LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 2.1
Kerangka Umum Tabel Input-Output (I-O)
(Tiga Sektor Produksi)
Permintaan
Alokasi Antara Permintaan Jumlah
Output Sektor Akhir Output
Produksi
X1
Struktur Input 123 X2
X3
Input Sektor 1 X12 X12 X13 F1
Antara Produksi 2 X23 X22 X23 F2
3 X33 X32 X33 F3
V1 V2 V3
Input Primer X1 X2 X3
Jumlah Input
Dalam suatu model input-output yang bersifat terbuka
dan statis, transaksi-transaksi yang digunakan dalam
penyusunan Tabel Input-Output harus memenuhi tiga asumsi
atau prinsip dasar, yaitu:
a) Keseragaman (homogeneity): setiap sektor hanya
memproduksi satu jenis output (barang dan jasa) dengan
struktur input tunggal (seragam) dan tidak ada substitusi
otomatis antar output dari sektor yang berbeda.
b) Kesebandingan (proportionality): kenaikan/penurunan
jumlah input yang digunakan oleh suatu sektor akan
sebanding dengan kenaikan/penurunan output yang
dihasilkan.
BAB II – KONSEP DAN PENYUSUNAN NESPARDA 39
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
c) Penjumlahan (additivity): jumlah pengaruh kegiatan
produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari
pengaruh pada masing-masing sektor tersebut.
Dalam pengukuran dampak pariwisata, masing-masing
struktur pengeluaran dari permintaan akhir diklasifikasikan
kembali mengikuti klasifikasi sektor dari I-O dan dampaknya
diperoleh dengan mengalikan koefisien Leontif (Matriks A).
Untuk analisis dampak pariwisata terhadap kinerja ekonomi
daerah, permintaan akhir menjadi faktor eksogen yang
mendorong penciptaan produksi barang dan jasa. Kaitannya
dengan dampak wisata, faktor pendorong atau exogenous
variable berupa konsumsi wisatawan nusantara, wisatawan
mancanegara (inbound), wisatawan lokal ke luar negeri
(outbound) terhadap produk dalam negeri, investasi
pariwisata dan pengeluaran belanja pemerintah untuk
pariwisata yang diwujudkan di APBD, serta lembaga-lembaga
non profit yang turut andil dalam kegiatan pariwisata. Dengan
model tabel I-O ini, dampak kepariwisataan dapat dihasilkan :
a. Dampak Terhadap Output
Dalam model I-O, output memiliki hubungan timbal
balik dengan permintaan akhir. Artinya jumlah output
yang dapat diproduksi tergantung dari jumlah permintaan
akhirnya. Namun demikian dalam keadaan tertentu,
output justru yang menentukan besarnya permintaan
akhir. Hubungan antara konsumsi kepariwisataan dengan
BAB II – KONSEP DAN PENYUSUNAN NESPARDA 40
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
nilai output dapat diformulasikan dengan rumus sebagai
berikut :
XFT=(1 - A)-1(F - M) ...........(1)
atau
XFD=(1 - Ad)-1 Fd
XFT = Permintaan akhir total
(F - M) atau Fd = Permintaan akhir
XFD = permintaan akhir domestik
Rumusan persamaan di atas (1) menunjukan bahwa
pembentukan output (X) dipengaruhi oleh permintaan
akhir (F-M) atau Fd, di mana M adalah impor yang
disediakan untuk memenuhi permintaan antara dan
permintaan akhir. Output yang terbentuk sebagai akibat
dari permintaan akhir total (XFT) akan sama dengan
output yang terbentuk sebagai akibat permintaan akhir
domestik (XFD). Dalam banyak analisis yang lebih sering
digunakan adalah XFD.
Penggunaan persamaan tersebut antara lain untuk
menghitung porsi output yang terbentuk sebagai dampak
dari masing-masing komponen permintaan akhir dan
memperkirakan output yang terbentuk sebagai dampak
permintaan akhir yang diproyeksikan. Dengan
BAB II – KONSEP DAN PENYUSUNAN NESPARDA 41
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
mempergunakan matrik pengganda di atas, dapat dihitung
dampak kenaikan permintaan akhir terhadap output.
Semisal jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara di
Indonesia akan berdampak pada penambahan nilai
produksi barang dan jasa. Begitu pula dengan wisatawan
nusantara, investasi di bidang pariwisata dan pengeluaran
pemerintah untuk pengembangan pariwisata.
b. Dampak Terhadap Nilai Tambah Bruto (Produk
Domestik Regional Bruto)
Nilai Tambah Bruto (NTB) adalah input primer yang
merupakan bagian dari input secara keseluruhan. Nilai
tambah bruto mencakup upah dan gaji, surplus usaha,
penyusutan, pajak tak langsung dan subsidi. Sesuai
dengan asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan
tabel I-O, maka hubungan antara NTB dengan output
bersifat linear atau berbanding lurus dengan permintaan
atau konsumsi kepariwisataan. Artinya kenaikan atau
penurunan output akan diikuti secara proporsional oleh
kenaikan dan penurunan NTB. Hubungan tersebut dapat
dijabarkan dalam persamaan berikut :
XFT=(1 - A)-1(F - M)
atau ...........(1)
XFD=(1 - Ad)-1 Fd
BAB II – KONSEP DAN PENYUSUNAN NESPARDA 42
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
XFT = Permintaan akhir total
(F - M) atau Fd
XFD = Permintaan akhir
= permintaan akhir
domestik
Rumusan persamaan di atas (1) menunjukan bahwa
pembentukan output (X) dipengaruhi oleh permintaan
akhir (F-M) atau Fd, di mana M adalah impor yang
disediakan untuk memenuhi permintaan antara dan
permintaan akhir.
Output yang terbentuk sebagai akibat dari
permintaan akhir total (XFT) akan sama dengan output
yang terbentuk sebagai akibat permintaan akhir domestik
(XFD). Dalam banyak analisis yang lebih sering digunakan
adalah XFD penggunaan persamaan tersebut antara lain
untuk menghitung porsi output yang terbentuk sebagai
dampak dari masing-masing komponen permintaan akhir
dan memperkirakan output yang terbentuk sebagai
dampak permintaan akhir yang diproyeksikan.
Dengan mempergunakan matrik pengganda di atas,
dapat dihitung dampak kenaikan permintaan akhir
BAB II – KONSEP DAN PENYUSUNAN NESPARDA 43
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
terhadap output. Semisal jumlah pengeluaran wisatawan
manca di Indonesia akan berdampak pada penambahan
nilai produksi barang dan jasa. Begitu pula dengan
wisatawan nusantara, investasi di bidang pariwisata dan
pengeluaran pemerintah untuk pengembangan pariwisata.
c. Dampak Terhadap Kompensasi Tenaga Kerja
Kompensasi terhadap tenaga kerja merupakan salah
satu komponen dalam nilai tambah bruto. Dari model I-O
dapat diturunkan hubungan kompensasi tenaga kerja
dengan konsumsi kepariwisataan. Rumusan tersebut
dapat disajikan sebagi berikut:
Gi = gj.(1-Ad)-1 Wi= gj.Xi ...........(3)
Gi = Kompensasi terhadap tenaga kerja akibat
konsumsi kepariwisataan
Wi = matriks diagonal koefisien kompensasi tenaga
kerja, yaitu rasio antara kompensasi tenaga
kerja dari sektor tertentu dengan outputnya
Xi = Konsumsi kegiatan pariwisata, meliputi: wisnus,
wisnas, wisman dan investasi pariwisata
pemerintah.
