The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Assalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh , perkenalkan saya Sri Rahayu Dari TK 01 Gentungan, berikut ini Portofolio yang saya susun dari pengalaman saya selama belajar di Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Karangganyar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by srirahayu1714, 2022-10-10 05:04:47

Portofolio Modul 1 Pendidikan Guru Penggerak

Assalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh , perkenalkan saya Sri Rahayu Dari TK 01 Gentungan, berikut ini Portofolio yang saya susun dari pengalaman saya selama belajar di Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Karangganyar

Keywords: srirahayu

MODUL 1.3
Visi Guru Penggerak

C. Modul 1.3 Visi Guru Penggerak
1. Mulai dari Diri







2. Eksplorasi konsep
Ekplorasi Konsep dalam modul ini di bagi menjadi 2:

1. Eksplorasi Konsep berdagi Impian Murid
2. Eksplorasi Konsep berbagi tugas tentang Kesimpulan Inkuiri Apresiatif

3. Ruang Kolaborasi
Ada kegiatan pemetaan kekuatan dan gallery walk dimana para peserta CCP membuat pemetaan
kekuatan dan dapat di umpan balik oleh rekan sesame CGP serta Fasilitator.











Berikut ini adalah Pemetaan Kekuatan yang saya unggah di gallery walk



4. Refleksi Terbimbing
Dari modul ini saya menjawab pertanyaan refleksi individu
Peristiwa peristiwa apa saja yang terjadi saat diskusi?
Perasaan apa yang muncul saat proses pembelajaran?
Pembelajaranapa saja yang di peroleh melalui peta kekuatan?
Jika ingin perubahan dengan konsep inkuiri apresiatif apa saja yang perlu di tindak lanjuti?

5. Demontrasi Kontekstual
Menerapkan inkuiri apresiatif pada kasus yang telah di tentukan
Berikut ini link yang telah saya buat tentang inkuiri apresiatif
https://docs.google.com/document/d/10oXZ4XOMrZbwxRJ0XEVMt-
oFizZG1CT862dzGLYI3aQ/edit?usp=sharing
Vidio Inkuiri Apresiatif
https://youtu.be/egcR7shiUow

6. Elaborasi Pemahaman
Berikut ini merupakan video Elaborasi Pemahaman dengan instruktur:
https://drive.google.com/file/d/1ndYuIvlskbiDSU-1vzez1v25zSLkgHeZ/view
dalam kegiatan ini membahas tentang pemahaman yang di miliki masing-masing terkait materi
yang telah di pelajari dan saling memberikan umpan balik kaitanya dengan paradigma

7. Koneksi Antar Materi









8. Aksi nyata

Ki Hajar Dewantara dalam majalah “Keloearga” tahun 1937 menyatakan sebuah frasa “peralatan
pendidikan”. Beliau menjelaskan, peralatan pendidikan merupakan cara-cara mendidik yang beragam
bentuknya. Namun, beliau membaginya menjadi 6 cara utama sebagai berikut:

1. memberi contoh
2. pembiasaan
3. pengajaran
4. perintah, paksaan dan hukuman
5. laku
6. pengalaman lahir dan batin

Beliau menyatakan bahwa alat-alat itu tidak perlu dipergunakan semua. Beliau pun menyampaikan bahwa
ada yang tidak sepakat terutama dengan penggunaan cara nomor 4. Beliau pun menyatakan penggunaan
cara-cara tersebut harus dihubungkan dengan jenjang usia dan perkembangan murid yang merupakan
kodrat mereka.

Dari pernyataan Ki Hajar Dewantara tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa prakarsa yang Anda telah
buat dalam bentuk rencana manajemen perubahan berdasarkan pendekatan IA, dimaksudkan untuk
menumbuhkan murid yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Kemudian, tindakan untuk mewujudkan
pertumbuhan murid ini perlu diejawantahkan dalam cara mendidik yang beragam dan disesuaikan dengan
kondisi murid maupun situasi di sekolah Anda.

