The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini membahas materi tentang Manajemen Pemasaran Syariah. Buku ini saya buat sebagi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah (MK) Manajemen Pemasaran Syariah (MPS) dengan dosen pemgampu Dr.H Syaeful Bahri,S.Ag,MM

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adrianbayu28, 2021-12-24 22:33:58

Manajeman Pemasaran Syariah

Buku ini membahas materi tentang Manajemen Pemasaran Syariah. Buku ini saya buat sebagi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah (MK) Manajemen Pemasaran Syariah (MPS) dengan dosen pemgampu Dr.H Syaeful Bahri,S.Ag,MM

Keywords: Manajemen Pemasaran Syariah

MANAJEM
PEMASARAN

SYARIAH

ADRIAN BAYU ROSANDY
191410148

EKONOMI SYARIAH D
SEMESTER 5

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puji
syukur kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami,
sehingga saya dapat menyelesaikan Buku yang
berjudul "manajemen Pemasaran Syariah". Untuk itu
kami menyampaikan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan buku ini.

Buku ini saya buat sebagai Tugas Ujian Akhir
Semester (UAS) Mata Kuliah (MK) Manajemen
Pemsaran Syariah (MPS) dengan Dosen Pengampu
Dr.H. Syaeful Bahri, S.Ag,MM.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasa yang
digunakan. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar saya dapat membuat buku yang lebih baik lagi
selanjutnya. kami berharap buku ini dapat berguna
bagi semua para pembaca.

i

BAB I

KONSEP PEMASARAN DALAM
ISLAM

A. Konsep dasar pemasaran Islam


Konsep pemasaran syariah yaitu menekankan bahwa

perlunya menerapkan manajemen profesional,artinya
dengan melakukan kegiatan tersebutmaka semua
produk atau jasa yang dihasilkan pasti dapat memiliki
positioning tersendiri. Kompetitor bukanlah merupakan
suatu penghalang yang harus ditakuti atau dimusuhi

B. Tujuan pemasaran islam


1.Memudahkan konsumen untuk membeli produk
yang ditawarkan secara berulang- ulang.
2.Memaksimalkan kepuasan konsumen melalui

berbagai pelayanan yang diinginkan.
3.Memaksimumkan pilihan (diversifikasi produk)

dalam arti perusahaan menyediakan berbagai
jenis produk sehingga konsumen memiliki
beragam pilihan.
4.Memaksimalkan kualitas dengan memberikan
berbagai kemudahan kepada konsumen.




1

C. Definisi Pemasaran Islam


Pemasaran syariah atau marketing syariah adalah

suatu strategi bisnis yang mengarahkan proses
penciptaan, penawaran, danperubahaan value dari
suatu inisiator kepada stakeholders, yang dalam
prosesnya menggunakan prinsip-prinsip syariah. Hal
ini berarti setiap proses baik proses penciptaan,
penawaran, dan perubahan value tidak boleh ada
hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip-
prinsip islam. Selama akad dan prinsip-prinsip islam
di pegang pada suatu bisnis, maka bisnis tersebut di
perbolehkan.




D. Prinsip Pemasaran Islam


Seorang marketer agar mengerti dan paham tentang

marketing syariah maka seorang marketer harus

mengetahui tentang proinsip pemasaran islam/prinsip-

prinsip marketing syariah. Prinsip-prinsip marketing

syariah ada 17 yaitu :change, competitor, customer,

Company, segmention,targeting, positioning,

differentiation,Marketing-mix, selling,Brand, service,

process, score card, Inspiration,culture,Institution.

E. Karakteristik Pemasaran Islam


Ada empat karakteristik Marketing Syariah

yang dapat menjadi panduan bagi para pemasar,
yaitu :




2

1. Teistis (Robbaniyah)

Jiwa seorang syariah marketer meyakini bahwa
hukum-hukum syariat yang teistis atau bersifat
ketuhanan ini adalah hukum yang paling adil, paling
sempurna, paling selaras dengan segala bentuk
kebaikan, paling dapat mencegah segala bentuk
kerusakan, paling mampu mewujudkan kebenaran,
memusnahkan kebatilan, dan menyebarluaskan
kemaslahatan.

2. Etis (akhlaqiyyah)
suatu jiwa pemasar islam yang sangat
mengutamakan dan mengedepankan masalah
akhlak yaitu moral dan etika dalam semua proses
pemasarannya, mulai dari pencarian bahan baku,
prosesnya sampai menjual kepada konsumen
haruslah dengan etika islam.

3. Realistis (al-waqi’yyah)

Syariah marketing adalah konsep pemasaran yang fleksibel,
sebagaimana keluasan dan keluwesan syariah Islamiyah yang
melandasinya.

4. Humanistis (al-insaniyyah)

pemasaran dalam Islam bersifat humanistis
universal, tanpa membedakan ras, warna kulit,
kebangsaan dan status sosial.

3

F. Keunggulan Pemasaran Islam

Secara umum konsep pemasaran syariah secara
epistemologi bersifat sharia- driven (digerakkan oleh
syariah sebagai sumber hukum) yang berorientasi
guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen
serta menciptakan value bagi mereka

4

BAB II

SIFAT DASAR MARKER DAN
KARAKERISTIK PEMASARAN

ISLAM

A. Sifat-Sifat Dasar Seorang Marketer

Dalam islam karakter ataupun sifat yang melekat pada
seseorang biasanya disebut dengan akhlak. Seorang
marketer islam terkenal dengan tiga ciri utama, yaitu
karakter, akhlak dan islam. Apabila ketiga sifat tersebut
sudah ada dan diamalkan pada diri seorang marketer
maka seseorang tersebut bisa disebut sebagai seorang
marketer yang memiliki sifat dan perilaku sesuai dengan
ajaran islam.

B. Pola Pikir Marketer Muslim

Berfikir adalah aktivitas yang dimulai dari
mendapatkan informasi atau sebuah fakta melalui
panca indra, baik membaca, melihat, mengingat,
kemudian menghubungkan dengan informasi yang
telah disimpan sebelumny. Kemudian dikeluarkan
melalui tindakan berpikir keras secara rasional. Bagi
seorang mereter pola pikir merupakan aspek

penting karena pola pikir akan menentukan
bentuk perilaku dan perkataannya.

5

C. Sifat Yang Harus Dimiliki Marketer Muslim

1.Inquisitive thinking (Berpikir Karena Ingin Tahu)
2.Objective Thinking (Berfikir Secara Objektif)
3.Positive Thinking (Berfikir Positif)
4.Intuitive Thinking(Berpikir Berdasarkan Insting)
5.Rational Thinking (Berpikir Secara Rasional)
6.Conceptual Thinking (Berpikir Dengan Konsep)
7.Analogical Thinking (Berpikir Secara Analogi)
8.Perceptual Thinking (Berpikir Dengan Persepsi)

D. Sifat Marketer yang Disukai Allah Swt.

1.Al- Muhsisnin
2.Al- Muttaqin
3.Al- Muqsithin
4.Al- Mutathahhirin
5.Ash- Shabirin
6.Kerja sama dan Networking
7.Akhlak mulia
8.Al Ittiba’

E. Etika Dalam Pemasaran Islam

Etika pemasaran Islam didasarkan pada maksimalisasi
nilai yang memerlukan empati terhadap orang lain dan
menghargai ciptaan-ciptaan Allah, yang menyiratkan
menahan diri dari perilaku merugikan orang lain dan
mencegah merebaknya praktik- praktik pemasaran yang
tidak etis. Kepatuhan terhadap kerangka etika Islam yang
didasarkan pada kejujuran dan keadilan menjamin

6

martabat dan kebebasan baik manusia (konsumen
maupun produsen), pikiran, hati nurani mereka dari
semua jenisperbudakan.

