The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Salus - Edisi 44 / Tahun XII
Agustus 2020

Media Komunikasi Paroki Alam Sutera
Gereja St. Laurensius
Tangerang, Banten
Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Salus - Gereja St. Laurensius, 2022-01-05 09:57:48

Majalah Salus 44

Majalah Salus - Edisi 44 / Tahun XII
Agustus 2020

Media Komunikasi Paroki Alam Sutera
Gereja St. Laurensius
Tangerang, Banten
Indonesia

Keywords: salus,kaj,paroki alam sutera,majalah,laurensius

VERSI DIGITAL

44 / TAHUN XII
AGUSTUS 2020
UNTUK KALANGAN SENDIRI

DIRGAHAYU
BANGSA
DAN NEGERIKU

“Berjuang dan berkorban bersama segenap
komponen bangsa mengatasi pandemi Covid-19,
dalam semangat dan perlindungan Santo
Laurensius, pelindung Paroki Alam Sutera”

PENANGGUNG JAWAB: DAPUR REDAKSI
DPH Paroki Alam Sutera
Pembaca Salus yang terkasih dalam Kristus,
Serpong Utara Bulan Agustus identik dengan Pesta Nama Pelindung
PEMIMPIN UMUM: Paroki dan syukur atas Kemerdekaan Bangsa
RD Hieronymus Sridanto A. Nataantaka Indonesia, ucapan syukur dan harapan atas kedua
PEMIMPIN REDAKSI: peristiwa itu dapat kita simak dalam Surat Gembala
dan beberapa tulisan lain.
Jodi Barnas Salus juga mengangkat karya Seksi Liturgi yang
REDAKSI: selalu siap melayani umat di kala pandemi Covid-19
dengan misa streaming bersama dengan seksi
Alfred Lanny Komsos. Kelompok pemazmur kali ini berbagi
Andre Budi Wiryawan persiapan mereka sebelum tugas. Beberapa tulisan
terkait Pandemi Covid-19 masih bisa kit simak juga.
Cristella Frater Carolus Budhi Prasetyo menyapa umat
Cliff Tedyanto paroki dan memperkenalkan dirinya yang diutus
Elisabeth Wong menjalankan tahun orientasi pastoralnya, selama
setahun beliau akan berkarya bersama kita.
Erwin Susilo Senada, rubrik panggilan juga mengangkat Frater
Imelda Njo Danes bagaimana dia menceritakan panggilan dan
Lucia Vania kegiatannya.
Selamat membaca artikel-artikel lainya. Tetap
Michael Jason semangat, tetap sehat-tetap jaga jarak. Berkat Tuhan
Orchieyadi selalu bersama kita semua.

Tantiana Vida Hardianti Selamat Pesta Nama Gereja Santo
Tan Yusuph Laurensius - Paroki Alam Sutera &
Selamat Hari Jadi Kemerdekaan Republik
DESAIN & ARTISTIK: Indonesia ke-75
Annabelle Thie
Carla Safira SALUS EDISI 44 2 AGUSTUS 2020
Erdiyanta
Libertus Anwar

Cover: Team Salus
Foto: Salus Photography Club

DAFTAR ISI

04 DIRGAHAYU BANGSA
DAN NEGERIKU

09 MELIHAT KRISTUS DI
DALAM ORANG MISKIN

13 SPIRITUALITAS SANTO
LAURENSIUS MENJADI DASAR
RELASI UMAT PAROKI

15 BAGI KEMULIAAN TUHAN DAN
PENGUDUSAN UMAT

HADIR DAN BERJALAN BERSAMA UMAT

22 FRATER CAROLUS

BUDHI PRASETYO

27 GAUDENSIUS DANESWARA ATMAJA

PANGGILAN ITU MISTERI ALLAH

PEMAZMUR GEREJA SANTO LAURENSIUS:
32 MENGERTI DAN MENDALAMI
MAKNA BACAAN

34 PENYAKIT, PANDEMI DAN IMAN

39 PERKEMBANGAN
PEMBANGUNAN GEREJA
SANTA PERAWAN MARIA BENTENG GADING

42 TETAP SEMANGAT
DALAM PELAYANAN

46 INTENSI MISA

50 ANTONIUS SUNARTO
PEMAHAT SALIB CORPUS DAN RELIEF
JALAN SALIB GEREJA SANTO LAURENSIUS
PANDEMI COVID-19:

60 BERKAH ATAU KUTUK

BAGI PENDIDIKAN?

REDAKSI FOTO:
Dasa Didjaja
Salus Photography Club

USAHA/KEUANGAN:
Lina Soedjoto
Eleonora Brigita Paurina

SIRKULASI:
Ignasius Bambang Bekti Sugiyo W.

ALAMAT REDAKSI:
Gereja Santo Laurensius
Jl. Sutera Utama 2, Alam Sutera,
Serpong Utara, Tangerang Selatan
Email: [email protected]

SURAT GEMBALA

DIRGAHAYU
BANGSA
DAN NEGERIKU

“ berjuang dan
berkorban bersama
segenap komponen
bangsa mengatasi
pandemi Covid-19,
dalam semangat dan

perlindungan Santo

Laurensius, pelindung
paroki Alam Sutera
Romo Hadi Suryono, Pr.
”Para saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan,
Mengawali tulisan ini, pertama, saya mengajak semua

saja untuk bersyukur atas hari Ulang Tahun Kemerdekaan

Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang ke-75 tahun,

terima kasih untuk para pahlawan di masa kemerdekaan

dan para pahlawan di era modern ini, dengan segala

perkembangan teknologinya yang berkembang pesat

SALUS EDISI 44 4 AGUSTUS 2020

DIRGAHAYU BANGSA DAN NEGERIKU

dan luar biasa, kedua, selamat kepada seluruh umat
paroki untuk merayakan Pesta Nama santo pelindung
paroki Alam Sutera, Gereja Santo Laurensius yang kita
cintai dengan disertai rasa terima kasih untuk siapa saja
umat paroki yang sejak awal berdirinya paroki hingga
sekarang, telah ikut ambil bagian dalam karya pelayanan
untuk menghidupi dinamika kehidupan menggereja
melalu semangat atau spiritualitas Santo Laurensius; dan
ketiga, kita berdoa kepada Allah yang berbelas kasih
mohon perlindungan, kesehatan dan keselamatan dunia
atas pandemi Covid-19 ini serta berjuang bersama sama
mengatasinya.

Pengorbanan. Bangsa dan Negara indonesia yang besar,
luas dan beraneka ragam pulau, bahasa dan budaya
ini, telah melewati saat-saat sulit di awal berdirinya.
Berdirinya negara kita ini, bukan sebuah hadiah yang jatuh
dari langit. Ada banyak perjuangan di sana, ada tetesan
darah yang telah ditumpahkan, ada banyak pengorbanan
yang telah dipersembahkan oleh anak-anak negeri ini
di jaman perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan.
Pengorbanan, telah menjadi harga mati bagi para
pahlawan bangsa demi memperoleh kemerdekaan bangsa
ini.

Pengorbanan Santo Laurensius, seorang diakon pada
pertengahan abad ke-3, yang wafat dibakar karena
imannya untuk melindungi orang papa miskin sebagai
harta kekayaan gereja, telah memberi insiprasi bagi gereja
selanjutnya untuk selalu berani mencintai Kristus dan
berkurban demi Kristus yang nampak dalam diri orang-
orang yang menderita, miskin, terlantar dan tertindas.

SURAT GEMBALA 5 AGUSTUS 2020

DIRGAHAYU BANGSA DAN NEGERIKU

Pandemi Covid-19 ini, telah melewati lintas batas
budaya, agama, bahasa serta negara tanpa diskriminasi,
berdampak terhadap semua orang apapun latar
belakangnya. Virus ini menyadarkan kita bersama, betapa
rentannya kita sebagai manusia, betapa rapuhnya kita
manusia. Kita pun disadarkan bahwa tidak ada jalan lain,
kecuali kita bersatu bersama sebagai saudara, dengan
mereka yang berkehendak baik untuk mengatasi pandemi
ini. Kita tidak pernah bisa mengatasi ini sendiri sendiri.
Pengorbanan para tenaga medis sebagai garda terdepan
dalam pandemi yang mengerikan ini, telah membuat
mereka kelelahan, bahkan tidak sedikit merengut nyawa
para tenaga medis itu sendiri. Pemerintah yang dengan
segenap tenaga dan cara berusaha memberi yang terbaik
bagi bangsa dan negera ini, di tengah tekanan yang
bertubi-tubi, sampai hari ini terus berusaha mencari cara
agar pandemi ini bisa diatasi.
Pandemi ini juga telah membuat keluarga-keluarga
(orangtua) menata ulang cara pendampingan bagi anak-
anak dalam proses belajar anak ketika anak-anak tidak
bisa belajar di sekolah, ketika anak tidak bisa bermain
bersama teman-teman di sekolah, ketika anak tidak bisa
berjumpa dengan para gurunya yang mendampingi belajar
selama ini di sekolah. Dan masih banyak lagi pengorbanan
pengorbanan dari berbagai macam aspek kehidupan, juga
dalam kehidupan menggereja kita di paroki ini.