Dari persamaan di atas (3), dapat diinkasi bahwa
antara konsumsi pariwisata dengan upah/gaji dan pajak
tak langsung saling terkait.
BAB II – KONSEP DAN PENYUSUNAN NESPARDA 44
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
d. Dampak Terhadap Pajak Atas Produksi Neto (Pajak
Tak Langsung)
Pajak atas Produksi Neto merupakan salah satu
komponen dalam nilai tambah bruto. Dari model I-O dapat
diturunkan hubungan antara Pajak atas Produksi Neto
dengan konsumsi kepariwisataan. Rumusan tersebut
dapat disajikan sebagai berikut:
Gi = gj.(1-Ad)-1 Wi= ...........(3)
gj.Xi
Gi = Pajak atas Produksi Neto akibat konsumsi
kepariwisataan
Wi = matriks diagonal koefisien Pajak atas Produksi
Neto, yaitu rasio antara Pajak atas Produksi
Neto dari sektor tertentu dengan outputnya
Xi = Konsumsi kegiatan pariwisata, meliputi: wisnus
inbound, wisnus outbound, wisnus, wisman dan
investasi pariwisata pemerintah dan swasta.
Dari persamaan di atas (3), dapat diinkasi bahwa
antara konsumsi pariwisata dengan pajak tak langsung
saling terkait.
BAB II – KONSEP DAN PENYUSUNAN NESPARDA 45
BAB 3
PROFIL PARIWISATA
KOTA SEMARANG
FOOD HUNTING
BAB III ][ PROFIL PARIWISATA
KOTA SEMARANG
3.1 Kondisi Fisik (Administrasi dan Geografis)
Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah sekaligus
kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia. Kota Semarang
juga salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa dengan
jumlah penduduk lebih dari 7,3 Juta jiwa. Secara geografi, Kota
Semarang berada di pesisir utara Jawa dan sebagai penghubung
utama antara Jakarta – Surabaya dan kota-kota di bagian
selatan Jawa (Kota Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta).
Kota Semarang memiliki ketinggian 2 meter di bawah
permukaan laut hingga 340 meter di atas permukaan laut
dengan kemiringan lereng 0%-45%.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG | 46
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Wilayah dataran rendah pada wilayah barat Kota
Semarang hanya memiliki lebar 4 kilometer dari garis pantai,
sedangkan pada wilayah timur Kota Semarang wilayah dataran
rendah semakin melebar hingga 11 kilometer dari garis pantai.
Wilayah dataran rendah ini dikenal sebagai kota bawah
(Semarang Bawah), sekaligus sebagai pusat aktivitas
perekonomian kota.
Wilayah perbukitan di Kota Semarang ini membentang di
sisi selatan. Perbukitan ini merupakan bagian dari rangkaian
formasi pegunungan utara Jawa yang membentang dari Banten
hingga Jawa Timur. Wilayah perbukitan di Kota Semarang
dikenal sebagai kota atas (Semarang Atas). Wilayah perbukitan
ini juga merupakan kawasan hulu dari sungai-sungai besar yang
mengalir di Kota Semarang. Wilayah kota atas juga bagian dari
bentang kaki gunung api Ungaran, yang terletak pada sisi
selatan Kota Semarang.
Kota bawah ini meliputi Kecamatan Tugu, Semarang Barat,
Semarang Tengah, Kota Semarang Selatan, Semarang Timur,
Gayamsari, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Utara. Kota
bawah ini merupakan kawasan pusat kota dan jantung
perekonomian Semarang. Kota bawah juga berperan sebagai
downtown, antara lain untuk pusat hiburan, perdagangan,
pelayanan publik, dan pemerintahan. Kondisi topografi kota
bawah yang mendukung, mendorong pertumbuhan ekonomi
sangat cepat dan timbul perluasan wilayah perkotaan. Kota atas
ini meliputi Kecamatan Gajahmungkur, Candisari, Banyumanik,
Tembalang, Gunung Pati, Ngaliyan dan Mijen. Kini, wilayah kota
atas merupakan pusat pertumbuhan baru di Kota Semarang.
Salah satu sektor wilayah yang memiliki pertumbuhan yang
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 47
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
spesifik terhadap differensiasi pusat aktivitas dan aglomerasi
penduduk adalah sektor Banyumanik - Tembalang. Sarana
prasara yang mendukung, sangat mendorong pertumbuhan dan
minat investasi pada wilayah tersebut. Pertumbuhan pada
wilayah ini ditandai dengan berkembangnya permukiman,
munculnya pusat perekenomian baru, dan eksistensi gedung
pencakar langit. Salah satu alasan wilayah ini berkembang juga
merupakan hasil kebijakan Pemerintah Kota Semarang
memindahkan kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) dari
kawasan Pleburan ke kawasan Tembalang, sebagai upaya
pemerataan penduduk di Kota Semarang. Strategi ini juga
dilakukan pada pemindahan kampus Universitas Negeri
Semarang (UNNES) dari kawasan Kelud Raya ke kawasan
Gunung Pati.
Kota Semarang dialiri oleh beberapa sungai/kali, meliputi
Sungai Garang (Kanal Barat), Sungai Semarang, Sungai Kanal
Timur, Sungai Sringin, Sungai Plumbon, Sungai Karanganyar,
Sungai Bringin, Sungai Silandak, dan Sungai Siangker. Beberapa
sungai ini difungsikan sebagai sistem drainase untuk pengendali
banjir di Kota Semarang, meliputi Sungai Garang, Sungai Kota
Semarang, Sungai Kanal Timur, Sungai Plumbon, dan Sungai
Bringin. Sistem hidro-drainase di Kota Semarang sudah
mengenali sistem kanalisasi seperti kota-kota di Belanda. Sistem
kanalisasi ini dilatarbelakangi oleh Pemerintah Hindia Belanda
yang melakukan kanalisasi di Sungai Kota Semarang dengan
menyudet Sungai Kota Semarang dengan Sungai Garang, untuk
keperluan drainase banjir kota dan jalur lalu lintas kapal dagang.
Sungai Kota Semarang ini merupakan sungai yang mengalir ke
wilayah pusat kota. Sungai Kota Semarang mengalir dari kaki
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 48
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Bukit Bergota sisi barat - selatan Lawang Sewu - Jalur inspeksi
Batan Miroto - Pecinan - Kota Lama - Muara Baru. Tahun 1885,
Kanalisasi telah rampung dibangun oleh Pemerintah Hindia
Belanda pada Sungai Garang (sisi barat kota). Sungai Garang ini
merupakan Banjir Kanal Barat yang letaknya tepat di tengah
wilayah Kota Semarang dan membagi Kota Semarang menjadi
dua sisi, yaitu sisi barat dan sisi timur. Tahun 1895, Kanalisasi
baru telah diselesaikan oleh Pemerintah Belanda sebagai upaya
pencegahan banjir yang semakin parah di Kota Semarang kala
itu, yaitu dengan membangun Banjir Kanal Timur. Pembangunan
Banjir Kanal Timur ini dilakukan dengan menyudet Sungai
Plumbon yang mengalir di wilayah timur Kota Semarang.
Pembangunan kanalisasi di Kota Semarang merupakan
pembangunan kanalisasi pertama di Indonesia. Keberhasilan
kanalisasi Kota Semarang ini mendorong pembangunan
kanalisasi di kota-kota lain, seperti Jakarta, Surabaya, dan
Padang. Hingga kini, ketiga sungai kanal tersebut masih menjadi
sorotan Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan
normalisasi dan pengerukan, agar drainase perkotaan dapat
berfungsi sebagaimana mestinya.
