The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 111201206551, 2022-07-26 23:42:01

LAPORAN AKHIR NESPARDA KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR NESPARDA KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Bagi wisatawan nusantara, tujuan utama berkunjung
ke Kota Semarang sebagian besar untuk berlibur 57,89%.
Banyak destinasi wisata yang terdapat di Kota Semarang,
hal ini menarik wisatawan nusantara untuk berkunjung ke
Kota Semarang. Selain berlibur, ada pula wisatawan
nusantara yang mempunyai tujuan untuk mengunjungi
saudara/teman 10,28%, untuk tujuan pendidikan 8,27%.
Selain itu wisatawan yang datang tidak hanya berlibur tetapi
juga berbisnis 7,77%, lain-lain 3,26%, konvensi sebanyak
6,77% dan untuk ziarah sebanyak 5,76%.

Jumlah Lama Kunjungan Wisatawan Nusantara di Kota
Semarang pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.3 Jumlah Lama Kunjungan Wisatawan Nusantara
Kota Semarang Tahun 2016-2019
(dalam jam)

Keterangan Tahun

2016 2017 2018 2019

Wisatawan Nusantara 32 34 35 32

Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4, diakses pada 20
Februari 2020 pukul 13.31 WIB.

4.3. Struktur Pengeluaran Wisatawan Nusantara
Wisatawan Nusantara dalam kajian Nesparda Kota

Semarang, yaitu warga negara Indonesia yang melakukan
perjalanan/kunjungan dengan tujuan berwisata ke Kota
Semarang. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Kota
Semarang melalui daya tarik wisata pada tahun 2015-2019
dapat dilihat pada tabel berikut:

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 85
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Tabel 4.4 Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara
Melalui Daya Tarik Wisata Tahun 2015-2019

Tahun Jumlah Kunjungan
2015 3.928.334
2016 4.660.822
2017 4.987.080
2018 5.361.111
2019 5.790.000

Sumber: RPJMD Kota Semarang

Data jumlah kunjungan wisatawan nusantara pada tahun
2015 sampai dengan tahun 2019 di Kota Semarang disajikan
pada Tabel 4.4, yang menunjukkan bahwa pada tahun 2015
jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Semarang
sebanyak 3.928.334 wisatawan, kemudian pada tahun 2019
meningkat menjadi 5.790.000 wisatawan.

Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke daya
tarik wisata Kota Semarang tahun 2019 disajikan dalam tabel
berikut :

Tabel 4.5 Jumlah Wisatawan Nusantara yang Berkunjung
ke Daya Tarik Wisata Kota Semarang Tahun 2019

Kabupaten/Kota Jumlah

Kota Semarang 7.223.529

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Semarang 2019

Berdasarkan Tabel 4.5 diperoleh data bahwa jumlah
wisatawan nusantara yang berkunjung ke daya tarik wisata Kota
Semarang tahun 2019 yaitu sebanyak 7.223.529 wisatawan.

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 86
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Struktur pengeluaran wisatawan nusantara yang

berkunjung ke Kota Semarang disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.6 Struktur Pengeluaran Wisatawan Nusantara

Jenis Pengeluaran Rata-rata Distribusi
a. Hotel/penginapan Pengeluaran 25,10%

(Rupiah)

209.397

b. Makan dan minum 137.651 16,50%

c. Biro perjalanan, operator, dan 45.050 5,40%
pramuwisata 146.327 17,54%

d. Transportasi domestik

e. Souvenir/oleh-oleh 116.211 13,93%

f. Pertunjukkan 66.740 8,00%
seni/Budaya/rekreasi 54.226 6,50%
29.199 3,50%
a. Belanja kesehatan
/kecantikan

b. Belanja industri non makanan

g. Belanja produk pertanian 1.835 0,22%

h. Jasa pariwisata lainnya 27.614 3,31%

TOTAL 834.250 100%

Sumber: Data survei, 2020

Tabel 4.6 terkait struktur pengeluaran wisatawan

nusantara yang berkunjung ke Kota Semarang menunjukkan

bahwa total pengeluaran yang dibelanjakan wisatawan nusantara

selama berkunjung ke Kota Semarang yaitu sebesar Rp834.250

Pengeluaran wisatawan nusantara tertinggi berada pada sektor

hotel/penginapan yaitu sebesar Rp209.397 dengan persentase

25,1%. Pengeluaran wisnus tertinggi kedua yaitu transportasi

domestik sebesar Rp146.327 dengan persentase 17,54%. Jenis

pengeluaran tertinggi ketiga yang dibelanjakan wisnus selama

berkunjung ke Kota Semarang yaitu makan dan minum sebesar

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 87
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Rp137.651 atau sebesar 16,50%. Pengeluaran wisnus terendah
yaitu belanja produk pertanian sebesar Rp1.835 dengan
persentase 0,22%.

4.4. Profil Demografi Wisatawan Mancanegara
Wisatawan Mancanegara dalam kajian Nesparda Kota

Semarang, yaitu warga negara Indonesia yang melakukan
perjalanan/kunjungan dengan tujuan berwisata ke Kota
Semarang. Berikut persentase asal negara Wisatawan
Mancanegara.

Tabel 4.7 Jumlah Wisatawan Mancanegara yang

Berkunjung ke Daya Tarik Wisata Kota Semarang

Tahun 2019

Negara Asal Wisatawan Persentase (%)

Malaysia 30,27
Singapura 20,76
China 12,87
Belanda
India 4,48
Philipina 3,75
Amerika Serikat 2,90
Korea Selatan 2,88
Thailand 2,88
Perancis 2,76
Australia 2,34
Srilangka 1,99
Inggris 1,97
Vietnam 1,95
Jerman 1,89
Lainnya 1,78
Taiwan 1,66
Japan 1,65
Total 1,22

100

Sumber: Olah data survei lapangan, 2020.

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 88
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daya
tarik wisata Kota Semarang berdasarkan jenis kelamin tahun
2020 disajikan dalam tabel berikut.

Gambar 4.2. Persentase Jenis Kelamin
Wisatawan Mancanegara

Wanita Pria
59.3% 41.7%

Sumber: Olah data survei lapangan, 2020.

Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daya
tarik wisata Kota Semarang berdasarkan maksud dan tujuan
tahun 2020 disajikan dalam diagram berikut :

Diagram 4.2 Tujuan Utama Wisatawan Mancanegara
Berkunjung ke Kota Semarang

Sumber: Olah data survei lapangan, 2020. 89

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Jumlah Lama Kunjungan Wisatawan mancanegara di Kota
Semarang pada tahun 2016-2019 disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.8 Jumlah Lama Kunjungan
Wisatawan Mancanegara Kota Semarang

Tahun 2016-2019 (dalam jam)

Keterangan Tahun

2016 2017 2018 2019

Wisatawan Mancanegara 32 34 35 32

Sumber: http://satata.semarangkota.go.id/data/list/4, diakses pada 20
Februari 2020 pukul 13.31 WIB.

4.5. Struktur Pengeluaran Wisatawan Mancanegara
Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota

Semarang berdasarkan daya tarik wisata disajikan dalam tabel
berikut:

Tabel 4.9 Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Melalui Daya Tarik Wisata Tahun 2014-2018

Tahun Jumlah Kunjungan
2014 2.694
2015 3.533
2016
2017 23.924
2018 9.867
Total 8.999

Sumber: https://semarangkab.bps.go.id/ 49.017

Tabel 4.9 disajikan jumlah kunjungan wisatawan
mancanegara melalui daya tarik wisata di Kota Semarang pada
tahun 2014 sampai dengan tahun 2018, yang menunjukkan
bahwa pada tahun 2014 sebanyak 2.694 wisatawan berkunjung
ke Kota Semarang. Pada tahun 2018 jumlah wisatawan

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 90
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

mancanegara yang berkunjung ke Kota Semarang melalui daya
tarik wisata yaitu sebanyak 8.999 wisatawan, kemudian
sebanyak 49.017 wisatawan mancanegara berkunjung ke Kota
Semarang. Jumlah wisatawan mancanegara terus mengalami
peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2014 hingga 2016,
namun pada tahun 2017 mengalami penurunan dari 23.924
menjadi 9.867. Selain itu pada tahun 2018 juga mengalami
penurunan pada tahun sebelumnya dari 9.867 menjadi 8.999

Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daya
tarik wisata tahun 2019 disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.10 Jumlah Wisatawan Mancanegara yang
Berkunjung ke Daya Tarik Wisata
Kota Semarang Tahun 2019

Kabupaten/Kota Jumlah

Kota Semarang 82.030

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Semarang 2019

Berdasarkan data pada Tabel 4.10 menunjukkan bahwa
jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daya tarik
wisata di Kota Semarang sebanyak 82.030 wisatawan.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu
masuk Bandara Ahmad Yani tahun 2018 dapat dilihat pada tabel
berikut:

Tabel 4.11 Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Melalui Pintu Masuk Bandara Ahmad Yani

Tahun 2018

Bulan Bandara Ahmad Yani

Januari 1.548

Februari 1.724

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 91
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Bulan Bandara Ahmad Yani

Maret 2.020

April 2.042

Mei 1.370

Juni 1.647

Juli 2.027

Agustus 2.595

September 2.117

Oktober 1.895

November 1.844

Desember 1.930

Total 22.759

Sumber: Berita Resmi Statistik, 2 Februari 2020.
BPS Semarang

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu
masuk tahun 2018 disajikan pada Tabel 4.12, yang
menunjukkan bahwa jumlah total wisatawan mancanegara yang
berkunjung ke Kota Semarang melalui pintu masuk Bandara
Ahmad Yani pada tahun 2018 sebanyak 22.759 wisatawan,
dengan kunjungan wisatawan tertinggi terjadi pada bulan
Agustus sebanyak 2.595 wisatawan sedangkan kunjungan
terendah terjadi pada bulan Juni yaitu sebanyak 1.548
wisatawan.

Data hotel di Kota Semarang tahun 2018 dapat dilihat
pada tabel berikut :

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 92
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Tabel 4.12 Data Hotel Kota Semarang Tahun 2018

Hotel Bintang Hotel Non Bintang

Tahun Unit Kamar Unit Kamar

2018 80 8.182 106 3.525
2017 3.518
2016 61 6.649 106 1.373
2015
2014 63 5.761 59

56 5.367 70 1.671
44 4.133 52 1.222

Sumber: https://semarangkota.bps.go.id

Jumlah kamar hotel bintang Kota Semarang pada tahun

2018 sebanyak 8.182 kamar dan 80 unit hotel bintang.

Sedangkan hotel non bintang pada tahun 2018 sebanyak 106

unit dan 3.525 kamar. Hal ini mengalami peningkatan yang

cukup signifikan untuk hotel bintang dimana pada tahun 2014

hanya 44 unit menjadi 80 unit pada tahun 2018. Begitu pula

hotel non bintang juga mengalami kenaikan dari 52 unit menjadi

106 unit hotel non bintang.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu

masuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tahun 2018 dapat

dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.13 Rekapitulasi Kegiatan Kapal Turis (Cruise) Di

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Tahun 2019

Nama Bendera Jumlah Crew Jumlah

Penumpang

1. MV. Star Legend Bahamas 157 208

2. MV. Seabourn Sojourn Bahamas 265 427

3. MS. Maasdam Rotterdam 570 1.213

4. MV. Aidavita Italy 405 1.210

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 93
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Nama Bendera Jumlah Crew Jumlah
Penumpang
5. MV. Amadea Bahamas 315
366 495
6. MV. Seven Seas Mariner Bahamas 1.075 626
401 2.532
7. MV. Norwegian Jewel Bahamas 613 642
466 1.177
8. MV. Azamara Quest Malta 367 923
427 399
9. MV. Amsterdam Netherland 75 450
102 93
10. MV. Viking Orion Norway 110 106
76 184
11. MV. Europe 2 Malta 401 93
409 1.238
12. MV. Seabourn Encore Bahamas 425 567
401 547
13. MV. Star Clipper Malta 309 1.238
466 900
14. MV. Silver Discoverer Bahamas 458 923
826 595
15. MV. Le Laperouse France 2.031

16. SPV. Star Clipper Malta

17. MV. Aida Vita Italy

18. MV. Silver Muse Bahamas

19. MV. Seabourn Encore Bahamas

20. MV. Aidavita Italy

21. MV. Boudicca Bahamas

22. MV. Viking Orion Norway

23. MV. Seven Seas Voyager Bahamas

24. MV. Sun Princess Bermuda

Sumber: Katalog Daya Tarik Wisata Kota Semarang

Tabel 4.13 menunjukkan bahwa terdapat 24 Jadwal
Kedatangan Kapal Persiar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
tahun 2019. Jumlah Crew yang terbanyak ada di MV.Norwegia

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 94
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Jewel sebanyak 1.075 orang dan jumlah penumpang sebanyak
2.532 orang. Sedangkan jumlah crew yang paling sedikit adalah

SPV. Star Clipper dan MV. Star Clipper sebanyak 76 orang dan

jumlah penumpang sebanyak 93 orang.

Struktur pengeluaran wisatawan mancanegara selama

berkunjung ke Kota Semarang disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.14 Struktur Pengeluaran Wisatawan Mancanegara

Jenis Pengeluaran Rata-rata Distribusi
Pengeluaran (%)
Akomodasi
Produk Kerajinan (dalam 61,22
Transportasi Lokal USD) 21,33
Makan dan Minum 98,68 16,40
Produk Kuliner 42,10
Pemandu Wisata 34,39 16,30
Pertunjukan seni/budaya/rekreasi 10,23
Belanja Kesehatan/kecantikan 26,43
Pertanian 6,30
Biro Perjalanan Wisata 67,86 9,53
Produk Pakaian 2,18
26,28 7,92
TOTAL 3,81
16,49 61,22

10,16

15,36

3,52

12,77

6,14

318,08

Sumber: Data Survey 2020

Tabel 4.14 menunjukkan bahwa total pengeluaran
wisatawan mancanegara selama berkunjung ke Kota Semarang
yaitu sebesar 318,08 USD. Pengeluaran wisman tertinggi berada
pada sektor akomodasi yaitu sebesar 98,68 USD dengan
persentase 61,22%. Pengeluaran tertinggi kedua yaitu berada

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 95
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

pada sektor makanan dan minum sebesar 67,86 USD dengan
persentase 42,10%. Jenis pengeluaran terendah yang
dibelanjakan wisatawan mancanegara selama berkunjung ke
Kota Semarang yaitu belanja produk pertanian sebesar 3,52 USD
dengan persentase 2,18%.

Jumlah Kunjungan wisatawan nusantara dan wisata
mancanegara yang berkunjung ke Kota Semarang disajikan
dalam tabel berikut :

Tabel 4.15 Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara dan

Wisatawan Mancanegara Tahun 2016-2019

Tahun Target Realisasi Target Realisasi Total
2019
Wisnus Wisnus Wisman Wisman

5.721.362 7.223.529 68.638 82.030 13.105.559

2018 5.297.557 5.703.282 63.554 66.105 11.130.498

2017 4.927.960 4.964.804 59.120 59.672 10.011.556

2016 4.605.570 4.627.782 55.252 56.192 9.344.796

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Semarang 2019

Pada tabel 4.15 menunjukkan bahwa total kunjungan
wisatawan mancanegara dan wisata nusantara pada tahun 2016
adalah 9.344.796 wisatawan dan mengalami kenaikan menjadi
13.105.559 wisatawan pada tahun 2019. Untuk target wisnus
dari tahun 2016 yaitu sebesar 4.605.570 wisatawan mengalami
kenaikan sebesar 5.721.362 pada tahun 2019. Sedangkan untuk
realisasi wisnus juga mengalami kenaikan dari 4.627.782 pada
tahun 2016 menjadi 7.223.529 pada tahun 2019. Untuk target
wisman dari tahun 2016 yaitu sebesar 55.252 wisatawan
mengalami kenaikan sebesar 68.638 pada tahun 2019.

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 96
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Sedangkan untuk realisasi wisnus juga mengalami kenaikan dari
56.192 pada tahun 2016 menjadi 82.030 pada tahun 2019.

4.6. Struktur Pengeluaran Wisatawan Nasional

Jumlah kunjungan wisatawan nasional melalui Bandara Adi

Sumarmo dan Ahmad Yani tahun 2018 dapat dilihat pada tabel

berikut.

