The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2022 - Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by uthahandayani, 2023-03-20 03:21:55

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2022 - Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2022 - Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur

BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN WILAYAH KERJA SELURUH PULAU KALIMANTAN 2022


Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 i Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatNya Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur berhasil menyelesaikan penyusunan laporan kinerja tahun 2022 dengan tepat waktu. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah telah mengamanatkan kepada setiap instansi pemerintah untuk menyusun laporan kinerja setiap tahun. Laporan ini menyajikan informasi kinerja atas pencapaian sasaran strategis/sasaran program/sasaran kegiatan beserta indikator kinerjanya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur tahun 2022. Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur pada tahun 2022 menetapkan 3 (tiga) sasaran dan 4 (empat) indikator kinerja. Secara umum Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur telah berhasil merealisasikan target kinerja yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja. Laporan kinerja ini memberikan gambaran objektif tentang kinerja yang dihasilkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur pada tahun 2022. Selain itu, tantangan dan permasalahan dalam pencapaian kinerja juga dijabarkan, yang kemudian menjadi acuan dalam menetapkan strategi/inovasi kerja kedepannya. Semoga laporan kinerja ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi perencanaan program/kegiatan dan anggaran, perumusan kebijakan bidang pendidikan dan kebudayaan khususnya kegiatan pelestarian Cagar Budaya dan yang diduga Cagar Budaya serta peningkatan kinerja di tahun mendatang Kata Pengantar


Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 iii i ii iii DAFTAR ISI 1 12 65 6 62


Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 iv 71 4.673 A 96 Ikhtisar Eksekutif Laporan kinerja Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Tahun 2022 menyajikan tingkat pencapaian 3 (tiga) sasaran dengan 4 (empat) indikator kinerja sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja tahun 2022. Tingkat ketercapaian sasaran dan indikator kinerja lebih detail diuraikan pada BAB III Laporan ini Secara umum, capaian kinerja Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Tahun 2022 adalah sebagai berikut: CAPAIAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2022 REALISASI ANGGARAN TAHUN 2022 [IKK 3.2] Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKAK/L Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur 96.71 % Realisasi TA 2022 19 373.68 % [IKK 1.1] Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi (Unit) 453.07 % [IKK 2.1] Jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya (Orang) BB 9.14 % [IKK 3.1] Predikat SAKIP Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur 92 4 % Keterangan: Realisasi Target PK 96.71 % Realisasi Anggaran : Rp. 13.345.758.067 Sisa Anggaran : Rp. 454.725.933 Total Anggaran : Rp. 13.800.484.000 650 2.945 94.69 % Keterangan: Realisasi TA 2021 Perbandingan % Realisasi TA 2021 & 2022


Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 v Strategi/Tindak Lanjut yang Dilakukan: 1. Melakukan tindakan pelindungan berupa pengamanan terhadap CB dan ODCB dari transaksi jual beli yang dilakukan oleh oknum tertentu dan melakukan analisis terhadap asal dan nilai penting CB dan ODCB tersebut; 2. Melakukan pendampingan terhadap kegiatan pemugaran dan rehabilitasi suatu bangunan CB agar pihak ketiga yang melakukan rehabilitasi dan pemugaran tidak melakukan tindakan yang dapat menghilangkan Nilai Penting Bangunan CB tersebut; 3. Menempatkan Juru Pelihara pada lokasi Situs atau Bangunan Cagar Budaya dan memberikan fasilitas pemeliharaan di suatu lokasi Cagar Budaya; 4. Melakukan kegiatan Survei Penyelamatan CB dan ODCB di beberapa Lokasi dan Situs di wilayah BPCB Provinsi Kalimantan Timur; 5. Membantu menjalin kemitraan dengan Pemerintah Daerah melalui SDM BPCB Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki komptensi menjadi Tim Ahli Cagar Budaya dalam penetapan Cagar Budaya tingkat Kabupaten/Kota. Permasalahan/Kendala yang Dihadapi: 1. Kurangnya kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya nilai suatu Cagar Budaya, baik itu tentang pelestarian maupun makna dari Cagar Budaya tersebut sehingga terdapat beberapa upaya dari oknum tertentu dalam melakukan transaksi jual beli CB ataupun ODCB; 2. Belum tersedianya akses yang cukup baik menuju lokasi Cagar Budaya sehingga menjadi salah satu penghambat Pemanfaatan Cagar Budaya tersebut; 3. Sarana/prasarana yang melindungi Cagar Budaya dari pengrusakan/kehilangan belum memadai; 4. Masih banyak potensi Cagar Budaya yang belum didata; 5. Sebagian besar Pemerintah Daerah belum memiliki Tim Ahli Cagar Budaya.


Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 1 A. Gambaran Umum Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur merupakan satuan kerja/Unit Pelaksana Teknis pada Ditjen Kebudayaan. Sesuai dengan peraturan Permendikbud No 28 Tahun 2021 Tentang Organsasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur pertama kali dibentuk pada tanggal 21 Agustus 2008 dengan nama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3). BAB I Pendahuluan 21 Agustus 2008 Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Tahun 2015 Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Tahun 2012 Balai Pelestarian Cagar Budaya Samarinda Tahun 2021 Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur


2 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur dipimpin oleh Muslimin A.R. Effendy dengan jumlah SDM sebanyak 245 orang. Wilayah kerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur melingkupi 5 (lima) Provinsi di Pulau Kalimantan. 175 Juru Pelihara yang tersebar di Setiap Cagar Budaya di Pulau Kalimantan 136 Cagar Budaya yang tersebar di Seluruh Pulau Kalimantan Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Barat Kalimantan Utara 33 Unit CB 7 Unit CB 35 Unit CB 45 Unit CB 16 Unit CB


3 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Dasar hukum yang menjadi acuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2022 adalah sebagai berikut: Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 130); Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; PermenPAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja; Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2022 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Permendikbudristek Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikbudristek; Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2022 tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024; B. Dasar Hukum


4 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Melaksanakan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Cagar budaya dan yang diduga cagar budaya di wilayah kerjanya T U G A S Melaksanakan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Cagar budaya dan yang diduga cagar budaya di wilayah kerjanya C. Tugas dan Fungsi Serta Struktur Organisasi Pelaksanaan penyelamatan dan pengamanan cagar budaya dan yang diduga cagar budaya Pelaksanaan zona cagar budaya dan yang diduga cagar budaya Pelaksanaan pemeliharaan cagar budaya dan yang diduga cagar budaya Pelaksanaan pengembangan cagar budaya dan yang diduga cagar budaya Pelaksanaan pemanfaatan cagar budaya dan yang diduga cagar budaya Pelaksanaan dokumentasi dan publikasi cagar budaya dan yang diduga cagar budaya Pelaksanaan kemitraan di bidang pelestarian cagar budaya dan yang diduga cagar budaya Pelaksanaan dokumentasi dan publikasi cagar budaya dan yang diduga cagar budaya


