KUMPULAN CERITA TIM AKTIF & MANTAN TIM CHOICE DISTRIK MANADO 12
Aku ditahbiskan menjadi Imam tahun 1995. Seharusnya aku ditahbiskan tahun 1994 bersama dengan teman-teman seangkatan, namun karena aku merasa kurang percaya diri dalam pastoral. Apalagi selama pembinaan di Seminari Tinggi, aku lebih banyak dipercayakan untuk hal-hal teknis dan bukan pada hal-hal rohani, liturgis dan pastoral. Aku sampai dipanggil dengan nama “Obeng” oleh teman-teman seangkatan. Itu karena obeng adalah senjata andalanku untuk memperbaiki peralatan yang rusak, khususnya instalasi listrik. Ketika ditahbiskan aku ingin memperdalam bidang kerohanian dan pastoral, khususnya kaum muda. Pada waktu masih frater aku pernah melamar ingin ikut WE Choice tapi belum diijinkan. Syukur kepada Tuhan, setahun kemudian aku bisa ikut WE Choice angkatan ke-5 dan selanjutnya menjadi Tim Presenter. Sejak itulah aku mengalami suatu transformasi yang sangat dalam dan berarti mengenai pastoral yang pada prinsipnya adalah membangun relasi. Aku sungguh menemukan inti terdalam dari pastoral dan pelayanan imamat: menjadi bagian hidup dari umat Allah yang Tuhan percayakan padaku. Bukan pertanyaan ‘siapakah aku’ yang penting, tapi pertanyaan yang paling penting adalah ‘menjadi bagian hidup siapakah aku ini?’ Semua rasa tidak percaya diri karena mengharapkan peneguhan dan pengakuan, tidak lagi menjadi masalah karena memberi diri dan membawa arti bagi orang lain, menjadikan semua kategori umat adalah bagian hidupku itulah yang menjadi kekuatan dan motivasi serta memberi makna yang mendalam dalam pelayananku. Sungguh benarlah motto Choice ini: Terindah dalam hidupku, mengenal, mencintai dan melayaniku. Aku sungguh merasakan bahwa kedalaman penghayatan mengenai relasi dalam Choice sangat memperkaya hidup imamatku, khususnya ketika mendalami makna Firman Tuhan yang menjadi begitu indah dan dalam ketika dilihat dalam terang relasi dan belonging. Kasih Bapa yang tak terhingga seperti yang diceritakan Yesus dalam perumpamaan mengenai anak yang hilang sungguh sangat bermakna ketika direnungkan dari perspektif Allah yang ingin menjadi bagian hidup anak-anakNya. Penghayatan Sakramen-sakramen gereja dan pemaknaannya menjadi sangat indah dan menyentuh bila dihayati dari sudut belonging Allah yang menjadi manusia dalam Yesus. Lebih khusus Sakramen Ekaristi dan Sakramen Rekonsiliasi. Betapa intim dan dalam relasi kita dengan Allah Tritunggal dan rekonsiliasi dalam sakramen tobat menjadi pemulihan relasi yang terputus. Demikian juga dengan renungan-renungan yang aku bawakan di mana saja dan kapan saja, menjadi hidup dan konkrit karena pengenalan ribuan pengalaman anak muda dan pasutri yang disharingkan dalam WE Choice. Syukur dan terimakasih kepada Tuhan yang telah menganugerahkanku pengalaman WE Choice. Terimdah dalam hidupku, mengenal, mencintai dan melayaniMu dan semua umat yang Tuhan percayalan kepadaku. Pengalaman Terindah Saat Melayani WE Choice Sebagai imam dengan segala tugas dan tanggungjawab, masuk dalam WE Choice sebagai team, sejujurnya kuakui sangatlah melelahkan. Bukan karena aktivitas fisiknya akan tetapi karena harus sepenuh hati terlibat dalam pergumulan setiap peserta dan juga sesama anggota team. Aku harus mendengarkan dengan seksama dan ikut menggali berbagai pergumulan hidup dalam relasi, termasuk juga menggali pengalaman luka batin baik peserta maupun diri sendiri. Begitu berat seringkali menahan air mata ketika peserta WE Choice mengungkapkan kisah luka sedihnya yang mereka alami. Namun betapa bahagianya ketika dari sesi ke sesi terjadi suatu pemahaman baru arti terdalam dari relasi. Betapa hati terharu, ketika tumbuh kesadaran baru betapa orang-orang yang kelihatannya tidak peduli, menolak, melukai, menjauh, sejatinya adalah orang-orang yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Betapa tak terkirakan sukacita menyaksikan para Choicers mengalami hidup baru sesudah memaknai semua pengalaman cinta Allah yang tak terselami melalui suka duka kehidupan bersama anggota keluarga dan komunitas. Betapa aku sangat bersyukur, pengalaman tawa dan tangisku, jatuh bangunku, hadirku, hidupku, telah membawa arti bagi orang lain, khususnya bagi para Choicers. Semua peristiwa dalam hidup, Tuhan ijinkan terjadi untuk selalu direnungkan dalam terang penyelenggaraan Ilahi dan menjadi penuh makna ketika kita menyadari, ada Tuhan yang tetap setia menemani kita, melalui Papa Mama, kakak adik, pasangan hidup, sahabat kenalan bahkan siapa saja yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita. Ternyata hidup ini begitu indah ketika aku menjadi alat Tuhan untuk mengingatkan begitu banyak orang akan kasih setia Tuhan, cintaNya yang tak terhingga, yang banyak kali terselubung dalam cerita duka dan luka. Saat airmata sedih berganti airmata bahagia, maka tak ada yang lebih indah dalam hidup ini ketika kita akhirnya mampu bersyukur kepada Tuhan atas kejadianku yang dahsyat dan ajaib, dan atas semua orang yang Tuhan hadirkan menjadi bagian dalam hidupku. Aku sungguh aku dicintai, aku diberkati dan kini aku dengan berani menetapkan pilihan (Choice) hidupku untuk mengenal, mencintai dan melayaniMu, sebab Engkau adalah bagian dari hidupku. Sesudah kelelahan yang luar biasa, aku pulang dengan penuh kedamaian dan sukacita, dengan komitmen baru untuk terus belonging.“Terimakasih Tuhan untuk pengalaman WE Choice yang tak henti aku syukuri.” Kumpulan Cerita Tim Aktif & Mantan Tim Choice Distrik Manado Romo Revi Tanod, Pr, Tim Priest Aktif Distrik Manado
Pas. Henny – (+Nico) mantan Tim Pasutri Distrik Manado periode : 1994 – 2019 Tante Henny saat ini tinggal di Manado Pasca mengikuti WE Choice, relasi dengan anak-anakku semakin baik. Kami belajar banyak terutama bagaimana kami menyikapi masalah-masalah yang menghampiri kami sebagai pasangan, orangtua, dan individu khususnya di dalam internal keluarga maupun sebagai umat dan masyarakat umumnya. Kadang-kadang relasi kami berdua sebagai orangtua mengalami ketegangan dan salah paham. Tetapi, nilai-nilai Choice selalu muncul kembali sehingga ada pengampunan dan kembali berdamai. Ketika 31 Mei 2019, pasanganku Nico Wondal pergi untuk selamanya, karena sakit, aku merasa sangat kehilangan, aku tidak bisa lagi memberikan WE Choice, tetapi aku selalu datang setiap kali Misa Penutupan WE Choice. Aku merasa bangga serta turut bahagia melihat para peserta WE Choiceyang baru selesai mengikuti WE Choice. Anak-anak dan cucuku juga ikut WE Choice, mereka mengatakan baru pertama kali bertemu dengan teman-teman di Choice, namun rasanya kami seperti saudara yang sudah lama saling mengenal. Pada tahun 