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

E. Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan penuh tanggung jawab

dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kolom ya atau tidak!

No Pernyataan Jawaban
Ya Tidak

1. Saya mampu mempelajari kegiatan pembelajaran 3
dengan baik

2. Saya mampu memahami syarat-syarat data
penelitian

3. Saya mampu menyebutkan sumber data penelitian

4. Saya mampu menjelaskan teknik pengambilan data

5. Saya mampu menjelaskan metode yang digunakan
daalm penelitian geografi

6. Saya mampu menjelaskan metode analisis data
geografi

7. Saya mampu membedakan teknik pengumpulan data
dengan sumber data geografi

8. Saya mampu membedakan sumber data geografi
dengan metode penelitian geografi

9. Saya mampu membdakan data primer dan data
sekunder

10. Saya mampu membedakan metode penelitian
geografi dengan metode analisis data geografi

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 24

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
LAPORAN PENELITIAN

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 4 ini kalian diharapkan mampu memahami
sistematika penulisan laporan dan menyusun laporan penelitian geografi dengan
teliti.

B. Uraian Materi

Sistematika dalam penulisan laporan penelitian terdiri atas bagian
pembukaan, bagian isi, dan bagian pendukung.
1. Bagian Pembukaan

a. Lembar judul penelitian berisi nama judul penelitian, nama peneliti, nama
sekolah/instansi dan tahun. Judul penelitian harus berupa pernyataan
yang mengandung masalah, subjek penelitian dan lokasi penelitian.

b. Abstrak, berupa ringkasan esensi penelitian yang berisi permasalahan,
tujuan, metode penelitian dan hasil penelitian.

c. Kata pengantar, berupa kata yang dibuat oleh penulis berkaitan dengan
maksud penulisan laporan penelitian, ucapan terimakasih pada berbagai
pihak atas dukungan penelitian.

d. Daftar isi terdiri dari daftar halaman, daftar table, daftar gambar dan daftar
lampiran.

2. Bagian Isi
a. Pendahuluan, berisi :
1) Latar belakang penelitian, berupa uraian mengenai permasalahan
umum, data pendukung, pendapat pendukung yang melatarbelakangi
pentingnya diadakan penelitian.
2) Rumusan masalah, dinyatakan dalam kalimat Tanya terkait masalah
yang timbul dari latar belakang.
3) Tujuan penelitian, dinyatakan dalam kali,mat pernyataan terkait
dengan rumusan masalah penelitian.
4) Manfaat penelitian, berisi tentang manfaat yang didapat setelah
dilakukan penelitian, baik bagi peneliti mau pun pihak lain.
b. Tinjauan pustaka, berisi:
1) Teori atau konsep yang terkait dengan variabel penelitian.
2) Tinjauan dari penelitian-penelitian sebelumnya terkait dengan objek
yang diteliti.
3) Hipotesis, berupa dugaan sementara terhadap hasil penelitian
c. Metode penelitian berisi langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai
tujuan penelitian, meliputi:
1) Lokasi penelitian
2) Variabel penelitian
3) Teknik pengumpulan data
4) Analisis data
d. Hasil dan pembahasan berisi:

1) Hasil penelitian, berupa uraian hasil analisis data,
2) Pembahasan, berupa pemikiran peneliti dsan didukung oleh teori atau

pendapat oranglain. Dalam pembahasan ini juga dibahas apakah
hipotesis yang dibuat terbukti atau tidak.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 25

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

e. Kesimpulan dan saran
1) Kesimpulan berupa ringkasan jawaban pertanyaan pada rumusan
masalah dan tujuan penelitian
2) Saean merupakan rekomendasi yang muncul dari hasil penelitian
maupun rekomendasi penelitian selanjutnya.

3. Bagian Pendukung
a. Daftar Pustaka, berisi kumpulan referensi atau bacaan yang menjadi
rujukan dalam penelitian. Penulisan daftar pustaka harus sesuai dengan
pedoman tata cara penyusunan. Jenis pustaka daalm penelitian geografi
bersumber dari buku, jurnal, laporan penelitian dan internet.
b. Lampiran, berisi lembaran-lembaran pelengkap yang digunakan dalam
penelitian, seperti instrument penelitian, table data penelitian, surat
perizinan dan biodata penulis.

C. Rangkuman

1. Sistematika penulisan laporan penelitian terdiri dari bagian pembuka, bagian
isi dan bagian pendukung.

2. Bagian isi merupakan bagian terpenting dari laporan penelitian yang terdiri
dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode peneitian, hasil dan pembahasan,
dan kesimpulan dan saran

D. Penugasan Mandiri

Perhatikan gambar berikut:

Sumber : http://news.detik.com

Jakarta - Bencana tanah longsor terjadi di Jalan Lintas Padang Solok Panorama II,
Kelurahan Indraung, Kecamatan Luki, Kota Padang. Tiga unit kendaraan masuk
ke dalam jurang akibat terseret permukaan jalan yang longsor.

"Longsor menutup akses jalan lebih kurang 30 meter dengan ketinggian lebih
kurang dua meter," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo
dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Jumat (14/12/2018).

Berdasarkan ilustrasi di atas:
1. Lakukanlah sebuah penelitian berkaitan dengan gambar tersebut

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 26

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

2. Buatlah laporan penelitian dengan sistematika seperti yang sudah dijelaskan
pada materi.

3. Presentasikanlan hasil penelitian kalian di depan kelas atau melalui aplikasi
meeting.

E. Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut:
1. Sebutkan bagian-bagian dalam laporan penelitian geografi?
2. Apa yang dimaksud dengan hipotesis?
3. Apa yang dapat dijabarkan dalam tinjauan pustaka?

