The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by inovasinitidigitall, 2023-01-11 21:52:44

COMPILE 1-4 F (1)

COMPILE 1-4 F (1)

MODUL UNTUK PENYULUH

PENYEBARLUASAN
INFORMASI DAN
EDUKASI P4GN

EDISI - KHALAYAK ANAK & REMAJA

RILIS TIM PENULIS
DESEMBER 2022 DEPUTI PENCEGAHAN


KATA SAMBUTAN

KATA SAMBUTAN

Penduduk Indonesia yang pada saat ini Saya melihat Modul Penyebarluasan
masuk pada kategori usia anak dan remaja akan Informasi dan Edukasi P4GN yang belum pernah
menjadi tumpuan Indonesia untuk bisa mengejar ada sebelumnya ini bisa menjadi upaya strategis
visi 2045. Pada tahun 2030-2040 merekalah yang BNN RI untuk meningkatkan upaya pencegahan.
akan mengisi bonus demografi di Indonesia di Walaupun berbeda usia dan generasi, Penyuluh
mana jumlah penduduk usia produktif (15-64) lebih Narkoba tidak boleh ketinggalan jaman dan harus
besar dibandingkan dengan usia tidak produktif mampu mengejar perubahan cara-cara
(berusia di bawah 15-64 tahun). berkomunikasi sekaligus mengantisipasi
perubahan-perubahan di depan di mana
Memupuk generasi muda menjadi penggunaan media sosial dan bentuk media digital
tantangan besar bagi pemerintah, apalagi melihat lainnya memang sangat signifikan dalam
beberapa indikator terkait anak dan remaja di membentuk dan mendukung cara baru dalam
bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi di
salah satunya prevalensi penyalahgunaan narkoba. kalangan anak dan remaja. Diharapkan tidak ada
Menurut Indonesia Drugs Report 2022 yang dirilis keluhan lagi dari anak dan remaja tentang materi
Puslitdtin BNN RI, angka Prevalensi penyuluhan yang dianggap kaku dan kurangnya
Penyalahgunaan Narkoba di kalangan usia 15-24 konten tentang pencegahan narkobayang muncul
tahun di Indonesia mencatat kenaikan dari 1,80 di media mereka.
(2019) menjadi 1,96 (2021) dengan kenaikan terjadi di
Desa. Saya berharap Modul ini bisa bermanfaat
bagi para Penyuluh Narkoba berserta penyampai
Tanpa upaya pencegahan yang strategis pesan lainnya dalam upaya menyebarluaskan
dan tepat sasaran di kalangan anak dan remaja, program dan kebijakan serta berinteraksi dan
penyalahgunaan narkoba akan menjadi hambatan menyerap aspirasi masyarakat sehingga mendapat
pencapaian program jangka panjang pemerintah dukungan penuh dari masyarakat dalam upaya
tersebut. BNN RI terpanggil untuk terus P4GN.
meningkatkan upaya pencegahan melalui Program
Penyebarluasan Informasi dan Edukasi Jakarta, November 2022
Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan
dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penyuluh Kepala BNN RI
Narkoba sebagai ujung tombak Program tersebut
menjadi titik perlu ditingkatkan Kompetensinya Dr. Petrus Reinhard Golose
dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi kegiatan Komunikasi secara umum
dan kegiatan penyuluhan pada khususnya .

Melihat perbedaan karakteristik anak dan
remaja dari usia dan berdasarkan generasinya,
tentu penyuluh harus mampu memahami pola pikir
anak dan remaja dan tren-tren yang dijadikan
sebagai gaya hidup mereka. Dalam hal Program
penyebarluasan informasi dan edukasi, maka titik
beratnya difokuskan pada kompetensi penyuluh
harus mampu merancang pesan-pesan kreatif
melalui saluran media digital yang mudah
ditemukan di gawai yang mereka gunakan, dan
bekerjasama dalam hal penyebarluasan dan
pengadaptasian dengan pemuka opini seperti
influencer media sosial yang mereka percayai.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN xx


KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr Wb, Salam Sejahtera Bagi pesan lainnya lainnya seperti penyuluh lintas K/L,
Kita Semua Om Swastiastu, Namo Buddhaya, pegiat, pemuka opini, dan pengambil kebijakan
Salam Kebajikan. dalam P4GN dalam penyebarluasan informasi dan
edukasi P4GN diharapkan dapat membantu
Pada kesempatan yang baik ini kita memutus mata rantai penyebaran Narkoba di
panjatkan puji syukur Tuhan Yang Maha Esa, karena kalangan anak dan remaja.
atas rahmat dan karunia-Nyalah Modul
Penyebarluasan Informasi dan Edukasi Program Saya mengucapkan terima kasih yang
Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terkait
dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ini bisa secara langsung maupun tidak langsung hingga
terselesaikan dengan baik. Modul yang ditujukan tersusunnya buku ini. Harapan saya, semoga modul
untuk Penyuluh Narkoba dan Penyampai Pesan ini bisa menjadi acuan bagi para penyuluh, dan
P4GN lainnya ini terdiri dari 4 (empat) Modul penyampai pesan lainnya untuk melaksanakan
dengan bahasan yang saling berkaitan dan relevan Program Penyebarluasan Informasi dan Edukasi
mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga P4GN khususnya dalam pencegahan
evaluasi kegiatan Komunikasi dan Penyuluhan yang penyalahgunaan narkoba di kalangan Anak dan
menyasar kalangan anak dan remaja. Remaja.

Modul ini bisa menjadi salah satu langkah Jakarta, November 2022
strategis yang dilakukan BNN dalam meningkatkan
kompetensi Para Penyuluh Narkoba di bidang Deputi Pencegahan BNN
Komunikasi dan penyuluhan. Seperti kita ketahui
bersama, upaya perang melawan narkotika harus Drs. Richard M. Nainggolan, S.H., M.M., MBA
terus dilakukan dengan salah satunya mengusung
melalui strategi smart-power. Upaya
penyebarluasan informasi dan edukasi
menggunakan teknologi informasi khususnya
terkait aktivitas pencegahan bertujuan
masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman,
ketahanan diri dan imun terhadap penyalahgunaan
narkotika terutama bagi kalangan anak dan remaja.

Saat ini seluruh dunia termasuk Indonesia
tengah menghadapi masa pemulihan dari pandemi
Covid-19 yang berdampak terhadap berbagai sektor.
Optimisme harus dibarengi dengan kewaspadaan
terhadap berbagai modus baru peredaran gelap
narkoba. Kemudahan dalam berinteraksi dengan
dibukanya keran perdagangan dan bisnis, aktivitas
sosial, pariwisata, dan mobilitas penduduk yang
berangsur normal menjadi momen yang
dimanfaatkan oleh para bandar untuk
menargetkan peredaran narkoba yang lebih masif
kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk
menargetkan anak dan remaja. Maka peran aktif
Penyuluh Narkoba sebagai penyampai pesan
utama bersama dengan dukungan penyampai

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN xx


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
1.2 Konsep P4GN Dan War On Drugs
1.3 Maksud Dan Tujuan
1.4 Metode
1.5 Komponen Modul
1.6 Cara Penggunaan Modul

MODUL MERANCANG PROGRAM
I PENYEBARLUASAN INFORMASI
DAN EDUKASI P4GN

2.1 PERENCANAAN
2.3 MITIGASI PENYEBARAN PESAN DAN PERANCANGAN

KONTRA OPINI
2.4 ASPEK PERENCANAAN YANG PERLU DIPAHAMI PENYULUH

MODUL MERANCANG PROGRAM
II PENYEBARLUASAN INFORMASI
DAN EDUKASI P4GN

3.1 KOMUNIKATOR I : PENYULUH NARKOBA
3.2 PEMUKA OPINI
3.3 RELAWAN / PEGIAT
3.4 PENGAMBIL KEBIJAKAN

xx Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


ISI RATFAD DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

MODUL MENGENALI KHALAYAK
III PENYEBARLUASAN INFORMASI
DAN EDUKASI P4GN

4.1 KHALAYAK ANAK
4.2 KHALAYAK REMAJA
4.3 KHALAYAK DEWASA

MODUL MERANCANG PESAN
IV INFORMASI DAN EDUKASI P4GN

5.1 Pesan Kunci P4GN
5.2 Merancang Materi PenyuluhanI
5.3 Merancang Konten Kreatif
5.4 Menghadapi Opini Negatif dan Kegiatan Kontranya

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN xx


PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang

Di era digital saat ini, atensi masyarakat SASARAN
Indonesia cenderung mudah dialihkan
dengan sesuatu yang dilabelkan sebagai Viral. Saat Pengguna Modul memahami :
terjadi fenomena banjir informasi atau infobesitas, Ÿ Urgensi penyebaran informasi
viral dijadikan patokan utama masyarakat untuk
memilah informasi arus utama atau mainstream dan edukasi P4GN yang lebih
mana yang ingin mereka dapatkan selain tentunya masif
kebutuhan informasi yang bersifat personal. Pada Ÿ Maksud dan tujuan Program
akhirnya viral oleh para praktisi marketing dan P4GN
komunikasi menjadi tujuan sebuah Kampanye Ÿ Metode Pembelajaran &
sosial. Berbagai metode komunikasi dan pemasaran Komponen Modul
dicoba oleh ahli marketing perusahan maupun tim Ÿ Cara Menggunakan Modul
kampanye Program Pemerintahan untuk bisa
mendapatkan perhatian dari masyarakat. Salah digunakan masih belum signifikan dan perlu
satu Program yang terus digenjot oleh pemerintah ditingkatkan.
dalam sosialisasinya adalah Program Pencegahan
dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Ada beberapa aspek yang perlu
Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). ditingkatkan yakni perencanaan dan evaluasi
program penyebarluasan informasi dan
Di balik tujuan besar dan dampaknya bagi pemahaman serta keterampilan membuat konten
masyarakat, dalam kegiatan Kampanye Program kreatif. Pada akhirnya hasil pemetaan inilah yang
P4GN ditemukan bahwa output f rekuensi menjadi dasar untuk Tim Penyusun memilih
mencatat kenaikan jumlah tetapi cenderung masih konten-konten yang dibutuhkan oleh penyuluh
belum signifikan dibandingkan Program Strategis dalam modul ini. Selain itu, tantangan berikutnya
lainnya yang dicanangkan oleh pemerintah. Dari adalah bagaimana penyuluh bisa berkolaborasi
hasil penelusuran menggunakan Platform SPIN, dengan para pemuka opini (KOL), pegiat, relawan,
jumlah pemberitaan P4GN di media online dalam K/L terkait, dan pengambil kebijakan di daerah
setahun bila dibandingkan dengan kampanye lintas dalam hal penyebarluasan informasi P4GN.
Program strategis nasional lainnya masih kalah
dengan gizi buruk (sekitar 23 rb), Literasi Digital Peningkatan Penyebarluasan Informasi
(sekitar 177 ribu), dan Stunting Anak (sekitar 4 juta). menjadi upaya strategis BNN untuk mewujudkan
Indonesia Bersih Narkotika lewat Program P4GN.
Penyuluh BNN sebagai ujung tombak Dalam hal ini Badan Narkotika Nasional (BNN)
penyebarluasan informasi dan edukasi perlu sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian
mendapat perhatian khusus. Dari hasil pemetaan (LPNK) terdepan tidak dapat bekerja sendiri,
awal yang dilakukan Tim Penyusun Modul tentang
bentuk konten dan kompetensi komunikasi
penyuluh, Tim penyusun menyimpulkan bahwa
kegiatan penyebarluasan P4GN dari aspek pesan
dan saluran secara output dan outcome yang

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 01


melainkan harus secara menyeluruh melibatkan secara tuntas. Terkait dengan fenomena laten
seluruh komponen masyarakat, bangsa dan Negara kejahatan narkotika tersebut diperlukan upaya-
bersinergi memberantas penyalahgunaan upaya penanganan yang serius, komprehensif dan
narkotika. bersifat “sustainability” supaya kejahatan narkotika
tidak berkembang semakin agresif dan semakin
Dalam mengatasi kompleksitas ancaman mendestruksi tatanan kehidupan sosial
narkotika pendekatan holistik dilakukan dengan kemasyarakatan, mereduksi produktivitas manusia,
diterbitkannya UU No. 35 Tahun 2009 tentang dan menghancurkan sendi-sendi sistem ketahanan
Narkotika di awal dan pelaksanannya saat ini nasional atau eksistensi negara.
berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 2
Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Dasar dari P4GN adalah Undang-Undang
P4GN Tahun 2020-2024. Peraturan ini juga No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Kemudian,
menginstruksikan kepada seluruh Menteri, Jaksa Program P4GN dicanangkan oleh pemerintah
Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala LPNK, Kepala melalui BNN tahap tahun 2011-2015 dengan tujuan
BIN, Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga mengendalikan penyalahgunaan Narkoba.
Negara, Para Gubernur, Bupati & Walikota untuk Program P4GN ini didasarkan pada Peraturan
lebih memfokuskan pencapaian “Indonesia Bersih Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan
Narkotika” dengan mengambil langkah-langkah Narkotika Nasional. Implementasi P4GN juga
yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan termuat dalam Grand Design Badan Narkotika
kewenangan masing-masing. Secara khusus, Nasional 2018 – 2045 sebagai pedoman atau rujukan
Presiden RI Joko Widodo juga meminta agar penyusunan arah kebijakan dalam dokumen
perencanaan jangka menengah untuk merespon
I.2 Konsep P4GN dan War on Drugs perubahan lingkungan strategis ancaman
kejahatan narkotika dan prekursor narkotika.
digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan
kampanye ini utamanya menyasar generasi muda. BNN sebagai lembaga pemerintah yang
dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor
Melihat dari modul pertama 23 Tahun 2010 diberikan mandat untuk
Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN ini melaksanakan P4GN. Sesuai mandatnya, BNN
berfokus kepada isu pencegahan yang menyasar berupaya mengemban mandat tersebut dengan
kalangan anak dan remaja. Modul ini bisa menjadi penuh tanggung jawab dan bukan hanya fokus
pegangan untuk meningkatkan kompetensi para pada permasalahan yang terjadi pada masa kini,
penyuluh narkoba serta penyampai pesan lainnya melainkan juga berorientasi untuk mengantisipasi
seperti Pemuka Opini dan Pegiat Anti Narkoba. potensi ancaman kejahatan narkoba di masa depan
sebagai dampak dari fenomena perkembangan
Kejahatan Narkoba merupakan salah satu megatrend global yang sangat cepat pada 20 atau
tantangan dan permasalahan yang selalu 30 tahun yang akan datang. Sosialisasi dan berbagai
mengiringi perkembangan peradaban manusia macam kegiatan lainnya telah dilaksanakan BNN
dari zaman ke zaman. Artinya, problematika bersama tim yang dibentuk khusus untuk
kejahatan Narkoba tidak akan pernah memberikan informasi dan edukasi tentang P4GN
diberhentikan dan tidak akan dapat diselesaikan di berbagai daerah seluruh Indonesia. Sayangnya,

02 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


PENDAHULUAN

tren prevalensi narkoba setiap tahun masih belum Seiring pelaksanaannya, P4GN juga
mencatat penurunan yang drastis. mendapat perhatian khusus dari Presiden pada
tahun 2020. Ada enam Perintah Presiden RI terkait
Konsep P4GN sendiri bisa digolongkan P4GN, antara lain:
menjadi dua entitas yang saling berbeda tetapi
saling berkaitan. Pertama, pencegahan Ÿ Sektor seperti BNN, Polri, TNI, Kementrian
penyalahgunaan narkoba dan Peredaran Gelap Hukum dan HAM, Kementrian Kominfo,
Narkotika adalah seluruh usaha yang ditujukan Kementrian Kesehatan, Kementrian Sosial,
guna mengurangi permintaan dan kebutuhan Direktorat Jendral Bea dan Cukai harus
narkoba oleh masyarakat secara ilegal. Kedua, bergerak bersama, bersinergi. "Semua
pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Kementerian Lembaga menghilangkan ego
gelap Narkoba adalah upaya yang dilakukan guna sektoral, semuanya keroyok rame-rame".
mengurangi penggunaan narkoba setelah
terjadinya penyalahgunaan. Pemberantasan juga Ÿ Menyatakan perang terhadap bandar dan
dilakukan agar pelaku jera sehingga akan berhenti jaringan narkoba. "Tapi juga penanganan
menggunakannya. hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi
pada jaringan-jaringan yang terlibat".
Dalam pelaksanaannya, Program P4GN
menggunakan tiga model pendekatan yakni soft Ÿ Tutup semua celah penyelundupan narkoba
power, smart power, dan hard power. Ketiganya karena narkoba ini sudah merasuk kemana-
memiliki karakteristik masing-masing yang mana. "Tutup celah semua penyelundupan
dijelaskan sebagai berikut: yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu
masuk, baik di pelabuhan maupun di bandara
Ÿ Soft power approach melalui pendekatan serta di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di
yang menitikberatkan pada aktivitas Negara kita".
rehabilitasi dan pencegahan yang bertujuan
agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan Ÿ Presiden meminta agar digencarkan
daya tangkal terhadap penyalahgunaan kampanye kreatif bahaya narkoba dan
Narkotika. kampanye ini utamanya menyasar generasi
muda.
Ÿ Smart power approach dilaksanakan melalui
pemanfaatan teknologi informasi yang Ÿ Perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat
maksimal di era digital dalam rangka pada Lapas sehingga Lapas tidak dijadikan
mendukung upaya P4GN di Indonesia. Materi pusat peredaran narkoba.
dalam modul ini kebanyakan membahas
tentang bagaimana penyuluh menggunakan Senada dengan perintah Presiden, dalam
pendekatan ini pelaksanaan P4GN, BNN mengencarkan kampanye
War On Drugs yang sejatinya mengedepankan
Ÿ Hard Power Approach menitikberatkan pada keseimbangan semua aspek, baik pencegahan,
Pemberantasan dalam hal penegakan hukum rehabilitasi, pemberdayaan, maupun
yang tegas dan terukur. pemberantasan peredaran gelap narkoba. War On
Drugs yang digaungkan oleh BNN bukan mengajak
“” masyarakat untuk angkat senjata dan main hakim
BERANTAS sendiri dalam menyikapi penyalahgunaan dan
NARKOBA DENGAN peredaran gelap narkoba, melainkan mengajak
3 STRATEGI JITU masyarakat untuk membentengi dirinya dan
keluarga serta membantu aparat penegak hukum
dalam menindak penjahat narkoba.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 03


PENDAHULUAN

04 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


PENDAHULUAN

I.3.1 Sasaran Pengguna narkoba baik yang dibuat oleh BNN, Kemendikbud,
NGO, maupun Government Bodies yang mengurusi
Modul Penyebarluasan Informasi dan Narkoba di negara lain. Metode Brainstorming juga
Edukasi edisi pertama ini menargetkan dua digunakan dengan melibatkan reviewer yang
kelompok sasaran pengguna modul, antara lain: terdiri dari penyuluh, perencana, narasumber ahli
dari Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik
A. Penyuluh Narkoba Kemenkominfo, dan United Nations Office On
Sebagai Penyampai pesan (komunikator) Drugs and Crime (UNODC). Mereka secara pro-
aktif melakukan peninjauan terhadap outline, draft,
utama, Penyuluh Narkoba adalah pengguna utama desain. Setelah draft sudah mencapai 90 persen,
modul ini. Penyuluh juga bisa menggunakan diadakan uji publik kepada para penyuluh di daerah
beberapa bagian modul ini untuk bisa dan Proof Reading agar memastikan isinya bisa
membimbing pemuka opini, relawan/penggiat, dan diterima dan bisa dimanfaatkan oleh pengguna
pengambil kebijakan agar bisa berkolaborasi modul.
dengan pengetahuan, pemahaman, dan
keterampilan yang tidak jauh berbeda. Menurut Goldschmid, Modul pembe-
lajaran sebagai sejenis satuan kegiatan belajar yang
B. Penyampai Pesan lainnya terencana, didesain untuk membantu penyuluh
narkoba menyelesaikan tujuan-tujuan tertentu.
Ÿ Pemuka Opini Anwar (2010), menyatakan bahwa karakteristik
modul pembelajaran sebagai berikut :
Menggunakan modul ini secara parsial agar dalam
kegiatan penyebarluasan informasi dan edukasi Ÿ Self instructional, pengguna modul mampu
dengan arahan dari penyuluh membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung
pada pihak lain.
Ÿ Relawan & Pegiat Narkoba parsial dengan
Ÿ Self contained, seluruh materi pembelajaran
Menggunakan modul ini secara dari satu unit kompetensi yang dipelajari
arahan dari penyuluh terdapat di dalam satu modul utuh.

