34 Hustia (2020) kerja, Lingkungan kerja, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan WFO masa Pandemi (PT. CS2 Pola Sehat Palembang) Independen : • Motivasi Kerja (X1) • Lingkungan Kerja (X2) • Disiplin • Kerja (X3) Variabel Dependen: Kinerja Karyawan (Y) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. CS2 Pola Sehat Palembang 2. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. CS2 Pola Sehat 3. Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. CS2 Pola Sehat 4. Motivasi kerja, lingkungan kerja, disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. CS2 Pola Sehat 2.6 Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2017), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Berikut adalah beberapa hipotesis yang diajukan dari penelitian ini : 2.6.1 Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Menurut (Sadarmayanti, 2013) lingkungan kerja terbagi menjadi dua yaitu : lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung seperti lingkungan kerja yang langsung berhubungan dengan karyawan seperti pusat kerja, kursi, meja, dan sebagainya. Lingkugan kerja merupakan salah satu faktor yang
35 mempengaruhi kinerja karyawan karena tanpa lingkungan kerja yang nyaman, tenang dan meyenangkan, karyawan tidak akan maksimal dalam bekerja sehingga menimbulkan kinerja karyawan menurun, oleh karena itu lingkungan kerja berpengaruh besar dalam meningkatnya kinerja karyawan. Lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan didukung oleh penelitian sebelumnya. Rahayu, Wahyuni (2018), Sahlan lubis (2020), Anggoro, Wijono (2022) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis satu dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 = Lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan KSP Madhani. 2.6.2 Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Menurut Hasibuan (2017) mengemukakan bahwa kedisiplinan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Ketaatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk sikap, tingkah laku, maupun perbuatan yang sesuai dengan peraturan tersebut. Disiplin kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan karena dengan sikap disiplin menjadi budaya dalam dunia kerja akan menghasilkan kinerja karyawan yang semakin berkualitas.
36 Disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan didukung oleh penelitian sebelumnya. Syardiansah, Utami(2019), Lubis (2020), Rahayu, Wahyuni (2018) menyatakan bahwa disiplin kerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis dua dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H2 = disiplin kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di KSP Madhani. 2.6.3 Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Menurut Stanford dalam Mangkunegara (2015) Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia kearah suatu tujuan tertentu. Motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan karena dalam melakukan pekerjaan setiap individu pasti membutuhkan perilaku atau tindakan yang dapat membuat bangkit kembali semangat dalam bekerja agar kinerja yang dihasilkan selalu mengalami peningkatan. Motivasi kerja didukung oleh penelitian sebelumnya. Rahyu, Wahyuni (2018), Hustia (2020), Anggoro, Wijono (2022) menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh secara positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis tiga dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
37 H3 = motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan KSP Madhani. 2.6.4 Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, Motivasi kerja Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan Persepsi mengenai lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi yang berorientasi ke arah negatif atau positif akan berdampak terhadap kinerja karyawan. Jika persepsi positif yang timbul makan dalam suatu instansi atau perusahaan akan menghasilkan kinerja karyawan yang semakin baik dan berkualitas. Menurut Wijono (2010), kinerja karyawan secara umum adalah merupakan gambaran prestasi yang telah dicapai oleh organisasi atau perusahaan dalam operasionalnya. Kinerja adalah merupakan sesuatu hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan tugasnya. Mangkunegara (2015) berpendapatan bahwa, kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan yang didukung oleh penelitian sebelumnya. Lubis (2020) yang menyatakan
38 bahwa lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara bersamasama mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis empat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H4 = lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di KSP Madhani. 2.7 Kerangka Pikir Penelitian Kerangka piker penelitian merupakan diagram yang menjelaskan secara garis besar alur logika berpikir sebuah penelitian. Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis membuat kerangka piker penelitian untuk memudahkan memahami penelitian sebagi berikut : Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian
39 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menurut Tenzeh (2013) adalah penelitian yang menitikberatkan pada penyajian data yang berbentuk angka atau scoring dan menggunakan statistic. Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), Motivasi Kerja (X3) sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan (Y). 3.2 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di KSP Madhani di Jl. Gajah Mada Campursari Rt 002 Rw 009, Kecamatan Tepungsari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. 3.3 Sumber data Data merupakan unit informasi yang direkan media yang dapat dianalisis dan relevan dengan permasalahan tertentu serta data adalah hasil pencatatan penulis, baik yang berupa fakta maupun angka (Sugiyono, 2017).
40 Dalam penelitian ini, data yang akan diperoleh bersumber dari data primer dan data sekunder, berikut penjelasannya. 3.3.1 Data Primer Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2017). Dalam penelitian ini, data primer diperoleh dan dikumpulkan dari karyawan KSP Madhani melalui hasil kuesioner yang berkaitan dengan lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. 3.3.2 Data Sekunder Data sekunder adalah sumber data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber dari literatur, buku-buku, serta dokumen (Sugiyono, 2017). Dalam penelitian, data sekunder tidak diperoleh dari sumber utama, tetapi sudah melalui sumber lain dari buku, jurnal, wawancara singkat dan penelitian sebelumnya. 3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijadikan wilayah generalisasi, terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu dan ditetapkan penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2017).
41 Berdasarkan definisi di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di KSP Madhani yang berjumlah 50 orang. 3.4.2 Sampel Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2017). Sampel penelitian ini menggunakan sampling jenuh. Sampling jenuh adalah sampel yang apabila ditambah jumlahnya, tidak akan menambah keterwakilan sehingga tidak akan mempengaruhi nilai informasi yang telah diperoleh. (Siregar, 2014). Sampel penelitian ini berjumlah 50 karyawan di KSP Madhani. 3.5 Metode Pengumpulan Data 3.5.1 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer, dimana data tersebut didapat melalui metode pengumpulan data kuesioner(angket). Menurut Sugiyono (2017), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Responden adalah orang yang akan diteliti. Kuesioner berupa pertanyaan atau pernyataan di distribusikan kepada responden sesuai dengan permasalahan yang diteliti untuk memperoleh data berupa pernyataan responden.