5 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 D. Isu-Isu Strategis dan Peran Strategis Organisasi Masih terdapat beberapa Cagar Budaya & Obyek yang Diduga Cagar Budaya yang belum mendapatkan kegiatan pelestarian lanjutan. 02 Berperan penting dalam kegiatan-kegiatan pelestarian lanjutan berupa penyelematan dan pengamanan, zona, pemeliharaan, pengembangan, pemanfaatan dan dokumentasi serta publikasi Cagar Budaya & ODCB Isu-Isu Strategis & Peran Strategis Memprioritaskan pada kegiatan pengumpulan data, inventarisasi, dan dokumentasi di Daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), di Daerah Aliran Sungai, di lokasi calon Ibukota Negara. Berperan penting dalam kegiatan pengumpulan & pemutakhiran data Cagar Budaya di daerah 3T (Kota Berau, Kab. Nunukan, Kab. Sambas) dan di Daerah Aliran Sungai Mahakam serta kegiatan Produksi Konten Kanal Budaya di Kota Balikpapan, IKN, dan sekitarnya. 01 Masih perlunya kegiatan publikasi Cagar Budaya yang melibatkan siswa-siswa sekolah beserta tenaga pendidik, mahasiswa dan civitas akademika, pramuka, komunitas budaya, dan masyarakat untuk menginternalisasikan nilai-nilai Cagar Budaya mulai dari jenjang siswa sekolah. Berperan penting dalam kegiatan yang bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai Cagar Budaya kepada sisiwa-siswi sekolah, tenaga pendidik, mahasiswa, civitas akademika, pramuka, komunitas budaya serta masyarakat berupa kegiatan Jelajah Cagar Budaya ke beberapa CB di Kab. Kutai Kartanegara, Pameran Cagar Budaya, dan Sosiasilisasi Cagar Budaya Melalui Pemutaran Film dan Konten Indonesiana TV. 03 Masih kurangnya sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah daerah baik sumber daya manusia maupun penganggaran Berperan penting dalam memfasilitasi pemerintah dalam penetapan Cagar Budaya Tingkat Kota/Kabupaten dengan menyediakan SDM dalam sidang TACB yang dilaksanakan Pemerintah. 04


6 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 BAB II Perencanaan Kinerja “Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur mendukung Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terwujudnya pelestarian Cagar Budaya di wilayah Kalimantan dalam rangka pembentukan karakter dan jati diri bangsa yang bermartabat.” Visi Tahun 2020 - 2024


7 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 8 Pelindungan Cagar Budaya dalam menjaga identitas dan jatidiri masyarakat; Pengembangan Cagar Budaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; Pemanfaatan Cagar Budaya dalam rangka meningkatkan kepedulian dan apresiasi masyarakat terhadap nilai pentingnya pelestarian Cagar Budaya; Menjalankan fungsi kemitraan dengan semua pihak dalam pelestarian Cagar Budaya MISI 1 Tujuan Strategis


8 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Berdasarkan dari Visi, Misi, Tujuan Strategis, dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 13 Tahun 2022, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur menetapkan sasaran, indikator, dan target selama lima tahun sebagai berikut: Kode Sasaran Kegiatan Satuan Target 2020 2021 2022 2023 2024 SK 1 Meningkatnya jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi IKK 1.1 Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi Unit 61 75 19 65 70 SK 2 Meningkatnya jumlah kunjungan museum, galeri dan cagar budaya IKK 2.1 Jumlah kunjungan museum, galeri dan cagar budaya Orang - - 650 2050 2500 SK 3 Meningkatnya tata kelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur IKK 3.1 Predikat SAKIP Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Predikat - BB BB BB BB IKK 3.2 Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Nilai - 94.6 92 92.5 93 Sebagai Upaya untuk mewujudkan kinerja yang sudah ditetapkan dalam Rencana Stratgis Tahun 2020-2024, Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur merumuskan kinerja yang akan dicapai di tahun 2022, dan dituangkan ke dalam Perjanjian Kinerja sebagai berikut: No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Target Perjanjian Kinerja 2022 1 [SK 1.0] Meningkatnya jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi [IKK 1.1] Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi Unit 19 2 [SK 2.0] Meningkatnya jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya [IKK 2.1] Jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya Orang 650


9 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Target Perjanjian Kinerja 2022 3 [SK 3.0] Meningkatnya tata kelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur [IKK 3.1] Predikat SAKIP Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Predikat BB [IKK 3.2] Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Nilai 92 No Kode Nama Kegiatan Alokasi 1 5181 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Kebudayaan Rp. 8.785.047.000 2 5180 Pelestarian dan Pengelolaan Peninggalan Purbakala Rp. 4.866.318.000 TOTAL Rp. 13.651.365.000 Tahun Anggaran 2022 merupakan tahun peralihan dari pandemi Covid-19 menuju New Normal. Banyak hal terjadi dari meningkatnya jumlah orang yang terpapar virus Corona jenis Omicron, sampai dengan masa peralihan dan diadakannya G20 di Indonesia. Bersamaan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi khususnya di Direktorat Jenderal Kebudayaan meningkatkan publikasi Cagar Budaya melalui Platform Indonesiana TV agar satker/UPT di lingkup kebudayaan untuk melaksanakan produksi Konten Kanal Budaya yang akan ditayangkan di platform tersebut. Selain kegiatan teknis yang dipaparkan sebelumnya, BPCB Provinsi Kalimantan Timur, mendapatkan tambahan anggaran pada Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Kebudayaan yang dialokasikan sebagai


10 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 tambahan anggaran kegiatan Pemberian Fasilitas Pemeliharaan untuk juru pelihara Cagar Budaya. Berdasarkan tambahan anggaran di atas, maka disusunlah revisi Perjanjian Kinerja sebagai berikut: No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Target Perjanjian Kinerja 2022 1 [SK 1.0] Meningkatnya jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi [IKK 1.1] Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi Unit 19 2 [SK 2.0] Meningkatnya jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya [IKK 2.1] Jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya Orang 650 3 [SK 3.0] Meningkatnya tata kelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur [IKK 3.1] Predikat SAKIP Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Predikat BB [IKK 3.2] Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Nilai 92 No Kode Nama Kegiatan Alokasi 1 5181 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Kebudayaan Rp. 8.934.166.000 2 5180 Pelestarian dan Pengelolaan Peninggalan Purbakala Rp. 4.866.318.000 TOTAL Rp. 13.800.484.000


11 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Pelestarian dan Pengelolaan Peninggalan Purbakala Cagar Budaya yang Dilestarikan Konten Kanal Budaya


12 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Sesuai perjanjian kinerja tahun 2022, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur menetapkan 3 (tiga) Sasaran Kegiatan dengan 4 (empat) Indikator Kinerja Kegiatan dengan tingkat ketercapaian sebagai berikut: No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target Realisasi Persentase Capaian 1 [SK 1.0] Meningkatnya jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi [IKK 1.1] Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi 19 71 373.68 % 2 [SK 2.0] Meningkatnya jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya [IKK 2.1] Jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya 650 3742 575.69 % 3 [SK 3.0] Meningkatnya tata kelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur [IKK 3.1] Predikat SAKIP Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur BB A 120 % [IKK 3.2] Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur 92 93.83 101.98 % BAB III Akuntabilitas Kinerja A. Capaian Kinerja


13 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Pada tahun 2022 terdapat tiga Sasaran Kegiatan yang direncanakan oleh BPCB Provinsi Kalimantan Timur yang akan terealisasi beserta dengan target outputnya, salah satu Sasaran Kegiatan tersebut adalah Meningkatnya jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi. Output yang telah dicapai oleh BPCB Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2022 adalah sebanyak 71 Unit atau 373.68% dari total target 19 Unit. Indikator Kinerja Kegiatan pada SK ini adalah Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi. Hasil pengukuran kinerja diperoleh dari laporan kegiatan dan pengumpulan data secara langsung dari setiap unit penanggung jawab kegiatan. SK 1 Meningkatnya jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi Cagar Budaya Objek yang Diduga Cagar Budaya


14 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi dapat dicapai dari output Cagar Budaya, Warisan Budaya Takbenda, dan Karya Budaya Indonesia yang dilestarikan. Pada tahun 2022, BPCB Provinsi Kalimantan Timur telah berhasil mencapai kinerja sebanyak 71 Cagar Budaya atau 373.68% dari total target 19 Cagar Budaya yang tercantum dalam Perjanjian Kinerja. Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah berbagai hasil praktek, perwujudan, ekspresi pengetahuan dan keterampilan, yang terkait dengan lingkup budaya, yang diwariskan dari generasi ke generasi secara terus menerus melalui pelestarian dan/atau penciptaan kembali serta merupakan hasil kebudayaan yang berwujud budaya takbenda setelah melalui proses penetapan Budaya Takbenda IKK 1.1 : Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi Jumlah Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi = Cagar Budaya yang Dilestarikan + Warisan Budaya yang Dilindungi Karya Budaya yang Dilestarikan +