Para saudara-saudariku terkasih,
Merenungkan 3 peristiwa di atas, saya mencoba untuk
menemukan benang merah ketiganya, yaitu : semangat
pengorbanan. Dan muara dari semua itu pengorbanan itu,
dalam kacamata iman kristiani, pada akhirnya kita bisa
melihat pengorbanan Tuhan Yesus yang rela disalib dan

SURAT GEMBALA 6 AGUSTUS 2020

DIRGAHAYU BANGSA DAN NEGERIKU

wafat bagi keselamatan manusia dari dosa.
Semoga kita bersama sebagai umat beriman kristiani,
tidak pernah lelah untuk terus menghidupkan semangat
pengorbanan Kristus Tuhan kita lewat teladan Santo
Laurensius; bersama semua anak bangsa yang
berkehendak baik di negeri ini, untuk mencintai, merawat
dan membangun serta berkorban bagi kemajuan negara
yang kita cintai, terlebih mengatasi persoalan pandemi
covid-19 saat ini.
Selamat pesta nama santo pelindung paroki, Dirgahayu
bangsa dan negeri kita tercinta. Dan kiranya berkat Allah
yang maha kasih memulihkan dan membebaskan dunia
dengan segera dari pandemi covid-19. Tuhan menyertai.

Salam dan doa,
Yohanes Hadi Suryono

SURAT GEMBALA 7 ASAGLUUSSTUMSEI22002200



Peringatan Pesta Nama Pelindung Gereja:

Melihat Kristus di
dalam Orang Miskin

Tiap tanggal 10 Agustus gereja memperingati pesta Santo
Laurensius diakon dan martir, pelindung Gereja Santo
Laurensius - Paroki Alam Sutera. Romo Hadi, Romo

LIPUTAN UTAMA 9 AGUSTUS 2020

MELIHAT KRISTUS DI DALAM ORANG MISKIN

Danto dan Romo Hardijantan dalam kesempatan terpisah
mengucapkan selamat Pesta Nama Pelindung Gereja
kepada umat paroki Alam Sutera.

Dalam homilinya pada misa pagi tanggal 10 Agustus,
Romo Hardijantan mengajak umat untuk berdoa agar
berani berkorban untuk orang yang menderita dan miskin.
“Tidak mudah melihat Kristus dalam sesama, dalam diri
orang miskin. Santo Laurensius mampu melihat Yesus
dalam orang miskin, memberi makan
anak-anak, janda miskin dan membela mereka di hadapan
kaisar”, ulas Romo Hardijantan.

Santo Laurensius lahir di Spanyol, ia mengamini bahwa
orang miskin adalah harta gereja, keberadaan mereka
bukan obyek melainkan subyek. Saat itu, gereja dipandang
sebagai kaya dan meminta Laurensius untuk memberikan
harta gereja kepada kaisar, namun Laurensius membawa
orang miskin sebagai harta gereja. Ia kemudian dihukum
mati dengan cara dipanggang. “Oleh karena itu di samping
patung Santo Laurensius ada panggangan, itu bukan
jendela ya,” tambah Romo Hardijantan.”Santo Laurensius
mampukanlah kami melihat Engkau di dalam orang-orang
miskin”, Romo Hardijantan dalam homili misa paginya.

Pesta Luar Biasa
Dalam pesan tertulis kepada Salus, Romo Danto
mengatakan bahwa pesta pelindung Santo Laurensius
tahun ini luar biasa. Kita adalah pelaku sejarah dimana
pesta pelindung kali ini tepat di tengah pandemi virus
Corona. “Di tengah kegalauan itu marilah kita nyalakan
lilin dalam hati kita masing-masing, agar kita semakin
berpengharapan, teguh dan setia dalam iman”, beliau

LIPUTAN UTAMA 10 AGUSTUS 2020

MELIHAT KRISTUS DI DALAM ORANG MISKIN

berharap. Romo Danto juga berpesan agar pesta
pelindung Santo Laurentius dimaknai dengan refleksi:
seperti Laurensius di tengah penderitaan fisiknya, ia tetap
setia dan percaya akan iman pada Yesus. Demikian pula
di tengah kegalauan dan penderitaan karena virus Corona,
hidup beriman dan rohani kita agar tetap bertumbuh dan
setia.
“Selama merayakan pesta pelindung paroki St.Laurensius
kepada seluruh umat Gereja Laurensius paroki Alam
Sutera. Pro invicem oremus”, demikian Romo Danto.

Sekilas perjalanan Gereja Santo Laurensius: Menjadi Dekat
di Hati Nama Pelindung Santo Laurensius dipilih semata-
mata tanpa maksud mendekatkan diri dengan Sekolah
Santa Laurensia yang menghormati nama pelindungnya
Santo Laurensius dari Brindisi. Santo Laurensius yang
dipilih untuk pelindung gereja adalah seorang martir, yang

LIPUTAN UTAMA 11 AGUSTUS 2020

MELIHAT KRISTUS DI DALAM ORANG MISKIN

diperingati setiap tanggal 10 Agustus.
Gereja Santo Laurensius diberkati oleh Uskup Agung
Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja SJ pada Hari Raya
Kenaikan Tuhan Yesus, 21 Mei 2009. Pengesahan sebagai
paroki dilakukan oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius
Suharyo pada hari Minggu, 15 Januari 2012.

Dengan semboyan “Pauperes Sunt Thesauri Ecclesiae” -
Kaum Miskin adalah Harta Gereja, paroki Alam Sutera turut
bergiat dalam kehidupan menggereja di Keuskupan Agung
Jakarta sebagai paroki yang ke-62, dan menjadi Paroki ke-
11 di Dekenat Tangerang, serta menjadi pemekaran ke-3
dari Paroki Santa Monika, Serpong.

Saat meresmikan Paroki Alam Sutera tanggal 15 Januari
2012, Bapak Uskup Ignasius Suharyo berpesan bahwa
paroki bukanlah wilayah kekuasaan, melainkan wilayah
pelayanan. Kata ‘paroki’ berarti rumah yang saling
berdekatan. “Hendaknya kedekatan bukan secara fisik,
tetapi dekat di hati, yakni semangat saling memperhatikan
dan melayani sehingga terwujud persaudaraan sejati”,
demikian harapan Kardinal Ignasius Suharyo.

Romo Hadi Suryono mengucapkan terima kasih untuk
siapa saja umat paroki yang sejak awal berdirinya paroki
hingga sekarang, telah ikut ambil bagian dalam karya
pelayanan untuk menghidupi dinamika kehidupan
menggereja melalui semangat atau spiritualitas Santo
Laurensius.

Selamat merayakan pesta nama pelindung gereja. (ajb)

LIPUTAN UTAMA 12 AGUSTUS 2020

Peringatan Pesta Nama Pelindung Gereja:

Spiritualitas Santo Laurensius
menjadi Dasar Relasi Umat Paroki

Setiap kali memperingati pesta nama
pelindung paroki, St. Laurensius.
Kita diingatkan kembali akan figur
seorang sederhana yang berani
mengorbankan nyawanya untuk
mempertahankan iman akan
kasihnya pada Yesus Kristus.
Santo Laurensius adalah figur yang
menjadi inspirasi bagi umat paroki
Alam Sutera. Sebab itu menjelang
peringatan pesta nama, kita semua
diajak kembali untuk berefleksi sejauh
mana spiritualitas Santo Laurensius
sudah menjadi dasar keutamaan
dalam relasi kita sebagai umat paroki baik kepada sesama
maupun kepada Yesus Kristus.

Ketaatan dan keberanian, dua dari sekian banyak keutamaan
Santo Laurensius dalam memperjuangkan kaum miskin yang
merupakan harta gereja kiranya bisa menjadi sumber inspirasi
dalam aktivitas kita baik dalam pelayanan maupun dalam
keseharian.

Perkembangan umat Paroki Alam Sutera, data per akhir Juli
2020, jumlah umat paroki yang tercatat berjumlah 4.151 KK
dengan total orang sebanyak 15.130 orang. Dilayani oleh
3 orang Romo bersama dengan 160-an umat yang terpilih
sebagai dewan paroki pleno. Jumlah yang jauh dari memadai

LIPUTAN UTAMA 13 AGUSTUS 2020

SPIRITUALITAS SANTO LAURENSIUS MENJADI DASAR RELASI UMAT PAROKI

pun seandainya masih ditambah dengan para pengurus
lainnya.

Namun demikian patut disyukuri bahwa masih banyak dari
umat kita yang tergerak hatinya untuk mau secara sukarela
dan berani mengorbankan waktu dan tenaganya untuk
melayani kebutuhan umat lingkungan. Mulai dari pemberkatan
rumah, pembabtisan bayi, perkawinan, perminyakan orang
sakit dan sampai akhirnya pemandian jenazah. Semua ini sulit
terlaksana dengan baik jika tidak ada peran ketua/pengurus
lingkungan. Belum lagi kegiatan-kegiatan sosial masyarakat
untuk mengajak umat lingkungan berbelarasa pada sesama
khususnya pada mereka yang kecil, lemah, miskin, tersisih
dan difable. Disinilah tampak peran para pengurus atau
aktivis lingkungan/Seksi dan lainnya dalam menampilkan
kehadiran Gereja sehingga dapat dirasakan secara nyata oleh
masyarakat.

Melakukan semua ini pastinya dibutuhkan lebih dari
sekedar kemauan untuk melayani, tapi juga keberanian
untuk mengorbankan diri, waktu, tenaga bahkan mungkin
juga materi. Disinilah proses pembentukan untuk menjadi
lebih tangguh sebagai saksi Kristus. Kami percaya semua
pengorbanan diri ini pada akhirnya dilakukan karena ketaatan
dan cinta kita pada Yesus Kristus yang telah lebih dulu
berkurban dan mengasihi kita. Dan juga dapat menjadi contoh
bagi generasi muda gereja berikutnya yang akan menjadi
penerus dalam pemelihara bagi karya-karya gereja.