Ÿ Pengambil Kebijakan Ÿ Stand alone, modul yang dikembangkan tidak
tergantung pada media lain atau tidak harus
Menggunakan modul ini secara parsial dengan digunakan bersama-sama dengan media lain.
arahan dari penyuluh
Ÿ Adaptif, modul hendaknya memiliki daya
I.4 Metode adaptif yang tinggi terhadap perkembangan
ilmu dan teknologi.
Modul Penyebarluasan Informasi dan
Edukasi P4GN ini termasuk ke dalam jenis modul Ÿ User f riendly, modul hendaknya juga
pembelajaran sebagai bahan ajar yang disusun memenuhi kaidah akrab bersahabat/akrab
secara sistematis dan menarik yang mencakup isi dengan pemakainya.
materi, metode dan evaluasi yang dapat digunakan
secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang Ÿ Consistence, konsisten dalam penggunaan
diharapkan. Selain itu, ada konsep tambahan dalam font, spasi, dan tata letak.
modul ini yakni evidence based yakni merangkum
hal-hal yang sering terjadi di lapangan. Oleh
karenanya saat penyusunan modul ini, Tim
penyusun melakukan pemetaan, penggalian
informasi, dan survey terhadap penyuluh sebagai
penyampai pesan utama dan anak & remaja sebagai
salah satu khalayak penerima pesan P4GN yang
difokuskan dalam modul edisi ini.

Dalam proses pembuatannya, tim
penyusun menggunakan metode benchmarking
yakni melakukan studi komparatif terhadap
modul-modul terkait pencegahan dan penyuluhan

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 05


PENDAHULUAN

I.5 Komponen Modul

A. Petunjuk Bagi Penyuluh Narkoba

06 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

MODUL I

MERANCANG PROGRAM PENYEBARLUASAN
INFORMASI DAN EDUKASI P4GN

Selama ini BNN telah melakukan berbagai upaya DASAR
untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi
program Pencegahan, Pemberantasan Penya- Hasil survei pra-penyusunan modul
lahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) (2022) oleh Tim Penyusun Modul
kepada berbagai khalayak dengan memanfaatkan kepada Penyuluh yang
berbagai saluran komunikasi yang ada dan meli- menunjukkan skor rendah bagi
batkan penyuluh sebagai ujung tombak penyampai penyuluh di bidang perencanaan
pesannya. Dalam rangka mencapai tujuan yang dan mitigasi Kontra Opini
diharapkan maka di tahap awal Penyuluh harus
mampu meningkatkan kompetensinya dalam SASARAN
merancang Program Penyebarluasan Informasi dan
Edukasi P4GN. Penyuluh dapat memahami :
Ÿ Perbedaan Program Penyuluhan,
Perlu dipahami oleh Penyuluh dan
Penyampai Pesan lainnya bahwa bahwa Sosialisasi, Komunikasi
Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN Ÿ Karakteristik Informasi dan
adalah sebuah Program yang dapat diklasifikasikan
ke dalam 3 jenis kegiatan dengan karakteristik dan Edukasi
tujuannya masing-masing. Pada tahap awal Ÿ Alur Perencanaan Program
penyuluh harus memilih jenis Program yang akan
difokuskan karena pada dasarnya semua program Penyebarluasan Informasi &
memiliki input, proses, dan output yang berbeda Edukasi
yang harus dirancang oleh penyuluh. Adapun 3 Ÿ Strategi Penyebar
jenis Program Penyebarluasan Informasi dan Ÿ Pemilihan Taktik
Edukasi yang relevan bagi Penyuluh Narkoba antara Ÿ Pentingnya Action Plan
lain : Ÿ Kegiatan Kontra Opini dalam
Komunikasi
Ÿ 3 Prinsip dalam menyusun
perencanaan

Penyuluh dapat melakukan :
Ÿ Pemetaan Khalayak, Pesan,

Saluran, Obyektif
Ÿ Perancangan Program

Penyebarluasan Informasi dan
Edukasi
Ÿ Perancangan Mitigasi Resiko
Informasi ke Ranah Publik
Ÿ Perancangan Kegiatan
Penyebaran Kontra Opini

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 07


MODUL I

A.AP.rPogroragmraPmenPyeunluyhualnuhan C. BP. rPorgorgamraKmomKoumnikuansiikasi

Penyuluhan bisa diartikan proses Program Komunikasi atau nama lainnya
perubahan prilaku di kalangan masyarakat agar kampanye komunikasi menurut Sven Windahl,
mereka tahu, paham, mau dan mampu melakukan Benno H. Signitzer dan Jean T. Olson (1992: 19) adalah
perubahan demi tercapainya tujuan tertentu sebuah usaha terencana dari seorang Penyampai
seperti peningkatan daya tangkal narkoba, Pesan atau komunikator untuk memengaruhi
peningkatan kesadaran hidup sehat, perbaikan khalayak (audience) melalui satu atau seperangkat
kesejahteraannya, dll. Penyuluhan juga merupakan pesan dengan tujuan tertentu. Oleh karena adanya
suatu usaha menyebarluaskan hal – hal yang baru tujuan yang tertentu inilah, program komunikasi
(difusi inovasi) agar masyarakat tertarik, berminat atau kampanye komunikasi ini disebut pula dengan
dan bersedia melaksanakan dalam kehidupan perencanaan komunikasi instrumentalis.
mereka sehari hari.
Berdasarkan bentuk kampanyenya, ruang
Dari karakteristik sasaran khalayaknya, lingkup Program Komunikasi dapat meliputi
penyuluhan ditujukan kepada perorangan atau kegiatan hubungan masyarakat (public
kelompok dengan saluran komunkasi langsung relation/PR), pemasaran (marketing), periklanan
tatap muka baik itu secara luring (offline) maupun (advertising), penyuluhan, dan pendidikan. Dalam
daring (online). Dalam pelaksanaan penyuluhan pelaksanaannya, bentuk-bentuk kampanye ini bisa
P4GN, Pesan bermuatan edukasi dan persuasi dilakukan sendiri-sendiri atau bisa juga
sangat kental dan oleh karena itu dalam digabungkan dalam sebuah pendekatan yang
pelaksanaannya harus melibatkan penyampai terpadu (integrated campaign approach) di mana
pesan resmi yang ditunjuk oleh pemerintah kegiatan-kegiatan PR, periklanan, diintegrasikan
sehingga dipastikan memiliki kompetensi untuk secara sinergis dalam mendukung sebuah kegiatan
memberi tahu (to inform), mendidik (to educate), kampanye Komunikasi.
mengubah perilaku (to persuade) dan membawa
pesan dari lembaga/organisasi/otoritas seperti BNN. Apabila penyuluh merencanakan Program
Penyampai pesan terlembaga dalam penyuluhan komunikasi, maka program penyuluhan dan
ini adalah Penyuluh Narkoba BNN, Penyuluh sosialisasi bisa langsung ditempatkan dalam satu
Dayamas, maupun penyuluh dari K/L lain yang bangunan. Program Komunikasi juga pastinya
ditugaskan oleh pemerintah. melibatkan kolaborasi penyuluh dengan
penyampai pesan lainnya seperti pegiat/relawan,
B.BP.rPogroragmraSmosSiaolissiaasliisasi pemuka opini, dan pengambil kebijakan. Saluran
yang digunakan pun beragam dan pesannya dapat
Sosialisasi menurut KBBI berarti upaya dimodifikasi sesuai dengan khalayak dan dampak
memasyarakarkan sesuatu sehingga menjadi yang ingin dicapai. Program Komunikasi tentunya
dikenal, dipahami, dihayati, oleh masyarakat atau memiliki instrument yang jelas dari mulai
permasyarakatan. Dalam arti sempit, sosialisasi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
merupakan proses memperkenalkan sebuah
sistem pada seseorang dan bagaimana orang Lalu, bagaimana cara Penyuluh memulai
tersebut menentukan tanggapan serta reaksinya. Program-Program tersebut?

Pada dasarnya sosialisasi dan penyuluhan Pada tahap awal Penyuluh bisa merancang
memiliki maksud dan tujuan yang sama pada tahap perencanaan setiap program yang akan dijalankan.
tertentu yaitu membuat orang lain atau masyarakat Program yang paling mudah disusun adalah
mengenali dan memahami sesuatu. Namun dalam program Jangka Pendek yang durasinya mulai satu
prosesnya sosialisasi bersifat lebih umum dan lebih triwulan hingga satu tahun. Akhir tahun di saat
luas. Dari sisi pesannya, sosialisasi cenderung Evaluasi Program adalah saat yang tepat untuk
menitikberatkan pada pesan informasi daripada mulai merumuskan rencana. Sesuai namanya,
pesan edukasi. Bahkan iklan di televisi dan Bahasan dalam Modul I ini akan lebih
pemberitaan di media daring juga bisa di sebut menitikbertkan pada poin perencanaan saja. Untuk
sosialisasi. Sedangkan Penyuluhan adalah salah pelaksanaan dan evaluasi akan dijelaskan pada bab
satu bentuk dari sosialisasi yang memiliki teknis dan berikutnya.
tata cara yang lebih spesifik, melibatkan instruktur
seperti penyuluh dan sekelompok kecil masyarakat
sebagai khalayaknya

08 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


2.1 Perencanaan MODUL I

Analisis Penetapan
Situasi Sasaran
(Situation
Analysis) (Objectives)

Pengendalian Perencanaan
& Money Strategi
(Control)
(Strategy)

Rencana Aksi Pemilihan
(Action Plan) Taktik

Perencanaan merupakan hal yang sangat (Tactics)
vital bagi penyuluh dalam melaksanakan Program
Penyebarluasan Informasi. Salah satu pendekatan Gambar 2.1 Konsep SOSTAC
yang kiranya amat mudah untuk melihat
Penyebaran Informasi dan Edukasi P4GN sebagai
Program yang sistematis adalah konsep SOSTAC
yang dikembangkan Paul Smith.

Perencanaan Program Penyebaran
Informasi dan Edukasi dengan memakai SOSTAC
merupakan sebuah lingkaran dengan terdiri dari 6
tahap, yaitu Pemetaan/ Analisis Situasi (Situation
Analysis), Penetapan Sasaran (Objectives),
Perancangan Strategi (Strategy), Pemilihan Taktik
(Tactics), Rencana Aksi (Action Plan), dan Sistem
Pengendalian (Control System) dalam bentuk
monitoring dan evaluasi. Khsuus untuk Sistem
Pengendalian akan dibahas pada Modul VI.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 09


MODUL I

2.1.1 Pemetaan Program Penyebarluasan Ÿ Survey sederhana kepada khalayak Anak dan
Informasi & Edukasi P4GN Remaja menggunakan Medsos di channel lokal
yang traffic-nya ramai
Pemetaan atau Analisis Situasi menjadi
awal yang penting dalam kegiatan perencanaan Sekurang-kurangnya ada 4 aspek dalam
Program penyebarluasan Informasi dan Edukasi pemetaan atau situational analysis yang bisa
P4GN. Mengacu pada model SOSTAC, kegiatan dilakukan oleh penyuluh Pertama, analisis
Perencanaan sebaiknya dimulai dengan analisis program/produk/layanan dan pesan yang akan
situasi (Situational Analysis) atau di kalangan dikampanyekan. Kedua, analisis khalayak sasaran
praktisi Komunikasi dan Pemasaran, analisis ini (target audience). Ketiga, analisis saluran
dikenal dengan istilah Pemetaan atau Mapping. kampanye yang potensial dimanfaatkan untuk
dalam mencapai tujuan. Keempat, analisis tujuan
Setiap tahap pemetaan bisa dilakukan atau obyektif kampanye berdasarkan dampak yang
dengan cara-cara sederhana melalui pengumpulan ingin dicapai.
informasi dengan cara sebagai berikut :
Karena alurnya harus dijalankan sesuai
Ÿ Observasi atau pengamatan di wilayah urutan, maka Penyuluh dapat mengikuti satu per
masing-masing sesuai dengan jenis pemetaan satu tahapan di bawah ini.
yang akan dilakukan. Contohnya untuk
pemetaan pesan, jenis konten kreatif apa yang A. Pemetaan Program Penyebarluasan Informasi
sedang digandrungi oleh anak dan remaja di dan/atau Edukasi
channel medsos daerah yang populer.
Selayaknya para praktisi komunikasi yang
Ÿ Wawancara dan diskusi kepada stakeholder di harus menganalisis produk/layanan di awal,
daerah untuk menghimpun informasi terkait penyuluh juga harus menentukan jenis Program
kebijakan daerah, kebijakan pendidikan, event- penyebarluasan akan lebih condong ke muatan
event yang akan berlangsung, isu-isu potensial informasi atau edukasi atau keduanya dengan porsi
di daerah, peluang Kerjasama, dan info titik yang merata. Karena Penyuluh bukan tenaga
rawan peredaran Narkoba. Penyuluh bisa pemasar yang menjual produk/layanan komersial
berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan, maka sebut saja program yang dibuat penyuluh
sekolah/kampus, komunitas-komunitas, sebagai Layanan Sosial P4GN. Pada tahap awal,
wartawan, relawan, polisi, militer, pejabat sebaiknya penyuluh mampu mengidentifikasi
daerah, dsb. komposisi muatan informasi dan edukasi.

Ÿ Mengumpulkan informasi terkait P4GN di Agar mudah dipahami, modul ini akan
media massa lokal dan sumber literasi lainnya mengulas juga perbedaan antara informasi dan
seperti buku, hasil riset kampus setempat edukasi yang disajikan dalam tabel di bawah ini.

Definisi Informasi Edukasi

fakta yang perlu diketahui, dipahami proses kegiatan yang mendorong
dan dilaksanakan oleh penyampai terjadinya proses perubahan pengetahuan,
pesan dan masyarakat dalam rangka sikap, dan perilaku masyarakat tentang
melaksanakan suatu kegiatan suatu kegiatan tersebut

Komponen Fakta, Data, Opini, Deskripsi Fakta, Data, Opini, Deskripsi (informasi)
dan Ajaran, Nilai, Simulasi, Keteladanan
Bentuk Sosialisasi, Pemberitaan, Iklan (contoh Perilaku)
Penyampaian
Pengajaran, Penyuluhan, Pelatihan,
Pengarahan, Bimbingan

Contoh dalam Jenis-jenis Narkoba, Data Prevalensi Sadar Bahaya Narkoba, Meningkatkan
materi penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba, Ciri-ciri Daya Tangkal Narkoba, Cara Memutus
Pengguna Narkoba, Kawasan yang Rantai Penyebaran Narkoba di Lingkungan
Narkoba rawan peredaran gelap Narkoba, terdekat

10 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

Dari Tabel 2.1 di atas, Penyuluh Narkoba di Untuk dapat memahami bagaimana
Pusat diharapkan sudah bisa memiliki pemahaman mengeksekusi perencanaannya, Penyuluh bisa
tentang informasi dan edukasi yang akan menjadi mulai latihan pemetaan program dengan mengisi
muatan program. Selanjutnya, penyuluh dapat Lembar Kerja Pemetaan Program Penyearluasan
mulai memetakan berbagai program yang Informasi & Edukasi P4GN yang disajikan pada tabel
memang sudah direncanakan dari BNN Pusat di bawah ini.
ataupun menjadi Program di Provinsi. Mengacu
pada mengikuti Rencana Strategis maupun
Rencana Kerja, BNN Pusat tentunya sudah
memiliki Program penyebarluasan Informasi dan
Edukasi yang bersifat jangka pendek, menengah,
dan panjang. Di tangan penyuluh BNN daerah,
program-program tersebut dapat dikemas dan
disesuaikan ke dalam bentuk kegiatan, materi
penyuluhan, dan konten informasi di media sosial
yang dapat diterima oleh khalayak di daerah.

