101 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 056 Tgl. Terbit : 02 Januari 2016 PEMASANGAN DAN MONITORING PATOK HGU No. Revisi : - Tgl. Revisi : - 5.3 SSL ✓ Melaporkan kepada instansi pemerintah terkait jika ada ditemukan Patok HGU yang hilang atau bergeser dari titik koordinat yang seharusnya. ✓ Berkoordinasi dengan pihak kebun jika ditemukan patok HGU yang hilang atau bergeser dari titik koordinat yang seharusnya untuk dilakukan penggantian atau penempatan ulang patok HGU sesuai dengan titik koordinat yang seharusnya. 5.4 GIS dan Surveyor ✓ Melakukan pengecekan secara berkala posisi patok HGU, dan memastikan posisi koordinat patok sesuai dengan peta HGU. ✓ Membuat laporan hasil monitoring patok HGU. 5.5 Petugas Perawatan Patok ✓ Melakukan perawatan kondisi patok HGU dan memastikan patok HGU terlihat tidak tertutup oleh rumput atau tertimbun tanah. ✓ Membuat laporan perawatan patok HGU. 6. PROSEDUR 6.1 Penetapan batas bidang tanah dilakukan oleh Panitia Ajudikasi (pengumpulan dan penetapan kebenaran data fisik dan data yuridis) dalam pendaftaran tanah secara sistematik oleh Kepala Kantor Pertanahan atau pegawai Kantor Pertanahan yang ditugaskannya dalam pendaftaran tanah secara sporadic (pendaftaran tanah untuk pertama kali). 6.2 Tanda-tanda batas dipasang pada setiap sudut batas tanah dan,apabila dianggap perlu oleh petugas yang melaksanakan pengukuran, juga pada titik-titik tertentu sepanjang garis batas bidang tanah tersebut. Untuk penentuan dan penetapan patok HGU maka dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). 6.3 Jenis patok : • Patok Permanen/Beton/Tugu. • Patok Semi Permanen/Paralon. • Patok Sementara. 6.4 Pemasangan Patok 6.2.1 Patok Permanen/Beton/Tugu ✓ Patok Permanen/Beton/Tugu adalah tugu dari batu bata atau batako yang dilapis dengan semen atau beton yang besarnya sekurang-kurangnya 0,30m x 0,30m dari
102 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 056 Tgl. Terbit : 02 Januari 2016 PEMASANGAN DAN MONITORING PATOK HGU No. Revisi : - Tgl. Revisi : - ✓ tinggi sekurang-kurangnya 0,60m, dan berdiri di atas batu dasar yang dimasukan ke dalam tanah sekurang-kurangnya berukuran 0,70m x 0,70m x 0,40m. ✓ Pemasangan patok beton ini untuk menggantikan patok sementara yang ada dilapangan. ✓ Patok permanen/beton/tugu dipasang pada sudut batas atau patahan batas HGU; cat dasar warna putih dengan tulisan nomor patok warna merah. ✓ Untuk patok yang bukan berada di sudut/patahan HGU, dapat menggunakan ukuran patok yang lebih kecil (0.15m x 0.15m). Gambar 1, sketsa dan foto patok permanen/beton/tugu. 6.2.2 Patok Semi Permanen/Paralon ✓ Patok Semi Permanen/Paralon adalah pipa paralon yang diisi dengan beton dengan panjang sekurang-kurangnya 1,50m dan diameter sekurang-kurangnya 0,10m, yang dimasukan ke dalam tanah sepanjang 1,00m, dan yang muncul di atas tanah dicat warna merah. ✓ Pemasangan patok semi permanen/paralon ini untuk menggantikan patok sementara yang ada dilapangan sebagai patok tambahan/additional. ✓ Patok semi permanen/paralon dipasang pada sudut batas atau patahan batas HGU; cat dasar warna merah dengan tulisan nomor patok warna putih.
103 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 056 Tgl. Terbit : 02 Januari 2016 PEMASANGAN DAN MONITORING PATOK HGU No. Revisi : - Tgl. Revisi : - Gambar 2, Sketsa dan foto patok semi permanen/paralon. 6.2.3 Patok Sementara ✓ Patok Sementara adalah kayu dengan panjang sekurang-kurangnya 1,5m dan diameter sekurang-kurangnya 10cm, yang dimasukan ke dalam tanah sepanjang 1m, dan yang muncul di atas tanah dicat warna merah. ✓ Patok ini sifatnya sementara yang setelah itu diganti dengan patok permanen/beton/tugu atau dengan patok semi permanen/paralon. Gambar 3, foto patok sementara
104 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 056 Tgl. Terbit : 02 Januari 2016 PEMASANGAN DAN MONITORING PATOK HGU No. Revisi : - Tgl. Revisi : - 6.3 Monitoring Patok 6.3.1 Monitoring patok menggunakan alat ukur survey berupa GPS, alat yang dipakai bisa menggunakan GPS Trimble atau GPS Garmin. 6.3.2 Pengoperasian GPS Trimble dan GPS Garmin perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini: 6.3.3 Catatan : ✓ Patok Asal: Merupakan Patok BPN sesuai dengan lampiran sertifikat HGU yang ditemukan di lapangan. (e.g AEA 001, KIN 013) ✓ Patok Baru: Merupakan Patok BPN sesuai dengan lampiran sertifikat HGU yang tidak ditemukan di lapangan, kemudian diberi tanda batas/patok sementara di lapangan. (e.g AEA 001, KIN 013) ✓ Patok Tambahan: Merupakan patok tambahan yang dipasang oleh kebun, berada diantara Patok HGU jika jarak antar patok HGU terlalu jauh (lebih dari 500 m). (e.g AEA T001, KIN T013) 6.3.4 Jangka waktu maintenance/pemeliharaan/monitoring patok HGU adalah 3 bulan terhitung setelah patok-patok HGU tersebut terpasang, jika ada hal lain yang mengakibatkan tidak dapat dilakukannya kegiatan tersebut maka diberi jeda waktu 3 bulan dan selambat-lambatnya 1 tahun. 6.4 Perbaikan Patok 6.4.1 Apabila kondisi patok hilang/rusak maka sesegera mungkin melakukan pelaporan kepada kebun untuk dilakukan perbaikan atau pemasangan ulang. 6.4.2 Perbaikan atau pemasangan ulang paling lambat 1 bulan setelah ada laporan dari kegiatan monitoring patok-patok batas HGU dilapangan.
