The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Misbah Binasdevi, 2023-07-27 11:11:04

E-Modul Pembelajaran SKI/Tarikh di MI

Modul Pembelajaran SKI tarikh

89 d. Pembinaan Bidang Pertahanan BAB II : Upaya Nabi Muhammad Saw. dalam Menegakkan Kesepakatan dengan Kelompok Non Muslim a. Piagam Madinah; Kesepakatan Perdamaian b. Perjanjian Hudaibiah Komitmen Damai Rasulullah Saw. Dengan Kafir Quraisy c. Nabi Muhammad Menjalin Komunikasi dengan Raja Nonmuslim BAB III : Sebab-sebab Peristiwa Fathu Makkah a. Pelanggaran Perjanjian Hudaibiah b. Sikap Rasulullah Saw. atas Pelanggaran Hudaibiah c. Kemenangan di Kota Makkah (Fathu Makkah) BAB IV : Rasulullah Saw. Menjaga Perdamaian Dalam Peristiwa Fathu Makkah a. Rasulullah Saw. Memaafkan Penduduk Makkah b. Rasulullah Saw. Membersihkan Berhala di Ka’bah c. Rasulullah Saw. Menjaga Kehormatan Penduduk Makkah. BAB V : Wafatnya Rasulullah Saw. a. Tanda-tanda Wafatnya Rasulullah Saw b. Peristiwa Haji Wadak c. Wafatnya Rasulullah Saw. BAB VI : Kisah Teladan Abu Bakar Ash Shiddiq R.A a. Meneladani Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a b. Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a Menjadi Khalifah BAB VII : Kisah Teladan Umar Bin Khattab R.A a. Meneladani Sahabat Umar Bin Khattab r.a b. Sahabat Umar Bin Khattab r.a Menjadi Khalifah BAB VIII : Kisah Teladan Utsman bin Affan R.A a. Meneladani Sahabat Utsman bin Affan r.a b. Sahabat Utsman bin Affan r.a Menjadi Khalifah


90 BAB VIII : Kisah Teladan Ali bin Abu Thalib R.A a. Meneladani Sahabat Ali bin Abu Thalib r.a b. Sahabat Ali bin Abu Thalib r.a Menjadi Khalifah 4) Materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 6 Adapun isi materi pembelajaran dalam buku mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas 6 (Bakri, 2022) adalah sebagai berikut: BAB I : Maulana Malik Ibrahim a. Biografi b. Peran Maulana Malik Ibrahim dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Maulana Malik Ibrahim BAB II : Sunan Ampel a. Biografi b. Peran Sunan Ampel dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Ampel BAB III : Sunan Giri a. Biografi b. Peran Sunan Giri dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Giri BAB IV : Sunan Bonang a. Biografi b. Peran Sunan Bonang dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Bonang https://drive.google.com/fil e/d/1C9SIiH618vw2uHb0Y 1mFOT9aS2gDNz04/view? usp=sharing


91 BAB V : Sunan Drajat a. Biografi b. Peran Sunan Drajat dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Drajat BAB VI : Sunan Kalijaga a. Biografi b. Peran Sunan Kalijaga dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Kalijaga BAB VII : Sunan Muria a. Biografi b. Peran Sunan Muria dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Muria BAB VIII : Sunan Kudus a. Biografi b. Peran Sunan Muria dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Kudus BAB IX : Sunan Gunung Jati a. Biografi b. Peran Sunan Gunung Jati dalam Mengembangkan Islam di Indonesia c. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Gunung Jati LATIHAN Setelah membaca materi di atas, Anda bisa melakukan latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman materi! 1. Uraikan tujuan dan ruang lingkup materi pembelajaran SKI di MI!


92 2. Uraikan materi pembelajaran kelas 3 di MI! 3. Uraikan materi pembelajaran kelas 4 di MI! 4. Uraikan materi pembelajaran kelas 5 di MI! 5. Uraikan materi pembelajaran kelas 6 di MI! RANGKUMAN Pengembangan materi pembelajaran dapat dilakukan berdasarkan Kompetensi Inti atau Standar Kompetensi dengan satu Kompetensi Dasar. Pemahaman terhadap KI, KD akan sangat membantu guru dalam upaya analisis pengembangan materi pembelajaran yang sesuai untuk peserta didik. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah telah dicantumkan secara terperinci tujuan dan ruang lingkup mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah. Selain itu, buku mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 sudah memaparkan materi yang sesuai dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diharapkan.


93 TES FORMATIF 4 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Yang bertanggung jawab untuk melakukan pengembangan materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam ialah . . . A. Kemenag RI B. Dinas Pendidikan C. Guru D. Sejarahwan 2. Berikut aspek materi pembelajaran, kecuali .... A. Pengetahuan B. Keterampilan C. Sikap D. Kesehatan 3. Berikut ini adalah jenis materi pembelajaran .... A. Fakta, konsep, hukum dan rumus B. Prinsip, hukum, fakta, dan prosedur C. Fakta, konsep, prinsip dan prosedur D. Aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik 4. Segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi adalah pengertian dari.... A. Fakta B. Konsep C. Prinsip D. Nilai/sikap 5. Komponen yang merupakan hal utama dari mata pelajaran yang berisi hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi: dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema,


94 serta hubungan antar-konsep yang menggambarkan implikasi sebab-akibat, disebut.... A. Fakta B. Konsep C. Prinsip D. Prosedur 6. langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktifitas dan kronologi suatu sistem atau peristiwa disebut.... A. Fakta B. Konsep C. Prinsip D. Prosedur 7. Prinsip dari pengembangan materi ialah.... A. Relevance, consistency, kontekstual B. Konsep, Consistenci, faktual C. Fakta, prinsip, prosedur D. Relevance, consistency, adequacy 8. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan, ialah prinsip pembelajaran... A. Relevance B. consistency C. adequacy D. factual


95 9. adanya ke-ajeg-an antara bahan ajar dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik, ialah prinsip.... A. Relevance B. consistency C. adequacy D. factual 10. Kelayakan materi sejarah kebudayaan Islam ditinjau berdasarkan... A. Fakta dan sejarah B. Sarana dan prasarana bahan ajar C. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar D. Buku sejarah kebudayaan Islam Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 4 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Topik 1 dan 2. Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali. 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang. Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan BAB selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi BAB ini, terutama bagian yang belum dikuasai.