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 27

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 3

No Pembahasan Skor

1. Bagian-bagian dalam laporan penelitian: 10
a. Bagian Pembuka

- Lembar judul
- Abstrak

- Kata pengantar
- Daftar isi

b. Bagian Isi
- Pendahuluan
- Tinjauan pustaka

- Metode peneltian
- Hasil dan pembahasan

- Kesimpulan dan saran
c. Bagian Pendukung

- Daftar pustaka
- Lampiran

2 Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara 2

terhadap hasil penelitian

3 Yang dijabarkan dalam tinjauan pustaka adalah konsep 3
atau teori yang berkaitan dengan variabel yang diteliti

dari beberapa tokoh, atau juga berisi tentang
rangkuman penelitian sejenis sebelumnya

Total Skor 15

Nilai kalian:
(Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 28

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

F. Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan penuh tanggung jawab

dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kolom ya atau tidak!

No Pernyataan Jawaban
Ya Tidak

1. Saya mampu mempelajari kegiatan pembelajaran 4
dengan baik

2. Saya mampu menyebutkan bagian dalam laporan
penelitian

3. Saya mampu menjelaskan bagian isi dalam laporan
penelitian

4. Saya mampu membuat laporan penelitian

5. Saya mampu mempresentasikan hasil penelitian

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 29

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

EVALUASI

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Fenomena geografi yang sesuai untuk objek penelitian fisik adalah ….
A. persebaran penduduk yang tidak merata
B. kebiasaan masyaratkat di pesisir pantai
C. adat-istiadat masyarakat di pedesaan
D. penambang pasir ilegal
E. sedimentasi di sekitar muara sungai

2. Objek penelitian geografi yang sesuai dengan tema dampak abu vulkanis
terhadap kondisi lahan di sekitar gunung api adalah ….
A. batuan vulkanis dan hewan ternak
B. kebiasaan masyarakat dan hewan ternak
C. kondisi tanah dan udara
D. masyarakat dan hewan ternak
E. adat masyarakat dan sumber air

3. Kondisi sungai d Jakarta semakin memprihatinkan. Tema yang tepat sesuai
dengan fenomena tersebut adalah ….
A. penyebab banjir di Jakarta
B. tingkat penggunaan air tanah di Jakarta
C. pariwisata keliling sungai d Jakarta
D. kualitas air sungai di Jakarta
E. kualitas penduduk Jakarta

4. Arus komuter setiap hari semakin bertambah. Hal ini memerlukan perhatian
dari pemerintah, khususmya pemerintah daerah. Tema penelitian yang tepat
untuk peristiwa tersebut adalah ….
A. penyebab kenaikan arus komuter setiap hari
B. alasan komuter mendatangi mendatangi Jakarta
C. jumlah sarana transportasi
D. minat komuter ke Jakarta
E. jumlah komuter setiap tahun

5. Penyusunan penelitian dilakukan secara sistematis, artinya sesuai dengan ….
A. urutan prioritas
B. kehendak peneliti
C. langkah-langkah metode ilmiah
D. pemikiran yang logis
E. data-data ilmiah

6. Pertanyaan penelitian yang sesuai dengan penelitian geografi yang bertemakan
dampak aktiviats gunung api adalah ….
A. Mengapa gunung api tersebut meletus?
B. Bagaimana ciri-ciri gunung api meletus?
C. Apa dampak letusan gunung api terhadap kehidupan penduduk?
D. Siapa yang menjadi korban letusan gunung apa tersebut?
E. Material apa yang dikeluarkan oleh gunung api tersebut?

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 30

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

7. Metode yang digunakan untuk memperoleh data penelitian geografi yang
berhubungan dengan kualitas air tanah adalah ….
A. wawancara
B. eksperimen
C. observasi
D. studi pustaka
E. kuantitatif

8. Metode observasi tidak dapat digunakan untuk penelitian geografi dengan
objek penelitian ….
A. perbedaan jenis tanah di Pulau Jawa
B. kelengkapan fasilitas jaringan jalan di kota besar
C. pencemaran sungai oleh limbah pabrik
D. pencemaran suara di sekitar bandara
E. pengolahan limbah pabrik tahu

9. Data yang dibutuhkan dalam penelitian geografi sosial dapat diperoleh dengan
cara menyebarkan angket. Pengolaha data yang sesuai untuk hasil angket
tersebut adalah ….
A. kualitatif
B. observatif
C. kuatitatif
D. eksperimen
E. studi pustaka

10. Pengambilan data untuk penelitian tingkat kesuburan tanah dapat dilakukan
dengan cara ….
A. menyusun angket
B. melakukan wawancara
C. melakukan observasi
D. pengujian sampel tanah
E. mengukur kedalaman tanah

11. Metode analisis penelitian yang mejadi ciri khas dari penelitian geografi adalah
….
A. lokasi, penyebaran, dan interaksi
B. lokasi, manipulasi, dan penghitungan
C. interaksi, manipulasi, dan lokasi
D. penyebaran, pengukuran, dan lokasi
E. lokasi, manipulasi, dan pengukuran

12. Teknik analisis data geografi dengan cara tumpang susun peta dapat
menggunakan metode ….
A. penginderaan jauh
B. sistem informasi geografis
C. kompleks wilayah
D. studi kepustakaan
E. studi dokumentasi

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 31

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

13. Dalam meneliti tingkat bahaya erosi suatu daerah membutuhkan data curah
hujan yang dapat diperoleh dengan mengunjungi Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika. Jenis data curah hujan tersebut termasuk ke dalam
data ….
A. data langsung
B. data objektif
C. data primer
D. data sekunder
E. data subjektif

14. Dalam menggunakan metode analisis penyebaran agar penyebarannya mudah
dipahami maka membutuhkan alat bantu berupa ….
A. grafik
B. peta
C. tabel
D. gambar
E. diagram

15. Teknik pengumpulan data yang membutuhkan peta dasar dan pedoman
observasi merupakan teknik ….
A. wawancara
B. kuesioner
C. studi literatur
D. studi lapangan
E. studi dokumentasi