2019, setelah kepergian suamiku Nico, aku diminta Kordis Manado menjadi Coacher yang mendampingi para calon Tim. Aku menggali pengalaman mereka dan membantu mereka untuk menulis pengalamannya untuk dijadikan presentasi dan dibacakan dalam WE Choice, sehingga sampai saat ini saya merasa masih dibutuhkan dan teristimewa tetap menjadi bagian dari Gerakan Choice. The Greatest Thing In All My Life Is To Knowing, Loving, And Serving You. Sekapur sirih, kami berdua, Henico (Henny Nico Wondal) mengikuti WE Choice sebagai angkatan pertama di Keuskupan Manado,tanggal 2-4 September 1993 yang bertempat di Wisma Lorenzo Lotta, Pineleng. WE Choice Perdana Keuskupan Manado ini diberikan oleh Tim dari Jakarta : Alm. Romo Ignatius Susilosoewarna, MSC, Sr. Joanni FSGM, Pasutri Betty-Kiat dan Pasutri Lia-Ivo Sumampow. Tim Youth; Eleine Magdalena dan Tri Harianto (Surabaya). Ditahun berikutnya, 1994-2019 menjadi debut kami berdua sebagai Tim Choice sekaligus juga menjadi Kordis I Keuskupan Manado. Bagiku, arti Choice tersirat dalam nilai sense of belonging. Sebelumnya aku berpikir, hanya anak-anak kecil yang perlu dipeluk dan dibelai. Tetapi, nilai-nilai Choice menyadarkan aku bahwa anak-anak yang mulai remaja dan dewasa juga membutuhkan hal yang sama. Bahkan lebih dari itu, butuh didengarkan dan dimengerti. Sense of belonging bukan hanya menjadi jargon di atas kertas semata. Nilai ini yang adalah buah, yang harus diadopsi dan senantiasa dihidupi. Turut merasakan apa yang mereka rasakan tetapi lebih dari itu terlibat dalam kehidupan mereka.
Teringat pertama kali mengalami bentuk rekoleksi yang lain daripada yang lain, penuh dengan surprise. Teringat prosesnya, mulai ketika dijemput, disapa, dikenalkan dengan yang lain dalam suasana yang berbeda, penuh dengan kekeluargaan, keramahan dan keceriaan. Dan yang menjemput kami bukan hanya Panitia, tapi para Choicers senior lainnya. Lebih heboh lagi ketika WE Choice selesai, setiap tempat tidur sudah dipenuhi kartu ucapan selamat dan semua Choicers berbaris menyambut kami. Teringat presentasi saat WE Choice, yang judulnya setiap sessi, sangat baru bagiku. Ada sessi yang bikin tersenyum, tapi ada juga sessi yang bikin hati tersentuh. Ada juga sessi yang seperti menyetil hatikuku. Teringat presentasi yang selalu harus terdiri dari seorang Imam, seorang Suster, sepasang suami istri, seorang kaum muda putri, dan seorang kaum muda putra. Ternyata itu merupakan perwakilan unsur gereja. Teringat presentasi yang sungguh berani, berbicara hal-hal yang sangat pribadi, terutama berbicara perasaan terdalam seseorang yang waktu itu, aku pikir hal yang seharusnya disimpan sendiri dalam hati. Teringat setiap ada sharing kelompok, selalu didampingi oleh sepasang suami istri, kalaupun ada suster atau youth, selalu berpasanga. Terasa berbeda, seakan semua pengalaman dan refleksi tidak dialami sendirian, tapi terasa begitu banyak tangan yang menopang. eringat berbagai macam pengalaman, berbagai macam cerita, berbagai macam rasa sakit, dan berbagai macam kekurangan. Inilah bagian terpenting yang diberikan WE Choice dalam diriku Aku mengalami proses dan menghantar aku merubah cara memandang berbagai persoalan hidup. Inilah yang merubah cara aku bereaksi terhadap segala yang dianggap menjadi ‘’kekurangan’’, baik kekurangan diriku tapi terutama kekurangan orang orang yang aku cintai. Aku mulai belajar melihat persoalan bukan hanya dari apa yang aku yakini benar, tapi juga belajar melihat dari cara pandang orang lain, hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya. Bagian ini yang mengenalkan aku akan ungkapan ‘’Bagaimana Perasaan Saya’’. Suatu cara untuk menerima kekurangan dan penolakan sekaligus membuka diri mengungkapkan hal hal yang mengungkung aku dalam rasa sakit dan terabaikan. Teringat bahwa sesudah WE Choice, ternyata aku bukan serta merta menjadi orang baik, aku masih sering bergumul dengan segala persoalan hidup yang sama, dan aku masih sering kalah dengan perasaan dan sakit hati yang membuat aku kadang merasa gagal dan merasa jauh dari Tuhan. Teringat sesudah WE Choice, aku memasuki masa masa terindah dengan ‘’Choice’’ku. Aku termasuk dalam panitia WE Choice selanjutnya. Aku sudah sering menjadi anggota panitia, tapi Panitia WE Choice sangat berbeda. Walaupun angkatan kami yang bertanggung jawab tapi seluruh Angkatan dari Angkatan 1-8 sebelum kami juga terlibat. Suatu kesatuan yang dialami seperti ketika melihat setiap sesi presentasi yang terdiri dari 6 orang sebagai lambang kesatuan Gereja. Jatuh bangun dalam persiapan WE Choice, yang paling dikenang adalah yang paling lucu. Satu kelucuan yang paling heboh adalah ketika WE Choice bertepatan dengan April Mob. Nancy Maweikere mantan Tim Youth Distrik Manado periode : 1991 – 2003 saat ini tinggal di Tomohon Bagaimana semua panitia mengatur skenario jam 2 pagi, berteriak-teriak ada kebakaran di Seminari yang lokasinya tidak jauh, dan Om John yang lompatlompat tempat tidur untuk menciptakan kegaduhan karena Romo yang waktu itu bertanggung jawab atas Seminari, masih tidur lelap. Ketika Romo bangun tergopoh gopoh ke mobil ada suara menggema: April Mob… Dan besoknya, peserta yang balas ke Panitia: Berantem di ruang makan. Duh, betapa panitia dan Tim Presenter WE Choice panik, langsung merasa gagal. Tapi, sebelum masuk ke ruang presentasi, ada yang berteriak: April Mob… Alhasil, rapat evaluasi malam itu menghasilkan keputusan penting: Tidak ada WE Choicedi Distrik Manado bertepatan tgl 1 April. Teringat sesudah beberapa kali jadi Panitia WE, aku diajak mulai membuat coretan untuk presentasi. Perjuangan juga….kepanjangan, terlalu pendek, terlalu BAPER, kurang sisi pengalamannya, dan terutama sisi Pastoralnya. Bahkan ketika latihan membaca presentasi, masih mendapat koreksi: jangan cengeng! Ya, walaupun dalam WE Choice sering kita melihat air mata, tapi air mata bukan untuk drama BAPER. Tanpa airmata pun suatu presentasi bisa membawa refleksi dan pesan Tuhan yang menyentuh. Teringat selama proses WE Choice, aku hadir sebagai Tim Presenter, berada di depan orang-orang yang tidak aku kenal dan membagikan perasaan terdalam diriku. Tapi yang paling berkesan adalah ketika aku mendampingi sharing kelompok dari setiap sesi, begitu banyak pengalaman yang dibagikan, pelajaran yang aku dapatkan adalah : Jadilah pendengar yang setia, karena kadang yang dibutuhkan hanyalah didengarkan. Akhirnya, walaupun membutuhkan proses yang panjang aku memiliki kesimpulan: Untuk mengenal, untuk mencintai, untuk melayani Tuhan tidak cukup pengetahuan, kemampuan dan pemberian diri, tapi hati dan niat tulus untuk Tuhan yang aku butuhkan.
