The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Misbah Binasdevi, 2023-07-27 11:11:04

E-Modul Pembelajaran SKI/Tarikh di MI

Modul Pembelajaran SKI tarikh

41 2.6 Kompetensi Dasar SKI Kelas 3 Ganjil 2.7 Kompetensi Dasar SKI Kelas 3 Genap


42 2.8 Kompetensi Dasar SKI Kelas 4


43 2.9 Kompetensi Dasar SKI Kelas 5


44 2.10 Kompetensi Dasar SKI Kelas 6


45 LATIHAN Setelah membaca materi di atas, Anda bisa melakukan latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman materi! 1. Jelaskan yang dimaksud dengan Standar Kompetensi Lulusan! 2. Sebutkan Standar Kompetensi Lulusan pada Madrasah Ibtidaiyah!


46 3. Jelaskan perbedaan Kompetensi Inti dan Standar Kompetensi! 4. Sebutkan Kompetensi Inti SKI pada kelas 4! 5. Sebutkan Standar Kompetensi pada kelas 6 semester genap! RANGKUMAN Standar Kompetensi Lulusan dirumuskan berdasarkan pada 1) Tujuan Pendidikan Nasional, 2) Tingkat Perkembangan Peserta Didik, 3) Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, dan 4) Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan. Kompensi inti merupakan operasional dari Standar Kompetensi Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di suatu pendidikan tertentu yang digambarkan dalam kompetensi utama meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan Kompetensi Dasar merupakan sikap, pengetahuan dan keterampilan dasar atau minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam rangka menguasai Kompetensi Inti atau Standar Kompetensi mata pelajaran tertentu.


47 TES FORMATIF 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Pendidikan Agama (Islam) sebagai mata pelajaran wajib tertuang dalam Undangan-undang Sisdiknas nomer .... 1. 20 Tahun 2003 2. 20 Tahun 2004 3. 21 Tahun 2003 4. 21 Tahun 2004 2. Kurikulum madrasah mulai ditetapkan pada tahun .... A. 1964 B. 1968 C. 1970 D. 1973 3. Kurikulum Berbasis Kompetensi di implementasikan pada tahun .... A. 1994 B. 2004 C. 2006 D. 2013 4. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di implementasikan pada tahun .... A. 1994 B. 2004 C. 2006 D. 2013 5. Pada kurikulum 2013, mata pelajaran SKI mulai diajarkan pada kelas.... A. II B. III C. IV D. V


48 6. Pada kurikulum merdeka pedoman implementasinya terkait beberapa hal berikut ini, kecuali.... A. Tuntutan isi B. Standar Kelulusan C. Struktur Kurikulum D. Penguatan Profil Pancasila 7. Berikut ini beberapa hal yang menjadi dasar perumusan Standar Kompetensi Lulusan, kecuali.... A. Tujuan Pendidikan Nasional B. Tingkat Perkembangan Peserta Didik C. Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan D. Lingkungan segurur sekolah 8. Operasional dari Standar Kompetensi Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di suatu pendidikan tertentu yang digambarkan dalam kompetensi utama meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan, ialah pengertian dari... A. SKL B. KI C. KD D. Indikator 9. Penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, merupakan salah satu dari.... A. Standar Kompetensi Lulusan B. Kompetensi Inti C. Kompetensi Dasar D. Indikator 10. Sikap, pengetahuan dan keterampilan dasar atau minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam rangka menguasai Kompetensi Inti atau Standar Kompetensi mata pelajaran tertentu, ialah pengertian dari...


49 A. SKL B. KI C. KD D. Indikator Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Topik 1 dan 2. Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali. 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang. Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan BAB selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi pada BAB ini, terutama bagian yang belum dikuasai.


50 GLOSARIUM Kurikulum : semua kursus, kegiatan, dan pengalaman terorganisir yang dimiliki peserta didik di bawah arahan sekolah, baik di dalam kelas atau tidak. Kognitif : semua aktivitas mental yang membuat suatu individu mampu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu peristiwa, sehingga individu tersebut mendapatkan pengetahuan setelahnya Silabus : salah satu komponen perangkat pembelajaran dari rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan scientific approach : model pembelajaran yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengkomunikasikan authentic assessment : pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap (afektif), keterampilan (psikomotorik) dan pengetahuan (kognitif). Istilah assessment diartikan sama dengan pengukuran, pengujian atau evaluasi.


I I I B ab


51 BAB III PENDEKATAN, STRATEGI METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN SKI/TARIKH DI MI PETUNJUK BELAJAR BAB III ini membahas tentang pendekatan, strategi, metode dan teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Selanjutnya setelah Anda memahami kajian tentang pendekatan dan strategi pembelajaran, pembahasan dilanjutkan pada metode dan teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah. Penyajian materi tersebut diharapkan dapat memudahkan Anda untuk mempelajari modul ini. Adapun pembahasan modul ini dibagi dalam 2 kegiatan belajar sebagai berikut: 1. Pendekatan dan Strategi Pembelajaran SKI, 2. Metode dan Teknik Pembelajaran SKI. Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan hakikat Sejarah Kebudayaan Islam dan Implikasinya terhadap pembelajaran. Adapun tujuan khusus yang diharapkan dari modul ini adalah Anda mampu: 1. Menjelaskan pendekatan pembelajaran SKI, 2. Menjelaskan strategi pembelajaran SKI, 3. Menjelaskan metode pembelajaran SKI, 4. Menjelaskan teknik pembelajaran SKI, Kemampuan yang Anda pelajari dari BAB III ini sangat bermanfaat untuk mempelajari modul-modul selanjutnya. Materi