16. Menentukan perkiraan hasil dari penelitian yang akan dilaksanakan
merupakan langkah-langkah penelitian geografi termasuk ke dalam ….
A. hipotesis
B. tujuan penelitian
C. rumusan masalah
D. metode penelitian
E. hasil penelitian

17. Tinjauan pustaka mengenai dasar-dasar teori yang dijadikan pedoman dalam
penelitian geografi terdapat pada bagian ….
A. pendahuluan
B. landasan teori
C. metode penelitian
D. hasil dan pembahasan
E. kesimpulan dan saran

18. Dalam membuat laporan penelitian geografi, tata cara untuk memperoleh data
penelitian terdapat pada bagian ….
A. pendahuluan
B. latar belakang
C. landasan teori
D. metode penelitian
E. hasil penilitan

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 32

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

19. Hasil dari penelitian geografi yang dijadikan pedoman dalam memberikan
informasi keruangan adalah ….
A. peta
B. globe
C. atlas
D. citra satelit
E. tabel

20. Daftar buku yang dijadikan pedoman dalam penelitian geografi terdapat pada
bagian ….
A. pendahuluan
B. landasan teori
C. metode penelitian
D. daftar pustaka
E. kesimpulan

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 33

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN EVALUASI

1. Jawaban: E
2. Jawaban: C
3. Jawaban: D
4. Jawaban: A
5. Jawaban: C
6. Jawaban: C
7. Jawaban: C
8. Jawaban: B
9. Jawaban: C
10. Jawaban: D
11. Jawaban: A
12. Jawaban: A
13. Jawaban: D
14. Jawaban: B
15. Jawaban: D
16. Jawaban: A
17. Jawaban: B
18. Jawaban: D
19. Jawaban: A
20. Jawaban: D

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 34

Modul Geografi Kelas X KD 3.3 dan 4.3

DAFTAR PUSTAKA

Bintarto, R. dan Surastopo Hadisumarmo. 1991. Metode Analisa Geografi. Jakarta:
LP3ES

Daldjoeni, N. 1982. Pengantar Geografi. Bandung: Alumni.
Khairani, 2018. Penelitian Geografi Terapan. Jakarta: Prenada Media
Mantra, I. Bagoes. 2003. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Sindhu, Y. 2016. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Somantri, L dan Nurul Huda. 2015. Aktif dan Kreatif Belajar Geografi untuk Kelas X.

Bandung: Grafindo Media Pratama.
Subagio, 2003. Pengrtahuan Peta. Bandung: Penerbit ITB
Tim Penyusun, 2007. Ensiklopedia Geografi. Jakarta: Lentera Abadi.
Wasis, Widjiono. 1989. Ensiklopedia Nusantara. Jakarta: Mawar Gempita.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 35

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN i

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN
GEOGRAFI KELAS X

PENYUSUN
FITRI SEKAR LESTARI, S.Si
SMA NEGERI 1 KRAMATWATU

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 1

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

DAFTAR ISI

PENYUSUN ........................................................................................................................................................1
DAFTAR ISI .......................................................................................................................................................2
GLOSARIUM ...................................................................................................................................................... 5
PETA KONSEP..................................................................................................................................................5
PETA KONSEP..................................................................................................................................................6
PENDAHULUAN .............................................................................................................................................. 7

A. Identitas Modul..............................................................................................................7
B. Kompetensi Dasar..........................................................................................................7
C. Deskripsi Singkat Materi ...............................................................................................7
D. Petunjuk Penggunaan Modul .........................................................................................8
E. Materi Pembelajaran ......................................................................................................8
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ................................................................................................................9
PEMBENTUKAN PLANET BUMI .............................................................................................................9

A. Tujuan Pembelajaran .....................................................................................................9
B. Uraian Materi.................................................................................................................9
C. Rangkuman ..................................................................................................................15
D. Penugasan Mandiri ......................................................................................................16
E. Latihan Soal .................................................................................................................16
F. Penilaian Diri ...............................................................................................................18
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 .............................................................................................................19
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN DI BUMI ........................................................................................19

A. Tujuan Pembelajaran ...................................................................................................19
B. Uraian Materi...............................................................................................................19
C. Rangkuman ..................................................................................................................23
D. Penugasan Mandiri ......................................................................................................25
E. Latihan Soal .................................................................................................................25
F. Penilaian Diri ...............................................................................................................28
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 .............................................................................................................29
ROTASI DAN REVOLUSI BUMI..............................................................................................................29

A. Tujuan Pembelajaran ...................................................................................................29
B. Uraian Materi...............................................................................................................29
C. Rangkuman ..................................................................................................................35
D. Latihan Soal .................................................................................................................35
E. Penilaian Diri ...............................................................................................................37

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 2

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

EVALUASI .......................................................................................................................................................38
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN.............................................................................................42
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................................................43

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 3

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 4

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

GLOSARIUM

Divergen
gerakan saling menjauh antar lempeng tektonik

Gondwana
benua paling besar yang berada di belahan bumi selatan yang terpisah dari
pangea

Konvergen
gerakan saling mendekat antar lempeng tektonik

Kenozoikum
zaman yang berlangsung sejak 66 juta tahun yang lalu hingga saat ini

Laurasia
Suatu benua besar di belahan bumi utara yang terpisah dari Pangea yang
sekarang menjadi benua Eropa dan Asia serta benua Amerika bagian utara

Lempeng Tektonik
lempeng atau kulit bumi yang berupa lapisan batuan yang berada di atas lapisan
astenosfer

Mesozoikum

masa yang berlangsung sekitar 150 juta tahun. Pada zaman itu perkembangan
reptil mencapai puncaknya terutama dinosaurus Raster

Informasi keruangan dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel

Paleozoikum PETA KONSEP

zaman dimana keadaan bumi masih belum stabil, iklim masih berubah-ubah dan
curah hujan sangat besar

