The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by deanandaputrizurnitaa, 2020-12-19 10:24:46

BATIK_NUSANTARA

BATIK_NUSANTARA

pusat-pusat perbelanjaan yang menyediakan batik dengan berbagai bentuk, jenis, motif,
dan pilihan harga yang sesuai.

Jadi, kalaupun di daerah dekat kita belum ada tempat atau daerah khusus wisata
batik, bukan berarti kita tidak bisa ikut menikmati dan melestarikan batik. Workshop atau
pelatihan membatik sekarang ini juga sudah sangat banyak diberikan secara berkala di
masing-masing daerah. Tidak ada alasan lagi untuk tidak mengenal batik dan membatik
dari dekati Selamat berwisata batik. Mari kita lestarikan budaya asli Indonesia!.

RAGAM KREASI BATIK INDONESIA

Seperti telah dibahas sebelumnya, batik tidak hanya digunakan sebagai busana, tetapi
telah berkembang menjadi berbagai macam barang sesuai dengan keperluan pemakainya. Di
Indonesia, batik telah mencapai pengembangan yang luar biasa. Ragam kreasi batik tersebut
akan terus berkembang dari tahun ke tahun mengikuti perkembangan zaman.

Dengan memerhatikan berbagai kegiatan yang terus berkembang di lingkungan
masyarakat, baik yang bersifat individu maupun kelompok berkaitan dengan batik, maka kita
dapat mengetahui beberapa jenis produk batik yang ada. Produk batik tersebut merupakan
produksi kerajinan yang memodifikasi batik. Berikut ini adalah barang-barang yang
merupakan bentuk kreasi dari batik Indonesia.
1. Kain panjang dan kain sarung

Kain dan sarung merupakan produk dasar dari batik. Kain panjang batik biasanya
digunakan oleh para perempuan dan kain sarung digunakan oleh para lelaki, meskipun
sekarang kondisi tersebut tidak lagi menjadi keharusan.

Kain panjang dan kain sarung batik telah banyak dimodifikasi menjadi bentuk rok
maupun celana. Semua itu disesuaikan dengan perkembangan

zaman. Selain untuk kain panjang dan kain sarung, batiksebagai bahan busana
tradisional juga dimanfaatkan untuk kerudung, selendang, ikat kepala, busana utama, dan
kemben.
2. Pakaian jadi

Bentuk pakaian jadi dengan bahan dasar batik sangat banyak ditemukan di pusat-
pusat perbelanjaan maupun di pasar grosir tradisional. Segala macam bentuk pakaian jadi,
dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, baik lelaki maupun perempuan dapat
ditemukan dengan mudah.

Bentuk dan variasinya sangat bermacam-macam dengan ukuran yang beragam,
harganya pun bertingkat-tingkat, dari yang murah, sedang, hingga yang sangat mahal
karena hanya dibuat secara terbatas untuk memenuhi pesanan. Jenis pakaian yang bisa
dibuat dari batik antara lain busana muslim, busana pesta, busana tidur, dan lain-lain.
Tidak jarang pula batik digunakan sebagai bahan rok, gaun, scarf, dasi, sapu tangan, T-
shirt, serta kostum boneka.
3. Tas

Sudah banyak tas yang dibuat dengan bahan batik. Ada yang menggunakan bahan
batik sepenuhnya, ada juga yang dimodifikasikan dengan bahan-bahan lainnya, seperti

kain flanel, kayu, kulit, bambu, rotan, dan lain-lain. Semuanya itu makin membuat batik
eksis dengan berbagai bentuk.
4. Sepatu

Bentuk sepatu di masa modern ini sangat bermacam-macam. Demikian pula
dengan bahannya. Sepatu batik juga sudah banyak dibuat dengan berbagai pengembangan
dan modifikasinya. Mendapatkan sepatu batik juga sangat mudah, terutama di tempat-
tempat yang khusus menjual batik.
5. Topi

Topi dengan berbagai bentuk dari bahan batik juga dapat kita temukan dengan
mudah. Ada yang berbentuk lebar, bulat, lonjong, kotak dengan berbagai hiasan, dan lain-
lain. Seperti juga tas, ada topi batikyang menggunakan bahan batik sepenuhnya, ada juga
yang digabungkan dengan bahan-bahan lainnya sehingga menambah keartistikannya.
6. Dompet

Biasanya dompetterbuat dari kulit binatang, misalnya kulit kambing atau kulit
sapi. Namun sejak batik eksis, dompet pun banyak dibuat dari batik. Kadang
dimodifikasikan dengan berbagai bahan lainnya sehingga dompet batik semakin cantik,
tetapi tetap kuat dan awet.
7. Aneka selendang, kerudung modern, dan peralatan ibadah muslim

Sangat banyak perempuan yang menggunakan selendang dan kerudung. Kedua
jenis atribut pakaian ini juga sangat banyak yang berbahan plastik terutama batik sutera
karena teksturnya yang halus dan nyaman dipakai.

