The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pimbangkom.asn, 2021-12-14 21:54:17

Resensi Buku B5

Resensi Buku B5

apapun yang dipilih. Ia juga memiliki kekurangsempurnaan
pemahaman mengenai peristiwa-peristiwa yang mungkin timbul dan
kaitannya dengan pilihan yang ia lakukan. Oleh karena itu tidak
memiliki dasar yang akurat untuk memilih alternatif-alternatif itu,
makai a akan memilih alternatif yang dianggap paling memuaskan.
Dengan demikian, keputusannya sudah cukup begitu, tidak perlu
melelahkan diri atau menghabiskan waktu untuk melibatkan diri
dalam berbagai aspek sampai detilnya. Model satisficing ini
dikembangkan oleh Simon (Simon, 1982; Roach, 1979) karena adanya
pengakuan terhadap rasionalitas terbatas (bounded rationality).
6. Pembahasan implementasi keputusan stratejik. Setiap keputusan
sratejik, setiap srtategi, menuntut implementasinya. Tanpa
implementasi, ia tidak mempunyai arti apa-apa. Implementasi adalah
seperangkat kegiatan yang dilakukan menyusul satu keputusan.
Suatu keputusan selalu dimaksudkan untuk mencapai sasaran
tertentu, Guna merealisasikan pencapaian sasaran itu, diperlukan
serangkaian aktivitas. Jadi, dapat dikatakan bahwa implementasi
adalah operasionalisasi dari berbagai aktivitas guna mencapai suatu
sasaran tertentu. Dalam rumusan Higgins (1985), implementasi
adalah rangkuman dari berbagai kegiatan yang di dalamnya sumber
daya manusia menggunakan sumber daya lain untuk mencapai
sasaran dari strategi. Kegiatan itu menyentuh semua jajaran
manajemen mulai dari manajemen puncak sampai pada karyawan
lini paling bawah.

C. Kelebihan dan Kelemahan
 Kelebihan
Buku ini dapat dipahami oleh para pembaca dan memberikan
dimensi yang luas terkait dengan konsep, proses, dan
implementasi pengambilan keputusan stratejik dalam beragam
model organisasi baik organisasi publik, ekonomi dan nonprofit.
Pengambilan keputusan stratejik mempunyai arti penting bagi
maju mundurnya suatu organisasi, terutama karena masa depan

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 40

suatu organisasi banyak ditentukan oleh pengambilan keputusan
sekarang.
 Kelemahan
Kelemahan dari buku ini, terutama pembabakan dan sistematika
penulisan yang terlalu panjang dengan 15 Bab. Ini akan
berdampak pada pembahasan yang kurang mendalam dan
elaborasi contoh konkrit yang kurang kontekstual juga perlu
waktu yang cukup banyak untuk membaca keseluruhan ini buku.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 41

STANDAR KOMPETENSI PRAKTISI MSDM DI
INDONESIA

Budi Fernando Tumanggor
Politeknik STIA LAN Jakarta
[email protected]

A. Identitas Buku

Judul : Standar Kompetensi Praktisi MSDM di

Indonesia

Penulis Buku : Dr. Yunus Triyonggo, CAHRI

Penerbit : PT Intipesan Pariwara

Tahun Terbit : 2016

Tebal Buku : 182 halaman

B. Isi Buku
Mengutip pernyataan dari Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan
Republik Indonesia dalam sambutannya di buku ini bahwa “sertifikasi
tenaga kerja diperlukan untuk memperoleh pengakuan kompetensi
yang berstandar nasional, atau bahkan internasional” maka buku
cetakan kedua dari Dr. Yunus Triyonggo, CAHRI ini menjadi krusial
dan penting. Tantangan dunia ketenagakerjaan nasional tidak ringan
apalagi saat ini semakin diperparah dengan pandemi global Covid-19
selain juga tentunya secara bersamaan perlu dipertimbangkan dan
disiapkan juga bonus demogafi dan dampak dari era revolusi industri
4.0. Tidak dapat dipungkiri bahwa memang komptensi pengelola dan
penanggung jawab Sumber Daya Manusia (SDM) di suatu Negara
RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 42

sangat menentukan dalam pembentukan SDM Negara tersebut yang
berkualitas dan berdaya saing secara global.
Apabila diamati apa yang terjadi di Indonesia saat ini, peningkatan
kompetensi para praktisi di bidang Manajemen SDM (MSDM) sangat
menjadi perhatian dan benar-benar diatur juga disiapkan oleh
pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Salah
satu contohnya dapat dibuktikan dengan dikeluarkannya peraturan
dari Kemenaker melalui Surat Edaran Menaker Nomor
M/5/HK.04.00/VII/2019 Tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi
Kompetensi Terhadap Jabatan Bidang Manajemen Sumber Daya
Manusia. Selain itu, baru-baru ini Kemenaker juga memperbarui
peraturan mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Keputusan
Menteri Tenaga Kerja Nomor 149 Tahun 2020 Tentang Penetapan
Standar Kompetensi Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional,
Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Kantor Pusat dan
Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
Sekilas Tentang Penulis
Pak Yunus Triyonggo yang saat ini bekerja sebagai Direktur Human
Resource General Affair (HRGA) PT Bridgestone Tire Indonesia dan juga
saat ini menjabat sebagai Ketua Steering Committee Gerakan Nasional
Indonesia Kompeten (GNIK) merupakan salah seorang praktisi SDM
yang sudah lama berkecimpung dalam berbagai pembenahan
kompetensi praktisi SDM di Indonesia bahkan beliau termasuk Wakil
Ketua Tim Penyusun SKKNI MSDM Tahap Perdana yang dimulai dan
diinisiasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sejak 2013
lalu. Sebelum menjabat sebagai direktur di perusahaan saat ini,
beliau memiliki pengalaman bekerja lainnya di beberapa perusahaan
besar di Indonesia.
Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, beliau juga aktif di
organisasi lain dan pernah menjadi anggota Dewan Pakar PMSM dari
tahun 2016-2019. Beliau juga merupakan salah seorang dari pendiri
LSP MSDM Indonesia, dan Ketua Umum Indonesia Human Resources
Institute (IndHRI). Dari latar belakang pendidikannya, Pak Yunus

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 43

adalah salah seorang lulusan Intsitut Pertanian Bogor (IPB) dari
Teknologi Industri Pertanian. Jenjang pendidikan magister (S2) beliau
tempuh di Universitas Diponegoro dan akhirnya menyelesaikan
pendidikan jenjang doktor (S3) di Sekolah Bisnis IPB.

C. Kelebihan dan Kelemahan
Buku yang mendapatkan penyempurnaan dari cetakan pertama
sebelumnya di bulan Agustus 2016, mencakup 6 (enam) bab yang
disusun untuk memberikan kemudahan bagi seluruh praktisi
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di seluruh Indonesia
dalam mengenal Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
(SKKNI) bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Hal yang
ditambahkan dalam buku ini adalah mengenai hasil survei peran
praktisi MSDM selama pandemi Covid-19. Survei ini dilakukan oleh
penulis bersama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten
(GNIK) pada awal Agustus 2020 dengan tujuan mengetahui
bagaimana peran praktisi SDM sebanyak 781 orang yang disurvei
terhadap perusahaan tempatnya bekerja selama pandemi global
Covid-19 terjadi. Hal ini menarik karena dengan adanya pandemi
global Covid-19 ini para praktisi SDM semakin ditantang untuk dapat
berkontribusi dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki
agar dapat membantu perusahaannya bertahan di tengah terpaan
kesulitan sebagai akibat dari situasi pandemi ini.

Dalam bagian pembuka buku ini, para pembaca diajak untuk
mengingat kembali betapa mendesaknya sertifikasi kompetensi
dilakukan bagi para praktisi MSDM di Indonesia dalam menghadapi
persaingan global. Hal ini menjadi semakin relevan dengan
dimulainya MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang juga disebut
dengan pasar bebas Asia Tenggara, pada 1 Januari 2016 di mana
masyarakat Indonesia dengan dimulainya MEA ini harus mampu
bersaing dengan pelaku bisnis di wilayah ASEAN. MEA dapat menjadi
lumbung pekerjaan bagi para tenaga kerja karena akan terbukanya
berbagai lapangan pekerjaan dengan keahlian dan kebutuhan yang
beragam. Selain bagi tenaga kerja, MEA juga dapat mempermudah

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 44

para pengusaha dan pegiat bisnis untuk mencari tenaga kerja yang
kempeten dan dibutuhkan karena lebih mudahnya akses ke berbagai
negara ASEAN.

Lebih lanjut disebutkan dalam buku ini bahwa dalam praktik di
beberapa negara, kesadaran bersertifikat profesi bagi beberapa
okupasi atau pekerjaan sudah menjadi hal yang biasa dan
merupakan persyaratan seseorang untuk dapat menjalankan
pekerjaannya. Dengan demikian, penyiapan kompetensi menjadi
sangat penting mengingat sudah berjalannya MEA dan Indonesia
tidak boleh kalah dalam persaingan dengan tenaga kerja dari negara
ASEAN lainnya yang sudah tersertifikasi kompetensi. Apabila hal
tersebut terjadi maka bukan tidak mungkin tenaga kerja Indonesia
tidak akan memeroleh kesempatan bekerja di negara sendiri karena
sudah dikuasai oleh tenaga kerja dari negara lain yang lebih dinilai
kompeten. Para praktisi Manajamen SDM memang seharusnya
mengenal dan memahami dengan baik apa yang menjadi standar
kompetensi profesinya agar mampu melakukan peningkatan
kompetensi secara terus-menerus, terukur, obyektif dan mampu
ditelusuri. Hal tersebut nantinya akan mendukung pada semakin
siapnya praktisi MSDM tersebut bukan hanya bersaing dengan
tenaga kerja baik dari dalam maupun luar Indonesia namun juga
praktisi MSDM tersebut juga akan mempunyai kesempatan untuk
bekerja di negara lain di luar Indonesia yang memang memerlukan
kompetensinya. Buku ini membantu memudahkan para praktisi
MSDM dan pimpinan organisasi dalam memahami ruang lingkup dan
pentingnya standar kompetensi seorang pengelola dan penanggung
jawab SDM di suatu organisasi atau negara.

Penulis dalam buku ini menegaskan bahwa menurut Ardana, et.al.
(2012) terdapat 10 pengetahuan, keahlian dan kompetensi yang
harus dimiliki oleh seorang pemimpin manajemen SDM, yaitu: (1)
keahlian memecahkan masalah; (2) pengetahuan bisnis dan
sensitivitas organisasi; (3) pengetahuan tentang teknik kompensasi
yang mendukung rencana bisnis; (4) keahlian strategis dan

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 45

konseptual; (5) pengetahuan tentang sistem perencanaan karir; (6)
kemampuan kepemimpinan yang ideal dan diakui; (7) kemampuan
menganalisis data dan membuat perencanaan; (8) pengetahuan
tentang computer; (9) kompetensi dalam bidang-bidang fungsional
manajemen SDM; (10) kepedulian akan dampak finansial seperti
biaya perawatan kesehatan, perubahan kompensasi, tunjangan dan
biaya pensiun.

Buku ini juga mendalami secara khusus dalam salah satu bab khusus
mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
Bidang MSDM. Apa yang membuat buku ini berbeda dari cetakan
sebelumnya adalah penggunaan peraturan tentang SKKNI Bidang
MSDM yang merujuk pada Kepmenaker terbaru yaitu Kepmenaker
Nomor 149 Tahun 2020 sementara pada cetakan pertama
sebelumnya merujuk pada Kepmenaker Nomor 307 Tahun 2014.
Perbedaan keduanya ada pada daftar unit kompetensi yang nantinya
akan diujikan dalam uji sertifikasi kompetensi di setiap skemanya.