42 3.5.2 Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner menurut Sugiyono (2017) adalah alat pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pertanyaan yang relevan kepada responden dimana daftar pertanyaan tersebut memuat seluruh variabel penelitian dari peneliti. Adapun daftar pertanyaan dalam penelitian ini, meliputi : 1. Identitas responden, terdiri dari jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan lama bekerja 2. Kuesioner yang bersifat pertanyaan dengan skala ukur 1-5. 3.6 Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Skala Pengukuran 3.6.1 Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2017), variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Peneliti ini menggunakan dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen. 1. Variabel Independen (Variabel Bebas) Variabel Independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel dependen. Menurut Sugiyono (2017), variabel independen (bebas) adalah variabel yang berpengaruh atau menjadi sebab
43 perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu Lingkungan Kerja(X1), Disiplin Kerja (X2), dan Motivasi Kerja (X3). 2. Variabel Dependen (Variabel Terikat) Variabel dependen atau terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2017). Dalam peneliti ini variabel terikat adalah Kinerja Karyawan (Y) 3.6.2 Definisi Operasional Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel independen (bebas) dan 1 variabel dependen (terikat). Tiga variabel independen yakni lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja karyawan. Berikut ini penjelasan dari ke-4 variabel tersebut: 1. Lingkungan Kerja Menurut Sedarmayanti (2015), lingkungan kerja merupakan keadaan sekitar tempat kerja baik fisik maupun non fisik yang dapat memberikan kesan menyenangkan, mengamankan, menentramkan, dan kesan betah bekerja. Indikator lingkungan kerja menurut (Soetjipto dalam Sari, 2016) adalah sebagai berikut : a. Pewarnaan b. Kebersihan
44 c. Penerangan d. Mutu Udara e. Kebisingan f. Keamanan g. Hubungan Karyawan 2. Disiplin Kerja Menurut Hasibun (2017), kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku. Indikator disiplin kerja menurut (Afandi dalam Selfiana, 2018) adalah sebagai berikut : a. Kepatuhan pada peraturan b. Efektif dalam bekerja c. Tindakan korektif d. Kehadiran tepat waktu e. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu 3. Motivasi Kerja Menurut Fahmi (2012), motivasi kerja adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan.
45 Indikator motivasi kerja menurut (Sofyandi, 2007 dalam Nia, 2019) adalah sebagai berikut : a. Kebutuhan fisiologis b. Kebutuhan rasa aman c. Kebutuhan sosial atau rasa memiliki d. Kebutuhan harga diri e. Kebutuhan aktualisasi diri 4. Kinerja Karyawan Menurut Mangkunegara (2014) menjelaskan bahwa kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan padanya. Indikator kinerja karyawan menurut Bangun, 2012) adalah sebagai berikut: a. Jumlah pekerjaan b. Kualitas pekerjaan c. Ketepatan waktu d. Kehadiran e. Kemampuan kerja sama
46 3.6.3 Skala Pengukuran Teknik pengukuran data dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala likert. Sugiyono (2017) menjelaskan bahwa skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapatan, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial, untuk setiap pertanyaan atau pernyataan responden harus mendukung sebuah pertanyaan untuk dipilih. Skala likert mendorong responden untuk memilih jawaban dari variabel yang dipecah menjadi bagian dari indikator variabel, masing-masing indikator variabel mempunyai instrumen yang dijadikan tolok ukur dalam sebuah pertanyaan atau pernyataan. Berikut skala likert menurut Sugiyono (2017) : 1. Sangat Setuju (SS) Skor 5 2. Setuju (S) Skor 4 3. Kurang Setuju (KS) Skor 3 4. Tidak Setuju (TS) Skor 2 5. Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 1 3.7 Uji Instrumen 3.7.1 Uji Validitas Validitas adalah sejauh mana suatu alat ukur itu menunjukan ketepatan dan kesesuaian. Sugiyono (2017) mendeskripsikan bahwa
47 validitas menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap butir dalam instrumen itu valid atau tidak, dapat diketahui dengan mengkorelasikan antara skor buti dengan skor total. Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya dikur dan dapat disebut tepat. Menurut Sugiyono (2017), metode korelasi yang digunakan untuk menguji validitas dalam penelitian ini adalah korelasi Pearson Product Moment dan penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai r-hitung dengan nilai r-tabel untuk degree of freedom (df) = n-2 serta dengan dasar pengambilan keputusan : a. Jika r hitung > r tabel, maka instrument atau item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid) b. Jika r hitung ≤ r tabel, maka instrument atau item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid) Item dinyatakan valid jika tingkat signifikansi korelasi lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditentukan sebesar 0,05 (Sugiyono,2017). 3.7.2 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam pandangan positivistic (kuantitatif), suatu data dinyatakan reliabel apabila dua data atau lebih peneliti dalam obyek yang