KUMPULAN CERITA TIM AKTIF & MANTAN TIM CHOICE DISTRIK MAKASSAR 13
Kumpulan Cerita Tim Aktif & Mantan Tim Choice Distrik Makassar Satu saat anak bungsu kami mengikuti WE Choice. Waktu itu kami belum begitu mengenal Komunitas Choice dan kami mulai mengenal Komunitas Choice saat menjemput anak kami yang Weekendnya akan berakhir. Kebetulan kami mengenal Kordis Choice saat itu dankemudian kami diminta untuk ikut melayani dalam Komunitas Choice, akhirnya kesempatan berikutnya kami ikut WE Choice. Selama mengikuti WE Choice, kami mendapat kesan yang baik tentang Choice, kami mendapat keluarga baru, dan merasa belong pada komunitas Choice, karena itu kami bersedia untuk melayani Choice. Semakin lama kami semakin menyadari perlunya pendampingan terhadap orang muda, dalam sharingsharing yang disampaikan para peserta, mereka merasa perlu adanya teman yang bisa berperan sebagai keluarga. Pengalaman terindah adalah saat Sharing Kelompok, banyak peserta yang mau sharing dengan terbuka dan berani mengungkapkan perasaannya, berani mengungkapkan siapa dirinya. Ini tanda bahwa mereka mau mengembangkan diri. Apalagi kalau mendengar, dalam keluarga mereka, terjadi perubahan relasi yang semakin baik, setelah mengikuti WE Choice. Namun kami menyadari juga, melayani dalam Komunitas Choice harus berani untik berkorban. Kami yakin bahwa pengorbanan ini bukanlah pengorbanan yang sia-sia. Pas. Jo – Lis, Tim Pasutri Aktif Distrik Makassar
Saya melayani bersama istri. sampai istri dipanggil TUHAN 5 tahun yang lalu, jiwa2 Choice tumbuh dalam keluargaku tiap kali kami melayani Choice. aura kegembiraan tersebar kepada anak-anak kami, Salah satu buahnya, saat ini, anak pertama kami juga mau melayani sebagai Tim Presenter Choice. WE Choice membuat relasi suami istri kami menjadi labih dekat. Tiap WE Choice kami juga menjadi kaya, karena peserta Choice seperti anakanak kami yang baru kami dapatkan kembali, mereka sangat membutuhkan perhatian dari orang tua, bahkan tiap kali WE Choice, kami menemukan kasih ALLAH BAPA yang begitu nyata membelai kami, melalui ROH KUDUSNya. Puji TUHAN kami sempat melayani Choice. Terima kasih buat semua pendamping Choice yang selalu menyemangati setiap saat. Semoga CHOICE kedepan tetap memberikan kehangatan bagi peserta mau pun para Tim yang melayani. Pas. Robby – (+Lily) mantan Tim Pasutri Distrik Makassar Om Robby saat ini tinggal di Makassar
Regina Vanda Gosal mantan Tim Youth Distrik Makassar periode : 1994 – 2013 saat ini tinggal di Makassar Choice mengisi kantong yang kosong di masa mudaku dan yang menjadi bekal diperjalanan hidupku sekarang ini, saya menjadi kaya dalam arti bisa memahami arti keluarga dan persahabatan termasuk bersahabat dengan Yesus. Pengalaman yang tak terlupakan sebagai Tim adalah ketika mendengarkan sharing peserta yang mengalami cinta Tuhan dengan menyadari orang-orangterdekatnya menjadi bagian hidup mereka.