Terkait dengan penjabaran SKKNI (Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia) Bidang MSDM dalam buku ini diuraikan dengan
detail kesembilan klaster yang diatur dalam peraturan baru tersebut
dengan mencakup beberapa Unit Kompetensi berbeda dari
peraturan sebelumnya (Kepmenaker Nomor 307 Tahun 2014), yaitu:
(1) Strategi dan Kebijakan Manajemen SDM dengan 7 (tujuh) Unit
Kompetensi; (2) Pengembangan Organisasi dengan 9 (sembilan) Unit
Kompetensi; (3) Pengadaan SDM dengan 5 (lima) Unit Kompetensi;
(4) Remunerasi dengan 4 (empat) Unit Kompetensi; (5) Manajemen
Kinerja dengan 5 (lima) Unit Kompetensi; (6) Pembelajaran dan
Pengembangan dengan 4 (empat) Unit Kompetensi; (7) Manajemen
Talenta dengan 7 (tujuh) Unit Kompetensi; (8) Hubungan Industrial
dengan 13 Unit Kompetensi; (9) Sistem Informasi Pekerja dan
Administrasi SDM dengan 7 (tujuh) Unit Kompetensi. Dalam buku ini
dijelaskan tentang elemen kompetensi dari masing-masing Unit
Kompetensi yang ada di sembilan klaster tersebut. Namun,
sayangnya buku ini tidak menguraikan dengan konkrit dan

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 46

sederhana terkait dengan contoh dokumen portfolio apa yang
mewakili dari dan menjadi bukti kompetensi dalam uji sertifikasi
kompetensi nantinya terhadap seorang praktisi Manajemen SDM.

Sisi menarik lain yang mungkin juga menjadi kelebihan dari buku ini
adalah adanya pemaparan dari penulis tentang standar kompetensi
profesi MSDM dari negara lain misalnya dari Amerika Serikat, Inggris,
Afrika Selatan, dan Australia. Standar kompetensi yang diterapkan
dari negara lain ada beberapa hal yang perlu dicontoh dan
diterapkan dalam konteks manajemen SDM di Indonesia. Buku ini
juga mengulas terkait dengan bagaimana peran praktisi Manajemen
SDM selama masa pandemi global Covid-19 dan memasuki
kenormalan baru/new normal. Dalam bagian tersebut ditegaskan
bahwa selama masa pandemi global Covid-19 ini, para praktisi
Manajemen SDM dituntut untuk dapat menyelaraskan organisasi
dengan perubahan yang terjadi serta membangun daya resiliensi
bagi karyawan, manajer, pimpinan organisasi agar tetap tegar dan
inovatif serta kreatif menghadapi tekanan dari perubahan tersebut.
Tantangan lainnya bagi para praktisi Manajemen SDM pada kondisi
pandemi global Covid-19 ini adalah bagaimana mempersiapkan
program upskilling atau bahkan reskilling ke karyawan atau pegawai
agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi bisnis yang
cepat berubah sesuai dengan tuntutan pasar.

Akhirnya, buku ini dengan segala penjelasan detailnya terkait dengan
kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh setiap profesional atau
praktisi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia khususnya di
ranah privat/swasta dapat menjadi suatu acuan yang sangat relevan
dan komprehensif dalam suatu upaya misalnya proses menyusun
SKKNI Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia yang secara
spesifik relevan bagi pengelolan Manajemen SDM Aparatur di semua
instansi pemerintah seluruh Indonesia.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 47

REVOLUSI MENTAL;

SENI BERPERANG MENGALAHKAN DIRI SENDIRI

Musklamal, S.Sos, M.Si
Puslatbang KMP

A. Identitas Buku

Judul : Revolusi Mental; Seni Berperang
Mengalahkan Diri Sendiri
Penulis Buku : Andreas Hartono
Penerbit : Sinergi Aksara, Jakarta Selatan
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 330 halaman

B. Isi Buku
Sebagai pengantar buku ini dimulai dengan defenisi manusia yang
lebih merupakan mahkluk non fisik daripada mahluk fisik dasar
penciptaan manusia adalah penciptaan non fisik yang sementara
diwadahi dalam badan wadah fisik kemudian akan ditinggalkan lagi
setelah mati. Dengan demikian sebagai mahluk non fisik maka
bukanlah fisik yang utama tetapi adalah kesadaran, kesadaran
intelektual, emosional, dan spiritual. Kesadaran adalah awal dari
segalanya kesadaran akan menimbulkan pengenalan diri lebih banyak
yang selanjutnya akan membawa energi perubahan. Buku ini
mencoba membawa kita untuk mengenali, menyadari serta mengelola

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 48

emosi dan spirit dalam diri kita sendiri yang menjadi kunci sukses tiap
pribadi untuk memberikan yang terbaik dari diri kita bagi koorporasi
atau dimanapun dan apapun yang kita kerjakan sehari-hari,
kelebihannya buku ini adalah bukanlah sekedar teori karna berangkat
dari pengalaman pribadi sebuah refleksi dari pergulatan panjang dari
sang penulis dalam melakukan olah batin melalui pemanfaatan dari
seluruh sendi kehidupan yang dilaluinya “ Life Journey” yang mampu
membawa kita semua menjadi pribadi yang matang. Selain itu juga
memberikan cara untuk mengenali, menyadari serta mengelola emosi
dan spirit dari dalam kita sendiri yang menjadi kunci sukses tiap
pribadi untuk memberikan yang terbaik.

Namun kekurangannya bahwa setiap manusia pasti memiliki
pengalaman batin dengan berbagai tingkat kompleksitas yang
berbeda-beda. Ada yang menanggapi biasa saja, ada yang mencoba
mencari namun hanya sekilas dan ada juga yang berusaha untuk
mendalami lebih jauh lagi. Hanya saja tidak semua bisa
mendalaminya, mencari akar pengalamannya dan mencari solusinya
sambil mencoba memahami rahasia kehidupan, jadi hikmah yang
diambil bisa saja berbeda satu sama lain, juga perlu dikaitkan dengan
teori- teori pengembangan yang telah ada untuk membantu penulis
dalam menganalisa berbagai fakta yang didapatkan karna kebenaran
suatu teori secara akademik bisa lebih dipertanggungjawabkan karna
sifatnya yang dapat dibuktikan baik melalui pengamatan maupun
praktik di lapangan, selain itu perlunya ditambahkan teori karna teori
juga bisa membantu dalam melihat sebuah fenomena dalam
perspektif tertentu. Selain itu penggunaan teori pada dasarnya juga
bisa membawa dampak positif kepada penulisnya sendiri. Sebagai
contohnya ketika seorang penulis menggunakan teori tentang fungsi
partai politik didalam tulisannya maka dirinya akan dikenal sebagai
orang yang memang ahli dibidang partai politik dan ketika ada seminar
atau kegiatan yang membutuhkan narasumber terkait dengan ilmu
politik maka dirinya bisa ditawarkan sebagai pembicara. Dengan
Otomatis pembaca yang pernah membaca tulisannya akan tertarik
untuk menguindangnya kedalam sebuah kegiatan. Tentu pihak panitia

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 49

akan meminta orang tersebut untuk berbicara tentang partai politik
baik secara teori dan praktik sesuai dengan isi buku yang ditulisnya,
oleh karna itu keahlian tersebut kemudia bisa dikonversikan menjadi
sesuatu yang lebih tinggi lagi dikenal sebagai orang yang ahli di
bidangnya.

Lebih lanjut dalam buku ini emosi dijelaskan sebagai sesuatu yang
sangat penting karena emosi menentukan kualitas hidup manusia.
Dimulai dari pembahasan defenisi emosi yang tidak sebagaimana
biasa yaitu emosi adalah energy dan emosi adalah molekul akhirnya
defenisi emosi oleh penulis yaitu emosi adalah reaksi tubuh atas apa
yang dipikirkan. Karena emosi mempunyai energi sehingga dapat
menggerakkan fisik tubuh seperti menggetarkan bibir saat marah
besar. Dengan demikian yang paling utama adalah mengenali emosi
diri sendiri melalui pendekatan kesadaran. Ulasan mendalam akan
diperoleh selama membaca bukti dengan contoh-contohnya untuk
defenisi emosi adalah reaksi tubuh terhadap pikiran. Kemudian
keutamaan spirit daripada fisik ditunjukkan sebagai fungsinya
mendorong untuk sampai kepada kesadaran tersebut. Dorongan ini
menjadi kekuatan untuk mengenali diri sendiri dan mengubahnya
menjadi pribadi sebagaimana mestinya yang dapat mengatasi
persoalan hidup dan terus berkembang.

Buku ini mengantarkan kepada pengembangan kecerdasan emosi
yang sejatinya dapat dikembangkan ketimbang kecerdasan
intelektual, beranjak dari energy emosional tingkat rendah (EETR)
menuju energy emosional Tingkat Tinggi (EETR) Melalui pendidikan
keluarga dan dan sarana pendidikan lainnya. Lebih tinggi lagi adalah
kecerdasan spiritual dimana ketika komunikasi antar alam sadar dan
alam bawah sadar terbuka maka kita dapat menerima sentuhan agung
dan mulailah pengembangan kecerdasan spiritual. IQ, EQ dan SQ akan
berfungsi efektif ketika terjadi dialektis dan akan tumbuh secara
efesien yaitu terjadinya pertalian antara Mind, Emotion, Spirit dan
Body. Namun kekurangannya penulis tidak mengantarkan terlebih
dahulu kepada pemahaman tentang tentang struktur dan fungsi otak,

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 50

dimana otak merupakan pengatur segala aktivitas yang dilakukan oleh
tubuh, organ ini tersusun dari dari sejumlah jaringan pendukung dan
miliaran sel saraf yang saling terhubung yang terdiri dari otak kiri yang
bertugas melibatkan logika bahasa dan pemikiran analitis, Otak kanan
mengerjakan hal hal yang berkaitan dengan kreativitas dan otak
tengah yang berkaitan dengan gairah dan rasa waspada. Bagian yang
mana yang lebih dominan dalam proses pengembangan kecerdasan
dan seperti apa bentuk perubahan peran fungsi sesuai perkembangan
usia dan tingkat kompleksitas persoalan hidup yang dihadapi.

Penulis juga memperkenalkan tentang kontemplasi yang mampu
membawa kepada proses transformasi diri yang berlandaskan pada
kesadaran sebagai manusia yang berkehendak. Kesadaran diri
berkorelasi langsung dengan obyek yaitu permasalahan hidup dan
merupakan proses revolusi mental yang terjadi dialam pikirannya
berkaitan dengan obyek tersebut. Namun kekurangannya penulis
tidak memberikan gambaran lebih, tentang kontemplasi itu, bahwa
kontemplasi itu adalah ruang bermeditasi virtual yang diciptakan
dalam alam pikiran kemudian meluangkan waktu untuk berbicara
dengan diri sendiri lalu berekfleksi tentang hal yang kita anggap
penting dalam hidup sejumlah prinsip, nilai, persepsi dan pandangan
hidup mungkin perlu direkontruksi diterjemahkan dan ditafsirkan
ulang. Kita tidak mungkin dapat mengetahui apa yang benar-benar
kita inginkan apabila tidak berkontemplasi. Kontemplasi dalam bentuk
renungan yang menenangkan akan melahirkan ketentraman batin,
lebih-lebih bisa menghasilkan rumusan konsep kehidupan yang
hendak kita jalani dengan lebih segar dan membahagiakan.