48 sama menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data apabila dipecah menjadi dua menunujukan data yang tidak berbeda (Sugiyono, 2017). Menurut Sugiyono (2017), pengujian reliabilitas dilakukan terhadap pernyataan atau pertanyaan yang sudah valid untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang pada kelompok yang sama dengan alat pengukur yang sama. Penguji reliabilitas dalam penelitian ini adalah menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha dengan bantuan software Statistical Package for the Sosial Sciences (SPSS). Secara umum instrument dikatakan reliabel jika memiliki keofisien Cronbach’s Alpha 0,60 (Sugiyono, 2017). 3.8 Uji Asumsi Klasik Sebelum dilakukan analisis regresi terhadap variabel-variabel penelitian terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Tujuan dilakukan uji asumsi klasik agar data yang digunakan layak dijadikan sumber pengujian dan menghasilkan keputusan yang benar. 3.8.1 Uji Normalitas Uji normalitas adalah pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen maupun dependen mempunyai distribusi yang normal atau tidak (Ghozali, 2018). Model regresi yang baik adalah regresi yang distribusi normal atau mendekati normal. Menurut (Ghozali, 2018), kriteria pengujian dari uji normalitas sebagai berikut :
49 1. Jika probabilitas nilai Z uji K-S tidak signifikan ≤ 0,05 maka data terdistribusi tidak normal. 2. Jika probabilitas nilai Z uji K-S signifikan > 0,05 maka data terdistribusi normal. 3.8.2 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (Ghozali, 2018). Standar ukur untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas adalah: 1. Jika nilai tolerance > 0,1 dan VIF ≤ 10, maka tidak ada multikolinearitas pada penelitian tersebut. 2. Jika nilai tolerance ≤ 0,1 dan VIF > 10, maka terdapat multikolinearitas pada penelitian tersebut. 3.8.3 Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskesdasitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homokesdasitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2018). Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam melakukan uji heterokedastisitas yang digunakan adalah uji Glejser dan untuk mengindentifikasi adanya heteroskedastisitas dengan melihat nilai signifikasinya, yaitu :
50 a. Jika probabilitas signifikansi ≤ 0,05 maka menunjukkan telah terjadi heteroskedastisitas. b. Jika nilai probabilitas signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. 3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Analisis Deskriptif Analisis data deskriktif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan atau generalisasi (Sugiyono, 2017). Dalam penelitian ini analisis data deskriktif yang digunakan merupakan karakteristik responden, yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan lama masa bekerja serta mean dari akumulasi pernyataan-pernyataan pada kuesioner. 3.9.2 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti meramalkan bagaimana keadaan naik turunnya variabel dependen, apabila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi dinaik turunkan nilainya. Jadi, analisis regresi berganda akan dilakukan apabila jumlah variabel independenya minimal 2 (Sugiyono, 2017). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan persamaan regresi linear berganda karena variabel bebas dalam penelitian lebih dari satu. Adapun persamaan regresi linear berganda dapat dirumuskan sebagai berikut :
51 Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e Keterangan : Y : Kinerja Karyawan a : Konstanta X1 : Lingkungan Kerja X2 : Disiplin Kerja X3 : Motivasi Kerja e : error/Standar Kesalahan (Sugiyono, 2017) 3.9.3 Ujian Parsial (Uji t) Uji t (uji parsial) digunakan untuk mengukur ada tidaknya pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara indivisual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2018). Dapat dikatakan jika t hitung > t tabel atau -t hitung < -t tabel maka hasilnya signifikan dan berarti H0 ditoal dan Ha diterima. Sedangkan jika t hitung < t tabel atau -t hitung > -t tabel maka hasilnya tidak signifikan dan berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Tingkat kepercayaan adalah 95% (α = 0,05). Hal ini dapat juga dikatakan sebagai berikut : H0 ditolak jika t
52 hitung > t tabel, signifikasi < 0,05 dan H0 diterima jika t hitung < t tabel, dihnifikasi > 0,05. Rumusan hipotesis sebagai berikut : 1. Ha1 : β1 = 0, tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani. H01 : β1 ≠ 0, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani. 2. Ha2 : β2 = 0, tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani. H02 : β2 ≠ 0, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani. 3. Ha3 : β3 = 0, tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel motivasi kerja (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani. H03 : β3 ≠ 0, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel motivasi kerja (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani. 3.9.4 Uji Simultan (Uji F) Uji F (uji simultan) bertujuan untuk membuktikan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan di dalam model
53 mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat. Jika nilai probabilitas signifikansinya < 0,05 maka variabel independen akan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018). Dasar pengambilan keputusan pada uji F terbagi menjadi 2 yaitu : 1. Berdasarkan nilai signifikansi α = 0,05 a. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka H04 ditolak dan Ha4 diterima, artinya lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y). b. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka H04 diterima dan Ha4 ditolak, artinya lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) secara simultan tidak berpengaruh terhadap kinerja karywan (Y). 2. Berdasarkan perbandingan nilai F hitung dengan F tabel Kriteria pengujian : F hitung > F tabel maka H04 ditolak dan Ha4 diterima F hitung < F tabel maka H04 diterima dan Ha4 ditolak Penjabaran hipotesis pada uji F, sebagai berikut : Ha4 : β1, β2, β3 = 0, tidak berpengaruh positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani.