Semoga semangat spiritualitas Santo Laurensius selalu
memberikan inspirasi dan sekaligus juga menjadi figur teladan
bagi umat paroki Alam Sutera. Selamat merayakan pesta
nama. (Johannes Winata)

LIPUTAN UTAMA 14 AGUSTUS 2020

LIPUTAN UTAMA

Sesi keakraban acara rekoleksi Seksi Liturgi, Gereja St. Laurensius.

Bagi Kemuliaan
Tuhan Dan
Pengudusan Umat

Seksi Liturgi Paroki Alam Sutera yang dibentuk 18 Februari
2007, mempunyai tugas utama menangani peribadatan
dan pelayanan sakramen di Gereja Santo Laurensius
Paroki Alam Sutera. Sesuai dengan hakekatnya, pelayanan
seksi ini bertujuan “bagi kemuliaan Tuhan dan pengudusan
umat.”
Hingga 15 Januari 2012, Seksi Liturgi bertanggung

SALUS EDISI 44 15 AGUSTUS 2020

BAGI KEMULIAAN TUHAN DAN PENGUDUSAN UMAT

jawab kepada Dewan Stasi, namun ketika Gereja Santo
Laurensius naik statusnya menjadi paroki, Seksi Liturgi
otomatis bertanggung jawab kepada Dewan Paroki.

PELAYANAN BAGI UMAT DAN TUHAN
“Kenapa Seksi Liturgi jarang terlihat?”
“Siapa bilang?”
Penggalan percakapan di atas segera disusul gelak-tawa.
Koordinator Seksi Liturgi Adrianus Budiman Indrapradja
membantah kesan bahwa Seksi Liturgi jarang terlihat. Pak
Adri menekankan bahwa Seksi Liturgi selalu hadir
dalam kehidupan menggereja umat. Subseksi seperti
putra altar dan putri sakristi (misdinar / PAPS),
prodiakon, pasdior (paduan suara, dirigen, dan organis),
koster, pemazmur, lektor, dan tata tertib (tatib) beserta
pendamping tata tertib (PETA). Selain itu, ada pula
subseksi seperti English Mass dan Tim Tarki, yang masing-
masing bertanggung jawab atas Misa bahasa Inggris dan
Misa di SD Tarakanita. Tak ketinggalan pula subseksi
dekorasi yang bertanggung jawab memperindah gereja
secara umum, dan altar secara khusus dengan rangkaian
bunga dan dekorasi lainnya.
Semua subseksi bekerjasama agar tercapai apa yang
menjadi hakekat liturgi itu sendiri, yaitu memuliakan
(glorification) Tuhan dan pengudusan (sanctification) umat.
Tentu saja tugas utama Seksi Liturgi adalah melayani
umat untuk semua sakramen Gereja Katolik. Pada saat
perayaan hari besar dan khusus, misalkan pada Natal,
Paskah, dan perayaan pesta pelindung paroki, Seksi
Liturgi juga berkoordinasi dengan panitia per wilayah yang
bertugas.

Selain pelayanan tujuh sakramen, peran Seksi Liturgi

LIPUTAN UTAMA 16 AGUSTUS 2020

DREAM BIG, MAKE IT

INTERNATIONAL
EDUCATION

EXPO 2020

Pameran Pendidikan Online Terbesar & Terlengkap di Indonesia!

100+ institusi terkemuka dunia dari 17 negara

Register sekarang untuk pilih waktu konsultasi langsung dengan wakil institusi:

SABTU MINGGU Australia New Zealand ColleIngteesrninatIinodnoanlesia English Preparation
with SUN English
05 11 10.00 – 18.00 WIB 09.00 – 17.00 WIB 10.00 – 18.00 WIB
10.00 – 18.00 WIB
SEPTEMBER OKTOBER
Singapore UK & Europe USA & Canada MMuulti Countries
Malaysia & China
14.00 – 21.00 WIB 09.00 – 17.00 WIB 10.00 – 18.00 WIB
10.00 – 18.00 WIB

KANTOR SUN GADING SERPONG KANTOR SUN ALAM SUTERA

Ruko Alexandrite 3, Jl. Boulevard Raya Gading Serpong No.23 Ruko Alam Sutera 29D, Jl. Jalur Sutera No.28, Serpong

Dapatkan Promo Spesial! DOWNLOAD
SUN APP SEKARANG
Gratis Application Fee & Diskon 50% untuk Prediction Untuk informasi lebih lanjut :
Admin Fee* (Institusi tertentu) Test* Dapatkan informasi studi
0821 33 34 35 36 di luar negeri dan persiapan
Diskon sampai dengan 50% Gratis Trial Online Class* bahasa Inggris dalam satu sentuhan
untuk English Preparation Class* dan Promo Spesial lainnya
EXPO.SUNEDUCATIONGROUP.COM
*S&K berlaku

BAGI KEMULIAAN TUHAN DAN PENGUDUSAN UMAT

juga sebagai koordinator dan mediator antar pihak yang
terlibat, baik itu umat, subseksi, dengan DPH dan pastor
paroki, maupun seksi-seksi lainnya. Tak hanya itu, Seksi
Liturgi selalu mencoba meningkatkan partisipasi umat
dalam kegiatan menggereja.

Namun, peran Seksi Liturgi tak hanya terbatas pada
pelaksanaan peribadatan dan pelayanan sakramen saja,
kegiatan Sekolah Liturgi yang sudah dilaksanakan sejak
2017 merupakan program untuk mendidik umat agar
semakin memahami liturgi. “Agar umat mengetahui lebih
banyak tentang liturgi. Sehingga tertarik menjadi pelayan
liturgi” ungkap Pak Adri.
Tak hanya soal liturgi, seksi inipun bertanggung jawab atas
pelaksanaan doa-doa dan devosi. Misalnya, doa Rosario
yang diadakan pada Bulan Maria (Mei) dan Bulan Rosario
(Oktober). Adorasi Sakramen Mahakudus dan Jalan Salib
pada masa Prapaskah, Novena Kerahiman Ilahi, serta
bentuk-bentuk devosi lain yang juga merupakan bagian
dari tanggung jawab Seksi Liturgi. Bahkan, kelompok
kategorial yang mau mengadakan perayaan Ekaristi,
doa, maupun devosi di gereja kerap diarahkan untuk
berkoordinasi dengan Seksi Liturgi.

Pak Adri menegaskan bahwa pandangan Seksi Liturgi
sebagai “ahli”nya dalam bidang liturgi adalah tidak benar.
Seksi Liturgi merupakan orang-orang yang memiliki
semangat pelayanan, semata hanya demi memuliakan
Tuhan dan pengudusan umat. Semangat tersebut yang
hendak ditularkan kepada umat untuk melayani, sesuai
dengan kapasitas dan talenta masing-masing.


LIPUTAN UTAMA 18 AGUSTUS 2020

BAGI KEMULIAAN TUHAN DAN PENGUDUSAN UMAT

Para perwakilan sub-seksi berfoto bersama pada kesempatan rekoleksi Petugas Liturgi 2019.

Bagi Theresia Rahma (salah satu anggota pengurus)
pelayanan di Seksi Liturgi dihayatinya seperti menjadi
seorang pelayan. Bagi Bu Rahma penghayatan
pelayanannya dilakukan dengan sama sekali tidak
mengutamakan diri, kelompok atau tim sendiri. Baginya,
pelayanan tidak selalu harus di depan layar.
“Dibilang berat...ya berat, karena kegiatan di gereja
memang banyak berhubungan dengan liturgi. Tapi kalau
dijalankan dengan senang, jadi ringan dan teman-teman
juga saling bantu” terang Bu Rahma yang sejak Februari
2019 bertanggung jawab dalam penjadwalan tugas koor,
tata tertib, tim Tarakanita, dan pembagian amplop PPG.
Pengurus Seksi Liturgi sendiri terdiri dari tujuh orang. Pada
tahun ini pengurus Seksi Liturgi terdiri dari Trikorini selaku
wakil koordinator, Helen Soewatno selaku sekretaris,
Dewiyani selaku bendahara, Veronica A (Ninieq) selaku
kepala bidang tata tertib, Theresia Rahma selaku kepala
bidang penjadwalan, dan Mateus Supangat selaku kepala
bidang perlengkapan.

LIPUTAN UTAMA 19 AGUSTUS 2020

BAGI KEMULIAAN TUHAN DAN PENGUDUSAN UMAT

KATA PENDAMPING
Menurut Hermawan Poernomo (pendamping Seksi
Liturgi di DPH sejak 2018) liturgi adalah suatu pelayanan
demi kemuliaan Tuhan. Sehingga, tanggung jawab
utamanya ialah untuk memastikan agar Seksi Liturgi
dapat menjalankan semua kebijakan dan keputusan yang
diambil secara kolegial oleh DPH dengan baik. Contohnya,
tanggung jawab pelaksanaan Misa secara streaming yang
diambil oleh pihak Dewan Paroki.
“Tidak selalu berjalan mulus, ada kalanya bentrok soal
komunikasi dan beda pendapat” tutur Pak Hermawan.
Namun disisi lain, ia berpendapat bahwa kinerja Seksi
Liturgi cukup baik. “Apalagi ada Romo Danto di paroki kita
sebagai Ketua Komisi Liturgi (Komlit) Keuskupan Agung
Jakarta, jadi akan bisa belajar banyak”, tambahnya.
Sedangkan bagi Romo Danto, kinerja Seksi Liturgi
selayaknya dinilai dan diukur oleh umat, baginya peran
Seksi Liturgi seharusnya mengakomodasi kebutuhan umat
akan liturgi. Strategi pelayanan yang dilakukan, harus
berdasarkan pelayanan dengan sepenuh hati. “Bagaimana
menyapa, mengingatkan dengan hati”, lanjut Romo.
Misalnya, dengan Seksi Komisi Sosial (Komsos) dalam
menyelenggarakan Misa secara streaming. Beliau juga
menilai bahwa kerjasama yang baik seharusnya sudah
terjalin. “Saya lihat sudah mulai jalan. Hanya bagaimana
kualitas kerjasamanya, itu masih beragam.” Romo juga
berpesan agar spiritualitas & motivasi pelayanan perlu
diperbaiki agar lebih terarah pada Tuhan dalam melayani
umat. Pesannya agar siapapun umat yang hendak
melayani sebagai bagian dari Seksi Liturgi, baik pengurus
utama maupun subseksinya, agar melayani dengan
semangat sukacita. (Michael Jason)