Buku ini memberikan pembahasan perubahan menjadi manusia
selalu berpikiran positif dan sehat dengan memberikan contoh riil dan
mudah dipahami. Apabila setiap individu dan keluarga mempunyai
kesadaran diri dan kecerdasan emosional yang tinggi maka kiranya
Indonesia akan menyongsong Indonesia generasi baru melalui
revolusi mental.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 51

Namun penulis tidak memberikan gambaran lebih tentang bagaimana
membangun kesadaran diri dan kecerdasan emosional yang tinggi,
Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa revolusi mental
merupakan gerakan untuk mengembleng manusia Indonesia agar
menjadi manusia baru yang berhati putih berkemauan baja
bersemaangat elang rajawali, berjiwa api menyala-nyala, begitupun
Presiden Jokowi mengatakan untuk lebih memperkokoh kedaulatan
dan meningkatkan daya saing dan memperearat persatuan dan
kesatuan bangsa kita perlu melakukan revolusi mental, pada pola
pikir, sikap kejiwaan, mentalitas dan prilaku kebiasaan dan karakter.
Revolusi mental adalah melakukan perubahan pola pikir, cara kerja
dan cara pandang untuk membangun karakter integritas, etos kerja
dan gotong royong. Secara Nasional revolusi mental untuk
mewujudkan tujuan bernegara Indonesia yang berdaulat, berdikari
dan berkepribadian.

Revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintah tidak lahir tanpa
sebab akan tetapi ia merupakan jawaban dari tiga masalah pokok
bangsa yaitu merosotnya wibawa negara, lemahnya sendi
perekonomian bangsa, intoleransi serta krisis kepribadian bangsa.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa praktik-praktik dalam
penyelenggaraan kehidupan bernegara banyak dibumbui oleh
ketidakjujuran tidak memegang etika dan moral tidak bertanggug
jawab tidak dapat diandalkan dan tidak dipercaya. Oleh karnanya
Revolusi mental itu adalah gerakan seluruh masyarakat (pemerintah
dan rakyat ) dengan cara yang tepat mengangkat kembali nilai-nilai
strategis yang diperlukan oleh bangsa dan Negara untuk mampu
menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat sehingga dapat
memenangkan persaingan di era globalisasi.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 52

UNBOSS :
BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MEMIMPIN DI ERA

DIGITAL

Ahmad Soekarno Syahrir, SIP, M.Adm.SDA
Puslatbang KMP

A. Identitas Buku

Judul : Unboss : Bagaimana Seharusnya Kita

Memimpin Di Era Digital

Penulis Buku : Lars Kolind & Jacob Botter

Penerbit : ReneBook

Tahun Terbit : 2017

Tebal Buku : 396 halaman

B. Isi Buku

Buku UNBOSS adalah sebuah gerakan menuju manajemen yang
lebih baik, organisasi yang lebih baik, dan akhirnya, dunia yang lebih
baik. Ada 3 konsep dasar dalam buku ini:

1. UNBOSS, yang merupakan konsep pelingkup untuk Gerakan
baru ini.

2. Seorang UNBOSS, yang merupakan kebalikan dari seorang
bos. sang UNBOSS bertindak sebagai pemimpin, tetapi

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 53

dengan cara yang secara mendasar berbeda dengan para
menejer yang kita kenal sekarang.
3. Dan Meng-UNBOSS, yakni proses mengubah sesuatu
organisasi konvensional menjadi organisasi yang lebih selaras
dengan visi organisasi, organisasi yang lebih berkelanjutan
serta lebih menarik untuk dimasuki.

Buku ini ditulis melalui experiment dengan cara-cara baru dengan
mengorganisasi pekerjaan dan melibatkan orang agar berbuat
sesuatu. Buku ini terdiri dari 23 BAB yang secara singkat dapat kita
lihat dibawah ini.

BAB 1. WAKTUNYA TELAH TIBA

Pada bab ini dijelaskan perusahan-perusahaan masa depan yang
sudah UNBOSS, yakni organisasi-organisasi yang memiliki suatu visi
atau niat mulia, perusahaan-perusahan yang merupakan gerakan
social. Mereka akan mengetahui seperti apa rasanya ketika setiap
kolega adalah mitra, bukan sesama karyawan. Mereka akan
memainkan banyak peran yang berlainan di dalam organisasi, mulai
dari kontribusi kecil pada keikutsertaan dalam proses
pengembangan gabungan, hingga kerja keras purnawaktu yang
mencakup beberapa tangan. Organisasi-organisasi yang UNBOSS ini
akan memberi para karyawan berbagai kesempatan baru untuk
mengembakan diri serta memungkinkan mereka mengambil
prakarsa, termasuk mencari peluang-peluang bisnis baru dan
Bersama-sama menikmati nilai yang dihasilkan.

BAB 2. PERTAMA-TAMA ANDA HARUS MENINGGALKAN ILMU LAMA

Pada bab ini bercerita tentang bos-bos konvensional memiliki
pengetahuan sehingga alasan itu mereka direkrut karena
mengetahui banyak aspek-aspek teknis dalam organisasi yang
mereka pimpin. Jarang sekali mempertanyakan pikiran atau asumsi
mereka sendiri tentang dunia. Pokoknya mereka lebih tau termasuk
bila sampai pada urusan mengelola. Ini merupakan masalah. Karena
sekarang dunia ini begitu kompleksnya sampai-sampai orang per

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 54

orang dan perusahan, sebenarnya tidak mungkin memiliki semua
jawaban. Manajemen dewasa ini terdiri dari mengumpulkan
sekelompok orang untuk menyumbangkan jawaban dan
menghadapi tantangan. Anda wajib lagi melihat asumsi-asumsi yang
mendasari organisasi anda. Tetapi, ini sama sekali tidak mudah.
Memulai perubahan budaya apapun dalam suatu organisasi adalah
tantangan besar. Asumsi-asumsinya kerap kali sudah begitu melekat
dalam DNA perusahaan sehingga nyaris mustahil dihapus dan lebih
sulit lagi digantikan dengan asumsi-asumsi baru yang lebih relevan.
Ambil contoh KODAK. Terlalu lama KODAK berpikiran bahwa
pelanggan hanya benar benar tertarik pada hasil cetak foto-foto yang
mereka ambil sewaktu liburan. Dan perusahaan ini tidak antusias
soal fotographi digital. Banyak perusahaan sudah berhasil
mengevaluasi dan memodifikasi asumsi-asumsi dasar mereka.
Namun, ada lebih banyak lagi contoh perusahaan yang terhuyung
dan ambruk karena tidak mampu menerap perubahan. Hampir
semua perusahaan yang menikmati keberhasilan selama periode
yang panjang, atau yang meraih kembali posisi untung dalam pasar
yang konpetitif, akan bisa melacak peningkatan itu ke suatu
perubahan mendasar dalam asumsi-asumsi perusahaan.

BAB 3. POTRET SEORANG UNBOSS

Pada bab ini menjelaskan bahwa peran bos harus didefinisikan
kembali dari akarnya. Organisasi organisasi berbasis pengetahuan
dimasa depan bagaimana pun juga tidak punya ruang untuk bos-bos
tradisional. Para bos sudah tersingkir karena mereka tidak
membolehkan ide-ide, inovasi, dan hubungan mengalir bebas dan
cepat di dalam dan di luar organisasi. Sang bos keluar ia
menghambat dan membikin frustasi rekan rekannya gara-gara
ketidakmampuannya menerima ide ide yang melampaui dan divisi,
suatu cara berfikir dan pada akhirnya sangat merugikan organisasi.
Anda tidak mungkin menciptakan bisnis yang sukses jika para
karyawan menghabiskan waktu mereka dengan berusaha menebak
nebak apa yang dipikirkan sang bos. Manejer masa depan harus

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 55

memerdekakan staffnya, memberi mereka waktu dan ruang untuk
menata perkejaan mereka sendiri dengan cara mereka
melakukannya. Seorang UNBOSS akan mempunyai tujuan-tujuan
yang sama seperti bos tradisional, tetapi dengan mandat berbeda.
Mandatnya datang dari bawah. Dia harus berjuang untuk
mendapatkan hak mengatur dimata staffnya, bukan hanya di mata
atasannya. Seorang UNBOSS harus memberi karyawannya alasan
untuk mengikutinya. Para karyawan tidak akan terus mengikutinya
jika mereka tidak punya alasan pribadi untuk berbuat begitu. Bila
dibandingakn dengan bos tradisional, sang UNBOSS merupakan
bagian integral dari organisasi. Dia bahkan mungkin tak terlihat oleh
orang luar, tetapi bagi semua mitra dengan rekannya,dia sangat
ada.sang UNBOSS bekerja dengan timnya.dia memainkan perannya
sebagai pemimpin tim dengan menjadi bagian dari tim. dia
berinteraksi dengan tim itu dengan cara yang informal, sangat
berbeda dari peran manejer sang bos yang lebih formal dan
mengontrol.

BAB 4. UNBOSS ORGANISASI ANDA

Pada bab ini penulis bercerita sebagian besar manager konvensional
tidak bisa membayangkan struktur organisasi apapun selain hierarki
fungsional yang terkenal itu, yang diciptakan satu abad silam. Sifat
pekerjaan sekarang menjadi semakin kompleks, dan proses ini
bertambah cepat. Meski ada atau mungkin ada karna kemajuan
teknologi, perkerjaan akan terus menjadi lebih kompleks sementara
kita menjadi semakin ahli dan efisien, dan belajar mengeksploitasi
kemampuan komputasi yang lebih besar. Dalam bukunya, Here
Comes Everybody, penulis Amerika Clay Shirky mengingatkan kita
bahwa biaya mengorganisasi tugas-tugas kompleks turun drastis jika
kita belajar mengorganisasi diri kita dengan cara-cara baru. Intinya
adalah bahwa kegiatan perusahaan konvensional yang terbatas itu
bersifat sinkron atau serentak, dalam hal waktu dan tempat. Semua
karyawan tiba di kantor pada waktu yang hampir sama dan ditempat
yang sama setiap hari. Kadang mereka memilih untuk bekerja di

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 56

tempat lain perusahaan-perusahaan nirbatas berbeda. Menurut
definisinya, perusahaan ini asinkron atau tidak serentak, orang-
orangnya bekerja di tempat dan pada waktu yang mereka inginkan.
Mereka hanya bertemu langsung bila ada alasan yang kuat.

BAB 5. UNBOSS VISI ORGANISASI

Pada bab ini penulis menjelaskan dengan memberi contoh pada tiga
perusahaan besar di dunia. Pikirkan lah Apple, Google, dan LEGO.
Mereka adalah organisasi unggulan dalam industri mereka dan
sudah menyingkirkan pesaing pesaing seperti IBM, Microsoft, Mattel.
Mengapa? kami pikir alasan yang utama adalah bahwa mereka
memiliki suatu visi. Apple membuat berbagai produk untuk orang-
orang yang berfikir dengan cara berbeda dan ingin mengubah dunia.
Google ingin memerdekakan segala jenis informasi dan
membuatnya tersedia untuk siapa saja. Visi Lego adalah
pengembangan pribadi lewat anak-anak bermain dan belajar kita
perlu mengikuti teladan mereka dan meng-UNBOSS tujuan
perusahaan swasta, perkumpulan, dan badan-badan di sektor
publik. Kita harus memberanikan diri dan menyadari bahwa tujuan
akhir perusahaan bukan hanya menghasilkan uang untuk pemegang
saham, tetapi juga menciptakan nilai social demi kebaikan semua,
kepentingan dan untuk melakukan hal itu dengan derajat yang
belum pernah dicapai sebelumnya.

