The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by widya pustaka SMP Negeri 5 melaya, 2021-05-08 05:05:21

226

226

www.rajaebookgratis.com

Tak lama kemudian, kedua teman itu berjalan menuju
kios rokok yang terletak di samping bioskop Kebayoran.
Maya membelikan sebungkus Dji Sam Soe danAliTopan
menyatakan terima kasih sepenuh hatinya.

“Ke mana kita?Ada cerita apa di sekolah? Bagaimana
kabar cewek gua? Apakah Ibu Dewi sudah meninggal
dunia? Dan Pak Brotpang apa sehat sehat atau masih
pilek?” pertanyaan Ali Topan beruntun menyambar
kuping Maya.

Maya tertawa renyai. Ia senang betul pada Ali Topan.
Segalanya deh. Stel habis senangnya pada Ali Topan.
Memang, Maya diam-diam memendam perasaan naksir
pada temannya yang keren dan badung itu. Tapi taksir-
annya cuma mampu dipendam di dasar laut nuraninya,
sebab ia maklum bahwaAliTopan tak ada minat padanya
dalam soal cinta menyinta.

Cukup kasihan sebenarnya kalau ada gadis sedikit
manis seperti Maya, yang punya cita-cita memeluk
gunung padahal menyusuri bukitnya pun sudah ngeri
dia, ngeri kalau ditolak. Dan, tidak mengherankan tidak
pula disesalkan kalau Maya memendam sedikit birahi
pada anak manusia yang kerennya stel habis model Ali
Topan, sebab, bidadaripun, umpama katanya, jika
melihat cucuAdam yang tampangnya orisinil sepertiAli
Topan, runtuhlah imannya dan bisa kejadian ia minta
pensiun sebagai bidadari.

Maya bercerita perihalAnna Karenina yang setiap hari
nampak sendu dan merana, perihal ulangan ulangan yang
membadai menjelang ujian,perihal Ibu Dewi yang makin
merajalela dan perihal macam macam yang bisa
diceritakan.

“Wah, kasihan kekasih hati pujaan jantung gua, May,”
kata Ali Topan, “hatinya tersiksa menanggung derita.

201

www.rajaebookgratis.com

Tapi tolong bilang sama dia, May, jangan kuatir tentang
nasib gua, gua cukup makan, cukup minum dan istirahat
nyenyak.”

“Anna kuatir kalau kamu nggak lulus ujian nanti. Si
Meinar malah bilang sama Anna, kalau perlu dia mau
lapor papanya, supaya urusan skorsing kamu ditinjau
kembali. Kan papa si Meinar jendral di Hankam. Tapi
cewek kamu nggak mau,” kata Maya.

“Wah, betul itu, jangan bawa bawa Hankam deh buat
soal sepele kayakgini, entar diketawain marmut kan repot
kita? Jangan deh, jangan mengundang kekuatan luar.
Tapi bilang sama Meinar, gua mengucapkan terima kasih
atas i’tikad baiknya,” kata Ali Topan. Terharu
perasaannya mendengar rencana Meinar, teman
sekelasnya yang cukup dahsyat itu.

“Terus kamu nggak belajar? Nanti gimana dong kalau
nggak lulus, mengulang lagi setahun?”

“Soal belajar kan nggak cuma di sekolahan, Maya.
Apalagi sekolahan brengsek begitu, keseringan sekolah
bisa miring otak kita. Pokoknya, kalau gua nggak lulus
ujian nanti, lu boleh sunat gua lagi.”