52 dalam BAB ini dapat membantu Anda dalam mengembangkan wawasan kependidikan Anda, yang kemudian dapat berfungsi sebagai asumsi dalam rangka praktik pendidikan maupun studi pendidikan selanjutnya. Karena itu BAB ini penting untuk dipelajari agar Anda tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari BAB-BAB berikutnya. Berikut langkah-langkah yang dianjurkan dalam mempelajari BAB ini adalah sebagai berikut: 1. Pelajarilah dengan cermat pendahuluan pada BAB III ini agar Anda dapat memahami keterkaitan materi yang dibahas pada setiap kegiatan belajar serta memahami kemampuan yang diharapkan dari pembelajaran BAB III ini; 2. Pelajarilah bagian demi bagian dari BAB III ini dan garis bawahi materi-materi penting pada setiap bagian agar sesuai dengan kemampuan yang diharapkan; 3. Kemampuan yang diharapkan dari BAB III ini adalah sampai Anda mampu menjelaskan berbagai konsep yang dipelajari dalam BAB III ini ke dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam/Tarikh di MI/SD, maka dari itu asahlah kemampuan Anda dengan mempelajari berbagai materi terkait dari sumber lainnya; 4. Jika terdapat pertemuan tatap muka baik offline maupun online, maka manfaatkan kegiatan tersebut untuk mendiskusikan hal-hal yang kurang anda pahami, atau permasalahan yang Anda anggap sulit. Maka dari itu, anda harus mempersiapkan bahan diskusinya sebelum anda berpartisipasi dalam kegiatan tersebut; 5. Bacalah rangkuman yang ada pada setiap kegiatan belajar; 6. Kerjakan latihan dan tes formatif dengan aktif, tanpa melihat kunci jawaban tetapi dengan membaca BAB. Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci yang ada pada akhir modul ini, serta hitunglah kemampuan anda. Selamat belajar dan semoga sukses.


53 PENGANTAR elajaran sejarah kebudayaan Islam (SKI) adalah salah satu yang diajarkan dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Perguruan Tinggi (PT), khususnya PTAI. SKI umumnya lebih sulit dipahami daripada ilmu lainnya. Salah satu penyebabnya adalah fakta bahwa sejarah mempelajari tentang peristiwa yang telah terjadi sebelumnya dan tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik untuk menyajikan materi. Kegiatan pembelajaran SKI saat ini di madrasah lebih difokuskan pada guru daripada peserta didik. Pembelajaran SKI terkesan hanya menghafal dan standar. Guru SKI dianggap membosankan saat mengajar, sehingga peserta didik tidak tertarik dengan pelajaran dan menghasilkan hasil belajar yang buruk. Pendekatan, strategi, metode dan teknik dalam pembelajaran dapat dikatakan sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan, dalam pelaksanaannya pendekatan, strategi, metode dan teknik diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan minat belajar peserta didik guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk itu perlu diupayakan pendekatan, strategi, metode dan teknik yang dapat memotivasi peserta didik untuk menuntaskan materi dengan baik. Pada era pembelajaran modern, peserta didik diharapkan memiliki keterampilan belajar dan literasi. Skill belajar mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi. Selain itu, karena kurikulum baru, sekolah harus mengubah pendekatan pembelajaran mereka. Salah satunya adalah mengubah pendekatan pembelajaran mereka dari berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi berpusat pada peserta didik (studentcentered). P


54 TOPIK I PENDEKATAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN SKI DI MI A.PENDEKATAN PEMBELAJARAN SKI DI MI Berbicara tentang pendekatan dalam pembelajaran, tentunya yang harus dipahami terlebih dahulu ialah makna dari pendekatan itu sendiri. Pendekatan ibarat cara seseorang untuk mengenal lebih dalam tentang individu lainnya. Istilah pendekatan berasal dari bahasa Inggris approach yang salah satu artinya adalah “pendekatan”. Dalam pengajaran approach diartikan sebagai a way of beginning something” ‘cara memulai sesuatu’. Dengan demikian, konsep pendekatan dapat didefinisikan sebagai cara memulai pembelajaran. Metode pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengelola pesan secara kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk mencapai tujuan pembelajaran dikenal sebagai pendekatan pembelajaran. Selain itu, pendekatan pembelajaran adalah pendekatan yang digunakan oleh guru atau peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan berdasarkan cara materi disajikan (Festiawan, 2020). Menurut Muhammad (2020) mendefinisikan pendekatan pembelajaran sebagai komponen yang digunakan oleh guru untuk membantu peserta didik mereka belajar dan memahami informasi dengan lebih baik. Pendekatan pembelajaran juga berarti metode yang digunakan oleh guru atau pembelajar untuk memungkinkan peserta didik mereka belajar. Oleh karena itu, pendekatan adalah


55 ide utama yang menggabungkan dan mendorong metode pembelajaran dalam konteks teoritis tertentu (Herlina, 2018). Jadi pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Didasarkan pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran adalah pendekatan yang digunakan oleh guru dalam menyajikan bahan yang memungkinkan peserta didik belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai pembimbing, guru berusaha untuk menghidupkan dan mendorong proses interaksi yang baik. Sebagai fasilitator, guru berusaha untuk memberikan lingkungan yang baik melalui pendekatan yang digunakan (Sopian, 2022). Cara guru menggunakan pendekatan yang sesuai dengan karakter pembelajaran adalah proses interaksi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pendekatan tentunya memiliki fungsi bagi pembelajaran, diantara fungsinya ialah 1) sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang digunakan, 2) Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran, 3) Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai, 4) Mendiaknosis masalah-masalah belajar yang timbul, dan 5) Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan (Saputri et al., 2022). Secara umum ada dua pendekatan yang dikenal yaitu: 1. Pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered learning) Pendekatan lama atau konvensional yang dikenal sebagai pendekatan berpusat pada guru sepenuhnya mengontrol proses pembelajaran dan menempatkan guru sebagai pusat informasi dan subjek belajar. Dalam pendekatan ini, peserta didik hanya berperan sebagai


56 pendengar dan penerima informasi dari guru (Firmansyah, 2022). Dampak dari guru yang masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru ini, menyebabkan peserta didik menjadi ketergantungan kepada guru dalam proses pembelajaran, dan juga menyebabkan kurang aktif nya peserta didik dalam proses belajar mengajar (Maulani et al., 2021) dan menjadi anak yang pasif, bermental sakit, rendah diri, tidak kritis dan tidak produktif (Mujahida & Rus’an, 2019). Penggunaan model pembelajaran yang berpusat pada guru ini juga berdampak pada kemampuan analisis peserta didik. Karena peserta didik hanya bergantung pada apa yang diajarkan oleh guru, mereka enggan untuk mencari informasi secara mandiri. Selain itu, ketika guru memberikan masalah kepada peserta didik, peserta didik akan merasa bingung untuk menyelesaikan masalah. 2. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered learning) Kurikulum baru menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Ini dimaksudkan untuk membuat peserta didik terlibat secara langsung dalam membangun pengetahuan mereka sendiri serta menjadikan mereka memiliki kemampuan analisis berpikir kritis dan kreatif. Peserta didik dengan kemampuan analisis yang baik akan mampu mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik juga, begitu sebaliknya. Pendidikan berpusat pada peserta didik adalah pendekatan yang mengutamakan peserta didik sebagai subjek belajar. Semua kegiatan dirancang secara modern sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memaksimalkan potensi dan kreativitas yang dimiliki