96 GLOSARIUM Indikator : ukuran atau kombinasi ukuran yang memberikan gambaran mengenai proses, proyek atau produk. Kompetensi Inti : kompetensi utama yang diuraikan ke dalam beberapa aspek, yaitu aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dan harus dipelajari oleh peserta didik di setiap jenjang dan mata pelajaran. Kompetensi Dasar : kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber pada KI yang harus dikuasai peserta didik. Fakta : Informasi tentang nama orang, tempat, kejadian, julukan, istilah, dan simbol; hubungan antar obyek-obyek tertentu. Konsep : Abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus; kategori atau ragam yang menunjukkan kesamaan atau kemiripan gagasan, kejadian, obyek, atau kebendaan. Prinsip : Bentuk penjelasan hubungan antar konsep Prosedur : Tugas atau pekerjaan yang harus dilakukan seseorang secara bertahap atau berurutan; rangkaian langkah pelaksanaan pekerjaan yang harus dilaksanakan secara bertahap untuk mencapai tujuan tertentu.


V B ab


97 BAB V SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MI PETUNJUK BELAJAR BAB V ini membahas tentang sistem evaluasi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah. Selanjutnya setelah Anda memahami kajian tentang pengertian, tujuan dan fungsi evaluasi, pembahasan dilanjutkan pada subjek, objek dna prinsip evaluasi. Penyajian materi tersebut diharapkan dapat memudahkan Anda untuk mempelajari modul ini. Adapun pembahasan modul ini dibagi dalam 2 kegiatan belajar sebagai berikut: 1. Hakekat Evaluasi Pembelajaran 2. Sistem Evaluasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan hakikat Sejarah Kebudayaan Islam dan Implikasinya terhadap pembelajaran. Adapun tujuan khusus yang diharapkan dari modul ini adalah Anda mampu: 1. Menjelaskan pengertian evaluasi pembelajaran 2. Menjelaskan fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran 3. Menjelaskan prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran 4. Menjelaskan teknik evaluasi pembelajaran 5. Menjelaskan langkah-langkah evaluasi pembelajaran Kemampuan yang Anda pelajari dari BAB V ini sangat bermanfaat untuk mempelajari modul-modul selanjutnya. Materi dalam BAB ini dapat membantu Anda dalam mengembangkan wawasan kependidikan Anda, yang kemudian dapat berfungsi


98 sebagai asumsi dalam rangka praktik pendidikan maupun studi pendidikan selanjutnya. Karena itu BAB ini penting untuk dipelajari agar Anda tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari BAB-BAB berikutnya. Berikut langkah-langkah yang dianjurkan dalam mempelajari BAB ini adalah sebagai berikut: 1. Pelajarilah dengan cermat pendahuluan pada BAB V ini agar Anda dapat memahami keterkaitan materi yang dibahas pada setiap kegiatan belajar serta memahami kemampuan yang diharapkan dari pembelajaran BAB V ini; 2. Pelajarilah bagian demi bagian dari BAB V ini dan garis bawahi materi-materi penting pada setiap bagian agar sesuai dengan kemampuan yang diharapkan; 3. Kemampuan yang diharapkan dari BAB V ini adalah sampai Anda mampu menjelaskan berbagai konsep yang dipelajari dalam BAB V ini ke dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam/Tarikh di MI/SD, maka dari itu asahlah kemampuan Anda dengan mempelajari berbagai materi terkait dari sumber lainnya; 4. Jika terdapat pertemuan tatap muka baik offline maupun online, maka manfaatkan kegiatan tersebut untuk mendiskusikan hal-hal yang kurang anda pahami, atau permasalahan yang Anda anggap sulit. Maka dari itu, anda harus mempersiapkan bahan diskusinya sebelum anda berpartisipasi dalam kegiatan tersebut; 5. Bacalah rangkuman yang ada pada setiap kegiatan belajar; 6. Kerjakan latihan dan tes formatif dengan aktif, tanpa melihat kunci jawaban tetapi dengan membaca BAB. Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci yang ada pada akhir modul ini, serta hitunglah kemampuan anda. Selamat belajar dan semoga sukses.


99 PENGANTAR enilaian pembelajaran merupakan bagian penting dari pembelajaran di kelas, dan oleh karena itu merupakan bagian dari kurikulum. Bentuk dan jenis penilaian lebih banyak ditentukan oleh kurikulum yang sesuai. Selain itu, setiap aspek pembelajaran, termasuk tujuan pembelajaran, materi, pendekatan, model, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang dipilih, dirancang, dirumuskan, dan dilaksanakan oleh guru, memengaruhi bentuk dan jenis penilaian yang berbeda. Komponen kurikulum lainnya tidak dapat dipisahkan dari penilaian, karena semuanya penting. Begitu juga dengan perubahan paradigma pendidikan yang menyebabkan penilaian pembelajaran yang lebih bervariasi. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang guru adalah mengevaluasi pembelajaran. Dengan melakukan evaluasi ini, seorang guru dapat mengetahui seberapa jauh kemajuan atau perkembangan pendidikan guru. Dengan kata lain, guru bisa mengetahui pula titik kelemahan pendidikan sehingga guru bisa sangat mudah mencari jalan keluar untuk titik kelemahan tersebut. (Suarga, 2019) Evaluasi dalam program pembelajaran harus dioptimalkan, karena tidak hanya berdasarkan hasil belajar tetapi juga perlu masukan, proses dan keluaran. Salah satu faktor terpenting efisiensi pembelajaran merupakan faktor evaluasi yang baik dari proses pembelajaran dan hasil belajar. P