BAB 6. UNBOSS STRUKTUR ORGANISASI ANDA

Bab ini menulis menekankan bahwa agar tetap ramping, tangkas,
dan inovatif, anda perlu berubah menjadi struktur yang sesuai untuk
kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan anda. Mengapa?
karena anda bersaing pada level global untuk memenangkan
kepercayaan dan keyakinan orang-orang berbakat dan pelanggan-
pelanggan baru. Dunia bergerak jauh lebih cepat daripada yang
dapat diikuti oleh struktur formal, dan daur hidup produk anda
memendek banyak. Tugas-tugas yang terlibat menjadi kian pelik, dan
terpulang kepada anda untuk memantaunya.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 57

BAB 7. UNBOSS PERUSAHAAN ANDA

Bab ini bercerita bahwa dalam perusahaan yang UNBOSS,
hubungan-hubungan yang menciptakan nilai menjadi lawan tangguh
hubungan-hubungan total-non tradisional, Lady Gaga tidak
mempromosikan koran metro express yang mendunia itu dalam
sebuah iklan, ia bekerja sama dengan mereka untuk memproduksi
edisi yang mengungkapkan esensi brand nya. Penciptaan nilai
seputar suatu visi bersama seperti ini adalah inti perusahaan yang
nirbatas. Pada prinsipnya, anda dapat mengundang semua
pemangku kepentingan anda untuk membantu menciptakan nilai. Ini
membuat mereka merasa menjadi bagian dari organisasi mereka
sekarang berada di dalam.

BAB 8. UNBOSS MANAJEMEN MADYA

Bab ini penulis memiliki pokok pikiran menarik untuk dicatat bahwa
prinsip-prinsip manajemen kuno dalam organisasi konvensional
tidak hanya menghasilkan kinerja keuangan yang rata-rata saja,
tetapi juga menghasilkan karyawan yang ketinggalan jaman dan
melempem di semua level dalam hierarki itu. Jika para manager tidak
mengubah mentalitas mereka, keseluruhan organisasi tidak dapat
berkembang. Dalam perekonomian global yang kompetitif yang
didonomisasi oleh inovasi teknologi yang begitu pesat, kita akan
melihat perusahaan yang membubung disatu hari lalu mati di dalam
air keesokan harinya. Karena itu, sangat penting untuk meng-
UNBOSS para manager agar mereka dapat memimpin organisasi dan
kolega memasuki suatu era baru yang penuh peluang.

BAB 9. UNBOSS STAFF ANDA

Salah satu isi bab ini penulis menekankan bahwa kita juga harus
meng-UNBOSS sifat hubungan kerja. Kita harus mengubah karyawan
menjadi mitra agar dapat menghasilkan nilai tambah bagi kedua
pihak. Untungnya, sebagian besar bos berada dalam situasi yang
masih memungkinkan untuk membalik arah kapal dan membuat
karyawan bekerja sama dengan perusahaan, bukan menentang

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 58

perusahaan tunjukkan kepada staff anda bahwa mereka adalah
pemilik perusahaan juga, sama seperti anda, dan jadikan ini prinsip
pemandu untuk semua yang anda lakukan. Itulah fondasi sebuah
organisasi yang benar benar kolaboratif.

BAB 10. UNBOSS PEKERJAAN

Salah satu pokok pikiran penulis pada bab ini mengatakan bahwa
pekerja yang sudah UNBOSS jauh lebih menyenangkan daripada
pekerjaan konvensional, karena sang karyawan diperlakukan sebagai
tenaga profesional atau peserta proyek yang dipercaya bukan robot.
Perkerjaan yang unboss juga jauh lebih efisien. Anda dapat
membutuhkan setidaknya 10% lebih sedikit penyeliaan dan control.
Jika timbul masalah, anda merasa terdorong untuk mencari bantuan
untuk memecahkannya. Dan siapa yang posisinya lebih baik
daripada anda untuk melihat persoalan suatu timbul? hapus
manager dan inspektur konvesional, dan berdayakan karyawan
untuk menunaikan perkerjaan mereka. Itulah hakikat pekerjaan yang
UNBOSS.

BAB 11. UNBOSS KANTOR

Salah satu pokok pikiran dalam bab ini pada penulis menjelaskan
bahwa kantor yang UNBOSS hampir pasti akan lebih kecil daripada
dari kantor anda sekarang karena kebanyakan kolega anda akan
bekerja di tempat lain dimasa mendatang. Jadi, mengapa tidak
beranikan diri anda dan lupakan ide tempat kerja tetap untuk para
karyawan termasuk para manager? mengapa tidak biarkan saja
semua orang memutuskan dimana mereka ingin bekerja?

BAB 12. UNBOSS KOMUNIKASI

Bab ini oleh penulis menyampaikan bahwa perubahan dari
komunikasi tradisional ke komunikasi yang UNBOSS merupakan
perpindahan dari perhatian yang dibayar ke perhatian yang memang
layak diperoleh, suatu peralihan dari komunikasi yang terkontrol dan
terbatas, ke komunikasi yang nirbatas.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 59

BAB 13. UNBOSS PEMASARAN

Pada bab ini penulis menjelaskan pemasaran yang UNBOSS adalah
tentang memangkas omong kosong itu dan menempa hubungan
sejati dengan manusia, yang dilandasi emosi-emosi nyata. Jika anda
lakukan ini dan jujur dan konsisten, anda akan menonjol dari
keramaian dan mempertahankan kesetiaan pelanggan anda.
Pemasaran yang UNBOSS adalah tentang menemukan kisah-kisah
nyata dan asli tentang perusahaan yang mengenak di hati pelanggan
maupun karyawan kisah-kisah ini sering kali terkubur jauh dari dalam
riwayat perusahaan, dalam motivasi dan semangat masa muda yang
merasuki organisasi. Ketika masih dalam tahap rintisan.

BAB 14. UNBOSS PENJUALAN

Pada bab ini penulis menyampaikan pesan bahwa kesetiaan
merupakan unsur penentu dalam penjualan yang UNBOSS. Menurut
teknik penjualan tradisonal, kesetiaan adalah soal membuat
pelanggan yang sudah ada membeli lebih banyak entah sekarang
juga atau dengam membuat mereka kembali nanti. Tetapi, ada
perbedaan besar antara penjualan tambahan dan kesetiaan sejati.

BAB 15. UNBOSS PEMBELIAN

Bab ini bercerita tentang kepala pembelian di sebuah perusahaan
UNBOSS, IdeaLux, yang memproduksi lampu konser cerdas. Linda
terus menerus berhubungan dengan seluruh rantai pemasok
external dan bekerja sama dengan mereka untuk menciptakan
produk-produk yang lebih inovatif dan lebih canggih lagi. Tentu saja,
Linda harus menyepakati harga yang bagus dengan para pemasok
agar harga pokok produk IdeaLux tetap pada level kompetitif.
Namun, menegosiasi kan harga bukanlah salah satunya peran yang
Linda mainkan. Ia juga bertanggung jawab membentuk hubungan
jangka panjang dan kemitraan berdasar saling percaya dan tukar
menukan informasi dengan para mitra external.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 60

BAB 16. UNBOSS RISET DAN PENGEMBANGAN

Salah satu visi bab ini dijelaskan bahwa harus dipastikan orang-orang
di luar perusahaan dapat terlibat dalam proses inovasi. Tetapi, untuk
benar-benar meng-UNBOSS litbang, para manager harus menautkan
organisasi mereka dengan jejaring-jejaring inovasi global yang terdiri
atas Lembaga, universitas, organisasi pemerintah, pelanggan, dan
pemasok. Dalam dunia yang terglobalisasi, strategi inovasi terbuka
bukan hanya pilihan, melainkan kunci menuju keberhasilan dan
sebenarnya, untuk bertahan hidup.

BAB 17. UNBOSS PRODUKSI

Bab ini salah satunya menekankan bahwa meng-UNBOSS produksi
berarti merancang suatu proses yang mendukung inovasi dan
fleksibilitas tetapi juga menurunkan biaya. Salah satu ciri dasar
pemikiran Taylor tentang produksi adalah polarisasi pekerja versus
manajemen. Ini sikap yang bertahan sampai hari ini. Hampir tak
dapat dipungkiri bahwa pekerja memang diperlukan sebagai faktor
produksi, dalam pengertian bahwa mereka diharuskan bekerja
sekeras mungkin. Sang pekerja dapat dipandang sebagai pemasok,
seseorang menjual jam kerja kepada perusahaan, sementara
perusahaan tentu saja hanya membeli jumlah jam kerja yang
dibutuhkannya dengan harga yang serendah mungkin.

Kami yakin pemikiran ini sudah ketinggalan jaman. Kami
mempertanyakan hubungan antara staff dan karyawan yang didasari
prinsip yang sudah berumur 100 tahun dan dilandasi
ketidakpercayaan. Para pekerja takut di eksploitasi dan disiksa.
Sebaliknya, manajemen yakin bahwa orang-orang tidak diumpani
imbalan atau hukuman akan pasif dan tidak efektif.

BAB 18.UNBOSS LAYANAN PELANGGAN

Bab ini salah satunya menekankan bahwa untuk meng-UNBOSS
organisasi anda meraup manfaat, anda harus bersedia memberi
staff layanan pelanggan anda kebebasan untuk bekerja tanpa suatu

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 61

scenario atau instruksi khusus. Jika anda tidak berani melakukan ini
anda harus bertanya kepada diri anda sendiri mengapa mereka
dipekerjakan padahal anda tidak memercayai pertimbangan mereka.
Jika anda tidak menunjukkan kepada mereka level kepercayaan itu,
tidak semestinya anda mengharapkan banyak komitmen dari
mereka.

BAB 19. UNBOSS SDM DAN DAFTAR GAJI

Pada bab ini penulis menekannkan bahwa sang-UNBOSS memiliki
pendekatan berbeda terhadap gaji dan bonus. Kami yakin bahwa
semua orang seharusnya mendapatkan gaji yang adil atas kontribusi
mereka kepada organisasi. Kami yakin bahwa para karyawan sendiri
yang paling tau gaji yang wajar itu terdiri dari apa saja, dan kami
menyarankan membiarkan para mentor menyesuaikan bayaran
setelah konsultasi yang layak dengan setiap karyawan dan kolega-
koleganya. Akhiri saja skema-skema bonus konvensional. Dalam
keadaan-keadaan yang luar biasa, mungkin ide bagus jika anda
memberikan bonus tunggal istimewa, yang mencerminkan
kontribusi yang sungguh-sunguh menonjol bagi organisasi tapi
hanya itu. Kami juga menyarankan transparansi soal gaji. Karyawan
tahu sekali siapa yang memberikan kontribusi terbesar, dan mereka
rela menerima bahwa orang dibayar dengan jumlah-jumlah yang
berlainan.

BAB 20. UNBOSS RESIKO

Pada bab ini penulis menjelaskan bahwa berlawanan dengan bos
konvesional, yang sering kali ingin menutup-nutupi persoalan,
manager yang UNBOSS berbagi informasi dengan seluruh karyawan
dan mengundang semua orang untuk ikut serta dalam menaksir
berbagai resiko dan konsekuensi yang mungkin terjadi. Penaksiran
resiko seperti ini juga melibatkan bagian-bagian organisasi yang
biasanya tidak memedulikan apapun selain proyek mereka sendiri.
Mendorong minat bersama dalam memprediksi hasil suatu proyek

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 62

membuat orang-orang diseluruh organisasi merasa terlibat dan
terikat.

BAB 21. UNBOSS MANAJEMEN PENGETAHUAN

Bab ini oleh penulis menekankan bahwa meng-UNBOSS organisasi
anda seperti ini mungkin keliatannya sebuah pekerjaan besar. Tetapi,
meng-UNBOSS manajemen pengetahuan justru bukan bagian yang
tersulit. Tidak ada alasan kuat untuk tidak melakukannya, dan jelas
tidak ada alternatif lain. Alat-alat yang anda perlukan untuk membuat
karyawan anda saling terhubung sudah ada. Dan pesaing-pesaing
anda yang paling pintar sudah memakai alat-alat itu. Anda hanya
harus membiasakan diri dengan pola pikir baru yang UNBOSS
tentang cara berbagi pengetahuan.