Tabel 4.16 Jumlah Kunjungan Wisatawan Nasional Melalui

Bandara Adi Sumarmo dan Ahmad Yani

Tahun 2018

Bulan Wisatawan Nasional

Januari 301.522

Februari 276.732

Maret 308.891

April 327.577

Mei 278.150

Juni 341.817

Juli 373.904

Agustus 325.985

September 291.432

Oktober 288.063

November 279.350

Desember 279.432

Total 3.625.855

Sumber: Berita Resmi Statistik Februari 2019 BPS Semarang

Jumlah kunjungan wisatawan Nasional melalui Bandara Adi
Sumarmo dan Ahmad Yani tahun 2018 pada Tabel 4.16, yang
menunjukkan bahwa total wisatawan nasional yang keluar
melalui Bandara Adi Sumarmo dan Ahmad Yani yaitu sebanyak
3.625.855 wisatawan, dengan jumlah wisatawan nasional

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 97
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu sebanyak 373.904
wisatawan. Sedangkan jumlah wisatawan nasional terendah
melalui Bandara Adi Sumarmo dan Ahmad Yani terjadi pada
bulan Mei dengan jumlah wisatawan 276.432 orang.

Struktur pengeluaran wisatawan nasional dapat dilihat

pada Tabel 4.17 berikut :

Tabel 4.17 Struktur Pengeluaran Wisatawan Nasional
Tahun 2020

Pengeluaran (rupiah)

Jenis Pengeluaran (%)

a. Hotel/penginapan Pre-trip Trip Post-Trip Jumlah
272.506 1.389.563 1.078.328
b. Makan dan minum 519.017 2.740.397 14,99%

c. Biro perjalanan 565.562 888.180 1.600.613 3.007.810 16,45%
wisata
1.206.524 741.774 2.513.860 13,75%
d. Transportasi
domestik 487.186 999.119 2.732.147 4.218.452 23,07%
- 880.601 -
e. Souvenir/oleh-oleh - 609.007 - 880.601 4,82%
609.007 3,33%
f. Pemandu wisata
- 331.850 - 331.850 1,82%
g. Pertunjukkan
seni/Budaya/rekrea - 935.057 - 935.057 5,11%
si 466.003 823.980 1.116.694 2.406.677 13,16%

h. Belanja kesehatan - 639.865 - 0 0,00%
/kecantikan - - 639.865 3,50%

i. Belanja industri non
makanan

j. Belanja produk
pertanian

k. Jasa pariwisata
lainnya

TOTAL 2.310.274 8.903.646 7.269.556 18.483.476 100%

Sumber: Data diolah 2020

Tabel 4.17 menunjukkan bahwa total pengeluaran
wisatawan nasional sebelum perjalanan (pre-trip) adalah sebesar
Rp2.310.274, selama perjalanan sebesar Rp8.903.646 dan

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 98
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

setelah perjalanan ke luar negeri adalah sebesar Rp7.269.556.
Pengeluaran terbesar yaitu pada transportasi domestik sebesar
23.07% dari keselurahan total pengeluaran dengan rincian pre-
trip sebesar Rp487.186, trip sebesar Rp999.119, dan post-trip
sebesar Rp2.732.147 dengan jumlah keseluruhan sebesar
Rp4.218.453. Wisatawan Nasional ini merupakan wisatwaan
yang berasal dari Kota Semarang yang pergi ke luar negeri
menuju Malaysia, Singapura, China dan Arab Saudi.

4.7 Struktur Pengeluaran Untuk Investasi Pariwisata
Untuk mengetahui besarnya investasi di sektor Pariwisata

digunakan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Semarang Tahun 2020.
Struktur investasi pariwisata Kota Semarang berdasarkan sektor
tahun 2017-2019 disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.18 Struktur Investasi Semarang
Berdasarkan Sektor

No Sektor 2017 2018 2019

1 Tanaman Pangan Dan 1.885,78 565,23 167,565
Perkebunan
102,02 3.011,79 67,124
2 Peternakan 3,98 1.661,15 78,621

3 Kehutanan 83,04 5,93 1,525
258,79 145,70 936,105
4 Perikanan 445,48 475,83 821.057
198,84 1.895,42 1.112,696
5 Perkembangan
13,53 7,50 22,811
6 Industri Makanan
111,64 118,63 1.361,209
7 Industri Tekstil
350,67 223,29 359,631
8 Industri Barang Dari Kulit
Dan Alas Kaki 1.002,21 292,67 395,112
26,97 230,89 513,794
9 Industri Kayu
- 724,27 18,664
10 Industri Kertas Dan
Percetajan

11 Industri Kimia Dan Farmasi

12 Industri Karet Dan Plastik

13 Industri Minerial Non
Logam

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 99
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

No Sektor 2017 2018 2019

14 Industri Logam, Mesin Dan 358,17 371,78 2.119,565
Elektronik
48,11 915,09 2.500,528
15 Industri Instrumen
Kedokteran 43,86 485,84 380,387
7.785,39 6.855,61 815,110
16 Industri Kendaraan 1.220,30 193,524
Bermotor 85,98 1.380,25 1.389,228
657,12 622,058
17 Industri Lainnya 1.975,00 69,20 2.060,182
-
18 Listrik, Gas Dan Air - 1.962,184
939,49 12.373,241
19 Perdagangan Dan Reparasi - 1.639,82
3.395,26 23.758,06
20 Hotel Dan Restoran

21 Transportasi, Gudang Dan
Komunikasi

22 Perumahan Kawasan
Industri

23 Jasa Lainnya

Total

Sumber: DPM PTSP Kota Semarang 2020

Tabel 4.18 menunjukkan struktur investasi Kota Semarang
pada tahun 2019 berdasarkan sektor. Adapun sektor yang
berhubungan dengan pariwisata ialah Sektor listrik, gas dan air,
sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, dan sektor hotel
dan restoran. Sektor listrik, gas dan air sebanyak Rp193.524
miliar pada tahun 2019, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak
Rp1.220,30 miliar dan tahun 2017 sebanyak Rp85,98 miliar.
Sedangkan sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi
sebanyak Rp2.060,182 miliar pada tahun 2019, dan sektor hotel
dan restoran sebanyak Rp622,05 miliar pada tahun 2019.
Sedangkan pada tahun 2018 sektor hotel dan restoran sebanyak
Rp69,20 miliar dan tahun 2017 sebanyak Rp1.975 miliar.

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 100
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

4.8 Struktur Pengeluaran Pemerintah Untuk Promosi dan
Pembinaan Pariwisata
Untuk mengetahui struktur pengeluaran pemerintah dalam

sektor pariwisata di Kota Semarang, digunakan data dari Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang pada tahun 2018.
Struktur pengeluaran Pemerintah Semarang untuk promosi dan
pembinaan pariwisata tahun 2018 disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.19 Struktur Pengeluaran
Pemerintah Kota Semarang Untuk
Pembangunan Pariwisata Tahun 2019

Jenis Kegiatan Jumlah (Rp)

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Rp1.313.453.000

Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Rp3.600.959.000

Program Pengembangan Industri Pariwisata Rp1.083,770,000

TOTAL Rp5.998.182.000

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Semarang 2019

Tabel 4.19 menunjukkan struktur pengeluaran pemerintah
Kota Semarang untuk pembangunan pariwisata pada tahun
2019, yang menunjukkan bahwa total pengeluaran yaitu sebesar
Rp5.998.182.000 dengan rincian pengeluaran paling besar
adalah pada kegiatan Pengembangan Destinasi Pariwisata
Rp3.600.959.000.