Selain itu, tidak jarang pula batik digunakan sebagai bahan mukena, sajadah,
bahkan kopiah.
8. Barang keperluan rumahtangga

Barang-barang keperluan rumah tangga sangat banyak dan beragam. Berbagai
keperluan rumah tangga tersebut sudah banyak yang dibuat dari batik, misalnya seprai,
bed cover, gorden, taplak, serbet, tutup tudung saji, tutup dispenser, tutup mogic com,
tutup jok mobil, berbagai tutup perabotan rumah tangga, alas piring, alas gelas, bahkan
permainan anak-anak, seperti boneka, dan lain-lain.
9. Batik lukis

Lukisan terus mengalami perkembangan. Sekarang ini juga sudah banyak batik
lukis yang menjadi koleksi masyarakat karena keindahan dan keunikannya.

10. Hiasan rumah tangga
Banyak hiasan rumah tangga yang dibuat dari batik, misalnya penghias meja,

penghias dinding, patchwork, tutup lampu hias, kartu bergambar, dan lain-lain.

TIP-TIP BATIK

Bagi orang yang sudah terbiasa dengan batik, sangatlah mudah untuk menentukan
pilihan bagaimana membeli batik, merawat, memelihara, maupun berbelanja produk variasi
batikyang menguntungkan dan menyenangkan. Namun bagi mereka yang tidak tahu sama
sekali, bisa jadi yang mereka lakukan justru merugikan diri mereka sendiri. Misalnya,
membeli batik dengan harga terlalu mahal, membeli batik dengan motif yang tidak sesuai
dikenakan di acara tertentu, atau tidak benar cara mencuci dan merawat batik sehingga
batiknya cepat rusak, dan lain sebagainya.

Untuk menghindari hal-hal yang merugikan tersebut, di bagian ini akan diberikan
beberapa tip yang berkaitan dengan dunia batik. Tip-tip tersebut berkaitan dengan cara
memilih batik, cara belanja, dan cara merawatnya.
A. Tip Memilih Batik

Pada saat kita hendak menggunakan batik, kita pasti bingung saat dihadapkan
pada berbagai pilihan yang terlihat sama bagusnya. Untuk itu, ada beberapa tip yang
dapat kita ikuti dalam memilih batik.
1. Tentukan batik yang diinginkan.

Untuk menentukan ini, kita bisa melihat dari referensi batik dari katalog-katalog
galeri batik maupun majalah-majalah mode. Bertanya langsung pada orang yang
mengerti batik juga sangat baik.

Setelah itu, barulah tentukan batik yang diinginkan, seperti warna, bentuk,
corak, jenis, harga, dan untuk keperluan apa. Setelah tahu apa yang diinginkan, akan
mudah bagi kita untuk memilih batik yang beragam.

Jika dilihat dari proses pembuatannya, batik dapat dibedakan menjadi batik
tulis, batik printing, dan batik cap. Batik tulis memiliki motif yang sama pada bagian
dalam dan luar pakaian. Sedangkan, batik printing lebih terang di bagian luarnya dan
agak pudar di bagian dalam pakaian. Batik cap biasanya memiliki motif yang sama
tetapi terlihat sangat "pasaran" karena memang diproduksi massal untuk kepentingan
masyarakat menengah ke bawah. Untuk memastikannya, kita bisa mengeceknya
langsung.

Untuk kuantitas pembelian, kita tentu bisa membeli secara satuan maupun
grosir, kecuali untuk batik tulis yang dibuat secara terbatas; biasanya harus memesan
lebih dulu dan jadinya memerlukan waktu 3-4 bulan.

