1
2
3
Tim Pengarah
Ir. Gabriel Triwibawa, M.Eng.Sc.
Rahma Julianti, ST., M.Sc.
Tim Penyusun
Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg.
Rif Abrar Raflis, ST, M.S.E., M.Ec.
Ruth Gabriella Damayanti, S.SI.
Larasati Pratiwi, S.T.
Septiadi Ari Nugroho, S.T.
Risty Utami, S.T.
Ignatius Salivian Wisnu Kumara, S.Si
Rischa Octoviany, S.T
Nabilah Mujahidah, S.T
Halimah, S.Kom.
Dengan dukungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan
dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara
Desain dan Tata Letak
Kausar Rahman, ST
TAHUN 2022
ISBN XXX-XXX-XXXX-XX-X
Dicetak di Indonesia,
Diterbitkan Oleh :
Direktorat Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II
Direktorat Jenderal Tata Ruang
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional
Copyright ©2022
Hak cipta dilindungi Undang-Undang
Dipersilahkan mengutip atau memperbanyak sebagian buku ini
dengan seizin tertulisdan penulis dan/atau penerbit
ATR/BPN
Jalan Raden Patah I Nomor 1,
4 Jakarta Selatan 12110
RUSOMKFIAITFHAI
5
“ tata ruang sebagai pintu masuk terbaik
bagi investasi menuju negeri yang
adil, makmur, dan sejahtera
6
SEKAPUR SIRIH
Gabriel Triwibawa
Direktur Jenderal Tata Ruang
Salah satu upaya dalam percepatan pertumbuhan dan Penataan Perkotaan Sofifi diatur dalam Dokumen Rencana
peningkatan daya saing wilayah, Pemerintah meng- Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Sofifi yang
amanatkan pembangunan kota-kota diluar Pulau Jawa, disusun dengan melibatkan semua pihak dan mempertim-
salah satunya adalah Perkotaan Sofifi yang diamanatkan bangkan berbagai aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
dalam RPJMN 2020-2024 sebagai salah satu major Buku ini merupakan versi ringkas dari materi teknis tersebut
project. Sofifi merupakan ibukota Provinsi Maluku Utara yang berisi dasar perumusan, hasil analisis, serta muatan
yang ditetapkan sejak 4 Agustus 2010, selama hampir perencanaan dan peraturan zonasi Kawasan Perkotaan
20 tahun belum berjalan secara optimal. Hal ini membuat Sofifi.
Perkotaan Sofifi perlu didukung oleh kebijakan dan kerjaa
sama antar untuk mendukung sistem perkotaan dapat Terima kasih dan apresiasi kepada tim penyusun dan para
berjalan secara optimal. pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku ini.
Semoga dengan diterbitkannya buku versi ringkas “Peny-
Kawasan Perkotaan Sofifi memiliki fungsi dan peran usunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan
penting dalam mendorong pertumbuhan kawasan dan Sofifi” ini berguna bagi seluruh pemangku kepentingan.
memberikan efek berganda terhadap wilayah sekitarnya. Pada akhirnya, buku ini diharapkan sebagai referensi da-
Oleh karena itu, wilayah sekitar perlu diarahkan perkem- lam penataan kawasan di Kawasan Perkotaan Sofifi yang
bangannya untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan sinergis dan berkelanjutan.
perekonomian di dalam kawasan agar berjalan sinergis
dan komprehensif. Perkembangan Perkotaan Sofifi Jakarta, Desember 2022
dipengaruhi oleh 2 (dua) kota disekitarnya yaitu Kota
Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Guna mensinergikan Ir. Gabriel Triwibawa. M.Eng.Sc
penataan kawasan Perkotaan Sofifi dengan kota – kota Direktur Jenderal Tata Ruang
disekitarnya, diperlukan penataan kawasan yang terinte- Kementerian ATR/BPN
grasi baik secara ruang maupun aktivitasnya
7
KATA PENGANTAR
Rahma Julianti
Direktur Perencanaan
Tata Ruang Daerah Wilayah II
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Guna mewujudkan peran dan fungsi Perkotaan Sofifi
rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku ringkasan eksekutif diperlukan percepatan pengembangan Sofifi, Pemerintah
“Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan berkomitmen untuk untuk mengembangkan pusat-pusat
Sofifi” telah dapat dieselesaikan. Hadirnya buku ini diharapkan aktifitas yang dapat menjadi sektor penggerak pertumbuhan
dapat menjadi salah satu referensi dalam perencanaan di Sofifi yang diharapkan dapat berperan sebagai prime mover
Kawasan Perkotaan Sofifi yang layak huni dan berdaya saing. kawasan di sekitarnya.
Sofifi merupakan ibukota Provinsi Maluku Utara yang ditetap- Pemerintah perlu memastikan bahwa pengembangan
kan sejak 4 Agustus 2010. Sejak ditetapkan, peran Sofifi Perkotaan Sofifi selaras dengan fungsi dan peran Perkotaan
sebagai ibu kota provinsi belum berjalan secara optimal Sofifi sebagai ibu kota pemerintahan Provinsi Maluku Utara
selama hampir 20 tahun, padahal beragam fasilitas bangunan yang layak huni dan berdaya saing. Secara tata ruang, perlu
perkantoran dan beberapa sarana pendukung sudah dibangun segera disusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan
seperti permukiman PNS, dan lain sebagainya. Namun tidak Perkotaan Sofifi dengan menciptakan sinergi untuk investa-
nampak hiruk-pikuk kehidupan perkotaan sebagai Ibukota si yang dapat mendukung kegiatan pemerintahan pada
Provinsi sebagaimana mestinya, selain itu sebagian besar ak- Kawasan Perkotaan Sofifi.
tifitas perkantoran pemerintahan dilakukan di kantor perwakilan
Ternate. Sesuai dengan amanat PP 21 tahun 2021 tentang Penye-
lenggaraan Penataan Ruang, kewenangan penyusunan dan
Perkotaan Sofifi memiliki peran dan fungsi penting dalam penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan
konstelasi Provinsi Maluku Utara yaitu sebagai pusat kewenangan pemerintah daerah. Namun mengingat Pem-
pemerintahan provinsi, pusat perdagangan dan jasa skala bangunan Kota Sofifi merupakan agenda prioritas nasional
provinsi, pusat produksi pengolahan, pusat pelayanan yang tertuang dalam major project RPJMN 2020-2024,
sosial dan Pendidikan tinggi juga sebagai Pintu Gerbang sehingga pemerintah pusat memfasilitasi dan mendampingi
barang dan orang menuju/dari Pulau Halmahera. pemerintah daerah dalam penyusunan materi teknis Ren-
cana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Sofifi.
8
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan
Perkotaan dilakukan secara kolaboratif antara pemer-
intah pusat dengan pemerintah daerah, serta melibat-
kan berbagai pemangku kepentingan terkait, baik itu
kepentingan akademis, bisnis, komunitas/masyarakat,
serta pemerintah.
Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari kata
sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun untuk penyempur-
naan buku ringkasan eksekutif ini kedepan.
Akhir kata, kami sampaikan terma kasih kepada para
pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyem-
purnaan dan penyusunan buku ini. Besar harapan kami,
buku ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai
pihak, serta berkontribusi dalam pencapaian pembangu-
nan di Kawasan Perkotaan Sofifi.
Jakarta, Desember 2022
Rahma Julianti, ST. M.Sc
Direktur Perencanaan
Tata Ruang Daerah Wilayah II
9
DAFTAR ISI
01 PENDAHULUAN
Sejarah Perkembangan Kawasan Perkotaan Sofifi
Lingkup Wilayah Perencanaan
Kedudukan, Peran dan Fungsi Regional WP
02KARAKTERISTIK WILAYAH
Kondisi dan Jenis Guna Lahan/Bangunan
Kondisi Fisik Alamiah
Kondisi Sosial dan Kependudukan
Kondisi Pertanahan
Isu Strategis Wilayah
10
03 RENCANA DETAIL TATA RUANG
Tujuan Penataan WP
Rencana Struktur Ruang
Rencana Pola Ruang
Ketentuan Pemanfaatan Ruang
04PERATURAN ZONASI
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang
Ketentuan Tata Bangunan
Ketentuan Khusus
05 PENUTUP
11
12
01
PENDAHULUAN
13
Sejarah Perkembangan
Kawasan Perkotaan Sofifi
Kedudukan Sofifi sebagai ibu kota provinsi sudah Sebagai ibukota provinsi, pembangunan Kawasan
ditetapkan sejak pertama kali pembentukan Provinsi Perkotaan Sofifi terus dilakukan. Pengembangan
Maluku Utara pada tahun 1999, namun baru diresmi- fisik Kawasan Perkotaan Sofifi telah masuk ke
kan sebagai pusat pemerintahan oleh Presiden Susilo dalam program prioritas pemerintah pusat. Berb-
Bambang Yudhoyono pada 4 Agustus 2010. Keter- agai infrastruktur akan dikembangkan, di antaranya
lambatan ini disebabkan oleh kurangnya infrastruktur Pelabuhan Sofifi, jalan raya dan pengembangan
di kota tersebut. Kota Ternate dijadikan ibukota se- infrastruktur pendukung lainnya.
mentara selama periode 1999 hingga 2010 tersebut.