57 (Abdullah, 2017). Selain itu, dengan penerapan pendekatan yang berpusat pada peserta didik ini akan mampu membantu peserta didik terlibat aktif dalam membangun sikap dan keterampilan yang dimiliki (Sandria et al., 2022). Pendekatan yang berpusat pada peserta didik menekankan pembelajaran dengan strategi inquiry, discovery dan pembelajaran induktif. selain dua pendekatan di atas, ada pula beberapa pendekatan yang dapat di gunakan dalam pembelajaran SKI yaitu: 1. Pendeakatan Saintifik Pendekatan saintifik, juga dikenal sebagai pendekatan ilmiah, ialah suatu pendekatan pembelajaran yang membagi proses pembelajaran menjadi langkah-langkah khusus dan memberi peserta didik petunjuk tentang cara melakukannya. Kursi 2013 menggunakan pendekatan saintifik ini. Pendekatan saintifik menurut Ika Maryani dan Laila Fatmawati (2018) adalah proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik membangun konsep, hukum, atau prinsip secara aktif dengan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan, atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menyampaikan konsep yang mereka temukan. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, pendekatan scientific ini meliputi 5 tahapan kegiatan dalam pembelajaran yaitu mengamati, menyanya, menalah, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran (Maryani & Fatmawati, 2018). 2. Pendekatan Kontekstual Belajar sebenarnya adalah proses di mana peserta didik memperoleh pengetahuan. Proses diatur oleh cara peserta


58 didik membangun pengetahuannya. Guru bukan satusatunya orang yang memberikan pengetahuan kepada peserta didik mereka. Tidak ada pembelajaran yang berhasil tanpa pendekatan pembelajaran yang tepat. Diperlukan metode yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta didik dalam menemukan konsep pembelajaran. Pendekatan Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL) adalah pendekatan yang dapat membantu peserta didik meningkatkan pengetahuannya melalui berbagai kegiatan yang dilakukan. Pendekatan CTL merupakan pendekatan yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran untuk menemukan konsep yang dipelajari dengan mengaitkan materi dengan pengetahuan yang dimiliki dan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari (Hyun et al., 2020; Selvianiresa & Prabawanto, 2017). Adapun kelebihan dari pendekatan CTL ini ialah pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik berlangsung secara ilmiah, karena peserta didik mengalami langsung pembelajaran, membentuk pengetahuan, aktif dalam pembelajaran dan bekerjasama dalam kelompok (Erina, 2022). Pada pendekatan ini peserta didik membangun sendiri pengetahuannya melalui serangkaian kegiatan yang memfasilitasinya mengembangkan pemikiran, pengelaman dan pengetahuannya. . B. STRATEGI PEMBELAJARAN SKI DI MI Pendidik harus memiliki strategi dalam proses belajar mengajar agar peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan ini, pendidik harus benar-benar memahami


59 strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Seorang pendidik harus memikirkan metode atau pendekatan yang akan digunakan dalam hal ini. Pilihan strategi pembelajaran yang tepat berdampak pada penguasaan dan prestasi belajar peserta didik. Berikut ini adalah beberapa strategi pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah: 1. Problem based learning Pembelajaran berbasis masalah, juga dikenal sebagai pembelajaran berbasis masalah, adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dalam dunia nyata sebagai sumber belajar. Tujuannya adalah agar peserta didik memperoleh keterampilan pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan peningkatan pengetahuannya (Setyo et al., 2020). Penerapan strategi ini tentunya tanpa mengesampingkan pengetahuan dan konsep yang menjadi tujuan pembelajaran. Strategi ini menekankan pada pendekatan berpusat pada peserta didik. Beberapa ciri-ciri pendekatan berpusat pada masalah ini adalah sebagai berikut: 1) Pembelajaran dimulai dengan menyajikan masalah; 2) Permasalahan yang dibahas terkait dengan kehidupan nyata peserta didik; 3) Organisasi pelajaran berdasarkan masalah bukan hanya sekedar disiplin ilmu; 4) Peserta didik diberi tanggung jawab langsung untuk menjalankan proses belajar; 5) dilakukan dalam konteks kelas dan 6) Menuntut peserta didik untuk menghasilkan suatu produk atau kinerja dari apa yang telah mereka pelajari (Bariyah et al., 2022; Setyo et al., 2020). Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan. Strategi PBL mengajarkan peserta didik cara menyelesaikan masalah sehari-hari, meningkatkan keterampilan sosial mereka selama diskusi, dan tentunya meningkatkan


60 kemampuan berpikir kritis mereka. Namun, kekurangan dari strategi ini adalah bahwa beberapa peserta didik mungkin belum terbiasa menghadapi masalah atau bahkan merasa sulit untuk menyelesaikannya. 2. Inquiry Bahasa Inggris "inkuiri" berasal dari kata "inquiry", yang berarti "penyelidikan." Kata "inkuiri" atau "penyelidikan" sama dengan "mencari tahu" atau "mencari informasi" dalam konteks pembelajaran. Pembelajaran melalui strategi pertanyaan menuntut peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan mencari sendiri pengetahuan atau materi pelajaran yang belum mereka ketahui. (Huwaida & Jannah, 2022). Dalam proses pembelajaran dengan strategi pertanyaan ini, peserta didik berperan sebagai subjek yang ikut serta dalam melakukan penyelidikan logis, sistematis, dan kritis yang berdampak pada perubahan pengetahuan dan keterampilan mereka. Tujuan dari pembelajaran pertanyaan ini adalah sebagai berikut: 1) agar peserta didik dapat menggunakan konsep-konsep yang telah mereka pelajari untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari; 2) agar peserta didik belajar menggunakan konsep-konsep yang telah mereka pelajari untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi (Rani, 2020; Zulhadi, 2019). 3. Active learning Pembelajaran yang menarik adalah ketika peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Istilah pembelajaran aktif mengacu pada strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan tujuan agar