Kota Semarang memiliki kemiripan karakteristik kondisi
fisik dengan kota-kota di Belanda. Kemiripan ini berupa
cekungan bawah laut, karena adanya depresi daratan sehingga
membentuk ledokan yang tidak begitu luas. Depresi daratan ini
disebabkan karena penurunan muka tanah dan land subsidence
akibat eksploitasi air tanah berlebih. Jenis tanah aluvial juga
berpengaruh dalam penurunan muka tanah di wilayah Kota
Semarang. Adanya cekungan ini juga efek yang ditimbulkan
karena aktivitas reklamasi pada pantai-pantai di Kota Semarang
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 49
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
yang membentuk tanggul-tanggul laut. Beberapa wilayah di Kota
Semarang, khususnya Kota Semarang Utara memiliki ketinggian
di bawah permukaan laut. Kondisi seperti ini memungkinkan
timbulnya banjir cukup parah pada wilayah cekungan tersebut.
Kota Semarang memiliki garis pantai sepanjang 20
kilometer dengan tipologi pantai yang tidak beraturan. Pengaruh
aktivitas manusia berperan dalam perubahan tipologi pantai,
seperti aktivitas reklamasi dan sedimentasi oleh sungai. Salah
satu kawasan reklamasi yang cukup dikenali oleh masyarakat
Kota Semarang adalah Pantai Marina. Pertumbuhan Kota
Semarang tidak lepas dari kondisi geografis Kota Semarang yang
merupakan wilayah pesisir dengan adanya pelabuhan. Pelabuhan
menjadi cikal bakal pertumbuhan Kota Semarang hingga
menjadi wilayah perkotaan saat ini. Bermula dari aktivitas
perdagangan di pelabuhan menjadikan Kota Semarang
merupakan wilayah strategis dalam pengembangan
perekonomian dan kontribusi distribusi barang jasa sejak zaman
pra-kolonialisme.
Kota Semarang memiliki iklim basah dengan rata-rata
curah hujan tahunan sebesar 2.780 mm. Meskipun demikian,
curah hujan di Kota Semarang bervariasi, karena pengaruh dari
efek topografi yang ada di Kota Semarang. Kota bawah memiliki
rata-rata curah hujan tahunan sebesar 2.500 mm, sedangkan
Kota atas memiliki rata-rata curah hujan tahunan lebih tinggi
sebesar 3.000 mm. Perbedaan curah hujan ini disebabkan
karena efek topografi yang menimbulkan hujan konveksi pada
wilayah Kota Semarang. Rata-rata suhu tahunan di Kota
Semarang sebesar 28°C, dengan fluktuasi suhu tidak begitu
signifikan dalam setahun. Suhu tertinggi yang pernah terjadi di
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 50
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Kota Semarang adalah 39°C, dan suhu terendah yang pernah
terjadi adalah 18°C. Fenomena suhu panas ini juga karena
adanya fenomena urban heat island di Kota Semarang.
Gambar 3.1. Peta Wilayah Administrasi Kota Semarang
Sumber: https://satudata.semarangkota.go.id/
3.2 Daya Tarik Wisata
Kota Semarang merupakan salah satu tempat tujuan
wisata yang menarik karena memiliki potensi wisata yang cukup
beragam. Dari data yang diambil dari Sisdaporapar Dinas
Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Jawa Tengah
sebaran daya tarik wisata antara lain:
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 51
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.1 Sebaran Daya Tarik Wisata Kota Semarang
Jenis DTW di Kota Nama DTW
Semarang
Pantai Marina
Wisata Alam Air Terjun Gondoriyo
Wisata Budaya Masjid Agung Jawa Tengah
Semarang Art Contemporary Gallary
Wisata Buatan Klentheng Sam Poo Kong
Klentheng Tay Kak Si
Desa Wisata Pagoda Avalokitesvara
Vihara Mahavira
Puri Agung Girinata
Makam Ki Ageng Pandanaran
Makam Syeh Jumadil Kubro
Gedung Lawangsewu
Taman Satwa Semarang
Marina Swimming Pool
Water Blaster Water Park
Jungle Toon Water Park
Omah Herborist
Museum Ronggowarsito
Museum Mandala Bhakti
Museum Jamu Jago Dan Muri
Wisata Waduk Jatibarang
Grand Maerakaca
Nirwana Stable
Kampung Pelangi
Gardenia Swimming Pool
Lakers Swimming Pool
Semawis Water Park
Old City 3 D Trick Art Museum
Kampung Anggrek
Desa Wisata Kandri
Desa Wisata Wonolopo
Desa Wisata Nongksawit
Desa Wisata Cepoko
Desa Wisata Jatirejo
Desa Wisata Kedungpane
Desa Wisata Tugurejo
Desa Wisata Purwosari
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 52
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Jenis DTW di Kota Nama DTW
Semarang
CFD Pemuda Dan Pahlawan
Lain-lain Cruise
Dugderan
Festival Banjir Kanal Barat
Festival Kaligarang
Festival Kota Lama
Jateng Fair
Kreokestra
Loenpia Jazz
Mahakarya Legenda Goa Kreo
Semarang Night Carnival
Semargres Colour Run 2019
Sesaji Rewanda
Tahoen Baroe Van Kota Lama
Sumber: http://sisdaporapar.jatengprov.go.id/
diakses pada 31 November 2019.
3.3 Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisatawan ke
Kota Semarang
Statistik pariwisata dapat dipandang sebagai data yang
sangat penting bagi pemerintah daerah. Aspek pertama adalah
wisatawan asal mancanegara berkaitan dengan pembangunan
potensi pariwisata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
wilayah. Aspek yang kedua adalah wisatawan nusantara yang
perkembangannya dapat dijadikan sebagai salah satu indikator
tingkat kesejahteraan masyarakat.
Jika dilihat melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo,
jumlah kedatangan wisatawan domestik yaitu sebesar
1.320.095. Sedangkan untuk kedatangan wisatawan
mancanegara yaitu sebesar 57.979.
Sementara jumlah kunjungan melalui pintu masuk bandara
Ahmad Yani pada tahun 2018 untuk kedatangan wisatawan
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 53
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
domestik yaitu 2.479.268, sedangkan untuk kedatangan
wisatawan mancanegara yaitu sebesar 107.635.
Perkembangan jumlah wisatawan secara lebih rinci
disajikan pada beberapa tabel sebagai berikut :
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 54
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2
KOTA SEMARANG
Tabel 3.2 Jumlah Pesawat dan Penump
Jawa Tenga
PENERBANGAN DOMESTIK
NO BULAN Pesawat Penumpang
1 Januari Datang Berangkat Datang Beran
2 Februari
3 Maret 965 962 115.469 127
4 April
5 Mei 843 844 104.291 100
6 Juni
7 Juli 1.030 1.029 116.296 110
8 Agustus
9 September 977 974 123.667 121
10 Oktober
11 November 754 755 105.676 100
12 Desember
953 953 145.366 129
JUMLAH
768 783 112.411 125
740 745 110.471 108
695 698 101.741 101
723 720 99.347 100
668 672 87.769 87
685 689 97.591 90
9.801 9.824 1.320.095 1.303
Sumber : Buku Statistik Pariwisata Jawa Tengah Tahun 2018.