1999 2010 2015
• Berdasarkan UU NO. 46 Tahun • 11 Januari 2010 - Gubernur RPJMN 2015 – 2020
1999 Tentang Pembentukan Maluku Utara melakukan Pembangunan 10 Kota
Provinsi Maluku Utara, pemindahan awal aktifitas + 1 Kota Sofifi yang me
Kabupaten Buru Dan pemerintahan ke Sofifi direktif Presiden
Kabupaten Maluku Tenggara
Barat Ditetapkan Bahwa Sofifi • 4 Agustus 2010 - Presiden
Merupakan Ibukota Maluku SBY meresmikan Ibukota
Utara. Provinsi Maluku Utara – Sofifi
dan pemindahan aktifitas
• 1999 – 2010 Aktifitas Pemerintahan (sudah
Pemerintahan Prov. Maluku terbangun beberapa kantor
Utara masih berlangsung di instansi)
Ternate karena belum memiliki
prasarana pemerintahan.
14
"Kota Sofifi yang berada
di Provinsi Maluku Utara
diperkirakan akan men-
jadi pusat pertumbuhan
baru di masa mendatang"
Presiden Joko Widodo
2020
• Kesenjangan ketersediaan
infrastruktur perkotaan dengan
Baru publik Kota Ternate menyebabkan
erupakan Pemerintahan dan Sistem
Perkotaan di Sofifi Belum Berjalan
Secara Optimal. Kegiatan –
kegiatan masih terpusat di Kota
Ternate.
• RPJMN 2020 -2024 Pembangunan
Kota Baru Sofifi Ditetapkan Sebagai
Salah Satu Major Project Dalam
RPJMN 2020 – 2024
15
SWP A
Kawasan Lindung, Pusat
Pelayanan Kesehatan dan
Pariwisata
SWP B
Kawasan Lindung, Pusat
Pelayanan Kesehatan dan
Pariwisata
SWP C
Pusat Permukiman Perko-
taan dan Pusat pelayanan
Sosial dan Pendidikan Tinggi
16
Ruang Lingkup
Kawasan Perkotaan Sofifi
Penetapan WP Kawasan Perkotaan Sofifi meliputi Setelah menetapkan delineasi Wilayah Perencanaan
13 Desa/ Kelurahan yang terdapat di Kecamatan selanjutnya berdasarkan Peraturan Menteri Agraria
Oba Utara dengan luas wilayah perencanaan seluas dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
3.508,18 Ha. Penetapan WP ditetapkan melalui SK Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 Tentang
Wali Kota Tidore Kepualuan Nomor 181 Tahun 2022. Pedoman Penyusunan Basis Data Peta Rencana
Adapun luas masing – masing desa dan kelurahan Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten Dan Kota,
dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Serta Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/
Kota, Sub Wilayah Perencanaan yang selanjutnya
Tabel 1 disebut SWP adalah bagian dari WP yang dibatasi
Luas Wilayah Perkotaan Sofifi dengan batasan fisik dan terdiri dari beberapa blok.
Wilayah Perencanaan Kawasan Perkotaan Sofifi ter-
Desa Luas (Ha) % terhadap Wilayah diri atas Sub Wilayah Perencanaan yang ditetapkan
dengan pertimbangan:
Desa Ake Kolano 202,85 5,78
1. Morfologi Wilayah Perencanaan;
Desa Ampera 147,15 4,19 2. Keserasian dan keterpaduan fungsi Wilayah
Desa Balbar 169,97 4,84 Perencanaan; dan
3. Jangkauan dan batas pelayanan untuk keseluru-
Desa Bukit Durian 380,55 10,85
han Wilayah Perencanaan.
Desa Galala 408,81 11,65
Kawasan Perkotaan
Desa Garojou 123,25 3,51 Sofifi memiliki
3 SWP dan 24 Blok
Desa Gosale 153,55 4,38
Kelurahan Guraping 722,16 20,58
Desa Kaiyasa 220,72 6,29
Desa Kusu 203,11 5,79
Desa Oba 390,12 11,12
Kelurahan Sofifi 295,90 8,43
Desa Somahode 90,04 2,57
Kawasan Perkotaan Sofifi 3.508,18 100,00
17
Kedudukan, Peran dan
Fungsi Regional WP
Berdasarkan letak geografis, Kawasan Perkotaan Sofifi Melihat dari rencana sistem kota-kota pada tata ruang
sangat strategis diantara pusat pertumbuhan utama (PKN) provinsi Maluku Utara lebih difokuskan pada perkuatan
pada gugusan pualu Ternate – Tidore (PKW) Orientasi keterkaitan ekonomi dalam wilayah daratan di pulau-pulau
Pelayanan di Maluku Utara mengarah kepada gugusan besar dan kecil, perkuatan fungsi-fungsi kota sebagai
Ternate-Tidore-Sofifi sebagai Pusat Pelayanan dan Per- pusat pertumbuhan, peningkatan aksesibilitas serta men-
tumbuhan Utama di Maluku Utara garahkan kota menjadi pusat koleksi dan distribusi bagi
wilayah belakangnya.
18
Sebagai kota baru pemerintahan Sofifi
diharapkan menjadi pusat pelayanan
utama di tingkat provinsi dan kota.
Posisi ini strategis sebagai mitra
pelayanan pemerintahan kabupaten
dan provinsi. Ternate dan Tidore dalam
konteks Ternate-Tidore posisi Sofifi
berfungsi sebagai pusat maritime yaitu
pusat kegiatan maritim perikanan dan
hasil laut, pelayanan transportasi laut
yang terkoneksi dengan Tidore-Ternate
sebagai pusat distribusi dan koleksi
Sofifi berperan sebagai pengumpul
bagi hasil bumi dan perikanan didaer-
ah sekitar Sofifi kemudian diteruskan
kembali ke kota Ternate.
19
02
WKAILRAAYKATHERISTIK
20
21
Kondisi Jenis Guna Lahan
Penggunaan lahan eksisting Kawasan Perkotaan Tabel 2
Sofifi saat ini memiliki persentase perbandingan an- Tutupan Lahan Kawasan Perkotaan Sofifi
tara kawasan lindung dan budidaya sebesar 21,07%
dan 78,93% dengan luas masing-masing 598,56 Ha No Tutupan Lahan Luas (Ha) % Terhadap
dan 2241,53 Ha. Luasan
Penggunaan lahan budidaya dominan di 1 Area Parkir 1,66 0,05
Kawasan Perkotaan Sofifi adalah untuk
perkebunan sebesar 50,44%, lahan campu- 2 Bangunan Hankam 1,48 0,04
ran sebesar 13,54%, semak belukar sebesar
8,96%, dan permukiman sebesar 7,98% dari 3 Bangunan Industri 2,19 0,06
total luas kawasan budidaya.