4.9 Struktur Tenaga Kerja Pariwisata
Total tenaga kerja pariwisata khususnya di daya tarik wisata

adalah 8.240 orang dan tenaga kerja di akomodasi sebanyak
5.480 orang dan secara detail terpapar pada tabel berikut :

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 101
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Tabel 4.20 Tenaga Kerja di Daya Tarik dan di Akomodasi
Kota Semarang Tahun 2018

No Kota Daya Tarik Wisata Hotel*
LP LP

1 Kota Semarang 483 209 3.524 1.751

Sumber: Statistik Pariwisata Semarang 2018
*Data tahun 2017

4.10 Total Pengeluaran dan Investasi Pariwisata Kota
Semarang
Total seluruh pengeluaran/konsumsi wisatawan baik

wisman, wisnus dan wisnas ditambah dengan investasi dan
pembangunan pariwisata di Kota Semarang tahun 2019 adalah
90,196.05 miliar rupiah. Total pengeluaran dan investasi
pariwisata Pemerintah Kota Semarang tahun 2019 dapat dilihat
pada tabel berikut:

Tabel 4.21 Total Pengeluaran dan Investasi Pariwisata
Pemerintah Kota Semarang Tahun 2019

Struktur Pengeluaran Total Distribusi
Pengeluaran/ (%)

Investasi

(miliar rupiah)

a. Wisatawan Nusantara 6.026,23 58,19%

b. Wisatawan Mancanegara 197,33 1,91%

c. Wisatawan Nasional 1.250,46 12,07%

d. Investasi Pariwisata 2.875,77 27,77%

e. Pembangunan Pariwisata 5,99 0,06%

TOTAL 10.355,78 100%

Sumber: Data Diolah 2020

Berdasarkan Tabel 4.21 diperoleh data bahwa struktur

pengeluaran wisatawan nusantara dengan total sebesar

Rp6.026,23 miliar dari total keseluruhan pengeluaran yaitu

sebesar Rp10.355,78 miliar. Struktur pengeluaran wisatawan

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 102
INVESTASI PARIWISATA

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

mancanegara dengan total sebesar Rp197,33 miliar dari total
keseluruhan pengeluaran. Sedangkan wisatawan nasional
sebanyak Rp1.250,46 miliar, investasi pariwisata sebanyak
Rp2.875,77 miliar dan pembangunan pariwisata sebanyak
Rp5,99 miliar.

BAB IV – STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN DAN 103
INVESTASI PARIWISATA

BAB 5
ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA

KOTA SEMARANG

FRIENDLY TOURISM

BAB V ][ ANALISIS NERACA
SATELIT PARIWISATA
KOTA SEMARANG

5.1. Peranan Pariwisata dalam Perekonomian Daerah
Kegiatan pariwisata mempunyai peran penting dan

strategis dalam perekonomian daerah. Kegiatan pariwisata
mampu berperan dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) serta mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang
usaha. Sebagai contoh, pembangunan hotel atau restoran di
sekitar daya tarik wisata akan menciptakan lapangan pekerjaan
bagi penduduk sekitar dan dapat pula menciptakan usaha
ekonomi bagi penduduk lokal seperti pembuatan souvenir atau
bingkisan.

Pariwisata bukan merupakan sektor yang berdiri sendiri.
Untuk mengukur peranannya dalam perekonomian tidak bisa
dilakukan secara langsung, tetapi melalui identifikasi semua
sektor yang terkait dengan kegiatan ini. Dampak sektor terkait

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

dapat diukur dengan melakukan analisis Neraca Satelit Daerah
(Nesparda). Dalam penyusunan Nesparda memerlukan berbagai
jenis data baik data yang terkait dengan kegiatan pariwisata,
maupun yang tidak terkait langsung dan juga pasokan dari data
makro. Data yang dipakai umumnya data kuantitatif yang dapat
dipakai untuk mengukur kinerja sektor pariwisata dalam
perekonomian suatu daerah dan diperolah dari beberapa survei.

Pendekatan yang digunakan untuk melihat dampak
kegiatan pariwisata terhadap perekonomian adalah
menggunakan analisis dampak dengan model input-output.
Terkait dengan hal tersebut, dampak ekonomi pariwisata yang
diciptakan sangat tergantung pada beberapa hal yang berkaitan
dengan: (1) struktur pengeluaran wisatawan dan besarannya,
(2) struktur investasi pariwisata dan kontribusinya dalam
investasi Semarang, (3) struktur pengeluaran untuk promosi
pariwisata, dan (4) struktur pekerja dan kontribusinya terhadap
pekerja di Kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan
tabel I-O dapat diperkirakan sejauh mana peran pariwisata di
masing-masing sektor yang terkait, baik secara langsung
maupun tidak langsung.

Peran pemerintah dan swasta sangat penting dalam
mendukung pembangunan pariwisata. Salah satu bentuk
dukungan tersebut adalah dengan melakukan investasi pada
sektor-sektor yang mendukung aktivitas pariwisata. Investor
dapat berpartisipasi dalam membangun sarana penunjang yang
mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. Untuk peranan
investasi sektor pariwisata terhadap total investasi daerah dapat
dilihat pada Tabel 5.1.

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 105
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Tabel 5.1 Peranan Sektor Pariwisata Terhadap PDRB
Kota Semarang Tahun 2019

Sektor Juta Rupiah Kontribusi
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
Pertambangan dan Penggalian 1.089.569 0,78%
169.460 0,12%
Industri Pengolahan
36.067.729 25,70%
Pengadaan Listrik dan Gas
171.165 0,12%
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang 120.683 0,09%

Konstruksi 35.908.410 25,59%

Perdagangan Besar dan Eceran; 20.520.786 14,62%
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
5.338.390 3,80%
Transportasi dan Pergudangan
4.547.720 3,24%
Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum 15.505.402 11,05%
5.364.005 3,82%
Informasi dan Komunikasi 4.338.391 3,09%
940.654 0,67%
Jasa Keuangan dan Asuransi
4.087.631 2,91%
Real Estate
3.368.214 2,40%
Jasa Perusahaan 1.068.683 0,76%
1.719.366 1,23%
Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

Jasa Pendidikan

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

Jasa Lainnya

Produk Domestik Regional Bruto 140.326.258 100%

Sumber: BPS Semarang 2019

Berdasarkan Tabel 5.1 terlihat bahwa peranan sektor
pariwisata terhadap PDRB Kota Semarang masih relatif kecil. Hal
ini apabila hanya dilihat dari pengeluaran sektor Penyediaan

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 106
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Akomodasi dan Makan Minum, yaitu hanya berkontribusi 3,24%.
Sektor pendukung lain seperti transportasi hanya berkontribusi
3,80%. Untuk itu perlu dianalisis lebih mendalam untuk melihat
dampak sektor pariwisata secara lebih luas terhadap total
output atau penciptaan barang dan jasa di Kota Semarang.
Pendekatan yang digunakan untuk melihat dampak kegiatan
pariwisata menggunakan analisis dampak dengan model input-
output. Secara khusus dampak sektor terkait dengan pariwisata
diukur dengan melakukan analisis Neraca Satelit Pariwisata
Daerah (Nesparda).

5.2. Dampak Ekonomi Pariwisata Daerah

Kegiatan pariwisata secara langsung maupun tidak
langsung akan memberikan dampak ekonomi dan sosial baik
bagi masyarakat sekitar. Transaksi ekonomi pariwisata sendiri
dibentuk oleh keseimbangan antara supply dan demand dari
barang dan jasa yang berkaitan dengan pariwisata. Pertemuan
antara supply dan demand pariwisata dirangkum dalam Neraca
Satelit Pariwisata Daerah.

Tabel 5.2 Ringkasan Pengeluaran dan Investasi Terkait
Pariwisata Kota Semarang

Pengeluaran Terkait Pariwisata (miliar rupiah)

Sektor terkait pariwisata Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi Jumlah

Pengeluaran Wisatawan Pre-Trip Post-Trip 1.750,54
a. Hotel/penginapan 1.292,01
1.513 61,22 35,57 140,75
512,04
b. Makan dan minum 994 21,33 67,75 208,93
1.519,32
c. Biro perjalanan, 325 16,40 73,82 96,82
operator, dan 1.057 42,10 63,59 356,63
pramuwisata

d. Transportasi
domestik

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 107
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Pengeluaran Terkait Pariwisata (miliar rupiah)

Sektor terkait pariwisata Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi Jumlah
e. Souvenir/oleh-oleh Pre-Trip Post-Trip
855,30
839 16,30

f. Pertunjukkan 482 10,23 492.23
seni/Budaya/rekreasi 398,30
392 6,30 220,53
a. Belanja kesehatan 221,77
/kecantikan 211 9,53 206,92

b. Belanja industri non 13 2,18 60,83 145,76
makanan
199 7,92
g. Belanja produk
pertanian

h. Jasa pariwisata
lainnya

Investasi Pariwisata

Listrik, Gas dan Air 193,52 193,52

Transportasi dan 2.060,18 2.060,18
Telekomunikasi 622,06 622,06
Hotel dan Restoran

Pengeluaran 5,99 5,99
Pemerintah
6.025 193,51 301,56 948,89 2.875,76 5,99 10.350,71
TOTAL

% 58,21% 1,87% 2,91% 9,17% 27,78% 0,06% 100,00%

Sumber: Data Survei Diolah 2020

Tabel 5.2 menunjukkan bahwa nilai transaksi ekonomi
yang diciptakan oleh kegiatan pariwisata (direct economic),
khususnya kontribusi promosi pariwisata dari pemerintah
memiliki nilai transaksi sebesar Rp5,99 miliar.