Pemasaran dengan penerapan etika bisnis Islam
merupakan strategi bisnis yang mengarahkan proses
penciptaan, penawaran, dan perubahan value (nilai) dari
tenaga pemasar sebagai inisiator kepada stakeholders
yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai prinsip-
prinsip etika pemasaran dalam Islam. Untuk
memahami lebih jauh bagaimana penerapan etika bisnis
Islam dalam pemasaran, terlebih dahulu perlu
dipaparkan bahwa etika bisnis merupakan bagian dari
etika profesi.

F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Etis Dalam Islam

1.Interpretasi hukum dalam masyarakat sekuler
Interpretasi hukum didasarkan pada nilai-nilai dan
standar kontemporer yang seringkali berbeda-beda.
Sementara dalam masyarakat islam, nilai-nilai dan
standar minimum oleh ajaran syariah.

2. Faktor-faktor organisasional
Organisasi jugadapat memberikan pengaruh terhadap
cara berperilaku anggotanya.Salah satu aspek kunci
pengaruh organisasional adalah tingkat komitmen
pemimpin organisasi terhadap nilai-nilai etis.

3.Faktor-faktor individu
Setiap individu masuk ke dunia kerja dengan membawa
nilai-nilai yang berbeda-beda.

7

G. Panduan Dalam Mempraktekkan Etika Islam

Dalam pandangan Islam khususnya ekonomi Islam,
bisnis dan etika tidak harus dipandang sebagai dua hal
yang saling bertentangan. Bisnis merupakan simbol dari
urusan duniawi namun juga dianggap sebagai bagian
integral dari hal-hal yang bersifat investasi akhirat. Di
dalam Alquran terdapat sekitar 370 ayat yang
menunjukkan kepada kita khususnya umat Islam jalan
untuk melakukan bisnis dengan pijakan moral, serta
larangan yang dengan jelas melarang kita untuk
melakukan kesalahan tertentu. Selain kajian Etika bisnis
yang berdasarkan pada al-Qur’an. Pelajaran dari etika
bisnis itu sendiri bisa diambil dari Perilaku atau
keseharian Nabi Muhammad Saw, karena Sunnah juga
merupakan sumber hukum dalam Islam selain Alquran.

H. Etika Perilaku Produsen Dan Konsumen

Produksi atau manufacturing adalah proses yang
dilakukan oleh produsen sebagai aktivitas fungsional
yang mesti dilakukan oleh setiap perusahaan. Fungsi
produsen adalah bekerja menciptakan barang atau jasa
yang bertujuan untuk membentuk nilai tambah (value
added). Secara ekonomi, aktivitas produksi tersebut
meliputi beberapa hal seperti produk apa yang dibuat,
mengapa dibuat, kapan dibuat, untuk apa dibuat,
bagaimana berproduksi, dan berapa jumlah yang dibuat.
Perilaku konsumen adalah bagaimana konsumen akan
menanggapi atau akan merespons bila terjadi
perubahan harga atas suatu permintaan barang atau
jasa yang diperlukan.

8

BAB III

INFORMSI PEMASARAN DAN
PERENCANAAN PEMASARAN

A. Informasi pemasaran

Informasi secara garis besar kita artikan sebagai
pengolaan data, pengumpulan data, pengambilan data,
dan pemberitahuan data secara akurat. Menurut para
ahli Raymond Mc Leod “data yang telah diolah menjadi
suatu bentuk dan memiliki arti bagi penerima dan
bermanfaat untuk mengambil keputusan saat ini
maupun yang akan datang. Menurut George H Bodnar “
Sekumpulan data-data yang melalui sebuah proses
menjadi dasar pengambilan keputusan”

B. Peranan Informasi Pemasaran

Peranan SIP adalah untuk memperkirakan kebutuhan
informasi manajer, menghasilkan informasi yang
dibutuhkan, dan mendistribusikan informasi tersebut
secara tepat waktu kepada para manajer pemasaran.
Informasi yang dibutuhkan dihasilkan melalui catatan
internal perusahaan, aktivitas intelejensi pemasaran,
riset pemasaran, dan analisis pendukung keputusan
pemasaran (marketing decision support analysis)

9

C. Ruang Lingkup Informasi Pemasaran

Ruang Lingkup Sistem Informasi Pemasaran Pada
usaha-usaha yang masih kecil kita dapat langsung
berhubungan dan memperoleh informasi langsung dari
tangan pertama yaitu para pembeli dan distributor.
Sehingga kita dapat langsung mengikuti perkembangan
pasar dari dekat. Apabila usaha yang dijalankan sudah
mulai meluas maka hubungan langsung dengan para
pembeli dan distributor. Hubungan ini sangat
dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang
digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk
kegiatan-kegiatan pemasaran. Oleh karena itu informasi
begitu penting dari berbagai pihak dan dari berbagai
bentuk.

D. Komponen yang Terdapat dalam Sistem
Informasi

1.Lingkungan internal (internal environment)
2.Perangkat pengguna (user interfaces)
3.Basis data (database)
4.Sofware / perangkat lunak aplikasi (applications

software)
5.Dukungan adminitratif (administrative supports)

E. Perencanaan Pemasaran

Suatu bagian dari suatu desain untuk mencapai
tujuan yaitu mencitakan niai bagi konsumen daalam
kondisi tetap menguntungkan perusahaan atau
konsep saling menguntungkan

10

F. Macam-Macam Perencanaan pemasaran
1) Segmentasi pasar

Segmentasi pasar merupakan tindakan
mengidentifikasikan dan membentuk kelompok
pembeli atau konsumen secara terpisah.

2) Targeting
Targeting adalah suatu tindakan memilih satu
atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki.
Proses ini mempertimbangkan segmentas
inasabah dan kesesuai produk yang ditawarkan.

3) Positioning
Positioning merupakan proses menentukan posisi
produk sedemikian rupa sehingga pasar/nasabah
yang menjadi sasaran mengenal tawaran dan citra
khas perusahaan.

G. Proses perencanaan pemasaran

Perencana pemasaran merupakan ide awal dalam suatu
bisnis. Ini merupakan suatu bentuk umum dari sebuah
keterkaitan proses tata kelola dengan arah tujuan untuk
mengembangkan strategi bisnis dalam memperoleh
pencapaian yang maksimal.

11

BAB IV

SASARAN PEMASARAN

A. Sasaran Pasar
1. Pengertian Pasar

Pasar menurut kajian ilmu ekonomi adalah suatu
tempat atau proses interaksi antara permintaan
(pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu
barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat
menetapkan harga keseimbangan (harga pasar)
dan jumlah yang diperdagangkan.