22 4 Bangunan Kesehatan 0,80 0,02
5 Bangunan Pariwisata 0,18 0,01
6 Bangunan Pendidikan 11,96 0,34
7 Bangunan Peribadatan 1,42 0,04
8 Bangunan Perkantoran dan Perekonomian 8,16 0,23
9 Bangunan Permukiman 280,07 7,98
10 Bangunan Sosial 0,06 0,00
11 Bangunan Transportasi 0,59 0,02
12 Boulevard 1,43 0,04
14 Hamparan Pasir 33,68 0,96
15 Hutan Kerapatan Tinggi 50,98 1,45
16 Hutan Mangrove 158,60 4,52
17 Jalan 73,76 2,10
19 Kolam 1,18 0,03
20 Lahan Campuran 474,97 13,54
21 Lapangan Olahraga 1,31 0,04
22 Makam 3,18 0,09
23 Median Jalan 2,77 0,08
25 Padang Rumput 4,03 0,11
27 Perkebunan 1.769,62 50,44
28 Pertambangan Galian C 2,83 0,08
29 Peternakan 0,18 0,01
30 Rawa 0,17 0,00
31 Semak Belukar 314,42 8,96
32 Sungai 54,05 1,54
33 Taman 7,70 0,22
35 Tanah Kosong 125,92 3,59
36 Tegalan 117,96 3,36
WP KAWASAN PERKOTAAN SOFIFI 3.508,10 100,00
23
Kondisi Fisik Alamiah
KONDISI KETINGGIAN KONDISI KEMIRINGAN LERENG KONDISI JENIS TANAH KONDISI CURAH HUJAN
92,27% ketinggian di WP Kawasan 32,53% kemiringan di WP Kawasan 50,87% jenis tanah di WP Kawasan 66,21% curah hujan di WP
Ibukota Sofifi didominasi oleh Jenis Kawasan Ibukota Sofifi sebesar
Ibukota Sofifi didominasi oleh Ibukota Sofifi didominasi oleh
ketinggian 0-100 m/dpl kemiringan 3-8% tanah Gleisol Eutrik 3000 mm/tahun
Sumber : Hasil Analisis Slop, 2022 Sumber : Hasil Analisis Slop, 2022 Sumber : Hasil Analisis Curah Hujan Rat-Rata, 2021
KONDISI HIDROLOGI KONDISI CAT KONDISI DAS KONDISI GEOLOGI LITHOLOGI
Terdapat 12 sungai permukaan WP Kawasan Ibukota Sofifi terdapat WP Kawasan Ibukota Sofifi memiliki 48,34% jenis geologi di WP
yang melintas di WP Kawasan CAT Jailolo – Sidangoli yang terletak 13 Daerah Aliran Sungai Kawasan Ibukota Sofifi merupakan
Ibukota Sofifi di Sebelah Utara (Desa Kaiyasa) Bacan Formation
15
Sumber : KLHK Sumber : Aquifer ESDM
Kemampuan Lahan
Kawasan Perkotaan Sofifi didominasi oleh kemam-
puan lahan agak tinggi dan tinggi, yang selanjutnya
dapat dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya sebe-
sar 2.628,54 Ha atau 75% dari luas kawasan
24
Kawasan Hutan
Delineasi Kawasan Perkotaan Sofifi diapit oleh 2 (dua) hutan lindung,
yaitu di bagian daratan terdapat Hutan Lindung Aketajawe dan di
bagian pesisir terdapat hutan lindung Mangrove di sepanjang pantai
wilayah kawasan ibukota Sofifi.
Terdapat Hutan Lindung Pada Kawasan Perko-
taan Sofifi Seluas 77,23 Ha atau Sekitar 2,20%
dari Luas Kawasan Perkotaan Sofifi.
SUMBER : SK.6601/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/10/2021
25
KAonnadlisisisi SSoossiiaallBduadnayKaependudukan
01 Sosial Budaya Kota Sofifi
dipengaruhi oleh dua kerajaan
Islam di Maluku Utara yaitu
Kerajaan Ternate dan Kerajaan
Tidore. Ternate dan Tidore telah
dikunjugi para pedagang dari
berbagai negara sejak abad ke-16
untuk mencari rempah-rempah.
Sofifi didominasi oleh
Muslim. Corak kehidupan
02sosial budaya masyarakat di
Sofifi secara umum sangat
tipikal yaitu perkawinan
antara ciri budaya lokal
Maluku Utara dan Budaya
Islam yang dianut empat
kesultanan Islam di Maluku
Utara pada masa lalu.
03 Secara umum kegiatan
masyarakat di Maluku Utara
didiominasi oleh kegitan
menangkap ikan, bercocok
tanaman, dan berdagang. Hal
ini dikarenakan kondisi alamnya
yang merupakan laut dan
kepulauan, perbukitan dan
hutan-hutan tropis.
26
Berdasarkan budaya turun temurun, terdapat beberapa rumah Data Penduduk
yang masih memiliki elemen khas Arsitektur Tradisional Maluku Eksisting
Utara yang saat ini sudah jarang ditemukan.
• Fala Gaba-gaba (Rumah berbahan dominan ‘gaba’ atau Jumlah penduduk Kawasan
Perkotaan Sofifi pada tahun
pelepah batang pohon sagu), biasanya memiliki atap limasan 2021 sebanyak 19.552 jiwa
dengan struktur rangka kayu atau bambu, dengan seluruh dengan laju pertumbuhan
bahan dinding dan/atau plafon menggunakan pelepah penduduk tahun 2010-2020
batang sagu (gaba-gaba). sebesar 3,78% .
• Fala kanci adalah rumah dengan sistem struktur rangka
kayu yang tersambung dengan tidak menggunakan paku. Proyeksi
Penduduk
Semboyan yang sekarang yang menjadi motto pemerintah
Provinsi Maluku Utara, yakni Marimoi Ngone Futura Perhitungan Proyeksi Pen-
duduk dilakukan dengan
Masidika Ngone Foruru (Bersatu kita teguh bercerai menggunakan metode cohort
kita runtuh), adalah ajakan ke arah solidaritas dan dengan mempertimbangkan
pertumbuhan penduduk
partisipasi. Potensi kultural ini merupakan modal alami dan penduduk migrasi.
pembangunan yang paling berharga untuk dikembangkan Proyeksi penduduk dilakukan
dengan 2 skenario, scenario
untuk pembangunan Kawasan Sofifi. business as usual dan sce-
nario injeksi dimana potensi
terjadi migrasi permanen.
Proyeksi Alamiah
48.480 jiwa
Proyeksi Injeksi
69.480 jiwa
27
Kondisi Pertanahan
Status tanah berdasarkan tipe
hak dari data Kantor Pertana-
han Kota Tidore Kepulauan
tahun 2022 menunjukan bahwa
sebagian besar kawasan dalam
deliniasi Kawasan Perkotaan
Sofifi berdasarkan peta persil
bangunan didominasi tipe Hak
Milik, Hak Pakai dan tidak ada
keterangan (belum terpetakan)
Pada tahun 2022 sebanyak
40,38% lahan di Kawasan
Perkotaan Sofifi sudah memiliki
status kepemilikan tanah, dan
Sebagian besar didominasi den-
gan hak milik sebesar 33,50%
28
295
Potensi dan Permasalahan Permasalahan penumpan
Kawasan Perkotaan Sofifi Umum
Pelabuhan Ferry sebaga
1. Belum tersedianya jaringan
sistem transportasi pendukung orang menuju pula
perkotaan yang melayani
pergerakan penduduk di Pelabuhan Pengumpan Regi
Pulau Halmahera
berpotensi sebagai pusat distribu
2. Belum tersedianya jaringan
persampahan Kawasan Industri
3. Belum optimalnya sistem material bangu
jaringan drainase perkotaan
4. Terdapat beberapa titik
kawasan rawan banjir
luapan sungai dan
genangan hujan
Keters
pengembang
30
Hutan Mangrove Sebagai kawasan ekosistem
PENGEMKBOANNSGEPApesisir, berpotensi kawasan konservasi dan pariwisata.
Pelabuhan Ferry sebagai pintu masuk N IBU KOTA
SOFIFI
ng/barang dan destinasi wisata pulau halmahera.
Pasar Galala sebagai pusat Pelabuhan
distribusi barang di Pulau Halmahera Ferry Galala
Pasar Balbar potensi daya
Tarik wisata alam pantai
Pelabuhan
ai pintu masuk Speed
au halmahera.
Pelabuha
n Sofifi
ional Sofifi Teluk Guraping
usi dan koleksi. berpotensi sebagai sumber
air baku/ kolam retensi.
i pengepakan Pelabuhan
Somahode Kawasan Pemerintahan
unan (semen). Provinsi Maluku Utara dan
perumahan PNS.
sediaan Lahan untuk Sungai Oba memiliki
gan kawasan permukiman. fluktuasi limpasan yang
cukup besar sehingga
berpotensi terjadi banjir
luapan.