15 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Tahun Target Realisasi % 2020 61 85 130.77 2021 54 80 148.15 2022 19 71 373.68 Tahun 2020-2022 ● Target Renstra : 155 Unit ● Realisasi : 236 Unit 152.25 % Dari tahun 2020 sampai dengan 2022, capaian kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur selalu berhasil mencapai bahkan melebihi target, hal ini terjadi karena adanya monitoring kegiatan, efisiensi dan optimalisasi anggaran. Pencapaian kinerja pada tahun 2022 didukung oleh beberapa kegiatankegiatan pelestarian Cagar Budaya dan Objek yang Diduga Cagar Budaya, di antaranya yaitu kegiatan Pelindungan (Pengamanan & Penyelamatan), Pemeliharaan & Konvservasi, Pemetaan & Penggambaran, serta Pemugaran Cagar Budaya. Data capaian output CB Dilestarikan pada tahun 2022 menjadi anomali dikarenakan adanya kegiatan penanganan kasus serah terima hasil sitaan penyelundupan tengkorak oleh bea cukai yang selama ini ada di kantor BPCB Provinsi Bali dengan hanya menggunakan anggaran pengiriman barang berupa tengkorak. Selain itu adanya perubahan kegiatan Pembuatan Turap Pos Tewet yang direncanakan hanya memperoleh 1 target, namun berubah menjadi kegiatan Survei Penyelamatan Cagar Budaya yang menghasilkan 13 unit. 85 80 71 61 75 19 65 70 2020 2021 2022 2023 2024 Realisasi Target


16 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 81.03 % Target dan Capaian Renstra 2020-2024 Target Capaian Target akhir periode renstra sejumlah 290 Cagar Budaya. BPCB Provinsi Kalimantan Timur hingga tahun 2022 telah mencapai 236 unit Cagar Budaya atau 81.03% dari target renstra 2020 – 2024. Dengan tersedianya anggaran 2022 yang terbatas, BPCB Provinsi Kalimantan Timur berhasil mencapai output secara maksimal dengan adanya kegiatankegigatan yang menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran sesuai dengan urgensi kegiatan pelestarian yang perlu dilakukan. Pengamanan dan Penyelamatan Penyelamatan Cagar Budaya merupakan upaya menghindarkan dan/atau menanggulangi Cagar Budaya dari kerusakan, kehancuran, atau kemusnahan. Kegiatan Pelestarian yang Dilakukan untuk mendukung tercapainya output sebanyak 71 Unit pada tahun 2022 Pengamanan cagar budaya merupakan upaya menjaga dan mencegah cagar budaya dari ancaman atau gangguan. Pengamanan dilakukan untuk menjaga dan mencegah cagar 65 Unit Penyelamatan Cagar Budaya dilakukan untuk mencegah kerusakan kerena faktor manusia dan/atau alam yang mengakibatkan perubahan keaslian dan nilai-nilai yang menyertainya. Selain itu juga untuk mencegah pemindahan dan beralihnya pemilikan atau penguasaan Cagar Budaya yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan. agar tidak hilang, rusak, hancur atau musnah. Pengamanan cagar budaya dapat dilakukan dengan memberi pelindung, menyimpan, atau menempatkannya pada tempat yang terhindar dari gangguan alam dan manusia.


17 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 1. Koordinasi Pembuatan Turap Tewet Tahap II di Kabupaten Kutai Timur Pada tanggal 25 s.d. 28 Maret 2022 BPCB Provinsi Kalimantan Timur melaksankan Koordinasi Awal Pembuatan Turap Tewet Tahap II di Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan awal dan pengecekkan kembali kondisi turap existing untuk selanjutnya akan dilakukan pembuatan Turap Tewet Tahap II. Rincian kegiatan yang dilaksanakan adalah Melakukan koordinasi dengan juru pelihara terkait kegiatan pembuatan Turap Tewet Tahap II dan menentukan titik awal pembuatan Turap Tewet Tahap II. Kegiatan ini tidak menghasilkan output dikarenakan tidak ada penyedia yang bersedia melaksanakan dengan pagu yang tesedia. 2. Penanganan Kasus Cagar Budaya di Kalimantan Kegiatan yang bersifat penindakan adalah kegiatan lapangan apabila terdapat temuan baru yang diduga Cagar Budaya di wilayah Kalimantan serta kegiatan peninjauan lapangan dikarenakan dugaan terjadinya pelanggaran terhadap Undang-Undang Cagar Budaya nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kegiatan yang bersifat penindakan awalnya direncanakan di 2 (dua) provinsi dengan pertimbangan tingginya informasi temuan baru oleh masyarakat dan perkembangan laporan masyarakat mengenai daerah-daerah yang rawan dugaan pelanggaran Cagar Budaya. Namun karena kegiatan ini bersifat insidental sehingga pada tahun 2022 terlaksana kegiatan Penanganan Kasus Cagar Budaya di 3 (tiga) provinsi. Pada akhir tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan pembangunan aula dalam upaya memberikan kenyamanan pengunjung yang melakukan ziarah di makam Pangeran Aji Mandopo di Jembayan. Hal ini mendapat protes atau keberatan dari sebagian masyarakat peduli sejarah budaya. Lokasi pembangunan berada di sisi timur, berada di belakang makam Pangeran Aji Mandopo dengan bahan permanen yang menghadap ke arah jalan.


18 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Tim melaksanakan peninjauan lapangan pada tanggal 18 Maret 2022 oleh staf BPCB Provinsi Kalimantan Timur, hasil dari pengecekan diperoleh bahwa di sekitar tanah yang digali sisi timur dan selatan (belakang bangunan) menunjukkan bahwa tanah lokasi pembangunan tidak mengandung temuan artefaktual yang berarti, artinya tanah lokasi bebas dari temuan arkeologis. Pada tanggal 23 s.d. 26 Maret 2022 BPCB Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan peninjauan ke dua lokasi di Kota Tarakan untuk menanggapi Laporan Kasus Temuan Objek yang diduga Cagar Budaya. Hasil peninjauan di lokasi pertama di Kecamatan Tarakan Utara terdapat meriam 1 buah, piring keramik 2 buah, mangkuk keramik 6 buah, teko 1 buah, fosil kayu, dan pecahan keramik. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran, pemotretan, pengambilan titik koordinat, dan tracking luas lahan, serta wawancara. Tim menuju lokasi kedua di Museum Sejarah Perang Dunia II untuk melakukan pengecekan terkait temuan meriam beserta selongsong peluru di area hutan lindung di Kecamatan Tarakan Tengah yang dilaporkan kepada pihak BPCB Prov. Kaltim pada tahun 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran, pemotretan dan penggambaran, hasil pendataan yang dilakukan terdapat 1 meriam yang utuh, tetapi kondisi nya sudah terpisah – pisah menjadi 6 bagian, selain itu ditemukan selongsong peluru sebanyak 10 buah, tuang kemudi/kendali, dan beberapa benda lainnya. Selain itu, pada beberapa bagian meriam terdapat Laporan BPCB Provinsi Kalimantan Timur Bulan Maret 2022 26 tulisan 9 – FEB – 78 SIONAL – TRK, kondisi temuan mengalami korosi perlu dilakukan penanganan.


