The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

by Dewi Rosmalia, SKM, M.Kes, Yustina Sriani etc.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Brawijaya E-Books, 2022-10-14 01:47:14

Sosiologi Kesehatan Bahan Ajar Keperawatan Gigi

by Dewi Rosmalia, SKM, M.Kes, Yustina Sriani etc.

 Sosiologi Kesehatan 

terdapat unsur yang tidak memiliki hubungan yang erat, tidak ada persoalan mengenai
tidak adanya keseimbangan lajunya perubahan. Ketertinggalan terjadi apabila laju
perubahan dari dua unsur masyarakat atau kebudayaan yang mempunyai korelasi
tidak sebanding, sehingga unsur yang satu tertinggal dari unsur lainnya. Ketertinggalan
yang mencolok adalah tertinggalnya alam pikiran dengan perkembangan teknologi
yang sangat pesat, dijumpai terutama pada masyarakat yang sedang berkembang.
Untuk mengubah alam pikiran manusia harus mengalami perubahan terlebih dahulu,
yaitu dari alam pikiran tradisional ke alam pikiran modern yang ditandai dengan sifat
terbuka terhadap pengalaman baru serta terbuka untuk perubahan dan pembaharuan,
tekanan bukanlah pada keahlian dan kemampuan jasmaniah belaka, tetapi pada suatu
jiwa yang terbuka. Pendidikan memperoleh posisi semakin terdidik seseorang semakin
terbuka dan semakin luas daya pikirannya. Alam pikiran modern lebih berorientasi
pada keadaan sekarang dan mendatang daripada keadaan masa lalu, dan itu harus ada
planning untuk hari depan.
Seseorang dengan alam pikiran modern yakin bahwa manusia dapat belajar untuk
memaafkan dan menguasai alam sekitarnya dari pada pasrah atau pasif, yakin bahwa
keadaan dapat diperhitungkan, artinya orang lain atau lembaga lain dapat diandalkan
dalam memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya, artinya tidak setuju dengan
pendapat bahwa sesuatu ditentukan oleh nasib atau watak dari sifat yang khusus dari
orang tertentu, sehubungan dengan itu timbul kesadaran akan harga diri seseorang,
lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga menimbulkan keyakinan
bahwa penghargaan sebagai balas jasa diberikan kepada orang yang benar-benar telah
berjasa dan tidak atas dasar kekuasaan yang dimiliki, semua akan dicapai jika
seseorang memiliki pendidikan supaya dapat berpikir secara ilmiah, dan ini harus
melembaga dalam diri manusia, terutama masyarakat yang sedang berkembang agar
terhindar ketinggalan budaya (Cultural log) ketinggalan budaya merupakan ketidak-
serasian dalam perubahan unsur masyarakat dan kebudayaan.

G. ARAH PERUBAHAN (DIRECTION OF CHNGE) DAN MODERNISASI

Setiap manusia tentu mengharapkan perubahan, perubahan di sini tentu ke arah yang
lebih baik, tetapi bagaimana menurut saudara cara untuk memperoleh perubahan yang lebih
baik? Apa syarat untuk terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik? Untuk menjawab
pertanyaan ini kita akan bahas materi di bawah ini.

Perubahan dapat menjadi sesuatu yang baru, mungkin ke arah sesuatu yang ada dalam
waktu lampau, keinginan yang kuat untuk mendapat pendidikan sekular lebih kuat pada
generasi muda, pendidikan di Indonesia dianggap sebagai alat utama untuk mengadakan
perbaikan. Dahulu pusat perhatian adalah kebahagiaan dunia akhirat, tetapi sekarang lebih
ditujukan pada kehidupan dunia, pendidikan keagamaan disesuaikan dengan aspirasi
generasi muda, sikap dan pikiran keduniaan menyebabkan perubahan pada sikap serta
keluarga, dewasa ini anak bebas memilih lapangan pekerjaan yang disukainya, demikian pula
dengan agama dan pasangan hidupnya.