31
32
03
RENCTAANTAA RDUEATANIGL
33
34
Tujuan Penataan Ruang
Kawasan Perkotaan Sofifi
2022 - 2042
Mewujudkan Kawasan Perkotaan
Sofifi sebagai Kota Pemerintahan
dan Gerbang Utama Pulau
Halmahera yang Layak Huni dan
Berdaya Saing.
35
I.A.1.B
K6 Kabup
K
Pulau Ngeli #KKKK#K HalmaKKKKKKK
K
I.A.1.A
K
K6D#K(K6KD#(6D#K6(D#(D(D#(KKKKK KKDK6#(KKKKKKKD#K( K 6D(#6K6D(#6D#(6D#(K(!L !I.A.1.C Ba
K
À ³8 ³²A ÕI.A.1.E
KKKT#PK(DKSK6 K
127°35'0" BT 127°37'30" BT KKKK6K#KD(D#K6(D#(K
341000 m.T 346000 m.T
0°47'30" LU (D e s a K a i y a s a #IK.DA.K1.D
PEMERINTAH KOTAI.AT.2.AIDORE KEPULAUAN #K6D(KKK
²³PROVIKNKSI MALUKU UTARA
KK#D(K6KK#(DK IPAL I.A.2.C
I.A.1.B ¾78³£ ²³ ²³I.A.1.F PK ERKK#AK(DTK6U#(KKRDRAE#NKD(ADKWNIOe.6KAN.C2AsM.DÕAWaSTO#DK(DNAAAKRGANH(LDTLoDKPIUADSTPsKNEMEaEDOINTl.RAP2.e2TAT.K0IBDARAII2POLATA2NTLATTDNIG-ADAH2AITOUID0ANNR42RESD2UO0K2AFE2DNIPFGUI LDAUDANK6#K KKKK#KD(KK#6KD(KKK
K
Kabupaten DK(KK#KD(K6KK#D(KKK#6KD(KKK#D(KK6K#KD(KK#KD(K6K#D(KKK#6KD(K
Halmahera K KK
I.A.1.H 6
Barat K6 6
K6 K KK KD(KK D( KKKD(KKKD(KK D(KK
K 6 66
Pulau Ngeli #KKKK#K I.A.1.A KKKKKKK
D6#(KKKKKKKKKKD#(K
Selat Tidore KK6D#K(K6KD#(6D#K6(D#(D(D#(K(!L ! I.A.1.C
KKKK KKDK6#(KKKKKKKD#K( K 6D(#6K6D(#6D#(6D#(KK
À ³8 ²³A ÕI.A.1.E
KKKT#PK(DKSK6 K
(D e s a K a i y a s a #IK.DA.K1.D KKKK6K#KD(D#K6(D#(K DD KK
I.A.2.A
#K6D(KKK
¾87³Õ£ ³² ³² P±ET²³A RENCANA STRUKTUR RUANGI.A.1.H KK Pulau Sibu
KD#(6K#KKD#(KKK##KKD(6KK#K#D(KKKK6##DK(KKD(KKD(K6#KDK#(KKD(KKKKKD#(KKKDK(K#KD#K(KK#KKK66KKKKKD(K#KKKKKKKKKKKKKK#6KKD(#KKKK6KKKK#KKKDK#(KKK6KKKKK6DD#K#((DK(KKKD#(KKD#(KK#KD#K(D#(KKKDD#(DD##K(K(KK6DD#((#D6#6#KK(KKD#K(KKKDD#KK((DKKKK#K#DKK(KKD#(D#(#KKK#KKKKD#(KKKKK6K#6KKD(KDK#6(6KKKKKKKK#KKKD#(KD#K(K#K6KKKKKKKD#(K6KD#K6#D#KD#((D(KK66KD#KK(KK6#DK#KK#K#(KK#KDKKKDK#(KKKKK6DD##DK#(K((KKD#KK#(KKKKD6#KK(DKKKDD((#D#K(KKK#KKD#(KKD#(KK#KDKKKKKK#KKKD#K6K(DK(KKDKK(KKKKDK#(K6##6D#KDKKK(DKK(K#KKKKKKKK#KKKKKKDK6#(D#KKKK(KDK(KKDKK6KKDK(KD#(#K6KKKKKKKKD#KKK(KKDK(KKKKDK(KDK#(K6KDKK#KKK(KDKD#(KKKKKKK6KD#(KKKKKDKKKK(DK#KKDK(K(KKKKKDKKK#DKK#KD(DK#(KKKKDK(KD(#KKD(KKKDK(KKKK6K#KKKKKKKK#KK#KK6D##KK(6K#KKD6K#D((KDD#K#K#K(K(KKDK(KKKD(#KK#DKK#D#K(KD(D##(KKKDKK(DK#K(KKKDK##6K(DKK#(KKKD(#KDK(#KKD#KKK(KKKD#KD(D##6K#(KKKK(KKK6KK6#KDKK(KKKKKKKKKKKD#(KKKKK6KDDKK(K#(DK#K(KKKD###KK(KKKKKKKKKK##KKKK6K#KKD6#(KKKKKD(KKKK#KK6KKKKKKKKKK##KKKKDK##K(KKKKKKKKKKK#6KKKDKK(K6#KKKKKK#KK6KKKKDKK(6KKKKK6KKKKK6#K6KKKKK#D6K#(KD(KKKKK6KKKKKK##KKKKK#D#(#KKKKKD(KKDKK6K(KKKK6K#6KD(#KKKK#D(KDK(#K#K#KKDK(KKKKKKKDK(KKKKK#KD(KKKD#K6#DK((#KKKKKKKKKKKKK6#KKKDK#D6(K6K(KKKD#K(KKKKKDD(KKDK#(KKK#(KD##KKKD(#DKKK(KKKK#KKKKKKD#(#6KD#KKK#K6K(K6KD(KD#KKDKD6(#6DK#D(DKK(((K(KKKKKK6KDKKD6KK(D#KKK(KKKKKK#6KKKKDK#DD((KK#(KKDKK(KK6D#KKKKKKKKKKKKD(#K6D#K(KKKD(KKDD(#KKKKKK#D#K(KDKKK(#6KKKKKK6DKD(#KD(KK6KKKKKKDKKKKK(DKK6(KD6D#K((6D#KK6KK(#DDKK(#KKKKKKKKKKK6KD#K(K6KKKKK6KKKDKDDDKDKK(((K(K#KDKKKKK(K6#K6KD#KK6(KD#K(KKKKKKKK6D6(#6DKDKD#6(KK6K6D(#(DK(KKKKKKK#KKD(DK(DKKKK(DKD(D(KKKDKDK(K(DKKK#(K6KDKK6(6K6KKKD#KKKK(KKK#D#DKKK((K#KDKKKK(KDKKDKD(K#(KKDKKK#(KKKKD(KDKD(#KKKK(D#DD#(((KKD#KKK(KDD#KK(KKKDD(#6(KKK#KKDD(K#K6KKD(KKKKK##KKKDDK(KD(K#KKKKKK#KKKKKK#6DK(DDK(KKKKD(K#DK(DKKK6KD(#KDKD(KKKKD(#KKD(KK6KK#D(DK(KKKKD(#K6KD(KKKK#KD(KKK#6KD(KKKKK#D(K6KK#(DK IPAL I.A.2.C DKD(KKKDD(KKK D K
D(KK
#K(DK D D D K
K6#(KD K6#K KK(DK D U SKALA 1:20.000
KK#K(D #K(DK6K K D IPAL
KK D I.A.2.G
D6#(KKKKKKKKKKD#(K 0
I.A.2.B 0.25 0.5 1 1.5 2
Km
I.A.1.F D