Diterbitkan oleh Dinas Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Par
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG
2020
pang Di Bandara Adi Sumarmo, Surakarta,
ah Tahun 2018
PENERBANGAN INTERNASIONAL
Pesawat Penumpang
ngkat Datang Berangkat Datang Berangkat
7.510
0.784 18 17 3.071 2.686
0.807
1.928 13 12 2.233 2.716
0.038
9.063 11 12 2.489 3.094
5.964
8.671 11 12 2.679 2.890
1.195
0.435 7 9 1.678 1.617
7.076
0.099 -1 - 6
3.570 46 43 2 15.057
55 51 3.227 15.099
82 75 27.865 718
11 11 1.820 3.317
29 28 7.482 6.866
26 25 5.433 5.966
309 296 57.979 60.032
riwisata Provinsi Jawa Tengah, 2019
55
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2
KOTA SEMARANG
Tabel 3.3 Jumlah Pesawat dan Penump
Jawa Tenga
PENERBANGAN DOMESTIK
NO BULAN Pesawat Penumpang
1 Januari Datang Berangkat Datang Berangk
2 Februari
3 Maret 1.863 1.858 185.860 197.3
4 April
5 Mei 1.602 1.597 178.384 175.9
6 Juni
7 Juli 1.814 1.810 203.327 198.2
8 Agustus
9 September 1.862 1.860 208.837 205.7
10 Oktober
11 November 1.780 1.775 198.243 180.2
12 Desember
1.966 1.967 230.172 212.4
1.981 1.980 235.917 252.6
1.939 1.939 222.844 219.8
1.862 1.860 205.301 209.0
1.909 1.908 213.819 210.7
1.802 1.803 198.094 192.8
1.777 1.777 198.470 191.0
JUMLAH 22.157 22.134 2.479.268 2.446.30
Sumber : Buku Statistik Pariwisata Jawa Tengah Tahun 2018.
Diterbitkan oleh Dinas Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Par
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG
2020
pang Di Bandara Ahmad Yani, Semarang,
ah Tahun 2018
PENERBANGAN INTERNASIONAL
Pesawat Penumpang
kat Datang Berangkat Datang Berangkat
353 75 75 9.122 9.675
933 63 63 7.509 7.869
285 69 71 8.112 8.558
759 71 70 9.282 9.288
250 67 70 9.169 7.637
456 68 67 10.026 8.750
677 69 70 9.629 10.262
813 69 69 9.543 9.491
064 67 69 8.090 9.347
794 68 68 8.639 9.178
851 67 66 9.149 8.646
073 67 68 9.365 10.194
08 820 826 107.635 108.895
riwisata Provinsi Jawa Tengah, 2019
56
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.4 Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di
Kota Semarang Tahun 2016 – 2019
Tahun/ Wisatawan/ Visitors Jumlah/ Total
Year 7.305.559
Mancanegara/ Domestik/
2019
International Domestic
82.030 7.223.529
2018 66.105 5.703.282 5.769.387
2017 59.672 4.964.804 5.024.476
2016 56.192 4.627.782 4.683.974
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
Jumlah wisatawan paling tinggi, baik wisatawan mancanegara
maupun wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Semarang
adalah pada tahun 2019 yaitu sebanyak 7.305.559 wisatawan.
Sedangkan jumlah wisatawan paling rendah adalah pada tahun
2016 yaitu sebesar 4.683.974 wisatawan.
Jumlah wisatawan mancanegara paling banyak yang
berkunjung ke Kota Semarang terjadi pada tahun 2019 yaitu
sebanyak 82.030 wisatawan dan terendah terjadi pada tahun 2016
yang hanya mencapai sebanyak 56.192 wisatawan. Wisatawan
nusantara yang paling banyak mengunjungi Kota Semarang terjadi
pada tahun 2019 yang mencapai 7.223.529 wisatawan sedangkan
jumlah pengunjung wisatawan nusantara terendah terjadi pada
tahun 2016 sebanyak 4.627.782 wisatawan.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 57
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
3.4 Jumlah Daya Tarik Wisata di Kota Semarang
Kota Semarang sebagai salah satu tujuan wisata memiliki
daya tarik yang untuk menarik minat pengunjung wisata yang
terdiri dari wisata alam, budaya, buatan, minat khusus, dan lain-
lain. Setiap tahunnya jumlah daya tarik wisata di Kota Semarang
mengalami perubahan. Jumlah daya tarik wisata di Kota Semarang,
pada tahun 2016 sampai 2019 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.5 Jumlah Daya Tarik Wisata di Kota Semarang
Tahun 2016 – 2019 (Buah)
Tahun Alam Budaya Buatan Jumlah
2019 27 35 57 119
2018 17 25 47 89
2017 12 25 25 62
2016 12 22 22 56
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
3.5 Pengunjung Daya Tarik Wisata di Kota Semarang
Kota Semarang sebagai tujuan wisata, banyak dikunjungi
wisatawan baik dari nusantara maupun mancanegara. Jumlah
pengunjung daya tarik wisata di Kota Semarang, pada tahun 2016
sampai 2019 dapat dilihat pada tabel berikut :
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 58
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.6 Jumlah Pengunjung Daya Tarik Wisata
Kota Semarang Tahun 2016 – 2019
(Orang)
Tahun Wisatawan Wisatawan Total
Mancanegara Nusantara
2019 82.030 7.223.529 7.305.559
2018 66.105 5.703.283 5.769.388
2017 59.672 4.964.804 5.024.476
2016 56.192 4.627.782 4.683.974
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
3.6 Rata-Rata Lama Menginap Di Kota Semarang Periode
Januari 2020 – Februari 2020
Jumlah Rata-Rata Lama Menginap di Kota Semarang Periode
Januari 2020 – Februari 2020 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.7 Rata-Rata Lama Menginap Di Kota Semarang
Periode Januari 2020 – Februari 2020
(dalam hari)
Keterangan Januari Februari
Bintang 1 Wisman Wisnus Wisman Wisnus
Bintang 2
Bintang 3 1,57 1,14 1,55 1,21
1,26 1,16 1,08 1,23
1,53 1,24 1,51 1,32
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 59
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Keterangan Januari Februari
Bintang 4
Bintang 5 Wisman Wisnus Wisman Wisnus
1,48 1,28 1,31 1,25
1,29 1,38 1,20 1,29
Total 1,43 1,24 1,33 1,26
Sumber: Berita Resmi Statistik No. 12/04/3374.Th.II, 1 April 2020
Rata-rata Lama Menginap (RLM) seluruh tamu hotel bintang
pada bulan Februari 2020 tercatat sebesar 1,26 malam, mengalami
peningkatan dibandingkan dengan bulan Januari 2020. Jika dirinci
menurut tamu hotel bintang, pada bulan Februari 2020 angka rata-
rata lama menginap tamu asing (mancanegara) adalah selama 1,20
malam dan untuk tamu Indonesia (domestik) selama 1,26 malam.
Dibanding bulan Januari 2020 RLM mancanegara pada periode
Februari 2020 mengalami perlambatan sebesar 0,13 poin, RLM
domestik mengalami peningkatan sebesar 0,02 poin.