100 TOPIK I HAKEKAT EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM A.PENGERTIAN EVALUASI PEMBELAJARAN Istilah serapan "evaluation" berasal dari istilah Inggris "value", yang berarti nilai. Dari kata "nilai" terbentuk kata "penilaian", yang sering digunakan dalam diskusi sebagai sepadan dengan istilah "evaluasi". Namun, secara konseptual, kata "penilaian" bukan merupakan alih bahasa dari istilah "evaluasi". Evaluasi pendidikan merupakan bagian yang sama pentingnya dengan pembelajarannya. Tujuannya adalah untuk menentukan tingkat keberhasilan setiap peserta didik dari awal hingga akhir proses pembelajaran. Pentingnya penilaian dalam pembelajaran meningkat ketika dilihat sebagai proses mengubah perilaku peserta didik. Mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data untuk mengukur seberapa baik peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dikenal sebagai evaluasi.. Sistem penilaian yang baik dapat memberikan gambaran kualitas pembelajaran untuk membuatnya berbalik membantu guru mengembangkan strategi pembelajaran. (Khamdan, 2016). Penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Pengertian pengukuran kegiatan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif. Sementara itu, definisi


101 penilaian belajar dan pembelajaran adalah prosedur untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran melalui kegiatan penilaian atau pengukuran (Islam et al., 2022). Evaluasi merupakan proses penilaian pertumbuhan peserta didik dalam proses belajar mengajar (Ina mangdalena, 2020). Evaluasi berhubungan dengan pemberian nilai atau arti, berdasarkan hasil pertimbangan evaluasi apakah sesuatu itu mempunyai nilai atau tidak (Suardipa & Primayana, 2020). Dari beberapa pengertian tentang evaluasi di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah salah satu komponen dari sistem pendidikan yang dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat mengukur keberhasilan yang dicapai dalam proses pembelajaran. B. FUNGSI DAN TUJUAN EVALUASI PEMBELAJARAN Tujuan penilaian dan evaluasi adalah untuk menentukan apakah peserta didik telah memenuhi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) atau tidak. SKL adalah klasifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Riadi, 2017). SKL digunakan sebagai standar untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Tidak jarang, setiap satuan pendidikan pada waktu tertentu dalam satu periode waktu akan diadakan evaluasi. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk secara konsisten menilai hasil belajar peserta didik selama satu periode waktu (Izza et al., 2020). Mengenai Fungsi Evaluasi Pembelajaran SKI ini dapat dibedakan sesuai dengan subjeknya, yaitu guru dan peserta didik : 1. Fungsi Evaluasi Pembelajaran bagi guru adalah memperbaiki proses pembelajaran berikutnya dengan berpijak pada temuan baik berupa kelemahan atau kekuatan proses kegiatan


102 pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 2. Fungsi Evaluasi Pembelajaran bagi peserta didik yaitu menggambarkan tingkat pencapaian hasil. Evaluasi sudah lama ada di kehidupan, terutama di bidang pendidikan. Tujuan evaluasi pendidikan dijelaskan dan menunjukkan bahwa kegiatan dilakukan dengan sengaja dan bertujuan. Guru melakukan kegiatan evaluasi dengan hati-hati untuk mendapatkan kepastian tentang keberhasilan belajar peserta didik dan memberikan masukan kepada guru tentang strategi pembelajarannya. Dengan kata lain, tujuan evaluasi guru adalah untuk mengetahui apakah peserta didik telah mempelajari materi pelajaran atau tidak. Mereka juga ingin mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan harapan atau tidak (L, 2019) Tujuan evaluasi pendidikan terbagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. 1. Tujuan umum dari evaluasi pendidikan adalah untuk mendapatkan data bukti yang akan menunjukkan seberapa baik kemampuan dan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan kurikuler. 2. Tujuan khusus dari evaluasi pendidikan adalah untuk mendorong peserta didik untuk menemukan dan mengevaluasi metode pendidik dan tingkat efektifitas mengajar. C. PRINSIP EVALUASI PEMBELAJARAN Terdapat beberapa prinsip-prinsip yang harus dimiliki dalam evaluasi pembelajaran agar penilaian pendidikan dapat tercapai


103 sasarannya dalam pengevaluasian pada pola tingkah laku yang dimaksudkan, diantaranya ialah: 1. Pelaksanaan secara kontiniu Evaluasi harus dilakukan secara konsisten, atau secara teratur, pada waktu tertentu. Untuk memastikan bahwa hasil evaluasi konsisten dan dapat diandalkan dengan mempertimbangkan tujuan dari pelaksanaannya, evaluasi ini dilakukan. Beberapa jenis evaluasi diantaranya: a. Evaluasi formatif. Evaluasi formatif merupakan penilaian yang dilaksanakan dalam proses pendidikan atau selama dalam perkembangan pendidikan tujuan evaluasi formatif ini ialah agar dapat dilaksanakan secara tepat dan cepat serta memperbaiki pelaksanaan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan. b. Evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif merupakan suatu evaluasi yang dilakukan di akhir pelaksanaan sebuah proses pendidikan nama lain dari evaluasi ini ialah evaluasi produktif. c. Evaluasi diagnostic. Penilaian secara diagnostik ini merupakan penilaian untuk melihat kendala-kendala peserta didik serta faktor penyebabnya. d. Evaluasi penempatan. Evaluasi dengan menggunakan penempatan berguna dalam menampilkan akan pengetahuan keterampilan peserta didik dalam sebuah program pembelajaran. 2. Pelaksanaan secara komprehensif Evaluasi yang dilaksanakan secara konservatif merupakan evaluasi yang nantinya mampu secara keseluruhan memahami akan aspek pola tingkah laku yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan. 3. Pelaksanaan secara objektif