19 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 BPCB Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan laporan dari satuan pengamanan jaga Situs Gunung Selendang Sangasanga bahwa telah dilakukan penutupan akses masuk ke Situs Gunung Selendang oleh Alan Topan mantan Juru Pelihara Situs. Penutupan akses masuk oleh Alan Topan karena tidak terima dengan tidak diperpanjangnya kontrak sebagai juru pelihara Situs Gunung Selendang Sangasanga. Hal ini dikarenakan kebijakan kepala sebelumnya tentang kompensasi pembebasan lahan Situs Sangasanga dulu yaitu memperkerjakan keluarga mantan pemilik lahan di situs yang akan dikembangkan (Situs Gunung Selendang Sangasanga). Alasan tidak diperpanjangnya kontrak Alan Topan adalah karena hasil evaluasi kinerja juru pelihara yang dilakukan sejak tahun 2020 kinerja yang bersangkutan selama ini tidak baik, dimana tidak melakukan tugasnya sebagai juru pelihara. Hasil musyawarah pihak BPCB dengan yang bersangkutan diperoleh kesepakatan untuk tidak lagi menutup akses masuk situs yang bersangkutan telah menyampaikan alasan penutupannya dan dijadwalkan akan bertemu dengan Kepala BPCB Provinsi Kalimantan Timur pada hari Rabu, 6 April 2022. Tim BPCB Provinsi Kalimantan Timur melakukan Koordinasi dengan BPCB Provinsi Bali terkait ODCB berupa tengkorak hasil penyelundupan pada tanggal 27 s.d. 30 Juni 2022. Packing awal di Gudang BPCB Provinsi


20 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Bali. Dari hasil pengumpulan data tersebut tim menemukan berbagai bentuk tengkorak, yaitu oval/lonjong dan bulat yang masing-masing tengkorak terdapat ukiran khas Kalimantan. Selain itu terdapat tengkorak polos tanpa ukiran dan tidak bermotif. BPCB Provinsi Bali meminta kepada BPCB Provinsi Kaltim untuk menangani tengkorak hasil penyeludupan ini walaupun sampai sekarang belum bisa diidentifikasi dengan jelas asal mula dari tengkorak tersebut. Kegiatan dilanjutkan koordinasi dengan pihak Angkasa Pura Kargo terkait pengiriman tengkorak serta serah terima dokumen untuk pengambilan kargo di Balikpapan. Kemudian dilakukan mobilisasi tengkorak yang telah sampai di Angkasa Pura Kargo Cabang Balikpapan menuju Museum Situs Gunung Selendang Sangasanga. 3. Survei Cagar Budaya Kegiatan survey dilakukan di sepanjang Daerah Aliran Sungai Jembayan. Data arkeologi yang ditemukan di desa Jembayan yaitu, Makam Kuno Makam Pangeran Sinom Panji Mandapa, Makam Aji Ratu Pamalabug Agung, Makam Abu Bakar Bin Abdullah, dan Fatimah Binti Abdullah. Temuan lepas lain di Desa Jemnbayan adalah fragmen keramik. Pada topografi perbukitan di bukit butun ditemukan sebuah bungker peninggalan Jepang. Bungker terbuat dari cor beton dengan tulangan besi dan potongan rel kereta api, selain keramik, ditemukan pula sebuah kapak persegi milik warga Jembayan. Temuan-temuan lain yang ditemukan oleh tim selama kegiatan survei penyelematan di Desa Jembayan adalah sebagai berikut: - Fragmen Kayu dari bahan kayu ulin diduga sebagai ornament pada rumah; - Kompleks Makan Sinum Panji Mandapa;


21 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 - Makam Kuno Prijok yang bergelar Singa Prijok. Secara tipologi nisan terbuat dari kayu ulin berbentuk pipih polos tanpa ornament., pada bagain tengah nisan dibuatkan ornament medallion yang dilapasi dengan sebuah kaca; - Makam Kuno Habib Abdurrahman. Secara morfologi tipe nisan adalah gada dengan tujuh tingkatan kondisi nisan sudah aus dan retak. Kegiatan ini dilakukan untuk mencari potensi temuan pada Karst Gunung Kombeng sebagai bentuk upaya pelestarian cagar budaya atau benda yang diduga cagar budaya. Kegiatan terlaksana pada tanggal 17 s.d. 30 Oktober 2022. Kegiatan yang dilakukan berupa pengambilan data pada ceruk-ceruk, gua-gua, dan reruntuhan batu di lokasi Gunung Kombeng. Untuk kegitan survey ini terdapat masingmasing, untuk tim 1 menemukan 10 gua dan ceruk dan tim 2 menemukan 3 gua yang berada di atas liang wes. Untuk persebarannya dapat di lihat di peta sebaran gua dan ceruk situs gunung kombeng.


22 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022


23 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 1. Konservasi Cagar Budaya Pada awal tahun 2019 dilakukan ekskavasi untuk menampakkan temuan tajau pada SItus Gunung Selendang. Dalam rangka meminimalisir terjadinya degradasi stratigafi tanah akibat tekanan, beban dan faktor air yang dapat menyebabkan runtuhnya dinding stratigafi tanah di kotak ekskavasi, maka dilakukan pengerasan dinding tanah menggunakan bahan – bahan kimia, yang dilakukan secara periodik 2 (dua) kali setahun. 2 Unit Pemeliharaan dan Konservasi Pemeliharaan dan Konservasi dapat diartikan sebagai tindakan pemeliharaan, pengawetan, atau treatment tertentu yang diaplikasikan pada material cagar budaya. Pada dasarnya cagar budaya perlu dikonservasi untuk mempertahankan keberadaan dan kualitas fisik cagar budaya yang diharapkan akan membawa konsekuensi terhadap pelestarian nilai-nilai historis, arkeologis, dan nilai penting lainnya yang terkandung dalam material cagar budaya, untuk selanjutnya dapat diteruskan secara estafet pada generasi berikutnya. Studi konservasi ini dimaksudkan untuk melakukan perekaman data terhadap cagar budaya yang akan dikonservasi. Data yang direkam antara lain : kondisi keterawatan, faktor penyebab kerusakan, jenis bahan, volume kerusakan, dan lingkungan, yang kemudian diolah untuk menentukan metode konservasi yang diterapkan serta bahan konservasi yang akan digunakan baik jenis maupun volumenya serta menentukan rencana penanganan konservasi.


24 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Kegiatan yang terlaksana pada tahun 2022 berupa pembersihan kering pada kotak galian dan tanah disekitar kotak galian Situs Gunung Selendang kemudian dilanjutkan dengan penambalan dan perkuatan dinding kotak galian menggunakan larutan konsolidan. 2. Studi Konservasi Cagar Budaya Bangunan Keraton Landak terbuat dari kayu berupa rumah panggung dengan ketinggian 50 cm dari permukaan tanah. Berdasarkan hasil kegiatan monitoring cagar budaya yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat beberapa kerusakan pada bagian gapura maupun bangunan inti keraton. Kegiatan Studi Konservasi Keraton Landak terlaksana pada tanggal 18 s.d. 27 April 2022 oleh tim BPCB Provinsi Kalimantan Timur. Tim melakukan pengambilan data berupa penggambaran dan pengukuran tehadap Keraton Landak. Identifikasi data potensi kerusakan dan dokumentasi kondisi terbaru Keraton Landak dilakukan sebagai penunjang kegiatan konservasi terhadap Keraton Landak.


25 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 1. Rehabilitasi Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Kegiatan Rehabilitasi Masjid Jami Adji Amir Hasanoeddin dimaksudkan untuk memperbaiki komponen struktur bangunan dan komponen arsitektural bangunan. Tujuan kegiatan pemugaran adalah upaya pengembalian kondisi fisik Bangunan Cagar Budaya yang rusak sesuai dengan keaslian bahan, bentuk, tata letak, dan/atau teknik pengerjaan untuk memperpanjang usianya melalui pekerjaan rekonstruksi, konsolidasi, rehabilitasi, dan restorasi. Pemetaan, Penggambaran, dan Pemugaran Pemetaan situs Cagar Budaya merupakan satu tahapan pekerjaan pendahuluan dalam rangka pendataan secara akurat suatu lokasi yang mengandung Cagar Budaya dalam bentuk gambar proyeksi dua dimensi yang selanjutnya disebut dengan peta situs Cagar Budaya. Pemetaan situs Cagar Budaya meliputi situasi Cagar Budaya dan pemetaan kedudukan bangunan Cagar Budaya. Penggambaran bangunan Cagar Budaya adalah tahapan pekerjaan pendahuluan dalam rangka pendataan secara akurat desain bangunan hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu yang meliputi bentuk, bahan, pengerjaan, dan tata letaknya. Lingkup penggambaran bangunan Cagar Budaya meliputi langgam/gaya, komponen/unsur/elemen/nahan, ragam hias/warna, tata ruang dan tata letak, serta kontruksi bangunan yang berada di atas tanah maupun yang berada di permukaan tanah. Pemugaran adalah upaya pengembalian kondisi fisik Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan Struktur Cagar Budaya yang rusak sesuai dengan keaslian bahan, bentuk, tata letak, dan/atau teknik pengerjaan untuk memperpanjang usianya. 4 Unit