96

 Sosiologi Kesehatan 

Perubahan dapat dilakukan dengan modernisasi, perubahan bergerak meninggalkan
faktor yang diubah, akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan
bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru atau mungkin bergerak ke arah suatu
bentuk yang sudah ada pada masa lampau.

Faktor yang menghambat proses modernisasi adalah perlawanan terhadap
transformasi akibat adanya modernisasi, keyakinan yang kuat terhadap kebenaran tradisi,
sikap yang tidak toleran terhadap penyimpangan penyimpangan, pendidikan dan
perkembangan ilmiah yang tertinggal. Justru pendidikan dan perkembangan ilmiah
merupakan hal penting untuk mengimbangi perkembangan teknologi dalam modernisasi.
Modernisasi yang terlalu cepat tidak dikehendaki karena masyarakat tidak akan sempat
mengadakan reorganisasi.

Hal yang sangat berpengaruh terhadap penerimaan dan penolakan modernisasi adalah
sikap dan nilai, kemampuan menunjukkan manfaat unsur yang baru serta kesepadanannya
dengan unsur kebudayaan yang ada, ada kemungkinan modernisasi bertentangan dengan
kebudayaan yang ada atau memerlukan pola baru yang belum ada, selain itu kemungkinan
unsur tertentu dari modernisasi menggantikan unsur yang lama (bukan sekadar tambahan).

Modernisasi dalam abad social change mau tidak mau harus dihadapi masyarakat,
bidang yang akan diutamakan oleh suatu masyarakat tergantung dari kebijakan penguasa
yang memimpin masyarakat. Modernisasi pada awalnya mengakibatkan disorganisasi dalam
masyarakat, apalagi menyangkut nilai dan norma masyarakat. Proses yang terlalu cepat dan
tidak mengenal istiadat mengakibatkan disorganisasi yang terus menerus karena masyarakat
tidak sempat untuk mengadakan reorganisasi.

Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif agar proses tersebut tidak mengarah
dalam angan-angan, tetapi modernisasi harus dapat memproyeksikan kecenderungan yang
ada dalam masyarakat ke arah waktu mendatang.

Syarat modernisasi
1. Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa

maupun masyarakat, hal ini menghendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran
yang terencana dengan baik
2. Sistem administrasi negara yang baik yang dapat mewujudkan demokrasi
3. Sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga
atau badan tertentu, hal ini memerlukan penelitian yang kontinyu agar data tidak
tertinggal
4. Penciptaan iklim yang favorable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara
penggunaan alat komunikasi massa. Hal ini harus dilakukan tahap demi tahap karena
erat hubungannya dengan sistem kepercayaan masyarakat (belief system)
5. Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, di lain pihak berarti
pengurangan kemerdekaan
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planning).
Apabila tidak dilakukan, perencanaan akan terpengaruh oleh kekuatan dari
kepentingan yang ingin mengubah perencanaan tersebut demi kepentingan suatu
golongan kecil dalam masyarakat.

97

 Sosiologi Kesehatan 

Latihan 1

1. Jelaskan pengertian perubahan sosial
2. Uraikan hubungan antara perubahan sosial dan perubahan masyarakat
3. Jelaskan bentuk perubahan sosial dan kebudayaan
4. Sebutkan faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
5. Sebutkan faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan
6. Uraikan proses perubahan sosial dan kebudayaan
7. Sebutkan arah perubahan dan modernisasi

Petunjuk jawaban latihan
Untuk membantu anda mengerjakan soal latihan tersebut silakan pelajari materi

tentang
1. Pengertian perubahan sosial
2. Bentuk perubahan sosial dan kebudayaan
3. Faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
4. Proses perubahan sosial dan kebudayaan
5. Arah perubahan dan modernisasi