61 peserta didik memahami apa yang dipelajari dan belajar dengan mudah (Permana & Pramono, 2021). Active learning ialah strategi pembelajaran yang menjadikan peserta didik sebagai subyek belajar dan secara mandiri meningkatkan kreativitas atau lebih aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran yang diberikan baik di dalam maupun di luar kelas (Effendi, 2016; Rozaki et al., 2019). Dengan strategi ini, peserta didik diarahkan untuk belajar secara aktif dengan menyentuh (touching), merasakan (feeling), dan melihat (looking) secara langsung serta mengalami sendiri. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan lebih cepat dipahami oleh peserta didik. Pendidik juga harus mendorong peserta didik, memberikan arahan, dan menyediakan sumber daya yang diperlukan. Ini adalah upaya pembelajaran aktif untuk membuktikan bahwa setiap anak memiliki kemampuan untuk berkembang sesuai fasenya. 4. Cooperartive learning Pembelajaran kooperatif mengajarkan peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan. Diharapkan melalui pembelajaran kooperatif, peserta didik akan memperoleh kemampuan berpikir kritis melalui diskusi atau kerja sama dengan peserta didik lainnya secara sinergis, integral, dan kombinatif, serta mengurangi sikap mementingkan diri sendiri. Pembelajaran kooperatif memiliki empat komponen penting: kelompok peserta didik, aturan kelompok, upaya belajar setiap anggota kelompok, dan tujuan. (Fardani, 2021). Dalam penerapan pembelajaran cooperative learning pada umumnya peserta didik bekerja sama dalam suatu kelompok kecil yang terdiri dari 2-6 peserta didik (Ningsih et al., 2022) serta penerapan pembelajaran cooperative learning sangat


62 berguna dalam pembentukan karakter anak, karena selain anak tidak menjadi egois dan individualistis peserta didik juga dapat bertanggung jawab terhadap tugas yang dikerjakan. LATIHAN Setelah membaca materi di atas, Anda bisa melakukan latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman materi! 1. Jelaskan pengertian dari pendekatan dalam pembelajaran! 2. Jelaskan dua jenis pendekatan secara umum! 3. Jelaskan perbedaan pendekatan saintifik dan kontekstual! 4. Jelaskan pengertian dari strategi dalam pembelajaran! 5. Jelaskan 2 strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam! RANGKUMAN Salah satu faktor penentu keberhasilan yang diharapkan adalah pendekatan dan strategi pembelajaran. Strategi ini dapat meningkatkan keinginan dan minat peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dua metode pembelajaran yang paling umum digunakan adalah pembelajaran berpusat pada guru (teachercentered) dan pembelajaran berpusat pada peserta didik (studentcentered). Selain itu, ada dua pendekatan pula yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu pendekatan saintifik dan kontekstual. Strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam diantaranya ialah strategi problem based learning, inquiry, active learning, dan cooperative learning.


63 TOPIK II METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN SKI DI MI A.METODE PEMBELAJARAN SKI DI MI Dalam belajar, guru harus kreatif dalam mengembangkan suatu metode dalam pembelajaran agar lebih bermakna (Hasibuan, 2011). Pengembangan diperlukan untuk meningkatkan, meningkatkan, dan menyetarakan kemampuannya sehingga mereka dapat menyelesaikan proses pembelajaran dengan lebih efisien dan efektif. Metode ialah cara yang teratur dan berpikir logis untuk mencapai tujuan. Menurut Zulkifli (2011) metode adalah cara yang dapat digunakan untuk menerapkan rencana pembelajaran yang telah dibuat dalam bentuk kegiatan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode adalah cara atau langkah dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan oleh guru. Jika dilihat dari uraian beberapa definisi di atas, pengembangan metode adalah suatu proses untuk meningkatkan sebuah kemampuan teknis dengan melakukan sebuah metode atau langkah penerapan dalam sebuah pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Rencana Pembelajaran. Terdapat beberapa karakteristik dalam metode pembelajaran, yaitu sebagai berikut : 1. Metode mengajar harus dapat menumbuhkan minat, motif, atau gairah belajar peserta didik.


64 2. Metode mengajar harus dapat menjamin perkembangan kepribadian peserta didik. 3. Metode mengajar harus memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mewujudkan hasil karya. 4. Metode mengajar harus dapat mendorong keinginan peserta didik untuk belajar lebih lanjut, mengeksplorasi, dan inovasi (pembaharuan). 5. Metode mengajar harus dapat mengajarkan murid tentang apa yang mereka pelajari. (Sa’diyah, 2022). Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah, yaitu: 1. Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode pertama yang digunakan untuk mengajar. Ini dapat digunakan dengan atau tanpa alat bantu seperti media pembelajaran atau alat peraga. Selain itu, metode ini tidak memerlukan proses yang rumit. Guru hanya boleh berbicara dengan peserta didik tentang topik yang dipelajari di kelas. 2. Metode Diskusi Metode diskusi adalah sejenis aktivitas pembelajaran di mana peserta didik diberi masalah, baik fakta maupun pertanyaan, untuk didiskusikan bersama dalam grup belajar di kelas. Model diskusi ini berfokus pada bagaimana peserta didik belajar untuk menyelesaikan masalah. Metode ini digunakan oleh dua atau lebih peserta didik yang berinteraksi satu sama lain. 3. Metode Demonstrasi Metode pembelajaran demonstrasi melibatkan mempraktekan atau memperagakan kejadian, atau


65 rangkaian kejadian, dengan menggunakan media yang relevan dengan materi yang dipelajari. Tujuan dari metode demonstrasi ini adalah untuk menunjukkan bagaimana suatu peristiwa terjadi sesuai dengan materi ajar, bagaimana hal itu dicapai, dan bagaimana hal itu mudah dipahami oleh peserta didik saat belajar di kelas. 4. Metode Role Playing Metode bermain peran, juga dikenal sebagai role playing, adalah pendekatan pembelajaran di mana peserta didik berpura-pura atau berakting sesuai dengan peran yang telah ditentukan. Tujuan dari metode ini adalah untuk mendramatisasikan dan mengekspresikan tingkah laku, ungkapan, dan gerak-gerik seseorang dalam hubungan sosial antar manusia. 5. Metode Penugasan Metode penugasan, juga dikenal sebagai metode pemberian tugas, melibatkan memberikan tugas kepada peserta didik untuk menyelesaikan tugas. Tugas ini dapat berupa ringkasan karangan. Salah satu dari metode ini adalah memberikan tugas kepada peserta didik untuk menggali informasi di luar kelas. 6. Metode Kisah Guru dapat menyampaikan pelajaran dan memberikan informasi dengan berkisah atau menceritakan setiap materi pada peserta didik sebagai bagian dari kehidupan karena cerita mengandung pelajaran bagi orang yang berakal. 7. Metode Timeline Metode timeline ini sangat cocok untuk pembelajaran sejarah karena memuat peristiwa secara kronologis. Ini membantu peserta didik menyimpulkan hukum seperti sebab akibat dengan melihat urutan peristiwa. Metode ini