Nama Waktu Jenis Dasar Muatan Khalayak Mitra
Program Pelaksanaan Program Program Penyampai

Penyuluhan Januari - Penyuluhan War On Drugs Informasi 30% Siswa SMA Kepsek SMA
Waspada Mei 2023 Edukasi 70% 100 orang
Peredaran
Tembakau
Gorila
di Jakarta

Kampanye Februari - Komunikasi War On Drugs Informasi 50% Anak dan Bunga,
“Menangkal Des 2023 Edukasi 50% Remaja Duta Bahasa
Rayuan pengguna Sumsel
Halus Gaya medsos & Selebgram
Hidup di Kota
Konsumsi Palembang
Narkoba
di Instagram
& Tiktok

Pembuatan Januari - Sosialisasi Desa Bersinar Informasi 70% Pengurus Kepala Desa,
Infografis Mei Edukasi 30% Desa dan Babinmas
Program perwakilan & Ustad ABC
Desa Bersinar 50 KK
Kab. Bandung

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 11


MODUL I

Untuk dapat membuat Pemetaan Program penyuluh, pandangan mereka tentang materi
yang komprehensif, maka sebaiknya diperlukan penyuluhan, dan preferensi media dalam
diskusi antara penyuluh dengan sesama penyuluh mendapatkan informasi dan edukasi. Dari hasil
baik yang jabatan lebih muda maupun senior. survey bulan Oktober 2022, didapatkan beberapa
Pemetaan ini sangat fleksibel bisa dilakukan oleh temuan menarik, antara lain :
penyuluh secara individu maupun secara
berkelompok ataupun dengan melibatkan unsur Ÿ Penyuluh dianggap oleh anak dan remaja
yang relevan seperti Ketua BNN di daerah atau masih memiliki kekurangan pada dimensi
bagian Humas. pesan di mana pada subdimensi kemasan
pesan diberi skor 81,46 atau lebih rendah
Setelah memetakan jenis layanan yang daripada penilaian terhadap isi pesannya.
akan dipilih dalam Program Penyebarluasan Artinya dalam hal pengemasan pesan dalam
Informasi dan Edukasi, langkah selanjutnya yang hal konten kreatif yang disenangi remaja,
bisa diambil oleh penyuluh adalah melakukan kompetensi penyuluh harus ditingkatkan
pemetaan khalayak dan saluran.
Ÿ Anak dan remaja memiliki kecenderungan
B. Pemetaan Khalayak kurang mendapatkan pesan informasi dan
edukasi tentang Narkoba di media massa dan
Memetakan khalayak (audiens) menjadi dengan memberikan skor yang lebih rendah
langkah kedua bagi penyuluh dalam usaha terhadap saluran media massa dan media luar
merencanakan Program Penyebarluasan Informasi ruang dan dalam ruang. Sementara itu media
dan Edukasi P4GN yang efektif. Ada prinsip dasar sosial dan pesan langsung dianggap menjadi
yang harus dipegang bahwa seiring dengan saluran utama mereka mendapatkan informasi
perkembangan teknologi media dan perubahan tentang Narkoba dari BNN.
cara berkomunikasi yang revolusioner, khalayak
bersifat tidak pasif melainkan aktif. Artinya antara Hasil survey tersebut menjadi pemicu
penyuluh selaku penyampai pesan dan penerima (trigger) awal untuk menentukan seperti apa
pesan bukan hanya terjadi hubungan, tetapi juga kebutuhan ekspektasi, dan preferensi khalayak
saling mempengaruhi. Artinya, penyuluh juga terhadap berbagai aspek yang ada dalam Program
dapat dipengaruhi oleh khalayak berdasarkan Penyuluhan, Sosialisasi, dan Komunikasi.
umpan balik (feedback) yang dikirimkan baik secara
langsung (immediate feedback) maupun tertunda Lalu bagaimana cara penyuluh memetakan
(delayed feedback). Sebaiknya penyuluh khalayak di daerahnya?
melakukan pencatatan apabila ada masukan
langusng dari khalayak agar bisa melakukan Ada dua metode yang bisa dilakukan
evaluasi kegiatan penyuluhan. secara mandiri atau berkelompok yakni metode
sederhana dan kompleks.Untuk metode sederhana,
Dalam modul ini khalayak yang akan penyuluh bisa melakukan pemetaan sambil
banyak dibahas adalah anak dan remaja. Adapun melakukan tugasnya sehari-hari saat beroperasi di
pembahasan paling detail bisa dilihat di Modul IV area kerjanya. Penyuluh bisa melakukan
termuat karakteristik anak dan remaja berdasarkan identifikasi dan pendataan terhadap hal-hal
perkembangan usia psikisnya, karakteristik sebagai berikut :
generasi, dan juga preferensi medianya. Mengapa
penyuluh harus mendalami karakteristik anak dan
remaja? Perlu dipahami oleh penyuluh juga bahwa
untuk menjalin komunikasi yang selevel antara
penyuluh sebagai penyampai pesan dengan
khalayak khususnya anak dan remaja - harus
terdapat persamaan kepentingan, frekuensi, dan
selera.

Agar modul ini bisa menjadi modul
evidence based, maka Tim Penyusun Modul juga
sudah melakukan survey awal untuk mengetahui
pandangan khalayak anak dan remaja terhadap

12 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

Ÿ Khalayak berdasarkan jumlah : perorangan, Untuk mengenali khalayak tertentu dalam
kelompok kecil, kelompok besar, atau massa. sebuah fenomena kasus anak dan remaja yang
Contohnya Penyuluh bisa memetakan potensi lebih kompleks, penyuluh bisa melakukan riset
jumlah khalayak untuk sasaran penyebaran berkelompok atau menggandeng institusi
informasi dan edukasi di wilayah tertentu. pendidikan baik itu mahasiswa ataupun akademisi
Contohnya penyuluh bisa memprioritaskan untuk melakukan riset khalayak atau juga dikenal
kegiatan di sekolah-sekolah Kecamatan X sebagai riset persepsi publik. Metode yang sering
karena memiliki jumlah anak dan remaja yang digunakan adalah fenomenologi dan etnografi.
lebih banyak dibanding Kecamatan lainnya. Berdasarkan penelusuran Tim Penyusun di Google
Contoh lainnya penyuluh bisa melakukan Scholars, banyak ditemukan riset tentang Strategi
rencana kerjasama sosialisasi dengan media Komunikasi dan Khalayak BNN di daerah-daerah
massa di kota tertentu karena dinilai mampu seluruh Indonesia. Artinya ada peluang bagi
menjangkau massa yang sangat banyak penyuluh untuk bekerjasama dengan institusi
pendidikan.
Ÿ Berdasarkan usia, jenis kelamin, daerah asal,
tingkat pendidikan, dan ekonomi. Contohnya Siapapun yang pada akhirnya melakukan
penyuluh bisa mengelompokkan khalayak riset khalayak, Prinsip dasar yang harus dipegang
berdasarkan usia agar ketika ada kegiatan penyuluh dalam pemetaan yang kompleks ini
penyuluhan yang segmented tidak ada gap adalah bagaimana memahami fenomena gunung
penerimaan informasi karena kontennya es (Iceberg) khalayak program kita. Seperti dilihat
dianggap tidak mewakili usia tertentu dalam Gambar 2.5 di bawah ini, Dalam Fenomena
Gunung Es menurut Ruben & Stewart, (1998: 64),
Ÿ Berdasarkan Potensi Kerawanan Penya- biasanya gunung es berada di lautan maka ada
lahgunaan Narkoba dan Tingkat pemahaman. bagian-bagian yang tampak dan ada yang tidak
Contohnya penyuluh bisa menandai khalayak kelihatan karena berada di bawah permukaan.
anak dan remaja tertentu di wilayah yang sudah
dilakukan penyuluhan sehingga apabila
datang ke tempat yang sama dengan khalayak
yang sama bisa membuat pengembangan
materi penyuluhan.

ORANG

SIMBOL MEDIA KOMPONEN YANG TAMPAK

MAKNA BELAJAR SUBJEKTIVITAS KOMPONEN YANG TIDAK
TAMPAK

NEGOSIASI BUDAYA LEVEL DAN KONTEKS

ACUAN DIRI REFLEKSI DIRI KETAKTERHINDARAN

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 13


MODUL I

Dari pemetaan khalayak ini Penyuluh penyuluh sebagai penyampai pesan (Komunikator)
diharapkan mampu mengidentifikasi kompnen perlu melakukan analisis terhadap faktor-faktor
yang tidak tampak di dasar permukaan sehingga komunikasi yang mendukung atau menghambat
tidak akan sembarangan membuat Program bagi penyebarluasan pesan. Analisis ini dilakukan
dengan cara mengabaikan struktur sosial dan untuk menjamin efektivitas pesan kampanye;
psikologis khalayak di wilayah operasionalnya. apakah pesan Program Komunikasi yang telah ada
Penyuluh juga diharapkan memiliki empati yang sejalan kegiatan kampanye lainnya ataukah
baik mengenai keadaan yang dialami khalayak sebaliknya bertentangan dengan kampanye yang
tertentu. Ada sebuah prinsip bahwa kita tidak akan dilaksanakan?
berbicara kepada khalayak karena kita ingin
mengatakan sesuatu kepada mereka, melainkan Patut dipahami bahwa saat penyebar-
harus memikirkan apa yang mereka ingin dengar luasan pesan, satu hal saja seperti perbedaan usia
dan ketahui. antara penyampai pesan dan khalayak bisa
menjadi factor jadi terjadi tidak tercapainya saling
C. Pemetaan Pesan pengertian sebagaimana yang dikehendaki.
Bahkan ada resiko sebaliknya timbulnya
Setelah mengenal khalayak dan situasinya, kesalahpahaman tidak diterimanya pesan tersebut
dengan sempurna dikarenakan perbedaan cara
maka langkah selanjutnya yang dilakukan penyuluh membahasakan antara apa yang dipergunakan
dengan yang diterima. Ada juga terdapat hambatan
adalah memetakan pesan. Penyuluh Narkoba teknis lainnya seperti urang kuatnya sinyal
telekomunikasi di daerah pelosok dalam Kegiatan
dalam posisinya sebagai pihak penyampai pesan Online menggunakan Zoom menyebabkan
terganggunya kelancaran sistem komunikasi kedua
yang berada di tengah antara BNN sebagai belah pihak.

Lembaga Negara dan Masyarakat, maka Hasil pemetaan pesan ini selanjutnya akan
dijadikan dasar dalam perumusan menyusun pesan
dibutuhkan upaya ekstra untuk pemetaan pesan. yaitu menentukan tema dan materi. Adapun
pembahasan tentang pemetaaan dan perumusan
Artinya, ada usaha pemetaan pesan yang pesan yang detail bisa didapatkan di Modul IV.

direncanakan dari bawah ke atas (down to top) dan D. Pemetaan Saluran

juga pemetaan yang dilakukan dari atas ke bawah Setelah memetakan pesan, selanjutnya
penyuluh bisa melakukan pemetaan saluran.
(top to down) sehingga isi pesan komunikasi Dalam penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN
ada dua saluran yang digunakan yakni saluran
didasarkan atas hasil penggalian terhadap langsung (tatap muka) dan saluran tidak langsup
(bermedia). Penyuluh harus bisa memetakan
kebijakan pemerintah dan aspirasi kebutuhan saluran atau channel mana yang paling potensial
digunakan oleh khalayak - dalam hal ini anak dan
khalayak terutama anak dan remaja. remaja.

Cara paling sederhana untuk melakukan Dari hasil survey Tim Penyusun Modul
terhadap anak dan remaja didapatkan saluran
pemetaan pesan P4GN adalah penyuluh langsung atau tatap muka terbilang masih diminati
oleh Remaja dan Anak dalam pengondisian mereka
mengindentifikasi pola pengulangan pesan, berada di sekolah dan kegiatan/event yang mereka
sukai. Artinya pendekatan penyuluh untuk bisa
reproduksi pesan, kontradiksi atau pertentangan door to door di daerah masih bisa dilaksanakan.
Sementara itu penyebarluasan informasi dan
pesan baik itu secara down to top maupun top to edukasi melalui saluran tidak langsung
mendapatkan minat lebih besar dengan Media
down menggunakan mesin pencari Google dalam Sosial sebagai saluran utama yang digunakan oleh
mereka.
lingkup terbatas di wilayahnya atau secara nasional

selama kurun waktu tertentu.

Selanjutnya penyuluh bisa memban-

dingkan dengan melihat kegiatan penyebaran

pesan yang dilakukan oleh BNN di saluran resmi

seperti website dan berbagai media sosial. Dari kata

kunci pesan yang didapatkan penyuluh dapat

mencari apakah ada kegiatan komunikasi yang

sifatnya mendukung, menyaingi (competing

communication) atau merusak atas kampanye

yang akan dilakukan. Contoh yang bersifat

mendukung antara lain : Presiden mengeluarkan

arahan terkait P4GN, Kemenkominfo

mengeluarkan Komunikasi Publik, dan Kemendagri

mengirimkan pesan P4GN ke kepala daerah.

Karena tidak selamanya pesan kita sampai

kepada khalayak khususnya anak dan remaja , maka

14 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

Dalam pemetaan saluran juga penyuluh tujuan pragmatis. Tujuan strategis biasanya bersifat
perlu melakukan beberapa upaya agar mampu global dan cenderung kualitatif, sedangkan tujuan
merencanakan penyebarluasan pesan dengan pragmatis biasanya bersifat spesifik dan cenderung
saluran yang optimal. Pertama, pemetaan saluran kuantitatif dengan prinsip Specific, Measurable,
harus menyesuaikan dengan hasil pemetaan Achievable, Realistic, Time Bounded (SMART).
khalayak dengan mempertimbangkan karakteristik
anak dan remaja di wilayah operasionalnya. Selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan
Contohnya, di daerah yang khalayaknya susah tersebut, pelaksana PPK merumuskan strategi
mengakses sinyal atau anak-anak yang tidak komunikasi, yaitu pendekatan komunikasi yang
memiliki gadget, Program Penyuluhan dapat dianggap paling tepat dipakai dalam kegiatan PPK
direncanakan menggunakan saluran langsung yang bersangkutan. Tujuan yang berbeda biasanya
berupa tatap muka ke sekolah. Penyuluh bisa ikut memakai strategi komunikasi yang berbeda pula.
dalam slot-slot acara-acara penting yang digelar
secara offline. Contoh lainnya adalah penyuluh bisa Contoh strategis:
menggunakan Live di IG ataupun Tiktok apabila
ingin melakukan komunikasi dua arah dengan para Ÿ Meningkatnya pengetahuan Siswa SMA di
remaja konsultasi dalam platform yang familiar Makassar terhadap Bahaya Narkoba
dengan mereka.
Ÿ Remaja di Kab. Bogor memiliki peningkatan
Kedua, penyuluh juga perlu memikirkan daya tangkal terhadap Narkoba
saluran mana yang bisa dimanfaatkan atau
dikolaborasikan seperti saluran media yang dimiliki Ÿ Komunitas Desa Bersinar di Kab. Malang
oleh sekolah; Reklame dan Billboard yang lowong telah mencapai tahapan advokasi yang baik
yang dikelola Pemerintah daerah, maupun media
promosi seperti event yang digelar oleh Contoh Tujuan Pragmatis:
Kementerian / Lembaga lain. Dengan bekerjasama,
penyuluh bisa menempatkan poster di Mading Ÿ Mendapatkan 10 ribu subscriber
Sekolah, dll. Ÿ Skor engagement rate di media sosial

Ketiga, penyuluh dapat mempertim- sebesar 50%
bangakan media dalam hal jenis kepemilikannya.
Secara umum media dibedakan menjadi 3 yakni Ÿ Traffic 10 ribu dan Bounce Rate kunjungan di
owned media, paid media, dan earned media. bawah 5%
Owned Media bisa diartikan sebagai media yang
dimiliki oleh BNN Pusat maupun BNN Daerah 2.1.3 Perancangan Strategi Komunikasi
seperti website, media sosial, dan. Paid Media
diartikan sebagai media yang didapatkan oleh BNN Strategi Komunikasi dalam upaya
dan penyuluh dengan cara membayar seperti iklan penyebarluasan informasi dan edukasi sangat
di media sosial, media massa, dan endorsement membutuhkan sebuah perencanaan yang matang.
yang berbayar. Sementara itu earned media BNN Berbeda dengan Taktik Komunikasi yang biasa
dan penyuluh Narkoba adalah media yang disebut juga sebagai resep dimana orang dengan
didapatkan secara cuma-cuma seperti tanpa pemahaman komprehensif pun bisa coba
pemberitaan, share di Media Sosial, review/ mempraktekannya, strategi komunikasi sangatlah
testimoni bagus di forum/blog, dan forward pesan dekat dengan teori komunikasi dan riset
di Messanger seperti Whatsapp komunikasi. Berhasil atau tidak sebuah Program
Komunikasi yang efektif banyak ditentukan oleh
E. Pemetaan Tujuan (Objektif) strategi komunikasi.