Pangea
sebuah benua besar (supercontinent) yang merupakan gabungan dari benua-
benua di permukaan bumi pada zaman karbon

Revolusi Bumi
perputaran bumi mengelilingi matahari

Rotasi Bumi
perputaran bumi pada porosnya

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 5

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

PETA KONSEP

Bumi Sebagai Ruang
Kehidupan

Teori Pembentukan Perkembangan Dampak Rotasi dan
Planet Bumi Kehidupan di Bumi Revolusi Bumi

terhadap Kehidupan
di Bumi

Teori Kontraksi
Teori Dua Benua
Teori Pergeseran Benua
Teori Konveksi
Teori Lempeng Tektonik

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 6

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

A. Identitas Modul PENDAHULUAN

Mata Pelajaran : Geografi
Kelas :X
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan (3 x 3 JP)
Judul Modul : Bumi sebagai Ruang Kehidupan

B. Kompetensi Dasar

3.4 Menganalisis dinamika planet Bumi sebagai ruang kehidupan
4.4 Menyajikan karakteristik planet Bumi sebagai ruang kehidupan dengan

menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, foto dan/atau video

C. Deskripsi Singkat Materi

Selamat berjumpa kembali anak-

anak hebat di seluruh Indonesia. Kalian tahu
bukan, jika Bumi adalah planet kehidupan,

karena sampai saat ini belum ada planet lain di
tata surya ini yang dapat dijadikan tempat

tinggal mahluk hidup. Selain itu, bumi juga
disebut planet biru karena tampak berwarna

biru jika dilihat dari luar angkasa. Hal tersebut
disebabkan sebagian besar permukaan bumi

terdiri dari lautan. Oleh karena kekhususan
bumi sebagai tempat tinggal mahluk hidup,

maka manusia terus berusaha mengungkap
proses pembentukan bumi.

Dalam modul ini kalian akan mempelajari teori pembentukan plante Bumi,
perkembangan kehidupan di Bumi dan dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap
kehdupan. Silahkan kalian simak baik-baik ya.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 7

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

D. Petunjuk Penggunaan Modul

Bacalah modul ini hingga tuntas dan paham

Ikuti petunjuk kegiatan pembelajaran yang ada
pada modul

Belajarlah secara mandiri, jika kalian membutuhkan
bantuan, hubungi guru

Kerjakan latihan soal dan evaluasi untuk
mengetahui tingkat pemahaman kalian

Cocokkan hasil kerja kalian dengan kunci jawaban
Jika nilaimu sudah mencapai 75 silahkan lanjut ke
modul berikutnya, jika masih di bawah 75 pelajari

kembali modul ini

E. Materi Pembelajaran

Modul ini terbagi menjadi 3 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian
materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi.
Pertama : Teori Pembentukan Planet Bumi meliputi teori pembentukan tata surya,

teori pembentuk permukaan teori kontraksi, teori dua benua, teori
pergeseran benua, teori konveksi dan teori lempeng tektonik
Kedua : Perkembangan Kehidupan di Bumi, meliputi zaman Arkaekum, zama
Paleozoikum, zaman Mesozoikum dan zaman Neozoikum
Ketiga : Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi terhadap kehidupan, meliputi rotasi
dan revolusi bumi.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 8

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PEMBENTUKAN PLANET BUMI

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini kalian diharapkan mampu menjelaskan teori
pembentukan tata surya dan pembentuk permukaan bumi dengan cermat.

B. Uraian Materi

1. Fase Pembentukan Bumi

Fase-fase pembentukan bumi terdiri atas delapan fase, yaitu sebagai berikut.
1) Fase awal mula jadi alam semesta (big bang). Pada saat big bang, bumi

terwujud tetapi bahan-bahannya telah ada bersama dengan bahan-bahan
buntang dan planet-planet lain.
2) Fase pembentukan bintang-bintang. Matahari dan bumi sebagai calon tata
surya belum dilahirkan
3) Fase supernova. Yaitu ledakan dari suatu bintang di galaksi yang
memancarkan energi yang teramat besar.
4) Fase pendinginan nebula. Barulah setelah ada kejutan lagi dari supernova
yang ada di sekitarnya, gravitasi antarbahan nebula mulai aktif. Ketika
gravitasi mulai bekerja, pembentukan sebuah bintang dan atau matahari
mulai terjadi.
5) Fase pembentukan matahari dan cincin planet. Sebagian debu dan gas di
bagian dalam nebula mulai berkumpul dan bergabung kemudian secara
perlahan-lahan.
6) Fase akresi. Pada saat ini bumi dengan susunan materi yang seragam belum
ada daratan dan atau lautan.
7) Fase pembentukan bumi. Bahan bahan dari meteor yang memiliki berat jenis
yang lebih tinggi mulai tenggelam ke pusat bumi. Akibatnya, tebentuklah inti
bumi.
8) Pembentukan atmosfer, samudera dan makhluk hidup.

2. Teori Pembentukan Tata Surya

Bumi merupakan planet tempat tinggal kita sebagai manusia serta berbagai
makhluk hidup lainnya. Dalam Tata Surya, Bumi adalah planet ketiga dari
Matahari setelah Merkurius dan Venus. Hingga saat ini, belum ditemukan planet
lain yang memiliki tanda-tanda makhluk hidup di dalamnya selain Bumi. Tapi,
pernahkah kalian berpikir tentang teori pembentukan Bumi?