Buatku Choice adalah sekolah. Saat ikut WE Choice adalah saat untuk belajar dari sharing tim. Mungkin ada gak sesuai dengan "value" kita, tapi belajar dan dengarkan saja, mana tau itu bisa kepake di babak lain kehidupan kita. Saya pribadi pun, ada lah beberapa yang sangat gak Stacia banget, saat mendengar presentasi tim saat sebagai peserta dan saat membawakan WE Choice sebagai Tim, tapi dengarkan saja. Mungkin saat itu belum cukup mateng aja, untuk memahami presentasi tim yang lain. Pengalaman terindah saat nge-tim di WE Choice-34 distrik Makassar, saat itu full team, pasutri, pastor, suster, frater, dan youth.. komplit deh. I'm sorry gak bisa cerita full detailnya. Tapi malah sangat bersyukur ikutan. Ada peristiwa yg bikin ngambek, gak ngerti sama diri sendiri, tapi kok malah dikelilingi tim yang membuatku "bertumbuh". Sama sekali ga ada jugde ke diriku yang labil ini, tapi malah dirangkul, diberi pengertian dan itu yang bikin aku merasa it's home. Ini yang kucari. Terima kasih banyak bisa menjadi bagian di pelayanan ini. Masuk ke babak baru, pernikahan pada tahun 2020, saat ini usia pernikahan kami otw 3 tahun. Penjajakan ? Masih…. Kerikil? Tentu ada.. Nyerah? Gak dong. Bersyukur udah pernah mengalami school of love (berkali-kali) karena justru setelah selesai sekolah, ilmunya baru dipraktekkan. Praktek Sesi Komunikasiku nih dengan pasangan masih perlu dipoles dengan seni tarik ulur, dan tanpa topeng sehingga sambil terus bersandar ke Yang Empunya kesabaran karena tanpa Dia, masih remedial terus nih. Sesi 6 dan 7 nih masih berdarahdarah, tidak mudah, tapi saya yakin bukan mustahil untuk lulus. Masih perlu melapangkan hati aku tuh... Yah, walaupun udah dibawa sampe ke Sakramen Tobat, dan bersyukur lebih ringan untuk melangkah. Makasih loh untuk pengalaman School of Love nya, diisi full of everything yang kubutuhkan untuk menjalani kehidupanku Stacia Hamiros mantan Tim Youth Distrik Makassar periode : 2015 – 2019 Pas. Stacia – Edward saat ini tinggal di Makassar
KUMPULAN CERITA TIM AKTIF & MANTAN TIM CHOICE DISTRIK PONTIANAK 14
Kumpulan Cerita Tim Aktif & Mantan Tim Choice Distrik Pontianak Choice sangat berarti bagiku, bagaikan keluargaku yang ketiga, setelah keluarga biologis dan keluarga biara. Yang selalu terngiang-ngiang dalam hatiku dan kadang menegurku ialah sebagai seorang Choicer, aku harus ahli dalam berkomunikasi dengan orang lain. Aku harus selalu punya nilai lebih dalam berkomunikasi dengan orang lain. Aku harus cerdas dalam mengerti orang lain dengan latar belakang mereka. Pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku sebagai Tim Choice, waktu aku ditolak untuk mengikuti WE Choice, gara-gara saya terlambat masuk karena saya harus memimpin Misa Novena, karena tidak ada yang bisa menggantikan saya. Saya ikut persiapan WE Choice dari awal dan paginya pimpin Misa untuk Kick Off Tim, saya hanya pamit untuk Misa Novena dan terlambat sebentar, saya datang - saat Perkenalan baru mulai. Dan karena ditolak, saya akhirnya tidak ikut seluruh WE Choice angkatan itu. Romo Pius Barces, CP Tim Priest Aktif Distrik Pontianak
M.Y.I. Deddy Malik Tim Youth Aktif Distrik Pontianak 1. Sulitnya belajar membuat presentasi yang ideal sehingga butuh konsultasi terus menerus dengan Coach, sekalipun sudah dapat tema dan ide presentasi apa, ternyata mengolahmenjadi presentasi yang baik terasa sangat banyak tantangan dan perlu terus menerus belajar dan menggali lebih dalam. Nah... saat presentasi tersebut akhirnya rampung, baru terasa sukacitanya berlipat ganda dibandingkan dengan tingkat kesulitan saat membuat presentasi di awal. 2. Sukacita dan kebahagiaan saat sukses melaksanakan WE Choice, sungguh merupakan pengalaman terindah yang tak terlupakan dalam melakukan pelayanan sebagai Tim Choice. 3. Seru dan happynya bekerja dalam Tim, termasuk suka dukadalam menjalin relasi diantara Tim itu sendiri. Selalu ada pengalaman unik, mulai saat sosialisasi, usaha penggalangan dana maupun saat persiapan dan pelaksanaan WE Choice. 4. Tantangan dalam mengembangkan Choice di Pontianak dan Kalbar secara umum, karnea Bapa Uskup Agung yang relatif kurang mendukung Gerakan Choice. Hal ini merupakan tantangan tersendiri yang unik dan juga membutuhkan semangat, ketekunan, kreativitas dan juga komitmen untuk terus melakukan gerakan Choice di Pontianak. Tetap Optimis dan Sukacita dalam Pelayanan dan Gerakan Choice. 5. Suka duka kekurangan Personil Tim, dengan adanya personil Tim yang berpulang ke surga, mengundurkan diri, menikah dan ada juga yang pindah domisili, menyebabkan ketidaklengkapan Tim Presenter. Ini merupakan kesulitan tersendiri, bagaimana harus tetap survive dan gerakan Choice tetap berjalan, sehingga harus melakukan koordinasi dengan Kornas Choice untuk melaksanakan WE Choice. 6. Merupakan pengalaman terindah dan tak terlupakan bisa ikut terlibat aktif dalam Tim Choice Pontianak dengan beragam kondisi, tantangan dan potensinya. Pertama kali mengikuti WE Choice sebagai peserta, saya tersentuh, termotivasi sekaligus juga banyak belajar pengalaman kehidupan terutama sekali melalui sharing para Tim. Dari sharing Tim tersebut saya melihat, untuk menjalin relasi baik dengan keluarga, pasangan, teman maupun orang lain, terdapat banyak sekali tantangan, hambatan dan kendala, karena adanya perbedaan karakter dari setiap orang. Nah melalui CHOICE ini, saya merasa semakin dapat memahami : "Bagaimana hidup sebagai orang muda Katolik serta menjalin relasi dengan mengedepankan semangat Kristiani". Saya juga sangat tertarik untuk dapat menjadi Tim, karena dengan aktif menjadi Tim, saya bisa berbagi pengalaman dan memberikan kesaksian kehidupan saya kepada teman teman peserta WE Choice. Dengan cara demikian, saya berharap teman teman dapat merasakan dan mengalami seperti perasaan dan sentuhan yang saya alami saat pertama kali mengikuti WE Choice. Selama memberikan pelayanan sebagai Tim Choice, ada beberapa pengalaman yang tak terlupakan :