BAB 22. UNBOSS CSR

Penulis menjelaskan pada bab ini salah satunya bahwa kami setuju
sepenuhnya dengan Benyamin Frenklin yang lebih dari 200 tahun
yang lalu memperkenalkan konsep hidup makmur dengan berbuat
baik. Menurut kami, perusahaan manapun yang tidak peduli kepada
pemangku kepentingannya, karyawannya, lingkungan, dan
komunitas cepat atau lambat akan kehilangan pembenarannya.
Maka, kami melihat CSR sebagai bagian integral dari bisnis utama,
bukan sekedar tempelan. Sesungguhnya, kami yakin bahwa semua
organisasi seharusnya mempunyai paling sedikit 3 tujuan dasar:
Finansial, lingkungan, dan social.

BAB 23. UNBOSS PERKUMPULAN-PERKUMPULAN SUKARELA

Bab ini penulis salah satunya menjelaskan bahwa persis seperti
perusahaan atau badan sector public, meng-UNBOSS perkumpulan
sukarela adalah tentang merubuhkan penghalang-penghalang
konvensional. Mereka harus membebaskan diri dari keturtutupan
bikinan sendiri. Mereka harus meninggalkan struktur dan konvensi
yang sudah ketinggalan jaman dan mengedepankan visi .

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 63

C. Kelebihan dan Kelemahan
Buku ini sangat banyak inspirasi yang dapat dipetik oleh pembacanya
dan layak untuk dijadikan referensi bagi akademisi, pengkaji dan
praktisi pemerintahan. Walaupun penulis dengan gaya menulisnya
lebih banyak bercerita seputar dunia perusahaan, namun nilai-nilai
manajemen modern begitu banyak yang dapat kita pelajari dan
membawanya pada sector public. Jika dikaitkan dengan birokrasi
Indonesia saat ini, arah organisasi pemerintah banyak
terkontaminasi oleh gaya praktek manajemen perusahaan modern
saat ini dimana organisasi pemerintah saat ini dituntut untuk
semakin lincah dan ramping. Buku UNBOSS sudah mengupas banyak
hal bagaimana penulis menyampaikan gagasannya untuk mengubah
struktur organisasi dan gaya kepemimpinan di dalam perusahaan
agar semakin ramping, lincah, dan adaptif.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 64

BIROKRASI MASA DEPAN :
MENUJU TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG

EFEKTIF DAN PRIMA

Citra Permatasari
Peneliti Ahli Pertama, Puslatbang KHAN

[email protected]

A. Identitas Buku

Judul : Birokrasi Masa Depan Menuju Tata

Kelola Pemerintahan yang Efektif dan

Prima

Penulis Buku : Dr. Edi Siswadi, M.Si

Penerbit : Mutiara Press

Tahun Terbit : 2012

Tebal Buku : 196 halaman

B. Isi Buku
Keberhasilan dalam pembangunan ekonomi serta berbagai bidang
didorong guna mencapai keadilan dan kemakmuran bagi
masyarakat. Pelayanan dalam sektor publik akan terus mengalami
dinamika perubahan seiring dengan bertambahnya jumlah
penduduk serta jaman yang semakin modern. Aparatur dituntut
untuk kompeten dan terus berinovasi dalam hal pelayanan public
namun tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Aparatur

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 65

berarti memiliki peran yang strategis di dalam pelaksanaan
pembangunan atau dengan kata lain keberhasilan pembangunan
ekonomi dan sosial di suatu negara tergantung pada kualitas dan
efektifitas dari pegawai negerinya. Berbagai upaya telah dilakukan
untuk meningkatkan kompetensi dari aparatur negara seperti
pembinaan karir PNS, konsep lima hari kerja dalam seminggu,
perampingan birokrasi (merit system), kebijakan pembatasan jumlah
pegawai, Gerakan disiplin nasional,, dan masih banyak lagi upaya
yang dilakukan unguk memaksimalkan peningkatan kualitas
aparatur.

Menururt FA. Nigro, administrasi publik mempunyai satu peranan
yang sangat penting dalam perumusan kebijakan negara dan oleh
karenanya merupakan bagian proses politik. Maka dari itu,
administrasi public sangat berpengaruh tidak hanya pada tingkat
perumusan kebijakan, melainkan juga terhadap tingkat
implementasi kebijakan karena fungsinya untuk mencapai tujuan
program yang sebelum yang sudah ditentukan oleh para penyusun
kebijakan politik.

Birokrasi pemerintah semakin dituntut untuk menerapkan prinsip-
prinsip efisien supaya penggunaan sumber daya berlangsung secara
optimal di sektor publik. Birokrasi sebagai organisasi pemerintahan
yang tidak lagi melakukan tugas akan pemenuhan barang-barang
publik namun juga melakukan dorongan dan motivator bagi
berkembangnya peran serta masyarakat.

Perlu dipahami bahwa kebijakan publik disusun berdasarkan hukum
dan kewenangan tertentu sehingga memiliki daya ikat yang kuat
terhadap masyarakat secara keseluruhan. Seringkali kita susah
membedakan konsep kebijakan (policy) dan keputusan (decision)
padahal keduanya masing-masing memiliki pemahaman yang
berbeda. Pengambilan keputusan (decison making) adalah
pengambilan pilihan alternatif, sedangkan pembuatan kebijakan
(policy making) meliputi banyak pengambilan keputusan. Maka

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 66

pembuatan keputusna merupakan bagian dari proses perumusan
kebijakan. Kebijakan pada umumnya terdiri dari serangkaian
keputusan yang saling terkait, mengandung arti pemilihan alternatif
yang tersedia. Sedangkan kebijakan sendiri merupakan Tindakan
yang mengarah pada tujuan tertentu.

Reformasi birokrasi dianggap belum maksimal karena pembentukan
struktur birokrasi pusat bukan atas dasar sharing kewenangan
dengan daerah dan core bussines yang akan dikembangkan namun
lebih banyak atas dasar pertimbangan balas jasa politik untuk partai
pendukung pemerintah. Perlunya revitalisasi birokrasi untuk
menambah optimaliasi pelayanan kepada masyarakat, serta
berorientasi pada produktivitas yang akan memacu birokrasi kea rah
administrasi yang modern sehingga mampu meningkatkan
pelayanan yang berkualitas.

Budaya organisasi birokrasi yang lama hanya sekadar menjalankan
sebuah sistem yang ada dan hanya mengandalkan keahlian atau
kemampuan teknis saja. Sedangkan budaya organisasi birokrasi yang
baru focus pada sistem budaya yang dinamis sehingga menyentuh
pada substansi nilai apa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas,
sebagai penerima layanan. Budaya organisasi tidak muncul dengan
sendirinya melainkan ditanamkan dan dikembangkan, biasanya
berjalan turun temurun dalam kehidupan organisasi. Nilai budaya
kerja tersebut bisa berubah dari pimpinan unit kerja yang
menghendaki perubahan tersebut, oleh karena itu setiap pemimpin
dan pengambil keputuisan berperan sebagai pengembang maupun
pemabahatian nilai budaya. Efektif dan tidaknya organisasi birokrasi
terlihat dari sisi bagaimana birokrasi itu merespon berbagai tuntutan
lingkungan masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan umum.

Menurut UU No.5 Tahun 1974, desentralisasi dan otonomi daerah
dalam rangka untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan
di daerah khususnya dalam pembangunan dan pelayanan kepada
masyarakat. Otonomi daerah memberikan kewenangan untuk

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 67

membangun wilayahnya sesuai dengan potensi dansumber daya
yang dimiliki, partisipasi masyarakat merupakan hal yang utama.
Salah satu bentuk nyata partisipasi dari masyarakat yaitu mengikuti
pemilihan kepala daerah secara langsung, diharapkan terpilih
pemimpin yang membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.
Untuk mewujudkan good governance diperlukan reformasi
kelembagaan dan reformasi menajamen public. Reformasi
kelembagaan terletak pemberdayaan dalam birokrasi sendiri yaitu
masyarakat umum sebagai stakeholder,DPRD sebagai stakeholder,
serta kelompok usaha. Reformasi manajemen public terkait dengan
perubahan manajemen seiring dengan perkembangan teknologi
yang berorientasi pada kinerja bukan kebijakan.
Kebijakan reformasi birokrasi dimulai dari pembenahan
kelembagaan serta sumber daya manusia yang bertujuan untuk
meningkatkan upaya kepercayaan masyarakat akan pelayanan
prima yang diberikan oleh aparatur negara. Suatu pemerintahan
yang baik diwujudkan melalui menajemen pemerintahan yang baik
pula, dimana mekanisme pengambil keputusan dilakukan secara
demokratis, transparan, berkeadilan.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 68

PUBLIC ADMINISTRATION :
BALANCING POWER AND ACCOUNTABILITY

Neneng Sri Rahayu
Politeknik STIA LAN Jakarta
[email protected]

A. Identitas Buku

Judul : Public Administration ; Balancing

Power and Accountability

Penulis Buku : Jerome B. Mc Kinney dan Lawrence C.

Howard

Penerbit : Praeger Publishers, Westport,

Greenwood Publishing Group, Inc

Tahun Terbit : 1998

Tebal Buku : 507 halaman

B. Identitas Buku
Buku ini menjelaskan bahwa kekuasaan dapat mempengaruhi
perilaku pelayanan publik baik pada level menengah sampai dengan
tingkatan bawah, padahal level ini sangat berperan dalam
melaksanakan kebijakan suatu program, dan ketercapaian tujuan
atau outputnya dari pemberian layanan. Ruang lingkup buku ini
menjelaskan tentang:

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 69

Bagian I:
Menjelaskan dasar-dasar etika melibatkan proses dan pencarian
standar moral yang membantu kita dalam mengidentifikasi dan
mengklarifikasi tindakan yang benar dan salah. Etika menjadi standar
atau prinsip dasar untuk memandu tindakan yang benar dan harus
terus menerus dilakukan dan terinternalisasi dalam kehidupan
bermasyarakat. yang selalu menjadi perbincangan dalam etika
publik adalah bagaimana hubungan antara (1) kewarganegaraan,
etika, dan demokrasi; (2) kebajikan, etika, dan kepentingan umum; (3)
etika dan pemikiran para founding fathers; dan (4) etika dan
administrasi. Selain etika, menjelaskan pula tentang administrasi
publik dalam konteks praktik langsung, baik pada organisasi publik
maupun swasta yang memiliki ciri masing-masing baik kelemahan
maupu kekuatannya. Tetapi yang paling penting bagaimana
kebenaran, kredibilitas, dan komitmen terimplementasikan pada
organisasi tersebut yang saling terkait satu sama lain. Pembahasan
lainnya terkait perkembangan dan implikasi kebijakan publik
khususnya, hubungan legislatif dan eksekutif, proses pembuatan
kebijakan dan teknik analisis kebijakan serta bagaimana kebijakan
diimplementasikan. Hal yang paling penting dalam administrasi
publik adalah pelayanan publik yang bertujuan untuk membantu
dalam memperkenalkan peradaban karena menemukan cara yang
paling ekonomis dan responsif dalam menerapkan sumber daya
organisasi publik dengan mengedepankan prinsip berkeadilan dan
demokratis. Proses organisasi menyoroti banyak hal yang dilakukan
organisasi yaitu :

1. Proses mengidentifikasi kepentingan yang mendorong
tindakan publik.

2. Menjelaskan solusi yang tepat.
3. Mengungkapkan jangkauan dan kedalaman respons yang

diinginkan.
4. Membedakan antara kewenangan yang akan dijalankan oleh

badan legislatif sebagai pembeda dari eksekutif.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 70