Selanjutnya untuk mengukur peranan ekonomi pariwisata
atau dampak kegiatan pariwisata terhadap keseluruhan ekonomi
Kota Semarang tahun 2019 dihitung dengan menggunakan
multiplier input-output berdasarkan Tabel Input-Output Kota
Semarang tahun 2013. Aspek ekonomi yang diukur adalah
peranan pariwisata dalam output nasional, PDRB, kesempatan

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 108
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

kerja, upah dan gaji, serta pajak tak langsung baik keseluruhan
maupun sektoral. Karena transaksi ekonomi pariwisata
dilakukan oleh pihak-pihak yang mengkonsumsi pariwisata
secara independen (wisnus, wisnas, wisman, investor dan
promosi) maka proses penghitungan dimungkinkan dilakukan
secara parsial untuk masing-masing pihak tersebut.

Tabel 5.3 Dampak Ekonomi Pariwisata

Uraian Dampak Dampak Dampak Dampak
Terhadap Terhadap Terhadap Terhadap
A. Nilai Ekonomi Kota Produksi Kompensasi Pajak Tidak
Semarang Barang & PDRB Tenaga Kerja Langsung
(miliar Rp) (miliar Rp) (miliar Rp)
B. Nilai Ekonomi Jasa
Pariwisata (miliar Rp) 138.606,87 46.736,37 3.882,51
1. Pengeluaran
Wisnus 260.377,16 10.355,78 3.293,92 314,17
2. Pengeluaran
Wisman 20.990,73 6.026,23 1.877,77 191,16
3. Pengeluaran
Wisnas 12.366,68 197,33 57,97 6,42
4. Investasi Sektor
Pariwisata 403,53 1.250,46 396,68 36,46
5. Pengeluaran
Pemerintah 2.537,35 2.875,77 957,54 80,06
untuk Pariwisata
5.672,59 6,00 3,96 0,07
C. Peranan Pariwisata
(%) 10,58 7,47 7,05 8,09
1. Pengeluaran 4,35 4,02 4,92
Wisnus (%) 8,06 0,142 0,124 0,165
2. Pengeluaran 0,902 0,849 0,939
Wisman (%) 4,75
3. Pengeluaran
Wisnas (%) 0,155

0,974

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 109
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Dampak Dampak Dampak Dampak
Terhadap Terhadap Terhadap
Terhadap Kompensasi Pajak Tidak
PDRB Tenaga Kerja Langsung
Uraian Produksi (miliar Rp) (miliar Rp) (miliar Rp)
Barang &

Jasa

(miliar Rp)

4. Investasi Sektor 2,18 2,07 2,05 2,06

Pariwisata (%)

5. Pengeluaran 0,004 0,004 0,008 0,0019

Pemerintah

untuk Pariwisata

(%)

Sumber: Data Survei Diolah 2020

Tabel 5.3 terkait dampak ekonomi pariwisata di Kota
Semarang menunjukkan bahwa pengeluaran wisatawan
(mancanegara dan nusantara), investasi di bidang
kepariwisataan dan pengeluaran pemerintah untuk promosi
pariwisata adalah bagian dari permintaan. Timbulnya
pengeluaran-pengeluaran di sektor kepariwisataan tersebut
akan berdampak positif pada penciptaan sejumlah variabel
makro ekonomi, di samping dampak negatif seperti
meningkatnya impor dan dampak non-ekonomi. Dengan
menggunakan Tabel Input-Output, permintaan akhir tersebut
diklasifikasikan kembali mengikuti klasifikasi sektor dalam Tabel
I-O dan dampaknya diperoleh dengan mengalikannya dengan
koefisien pengganda Leontief.

5.3. Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap Produksi
Barang dan Jasa
Pengganda output (Output Multiplier) yaitu dampak

peningkatan permintaan akhir suatu sektor terhadap total
output seluruh sektor di wilayah Kota Semarang. Pengganda
output sederhana adalah dampak kenaikan permintaan akhir

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 110
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

suatu sektor di dalam perekonomian di wilayah Kota Semarang
terhadap kenaikan output sektor yang lain, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Sedangkan pengganda output total
yaitu dampak kenaikan permintaan akhir suatu sektor di dalam
perekonomian suatu wilayah terhadap kenaikan output sektor
yang lain, baik secara langsung, tidak langsung maupun dampak
induksi.

Output sektor produksi terbentuk karena permintaan
domestik dan luar negeri. Untuk menghasilkan output komoditi
sektor-sektor ekonomi tersebut diperlukan input antara
(intermediate input) berupa bahan-bahan dan jasa untuk proses
produksi termasuk jasa faktor produksi. Dorongan permintaan
terhadap produk barang dan jasa akan menciptakan perubahan
nilai produksi. Permintaan atau pengeluaran wisatawan
mancanegara (wisman), wisatawan nusantara (wisnus), pre dan
post trip wisatawan Indonesia ke luar negeri, investasi
pemerintah dan swasta di sektor pariwisata, belanja pemerintah
untuk pariwisata dan biaya promosi kepariwisataan akan
berdampak pada penciptaan output di seluruh sektor ekonomi.
Dampak yang ditimbulkan secara ekonomi adalah dampak
langsung berupa konsumsi barang dan jasa dan dampak tak
langsung berupa interaksi antar sektor yang terjadi akibat
perubahan output barang dan jasa yang dikonsumsi.

Tabel 5.3 menunjukkan dampak langsung dan tidak
langsung atas setiap jenis pengeluaran wisatawan dan investasi.
Berdasarkan Tabel Input Output Kota Semarang tahun 2019,
dengan struktur pengeluaran institusi kepariwisataan, diperoleh
nilai output akibat adanya kegiatan pariwisata secara
keseluruhan sebesar Rp20.990,73 miliar yang tersebar di
seluruh sektor ekonomi.

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 111
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Dilihat menurut komponennya, dampak yang diciptakan
akibat pengeluaran wisnus memberikan andil paling besar yaitu
Rp12.366,68 miliar, diikuti pengeluaran investasi sebesar
Rp5.672,59 miliar.

Tabel 5.4 Dampak Pengeluaran Pariwisata
Terhadap Output

No Sektor Dampak terhadap Output (miliar rupiah)

1 Padi Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi

2 Tanaman 2.234.774,92 113,46 230,20 789,45 3.194,59
bahan
makanan 772.509,61 56,07 126,94 599,39 3.240,57
lainnya
355.905,59 20,13 37,38 1.753,07 40.023,80
3 Tanaman
pertanian 401.188,36 42,97 113,73 799,64 5.398,50
lainnya 33.210,79 2,89 3,75 7.041,41 1.551,73
6,92
4 Peternakan dan 100.669,49 2,68 15,92 86,91 441,63
hasil-hasilnya 1.579.774,60 4,83 24.333,04 714,32

5 Kehutanan 11.028.710,36 558,62 1.132,42 3.721,46 14.928,91

6 Perikanan 1.598.696,63 144,00 176,47 118.165,80 100.652,98

7 Pertambangan 4.382.550,67 217,18 288,07 59.029,10 14.992,36
dan penggalian
547.707,44 36,49 79,32 5.980,60 6.326,84
8 Industri 497.955,09 444.496,30 2.011,57
makanan, 9.546.377,63 26,15 58,73 19.344,62
minuman dan 3.671.906,80 62.155,10 52.013,55
tembakau 14.126.626,56 439,05 1.712,95 6.591,12 21.752,18

9 Industri lainnya 472,91 1.356,31 22.073,25

10 Industri 663,65 443,92
pengilangan
minyak

11 Listrik, gas dan
air minum

12 Bangunan

13 Perdagangan

14 Restoran dan
hotel

15 Pengangkutan
dan komunikasi

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 112
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

No Sektor Dampak terhadap Output (miliar rupiah)

16 Lembaga Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi
keuangan real
estate dan jasa 895.717,34 53,73 111,93 11.677,47 3.385,34
perusahaan
1.494.479,28 115,55 412,00 1.128,36 2.087,98
17 Pemerintahan 3.518.289,63 692,94 375,33
umum dan 6.665,58 26.368,10
pertahanan

18 Jasa-jasa

19 Kegiatan yang --- --
tidak jelas 56.787.050,79 3.665,39 6.680,20 777.087,05 318.429,57
batasannya
Total

Sumber: Data Survei Diolah 2020

Dampak konsumsi promosi menduduki peringkat ketiga
untuk pengeluaran yaitu sebesar Rp318.429,57 miliar,
selanjutnya dampak konsumsi wisnas sebesar Rp6.680,20
miliar. Sedangkan untuk pengeluaran promosi pariwisata yaitu
sebesar Rp3.665,39 miliar.