26 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Pada tahun 2022 kegiatan rehabilitasi yang dilaksanakan pada Masjid Jami Adji Amir Hasanoeddin adalah rehabilitasi lantai serambi dan pagar serambi masjid serta kolom bangunan masjid. Rehabilitasi lantai berupa perbaikan permukaan lantai dan penggantian tegel penutup lantai serambi yang menunjukan kondisi rusak serta pemolesan tegel. Kolom serambi masjid yang rusak dilakukan amputasi dengan kayu yang sama dengan kayu asli kolom serambi masjid. 2. Pemugaran Masjid Kasimuddin, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara Kegiatan Pemugaran Masjid Kasimuddin dilaksanakan berdasarkand data Studi Teknis Masjid Kasimuddin pada tahun 2018. Dari hasil studi teknis tersebut terdapat beberapa data kerusakan yang perlu dilakukan tindakan pemugaran tetap memperhatikan keaslian bentuk, bahan, tata letak dengan perubahan seminimal mungkin. Pekerjaan pemugaran yang telah dilaksanakan pada tahun 2022 yaitu, pekerjaan perbaikan atap, pekerjaan tiang masjid dan dinding masjid, pekerjaan talang mihrab dan cungkup makam, pekerjaan kubah utama masjid (dinding kubah), serta pekerjaan dinding barat (mihrab dan gudang).


27 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 3. Pemetaan dan Penggambaran Cagar Budaya Di dalam kompleks candi terdapat tinggalan arkeologis berupa kaki candi berukuran 9,2 x 9,2 meter dan tiang-tiang kayu ulin. Selain tinggalan arkeologis berupa kaki candi, dalam kompleks Candi Agung terdapat pertapaan Suryanata yang terletak di sebelah tenggara candi dan Tiang Mahligai Putri Junjung Buih di sisi selatannya, serta museum yang menyimpan benda-benda hasil penelitian Situs Candi Agung. Kegiatan yang terlaksana yaitu observasi kondisi eksisting candi, registrasi dan pengukuran bata pada setiap bagian dan sisi candi, pemetaan lingkungan, dokumentasi seluruh bagian candi, dan observasi kerusakan pada setiap bata Candi Agung Amuntai. Pada tanggal 23 s.d. 30 Maret 2022 terlaksana kegiatan pemetaan dan penggambaran Istana Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Tim melaksanakan kegiatan pemetaan dengan menggunakan Topcon Total Station (TS). Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan sasaran wilayah menggunakan aplikasi DJI Go4 dan Pix4D serta peralatan berupa GPS Garmin 62s dan Drone DJI Phantom 4 v2. Observasi kerusakan dilakukan pada bangunan utama Masjid Istana Paser Balengkong untuk mendapatkan data kerusakan struktur, kerusakan material, dan kerusakan arsitektur. Pemetaan dan Penggambaran Candi Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan Pemetaan dan Penggambaran Istana Paser Balengkong, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur


28 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Observasi kerusakan ini dilakukan untuk mendapatkan data bahan penyusun bangunan yang mengalami kerusakan, volume, dan jenis kerusakannya. Tahapan pelaksanaan penggambaran, dilakukan pengukuran secara akurat di seluruh bagian struktur dan komponen bangunan seperti bangunan utama, mihrab, selasar masjid, bangunan tambahan, tiang utama, tiang penyangga, dinding, detail ukuran pintu, detal ukuran jendela, bagian atap, dan bagian fondasi bangunan. Kendala yang dihadapi a. Keterbatasan produsen tegel yang sesuai dengan kriteria kebutuhan bahan Rehabilitasi Masjid Adji Amir Hasanuddin dan Hasil dari Survey kebutuhan bahan berupa tegel untuk kegiatan Rehabilitasi Masjid Adji Amir Hasanuddin diketahui untuk proses produksi cetak tegel membutuhkan estimasi waktu selama 1 bulan dari tanggal pemesanan; b. Terdapat label pada keramik di lokasi kotak galian situs gunung selendang yang sudah tidak dapat terbaca sehingga perlu penggantian label keramik; c. Proses Lelang Pemilihan Penyedia Kegiatan Pemugaran Masjid Kasimuddin mengalami 2 kali kegagalan, dikarenakan tidak ada peserta lelang/penyedia yang mampu dan berminat melaksanakan kegiatan serta terdapat beberapa syarat teknis yang tidak dapat terpenuhi oleh penyedia; d. Terdapat Kegiatan Rutin Keagaman di Masjid Kasimuddin sehingga kegiatan pemugaran tidak bisa terlaksana secara maksimal; e. Proses pelaksanaan Pemugaran Masjid Kasimuddin berlangsung lebih lambat dari perencanaan; f. Ketidakmampuan pihak ketiga atau pelaksana konstruksi dalam menyelesaikan pekerjaan pemugaran.


29 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Indikator kinerja kegiatan Cagar Budaya Yang Dilestarikan yang diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja didukung pula dengan output teknis lainnya, yaitu Naskah Pelestarian Cagar Budaya berupa Kajian Pelestarian Cagar Budaya serta Dokumentasi dan Publikasi Cagar Budaya. Strategi / Tindak Lanjut a. Melakukan percepatan pemesanan / pengadaan bahan pemugaran agar tidak masuk daftar tunggu pemesanan tegel; b. Mengajukan usulan pergantian label keramik pada lokasi kotak galian situs gunung selendang; c. Kegiatan pemugaran menyesuaikan dengan jadwal kegiatan di area Masjid Kasimuddin agar tidak mengganggu jemaah dan tamu kegiatan; d. Melakukan monitoring secara berkala kepada penyedia/pelaksana konstruksi Pemugaran Masjid Kasimuddin mengenai progres, teknik dan metode pengerjaan pemugaran. Tindak lanjut lainnya adalah berupa pemberian surat peringatan (SP) kepada penyedia/pelaksana konstruksi Pemugaran Masjid Kasimuddin; e. Melakukan penghentian pekerjaan, diskusi terkait progres yang telah terlaksana, dan pemutusan kontrak kontrak kepada pelaksana konstruksi. Dari Total Anggaran telah terserap 60.72%.


30 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Target : 12 Naskah / Rekomendasi Kebijakan Realisasi : 14 Naskah / Rekomendasi Kebijakan Naskah Pelestarian Cagar Budaya Tahun Anggaran 2022 116.67 % 2021 17 Naskah 2022 14 Naskah Dokumentasi dan Publikasi Cagar Budaya Pengertian pendokumentasian dalam bidang pelestarian Cagar Budaya dapat diartikan sebagai suatu aktivitas atau proses pencatatan informasi secara sistematis terhadap suatu Cagar Budaya dalam rangka pengumpulan data yang akan digunakan sebagai acuan atau referensi untuk pemeliharaan dan pelestarian di masa yang akan datang. Publikasi Cagar Budaya sebagai upaya yang dilakukan untuk menyebarluaskan informasi pelestarian cagar budaya Kajian Pelestarian Cagar Budaya Kajian Pelestarian Cagar Budaya dilaksanakan agar kegiatan pengembangan tetap berada dalam kaidah pelestarian dan tidak terjadi kerusakan. Kegiatan Kajian dilakukan untuk menghimpun informasi serta mengungkap, memperdalam, dan menjelaskan nilai-nilai budaya. Proses dan hasil kajian Cagar Budaya dilakukan untuk kepentingan meningkatkan informasi dan promosi Cagar Budaya. Hasil kajian tersebut diinformasikan dan dipublikasikan kepada masyarakat.