54 H04 : β1, β2, β3 ≠ 0, berpengaruh positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) pada KSP Madhani. 3.9.5 Uji Koefisien Determinasi (R2) Menurut kuncoro (2013), koefisien determinasi ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya jika nilai semakin mendekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah. Sugiyono (2017) menjelaskan bahwa pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi sebagai berikut : Tabel 3.1 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1.000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2017)
55 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Obyek Amatan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madhani cabang Temanggung beralamatan di Jl. Gajah Mada Campursari Rt 002 Rw 009, Tepungsari Temanggung. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madhani Provinsi Jawa Tengah adalah satu koperasi primer di Banjarnegara. Koperasi ini didirikan pada tanggal 27 Juni 2000 dengan akte pendirian No. 99 / BH / KDK.11.18 / VI / 2000 dengan nama awal Koperasi Serba Usaha (KSU) Pangestu. Berdasarkan musyawarah mufakat seluruh pengurus dan anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Pangestu, di tahun 2012 mengalami perubahan anggaran dasar, yang semula bernama Koperasi Serba Usaha (KSU) Madhani tingkat Kabupaten Banjarnegara dirubah menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madhani tingkat provinsi Jawa Tengah dengan akte pendirian No. 28/PAD/XIV/XI/2012 pada tanggal 27 September 2012. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madhani mempunyai kepengurusan yang berbeda di kantor pusat dan di kantor cabang. Saat ini Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madhani mempunyai 18 cabang yang berada diberbagi kota yaitu Banjarnegara, Gandulekor (Banjarnegar), Temanggung, Magelang, Secang (Magelang), Yojakarta, Karthasura (Solo), Salatiga, Semarang, Ungaran (Semarang), Purworejo, Kebumen, Ajibarang, Kroya
56 (Cilacap), Slawi (Tegal), Pekalongan, Pemalang, dan Majenang. Sedangkan kantor pusat non operasional berada di kota Banjarnegara. Organisasi merupakan suatu sistem yang menghubungkan sumber daya manusia sehingga memungkinkan mencapai tujuan atau sarana tertentu. Oleh karena itu organisasi memiliki peranan penting dalam suatu instansi/perusahaan. Dengan adanya organisasi, maka tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Bagan struktur organisasi di KSP Madhani dapat dilihat pada gambar 4.1 sebagai berikut : Gambar 4.1 Bagan struktur organisasi KSP Madhani 4.2 Profil Responden Sebelum menyajikan hasil penelitian dan pembahasan, maka terlebih dahulu akan dipaparkan profil responden dengan maksud untuk memberikan gambaran keadaan data yang telah dikumpulan melalui kuesioner penelitian
57 yang telah disebarkan. Responden diambil dari penyebaran langsung kuesioner secara langsung kepada karyawan KSP Madhani yang berjumlah 50 karyawan. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan ada 4 karakteristik responden yaitu meliputi dari jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan lama bekerja di KSP Madhani. Tabel 4.1 Responden berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) 1 Laki – Laki 22 44% 2 Perempuan 28 56% Total 50 100% Sumber : Data primer yang diolah tahun 2023 Pada tabel 4.1 yaitu tabel responden berdasarkan jenis kelamin, maka dapat dilihat jumlah responden laki-laki berjumlah 22 orang, sementara responden perempuan berjumlah 28 orang. Dengan demikian karyawan yang bekerja pada KSP Madhani adalah lebih dominan perempuan Tabel 4.2 Responden berdasarkan Usia No Usia Jumlah Presentase (%) 1 20-25 11 22% 2 26-30 23 46% 3 31-35 13 26% 4 36-40 3 6%
58 Total 50 100% Sumber : Data primer yang diolah tahun 2023 Pada tabel 4.2 yaitu tabel responden berdasarkan usia, maka dapat dilihat bahwa responden dengan usia 20-25 tahun sebanyak 11 responden, 26-30 tahun sebanyak 23 responden, 31-35 tahun sebanyak 13 responden, 36-40 tahun sebanyak 3 responden. Tabel 4.3 Responden berdasarkan pendidikan terakhir No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase (%) 1 SMA/SMK 46 92% 2 Akademik/D1/D2/D3 1 2% 3 S1 3 6% Total 50 100% Sumber : Data primer yang diolah tahun 2023 Pada tabel 4.3 diatas dapat diketahui bahwa responden dalam penelitian ini adalah pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 46 orang (38%). Karyawan yang pendidikan terakhir Akademik/D1/D2/D3 sebanyak 1 orang (2%). Karyawan yang pendidikan terakhir S1 sebanyak 3 orang (6%). Hal ini menunujukkan bahwa sebagian besar karyawan KSP Madhani berpendidikan terakhir SMA/SMK diikuti dengan responden yang berpendidikan akademik lalu S1.
59 Tabel 4.4 Responden berdasarkan lama bekerja No Lama Bekerja Jumlah Presentase (%) 1 < 2 tahun 4 8% 2 2 s/d 3 tahun 10 20% 3 3 s/d 4 tahun 16 32% 4 > 4 tahun 20 40% Total 50 100% Sumber : Data primer yang diolah tahun 2023 Berdasarkan tabel 4.4 diatas, diketahui bahwa berdasarkan masa kerja, yang mendominasi adalah responden dengan masa kerja > 4 tahun sebanyak 20 orang (40%) dan karyawan dengan masa kerja < 2 tahun sebanyak 4 orang (8%). Karyawan dengan masa kerja 2 s/d 3 tahun sebanyak 10 (20%). Karyawan dengan masa kerja 3 s/d 4 tahun sebanyak 16 (32%). Hal tersebut menunjukkan bahwa karyawan sudah cukup lama bekerja di KSP Madhani. 4.3 Hasil Uji Instrumen 4.3.1 Uji Validitas Uji Validitas bertujuan untuk menguji sejauh mana ketepatan atau kebenaran suatu instrumen sebagai alat ukur variabel penelitian. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner
60 mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2018). Uji validitas penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai r-hitung dengan nilai r-tabel, r-tabel pada α = 0.05 dengan degree of freedom (df) = n-2. Dalam penelitian awal ditujukan untuk 50 responden. Rumus perhitungan r-tabel sebagai berikut : df = n-2 = 50-2 = 48. Data yang dihasilkan r-tabel ke 48 adalah 0.278. Jika r-hitung lebih besar dari r-tabel dan nilai positif, pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid. Sebaliknya jika r-hitung lebih kecil dari r-tabel, pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2017). Uji validitas ini dilakukan dengan mengkorelasikan setiap butir pertanyaan dengan skor total variabel. Untuk mengukur korelasi digunakan Pearson Porduct Moment. Item dinyatakan valid jika tingkat signifikansi korelasi lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditentukan sebesar 0,05. Dengan bantuan software IBM Statistic 29 maka diperoleh hasil uji validitas sebagai berikut : Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Item Pernyataan pada Lingkungan Kerja (X1) No. Pernyataan r-hitung r-tabel sig. Keterangan LK1 Tata warna dinding pada ruangan kerja memberikan dampak positif dalam bekerja 0,775 0,278 0,000 Valid LK2 Kebersihan di ruangan kerja saya selalu terjaga 0,895 0,278 0,000 Valid