“Ih! Geli!”
Ali Topan ketawa.
Maya menutup mulutnya dengan tas sekolahnya,
menahan tawa pula. Rasanya, kata-kata paling jorok pun
yang keluar dari mulut Ali Topan, indah kedengaran di
kupingnya.
Mereka sudah sampai di pelataran Pasar Melawai. Di
dekat tempat parkir motor, Ali Topan melihat petugas
keamanan yang galak, melihat ke arahnya. Sinar mata
orang itu tampak mencorong, mengandung amarah. Di
sebelahnya ada seorang temannya lagi yang juga menga-
wasiAliTopan. Bekesiur hatiAliTopan, merasakan gela-

202

www.rajaebookgratis.com

gat yang kurang cocok dengan seleranya saat itu. Ada
Maya, tak enak bikin setori. Tapi Ali Topan bukan Ali
Topan namanya, kalau di saat gawat tidak menemukan
akal kancil. Sekira tiga langkah sampai di depan petugas
keamanan itu, ia memandang Maya dengan serius. Lalu
ia berkata dengan nada keras.

“Papa si Meinar pangkatnya Mayor Jendral apa Letnan
Jendral, May? Rasanya udah naek pangkat dong dia.
Masa dari dulu cuma Mayor Jendral terus? Kan kariernya
di Hankam hebat tuh!”

Maya memandang Ali Topan dengan perasaan heran.
Yang lebih heran, sampai mundur selangkah, adalah dua
petugas keamanan. Mendengar Ali Topan menyebut
jendral, ngerilah hati mereka. Lantas beliau-beliau itu
pura-pura membuang muka ke atap Pasar Melawai.

Ali Topan berjalan dengan gaya koboy, mengambil
motornya. Dihidupkannya motor, dan sengaja dimain-
kannya gas motornya sekeras-kerasnya, hingga Maya
menutup kuping dan berteriak-teriak. Ia baru berhenti
berteriak setelah Ali Topan menormalkan gas motornya.

“Kalau mau ngebut saya nggak mau diantar pulang,
mendingan jalan kaki,” kata Maya, mengajuk.

“Sorry boy.”
“Boy lagi, emangnya gua cowok.”
He he he he he he he. Ha ha ha ha ha ha.. Hu hu h u hu hu
hu hu. Ho ho hi hu ho ho hi hu. Ali Topan kumat urak-
annya. Sepanjang jalan ke rumah Maya ia tertawa renyai
bak kicauan burung kukuk beluk. Jalan motor dilambat-
kannya hingga Maya senanglah hatinya. Berbunga betul
hati Maya bisa memeluk pinggang Ali Topan. Rasanya,
matipun tidak penasaran.
Ketika motor sampai di rumah Maya, buyarlah
lamunan indah gadis itu. Pelukan tangannya di pinggang

203

www.rajaebookgratis.com

Ali Topan merosot otomatis.Wajahnya rada tersipu-sipu
bak wajah perawan dicolek penyamun.

“Mampir dulu?” kata Maya.
“Makasih deh. Lain kali saja. Oom masih ada urusan
laen,” kata Ali Topan. Sembari melepas senyum
bertendens, ia memacu sepeda motornya. Ia bermaksud
menjenguk sahabatnya, Bobby, mau nanya soal-soal
ulangan dan catatan-catan pelajaran sahabat itu.

***
Bobby sedang mendengarkan kaset Dino, Dessy and
Billy, ketika Ali Topan nongol di kamarnya.
“Hello friend, apakah revolusi sudah selesai?” tegur
AliTopan sembari menyelipkan sebatang Dji Sam Soe di
bibirnya.
“Hai, revolusi mendingin karena Che Guevara sedang
diskors oleh Fidel Castro,” sahut Bobby.
“Bagaimana dengan konsep-konsep penanaman
modal, Aljabar dan Kimia Organik dalam rangka
pembangunan ujian kita?”
“Ada tuh di tas gua. Lengkap dengan data-data komisi
buat pejabat yang berwenang memutuskan.”
Ali Topan melemparkan sebatang Dji Sam Soe ke arah
Bobby yang tetap duduk relaks di tempat tidurnya.
“Apakah LNG-nya bisa dirojer?”
Ali Topan melemparkan korek api cap orang keling
mikul kendi. Bobby menyulut rokoknya dengan gaya
teknokrat. Gaya tinggi.
Ali Topan mengambil tas Bobby dari rak buku, lalu
memberikan tas itu pada pemiliknya. Ia tidak mau meng-
ambil sendiri buku catatan Aljabar dan Kimia di situ.
Bobby mengambilkan buku-buku dan catatannya.
“Lu apa-apa minta dilayani. Kapan berentinya
kelakuan begitu, friend,” kata Bobby.