104 Dalam pelaksanaan evaluasi secara objektif yaitu dalam proses penilaiannya haruslah menuju pada aspek yang nilainya tersebut sesuai dengan kenyataan atau yang sebenarnya. Dengan kata lain bahwa evaluasi pelaksanaan evaluasi secara objektif tersebut hanya memberikan penilaian pada objeknya yang satu interprestasi saja. 4. Alat pengukur evaluasi yang baik Dalam pelaksanaan evaluasi haruslah adanya alat pengukur atau instrumen untuk memperoleh informasi serta bahan yang dapat dipertanggungjawabkan atau pun memenuhi persyaratan diantaranya ialah validitas, reliabilitas dan daya pembeda. a. Validitas Dalam pengukuran evaluasi salah satunya haruslah failed yaitu ketelitian dalam pengukuran untuk memenuhi fungsinya adalah menggambarkan keadaan aspek tersebut dengan tepat. Dalam pengukuran ini terdapat dua problem yaitu: Problem kejituan atau ketepatan dan Problem ketelitian. b. Reliabilitas Dengan alat pengukur yang realibilitas maka mendapat suatu data yang konstanta. Dengan kata lain hasilnya akan tetap sama jika diukur oleh siapapun. c. Daya pembeda Alat pengukur yang bisa digunakan dalam evaluasi yaitu daya pembeda atau disebut dengan diskriminatif power yaitu butiran-butiran soal yang bisa membedakan keadaan aspek yang berbeda-beda. Dengan kata lain, dengan adanya daya pembeda tersebut harus mampu membedakan Tingkat kepandaian seorang anak (Mahyudin, 2022; Nuriyah, 2014).


105 LATIHAN Setelah membaca materi di atas, Anda bisa melakukan latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman materi! 1. Jelaskan kenapa evaluasi itu penting dalam proses belajar mengajar! 2. Jelaskan pengertian evaluasi pembelajaran! 3. Uraikan fungsi dari evaluasi pembelajaran! 4. Jelaskan tujuan dari evaluasi pembelajaran! 5. Uraikan prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran! RANGKUMAN Salah satu kompetensi yang wajib dilaksanakan yaitu mengevaluasi pembelajaran. Dengan evaluasi pula, guru dapat mengetahui seberapa jauh perkembangan atau kemajuan pendidikan guru. Salah satu tujuan diadakannya evaluasi yaitu cara untuk mengetahui seberapa persen tingkat keberhasilan yang dimiliki oleh setiap peserta didik dari sebuah proses pembelajaran yang dilakukan di awal hingga akhir. Selain mengetahui tujuan dari evaluasi pembelajaran, yang harus diketahui pula yaitu terkait prinsip-prinsip dari evaluasi pembelajaran diantaranya 1) pelaksanaan secara kontiniu,, 2) pelaksanaan secara komprehensif, 3) pelaksanaan secara objektif, dan 4) alat pengukur evaluasi yang baik,


106 TOPIK II SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM A.TEKNIK EVALUASI PEMBELAJARAN Ada beberapa teknik evaluasi pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah (Sawaluddin & Siddiq, 2020) sebagai berikut: 1. Teknik Tes Menurut Rukajat (Rukajat, 2018), kata "tes" berasal dari kata Perancis kuno "testum", yang berarti piring yang digunakan untuk menyisihkan logam berharga. Di sisi lain, kata Inggris "test" berarti ujian atau percobaan. Tes adalah metode untuk melakukan kegiatan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan sejumlah tugas atau item yang harus dilakukan atau dijawab oleh peserta didik. Hasil dari tugas dan jawaban ini menghasilkan nilai tentang perilaku peserta didik. Teknik ujian ini kemudian dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan seberapa efektif itu untuk mengukur peserta didik, yaitu: a. Placement Test Tes penempatan biasanya dilakukan sebagai pratest. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah peserta didik memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengikuti program belajar dan seberapa jauh mereka telah mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi


107 dasar) yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). b. Diagnostic Test Tes Diagnostik adalah tes digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan peserta didik sehingga berdasarkan kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. c. Tes Formatif Tes formatif dilakukan untuk melacak kemajuan peserta didik selama proses belajar, memberikan feedback (umpan balik) untuk penyempurnaan kurikulum, dan mengidentifikasi masalah yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan hasil belajar.. d. Tes Sumatif Tes sumatif digunakan untuk menentukan apakah peserta didik berhasil mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan atau tidak. Tes ini didasarkan pada tingkat hasil belajar peserta didik, yang digunakan sebagai angka rapor. Kemudian dilihat dari segi kegunaannya maka bentukbentuk tes diantaranya 1) tes benar salah, 2) multiple choice, 3) menjodohkan, 4) jawaban singkat, dan 5) melengkapi. 2. Teknik Non Tes Karena hasil pelajaran bervariasi, para ahli berpendapat bahwa metode tes dan nontes harus digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar. Tes dapat digunakan untuk mengukur hasil pelajaran, yang mencakup pengetahuan teoritis, keterampilan, dan sikap. Hanya metode non-tes, seperti observasi, wawancara, skala sikap, angket, check list,


108 dan rating scale, yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan dan perubahan sikap peserta didik. Ada beberapa teknik evaluasi nontes (Sawaluddin & Siddiq, 2020; Sudijono, 2011) diantaranya ialah: 1. Observasi, dimana observasi ialah suatu proses pengamatan dan pencatatan berbagai fenomena dalam situasi yang sebenarnya dan buatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam evaluasi pembelajaran, observasi dapat digunakan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik. Ini termasuk tingkah laku peserta didik saat guru Pendidikan Agama Islam menyampaikan materi di kelas, tingkah laku peserta didik saat istirahat atau istirahat pelajaran, saat berdiskusi, mengerjakan tugas, dan lain-lain. 2. Wawancara, salah satu jenis alat evaluasi yang tidak menggunakan tes dan dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab dengan peserta didik, baik langsung maupun tidak langsung. Wawancara langsung terjadi secara langsung antara pewawancara dan responden tanpa melalui perantara. Wawancara tidak langsung terjadi melalui media atau orang lain. 3. Attitude Scale, suatu kecenderungan tingkah laku untuk melakukan sesuatu dengan cara, metode, teknik, dan pola tertentu terhadap lingkungan sekitar, baik orang maupun objek. Guru harus mempertimbangkan aspek kognisi, afeksi, dan konasi saat mengukur sikap. Mereka juga harus memilih model skala sikap dengan menggunakan bilangan, frekuensi, huruf, kode bilangan, atau istilah kualitatif yang menunjukkan status atau kedudukan.