61 LK3 Saya merasa penerangan (sinar matahari dan listrik) di ruangan kerja sudah membuat saya bekerja dengan baik 0,775 0,278 0,000 Valid LK4 Sirkulasi udara di ruang kerja memberikan kenyamanan dalam bekerja 0,923 0,278 0,000 Valid LK5 Tidak ada suara bising di tempat kerja yang mengganggu saya 0,875 0,278 0,000 Valid LK6 Keamanan di tempat kerja saya sudah mampu membuat saya bekerja dengan sangat nyaman 0,649 0,278 0,000 Valid LK7 Terjalinnya hubungan yang baik antar sesama karyawan 0,700 0,278 0,000 Valid Sumber : Data Primer diolah 2023. (Arifah, 2021) Berdasarkan pada tabel 4.5 diketahui bahwa masing-masing item pernyataan pada No. LK 1-7 mempunyai nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel lingkungan kerja dikatakan valid. Selain itu dapat dilihat juga bahwa masing-masing item pernyataan No. LK 1-7 mempunyai nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel, maka dapat disimpulkan pada bahwa seluruh item pernyataan lingkungan kerja adalah valid. Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Item Penyataan pada Disiplin Kerja (X2) No. Pernyataan r-hitung r-tabel sig. Keterangan DK1 Saya melaksanakan peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan 0,729 0,278 0,000 Valid
62 DK2 Saya melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja yang ditetapkan perusahaan 0,800 0,278 0,000 Valid DK3 Saya selalu melakukan pengecekan terhadap pekerjaan yang diberikan sebelum sampai kepada pimpinan 0,743 0,278 0,000 Valid DK4 Saya datang tepat waktu ke tempat kerja 0,775 0,278 0,000 Valid DK5 Saya selalu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan 0,805 0,278 0,000 Valid Sumber : Data Primer diolah 2023. (Arifah, 2021) Berdasarkan pada tabel 4.6 diketahui bahwa masing-masing item pernyataan pada No. DK 1-5 mempunyai nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel disiplin kerja dikatakan valid. Selain itu dapat dilihat juga bahwa masingmasing item pernyataan pada No. DK 1-5 mempunyai nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel, maka dapat disimpulkan pula bahwa seluruh item pernyataan disiplin kerja adalah valid. Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Item Penyataan pada Motivasi Kerja (X3) No. Pernyataan r-hitung r-tabel sig. Keterangan MK1 Gaji yang saya terima sudah bisa memenuhi kebutuhan saya 0,662 0,278 0,000 Valid MK2 Kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman 0,781 0,278 0,000 Valid
63 MK3 Saya dapat berkomunikasi dengan baik dan berhubungan yang harmonis dengan rekan kerja 0,825 0,278 0,000 Valid MK4 Hasil kerja saya dihargai oleh pimpinan baik secara kualitas maupun kuantitas kerja 0,786 0,278 0,000 Valid MK5 Saya mendapatkan pujian dari rekan kerja dan pimpinan atas pekerjaan yang saya kerjakan sehingga termotivasi untuk bekerja lebih baik 0,762 0,278 0,000 Valid Sumber : Data Primer diolah 2023. (Arifah, 2021) Berdasarkan pada tabel 4.7 diketahui bahwa masing-masing item pernyataan pada No. MK 1-5 mempunyai nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel motivasi kerja dikatakan valid. Selain itu dapat dilihat juga bahwa masingmasing item pernyataan pada No. MK 1-5 mempunyai r-hitung lebih besar dari r-tabel, maka dapat disimpulkan pula bahwa seluruh item pernyataan motivasi kerja adalah valid. Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Item Penyataan pada Kinerja Karyawan (Y) No. Pernyataan r-hitung r-tabel sig. Keterangan KK1 Saya mampu menyelesaikan jumlah pekerjaan yang ditetapkan oleh perusahaan 0,784 0,278 0,000 Valid
64 KK2 Standar kualitas kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat saya capai dengan baik 0,758 0,278 0,000 Valid KK3 Saya dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu 0,740 0,278 0,000 Valid KK4 Saya selalu masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya 0,854 0,278 0,000 Valid KK5 Saya bisa menjalin komunikasi dengan pihak di luar perusahaan dalam jejaring kerja sama antar perusahaan 0,810 0,278 0,000 Valid Sumber : Data Primer diolah 2023. (Arifah, 2021) Berdasarkan pada tabel 4.8 diketahui bahwa masing-masing item pernyataan pada No. KK 1-5 mempunyai nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel kinerja karyawan dikatakan valid. Selain itu dapat dilihat juga bahwa masing-masing item pernyataan pada No. KK 1-5 mempunyai nilai rhitung lebih besar dari r-tabel, maka dapat disimpulkan pula bahwa seluruh item pernyataan kinerja karyawan adalah valid. 4.3.2 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini suatu variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha >0,60
65 (Sugiyono, 2017). Dengan bantuan software IBM Statistic 29 maka diperoleh hasil uji reliabilitas sebagai berikut : Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach Alpa Keterangan Lingkungan Kerja (X1) 0,905 Reliabel Disiplin Kerja (X2) 0,824 Reliabel Motivasi Kerja (X3) 0,820 Reliabel Kinerja Karyawan (Y) 0,849 Reliabel Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.9 dapat dilihat bahwa variabel lingkungan kerja (X1) mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,905, Disiplin Kerja (X2) mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,824, Motivasi Kerja (X3) mempunyai nilai reliablitas sebesar 0,820, dan Kinerja Karyawan (Y) mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,849. Semua variabel menunjukkan nilai Cronbach Alpha > 0,60 sehingga dikatakan reliabel dan kuesioner dari variabelvariabel tersebut dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya dikarenakan item kuesioner sudah terbukti dapat memberikan jawaban yang konsisten. 4.4 Uji Asumsi Klasik 4.4.1 Hasil Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggunaan atau residual mempunyai distribusi normal
66 atau tidak (Ghozali,2018). Menurut (Ghozali, 2018) kriteria penguji dari uji normalitas sebagai berikut : 1. Jika probabilitas nilai Z uji K-S signifikan ≤ 0,05 maka data terdistribusi tidak normal. 2. Jika probabilitas nilai Z uji K-S tidak signifikan > 0,05 maka data terdistribusi normal. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan bantuan software IBM SPPS Statistic 29 untuk melakukan uji nilai One Sample Kolmogorow Smirnov yaitu data terdistribusi normal jika nilai signifikansi > 0,05 dan melihat persebaran data pada grafik P-P Plot yang terdistribusi normal jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 50 Normal Parametersa,b Mean 0,0000000 Std. Deviation 1,52586941 Most Extreme Differences Absolute 0,074 Positive 0,071 Negative -0,074 Test Statistic 0,074 Asymp. Sig. (2-tailed)c .200d a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber : Data Primer Diolah (2023)
67 Gambar 4.2 Grafik P-P Plot Hasil Uji Normalitas Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.10 dapat dibuktikan dengan uji nilai One Sample Kolmogorov Smirnov bahwa nilai signifikansi 0,200 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Selain itu, dibuktikan juga dengan Gambar 4.2 dengan grafik P-P Plot dimana dapat dilihat bahwa persebaran data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Berdasarkan nilai signifikansi 0,200 > 0,50 dan grafik P-P Plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi normal.