66 sangat bagus karena peserta didik akan melihat benang merah antara kejadian. B. TEKNIK PEMBELAJARAN SKI DI MI Metode yang digunakan untuk memberikan pengetahuan, prinsip, pemahaman, dan keterampilan kepada peserta didik dikenal sebagai teknik pembelajaran. Setiap kegiatan pembelajaran membutuhkan rancangan perencanaan pembelajaran (RPP). Isi RPP harus mencakup berbagai metode untuk melaksanakan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran akan terarah dan jelas untuk mencapai tujuan pembelajaran jika teknik pembelajaran diterapkan dalam rencana pembelajaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, "teknik" didefinisikan sebagai "metode atau sistem mengerjakan sesuatu, cara membuat atau melakukan yang berhubungan dengan seni", dan "pembelajaran" dapat didefinisikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam menerapkan suatu metode secara spasifik (Depdikbud, 2002). Adapun karakteristik dari teknik pembelajaran, yaitu: 1. Bersifat implementasional, artinya guru menggunakan pendekatan langsung untuk menyampaikan materi pembelajaran di kelas. 2. Hanya berfokus pada satu tahap pembelajaran, yaitu tahap inti pembelajaran. 3. Jenis pendekatan yang digunakan guru dapat diamati secara langsung. Misalnya, guru menggunakan teknik ceramah dan cerita, dan peserta didik menggunakan teknik penugasan dan diskusi. 4. Banyak teknik dapat digunakan dalam satu proses pembelajaran, dan


67 5. Teknik pembelajaran berbeda dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. (Syauqillah et al., 2022). Dalam memilih metode dan teknik hendaknya perlu memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal, yakni: 1. Tujuan pembelajaran; tujuan pembelajaran harus menjadi prioritas utama seorang pendidik saat memilih metode atau teknik pembelajaran. 2. Kemampuan dan latar belakang guru; penggunaan efektif suatu metode atau teknik juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menggunakannya. 3. Kemampuan dan latar belakang peserta didik; dalam kegiatan belajar mengajar guru harus memastikan bahwa metode atau teknik pembelajaran yang mereka gunakan efektif. Oleh karena itu, guru harus pandai dalam memilih metode dan teknik. 4. Keadaan proses belajar berlangsung; situasi dan kondisi proses belajar mengajar pun harus diperhatikan oleh guru dalam menentukan metode dan teknik apa saja yang sesuai untuk diterapkan. 5. Ketersediaan alat atau sarana; ketersediaan alat atau sarana seperti alat peraga dan media pembelajaran sangat penting untuk keberhasilan metode dan teknik pembelajaran. (Diana & Rofiki, 2020) LATIHAN Setelah membaca materi di atas, Anda bisa melakukan latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman materi! 1. Jelaskan yang dimaksud dengan metode dalam pembelajaran!


68 2. Sebutkan metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam SKI di MI! 3. Jelaskan karakteristik dari metode pembelajaran! 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan teknik pembelajaran! 5. Jelaskan karakteristik dari teknik pembelajaran! RANGKUMAN Metode ialah cara atau langkah dalam suatu pembelajaran agar tujuan pengajaran tercapai sesuai yang telah dirumuskan oleh tenaga pendidik. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sejarah kebudayaan Islam yaitu 1) metode ceramah, 2) metode diskusi, 3) metode demonstrasi, 4) metode role playing, 5) metode penugasan, 6) metode kisah dan 7) metode timeline. Teknik pembelajaran adalah suatu cara yang dilakukan guna memberikan nilai, ilmu, pemahaman serta keterampilan kepada peserta didik. Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spasifik. Jenis teknik yang digunakan guru di dalam kelas dapat langsung diamati. Misalnya, guru berceramah (teknik ceramah) dan bercerita (teknik cerita), sedangkan peserta didik mengerjakan tugas (teknik penugasan) dan berdiskusi (teknik diskusi).


69 TES FORMATIF 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Pada abad ke-21 peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan .... dan . . . A. Learning skill dan literasi B. Learning skill dan moderasi C. Literasi dan moderasi D. Semua jawaban benar 2. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru disebut .... A. Active learning B. Student centered learning C. Teacher centered learning D. Teacher Student Centered learning 3. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik disebut .... A. Active learning B. Student centered learning C. Teacher centered learning D. Teacher Student Centered learning 4. Aturan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuankemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik dalam pengelolaan pesan sehingga tercapai sasaran belajar adalah pengertian dari.... A. Pendekatan B. Strategi C. Metode D. Teknik


70 5. Suatu pendekatan pembelajaran yang memecah proses pembelajaran menjadi langkah-langkah terperinci dan memuat instruksi untuk peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran disebut.... A. Pendekatan berpusat pada guru B. Pendekatan berpusat pada peserta didik C. Pendekatan Inkuiri D. Pendekatan Kontekstual 6. Pendekatan yang dapat membantu peserta didik meningkatkan pengetahuannya melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan ialah.... A. Pendekatan berpusat pada guru B. Pendekatan berpusat pada peserta didik C. Pendekatan Inkuiri D. Pendekatan Kontekstual 7. strategi pembelajaran yang menyajikan permasalahan nyata sebagai bahan belajar bagi peserta didik sehingga mampu mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis serta kemampuan memecahkan masalah disebut.... A. Strategi active learning B. Strategi problem based learning C. Strategi cooperative D. Strategi inquiry 8. cara yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan yang nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran, disebut... A. Pendekatan B. Strategi


71 C. Metode D. Teknik 9. metode pembelajaran dengan mempraktekan atau memperagakan mengenai kejadian, atau rangkaian kejadian dengan menggunakan media yang relavan mengenai materi yang sedang dibahas, ialah.... A. Metode role playing B. Metode kisah C. Metode ceramah D. Metode demonstrasi 10. Suatu cara yang dilakukan guna memberikan nilai, ilmu, pemahaman serta keterampilan kepada peserta didik disebut... A. Pendekatan B. Strategi C. Metode D. Teknik


72 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Topik 1 dan 2. Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali. 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang. Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan BAB selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi pada BAB ini, terutama bagian yang belum dikuasai.