LIPUTAN UTAMA 20 AGUSTUS 2020



PROFILE

Hadir dan Berjalan
Bersama Umat

Frater Carolus Budhi Prasetyo

Saudara-saudari pembaca Salus yang baik, Jumat 24 Juli
lalu, Paroki kita mengadakan Ibadat Penutup Hari atau
Completorium sebagaimana paroki-paroki lainnya. Dari
balik layar TV maupun gawai, kita menyaksikan para romo

dan pemazmur muda paroki melantunkan
mazmur dengan suara nan merdu.
Mungkin diantara kita ada yang bertanya-
tanya, siapakah sosok baru berjubah
putih dan berbadan besar yang turut
berdoa completorium di paroki kita?

Tenang saja, sosok itu bukanlah
‘penunggu’ maupun hasil rekayasa
video Tim Komsos Paroki. Sosok itu

adalah saya, Frater Carol, yang sedang
menjalani perutusan Tahun
Orientasi Pastoral (TOP) di
Paroki Alam Sutera, Gereja
St. Laurensius. Meskipun
kita belum dapat
bertemu secara
langsung, melalui

PROFILE 22 AGUSTUS 2020

FRATER CAROLUS BUDHI PRASETYO

tulisan ini saya mau menyapa dan berkenalan dengan umat
sekalian.

Belajar Melayani di Gereja
Saya dilahirkan sebagai anak bungsu dari Papa Nicolas
Haryanto dan Mama Maria Jeanne, sekaligus satu-satunya
adik bagi Mbak Sisilia. Orangtua memberikan saya nama
Carolus Budhi Prasetyo. Nama ‘Carolus’ berasal dari St.
Carolus Borromeus, yang peringatannya bertepatan dengan
hari kelahiran saya (4 November).

Pada tahun 1999, kami sekeluarga pindah dari Pontianak
menuju Tangerang karena Papa mulai berdinas di Bandara
Soekarno-Hatta dan bertempat tinggal di Teluk Naga. Saat
saya masih kecil, setiap dua minggu sekali para romo Paroki
Tangerang datang ke Kapel St. Maria Immaculata, Teluk
Naga untuk memimpin Misa Minggu sore. Sejak kecil kami
dibiasakan orangtua untuk rajin misa di kapel maupun gereja
paroki yang berjarak 14 km dari rumah. Keluarga saya adalah
keluarga Katolik sederhana yang berusaha menumbuhkan
kebiasaan doa dan terlibat aktif dalam Gereja. Demi mendidik
anak-anaknya secara Katolik, sejak kecil kami disekolahkan
di Strada, dekat Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak
Bernoda, Paroki Tangerang.

Kisah panggilan saya tidak berasal dari suatu pengalaman
penampakan Tuhan dalam doa atau mimpi. Benih panggilan
saya berawal dari ketertarikan pada sosok romo paroki dan
ditumbuhkan melalui pelayanan di Gereja. Saat kecil, ada
romo Jesuit (SJ) yang kehadirannya senantiasa saya nantikan
dalam misa. Romo ini perawakannya besar, tetapi murah
senyum dan dekat dengan anak-anak. Kesahajaan romo
ini menyentuh hati saya sebagai seorang anak kecil, wah

PROFILE 23 AGUSTUS 2020

FRATER CAROLUS BUDHI PRASETYO

saya ingin menjadi seperti romo itu yang baik dan perhatian
kepada umat.

Setelah menerima Komuni Pertama, saya bergabung dalam
pelayanan Putra Altar. Meskipun harus menempuh jarak
yang lumayan jauh ke gereja, saya tetap bersemangat untuk
aktif di Putra Altar karena dapat melayani bersama teman-
teman di sekitar altar. Dalam pelayanan itu, saya berjumpa
dan berkenalan dengan romo paroki. Di mata saya meskipun
tidak menikah, para romo tetap hidup bahagia dan melayani
umat dengan sepenuh hati. Ketika melayani di Gereja, saya
tidak merasa sendirian karena keluargapun turut aktif dalam
pelayanan sebagai prodiakon, katekis, dan lektris. Lewat
pengalaman melayani dan perjumpaan dengan romo paroki,
saya merasa dituntun Tuhan untuk menapaki jalan panggilan
menjadi imam.

Menjadi Calon Imam Diosesan KAJ
Ketika lulus SMP, saya memutuskan untuk masuk ke
Seminari Menengah Wacana Bhakti, Jakarta. Wacana Bhakti
dipilih karena memiliki keistimewaan dibandingkan seminari
lainnya, yaitu kesempatan belajar bersama siswa-siswi umum
di SMA Gonzaga. Sebagai calon imam, saya belajar berelasi
secara sehat dengan lawan jenis dan melalui pergaulan
dengan teman-teman SMA, saya dapat mendengarkan
langsung sharing kehidupan mereka. Di samping itu, saya
belajar hidup doa, mengasah intelektual, berolah raga, dan
berkomunitas.

Usai pembinaan di Wacana Bhakti, saya memberanikan diri
untuk melamar ke Seminari Tinggi KAJ St. Yohanes Paulus II.
Saya sadar bahwa Keuskupan menjadi semakin mandiri dan
umatnya semakin terlayani apabila jumlah imam diosesan

PROFILE 24 AGUSTUS 2020

FRATER CAROLUS BUDHI PRASETYO

Frater Carolus Budhi Prasetyo bersama orangtua, kakak (Mbak Sisil dan Mas Uul)

semakin bertambah. Saya ingin menjadi imam diosesan
KAJ karena seorang imam diosesan menghayati imamatnya
sesuai dengan konteks Gereja Keuskupan, termasuk suka-
duka umat. Kesederhanaan penghayatan imamat itulah yang
memantapkan saya untuk menjadi calon imam diosesan
KAJ.
Dari Ujung Timur, Kembali ke Tangerang
Setelah menjalani Tahun Orientasi Rohani di Wisma Puruhita
dan belajar Filsafat di tingkat filosofan, para frater Projo
Jakarta menjalani tahap formasi Tahun Orientasi Pastoral
(TOP) selama 1-2 tahun. Tahap ini dapat dikatakan sebagai
‘magang’. Para frater diutus ke seminari, karya kategorial,
maupun paroki untuk belajar berpastoral. Melalui perjumpaan
dan keterlibatan di tengah umat, tiap pribadi diharapkan
semakin memurnikan panggilannya dan memiliki orientasi
bagi imamatnya kelak.
Sebelum diutus ke Paroki ini, saya menjalani TOP di Paroki

PROFILE 25 AGUSTUS 2020

FRATER CAROLUS BUDHI PRASETYO

Cikarang, Gereja Ibu Teresa yang berada di ujung Timur
wilayah KAJ. Meskipun belum memiliki bangunan gereja,
saya menimba semangat iman dan bela rasa umat paroki
yang kebanyakan bekerja di sektor industri. Di tengah
kesederhanaan dan perjuangan sehari-hari mereka, saya
menemukan perwujudan makna Gereja sebagai paguyuban
umat beriman yang mau berbagi dan merakyat.

Usai perutusan di Paroki Cikarang, saya mengajukan diri
kepada romo seminari untuk menjalani tahun kedua TOP
agar semakin memantapkan panggilan imamat saya. Per
tanggal 10 Juli, para romo seminari mengutus saya untuk
menjalani TOP di Paroki Alam Sutera. Ketika diminta
menulis artikel ini, redaksi sempat bertanya, Frater mengapa
menjalani TOP di Paroki Alam Sutera? Tentu saja saya tidak
tahu jawaban pastinya karena ini adalah perutusan dari
seminari bukan pilihan pribadi. Namun, saya yakin ini adalah
jalan Tuhan untuk membentuk gambaran imamat saya dalam
pengalaman bersama umat Paroki Alam Sutera. Saya juga
bersyukur dapat belajar berpastoral dari romo-romo senior
diosesan KAJ, seperti Romo Hadi, Romo Danto, dan Romo
Hardijantan.

Saya bersyukur telah sedikit mengenal gambaran umat
paroki melalui sharing Frater Bernard, teman angkatan
sekaligus frater asal paroki ini, dan pengalaman terlibat
dalam Bible Kids Festival tahun 2016. Para romo paroki
memberikan kesempatan kepada saya untuk bereksplorasi,
hadir, dan berjalan bersama umat. Meskipun dalam
keterbatasan masa pandemi, semoga saya dapat berjumpa,
mengenal, dan terlibat dalam dinamika umat sekalian
termasuk dalam perjumpaan online. Tuhan memberkati.