Berdasarkan pada hasil pemetaan atau Mempertimbangkan kompetensi penyuluh
analisis situasi, penyuluh harus menetapkan tujuan yang tidak semua menguasai bidang komunikasi,
(objective) dari Program yang dibuat baik itu Tim Penyusun membuat Strategi Komunikasi
penyuluhan, sosialisasi, ataupun komunikasi. yang sederhana dengan jangka waktu yang pendek
Penetapan tujuan Program dapat dibagi dibagi ke dan menengah sehingga bisa direalisasikan. Untuk
dalam dua kategori, yakni tujuan strategis dan Menyusun Strategi Komunikasi penyuluh dapat
melakukan tahapan sebagai berikut :

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 15


MODUL I

Ÿ Mengumpulkan seluruh hasil mapping Dalam Taktik pesan berdasarkan Teknik
SOSTAC penyebarannya terdapat 2 jenis, yakni :

Ÿ Membuat rekomendasi kegiatan dari setiap Ÿ Redundancy atau repetisi yaitu mem-
hasil mapping pengaruhi khalayak dengan cara mengulang-
ngulang pesan kepada khalayak. Manfaat dari
Ÿ Menyusun kegiatan berdasarkan skala menggunakan Taktik ini adalah khalayak
prioritasnya terutama anak dan remaja akan lebih
memperhatikan pesan itu, karena justru
Ÿ Menyusun Taktik di setiap kegiatan berkonsentrasi pada pesan yang diulang-ulang,
Ÿ Membuat Action Plan (bisa beberapa opsi sehingga ia akan lebih banyak menarik
perhatian. Dan manfaat lainnya adalah
disesuaikan dengan tujuan dan manajemen khalayak tidak akan mudah melupakan hal
resiko) yang penting disampaikan berulang-ulang itu.
selain itu penyuluh selaku penyampai pesan
Ÿ Membuat konsep monitoring dan evaluasi memperoleh kesempatan untuk memperbaiki
kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja
Dewasa ini, banyak sekali contoh strategi dalam penyampaian- penyampaian
komunikasi yang bisa penyuluh amati. Strategi ini sebelumnya. Contohnya, penyuluh bisa
biasanya dilakukan humas Contohnya, Strategi menerapkan pesan berulang tentang bahaya
komunikasi yang dijalankan satu pintu dalam narkoba dengan menekankan aspek hukum
pengendalian Covid merupakan contoh dan masa depan yang suram.
penggabungan antara perencanaan komunikasi
(communication planning) dan manajemen Ÿ Amplifikasi atau Viralisasi. Di Indonesia, ada
(management communication) dalam mencapai tren dimana viral atau popularitas yang massif
tujuannya. Dalam mencapai tujuan tersebut adalah titik yang ingin dicapai para penyampai
strategi komunikasi harus menampilkan pesan konten. Jika beruntung, sesuatu akan
operasionalnya secara taktis, dalam arti pendekatan menjadi viral secara kebetulan karena diangkat
bisa berubah sewaktu waktu bergantung pada dan diamplifikasi oleh para pemuka opini yang
situasi dan kondisi. Dalam strategi komunikasi popular. Tetapi viral semacam ini biasanya
ketika kita sudah memahami sifat komunikan, dan memiliki banyak. Apabila sebagai viral. banyak
memahami efek yang ditimbulkan dari mereka, cara baik itu bersifat etis maupun tidak etis
maka sangatlah penting dalam memilih cara apa dilakukan dengan melibatkan manipulasi
yang baik untuk berkomunikasi, karena ini tertentu. Sayangnya dalam penyebarluasan
berkaitan dengan media apa yang akan kita Informasi , posisi tersebut agak sulit. Penyuluh
gunakan. tidak Perlu menjadikan

2.I.4 Pemilihan Taktik Komunikasi Strategi Viral Marketing

Selanjutnya, agar strategi komunikasi
setelah yang dipilih bisa diaplikasikan di lapangan
maka harus diterjemahkan ke dalam taktik
kampanye. Tanpa taktik, strategi tidak dapat
dilakukan oleh penyuluh untuk mencapai tujuan.
Menurut Dennis Mc.Quail dalam dikupas tiga taktik
Komunikasi, yaitu taktik pesan, taktik media, dan
taktik komunikator.

16 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

Sementara itu Taktik pesan menurut sifat Selain taktik pesan, penyuluh juga bisa
pesannya : menggunakan taktik media yang secara umum
dibagi ke dalam taktik media above the line (ATL),
Ÿ Informatif. Taktik informatif adalah suatu below the line (BTL), peristiwa sebagai events media
bentuk isi pesan yang bertujuan untuk dan media baru (new media). Untuk media ATL,
memberikan penerangan kepada khalayak. kampanye dilakukan melalui media massa, seperti
Dengan kata lain, penyampaian sesuatu sesuai TV, radio, koran, dan majalah. Untuk media BTL,
dengan fakta-fakta dan data-data yang benar kampanye dilakukan melalui brosur, leaflet, baliho.
serta pendapat-pendapat yang benar. Jadi, Untuk media event, kampanye dilakukan melalui
metode informatif adalah pesan-pesan yang seminar, workshop, seminar. Dalam melak-
dilontarkan berisi tentang fakta-fakta dan sanakannya, Tim bisa melakukan kerja sama atau
pendapat-pendapat yang dapat bermitra dengan pihak terkait. Untuk kampanye
dipertanggung jawabkan kebenarannya. melalui media baru, dapat dilakukan melalui media
yang berbasis internet. Secara lebih operasional,
Ÿ Persuasif. Suatu cara untuk mempengaruhi taktik media ini akan tercermin dalam Rencana
khalayak dengan cara membujuk. Bahkan Aksi.
kalau perlu khalayak itu dapat terpengaruh
secara tidak sadar. Khalayak digugah baik
pikiran maupun perasaannya.

Ÿ Edukatif. Taktik edukatif mengubah adalah
upaya mengkonversi taktik informatif yang
diwujudkan dalam bentuk pesan yang berisi
pendapat, fakta dan pengalaman yang
merupakan kebenaran dan dapat
dipertanggung jawabkan. Penyampaian isi
pesan disusun secara teratur dan berencana
dengan tujuan mengubah perilaku khalayak.

Ÿ Cursive. Taktik Cursive mempengaruhi
khalayak dengan jalan memaksa. Dalam hal ini
khalayak dipaksa, tanpa perlu berpikir lebih
banyak lagi untuk menerima gagasan atau ide-
ide yang dilontarkan. Oleh karena itu pesan dari
komunikasi ini selain berisi pendapatpendapat
juga berisi ancaman. Metode kusif ini biasanya
dimanifestasikan dalam bentuk peraturan-
peraturan, perintahperintah, dan intimidasi-
intimidasi untuk pelaksanaannya yang lebih
lancer, biasanya dibelakangnya berdiri
kekuatan yang cukup tangguh.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 17


MODUL I

2.1.5 Rencana Aksi (Action Plan) Bentuk Rencana Aksi yang popular dan
sederhana yang dapat diadopsi oleh penyuluh
Penyebarluasan informasi adalah model SMART Action Plan seperti yang
dan Edukasi P4GN ditampilkan dalam Gambar 2.6 di bawah ini.

Secara lebih operasional, taktik media ini
akan tercermin dalam rencana aksi (action plan)
sebuah PPK. Dalam rencana aksi akan tampak
rencana penggunaan media dalam sebuah
kampanye, misalnya Tim ingin iklan dalam
kampanyenya. Di sana akan terlihat berapa kali iklan
akan dimuat dalam suatu periode waktu tertentu
dan disiarkan dalam media apa saja?

TUJUAN PROYEK:

DESKRIPSI TASK TANGGAL DEADLINE SUBERDAYA HASIL YANG HASIL
TINDAKAN/ OWNER MULAI YANG DIHARAPKAN KINERJA
TUGAS DIBUTUHKAN

Dapat dilihat dari Gambar 2.6, Action Model Ÿ Achievable (Dapat Tercapai). Target yang telah
SMART menggabungkan beberapa komponen ditentukan tidak boleh dibuat terlalu mudah
manajemen seperti sumber daya di mana sumber (untuk performa standar pada tim), tetapi juga
daya manusia, asset, dan anggaran pun ikut tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa
diperhitungkan. Dalam menysuun Action Plan mustahil untuk dicapai. Hal ini dapat dilihat
Model ini penyuluh bisa berpatokan pada prinsip bagaimana kesempatan dan sumber daya yang
SMART, antara lain : dapat memberi peluang untuk lebih
mendekatkan pada tujuan Program
Ÿ Specific (Spesifik/Khusus). Dalam membuat Komunikasi
target harus secara spesifik dan jelas, target
yang secara detail akan memperjelas apa yang Ÿ Relevant (Sesuai). Saat membuat target hal
dapat dipaparkan dengan baik. Hindari target yang perlu diperhatikan yaitu dalam memilih
yang terlalu umum atau kurang mendetail. target yang relevan artinya jika target tersebut
Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan tercapai, target tersebut tentu akan memiliki
dipaparkan dengan bahasa yang lugas. dampak terhadap yang lainnya. Target yang
relevan, apabila tercapai akan mendorong tim,
Ÿ Measurable (Terukur). Setelah melakukan departemen, dan perusahaan lebih maju.
tujuan yang spesifik maka selanjutnya yaitu
melakukan pengukuran progress dari tujuan Ÿ Timebound (Batas Waktu). Dalam menen-
yang telah spesifik tersebut. Measurable ini tukan tujuan tentunya menetapkan batas
berguna untuk melihat dan menentukan waktu untuk mencapai tujuan/goal yang dingin
langkah selanjutnya dari fakta-fakta yang dicapai perusahaan. Batas waktu ini yang
sudah ditemukan. realistis diperlukan agar dapat terfokus dan
dapat mempersiapkan sumber dana yang
diperlukan sedini mungkin.

18 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

Pembuatan Rencana aksi tentunya 2.3.1 Mitigasi Penyebaran Pesan
menuntut kemampuan manajerial para penyuluh.
Pada bagian ini perencanaan Program komunikasi Menurut Cambridge Dictionary, mitigasi
dipengaruhi oleh kebijakan, sumber daya manusia, adalah tindakan mengurangi seberapa berbahaya,
anggaran, dan teknologi. Secara ringkas dapat tidak menyenangkan, atau buruknya sesuatu.
dikemukakan bahwa kebijakan organisasi Sementara itu menurut Merriam-Webster, mitigasi
merupakan sumber dikembangkannya adalah tindakan mengurangi sesuatu atau keadaan
perencanaan komunikasi. Selanjutnya dalam yang dikurangi: proses atau hasil membuat sesuatu
implementasinya, perencanaan komunikasi sangat yang kurang parah, berbahaya, menyakitkan, keras,
memerlukan dukungan SDM dan teknologi. atau merusak.

2.3 Mitigasi Penyebaran Pesan Dari sejumlah definisi tersebut ada
& Perancangan Kontra Opini kesamaan komponen makna, yakni mengurangi
sesuatu yang terkait dengan risiko, dampak, buruk,
Dewasa ini kita hidup dalam situasi yang atau hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan kata
serba cepat berubah. Segala sesuatunya bisa lain, bisa dikatakan bahwa mitigasi adalah
berkembang secara tak terduga hingga membawa serangkaian upaya yang dilakukan untuk
pada keadaan darurat. Bagi keberadaan organisasi mengurangi risiko, dampak buruk atau hal lain yang
apakah itu pemerintah atau swasta, perubahan tidak diinginkan, akibat dari suatu peristiwa, yang
cepat tersebut bisa memberi ancaman ataupun dalam program komunikasi umumnya adalah
sebaliknya menjadi peluang. Perencanaan disinformasi, sentiment negatif yang dapat
komunikasi strategis dalam hal mitigasi dan berujung pada krisis.
perancangan kontra opini bermaksud mencegah,
mengurangi dampak resiko, dan menyelesaikan Banyak praktisi komunikasi yang
berpendapat bahwa Tanpa mitigasi jangan berani
Penyusunan Perencanaan Program hadapi media saat Lembaga atau personal sedang
Komunikasi dilakukan dalam rangka menjawab dalam sorotan. Upaya paling sederhana yang bisa
perubahan-perubahan tersebut. Permasalahan dilakukan oleh penyuluh dalam hal mitigasi adalah
sosial pun kini terus bertambah baik dalam ragam, menyusun skenario What if (Bagaimana Jika).
intensitas maupun ekstensitasnya. Dalam kondisi
demikian, setiap alternatif pemecahan bukan saja
dituntut berlaku secara efektif, tetapi juga terukur
dan dapat dipertanggungjawabkan (accountable).
Tak terkecuali hal itu berlaku pula dalam
pemecahan masalah melalui pendekatan
komunikasi. Dengan karakter dasar sistematis dan
terukur tersebut, pada gilirannya PPK juga berguna
untuk menghindari kekeliruan kampanye yang jika
sudah terjadi sangat sukar memperbaikinya
(Simmons, 1990: 6).

Dalam modul ini, penyuluh bisa mencoba
melakukan mitigasi penyebaran pesan yang
bersifat preventif dan upaya penanggulangan
kontra opini apabila ada dampak negatif program
yang perlu cepat diselesaikan permasalahannya.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 19


MODUL I

Pertanyaan “What If” Contoh Jawaban “What If”
•Meminta maaf kepada khalayak
Bagaimana jika saya melakukan salah •Memperbaiki konten agar bersifat netral
menyampaikan informasi yang keliru •Meminta maaf kepada khalayak
dalam Penyuluhan Narkoba. •Memperbaiki konten agar bersifat netral

Bagaimana jika saya menampilkan OBJEK DISKUSI PENYULUH
konten yang menyinggung
khalayak anak dan remaja OBJEK DISKUSI PENYULUH

Bagaimana jika ada pihak yang
menyebarkan Hoaks tentang
Penyalahgunaan Narkoba

Bagaimana jika ada skandal Penyuluh
Narkoba yang diduga ikut dalam
penyalagunaan ataupun peredaran
gelap Narkoba

Coba dimitigasi, kalau dijawab seperti ini,
apa responnya? ‘What If’ scenario sangat penting,”
ungkapnya. Dalam pelaksanaan mitigasi ini,
terdapat juga urgensi Standar Operasional
Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan kegiatan
komunikasi yang biasanya berada dalam
wewenang kehumasan. dalamnya memberikan
panduan terkait isu-isu sekaligus dengan pesan
kuncinya dan angle yang bisa diberikan.

Beberapa kesalahan masih sering terjadi di
berbagai organisasi dalam kaitannya dengan
program komunikasi. Misalnya, tidak memiliki
perencanaan kedepan tentang program
komunikasi yang perlu dilakukan untuk
mendukung kinerja lembaga. Karena tidak
memiliki perencanaan yang baik, maka organisasi
itu cenderung mengikuti aktivitas yang dilakukan
oleh organisasi lain, padahal belum tentu sesuai
dengan kebutuhan.

Pada kasus lain, sebuah organisasi begitu
mudah tergoda pada trend yang ada. Jadi program-
program yang dilakukan bersifat spekulatif.
Kesalahan-kesalahan seperti ini sebenarnya dapat
diantisipasi dengan melaksanakan perencanaan
yang baik. A. Konsep Dasar Perencanaan Berkenaan
dengan perencanaan, Sondang P. Siagian (1984:6)
mendefinisikan perencanaan sebagai keseluruhan
proses pemikiran dan penentuan secara matang
hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan
datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditentukan.

20


MODUL I

2.3.2 Perancangan Kontra Opini 2.4 Aspek Perencanaan yang
Perlu Dipahami Penyuluh
Walaupun sudah ada kegiatan mitigasi,
Fase krisis sangat mungkin terjadi menimpa Setelah penyuluh mulai mencoba
lembaga yang memiliki kepentingan publik yang menyusun perencanaan lewat lembar kerja, ada hal
besar seperti BNN. Krisis bisa terjadi dari level yang penting yang mendasari aspek Perencaaan
paling ringan hingga level berat dan disebabkan Program Penyebarluasan Informasi dan Edukasi
oleh faktor internal baik individu maupun lembaga P4GN. Program yang dibuat sebisa mungkin harus
juga factor eksternal. memenuhi sebanyak mungkin aspek karakteristik
perencanaan yang dijelaskan pada tabel 2.4 di
Dalam hal penyebarluasan pesan memang berikut ini.
ada beberapa hal yang kontroversial seperti
komplain dari komentar publik – netizen, isu konflik
internal, pencemaran nama baik, dan masih banyak
lagi.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan

Ÿ Usulkan Bentuk Tim Krisis. Hal pertama yang
harus dilakukan adalah membentuk tim krisis.
Tim ini bisa berisi tim penyuluh di daerah yang
setidaknya terdiri dari ahli komunikasi, legal,
riset, media, dan divisi terkait. Beberapa
Lembaga sejak awal telah membentuk tim
khusus mengantisipasi dan menghadapi krisis.
PR strategis biasanya masuk dalam tim ini.
Namun tidak sedikit organisasi baru
membentuk tim ketika krisis telah terjadi
(during crisis).

Ÿ Penyelidikan sederhana. Langkah kedua
adalah penyelidikan dan pemetaan. Beberapa
metode dalam penyusunan strategi bisa
digunakan. Seperti SWOT ataupun SOAR.
Tahap ini, tim akan memetakan siapa saja yang
terlibat, kelompok pendukung, potensi
serangan, isu yang berkembang, pihak yang
dirugikan, pihak yang diuntungkan, dan
strategi komunikasi termasuk pesan postif
yang akan digunakan.

Ÿ Cari dukungan. Setelah mendapatkan data
dan hasil analisis, langkah selanjutnya adalah
mencari dukungan. Komunikasi lintas divisi,
negosiasi dengan pihak yang terlibat bisa
dilakukan untuk meminimalisir dampak krisis.
Dukungan pelanggan, karyawan, dan
manajemen sangat diperlukan dalam fase ini.
Kemampuan untuk mengendalikan isu yang
berkembang agar tidak meluas juga
dibutuhkan.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 21


MODUL I

Karakteristik Penjelasan

Beroroentasi Hakikat perencanaan adalah proses berpikir untuk melakukan antisipasi
ke masa depan kegiatan-kegiatan yang sebaiknya dilaksanakan di masa depan.
Perencanaan dapat disusun dalam jangka pendek, misalnya untuk
Langkah-langkah kegiatan tahun depan, maupun untuk jangka menengah dan jangka panjang,
yang akan dilakukan lima tahun ke depan, sepuluh tahun ke depan, dan sebagainya.