2. Jenis Pasar
a. Jenis - jenis Pasar menurut Bentuk Kegiatan
1.Pasar Nyata
2.Pasar Abstrak
b. Jenis - jenis Pasar menurut Transaksi.
1. Pasar Tradisional
2.Pasar Modern
c. Jenis - jenis Pasar Menurut Jenis Barang
1.Pasar Barang Konsumsi
2.Pasar Sumber Daya Produksi
d. Jenis - jenis Pasar Menurut Waktu
1. Pasar Harian
2. Pasar Mingguan
3.Pasar Bulanan
4.Pasar Thuanan
5.Pasar Temporer

12

B. Motif Dan Perilaku Pembeli (konsumen)

Menurut Nitisemito (1986) motif pembelian adalah
segala sesuatu yang melatarbelakangi dan
mempengaruhi individu untuk melakukan tindakan dan
membeli suatu barang, serta menjelaskan alasan-alasan
dilakukannya pembelian.Selain itu ada juga motif
emosional, motif emosional adalah motif pembelian yang
tidak berdasarkan pertimbangan ekonomis

C. Segmenting

Segmenting atau proses segmentasi pada hakikatnya
adalah pembagian kelompok pembeli atau pembeli
potensial yang beraneka ragam atau yang berbeda-beda
ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil yang pola-
pola kebutuhan pembelinya sama. Oleh karena itu
seorang manajer marketing harus membagi pasar ke
dalam bagian-bagian yang strategis dan mudah diatur,
sehingga dapat menentukan target pasar dan
memuaskan kebutuhan pasar yang ditargetkan tersebut
secara lebih akurat

D. Targeting

Targeting adalah memilih satu atau lebih segmen pasar
yang akan dimasuki atau bagaimana cara perusahaan
mengoptimalkan suatu pasar dan dalam penentuan
target pasar perusahaan harus menggunakan konsep
prioritas, variabilitas, dan fleksibilitas. Prioritas dipakai
karena perusahaan tidak pernah bisa melayani semua
orang yang ada dipasar.

13

E. Positioning

positioning adalah sebagai suatu usaha yang dilakukan
oleh perusahaan Ketika mendesain produk- produk
mereka sehingga dapat menciptakan kesan dan image
tersendiri dalam pikiran konsumennya sesuai dengan
yang diharapkan.

Langkah dalam mengembangkan strategi positioning
antara lain:
1. Mengidentifikasi keunggulan kompetitif. Jika
perusahaan dapat menentukan posisinya sendiri sebagai
yang memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih,
maka ia memperoleh keunggualan komparatif.
2. Dalam menawarkan produk dengan suatu
competitive adventage, perusahaan harus menyediakan
suatu alasan mengapa pelanggan akan merasa bahwa
produk dari perusahaan yang bersangkutan lebih baik
daripada para pesaingnya.
3. Perusahaan harus menevaluasi respon dari target
market sehingga dapat
memodifikasi strategi bila dibutuhkan.

14

BAB V

STRATEGI PEMASARAN

A. Strategi Pemasaran

strategi pemasaran adalah rencana menyeluruh,
terpadu, dan menyatu dibidang pemasaran yang
memberikan pedoman tentang kegiatan yang akan
dilakukan dalam mencapai tujuan perusahaan melalui
periklanan, program promosi, penjualan, program
produk, dan pendistribusian

B. Tujuan Perusahaan



Strategi pemasaran dengan tujuan perusahaan itu
memiliki hubungan yang erat. Hubungan antara strategi
pemasaran dengan tujuan perusahaan yaitu dalam
setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap
hidup dan berkembang. Tujuan tersebut hanya dapat
dicapai memalalui usaha mempertahankan dan
meningkatkan tingkat keuntungan atau laba
perusahaan.Tujuan ini hanya dapat dicapai apabila
bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi yang
mantap untuk menggunakan kesempatan atau peluang
yang adadalam pemasaran, sehingga posisi perusahaan
dipasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan

15

C. Strategi Umum Pemasaran dan Strategi
Pemasaran Menyeluruh

1. Strategi Umum Pemasaran
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita dapat
mengamati bahwa perilaku dari setiap individu itu
berbeda-beda termasuk pula konsumen dalam
kegiatan pemasaran.
Setiap kelompok konsumen mempunyai sifat
perilaku yang berbeda. Untuk setiap kelompok
konsumen memerlukan strategi pemasaran
tertentu,agar kegiatan pemasaran yang dilakukan
dapat berhasil mencapai tujuan dan sasaran di
bidang pemasaran perusahaan.

2. Strategi Pemasaran Menyeluruh
Strategi perusahaan adalah suatu rencana induk
(master plan ) yang merinci pokok-pokok arah
usaha perusahaan dalam mencapai tujuan serta
uraian mengenai cara penggunaan sumber daya
untuk memanfaatkan kesempatan dan mengatasi
ancaman atau hambatan masa kini maupun masa
mendatang .

16

D. Strategi Penetrasi Pasar

Strategi penetrasi pasar adalah suatu suatu strategi yang
dilakukan oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan
penjualannya atas produk dan pasar yang telah tersedia
melalui usaha- usaha perusahaan yang lebih agresif
secara umum. Penetrasi pasar dapat dibedakan atas
tiga bentuk yaitu :

1.Perusahaan dapat mencoba untuk merangsang
konsumen agar mereka meningkatkan pembelinya.

2. Perusahaan dapat meningkatkan usahanya
dengan menarik atau mempengaruhi konsumen
saingan.

3.Perushaan dapat meningkatkan usahanya dengan
menarik yang bukan pemakai

Beberapa strategi penetrasi pasar yang dapat
digunakan terkait dalam usaha untuk meningkatkan
penguasaan oleh perusahaan dan sekaligus
meningkatkan penjualan diantaranya:

1.Strategi rapid skimming
2.Strategi slow skimming
3.Strategi rapid penetration
4.Strategi slow penetration

E. Strategi Siklus Hidup Produk ( Product Life
Cycle )

Menurut Levitt product life cycle adalah suatu grafik yang
menggambarkan riwayat suatu produk sejak
diperkenalkan ke pasar sampai di tarik dari pasar.
Menurut Kolter dan Amstrong daur hidup produk (PLC)
adalah perjalanan penjualan dan laba suatu produk
selama masa hidupnya.

17

BAB VI

STRATEGI BAURAN PEMASARAN

A. Pengertian Bauran Pemasaran (Marketing
Mix)

Marketing mix secara bahasa adalah bauran
pemasaran, sedangkan menurut istilah marketing mix
adalah strategi pemasaran yang dilaksanakan secara
terpadu atau strategi pemasaran yang dilakukan secara
bersamaan dalam menerapkan elemen strategi yang ada
dalam marketing mix itu sendiri. Bauran pemasaran
(Marketing Mix) diartikan sebagai kombinasi dari
variabel-variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari
sistem pemasaran. Hal ini berarti, bauran pemasaran
merupakan kumpulan-kumpulan variabel- variabel yang
dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi
tanggapan konsumen (Abidin, 2010: 240). Bauran
pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan
perusahaan untuk mempengaruhi permintaan
produknya.