(Frater Carolus Budhi Prasetyo)

PROFILE 26 AGUSTUS 2020

PANGGILAN

Gaudensius
Daneswara Atmaja

Panggilan itu Misteri Allah

Gaudensius Daneswara Atmaja (Danes) adalah salah satu
seminaris yang berasal dari paroki kita. Saat ini, Danes sudah
menyelesaikan studi tahun keempat di Seminari Menengah
Wacana Bhakti dan akan memulai Tahun Orientasi Rohani di
Wisma Puruhita sebagai awal dari rangkaian proses untuk
menjadi imam diosesan KAJ.
Bermulaa Saat Misa Tahbisan
Sebelum berada di titik ini, Danes mulai merasa tertarik untuk

SALUS EDISI 44 27 AGUSTUS 2020

GAUDENSIUS DANESWARA ATMAJA

menjadi imam saat menyaksikan upacara tahbisan imam-
imam CICM (Konggregasi Hati Maria Tak Bernoda) di Gereja
Santo Laurensius 5 tahun lalu (2015). Danes mengatakan
bahwa apa yang terjadi dalam Misa Tahbisan terasa keren dan
membuatnya merinding. Sejak saat itu, ia mulai mendekatkan
diri pada kehidupan menggereja dan mulai aktif sebagai
Putera Altar. Kemudian Danes mengikuti kegiatan live-in di
Seminari Menengah Wacana Bhakti yang memantapkan
dirinya untuk mendaftar. Menurutnya, keputusan untuk masuk
seminari menengah cukup mepet karena ia sudah kelas 9.
Namun, orangtuanya sangat mendukung keinginan Danes,
terlebih ia calon imam pertama dalam keluarga.

Ada beberapa tahap yang Danes lewati sebelum diterima
dalam Seminari Menengah Wacana Bhakti. Pertama-tama ia
harus mengisi formulir pendaftaran dan mengirimkannya ke
seminari. Kemudian, ia menunggu jadwal panggilan untuk
wawancara dan tes masuk. Setelah itu, barulah ia akan
menerima pengumuman kelulusan yang diterima melalui
surat. Danes juga harus melakukan wawancara dengan
pastor paroki (Rm. Hadi) dan menerima rekomendasi. Hal
ini diwajibkan oleh seminari dengan harapan agar calon
seminaris dapat benar-benar memiliki hubungan yang baik
dengan gereja paroki asalnya. Danes sangat senang ketika
menerima surat yang menyatakan bahwa ia diterima. Baginya,
hal ini adalah hal yang membanggakan dan jawaban dari doa-
doanya.

Hari-hari pertama di seminari memberi suasana yang serba
baru baginya. Hal ini memberikan rasa senang sekaligus
cemas. Senang karena dapat memiliki pengalaman baru
dan cemas karena takut mengalami kesulitan dalam
menyesuaikan diri. Selain itu, pada tiga bulan pertama,

PANGGILAN 28 AGUSTUS 2020

GAUDENSIUS DANESWARA ATMAJA

seorang seminaris akan menjalani masa karantina dan tidak
diizinkan untuk melakukan kontak dengan orang luar. Menurut
Danes, hal ini sempat membuat sedih orangtuanya. Danes
mengatakan bahwa ia membutuhkan waktu satu semester
untuk dapat benar-benar menyesuaikan diri dengan jadwal.
Teman-teman dan senior yang baik membantunya untuk
mendapat rasa kekeluargaan dalam lingkungan barunya.

Bangun Jam 5.15
Kegiatannya dimulai dengan bangun jam 5.15 pagi untuk
mengikuti ibadat pagi dan misa di kapel kecuali pada hari
minggu dimana seminaris dapat bangun sedikit lebih siang
yaitu pada pukul 6.00. Kemudian dari jam 7.00-15.00
bersekolah di SMA Gonzaga dengan kegitan sebagaimana
siswa-siswi Sekola Menengah Atas (SMA) pada umumnya.
Setelah bersekolah, Danes dan para seminaris lainnya
mendapat kesempatan untuk tidur siang atau siesta. Setelah
itu, pada sore hari Danes akan melakukan bersih-bersih atau
opera yang dilakukan dengan bergotong royong bersama
seminaris lainnya. Malam hari, seminaris membaca bacaan
rohani dan belajar secara pribadi. Kegiatan satu hari ditutup
dengan ibadat completorium (ibadat penutup) dan kemudian
pergi tidur.

Panggilan itu Misteri Allah
Bagi Danes, jalan menanggapi panggilan bukanlah hal yang
mudah. Banyak sukacita yang Danes peroleh selama di
seminari terutama dari rasa kekeluargaan yang terbangun di
dalamnya. “Senengnya banyak. Gak bisa disebutkan. Yang
paling berkesan ya rasa kekeluargaan sedih-senang bareng,
dihukum juga bareng,” tutur Danes. Terkadang, ia merasa
sedih ketika membayangkan bagaimana teman-temannya
di luar seminari dapat melewati masa remaja seperti

PANGGILAN 29 AGUSTUS 2020

GAUDENSIUS DANESWARA ATMAJA

umumnya sedangkan ia harus melewati hal yang berbeda.
Tetapi, perhatian dari teman-teman non-seminarisnya
juga menjadi penghiburan baginya. Seringkali, teman-
temannya mengunjunginya atau sekadar membelikan pizza
dan makanan-makanan lain setelah mereka ‘nongkrong’.
Ketika sedang merasa terpuruk atau kesulitan, Danes
merasa terhibur lewat waktu hening untuk berdoa sendiri
di kapel. Danes menyebut peristiwa ini sebagai konsolasi

(penghiburan) yang ia alami
berkali-kali. Ia juga pernah
merasa usahanya selama
belajar di seminari sia-
sia dan membayangkan
dengan nilainya yang
bagus selama di seminari
ia dapat mendaftar
untuk kuliah dan bekerja
seperti orang lain pada
umumnya. Tetapi, Danes
memuaskan perasaannya
dengan menyadari bahwa
pencapaiannya berasal
dari bantuan Tuhan dan
itu semua berguna untuk
menyiapkan dirinya demi
melayani umat. Menurut
Danes, bimbingan rohani
yang diberikan oleh seminari lewat romo pembimbing
pribadinya (Romo Toni) sangat membantu dalam mengolah
batin. Dengan Romo Toni, Danes dapat bercerita menganai
pergumulannya, mendapatkan saran yang tepat, dan juga
belajar dari pengalaman romo pembimbingnya.

PANGGILAN 30 AGUSTUS 2020

GAUDENSIUS DANESWARA ATMAJA

Menurut Danes, panggilan adalah hal yang sulit untuk
didefinisikan. “Jujur dari dulu susah sekali untuk merumuskan
arti panggilan. Karena semakin hari semakin berubah-ubah.”
Bagi Danes, panggilan adalah misteri Allah. “Panggilan itu
misteri. Misteri Allah yang harus terus menerus dicari. Bahkan
mungkin bisa sampai saat terakhir akan dimaknai terus.”
Danes mengingat bahwa pada awalnya, Danes memaknai
panggilan sebagai keinginan untuk melayani Tuhan.
Sebagai pesannya bagi generasi muda gereja, Danes
berkata bahwa ada begitu banyak panggilan yang Tuhan
berikan. “Agak rancu istilah panggilan karena seolah ‘gak’
bisa dilepaskan dari imam dan religius. Ada yang harus
selibat dan ada yang harus berkeluarga semuanya punya
konsekuensi masing-masing. Panggilan dasar kita sama
hanya cara mewujudkannya beda-beda.” Bagi Danes, gereja
membutuhkan orang muda untuk menanggapi panggilan
terutama untuk imamat karena harus ada yang melanjutkan
generasi sekarang. Kaum muda dibutuhkan dari sekarang
karena perlu dipersiapkan dan dibiasakan dekat dengan
kehidupan doa dari sekarang. Untuk menanggapi panggilan,
Danes menyarankan agar kaum muda memulainya dengan
berdoa dan terus bertanya kepada Tuhan mengenai apa
kehendakNya. Kemudian, minta bantuan Tuhan, serahkan
sesuai dengan kehendakNya, dan terakhir lakukan.

Tips dari Danes
Bagi teman-teman yang ingin masuk ke seminari, Danes
memberikan beberapa tips untuk dilakukan. “Harus
dekat dengan kehidupan menggereja, pelayanan, dan
komunitas.” Menurutnya kedua hal itu harus dimulai dari
sekarang. “Karena pada akhirnya itulah yang akan menjadi
kehidupanmu.” Setelah itu barulah lakukan sebaik-baiknya
dan semaksimal mungkin. (Cliff Tedyanto)

PANGGILAN 31 AGUSTUS 2020

ANTAR KITA

Pemazmur Gereja Santo Laurensius:

Mengerti dan Mendalami
Makna Bacaan

Gathering Pemazmur Tahun 2019

Banyak cara dilakukan oleh seorang Katolik untuk melakukan
pelayanan Gereja, salah satunya adalah dengan menjadi
seorang Pemazmur. Pemazmur bertugas membantu umat
untuk menanggapi Sabda Tuhan dengan cara menyanyikan
Mazmur. Mazmur tanggapan itu sendiri memiliki makna
liturgis yang penting karena sebagai penopang permenungan
atas Sabda Allah. Seorang pemazmur memiliki tugas untuk
membawakan atau melagukan Mazmur tanggapan dan dapat
juga membawakan ayat-ayat dalam Bait Pengantar Injil.
Hal itu bukanlah perkara mudah, seorang pemazmur tentu
harus mengerti dan mendalami setiap makna dari Mazmur
tanggapan dan setiap ayat dalam Bait Pengantar Injil agar
pesan tersebut sampai kepada umat.