68 4.4.2 Hasil Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (Ghozali, 2018). Standar ukur untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas adalah: a. Jika nilai tolerance > 0,1 dan VIF ≤ 10, maka tidak ada multikolinearitas pada penelitian tersebut. b. Jika nilai tolerance ≤ 0,1 dan VIF > 10, maka terdapat multikolinearitas pada penelitian tersebut. Dengan bantuan Software IBM Statistic 29 maka diperoleh hasil uji multikolinearitas sebagai berikut : Tabel 4.11 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 4,189 1,350 3,102 0,003 Lingkungan Kerja (X1) 0,155 0,068 0,257 2,273 0,028 0,431 2,321 Disiplin Kerja (X2) 0,250 0,091 0,292 2,754 0,008 0,490 2,039 Motivasi Kerja (X3) 0,381 0,112 0,417 3,407 0,001 0,369 2,709 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.11 dapat dilihat bahwa variabel lingkungan kerja mempunyai nilai tolerance 0,431 > 0,1 dan VIF 2,321 < 10, variabel disiplin kerja mempunyai nilai tolerance 0,490 > 0,1 dan VIF 2,039 < 10,
69 dan variabel motivasi kerja mempunyai nilai tolerance 0,369 > 0,1 dan VIF 2,709 < 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas pada penelitian ini, dan model regresi dikatakan baik jika tidak ada multikolinearitas. 4.4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskesdasitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homokesdasitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2018). Untuk mengindentifikasi adanya heteroskedastisitas adalah dengan melihat nilai signifikasinya dengan ketentuan : a. Jika probabilitas signifikansi ≤ 0,05 maka menunjukkan telah terjadi heteroskedastisitas. b. Jika nilai probabilitas signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas. Pada penelitian ini menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistic 29 untuk melakukan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan nilai signifikansi, sebagai berikut :
70 Tabel 4.12 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 1,566 0,753 2,080 0,043 Lingkungan Kerja (X1) -0,032 0,038 -0,180 -0,844 0,403 Disiplin Kerja (X2) -0,091 0,051 -0,358 -1,792 0,080 Motivasi Kerja (X3) 0,115 0,062 0,427 1,851 0,071 a. Dependent Variable: Abs_res Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.12 dapat dilihat bahwa variabel lingkungan kerja mempunyai nilai signifikansi 0,403 > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Variabel disiplin kerja mempunyai nilai signifikansi 0,080 > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Variabel motivasi kerja mempunyai nilai signifikansi 0,071 > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini baik, karena tidak terjadi heteroskedastisitas melalui uji nilai signifikansi. 4.5 Hasil Analisis Data 4.5.1 Hasil Analisis Deskriptif Penyajian hasil penelitian ini dipaparkan berdasarkan data-data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Data yang terkumpul dalam penelitian ini berupa analisis dari hasil skala. Pada penelitian ini
71 terdapat empat buah skala yaitu skala lingkungan kerja terdiri dari 7 pernyataan, skala disiplin kerja terdiri dari 5 pernyataan, skala motivasi kerja terdiri dari 5 pernyataan dan skala kinerja karyawan terdiri 5 pernyataan. Skala ini digunakan untuk mengetahui dampak lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan KSP Madhani. Penelitian ini diukur menggunakan skor terendah adalah 1 (sangat rendah) dan skor tertinggi adalah 5 (sangat tinggi) dalam interval nilai sebagai berikut : Skor persepsi terendah adalah = 1 Skor persepsi tertinggi adalah = 5 Sehingga dapat ditentukan range jawaban dari responden sebagai berikut: Skor rata-rata antara 1,00 – 1,80 = Sangat Rendah Skor rata-rata antara 1,81 – 2,60 = Rendah Skor rata-rata antara 2,61 – 3,40 = Cukup Tinggi Skor rata-rata antara 3,41 – 4,20 = Tinggi Skor rata-rata antara 4,21 – 5,00 = Sangat Tinggi Berdasarkan range kriteria jawaban tersebut dan dengan bantuan software IBM Statistic 29 maka dapat dijelaskan deskriptif penilaian responden terhadap setiap variabel penelitian sebagai berikut :
72 1. Variabel Lingkungan Kerja (X1) Analisis deskriptif jawaban responden terhadap variabel lingkungan kerja merupakan akumulasi dari pernyataan-pernyataan mengenai lingkungan kerja secara lengkap beserta hasil penilaiannya dapat dilihat pada tabel 4.13. Tabel 4.13 Nilai Mean Pada Variabel Lingkungan Kerja (X1) No Pernyataan Mean Kategori LK1 Tata warna dinding pada ruangan kerja memberikan dampak positif dalam bekerja 3,82 Tinggi LK2 Kebersihan di ruangan kerja saya selalu terjaga 2,76 Cukup Tinggi LK3 Saya merasa penerangan (sinar matahari dan listrik) di ruangan kerja sudah membuat saya bekerja dengan baik 3,82 Tinggi LK4 Sirkulasi udara di ruang kerja memberikan kenyamanan dalam bekerja 3,70 Tinggi LK5 Tidak ada suara bising di tempat kerja yang mengganggu saya 3,90 Tinggi LK6 Keamanan di tempat kerja saya sudah mampu membuat saya bekerja dengan sangat nyaman 3,78 Tinggi LK7 Terjalinnya hubungan yang baik antar sesama karyawan 3,58 Tinggi Nilai Mean Keseluruhan 3,62 Tinggi Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.13 pernyataan pada variabel lingkungan kerja (X1) mempunyai nilai mean keseluruhan yaitu 3,62 yang artinya tinggi.