Ringkasan

Untuk lebih mengingat kembali materi yang telah di uraikan di atas, maka di sini dapat
kita simpulkan bahwa
1. Perubahan sosial dapat terjadi karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan

material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi atau penemuan-
penemuan baru dalam masyarakat. Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi yang
terjadi dalam pola kehidupan manusia yang terjadi karena faktor intern maupun
ekstern.
Perubahan pada lembaga kemasyarakatan dapat mempengaruhi sistem sosial,
termasuk nilai-nilai, sikap dan pola perilaku antarkelompok dalam masyarakat
terutama mempengaruhi struktur masyarakat lainnya.
Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan yang mencakup
aspek kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan perubahan aturan organisasi
sosial. Dalam kehidupan sehari hari tidak mudah menentukan garis pemisah antara
perubahan sosial dan kebudayaan, hal ini disebabkan tidak ada masyarakat yang tidak
memiliki kebudayaan, dan sebaliknya tidak mungkin kebudayaan tidak menjelma
dalam suatu masyarakat, karena dalam kehidupan terdapat hubungan timbal balik
sebagai sebab akibat.

98

 Sosiologi Kesehatan 

2. Bentuk perubahan sosial dan kebudayaan
a. perubahan lambat dan perubahan cepat
b. perubahan kecil dan perubahan besar
c. perubahan yang dikehendaki atau perubahan yang direncanakan dan perubahan
yang tidak dikehendaki atau perubahan yang tidak direncanakan

3. Faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
a. Sebab yang bersumber dari dalam diri masyarakat
1. Bertambah atau berkurangnya penduduk
2. Penemuan-penemuan baru
3. Pertentangan–pertentangan dalam masyarakat
4. Terjadinya revolusi dalam masyarakat.
b. Sebab yang berasal dari luar diri masyarakat
1. Lingkungan fisik di sekitar manusia
2. Peperangan dengan negara lain
3. Kebudayaan masyarakat lain.

Faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan
a. Faktor yang mendorong jalannya proses perubahan

1. Kontak dengan kebudayaan lain
2. Sistem pendidikan yang maju
3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maj
4. Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang
5. Sistem laporan masyarakat yang terbuka
6. Penduduk yang heterogen
7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu
8. Orientasi ke depan
9. Nilai meningkatkan taraf hidup

b. Faktor yang menghambat terjadinya perubahan
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
3. Sikap masyarakat yang tradisionalis
4. Adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat
5. Rasa takut akan kegoyahan pada integrasi kebudayaan
6. Prasangka terhadap hal yang baru
7. Hambatan ideologis
8. Kebiasaan
9. Nilai pasrah

99

 Sosiologi Kesehatan 

4. Proses perubahan sosial dan kebudayaan
Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan, keserasian dan harmoni yang pokok,
sehingga secara psikologis individu merasakan ketentraman karena tidak adanya
pertentangan dalam norma dan nilai. Perubahan sosial dan kebudayaan pada lembaga
kemasyarakatan tergantung pada culture focus masyarakat pada masa tertentu.
Ketidakserasian proses perubahan sosial dan kebudayaan disebut disorganisasi
dengan kriteria apakah organisasi tersebut berfungsi secara semestinya atau tidak dan
dihubungkan dengan moral. Sistem sosial dapat mempercepat atau memperlambat
pertumbuhan serta menghancurkan sebagian atau seluruhnya, tetapi tidak akan
berhasil mengubah sifat pokok.
Reorganisasi adalah proses pembentukan norma dan nilai yang baru agar sesuai
dengan lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan, dilaksanakan apabila
norma dan nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga.
Ketertinggalan budaya yang mencolok adalah pada alam pikiran dengan
perkembangan teknologi yang sangat pesat, untuk mengubah alam pikiran tradisional
ke alam pikiran modern ditandai dengan sifat terbuka terhadap pengalaman baru
untuk perubahan dan pembaharuan, hal ini didapat dari pendidikan dan harus ada
planning untuk hari depan.