2. Jika dilihat dari bahannya, ada "batik lawas" yang awalnya digunakan untuk kain
gendongan yang sifatnya mudah sobek. Secara penggunaan, bahan ini digemari
karena dingin dan nyaman dipakai, seperti katun. Namun secara tekstur, kainnya lebih
tebal dan terlihat berbeda dari bahan batik yang dipakai secara umum.

3. Bahan terbaik yang digunakan untuk batik tulis adalah bahan yang berasai dari alat
tenun bukan mesin (ATBM). Untuk ini, biasanya bahan dasar yang digunakan adalah
sutera. Jadi wajar kalau kemudian harga batik tulis sutera sangat mahal. Proses
pembuatan batik tulisnya cukup lama dan bahan sutera juga cukup mahal.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan jika hendak memilih batik. Jadi,
semuanya memang sangat bergantung pada kita. Para penjaga butik-butik batik biasanya
akan membantu kita menemukan jenis batik yang sesuai dengan keperluan kita. Namun
pada umumnya, di setiap galeri batik tersedia batik-batik tulis dan halus yang diproduksi
secara terbatas.

B. Tip Belanja Batik
Batik terlihat sangat menggoda. Apalagi kalau kita sedang berada di daerah wisata

batik yang menyediakan berbagai pilihan dari ragam, bentuk, corak, kualitas, hingga
harga. Untuk dapat berbelanja secara efektif dan efesien, ada beberapa tip belanja yang
harus kita ikuti.
1. Proses pembuatan.

Proses pembuatan batik akan memengaruhi harga dan kualitas kain batik yang
dihasilkan. Batik tulis yang dikerjakan dengan tangan membutuhkan waktu dan
ketelitian yang lebih sehingga harganya cenderung lebih mahal. Lain halnya dengan
batik cap atau batik sablon (printing) yang dikerjakan secara massal, harganya tentu
akan lebih bersahabatdi kantong.
2. Tiap motif ada artinya.

Secara garis besar, motif batik dibagi menjadi dua jenis, yaitu motif tradisional
(keraton) dan pesisiran. Batik tradisional biasanya memiliki aturan (pakem), karena
setiap motif memiliki makna tertentu.

Oleh karena itulah, motif batik tertentu dipakai pada acara adat, bahkan
beberapa di antaranya hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu, biasanya
anggota keluarga keraton. Sedangkan motif pesisiran sudah merupakan campuran

budaya lokal dan budaya asing sehingga motifnya lebih beragam dan penggunaannya
tidak dibatasi.

Namun di masa kini, hampir semua motif boleh digunakan oleh masyarakat
umum. Namun, ada batik tradisional yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga
keraton sesuai dengan tingkatan kebangsawanannya.

Aturan dalam mengenakan batik sekarang lebih longgar. Meskipun begitu,
alangkah baiknya kalau kita mengerti arti filosofis dibalik motif batik. Tujuannya agar
kita tidak salah menggunakan motif batik pada kesempatan tertentu.
3. Kualitasdan bahannya.

Kualitas bahan juga merupakan salah satu hal penting dalam penentuan harga
kain atau busana batik. Jika terbuat dari sutera, tentu saja harganya akan lebih mahal
dibandingkan dengan kain batik yang terbuat dari katun.
4. Periksa anggaran.

Saat hendak membeli batik, yang harus kita perhatikan juga adalah anggaran.
Periksalah anggaran baik-baik dan tentukan berapa yang akan kita belanjakan,
terutama bila kita sedang berada di daerah wisata batik yang menawarkan berbagai
macam jenis dan pilihan batik yang terlihat menggoda hati.
5. Kain atau busana jadi.

Saat kita berada di tempat penjualan batik, kita sering bingung hendak memilih
kain batik atau busana jadi. Membeli busana lebih praktis dan bisa langsung dicoba
untuk merasakan cocok tidaknya dengan tubuh kita.

Kalau memutuskan untuk membeli kain batik, pikirkan lagi dengan sungguh-
sungguh. Ada motif-motif tertentu yang tidak cocok untuk diolah sebagai pakaian.
Ada beberapa jenis corak yang hanya cocok untuk pakaian bawah saja. Oleh karena
itu, pandai-pandailah memilih batik yang coraknya sesuai untuk bahan busana.
6. Harga mahal tidak jaminan batik tulis.

Ada yang beranggapan batik dengan harga mahal pastilah batik tulis dengan
corak halus yang tahan lama.Jangan keliru dengan persepsiitu. Batik-batik cap
maupun printing sekarang ini banyak mengikuti corak batik tulis dan kadang-kadang
bisa lebih halus dari batik tulis.