Perlu Persiapan
Banyak hal tentunya harus disiapkan bagi seorang Pemazmur,

SALUS EDISI 44 32 AGUSTUS 2020

MENGERTI DAN MENDALAMI MAKNA BACAAN

tidak hanya kesiapan dalam hal teknis. Tetapi yang utama
adalah mempersiapkan melayani Tuhan, karena tugas
Pemazmur sangat penting dalam Perayaan Ekaristi. Persiapan
kedua yang juga tidak kalah penting, adalah kesiapan dari
teknis menyanyi. Pemazmur sebelumnya harus melakukan
olah vocal, postur, mengatur nafas, pembentukan suara,
artikulasi, frasering, dan melatih ekspresi, selain itu seorang
Pemazmur mampu membaca notasi atau nada. Maka dari itu,
seorang Pemazmur harus terus berlatih dan mengembangkan
kemampuan. Tidak hanya melakukan pelatihan, Pemazmur
juga melakukan banyak kegiatan untuk mengembangkan
kemampuan dan mempererat hubungan antar pemazmur.
Seperti dalam komunitas Pemazmur Gereja Santo Laurensius
Paroki Alam Sutera, komunitas ini melakukan banyak
kegiatan, seperti mengadakan gathering untuk mempererat
rasa persaudaraan antara anggota. Kegiatan tahunan
adalah rekoleksi bersama untuk mengisi kembali semangat
pelayanan para anggota sebagai Pemazmur. Saat ini,
komunitas Pemazmur gereja kita memiliki 57 anggota aktif
(45 dewasa + 12 anak-anak) dengan Emilia Septiana Tanianto
selaku ketua.

Menjadi Pemazmur
Bagi umat yang ingin menjadi Pemazmur, pembukaan
pendaftaraan dimulai dari pertengahan tahun, dan dilanjutkan
dengan audisi bersama tim pelatih. Setelah itu, calon
Pemazmur baru yang lolos audisi akan melanjutkan ke tahap
pembekelan. Mengikuti tiga pertemuan pembekalan hingga
selesai merupakan salah syarat mutlak bagi calon Pemazmur
untuk dapat dilantik sebagai tanda penugasan bagi para
Pemazmur. (Tantiana Vida)

ANTAR KITA 33 AGUSTUS 2020

PENYAKIT, PANDEMI DAN IMAN

PENYAKIT, PANDEMI
DAN IMAN

Era Pandemi
Selagi kita masih menjadi pengembara di dunia ini, kesehatan
selalu menjadi salah satu prioritas utama. Kebahagiaan
apapun tidak akan pernah bisa utuh tanpa kesehatan yang
baik. Maka hal apapun yang berisiko mengancam kesehatan
diri dan orang-orang yang kita cintai akan senantiasa
menimbulkan rasa khawatir.
Kemunculan pandemi COVID-19
telah menjadi salah satu sumber
kekhawatiran terbesar bagi banyak
orang di beberapa bulan terakhir.
Sebagian besar (sekitar 80%) orang
yang terinfeksi COVID-19 berhasil
pulih tanpa perlu perawatan
khusus. Sedikitnya 1 dari
5 orang yang terinfeksi
menderita sakit parah
dan kesulitan bernafas.
Orang-orang lanjut usia
(lansia) dan orang-
orang dengan kondisi
medis penyerta seperti
tekanan darah tinggi,

ANTAR KITA 34 AGUSTUS 2020

PENYAKIT, PANDEMI DAN IMAN

gangguan jantung dan paru-paru, diabetes, atau kanker
memiliki kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih
serius. Namun, siapa pun dapat terinfeksi COVID-19 dan
mengalami sakit yang serius. Orang dari segala usia yang
mengalami demam dan/atau batuk disertai dengan kesulitan
bernapas/sesak napas, nyeri/tekanan dada, atau kehilangan
kemampuan berbicara atau bergerak harus segera mencari
pertolongan medis.

Kekhawatiran terhadap COVID-19
COVID-19 ini tidak boleh diremehkan, namun kita juga tidak
boleh khawatir yang berlebihan. Terlihat bahwa masyarakat
takut untuk pergi ke tempat ramai (terutama fasilitas
pelayanan kesehatan) karena takut tertular virus SARS-CoV-2
ini. Para dokter sering menemukan kasus-kasus pasien yang
menderita penyakit-penyakit berat, seperti riwayat serangan
jantung dan stroke, hipertensi dan diabetes mellitus, yang
sama sekali tidak mau berobat atau kontrol rutin karena
khawatir pergi ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan
lainnya. Hal ini sangat disayangkan karena sangat berisiko
menimbulkan bahaya bagi diri mereka (data angka kematian
akibat serangan jantung minimal 2x dari COVID-19), terutama
karena terdapat solusi agar kita dapat tetap keluar rumah dan
beraktivitas. Oh ya? Memang apa solusinya? Kita tetap dapat
hidup new normal dengan menjaga jarak, memakai masker,
menghindari kerumunan, dan kerap mencuci tangan, sambil
tetap menjaga kesehatan tubuh dan imunitas dengan istirahat
cukup, makan makanan sehat, olahraga teratur, tidak panik
dan tak lupa selalu berdoa.

Penyakit dan Iman
Dalam menghadapi pandemi ini, tak sedikit orang, termasuk
penulis, yang merenungkan pertanyaan abadi terkait Tuhan

ANTAR KITA 35 AGUSTUS 2020

PENYAKIT, PANDEMI DAN IMAN

dan penyakit: Kenapa sih Tuhan membuat penyakit? Atau,
kenapa Tuhan yang mahabaik membiarkan penderitaan dan
penyakit tetap ada? Satu hal yang jelas: Kesempurnaan
hanya milik Tuhan. Manusia bukan Tuhan, maka kita harus
hidup dengan segala kelemahan dan kedagingan di dunia
ini. Tuhan bekerja dengan caraNya sendiri, yang terkadang
misterius bagi kita (God works in mysterious ways, Ayub 38:1-
41, Yesaya 55-8-9, Roma 11:34).
Namun Tuhan juga telah memberikan kita kehendak bebas.
Layaknya cahaya akan terasa sangat berharga saat gelap,
maka kita juga dapat memaknai penderitaan dan penyakit
untuk lebih menghargai dan bersyukur atas kesehatan. Hal ini
sesuai dengan hakekat kita untuk menyembah, memuliakan,
dan mencintai Tuhan Sang Pencipta kita.

Orang Kudus Pelindung Pandemi
Gereja Katolik menyematkan gelar santo pelindung dari
pandemi kepada seorang kudus yang bernama Roch yang
banyak membawa mukjizat kesembuhan bagi mereka
yang berdoa dengan perantaraan dirinya pada masa-masa
mencekam itu.

Santo Roch lahir di Montpellier, Perancis utara pada sekitar
awal abad ke 14, dari sebuah keluarga bangsawan yang
berkuasa. Pada usianya yang ke-20, ia membagikan seluruh
harta kekayaannya bagi orang-orang miskin dan pergi
berziarah ke Roma. Setibanya di Italia, ia menyaksikan
langsung dampak wabah yang sedang tersebar. Suasana
pandemi tersebut mengetuk hatinya sehingga ia tak kenal
lelah merawat dan mendoakan orang-orang sakit di berbagai
rumah sakit dan tempat umum, menyembuhkan banyak
orang dengan mukzizat melalui doa dan tanda salib. Tak lama
berselang, iapun turut sakit dan kemudian pergi menjauhi

ANTAR KITA 36 AGUSTUS 2020

PENYAKIT, PANDEMI DAN IMAN

kota. Tanpa diketahui orang banyak, ia kemudian kembali
ke Montpellier, kota kelahirannya, namun ditangkap oleh
pamannya sendiri yang saat itu berkuasa atas tuduhan
menjadi mata-mata. Ia meninggal dunia dalam penjara 5
tahun kemudian pada tahun 1327, tidak dikenali oleh orang
banyak.

Setelah ia meninggal, dipercayai bahwa malaikat turun dan
meninggalkan secarik kertas dengan tulisan berwarna emas
di atas jasadnya, tulisan yang mengungkap identitas Roch. Ia
kemudian diberikan pemakaman terbuka yang megah, dan
kemudian banyak menjadi perantara mujizat kesembuhan
bagi orang-orang yang sakit dan terkena pandemi, terutama
saat menyebarnya The Black Death / Bubonic Plague
beberapa dekade setelah ia wafat.
Relikui St. Roch disimpan dan dimuliakan di Venesia. Pesta
nama St. Roch diperingati pada tanggal 16 Agustus. Di era
pandemi COVID-19 ini, ada baiknya kita mengenang dan
berdoa dengan perantaraan Santo pelindung Pandemi kita,
St. Roch.

O Blessed St Roch, Patron of the sick,
Oh Santo Roch yang diberkati, pelindung orang sakit,

Have pity on those, Who lie upon a bed of suffering.
Berbelas kasih pada mereka yang berbaring di tempat tidur
penderitaan.

Your power was so great, when you were in this world,
Kekuatanmu dahsyat ketika hidup di dunia,

That by the sign of the Cross, many were healed of their
diseases.

ANTAR KITA 37 AGUSTUS 2020

PENYAKIT, PANDEMI DAN IMAN

Hanya dengan tanda Salib, begitu banyak yang disembuhkan
dari virus.
Now that you are in heaven, your power is not less.
Sekarang setelah engkau di surga, kekuatanmu tetap sama.
Offer, then, to God, our sighs and tears.
Persembahkanlah pada Tuhan, keluhan dan airmata kami.
And obtain for us that health we seek, through Christ Our
Lord. Amen.
Berikan kami kesehatan yang kami idamkan, dengan
perantaraan Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.