Seperti alam semesta, tentunya Tata Surya dan Bumi memiliki awal mula
pembentukannya. Karena hal tersebut tidak dapat diamati atau diuji lewat
eksperimen, para ilmuwan mengemukakan teori mengenai pembentukan Bumi.
Saat ini, terdapat sebanyak 5 teori pembentukan Bumi yang umum dikenal. Apa
saja? Mari kita simak.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 9

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

a. Teori Pasang Surut Gas

Gambar 1. Pasang surut gas
Sumber : https://informazone.com

Teori pasang surut gas pertama kali dikenalkan oleh James Jeans dan
Harold Jeffreys tahun 1918. Menurut mereka, sebuah bintang besar mendekati
Matahari dalam jarak dekat dan menyebabkan terjadinya pasang surut pada
tubuh Matahari yang saat itu masih berupa gas.

Saat bintang tersebut mendekat, akan terbentuk gelombang raksasa pada
tubuh Matahari yang disebabkan oleh gaya tarik bintang. Gelombang tersebut
mencapai ketinggian yang luar biasa dan menjauh dari inti Matahari menuju
bintang tersebut. Gelombang yang membentuk lidah pijar akan mengalami
perapatan gas hingga terpecah menjadi planet-planet.

b. Teori Ledakan Besar

Gambar 2. Teori ledakan besar
Sumber: https://www.harapanrakyat.com

Teori ledakan besar atau big bang mungkin menjadi salah satu yang
paling terkenal. Teori ini menyebutkan bahwa Bumi terbentuk selama puluhan
miliar tahun. Mulanya, terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada
porosnya. Putaran tersebut menyebabkan bagian-bagian kecil dan ringan dari
kabut terlempar ke luar dan berkumpul membentuk cakram raksasa. Di satu

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 10

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

waktu, gumpalan kabut raksasa itu meledak membentuk galaksi dan nebula-
nebula.

Selama kurang-lebih 4,6 miliar tahun, nebula-nebula tersebut membeku
dan membentuk Galaksi Bima Sakti yang di dalamnya terdapat Tata Surya.
Bagian ringan yang terlempar keluar di awal mengalami kondensasi hingga
membentuk gumpalan yang mendingin dan memadat menjadi planet-planet,
termasuk Bumi.

c. Teori Kabut Nebula

Gambar 3. Teori Nebula
Sumber: https://www.geologinesia.com

Teori pembentukan Bumi yang selanjutnya dinamakan dengan teori kabut
nebula. Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant di tahun 1755 yang
kemudian disempurnakan oleh Piere de Laplace di tahun 1796. Karena itu, teori
ini juga sering dikenal sebagai teori kabut Kant-Laplace.

Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta terdapat gas yang
berkumpul menjadi kabut nebula. Gaya tarik-menarik antargas membentuk
kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Proses
perputaran ini mengakibatkan materi kabit di bagian khatulistiwa terlempar dan
berpisah, kemudian memadat karena pendinginan.

d. Teori Planetasimal

Gambar 4. Teori Planetasimal 11
Sumber: https://luciafebriarlita17.wordpress.com

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

Di awal abad ke-20, seorang ahli astronomi Amerika Forest Ray Moulton
beserta ahli geologi Thomas C. Chamberlain mengemukakan teori planetesimal.
Teori ini menyebutkan bahwa Matahari tersusun dari gas yang bermassa besar.
Pada satu titik, bintang lain yang berukuran hampir sama melintas dekat dengan
Matahari sehingga hampir menjadi tabrakan.

Akibatnya, gas dan materi ringan di bagian tepi Matahari dan bintang
tersebut menjadi tertarik. Materi yang terlempar mulai menyusut dan
membentuk gumpalan-gumpalan yang dinamakan dengan planetesimal.
Planetesimal tersebut mendingin dan memadat hingga akhirnya menjadi planet-
planet yang mengelilingi Matahari.

e. Teori Bintang Kembar

Gambar 5. Teori Bintang Kembar
Sumber: https://ilmugeografi.com

Teori pembentukan Bumi yang terakhir dikenal dengan sebutan teori
bintang kembar. Teori ini dicetuskan oleh ahli astronomi Raymond Arthur
Lyttleton. Menurutnya, galaksi merupakan kombinasi dari bintang kembar. Salah
satu bintang tersebut meledak dan menyebabkan banyak material yang
terlempar. Karena bintang yang tidak meledak memiliki gaya gravitasi yang kuat,
sebaran pecahan ledakan bintang lainnya mengelilingi bintang tersebut. Bintang
yang tidak meledak kemudian dikenal dengan Matahari, sementara pecahan-
pecahannya adalah planet yang mengelilinginya.

3. Teori Pembentukan Bumi

Kondisi Bumi pada awal terbentuknya berbeda dengan kondisi sekarang.
Pada saat itu, bahan Bumi masih homogen atau seragam tanpa benua dan
samudera. Unsur yang ada di dalamnya terdiir dari silikon, oksida besi, magma
dan sebagian kecil berupa unsur kimia lainnya.

Pada awal pembentukan seluruh bagian planet Bumi relatif dingin, namun
lama kelamaan meningkat suhunya menjadi seperti saat ini. Sejumlah ahli
memberikan penjelasan dengan mengajukan tiga faktor penyebab naiknya suhu
di Bumi, yaitu karena adanya akresi, kompresi dan disintegrasi atau penguraian
unsur-unsur radiokatif.

Akresi adalah penambahan panas karena bumi dihujani pleh benda-benda
angkasa. Energi dari benda-benda angkasa tersebut berubah menjadi panas.
Kompresi adalah proses pemadatan Bumi karean gaya gravitasi. Bagian dalam
bumi menerima tekanan yang lebih besar dibanding bagian luarnya. Tingginya

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 12

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

suhu pada bagian inti Bumi mengakibatkan unsur besi mencair. Sedangkan
disintegrasi adalah proses penguraian unsur-unsur radioaktif seperti uraniu,
thorium dan potasium, dimana pada saat proses penguraian diiringi dengan
proses pelepasan panas.