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, pada tahapan akhir dari siklus pembelajaran MERRDEKA, kali ini
Bapak/Ibu akan mendapat kesempatan untuk menjalankan rancangan yang sudah dibuat pada tahap
Koneksi Antarmateri. Ingatlah bahwa penerapan Aksi Nyata ini bukan semata penugasan modul Program
Pendidikan Guru Penggerak, melainkan sebuah praktik dalam pengembangan profesi berkelanjutan.

Berikut ini merupakan link video Aksi nyata Visi Guru Penggerak:

https://youtu.be/r-SDKkDvFXs

MODUL 1.4
Budaya Positif

D. Modul 1.4 Budaya Positif

1. Mulai dari Diri
Mengaktifkan pengetahuan awal tentang dan apa yang telah dipelajari sebelumnya tentang konsep
pendidikan Ki Hajar Dewantara dihubungkan dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah

Guru di ibaratkan sebagai seorang petani, Sekolah di ibaratkan sebagai tanah tempat bercocok tanam sehingga
guru harus mengusahakan sekolah jadi lingkungan yang menyenangkan, menjaga,melindungi murid dari hal -hal
yang tidak baik. Murid yang tadinya malas menjadi semangat, buksn kebalikanya.

Apa urgensi dari menciptakan suasana positif di lingkungan sekolah Anda?

Urgensi menciptakan suasana positif di lingkungan sekolah saya pertama saya harus menghargai dan
menghormati karakteristik berbagai siswa karena mereka memiliki keunikanya masing-masing, dengan menjalin
komunikasi yang baik antara guru dan murid sehingga siswa merasa nyaman dan ke sekolah dengan perasaan
senang. menciptakan suasana belajar yang tenang, memberikan kebebasan untuk mengekpresikan diri, kemudian
menjalin hubungan yang baik antara guru dan siswa serta pendukung kegiatan belajar dengan orang tua dan
seluruh personil sekolah.

Bagaimana Anda sendiri sebagai seorang pendidik dapat menciptakan suasana positif di
lingkungan sekolah Anda selama ini?

Untuk menciptakan suasana positif di lingkungan sekolah saya yaitu: Saya sangat menghargai keunikan setiap
siswa dan karakter dengan karakter yang berbeda-beda, sering melakukan komunikasi dan pendekatan, berusaha
semaksimal mungkin untuk memberikan kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan diri, siswa berani
mengemukakan pendapatnya .kegiatan belajar yang menyenagkan dengan kegiatan bermain sambil belajar.
menjalin komunikasi dengan orang tua dengan baik dan berusaha untuk menjadi orang tua kedua di seko lahan
bagi siswa,menerapkan senyum, salam, dan sapa, sopan dan santun dalam berinteraksi.kerjasama yang baik
dengan seluruh warga sekolah baik kepala sekolah , guru dan siswa.

Apa hubungan antara menciptakan suasana yang positif dengan proses pembelajaran yang
berpihak pada murid?

Hubungan antara menciptakan suasana positif dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid yaitu
menghargai keunikan setiap karakter anak yang berbeda-beda juga dengan menghargai kebebasan anak untuk
mengekpresikan dirinya, mendorong siswa untuk dapat mengungkapkan pendapatnya walaupu secara sederhana,
menjalin interaksi yang baik dengan senyum, sapa, salam, sopan dan santun, serta menjalin komunikasi yang baik
dengan siswa sehingga siswa merasa senang dan tidak ada paksaan untuk belajar dengan suasana tersebut maka
akan tercipta pembelajaran yang berpihak pada murid

Bagaimana penerapan disiplin saat ini di sekolah Anda, apakah sudah diterapkan dengan efektif,
bila belum, apa yang menurut Anda masih perlu dikembangkan?

Penerapan disiplin di sekolah saat ini adalah terutama tentang prokes, yaitu memakai masker, mencuci tangan,
menghindari kerumunan, disiplin prokes sudah di terapkan di sekolah saya, penerapan prokes di sekolahan saya
sudah efektif setiap masuk kelas siswa di cek suhu, kemudian mencuci tangan, namun masih saja ada anak yang
menurunkan maskernya , kemudian yangperlu di kembangkan lagi yaitu kesadaran siswa untuk selalu menjaga
kesehatan dan selalu menjaga prokes di manapun mereka berada.