18

B. Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

a.Definisi Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Strategi pemasaran adalah Logika pemasaran di
mana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai
pelanggan dan mencapai hubungan yang
menguntungkan. perusahaan merancang bauran
pemasaran yang terintegrasi untuk menghasilkan
respons yang diinginkan dalam pasar sasaran.
Dengan strategi pemasaran yang andal, perusahaan
merancang bauran pemasaran terintegrasi yang
terdiri dari 7P (product, price, place, promotion,
people, process, physical evidence).

1) Product

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan
pada pasar agar menarik perhatian, akusisi,
penggunaan atau konsumsi yang dapat memuaskan
suatu keinginan atau kebutuhan. Selanjutnya, produk
dalam arti luas meliputi objek-objek fisik, jasa, cara,
orang, tempat, organisasi, ide atau bauran entitas-
entitas ini

2) Price
Harga adalah sejumlah uang yang berfungsi sebagai
alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa.
Harga dapat juga diartikan penentuan nilai produk di
benak konsumen. Harga yaitu sejumlah uang yang
ditagihkan, atas suatu produk atau jasa atau jumlah
dan nilai yangditukarkan para pelanggan
untukmemperoleh manfaat dan memiliki atau
menggunakan suatu produk dan jasa.

19

3) Place

Tempat yang menarik bagi konsumen adalah
tempat yang paling strategis, menyenangkan, dan
efisien. Untuk mencapai sasaran tempat yang baik
dapat dilakukan dengan jalan sebagai berikut:

Memperbanyak saluran distribusi.
Memperluas segmentasi atau cakupannya.
Menata penampilan tempat usaha.

Menggunakan cara penyampaian barang
seefisien mungkin.

Mengubah-ubah persediaan dari gudang yang
satu ke gudang yang lain.

4) Promotion
Bauran promosi (promotion mix) juga disebut bauran
komunikasi pemasaran (marketing communication mix)
perusahaan merupakan paduan spesifik iklan, promosi
penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal,
dan sarana pemasaran langsung yang digunakan
perusahaan untuk mengkomunikasikan nilai
pelanggan secara persuasif dan membangun
hubungan pelanggan.

5) People

Bauran pemasaran people, berhubungan dengan
perencanaan sumber daya, job specification, job
description, rekrutmen, seleksi karyawan, pelatihan
karyawan, dan motivasi kerja.

20

6) Process

Sebuah strategi proses atau transformasi adalah
sebuah pendekatan organisasi untuk mengubah
sumber daya menjadi barang dan jasa. Tujuan
strategi proses adalah menemukan suatu cara
memproduksi barang dan jasa yang memenuhi
persyaratan pelanggan dan spesifikasiproduk yang
berada dalam batasan biaya dan manajerial lain.

7) Physicl Evidence
Lingkungan fisik (physical evidence) adalah keadaan
atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk
suasana. Karakteristik lingkungan merupakan segi
paling nampak dalam kaitannya dengan situasi. Yang
dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan
kondisi geografi dan lingkungan institusi, dekorasi,
ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, peletakkan
dan layout yang nampak sebagai objek. Physical
evidence merupakan lingkungan dimana suatu
perusahaan memberikan layanannya dan lokasi
dimana perusahaan dapat berinteraksi dengan
konsumen, serta berbagi komponen yang
tampak (tangible) dalam menunjang kinerja dan
kelancaran.

21

C. Marketing Mix Dalam Islam

Rasulullah SAW telah mengajarkan pada kita untuk
berdagang dengan menjunjung tinggi etika keislaman.
Dalam aktivitas ekonomi kita selaku umat Islam dilarang
melakukan tindakan bathil, namun harus melakukkan
keiatan ekonomi yang dilakukan saling ridho. Hal ini
dapat dilihat dari firman Allah SWT yang berbunyi : “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling
memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil
(tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang Berlaku
atas dasar suka sama-suka di antara kamu. dan
janganlah kamu membunuhdirimu,sungguh Allah Maha
Penyayang kepadamu.(Qs. An-Nisaa :29)

Salah satu misi utama RasulullahSAW diutus
kedunia adalah membangun rakyat yang beradab dan
mempunyai akhlak yang luhur. Langkah awal yang
dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk mewujudkan hal
di atas adalah dengan menanamkan pemahaman
keimanan dan ketauhidan yang kokoh kepada para
sahabat. Ajaran Nabi Muhammad SAW
menjadikanmanusia sebagai pribadi yang bebas dalam
mengotimalkan potensi diri. Kebebasan yang dinaungi
dengan keimanan dan aqidah yang kuat dengan
berlandaskan Al-Quran dan Sunnah. Nabi Muhammad
SAW sangat menganjurkan umatnyauntuk berbisnis
(berdagang), karena berbisnis dapat menimbulkan
kemandirian dan kesejahteraan bagi keluarga, tanpa
tergantung atau menjadi beban orang lain.

22

BAB VII

MEMAHAMI PERILAKU
KONSUMEN SERTA PASAR

BISNIS

A. Model Perilaku Konsumen
Perilaku konsum
en adalah studi bagaimana individu,

kelompok dan organisasi memilih, membeli,
menggunakan dan menempatkan barang, jasa, ide atau
pengalaman untuk memuaskan keinginan dan
kebutuhan mereka. 1Perilaku konsumen adalah
Tindakan- tindakan yang dilakukan oleh individu,
kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan
proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan,
menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang
dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai
suatu skema atau kerangka kerja yang diserderhanakan
untuk menggambarkan suatu aktifitas konsumen. David
L, Loudon dan Albert J. Della Bitta (1984: 29)
mengemukakan tentang model perilaku konsumen
yaitu suatu model dapat didefenisikan sebagai suatu
wakil realitas yang disederhanakan. Gerald Zaltman dan
Melanie Wallendrof mengatakan bahwa model perilaku
konsumen adalah suatu model yang mewakili sesuatu
dalam hal ini adalah suatu proses.

23

B. Faktor Utama yang Memengaruhi Perilaku
Pembelian

Menurut Kotler (2000), faktor-faktor utama yang
memengaruhi perilaku pembelian konsumen adalah
faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor personal dan
faktor psikologi sebagai berikut:

1. Faktor Kebudayaan
Faktor-faktor kebudayaan mempunyai pengaruh
yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku
konsumen. Pemasar harus memahami peran yang
dimainkan oleh kultur, sub-kultur, dan kelas sosial
pembeli.

2. Faktor Sosial
Perilaku seorang konsumen yang dipengaruhi oleh
faktor-faktor sosial seperti perilaku kelompok acuan
(kelompok referensi), keluarga, serta peran dan
status sosial dari konsumen.

3. Faktor Pribadi

Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh
karakteristik pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap
siklus hidup pembeli, pekerjaan, kondisi ekonomi.
Gaya hidup, serta kepribadian dan kondisi ekonomi,
gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri
pembeli.