([email protected], warga Lingkungan St. Gerardus)

ANTAR KITA 38 AGUSTUS 2020

Perkembangan Pembangunan Gereja

Santa Perawan Maria
Benteng Gading

Romo, DPH dan PPG melakukan foto bersama setelah melakukan rapat online dengan Kuria
KAJ tanggal 11 Juli 2020 yang dihadiri oleh Kardinal Ignatius Suharyo

Wacana pembangunan gereja di Gading Serpong telah dimulai
sejak awal berdirinya gereja Santo Laurensius, Paroki Alam
Sutera, yaitu tahun 2011 dengan membeli sebidang tanah
seluas 10.600 m2 di Medang, Pagedangan, Gading Serpong.

Dengan komposisi umat paroki saat ini yang lebih dari 60%
atau lebih dari 9.300 jiwa berasal dari area Gading Serpong,
pilihan tempat dan prakarsa dimulainya rencana ini sudah
sangat tepat. Ini merupakan perjalanan sangat panjang
yang membutuhkan kesungguhan dan ketabahan dalam
mewujudkan pembangunan gereja yang hingga kini sudah
mampu melunasi semua biaya tanah ke para pihak yang
sudah membantu seperti Paroki BSD, Dermawan dan KAJ.

Panitia saat ini fokus memfinalisasi desain yang sudah hampir
rampung setelah mendapatkan persetujuan Kuria KAJ,
perijinan yang menunggu keluarnya IMB dan dana untuk
pembangunan fisik serta perangkat fasilitas penunjangnya.

ANTAR KITA 39 AGUSTUS 2020

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN GEREJA ST PERAWAN MARIA BENTENG GADING

Walau dalam suasana pandemik yang luar biasa ini, panitia
Bidang Tanah dan Perijinan, Bidang Teknis dan Arsitektur,
Bidang Dana tetap aktif melakukan tugas-tugasnya demi
mewujudkan rencana besar ini. Semoga dalam waktu yang
tidak terlalu lama, IMB dapat segera diperoleh. Berdasarkan
pengalaman serta luasnya gereja yang akan dibangun, Kuria
KAJ memperkirakan kebutuhan dana pembangunan gereja
serta fasilitas pendukungnya akan menghabiskan dana sekitar
Rp. 73 milyar.
Pada rapat tanggal 11 Juli 2020 yang juga dihadiri oleh
Kardinal Ignatius Suharyo, berpesan agar prinsip kehati-hatian
dan kecermatan dalam menggunakan biaya pembangunan
gereja dan selalu melakukan koordinasi dengan Kuria KAJ.
Panitia juga diminta untuk memperhatikan bangunan yang
ramah lingkungan yang mudah, berkualitas dan minimalis
dalam perawatannya. Beliau juga sempat mengapresiasi ke
semua pihak yang terlibat yang memahami setiap tahapan
perijinan dan perencanaan pembangunan yang akan dilakukan
serta menunjukkan adanya kesinambungan kepengurusan
yang sangat baik selama periode 2013 hingga 2020 ini.

Per 30 Juni 2020, total aset yang dimiliki oleh gereja adalah
Rp. 56,7 milyar yang terdiri dari aset berupa tanah dan dana
kas sebesar Rp. 20,4 milyar setelah sebagian besar digunakan
untuk membayar hutang dan membeli tanah, sehingga masih
dibutuhkan banyak dana lagi agar bisa mewujudkan gereja
di Gading Serpong. Dana tersebut sudah dikurangi dengan
pembelian tanah tambahan dari Paramount Land agar akses
ke gereja bisa lebih leluasa. Luas tanah keseluruhan setelah
pembelian tanah tambahan ini menjadi 11.222 m2.

Panitia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya
bagi umat dan donatur yang telah menyisihkan dana

ANTAR KITA 40 AGUSTUS 2020

DONASI PEMBANGUNAN GEREJA
SANTA PERAWAN MARIA BENTENG GADING

BCA No. Rek : 604-176.0033
PGDP- GEREJA SANTO
LAURENSIUS

PPG MARIA BENTENG GADING
– GADING SERPONG

DewanParokiHarian-Paroki AlamSutera

bagi pembangunan gereja di tahun 2020 ini, terutama
melalui amplop Peduli Kasih yang terkumpul hingga Rp.
1.064.910.408.- yang sebagian besar dengan transfer
langsung dan Kartu Lingkungan yang terkumpul sebanyak Rp.
758.499.669.- dari 66% lingkungan yang ada dan Kolekte ke-2
sebesar Rp. 447.802.850.-

Dengan misa online saat ini, Panitia Pembangunan Gereja
telah membuat eFlyer dan menyediakan QR Code agar
mempermudah umat dalam memberikan donasi bagi
pembangunan gereja Santa Perawan Maria Benteng Gading.
Diharapkan penggunaan flyer ini hanya untuk lingkungan dan
umat paroki Alam Sutera.

Marilah kita dukung prakarsa pembangunan ini dengan dana,
pikiran dan doa agar gereja dapat dibangun dengan baik dan
lancar serta bermanfaat bagi masyarakat di Gading Serpong.

ANTAR KITA 41 AGUSTUS 2020

Kegiatan ME Alam Sutera Tahun 2020:

Tetap Semangat
dalam Pelayanan

Pelantikan Pengurus dan KORMEP Alam Sutera kedua periode 2018 - 2021 - Pasutri Harry-
Rika - dihadiri oleh Pastor Hartono , Koordinator Distrik 1 Jakarta Pasutri Pocky-Acu dan
anggota ME Paroki Alam Sutera

Memasuki tahun 2020, ME Paroki Alam Sutera tetap
melaksanakan beberapa kegiatan yang telah direncanakan.
Diawali di bulan Januari 2020 dengan membantu Seksi
Kerasulan Keluarga, bersama-sama dengan Couple For
Christ (CFC) mengadakan misa awal tahun keluarga di
gereja kita. Di bulan yang sama, ME Paroki Alam Sutera
berpartisipasi di acara Novena pertama, ME Distrik 1

ANTAR KITA 42 AGUSTUS 2020

TETAP SEMANGAT DALAM PELAYANAN

Jakarta, yang digelar di Paroki Pluit, Gereja Stella Maris.
Acara yang dihadiri oleh banyak pasutri ME itu menjadi
acara temu kangen teman-teman ME se-Jakarta. Di
bulan Maret, Komunitas ME Alam Sutera melaksanakan
Jalan Santai bersama yang dilaksanakan di Alam Sutera
dilanjutkan makan pagi bersama untuk melepas lelah. Suatu
anugerah yang amat besar bisa menikmati kebersamaan
di suasana pagi yang cerah dan bersantap bersama dalam
suasana yang menggembirakan.
“ME Alam Sutera diberi kepercayaan mengadakan
Novena Safari ketiga dan acara Family Gathering yang
rencananya berlangsung di bulan Agustus 2020. Manusia
boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Di
penghujung bulan Maret, Pandemi Covid-19 melanda.
Banyak kegiatan-kegiatan yang ditunda bahkan dibatalkan,
seperti acara WEME, Family Gathering, Fun Walk, dan
seluruh kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak
orang, termasuk misa mingguan yang selalu kita rayakan
di gereja. Kondisi yang baru pertama kali Kami rasakan
seumur hidup ini, selain membuat kita semua merasa
khawatir, kita dibuat tidak berdaya dan harus mengikuti
semua arahan pemerintah agar tidak banyak korban yang
berjatuhan”, ungkap Harry Gunawan selaku Kordinator ME
Paroki Alam Sutera.

Walau demikian semangat pelayanan ME tetap terus
berkobar, diantaranya dengan membantu teman-teman
dan sesama umat yang terdampak Covid-19 dengan
cara menyalurkan makanan dan bahan kebutuhan
pokok. Semangat pelayanan dalam bentuk kegiatan yang
berhubungan dengan kepasutrian pun tetap dilaksanakan
dengan tetap memperhatikan protap yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya ME Alam Sutera mengadakan

ANTAR KITA 43 AGUSTUS 2020

TETAP SEMANGAT DALAM PELAYANAN

kegiatan kepasutrian, seperti acara Novena Safari
ketiga yang dibawakan oleh Pastor Sri Danto, bersama
Kordis Distrik 1 Jakarta, Pasutri Chris-Lely. Kegiatan ini
dilaksanakan secara streaming dari Gereja St. Laurensius.
ME juga melaksanaan kegiatan rutin Kelompok Dialog
Paroki di bulan April dan Mei. Acara Pendalaman Alkitab
dan Temu Karya Komunitas bersama Pastor Handoko,
MSC., yang dilaksanakan di bulan Juni, serta acara
Penyegaran Relasi Pasutri ME paroki Alam Sutera, di

awal bulan Juli, semuanya
dilaksanakan dengan
menggunakan aplikasi Zoom.
Untuk menjernihkan pikiran
dan menyegarkan raga yang
sudah terlalu lama berdiam
di rumah selama beberapa
bulan, karena kondisi PSBB,
sebagian kecil komunitas ME
Alam Sutera bersama Pastor
Sri Danto, melaksanakan
gowes bareng dalam
menyambut new normal di
sekitar perumahan Alam
Sutera.