Lina Lo mantan Tim Youth Distrik Pontianak periode : 2008 – 2018 saat ini tinggal di Pontianak Choice adalah sebuah keluarga besar bagiku, tempat aku belajar dan bertumbuh, aku belajar mengenali perasaanku dan mempercayakan perasaan serta kisahku pada orang lain. Choice tempat aku merasakan persahabatan penuh kasih dan penerimaan. Kepribadianku bertumbuh, emosi dan perasaanku menjadi lebih terukur karena pertumbuhanku itu. Ada begitu banyak pengalaman indah dalam perjalanan sebagai Tim Choice, pengalaman melayani, maupun pengalaman mengikuti berbagai kegiatan nasional. Yang pasti, keluarga Choice memberiku seorang bapak yang mengasihi anaknya. Aku ingat, pertama kali melayani WE Choice keluar kota. Panitia menyiapkan makanan yang sederhana sesuai arahan Pastor. Namun pada saat makan, aku dihampiri Romo Dirjo, beliau bilang, “Pergilah ke dapur, saya pesan ke orang dapur untuk menggoreng telur buatmu. Kamu pasti sulit untuk makan sayur hutan begini”. Saat itu aku merasa diistimewakan, namun juga ga enak hati karena semua orang makan apa yang disediakan; kenapa aku dibuat berbeda. Yang pasti aku merasa senang dan terharu, pastor yang biasanya tampak cuek dan pemarah, ternyata seorang yang perhatian dan penuh kasih, seorang bapak. Berawal dari itu, aku jadi lebih mempercayai Romo Dirjo dan cukup sering berkomunikasi dengan beliau. Setiap kali mengadakan WE Choice, aku selalu merasa tegang karena banyak persiapan yang kurasa belum selesai atau belum maksimal dan Romo Dirjo adalah seorang perfeksionis sehingga seringkali aku berbicara dengan nada tinggi pada beliau. Sering kali aku menyesal setelahnya, namun dasar gengsian, aku tidak pernah mengungkapnya. Apalagi minta maaf, karena aku selalu merasa benar; padahal banyak hal bukan tentang salah benar, tapi tentang belonging. Hebatnya, Romo Dirjo yang pemarah selalu mengalah padaku dan beralih ke persiapan lain. Aah, maafkan aku yang juga pemarah, Romo. Suatu ketika, kami menyelenggarakan WE Choice dengan dana terbatas dan setelah dikalkulasi ada kekurangan dana sejumlah tertentu. Ketika waktu istirahat, dan kami mendiskusikan hal tersebut, Romo langsung bertanya, kurang berapa? Saat itu juga beliau meninggalkan kami dan kembali tak lama kemudian, ternyata beliau kembali ke kamarnya dan membawa sebuah amplop yang diserahkannya pada ku. “Coba hitung, ini ada berapa? Saya diberi oleh seseorang sebelum weekend”. Dan Tuhan sangat luar biasa, isi amplop tersebut berjumlah persis dengan kekurangan dana kami, padahal nilainya tidak genap. Terima kasih Romo Dirjo, selalu menjadi saluran berkat walaupun hidup miskin. Ada suatu kali, Romo Dirjo datang ke tempat WE Choice dengan kondisi pincang. Setelah selesai WE Choice, kami pun bertanya pada Romo yang sepanjang week end tampak pincang dan kesulitan dengan kakinya. Rupanya dalam perjalanan menuju Pontianak beliau jatuh dari motor. Kami tentu saja kaget karena jarak dari tempat tugas beliau ke Pontianak, sekitar 6 jam perjalanan dan beliau yang berusia di atas 70 thn datang menggunakan motor. Akhirnya kami mengomeli Romo yang sudah kelelahan dgn kaki sakitnya. Lagi-lagi beliau diam saja, rasanya kasihan dan tidak tega tapi juga gemas karena beliau kurang menjaga diri. Hingga suatu ketika Romo mengundurkan diri dari Choice dan kami merasa lega beliau tidak lagi repot. Namun aku merasa kehilangan sosok seorang bapak yang selalu mencarikan jalan, seorang penggerak Choice yang selalu berusaha mencari Tim Presenter. Terima kasih Romo Dirjo, telah menjadi bagian dari hidupku.
Cristin Desiakhowlia (Desi) mantan Tim Youth Distrik Pontianak periode : 2015 - 2019 saat ini tinggal di Pontianak CHOICE adalah keluargaku, banyak hal yang kurasakan, banyak jawaban yang kudapatkan tentang apa yang kucari, apa yang tak kumengerti mengapa terjadi, dan juga jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang hingga kulupakan eksistensinya Pengalaman tak terlupakan adalah setiap menyiapkan malam rekonsiliasi, menyiapkan surat cinta untuk peserta juga, seru banget.
KUMPULAN CERITA TIM AKTIF CHOICE DISTRIK PADANG 15
Kumpulan Cerita Tim Aktif Choice Distrik Padang Sesudah mengikuti WE Choice dan terlebih setelah mengikuti deeper WE Choice dan menjadi Tim Choice, saya merasa nilai-nilai Choice sangat membantu dalam tugas pastoral saya sebagai imam di paroki dan dalam relasi dengan banyak orang. Hampir semua presentasi dalam WE Choice sangat berarti dan membantu dalam tugas pastoral dan dalam berelasi dengan banyak orang terlebih dalam hidup berkomunitas. Nilai-nilai Choice telah mengubah pribadi dan arah pastoral saya, untuk dapat melayani dengan sungguh, saya harus lebih mengenal umat, karya pastoral saya dan melaksanakannya dengan hati, dalam arti mencintai tugas itu dimanapun ditugaskan, menerima orang lain sebagai bagian hidupku dan berusaha untuk hidup dengan jujur dan selalu memberi diri apa adanya dalam berkomunikasi dengan umat. Dengan cara itulah saya mampu melayani dengan sungguh-sungguh dan itu membahagiakan karena segalanya dikerjakan dari hati dengan tujuan ingin mewarnai dimana saya berada, sehingga hidup imamat saya bisa berkualitas dan bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Pengalaman terindah saat melayani Choice: Karya Allah sungguh nyata dalam setiap WE Choice, mulai dari mencari dana, mencari peserta dan meninggalkan tugas di Paroki untuk melaksanakan WE Choice,selalu dilancarkan oleh Tuhan yang awalnya, selalu penuh keraguan, dana belum cukup, peserta sedikit, siapa nanti yang akan mengggantikan tugas di Paroki. Pada saat dimulai WE Choice selalu jalan dengan lancar dan banyak orang yang terlibat untuk membantu, sungguh keterlibatan yang luar biasa dari semua Choicer. Dalam setiap WE Choice saya selalu merasakan mukjizat Tuhan terjadi. Terlebih di malam Rekonsiliasi, banyak peserta yang sungguh akhirnya mau memperbaiki relasi mereka dengan orang-orang terdekat mereka, terlebih dengan Tuhan. Walaupun sampai larut malam menerima pengakuan dosa, tetapi hati saya bahagia karena banyak orang mau menjadi manusia baru. Dan pada akhir WE Choice, selalu ada sukacita karena para peserta WE Choice, sungguh telah berubah. Romo Bernard Lie, Pr Tim Priest Aktif Distrik Padang
Pas. Yumeng – Siuli, Tim Pasutri Aktif Distrik Padang Aku mengikuti WE Choice di Padang tahun 1984, sebagai seorang muda yg sedang pencarian Identitas diri yang selalu bertanya siapakah diriku dan mengukur diri sendiri dengan apa yang kubuat. Dalam pencarian diri ini justru membuatku jauh dari keluargaku. Saat liburan sekolah tiba, aku lebih senang aktif di kegiatanku di gereja daripada pulang kampung untuk bertemu dengan kedua orang tua ku . Akibatnya relasiku dengan kedua orang tuaku tidak hangat. Nilai-nilai Choice yang kudapat dalam WE Choice mengingatkan aku bahwa relasi cinta dengan orang-orang terdekatku membuat hidupku semakin berbahagia. Nilai-nilai yang indah di dalam Choice inilah yg membuatku tertarik menjadi Tim Choice baik sebagai Tim Youth maupun sebagai Tim pasutri setelah aku menikah dengan Siuli. Pengalaman yang indah sebagai Tim Pasutri adalah ketika kami melayani konsultasi pribadi dengan anak muda yang membutuhkan teman curhat Saat inilah kami semakin menyadari bahwa relasi antara kita dengan kedua orang tua sangatlah dibutuhkan. Sebagai orang tua dari 3 orang anak kami semakin diingatkan untuk semakin memperat relasi cinta kami dengan anak anak kami.