Perubahan peranan masing-masing pelaku pariwisata pada
penciptaan output daerah dipengaruhi oleh: (1) perubahan dari
besaran pengeluaran belanja itu sendiri, semakin besar
pengeluaran semakin besar pula output yang dapat diciptakan,
(2) pola pengeluarannya, artinya bila porsi pengeluaran lebih
besar pada produk yang memiliki daya penyebaran besar, akan
besar pula output yang tercipta di berbagai sektor.

5.4. Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap PDRB
Kota Semarang
Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi

ekonomi suatu daerah dalam periode tertentu adalah Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga konstan

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 113
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

maupun harga berlaku. PDRB atas dasar harga berlaku dapat
digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi,
sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui
pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Secara konsep,
PDRB atau Nilai Tambah Bruto (NTB) merupakan bagian dari
output, yaitu merupakan nilai barang dan jasa akhir yang
dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi atau jumlah balas jasa
yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam
proses produksi. Besarnya NTB yang dihasilkan biasanya sejalan
dengan nilai output yang dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi.
Demikian pula dengan permintaan produk pariwisata akan
memberi perubahan pula pada besarnya NTB seluruh unit
usaha. Dampak pengeluaran pariwisata terhadap PDRB dapat
dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.5 Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap
PDRB Kota Semarang

No Sektor Dampak terhadap PDRB (miliar rupiah)

1 Padi Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi

2 Tanaman 1.775.711,29 90,15 182,92 627,28 2.538,37
bahan
makanan 681.608,08 49,47 112,00 528,86 2.859,25
lainnya
256.775,86 14,52 26,97 1.264,79 28.876,04
3 Tanaman
pertanian 270.724,34 29,00 76,75 539,60 3.642.94
lainnya 27.639,42 2,40 3,12
81.819,35 5,63 5.860,16 1.291,41
4 Peternakan 2,19 12,94 70,63 358,94
dan hasil- 1.288.835,69 3,94
hasilnya 3.777.774,19 191,35 19.851,75 582,77
387,90
5 Kehutanan 1.274,75 5.113,75

6 Perikanan

7 Pertambangan
dan
penggalian

8 Industri
makanan,

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 114
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

No Sektor Dampak terhadap PDRB (miliar rupiah)

minuman dan Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi
tembakau
9 Industri lainnya 508.678,89 45,82 56,15 37.598,41 32.026,12

10 Industri 2.095.789,20 103,86 137,76 28.228,44 7.169,53
pengilangan
minyak 173.715,58 11,57 25.16 1.896,86 2.006,68
172.257,80 153.764,79 695,86
11 Listrik, gas dan 6.253.861,38 9,05 20,32
air minum 1.920.569,52 40.718,00 12.672,72
7.127.123,89 287,62 1.122,16 3.447,45 27.205,39
12 Bangunan 10.974,34
247,35 709,41 11.136,33
13 Perdagangan
334,82 223,96
14 Restoran dan
hotel 682.388,71 40,93 85,27 8.896,31 2.579,07

15 Pengangkutan 877.360,37 67,84 241,87 662,43 1.225,79
dan komunikasi 2.065.996,05 406,91 220,40 3.914,14 15.483,77

16 Lembaga - - - --
keuangan real
estate dan jasa 30.038.629,61 1.940,48 3.623,84 320.280,98 153.659,80
perusahaan

17 Pemerintahan
umum dan
pertahanan

18 Jasa-jasa

19 Kegiatan yang
tidak jelas
batasannya

TOTAL

Sumber: Data Diolah 2020

Dampak kegiatan pariwisata terhadap PDRB Kota
Semarang disajikan pada Tabel 5.5, yang menunjukkan bahwa
total dampak kegiatan pariwisata terhadap PDRB mencapai
Rp30.518.134,71 miliar. Seperti halnya pada dampak terhadap
output, dampak pariwisata pada PDRB paling besar berasal dari
belanja wisnus yaitu sebesar Rp30.038.629,61 miliar. Hal ini
memang sejalan dengan teori dimana PDRB merupakan bagian
dari output daerah. Sementara itu, dampak konsumsi wisnas
terhadap PDRB yaitu sebesar Rp3.623,84 miliar, investasi

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 115
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

pemerintah dan swasta Rp320.280,98 miliar, biaya promosi dan
pembinaan Rp153.659,80 miliar.

Potensi besar dari pengeluaran wisatawan terhadap
perekonomian nasional menjadi pendorong usaha-usaha non
pariwisata untuk ikut mendukung kegiatan di bidang
kepariwisataan. Hanya saja besar dan kecilnya persentase
sumbangan suatu sektor terhadap PDRB bukan merupakan satu-
satunya acuan bahwa sektor tersebut dapat dikembangkan atau
tidak sebagai sektor unggulan dan strategis. Perlu dilakukan
kajian yang mendalam untuk mendapatkan data dan informasi
yang berguna bagi penentuan perencanaan pembangunan
dimasa depan. Apakah sektor tersebut dapat memberikan efek
pengganda baik terhadap output, pajak tak langsung, dan
tenaga kerja, serta dapat menjadi sektor penarik dan pendorong
sektor lain untuk dapat tumbuh dan berkembang.

5.5. Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap
Kompensasi Tenaga Kerja
Meningkatnya permintaan akhir pada suatu sektor akan

memberikan dampak terhadap penambahan output atau
produksi suatu barang dan jasa, secara otomatis akan
membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk memproduksi
barang dan jasa tersebut sebagai input primernya. Akibat
penambahan tenaga kerja akan meningkatkan upah dan gaji
yang diterima sebagai balas jasa yang diberikan dalam proses
produksi. Peningkatan upah dan gaji inilah yang dinamakan
tambahan pendapatan rumah tangga. Pengaruh sektor yang
berhubungan dengan kepariwisataan terhadap upah dan gaji
dapat diukur dari analisis input-output.

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 116
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Adanya aktivitas pariwisata dipercaya akan menciptakan

lapangan pekerjaan, yang selanjutnya akan menciptakan

upah/gaji berupa balas jasa pekerja. Secara konsep upah dan

gaji adalah balas jasa yang diterima oleh pekerja yang

didasarkan pada latar belakang (background) pendidikan,

kemampuan (skill), kompetensi pekerjaan maupun sektor

usahanya.

Dalam memproduksi barang dan jasa, faktor tenaga kerja

merupakan bagian penting dari proses produksi disamping

barang modal dan teknologi. Tingkat upah dapat pula

mencerminkan pendapatan yang diterima oleh masyarakat yang

pada akhirnya mempengaruhi perekonomian nasional melalui

konsumsi. Upah dan gaji dalam model ini merupakan bagian

dari nilai tambah berupa balas jasa faktor tenaga kerja.

Permintaan terhadap produk barang dan jasa dalam kegiatan

pariwisata berdampak pula terhadap permintaan upah dan gaji

di setiap sektor ekonomi. Sesuai dengan asumsi linearitas pada

model Input Output, perubahan upah dan gaji akan sejalan

dengan perubahan nilai output yang dihasilkan.