24

4. Faktor Psikologis

Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi pula oleh
empat faktor psikologis utama, yaitu motivasi,
persepsi, pengetahuan (learning), serta keyakinan
dan sikapPilihan pembelian seseorang dipengaruhi
pula oleh empat faktor psikologis utama, yaitu
motivasi, persepsi, pengetahuan (learning), serta
keyakinan dan sikapPilihan pembelian seseorang
dipengaruhi pula oleh empat faktor psikologis
utama, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan
(learning), serta keyakinan dan sikap

C. Proses Keputusan Pembelian

Menurut Kotler dan Keller (2009), proses keputusan
pembelian merupakan proses dimana konsumen
melewati lima tahap, yaitu pengenalan masalah,
pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan
pembelian, dan perilaku pasca pembelian, yang dimulai
jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan memiliki
dampak yang lama setelah itu. Lima tahapan yang dilalui
oleh konsumen dalam proses pengambilan keputusan
yaitu Pengenalan Masalah, Pencarian Informasi, Evaluasi
Alternatif, Keputusan Pembelian, Prilaku Pasca
Pembelian.

1. Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali

masalah atau kebutuhan tersebut dapat dicetuskan
oleh rangsangan internal atau eksternal. Para
pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang
memicu kebutuhan tertentu.

25

2. Pencarian Informasi

Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan
terdorong untuk mencari informasi yang lebih
banyak. Yang menjadi perhatian utama pemasar
adalah sumber-sumber informasi utama yang
menjadi acuan konsumen dan pengaruh relatif tiap
sumber tersebut terhadap keputusan pembelian
selanjutnya

3. Evaluasi Alternatif

Terdapat beberapa proses evaluasi keputusan, dan
model-model terbaru memandang proses evaluasi

konsumen sebagai proses yang berorientasi
kognitif, yaitu model tersebut menganggap
konsumen membentuk penilaian atas produk dengan
sangat sadar dan rasional. Beberapa konsep dapat
membantu memahami proses evaluasi konsumen.
Pertama, konsumen berusaha memenuhi kebutuhan.
Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari
solusi produk. Ketiga, konsumen memandang
masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut
dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam
memberikan manfaat yang digunakan untuk
memuaskan kebutuhan itu

4. Keputusan Pembelian

Dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk
preferensi atas merek-merek yang ada di dalam
kumpulan pilihan. Konsumen tersebut juga dapat
membentuk niat untuk membeli merek yang paling
disukai

26

5. Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli produk konsumen akan mengalami level

kepuasan atau ketidakpuasan tertentu.
a. Ketidakpuasan pasca pembelian

Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari seberapa
dekat harapan pembeli atas produk dengan kinerja
yang dipikirkan pembeli atas produk tersebut. Jika
kinerja produk lebih rendah daripada harapan,
pelanggan akan kecewa, jika ternyata sesuai harapan
pelanggan akan puas dan jika melebihi harapan,
pembeli akan sangat puas.

b. Tindakan pasca pembelian

Kepuasan dan ketidakpuasan terhadap produk akan
mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya. Jika
konsumen tersebut puas, ia akan menunjukkan
kemungkinan yang lebih tinggi untuk membeli kembali
produk tersebut.

D. Pengertian Pasar Bisnis

Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan
untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk
membelanjakannya. Dari definisi di atas dapat diketahui
terdapat 3 unsur penting di dalam pasar yaitu orang
dengan segala keinginannya, daya beli mereka, kemauan
untuk membelanjakannya. Pasar atau konsumen dapat
dibedakan menjadi 2 golongan, yakni konsumen akhir
(Pasar Konsumen) dan pasar bisnis (Pasar Industri).

27

E. Perilaku Pembeli Pasar Bisnis

1. Faktor lingkungan
pembeli akan sangat memperhatikan banyak
hal seperti tingkat suku bunga, produksi,
kemampuan pengeluaran, dan juga investasi.

2. Faktor organisasi
Dalam pasar bisnis, faktor organisasi yang
melibatkan struktur, sistem, kebijakan, hingga
tujuan juga menjadi pertimbangan sebelum
melakukan pembelian.

3. Faktor pribadi
Setiap pembeli tentu punya karakter yang
berbeda satu sama lain. Baik itu berkaitan dengan
status, wewenang, minat, empati, hingga daya
bujuknya.

4. Faktor antar-pribadi
faktor antar-pribadi ketika berkaitan dengan
pembeli dalam entitas besar juga berpengaruh

F. Pasar Lembaga Pemerintah

Pasar Lembaga pemerintah adalah organisasi atau
lembaga pemerintah yang membeli produk untuk
menjalankan kegiatan operasionalnya melayani berbagai
kepentingan masyarakat.

28

BAB VIII

PENCIPTAAN NILAI PELANGGAN BAGI
KEPUASAN PELANGGAN SERTA
PENINGKATAN LOYALITAS YANG

BERKELANJUTAN DICAPAI MELALUI
PEMASARAN STRATEJIK




A. Pengertian Nilai, Kepuasan dan Loyalitas
Pelanggan

1. Nilai Pelanggan
Definisi customer value atau nilai pelanggan
menurut (Kotler & Keller,(2012),yaitu selisih
antara nilai pelanggan total (total customer
value) dan biaya pelanggan total (total customer
cost). Total nilai pelanggan (total customer value)
adalah seperangkat manfaat yang diharapkan
pelanggan dari suatu produk atau layanan.

2. Kepuasan Pelanggan
Menurut (Kotler & Armstrong, 2008) kepuasan

pelanggan adalah sejauh mana penilaian efisiensi
produk memenuhi harapan pelanggan.
Sedangkan menurut (Parasuraman et al. 2009),
kepuasan pelanggan adalah evaluasi pelanggan
terhadap produk atau layanan dalam hal menilai
apakah produk atau layanan tersebut memenuhi
kebutuhan dan persyaratan pelanggan.

29

3. Loyalitas Pelanggan

Dick dan Basu (dalam Umar, 2003:16)
mendefinisikan loyalitas pelanggan sebagai suatu
komitmen pelanggan terhadap suatu merek dan
pemasok, berdasarkan sikap yang sangat positif
dan tercermin dalam pembelian ulang yang
konsisten. Sedangkan menurut Evan dan Laskin

(1994 dalam Diab, 2009:10), yang dimaksud
dengan pelanggan yang loyal atau setia adalah
seseorang yang melakukan pembelian ulang dari
perusahaan yang sama, memberitahukan ke
konsumen yang lain yang potensial dari mulut ke
mulut dan menjadi penangkal serangan dari
pesaingnya. Griffin (2003:31) mendefinisikan
pelanggan yang loyal adalah orang yang
Melakukan pembelian berulang secara teratur,
Membeli antar lini produk dan jasa,
Mereferensikan kepada orang lain, Menunjukkan
kekebalan terhadap tarikan dari pesaing

B. Strategi Dalam Meningkatkan Nilai
Kepuasan dan Loyalitas

Bagi perusahaan yang berorientasi kepada
pelanggan (customer oriented), kepuasan pelanggan
menjadi sasaran kiat pemasaran. Pelanggan yang
dapat tingkat kepuasan tinggi akan memberi ikatan
pada merek produk, bukan hanya preferensi nasional
dan akhirnya semua ini membangun loyalitas
pelanggan.