KUMPULAN CERITA TIM AKTIF CHOICE DISTRIK PEKANBARU 16
Ketika pertama kali mengikuti WE Choice, Agustus 1992 di Padang sebagai youth, yang aku ingat adalah aku disambut oleh mamaku pada saat WE Choice berakhir dan saat itu aku betul-betul berniat ingin merubah hidup, ingin menjadi anak yang baik bagi kedua orang tuaku, ingin lebih banyak bisa membantu mereka. Namun seiring dengan perjalanan waktu, kehidupanku kembali seperti dulu, akupun mulai melupakan nilai-nilai Choice. Hingga akhirnya pada tahun 1998 ketika aku mulai pacaran dengan Wawa, aku mulai aktif kembali di Choice. Waktu itu Wawa sudah jadi Tim Youth dan keinginanku untuk aktif sebenarnya adalah agar bisa terus bersama-sama Wawa. Namun untuk dapat menjadi team aku harus menulis presentasi dan itu tidak mudah, tapi dengan proses dan bimbingan Pas.Bien Chen & Pastor Daniel SX, aku bisa mulai melayani di Choice. Beberapa tahun aku dan Wawa melayani di Choice sebagai Tim Youth, kami merasakan sukacita dan keindahan dalam setiap WE Choice yang diadakan. Wawa juga merasakan Choice sangat berarti dan waktu pertama kali mengikuti weekend Choice sebagai youth merasa dicintai Tuhan, diterima oleh teman-teman dan Tim Choice. Ketika kami menikah, kami tidak lagi terlibat di Choice Distrik Padang,apalagi kami pindah ke Pekanbaru. Pada tahun 2002 kami diajak untuk membantu renewal bagi peserta Pekanbaru yang ikut WE Choice di Padang. Disitulah akhirnya kami mulai aktif kembali di Choice dan di tahun yang sama dengan bantuan Tim Pasutri & Youth dari Padang, akhirnya WE Choice pertama di Pekanbaru dapat terlaksana. Sungguh suatu kegembiraan dan sukacita yang besar bagi kami. Lalu kami juga membantu dan membimbing Choicer yang ingin menjadi Tim. agi kami Choice adalah suatu gerakan, suatu pelayanan utk membagi cinta. Nilai-nilai yang dibagikan dalam setiap sesi membawa peserta kedalam suatu pengalaman kasih dengan orang-orang terdekat mereka. Di dalam kasih juga kita mengambil keputusan untuk mau sembuh dari lukaluka batin yang kita miliki, mau mulai menjadi bagian dari orang-orang terdekat kita. Dan ini adalah suatu yang bersifat universal karena berada dalam lingkup terkecil kehidupan yaitu keluarga yang sering disebut sebagai gereja kecil. Kami merasa senang dan berarti, kami punya banyak anak dan merasakan kasih mereka untuk kami. Kumpulan Cerita Tim Aktif Choice Distrik Pekanbaru Pengalaman terindah saat melayani WE Choice : Kami memulai WE Choice di Pekanbaru dengan segala keterbatasan. Saat itu kami masih tergolong orang baru di Pekanbaru sehingga belum banyak orang yang kami kenal. Saat pencarian dana, kami mendapatkan arahan untuk meminta sumbangan pada pasutri ME di Pekanbaru, akhirnya kami bergerilya dari rumah ke rumah untuk mendapatkan sumbangan. Kami sungguh bersyukur dan merasakan Tuhan menyertai langkah kami, karena support dari pasutri ME, sehingga akhirnya kami bisa mendapatkan dana untuk pelaksanaan WE Choice. Kami semua Choicer yang ada di Pekanbaru berkumpul bersama dan kompak untuk mempersiapkan WE Choice, semua merasakan sukacita. Akhirnya WE Choice pertama Pekanbaru dapat terlaksana dengan Tim dari distrik Padang. Walaupun saat itu kami masih sebagai Panitia, namun kami dapat merasakan kebahagiaan peserta yang telah mengikuti WE Choice. Ini sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang dulunya seperti mustahil tapi sekarang dapat terlaksana. Karena sebelumnya, peserta yang ingin mengikuti WE Choice, harus naik bus ke Padang dengan perjalanan 7-8 jam, dan sekarang mereka dapat mengikuti di kota mereka sendiri. Choice Pekanbaru kemudian semakin berkembang dan pesertanya meluas ke kota dan kabupaten lainnya di Propinsi Riau. Mulai dari persiapan team dan panitia terasa gelora dan semangat untuk memberi diri. Semua bekerja dengan kasih dan sukacita. Walau kadang ada perbedaan pendapat tapi dapat diatasi karena kita semua mau terbuka dan saling bertanya. Pada tahun 2004 kami mengikuti weekend ME dan setelah itu kami akhirnya menjadi Tim Pasutri Choice. Pengalaman unik ketika pertama kali menjadi Tim Pasutri adalah aku saat akan membawakan presentasi merasakan sakit yang luar biasa pada perutku hingga keluar keringat dingin, mungkin ada salah makan. Tetapi aku bisa membaca presentasi dan aku bersyukur bisa melalui dengan lancar. Kalau bicara mengenai pengalaman terindah dalam WE Choice sebenarnya setiap WE Choice memiliki keindahannya sendiri. Aku selalu mensharingkan bahwa Choice itu indah tapi tidak bisa diceritakan, hanya bisa dialami karena kata-kata tidak akan bisa menggambarkan apa yang kita peroleh dalam WE Choice. Kegembiraan dan sukacita pada setiap akhir WE Choice karena kami bisa melihat wajah-wajah yang berubah, dari bingung dan murung sebelum ikut WE Choice menjadi wajah yang berseri-seri, yang penuh dengan semangat baru juga niat dan kesadaran untuk kembali membangun relasi dengan orang-orang terdekat, kesadaran untuk mau membagi cinta. Itu adalah suatu keindahan dan kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kami juga merasakan Tuhan memakai kami untuk merubah kehidupan banyak orang, anak-anak muda yang menjadi rajin kembali mengikuti misa di gereja, aktif dalam pelayanan. Juga buah dari perjuangan seluruh Choicer di Pekanbaru sehingga akhirnya Pekanbaru bisa menjadi Wilayah dan kemudian akhirnya menjadi Distrik Pekanbaru. Pas. Siang – Wawa, Tim Pasutri Aktif Distrik Pekanbaru
Pas. Ayong – Helina Tim Pasutri Aktif Distrik Pekanbaru Saat kami mengikuti WE Choice sebagai Pasutri Peninjau, disitu hati dan pikiran kami terbuka bahwa anakanak muda yang mungkin terlihat baik-baik saja, ada problem yang mereka hadapi baik relasi dengan orang tua, saudara, teman dan bahkan ada yang sudah menjauh dari Gereja. Pikiran kami saat itu hal ini bisa saja terjadi pada anak-anak kami. Nilai-nilai Choice yang kami dapatkan sungguh memberi arti yang bisa kami bawa ke keluarga kami, khususnya pada anakanak kami. Pengalaman yang membahagiakan saat selesai WE Choice,kami pulang kerumah kami dipeluk erat oleh anakanak kami, We love you Dad and Mom. Kebahagian yang tidak ternilai saat melihat peserta yang dengan wajah berseri, relasi mereka dengan orang tua/saudara mereka bisa kembali mesra dan suatu kebahagian juga ada peserta datang kepada kami dan memanggil kami Papi Mami. Semoga banyak pasutri dan juga youth yang sudah mengikuti WE Choice, bisa terpanggil melayani, bisa menebarkan nilai-nilai Choice bagi para muda-mudi kita. Tuhan Yesus Memberkati.