Oleh karena itu, pastikan untuk menanyakan pada penjualnya. Batik tulis,
bagaimana pun halusnya, pasti akan terdapat garis-garis khusus yang dapat dikenali
sebagai produk olahan tangan. Sangat berbeda dengan batik cap maupun batik
printing yang sangat halus.

Walaupun agak susah membedakan batik tulis dengan batik lainnya, cobalah
cermati beberapa hal ini. Pada batik tulis, setiap gambar dan motifnya tidak sama
persis (asimetris) ada bagian yang terlalu kecil dan ada bagian yang terlalu besar.
Cecek-cecek dan isen-isen dalam tiap gambar juga tidak sama besarnya.

Selain itu, yang tidak dapat ditiru oleh batik cap atau batik printing adalah
aroma batik tulis sangat khas. Ini disebabkan karena batik tulis tersebut disoga atau
diwarnai dengan kulit-kulit kayu, seperti kayu tingi untuk warna hitam dan kayu teger
untuk warna kuning, kayu jambal untuk warna cokelat, serta daun tom dan akarnya
untuk warna biru.

Mori yang biasa dipakai pun lebih berat dibanding dengan mori untuk jenis
batik lainnya. Semakin kecil dan rumit motifnya, biasanya batik itu semakin halus.

C. Tip Merawat Batik
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar busana atau kain batik kita tetap

indah, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Jangan cuci batik menggunakan detergen, tetapi gunakan sampo atau pembersih

khusus untuk batik. Apabila menggunakan sampo, larutkan sampo terlebih dahulu
agar tidak terlalu kental. Kemudian tambahkan air secukupnya. Setelah itu, celupkan
batik yang hendak dicuci ke dalamnya.
Saat mencuci, jangan gosok batik terlalu kuat, secukupnya saja. Apabila batik tidak
terlalu kotor, batik dapat dicuci dengan air hangat tanpa pembersih. Kalau batik
terkena noda, kita dapat mencucinya dengan sabun mandi (batangan). Jika noda
tersebut belum dapat dihilangkan, kita bisa menggunakan kulit jeruk yang digosokkan
pada bagian noda. Dilarang keras mencuci batik dengan mesin cuci karena akan
merusak serat-serat kain dan juga dapat mengubah warnanya. Kita juga tidak perlu
memerasnya agar tidak kusut dan merusak bentuk.
2. Setelah noda dan kotoran hilang, batik harus dijemur di tempat yang teduh dan tidak
terkena sinar matahari langsung. Biarkan kering secara alami tanpa terpanggang sinar
matahari. Pada saat menjemur, sebaiknya kita menarik bagian tepi kain agar serat kain
yang terlipat dapat kembali seperti sedia kala.
3. Sebaiknya tidak menyetrika batik secara langsung. Apabila batik terlalu kusut,
semprotkan air netral di atas kain batik, kemudian lapisi batik tersebut dengan kain
lainnya. Barulah, kita menyetrika di atas kain tersebut.

Hal ini bertujuan untuk menghindarkan batik dari panas langsung dari setrika. Panas
setrika dapat mengubah warna batik dan menjadikan batik tidak tahan lama.
4. Kalau kita harus memberikan pewangi dan pelembut pada kain batik tulis, jangan
menyemprotkan langsung pada kainnya. Tutuplah kain batik terlebih dulu dengan
koran, kemudian baru semprotkan pewangi dan pelembut kain. Sebaiknya kita juga
tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi ke kain batik secara langsung.
Tindakan ini dapat mengubah warna asli batik.
5. Sesudah batik disetrika, sebaiknya kita simpan batik di dalam plastik khusus agar
tidak dimakan ngengat. Dilarang memberi kapur barus karena zat padat ini dapat
merusak kain batik.
Jika ingin mengamankannya, berikan merica atau lada yang telah dibungkus dengan
tisu. Masukkan ke sisi batik yang disimpan agar tidak dimakan ngengat. Kalau cara
ini dianggap tidak praktis, cobalah gunakan akar wangi. Celupkan akar wangi ke
dalam air panas, kemudian jemur sampai kering. Lakukan hal ini dua kali dan setelah
itu letakkan akar wangi di dekat batik yang akan disimpan. Akar wangi lebih praktis
karena bisa didapatkan di gerai-gerai batik.