Visi sekolah impian saya yaitu mewujudkan siswa yang unggul dengan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa serta berakhlaq mulia, sesuai dengan karakter profil pelajar pancasila, melalui pendidikan yang
berpihak pada murid. dengan suasana yang nyaman aman ramah lingkungan, dengan sikap guru guru yang selalu
berinteraksi baik dengan senyum, sapa, salam sopan dan santun, menjadi orang tua di sekolahan bagi siswa,
selalu berkomunikasi dengan baik dengan guru dan siswa saling bekerjasama untuk melakukan perubahan ke arah
kebaikan. untuk mewujudkan suasana yang positif agar siswa merasa tenang dan nyaman, saya selalu berinteraksi
dengan baik dan menghormati perbedan dan memberikan kebebasan untuk berekspresi kepada siswa. untuk
mewujudkan kelas impian maka saya harus menanamkan budi pekerti dengan beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa serta kepada anak untuk selalu menghormati perbedaan dan karakter yang unik dari siswa,
berinteraksi yang baik dengan senyum, sapa, salam, sopan, santun

Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada diri Anda, sebagai seorang
pendidik setelah mempelajari modul ini?

Harapan saya sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini adalah dapat menciptakan budaya sekolah
yang positif di sekolahan yang akan menjadi dasar bagi pembentukan karakter murid di kemudian hari. dapat
mengembangkan diri dengan terus belajar karena belajar kunci dari mengajar, belajar adalah modal besar
pengajar semangat belajar yang menjadi motivasi saya sebagai CGP. Dengan budaya positif akan terwujud profil
pelajar pancasila yang merdeka belajar.

Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada murid-murid Anda setelah
mempelajari modul ini?

Harapan saya pada murid -murid setelah mempelajari modul ini adalah mereka menjadi generasi bangsa yang
unggul beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlaq mulia berkarakter sesuai profil
pelajar pancasila, menghargai perbedaan, kasih sayang terhadap sesama dan menghormati orang tua, dapat
berekspresi dan mengembangkan diri, sopan ,santun dan menjadi murid yang merdeka belajar.

Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Saya mengharapkan kegiatan yang bermakna , mengharapkan materi yang saya pelajari dapat saya pahami dan
mengerti, saya mengharapkan modul ini bermanfaat dan ilmu yang saya terima dapat bermanfaat bagi diri saya,
dan orang- orang di sekitar saya, dapat menciptakan budaya positif di sekolahan.

2. Eksplorasi konsep
Kegiatan Mandiri dan diskusi tertulis yang di kerjakan di LMS

Eksplorasi konsep budaya positif terdiri dari beberapa bagian:2.1 Perubahan paradigma -stimulus respon 2.2 arti
disiplin dan 3 motivasi perilaku manusia 2.3 keyakinan kelas,hukuman ,pelanggaran 2.4 Lima(5) dasar kebutuhan
manusia 2.5 Lima (5) Posisi kontrol 2.6 segitiga restitusi

3. Ruang Kolaborasi
Di Ruang kolaborasi saya bergabung dalam kelompok dengan vicom bersama dengan rekan
sesame CGP yaitu saya Sri Rahayu,Ibu Suparti, Ibu Mulyani.
Berikut ini video Vicom:
https://drive.google.com/file/d/1hkpOdb5ewGVqDN-bw4I228k2UgAgyFPY/view

Berikut ini hasil unggah tugas di Ruang kolaborasi:





4. Refleksi Terbimbing
Berikut ini link Refleksi terbimbing:
https://docs.google.com/presentation/d/1uKei7BWQl6xigSOoOQvpmJZG19xKfR_QxTA-
Lx7uKeY/edit?usp=sharing

Modul 1.4.a.6.1
Refleksi Terbimbing
~Budaya positif

SRI RAHAYU
CGP ANGKATAN 4
KAB. KARANGANYAR









5. Demontrasi Kontekstual









6. Elaborasi Pemahaman
Mengelaborasi pemahaman kita mengenai nilai dan Peran Guru Penggerak. Namun sebelum
melakukan elaborasi pemahaman bersama instruktur, Anda diminta untuk menuangkan berbagai
pertanyaan mengenai materi nilai dan Peran Guru Penggerak yang masih ingin digali lebih lanjut
pada aktivitas ini.