Gambar 6. Relief Muka Bumi
Sumber: https://geograpik.blogspot.com

Gaya dan proses yang terjadi di dalam bumi akan dapat menyebabkan
terbentuknya berbagai macam bentuk muka bumi, seperti terjadinya daratan
(benua), pegunungan dan perbukitan, cekungan, elmbah, tebing, dan lain-lainnya
yang merupakan relief muka bumi. Gaya dan proses yang terjadi didalam bumi
tersebut tidak dapat diamati atau diselidiki secara langsung dan oleh karena itu
perlu suatu metode dan pendekatan yang dapat menghasilkan suatu
teori/hipotesis.

Berikut ini adalah beberapa teori pembentukan muka bumi menurut para ahli:

1) Teori Kontraksi dan Pemuaian (Contraction and Expasion Theory)
Teori ini pada awalnya dicetuskan oleh Descrates (1596-1650) dan

kemudian di dukung oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852).
Descrates menyebutkan bahwa bumi terus mengalami penyusutan dari masa
ke masa karena adanya proses pendinginan. Akibat dari proses penyusutan ini
permukaan bumi mengkerut dan terbentuklah relief berupa gunung, lembah
dan dataran. Analogi teori ini di adopsi dari kulit buah apel yang mengering.
Dari teori ini dapat dijelaskan mengenai proses terbentuknya lipatan pada
permukaan bumi, namun teori belum dapat menjelaskan proses terbentuknya
daerah-daerah tekanan.

2) Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)
Teori yang dikemukakan oleh Edward Zuess pada tahun 1884 ini

menyebutkan bahwa bumi ini pada awalnya terdiri atas dua benua yang sangat
besar yaitu Laurasia di bagian kutub utara dan Gondwana pada bagian kutub
selatan. Kedua benua ini terus mengalami pergerakan ke arah ekuator bumi
hingga pada akhirnya terpecah menjadi beberapa benua yang lebih kecil.
Disebutkan Laurasia terpecah menjadi benua Asia, Eropa dan Amerika Utara,
sedangkan Gondwana terpecah menjadi benua Afrika, Australia dan Amerika
Selatan.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 13

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

3) Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)
Pada tahun 1912, Alfred Wegner mencetuskan teori pengapungan benua

ini. Ia menyebutkan bahwa pada awalnya hanya terdapat satu benua yang
sangat besar dimuka bumi yang disebut Pangea. Kemudian Pangea ini terpecah
dan terus mengalami perubahan melalui pergerakan dasar laut. Gerakan
sentripugal dari rotasi bumi menyebabkan pecahan-pecahan pangea tersebut
bergerak ke arah barat menuju ekuator. Teori ini didukung dengan bukti-bukti
bahwa terdapatnya kesamaan garis pantai, batuan dan fosil antara Afrika
bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur.

4) Teori Konveksi (Convection Theory)
Teori konveksi ini pertama kali dicetuskan oleh Arthur Holmes sekitar

tahun 1927 dan kemudian dikembangkan oleh Harry H. Hess dan Robert Diesz.
Teori ini menyebutkan bahwa terdapat arus konveksi dari dalam mantel bumi
yang terdiri dari massa berupa lava. Ketika arus konveksi ini membawa lava
sampai ke permukaan bumi di bagian punggung tengah samudra (mid oceanic
ridge), akan menyebabkan lava tersebut membeku dan membentuk lapisan
kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi yang
lama. Teori ini didukung dengan adanya bukti bahwa terdapatnya bagian mid
oceanic ridge itu sendiri, seperti mid Atlantic Ridge dan Pasific Atlantic Ridge.
Selain itu berdasarkan sebuah penelitian mengenai umur laut juga dibuktikan
bahwa semakin jauh dari punggung tengah samudera, umur batuan-batuannya
semakin tua.

5) Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Theory)
Teori yang dikemukakan oleh Tozo Wilson sekitar tahun 1965 ini

menyebutkan bahwa kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang
berada di atas lapisan astenosfer, dan lempeng-lempeng pembentuk kulit bumi
ini selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi dari lapisan
astenosfer.

Litosfer bumi terdiri dari dua lempeng yaitu lempeng benua dan lempeng
samudera. Lempeng samufdera tersuusn oleh batuan basa yang dapat dijumpai
di dasar samudera, sedangkan lempen benua tersusun oleh batuan asam.

Berdasarkan arah pergerakan lempeng tektonik ini dapat dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu:
a) Gerak konvergen yaitu berupa gerakan saling bertubrukan antar lempeng

tektonik, baik lempeng benua maupun lempeng samudra. Beberapa
pegunungan seperti Himalaya muda, Alpen, Rocky dan Andes disebut
merupakan relief yang terbentuk akibat proses kenvergensi ini.
Ada tiga jenis gerkan konvergen yaitu:
- Subduksi : Pergerakan konvergen antara lempeng benua dan lempeng

samudera, dengan lempeng samudera jatuh di bawah lempeng benua,
karena gravitasi spesifik lempeng benua kurang dari lempeng samudera.
Contohnya adalah parit yang membentang dari barat Sumatra, selatan
Jawa, ke selatan Nusa Tenggara.
- Obduksi : Pergerakan konvergen diantara kerak benua dan kerak
samudera, tempat kerak benua tenggelam/ menunjam di bawah kerak
samudera. Penunjaman ini terjadi yakni karena adanya perubahan dari
batas lempeng divergen kemudian menjadi konvergen, menimbulkan
terjadinya kerak benua berbenturan dengan kerak samudera.
- Kolisi : Gerakan konvergen antara lempeng benua dan lempeng benua.
Kedua pelat memiliki massa jenis yang tidak berbeda untuk membentuk
pegunungan yang tinggi, seperti Pegunungan Himalaya.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 14

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

b) Gerak divergen, yaitu Gerakan lempeng dimana lempeng bergerak saling
menjauh, dengan gaya yang bekerja pada gerakan ini adalah gaya tarik
(tensional). Perbedaan ini menyebabkan magma naik dari pusat bumi,
membentuk dasar lautan atau kerak samudera. Contohnya adalah MOR (Mid
Ocean Ridges) di dasar Samudera Atlantik;

c) Sesar Mendatar (Transform), yaitu gerakan berlawanan arah yang
menyebabkan terjadinya pergesekan antar lempeng tektonik. Sesar San
Andreas yang terbentang sepanjang 1.200 km merupakan salah satu relief
yang terbentuk akibat adanya proses transform ini.