5. Arah perubahan dan modernisasi
Perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah, akan tetapi setelah
meninggalkan faktor ini mungkin perubahan bergerak kepada suatu bentuk yang sama
sekali baru, atau mungkin bergerak ke arah suatu bentuk yang sudah ada dalam waktu
lampau.
Dalam proses modernisasi tercakup suatu transformasi total dari kehidupan bersama
yang tradisional dalam artian teknologis serta organisasi sosial ke arah pola ekonomis
dan politis yang menjadi ciri negara barat yang stabil.
Syarat modernisasi
1. Cara berpikir yang ilmiah
2. Sistem administrasi negara yang baik
3. Sistem pengumpulan data yang baik dan teratur
4. Penciptaan iklim yang favorit dari masyarakat
5. Tingkat organisasi yang tinggi
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan social planning

100

 Sosiologi Kesehatan 

Tes 2

1. Perubahan sosial merupakan
A. Modifikasi pola kehidupan manusia karena sebab intern maupun ekstern
B. Modifikasi pola kehidupan manusia karena sebab intern
C. Modifikasi pola kehidupan manusia karena sebab ekstern
D. Modifikasi pola kehidupan manusia karena pola pikir

2. Dalam kehidupan sehari hari tidak mudah menentukan garis pemisah antara
perubahan sosial dan kebudayaan, hal ini disebabkan karena:
A. Masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan, tidak mungkin kebudayaan yang
tidak menjelma dalam suatu masyarakat, sebenarnya dalam kehidupan terdapat
hubungan timbal balik sebagai sebab akibat
B. Terdapat hubungan timbal balik sebagai sebab akibat
C. Tidak ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan
D. Tidak mungkin kebudayaan yang tidak menjelma dalam suatu masyarakat

3. Yang tidak merupakan bentuk perubahan sosial dan kebudayaan adalah
A. perubahan lambat dan perubahan cepat
B. perubahan kecil dan perubahan besar
C. Perubahan bersifat permanen
D. perubahan yang dikehendaki atau perubahan yang direncanakan dan perubahan
yang tidak dikehendaki atau perubahan yang tidak direncanakan

4. Faktor pendorong yang mempengaruhi proses perubahan adalah, kecuali
A. Kontak dengan kebudayaan lain
B. Sistem pendidikan yang maju
C. Sikap menghargai hasil karya seseorang
D. Adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat

5. Faktor yang menghambat terjadinya perubahan, kecuali:
A. Penduduk yang heterogen
B. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
C. Sikap masyarakat yang tradisionalis
D. Hambatan ideologis

6. Dalam proses modernisasi tercakup suatu transformasi total dari kehidupan bersama
yang tradisional, yang tidak termasuk syarat modernisasi
A. Sistem pengumpulan data yang baik dan teratur
B. Cara berpikir yang praktis
C. Sistem administrasi negara yang baik
D. Penciptaan iklim yang favorit dari masyarakat

101

 Sosiologi Kesehatan 

Latihan 2

Berikan contoh kasus masalah kesehatan dari hal berikut di bawah ini:
1. Bentuk perubahan sosial dan kebudayaan
2. Faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
3. Proses perubahan sosial dan kebudayaan
4. Arah perubahan dan modernisasi

102

 Sosiologi Kesehatan 

Kunci Jawaban Tes

Tes 1
1. A
2. B
3. c
4. D
5. A

Tes 2
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B

103

 Sosiologi Kesehatan 

Daftar Pustaka

Phipipus Ng, Aini N. 2004. Sosiologi dan politik. Jakarta; PT Raja Grafindo Persada
Ritzer G, Goodman JD. 2010. Teori Sosiologi Modern, Edisi ke-6. Jakarta; Kencana
Scott J. 2011. Sosiologi: The Key Concepts. Jakarta: Rajawali Pers
Soekanto S. 2014. Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi revisi; cetakan ke-6. Jakarta: Rajawali Pers
White K. 2011. Sosiologi Kesehatan dan Penyakit, Edisi ke-3. Jakarta: Rajawali Pers

104


Click to View FlipBook Version