31 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 1. Pemutakhiran Data Cagar Budaya Pemutakhiran Data Cagar Budaya bertujuan untuk mendapatkan data Cagar Budaya yang valid agar dapat menjadi acuan dalam kebijakan pelestarian di wilayah kerja BPCB Kalimantan Timur serta menjadi acuan dalam pembuatan publikasi BPCB Kaltim seperti Buku, Booklet, dan materi pameran. Pada tanggal 24 Maret s.d. 2 April 2022, BPCB Provinsi Kaltim melaksanakan Kegiatan Pemutakhiran Data Cagar Budaya di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Pemutakhiran data dilakukan terhadap 13 Objek Cagar Budaya yang terdapat di Kabupaten Sambas. Kegiatan yang dilakukan berupa pemotretan, pengukuran, ploting dan penggambaran terhadap tinggalan budaya berupa benda, bangunan dan struktur. Hasil dari pemutakhiran data secara keseluruhan hampir semua tinggalan budaya di Kab. Sambas dalam kondisi terawat dan masih utuh, namun ada beberapa yang harus diperbaiki karena mengalami kerusakan. Kegiatan pemutakhiran data cagar budaya di kabupaten Nunukan terlaksana pada tanggal 1 s.d. 12 November 2022. Kegiatan yang dilakukan yaitu observasi dan perekaman data Obyek Yang Diduga Cagar Budaya berupa pengambilan foto menggunakan kamera DSLR, pengambilan foto udara menggunakan pesawat udara tanpa awak, ploting kordinat melalui GPS, pengambilan data ukuran luasan situs maupun objek serta pendeskripsian. Dokumentasi dan Publikasi Cagar Budaya Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat


32 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Perekaman data terhadap objek koleksi yang dimiliki oleh H. Almudi sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) objek yang terdiri dari 18 mangkok kecil, 2 mangkok besar, 12 tempayan minum, 5 guci besar. Perekaman data terhadap objek koleksi yang dimiliki oleh H. Alwi sebanyak 42 Objek yang terdiri dari 31 guci dan 11 piring keramik. Melakukan observasi dan perekaman data Obyek Yang Diduga Cagar Budaya berupa pengambilan foto menggunakan kamera DSLR, ploting kordinat melalui GPS, pengambilan data ukuran luasan situs maupun objek serta pendeskripsian terhadap 3 (tiga) objek yang ada di Kecamatan Nunukan; berupa Kantor Inhutani, 2 (dua) Rumah Tua Inhutani (komplek perumahan), Tugu Dwikora. Perlu dilakukan tindak lanjut atas info dari masyarakat Desa Tau Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu yang menyebutkan adanya temuan kubur batu/dolmen dan informasi mengenai gambar cadas di pedalaman hutan. Perlu adanya koordinasi lebih lanjut bersama dinas terkait mengenai potensi tinggalan obyek yang diduga cagar budaya di Kabupaten Nunukan Pulau Sebatik ● Patok Batas Negara PB1; ● Patok Batas Negara PB2; ● Patok Batas Negara PB3; ● Rumah Dua Negara; ● Rumah Tua; ● Kantor Camat Pembatu. Kecamatan Sembakung ● Makam Kuno Penyebar Islam Datu Isha; ● Makam Kuno Penyebar Islam M. Yusuf. Kecamatan Lumbis ● Situs Makam Maharaja Dinda; ● Situs Makam Dayak Kuno Desa Tanjung Hilir; ● Makam LaBedu Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Ulu ● Situs Makam Kuni; ● Rumah Adat; ● Dua Situs Patung Buaya; ● Situs Tapak Kaki; ● Situs Dolmen.


33 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Kegiatan pemutakhiran data cagar budaya di kabupaten Berau terlaksana pada tanggal 21 s.d. 26 Desember 2022. Melakukan observasi dan perekaman data Obyek Yang Diduga Cagar Budaya berupa pengambilan foto menggunakan kamera DSLR, pengambilan foto udara menggunakan pesawat udara tanpa awak, ploting kordinat melalui GPS, pengambilan data ukuran luasan situs maupun objek serta pendeskripsian terhadap Istana Kesultanan Sambaliung, Makam Nisan Kuda, dan Makam Penyebar Agama Islam. Berdasarkan hasil pemutakhiran data CB di Kabupaten Berau, perlu adanya koordinasi lebih lanjut bersama dinas terkait mengenai potensi tinggalan Obyek Yang Diduga Cagar Budaya di Kabupaten Berau. 2. Penerbitan Buletin Kundungga Buletin Kundungga merupakan salah satu media publikasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur tentang berbagai aspek pelestarian Cagar Budaya di Kalimantan yang dihimpun dari para peneliti, pemerhati dan pecinta kebudayaan untuk dapat dimanfaatkan oleh semua pihak, sehingga memacu kesadaran semua pihak untuk saling menjaga dan melestarikan Cagar Budaya Indonesia khususnya di Kalimantan. Pada tahun 2022, Buletin Kundungga telah memasuki volume XI yang mengangkat tema “Kebhinekaan Warisan Budaya di Kalimantan”, dengan total 262 halaman dan dicetak sebanyak 500 eksemplar. Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur


34 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 3. Transliterasi Sumber-sumber berbahasa Belanda mengenai arkeologi, sejarah dan kebudayaan Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menghimpun data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis tentang satu atau berbagai peristiwa penting yang mengubah perjalanan sejarah, tinggalan cagar budaya dan aspek-aspek etnografi. Hasil terjemahan ini menjadi ‘alat yang kuat untuk menganalisa dan mengevaluasi sifat dari proses memori sejarah, tinggalan arkeologi dan perspektif budaya masyarakat Kalimantan. Bagaimana orang mengartikan masa lalunya, bagaimana mereka menghubungkan pengalaman individu dan konteks sosialnya, bagaimana masa lalu menjadi bagian dari masa kini, dan bagaimana orang menggunakan sumber-sumber sejarah yang diterjemahkan ini untuk menginterpretasikan kehidupan mereka dan dunia yang mengitarinya. Karena itu hasil-hasil terjemahan ini berkaitan dengan memori kolektif bangsa yang dibangun. Pada tahun 2022, BPCB Provinsi Kalimantan Timur berhasil menerjemahkan buku berbahasa belanda dengan total 8 Buku yang memiliki data sejarah, arkeologi, dan budaya Kalimantan. Hasil terjemahan ini berjumlah 624 halaman yang dijadikan 3 buah jilid cetakan. 4. Identifikasi Tinggalan Sejarah Prov. Kalimantan Timur Kegiatan Identifikasi Tinggalan Sejarah di Provinsi Kalimantan Timur bermaksud untuk mengumpulkan data kajian yang terdapat pada Cagar Budaya/Yang Diduga Cagar Budaya, meliputi deskripsi bentuk dan tata letak, sejarah, nilai penting, dan kerusakan atau ancaman yang terdapat pada Cagar Budaya di Provinsi Kalimantan Timur. Pengumpulan data dilakukan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Kantor Dinas Perpustakaan Kota Samarinda, Pasar Subuh Samarinda, Kantor Sekwan DPRD Kota Samarinda, Museum Mulawarman dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Bangunan-Bangunan lama di Kota Samarinda. Selain itu dilakukan juga wawancara dengan