Mengacu pada teori Menegaskan adanya langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh orang yang
dan realitas tepat, atau sesuai dengan kedudukan dan kewenangan. Langkah-langkah
yang telah direncanakan dibagi dan dijabarkan lebih teknis ke dalam jadwal
Mengandung pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian setiap langkah memiliki urutan
pemecahan masalah prioritas untuk mendukung keefektifan pencapaian tujuan.

Fleksibel Bahwa semua Program Penyebarluasan Edukasi dan Informasi yang
direncanakan hendaknya disusun berdasarkan kajian teoritis dan mengacu
Tujuan Bersama kepada realitas yang ada. Artinya penyusunan perencanaan harus berada
pada kerangka berpikir logis yang didukung oleh teori-teori yang relevan,
serta merespon berbagai realitas empiris yang terjadi di masyarakat.
Dengan demikian perencanaan didukung oleh teori dan secara riil berakar
dalam aktivitas hidup keseharian organisasi atau lembaga.

Bahwa perencanaan yang baik adalah merupakan solusi atas berbagai
permasalahan. Dengan demikian butir-butir kegiatan yang direncanakan
perlu mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah tertentu
di masa mendatang.

Bahwa kegiatan-kegiatan, nilai-nilai, dan aturan-aturan yang direncanakan
perlu sifat fleksibel dalam rangka penyesuaian dengan tuntutan zaman.
Perencanaan yang baik selalu bersikap terbuka untuk menyesuaikan dengan
perkembangan pemikiran baru, situasi dan kondisi termutakhir,
tanpa menghilangkan atau mengingkari jati diri yang terkandung dalam
profil organisasi.

Bahwa perencanaan menekankan kepada komitmen mencapai tujuan
bersama yang menyatukan semua komponen untuk meningkatkan fokus
pengabdiannya. Tujuan bersama sebuah organisasi bahkan merupakan
harapan dan idealisme yang memberi arah pada harapan masa depan
yang didambakan.

22 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

Evaluasi Dalam kuesioner bisa juga diselipkan
Setelah melakukan perencanaan hingga pertanyaan terbuka mengenai masukan dan saran
dari khalayak anak dan remaja untuk mening-
pelaksanaan Program Penyuluhan, Sosialisasi, katkan kualitas penyuluhan. Untuk mengukurnya
maupun Komunikasi tentunya dibutuhkan upaya bisa dari skor rata2 per pertanyaan maupun
evaluasi untuk mengetahui tinmgkat keberhasilan keseluruhan.
program yang dilakukan oleh penyuluh. Ada
beberapa cara yang umum untuk mengevaluasi Evaluasi Program Komunikasi
yang dijelaskan di bawah ini. A. Analitik Media Sosial

A. Pre-Test dan Post-Test Selain sebagai alat untuk memonitor,
Tes pada awal kegiatan penyuluhan (pre- Analitik media sosial juga digunakan untuk
mengevaluasi kegiatan sosialisasi dan penyuluhan
test) dan post-test pada akhir kegiatan penyuluhan di media social. Lazimnya setiap media social
narkoba sangat penting untuk mengetahui tingkat menyediakan fitur untuk analitik di platform-nya.
pengetahuan dan pemahaman (kognitif) awal dan Penyuluh bisa melihat pertumbuhan followers,
akhir setelah dilakukan penyuluhan. Contohnya jumlah suka, komentar, dan bagikan, jangkauan,
ada anak dan remaja yang memiliki skor tes awal dan tingkat engagement.
bagus karena pernah mendapatkan penyuluhan
sebelumnya maupun terkena terpaan konten Untuk hasil evaluasi yang lebih dalam dapat
pencegahan dari media seperti televisi, radio, media menggunakan software atau aplikasi perangkat
online, atau media sosial. lunak yang bisa dipilih penyuluh. Beberapa contoh
platform evaluasi adalah Social Baker, Hootsuite,
Untuk membuat Kuesioner Pre-Test dan Mention Lytics, dll. Fitur yang ada antara lain
Post Test cukup mudah. Pertanyaan Pre Test dan tingkat pengaruh, persebaran informasi di media
Post-Test cenderung sama dan sebaiknya jangan lain, demografi khalayak, sentimen
lebih dari 3 pertanyaan. Pertanyaan pun berbentuk positif/netral/negatif, tren, perbandingan dengan
soal yang relevan dengan materi yang disampaikan competitor, dan analisis konten serta hashtag
dan mayoritas disajikan dalam pentuk pilihan
berganda dan sedikit essay. Penyuluh bisa B. Analitik Mesin Pencari dan Web
mengajak anak dan remaja untuk mengisi melalui Analitik Web adalah proses menganalisis
gawainya saat kegiatan penyuluhan. Untuk
membuat kuesionernya, penyuluh dapat perilaku pengunjung ke situs Web. Dengan
memanfaatkan platform survey gratis maupun menggunakan web analitik akan memungkinkan
berbayar yang banyak beredar. Beberapa yang bisa penyuluh untuk melihat insight dari data
dicoba antara lain Google Form, Surveymonkey, kunjungan dan mengevaluasi performa web.
Typeform, dan lainnya. Untuk mengetahui hasil Selanjutnya hasil analisis bisa digunakan untuk
pre-test dan post-test, penyuluh cukup membuat konten yang memiliki tingkat SEO yang
membandingkan perubahan skor. bagus dan bisa menarik lebih banyak pengunjung,.

B. Menyebar Instrum en Umpan Balik Alat Web analitik dapat memonitoring dan
(Feedback) mengevaluasi aktivitas dan perilaku pengguna di
Berbeda dengan Pre-test dan Post Test situs web BNN daerah, misalnya: berapa banyak
pengguna yang berkunjung, berapa lama mereka
untuk mengukur tingkat pemahaman khalayak menggunakan web, berapa banyak halaman yang
anak dan remaja yang mengikuti penyuluhan, mereka kunjungi, halaman mana yang mereka
Instrumen Umpan Balik lebih ke mengukur kunjungi, dan apakah mereka datang dengan
bagaimana kualitas penyuluh dalam mengikuti tautan, dating dari pencarian di mesin
menyampaikan materi penyuluhan dan kualitas pencari atau datang dari media social . Bisa dilihat
materi yang disampaikan. Pertanyaan sebaiknya juga konten yang paling banyak dilihat, kecepatan
dibuat sederhana, disampaikan di akhir kegiatan, website, dan dari gawai apa hingga browser apa
dan jangan lebih dari 5 pertanyaan agar khalayak yang digunakan.
anak dan remaja tidak direpotkan dan menghindari
muncul bias dalam penilaian karena mereka Ada banyak pilihan web analytics yang bisa
merasa penyuluh “mengerjai” mereka. Penyuluh dicoba pengguna. Beberapa diantaranya Google
bisa menggunakan skala likert misalnya 1-5 untuk Analytics, Neil Patel, Alexa, Similar Web, dll.
mengetahui skornya.
Untuk platform selain web seperti aplikasi
percakapan atau messenger versi bisnis, forum Web
2.0, hingga e-commerce juga biasanya menyerta-
kan analitik pengunjung.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 21


MODUL I

C. Riset Dampak D. Audit komunikasi
Upaya riset dampak Program Komunikasi Audit Komunikasi menjadi upaya evaluasi

biasanya dilakukan oleh mahasiswa dan peneliti. yang paling menyeluruh terhadap kegiatan
Riset dampak ini bisa dilakukan secara kuantitatif Komunikasi. Proses-proses komunikasi
maupun kualitatif. Beberapa riset Yang paling bagaimanapun dapat diperiksa, dievaluasi, dan
sering dilakukan adalah kuantitatif korelasional diukur secara cermat dan sistematik sebagaimana
menggunakan analisis regresi maupun Structural halnya dengan catatan-catatan keuangan dengan
Equation Model (SEM). Contohnya adalah riset 3 model audit komunikasi yakni fungsional.
Efek/Dampak Penggunaan Social Media Structural, dan evaluatif. Kegiatan-kegiatan
Influencers terhadap tingkat partisipasi remaja komunikasi sebagai pelaksanaan dari sistem
dalam Remaja Teman Sebaya, dll. komunikasi ataupun program komunikasi khusus
dapat diukur, sehingga kualitas dan kinerja
Penyuluh bisa bekerjasama dengan penyampai pesan, kualitas pesan, saluran, dan efek
peneliti dari Perguruan Tinggi atau BRIN, dan terhadap khalayak beserta timbal baliknya dapat
mahasiswa yang akan mengerjakan diketahui. Bila diperlukan, audit dapat
skripsi/tesis/disertasi. Dari riset ini akan diketahui memperbaiki secara sistematik, sehingga
besaran efek beberapa variabel terhadap variabel efektivititas maupun efisisensi komunikasi dapat
lainnya sehingga bisa menjadi bahan evaluasi meningkat.
untuk penyusunan Program Sosialisasi dan
Komunikasi ke depannya. Untuk dapat melakukan audit komunikasi ,
pastinya dibutuhkan keahlian khusus di bidang
penelitian komunikasi. sebaiknya penyuluh
berkoordinasi dengan perguruan tinggi yang
memiliki Program Studi Ilmu Komunikasi. Penyuluh
juga bisa menjalin komunikasi dengan organisasi
seperti Perhumas di daerahnya dan Asosiasi
Konsultan Komunikasi untuk mendapatkan
layanan Pro-Bono (sukarela) terkait Audit
Komunikasi. Disarankan model yang cocok adalah
Audit komunikasi model evaluatif.

22 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL I

Kesimpulan

Perencanaan kegiatan Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN ialah penyusunan agenda
kebijakan, program, dan kegiatan atau aktivitas komunikasi yang akan dilakukan pada masa-masa yang
akan datang. Mengapa suatu organisasi perlu menyusun perencanaan komunikasi.

Karena dengan adanya perencanaan komunikasi akan mampu mengoptimalkan sistem kerja
organisasi. Dengan adanya perencanaan komunikasi, berbagai kemungkinan yang sekiranya menghambat
pencapaian tujuan diharapkan sudah dapat diantisipasi.

Adanya perencanaan Program komunikasi, menunjukkan kesiapan BNN beserta untuk melakukan
aktivitas dan program kerja secara terencana penuh pertimbangan. Bukan merupakan aktivitas yang
bersifat spontanitas.

Latihan Yang Harus Dikerjakan Lembar Evaluasi

Penyuluh sebaiknya dapat mengerjakan 3 dari 5 Pertenyaan untuk penyuluh
Latihan
Ÿ Apakah perbedaan antara penyuluhan,
Ÿ Merancang Perencanaan Program sosialisasi, dan komunikasi?
Penyuluhan/Sosialisasi/Komunikasi Selama
1 Tahun Ÿ Apakah perbedaan antara informasi dan
edukasi?
Ÿ Melakukan Pemetaan Khalayak, Pesan
Ÿ Membuat Action Plan Program Ÿ Mengapa penyuluh harus memetakan
Ÿ Melakukan Mitigasi Sederhana Dengan khalayak secara down to top dan top to
down?
Menggali Pertanyaan What If yang dan
membuat jawaban Ÿ Apakah perbedaan mitigasi dan
penanggulangan?
Ÿ Mengidentifikasi isu-isu yang berpotensi
melahirkan krisis Ÿ Mengapa penyuluh harus bekerjasama
dengan pengambil kebijakan dan Humas
Sumber Referensi Belajar Mandiri saat melakukan perancangan Kontra Opini?

Ÿ Modul Perencanaan Kegiatan Komunikasi
Prof Ibnu Hamad

Ÿ Buku Dasar-Dasar Komunikasi dan
Penyuluhan, Psikologi Komunikasi, Strategi
Komunikasi, Metode Kehumasan,
Manajemen Komunikasi, Manajemen
Kampanye, Komunikasi Krisis

Ÿ Majalah Mix yang memuat strategi
komunikasi dan marketing terbaru

Ÿ Sumber elektronik di internet berupa artikel,
jurnal, e-book, dan video tutorial yang
mengandung kata kunci “perencanaan
kegiatan komunikasi”, “strategi
komununikasi”, “SOSTAC”

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 23


MODUL II

MODUL II

KOMUNIKATOR / PENYAMPAI PESAN
PENYEBARLUASAN INFORMASI
DAN EDUKASI P4GN

SASARAN

Komunikator dalam kegiatan komunikasi Penyuluh dapat memahami :
adalah komponen penyampai pesan yang Ÿ Hakikat Penyuluhan
mengirimkan pesan melalui saluran tertentu Ÿ Peran Penyuluh Narkoba dalam
kepada khalayak penerima pesannya. Menimbang
masukan dari para penyuluh, Tim Penyusun Penyebaran Informasi & Edukasi
memutuskan untuk tidak menggunakan istilah P4GN
Komunikator agar lebih mudah dimengerti oleh Ÿ Standar Kompetensi Bidang
Penyuluh dari berbagai latar belakang pendidikan. Komunikasi Bagi Penyuluh
Dalam modul ini tim penyusun akhirnya lebih Narkoba
banyak menggunakan istilah penyampai pesan Ÿ Jenis-jenis Penyampain dalam
untuk merujuk kepada istilah komunikator. penyebaran Informasi dan
edukasi P4GN

Ÿ

Penyuluh dapat melakukan :
Ÿ Penyuluh dapat meningkatkan

kemampuan sesuai dengan
standar kompetensi jabatannya.
Ÿ Penyuluh sebagai Penyampai
Pesan Utama bisa bekerjasama
/berkolaborasi dengan
komunikator lainnya seperti
pegiat
Ÿ Penyuluh dapat mentransfer
informasi dan mengarahkan
Penyampai Pesan lainnya

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 25


MODUL II

Dalam Program Penyebarluasan Informasi Seperti telah dijelaskan dalam Modul 2
dan Edukasi P4GN secara garis besar terdapat dua tentang Perancangan Program, Dalam kegiatan
jenis penyampai pesan yang akan dibahas dalam penyuluhan, sosialisasi dan Komunikasi penyampai
modul, antara lain : pesan yang utama adalah Penyuluh Narkoba.
Adapun pihak-pihak lain yang disebutkan di atas
Ÿ Penyampai pesan yang mewakili lembaga juga akan dibahas dalam BAB 3 ini sebagai
(institutionalized person) penyampai pesan lainnya dengan kategorisasi
sebagai pemuka opini dan pengambil kebijakan.
Ÿ Penyampai pesan ini menjalankan
fungsinya sebagai perwakilan resmi kelompok 3.1 Komunikator 1 : Penyuluh Narkoba
atau organisasi tertentu. Contoh penyampai
pesan ini adalah Penyuluh Narkoba BNN, Dalam Permen PAN RB No. 46 Tahun 2014,
Kepala BNN, Humas baik di pusat maupun di Penyuluh Narkoba didefinsikan sebagai Pegawai
daerah. Selain komponen dari BNN, ada juga Negeri yang diberikan tugas, tanggungjawab, dan
pemimpin yang terlembaga di daerah yang wewenang untuk melaksanakan penyuluhan
mempunyai otoritas terkait P4GN seperti narkoba dalam lingkungan instansi Pusat dan
Gubernur, Walikota/Bupati, Sekda, Camat, Daerah. Mengacu pada aturan yang sama,
Lurah/Kepala Desa. Di luar itu, ada penyampai Penyuluhan Narkoba adalah kegiatan
pesan dari K/L, SKPD, TNI/Polri yang juga penyebarluasan informasi tentang Pencegahan
memiliki peran sebagai untuk mendukung dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan
implementasi P4GN sesuai Instruksi Presiden Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Penyuluh
Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Narkoba mempunyai peran yang sangat strategis
Nasional (RAN) P4GN 2020- 2024. dalam pembangunan sumberdaya manusia
Indonesia yang sehat dan bersih dari Narkoba.
Ÿ Para penyampai pesan ini memiliki peran Modul ini berusaha meningkatkan kompetensi
dalam mendesain informasi dan edukasi, serta Penyuluh Narkoba sebagai pelaku komunikasi
melaksanakan kegiatan kampanye P4GN professional di mana langkah dan prosedur kerja
yang tentunya mengikuti pedoman dan yang ditempuh, senantiasa berpedoman kepada
peraturan dari pemerintah. Dalam rencana yang telah disusun
pelaksanannya penyampai pesan akan
melakukan produksi dan reproduksi pesan Untuk dapat menjadi penyuluh Narkoba
dengan rujukan pada publikasi resmi dari yang ideal tentunya kita harus mendalami hakikat
Pemerintah . Jika pesan yang mereka ciptakan penyuluhan. Menurut Anwas (2010) , pengertian
gagal mendukung fungsi manajemen dan jauh penyuluhan adalah sistem pendidikan non-formal
dari menyuarakan pesan pemerintah, berarti dalam mengubah perilaku manusia yang
kehadiran penyampai pesan Lembaga hanya didasarkan pada kebutuhan dan potensi klien
bersifat permukaan (artifisial), artinya mereka dalam meningkatkan kehidupannya ke arah yang
tidak berhasil menghayati kebijakan dan lebih baik. Dalam pengertian ini, penyuluhan adalah
program pemerintah. kegiatan pendampingan terus menerus yang
dilakukan secara sistematis dan terprogram untuk
Ÿ Penyampai Pesan individual/perseorangan, memberdayakan masyarakat menuju kehidupan
yang lebih baik yang berangkat dari masalah,
Ÿ Komunikator yang bertindak atas nama potensi, ataupun peluang untuk mewujudkannya.
dirinya sendiri, tidak mewakili orang lain,
lembaga, organisasi, atau institusi. Dalam Mengingat pentingnya peran dan
kegiatan P4GN penyampai pesan jenis ini dapat efektivitas kegiatan penyuluhan tersebut,
berupa individu yang sedang berbicara, implementasi program-program pembangunan
menulis, membuat konten menyampaikan perlu melibatkan penyuluh yang akan bertindak
informasi, dan lain-lain. Contoh penyampai sebagai pendamping masyarakat. Selain itu dalam
pesan individual adalah penggiat Narkoba, pelaksanaannya, penyuluh sekaligus menjadi
relawan Narkoba pemuka agama, pemimpin pelaku dari sasaran program pembangunan. Posisi
komunitas, sentral inilah yang menempatkan seorang