30

C. Hubungan Antara Kapabilitas Dinamik,
Kinerja Inovasi dengan KinerjaPerusahaan

a. Hubungan Kapabilitas Dinamik dengan Kinerja

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa

kapabilitas dinamik (dynamic capabilities)

memengaruhi kinerja inovasi suatu perusahaan

(Cabral,2010; Chang et al., 2012). Menurut

Cabral (2010), suatu perusahaan yang memiliki

tingkat kapabilitas adaptif, absorptif, dan inovatif

yang tinggi, pengembangan inovasinya tidak hanya

berfokus orientasi pada tingkat keuntungan yang

tinggi tetapi juga pada lingkungan dan ekuitas sosial.

b. Hubungan Kapabilitas Dinamik dengan Kinerja
Perusahaan



Berdasarkan beberapa penelitian ternyata
kapabilitas dinamik pun dapat berpengaruh secara
langsung terhadap kinerja perusahaan (Protogerou
et al., 2008; Teece & Pisano, 1994; Stam et al., 2007;
Ambrosini, Bowman, & Collier, 2009; Teece, 2007).
Menurut Protogerou et al. (2008), kapabilitas
dinamik adalah anteseden untuk kompetensi
fungsional yang lebih lanjut berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja perusahaan, sehingga
kapabilitas dinamik tidak signifikan berpengaruh
langsung terhadap kinerja perusahaan.

31

c. Hubungan Kinerja Inovasi dengan Kinerja

Perusahaan

Beberapa hasil penilitian menyatakan bahwa

kinerja inovasi berpengaruh terhadap kinerja

perusahaan (Lawson & Samson, 2001; Gunday, 2010;

Corsino,2008; Gera dan Gu, 2004; Vasquez, Santos,

& Alvarez, 2001). Menurut Lawson dan Samson

(2001), organisasi-organisasi yang berkembang dan

berinvestasi secara terencana dan eksplisit pada

aspek-aspek kapabilitas inovasi, baik secara

individual maupun kolektif, mempunyai

kemungkinan yang lebih besar dalam mencapai hasil

inovasi yg berkelanjutan sebagai mesin kinerja

perusahaan. Menurut Gunday (2010), terdapat

pengaruh yang positif dari inovasi terhadap kinerja

perusahaan dalam industri pabrikasi.

32

BAB IX

UPAYA MENINGKATKAN NILAI

PELANGGAN




A. Customer Rellationship Management (CRM)

Customer Rellationship Management (CRM)

merupakan strategi tentang bagaimana

mengoptimalkan profitabilitas melalui pengembangan

kepuasan pelanggan dengan mengidentifikasikan

segmentasi pelanggan secara mendetail, menetapkan

strategi komunikasi pemasaran, dan membuat

keputusan yang tepat untuk meningkatkan kepuasan

pelanggan yang diharapkan dapat meningkatkan

kepuasan pelanggan serta meningkatkan profit

perusahaan atau suatu strategi yang menitikberatkan

pada semua hal yang terkait dengan fokus pada

pelanggan.

Menurut Anton dan Goldenbery yang dikutip oleh

Kanaidi dan Ari Kurniawan, faktor-faktor Customer

Rellationship Management (CRM) yaitu :

a. People (Karyawan)


Manusia adalah faktor nomor satu, karena CRM

sebenarnya adalah bagaimana mengelola hubungan

atau relasi antara manusia.Tentunya diperlukan

attitude yang baik oleh pelaku bisnis untuk

dapat mengenal pelanggan serta dapat

memberikan kepuasan bagi mereka.




33

b. Process (Proses)
Proses
atau cara yang digunakan perusahaan
dalam mengakses dan berinteraksi dengan
pelanggan dalam menciptakan nilai baru dan
kepuasan. Disamping itu dibutuhkan proses yaitu
sistem dan prosedur yang membantu manusia
untuk dapat menjalin hubungan dekat dengan
pelanggan.

c. Technology (Teknologi)

impleTmekenn

otlaosgii merupakan fasilitator dalam
strategi CRM. Teknologi berfungsi

untuk memfasilitasi pengetahuan pelanggan dan

melakukan analisis secara mendalam tentang

pelanggan. Pengetahuan yang dimiliki tentang

pelanggan digunakan untuk memformulasikan

strategi pemasaran dan perencanaan pemasaran

sehingga perusahaan dapat mempertahankan

pelanggan.

B. Supply Chain Management (SCM)

Supply Chain Manage
ment merupakan integrasi aktivitas

kerja sama antar perusahaan dalam pengadaan bahan

dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah

jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke pelanggan.

Supply chain management bertujuan untuk

pemenuhan kebutuhan pelanggan, proses pemenuhan

kebutuhan pelanggan ini dimulai dari penyediaan bahan

mentah hingga pengiriman barang kepada pelanggan.

35

Umumnya sistem supply chain manajement hanyalah
supplier distributor dan customer, akan tetapi pada
kenyataannya sistem supply chain management ini akan
melibatkan banyak pihak, supply chain management juga
mengaplikasikan Bagaimana suatu jaringan pada
kegiatan produksi dan distribusi dari suatu perusahaan
dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi
kebutuhan konsumen. supply chain management tidak
hanya melihat aliran barang atau produk saja, tetapi
supply chain management juga memproses aliran uang,
aliran uang yang diproses bisa dari hulu ke hilir ataupun
dari Hilir ke hulu.

C. Enterprise Resource Planning (ERP)

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sebuah
konsep sistem yang dirancang untuk mengintegrasikan
seluruh area fungsi dalam sebuah perusahaan untuk
menghasilkan proses bisnis yang efektif dan efisien.

Penggunaan ERP sangat membantu di industri karena
sistem kerja dari manufaktur yang berfokus terhadap
pekerjaan mesin sehingga harus mengurangi segala
tindakan yang memakan biaya, seperti penyimpanan
data dengan kertas
harus dihilangkan.

36

Keuntungan Enterprise Resource Planning (ERP)

1. Integrasi data keuangan. Oleh karena semua data
disimpan secara terpusat, maka para eksekutif
perusahaan memperoleh data yang up-to-date dan
dapat mengatur keuangan perusahaan dengan lebih
baik

2. Standarisasi proses operasi. ERP menerapkan
sistem yang standar, dimana semua divisi akan
menggunakan sistem dengan cara yang sama.
Dengan demikian, operasional perusahaan akan
berjalan dengan lebih efisien dan efektif.

3. Standarisasi data dan informasi. Database
terpusat yang diterapkan pada ERP,membentuk data
yang standar, sehingga informasi dapat diperoleh
dengan mudah dan fleksibel untuk semua divisi yang
ada dalam perusahaan.

Kerugian Enterprise Resource Planning (ERP)
1.Strategi operasi tidak sejalan dengan business
process design dan pengembangannya
2.Waktu dan biaya implementasi yang melebihi
anggaran
3.Karyawan tidak siap untuk menerima dan
beroperasi dengan sistem yang baru
4.Persiapan implementation tidak dilakukan dengan
baik
5.Berkurangnya fleksibilitas sistem setelah
menerapkan

36

D. Knowledge Management (KM)

Knowledge management adalah suatu teori

pengelolaan ilmu pengetahuan yang sangat penting dan

sangat berguna untuk siapa saja yang ingin memulai

bisnis.