Gambar 7. Gerak Lempeng Tektonik
Sumber: https://rumusguru.com

C. Rangkuman

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pembentukan bumi diawali dengan pembentukan tata surya berjuta tahun lalu,

hal ini dijelaskan dibeberapa teori diantaranya teori pasang surut gas, teori
ledakan besar, teori kabu nebula, dan teori planetasimal.
2. Pembentukan bumi terjadi secara bertahap diawali dengan fase big bang, fase
pembentukan bintang-bintang, fase pendinginan nebula, fase pembentukan
matahari dan cincin planet, fase akresi, fase pembentukan bumi dan terakhir
adalah fase pembentukan atmosfer.
3. Teori kontraksi menyatakan bahwa bumi mengalami pendinginan yang
menyebabkan permukaan bumi mengkerut sehingga terbentuklah relief bumi
seperti saat ini.
4. Teori dua benua menyatakan bahwa Bumi dahulu terbagi menjadi dua benua yaitu
Laurasia dan Gondwana, kedua benua ini mengalami pergerakan terus menerus
hingga pada akhirnya terpecah menjeadi beberapa benua seperti saat ini.
5. Teori apungan benua menyatakan bahwa pangea terpecah menjadi beberapa
benua. Benua-benua ini mengapung dan karena ada gerak rotasi menyebabkan
benua-benua terpusat di ekuator.
6. Teori konveksi menyatakan bahwa terdapat arus konveksi dari dalam mantel
bumi ke bagian punggung tengah samudera kemudian lava tersebut membeku dan
mengganti kulit bumi yang lama.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 15

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

7. Dalam teori lempeng tektonik dikenal tiga arah pergerakan lempeng, yaitu
konvergen, divergen dan transform.

D. Penugasan Mandiri

Setelah kalian mengetahui teori-teori pembentukan permukaan bumi, analisislah
kelima teori tersebut dengan mencari persamaan dan perbedaan, cobalah buat
kesimpulan mengenai pembentukan permukaan bumi, tulislah hasil kesimpulan
kalian dan kumpulkan pada guru kalian masing-masing

E. Latihan Soal

Kerjakan soal berikut secara mandiri dan percaya diri, jika mengalami kesulitan
berdiskusilah dengan teman sejawat.
1. Bagaimana teori perkembangan tata surya menurut Laplace?
2. Jelaskan persamaan teori planetasimal dengan teori pasang surut gas?
3. Apa yang kalian ketahui tentang pangea?
4. Jelaskan proses pembentukan permukaan bumi menurut teori apungan benua?
5. Apa dampak dari gerak divergen dalam kehidupan?

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 16

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

Kunci Jawaban dan Pembahasan Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 1

No Jawaban Skor

1. Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta terdapat gas yang 4
berkumpul menjadi kabut nebula. Gaya tarik-menarik antargas
membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin
cepat. Proses perputaran ini mengakibatkan materi kabit di bagian
khatulistiwa terlempar dan berpisah, kemudian memadat karena
pendinginan.

2 Teori pasang surut gas dan planetasimal sama-sama menyatakan ada 4
matahari dan ada bintang lain yang mendekati.

3 Pangea adalah sebuah benua raksasa yang ada dipermukaan bumi 4
yang muncul sejak akhir zama paleozoikum hingga awal zaman
mesozoikum

4 Menurut teori apungan benua bahwa pada awalnya hanya terdapat 4
satu benua yang sangat besar dimuka bumi yang disebut Pangea.
Kemudian Pangea ini terpecah dan terus mengalami perubahan
melalui pergerakan dasar laut. Gerakan sentripugal dari rotasi bumi
menyebabkan pecahan-pecahan pangea tersebut bergerak ke arah
barat menuju ekuator. Teori ini didukung dengan bukti-bukti bahwa
terdapatnya kesamaan garis pantai, batuan dan fosil antara Afrika
bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur.

5 Dampak dari gerak divergen terhadap kehidupan adalah melebarnya 4
dasar samudera sehingga menyebabkan jarak antara dua benua
semakin jauh.

Total Skor 20

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 17

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

F. Penilaian Diri

Setelah kalian mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran 1 ini, isilah penilaian
diri ini dengan jujur dan bertanggung jawab yang berisi tentang pemahaman materi
dengan memberikan tanda centang (√) pada tabel berikut.

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya mampu menjabarkan tentang teori-teori pembentukan
tata surya

2. Saya mampu membedakan teori-teori pembentukan tata
surya

3. Saya mampu menganalisis persamaan dan perbedaan teori
pembentukan tata surya dari beberapa Ahli

4. Saya mampu menganalisis teori pembentukan permukaan
bumi

5. Saya dapat memberikan contoh dampak gerak konvergen,
divergen dan transform

6. Saya mengerjakan tugas mandiri secara cermat dan teliti

7. Saya mengerjakan latihan soal dengan jujur

Jika kamu menjawab “Ya”, maka kamu dapat belajar lebih dengan
mempertahankannya dan dapat melanjutkan pembelajaran berikutnya dan
sebaliknya bila kamu menjawab "Tidak", maka segera lakukan pembelajaran
ulang (review).

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 18

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN DI BUMI

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini kalian diharapkan mampu menjelaskan
perkembangan kehidupan di Bumi dan dapat membuat laporan disertai gambar
dan/atau tabel perkembangan kehidupan di Bumi dengan penuh semangat dan
percaya diri.