Bagian II,
Bagian ini menjelaskan dan mengevaluasi teori administrasi publik,
menyajikan gambaran luas dari teori organisasi utama yang telah
mempengaruhi praktek administrasi, memahami organisasi dalam
istilah formal, tertutup, atau mekanistik yang umumnya disebut
sebagai sekolah formal atau klasik, menunjukkan perkembangan
teori organisasi dan hubungannya dengan praktik manajemen
publik. Paradigma teori administrasi publik tradisional dibandingkan
dengan humanisme organisasi, administrasi publik baru berusaha
mengubah kebijakan dan struktur yang secara sistematis
menghambat sosial kesetaraan dengan meningkatkan produktivitas
yang efektif dan efisien, manajemen kualitas total (TQM) dan
rekayasa ulang, praksis dan budaya hermeneutika.
Dalam organisasi publik, teori harus menginformasikan praktik, dan
praktik administrasi harus menghasilkan teori. Sayangnya, dalam
administrasi publik hanya ada penelitian teoretis terbatas dalam arti
menghasilkan pernyataan jika-maka (yaitu, pengujian eksperimental
hipotesis). Sebaliknya, sebagian besar dari apa yang dianggap
sebagai teori sebenarnya adalah deskripsi dari pernyataan normatif,
resep tentang apa yang seharusnya. Teori sangat penting dalam
urusan publik karena proses administrasi adalah penghubung
antara ide dan implementasi. Jika ada hasil yang lebih baik untuk
rakyat yang ingin dilayani pemerintah, administrator publik harus
memiliki teori yang memanfaatkan dan menyeimbangkan wawasan
semua disiplin akademis. Selain itu pada bagian ini membahas pula
tentang pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan konversi
ide menjadi praktik terjadi di tingkat pimpinan menengah. Strategi-
strategi untuk membawa perubahan organisasi adalah: (1)
menganalisis secara sistematis permasalah organisasi; (2) berbagi
data dengan tim dari organisasi (3) penyusunan rencana aksi
bersama untuk mengatasi masalah yang telah diidentifikasi. Strategi
ini membentuk organisasi yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap
perubahan dan memiliki struktur yang lebih inovatif.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 71

Bagian III,
Fungsi manajemen melakukan fungsi perencanaan,
pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian, kemudian
meninjau pengambilan keputusan, komunikasi, dan proses
kepemimpinan, hubungan masyarakat.
Perencanaan sebagai kegiatan yang berkesinambungan yang paling
sering di dengar pada pemerintahan daerah, perencanaan
mengharuskan kita melakukan sesuatu di masa sekarang jika kita
berharap dapat mempengaruhi masa depan dengan didukung oleh
badan atau organisasi yang handal dalam penyelenggaraan
penyusunan dan program dan kegiatan. Perencanaan adalah fungsi
tertinggi dalam manajemen organisasi, mengharuskan kita
menentukan jalan yang benar untuk memetakan dengan tepat
tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang akan dicapai. Efektivitas
perencanaan terletak pada peningkatan koordinasi dan menutup
kesenjangan yang terjadi, tanpa perencanaan tidak akan ada
control/kendali dalam pembangunan.
Perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian
dilakukan terutama oleh administrator tingkat atas yang
bertanggung jawab untuk memvisualisasikan, memulai, dan
mencapai tujuan masa depan. Pimpinan puncak memperhatikan
perencanaan strategis atau perencanaan yang komprehensif yakni
perencanaan untuk keseluruhan unit ataupun lembaga. Terdapat
sejumlah instrumen atau metode yang tersedia untuk membantu
pimpinan level menengah dalam mencapai rencana organisasi.
Mungkin yang paling banyak digunakan adalah perencanaan
program, manajemen berdasarkan tujuan (MBO), dan teknik
evaluasi dan tinjauan program (PERT). Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam melakukan evaluasi dan mereview program
adalah (1) memfokuskan perhatian manajemen pada aspek-aspek
kunci dari pengembangan program; (2) Mengingatkan pimpinan
level menengah pada potensi masalah yang dapat menghambat
pencapaian tujuan program; (3) memfasilitasi evaluasi program; (4)

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 72

menyediakan pelaporan yang cepat; dan (5) peningkatan kualitas
pengambilan keputusan.
Untuk memperoleh keputusan yang ideal, maka para pembuat
keputusan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka
perlu menetapkan proses yang konsisten dan logis yang akan
menghasilkan hasil yang paling dapat diterima. Adapun langkah-
langkahnya adalah melakukan diagnosis masalah dengan benar,
mengumpulkan data dan mengidentifikasi kriteria keputusan,
mengidentifikasi alternatif, menganalisis secara kritis, mendalam
dan membandingkan alternatif, memilih dan merekomendasikan
alternatif yang akan dipertimbangkan, dan melaksanakan alternatif.
Kekuasaan dapat dijalankan dan akuntabilitas sulit diperoleh,
melibatkan berbagai aturan, regulasi, dan prosedur yang diterapkan
oleh pimpinan pada level menengah, terutama membuat keputusan
secara terprogram, dan melibatkan kemampuan pimpinan untuk
menyaring informasi atau komunikasi yang hierarkional,
menciptakan kemungkinan "penyerapan ketidakpastian." Karena
proses reduktif yang terjadi saat informasi berjalan ke atas hierarki,
akhirnya, lingkungan tawar-menawar di mana pengambilan
keputusan publik berlangsung memastikan bahwa checks and
balances dapat secara signifikan mempengaruhi keputusan apa
yang akan dibuat. Namun, ada batasan seberapa baik tawar-
menawar dapat mengontrol kualitas keputusan dan
implementasinya.
Bagian IV,
Bagian ini memjelaskan terkait tinjauan pelaksanaan kekuasaan
melalui pelaksanaan program menggambarkan fungsi
pengendalian dan dukungan personel, pengelolaan keuangan, dan
produktivitas. Fungsi personalia meliputi proses dimana pimpinan
bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi.
Fungsi tradisional meliputi perekrutan, pemeriksaan, sertifikasi,
klasifikasi jabatan, kebijakan gaji, penugasan dan pengawasan
pekerjaan, pelatihan (terutama dalam pelayanan) dan promosi,
catatan layanan, dan pemindahan; rencana keselamatan, hubungan

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 73

dengan profesional dan organisasi serikat pekerja, dan moral;
prestise, disiplin, dan sarana untuk menciptakan layanan
karir. Dalam menjalan fungsinya sudah mengarah pada sistem
prestasi baik prestasi umum maupun khusus untuk mendukung
kompetensi pegawai, menyediakan karir di pemerintahan dan
memastikan gaji yang adil, tunjangan yang memadai (khususnya
ketentuan untuk pensiun), promosi kriteria kinerja, kebebasan dari
campur tangan partisan (netralitas), perlindungan karyawan dari
perlakuan tidak adil oleh atasan, dan peningkatan status pegawai
publik melalui pelatihan yang ditingkatkan dan upaya masyarakat
profesional (merit)
Bagian ini juga menekankan pemantauan dan evaluasi program
serta dampaknya dalam hal biaya dan manfaat barang dan jasa, dan
organisasi sebagai instrumen dalam sistem penyampaian. Dua
bidang penting yang dinilai: federalisme administratif dan fiskal
dalam hubungan antar pemerintah, dan masalah dalam
administrasi dan pembangunan internasional. Secara umum,
administrasi keuangan terdiri dari tiga perhatian utama: (1)
menentukan kebijakan fiskal, sebuah proses di mana masyarakat
atau pemimpin politik mengidentifikasi program umum dan
mengizinkan alokasi untuk mengimplementasikannya (masalah
seperti pekerjaan, perpajakan, inflasi, pendapatan meningkatkan,
dan meminjam atau pembiayaan defisit); (2) memastikan
akuntabilitas, sehingga dana publik dibelanjakan secara jujur dan
bijaksana untuk tujuan yang disahkan oleh masyarakat luas; dan (3)
memberikan struktur organisasi yang diperlukan dan kontrol untuk
secara efektif melaksanakan menempatkan tugas dan tanggung
jawab fiskal. Hal lainnya yang berfungsi sebagai pendudkung adalah
proses penganggaran yakni proses yang dinamis dan berkelanjutan.
Biasanya dipandang memiliki lima fase: (1) perencanaan dan
penetapan prioritas; (2) penyusunan berdasarkan pedoman; (3)
tinjauan legislatif atas permintaan dan alokasi lembaga; (4)
pelaksanaan program yang disetujui; dan (5) pasca-audit dan review
pengeluaran instansi.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 74

Upaya akuntabilitas merupakan hal yang endemik dalam sistem
manajemen keuangan. Penetapan anggaran item lini dan
pembuatan rutinitas pembelian dan audit didorong oleh kebutuhan
untuk mencegah manipulasi sumber daya pemerintah untuk
keuntungan pribadi. Perlu juga dicatat bahwa sistem manajemen
keuangan sekarang melampaui pemantauan fiskal untuk
memasukkan analisis kegiatan program dan penilaian dampak
program pemerintah terhadap masyarakat. Singkatnya, semakin
jelas bahwa banyak kekuasaan masih beroperasi di luar
pengawasan atasan, membuat akuntabilitas bergantung pada
sistem nilai individu pimpinan. Pada tahap yang lebih besar,
semakin akuntabilitas berarti tidak hanya kejujuran tetapi juga
kapasitas untuk meningkatkan efektivitas pemerintah dalam
pelaksanaan program yang dilakukan.
Bagian V,
Bagian ini menjelaskan terkait area kebijakan, yang dijabarkan
kedalam sistem hubungan antar pemerintah. Bab ini
mengilustrasikan pengaturan antar pemerintah yang dinamis di
mana unit pemerintah tertentu beroperasi terlibat dalam mengelola
sebuah lembaga dalam sistem federal, perlunya kerjasama, adanya
tawar-menawar yang terus berlangsung di antara unit-unit
pemerintah, mengidentifikasi berbagai jenis operasi keuangan dan
pengaturan administrative, memahami peran kuat keuangan dalam
sistem antar pemerintah dalam menentukan arah kebijakan
berbagai tingkat pemerintahan, karakteristik, masalah, dan
keuntungan dari sistem federal AS, peran penting pimpinan dalam
mempengaruhi antar kebijakan pemerintah.
Makna akuntabilitas": (1) tanggung jawab yang lebih besar kepada
atasan yang dipilih; (2) daya tanggap yang lebih besar terhadap
kelompok masyarakat (biasanya berarti minoritas); dan (3)
komitmen yang lebih besar terhadap "nilainilai -dan standar
moralitas yang lebih tinggi.
Akuntabilitas di tingkat menengah harus memiliki landasan
kekuasaan dan juga landasan moral. Kemampuan dan

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 75

pemberdayaan masyarakat harus saling mendukung. Akuntabilitas

harus didefinisikan ulang untuk menunjukkan saling

ketergantungannya dengan kekuasaan dan

dioperasionalkan sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat

diminimalkan. Penyalahgunaan kekuasaan utama adalah

kegagalan pemerintah untuk memberikan program dan layanan

yang telah disahkan dan didanai, dan perpindahan tujuan program

yang ditentukan oleh publik dengan perluasan organisasi dan tujuan

pribadi (keamanan kerja dan promosi). Jadi, untuk meningkatkan

akuntabilitas, kita harus meningkatkan kapasitas pemerintah untuk

mencapai tujuan yang diartikulasikan secara publik. Ini pasti

memusatkan perhatian pada pimpinan tingkat menengah karena

mereka adalah penerjemah utama dari niat yang ditentukan secara

publik menjadi hasil. Akuntabilitas dengan demikian harus

bertumpu pada fasilitasi kapasitas pimpinan tingkat menengah

sebagai yang melaksanakan kebijakan. Pimpinan tingkat menengah

sebagai agen utama perubahan organisasi. Mereka memiliki

kekuatan untuk mewujudkan "demokrasi yang bisa diterapkan"

dengan menyeimbangkan kekuatan dengan akuntabilitas untuk

meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keseimbangan kekuasaan

dan akuntabilitas adalah tugas berat yang mengharuskan

kekuasaan tunduk pada kemampuan yang meningkatkan kualitas

pemerintahan di negara demokratis.