73 GLOSARIUM Pendekatan : arah suatu kebijakan yang ditempuh guru atau peserta didik dalam mencapai tujuan pengajaran dilihat dari bagaimana materi disajikan. Learning skill : kemampuan seseorang yang berkaitan dengan cara berpikir kritis, kreatif, kerjasama dan komunikatif. Strategi : upaya individu atau kelompok untuk membuat skema guna mencapai target sasaran yang hendak dituju. Metode : model pembelajaran yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengkomunikasikan Teknik : cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spasifik


I V B ab


74 BAB IV PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MI PETUNJUK BELAJAR BAB IV ini membahas tentang pengembanagn materi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah. Selanjutnya setelah Anda memahami kajian tentang pengembangan materi pembelajaran, pembahasan dilanjutkan pada materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah pada KMA No. 183 Tahun 2019. Penyajian materi tersebut diharapkan dapat memudahkan Anda untuk mempelajari modul ini. Adapun pembahasan modul ini dibagi dalam 2 kegiatan belajar sebagai berikut: 1. Pengembangan materi pembelajaran SKI 2. Materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah pada KMA No. 183 Tahun 2019. Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan hakikat Sejarah Kebudayaan Islam dan Implikasinya terhadap pembelajaran. Adapun tujuan khusus yang diharapkan dari modul ini adalah Anda mampu: 1. Menjelaskan pengertian materi pembelajaran 2. Menjelaskan prinsip pengembangan materi pembelajaran 3. Menjelaskan langkah pengembangan materi pembelajaran SKI 4. Mengidentifikasi materi pembelajaran SKI sesuai KMA No. 183 Tahun 2019 Kemampuan yang Anda pelajari dari BAB IV ini sangat bermanfaat untuk mempelajari modul-modul selanjutnya. Materi


75 dalam BAB ini dapat membantu Anda dalam mengembangkan wawasan kependidikan Anda, yang kemudian dapat berfungsi sebagai asumsi dalam rangka praktik pendidikan maupun studi pendidikan selanjutnya. Karena itu BAB ini penting untuk dipelajari agar Anda tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari BAB-BAB berikutnya. Berikut langkah-langkah yang dianjurkan dalam mempelajari BAB ini adalah sebagai berikut: 1. Pelajarilah dengan cermat pendahuluan pada BAB IV ini agar Anda dapat memahami keterkaitan materi yang dibahas pada setiap kegiatan belajar serta memahami kemampuan yang diharapkan dari pembelajaran BAB IV ini; 2. Pelajarilah bagian demi bagian dari BAB IV ini dan garis bawahi materi-materi penting pada setiap bagian agar sesuai dengan kemampuan yang diharapkan; 3. Kemampuan yang diharapkan dari BAB IV ini adalah sampai Anda mampu menjelaskan berbagai konsep yang dipelajari dalam BAB IV ini ke dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam/Tarikh di MI/SD, maka dari itu asahlah kemampuan Anda dengan mempelajari berbagai materi terkait dari sumber lainnya; 4. Jika terdapat pertemuan tatap muka baik offline maupun online, maka manfaatkan kegiatan tersebut untuk mendiskusikan hal-hal yang kurang anda pahami, atau permasalahan yang Anda anggap sulit. Maka dari itu, anda harus mempersiapkan bahan diskusinya sebelum anda berpartisipasi dalam kegiatan tersebut; 5. Bacalah rangkuman yang ada pada setiap kegiatan belajar; 6. Kerjakan latihan dan tes formatif dengan aktif, tanpa melihat kunci jawaban tetapi dengan membaca BAB. Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci yang ada pada akhir modul ini, serta hitunglah kemampuan anda. Selamat belajar dan semoga sukses.


76 PENGANTAR Memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode dan pendekatan pembelajaran, menyediakan bahan ajar, memberikan pengalaman belajar yang signifikan, dan mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran dalam mencapai hasil pembelajaran dikenal sebagai pelaksanaan pembelajaran. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran adalah materi pembelajaran. Materi pembelajaran bagi guru adalah informasi, alat, dan teks yang diperlukan untuk merencanakan dan menilai implementasi pembelajaran. Guru harus kreatif dalam mengembangkan materi pembelajaran agar sesuai dengan mata pelajaran, khususnya sejarah kebudayaan Islam, karakteristik peserta didik, dan tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran harus mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dipelajari dan dikuasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang aspek afektif dan psikomotorik, materi pembelajaran harus dibuat. Ketika disebutkan bahwa "tanpa materi pembelajaran maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan," ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran merupakan bagian penting dari proses belajar mengajar. Seorang guru pasti harus memahami materi pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didiknya. P


77 TOPIK I PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM A.PENGERTIAN MATERI PEMBELAJARAN Bahan atau materi pelajaran adalah segala sesuatu yang menjadi isi kurikulum yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar dalam rangka pencapaian standar kompetensi setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu (Jailani et al., 2021). Materi pembelajaran adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas (Sabarudin, 2018). Materi pembelajaran juga berarti bahan ajar minimal yang harus dipelajari peserta didik untuk menguasai Kompetensi Dasar (Tabrani et al., 2023). Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butirbutir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi (Permendikbud, 2016). Salah satu istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan materi pembelajaran adalah bahan ajar, yang berarti materi yang dibutuhkan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru saat menetapkan materi pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) Materi pelajaran harus membantu mencapai tujuan pembelajaran, 2) Materi pelajaran harus sesuai dengan tingkat pendidikan atau perkembangan peserta didik, dan 3) Materi pelajaran harus menarik.


78 Materi pelajaran dapat dibedakan menjadi tiga aspek (Azhar, 2014), diantaranya adalah 1) Pengetahuan (Knowledge), pengetahuan merujuk kepada hal yang disimpan dalam pikiran (mind) peserta didik, dengan demikian pengetahuan berhubungan dengan berbagai informasi yang harus dihafal dan dikuasai oleh peserta didik sehingga manakala diperlukan, peserta didik dapat mengungkapnya kembali. 2) Keterampilan (Skill). Keterampilan menunjuk pada tindakantindakan fisik atau non fisik yang dikerjakan oleh seseorang dengan cara yabg kompeten untuk mencapai tujuan tertentu. 3) Sikap (attitude). Sikap menunjuk pada kecenderungan seseorang untuk bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang diyakini kebenaranya oleh peserta didik. Isi materi (bahan ajar) dikembangkan berdasarkan konsep dan teori yang relevan serta harus bersifat valid, serta harus mudah dipahami oleh peserta didik (Awalludin, 2019). Materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator (Sabarudin, 2018). Isi kelayakan materi ajar juga harus ditinjau dari kesesuaian antara Kompetensi inti dan Kompetensi Dasar yang ada, sehingga materi ajar yang diberikan dapat mewujudkan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (Alhafidzh, 2020). Materi yang tidak jelas batasannya akan membuat guru kebingungan menentukan apa saja yang harus diberikan kepada peserta didik. Akhirnya pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien karena materi yang diberikan terlalu sedikit atau terlalu banyak, bahkan mungkin tidak esensial.