Tabel 5.6 Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap

Kompensasi Tenaga Kerja

Dampak terhadap Kompensasi Tenaga Kerja (miliar

No Sektor rupiah)
1 Padi
Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi

282,320.90 14.33 29.08 99.73 403.58

2 Tanaman bahan 102,667.45 7.45 16.87 79.66 430.68
makanan lainnya 74,082.46 4.19 7.78 364.91 8,331.03
87,761.44 9.40 174.92 1,180.94
3 Tanaman 5,781.33 0.50 24.88 1,225.77
pertanian lainnya 0.65 270.12

4 Peternakan dan
hasil-hasilnya

5 Kehutanan

6 Perikanan 15,615.56 1.07 2.47 13.48 68.50

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 117
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Dampak terhadap Kompensasi Tenaga Kerja (miliar

No Sektor rupiah)

7 Pertambangan dan Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi
penggalian
429,176.73 0.73 1.31 6,610.55 194.06
8 Industri makanan,
minuman dan 825,276.19 41.80 84.74 278.48 1,117.13
tembakau
168,193.76 15.15 18.57 12,431.85 10,589.38
9 Industri lainnya

10 Industri 665,812.00 32.99 43.76 8,967.90 2,277.69
pengilangan 50,581.33 3.37
minyak 74,105.88 3.89 7.33 552.31 584.29
8.74 66,150.12 299.36
11 Listrik, gas dan air
minum

12 Bangunan

13 Perdagangan 1,585,532.08 72.92 284.50 10,323.17 3,212.90

14 Restoran dan hotel 623,785.36 80.34 230.41 1,119.70 8,836.09

15 Pengangkutan dan 2,157,046.88 101.34 67.78 3,370.45 3,321.42
komunikasi 75,333.14 4.52 9.41
982.12 284.72
16 Lembaga 805,338.12 62.27 222.01
keuangan real 1,090,077.30 214.70 116.29 608.05 1,125.16
estate dan jasa 2,065.21 8,169.67
perusahaan

17 Pemerintahan
umum dan
pertahanan

18 Jasa-jasa

19 Kegiatan yang -- - --
tidak jelas
batasannya 9,118,487.92 670.96 1,176.59 115,418.37 50,696.72

Total

Sumber: Data Survei Diolah 2020

Tabel 5.6 menunjukkan bahwa peranan upah dan gaji dari
kegiatan pariwisata terhadap pengeluaran investasi pemerintah
dan swasta juga memberi dampak paling besar terhadap upah
dan gaji yaitu sebesar Rp115.418,37 miliar diikuti wisnas
sebesar Rp1.176,59 miliar. Konsumsi wisman sebesar Rp670,96
miliar dan konsumsi wisnus yang berdampak terhadap upah dan
gaji pekerja di seluruh sektor ekonomi sebesar Rp9.118.487,92

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 118
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

miliar, sedangkan dampak yang diberikan promosi pariwisata
sebesar Rp50.696,72 miliar.

Perubahan tingkat upah akan mempengaruhi tinggi
rendahnya biaya produksi. Makin tinggi tingkat upah, makin
sedikit tenaga kerja yang diminta. Peningkatan permintaan
terhadap tenaga kerja tergantung dari pertambahan permintaan
masyarakat terhadap jasa pariwisata. Semakin tinggi
permintaan masyarakat akan jasa pariwisata, maka jumlah
tenaga kerja yang diminta akan semakin meningkat dengan
asumsi tingkat upah tetap.
5.6. Dampak Terhadap Pajak Atas Produksi Netto (Pajak

Tidak Langsung)
Pajak yang dipungut pemerintah dibagi menjadi dua
bagian utama yaitu pajak langsung dan pajak tak langsung.
Pajak tak langsung adalah pajak yang dipungut pemerintah
umum melalui konsumen berkenaan dengan barang dan jasa
yang diproduksi, dijual, dikirim atau digunakan. Umumnya pajak
tak langsung tersebut dibebankan pada biaya produksi dari
barang dan jasa yang bersangkutan, sebagai contoh pajak atas
makanan dan minuman yang dijual oleh suatu restoran. Dengan
mengetahui struktur pajak tak langsung pada setiap sektor,
pemerintah secara makro dapat melihat potensi pajak yang
dimilikinya. Dampak ekonomi lain dari kegiatan kepariwisataan
yaitu adanya kontribusi berupa dampak langsung seperti pajak
dan retribusi dari penyedia jasa langsung, atau dampak tidak
langsung melalui pajak dari pengadaan barang-barang
pendukung kepariwisataan. Dampak pengeluaran pariwisata
terhadap pajak tak langsung dapat dilihat pada tabel berikut :

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 119
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Tabel 5.7 Dampak Pengeluaran Pariwisata Terhadap

Pajak Tidak Langsung

No Sektor Dampak terhadap Pajak (miliar rupiah)
Wisnus Wisman Wisnas Investasi Promosi

1 Padi 26.511,36 1,35 2,73 9,37 37,90

2 Tanaman bahan 7.006,35 0,51 1,15 5,44 29,39
makanan lainnya

3 Tanaman 5.327,48 0,30 0,56 26,24 599,11
pertanian lainnya

4 Peternakan dan 3.832,47 0,41 1,09 7,64 51,57
hasil-hasilnya

5 Kehutanan 842,32 0,07 0,10 178,59 39,36

6 Perikanan 1.325,17 0,09 0,21 1,14 5,81

7 Pertambangan 43.983,61 0,07 0,13 677,47 19,89
dan penggalian

8 Industri makanan,

minuman dan 1.069.870,93 54,19 109,85 361,01 1.448,22

tembakau

9 Industri lainnya 22.507,09 2,03 2,48 1.663,59 1.417,03

10 Industri

pengilangan 28.450,64 1,41 1,87 383,21 97,33

minyak

11 Listrik, gas dan air 6.838,68 0,46 0,99 74,67 79,00
minum

12 Bangunan 10.336,15 0,54 1,22 9.226,50 41,75

13 Perdagangan 330.193,93 15,19 59,25 2.149,85 669,10

14 Restoran dan 130.201,41 16,77 48,09 233,71 1.844,34
hotel

15 Pengangkutan dan 193.722,67 9,10 6,09 302,70 298,29
komunikasi

16 Lembaga

keuangan real 21.042,55 1,26 2,63 274,33 79,53
estate dan jasa

perusahaan

17 Pemerintahan

umum dan - -- --

pertahanan

18 Jasa-jasa 61.850,83 12,18 6,60 117,18 463,55

19 Kegiatan yang

tidak jelas - -- --

batasannya

Total 1.963.843,64 115,93 245,04 15.692,63 7.221,16

Sumber: Data Survei Diolah 2020

Tabel 5.7 menunjukkan bahwa dampak kegiatan
pariwisata terhadap pajak tak langsung cukup besar.

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 120
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Sumbangan terbesar berasal dari konsumsi wisnus yaitu sebesar
Rp1.963.843,64 miliar, pengeluaran investasi pariwisata sebesar
Rp15.692,63 miliar, konsumsi wisnas sebesar Rp245,04 miliar
dan wisman sebesar Rp42,23 miliar, serta pengeluaran promosi
pariwisata sebesar Rp7.221,16 miliar.

5.7. Ringkasan Dampak Ekonomi Pariwisata
Pembangunan pariwisata pada suatu daerah mampu

memberikan dampak ekonomi seperti peningkatan pendapatan
masyarakat, peningkatan penerimaan devisa, peningkatan
kesempatan kerja dan peluang usaha, peningkatan pendapatan
pemerintah dari pajak dan keuntungan badan usaha milik
pemerintah, dan sebagainya. Pariwisata diharapkan mampu
menghasilkan angka pengganda (multiplier effect) yang tinggi,
melebihi angka pengganda pada berbagai kegiatan ekonomi
lainnya.