C. Kelebihan dan Kelemahan

 Kelebihan
Buku ini sangat komprehensif dalam menjabarkan teori dan
diperkuat dengan praktek yang terjadi dalam penyelenggaraan
administrasi publik, dan menjadi panduan baru dalam
menjalankan birokrasi yang berbenturan antara kekuasaan dan
akuntabilitas, dimana fokus perhatiannya pada pimpinan
ditingkat menengah

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 76

 Kelemahan
1. Praktik administrasi juga tidak diselidiki untuk teori implisit
yang gunakan.
2. Teori yang membahas hubungan antara pembuatan
kebijakan tingkat atas dan implementasi oleh operator
hampir tidak ada.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 77

MEMIMPIN PERUBAHAN DI BIROKRASI PEMERINTAH
(Catatan Kritis Seorang Akademisi)

Budi Fernando Tumanggor
Politeknik STIA LAN Jakarta
[email protected]

A. Identitas Buku

Judul : Memimpin Perubahan di Birokrasi

Pemerintah

Penulis Buku : Agus Dwiyanto

Penerbit : Gadjah Mada University Press

Tahun Terbit : 2016

Tebal Buku : 391 halaman

B. Isi Buku
Pengalaman seorang pemimpin dalam proses perubahan di suatu
organisasi tidak selalu mudah dan berjalan dengan mulus. Buku yang
lahir dari suatu ungkapan dan catatan kritis seorang penulis yang
berlatar belakang akademisi dalam memimpin perubahan di suatu
instansi pemerintah think tank di bidang pengembangan kompetensi
Aparatur Sipil Negara. Pengalaman penulis sebagai pemimpin di
Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam mengkondisikan dan
melaksanakan perubahan di instansi ini diungkapkan dengan sangat
sistematis dan mendalam. Keistimewaan yang dimiliki oleh beliau

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 78

sebagai akademisi dan sekaligus birokrat selama hampir kurang
lebih 3 (tiga) tahun tidak disia-siakan oleh beliau dengan
mendokumentasikan pengalamannya lewat buku ini agar dapat
menjadi pembelajaran bagi semua orang dan perjuangan
selanjutnya dalam proses perubahan LAN untuk menjadi rujukan
bangsa dalam reformasi administrasi di Indonesia.
Perhatian penulis terhadap perlunya diupayakan terus-menerus
berbagai tindakan nyata untuk mempercepat transformasi dan
reformasi birokrasi pemerintah, diejawantahkan dan direalisasikan
dalam program dan kebijakan perubahan di LAN dengan beliau
sebagai pimpinan tertinginya. Berbagai penolakan dan tantangan
dihadapi oleh beliau saat menginisiasi dan melaksanakan perubahan
di LAN. Berbagai catatan kritis diberikan beliau dalam setiap bab
buku ini yang benar-benar menunjukkan bahwa isi buku ini memang
sungguh-sungguh pengalaman nyata beliau dan hasil refleksi
mendalam beliau.
Apabila diperhatikan dari setiap Bab buku ini, mulai dari Bab I sampai
Bab 10 pembaca akan dapat menemukan sistematika penulisan yang
runtut seolah-olah ini menjadi penjelasan terkait dengan program
nyata dan pencapaian beliau selama kurang lebih 3 (tiga) tahun
menjadi pemimpin tertinggi sekaligus pemimpin perubahan di LAN.
Setiap bab dalam buku ini ditutup dengan catatan kritis dari beliau
seolah menjadi refleksi mendalam beliau atas upaya perubahan yang
sudah dilakukan sekaligus di dalamnya terkandung beberapa kritik
yang membangun, rencana perbaikan, ide/inovasi dan ikhtiar
perubahan yang akan terus diwujudkan selanjutnya demi perbaikan
LAN ke depannya.
Buku ini seolah menjadi “cermin” dan laporan pertanggungjawaban
yang nyata dari seorang pemimpin LAN dalam menciptakan
perubahan yang diperlukan. Buku ini juga sekaligus menjadi bukti
bagaimana dinamika yang terjadi di LAN dalam proses perubahan
tersebut dan menunjukkan gambaran reaksi dan respon dari
sebagian birokrasi pemerintah bila dihadapkan pada proses
perubahan. Resistensi terhadap perubahan dan terhadap kehadiran

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 79

seseorang seperti penulis yang dari luar birokrasi pemerintah seolah
menjadi hal yang lumrah dan lazim. Akan tetapi, bukan kah dalam
setiap proses perubahan akan selalu ada resistensi? Beliau tidak
menjadikan resistensi itu sebagai penghalang dalam mewujudkan
impian beliau menjadikan LAN sebgai rujukan bangsa dalam
reformasi administrasi di Indonesia. Harapan dari penulis bahwa
buku ini ki
Sekilas Tentang Penulis
Professor Dr. Agus Dwiyanto MPA tercatat pada masa hidupnya
sebagai salah seorang Guru Besar di Departemen Manajemen dan
Kebijakan Publik (MKP), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas
Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 di Ilmu
Administrasi Negara Fisipol UGM pada tahun 1980 dan melanjutkan
jenjang pendidikan S2 dan S3 bidang administrasi publik di University
of Southern California, Amerika Serikat pada tahun 1990.
Beliau selama berkarier di almamaternya UGM pernah menjabat
beberapa posisi atau jabatan yaitu: Ketua Jurusan Jurusan Ilmu
Administrasi Negara tahun 1992-1999, Kepala Pusat Penelitian
Kependudukan UGM tahun 1994-1997, Wakil Rektor Bidang Kerja
Sama dan Pengembangan Usaha UGM tahun 2002-2007.
Selama berkarier sebagai Kepala LAN dari tahun 2012-2015 beliau
telah banyak melakukan perubahan bersama koleganya yang
mencakup pada beberapa bidang yaitu: struktur kelembagaan, diklat
kepemimpinan, diklat prajabatan, dan perubahan budaya birokrasi
di LAN. Buku ini merupakan hasil refleksi kritis beliau dari
pengalaman melaksanakan perubahan di LAN sebagai salah satu
instansi pemerintah yang sangat penting bagi pengembangan
kompetensi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia.
Lebih Jauh Mengenali Buku Ini
Buku yang terdiri dari 10 bab ini memberikan percikan pemikiran
yang berangkat dari pengalaman konkret dan langsung penulis
dalam menahkodai proses perubahan di birokrasi pemerintah.
Evaluasi yang menarik dari penulis bahwa dalam proses perubahan
di birokrasi pemerintah memang tidak selalu semudah analisa dan

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 80

hasil pendalaman dari berbagai literatur yang ada tentang konteks
manajemen perubahan. Literatur tentang manajemen perubahan
yang ada menurut beliau cenderung mengandalkan insting, akal
sehata dan naluri para agen dan pemimpin perubahan namun
pengalaman beliau sebagai penulis buku ini lebih merupakan
pengalaman pribadi atau tacit knowledge sehingga menjadi salah satu
alternatif literatur yang sedikit berbeda dari yang sudah ada terkait
dengan konteks manajemen perubahan khususnya di birokrasi
pemerintah.
Apabila dicermati dari Bab 1 sampai dengan Bab 10, buku ini memiliki
kelebihan dengan alur pemikiran yang diuraikan dengan sangat
sistematis dan “mengalir” serta lahir dari pengalaman konkret
penulis dengan beberapa rangkuman dari masing-masing bab
sebagai berikut:
 Bab 1 membahas tentang bagaimana pergumulan batin penulis

pada saat beliau didapuk dan diminta untuk menjabat sebagai
Kepala LAN dalam suatu proses seleksi terbuka calon Kepala LAN.
Keinginan besar penulis untuk membawa perubahan di LAN
sebagai salah satu lembaga think tank pengembangan kompetensi
ASN mendorong beliau untuk mengambil peran tersebut.
Menariknya justru, pergumulan ini menjadi semakin berkecamuk
di diri penulis karena sebelumnya penulis dalam banyak
kesempatan juga kerap memberikan kritik kepada lembaga yang
akan dipimpinnya tersebut. Penulis memiliki mimpi bahwa LAN
akan menjadi rujukan bangsa dalam hal reformasi administrasi di
Indonesia.
 Bab 2 penulis membahas tentang bagaimana seharusnya tahapan
dalam memulai perubahan. Penulis mengangkat bahwa proses
perubahan di birokrasi pemerintah ternyata memiliki pendekatan
yang berbeda apalagi dengan karakteristik birokrasi Weberian
yang dipraktikkan di Indonesia. Penulis menegaskan dalam bab ini
bahwa dalam rangka mengembangkan semangat melaksanakan
perubahan maka pemerintah perlu menginternalisasikan nilai-
nilai dan kepentingan publik dalam kehidupan para ASN.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 81

 Bab 3 menjelaskan tentang bagaimana pengalaman penulis
melakukan penataan kelembagaan di LAN sebagai wujud nyata
dari proses perubahan di instansi tersebut. Penataan
kelembagaan di LAN dilakukan dengan menyatukan semua
kegiatan dalam berbagai fungsi terkait ke dalam satu institusi,
misalnya: fungsi kajian yang sebelumnya dikelola oleh tiga
kedeputian dijadikan dalam satu kedeputian sehingga menjadi
lebih efisien dan efektif.

 Bab 4 menjelaskan tentang bagaimana seharusnya
mengembangkan budaya birokrasi yang menurut penulis lebih
sesuai dengan situasi di Indonesia yang sangat sarat dengan
keanekaragaman etnis, budaya, agama, sejarah dan tingkat
kemajuan sosial-ekonomi. Hal ini menjadi penting karena
birokrasi ala Weber yang dikembangkan di berbagai instansi
pemerintah di Indonesia sangat menekankan pada keseragaman,
hirarki dan kontrol, formalisasi dan orientasi pada kekuasaan.

 Bab 5 menjelaskan tentang bagaimana penulis mengupayakan
langkah konkret untuk membentuk pemimpin perubahan di LAN
dan mengevaluasi beberapa kegiatan kunci di LAN yang berkaitan
dengan tugas pokok dan fungsi LAN sehingga dapat diusung
inovasi untuk mendukung proses perubahan yang diperlukan
misalnya terhadap pelaksnaan Diklat Kepemimpinan (Diklatpim)

 Bab 6 masih melanjutkan pembahasan dari bab sebelumnya
terkait dengan apa saja proses evaluasi dan perubahan yang
dilakukan di LAN. Pembahasan di bab ini khususnya tentang
inovasi dan perubahan yang perlu dilakukan LAN dalam konteks
pelaksanaan diklat prajabatan bagi para calon PNS sebagai titik
awal yang penting bagi terciptanya “energi perubahan” di seluruh
instansi pemerintah.