35 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Tetuah Suku Dayak di Kota Samarinda dan Aji Dek (Pangeran Kutai) serta Audiensi dengan Wakil Walikota Samarinda. 5. Penerbitan Buku "Pemogokan Buruh Tambang Di Kalimantan Timur” Pada tahun 2022, BPCB Provinsi Kalimantan Timur menerbitkan Buku “Pemogokan Buruh Tambang di Kalimantan Timur” bersama penulis Bambang Sulistyo yang berisi tentang keadaan kondisi dan sebab akibat pemogokan buruh tambang di Provinsi Kalimantan Timur. Buku ini dicetak sebanyak 500 eksemplar. 1. Kajian Pengembangan Cagar Budaya di DAS Mahakam Tahap III Kegiatan Kajian Pengembangan Cagar Budaya DAS Mahakam di Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang telah terlaksana pada tanggal 14 Februari s.d. 3 Maret 2022 di Kecamatan Muara Wahau dan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi objek budaya yang berada di DAS Mahakam dalam upaya merencanakan strategi pengembangan cagar budaya. Dalam pelaksanaan kegiatan, tim BCPB Provinsi Kalimantan Timur dibantu oleh 5 orang narasumber dalam melakukan kajian. Tim melakukan pengumpulan data Pustaka dan arsip di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang. Pengumpulan data juga dilakukan dengan melakukan observasi ke beberapa cagar budaya dan lingkungannya di lokasi masing-masing serta wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat sebagai data pendukung. Hasil dari pengumpulan data akan dilanjutan dengan pengolahan data dari tim. Kajian Pelestarian Cagar Budaya


36 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 2. Studi Kelayakan dan Studi Teknis Studi Kelayakan dan Studi Teknis Museum Mulawarman dilaksanakan pada tanggal 17 s.d. 22 Maret 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk menganalisis kerusakan dan merekomendasikan penanganan pada bangunan cagar budaya. Pelaksanaan dilakukan oleh tim BPCB Provinsi Kalimantan Timur dibantu oleh 2 orang staf UPTD Museum Mulawarman. Selama pelaksanaan tim melakukan kodefikasi komponen pintu dan jendela kemudian dilanjutkan dengan observasi kerusakan pada bagian-bagian bangunan Museum Mulawarman. Dari hasil analisis data kerusakan yang terjadi pada bangunan sebagian besar terjadi akibat kurangnya pemeliharaan. Terdapat kebocoran di 6 (enam) ruangan yaitu singgasana Sultan, aula, diorama pendulangan emas Sultan, koleksi senjata sejarah, koleksi arkeologi, koleksi penginangan. Kondisi terparah berada di aula dan ruang Sultan. Tidak ada kerusakan struktural sehingga penanganan yang dilakukan adalah tindakan pemeliharaan berupa perawatan dengan cara pembersihan, pengawetan, dan perbaikan atas kerusakan dengan memperhatikan keaslian bentuk, tata letak, gaya, bahan, dan/atau teknologi Cagar Budaya. Pada tanggal 17 Mei s.d. 4 Juni 2022, BPCB Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Studi Teknis Masjid Suada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan pelaksanaan yaitu untuk menganalisis kerusakan Museum Mulawarman, Kab. Kutai Kartanegara, Prov. Kalimantan Timur Masjid Suada, Kab. Hulu Sungai Selatan, Prov. Kalimantan Selatan


37 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 dan merekomendasikan penanganan pada bangunan Cagar Budaya. Tim melakukan observasi, pengumpulan data deskripsi, pengukuran denah serambi, pengukuran oranement pagar, dan kodefikiasi tiang kolom/pondasi utama Masjid Suada. Berdasarkan hasil analisis data pada observasi kerusakan, analisis kerusakan dan rekomendasi penanganan pada bangunan cagar budaya terdapat beberapa dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada bangunan sebagian besar terjadi akibat kurangnya pemeliharaan. Penanganan yang dilakukan adalah tindakan pemeliharaan berupa perawatan dengan cara pembersihan, pengawetan, dan perbaikan atas kerusakan dengan memperhatikan keaslian bentuk, tata letak, gaya, bahan, dan/atau teknologi Cagar Budaya. 3. Kajian Teknis Pemugaran Situs Candi Negeri Baru BPCB Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Kajian Teknis Pemugaran Situs Candi Negeri Baru di Kabupaten Ketapang pada tanggal 30 Mei s.d. 12 Juni 2022. Tujuan dari kegiatan karena sejak pertama kali ditemukannya Candi, belum pernah ada kegiatan rekonstruksi atau pemugaran terhadap Situs Candi Negeri Baru. Terdapat Permasalahan pada fisik struktur Candi berupa struktur candi yang mengalami kerapuhan bata, kemelesakan dan kemiringan bangunan, serta posisi Struktur Candi yang berada di lahan yang lebih rendah dari daerah sekitarnya yang merupakan daerah pinggiran sungai menyebabkan candi ini selalu mengalami kapilerasi dan membuat bagian bawah struktur candi basah dan lembab. Permasalahan candi yang selalu lembab akibat kapiler air menyebabkan bata bagian kaki menghitam dan berlumut.


38 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Tim melakukan observasi ke Situs Candi Negeri Baru untuk menentukan langkah apa yang kemudian akan diambil untuk kajian ini drengan memperhatikan kondisi dan keadaan candi dan lingkungan sekitarnya. Penggalian dilakukan pada sisi timur, barat, selatan, utara, dan barat candi untuk mengetahui kedalaman dasar candi dan susunan bata pada dinding candi. Selain itu pemasangan turap pada sisi utara, timur, selatan, dan barat candi untuk menangulangi terjadinya longsor yang berkelanjutan pada masing-masing sisi candi. Pengumpulan data yang dilakukan berupa pengukuran volume rekonstruksi, penggambaran stratigrafi tanah dan batu bata semua candi, dan pengklasifikasian hasil temuan. 4. Kajian Pelindungan Tinggalan Tradisi Megalitik di Krayan Pada tanggal 3 s.d. 16 Februari 2022, tim BPCB Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Kajian Pelindungan Tinggalan Tradisi Megalitik di Krayan bertujuan untuk menindaklanjuti data hasil penelitian Balai Arkeologi Banjarmasin yang dilaksanakan pada tahun 2015 s/d 2018 di Kecamatan Krayan tentang temuan tinggalan megalitik, menjaring pengetahuan, pendapat dan harapan masyarakat Krayan terhadap kepentingan pelestarian tinggalan, serta merumuskan rekomendasi yang dapat diberikan untuk pelestarian tinggalan-tinggalan tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengambilan data pada Prupun, Prupun Manik, Batu Pun, Batu Narit, Batu Saring, Batu Balan, Batu Libut, Batu Ladung, Sumber Garam, dan Patung Buaya di Kecamatan Krayan Induk, Krayan Barat, dan Krayan Timur. Dari hasil wawancara diketahui bahwa ada masyarakat yang mengetahui tentang tinggalan namun tidak mengetahui asal usul atau sejarahnya, bahkan ada pula yang sama sekali tidak mengetahuinya. Berdasarkan tinjauan di lokasi, tinggalan-tinggalan ada yang sudah dijaga dan


39 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 diamankan pemilik lahan, namun ada juga yang tidak mendapatkan perhatian karena belum jelas kepemilikannya. Sasaran Kegiatan BPCB Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2022 yang kedua adalah Meningkatnya jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya. Dalam perhitungan output sasaran kegiatan ini menggunakan Indikator Kinerja Kegiatan Jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya dengan capaian pada tahun 2022 sebanyak 3.742 orang atau 575,69% dari total target 650 orang. Hasil pengukuran kinerja diperoleh dari laporan kegiatan dan pengumpulan data secara langsung dari setiap unit penganggung jawab kegiatan. Jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya dapat dicapai dari output kunjungan atas kegiatan (pameran/ sosialisasi, dll) yang diselenggarakan Museum, Galeri Nasional dan Balai Pelestarian Cagar Budaya baik yang diselenggarakan secara daring maupun luring. SK 2 Meningkatnya jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya IKK 2.1 : Jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya


40 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Sosialisasi Cagar Budaya dapat dilakukan melalui media televisi dengan acara dialog interaktif maupun langsung meliput ke lokasi kegiatan antara Narasumber dari BPCB Kaltim dan tim ahli dari eksternal yang membahas terkait pelestarian Cagar Budaya dan sejenisnya. Untuk mengenalkan Cagar Budaya kepada masyarakat luas, maka dilakukan Pameran yang akan menampilkan baik foto, gambar, bahkan Benda Cagar Budaya yang disertai dengan informasi tertulis dan/atau lisan agar informasi mengenai keberadaan Cagar Budaya tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan benar kepada masyarakat Jelajah Cagar Budaya merupakan suatu kegiatan pengenalan objek Cagar Budaya kepada siswa secara langsung di lapangan/lokasi Cagar Budaya. bertujuan menumbuhkan minat untuk mengenal serta melestarikan Cagar Budaya yang ada di sekitar siswa sekolah karena keberadaan mereka sebagai generasi muda merupakan ujung tombak dalam aspek pelestarian Cagar Budaya. Sosialisasi CB Melalui Bioskop Keliling merupakan kegiatan publikasi dan sosialiasi kepada masyarakat umum melalui pemutaran film bertemakan Cagar Budaya Kalimantan dan Film Nasional Karya Anak Bangsa. Kegiatan ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi bioskop keliling, sebagai salah satu media yang luas penyampaiannya serta memberikan pemahaman yang tepat dan cepat kepada masyarakat umum. Jumlah orang yang mengunjungi kegiatan Museum, Galeri dan Cagar Budaya = Masyarakat yang mengapresiasi Museum Masyarakat yang mengapresiasi Galeri Nasional Masyarakat yang mengapresiasi CB + +


41 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 71.96 % Target dan Capaian Renstra 2020-2024 Target Capaian Pada tahun 2022, BPCB Provinsi Kalimantan Timur telah berhasil mencapai kinerja sebanyak 3.742 orang kunjungan/partisipasi kegiatan sosialisasi Cagar Budaya atau 575.69% dari total target 650 orang yang tercantum dalam Perjanjian Kinerja. Capaian tersebut diperoleh dari pelaksanaan 4 kegiatan di beberapa lokasi baik itu pameran, sosialisasi cagar budaya, dan jelajah Cagar Budaya. Selain itu terdapat pula produksi konten kanal budaya berupa 4 buah film pendek yang ditayangkan melalui platform Indonesiana TV dan Gala Premier di CGV serta XXI. Meningkatnya jumlah kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya sejak tahun 2020 s.d. 2021 belum dirumuskan dalam Renstra 2020-2024 dan Perjanjian Kinerja tahun 2020 dan 2021. Namun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 dirumuskanlah Sasaran Kegiatan “Meningkatnya jumlah 12.735 6.473 3.742 6.473 650 2020 2021 2022 Target PK Capaian Output


42 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 kunjungan museum, galeri dan Cagar Budaya’ dalam Revisi Renstra 2020-2024 untuk tahun 2022 s.d. 2024. Pencapaian kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur untuk IKK Jumlah orang yang mengunjungi kegiatan Museum, Galeri dan Cagar Budaya melebihi target cukup signifikan dikarenakan adanya optimalisasi anggaran dan perubahan kegiatan bioling di kota Bontang menjadi pemutaran film di Sekolah dan Universitas di Kota Samarinda, sehingga tercapai output yang cukup besar. Anomali data capaian output yang signifikan ini juga timbul dari kegiatan Pameran Cagar Budaya yang pada saat pelaksanaannya terlibat dengan Pemerintah Daerah dan Satker BPSMP Sangiran sehingga menarik antusias masyarakat untuk ikut serta dan menghadiri kegiatan pameran tersebut. 1. Pameran Pelestarian Cagar Budaya Untuk mengenalkan Cagar Budaya kepada masyarakat luas, maka dilakukan Pameran yang akan menampilkan baik foto, gambar, bahkan Benda Cagar Budaya yang disertai dengan informasi tertulis dan/atau lisan agar informasi mengenai keberadaan Cagar Budaya tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan benar kepada masyarakat. BPCB Provinsi Kalimantan Timur ikut serta dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah tahun 2022 dengan kegiatan Pameran Cagar Budaya di Kota Balikpapan. Pada pameran ini tim pelaksana menampilkan panel yang berisi informasi terkait dalam bentuk tulisan dan ditunjang dengan foto terkait cagar budaya yang ada di Kalimantan. Selain panel, pameran BPCB Provinsi Kalimantan Timur juga menampilkan replica prasasti yupa dan buku serta terbitan booklet Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur. Tim memberikan penjelasan terkait pengertian Cagar Budaya, proses pelestarian Cagar Pameran Pelestarian CB di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur


43 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Budaya, dan mengenalkan masterpiece yang ada di Kalimantan kepada pengunjung pameran. Selama pameran berlangsung, diperoleh pengunjung fisik di stand pameran BPCB Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 521 orang. Kegiatan pameran ini juga ditampilkan oleh BPCB Provinsi Kaltim di media social Instagram BPCB Kaltim dan mendapatkan penonton yang terus bertambah setiap harinya. Sosialisasi Cagar Budaya melalui Pameran ‘Kampung Purba’ merupakan pameran bersama yang diinisisasi oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama 15 (empat belas) unit pelaksana teknis Kemendikbudristek. Pergelaran Pameran Kampung Purba sendiri dihadiri ratusan pelajar dari jenjang SD hingga SMA di wilayah Kecamatan Colomadu. Selain dari kalangan pelajar, pengunjung juga berasal dari masyarakat dan para peserta pelari yang mengambil race pack terlihat sangat antusias terhadap koleksi benda-benda purba yang menguak jejak peradapan prasejarah dan pelestarian Cagar Budaya. 2. Jelajah Cagar Budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Cagar Budaya sebagai warisan budaya masa lalu memiliki nilai penting bagi sejarah ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan yang merupakan sumber informasi yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan di masa lalu. Informasiinformasi tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik secara literasi maupun berupa sosialisasi. Dalam menyebarluaskan informasi tersebut, BPCB Provinsi Kalimantan Pameran Kampung Purba, Sangiran Run, Provinsi Jawa Tengah


44 Laporan Akuntabilitas Kinerja BPCB Provinsi Kalimantan Timur 2022 Timur melaksanakan kegiatan Jelajah Cagar Budaya yang merupakan program internalisasi yang dikemas dalam bentuk kegiatan yang menitikberatkan pada upaya pengenalan, penguatan, dan pengembangan kebudayaan di kalangan generasi muda. Pada tanggal 19 Mei 2022, kegiatan Jelajah Cagar Budaya terlaksana di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur menggunakan Kapal menyusuri Sungai Mahakam dari Samarinda menuju Tenggarong. Peserta melakukan Kunjungan ke lima lokasi Cagar Budaya, yaitu Museum Mulawarman, Makam Kesultanan Kutai Kartanegara, Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin, Jam Nii Rum, dan Rumah Besar Sangkoh Piatu. Selama kegiatan peserta juga diberikan informasi terkait cagar budaya oleh narasumber. Terdapat lomba yang memacu peserta untuk menggali berbagai informasi terkait Cagar Budaya yang mereka kunjungi. Kegiatan Jelajah Cagar Budaya ini diikuti oleh 196 orang peserta yang berasal dari pelajar, guru, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum. 3. Sosialisasi Cagar Budaya melalui Pemutaran Film dan Webinar Sejarah Perkembangan Kota Samarinda Dialog Interaktif di RRI Samarinda dilaksanakan pukul 11.00 – 12.00 Wita dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Bapak Muslimin A.R Effendy selaku Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur dan Bapak Jamil selaku akademisi dari Universitas Mulawarman Samarinda. Podcast dipandu oleh host Bapak M. Fadel dari RRI Samarinda dengan tema “Percepatan Pembangunan Kebudayaan di Provinsi Kalimantan Timur”. Ada tiga orang penanya dari Tanah Grogot, Loa Janan dan Samarinda. Dialog Publika - Langkah Strategis Pemajuan Kebudayaan, TVRI Kaltim


Click to View FlipBook Version