204

www.rajaebookgratis.com

“Itulah yang dinamakan tatakrama,friend. John Lenon
menyebutnya etiket. Yang udah-udah, gua baca di buku
Can’t Buy Me Love sih begitu. Kalau gelas ada tatak-
annya, kalau manusia ada tatakramanya, begitu friend.”

“Buku apa? Can’t Buy Me Love? Nggak salah tuh,
yang gua baca sih bukuBlowin’In theWind,” kata Bobby,
senyum dia.

“Yeaaah, sama juga. Tapi yang lebih klasik mah di
buku Pileuleuyan yang diedit oleh Nyi Upit Sarirosa,”
sahut Ali Topan, disambungnya dengan heh he heh heh.
Bobby pun ber-heh heh heh heh pula.

Ali Topan mencatat apa yang perlu dicatatnya.
Ringkas. Sempurna. Bobby sudah hafal kejeniusan Ali
Topan dalam urusan pelajaran. Dia sudah bosan heran
dan bertanya-tanya, bagaimana caranya otak Ali Topan
bekerja. Ia yang punya catatan rapi, belajar cukup getol,
tapi jarang dapat angka tujuh pada setiap ulanganAljabar
atau Kimia. Sedangkan Ali Topan yang rasanya ke
sekolah cuma iseng, dan hidupnya semi acak-acakan,
ulangannya paling apes dapat 8. Kalau nggak sungkan
sama Pak Guru, dia selalu dapat 9 atau 10. Brilian-lah,
begitu kalau orang Barat bilang.

“Jadi skorsing gua berakhir pas dua hari menjelang
minggu tenang, Bob? Lama juga gua cuti nih,” kata Ali
Topan, seusai merapikan catatannya.

“Nggak juga. Gua denger sih, Pak Borot mau meninjau
keputusan itu. Dia tiap hari negosiasi sama Bu Dewi. Gua
rasa sih skorsing lu dipersingkat. Paling-paling lu disuruh
minta maaf secara tertulis di atas plat segel.”

“Minta maap? Lu kira lebaran pake acara minta maap.
Emoh aku!”

“Lantas apa maumu? Apa yang kau cari, Ali Topan?”
kata Bobby. Dia ini paling doyan omong gaya tinggi,

205

www.rajaebookgratis.com

gaya teknokrat sama Ali Topan.
“Aku tak mau apa-apa dalam hidup yang singkat ini.

Yang kucita-citakan adalah menjadi suami yang baik bagi
istriku dan menjadi ayah yang baik bagi anak-anakku
kelak, kalau Tuhan mengizinkan lho,” sahut Ali Topan
dengan irama tukang pantun.

“Seandainya Tuhan tidak memberi izin kepadamu,
apakah yang kau cari AliTopan?” tanya Bobby, menahan
tawa.

“Seandainya ada acara begitu ya tidak apa-apa, sebab
Tuhan itu Maha Bijaksana.”