Demikianlah tip batik yang mesti kita ketahui agar kita dapat memilih batik yang
baik dan sesuai, berbelanja batik sesuai dengan keperluan dan anggaran, serta merawat
batik agar tetap awet. Bagaimana pun, hidup dengan perencanaan tentu lebih baik dan
lebih mudah. Demikian pula dalam hal memilih dan berbelanja batik sehingga kita tidak
menjadi boros dalam usaha ikut melestarikan batik.

SERBA-SERBI BATIK

Batik memang salah satu seni indah yang merupakan ciri bangsa Indonesia. Tidak
aneh kalau kemudian kita dapat menemukan berbagai hal yang unik dan menarik berkaitan
dengan batik. Dan beberapa fakta yang mungkin tidak kita pikirkan sebelumnya akan dibahas
dalam bagian ini.
1. Batik merupakan hasil kebudayaan tak benda asli dari Indonesia. Pernyataan ini

dikukuhkan oleh UNESCO, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang kebudayaan,
pada serangkaian kegiatan pada 28 September 2009 sampai 2 Oktober 2009 di Abu
Dhabi, Uni Emirat Arab. Sejak itu, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik
Nasional. Persengketaan dengan Malaysia terhadap berbagai warisan budaya telah
membuat Indonesia semakin sadar untuk melindungi berbagai aset kebudayaan dan
warisan budaya bangsa.
2. Sejarah batik tidak lepas dari perkembangan kebudayaan kerajaan-kerajaan Jawa dan
penyebaran ajaran Islam di Jawa. Kerajaan Majapahit dikenal sebagai masa asal mula
batik di Indonesia. Dahulu kala, membatik merupakan kegiatan yang dilakukan di dalam
keraton dan hanya untuk pakaian raja. Namun lambat laun batik dikerjakan oleh warga
karena banyaknya abdi dalem yang tinggal di luar keraton. Dari hal tersebut, batik mulai
dikenal oleh masyarakat. Kebanyakan dari pembatik merupakan perempuan yang mengisi
waktu senggang.
3. Batik di Indonesia pertama diperkenalkan ke khalayak asing oleh Chastelein seorang
anggota Raad van Indie (dewan Hindia Belanda) pada tahun 1705 dengan nama botex.
Dari situ banyak orang asing yang menyenangi batik dan mendorong kemajuan industri
batik di lingkungan bangsawan Jawa; yang sebelumnya lebih banyak dibuat untuk
kepentingan pakaian para bangsawan di lingkungan istana. Artinya, pembuatan batik di
lingkungan keraton pun semakin terdorong maju setelah adanya usaha pengenalan batik
oleh bangsa asing.
4. Bahan dasar batik pada mulanya adalah kain putih yang ditenun sendiri, malam, pewarna
alami (seperti kunyit, pohon mengkudu, tinggi, soga, nila), dan canting sebagai alat
menuliskan malam cair di atas kain. Proses pembatikan dengan cara tradisional atau
terkenal dengan batik tulis dimulai dengan menggambar pola yang selanjutnya diikuti
menuliskan malam cair di atas pola lalu merendamnya dengan air panas yang sudah
diberi pewarna alami. Setelah itu, kain direndam dengan air panas dengan tujuan