Hal ini menjadi sangat penting karena setiap pemula

atau orang yang baru memulai bisnis memerlukan

banyak wawasan dan pengetahuan. Pengetahuan yang

sudah diperoleh tersebut harus bisa dikelola dengan

baik agar bisnisnya bisa berkembang.

Knowledge management atau manajemen

pengetahuan ini bisa kita artikan sebagai serangkaian

alat, strategi dan metode untuk mempertahankan,

menganalisa, mengorganisir, membagikan dan juga

meningkatkan informasi yang terdapat di dalam suatu

perusahaan

Secara umum, tujuan dari knowledge management

adalah guna meningkatkan efisiensi perusahaan dan

juga menyimpan pengetahuan yang

terdapat di dalam perusahaan itu sendiri.Dengan adanya

manajemen pengetahuan ini, semua bagian yang

terdapat di dalam perusahaan diharapkan mampu

memperoleh pengetahuan dan wawasan terkait bisnis

atau operasi yang dilakukan secara lebih mendalam

Awal mula diperkenalkannya konsep

knowledgemanagement adalah pada tahun 1990 an lalu

oleh para akademisi bernama Nonaka, Takeuchi, dan

Davenport. Lalu, mereka semakin mengembangkan

gagasan terkait disiplin ilmu yang tergolong baru ini.

37

Knowledge management sangat dibutuhkan untuk
seluruh skala perusahaan, baik itu perusahaan skala
besar ataupun kecil. Setidaknya, ada lima alasan yang
membuat knowledge management menjadi sangat
penting untuk dilakukan.

1. Efisiensi Proses dalam Pengambilan Keputusan Akan
Semakin Meningkat

2.Akses Terhadap Informasi Dan Pengetahuan Menjadi
Lebih Mudah

3.Efisiensi Tiap Unit Operasional Menjadi Lebih Baik
4.Penciptaan Inovasi dan Perubahan yang Semakin

Cepa
5.Kepuasan Pelanggan Akan Meningkat

38

BAB X

KOMONIKASI PEMASARAN DAN
STRATEGI BAURAN PEMASARAN

A. Pengelolaan Komunikasi Pemasaran
Dalam Islam Dan Komunikasi Dalam

Perspektif Islam

Dalam menguraikan komunikasi pemasaran dapat
diambil dua unsur, yaitu komunikasi dan pemasaran.
Komunikasi menurut carl I. Holvand dalam bukunya
Nugroho J Setiadi yaitu proses dimana seorang individu
(komunikator) mengoperkan perangsang (biasanya
lambang-lambang bahasa) untuk mengubah tingkah laku
individu yang lain (komunikan).

Pakar marketing Indonesia Hermawan Kartajaya
bersama dengan Syakir Sula dalam bukunya Marketing
Syariah mengatakan bahwa pemasaran Islam
merupakan suatu proses bisnis yang keseluruhan
prosesnya menerapkan nilai-nilai Islam, kejujuran dan
keadilan. Pemasaran Islam adalah sebuah disiplin
bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan
,penawaran dan perubahan value dari suatu inisiator
kepada stakeholdersnya yang dalam keseluruhan
prosesnya sesuai akad dan prinsipprinsip bisnis dalam
Islam

39

B. Komunikasi Pemasaran Terpadu

Komunikasi pemasaran terpadu merupakan suatu
anggota perencanaan marketing komunikasi yang
memperkenalkan pemikiran perencanaan komprehensif
untuk mengevaluasi peranan strategis dari berbagai
elemen komunikasi pemasaran, seperti public relation,
advertising, direct selling, sales promotion, dan
interactive marketing, untuk memberikan kejelasan,
konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum.
Komunikasi Pemasaran Terpadu sering disebut dengan
IMC yang merupakan suatu anggota strategi bisnis
dalam mengelola hubungan dengan konsumen yang
intinya untuk menggerakkan brand value.

Integrated Marketing Communications (IMC) adalah
sebuah konsep di mana perusahaan secara hati-hati
mengintegrasikan dan mengoordinasikan banyak saluran
komunikasinyauntuk menyampaikan pesan yang jelas
dan konsisten. Hal ini bertujuan untuk memastikan
konsistensi pesan dan penggunaan media yang saling
melengkapi

IMC adalah integrasi dari semua alat pemasaran ,
pendekatan dansumber daya dalam perusahaan yang
memaksimalkan dampak pada pikiran konsumen yang
menghasilkan keuntungan maksimum dengan biaya
minimum.

40

C. Pengembangan Komunikasi Pemasaran
Yang Efektif

Pentingnya informasi pemasaran di dalam mengelola
bidang pemasaran dari suatu perusahaan, maka setiap
manajer pemasaran harus mampu mengelola informasi
pemasaran yang dibutuhkannya. Dalam hal ini para
manager pemasaran harus mampu memahami konsep
dan peranan sistem informasi pemasaran yang
menekankan adanya unsur atau komponen yang
berhubungan dalam suatu kesatuan usaha untuk
memberikan informasi yang lengkap dan tepat baik
ketepatan isi (dapat dipercaya), ketepatan waktu, dan
ketepatan tujuannya (Assauri, 2010).

Pemasaran modern memerlukan lebih dari sekedar
mengembangkan produk yang baik, menetapkan harga
yang menarik, dan membuatnya dapat terjangkau oleh
konsuman. Perusahaan juga harus berkomunikasi
dengan pihak-pihak yang berkepentingan sekarang dan
yang akan datang, dan masyarakat umum. Setiap
perusahaan mau tidak mau harus terjun kedalam peran
komunikator dan promotor

Selain dari itu pemasar juga perlu mempelajari unsur-
unsur dasar komunikasi yang efektif, dan sebagai
komunikator pemasar perlu mempertimbangkan sifat-
sifat pendengar yang berhubungan dengan daya
persuasi dan memanfaatkanya untuk mengarahkan
pengembangan pesan dan medianya.

41

D. Pengelolaan Bauran Komunikasi Pemasaran

Bauran pemasaran disebut juga marketing mix yang
merupakan suatu kumpulan dari variabel-variabel
pemasaran. Marketing mix ini bisa digunakan oleh suatu
badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran pada
sasaran pasar yang tepat. Bauran pemasaran juga
dimanfaatkan sebagai alat pemasaran suatu perusahaan
untuk mencapai target pasar. Tak hanya itu, bauran
pemasaran ini juga terbentuk dari himpunan variabel
dan bisa digunakan maupun dikendalikan oleh suatu
perusahaan. Dengan cara demikian produk akan
menyasar konsumen dengan tepat. Pengelolaan bauran
komunikasi pemasaran dapat dilakukan dengan cara:

a. Periklanan (Advertising)
Merupakan bentuk komunikasi tidak langsung yang
didasari pada informasi tentang keunggulan atau
keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian
rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan
yang akan mengubah pikiran seseorang untuk
melakukan pembelian

b. Penjualan Perorangan (Personal Selling)
Merupakan komunikasi langsung (tatap muka)
antara penjual dan calon pelanggan untuk
memperkenalkan suatu produk kepada calon
pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan
terhadap produk sehingga mereka kemudian akan
mencoba dan membelinya.