73 Sehingga dapat disimpulkan, responden setuju bahwa karyawan KSP Madhani memiliki lingkungan kerja yang baik. 2. Variabel Disiplin Kerja (X2) Analisis deskriptif jawaban responden terhadap variabel disiplin kerja merupakan akumulasi dari pernyataan-pernyataan mengenai disiplin kerja secara lengkap beserta hasil penilaiannya dapat dilihat pada tabel 4.14. Tabel 4.14 Nilai Mean Pada Variabel Disiplin Kerja (X1) No Pernyataan Mean Kategori DK1 Saya melaksanakan peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan 3,80 Tinggi DK2 Saya melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja yang ditetapkan perusahaan 3,66 Tinggi DK3 Saya selalu melakukan pengecekan terhadap pekerjaan yang diberikan sebelum sampai kepada pimpinan 3,92 Tinggi DK4 Saya datang tepat waktu ke tempat kerja 3,12 Cukup Tinggi DK5 Saya selalu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan 3,74 Tinggi Nilai Mean Keseluruhan 3,65 Tinggi Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.14 pernyataan pada variabel disiplin kerja (X2) mempunyai nilai mean keseluruhan yaitu 3,65 yang artinya tinggi. Sehingga dapat disimpulkan, responden setuju bahwa karyawan KSP Madhani mendapatkan disiplin kerja yang baik.
74 3. Variabel Motivasi Kerja (X3) Analisis deskriptif jawaban responden terhadap motivasi kerja (X3) merupakan akumulasi dari pernyataan-pernyataan mengenai motivasi kerja secara lengkap beserta hasil penilaiannya dapat dilihat pada Tabel 4.15. Tabel 4.15 Nilai Mean Pada Variabel Motivas Kerja (X3) No Pernyataan Mean Kategori MK1 Gaji yang saya terima sudah bisa memenuhi kebutuhan saya 3,76 Tinggi MK2 Kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman 3,86 Tinggi MK3 Saya dapat berkomunikasi dengan baik dan berhubungan yang harmonis dengan rekan kerja 3,80 Tinggi MK4 Saya memiliki motivasi kerja yang tinggi karena saya dihargai oleh pimpinan baik secara kualitas maupun kuantitas 2,96 Cukup Tinggi MK5 Saya mendapatkan pujian dari rekan kerja dan pimpinan atas pekerjaan yang saya kerjakan sehingga termotivasi untuk bekerja lebih baik 4,00 Tinggi Nilai Mean Keseluruhan 3,68 Tinggi Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.15 pernyataan pada variabel motivasi kerja (X2) mempunyai nilai mean keseluruhan yaitu 3,68 yang artinya tinggi. Sehingga dapat disimpulkan, responden setuju bahwa karyawan KSP Madhani mendapatkan motivasi kerja yang baik.
75 4. Variabel Kinerja Karyawan (Y) Analisis deskriptif jawaban responden terhadap Kinerja Karyawan (Y) merupakan akumulasi dari pernyataan-pernyataan mengenai motivasi kera secara lengkap beserta hasil penilaiannya dapat dilihat pada Tabel 4.16. Tabel 4.16 Nilai Mean Pada Variabel Kinerja Karyawan (Y) No Pernyataan Mean Kategori KK1 Saya mampu menyelesaikan jumlah pekerjaan yang ditetapkan oleh perusahaan 4,20 Tinggi KK2 Standar kualitas kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat saya capai dengan baik 4,10 Tinggi KK3 Saya dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu 4,00 Tinggi KK4 Saya selalu masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya 3,28 Cukup Tinggi KK5 Saya bisa menjalin komunikasi dengan pihak di luar perusahaan dalam jejaring kerja sama antar perusahaan 4,08 Tinggi Nilai Mean Keseluruhan 3,93 Tinggi Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.16 pernyataan pada variabel kinerja karyawan (Y) mempunyai nilai mean keseluruhan yaitu 3,93 yang artinya tinggi. Sehingga dapat disimpulkan, responden setuju bahwa karyawan KSP Madhani mendapatkan kinerja karyawan yang baik.