79 B. STRUKTUR DAN JENIS MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Berikut ini adalah struktur dan jenis materi sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah (Tabrani et al., 2023): 1. Fakta Sejarah biasanya berisi informasi tentang masa lalu. Fakta sejarah meliputi nama-nama orang, peristiwa, tempat, dan benda-benda sejarah lainnya. Contoh dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah: Hijrah, yang terjadi pada tahun 623 M, di mana Nabi Muhammad dan Sahabat-sahabatnya berpindah dari Mekkah ke Medinah. 2. Konsep Sejarah adalah kumpulan fakta dan data, tetapi itu tidak berarti bahwa konsep tidak ada dalam sejarah atau materi pelajaran sejarah. Banyak konsep baru yang harus dikuasai peserta didik, terutama selama sejarah kebudayaan Islam. Konsep termasuk hal-hal seperti definisi, pengertian, karakteristik unik, hakikat, inti, dan isi, serta pengertian baru yang dapat muncul sebagai hasil pemikiran. Sebagai contoh, Nabi Muhammad berpindah dari Mekkah ke Madinah dalam peristiwa hijrah. Sahabat Nabi, di sisi lain, adalah orang-orang yang menyertai Nabi Muhammad baik dalam kegembiraan maupun kesedihan, dan mereka pergi bersamanya untuk menyebarkan agama Islam.. 3. Prinsip Komponen ini merupakan komponen utama dari mata pelajaran, yang mencakup hal-hal utama, pokok, dan posisi terpenting. Komponen ini mencakup hal-hal seperti rumus, adagium, postulat, dalil, paradigma, teorema, dan hubungan antarkonsep yang menunjukkan implikasi sebab-akibat. Ada banyak prinsip yang harus dimiliki peserta didik saat belajar


80 materi Sejarah Kebudayaan Islam. Salah satu contohnya adalah perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk pindah dari Mekkah ke Madinah. Perintah ini diberikan setelah orangorang Muslim di Mekkah mengalami gangguan, siksaan, dan perlakuan buruk. Untuk terus menyebarkan agama Islam, Nabi diminta pindah ke Madinah. 4. Prosedur Bagian struktur ini terdiri dari tindakan yang dilakukan secara sistematis atau berurutan dan kronologis dalam suatu sistem atau peristiwa. Materi yang terdiri dari rangkaian atau jenjang yang dilakukan satu setelah yang lainnya juga terlibat dalam proses. Dalam konteks mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, prosedur dapat berupa rangkaian peristiwa secara kronologis atau urut-urut. Sebagai contoh, amalan nabi Muhammad selama tinggal di Mekkah termasuk mengajarkan ayat-ayat al-Qur'an secara rahasia di rumah dan secara terbuka membacakannya di tempat umum, seperti di sekitar Ka'bah. Contoh tambahan dari tindakan politik Umar selama menjadi khalifah. 5. Sikap atau nilai Ini adalah struktur materi afektif yang mengandung sikap dan nilai seperti kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, keinginan untuk belajar dan bekerja, dan sebagainya. Selain mencakup elemen kognitif dan psikomotor, yang ditunjukkan oleh empat struktur di atas, materi pelajaran yang berkualitas tinggi juga harus mengandung elemen afektif. Sangat penting bagi guru dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk menunjukkan struktur afektif dari materi, termasuk nilai dan sikap. Proses terusirnya orang Yahudi dari tanah Madinah adalah contoh nilai-nilai kejujuran, kerjasama, dan saling membantu.


81 C. PRINSIP DAN LANGKAH PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN Ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh guru yang melakukan pengembangan materi pembelajaran yaitu: 1. Relevance Ada hubungan antara materi yang dikembangkan dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Dasar. Materi pembelajaran harus berfokus pada fakta, bukan konsep atau prinsip, atau jenis materi lain, jika tujuan peserta didik adalah untuk menguasai kemampuan pengenalan fakta. 2. Consistency onsep ini mengacu pada keselarasan antara materi pelajaran dan kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik. Jika ada empat kategori kompetensi dasar yang harus dipelajari peserta didik, maka materi pelajaran yang harus diajarkan juga harus mencakup keempat kategori tersebut. 3. Adequacy Prinsip ini berarti kecukupan. Materi pelajaran harus cukup untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Tidak ada bahan yang terlalu sedikit atau terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya kompetensi Inti dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan KI dan KD). Selain guru harus mengetahui prinsip pengembangan materi pembelajaran, guru juga harus mengetahui langkah-langkah dalam pengembangan materi pembelajaran. Langkah tersebut ialah:


82 1. Identifikasi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Sebelum memilih materi pembelajaran, guru harus menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. Ini perlu dilakukan karena setiap Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. 2. Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran Menentukan jenis materi pembelajaran Yang dimaksud adalah seberapa sesuai materi pelajaran dengan tingkat aktifitas pembelajaran. Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah kognitif didasarkan pada perilaku yang menekankan elemen intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah afektif didasarkan pada perilaku yang menekankan elemen perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah psikomotorik didasarkan pada perilaku yang menekankan elemen keterampilan, seperti keterampilan berpikir dan motoric. 3. Menentukan cakupan materi Keluasan cakupan materi menunjukkan berapa banyak materi yang dimasukkan ke dalam materi pembelajaran, sedangkan kedalaman materi menunjukkan seberapa rinci konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari dan dikuasai oleh peserta didik.


83 LATIHAN Setelah membaca materi di atas, Anda bisa melakukan latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman materi! 1. Jelaskan pengertian materi pembelajaran! 2. Uraikan tiga aspek dari materi pembelajaran! 3. Jelaskan prinsip yang melandasi pengembanagn materi pembelajaran! 4. Uraikan struktur dan jenis materi pembelajaran SKI! 5. Jelaskan langkah pengembangan materi pembelajaran SKI! RANGKUMAN Materi pelajaran adalah materi kurikulum yang harus dipelajari peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar untuk mencapai standar kompetensi setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan. Kemampuan guru untuk membuat materi pembelajaran akan sangat membantu peserta didik dalam menguasai kompetensi yang diharapkan. Materi dengan batas yang tidak jelas akan membuat guru bingung menentukan apa yang harus diberikan kepada peserta didik mereka. Karena materi yang diberikan terlalu sedikit atau terlalu banyak bahkan mungkin tidak esensial sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif dan tidak efisien.