3.7 Peak Season dan Low Season Semarang Tahun 2019
Peak season dan Low Season disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.8 Jumlah Wisatawan Yang Menginap
Di Kota Semarang Tahun 2019
Bulan Wisatawan Wisatawan Total (orang)
Nasional Mancanegara
Januari (orang) 303.070
Februari 301.522 (orang) 278.456
Maret 1.548 310.911
April 276.732 329.619
1.724
308.891
2.020
327.577
2.042
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 60
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Bulan Wisatawan Wisatawan Total (orang)
Nasional Mancanegara
Mei (orang) 279.520
Juni 278.150 (orang) 343.464
Juli 1.370 375.931
Agustus 341.817 328.580
September 1.647 293.549
Oktober 373.904 289.958
November 2.027 281.194
Desember 325.985 281.362
Total 2.595 3.695.614
291.432
2.117
288.063
1.895
279.350
1.844
279.432
1.930
3.672.855
22.759
Sumber: Data Diolah, 2020.
Berdasarkan tabel di atas Peak Season berada pada bulan Juli
2019 yaitu sebanyak 375.931 orang. Sedangkan Low Season pada
bulan Februari tahun 2019 yaitu sebanyak 278.456 orang.
3.8 Kunjungan Wisatawan Per Daya Tarik Wisata
Jumlah Kunjungan wisatawan Per Daya tarik Wisata tahun
2019 sebagai berikut :
Tabel 3.9 Kunjungan Wisatawan Per Daya Tarik Wisata
Kunjungan Wisatawan Per Daya Tarik Wisata 2019
Daya Tarik Wisata Budaya 1.638.167
Daya Tarik Wisata Bahari 1.313.550
Daya Tarik Wisata Cagar Alam
Daya Tarik Wisata Pertanian -
Daya Tarik Wisata Buru 9.916
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG -
61
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Kunjungan Wisatawan Per Daya Tarik Wisata 2019
Daya Tarik Wisata Alam 1.357.179
Daya Tarik Wisata Sejarah 1.638.167
Daya Tarik Wisata Religi
Daya Tarik Wisata Pendidikan 599.921
Daya Tarik Wisata Kuliner 809
Daya Tarik Wisata Belanja
Daya Tarik Wisata Buatan 2.379.966
5.696.270
Sumber: Data diolah, 2020 1.198.582
Berdasarkan tabel di atas bahwa kunjungan daya tarik wisata
yang paling banyak pada daya tarik wisata belanja yaitu sebanyak
5.696.270 kunjungan wisatawan. Sedangkan kunjungan wisatawan
paling sedikit pada daya tarik wisata pendidikan yaitu sebanyak 809
kunjungan wisatawan.
3.9 Jumlah Hotel di Kota Semarang
Kota Semarang sebagai salah satu daerah tujuan wisata
dapat dilihat dari akomodasi yang disediakan. Jumlah hotel di Kota
Semarang, pada tahun 2014 sampai 2018 dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 3.10 Jumlah Hotel di Kota Semarang
Tahun 2014 – 2018 (Unit)
Tahun Hotel Bintang Hotel Non Bintang
2018 Unit Kamar Unit Kamar
2017
2016 80 8.182 106 3.525
61 6.649 106 3.518
63 5.761 59 1.373
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 62
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tahun Hotel Bintang Hotel Non Bintang
2015 Unit Kamar Unit Kamar
2014
56 5.367 70 1.671
44 4.133 52 1.222
Sumber: https:// semarangkota.bps.go.id
3.10 Jumlah Kapal Pesiar dan Wisatawan Melalui Pelabuhan
Tanjung Emas Semarang
Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang dapat
menggunakan berbagai alat transportasi. Jumlah kapal pesiar dan
wisatawan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pada tahun
2015 sampai dengan tahun 2019 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.11 Jumlah Kapal Pesiar dan Wisatawan Melalui
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Tahun 2015 – 2019
Tahun Kapal Persentase Wisatawan Persentase
(Unit) (%) (Orang) (%)
2019 -4 17.873 -9,83
2018 24 56,2 19.823 64,2
2017 25 33,33 12,070 1,5
16
Tahun Kapal Persentase Wisatawan Persentase
(Unit) (%) (Orang) (%)
2019 -4 17.873 -9,83
2018 24 56,2 19.823 64,2
25
Sumber: Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng 2019
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 63
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
3.11 Restoran dan Rumah Makan di Kota Semarang
Jumlah Jenis Usaha Jasa Makanan/Minuman di Kota
Semarang pada tahun 2016-2018 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.12 Jumlah Jenis Usaha Jasa Makanan/Minuman
Kota Semarang Tahun 2016-2018
Keterangan 2016 Tahun 2018
162 2017 187
Jumlah Restoran 91 173 95
Jumlah Cafetaria/Cafe 81 108
91
Jumlah Pub/Bar 82
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
3.12 Perkembangan Jumlah Daya Tarik Wisata
Jumlah daya tarik wisata di Kota Semarang pada tahun
2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.13 Jumlah Daya Tarik Wisata Kota Semarang
Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
. 2017 2018 35
Daya Tarik Wisata Budaya 3 4
Daya Tarik Wisata Bahari . . 25 .
Daya Tarik Wisata Cagar Alam 3 33 6
Daya Tarik Wisata Pertanian . .. .
Daya Tarik Wisata Buru 84 27
Daya Tarik Wisata Alam 12 .. 5
Daya Tarik Wisata Sejarah 20 12 17 22
Daya Tarik Wisata Religi 10 25 5
12 19
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 64
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Keterangan 2016 Tahun 2019
1 2017 2018 3
Daya Tarik Wisata Pendidikan 5 14
Daya Tarik Wisata Kuliner 6 13 22
Daya Tarik Wisata Belanja 22 79 57
Daya Tarik Wisata Buatan 8 12
25 47
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan Tabel 3.13 diperoleh data bahwa jumlah daya
tarik wisata di Kota Semarang pada tahun 2016-2019 paling
banyak adalah daya tarik wisata buatan yaitu sebanyak 57 wisata.
Jumlah daya tarik wisata yang ke dua terbanyak adalah daya tarik
wisata budaya yaitu 35 wisata. Sedangkan daya tarik wisata yang
paling sedikit adalah daya tarik wisata cagar alam dan daya tarik
wisata buru sebanyak 0 wisata.
3.13 Jumlah Pemandu Wisata
Jumlah pemandu wisata di Kota Semarang pada tahun 2016-
2018 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.14 Jumlah Pemandu Wisata Kota Semarang
Tahun 2016-2018
Keterangan Tahun
2016 2017 2018
Bersertifikat 162 162 103
Tidak Bersertifikat . . 217
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4, diakses pada 20 Februari
2020 pukul 13.31 WIB.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 65
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Berdasarkan tabel 3.14 Jumlah pemandu wisata di Kota
Semarang pada tahun 2016-2019 adalah pemandu wisata
bersertifikat mengalami penurunan dari 162 orang pada tahun 2016
dan 2017 menjadi 103 orang pada tahun 2019. Sedangkan
pemandu wisata pada tahun 2019 sebanyak 217 orang.
3.14 Kunjungan Wisatawan Per Daya Tarik Wisata
Jumlah Kunjungan Wisatawan Per Daya tarik wisata di Kota
Semarang pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.15 Jumlah Kunjungan Wisatawan Per Daya Tarik
Wisata Kota Semarang Tahun 2016-2019
Keterangan Tahun
Daya Tarik Wisata 2016 2017 2018 2019
Budaya
1.294.065 1.371.709 1.452.451 1.638.167
Daya Tarik Wisata
Bahari 1.011.064 1.071.728 1.164.635 1.313.550
Daya Tarik Wisata .. . .