105 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 056 Tgl. Terbit : 02 Januari 2016 PEMASANGAN DAN MONITORING PATOK HGU No. Revisi : - Tgl. Revisi : - 6.5 Pelaporan 6.5.1 Pembuatan laporan dibuat sesudah kegiatan monitoring patok-patok batas HGU di lapangan maksimal satu minggu dari tanggal monitoring dengan dilampirkan Berita Acara Monitoring Patok Batas HGU. 6.5.2 Laporan yang dibuat disetujui oleh atasan langsung Pelaksana dan Pimpinan Kebun. 7. LAMPIRAN 7.1 Tabel Monitoring
106 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 057 Tgl. Terbit : 01 September 2016 PEMBUATAN IDENTITAS BLOK No. Revisi : - Tgl. Revisi : - Identitas blok adalah sebuah tanda informasi yang berfungsi untuk menunjukkan nomor blok, luas blok, lokasi afdeling, dan jenis bibit kelapa sawit yang digunakan. Identitas blok bisa berupa patok blok dari kayu maupun plat seng yang ditempel disalah satu pokok kelapa sawit yang berada disalah satu sudut blok. Persiapan: 1. Persiapkan bahan-bahan untuk pembuatan identitas blok. 2. Untuk identitas blok yang berupa patok kayu, siapkan balok kayu dengan ukuran lebar 10 cm, tebal 10 cm, dan panjang 100 cm dan cat warna putih, biru, dan hitam 3. Untuk identitas blok dari seng, siapkan lembaran seng, cat warna putih dan hitam, serta paku. 4. Petugas yang membuat identitas blok wajib menggunakan alat pelindung diri berupa sepatu boot dan sarung tangan kain. Pelaksanaan: 1. Pembuatan identitas blok berupa patok blok dengan kayu: a. Lakukan pengecatan balok kayu bagian atas dengan panjang 60 cm dengan cat warna biru, kemudian dibagian bawahnya dengan panjang 40 cm tidak perlu dicat karena merupakan bagian yang ditanam didalam tanah. b. Jemur balok kayu yang sudah dicat. c. Belah kayu secara diagonal dengan panjang 20 cm. d. Bagian kayu yang dibelah sepanjang 20 cm, dan bagian bawah 2 sisinya dicat dengan warna putih. e. Tuliskan informasi pada bagian patok blok yang dicat warna putih dengan urutan dari atas ke bawah sebagai berikut Luas Blok; Bulan dan Tahun tanam; Jumlah Pokok atau stand per hektar (SPH); bagian 2 sisi dibawahnya ditulis dari atas ke bawah: Nomor Blok; Afdeling, dan Nama Kebun.. Tulisan dengan menggunakan cat warna hitam. f. Pasang patok blok yang sudah selesai disalah satu sudut blok. 2. Pembuatan identitas blok berupa seng: a. Gunting lembaran seng dengan ukuran 20 x 20 cm. b. Cat salah satu sisilembaran seng yang sudah digunting dengan cat warna putih. c. Jemur seng yang sudah dicat.
107 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 057 Tgl. Terbit : 01 September 2016 PEMBUATAN IDENTITAS BLOK No. Revisi : - Tgl. Revisi : - d. Tuliskan informasi pada sisi seng yang dicat warna putih dengan urutan dari atas ke bawah sebagai berikut: Luas Blok; Bulan dan Tahun tanam; Jumlah Pokok atau stand per hektar (SPH), Nomor Blok, Afdeling, dan Nama Kebun. Tuliskan dengan cat warna hitam. e. Pasang seng yang sudah selesai di pokok kelapa sawit yang berada disalah satu sudut blok dengan menggunakan paku. Selesai: 1. Kumpulkan sisa bahan dan buang di tong sampah untuk bahan yang tidak bisa digunakan lagi. 2. Kumpulkan sisa bahan yang masih bisa digunakan kembali beserta peralatan kerja, kemudian simpan di gudang. Gambar Identitas Blok dengan patok kayu
108 AEA WORK INSTRUCTION No. Dok : AEA/ WI/ OP/ 057 Tgl. Terbit : 01 September 2016 PEMBUATAN IDENTITAS BLOK No. Revisi : - Tgl. Revisi : - Identitas Blok dengan Seng 20 cm 20 cm 30 HA SEPT ‘09 SPH 136 TOPAZ N. 012 AFD II KHB