8ÀÀAA¾87³³²¾!h78Õ ¾¾87978hd !"ÂÀA¾87 (!²0VU²³¾²³78d²¢²³"C³²¾78²¾78(!8²³À¬³ÀAÕ²³"C²³ÀA²³³²8¾³78Õ!ÀA"³²ÀA³²ÀA"C²³0ÀY¾87²³³²8ÀA"CVU²¢VU³²VU!" ²³²³²h!²³(!0dd¾87³²³²³²¾78d Kh!³²²²³²³"C&ed!(¾Th8pK)!"iÂ!u"dÂdoloh!²ta³²arue!(ad³²8n¾87ÀAÀA¾78³¾h!78(!0Õ ¾¾87978h!"ÂKdOebca!a"ÂÀAmU¾87atatar(!a²0n VU³²¾³²³²87d²²³&¢²³8"C"C³²³²¾87VU²¾87!(8²³VU À¬³ÀAÕ²³²"C³²¢ÀA³²²³8¾³87Õ!ÀA"²³²³ÀA³²ÀA"C²³0YÀ¾78³²³²8ÀA"CVU²¢VU²³VU!" ²³²²³ ¾87 K²³"C&e!(TpKi!u"dÂdolo!htaaruean (!0 !"ÂKOebcaamUK!(!(!hh(ÀY!!¾!h)h¾dd"0Â0878(!taEatarTanER³²³²A8N"C"/GVUAN VUDIAG²¢RAM"C³89²³²³À³²²²ÀV²UA¬Õ£¢dLOKASI& ((((((((&((((((((((((((((((((( (((((( (( ( ((((((((((( (((((((((((((((((( ( (( (((((((( (((((((((((( ((((((( (( ( (((((( ((( (((( (( ( ( (( ((( (( (R((ENC((ANA(( ST(RUK(TUR RUANG &KKK(K(#DKKaDK9.KKIB.KK(.#KDBDK(#D.DrI6KI..Ke#IP4BK..K6K(#CBK.Oo(D.AKKD6S4DK.IKK6.lK.CLJ.KKGj.KbI#u4o.C.KKAo(.D#D9arIfKK.(K.#KCEDuI..6DKaiBKBK9KI...#F4KBKIf.K(D6h.BK.I4DIK6.iK..6K#C((DMD#D.(K#a(KF.KKD6DIK3IK.(eD.IBK.B.(KDKEBK#Dn.K#.KK4(I#4D.K.os6(4.C.#KKDKKDF.K6H.K(4(KK#D#alD.(#BKDKK6DII..KBBa#K6KKK..IID.DK44.6ICIC....AKCKnKBEB.(.K3#3.D(.K5.K#4De(.KIKAKC.#PD(.#okC#GD!(66(KDAKD#DKI(K(s!.6KKD#(B(DK6ILKK#eD6#D.DBK.I6K16.KKaBK.(I.1(DPJK6#D.K.KK46FI6A..(KCKDC(66KL#KKD#.(DT(D65B#KD#(D6.PKBKID.#K(D6KB6ISI..aIB.BKP1K#I(....D4A1BH#KIl.IK...A.IECL#C7PID..b.K#.DBA53#ID#..K#6..BDDL7K#aI...K5A6C!I..BK.(BK5#rD#II#....BB1AK##K(...DDG11IKIPK6...KCBBA(6K#D.ID5.6KLC.((KKA##DD.63K6(e#.KDIDB.(KIB#KD.KKCs.I(1(.DK.K#BD5.(ID#KKDP..(KaIE1K.AIB..KIATKKKBK.(.K(LBD(1#KD(.PDI#5.DK.(KPKKIK2DIK.PA.SC.KBA(ADKKAKK.K#L7K(KLKK.m#ID(KDB.KK(KBK#6DKKK.(KD1KTKK#KK((.pK#KD6DIKPIKKT.K#KBK#KSKP!Ie.I.IKI7(.6KKK#B..IDBSBBP.KKC.I.K2...r2K(A3K5B##D.(D.K6B..K(DTK.TLDDDK2K#aK(#IKKD.PKPKKCK(#DK#(#DKKSSKKKK!IIK.K.BK(DC#KKKKDK.K.(3KB5IDI..KDK6KK..BCIKBFu.KK.KB6I#.3KK.u3KI#K.B..e3.AFKKrA.#.T3K.(EKK5Dk.KIsBP.i.EBKKS.KDia8aK.#AKt#nK6#KKKK6IK.AK.K5##.AKI.BIPK.K3A.KKG6IL.A#K#TK.56P.DKSITIP.KCA.#IKL6KP#.DIA.KKDSC!ILI6IK...I.#6CIKCI.C6e6PPC.K#.Ko#.B.61.A6A6..sK.AC.KCILLE.mCDTIK.aC.KII#P7I.#.DKKA.(A6.DK.C61KA..SeIaK5K5...#(KDIAC..1K(.D#GDCKBKAK!K..6(6DB.8DsK#6Dh(KDK.#K6K.K#DAa(D###DDDKKK6PaKK#KoDKKKKl#(6uKD#DKIIIKl6KK.PPa#IaC.K(d#IDCu6AKA.K.!(C#K7D#l.IDS8.L.LK.6BCiK8IK6.ea.KbKC#D..CD#K6EKu#DK.6.KIK7KA.I#A.KD.KABKKK6.K3.K(KI3K#((DD.(D.DKIDA#C.KKD.KBKCK.KIK#3#DK.III6C....K.6KDK2CACK#eDK#KD#D.KKDI..K8..PB4#K8D2KK.TK6.I#K(FDB..A.KKsBCKB(D6KKK#P##DD6IKL.#.6DK6KKKKBD!SK#IDD.K.aI.C.EKIA6.KKK.C##D..D#II8DK3BTI..#KKDD.e6.BKB..KC8AHK#PKIK.K.#.#I.D.6K4#.GGCDK2BK#DS..s6DK(K.DDL..K6A846.KK!K.6BKKC#aDKKaDKIK.KKIB.KK#K#DB(K#D.DrDI6K..Ke#I4BKIK..K.6K#CBAK.OoD.KKD6S4.DKK.IKK46.lK.C.JKA.K6KKKG#j.Kb(I#u4Go.D6KC.KKA(oDeK.D#D9uarIfKK.K.#K6(KCElDDuI..6DKraiBDKB(K9uKK(DDI...#KFa4KKBKIf.KD6rh.BK.KI4KDIK6.piK.6.6KaK#C#DMDD#KKD.K(#aKF.DKKD6KDIK3i(IDK.6ehD.IBK.B.KKDKEBKn#Dn.K#.KK4I#4Da.K.Kos64K.C.#KKDDKKgF.(K#6DH.KKn4KK#D(#a(lDD.D#BKDKKK6DII..K6BBa#K6KKK..IID.DK44.6ICIC....AKCKKnKEBB..#K3#3.D.KK5(.K#4(De6.DKIKDAKC.#PD.#okC#GKD!66KDAKD#DKIKs!.6KKDK#BDK6ILKK#eD6#D.DBK.I6K#1K6.KKaBK.II.(.(1DPDDJTAK6I#D.KK..KK4AI.K6FIP6A2..K.CK.DC1K66ASEKL#KKD#..DTDG65LB#KD6#KD6.PK#B/"KID.I#KD6(KPB6DISI..aIBA.BKP1K#I.L...D4A1BH#KIl.IK...A.IECL#C7PI6.IDA..b.K#(.DDBA53#I.D#2..K#6..BD.DL7FK#IaI....K5AA6C!I...BK2.BKD5#r.D#II#G....BB1AK##KI...DDe.G11IAKKIPK6...K.CBB2As.6K#D.DID5.6KLC.aKKA##DD.63K6eKD#.KDIDB.KIB#KD.KGKCs.I1.DKK.K#BD5.ITD#KKDPo..D(KaIE1KKP.AIB.K.KIASTKKKBKs..KLBD1#KD.PDI#5.DK.KPKKIK2aDIK.PA.SDC.KBAADKKAKK.lK#L7KKLKK.m#IDeKDB.KKKBK#6DKKK.KD1KTKKI#KKP.pK#KD6DIKPIAKKT.K#KBK#KLSKP!Ie.I.IKI7.6KKK#B..IDBSBBP.KKC.I.K2...r2KA3K5B##D.D.K6B..KDTK.TLDDDK2K#aK#IKKD.PKPKKCK#DK##DKKSSKKKK!IIK.K.BKDC#KKKKDK.K.3KB5IDI..KDK6KK..BCIKBFu.KK.KB6I#.3KK.u3KI#K.B..e3.AFKKrA.#.T3K.EKK5Dk.KIsBP.i.EBKKS.KDia8aK.#AKt#nK6#KKKK6IK.AK.K5##.AKI.BIPK.K3A.KKG6IL.A#K#TK.56P.DKSITPKA#LK#KD6K#6e6K#sKKaII#..KAADK..K5K5#KDI...DGCBAKK6D.DK6KD#6.KAaDKKKKKl#DKKKa#K#D6K!#DlKaK#KK6IK.IA.KAKK.3.KI3K#DD..DKDAC.KBKK.3#KI6..DKAKK.4KK6.