B. Uraian Materi

Menurut para ahli, sejarah perkembangan di Bumi dibedakan menjadi 4 zaman
yaitu zaman Arkaekum, zaman Palezoikum, zaman Mesozoikum, dan zaman
Neozoikum. Hal ini berdasarkan pada skala waktu geologi. Bagaimana penjelasan
mengenai empat zaman tersebut? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Zaman Arkaekum
Zaman arkaekum adalah zaman tertua yang berlangsung kurang lebih 2.500

juta tahun. Pada zaman itu bumi masih merupakan bola gas sangat panas yang
berputar pada porosnya. Sehingga pada masa itu kehidupan di bumi belum ada.
Ciri-ciri zaman arkaekum:
1. Belum ada kehidupan
2. Bumi masih berupa bola gas yang sangat panas
3. Berlangsung kurang lebih 2.500 juta tahun yang lalu

2. Zaman Paleozoikum
Zaman paleozoikum adalah zaman dimana keadaan bumi masih belum stabil,

iklim masih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Zaman ini berlangsung
kurang lebih 340 juta tahun. Pada zaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan
seperti makhluk bersel satu (mikroorganisme), hewan-hewan kecil yang tidak
bertulang punggung, jenis ikan, dan jenis ganggang atau rumput-rumputan.
Ciri-ciri zaman Paleozoikum:
1. Sudah mulai terdapat kehidupan berupa mikroorganisme
2. Keadaan bumi masih belum stabil
3. Iklim masih berubah-ubah
4. Curah hujan sangat besar
5. Berlangsung sekitar 340 juta tahun

Adanya hewan dan tumbuhan di bumi pada zaman ini diketahui dari sisa-
sisanya yang telah membatu yang disebut fosil. Fosil ini umumnya ditemukan di
batu karang. Zaman ini disebut juga zaman primer (Zaman pertama). Zaman
paleozoikum dibagi menjadi enam periode, berturut-turut dari yang paling tua,
Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perm.
a) Periode Kambirum (500-570 juta tahun yang lalu)

Zaman Kambrium ini terbagi lagi menjadi tiga macam, diantaranya yaitu:
 Fauna Kambrium Bawah yaitu sifatnya kosmopolit, yang dimaksud kalo

binatang – binatang masih tersebar di banyak bagian dunia.
 Fauna Kambrium Tengah yaitu daerah kambrium ini terbagi menjadi

daerah – daerah fauna di Pasifik dan Atlantik.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 19

Modul Geografi Kelas X KD 3.4 dan 4.4

 Fauna Kambrium Atas yaitu daerahnya meliputi fauna Pasifik dengan ciri
Diclocephalus dan menembus Eropa, tiongkok, Tibet sampai Spanyol. Ciri

Olenus ada di daerah fauna Atlantik.

b) Periode Ordovisium (435 – 500 juta tahun yang lalu)
Ciri – ciri dari periode ini yaitu penampilan ikan tanpa rahang, yang
merupakan vertebrata tertua dan penampilan pertama beberapa vertebrata
seperti tetracoral, graptolite, bryozone, asteroid (bintang laut), econoid
(landak laut), dan crinoid (teratai laut).
Zaman ini juga terjadi perkembangan yang pesat pada Graptolit dan Trilobit,
sedangkan echinodermata dan branchiopoda mulai mengalami penyebaran.
Samudera dari zaman es meluap, yang akibatnya Gondwana dan benua lain
menutup celah disekitarnya.

c) Periode Silur (395 – 435 juta tahun yang lalu)
Dalam periode awal yang udah ditentukan dengan berdasarkan terjadinya
kepunahan sebesar 60% dari jenis spesies laut atau yang sering disebut
dengan kepunahan Ordivician-Silurian.
Selama waktu itu, dalam adanya sebuah tanda – tanda yang tertua terhadap
kehidupan vertebrata muncul.

d) Periode Devon (345 – 395 tahun yang lalu)
Periode devon ini ditunjukkan, vertebrata dan juga antropoda mulai

melakukan kolonisasi diatas daratan. Kolonisasi dilakukan dengan
memaksimalkan oksigen yang dihirup dan mengantisipasi kekurangan air,
jadi penyebarannya bisa sampai ke seluruh dunia.

Ikan Hiu dan ikan yang mempunyai rahang pemangsa di lautan
mengalami perkembangan besar-besaran pada masa ini. Binatang sejenis
serangga dan juga amfibi mulai berinvasi ke daratan dan tumbuhan daratan
mulai berkembang.

Tumbuhan–tumbuhan biji, juga mulai tersebar pada Zaman
Paleozoikum di periode devon ini dan tersebar lalu berkembang jadi hutan
yang luas.

Selain itu, juga mulai bermunculan ikan bersirip, terumbu karang,
trilobit dan brachiopoda. Pada masa ini, bumi terbagi menjadi tiga benua
utama, yaitu benua Eropa dan benua Amerika Utara.

e) Periode Karbon (280 – 345 tahun yang lalu)
Dinamai periode karbon, karena ada lapisan batu kapur yang tebal di batu.
Saat itu, banyak benua bergabung sebagai membentuk dalam wilayah yang
lebih luas dan ada koneksi darat antara Eropa, Amerika Utara, dan koneksi
Amerika Selatan dengan benua Afrika, Antartika, dan juga Australia.

f) Periode Perm (225 – 280 juta tahun yang lalu)
Dalam periode permian ini terbagi menjadi tiga, yaitu di Cisuralian,
Guadalupian, dan Lopongian. Dimana, ada perkembangan pesat reptil yang
mirip sekali dengan mamalia.

3. Zaman Mesozoikum

Zaman mesozoikum adalah masa yang berlangsung sekitar 150 juta tahun. Pada
zaman itu perkembangan reptil mencapai puncaknya terutama dinosaurus.
Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 20


Click to View FlipBook Version