26 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL II

penyuluh sebagai ujung tombak berhasilnya Berbeda dengan Jabatan fungsional
pelaksanaan pembangunan di segala bidang penyuluh di Kementerian dan Lembaga lain yang
(agent of change). Artinya dalam perencanaan dan memiliki tolok ukur keberhasilan yang nyata dan
pelaksanaan pembangunan harus ada keterlibatan langsung dinikmati oleh masyarakat seperti
aktif anggota masyarakat sasaran sehingga hasil meningkatnya kesejahteraan dan pendapatan para
yang diperoleh merupakan jawab atas kebutuhan klien. Bagi penyuluh narkoba, tolok ukur
masyarakat tersebut. Disinilah keberadaan kegiatan keberhasilan adalah lebih sulit karena bersifat
penyuluhan menjadi sangat penting untuk abstrak yang terkait perubahan cara pikir dan
mewujudkan hal tersebut. perilaku positif dari masyarakat sebagai sasaran
penyuluhan. Peran penyuluhan sebagai proses
Mardikanto (2009) menyebutkan penyuluh perubahan perilaku berhubungan dengan
berperan : (1) sebagai guru untuk mengubah keterampilan dan sikap mental klien yang
perilaku (sikap, pengetahuan dan keterampilan). (2) membuat mereka menjadi tahu, mau, dan mampu
sebagai penganalisa terhadap keadaan, masalah, melakukan perubahan di dalam dirinya dan
kebutuhan klien dan alternatif pemecahannya. (3) lingkungannya untuk menolak penyalahgunaan
sebagai penasehat untuk memilih alternatif narkoba.
perubahan yang paling tepat. (4) sebagai
organisator yang harus mampu menjalin hubungan Fakta ini dapat tercermin dari implementasi
baik dengan stakeholders. Pendek kata, penyuluh penyuluhan Narkoba adalah terkait dengan
berfungsi sebagai jembatan antara masyarakat kegiatan Pengelolaan informasi dan edukasi yang
dengan sumber-sumber inovasi dan informasi memiliki sasaran meningkatnya daya tangkal anak
positif. Peran sebagai motivator, fasilitator, dan remaja terhadap pengaruh buruk
konsultan, dan partner melekat pada profesi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
penyuluh. Selain itu juga kegiatan penyelenggaraan Advokasi
yang memiliki sasaran meningkatnya daya tangkal
Lebih lanjut Mardikanto (2009) keluarga terhadap pengaruh buruk
menyebutkan peran penyuluh yang paling utama penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
adalah edfikasi, yaitu; (1) edukasi untuk
memfasilitasi proses belajar mengajar yang Sebagai desiminator atau komunikator
dilakukan oleh penerima manfaat penyuluhan dan dalam penyebaran informasi dan edukasi, upaya
stakeholders-nya, (2) diseminasi informasi untuk pencegahan narkoba yang diperankan oleh
menyebarluaskan informasi dari sumber informasi penyuluh narkoba didasarkan pada pertimbangan
ke penggunanya, (3) fasilitasi (pendampingan) yang pilihan penting untuk ikut berperan serta menekan
lebih bersifat melayani kebutuhan-kebutuhan yang sisi demand dari penyalahgunaan narkoba. Pada
dirasakan oleh klien, (4) konsultasi untuk gilirannya diharapkan mampu secara efektif
membantu memecahkan masalah, serta (5) mengurangi sisi supply dari peredaran narkoba.
supervisi pembinaan kepada klien untuk mendiri, Secara umum indikator keberhasilan tujuan ini
pemantauan, dan evaluasi. Meskipun dalam diukur dengan Angka Prevalensi penyalahgunaan
pelaksanaan pengertian di atas menjadi berbeda- narkoba.
beda di setiap Kementerian dan Lembaga yang ada .
jabatan fungsional penyuluh, namun secara garis
besar terdapat benang merah dari pengertian
tersebut yaitu penyuluh adalah pencerah bagi
masyarakat.

Di BNN, Jabatan Fungsional Penyuluh
Narkoba ditetapkan berdasarkan Permenpan dan
RB Nomor 46 Tahun 2014 tentang Jabatan
Fungsional Penyuluh Narkoba. Berdasarkan
Peraturan tersebut, maka diterbitkan Peraturan
Kepala BKN Nomor 47 Tahun 2015 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaannya. Di dalam peraturan ini,
peran penyuluh narkoba adalah sebagai
diseminator informasi tentang P4GN kepada
khalayak.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 27


MODUL II

Kompetensi Komunikasi Seperti Apa yang Harus Ada dua kompetensi yang dipetakan yaitu
Dimiliki Penyuluh Narkoba? Kompetensi berdasarkan penggunaan saluran
langsung dan tidak langsung (bermedia). Hal ini
Sebagai penyampai pesan utama dalam mengacu dengan pekerjaan sehari-hari penyuluh
Program Penyebarluasan Informasi dan Edukasi yang juga ditugaskan untuk menyebarluaskan
P4GN di kalangan anak dan remaja, penyuluh informasi dan edukasi melalui saluran langung dan
narkoba tentunya membutuhkan standar saluran tidak langsung. Agar mudah dipahami,
kompetensi khusus dalam bidang Komunikasi. Kompetensi Umum ini disusun dalam tabel yang
Dalam rangka membangun pedoman, Tim memuat kompetensi dan indikator kompetensinya
penyusun modul menyusun Standar Kompetensi seperti disajikan dalam table 3.1 dan 3.2 di bawah ini.
Umum di Bidang Komunikasi dengan .
menggabungkan konsep dari para ahli dengan
beberapa poin dalam standar kompetensi yang Ÿ Standar Kompetensi Komunikasi Penyuluh
telah diatur dan melekat pada jabatan fungsional Untuk Saluran Langsung (Tatap Muka)
Penyuluh Narkoba . Dalam standar umum ini, tidak
banyak terdapat perbedaan antara Penyuluh Ÿ Dalam standar ini tercantum keahlian
Narkoba Ahli Pertama, Penyuluh Narkoba Ahli komunikasi apa saja yang harus dimiliki
Muda, Penyuluh Narkoba Ahli Madya, dan Penyuluh Penyuluh dalam melakukan Kegiatan
Narkoba Ahli Utama Kompetensi. Penyebarluasan Informasi dan Edukasi
menggunakan saluran langsung atau tatap
muka. Adapun untuk penjelasan detail tentang
kegiatan tatap muka akan dijelaskan pada Bab
6 – Menggunakan Saluran Informasi dan
Edukasi P4GN.

Kompetensi Deskripsi Indikator Kompetensi
Perencanaan Mampu membuat perencanaan
Program Program Penyuluhan untuk Anak Ÿ Melakukan pemetaan program, khalayak,
Penyuluhan dan Remaja dengan tahapan pesan, saluran langsung, dan obyektif
yang benar dan terukur Program Penyuluhan
Kerjasama
Mampu mensinergikan Ÿ Memahami jenis-jenis dan karakteristik
kekuatan dengan pihak lain kegiatan tatap muka
dalam mencapai tujuan bersama
dalam Program Penyebaran I Ÿ Menyusun strategi dan rencana aksi (action
nformasi dan Edukasi P4GN plan) untuk Program Penyuluhan jangka
pendek dan menengah

Ÿ Memahami, mendeskripsikan pengaruh dan
hubungan/kekuatan di organisasi, komunitas,
Pemerintah Daerah, sekolah,
Kementerian/Lembaga lain, dll sehingga bisa
mengetahui pihak mana yang dapat diajak
Kerjasama

Ÿ Mampu mengidentifikasi peluang dan
hambatan dalam proses penjajakan
kerjasama dengan pihak-pihak yang dianggap
potensial

Ÿ Membuat dokumen proposal kerjasama dan
surat-menyurat

Ÿ Kemampuan lobi dan negosiasi
Ÿ Kemampuan mengorganisir pelaksanaan

Kerjasama

28 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL II

Kompetensi Deskripsi Indikator Kompetensi

Pengetahuan Mampu memahami dan Ÿ Mampu menjelaskan pengetahuan Narkotika,
dan Pemahaman menyampaikan Pesan Kunci Psikotropika, Bahan Adiktif dan prekursor
tentang Pesan K P4GN, tugas & fungsi BNN, narkotika
unci Narkoba, dan prevalensi penyalahgunaan
P4GN, dan Narkoba di Kalangan Anak Ÿ Mampu menjelaskan jenis-jenis narkotika dan
Tren Khalayak dan Remaja perkembangannya berdasarkan Undang-
Anak dan Remaja Undang

Ÿ Mampu menjelaskan dampak dan ciri-ciri
penyalahguna narkotika

Ÿ Mampu menjelaskan upaya-upaya
pencegahan penyalahgunaan Narkoba

Ÿ Mampu menjelaskan pengetahuan tentang
P4GN

Ÿ Mampu menjelaskan tentang organisasi BNN
dan peran Penyuluh Narkoba

Pembuatan Mampu menyusun materi Ÿ Membuat materi penyuluhan yang memuat
Materi penyuluhan dengan isi dan pesan-pesan kunci P4GN
Penyuluhan kemasan yang sesuai dengan
khalayak anak dan remaja Ÿ Membuat materi penyuluhan yang memiliki
Metode dan kemasan tampilan menarik untuk khalayak
Teknik anak dan remaja dengan penguasaan desain
Penyuluhan grafis

Ÿ Mengetahui materi yang boleh ditampilkan
dan yang tidak boleh ditampilkan untuk anak
dan remaja

Mampu menggunakan teknik Ÿ Menyampaikan suatu informasi yang
penyuluhan yang paling tepat sensitif/rumit dengan cara penyampaian dan
sesuai dengan jenis kegiatan kondisi yang tepat, sehingga dapat dipahami
tatap muka dan tipikal khalayak dan diterima oleh khalayak Anak dan Remaja
anak dan remaja yang dihadapi
Ÿ Mengetahui Teknik-teknik informatif, edukatif,
persuasif, koersif

Ÿ Menggunakan pendekatan interaktif yang
mampu merangkul partisipasi aktif anak dan
remaja

Ÿ Melokalisasi konten agar anak dan remaja
dapat melihat contoh nyata dan praktek
paling mudah di lingkungan terdekatnya

Evaluasi Program Mampu mengukur keberhasilan Ÿ Mengukur keberhasilan Program Penyuluhan
Penyuluhan program penyuluhan dan sesuai dengan indikator keberhasilan yang
menjelaskan faktor-faktor berlaku di BNN atau yang umum digunakan
yang mempengaruhinya. seperti jumlah kegiatan, jumlah peserta,
perbandingan skor pre-test dan post-test, dll

Ÿ Melakukan analisis faktor-faktor yang
mendukung keberhasilan dan Menyusun
rekomendasi untuk Menyusun perencanaan
program yang lebih baik.

Tim Penyusun Modul ingin mengga- menyebar instrumen kompetensi Penyuluh
risbawahi bahwa Standar Kompetensi ini dan memetakan persepsi khalayak anak dan
bersifat rekomendasi dan belum ditetapkan remaja. Hasil ini pun telah dibahas dalam hasil
dalam Pedoman ataupun juga Peraturan. diskusi panel bersama tim reviewer modul.
Pada saat penyusunan modul Tim Penyusun

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 29


MODUL II

Ÿ Standar Kompetensi Komunikasi Penyuluh Untuk Saluran Tidak Langsung (Bermedia)

Ÿ Dalam standar ini tercantum keahlian komunikasi apa saja yang harus dimiliki Penyuluh dalam melakukan
Kegiatan Penyebarluasan Informasi dan Edukasi menggunakan saluran tidak langsung atau bermedia.
Konteks program ini bukan lagi sebatas Program penyuluhan tetapi Sudha masuk ke dalam Program

Kompetensi Deskripsi Indikator Kompetensi
Perencanaan Mampu membuat perencanaan
Program Program Penyuluhan untuk Anak Ÿ Melakukan pemetaan program, khalayak,
Komunikasi dan Remaja dengan tahapan pesan, salurantidka langsung (bermedia), dan
yang benar dan terukur obyektif Program Komunikasi
Kerjasama
dengan Mampu mensinergikan Ÿ Memahami jenis-jenis dan karakteristik
Penyampai kekuatan dengan penyampai saluran elektronik dan non-elektronik
Pesan lainnya pesan lainnya dalam mencapai ataupun menurut pembagian jenis media
dan Pengelola tujuan bersama dalam Program massa, media sosial, media dalam ruang/luar
Media Penyebaran Informasi dan ruang
Edukasi P4GN
Ÿ Menyusun strategi dan rencana aksi (action
plan) untuk Program Komunikasi jangka
pendek dan menengah dalam bentuk
Editorial Plan atau Content Plan.

Ÿ Mengindentifikasi disinformasi dan berbagai
bentuk kegiatan kontra opini yang
menghambat penyebarluasan informasi dan
edukasi P4GN

Ÿ Melakukan mitigasi Program Komunikasi
sederhana dengan skenario what-if

Ÿ Melakukan langkah penanganan pertama
dalam kegiatan kontra opini

Ÿ Memahami, mendeskripsikan pengaruh dan
hubungan/kekuatan di internal maupun di
eksternal seperti media massa, pemuka opini,
pengambil kebijakan di daerah,
kementerian/lembaga lain, penyuluh lain, dll
sehingga bisa mengetahui pihak mana yang
dapat diajak kerjasama dalam kegiatan
komunikasi dalam hal penyebarluasan
informasi dan edukasi

Ÿ Mampu mengidentifikasi peluang dan
hambatan dalam proses penjajakan
kerjasama dengan pihak-pihak dan saluran-
saluran komunikasi yang dianggap potensial

Ÿ Membuat dokumen proposal kerjasama dan
surat-menyurat

Ÿ Kemampuan lobi dan negosiasi
Ÿ Kemampuan mengorganisir pelaksanaan

Kerjasama

30 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL II

Kompetensi Deskripsi Indikator Kompetensi
Pengetahuan Mampu memahami dan
dan Pemahaman menyampaikan Pesan Kunci Ÿ Mampu menjelaskan pengetahuan Narkotika,
tentang Pesan P4GN, tugas & fungsi BNN, Psikotropika, Bahan Adiktif dan prekursor
Kunci Narkoba, dan prevalensi penyalahgunaan narkotika secara lisan, tulisan, dan visual
P4GN, dan Tren Narkoba di Kalangan Anak dan
Khalayak Anak Remaja Ÿ Mampu menjelaskan jenis-jenis narkotika dan
dan Remaja perkembangannya berdasarkan Undang-
Mampu menyusun konten Undang
Pembuatan kreatif dengan isi dan
Konten Kreatif kemasan yang sesuai dengan Ÿ Mampu menjelaskan dampak dan ciri-ciri
khalayak anak dan remaja penyalahguna narkotika
Pengelolaan,
pemilihan Mampu mengelola saluran Ÿ Mampu menjelaskan upaya-upaya
Saluran Media, media yang dimiliki internal pencegahan penyalahgunaan Narkoba
dan menjalan- BNN pusat/daerah dan
kan hubungan memilih saluran media milik Ÿ Mampu menjelaskan pengetahuan tentang
media pihak eksternal yang efektif P4GN

Ÿ Mampu menjelaskan tentang organisasi BNN
dan peran Penyuluh Narkoba

Ÿ Membuat konten kreatif yang memuat
pesan-pesan kunci P4GN

Ÿ Membuat konten kreatif yang memiliki
kemasan tampilan menarik untuk khalayak
anak dan remaja

Ÿ Menguasai dasar-dasar desain grafis dan
mengetahui tren desain konten kreatif yang
diminati anak-anak dan remaja

Ÿ Mengetahui dasar-dasar iklan layanan
masyarakat

Ÿ Mengetahui konten kreatif yang boleh
ditampilkan dan yang tidak boleh ditampilkan
untuk anak dan remaja

Ÿ Membuat dan mengubah informasi profil
akun media sosial

Ÿ Mem-posting konten di media sosial baik itu
tulisan, audio, video, atau gabungan ketiganya
dengan menggunakan kaidah-kaidah media
sosial

Ÿ Memilih media massa elektronik dan non-
elektronik, akun media sosial. dan media luar
ruang/dalam ruang yang potensial dan sesuai
dengan anggaran.

Ÿ Menjalin hubungan yang baik dengan
pengelola media massa, media sosial, dan
media luar ruang/dalamruang.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 31


MODUL II

Kompetensi Deskripsi Indikator Kompetensi
Metode dan
Teknik Komuni- Mampu menggunakan teknik Ÿ Mengetahui teknik reproduksi pesan, repetisi,
kasi Massa reproduksi, repetisi, amplifikasi amplifikasi
pesan dan konvergensi media
Evaluasi Ÿ Mereproduksi pesan yang asing/sensitif/rumit
Program menjadi mudah dipahami dan diterima oleh
Komunikasi khalayak Anak dan Remaja

Ÿ Menggunakan teknik repetisi untuk
menanamkan pesan di kalangan anak dan
remaja secara kontinyu

Ÿ Menggunakan teknik amplifikasi untuk
menyebarluaskan pesan melalui pemuka
opini dan saluran lain seperti media sosial,
forum online, messenger, dll.

Ÿ Menggunakan konvergensi media untuk
menyebarluaskan informasi dan edukasi
P4GN di beberaoa saluran sekaligus dengan
pengondisian pesan

Mampu mengukur keberhasilan Ÿ Mengukur keberhasilan Program Komunikasi

program penyuluhan dan sesuai dengan indikator keberhasilan yang

menjelaskan factor-faktor yang berlaku di BNN atau yang umum digunakan

mempengaruhinya. seperti skor jangkauan (reach), engagement,

jumlah klik, jumlah kunjungan, frekuensi

pemberitaan, sentiment, dll

Ÿ Melakukan analisis faktor-faktor yang

mendukung keberhasilan dan Menyusun

rekomendasi untuk Menyusun perencanaan

program Komunikasi yang lebih baik.