7. Koneksi Antarmateri
https://youtu.be/sVG8fdFvbLs
https://drive.google.com/file/d/1Jmbo3B9Ifq6vm0TeanQbqgpU4CRVQ4H5/view?usp=drivesdk

8. Aksi nyata

Berikut ini vidio Sosialisasi Modul 1 sebagai Tugas CGP
https://youtu.be/FtgcLwew4rs

Berikut ini adalah blog pribadi saya tentang laporan aksi nyata modul 1.4
https://cgpangkatan4berbagiilmu.blogspot.com/2022/02/laporan-aksi-nyata-modul-14-
menanamkan.html

Berikut ini adalah link Portofolio Digital yang telah saya buat:

https://sites.google.com/guru.paud.belajar.id/portofoliosrirahayu/home

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

Menanamkan dan Membiasakan Budaya Positif dengan Kesepakatan kelas, dalam proses
pembelajaran untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di TK 01 Gentungan

Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

Menanamkan dan Membiasakan Budaya Positif dengan Kesepakatan kelas, dalam proses
pembelajaran untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di TK 01 Gentungan

Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantoro yaitu tempat persemaian benih-benih kebudayaan
dalam masyarakat Tujuan dan Asas Pendidikan Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala
kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi- tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat

Perwujudan pelajar indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global
dan berperilaku sesuai dengan nilai nilai pancasila dengan enam ciri utama : beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhalaq mulia, berkebinekaan global
,bergotong royong, mandiri,bernalar kritis dan Kreatif.

Peran Guru Penggerak Menjadi Pemimpin Pembelajaran Menggerakkan komunitas
Praktisi Menjadi Coach bagi Guru lain Mendorong kolaborasi antar Guru Mewujudkan
Kepemimpinan Murid. Nilai Guru Penggerak 1.Mandiri 2.Kolaboratif 3.Reflektif 4.Inovatif
5.Berpihak Pada murid

Untuk mewujudkan visi Guru Penggerak yang sesuai dengan filosofi Pendidikan menurut
Ki Hadjar Dewantoro perlu adanya perubahan yang positif terkait dengan budaya di sekolah
yang di lakukan secara kolaborasi dan komitmen bersama, dengan melakukan pendekatan IA(
Inkuiri Apresiatif) dan membuat kesepakatan kelas.

Strategi untuk mewujudkan budaya di sekolah

1.Disiplin positif

2. Posisi kontrol

3. Kebutuhan dasar manusia

4. Keyakinan Kelas

5. Restitusi

Dengan budaya positif sekolah yang aman, nyaman tentram dan bermakna dapat
membantu siswa untuk mewujudkan merdeka belajar sesuai filosofis Ki Hadjar Dewantara yang
di mulai dari diri sendiri kemudian menggerakkan orang lain dengan melihat nilai - nilai
kebajikan atau prinsip universal yang telah di sepakati.

Untuk menanamkan dan membiasakan budaya positif sekolah perlu menyediakan
lingkungan yang positif, aman,dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir,bertindak,dan
mencipta dengan merdeka.

Latar belakang:

Permasalahan yang muncul di dunia pendidikan terutama setelah masa pandemi adalah
lunturnya nilai- nilai budaya positif atau sikap disiplin positif di sekolahan di akibatkan karena
rendahnya pembiasaan positif dalam kelas. Pembiasaan positif dilakukan bukan dari kesadaran
hati melainkan dari berbagai dorongan lain, seperti takut terkena hukuman, mengharapkan
hadiah, takut kalah bersaing , ingin mendapat penghargaan setelah melakukan pembiasaan.
menjadi pekerjaan bersama agar budaya positif tumbuh dan tertanam dari hati oleh warga
sekolah kususnya peserta didik.

Di sekolah merupakan tempat bersemainya benih- benih kebaikan. karakter dan juga
potensi dapat di tumbuhkan di sekolahan mulai dari pengembangan diri dan juga sikap dan moral
yang akan menuntun peserta didik ke garisnya sebagai manusia yang utuh dan juga sebagai
anggota masyarakat.