menghilangkan malam yang masih melekat. Tahap terakhir, batik dijemur dan jadilah
kain batik yang diinginkan.
5. Pada abad XX, muncul metode pembuatan batik dengan cara cap. Dengan metode batik
cap, pembuatan batik bisa menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Selain itu,
keseragamannya lebih dapat diandalkan. Namun dampak negatifnya, karena dibuat secara
banyak dan seragam, batik cap ini menjadi terlihat pasaran sehingga tidak disenangi oleh
kalangan menengah ke atas. Pembuatan batik cap memang lebih sederhana dari segi
pengerjaan daripada batik tulis. Walaupun demikian, keberadaan batik cap tidak
menggeser eksistensi batik tulis. Hal ini disebabkan segmentasi pasaryang berbeda antara
batik cap dan batik tulis.
6. Batik solo dan batikyogya sangat terkenal dalam hal corak dan pola tradisional. Pola yang
masih banyak digunakan dalam batik adalah sido mukti dan sido luruh. Hingga kini, batik
dari Solo dan Yogya tetap dikenal luas dengan pola-pola yang masih mematuhi pakem
keraton. Tentu saja, banyak daerah lain di Indonesia yang membuat dan memproduksi
batik dengan pola dan corak batik keraton. Namun ada kecenderungan pecinta batik
keraton lebih memilih batik dari Solo dan Yogya.
7. Akrobatik adalah produk pengembangan batik yang digenerasikan dari teknologi
komputer. Caranya adalah dengan memasukkan motif batik tertentu ke dalam program
komputer. Kemudian program komputer akan menggenerasikan motif tersebut menjadi
berbagai bentuk desain. Selanjutnya desain tersebut akan diaplikasikan pada kaos dan
jaket dengan produksi terbatas. Akrobatik mempunyai visi memperkenalkan batik pada
kaum muda, dengan desain-desain yang lebih pop dan kemudian disablon pada kaos dan
jaket.
8. Batik print merupakan salah satu jenis batik yang baru muncul. Tidak diketahui pasti
kapan mulai dikenal, tetapi kini menjadi produksi batik dengan jumlah paling banyak jika
dibandingkan dengan batik cap dan batik tulis. Jenis batik ini dapat diproduksi dalam
jumlah massal tanpa melalui proses penempelan malam dan tidak menggunakan
pencelupan seperti batik pada umumnya. Namun motifnya tetap menggunakan motif
batik.
Sebagian seniman dan perajin batik menganggap ini bukan batik, tetapi kain dengan motif
batik. Apa pun namanya, usaha ini berkembang sangat pesat dan banyak digerakkan oleh
anak-anak muda yang kreatif. Desain-desainnya yang berani dan pembuatannya yang
cepat, serta dapat diproduksi massal membuatnya cepat populer di lingkungan anak-anak
muda yang selalu menyukai gerak cepat.

9. Pada umumnya, kain yang digunakan untuk membatik adalah dari serat poliester, tetapi
ada juga yang terbuat dari kain katun, kain rayon, kain rami, dan kain sutra. Penggunaan
kain ini akan menentukan masalah kualitas, kenyamanan, dan harga batik.

10. Cara cepat untuk membedakan batik cap (sablon) dengan batik tulis adalah dengan
memerhatikan gambardan coraknya, serta mencium baunya. Gambar pada kain tekstil
bermotif batik (sablon) biasanya tidak akan tembus hingga pada bagian belakang kain.
Berbeda dengan yang terdapat pada kain batik tulis asli yang berkualitas. Pada batik
sablon dan batik cap, pada corak yang halus sekalipun, tidak akan tercium aroma malam
dan sering kali tidak tercium aroma apa pun.

11. Detail gambar pada kain batik sablon relatif lebih halus dan lebih lengkap bila
dibandingkan dengan kain batik tulis. Pada kain tekstil bermotif batik (sablon), detail
gambarnya lebih bisa mencapai ukuran yang kecil dengan warna yang lebih gelap,
berbeda dengan kain batik tulis. Hal ini dikarenakan kemampuan proses sablon semakin
bagus dan teknologinya semakin maju.

12. Harga kain batik sablon relatif lebih murah. Jumlah produksinya biasanya lebih banyak.
Hal ini ditempuh agar biaya untuk pembuatan film atau pembuatan screen sablon bisa
tertutupi karena biaya pembuatan film cukup mahal.
Apabila diproduksi dalam jum|ah sedikit, maka dengan sendirinya harga kain batik sablon
akan sama mahalnya dengan kain batik tulis. Itulah sebabnya bisa ditemukan banyak
batik sablon bermotif sama.

13. Bentuk ragam hias atau ornamen pada lembaran kain sablon sudah pasti akan tepat sama
antara satu dengan yang lainnya. Kain sablon bisa kita temui dalam bentuk gulungan.
Biasanya satu gulung bisa mencapai panjang lebih dari 100 meter.

14. Dengan adanya batik cap dan batik sablon, kini batik dapat dinikmati secara murah
meriah oleh segala kalangan. Tentunya ini adalah hal yang membanggakan. Meskipun
begitu, pelestarian tradisi membatik tetaplah harus diselamatan dengan cara
memperkenalkan teknik atau pembuatan batik tulis kepada generasi muda secara meluas;
caranya dapat dengan memberikan materi membatik pada kegiatan studi muatan lokal
kepada para siswa di sekolah.