109 4. Chech list, suatu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan diamati. Daftar cek dapat memungkinkan guru sebagai penilai mencatat tiap-tiap kejadian yang betapapun kecilnya, tetapi dianggap penting. 5. Angket, alat untuk mengumpulkan dan mencatat pendapat, informasi, dan data dalam konteks spesifik. Angket dan wawancara sama, kecuali cara mereka digunakan. Angket dibuat secara tertulis, sementara wawancara dilakukan secara lisan.. B. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN EVALUASI Ada beberapa tahapan atau langkah-langkah dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran (Sudijono, 2011) yang dalam hal ini berkaitan dengan mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam, yaitu: 1. Perencanaan Evaluasi Ada enam langkah kegiatan menyusun dalam perencanaan evaluasi belajar yaitu: a. Menentukan tujuan dari pelaksanaan evaluasi. Sangat penting untuk menetapkan tujuan untuk evaluasi hasil belajar karena tanpa tujuan yang jelas, evaluasi akan berjalan tanpa arah dan dapat kehilangan arti dan fungsinya. b. Tetapkan komponen yang akan dievaluasi. Misalnya, tentukan apakah itu komponen kognitif, afektif, atau psikomotorik. Setelah memilih kompetensi dasar mana yang akan dievaluasi, guru membagi kompetensi tersebut ke dalam kategori kognitif, afektif, atau psikomotorik. c. Menentukan metode yang akan digunakan untuk melaksanakan evaluasi


110 d. Membuat instrumen untuk mengukur dan menilai hasil belajar peserta didik, seperti soal tes hasil belajar (untuk menilai hasil belajar melalui metode tes). daftar pemeriksaan (daftar pemeriksaan), skala penilaian, panduan wawancara (panduan wawancara), atau daftar angket. e. Menentukan standar, tolak ukur, atau kriteria yang akan digunakan untuk memberikan interpretasi data hasil evaluasi. Misalnya, apakah Penilaian Beracuan Patokan (PAP) atau Penilaian Beracuan Kelompok atau Norma (PAN) akan digunakan? f. Menentukan seberapa sering evaluasi hasil belajar itu sendiri akan dilakukan (kapan dan seberapa kali). 2. Pelaksanaan Evaluasi Adapun diantara yang perlu dipahami dalam pelaksanaan evaluasi pada pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah yaitu: a. Menghimpun data. Dalam evaluasi hasil belajar, kegiatan menghimpun data berarti melakukan pengukuran, seperti melakukan tes (apabila evaluasi hasil belajar menggunakan teknik tes), atau melakukan pengamatan, wawancara, atau angket dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti skala penilaian, check list, pedoman wawancara, atau survei (apabila evaluasi hasil belajar menggunakan teknik nontes). b. Melakukan verifikasi data. Sebelum diolah lebih lanjut, data harus disaring. Proses penyaringan ini disebut penelitian data atau verifikasi data, dan tujuannya adalah untuk membedakan data


111 yang "baik", yang dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang orang yang sedang kita evaluasi, dari data yang buruk, yang hanya akan memperburuk atau mengaburkan gambaran yang akan kita peroleh jika data itu juga diolah. 3. Pengelolaan Evaluasi Adapun diantara yang perlu dipahami dalam pengolahan evaluasi pada pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah yaitu: a. Mengolah dan menganalisis data Mengolah dan menganalisis hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang telah berhasil dihimpun dalam kegiatan evaluasi. Untuk keperluan itu maka data hasil evaluasi perlu disusun dan diatur demikian rupa sehingga “dapat berbicara”. Untuk pengolahan evaluasi ada dua jenis penilaian, yaitu: 1) Pengolahan penilaian untuk evaluasi mata pelajaran SKI secara keseluruhan baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yaitu dengan menggunakan standarisasi. Penilaian menggunakan standarisasi atau dinamakan KKM (kriteria ketuntasan minimal) standar nilai tersebut, dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentangan 0-100. Nilai KKM tersebut ditetapkan pada awal tahun pelajaran untuk setiap mata pelajaran dan dievaluasi ketercapaian pada setiap semester. 2) Pengolahan penilaian dalam rangka mengetahui hasil belajar yang berhubungan dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk pengolahan evaluasi ranah kognitif, dengan


112 menggunakan teknik tes ranah afektif dengan menggunakan teknik tes atau nontes (criteria), untuk penilaian afektif menggunakan kriteria atau patokan dengan prosentase yang skala nilaianya 0- 100, kemudian nilai-nilai angka tersebut ditransformasikan kedalam nilai huruf dengan kriteria tertentu mengacu kepada rancangan awal dalam penentuan nilai akhir; ranah psikomotor dengan menggunakan tes praktik. Setelah pengolahan selesai, kemudian dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar peserta didik. b. Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan dari data hasil evaluasi belajar. Pada dasarnya, interpretasi terhadap data hasil evaluasi belajar adalah menyampaikan makna yang terkandung dalam data yang telah diproses dan dianalisis. Pada akhirnya, berdasarkan interpretasi terhadap data hasil evaluasi belajar, dapat dibuat kesimpulan tertentu. Sudah barang tentu, kesimpulan evaluasi harus mengacu pada tujuan evaluasi itu sendiri. Untuk menghindari overstatement atau understatement, langkah ini melibatkan verbalisasi atau pemberian makna kepada data yang telah diolah. Lambangnya untuk penilaian dibuat dengan kriteria dan ditafsirkan (Rasam et al., 2019). LATIHAN Setelah membaca materi di atas, Anda bisa melakukan latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman materi! 1. Jelaskan perbedaan teknik tes dan non tes dalam evaluasi pembelajaran!