Cagar Alam
7.632 8.090 8.792 9.916
Daya Tarik Wisata
Pertanian .. . .
Daya Tarik Wisata 1.045.309 1.108.028 . 1.357.179
Buru
1.294.065 1.371.709 1.452.451 1.638.167
Daya Tarik Wisata
Alam 462.065 489.789 . 599.921
Daya Tarik Wisata 624 661 718 809
Sejarah
Daya Tarik Wisata
Religi
Daya Tarik Wisata
Pendidikan
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 66
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Keterangan Tahun
Daya Tarik Wisata 2016 2017 2018 2019
Kuliner 2.379.966
Daya Tarik Wisata 1.825.000 1.934.500 2.110.153 5.696.270
Belanja 1.198.582
Daya Tarik Wisata 4.368.000 4.630.080 5.050.491
Buatan
922.689 977.707 1.062.701
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan tabel 3.15 Jumlah Kunjungan Wisatawan Per
Daya tarik wisata di Kota Semarang pada tahun 2016-2019 paling
banyak adalah daya tarik wisata belanja yaitu sebanyak 5.696.270
orang pada tahun 2019. Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan
terbanyak kedua adalah daya tarik wisata kuliner yaitu sebanyak
2.379.966 orang pada tahun 2019. Sedangkan kunjungan
wisatawan per daya tarik wisata yang paling sedikit adalah daya
tarik wisata cagar alam dan daya tarik wisata buru sebanyak 0
orang.
3.15 Lama Kunjungan Wisatawan
Jumlah Lama Kunjungan Wisatawan di Kota Semarang pada
tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 67
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.16 Jumlah Lama Kunjungan Wisatawan
Kota Semarang Tahun 2016-2019
(dalam jam)
Keterangan 2016 Tahun 2019
32 2017 2018 32
Wisatawan Domestik 32 32
Wisatawan Mancanegara 34 35
34 35
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan tabel 3.16 Jumlah Lama Kunjungan Wisatawan
di Kota Semarang pada tahun 2016-2019 mengalami fluktuatif.
Pada tahun 2016 wisatawan domestik dan mancanegara
berkunjung 32 jam, tahun 2017 menjadi 34 jam, dan mengalami
kenaikan menjadi 34 jam pada tahun 2018. Namun mengalami
penurunan pada tahun 2019 yaitu sebesar 32 jam.
3.16 Penerimaan Daerah dari Pariwisata
Jumlah Penerimaan Daerah dari Pariwisata Kota Semarang
pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.17 Jumlah Penerimaan Daerah dari Pariwisata Tahun
2016-2019 (dalam Miliar)
Keterangan Tahun
2016 2017 2018 2019
Penerimaan 173.779 205.815 258.883 313.259
Dari Pajak
Penerimaan 5.914 6.450 2.800 2.183
Dari
Restribusi
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 68
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Berdasarkan tabel 3.17 Jumlah Penerimaan Daerah dari
Pariwisata Kota Semarang pada tahun 2016-2019 paling tinggi
adalah penerimaan dari pajak yaitu sebanyak 313.256 miliar pada
tahun 2019, sedangkan penerimaan dari retribusi sebanyak 2.183
pada tahun 2019.
3.17 Perkembangan Budaya Kota Semarang
Jumlah Perkembangan Budaya Kota Semarang pada tahun
2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.18 Jumlah Perkembangan Budaya Kota Semarang
Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
2017 2018 297
Jumlah Penyelenggaraan
Festival Seni & Budaya 244 256 269
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan tabel 3.18 Jumlah Perkembangan Budaya Kota
Semarang pada tahun 2016-2019 mengalami peningkatan yang
cukup signifikan. Pada tahun 2016 jumlah penyelenggara festival
seni dan budaya sebanyak 244, kemudian meningkat menjadi 256
pada tahun 2017. Pada tahun 2018 juga mengalami peningkatan
yaitu sebanyak 269 dan pada tahun 2019 sebanyak 297.
3.18 Perkembangan Capaian Kunjungan Wisata
Jumlah Perkembangan Capaian Kunjungan Wisata Kota
Semarang pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 69
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.19 Jumlah Perkembangan Capaian Kunjungan
Wisata Kota Semarang Tahun 2016-2019
Keterangan Tahun
2016 2017 2018 2019
Jumlah Kunjungan 4.627.782 4.964.804 5.703.283 7.223.529
Wisatawan Lokal
Jumlah Kunjungan 56.192 59.672 66.105 82.030
Wisatawan Mancanegara
Jumlah Rencana
Kunjungan Wisatawan 4.605.570 4.927.960 5.297.557 5.721.362
Lokal
Jumlah Rencana 55.252 59.120 63.554 68.638
Kunjungan Wisatawan
Mancanegara
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4, diakses pada 20 Februari
2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan tabel 3.19 Jumlah Perkembangan Capaian
Kunjungan Wisata Kota Semarang pada tahun 2016-2019 paling
banyak adalah jumlah kunjungan wisatawan lokal yaitu 7.223.529
wisatawan pada tahun 2019. Sedangkan yang paling sedikit adalah
jumlah wisatawan mancanegara yaitu sebanyak 82.030 wisatawan.
3.19 Perkembangan Lama Kunjungan Wisata
Jumlah Perkembangan Lama Kunjungan Wisata Kota
Semarang pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 70
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.20 Jumlah Perkembangan Lama Kunjungan Wisata
Kota Semarang Tahun 2016-2019
(dalam jam)
Keterangan 2016 Tahun 2019
2017 2018
Rata-rata Kunjungan Wisata selama 32 34 35 34
Satu Tahun
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4, diakses pada 20 Februari
2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan Tabel 3.20 Jumlah Perkembangan Lama
Kunjungan Wisata Kota Semarang pada tahun 2016-2019
mengalami penurunan pada tahun 2019. Pada tahun 2018 rata-rata
kunjungan wisata selama satu tahun yaitu 35 dan mengalami
penurunan menjadi 34 pada tahun 2019.
3.20 Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang
Sektor Pariwisata
Jumlah Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Kota
Semarang Sektor Pariwisata pada tahun 2016-2019 disajikan dalam
tabel berikut:
Tabel 3.21 Jumlah Perkembangan Pendapatan Asli Daerah
Kota Semarang Sektor Pariwisata Tahun 2016-2019
(dalam Miliar)
Keterangan Tahun
2016 2017 2018 2019
Jumlah Pendapatan Asli 173.779 205.815 258.883 313.259
Daerah (PAD) Sektor
Pariwisata
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4, diakses pada 20 Februari
2020 pukul 13.31 WIB.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 71
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Berdasarkan Tabel 3.21 Jumlah Perkembangan Pendapatan
Asli Daerah Kota Semarang Sektor Pariwisata pada tahun 2016-
2019 mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 sebanyak 173.779
miliar dan meningkat menjadi 313.259 miliar pada tahun 2019.