Secara keseluruhan dampak dari kegiatan pariwisata di
Semarang 2018, khususnya pengeluaran wisatawan dapat
dilihat dalam diagram 5.1

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 121
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Diagram 5.1 Dampak Ekonomi Pariwisata Kota Semarang
Tahun 2019

STRUKTUR EKONOMI
KOTA SEMARANG

Pengeluaran IO Multiplier Tabel I-O
Wisnus Matrix Jateng 2013
Rp6.026

Pengeluaran Dampak thd 8,06% Produksi
Wisman Produksi Semarang
Rp197 Rp260.377
Barang & Jasa
Pengeluaran Rp20.991
Wisnas
Dampak thd 7,47% PDRB
(pre+post) PDRB Sektoral Jateng
Rp1.250 Rp140.326
Rp10.356
Investasi Sektor
Pariwisata Dampak thd 7,05% Kompensasi
Rp2.876 Kompensasi TK Tenaga Kerja

Pengeluaran Rp3.293 Rp46.736
Anggaran
Pemerintah Dampak thd 8,09% Total Pajak
untuk Pajak atas Tak Langsung
Pariwisata produksi neto
Rp5,99 Rp3.882
Rp314

*Angka dalam miliar

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 122
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Diagram 5.2 Dampak Ekonomi Pariwisata Jawa Tengah
Tahun 2018

STRUKTUR EKONOMI
JAWA TENGAH

Pengeluaran IO Multiplier Tabel I-O
Wisnus Matrix Jateng 2013

Rp70.709

Pengeluaran Dampak thd 9,46% Produksi
Wisman Produksi Jateng
Rp563 Rp1.960.028
Barang & Jasa
Pengeluaran Rp185.450
Wisnas
Dampak thd 9,68% PDRB
(pre+post) PDRB Sektoral Jateng
Rp1.360 Rp941.283
Rp90.196
Investasi Sektor
Pariwisata Dampak thd 8,74% Kompensasi
Rp17.539 Kompensasi TK Tenaga Kerja

Pengeluaran Rp28.409 Rp325.095
Anggaran
Pemerintah Dampak thd 9,41% Total Pajak
untuk Pajak atas Tak Langsung
Pariwisata produksi neto
Rp34.714 Rp4.023 Rp50.931

*Angka dalam miliar

Sumber: Nesparda Jawa Tengah 2019

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 123
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

Diagram 5.3 Dampak Ekonomi Pariwisata Nasional
Tahun 2017

STRUKTUR EKONOMI
NASIONAL

Pengeluaran IO Multiplier Tabel I-O
Wisman Matrix 2010
Rp176,23

Pengeluaran Dampak thd 4,32% Produksi
Wisnus Produksi Nasional
Rp23.916,47
Rp241,67 Barang & Jasa
Rp1.033,93
Pengeluaran
Wisnas Dampak thd 4,13% PDB Indonesia
PDB Sektoral Rp12.005,93
(pre+post)
Rp7,51 Rp495,74

Investasi Sektor Dampak thd 3,86% Kompensasi
Pariwisata Kompensasi TK Tenaga Kerja
Rp148,46 Rp4,068,12
Rp. 157,01
Pengeluaran
Anggaran Dampak thd 3,84% Total Pajak
Pemerintah Pajak atas Nasional
untuk produksi neto Rp100,64
Pariwisata
Rp10,51 Rp3,86

*Angka dalam triliun

Sumber: NESPARNAS 2017

Posisi dampak pariwisata terhadap perekonomian Kota
Semarang dapat dilihat dengan membandingkan dampak
pariwisata terhadap perekonomian nasional. Perbandingan

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 124
KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

dampak pariwisata Kota Semarang dibandingkan Provinsi Jawa

Tengah dan Nasional dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.8 Perbandingan Dampak Pariwisata Kota
Semarang Dibandingkan Provinsi Jateng dan Nasional

Uraian Produksi PDRB Kompensasi Pajak
Barang & (%) Tenaga Tidak
Jasa (%) Langsung
4,13 Kerja (%) (%)
Nesparnas 2017 4,32 9,68
9,46 7,47 3,86 3,84
Nesparda Jawa 8,74
Tengah 2019 8,06 9,41

Nesparda Kota 7,05 8,09
Semarang
2020

Tabel 5.8 menunjukkan bahwa posisi dampak pariwisata
terhadap PDRB Kota Semarang terlihat lebih tinggi dibandingkan
dengan dampak pariwisata terhadap perekonomian secara
nasional. Ditinjau dari kontribusi pariwisata terhadap produksi
barang dan jasa, kompensasi tenaga kerja dan pajak atas
produksi neto Kota Semarang lebih tinggi daripada nasional.
Akan tetapi dampak pariwisata terhadap perekonomian Kota
Semarang masih lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi
Jawa Tengah.

BAB V – ANALISIS NERACA SATELIT PARIWISATA 125
KOTA SEMARANG

BAB 6
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

COLORFUL

BAB VI ][ KESIMPULAN DAN
REKOMENDASI

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil survei dan analisis menggunakan

pendekatan Neraca Satelit Pariwisata (Nesparda) Kota Semarang
2019 dapat disimpulkan bahwa :
1. Adanya peningkatan kegiatan pariwisata yang cukup

signifikan yang terlihat dari aktivitas belanja wisatawan
nusantara (Rp6.026 miliar), belanja wisatawan mancanegara
(Rp197 miliar), dan belanja wisatawan nasional (Rp1.250
miliar), investasi sektor pariwisata (Rp2.876 miliar), dan
promosi pariwisata oleh pemerintah kota (Rp5,99 miliar).
2. Peningkatan total belanja wisatawan disebabkan oleh
peningkatan jumlah wisatawan ke Kota Semarang, jumlah
wisatawan nusantara (5.703.282 orang), jumlah wisatawan

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

mancanegara (66.107 orang), dan jumlah wisatawan nasional
(3.625.855 orang).
3. Dampak kegiatan pariwisata terhadap penciptaan barang dan
jasa (output) sebesar 8,06%, dampak terhadap PDRB
Semarang sebesar 7,47%, dampak terhadap kompensasi
tenaga kerja sebesar 7,05%, dan dampak terhadap total
pajak tidak langsung sebesar 8,09%.
4. Dampak kegiatan pariwisata terhadap penciptaan barang dan
jasa (output) secara keseluruhan sebesar Rp260.377,16
miliar dengan kontribusi terhadap output/produksi daerah
mencapai 8,06 persen. Dampak yang diciptakan akibat dari
pengeluaran wisatawan nusantara memberikan andil paling
besar yaitu Rp12.366,68 miliar atau 4,75 persen terhadap
output daerah, diikuti pengeluaran investasi sebesar
Rp5.672,59 miliar atau 2,18 persen terhadap output daerah.
Dampak konsumsi wisatawan nasional sebesar Rp2.537,35
miliar atau 0.974 persen dari output daerah, selanjutnya
dampak konsumsi wisatawan mancanegara sebesar Rp403,53
miliar atau 0,155 persen dari output daerah. Sementara
promosi pariwisata oleh pemerintah memberikan dampak
sebesar Rp10,58 miliar atau 0,004 persen dari output daerah.

6.2 Rekomendasi
Rekomendasi pengembangan pariwisata berdasar pada

Nesparda Kota Semarang 2020 ini adalah:
1. Perlu dirumuskan Regulasi dan Kebijakan Pariwisata untuk

mengadakan sistem yang terintegrasi dalam promosi
perdagangan, pariwisata, dan investasi. Sektor pariwisata
diperkuat sebagai basis ekonomi rakyat dan penciptaan ruang
usaha baru untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

BAB VI – KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 127

LAPORAN AKHIR
NERACA SATELIT PARIWISATA DAERAH 2020

KOTA SEMARANG

2. Mendorong kemitraan sektor publik dan swasta dengan
strategi pembangunan pariwisata berdasarkan prinsip
pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dalam
rangka membangun usaha pariwisata, aksesibilitas
pariwisata, dan fasilitas umum pendukung pariwisata.

3. Peningkatan dan pengembangan kerjasama pariwisata dan
ekonomi kreatif antar pemerintah kabupaten/kota di Kota
Semarang dan juga antar pelaku pariwisata.

4. Mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang
untuk melakukan survei belanja wisatawan.

5. Mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang
untuk melakukan kajian Passanger Exit Survey.

6. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja pariwisata melalui
sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan kapasitas dan
daya saing tenaga kerja.

7. Menyusun Table Input Output untuk Kota Semarang.

BAB VI – KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 128

DAFTAR PUSTAKA

Berita Resmi Statistik Jawa Tengah No. 62/08/33/Th.XIII.
BPS Semarang, 2019.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Semarang, 2019.
Economic Impact of Tourism in Þingeyjarsýslur: Analysis at the sub-national level in

Iceland, 2016.
Neraca Satelit Pariwisata Nasional (NESPARNAS), 2017.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas

Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Semarang Tahun 2016-
2021.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 – 2031.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah Kota Semarang.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Kepariwisataan.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Kota Semarang Tahun 2015-2025.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Semarang Tahun Anggaran 2020.
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Rencana
Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012-
2027.
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029 (Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 28).
Peraturan Walikota Semarang Nomor 80 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Semarang.
Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana
telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang Undang Nomor 9
Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23
Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Daftar Laman

http://satata.semarangkota.go.id/.
http://sisdaporapar.jatengprov.go.id/.
https://satudata.semarangkota.go.id/.
https://semarangkota.bps.go.id/.


Click to View FlipBook Version