113 2. Uraikan bentuk tes jika di lihat dari kegunaannya untuk mengukur peserta didik! 3. Sebutkan dan jelaskan beberapa teknik non tes evaluasi pembelajaran! 4. Sebutkan langkah perencanaan evaluasi pembelajaran! 5. Sebutkan Langkah pelaksanaan evaluasi pembelajaran! RANGKUMAN Proses evaluasi atau penilaian pembelajaran adalah upaya guru untuk mengevaluasi proses utama yang terjadi di kelas serta pengetahuan yang dipelajari peserta didik. Tes, objektif, dan non-tes adalah beberapa metode untuk menilai hasil belajar. Proses dan rencana yang diperlukan untuk menerapkan evaluasi pembelajaran jelas diperlukan. Proses-proses ini termasuk menyusun rencana evaluasi hasil belajar, menghimpun data, melakukan verifikasi, mengolah dan menganalisis data, memberikan interpretasi, dan menarik kesimpulan, sebelum mengakhiri evaluasi.


114 TES FORMATIF 5 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Evaluation sendiri berasal dari akar kata "value" yang berarti. . . A. Nilai B. Penilaian C. Tes D. Pengukuran 2. Fungsi evaluasi diantaranya ialah , kecuali.... A. Menunjukkan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran yang diterapkan B. Data untuk perbaikan selanjutnya C. Menunjukkan keberhasilan belajar peserta didik D. Pelengkap dokumen saja 3. Penilaian yang dilaksanakan dalam proses pendidikan atau selama dalam perkembangan pendidikan, disebut evaluasi.... A. Normatif B. Tes dan non tes C. Sumatif D. Formatif 4. Suatu evaluasi yang dilakukan di akhir pelaksanaan sebuah proses pendidikan, disebut evaluasi.... A. Normatif B. Tes dan non tes C. Sumatif D. Formatif 5. Pelaksanaan evaluasi tersebut dilakukan secara terus-menerus pada masa-masa tertentu, disebut....


115 A. Objektif B. Komprehensif C. Kontiniu D. Prosedural 6. Proses penilaian haruslah menuju pada aspek yang nilainya tersebut sesuai dengan kenyataan atau yang sebenarnya, merupakan prinsip.... A. Objektif B. Komprehensif C. Kontiniu D. Prosedural 7. Alat pengukur evaluasi yang baik ditandai dengan beberapa hal di bawah ini kecuali.... A. Konsisten B. Validitas C. Reliabilitas D. Adanya daya pembeda 8. tes digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan peserta didik sehingga berdasarkan kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat, disebut... A. Placement test B. Diagnostic test C. Tes formatif D. Tes Sumatif 9. Bentuk non tes yang proses nya berupa pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif dan rasional mengenai suatu fenomena di sebut....


116 A. Angket B. Wawancara C. Check list D. Observasi 10. Alat untuk mengumpulkan dan mencatat data atau informasi, pendapat, dan paham dalam hubungan kausal, ialah alat evaluasi berupa... A. Angket B. Wawancara C. Check list D. Observasi Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 5 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Topik 1 dan 2. Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali. 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang. Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan BAB selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi BAB ini, terutama bagian yang belum dikuasai.


117 GLOSARIUM Kuantitatif : sekumpulan informasi yang bisa diukur, dihitung, dan dibandingkan pada skala numerik. Kualitatif : informasi yang berbentuk deskriptif dan tidak bisa diukur dengan angkass Sistematis : teratur menurut sistem; memakai sistem; dengan cara yang diatur baik-baik Efektifitas : suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target berupa kualitas, kuantitas, dan waktu telah tercapai Kurikuler : kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah bagi para peserta didik. Instrument : sarana penelitian (berupa seperangkat tes dan sebagainya) untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan. Konstanta : tetap tidak berubah; terus-menerus, data yang dihasilkan sama walaupun di uji oleh siapapun


118 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. (2017). PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN YANG MENGAKTIFKAN PESERTA DIDIK. EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 45–62. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/edureligia/article/view/ 45 Abdullah, U. M. K. (2019). Efektifitas Strategi Pembelajaran Analisis Nilai Terhadap Pengembangan Karakter Peserta didik pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(1), 51. https://doi.org/10.36667/jppi.v7i1.355 Achruh, A. (2019). Komponen Dan Model Pengembangan Kurikulum. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 8(1). Ahmadi, B. (2020). Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IV. Direktorat KSKK Madrasah. Aisyah, S., Arisanti, K., & Yaqin, F. A. (2023). Adaptasi dan Inovasi Madrasah Ibtidaiyah Dalam Menyambut Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(1), 386–393. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i1.4583 Akhmadi, A. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 11(1), 33–44. https://doi.org/https://doi.org/10.36052/andragogi.v11i1.310 Alhafidzh, M. F. (2020). Analisis Materi Sejarah Kebudayaan Islam Pada Buku Teks Peserta didik Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Kurikulum 2013. : : Jurnal Pendidikan Dan Dakwah, 2(2), 240–254. Aslan, & Suhari. (2018). Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (Issue 1). CV. Razka Pustaka. Awalludin, Subadiyono, N. (2019). PENGEMBANGAN BUKU TEKS SINTAKSIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS


119 BATURAJA. 6(1). Ayuhana, M. M. (2015). Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Di Indonesia (Analisis Tujuan dan Materi Ajar Kurikulum 1994, 2004, 2006, 2013). Jurnal Tarbawi, 12(2), 171. Azhar, A. (2014). Media Pembelajaran. Rajawali Press. Bakri, S. (2022). Sejarah Kebudayaan Islam. EFUDEPRESS. Bariyah, E. M., Hidayatullah, I., & Jaenudin, E. (2022). Efektifitas Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Jurnal Jendela Pendidikan, 2(02), 284–294. https://doi.org/10.57008/jjp.v2i02.163 Depdikbud. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Desniwati, Rasyid, A., & Syaflin, H. (2022). Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran al Qur’an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Kota Padang. PeTeKa (Jurnal Tindakan Kelas Dan Pengembangan Pembelajaran), 5, 90–99. Diana, E., & Rofiki, M. (2020). Analisis Metode Pembelajaran Efektif Di Era New Normal. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 3(2), 336–342. https://doi.org/10.31004/jrpp.v3i2.1356 Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2019). Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Kementerian Agama Republik Indonesia. KMA No 184 Tahun 2019 Tentang Pedoman Implement, Kementerian Agama Republik Indonesia (2019). https://www.ayomadrasah.id/2019/08/kma-184-tahun-2019- implementasi-kurikulum.html Effendi, M. (2016). Integrasi Pembelajaran Active Learning dan Internet-Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan


120 Kreativitas Belajar. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 283– 309. https://doi.org/10.21580/nw.2013.7.2.563 Erina, S. (2022). Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta didik dengan Menggunakan Pendekatan CTL pada Peserta didik Kelas III Sekolah Dasar. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(2), 2012–2022. https://doi.org/10.31004/EDUKATIF.V4I2.2044 Fahrudiin, I. (2020). Analisis Buku Ajar Sejarah Kebudayaan Islam Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan. At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam, 5(2). https://doi.org/10.22515/attarbawi.v4i2.1927 Fardani, D. N. (2021). the Application of Strategies Cooperative Learning (Cl) To the History of Islamic Culture in the Formation of Students’ Learning Character At Madrasah Tsanawiyah Negeri Surakarta 1. Journal of Contemporary Islamic Education, 1(1), 10–20. https://doi.org/10.25217/cie.v1i1.1383 Fathiha, N., & Achadi, M. W. (2023). Analisis Kesiapan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran SKI di MIN 4 Ponorogo. Journal Islamic Pedagogia, 3(1), 54–63. https://doi.org/10.31943/PEDAGOGIA.V3I1.89 Festiawan, R. (2020). Belajar dan pendekatan pembelajaran. Jurnal K, 1–17. Firmansyah, A. (2022). Kecenderungan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Student Centre Learning dan Teacher Centre Learning dalam Pembelajaran. Jurnal Guru Indonesia, 2(1), 33– 39. https://doi.org/10.51817/jgi.v2i1.229 Hakim, S. L. (2020). Sejarah Kebudayaan Islam MI Kelas III. Direktorat KSKK Madrasah. Harosid, H. (2018). Curriculum 2017 revised 2013 (in Bahasa). Tersedia Di Https://Scribd. Com. Diakses Pada Tanggal, 5. Hasibuan. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.


121 Hasmar, A. H. (2020). PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 10(1), 15–33. https://doi.org/10.22373/jm.v10i1.6789 Herlina, L. (2018). Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta didik melalui Pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram Nusa Tenggara Barat. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam, 10(2), 237–254. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v10i2.217 Hidayat, F. (2020). Pengembangan Kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam; Pendekatan Total History: Urgensi, Relevansi, dan Aktualisasi. CV Jejak. Hidayat, S., & Rahim, A. (2023). Analisis Kesesuaian Isi Buku Teks Sejarah Kebudayaan Islam Kelas Iv Madrasah Ibtidaiyah Terbitan Erlangga Dengan Silabus Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1). Huwaida, J., & Jannah, P. M. (2022). Analisis Penerapan Strategi Inkuiri dalam Pelajaran Sejarah Islam Kelas 4 KMI. Al-Aulia: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 8(2), 78–89. https://doi.org/10.46963/AULIA.V8I2.654 Hyun, C. C., Wijayanti, L. M., Asbari, M., Purwanto, A., Santoso, P. B., Igak, W., Bernarto, I., & Pramono, R. (2020). Implementation of contextual teaching and learning (CTL) to improve the concept and practice of love for faith-learning integration. International Journal of Control and Automation, 13(1), 365–383. Keputusan Direktorat Jenderel Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2022, Pub. L. No. 3211, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (2022). Islam, U., Sumatera, N., Medan, U., Estate, M., & Hadith, A. (2022). Zulkipli Nasution. V(1), 129–143.


122 Ismail, F. (2017). Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VIIXIII M). IRCiSoD. Izza, A. Z., Falah, M., & Susilawati, S. (2020). Studi literatur: problematika evaluasi pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan di era merdeka belajar. Konferensi Ilmiah Pendidikan Universitas Pekalongan 2020, 10–15. Jailani, M., Widodo, H., & Fatimah, S. (2021). Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam. Al-Idarah : Jurnal Kependidikan Islam, 11(1), 142–155. http://www.ejournal.radenintan.ac.id/index.php/idaroh/articl e/view/8886 Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah. Jakarta, Implementasi Kurikulum Merdeka, 60. Khamdan. (2016). Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Al Qur’an Hadits Di Mi Muhammadiyah Arenan Kaligondang Purbalingga. Iain Purwekerto, 86. Koentjaningrat. (1976). Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan. Gramedia. L, I. (2019). EVALUASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. ADAARA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 920–935. Lubis, D. M. R., Manik, E., Mardianto, & Anas, N. (2021). Strategi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Islamic Education, 1(2), 68–73. https://doi.org/10.57251/ie.v1i2.72 Mahyudin, H. . (2022). Evaluasi Program Pembelajaran Al- Qur ’ an Metode Qiraati Di Madrasah Ibtidaiyah Nurul. 4(2), 235–246. Mariatul Hikmah. (2022). Eksistensi Madrasah Dalam Perspektif Sejarah Pendidikan Di Indonesia. Al-Ihda’ : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 15(2), 519–525.