3.21 Perkembangan Penginapan/Hotel
Jumlah Perkembangan Penginapan/Hotel Kota Semarang
pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.22 Jumlah Perkembangan Penginapan / Hotel
Kota Semarang Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
6 2017 2018 6
Jumlah Hotel Bintang 5 6 13
Jumlah Hotel Bintang 4 15 66 21
Jumlah Hotel Bintang 3 17 6 11 24
Jumlah Hotel Bintang 2 9 15 17 11
Jumlah Hotel Bintang 1 74 17 16 91
13 10
Jumlah Hotel Melati 75 76
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan Tabel 3.22 Jumlah Perkembangan
Penginapan/Hotel Kota Semarang pada tahun 2016-2019 paling
banyak adalah hotel melati dan juga mengalami peningkatan. Hotel
melati pada tahun 2016 sebanyak 74 dan menjadi 91 pada tahun
2019. Sedangkan hotel terbanyak adalah hotel bintang 2 yaitu 24
hotel pada tahun 2019. Sedangkan jumlah hotel paling dikit adalah
hotel bintang 5 yaitu sebanyak 6 hotel pada tahun 2019.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 72
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
3.22 Perkembangan Restoran Menurut Jenis
Jumlah Perkembangan Restoran Kota Semarang Menurut
Jenis pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.23 Jumlah Perkembangan Restoran Kota Semarang
Menurut Jenis Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
162 2017 2018 209
Jumlah Restoran 175 173 187 176
Jumlah Rumah Makan 91 176 176 129
Jumlah Cafe 81 118
Jumlah Bar 15 91 95 36
Jumlah Jasa Boga Catering 82 108
15 17
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4,
diakses pada 20 Februari 2020 pukul 13.31 WIB.
Berdasarkan Tabel 3.23 Jumlah Perkembangan Restoran Kota
Semarang menurut Jenis pada tahun 2016-2019 paling banyak
adalah jumlah restoran yaitu 209 restoran pada tahun 2019.
Sedangkan paling banyak kedua adalah rumah makan yaitu
sebanyak 176. Sedangkan perkembangan restoran menurut jenis
paling sedikit adalah jasa boga catering yaitu sebanyak 36 pada
tahun 2019.
3.23 Struktur Pariwisata dan Budaya Kota Semarang
3.23.1 Struktur Cagar Budaya
Jumlah cagar budaya di Kota Semarang pada tahun
2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 73
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.24 Struktur Cagar Budaya Kota Semarang
Tahun 2016-2019
Keterangan Tahun
2017 2018
2016 316 316 2019
318 318 316
Jenis Cagar Budaya 316 316 316 344
Penetapan Cagar Budaya 318 343
Pelestarian Cagar Budaya 316 22
Pemanfaatan Cagar Budaya 2
2
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/
Berdasarkan Tabel 3.24 diperoleh data bahwa jumlah
jenis cagar budaya di Kota Semarang pada tahun 2016-2019
sebanyak 316 dan tidak mengalami kenaikan dari tahun 2016
hingga tahun 2019. Sedangkan penetapan cagar budaya
mengalami kenaikan dari 318 pada tahun 2018 menjadi 344
pada tahun 2019. Pelestarian cagar budaya juga mengalami
kenaikan pada tahun 2018 dari 316 menjadi 343 pada tahun
2019. Adapun pemanfaatan cagar budaya tidak mengalami
kenaikan maupun penurunan dari tahun 2016 hingga 2019
yaitu sebanyak 2.
3.23.2 Jenis Penginapan
Jumlah jenis penginapan di Kota Semarang pada
tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 74
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.25 Jumlah Jenis Penginapan
Kota Semarang Tahun 2016-2019
Keterangan Tahun
2017 2018
2016 2019
136
Hotel 127 132 136
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/
Berdasarkan Tabel 3.25 diperoleh data bahwa Jumlah
jenis penginapan di Kota Semarang pada tahun 2016-2019
adalah jenis hotel. Pada tahun 2019 jumlah hotel sebanyak
136 dan mengalami kenaikan dari tahun 2016 yaitu 127,
kemudian menjadi 132 hotel pada tahun 2017 dan tahun
2018 menjadi 136.
3.24 Jumlah Daya Tarik Wisata
Jumlah daya tarik wisata di Kota Semarang pada tahun 2016-
2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.26 Jumlah Daya Tarik Wisata Kota Semarang
Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
. 2017 2018 35
Daya Tarik Wisata Budaya 3 4
Daya Tarik Wisata Bahari . . 25 .
Daya Tarik Wisata Cagar Alam 3 33 6
Daya Tarik Wisata Pertanian . .. .
Daya Tarik Wisata Buru 12 84 27
Daya Tarik Wisata Alam ..
12 17
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 75
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Keterangan 2016 Tahun 2019
20 2017 2018 5
Daya Tarik Wisata Sejarah 10 22
Daya Tarik Wisata Religi 1 25 5 3
Daya Tarik Wisata Pendidikan 5 12 19 14
Daya Tarik Wisata Kuliner 6 13 22
Daya Tarik Wisata Belanja 22 79 57
Daya Tarik Wisata Buatan 8 12
25 47
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/
Berdasarkan Tabel 3.26 diperoleh data bahwa jumlah daya tarik
wisata di Kota Semarang pada tahun 2016-2019 paling banyak
adalah daya tarik wisata buatan yaitu sebanyak 57 wisata. Jumlah
daya tarik wisata yang ke dua terbanyak adalah daya tarik wisata
budaya yaitu 35 wisata. Sedangkan daya tarik wisata yang paling
sedikit adalah daya tarik wisata cagar alam dan daya tarik wisata
buru sebanyak 0 wisata.
3.25 Pegiat Seni dan Budaya
Jumlah Pegiat Seni dan Budaya Kota Semarang pada tahun
2016-2019 disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.27 Jumlah Pegiat Seni dan Budaya Kota Semarang
Tahun 2016-2019
Keterangan Tahun
Seni Rupa 2016 2017 2018 2019
Seni Tari/Gerak 30 34 34 36
Seni Suara/Vocal 99 123
12 107 111 18
13 13
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 76
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Keterangan Tahun
2017 2018
2016 2019
61 63 84
Seni Musik Tradisional 60 10 10 10
12 13 13
Seni Sastra 8
230 55 164
Seni Teater/Drama 12
Pagelaran/Pameran Seni 230
Budaya
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/
Berdasarkan tabel 3.27 Jumlah Pegiat Seni dan Budaya
Semarang pada tahun 2016-2019 paling tinggi adalah pegelaran
pameran seni dan budaya sebanyak 164 pada tahun 2019, dan
paling tinggi kedua yairu seni tari/gerak yaitu sebanyak 123.
Sedangkan Pegiat Seni dan Budaya yang paling rendah adalah Seni
Sastra sebanyak 10 pada tahun 2019.
3.26 Permuseuman
Jumlah museum Kota Semarang pada tahun 2016-2019
disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.28 Jumlah Museum Kota Semarang
Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
Kepemilikan Museum 14 2017 2018 14
14 14
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/, data diolah 2020.
Berdasarkan Tabel 3.28 jumlah museum Kota Semarang pada
tahun 2016-2019 tidak mengalami perubahan yang signifikan dari 4
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 77
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
tahun terakhir. Kepemilikan museum sebanyak 14 pada tahun 2016
hingga 2019.
3.27 Sarana dan Prasarana Seni Budaya
Jumlah Sarana dan Prasarana Seni Budaya Semarang pada
tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.29 Jumlah Sarana dan Prasarana Seni Budaya
Kota Semarang Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
Jumlah Sanggar Kesenian 428 2017 2018 781
488 584
Jumlah Gedung Kesenian 14 14 14 194
Jumlah Museum 1111
Jumlah Pusat 1 1 1 1
Kebudayaan/Taman Budaya
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/
Berdasarkan Tabel 3.29 Jumlah Sarana dan Prasaran Seni
Budaya Kota Semarang pada tahun 2016-2019 paling banyak
adalah sanggar kesenian yaitu 781 sanggar pada tahun 2019 dan
paling banyak kedua adalah Gedung kesenian yaitu sebanyak 194
gedung pada tahun 2019. Sedangkan museum dan pusat
kebudayaan/taman budaya yaitu sebanyak 1 pada tahun 2019.