Apakah Ada Penyuluh Selain Penyuluh Narkoba mereka diberikan bimbingan dan pembinaan
BNN? tentang penyalahgunaan, dampak dan bahaya
narkoba, sekurang-kurangnya mereka
Penyuluh Narkoba BNN juga harus mendapatkan brosur materi narkoba agar mereka
memahami bahwa palam pelaksanaan tahu apa efek jahat dari narkoba itu,
penyebarluasan Informasi dan edukasi Program
P4GN, penyuluh Narkoba tidak sendirian. Di Penyuluh Narkoba BNN sebagai ujung
daerah-daerah terdapat Penyuluh Agama, Guru tombak utama dalam Penyebarluasan Informasi
sekolah, dan TNI/Polri yang acapkali melakukan dan Edukasi P4GN harus mampu melihat hal yang
penyuluhan Narkoba tentunya dengan intensitas dilakukan oleh penyuluh lain bukan sebagai
penyuluhan yang masih di bawah Penyuluh persaingan tetapi upaya secara sistemik untuk
Narkoba. Contohnya, Kementerian Agama mendukung keberhasilan Program
menugaskan Penyuluh agama dan Kepala KUA Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN
untuk mengetahui informasi narkoba yang marak sebagai program jangka panjang pemerintah.
beredar di zaman sekarang. Mereka diberikan peran Penyuluh Narkoba bisa bertukar pikiran mengenai
sebagai ujung tombak informasi pembangunan update terbaru isu-isu tentang P4GN di wilayahnya,
keagamaan di tingkat desa, termasuk informasi khalayak mana saja yang sudah dilakukan
penyalahgunaan narkotika yang dianggap dapat penyuluhan, termasuk juga hambatan-hambatan
merusak mental dan iman di masyarakat. dalam penyuluhan. Penyuluh Narkoba juga bisa
bekerjasama dengan menitipkan materi
Dalam pelaksanaannya, Kementerian penyuluhan dan konten kreatif Narkoba yang telah
Komunikasi dan Informatika juga melakukan dibuat kepada para penyuluh ini. Khusus untuk
Kerjasama penyebarluasan pesan P4GN melalui pemanfaatan Modul Penyebarluasan Informasi dan
Penyuluh Kementerian Agama di tiap Kecamatan. Edukasi P4GN ini,Penyuluh narkoba bisa
Salah satu bentuk contohnya adalah menyisipkan membagikannya secara penuh maupun parsial
materi narkoba dalam program pembinaan Calon dengan pengarahan-pengarahan yang bersifat
Pengantin (Catin) sewaktu mendaftar menikah, teknis kepada mereka.

32 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL II

3.2 Pemuka Opini “pembiusan informasi” dikatakan berlaku di sini
karena hampir tidak ada alternatif informasi yang
Dalam era persaingan pengaruh, khalayak lain yang menandingi pemuka opini ini. Sampai
baik itu dari kalagan anak, remaja, atau dewasa bisa saat ini pun pemuka opini jenis ini masih memiliki
menganggap sebuah informasi dan edukasi power di masyakarat tetapi masyarakat terutama
sebagai hal yang penting atau tidak penting hanya khalayak anak dan remaja memiliki alternatif
karena adanya pengaruh seseorang yang dipercaya mendapatkan informasi dan edukasi melalui
untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi berbagai macam gawai (gadget) dan teman
tersebut. Mereka adalah Pemuka Opini atau sebayanya.
opinion leader. Rogers (dalam Windham, 2009)
mendefenisikan pemuka opini adalah individu yang Berdasarkan kompetensinya dalam
mampu untuk mempengaruhi individu yang melakukan perencanaan dan Kerjasama, Penyuluh
lainnya melalui sikap atau perilaku tampak dan dapat melihat potensi pelibatan pemuka opini
dianggap tepat dan dengan frekuensi yang dalam program penyebarlusasan informasi dan
tertentu. edukasi yang menargetkan masyarakat di desa dan
kelompok remaja dan anak muda seperti Program
Dalam modul ini, Pemuka Opini diposisikan Desa Bersinar dan Remaja Teman Sebaya. Tentu saja
sebagai mitra kerja penyuluh yang potensial dalam pemuka opini yang sering menjadi di masyarakat
membantu menyebarluaskan informasi dan desa tidak harus diperankan oleh seorang
edukasi P4GN di daerah-daerah. Pada tahap awal, Pemimpin formal, tetapi bisa juga yang bersifat
penyuluh dapat mengenali karakteristik Pemuka informal. Penyuluh dapat melakukan pemetaan
Opini, memilih pemuka opini yang tepat, dan awal terhadap khalayak anak dan remaja tentang
mengetahui bagaimana cara mengarahkan sosok di daerah mereka yang sangat dipercaya dan
pemuka opini agar mampu menjadi dijadikan panutan serta menjadi tempat bertanya
menyebarluaskan pesan kepada khalayak anak dan dan meminta nasehat dalam segala hal. Kriteria
remaja. kedua adalah apakah ada sosok yang sering
diberikan panggung oleh masyarakat untuk
Pemuka Opini dalam modul ini akan mentransfer pengetahuan dan memberikan
dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan saluran yang arahan kepada masyarakat termasuk kalangan
digunakannya yakni Pemuka Opini dalam Saluran anak dan remaja . Biasanya mereka yang jam
Langsung dan Opinion Leader dalam Saluran Tidak terbangnya tinggi di atas panggung memiliki
Langsung (Bermedia). kemampuan public speaking yang baik, daya
atraktif, dan dan mampu menjangkau lebih banyak
3.2.1 Pemuka Opini Saluran Langsung khalayak.

Pemuka opini merupakan perantara Lalu seperti apa contoh pemuka opini
berbagai informasi yang diterima dan diteruskan dalam saluran langsung yang biasa kita temui
kepada masyarakat setempat. Burt (dalam sehari-hari dalam upaya penyebarluasan informasi
Windham, 2009) mengemukakan bahwa seorang dan edukasi P4GN?
Pemuka Opini dalam konteks saluran langsung
adalah orang-orang melalui interaksi personal dan Ÿ Otoritas normatif : Pemuka Agama/Ulama,
saluran langsung yang mampu membuat Kepala Adat, Tetua Adat
gagasan-gagasan dan membagikannya kepada
orang-orang yang berkomunikasi dengannya lewat Ÿ Profesi Tertentu : Dokter, Mantri, Guru/Dosen,
saluran langsung atau tatap muka seperti Apoteker, Psikolog, Pengacara
pengajaran, penyuluhan, pelatihan, diskusi,
konsultasi, dan kegiatan lainnya. Ÿ Pemimpin dengan Jabatan Resmi atau
formal leader : Camat, Lurah/Kepala Desa,
Sebelum era masifnya penetrasi internet ke Ketua RT/RW, Babinsa/Babinkamtibmas, dsb.
seluruh pelosok Indonesia dan masih minimnya
akses masyarakat terhadap media massa, pemuka Ÿ Informal Leader : Tokoh Pemuda, Tokoh
opini jenis ini sangat kuat pengaruhnya terutama di Seni/Musik, Tokoh Intelektual, Atlet
masyarakat desa. Apa yang dinamakan konsep Berprestasi, Siswa Berprestasi, Teman Sebaya
Jarum Hipodermik atau bisa juga disebut yang dianggap sebagai referensi , dsb.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 33


MODUL II

Lalu bagaimana proses kerja pemuka opini ini dalam mendapatkan dan menyebarluaskan pesan?
Dalam pandangan ilmu komunikasi, proses kerja pemuka opini tergambarkan dalam two step

communications model dalam gambar 3. 1 di bawah ini.

Penyuluh dapat memahami bahwa proses awalnya Apakah yang membuat pemuka opini masih
bermula lewat kegiatan penyebarluasan informasi dipercaya masyarakat?
yang disampaikan dari sumber informasi
pemerintah melalui media massa (termasuk juga Pada masa sekarang, berbagai jenis
media alternatif lainnya seperti website dan media informasi mudah ditemukan terutama di internet.
sosial) kemudian informasi itu ditangkap oleh Tetapi apakah informasi itu tergolong sebagai
pemuka opini yang mempunyai pengikut dan informasi bermanfaat atau tidak, menarik atau
berpengaruh. Informasi yang ditangkap oleh tidak, memuat kebeneran atau justru
pemuka opini disampaikan kepada pengikutnya menyesatkan? Disinilah peran sentral pemuka
melalui komunikasi dari mulut ke mulut atau word opini dalam menentukan informasi mana yang
of mouth communication. Pengikut cenderung tepat untuk khalayaknya.
tidak mampu mempengaruhi pemuka opini
sehingga dia hanya menerima informasi saja dan Dalam memilik pemuka opini, selain
mengikuti apa yang dilakukan oleh pemuka opini tentunya popoularitas, khalayak memiliki
walaupun pada beberapa tipe pemuka opini yang ekspektasi yang tinggi terhadap integritas yang
memberikan ruang terbuka untuk memnerima diwakili lewat sifat etis, jujur, menepati janji,
masukan umpan balik (feedback). tanggung jawab, konsisten cenderung
mendapatkan kepercayaan publik.

34 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL II

Indikator-indikator tersebut harus dimiliki oleh semuanya cocok untuk Anak dan Remaja dan
seorang pemuka opini jika mereka berharap kondisi sosiokultural di wilayah tersebut. Dengan
menjadi seseorang yang kredibel di bidang memahami berbagai karakter pemuka opini,
kepemimpinan dan bisa lintas kalangan. Penerima penyuluh dalam interaksinya dengan pemuka opini
pesan akan langsung merubah sikap jika salah satu juga dapat mengarahkan karakter mereka sesuai
indikator tidak dipenuhi atau dalam perjalanan dengan karakteristik anak dan remaja di daerahnya.
pemuka opini melakukan hal-hal yang tidak baik .
Orang tidak akan meneruskan informasi yang Adapun para ahli komunikasi menge-
penting dan sensitif jika pemuka opininya tidak lompkkan jenis pemuka opini dalam kelompok
dapat dipercaya. Seorang pemuka opini yang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam
berharap dapat mengilhami orang lain untuk menyampaikan pesannya kepada komunikan
mendukung ideologi atau visi harus siap menjadi untuk mendapatkan respon atau tanggapan
contoh dalam perilakunya sendiri. tertentu dalam situasi tertentu pula. Selain itu faktor
psikologis masing-masing pemuka opini juga
Pada khalayak Anak dan Remaja, orangtua, menentukan gaya dan caranya dalam mengelola
guru, dan teman sebaya juga ikut menentukan penyampaian pesan.
siapa pemuka opini yang memiliki kredibilitas baik.
Dalam lingkup keluarga, Anak dan Remaja biasanya Menurut S. Djuarsa Sendjaja (1994 : 143)
mendapatkan rekomendasi tentang Pemuka opini dalam bukunya Teori Komunikasi, karakteristik
dari orangtua sebagai role model pembangunan pemuka opini dapat dibagi menjadi 6 (enam), yaitu:
karakter anak. Misalnya orangtua
merekomendasikan tokoh agama tertentu dan Ÿ The Controlling Style
tokoh pemuda tertentu yang dapat menjadi
panutan anak dan remaja di daerahnya. Ÿ Dalam karakter Pemuka opini yang
pertama adalah bersifat mengendalikan. Gaya
Perlu dipahami bahwa orangtua dan guru mengendalikan ini ditandai dengan adanya
dalam merekomendasikan pemuka opini kepada satu kehendak atau maksud untuk membatasi,
anaknya cenderung tidak asal-asalan. Mereka memaksa dan mengatur baik perilaku, pikiran
melihat proses seseorang mendapatkan gelar dan tanggapan komunikan. Gaya ini dapat
tokoh agama atau tokoh masyarakat seringkali dikategorikan sebagai one step flow. Oleh
bukanlah jabatan formal, akan tetapi merupakan karena itu pemuka opini tidak berusaha untuk
jabatan yang didapatkan dari opini publik dan membicarakan gagasannya, namun lebih pada
popularitas walaupun lingkupnya hanya di usaha agar gagasannya ini dilaksanakan seperti
daerahnya saja. Opini publik berperan besar dalam apa yang dikatakan dan diharapkan tanpa
kedudukan dan perjalanan seorang pemuka opini. mendengarkan pikiran dari komunikan.
Bisa dikatakan bahwa pemuka opini lahir dari opini
publik suatu kelompok. Opini publik akan Ÿ Gaya pemuka opini ini cocok dilibatkan oleh
dipengaruhi oleh kepercayaan mereka terhadap penyuluh untuk karakter anak dan remajanya
individu yang bersangkutan. Tidak hanya yang di daerah yang pengaruh buruknya
kepercayaan tetapi juga keahlian yang dimiliki oleh sangat kental. Tingkat Prevalensi tinggi.
seorang pemuka opini. Keahlian dinilai dari Adapun contoh opinion leader yang tepat
kemampuannya mengaktualisasikan keilmuannya. menyampaikan hal ini adalah pemimpin formal
Jadi dapat dikatakan bahwa pemuka opini ada seperti Kepala Daerah, Camat, Lurah Kades,
karena persepsi masyarakat mengatakan Pejabat Polisi/Militer dan Pemimpin non-
seseorang itu pantas menjadi pemimpin. formal seperti ulama. Lingkungan Pendidikan
anak dan remaja yang berkarakter militer/semi-
Memilih Tipe Pemuka opini yang Cocok Untuk militer dan corak keagamaan (menekankan
Khalayak Anak dan Remaja disiplin) juga cocok untuk tipe pemuka opini
ini.
Dalam upaya pencegahan penya-
lahgunaan dan peredaran gelap narkoba, penyuluh
yang ingin menyebarluaskan bisa menggandeng
pemuka opini dalam saluran langsung . Sayangnya
dari enam (6) tipe pemuka opini, belum tentu

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 35


MODUL II

Ÿ The Equalitarian Style Ÿ Pemuka opini jenis ini cocok dilibatkan oleh
penyuluh untuk anak dan remaja yang berada
Ÿ Gaya ini lebih mengutamakan kesamaan di lingkungan Sekolah, Kampus, dan
pikiran antara pemuka opini dan khalayak pendidkan informal seperti bimbingan belajar,
penerima pesan. Dalam gaya ini tindak kursus, training camp, dll. Adapun contoh
komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya pemuka opini yang tepat menyampaikan hal
setiap anggota dapat mengkomunikasikan ini adalah guru, dosen, instruktur, pelatih dan
gagasan ataupun pendapat dalam suasana pemimpin non-formal seperti tokoh
yang rileks, santai dan informal. Dengan kondisi intelektual.
yang seperti ini diharapkan komunikasi akan
mencapai kesepakatan dan pengertian Ÿ The Relinquising Style
bersama. Pemuka opini yang menggunakan
pola two step flow ini merupakan orang-orang Ÿ Gaya ini lebih dikenal dengan gaya
yang memiliki sikap kepedulian tinggi serta komunikasi agresif, artinya pengirim pesan
kemampuan membina hubungan baik atau komunikator mengetahui bahwa
dengan orang lain dalam lingkup hubungan lingkungannya berorientasi pada tindakan
pribadi maupun hubungan kerja. Oleh karena (action oriented). Komunikasi semacam ini
itu akan terbina empati dan kerjasama dalam seringkali dipakai untuk mempengaruhi orang
setiap pengambilan keputusan terlebih dalam lain dan memiliki kecenderungan memaksa.
masalah yang kompleks. Tujuan utama komunikasi dinamis ini adalah
untuk menstimuli atau merangsang orang lain
Ÿ Gaya pemuka opini ini cocok dilibatkan oleh berbuat lebih baik dan lebih cepat dari saat itu.
penyuluh untuk anak dan remaja yang tinggal Untuk penggunaan gaya ini lebih cocok
di daerah perkotaan di mana mereka juga digunakan untuk mengatasi persoalan yang
memiliki tingkat Pendidikan yang layak dan bersifat kritis namun tetap memperhatikan
akses terhadap informasi yang baik. Adapun kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan
contoh pemuka opini yang tepat persoalan tersebut bersama-sama.
menyampaikan hal ini bukanlah pemimpin
formal seperti Camat, Lurah/ Kades, Pejabat Ÿ Pemuka opini jenis ini cocok dilibatkan oleh
Polisi/Militer karena orang kota cemderung penyuluh untuk anak dan remaja yang berada
jarang mengenal sosok tersebut, melainkan di lingkungan Sekolah, Kampus, dan
Pemimpin non-formal seperti tokoh pemuda, pendidkan informal berbasis agama dan militer
tokoh seni/budaya, pemuda berprestasi, dll seperti bimbingan belajar, kursus, training
cocok masuk ke dalamnya. camp, dll. Adapun contoh pemuka opini yang
tepat menyampaikan hal ini adalah guru,
Ÿ The Structuring Style dosen, instruktur, pelatih dan pemimpin non-
formal seperti tokoh intelektual.
Ÿ Gaya pemuka opini ini biasanya
memberikan penjadwalan tugas dan pekerjaan Ÿ The Dynamic Style
secara terstuktur. Seorang opinion leader yang
menganut gaya ini lebih memanfaatkan pesan- Ÿ Dalam sebuah komunikasi kelompok tidak
pesan verbal secara lisan maupun tulisan agar semua hal dikuasai oleh opinion leader, baik
memantapkan instruksi yang harus dalam percakapan hingga pengambilan
dilaksanakan oleh semua anggota komunikasi. keputusan. Bekerja sama antara seluruh
Seorang opinion leader yang mampu anggota lebih ditekankan dalam model
membuat instruksi terstuktur adalah orang- komunikasi jenis ini. Komunikator tidak hanya
orang yang mampu merencanakan pesan- membicarakan permasalahan tetapi juga
pesan verbal untuk memantapkan tujuan meminta pendapat dari seluruh anggota
organisasi, kerangka penugasan dan komunikasi. Komunikasi ini lebih
memberikan jawaban atas pertanyaan yang mencerminkan kesediaan untuk menerima
muncul. saran, pendapat atau gagasan orang lain.
Koommuunnikiaktaotrotirdatki dmaekmbmeerimpebrienrtai hp e r i n t a h