123 https://doi.org/10.55558/alihda.v15i2.42 Maryani, E., & Fatmawati, L. (2018). Pendekatan Scientific dalam Pembelajran di Sekolah Dasar (Teori dan Praktik). Deepublish. Maulani, M., Maison, Kurniawan, D. A., & Jumiarti, H. (2021). Identifikasi Kemampuan Analisis Peserta didik dengan Menerapkan Model Pembelajaran Berpusat pada Guru (Teacher Center Learning) pada Mata Pelajaran Fisika di SMA N 1 Lubuk Sikaping. 1 St E-Proceeding SENRIABDI 2021, 53(2), 143–150. Muammar. (2020). Sejarah Kebudayaan Islam Kelas V. Direktorat KSKK Madrasah. Muhammad. (2020). Pembelajaran SKI di Madrasah: Kiat Praktis Desain Instruksional. Sanabil. Mujahida, M., & Rus’an, R. (2019). ANALISIS PERBANDINGAN TEACHER CENTERED DAN LEARNER CENTERED. Scolae: Journal of Pedagogy, 2(2), 323–331. https://doi.org/10.56488/SCOLAE.V2I2.74 Nasution, S. (2013). Sejarah Peradaban Islam. In Yayasan Pusaka Riau. Ningsih, R., Halim, S., Hanafi, A. H., & Dahlan, D. (2022). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI PENDAHULUAN Model pembelajaran mengacu pada lingkungan yang diciptakan pendidik untuk belajar . Model pembelajaran adalah pendekatan komprehensif dan meluas . 191–202. Nurcholiq, M. (2019). DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH ALIYAH UNGGULAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 208–222. https://doi.org/10.32478/piwulang.v1i2.247 Nuriyah, N. (2014). Evaluasi Pembelajaran: Sebuah Kajian Teori. Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Ekonomi, 3(1), 73–86. Nurulhaq, D., & Supriastuti, T. (2020). Manajemen Pembelajaran


124 Sejarah Kebudayaan Islam (Konsep dan Strategi dalam Meningkatkan Akhlak Peserta Didik). Cendikia Press. Permana, F., & Pramono, H. (2021). Penerapan Strategi Active Learning Tipe Everyone is A Teacher Here untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Peserta didik pada Materi Masalah Lingkungan. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Sains (JPFS), 4(1), 24–31. https://doi.org/10.52188/jpfs.v4i1.147 Permendikbud. (2016). Permendikbud Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016. 53(9), 1689–1699. Pusat Kurikulum, B. D. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Depdiknas. Rani, H. (2020). Impelementasi Model Pembelajaran Inquiry dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta didik pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Palopo. Jurnal Konsepsi, 9(2), 82–90. https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/43 Rasam, F., Sari, A. I. C., & Karlina, E. (2019). Peran Kompetensi Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMA Jakarta Selatan. 6(1), 41–52. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30998/rdje.v6i1.4371 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, 69 (2008). Rohman, M., Lessy, Z., & Faizah, N. (2022). Problematika Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum KMA 183 Tahun 2019 Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 9(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24042/terampil.v9i2.14016 Rozaki, C., Rofiq, M. H., Anas, M., & Arif, M. (2019). Strategi Pembelajaran Active Learning untuk Mengembangkan Kreativitas Peserta didik pada Mata Pelajaran Sejarah


125 Kebudayaan Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2), 143–157. https://doi.org/10.54069/ATTAQWA.V15I2.70 Rukajat, A. (2018). Teknik Evaluasi Pembelajaran. Deepublish. Sa’diyah, H. (2022). METODE PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS AL-QUR’AN PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADITS DI MTS NEGERI 17 JAKARTA. 1–23. Sabarudin, S. (2018). Materi Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Jurnal An-Nur: Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan, 04(01), 1–18. Sandria, A., Asy’ari, H., Fatimah, F. S., Kunci, K., Karakter, P., Berpusat Pada Peserta didik, P., & Religius, K. (2022). Pembentukan Karakter Religius Melalui Pembelajaran Berpusat pada Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri. AtTadzkir: Islamic Education Journal, 1(1), 63–75. https://doi.org/10.59373/ATTADZKIR.V1I1.9 Saputri, W., Priyambodo, P., Winarto, W., & Jayawardana, H. B. A. (2022). Penguatan Fungsi dan Peran Sekolah: Solusi Pembelajaran Sains bagi Generasi Y dan Z di Era 4.0. BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 5(1), 54–68. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v5i1.3388 Sawaluddin, & Siddiq, M. (2020). Langkah-langkah dan teknik evaluasi hasil belajar pendidikan agama islam. Jurnal PTK Dan Pendidikan, 6(1). https://doi.org/10.18592/ptk.v6i1.3793 Jurnal Selvianiresa, D., & Prabawanto, S. (2017). Contextual Teaching and Learning Approach of Mathematics in Primary Schools. Journal of Physics: Conference Series, 895(1). https://doi.org/10.1088/1742- 6596/895/1/012171 Setyo, A. A., Fathurahman, M., & Anwar, Z. (2020). Strategi Pembelajaran Problem Based Learning. Yayasan Barcode. Sopian. (2022). PEMBELAJARAN QUR’AN HADITS MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING. 12, 139–158.


126 Suardipa, I. P., & Primayana, K. H. (2020). Peran desain evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Widyacarya, 4(2), 88–100. Suarga, S. (2019). Hakikat, Tujuan Dan Fungsi Evaluasi Dalam Pengembangan Pembelajaran. Inspiratif Pendidikan, 8(1), 327– 338. https://doi.org/10.24252/ip.v8i1.7844 Sudijono, A. (2011). Pengantar Evaluasi Pendidikan. PT Raja Grafindo Persada. Syauqillah, M., Ma, S., & Hikam, A. (2022). AJMIE , Vol. 3, No. 1, 2022 15. 3(1), 15–25. Tabrani, A., Sutiyono, A., Khunaifi, A., & Istiyani, D. (2023). Modul Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Ummatin, K. (2015). Sejarah Islam dan Budaya Lokal Kearifan dan Akomodasi Islam atas Tradisi Masyarakat. Kalimedia. Zulhadi. (2019). Model Pembelajaran Inquiry Pada Mata Pelajaran Ski Di Kelas X Ma. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 2(1), 8–14. https://journal.ummat.ac.id/index.php/pendekar/article/view/ 2878 Zulkifli. (2011). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Zafana Publishing.


Click to View FlipBook Version