76 4.5.2 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi linear berganda adalah analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil uji regresi linier berganda dengan bantuan software IBM Statistic 29 dapat dilihat pada Tabel 4.17 sebagai berikut : Tabel 4.17 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 4,189 1,350 3,102 0,003 Lingkungan Kerja (X1) 0,155 0,068 0,257 2,273 0,028 Disiplin Kerja (X2) 0,250 0,091 0,292 2,754 0,008 Motivasi Kerja (X3) 0,381 0,112 0,417 3,407 0,001 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Data Primer Diolah (2023) Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda pada Tabel 4.17, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e Kinerja karyawan = 4,189 + 0,257 X1+ 0,292 X2 + 0,417 X3 + e 4.5.3 Hasil Uji t (parsial) Uji t (uji parsial) digunakan untuk mengukur ada tidaknya pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen secara
77 parsial. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali,2018). Kriteria pengujian uji t yaitu : 1. Apabila nilai signifikansi t ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima dan apabila nilai signifikansi t > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. 2. Apabila nilai t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dan apabila t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak dengan tingkat signifikansi 95%. T tabel diperoleh dari rumus sebagai berikut : Df = n – k – 1 n = banyaknya data/kuesioner k = jumlah variabel (bebas dan terikat) Sumber : (Sujarweni, 2015) Maka akan didapat df = 50 – 4 – 1 = 45 Dan t tabel yang didapatkan sebesar 2,014 Dengan bantuan software IBM Statistic 29 maka diperoleh hasil uji t pada tabel 4.18 sebagai berikut :
78 Tabel 4.18 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 4,189 1,350 3,102 0,003 Lingkungan Kerja (X1) 0,155 0,068 0,257 2,273 0,028 Disiplin Kerja (X2) 0,250 0,091 0,292 2,754 0,008 Motivasi Kerja (X3) 0,381 0,112 0,417 3,407 0,001 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Data Primer Diolah (2023) Berdasarkan hasil Uji t pada tabel 4.18, maka diperoleh hasil pengujian hipotesis sebagai berikut : 1. Ho1 ditolak dan Ha1 diterima Lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di KSP Madhani. Hal ini dibuktikan pada variabel lingkungan kerja (X1) diperoleh : a. Nilai signifikansi sebesar 0,028 < 0,05 b. Nilai t hitung 2,273 > t tabel 2,014 2. Ho2 ditolak dan Ha2 diterima Disiplin kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di KSP Madhani. Hal ini dibuktikan pada variabel disipling kerja (X2) diperoleh :
79 a. Nilai signifikansi sebesar 0.008 < 0,05 b. Nilai t hitung 2,754 > t tabel 2,014 3. Ho3 ditolak dan Ha3 diterima Motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di KSP Madhani. Hal ini dibuktikan pada variabel motivasi kerja (X3) diperoleh : a. Nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 b. Nilai t hitung 3,407 > t tabel 2,014 4.5.4 Hasil Uji F (simultan) Uji F (uji simultan) bertujuan untuk membuktikan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan di dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat. Jika nilai probabilitas signifikansinya < 5% maka variabel independen akan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018). Dasar pengambilan keputusan pada uji F terbagi menjadi 2, diantaranya : 1. Berdasarkan nilai signifikansi α = 0,05 a. Jika nilai signifikansi ≤ 0,05, maka H04 ditolak dan Ha4 diterima, artinya lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y).
80 b. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka H04 diterima dan Ha4 ditolak, artinya lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) secara simultan tidak berpengaruh terhadap kinerja karywan (Y). 2. Berdasarkan perbandingan nilai F hitung dengan F tabel jika F hitung > F tabel maka H04 ditolak dan Ha4 diterima dan jika F hitung < F tabel maka H04 diterima dan Ha4 ditolak. F tabel diperoleh dari rumus sebagi berikut : Df1 = k - 1 Df2 = k - 2 Dimana : k = banyanya variabel (bebas dan terikat) 1 = pembilang n = banyaknya sampel Sumber : (sujarweni,2015) Maka dapat diselesaikan dengan cara : Df1 = k - 1 = 4 – 1= 3 Df2 = n – k = 50 – 4 = 46
81 Hasil dari tabel f sebesar 2,807 Dengan bantuan software IBM Statistic 29 maka diperoleh hasil uji F sebagai berikut : Tabel 4.19 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 335,134 3 111,711 45,043 <,001b Residual 114,086 46 2,480 Total 449,220 49 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) b. Predictors: (Constant), Motivasi Kerja (X3), Disiplin Kerja (X2), Lingkungan Kerja (X1) Sumber : Data Primer Diolah (2023) Berdasarkan hasil uji F pada tabel 4.19 diperoleh dan dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai F hitung 45,043 > F tabel 2,807 sehingga H04 ditolak dan Ha4 diterima yang artinya bahwa lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di KSP Madhani. 4.5.5 Hasil Uji Koefisien Determinasi Menurut Kuncoro (2013), koefisien determinasi ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya jika nilai semakin mendekati 0 maka hubungan yang terjadi
82 semakin lemah. Dengan bantuan software IBM Statistic 29 maka diperoleh hasil uji koefisien determinasi sebagai berikut : Tabel 4.20 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .864a 0,746 0,729 1,57484 a. Predictors: (Constant), Motivasi Kerja (X3), Disiplin Kerja (X2), Lingkungan Kerja (X1) Sumber : Data Primer Diolah (2023) Pada tabel 4.20 ditunjukkan hasil nilai Koefisien Determinasi yang menunjukan nilai pada kolom adjusted R square sebesar 0,729 yang artinya bahwa variabel lingkungan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan di KSP Madhani sebesar 72,9% sedangkan sisanya sebesar 27,1% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. 4.6 Pembahasan 4.6.1 Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Madhani Berdasarkan pada tabel 4.18 hasil uji t diketahui nilai signifikansi sebesar 0,028 < 0,05 dan nilai t hitung 2,273 > t tabel 2,014, sehingga H01 diterima dan Ha1 ditolak dengan nilai koefisien lingkungan kerja (X1) adalah positif signifikan. Artinya bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan KSP Madhani. Hasil ini
83 menunjukkan bahwa lingkungan kerja dalam bekerja yang dilakukan oleh KSP Madhani memberikan pengaruh terhadap kinerja. Lingkungan kerja dalam penelitian ini mempengaruhi kinerja pegawai di KSP Madhani didukung dengan hasil penelitian analisis deskriptif dari responden, dimana variabel lingkungan kerja mempunyai nilai mean sebesar 3,62 yang termasuk dalam kategori tinggi. Lingkungan kerja yang nyaman dan bersih baik lingkungan kerja fisik maupun hubungan sesama rekan kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja karyawan KSP Madhani karena hal tersebut akan menimbulkan suasana positif dalam melakukan dan menyelesaikan pekerjaan, baik pekerjaan internal maupun eksternal dengan didukung kuatnya koordinasi sesama karyawan. Hasil Penelitian ini juga memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hustia (2020) dan Anggoro, Wijono (2022) dengan hasil penelitian yang membuktikan bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. 4.6.2 Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Madhani Berdasarkan pada tabel 4.18. Hasil Uji t diketahui nilai signifikan sebesar 0,008 < 0,05 dan nilai t hitung 2,754 > 2,014, sehingga Ho2 ditolak dan Ha2 diterima dengan nilai koefisien disiplin kerja (X2) adalah