3.27.1 Perkembangan Grup dan Gedung Kesenian
Jumlah Perkembangan Grup dan Gedung Semarang
pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 78
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Tabel 3.30 Jumlah Perkembangan Grup dan Gedung
Kesenian Kota Semarang
Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 Tahun 2019
Jumlah Grup Kesenian 428 2017 2018 813
488 584 199
Jumlah Gedung Kesenian 14 14 194
Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/
Berdasarkan Tabel 3.30 Jumlah Perkembangan Grup
dan Gedung Semarang pada tahun 2016-2019 mengalami
peningkatan. Jumlah grup kesenian pada tahun 2016
sebanyak 428 dan mengalami peningkatan menjadi 813 pada
tahun 2019. Sedangkan Jumlah Gedung kesenian dari 14
gedung pada tahun 2016 menjadi 199 gedung pada tahun
2019.
3.28 Rekapitulasi Realisasi Penanaman Modal
Tabel 3.31 Rekapitulasi Realisasi Penanaman Modal
Jenis Penanaman 2017 Tahun 2019
Modal PMA PMDN 2018 PMA PMDN
PMA PMDN
Jumlah Perusahaan
17 4.220 103 2.826 40 1.896
Jumlah WNI 5.414 23.789 4.513 36.883 697 34.648
Tenaga Kerja WNA 20 0 14 0 0 0
Nilai Investasi Rp 1.246 19.348 3.800 23.749 2.876 33.658
(Miliar)
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 79
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Berdasarkan di tabel 3.31 atas bahwa Penanaman Modal
Asing (PMA) dari tahun 2017 ke 2019 mengalami kenaikan pada
tahun 2018 yaitu dari 17 menjadi 103 namun pada tahun 2019
mengalami penurunan menjadi 40, sedangkan Penanaman Modal
Dalam Negeri (PMDN) mengalami penurunan dari 4.220 pada tahun
2017 menjadi 2.826 pada tahun 2018 dan menurun lagi menjadi
1.896 pada tahun 2019. Selain itu, Tenaga kerja WNI untuk PMA
mengalami penurunan yang signifikan dari 5.414 pada tahun 2017
menjadi 697 pada tahun 2019, sedangkan tenaga kerja WNI di
PMDN mengalami kenaikan pada tahun 2018 yaitu dari 23.789
menjadi 36.883 pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 mengalami
penurunan menjadi 34.648.
WNA pada tahun 2017 pada PMA sebanyak 20 dan pada
tahun 2018 sebanyak 14. Nilai investasi pada PMA mengalami
kenaikan pada tahun 2018 dari 1,246 miliar pada tahun 2017
menjadi 3.800 miliar pada tahun 2018. Namun, mengalami
penurunan pada tahun 2019 yaitu 2.876 miliar, sedangkan nilai
investasi PMDN mengalami kenaikan yang signifikan dari 19.348
miliar menjadi 33.658 miliar.
BAB III – PROFIL PARIWISATA KOTA SEMARANG 80
BAB 4
STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN
DAN INVESTASI PARIWISATA
EXOTIC
BAB IV ][ STRUKTUR
PENGELUARAN WISATAWAN DAN
INVESTASI PARIWISATA
Dampak kegiatan pariwisata terhadap perekonomian dapat
diketahui dengan menggunakan analisis dampak dengan model
input-output. Analisis ini juga dapat melihat keterkaitan
antarsektor serta dampak ekonomi yang diciptakan oleh
kegiatan pariwisata, dibutuhkan data yang akurat, terpercaya,
terkini, dan konsisten yang meliputi aspek-aspek yang terkait
dengan pariwisata. Terkait dengan hal tersebut, dampak
ekonomi pariwisata yang diciptakan sangat tergantung pada
beberapa hal yang berkaitan dengan: (1) struktur PDRB Kota
Semarang (2) struktur pengeluaran wisatawan dan besarannya,
(3) struktur investasi pariwisata dan kontribusinya dalam
investasi Kota Semarang, (4) struktur pengeluaran untuk
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
promosi pariwisata, dan (5) struktur pekerja dan kontribusinya
terhadap pekerja di Kota Semarang.
4.1. Struktur PDRB Kota Semarang Menurut Pengeluaran
Struktur PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan
2010 menurut pengeluaran Tahun 2019 disajikan pada Tabel
berikut :
Tabel 4.1 PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan 2010
Menurut Pengeluaran (Juta Rupiah) Tahun 2019
Sektor Juta Rupiah
1.089.569
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 169.460
Pertambangan dan Penggalian 36.067.729
171.165
Industri Pengolahan
120.683
Pengadaan Listrik dan Gas
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah 35.908.410
dan Daur Ulang
Konstruksi 20.520.786
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor 5.338.390
Transportasi dan Pergudangan 4.547.720
15.505.402
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 5.364.005
4.338.391
Informasi dan Komunikasi
940.654
Jasa Keuangan dan Asuransi
4.087.631
Real Estate
3.368.214
Jasa Perusahaan 1.068.683
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 1.719.366
Jaminan Sosial Wajib 140.326.257
Jasa Pendidikan
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Jasa Lainnya
Produk Domestik Regional Bruto
Sumber: https://semarangkota.bps.go.id/
BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 82
INVESTASI PARIWISATA
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
4.2. Profil Demografi Wisatawan Nusantara
Wisatawan Nusantara dalam kajian Nesparda Kota
Semarang, yaitu warga negara Indonesia yang melakukan
perjalanan/kunjungan dengan tujuan berwisata ke Kota
Semarang. Berikut persentase daerah Asal Wisatawan
Nusantara.
Tabel 4.2. Persentase Daerah Asal Wisatawan Nusantara
Asal Wisatawan Persentase
(%)
Kabupaten Semarang
Jepara 15,29%
Magelang 13,53%
Temanggung 12,28%
Salatiga
DKI Jakarta 9,52%
Demak 8,27%
Yogyakarta 7,52%
Surabaya 7,27%
Boyolali 7,02%
Bandung 6,01%
Kendal 5,26%
Mataram 1,50%
Bali 0,50%
Bangka Belitung 1,00%
Banjarmasin 2,00%
Rembang 0,75%
Padang 0,50%
Riau 0,75%
0,50%
Jumlah 0,50%
100%
Sumber: Olah data survei lapangan, 2020.
Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke daya
tarik wisata Kota Semarang berdasarkan jenis kelamin tahun
2020 disajikan dalam tabel berikut :
BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 83
INVESTASI PARIWISATA
LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020
KOTA SEMARANG
Gambar 4.1 Persentase Jenis Kelamin
Wisatawan Nusantara
Sumber: Olah data survei lapangan, 2020.
Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke daya
tarik wisata Kota Semarang berdasarkan maksud dan tujuan
tahun 2020 disajikan dalam diagram berikut :
Diagram 4.1 Persentase Maksud dan Tujuan
Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Kota Semarang
Lainnya 3.26%
Berlibur 12.40%
Mengunjungi Saudara/Teman
Pendidikan 8.90%
20.40%
Bisnis 27.50%
Konvensi 21.78%
Ziarah 5.76%
0 5 10 15 20 25 30
Sumber: Olah data survei lapangan, 2020.
BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 84
INVESTASI PARIWISATA