42

c. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Merupakan bentuk persuasi langsung melalui
penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur
untuk merangsang pembelian produk dengan

segera dan/atau meningkatkan jumlah barang
yang dibeli pelanggan.

d. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari
suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi,
opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok
terhadap perusahaan tersebut.

e. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)



Merupakan sistem pemasaran yang bersifat
interaktif, yang memanfaatkan satu atau
beberapa media iklan untuk menimbulkan
respon yang terukur dan atau transaksi
disembarang lokasi

E. Perancangan Tenaga Penjual

Perencanaan kegiatan penjualan, diharapkan tenaga
penjual dapat bekerjasama agar supaya target
penjualan dapat tercapai.Barker menyatakan bahwa
perencanaan kegiatan penjualan merupakan
aktivitas yang perlu dilakukan karena dapat
meningkatkan kinerja tenaga penjual.

43

menerangkan bahwa tenaga penjual yang memiliki
kinerja tenaga penjual yang tinggi bila supervisor mampu
merencanakan strategi penjualan bagi pelanggannya dan
merencanakan wilayah penjualan dan pelanggan,
merencanakan kunjungan penjualan dan kegiatan harian
bagi tenaga penjual

Bentuk asli dan paling tua pemasaran langsung adalah
kunjungan penjualan lapangan. Saat ini sebagian besar
perusahaan industri sangat bergantung pada tenaga
penjualan profesional untuk menemukan tempat calon
pelanggan, mengembangkannya menjadi pelanggan, dan
menumbuhkan bisnis, atau mereka mempekerjakan
perwakilan produsen dan agen untuk melaksanakan
tugas penjualan langsung. Meskipun tidak ada yang
memperdebatkan arti penting tenaga penjualan dalam
program pemasaran, perusahaan sensitif terhadap biaya
mengelola tenaga penjualan yang tinggi dan semakin
meningkat termasuk gaji, komisi, bonus, pengeluaran
perjalanan, dan tunjangannya

F. Bauran Promosi

Promosi adalah sebuah upaya dari pemasar
(marketer) dalam menginformasikan dan
mempengaruhi orang atau pihak lain untuk tertarik
melakukan transaksi atau untuk melakukan
pertukaran produk barang atau jasa yang
dipasarkannya Kombinasi spesifik dari metode-
metode promosi yang digunakan untuk sebuah
produk atau family product disebut dengan promotin
mix (bauran promosi).

44

Kotler (2001) menyatakan bahwa bauran promosi adalah
tatanan alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan
untuk mencapai tujuan pemasarannya di dalam pasar
sasaran.
Sedangkan Swastha dan Irawan (2008:349)
mendefinisikan bahwa promotional mix adalah
kombinasi strategi yang paling baik dari variabel- variabel
periklanan, personal selling, dan alat promosi yang lain,
yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan
program penjualan.

45

BAB XI

KUNCISUKSES DALAM

PEMASARAN SYARIAH




A. Kunci Sukses Pemasaran Syariah

Menurut Al-Qur’an, kunci sukses itu ialah taqwa, baik
untuk di dunia ini maupun untuk di akhirat nanti.2 Untuk
sukses di dunia, Al-Qur’an mengungkapkan dalam surat
Al- A’raf (7) : 96 dibawah ini :
“Dan kalau kiranya penduduk negeri-negeri ini beriman
dan bertakwa, niscaya akan kami bukakan atas mereka
karunia-karunia dari langit dan bumi, tetapi mereka
dustakan, maka kami siksa mereka lantaran apa yang
mereka kerjakan.”

Persepsi yang kerap kali ditemukan oleh masyarakat
bahwa pasar konvensional selalu lebih menguntungkan
secara finansial dari pada pasar syari’ah atau pasar
Islami yang disebabkan adanya bunga dan kelipatan
keuntungan lainnya (Zainal, Djaelani, Basalamah, Yusran,
& Veithzal, 2018). Khususnya, pada era perkembangan
Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, tidak mudah
merubah pola piker masyarakat untuk berpindah dari
pemasaran konvensional ke pemasaran syari’ah.

Pemasaran syari’ah merupakan pemasaran yang bersifat
nilai-nilai keislaman. Dalam arti lain, cara yang digunakan
didalam pemasaran syari’ah mengedepankan prinsip-
prinsip keadilan dan kejujuran, serta tidak boleh
bertentangan daripada prinsip-prinsip islam.

46

B. Islam dan skala prioritas dalam bisnis
(pemasaran)

1. Pemasaran Syariah

Pemasaran Syariah merupakan sebuah disiplin
bisnis strategis yang mengarahkan proses
penciptaan, penawaran dan perubahan values dari
satu inisiator kepada stakeholders nya, yang dalam
keseluruhan prosesnya sesuai dengan akal serta
prinsip- prinsip syariah dan muamalah dalam
Islam.4 Secara umum, Kertajaya menyatakan bahwa
pemasaran syariah adalah strategi bisnis, yang
harus memayungi seluruh aktivitas dalam sebuah
perusahaan, meliputi seluruh proses, menciptakan,
menawarkan, pertukaran nilai, dari seorang
produsen atau satu perusahaan, atau perorangan
yang sesuai dengan ajaran Islam. Pemasaran
Syariah dijalankan berdasarkan konsep keislaman
yang telah diajarkan nabi Muhammad SAW. Nilai inti
dari pemasaran syariah adalah integritas dan
transparansi, sehingga marketer tidak boleh bohong
dan orang membeli karena butuh dan sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena
diskonnya atau iming-iming hadiah belaka.. Islam
mengajarkan dalam bermuamalah harus didasari
dengan rasa suka sama suka, sehingga tidak ada
pihak yang dirugikan satu sama lain. Kedua-duanya
sama-sama mendapatkan manfaat.

47

Konsep pemasaran Syariah sendiri sebenarnya tidak

beda jauh dengan konsep pemasaran yang kita kenal.

Konsep pemasaran yang kita kenal sekarang, pemasaran

adalah sebuah ilmu dan seni yang mengaruh pada

proses penciptaan, penyampaian, dan

pengkomunikasian values kepada para konsumen serta

menjaga hubungan baik dengan stakeholder nya. Akan

tetapi pemasaran secara umum, sekarang hanya

mengacu kepada laba sehingga terkadang tidak

memperhatikan tentang kepuasan pelanggan seperti

halnya dengan cara membuat kemasan sebaik-baiknya

padahal produknya tidak bagus, sehingga dapat

mengecewakan pelanggannya. Berbeda dengan

pemasaran syariah yang mengajarkan pemasar untuk

jujur kepada konsumen atau orang lain.

Dalam hal teknis pemasaran Syariah, salah satunya
terdapat strategi pemasaran Syariah untuk
memenangkan mind share. Strategi pemasaran Syariah
antara lain dengan melakukan targeting dan positioning
pasar dengan melihat pertumbuhan pasar keunggulan
kompetitif dan situasi persaingan sehingga dapat melihat
potensi pasar yang baik agar dapat memenangkan mind
share. Pemasaran Syariah menganggap pesaing bukan
sebagai musuh, justru menjunjung tinggi nilai-nilai moral
dan selalu memelihara hubungan baik dan kemitraan
dengan pesaing pesaing dianggap sebagai mitra sejajar
yang mampu memacu kreativitas dan inovasi
perusahaan

48


Click to View FlipBook Version