15. Batik telah berkembang meluas, tidak hanya digunakan sebagai kain panjang dan busana
jadi, tetapi telah banyak bentuk modifikasi dalam bentuk kerajinan tangan batik.
Kerajinan tangan batik sebagai salah satu warisan leluhur bangsa ini seharusnya
ditingkatkan sebagai kegiatan aplikatif bagi kehidupan bangsa yang produktif. Artinya,
kita menjadikan kerajinan tangan batik sebagai kegiatan yang mendatangkan income bagi

diri dan keluarga. Tentunya ini tidak bisa ditangani secara asal-asalan, tetapi harus
dikelola dengan profesional.
Perkembangan keterampilan tangan batik ini sangat pesat sehingga untuk saat sekarang
ini keterampilan batik ada di beberapa negara, misalnya Indonesia, Thailand, India,
Malaysia, Iran, dan Sri Lanka. Dengan kata lain, keterampilan tangan batik ini ada hampir
di seluruh wilayah Asia.
Tidak hanya itu, dengan perkembangan teknologi yang ada, keterampilan tangan batik ini
juga sudah ada di seluruh belahan dunia. Meskipun demikian, batik dari Indonesia masih
menjadi andalan dan terkenal di seluruh dunia.
16. Batik merupakan simbol komunitas.
Sebagai simbol komunitas, batik menjadi barang konsumsi yang selalu dibutuhkan. Hal
ini terjadi mengingat perkembangan komunitas di negeri ini yang sangat pesat dan
menyebabkan kebutuhan batik juga meningkat. Oleh karena itu, hendaknya kita
mengelola kesempatan ini sebaik-baiknya sehingga akan menjadi peluang usaha yang
sangat potensial di masa depan.
Sebagai contoh, jika suatu kelompok pegawai yang berjumlah cukup banyak
menggunakan batik sebagai simbol komunitasnya, maka semakin lama semakin banyak
kebutuhannya. Apalagi, pemerintah telah mencanangkan hari batik dengan penentuan
penggunaan batik selama tiga hari kerja, yaitu Kamis, Jumat, dan Sabtu.
17. Di berbagai tempat di Indonesia telah ada wisata-wisata batik. Di tempat ini, kita tidak
hanya dapat berbelanja dan memesan batik, tetapi juga belajar membuat batik. Walaupun
tidak semua tempat di Indonesia terdapat wisata batik, tetapi di banyak sekolah dasar
hingga menengah telah digalakkan pembelajaran batik untuk memperkenalkan proses
membatik pada generasi muda.Sedangkanuntukurusanbelanja, batik dapat dengan
mudahditemukan di berbagai tempat di Indonesia.
18. Di masa kini modifikasi terhadap batik dan aneka kreasi batik terus dikembangkan. Tidak
hanya meliputi pakaian, hiasan, dan kebutuhan rumah tangga seperti yang sudah biasa
dikenal. Namun ada juga segolongan anak muda kreatif yang mengecat mobil-mobil
mereka dengan pola batik, adajuga yang mengecat helm dan berbagai atribut otomotif
mereka lainnya.
Anak muda Indonesia memang tidak pernah mati berkreasi, termasuk dalam
mengembangkan batik. Tentunya ini merupakan hal yang positif dan harus mendapatkan
dukungan. Kecintaan terhadap batik bisa membuat batik tetap terjaga dan lestari.

19. Batik ternyata tidak hanya menjadi milik manusia. Di Laut Banda, beberapa waktu yang
lalu ditemukan spesies ikan tertentu yang bermotif batik. Sekujur tubuhnya, dari ujung
ekor hingga kepala, bercorak batik. Untuk memudahkan penamaan, ikan ini pun disebut
dengan ikan batik.

20. Ada berbagai hal tentang batik yang sudah memecahkan rekor MURI di Indonesia, antara
lain panggung bermotif batik parang dan sido mukti, 10.000 roti batik pernah dibagikan
di lapangan Manahan Solo, kolase batik boneka Sinterklas, longmarch batik, mural motif
batik terlama selama 192 jam, jalan berbatik dengan 10.000 orang, batik terpanjang,
cemara batik untuk perayaan Natal, dan lain-lain. Ternyata ada berbagai cara yang
dilakukan orang untuk mengekspresikan kecintaan pada batik dan melestarikannya.


Click to View FlipBook Version