 Bab 7 membahas tentang dinamika yang terjadi dalam
pengembangan jabatan fungsional analis kebijakan dan
menjadikan LAN sebagai center of excellence. Bagian ini juga
membahas tentang salah satu satuan kerja yang sebenarnya
sangat strategis namun kehilangan relevansinya yaitu STIA LAN.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 82

Menurut penulis seharusnya STIA LAN dapat ditransformasi
menjadi Sekolah Kader Aparatur Sipil Negara dengan keuntungan
dan kelebihan yang dimiliki karena berada di bawah LAN.
 Bab 8 membahas dan menguraikan tentang dinamika inovasi
yang dilakukan di LAN dengan membuka Kedeputian baru yaitu
Kedeputian Inovasi Administrasi Negara. Hal ini menurut penulis
penting karena masalah utama yang dihadapi dalam
mempercepat reformasi birokrasi adalah rendahnya inovasi
sektor publik. LAN harus mendorong agar inovasi menjadi bagian
tidak terpisahkan dari budaya baru birokrasi pemerintah.
 Bab 9 menguraikan tentang masalah yang dihadapi oleh
pemerintah dalam mengembangkan jabatan fungsional analis
kebijakan. Perlakuan pemerintah selama ini terhadap pejabat
fungsional analis kebijakan sebagaimana layaknya pejabat
struktural justru melemahkan peran dan fungsi pejabat
fungsional.
 Bab 10 menjelaskan bagaimana penulis menguraikan gejala yang
selama ini mengindikasikan kecenderungan birokrasi pemerintah
memiliki patologi-kemapanan. Strategi kebijakan yang sifatnya
holistik dibutuhkan dalam mengatasi hal ini misalnya dengan:
pengembangan struktur organisasi yang lebih ramah terhadap
perubahan, pembentukan pola pikir, sikap dan perilaku terbuka
dan kreatif serta perbaikan lingkungan kerja birokrasi yang lebih
kondusif dan ramah pada perubahan.
Buku ini tetap memberikan inspirasi lewat pengalaman dan
pengetahuan tacit knowledge penulis dalam proses perubahan yang
seharusnya dilakukan dalam kaitannya dengan reformasi birokrasi
pemerintah dan budaya birokrasi pemerintah ala Weber seperti di
Indonesia.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 83

BUSINESS PROCESS MAPPING :
UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN

GUIDEBOOK

Marsono
Pusat Teknologi Pengembangan Kompetensi

[email protected]

A. Identitas Buku

Judul : Business Process Mapping: Untuk

Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

(Guidebook)

Penulis Buku : J. Mike Jacka & Paulette J. Keller

Penerbit : John Wiley & Sons, Inc. All rights

reserved

Tahun Terbit : 2009

Tebal Buku : 426 halaman

B. Isi Buku
Buku ini terdiri dari 12 Bab membahas tentang arti pentingnya
pemetaan proses bisnis untuk menciptakan efisiensi, mencari cara
menyediakan layanan yang lebih baik, mencari cara untuk
melakukan inovasi serta membawa orang bersama-sama untuk
mencapai tujuan. Ruang lingkup pembahasan buku ini meliputi:

1. Penjelasan mengenai apa itu proses. Dalam dunia bisnis, seperti
halnya dalam kehidupan, proses mendasari segala sesuatu yang kita

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 84

lakukan. Proseslah yang memungkinkan yang memungkinkan kita
datang ketempat kerja, proseslah yang memungkinkan kita
menyelesaikan pekerjaan kita, dan proseslah yang membawa orang
bersama-sama untuk mencapai tujuan. Saling keterkaitan dari
proses-proses ini pada akhirnya membawa kepada kesuksesan atau
kegagalan usaha apapun.
2. Pembahasan pemetaan proses. Pemetaan proses adalah sebuah
cara untuk menyajikan secara grafis transaksi-transaksi dan cerita-
cerita yang membentuk sebuah bisnis. Pemetaan proses memberi
peluang kepada kita sebagai pengkaji untuk lebih memahami proses,
secara aktif mencari cara agar proses tersebut lebih berhasil, dan
memastikan bahwa nilai yang sesungguhnya akan diberikan kepada
para pelanggan (stakeholders).
3. Penjelasan manfaat pemetaan proses. Manfaat pemetaan proses
yang lebih gamblang yaitu dokumentasi yang lebih baik untuk proses
pengkajian (review), kemampuan untuk merepresentasikan secara
visual proses tersebut, dan penilaian menyeluruh mengenai berbagai
aspek proses. Jika satu-satunya tahap yang dibutuhkan ketika
menyusun peta proses adalah mendokumentasikan secara grafis
sebuah proses, maka pemetaan proses akan menjadi tidak lebih dari
sekadar flowchart yang dibangga-banggakan. Sebenarnya peta
proses adalah bagian dari sebuah sistem yang lebih besar. Bila
semua tahap dari sistem ini dipetaan, ada manfaat tambahan yang
mungkin tidak langsung kelihatan.
4. Pembahasan teknik pemetaan proses. Selama bertahun-tahun
sejumlah pendekatan dan teknik menggunakan nama Pemetaan
Proses (Process Mapping). Secara teknis tidak ada pendekatan
pemetaan proses yang didefinisikan secara jelas, begitu pula tidak
ada pendekatan benar atau salah terhadap pemetaan proses.
Masing-masing pendekatan mempunyai keuntungan sendiri-sendiri
dan mungkin bisa diterapkan dalam berbagai situasi. Namun, kami
telah mendapati bahwa pendekatan kami terhadap pemetaan
proses telah banyak menghasilkan analisis proses yang berhasil.
Perangkat yang membawa ini semua adalah proses pemetaan.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 85

Penyusunan peta proses berasal dari pengkaji yang duduk dengan
seorang karyawan yang menceritakan kisah tentang pekerjaannya.
Ketika cerita itu berkembang, pengkaji mendokumentasikan proses
dengan cara yang akan membantu karyawan memvisualisasikan
transformasi yang terjadi. Pada akhirnya karyawan dapat melihat
produk jadi dan memastikan bahwa kisah itu telah diceritakan secara
akurat.
5. Pembahasan langkah-langkah pemetaan proses bisnis. Langkah
pemetaan proses melalui beberapa tahapan. Tahap pertama
mengidentifikasi proses melalui identifikasi peristiwa-peristiwa
pemicu. Untuk mengidentifikasi pemicu-pemicu penting ini dan
proses-proses yang menyertainya dibutuhkan cara pandang
terhadap mereka dari perspektif eksternal, bukan internal. Carilah
peristiwa-peristiwa yang menuntun kepada interaksi dengan proses
tersebut. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi proses-proses
pendukung. Begitu semua proses teridentifikasi, proses-proses itu
harus diberi nama. Meskipun tugas ini tampaknya sepele, sering kali
untuk pertama kalinya setiap orang di dalam perusahaan harus
memikirkan apa saja proses=proses aktual itu. Tahap selanjutnya
adalah mempersiapkan Lembar Kerja Urutan Proses Bisnis. Ini
merupakan representasi grafis dari proses-proses utama, termasuk
bagaimana mereka saling berhubungan dan saling mendukung.
Lembar kerja ini dapat dianggap sebagai sebuah peta proses
tinjauan luas. Ia harus mencakup peristiwa-pristiwa yang
memengaruhi dan mengakhiri proses. Tahap selanjutnya
pengumpulan data dan informasi. Mengingat begitu banyak data dan
informasi yang harus dikumpulkan, maka diperlukan perangkat
pengumpulan data untuk mendokumentasikan informasi latar
mengenai proses-proses, unit-unit, tugas-tugas, dan tindakan
melalui:
 Tinjauan deskripsi proses : sebuah tinjauan terhadap semua

proses yang diidentifikasi Bersama dengan sebuah deskripsi
singkat;

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 86

 Bagan pemilik proses/pemilik unit : sebuah representasi visual
dari semua proses beserta para pemiliknya dan para pemilik unit;

 Lembar kerja profil proses : sebuah tempat penyimpanan
tunggal dari informasi penting menyangkut proses-proses dan
unit-unit;

 Survey aliran kerja (Work flow): synopsis dari seorang karyawan
mengenai pekerjaan yang ia tunaikan dan tugas-tugas yang telah
ia selesaikan.

C. Kelebihan dan Kelemahan
 Kelebihan
Buku ini dapat dipahami oleh para pembaca dan memberikan
pemahaman terkait dengan konsep, langkah-langkah, dan
implementasi pemetaan proses bisnis dan sekaligus keterampilan
dalam identifikasi, pendokumentasian serta penuangan proses ke
dalam lembar kerja proses dan visualisasi proses dalam alur
flowcart.
 Kelemahan
Kelemahan dari buku ini, terutama pembabakan dan sistematika
penulisan yang terlalu kompleks dan penggunaan contoh-contoh
visualisasi flowcart yang rijit dan teknis.

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 87

LEADING IN A VUCA WORLD
(INTEGRATING LEADERSHIP, DISCERNMENT AND

SPIRITUALITY)

Siti Tunsiah
Lembaga Administrasi Negara

[email protected]

A. Identitas Buku

Judul : Leading in a VUCA World (Integrating

Leadership, Discernment and

Spirituality)

Penulis Buku : Jacobus (Kobus) Kok & Steven C. van

den Heuvel

Penerbit : Springer Open

Tahun Terbit : 2017

Tebal Buku : 207 halaman

B. Isi Buku
VUCA, istilah yang sering kita dengar saat ini merupakan singkatan
dari Volatility (bergejolak), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity
(kompleksitas), dan Ambiguity (tidak jelas). Secara umum, VUCA
adalah fenomena yang menggambarkan situasi dunia yang
mengalami perubahan sangat cepat dan cenderung tidak bisa
ditebak. Begitu halnya dengan lingkungan organisasi, Votality
diartikan sebagai lingkungan organisasi yang mudah berubah-ubah
dengan cepat dan labil yang terjadi dalam skala besar. Uncertainty

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 88

memiliki artian tidak pasti atau ketidakpastian. Ini menggambarkan
situasi ketika orang akan sulit mempredikasi sebuah keakuratan
yang akan terjadi di masa depan. Complexity menggambarkan situasi
yang semakin rumit karena banyaknya tantangan yang hadir
merupakan perwujudan dari banyak faktor yang saling terkait satu
sama lain. Ambiguity memiliki artian tidak ada kejelasan asal usul
sebuah kejadian. Fenomena VUCA ini terjadi sebagai konsekuesi dari
semakin majunya teknologi sehingga dunia kerja akan penuh dengan
persaingan, serba cepat, dan dipengaruhi oleh faktor yang tidak bisa
ditebak. Untuk menghadapi situasi VUCA tersebut dalam organisasi,
selain kesiapan dari setiap pegawainya, juga diperlukan pemimpin
yang memiliki karakter kepemimpinan yang handal agar organisasi
tetap berjalan ditengah situasi VUCA tersebut. Banyak literatur yang
dapat dipelajari untuk mendalami ilmu terkait kepemimpinan di era
VUCA ini, salah satunya yaitu buku yang ditulis oleh Jacobus (Kobus)
Kok dengan judul Leading in a VUCA World (Integrating Leadership,
Discernment and Spirituality). Ternyata buku ini sudah ditulis pada
tahun 2017, padahal di Indonesia sendiri khususnya di dunia
birokrasi, rasa-rasanya VUCA baru sering dibicarakan sekitar tahun
2000-an. Tentang buku tersebut, buku tersebut ditulis untuk
melengkapi perpsektif lain diantara buku lainnya tentang
kepemimpinan di era VUCA. Buku yang ditulis sebanyak 207 halaman
ini memaparkan tentang bagaimana integrasi kepemimpinan,
kearifan, dan spriritualitas. Buku yang bersisi sebagian dari
simposium dari berbagai sarjana interdisipliner dan transdisipliner,
dengan 13 (tiga belas) kontributor yang turut memberikan
pencerahannya terkait kepemimpinan. Spiritualitas ditafsirkan
secara luas oleh banyak penulis berkaitan dengan pertumbuhan dan
nilai pribadi, yaitu sikap keterbukaan, perhatian, dan kesadaran.
Menurut Joke vab Saane dalam buku ini bahwa spriritualitas diartikan
sebagai “pencarian makna yang konstan dari sikap terbuka dengan
fokus pada keberlanjutan dan kredibilitas, berakar pada
pengetahuan diri dan keinginan untuk tumbuh dan berkembang”.
Pun yang dituliskan oleh du Toit dan Lombaard bahwa spiritualitas

RESENSI BUKU: Administrasi Negara Kontemporer 89


Click to View FlipBook Version