#DBKKDK#KI.A.3K.A#KI.BKD.68.K6B K#DIK.A.K4.KAK6K#GD6KDeKuK6lDrDuKDDKaKrKKp6aK#DKKDKiD6hKnaKKDg((D#DDDTTRRRKIPnbRDrrDKeeeeaa/"u(B!6ernnnnnLKaInKcccss((DDDicKppaaaro#aaoonnnKt6DDnnarraaaKJJGJPTTSPJTPGJPBPJJJSSIIGIttabbbaaaaaeaeeeaeaSPPPeaeeaeeaaaaJJJKauuurmrmlrlllllsslmnlllmlluuuaaaaaarrPmmmeauaauuaaarDDPSdd#iiKgbssnnnnnnbbKKKirbbrbrbbImrrrseuuiii.aaDLuaaaDDTAaannnirIauuuaaaiiiPoooKKKLLLL.sttnAnnnnI.onnnattaaaPPIDhhh2anneioioaatttuttnoo.LPannt.lll1aaaKguaaaASEuuygggrUUggUakkinnseldlr.inggsBKPeeeGannnnakkatLaeienaaamumddd6tKPKKkkmlTkknhaegtiirPlla#tkatatatmPPPuuiknnnttiererunkaPSbyLoomtPeLrrLrDnnaoeeeussuaclaaauaLiVHArerrniiuGbeggnESTvnnnbissunmasonihUkmgSPlTTTaagreiggyttaarsagoikaunnmuarrrTeeeeprennaeaneuuiiyaarnninirskknhgggmeakmIbdmmrgaantsMn6.nPSidiAdgaaaiunaKzTLreiDntkee.AppresaKbnnnnga2genYraaaooirr.LaaakamlgggdpnFanei/eintiTnnaunUDnnnaaaanealleoirunnngK/KpgnnnrgteLRrKPrydraaeUDoaaBosDTRMaateenutlhka11aBaiwaaiDgr2e2nepaa77sKns/i°°nKyagien00oKnlej''ae00idistgean""/rasalBDtaaianaTewknAh(seglPlaSaKsan(BP(IOiesUPaSTrhAealaTLTUanr(ETTITtkSDRTOKyENRaKSDCPoEEEK)::::.AUCLEKUTRA.CETITaTDA.CtsATOTe)R.EINIMTRaADGDGUTIHUEOD)RnORrAERaEMALkBMKanAeranoAARK)iKBdHAOtniBBtodE.TEvaTuPKRAmEUUKaaCTiAaA.TeALOKRTdmEGABIEABCDKttNAn.EGU.OCOaaSirAHBE.HHAKUOAOL#RnEAABBASsKKKNCRRRBRPRRTTEeAA6ssELA.ELANWMKMLRiaTAKKKTIIAAoeAAeeeeeeesGPPKKBTHPHHPA.ElAAEnKKKgSnnnrnnnANtGRaeTRSLLLTMEArTaAMK11grNKKKlbccccccA22#AauG88SaBcHru°°Aaaaeaaa.E00srHa''Ru2f00apnnnlnnn""AHii1noABsnha0LTaaaaaaTMKRDJJJTTBTBJSPRTTJITJBIJIMI9slatMA0nnPAeaaaaeaaeaeeeadUBi(HuaaaeeonevJJJJJPt8fseR.AEB8nrlrmmlmrrmmrirannsnnRacmnuukt/niiiiieaaaaaa4LAeannnnnD/aytgggncrr3pppppaKnsrKerrrrrrlgggggcntuuuSaaaeaaSaEaart)siiiiisoaaaaaulrOaLnnnnlsnnnnnetkttttgsveuGtennnnnmtTiaaaaiaPPEEPtaiaakpkBggggge(oePmnnnlTPDDDpTrtkeveeevaJaMaaaaalmulirruueaaPednnnaoPPPrrrsdorabKnnnnnaaaalpakkagjagreSeeeedlanSiiiisauuaosaomennnnUnnnu3lsATTPDPriiawaainllghaasaagaakmRoacpBrSessnTateriasssrsaLnmaOlhnuea)iiraeiaalneeeBasiAnsrmgKaMnAmeSBtpanmtaissMsUioAknTTgaPSaokeckbunnAncaamTaaeebkaPharenimhiSireoZiplaSilriutTrnrmrineknmeagHsAria11aaeemnvsaao22uManMtkiuL99SAmAieenersng°°mpMrnenog00(ntLiAaer''rmitruS00iaenpdmBeLa""rampaMUmtPaBnSnuTaenalBKraahouTUAatmhrtOeeLbTkeuhiBBBBUAlan5aHakTneur/)TAtraiaiaaaaPRak2RiEnrtleaeobeAaPihattttnReernnnaaaaspraespNrAauAssssomincidn(ahsiBn(jradyeWBSSauTeaTuL,knlanPWulyaSoPiiRm(mbaSsak)TPeaa)baWSPBddnannWSuPlhaoKPcTkneoN),doenLokasi 84990 m.UD( KD(KKDKD(K
KKD(KKKDK(KKKD(KKKKK6D#(KDKDD(KK((KK#KK6DDK(6KKK(#6KK#KDK66D(DK#K((K6K#DD6((DKKK(KKK6K#KKDKK(K6#DKKK(K6KK#DKDD(((DKKK(KKKDKKD(K(DKD(KK(KD(DKK(DD(KKK(DK(KKKKKKDK(KKD(KKKKKKKDKK(KD(KKD(KKKKKKDK(KKKKD(KKKKKKKKKKKDK(KDK(KKKKKKKKK#KKKKKKKKDDK((KKDKK#(K#KKKKKKKD#KKD((KKKKKKD(6#KKKD(KD(K#KKKKD(K#KK#DD(K#(#KD(#K##KKKK6KDDK#DK#(((D##(KK6KKKD(KDK#(K#KKDKK(#6KD#KKD(6(KK#KKDKD#(KK(K66KKKKKD##(KDKK(#KD(DDK#KD(KD((6D(K(#KKKKKD#(D6#(KKKK6KKKKD(DKKK#(KKDKK(KKDKKKK(KKKKK6KK#6KDK(DKKKKKKKK(KKKKKKD(#K6DK6KD#(KK6(#KK6KDD(##KKD(K#K66(DK#(KKKKKKKKKD6#6#(KKDKKKD6KK#KKK6((KKKKKK#KKKDKKK(#D#KKKK(K6KKDK6##KKK(KDK(#KKKK6KKKKKDKK##(DDK#K6(#KK(DK(KKK6DK6##(6KD#K(KKKDKK#KK(6KKKK6KKKKKKKKDK#KK(66DKKDKK(#(#KD66D#((KDKKKKKDK#K6K#(K(D#KK(KKDKK#DDD(6###(((KKKKKKDKKK#K6D6K#KK(DDK(6##((KKDDK#K6(#(#KKK6KKK6KKKKDKK#6D(K6(#KKK#6KK6KKKDD6(K##D(DK(6#KKDKK#(KD(KKKK#D6D(K#K6##KK((DDD#DKK66(#K#(#(D(DK(###(KKDK6K#(KDD6(D##K6K#KD#(KK##KKK(KK(KKDKD66#K#K((KKDK6K(#KDK6#D(K#(KKKK#KKKDK6D(#(#KKKK6K6DKDKKK(DKK((#6##6KKD6(KKKK6DKKK#DD#K6(KD(#K(6#6KKK(KKKKDKKKD(K#D(KK(K#DKDK#KK#KK(K6K(KKKKKKKKKKKKKK6KKKKDKKK##KD(KK##(KKD(DKKK#K(K6KKKKKKD#KKKD(#KKKK(DK(#KKDK##(KKKKKKKKKKKD#KKDDDK66K##((DK((#KKKDK#K((K6KKKKKD(6#KK6KKKKKKD#K(D#(KKKKKD#KKKKKK(KDKKK6K#(6#KKKKKDK(#KKKKD#KKKKD((D#K##D(K(6KKKKKKKDKK6KDDK(#(#DK(KKK(KKKK6KKDKKKK#(DK6#D(#KK6KDD(KK(#DKK((KKKKKKKK#6#K6D6DD(KKD##D(#KDK(KKK#(#((K#KKKKKKKK6KKDD(KDD(K#KKK(K6KKD#(DKKK(KKK(KKKKKKKKKK6KD6#KKK6DDKK(#KK(DKK#K((KK#DKKKKKD(KK(DK(6K6##KKK#KKDD6DDKK(D(#KD(#(KKK#K(KK(DDD(KK(K#D((6#K#KK6KKKKKKKDK(DK#KKKD(D#K#(K6K6K(KKKKKD(KKK#6KD#KKKKD((DKK6#(KKKKKDK(K#DK6K6KK(DKKKK#K#K(DKKDK(K(KKKK#KKK6KKKK6DKDK#(D(6#KK(#KKKKKKKK6KDKK#K(K6KKKKKKD#KDKKK#K((D#KD(K(KKKK6K##DD6##K(KDK#K#(KKKKKD(D(KK#KK(DDD(((KK#KK##KKKD(DKK#6KKK(KKKKDKK(KKDDK6DK#(6#K(K6K(KKKKK6KK6DK#KDK#D((KKKKK(KK#K6KD6KDD##KKK(KKKK(K(KD#DKKKK#D(KK(6K#KD#((K#KKKKK66KDKD(D(KKKKK#K(DKK(KKKK#KKKKKDDKK(#6(KDKKK6D(KKD(D(#(KKKKDDKKD#((#KDK(K(KK6##6KKKKKKKKDKKKKK(DK(KKDK#K#KKD(#D6K6#K(D(KK(K6KDDK(K##KK(KKKK6KKDKD(K(6KK#KDKKKKKD#6((KKKKDK(KKK6KKDK(KKKKK6#KKKD6KD6KK#KK((KKKDKDKKKDD6((KKKKDK((D6K##K((6#KKKDKKKK#K#KKKKK6(DDDKKK#K(K(K6KKKKK(KDD#K6((KKKK##KKKKD6D(#DD(K#KKK6K6K#D(D(KKK#KKK(K(6DKK6K#K#D#DDKD(#KK6#(K(((KD#KKKKKK(6#KDKKK#KK(KKDKK(KKKKK6#K#K6#KDKK#KKK6D#((KDKKKDKK#(6KD(KKK#KK(KKKKKKDK(#6K6D#6K#(KKKKDDK#DKKKKKK(K(K6K#(KKKKKKD6#D(##KKDDKK((66KK#(KK#KDKKKKKKKKDD(KK(KK(KDK6DKKK#(KK(DKD#(KKKKK#KKK(6DKKK#DKD(KK#D(KK(K(KKKDKKD(KKKKKKK(KDDKK(#DK(6KK#K(KDKD#(KKK(KDK#KKK(KKD6KK#(KKKKKKDKK(KK#DK6KKK#K#K(KKKKDK##DK(#(DKKKKK(KKKKKKDK(KKKKKD#K(KKKKKKKK#KKKKKKKKDKK(KDD#K((KKKKDK(KKKDKK(KKKDK(KKKKD(KKKKKKKKKKKDK(KDK(KKKKKKKKK#KKKKKKKKDDK((KKDKK#(K#KKKKKKKD#KKD((KKKKKKD(6#KKKD(KD(K#KKKKD(K#KK#DD(K#(#KD(#K##KKKK6KDDK#DK#(((D##(KK6KKKD(KDK#(K#KKDKK(#6KD#KKD(6(KK#KKDKD#(KK(K66KKKKKD##(KDKK(#KD(DDK#KD(KD((6D(K(#KKKKKD#(D6#(KKKK6KKKKD(DKKK#(KKDKK(KKDKKKK(KKKKK6KK#6KDK(DKKKKKKKK(KKKKKKD(#K6DK6KD#(KK6(#KK6KDD(##KKD(K#K66(DK#(KKKKKKKKKD6#6#(KKDKKKD6KK#KKK6((KKKKKK#KKKDKKK(#D#KKKK(K6KKDK6##KKK(KDK(#KKKKKKKKKDKK##(DDK#K6(#KK(DK(KKK6DK6##(6KD#K(KKKDKK#KK(6KKKK6KKKKKKKKDK#KK(66DKKDKK(#(#KD66D#((KDKKKKDK#K6K#(K(D#KK(KKDKK#DDD(6###(((KKKKKKDKKK#KD6K#KK(DDK(6##((KKDDK#6(#(#KKK6KKK6KKKKDKK#D(K6(#KK#6KK6KKKDD6(K##D(DK(6#KKDKK#(KD(KKKK#D6D(K#K6##KK((DDD#DKK66(#K#(#(D(DK(###(KKDK6K#(KDD6(D##K6K#KD#(KK##KKK(KK(KKDKD66#K#K((KKDK6K(#KDK6#D(K#(KKKK#KKKDK6D(#(#KKKK6K6DKDKKK(DKK((#6##6KKD6(KKKKDKKK#DD#K6(KD(#K(6#6KKK(KKKKDKKKD(K#D(KK(K#DKDK#KK#KK(KK(KKKKKKKKKKKKKK6KKKKDKKK##KD(KK##(KKD(DKKK#K(KKKKKKKD#KKKD(#KKKK(DK(#KKDK##(KKKKKKKKKKKD#KKDDDK66K##((DK((#KKKDK#K((K6KKKKKD(6#KK6KKKKKKD#K(D#(KKKKKD#KKKKKK(KDKKK6K#(6#KKKKKDK(#KKKKD#KKKKD((D#K##D(K(6KKKKKKKDKK6KDDK(#(#DK(KKK(KKKK6KKDKKKK#(DK6#D(#KK6KDD(KK(#DKK((KKKKKKKK#6#K6D6DD(KKD##D(#KDK(KKK#(#((K#KKKKKKKK6KKDD(KDD(K#KKK(K6KKD#(DKKK(KKK(KKKKKKKKKK6KD6#KKK6DDKK(#KK(DKK#K((KK#DKKKKKD(KK(K6K6##KKK#KKDD6DDKK(D(#KD(#(KK#K(KK(DDD(KK(K#D((#K#KK6KKKKKKKDK(DK#KKD(D#K#(K6K6K(KKKKKD(KK#6KD#KKKK(DKK6#(KKKKKDK(K#DK6K6K(DKKKK#K#K(DKKDK(K(KKKK#KKK6KKKK6DKDK#(D(6#KK(#KKKKKKKK6KDKK#K(K6KKKKKKD#KDKKK#K((D#KD(K(KKK6K##DD6##K(KDK#K#(KKKKKD(D(KK#KK(DDD(((K#KK##KKKD(KK#6KKKKKKKDKK(KKDD6DK#(6#K(K6K(KKKKK6KK6DK#KDK#D((KKKK(KK#K6KD6KDD##KKK(KKKK(K(KD#DKKK#D(KK(6K#KD#((K#KKKKK66KDKD((KKKK#KDK D(D(K KK 6 # KKKK6KK(DKK KKK
KKD(KDK(KKD(KDK(KDKK(KKD( K#6#K6
K(D K#KD(KK DDDD
K(D 6
(#DK6 K#K(KDKK#6K(D6KKK(DK K6K(D KD(KKK DK(