Dengan budaya positif sekolah yang aman, nyaman tentram dan bermakna dapat
membantu siswa untuk mewujudkan merdeka belajar sesuai filosofis Ki Hadjar Dewantara yang
di mulai dari diri sendiri kemudian menggerakkan orang lain dengan melihat nilai - nilai
kebajikan atau prinsip universal yang telah di sepakati. budaya positif yang tertanam melalui
kesepakatan kelas dan pembiasaan baik akan menjadi pondasi bagi Pendidikan terutama pada
anak usia dini.

Tujuan:

 Menanamkan budaya positif dan kesepakatan kelas
 Menanamkan budaya positif (Senyum, sapa, salam sopan dan santun) di TK 01

Gentungan
 Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada siswa dalam kegiatan

pembelajaran

Tolak Ukur:

 Siswa dapat membuat kesepakatan kelas yang di tempel di dinding kelas berupa gambar/
tulisan sederhana

 Siswa dapat menerapkan kesepakatan kelas , dan nilai nilai profil Pelajar Pancasila dalam
kegiatan pembelajaran

 Siswa dapat melaksanakan pembiasaan budaya positif ( senyum, sapa, salam, sopan dan
santun)

Liminasa Tindakan yang di lakukan:

Minggu Ke ~ 1

Meminta ijin dan dukungan Kepada Kepala sekolah terkait aksi nyata yang akan di lakukan.

Minggu ke ~ 2

Sosialisasi kepada warga sekolah mengenai, dan lingkungan sekolah tentang budaya positif,
kesepakatan kelas dan profil Pelajar Pancasila

Vidio Penimbasan Modul 1 .https://youtu.be/FtgcLwew4rs

Minggu ke~3

Melaksanakan kegiatan pembuatan kesepakatan kelas
Vidio kesepakatan kelas https://youtu.be/3E_2x-cwmvQ
Guru menjelaskan kesepakatan kelas
Kesepakatan kelas yang di buat oleh peserta didik dengan cara membuat
gambar yang menjadi keinginan untuk menciptakan kelas yang di impikan.
Guru memfasilitasi pembuatan kesepakatan kelas
Guru membuat pohon kesepakatan kelas dan memberikan buah sebagai keinginan anak anak
dengan menggambarnya.
Kesepakatan yang telah di sepakati di pasang di dinding kelas.

Minggu Ke ~4

Menanamkan pembiasaan budaya positif (senyum,sapa, salam sopan dan santun) profil pelajar
Pancasila dan melaksanakan kesepakatan kelas. dengan adanya kesepakatan kelas yang telah di
buat . di harapkan akan tumbuh kesadaran anak sejak dini tentang budaya positif.

Mendokumentasikan kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan pembiasaan budaya positif
dan profil Pelajar dan vidio aksi nyata :

https://youtu.be/9egx7MRKjvI

https://youtu.be/eg2bs1LFbek

https://youtu.be/8P8r9FCwnFw

Vidio aksi nyata Modul 1.1https://youtu.be/U65ZnIAiw9c

Vidio aksi nyata Modul 1.2https://youtu.be/JrrV9g3K4hw

Vidio aksi nyata Modul 1.3 https://youtu.be/r-SDKkDvFXs

Vidio aksi nyata Modul 1.4https://youtu.be/cG_Mpg7YN_M

Evaluasi dan refleksi pelaksanaan aksi nyata

https://docs.google.com/document/d/1XfXq9k5j1V0LviUt8JWB82KESBxBc9TQ93l6h2wh6Zo/
edit?usp=sharing

Dukungan yang di butuhkan:

1. Orang Tua sebagai pelopor utama dan teladan budaya positif
2. Semua Guru dan Kepala Sekolah serta Semua warga sekolah untuk menjadi teladan bagi peserta

didik
3. Kolaborasi dengan semua pihak pemangku kepentingan sekolah

Hasil Aksi nyata:https://youtu.be/cG_Mpg7YN_M

Penerapan budaya positif Senyum, sapa,salam,sopan dan santun

Penerapan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berahlaq mulia
dengan berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan.

Vidio kegiatan praktek sholat dhuha https://youtu.be/nMr6C8q7hOk
Upacara bendera sebagai bentuk cinta tanah air dan juga kedisiplinan


Click to View FlipBook Version