36 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL II

Ÿ meskipun ia memiliki hak untuk memberi Memanfaatkan Pemuka Opini dalam Kelompok
perintah dan mengontrol orang lain. Untuk itu Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika
diperlukan komunikan yang berpengatahuan
luas, teliti serta bersedia bertanggung jawab Menurut Erikson (dalam Gunarsa, 2004),
atas tugas yang dibebankan. masa remaja adalah masa pencarian identitas diri,
dimana identitas diri ini dibentuk dari hubungan
Ÿ Gaya pemuka opini ini cocok dilibatkan oleh psikososial remaja dengan individu lain yaitu
penyuluh untuk anak dan remaja yang tinggal dengan teman dan sahabat. Hubungan psikososial
sesama remaja dalam mengidentifikasikan diri dan
di daerah perkotaan di mana mereka juga merasa nyaman disebut dengan istilah kelompok
teman sebaya (Larson & Richard dalam Papalia,
memiliki tingkat Pendidikan yang layak, akses 2005). Melihat urgensi kelompok teman sebaya
dalam pembentukan karakter remaja, Program
terhadap informasi yang baik, dan kemampuan Remaja Teman Sebaya (RTS) Anti Narkoba menjadi
sebuah solusi dalam P4GN. Program ini dapat
literasi digital yang baik. Adapun contoh memberikan pemahaman serta mengembangkan
kemampuan yang aplikatif kepada remaja dalam
pemuka opini yang tepat adalah pemimpin menciptakan hubugan pertemanan yang adaptif
dalam menolak penyalahgunaan narkoba.
formal yang mampu membuka ruang diskusi
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini
secara langsung maupun lewat bermedia, dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa
kali pertemuan diskusi seputar peningkatan daya
sosok media darling dan popular di media tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika
kepada remaja. BNN memberikan edukasi P4GN
sosial, maupun pemimpin non-formal seperti kepada para peserta terpilih agar mampu menjadi
mitra bagi remaja lainnya dalam hal berkomunikasi
tokoh pemuda, tokoh seni/budaya, pemuda dengan teman sebayanya. Kegiatan ini juga
diharapkan mampu membangun kemapuan
berprestasi, dll yang biasanya merangkap softskill anak remaja dalam menyuarakan P4GN di
lingkunganya masing-masing.
Influencer media sosial dan mau merangkul
Bagaimana Tips Penyuluh membentuk
aspirasi anak dan remaja. remaja terpilih agar bisa menjadi pemuka opini
P4GN dalam kelompok teman sebayanya?
Ÿ The Withdrawal Style Mengadopsi konsep opinion leader dalam
kelompok menurut Urgoon, Heston, dan Mc.
Ÿ Deskripsi konkret dari gaya ini adalah Croskey, minimal ada 6 dari 8 fungsi yang harus
independen atau berdiri sendiri dan dibangun dan dilekatkan kepada para pemuka
menghindari komunikasi. Tujuannya adalah opini dalam RTS. Keenam fungsi tersebut antara
untuk mengalihkan persoalan yang tengah lain:
dihadapi oleh kelompok. Gaya ini memiliki
kecenderungan untuk menghalangi Ÿ Fungsi Inisiasi
berlangsungnya interaksi yang bermanfaat dan
produktif. Akibat yang muncul jika gaya ini Ÿ Dalam fungsi ini, seorang pemuka opini
digunakan adalah melemahnya tindak dalam RTS harus dapat mengambil inisiatif
komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari (prakarsa) untuk gagasan atau ide baru baik
orang-orang yang memakai gaya ini untuk tentang Pencegahan Penyalahgunaan
berkomunikasi dengan orang lain, karena ada Narkoba maupun aktivitas-aktivitas kreatif dan
beberapa persoalan ataupun kesulitan antar produktif yang mampu meningkatkan fokus.
pribadi yang dihadapi oleh orang-orang Selain itu dia juga diharapkan memberikan
tersebut. pemahaman terhadap gagasan yang kurang
layak seperti misalnya
Ÿ Gaya pemuka opini ini cocok dilibatkan oleh
penyuluh untuk anak dan remaja yang tinggal
di daerah konflik horizontal maupun vertikal.
Adapun contoh pemuka opini yang tepat
menyampaikan hal ini bukanlah pemimpin
formal seperti Camat, Lurah/ Kades maupun
pemimpin agama karena di daerah konflik
cenderung kurang respek pada sosok tersebut.
Ada pemimpin formal dan non-formal yang
memiliki sikap netral dan fungsi mediasi
seperti Polisi/Militer, Budayawan, Pendidik,
dan Pemimpin Lembaga Swadaya Masyarakat.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 37


MODUL II

Ÿ Fungsi Keanggotaan Ÿ Fungsi Penyaring Informasi
Ÿ Untuk kemajuan dan perkembangan
Ÿ Ada prinsip seseorang dianggap layak
memberi sumbangsih terhadap sebuah sebuah kelompok, diperlukan banyak informasi
kelompok jika ia benar-benar merupakan serta wawasan baru dari luar. Media sosial
anggota kelompok tersebut. Oleh karena itu sebagai rujukan utama anak dan remaja
seorang pemuka opini Program RTS harus menyediakan banyak informasi. Namun tidak
dapat melebur ke dalam kelompok remaja semua informasi dapat diterima dan diadopsi
teman sebaya agar dapat diterima oleh oleh suatu kelompok. Di sinilah Pemuka Opini
anggota yang lain. Peleburan ini dapat RTS bertindak sebagai penyaring informasi
dilakukan dengan banyak cara, misalnya baik yang masuk ataupun yang keluar. Hal ini
mengikuti kegiatan rutin, berpartisipasi dalam bertujuan untuk mengurangi
setiap kegiatan dan mengakrabkan diri di konflik/kontroversi yang dapat timbul di dalam
tengah-tengah kelompok. kelompok.

Ÿ Fungsi Perwakilan Ÿ Fungsi Reward
Ÿ Pemuka Opini RTS juga diharapkan
Ÿ Sebuah kelompok seringkali mendapat
ancaman dari luar. Di sinilah fungsi seorang mampu melakukan fungsi evaluasi dan
pemimpin opini untuk dapat menyelesaikan menyatakan setuju atau tidak terhadap
masalah agar anggota kelompok menjadi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh
tenang kembali dan melanjutkan aktivitasnya para anggotanya. Hal ini dilakukan melalui
seperti sedia kala. Opinion leader bertugas imbalan-imbalan berupa pujian/apresiasi
sebagai penengah jika anggota kelompoknya ataupun sebuah penghargaan. Kekuatan
bermasalah dengan kelompok yang lain soal reward ini terbukti sangat efektif untuk
urusan pertemanan, kompetisi, percintaan, dll. meningkatkan mutu kelompok remaja.
Misalnya ada kelompok lain yang mengejek
bahwa kelompok si A adalah gerombolan 3.2.2 Pemuka Opini Dalam
orang Kuper/Kudet yang tidak mau mencoba
Narkoba, maka pemuka opini RTS harus Saluran Tidak Langsung
mampu menyelesaikan kontra opini tersebut.
Selain ancaman, tentunya pemuka opini RTS Pemuka opini P4GN melalui saluran tidak
juga harus mampu mewakili kelompok apabila langsung atau bermedia saat ini memiliki peran
ada kesempatan yang baik untuk kegiatan yang strategis karena khalayak anak dan remaja
yang sharing, berjejejaring, dan kompetitif. memiliki preferensi terhadap saluran jenis ini .
Saluran tidak langsung yang dimaksud meliputi
Ÿ Fungsi Organisasi saluran elektronik dan non-elektronik seperti pada
nomenklatur BNN dan juga saluran yang terbagi
Ÿ Tanggung jawab terhadap hal-hal yang menjadi media massa dan media sosial menurut
bersangkut paut dengan persoalan para ahli Komunikasi dan Pemasaran. Dalam
organisasional, kelancaran roda organisasi pelaksanaan P4GN, tim Penyusun Modul
dalam masyarakat dan deskripsi pembagian menemukan adanya eviden Program Komunikasi
tugas ada di tangan seorang pemuka opini, melibatkan Pemuka Opini yang dilakukan oleh
sehingga ia perlu memiliki keahlian dalam BNN Pusat, Provinsi, maupun Daerah sehingga hal
bidang mengelola organisasi dan kelompok. ini perlu dibahas dalam modul ini.
Pemuka Opini RTS sebaiknya memang orang
yang memiliki jabatan di organisasi kesiswaan
dan kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya.

38 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL II

Secara umum ada dua jenis Pemuka Opini memuat opini dari KOL terutama tertimoni dari
dalam media yakni Key Opinion Leader (KOL) dan Mantan Pecandu Narkoba. Ada resiko bahwa pesan
Influencer Media Sosial. Pada dasarnya, influencer yang disampaikan bukannya mengajak orang
maupun KOL sama-sama individu yang menjauhi narkoba tetapi malah menjadi penasaran
pendapatnya memberi pengaruh besar atas suatu ingin mencoba Narkoba.
produk, ide, kebijakan, jasa, layanan, maupun brand,
dan rekomendasi mereka berdampak pada Lebih lanjut, dalam kajian Pemasaran
keinginan khalayak untuk memiliki produk, Digital dan Komunikasi Digital, KOL bersama
menjalankan ide/kebijakan yang sama. Hanya saja, influencer bahkan sudah memiliki lingkup
tetap ada perbedaan signifikan antara keduanya, bahasannya tersendiri melalui KOL Management.
sehingga penyuluh yang hendak mengajak Bidang ini membahas cara perusahaan atau
mereka berkolaborasi harus memahami dengan organisasi untuk mengatur inisiatif kegiatan
baik perbedaan tersebut. Tujuannya, agar Program pemasaran atau kampanye mereka dengan para
Komunikasi yang diselenggarakan bisa mencapai KOL serta khalayak mereka di dunia digital. Hal ini
tujuan. mengikuti perkembangan di industri bahwa
pekerjaan KOL biasanya memang dan idealnya diisi
KOL adalah seseorang yang ahli terhadap oleh seorang KOL Specialist/Relations. Jadi posisi ini
industri atau bidang tertentu sehingga berdiri sendiri di luar bagian hubungan media
pendapatnya didengar. Di dunia nyata, mereka (media relations), hubungan pemerintahan
sosok yang dipercaya dan dihormati sehingga (government relations), hubungan komunitas
komunikasi yang terjadi lebih banyak secara (community relations), hubungan investor (investor
langsung dengan para pengikutnya. Meskipun tak relations), dan hubungan pelanggan (customer
jarang, cukup banyak KOL yang juga menjalin relations) .
hubungan yang baik melalui sosial media.
Sementara Influencer Media Sosial menghabiskan Dalam Manajemen KOL ini Penyuluh
lebih banyak waktunya di dunia online, terutama di minimal mengetahui dan memahami ada siklus
berbagai sosial media. Mereka menggunakan identifikasi, memetakan, merencanakan, dan
platform sosial media tersebut untuk melibatkan KOL dalam semua keperluan
berkomunikasi dengan para pengikut bahkan penyuluhan dan Program Komunikasi. Contohnya,
mempengaruhi mereka dengan berbagai konten langkah identifikasi memungkinkan penyuluh
digital yang mereka ciptakan. untuk menentukan spesialisasi bidang para ahli
berdasarkan pengetahuan mereka. Langkah-
Bagaimana penyuluh memahami peran, langkah selanjutnya juga membantu penyuluh
karakter, dan cara untuk bekerjasama dengan untuk menentukan karakteristik KOL, preferensi
Pemuka Opini saluran tidak langsung? kebijakan manajemen seorang KOL, dan pola pikir
Penjelasannya akan dipaparkan secara singkat dan mereka mengenai masalah P4GN. Selain itu, agar
padat di bawah ini, Kerjasama dengan KOL dapat berjalan dengan
lancar, kedua belah pihak harus benar-benar
3.2.2.1 Key Opinion Leader (KOL) membuat perjanjian baik itu yang melibatkan
pertukaran uang atau barter value dalam kontrak
Key Opinion Leader adalah seseorang yang kemitraan professional.
ahli dalam bidang tertentu, yang opininya dianggap
valid karena memahami bidang-bidang tertentu. Apabila sudah berhasil mengikat
KOL tidak melulu aktif di sosial media, bahkan kerjasama, penyuluh dapat menggunakan modul
beberapa KOL lebih fokus pada aktivitas di dunia ini secara parsial maupun penuh untuk
nyata. Namun tidak menutup kemungkinan juga mengarahkan KOL dalam memahami khalayak
bahwa KOL aktif di salah satu sosial media, misalkan anak dan remaja, mengetahui pesan kunci P4GN,
Facebook, Instagram, atau platform lainnya. dan dampak yang ingin diharapkan. Sehingga apa
yang dilakukan oleh KOL dalam P4GN tidak
Contoh KOL dalam P4GN adalah menyimpang dan mampu mendorong amplifikasi
Pengamat Hukum Narkotika, pakar kriminiologi, penyebarluasan pesannya. Selain bermanfaat
dokter spesialis adiksi/narkoba, Psikolog Anak dan dalam membangun kesadaran awareness khalayak
Remaja, Mantan Pecandu Narkoba yang sudah anak dan remaja, dalam menghadapi situasi krisis
bebas dari ketegantungan, dll. Dari daftar KOL KOL juga dapat dikerahkan untuk memberikan
tersebut penyuluh harus berhati-hati dalam advokasi.

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 39


MODUL II

3.2.2.2 Influencer Media Sosial Misalnya, banyak mega-influencer yang
juga selebritis. Namun kedua kelompok ini
Influencer media sosial adalah sesorang seringkali memiliki pengaruh yang kurang nyata
yang membuat dan membagikan konten yang pada khalayak mereka karena mereka kurang ahli
menginspirasi, menghibur, menginformasikan, dan dalam bidang khusus yang spesifik, seperti
menghubungkan mereka dengan pengikut Narkoba. Beberapa mikro dan bahkan nano-
mereka. Selain itu, para influencer memulai influencer dapat memberikan dampak yang luar
percakapan sosial, mendorong keterlibatan, dan biasa pada pengikut di ceruk spesialis mereka.
menetapkan tren di antara audiens yang reseptif Mereka mungkin memberi manfaat signifikan bagi
yang memposisikan mereka untuk bekerja dengan BNN yang mengangkat P4GN.
sebuah merek/entitas pada konten bersponsor.
Berikut adalah pemgklasifikasian
Dalam pelaksanaan P4GN, Badan Narkotika Influencer Media Sosial Berdasarkan Ukuran dan
Nasional (BNN) Republik Indonesia mengajak para Cakupan.
selebritis untuk melakukan upaya dan kegiatan
positif dalam rangka sosialisasi dan kampanye anti Ÿ Mega-Influencer
narkoba. Selain karena kepopulerannya, Dunia
selebritas sendiri termasuk lingkungan yang rawan Ÿ Mega influencer adalah orang-orang
peredaran gelap Narkoba. Komunitas selebritis dengan banyak sekali pengikut di jejaring sosial
dan para influencer yang tergabung dalam Selebriti mereka. Meskipun tidak ada aturan tetap
Anti Narkoba Indonesia (SANI) menyambut baik tentang batasan antara berbagai jenis
ajakan dari BNN RI untuk ikut terlibat dalam upaya pengikut, pandangan umum adalah bahwa
sosialiasi dan kampanye anti narkoba kepada mega-influencer memiliki lebih dari 1 juta
masyarakat. Menghadapi pemuka opini yang tidak pengikut di setidaknya satu platform sosial.
punya relevansi kepakaran tentang Narkoba, BNN Banyak mega-influencer adalah selebritas yang
Bersama penyuluh Kapolri harus lebih berhati-hati mendapatkan ketenaran secara offline-seperti
dalam memilih Influencer Media Sosial dengan bintang film, olahragawan, musisi, dan bahkan
embel-embel duta Nrkoba . Jangan sampai bintang film layer lebar maupun televisi.
kecolongan lagi dengan blunder pemilihan Namun, beberapa mega-influencer telah
influencer terkenuka dari kalangan selebritis mendapatkan banyak pengikut melalui
dimana mereka yang ditunjuk ternyata masih aktif aktivitas online dan sosial mereka. Contoh
menggunakan Narkoba seperti yang dialami Duta mega influencer di Indonesia adalah
Anti Narkoba pada tahun 2008. Ia malah ditangkap
setelah memberikan testimonial Narkoba karena Ÿ Macro-Influencer
kedapatan mengonsumsi Narkoba.
Ÿ Macro-influencer selangkah lebih maju dari
Seperti apa Jenis-jenis Influencer Media Sosial? mega-influencer, dan mungkin lebih mudah
diakses sebagai pemasar influencer. Anda akan
Dengan fakta bahwa kalangan anak dan menganggap orang-orang dengan pengikut
remaja saat ini sangat menggandrungi media dalam kisaran antara 40.000 dan 1 juta pengikut
sosial, maka Penyuluh Narkoba harus mulai belajar di jejaring sosial sebagai macro-influencer.
mengidentifikasi berbagai jenis influencer yang Kelompok ini cenderung terdiri dari dua jenis
jadikan rujukan anak dan remaja. Beberapa metode orang dan mereka adalah selebritas kelas B,
yang paling umum adalah menurut jumlah yang belum mencapai waktu besar. Atau
pengikut, jenis konten, dan tingkat pengaruh. mereka adalah pakar online yang sukses, yang
Penyuluh juga dapat mengelompokkan influencer telah membangun pengikut yang lebih
menurut niche keahlian yang mereka kuasai. Ini signifikan daripada mikro-influencer pada
berarti bahwa influencer yang mungkin muncul umumnya. Jenis makro-influencer yang
dalam kategori rendah dengan satu ukuran terakhir kemungkinan besar akan lebih
mungkin tampak lebih berpengaruh jika dilihat berguna bagi perusahaan yang terlibat dalam
dengan cara lain. pemasaran influencer.

Ÿ

40 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Click to View FlipBook Version