K KK(DKKKK(DKKKKKKKK#KK(DKK6KK#(KK6D#K(DK6K(#KKD(KDK6(D(DK(KDK(KKK(KD#KD#K#6KKK(D(KK#KD6((DKD#KKKK6((DDK(DKKKKK(D#6(KK(KKDD(6#DK(KKDKKKKKKKKKKK(#KKD6(KKKD6KKKK(K#KDK(KKDK#(D66KKKKKK(DKKK(#KDKKKK(DKK(KK#KK##(DD6(KDKKKKKKK(6KDKK(KDKK6(#D6KKK#(KKD6(6K#KDK6K(K6KKDKK(DK(KD(K((K(D#DKKKD#KDD(#KKK#(K#D6KKK6KKKK(DK(KKKK#DK((KKDDKK(K#(KD(D6KKKKDK#K(DKK#KKK6((KKKKKDDK6#K(DK(KK6#DKKK#K(KDK(KKD#KK(KKD(K(KKDK#KDK#(KDKKK(KKK#KKD(D(KKDK6KKKK(KK##(KDKD6KK(KKDK#K(DKKK(###D6K#KKKK(#(KD#D(K#DKK(KKDKKK6KKK#KK((D#DKKK(K6DKKKK((##KDDKKKKKK#6(KKDKKK(K6DKKKKKKKK(KKK#DKKKK(KD(DK(KKKDKKKKKK(KK#D(KKDKK(KDKKKKK(#(KDDK(KKKDK(K#(DKDKKKKKKKK(K#DK((6DD(KK#KDKKKK(DKK#(K(KK#DKD6 KKK#(KKD6KKKK#(DKKK(#D6KKK#6KKK(#DK#K6KKKK(K#DKKK((KKK#DD6KKK#K(KK#D(KKDK6KKK((K#DDKK6KKKKKKK(DK(DKKKK((##DD(K6#6D6KKKKKKKK(#D(KK6DK(#DKKKKKKK(6DK(6##KKDKKK#6#(DKK6K6#KKKKKK(#(K(#KKDK#6D#DKKK#6#(6KK##D#K6KK#KK(K#6##KKD(K#DKKK6K6K6K#(D6K(KK#DK(KDK(K(#(K(DK#D#K(D#6KD#D6KKKKKKKKK(KKKD(K#DK#(6K#DKKKKKKKKKKK(K#D(#KKKKDK#KKKKKKKKKK(DK6KKKK##(DKKKKKKKK(#DK(DKKKKKK(#KDKKK#K(DKK(##DKKKKKK6KKKKK(#DK(K(6#DKDK(K#D(DKKKKKKKKK#KKK(#D#(KDKK(KD(DKK(#KDKK6KKK6KK#K#KK#(DK6K((KKD((#DDKKDKK(#KD(KKKDK#(D6KKKK#KKKKKK(DKKKKK(#DKKKKK#KK(KD(6D6K(DKKK6(D6K(K#(#DK(D6DKKKKKKK(DKKK(#KKDKKKKK(KKDKK#(DKKKK(DKK(#DKKK(KDKK K (D(DK KK D(D(K KKK6D(KKKD(KK 6KKD(KKK K D D(KKK DK(K
K(D 6
1°0'0" LU 1°0'0" LU
K K6KK(DKKKK D
(KDKK6K(D K KD(K6KKD(K
D(K6KKD(K D
K 0°45'0" LU
KKD#(K6KD#K6#D#(D(KK66D#KK(KK6#DK#KK##(KK#KDKKKDK#(KKKKD#DK#K((KKD#K#(KKKKD6#K(DKKKDD((#D#(KKK#KKKD#(KK#KDKKKKKKKD#K(DK(DKK(KKKK##6DKKDKK(KKKKKK#KKDK6#(D#KK(DK(KDK6KDK(KD#(#K6KKKKKKKKD(KKKDK(KDK#(6KDKK#KKK(KDKD#(KKKKKKKKKKDKKKK(D#KKDK(K(KKKKKDKKK#DK#K(DK#(KKKKDK(KKD(KKKDK(KKKK6K#KKKKKKKK#K#KKD##KK(6K#KD6K#D((KD#K#KKK(KKDK(KKD(#KK#DKK#D#K(KD(D##(KKDKK(DK#K(KKKD##6K(DKK#(KKKD(#KDK(#KKKKKKKD#K(D##KKK(KKK6KK#DK(KKKKKKKKKKKKK6KDK(KDK#K(KKD###KK(KKKKKKKK##KKK6K#KKKKKD(KKK#KK6KKKKKK##KKKK#KKKKKKK#6KKDKK(K6#KKKK#KKKKDK(6KKKK6KKK6#6KKKK#KKD(KKKK6KKKKK##KKKK##KKKKD(KDKK6K(KKKK#6KD(#KKKK#D(KK##KKD(KKKKKKKKK#D(KKD#K6#K(KKKKKKK#KDK#6KK(KKD#K(KKDD(KKD#(KK#(KD#KD(#KKK(KKKKKK#KD#K#K6K(K6KD(D#KKDK#D(DK(((KKKKK6KKKKKKK#6KKKK#KKDK(K6#KKKKKKKKKKD(#K6D#K(KKKD(KKD(#KKKKK#D#K(DKKK(#6KKKKKDK(#KKK6KKKKDKKKKK(DKK6(KD6D#((6D#KK6KK(#KK#KKKKKKKK6KD#K(KKKKK6KKKDKDKK((K#KDKKKK(K6#6KD#K6(KD#(KKKKKK6D6(#6KD#6KKK6D(#(DK(KKKKK#KD(KKKKKKD(KK#K666KKD#KKK(K##KKK#KDKKK(KD#(KKKKKKD#K(#D#(KK#KD#KK(KD#6(KK#KKK#KKK#KKKK#KKKK K KK(DKKKK(DKKKKKKKKKK(DKKK(KKDK(DKKK(KD(D(DKK(KK(KD#KD#K6K(KK#KD6(D#KKKK6(DKKK(D(KKKD(#D(KKDKKKKKKKK#KK6(KKD6KKKK(K#KDK(KDK#(D6KKKKKKKK(#KDKKKKK(KK#KK##(DD6(KDKKKKKK(6KDKKKK6(#D6KK#(KKD6(6K#DK6K(KKDK(D(KD(K(#DKKKDKD(#K#KKK6KK(D(KK#DK(KKDK(K#(DD6KKK#K(DK#KK(KKKDK#(DK(K#DKKK#K(DKKK(KKD(K(KKD#KDK#(DKKK(KKKKKD(D(KKDK6KKKK(KK##(KDKD6KK(KKDK#K(DKKK(###D6K#KKKK(#(KD#D(K#DKK(KKDKKK6KKK#KK((D#DKKK(K6DKKKKKKKK#(KKDK(6DKKKKKKKKKKKK(KD(DK(KKDKKKKKKK(KDKK(KDKKKK(KDK(KKKDK(K#DKKKKKKKKK(K#DK((6DD(KK#KDKKKK(DKK#(K(K#DKD6 KK#(KKD6KK#(DK D(6KKK 0°0'0"
(D KK 6KDK(KKK
KK
D
D
D
0°0'0"
KKKKKK
KKKK KKKKK
K
K
KD KK
KKKK K
K
K
D 79990 m.U
D
K(K#D
(#DK
(#DK6 KK((KK#DDKKK(KK#DK6KKK(DKKKKKKK
K(#D6KKKK(#DK6 K
6K#6KKK#KKK6 #KK 6K
KK#(D6 KKK KK(((#DD#DKKKK #(D6(K#DKK((#(D#DK#6KD6KKKKKKKKK 6#KK#6K6#KK#KKK#6#6#6K###K6#KKK#6#K66 0°42'30" LU
K
6K
KKKK(#DKKKKKKK KKKKK
K
KK(DKKKKKKKKK#K
# 6
D#(DK(KKK K #6
KK (DKK
K !( ²³I.C.6.F (#KD6 KK Blok
K KI.C.9.DIPAL Sub Blok
KK
KKK
KK (((L! I.A.1.A
KI.C.8.A
K K#D6I#D.C6K.9#D6.#A SUMBER DATA DAN RIWAYAT PETA :
K
KK
K
K KKKK
Kusu #I.C.6.G KKK - Rupa Bumi Indonesia, Badan Informasi Geospasial skala 1 : 5.000 Tahun 2016
- Garis Batas Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Barat Berdasarkan Permendagri Nomor 87 Tahun 2014
K6 K 6 - Batas Desa PPBW BIG 1 : 10.000 Mei 2021
#KKI.#DKC6#DK.KK61K0KK.KDKA K#KD6II..KCCKK..91KDK.0BKK.B K#KD KID.C.9e.C s a - Data Garis Pantai PPKLP BIG, Tahun 2021
((³Õ8(( ( (I.C.9.G K KKK KKK # Kusu
6# Catatan :
Peta ini bukan referensi resmi mengenai garis-garis batas administrasi.
KKKKK K KKKK
Mengetahui,
²³& I.C.9.G WALI KOTA TIDORE KEPULAUAN
!"ÂI.C.10.C
36 KD(KKKDK( ALI IBRAHIM
K
341000 m.T # # 74990
6 346000 m.T
127°35'0"BT 127°37'30" BT
49
50