Pas. Siska – Martin, Tim Pasutri Aktif Distrik Pekanbaru Siska : Choice adalah tempat dimana aku selalu belajar, memperbaiki dan menyembuhkan diri Martin : Choice membuatku mampu memperbaiki relasiku dengan sesama. Kenangan terindah di Choice , bisa mengenal orang lain dan menjadikan mereka keluarga disetiap WE Choice dan setiap WE Choice adalah kenangan tak terlupakan bagi saya dan pasangan . CHOICE merupakan keluarga keduaku selain keluarga inti, karena di sini aku juga mendapatkan teman, kakak, abang, adik, tante, om yang mencurahkan cinta, kasih, pengalaman dan bimbingannya kepadaku. Terima kasih CHOICE. Setiap membagikan pengalaman hidup ke teman-teman WE Choice, aku merasakan pengalaman hidupku bisa berguna bagi sesama. Getty Themas, Tim Youth Aktif Distrik Pekanbaru
Merry Kristianingrum, Tim Youth Aktif Distrik Pekanbaru Arti Choice bagiku adalah tempat di mana aku menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Di Choice aku menyadari kalau aku bukan satu satunya orang yang menderita. Saat aku mengikuti WE Choice yang pertama kali, saat mendengar kesaksian Tim, aku menyadari ternyata masalah yang disharingkan para Tim lebih rumit dan lebih memilukan dari pada kisahku. Sejak saat itu aku bertekad untuk selalu bersyukur dan bergembira dengan segala hal yang terjadi pada diriku. Melayani sebagai Tim, banyak hal yang tak terlupakan. Awal menjadi Tim, aku ragu apakah orang akan mendengarkan dan orang akan menghakimi presentasiku. Namun suatu ketika, seorang peserta datang kepadaku dan berkata : "Ce Merry, kisah kita sama, aku pikir aku sendiri yang mengalami kisah itu, aku pikir Tuhan membenciku. Ternyata Tuhan mengasihi aku." Saat itu aku merasa terharu karena tidak menyangka ada orang yang berkisah sama dan tersentuh dengan kisah ku. Menjadi Tim bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan menjadi Tim, membuat aku selalu berkesempatan untuk mengulang kembali tentang nilai nilai Choice. Aku juga dapat bertemu banyak orang baru dari beberapa daerah di Indonesia sebagai sesame Tim. Terima kasih Choice sudah mengajarkan tentang cinta. Cinta yang sebenar-benarnya. Aku terberkati karena Mengenal, Mencintai dan MengabdiMu.
Yohanes Saputra (Yoyo), Tim Youth Aktif Distrik Pekanbaru Choice merupakan rumah ke-2 bagiku, keluarga ke-2 setelah keluarga intiku. Dalam CHOICE, aku bisa mendapatkan banyak pengalaman baru, teman dan sahabat baru dan bisa membantu para orang muda Katolik menemukan CARA BERRELASI yang baik didalam keluarga Mereka, sehingga para orang muda Katolik yang mengikuti WE Choice boleh tetap menjadi 100% Katolik hingga tua nanti. Pengalaman tak terlupakan adalah aku bisa lebih mendapatkan wawasan, pengalaman & pembelajaran bagi diriku melalui sharing para peserta WE Choice, sehingga kedepannya aku bisa lebih baik lagi dalam menjalankan kehidupan seturut Kehendak Allah Bapa.
KUMPULAN CERITA MANTAN TIM AKTIF CHOICE DISTRIK PEKANBARU 17
Kumpulan Cerita Mantan Tim Aktif Distrik Pekanbaru Choice adalah wadah kami bertumbuh dan berkembang manjadi pribadi yang semakin mencintai Tuhan dan sesama. Choice sudah menjadi seperti keluarga kami sendiri. Choice memberi kami banyak orang tua dan saudara di mana-mana. Keluarga kecil kami tidak dapat dipisahkan dari CHOICE INDONESIA. Saya (Antoni) adalah Angkatan ke-28 WE Choice Distrik Padang, tahun 2007. Saya ingat pertama kali saya tergerak menjadi Tim Youth itu bukan di Padang melainkan di Makassar pada tahun 2010. Ce Vanda dengan setia mendampingi saya membuat presentasi. Puji Tuhan setelah jatuh bangun akhirnya berhasil juga membuat semua presentasi secara lengkap. Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya mendapat kepercayaan menjadi Tim Youth Ekspor WE Choice Distrik Surabaya Angkatan 100,tahun 2012. Saya pindah ke Padang menjadi Tim Youth di Padang dan menjadi Tim Youth Ekspor WE Choice Wilayah Pekanbaru, akhirnya tahun 2013 pindah ke Pekanbaru dan resmi menjadi Tim Youth WE Choice Wilayah Pekanbaru hingga otomatis berhenti saat menikah dengan Ricca pada tahun 2015. Saya (Ricca) adalah Angkatan ke-7 WE Choice Wilayah Pekanbaru tahun 2012, disinilah awal pertemuan saya dengan Anton yang pada waktu itu dia adalah Tim Youth distrik Padang. Saya tertarik menjadi Tim Youth, kemudian mendapat pendampingan dari Pasutri SiangWawa, akhirnya saya sangat bersyukur menjadi Tim Youth. Luka Batin yang selama ini selalu ada menghilang secara perlahan. Kami bersyukur lewat Choice kami bertemu, bertumbuh, berkembang dan akhirnya berkomitmen menjadi suami dan istri . Kini kami dikaruniai seorang putra bernama Peter. Semoga suatu hari nanti kami pun kembali aktif menjadi Tim Pasutri WE Choice yang akan datang. To Know, To Love, To Serve. Pas. Antoni – Ricca Mantan Tim Youth Distrik Pekanbaru periode : 2010 – 2015 saat ini tinggal di Pekanbaru
Nanik Rahayu Mantan Tim Youth Distrik Pekanbaru periode : 2014 – 2015 Pas. Nanik – Anwar tinggal di Pekanbaru. Choice sangat berarti bagi perubahan hidupku, Choice merubah relasiku dengan orang orang terdekatku menjadi lebih baik, Choice juga mengajarkan aku menjadi diri sendiri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui WE Choice banyak kedok yang bisa kulepaskan. Jadi Choice itu istimewa bagiku. Pengalaman yang tak terlupakan itu ketika aku sharing saat WE Choice, aku merasa sebagian dari pergumulanku berkurang. Akubersyukur bisa berbagi cerita dan mendapatkan penguatan. Di Choice, aku merasa mendapatkan banyak cinta.