Banyak hal yang kita tidak mengerti sampai dengan saat
ini. Entah apa yang Tuhan inginkan bagi kita semua, tapi
yang pasti kita harus tetap percaya, saat ini Tuhan sedang
merenda sebuah lukisan. Kita yang ada di dunia, mungkin
memandang sesuatu yang jelek dari sisi bawah dari apa
yang sedang Tuhan buat. Tapi yakinlah akan indah pada
waktunya, Tuhan akan memberi sebuah lukisan yang terbaik
buat kita semua. Tuhan memberkati. / AL

ANTAR KITA 44 AGUSTUS 2020

Umat Lingkungan St. Koleta
Memperindah Pos Satpam

Diam di rumah saja berbulan-bulan saat pandemi Covid-19?
Tentu tidak. Lingkungan St. Koleta Sutera Kirana wilayah 18
yang dikomandani pak Wandi Tjandra tergerak melakukan

baksos mencat
dan menata ulang
salah satu pos
satpam dan taman
di lingkungannya.
Berkoordinasi
dengan RW
setempat, umat
lingkungan St.
Koleta melakukan
baksos dengan
semangat dalam
beberapa hari.
Kami berterima
kasih atas
kerjasama umat,
dukungan dana
donatur, dan sumbangan pepohonan yang diberikan.

“Banyak kegiatan yang tidak dapat kami lakukan saat
pandemi Covid-19, tapi kami tidak tinggal diam, kami tetap
berusaha untuk ambil bagian dalam kegiatan berguna bagi
lingkungan hidup dan dinikmati semua warga Cluster Kirana.
Semoga kegiatan ini menginspirasi yang lain untuk melakukan
sesuatu bagi lingkungan hidup”, demikian pak Wandi Tjandra.

(AMF)

ANTAR KITA 45 AGUSTUS 2020

ANEKA

INTENSI MISA

Kita dapat mengawali
sebuah pengertian akan
‘Intensi Misa’ untuk
pemikiran pribadi masing-
masing mulai dari kata itu
sendiri: ‘intensi’ + ‘Misa’.
Suatu Misa dipersembahkan
karena ada intensi, yakni
suatu keinginan/keperluan.

Intensi Misa orang Katolik
berupa doa ucapan syukur,
doa untuk kedamaian kekal
bagi mereka yang telah
berpulang, atau doa ucapan
permohonan lain, baik bagi
diri sendiri maupun orang
lain dengan penuh harap
dikabulkanNya. Sesungguhnya, intensi Misa lebih dari itu.
Ada tiga Intensi Misa utama (Saunders, 2005). Pertama,
Misa dipersembahkan dengan penuh hormat & sah sesuai
norma Gereja. Kedua, Misa dipersembahkan dalam
persatuan dengan seluruh Gereja & demi kebajikan seluruh
Gereja. Satu hal yang bisa dilihat dari makna persatuan
dengan seluruh Gereja bahwa bacaan ayat Alkitab setiap
minggu dalam Gereja Katolik pasti sama di seluruh dunia.
Ketiga, Misa dipersembahkan demi suatu intensi khusus,
misalnya bagi kedamaian kekal jiwa seseorang yang telah
meninggal dunia.
Menurut Romo Saunders (2005), Intensi Misa dapat

SALUS EDISI 44 46 AGUSTUS 2020

INTENSI MISA

disebut “persembahan” bagi orang lain. Hal ini dilihat
dari sejarahnya, yakni mengenai Kurban. Melalui Kurban
Ekaristi, atau Ecclesia de Eucharistia yang diajarkan Bapa
Suci Yohanes Paulus II, bahwa Gereja berdoa agar Tuhan
menganugerahkan Roh Kudus kepada umatNya.

Romo Saunders juga setuju dengan apa yang dikatakan
Paus Leo XIII (1902) dalam bukunya; Mirae Caritatis:
rahmat saling mengasihi sesama manusia diperteguh
dengan adanya Misa, dimana di dalamnya terdapat
Kurban Ekaristi kepada semua yang termasuk ke dalam
persekutuan para kudus. Perseketuan para kudus
adalah mereka yang saling mendoakan & memberikan
pertolongan, baik bagi mereka yang masih berada di dunia
ini, di dalam api pencucian, maupun yang sudah berada
bersama Bapa di surga.

Tradisi mempersembahkan Misa, terutama mendoakan
bagi mereka yang telah meninggal dunia telah ada sejak
abad kedua. Hal ini diperkuat dengan adanya bukti-bukti
yang ditemukan berupa prasasti-prasasti dari katakomba
di Roma (Saunders, 2005). Prasasti-prasasti itu memuat
ucapan (doa) dengan nama seseorang yang sudah
meninggal beserta waktu kematiannya. Katakomba sendiri
adalah sebuah ruangan atau jalan di bawah tanah yang
digunakan untuk keperluan religi. Biasanya merupakan
kuburan bawah tanah yang terletak di berbagai kota
era Kekaisaran Roma, khususnya di Kota Roma sendiri
(wikipedia).

Intensi Misa dapat berbeda-beda, seperti yang kita
tahu bahwa beberapa Misa yang dirayakan di hari
Minggu bisa saja memperingati hari tertentu. Imam

ANEKA 47 AGUSTUS 2020

INTENSI MISA

sebagai pembawa Misa juga dapat memiliki intensi
khusus secara pribadi dalam mempersembahkan Misa,
misalnya Misa yang diperuntukkan kedamaian kekal jiwa
orangtuanya. Umat juga dapat meminta seorang imam
untuk mempersembahkan Misa dengan intensi khusus.
Hal ini banyak ditemukan di Gereja kita, biasanya umat
memberikan sumbangan stipendium atau stips, berupa
sejumlah uang kepada Gereja untuk memohonkan suatu
Intensi Misa. Pemberian uang dalam Intensi Misa ini
merupakan kebiasaan Gereja sejak abad pertama sejarah
Gereja (KHK kan. 945 § 1).

Berdasarkan wawancara bersama Romo Sridanto,
para imam juga diminta merayakan misa untuk intensi
umat beriman (terutama yang miskin) tanpa menerima
stipendium (KHK kan. 945 § 2). Artinya, Intensi Misa tidak
harus menggunakan uang. Stipendium dianggap sebagai
balas jasa sukarela umat kepada imam, tetapi perlu diingat
bahwa stipendium bukanlah kewajiban dan imam tidak
berhak untuk menuntutnya. Sejumlah uang dalam Intensi
Misa juga dapat dianggap sebagai ungkapan syukur
yang diberikan dari ketulusan hati pemohon. Tidak peduli
berapa jumlahnya, karena hal itu hanya sebagai simbol
partisipasi umat mendukung para pelayan Gereja (KHK
kan. 946).

Misa atau Intensi Misa itu sendiri (misalkan Misa Minggu
Biasa) dapat terus menjadi pengingat bahwa manusia
diciptakan oleh Allah. Kita (umat Katolik) tak lepas dari
ikatan untuk menunjukkan penghormatan tertinggi
dan rasa terima kasih yang paling dalam kepadaNya.
Sebagaimana yang dikatakan Paus Leo XIII (1902), bahwa
masih banyak umat manusia yang belum melaksanakan

ANEKA 48 AGUSTUS 2020

INTENSI MISA

tugas kepadaNya dengan segenap hati & penuh ketelitian.
Bukti yang paling mudah kita lihat sehari-hari adalah
masih banyak orang Katolik yang jarang ke Gereja.
Atau sebaliknya, ada yang tidak pernah lupa beribadah
ke Gereja setiap minggu, namun tidak sepenuh hati
mengarahkan hati kepadaNya. Paus Leo XIII menyatakan
bahwa tidak ada pemberian rasa hormat yang lebih
besar dari Kurban Ekaristi yang dipersembahkan kepada
Tritunggal Maha Kudus.

Intensi Misa bagi mereka yang telah meninggal tidak
terbatas bagi mereka yang Katolik saja, tapi dapat
diperuntukkan bagi semua orang. Intensi Misa adalah
salah satu hal yang penting agar mereka yang telah
meninggal bisa mendapatkan indulgensi penuh menurut
ajaran Gereja Katolik. Biasanya Misa ini diadakan
berkenaan dengan Hari Arwah yang diperingati setiap 2
November, berdekatan dengan Hari Raya Semua Orang
Kudus. (Cristella Tasha)

_______________

Catatan:
• Terima kasih kepada Romo Hieronymus Sridanto Aribowo Nataantaka Pr yang

telah bersedia membagikan pengetahuannya mengenai Intensi Misa dengan
penulis.
• KHK adalah Kitab Hukum Kanonik atau Code of Canon Law (CIC).

Sumber:
Saunders, W. P. (2005). Intensi misa. Diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.
net/yesaya atas izin The Arlington Catholic Herald. Diakses dari http://www.
indocell.net/yesaya/id988.htm
Paus Leo XIII. (1902). Mirae caritatis. Diakses dari http://www.vatican.va/content/
leo-xiii/en/encyclicals/documents/hf_l-xiii_enc_28051902_mirae-caritatis.html

ANEKA 49 AGUSTUS 2020

Antonius Sunarto

Pemahat Salib Corpus dan Relief
Jalan Salib Gereja Santo Laurensius

Pak Antonius Sunarto (kiri) bersama keluarga

Pembaca Salus, kali ini kita berkenalan dengan Pak Antonius
Sunarto seniman pematung yang membuat Salib Corpus
dan Relief Jalan Salib yang indah di Gereja Santo Laurensius,
Alam Sutera. Pak Sunarto yang kini berusia 60 tahun, tinggal
di Bojonegoro Jawa Timur, Paroki St. Paulus Bojonegoro.
Beliau memang dikarunia darah seni, selain memahat pak
Sunarto juga senang bermain gamelan, bahkan ketiga
anaknya semua jadi pemusik.
Bermula dari Iseng-iseng
Mulanya Pak Sunarto tidak paham tentang seni pahat namun
memang beliau suka menggambar. “Pada tahun 1981 ada
gereja yang terbakar di Blora Jawa Tengah, lalu seorang

ANEKA 50 AGUSTUS 2020


Click to View FlipBook Version