84 TOPIK II MATERI PEMBELAJARAN SKI DI MI BERDASARKAN KMA 183 TAHUN 2019 A.TUJUAN DAN RUANG LINGKUP MATERI PEMBELAJARAN SKI Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah, sebagai berikut: Tabel 4.1 Tujuan dan Ruang Lingkup SKI


85 B. MATERI PEMBELAJARAN DALAM BUKU SKI DI MI Berikut ini dipaparkan materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berdasarkan buku mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah: 1) Materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 3 Adapun isi materi pembelajaran dalam buku mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 3 (Hakim, 2020) adalah sebagai berikut: BAB I : Tradisi Masyarakat Arab Sebelum Islam a. Mengenal Keadaan Alam Masyarakat Arab Sebelum Islam b. Kehidupan Sosial Masyarakat Arab Sebelum Islam c. Kebudayaan Masyarakat Arab Sebelum Islam BAB II : Mata Pencaharian Masyarakat Arab Sebelum Islam a. Beternak b. Bertani c. Berdagang BAB III : Agama dan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam a. Agama yang Dianut Masyarakat Arab Sebelum Islam b. Kepercayaan Masyarakat Arab Sebelum Islam BAB IV : Masa kanak-kanak Nabi Muhammad Saw a. Kelahiran Orang yang terpuji b. Nabi Muhammad Saw. Pada Awal Pengasuhan c. Nabi Muhammad Saw. Dalam Asuhan Siti Aminah d. Nabi Muhammad Dalam Asuhan Abdul Muthalib e. Nabi Muhammad Dalam Asuhan Abu Thalib https://drive.google.com/file/d/179WAr1of 6zO1DihiBVqmZAF2qobn9svY/view?usp =sharing


86 BAB V : Masa remaja Nabi Muhammad Saw a. Akhlak Luhur Nabi Muhammad Saw b. Aktivitas Nabi Muhammad Saw saat Kanak-kanak dan Remaja BAB VI : Masa dewasa Nabi Muhammad Saw a. Kesabaran Nabi Muhammad Saw. b. Nabi Muhammad Saw. Bekerja. c. Pernikahan Nabi Muhammad Saw. d. Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad BAB VII : Peristiwa Kerasulan Nabi Muhammad Saw a. Memahami Peristiwa Kerasulan Nabi Muhammad Saw. b. Nabi Muhammad Saw. Menerima Wahyu Pertama c. Nabi Muhammad Saw. Menerima Wahyu Kedua BAB VIII : Bukti-bukti Kerasulan Nabi Muhammad Saw a. Pengertian Mukjizat b. Hancurnya Pasukan Gajah di Tahun Kelahiran Nabi Muhammad Saw. c. Peristiwa yang Mengiringi Malam Kelahiran Muhammad Saw d. Peristiwa Lura Biasa Pada Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad Saw e. Pengasuhan Pamannya f. Awan menaungi Perjalanannya g. Tanda Kenabian yang Ada di Antara Dua Pundaknya h. Kabar Para Nabi dan Gurub-gurub sebelumnya


87 2) Materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 4 Adapun isi materi pembelajaran dalam buku mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 4 (Ahmadi, 2020) adalah sebagai berikut: BAB I : Ketabahan Nabi Muhammad Saw dan Para Sahabat Dalam Berdakwah a. Masa Awal Dakwah Nabi Muhammad Saw. dan Para Sahabat b. Ketabahan Nabi Muhammad Saw. Dalam Berdakwah c. Ketabahan para Sahabat Dalam Berdakwah BAB II : Kepribadian Nabi Muhammad Saw. a. Nabi Muhammad Saw. Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam b. Sifat-Sifat Mulia Nabi Muhammad Saw. dan Sahabat Ketika Berdakwah c. Ciri-Ciri Kepribadian Nabi Muhammad Saw. BAB III : Hijrah Para Sahabat Nabi Muhammad Saw. ke Habasyah a. Sebab Para Sahabat Nabi Muhammad Saw. Hijrah ke Habasyah b. Peristiwa Hijrah ke Habasyah c. Kesabaran Para Sahabat Nabi Muhammad Saw. pada Peristiwa Hijrah ke Habasyah BAB IV : Hijarah Nabi Muhammad Saw ke Thaif a. Sebab-sebab Nabi Muhammad Saw. Hijrah ke Thaif b. Peristiwa Hijrah ke Thaif https://drive.google.com/file/d/1ZeOtp I1Z5pubULV5d67ZEjBNaoMzB_iI/vie w?usp=sharing


88 c. Ketabahan Nabi Muhammad Saw. dalam Peristiwa Hijrah ke Thaif BAB V : Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw. a. Latar Belakang Peristiwa Isra Mikraj b. Peristiwa Isra Mikraj c. Tanggapan Masyarakat Makkah terhadap Peristiwa Isra Mikraj BAB VI : Masyarakat Yasrib Sebelum Hijrah Nabi Muhammad Saw a. Kepercayaan Masyarakat Yasrib sebelum Hijrah Nabi Muhammad saw b. Kondisi Sosial Masyarakat Yasrib sebelum Hijrah Nabi Muhammad Saw c. Kondisi Ekonomi Masyarakat Yasrib sebelum Hijrah Nabi Muhammad Saw BAB VII : Hijrah Nabi Muhammad Saw Ke Yasrib a. Sebab-sebab Hijrah Nabi Muhammad Saw. ke Yasrib b. Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad Saw. ke Yasrib c. Hikmah Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad Saw. ke Yasrib 3) Materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 5 Adapun isi materi pembelajaran dalam buku mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 5 (Muammar, 2020) adalah sebagai berikut: BAB I : Upaya Nabi Muhammad Saw. Membina Masyarakat Madinah a. Pembinaan Bidang agama b. Pembinaan Bidang Sosial c. Pembinaan Bidang Ekonomi https://drive.google.com/file/d/1 N5M0frQAyQdYUeVGgmddUP h73iBfbID3/view?usp=sharing


Click to View FlipBook Version