Limelia Lim Mantan Tim Youth Distrik Pekanbaru periode : 2014 – 2019 saat ini tinggal di Pekanbaru Aku adalah pribadi yang tertutup. Semua masalahku, aku pendam sendiri. Aku tidak akan memulai percakapan duluan ke orang yang baru aku kenal. Ketika diajak ikut WE Choice oleh Pasutri Siang-Wawa, aku dan adikku hanya bilang OK, tapi aku tidak menulis formulir pendaftaran, sampai di hari pendaftaran terakhirpun aku menghindar. Tapi ce Wawa tidak menyerah, dia menelpon adikku, untuk mengisi formulir pendaftaran kami berdua. Dalam WE Choice, ketika Tim memberikan diri dalam setiap sesi, aku menangis (sampai2 teman cowok yang sekelompok mengatakan "kenapa kamu nangis? kamu naksir sama dia?). Bukan karena kisah mereka, tapi aku merasakan setiap sesi tersebut, ada di sisi kehidupan pribadiku Diakhir WEC, ditanya siapa yang mau jadi Tim? Dan aku salah satu yang tidak menunjuk diri. Pertemuan Tim pertama, adikku ikut pertemuan Tim dan memintaku untuk menemani. Akhirnya akupun ikut. Pertemuan kedua, adikku tidak datang, aku mengatakan ke Pas.Siang-Wawa tidak ada yang antar, mereka berduapun langsung menjemput dan mengantarku pulang. Sungguh pelayanan Pas.Siang-Wawa luar biasa. Aku merasa terjebak karena aku tidak menawarkan diri menjadi Tim, kenapa aku datang ke pertemuan Tim? Dan aku ingat ce Wa langsung mengatakan kamu ingat kata2 ini? "Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Aku yang memilih kamu". Jadi arti Choice bagiku adalah : Choice mengajarkan aku mengenal diri sendiri dulu, bukan malah menyalahkan orang lain. Jadi aku adalah seorang introvert yang masih belajar mengkomunikasikan setiap masalah yang ada, tanpa berkedok. Melayani Tuhan dimanapun dibutuhkan. Aku magang di WE Choice 9 dan 10 dan sebagai Tim 1x di WEC-11 Pekanbaru. Dan 3x melayani di WE Choice Padang. Sungguh aku merasakan kasih dan sukacita ketika aku melayani dalam WE Choice. Aku mendapatkan surat cinta dari peserta di setiap WEC. Cinta dari seorang adik ke kakaknya yang tidak mereka rasakan dalam keluarga mereka. Ketika membaca surat mereka, aku merasa bahagia karena sesi yang menyentuh di hati mereka, dan aku ucapkan terima kasih. Aku bahagia karena pemberian diriku sungguh berarti bagi mereka.
TIM CHOICE YANG SUDAH MENINGGAL
DISTRIK JAKARTA ROMO REKSOWARDOYO, MSC ROMO PUTRANTO, OSC ROMO WONOSUNARYO, SJ PAS. EDMOND - AGNES TARSISIUS ELWAN FAHMI ROMO PAS. JOHNY - GIOK JOSEF TARONG, PR VIVI SUMANTA DR. EDMOND TENDEAN, SPKK AGNES
DISTRIK JAKARTA MARIA REGINA PAS. JOSEF - (+ REGINA) ROMO IGN. SOESILOSOEWARNA, MSC ROMO BART JANSSEN, OFM KYAT TALAR PAS. BETTY - (+KYAT) PAULUS SABAR PRASODJO PAS. HAR - (+PRAS) PUDJIANTO KOKONUGRAHA PAS. NANI - (+KOKO) VINCENTIA LESTARI (AIEK) PAS. (+AIEK) - VINCENT ANDIJAYA PAS. AN - (+ANDY) ARIANTO MULJA PAS. LIDWINA - (+ARIANTO)
DISTRIK JAKARTA PAS. FERRY- LELY RICHARD KARTADINATA PAS. CHRISTINE - (+RICHARD) CATHARINA SULIJANTI PAS. (+MARHADI) - (+JANTI) CAECILIA RATNA UTAMI PAS. OKTAN - (+CAECIL) GRALNIGUH MULJAWAN PAS. NINI - (+GOGO) IVO SUMAMPOUW PAS. LIA - (+IVO) MEGAWATI KOESLIM PAS. DENNY - (+MEGA) OSCAR ADHIPOERNOMO PAS. ANDU - (+OKAY)
DISTRIK BANDUNG BENYAMIN WIRIADISASTRA PAS. ERNA – (+BEN) PAS. PING - ERNA RIZAL SATYADIADIMARWOTO (RIZAL TEBEL) A.SAWKAR PRAMOD ANAND PAS. HETTY – (+PRAMOD) PAS. AGUSTIA - SONYA SIGIT BASUKI SUDARMO PAS. IRENE – (+HANS)
DISTRIK SEMARANG ROMO FA SURYOSUNARYO, MSF PAS. DJOKO - ONNY ROMO Y. BYAKTASOEWARTA, MSF EFFENDY SETIAWAN PAS. BETSY – (+GING) SX. TRI PRAMONO
DISTRIK SURABAYA A.MARIA TRISYANTI PAS. ADI – (+YANTI) JOHN RUNTUWENE PAS. HELLY – (+JOHN) MARIA TH. ENDANG MULIAWAN PAS. VINCENT – (+MARIA) VINCENTIUS DONNIE IRIAWAN MARGARETH AYLISA
DISTRIK MANADO SR. CATRIEN TAROREH, JMJ NICO WONDAL PAS. HENNY – (+NICO) ROMO JOS A VAN ROOY, CICM RUSLY CHAERENY TENGBUAN PAS. FIECE – (+CHAE) LILY WUNAS PAS. ROBBY – (+LILY) DISTRIK MAKASSAR
DISTRIK PONTIANAK SUSTER THEOPHILE SALCEDO, SFIC YOHANES KUSDIHARJO PAS. CICIL – (+KUS) SUASANA LIDIYA TARIGAN PAS. GINTING – (+ANA) MARKUS AKIM PAS. KLARA – (+MARKUS) DISTRIK PADANG BINUARDI ARIF PAS. CHEN – (+BIEN)