“Bijaksana apa bijaksini.”
“Eh lu jangan kurang ajar, Bob! Dosa ngoceh semba-
rangan becandain Tuhan. Lu kire Tuhan itu statusnye
kayak Oom lu? Baek-baek lu ngoceh. Ntar bisu ngga
ketauan sebabnye lu,” kata Ali Topan. Serius die.
Bobby senyum-senyum kecil. Tapi hatinya memang
takut. Dia merasa keterlaluan dalam soal Tuhan. Untuk
menetralisir suasana, dia membesarkan volume musik
Dino, Dessy and Billy-nya.
“Ngomong punya ngomong, gimana kabar Dudung
sama Gevaert? Apa semuanya baek?”
“Baek, cuman rada kurang ajar.”
“Di pasal berape kurang ajarnye?”
“Di pasal perkosaan. Masak sih, Dudung and Gevaert
berani-beranian naksir perempuan. Si Dudung naksir si
Meiske anak Gang Kembang, Si Gevaert naksir Farah
anak Jalan Tumaritis. Berbarengan lagi cintanya, kan
repot?”
“Kapan peristiwanye? Dan gimana silsilahnye si Farah
sama si Meiske itu? Anak orang baek-baek apa anak
seniman? Anak ABRI atawa anak pegawe negri? Di
mana lahirnye, di mana bahenolnye? Pegimane guratan

206

www.rajaebookgratis.com

nasibnya, ngajak kaya apa ngajak miskin? Itu semua
musti diitung dulu, Bob.”

“Nah, itu die, Boss. Gua kan repot. Tiap istirahat udah
pade bedua-duaan, kayak pejabat sama bintang pilem
gitu. Rasenye, pengen gua goreng aje itu anak dua.
Bandel sih, dapet perempuan nggak bagi-bagi.”

“Ooh begituuu? Coba deh nanti Oom tanya mereka,
kenapa tidak membagi perempuan padamu, Bobiiih.”

“Eh, jangan manggil Bobih begitu dong, kayak
panggilan orang Gunung Kembung...”

Kedua sobat itu tertawa bersama-sama. Renyah.
Sesudah capek ketawa dan bosen ngobrol, Ali Topan
permisi pulang.

“Nanti malem ke rumah Gevaert, Bob. Kongko-
kongko.”

“Jangan kebanyakan kongko, ujian sudah di depan
congor kita, Pan. Ntar ngga lulus gua bisa ngga diaku
anak oleh babe gua.”

“Oh ya?”
***

Malam harinya mereka berkumpul. Ceritanya belajar
bareng, tapi toh acara saling ‘ngeledek’ tetap berjalan.
Tiga nama perempuan: Anna Karenina, Farah dan
Meiske merupakan topik yang menyenangkan Bobby. Ia
menyatakan bahwa perempuan itu cenderung merusak
karier, mengganggu pelajaran. Ia mengatakan, sebelum
jadi sarjana, sebaiknya orang lelaki jangan pacaran sama
perempuan. Bahaya, katanya.

“Tergantung perempuannya, kalau hatinya memang
busuk, ya merusak, kalau hatinya baik ya bikin baik,
Bob. Kalau si Farah mah, rasanya berhati emas,” kata
Gevaert.

“Berapa karat?”

207

www.rajaebookgratis.com

“Dua puluh lima karat!”
“Wah. Monas kalah dong?”
“Jangan sentimen lu. Belon kena sentuh perempuan lu
ya? Sekali kena panah asmara, mabok dah lu.”
“Oh ya?”
“Iya.”
“Yah, mudah-mudahan deh gua kuat iman. Rasanya
sih, tipe ideal gua belum lahir ke dunia. Kalau perempuan
biasa saja sih, sorry deh, geli gua. Paling dikit sih selevel
sama Putri Caroline dari Monaco.”
“Lu ngomong gitu waras apa lagi sakit?” kata Ali
Topan.
“Waras. Kenapa? Gua kan gini-gini masih ada tetesan
darah biru. Bangsawan Yogya, mack. Asal paham saja.”
“Oo darah nenek moyang lu kecampuran tinta dong?
Lu jual ke pabrik Parker bisa laku tuh.”
Sampai disitu ledek-meledek selesai. Ali Topan tahu,
kalau diteruskan, Bobby bisa kalap. Omongan
dibelokkan ke buku-buku pelajaran. Demikian sampai
jauh malam.

***

208

www.rajaebookgratis.com

ENAM BELAS

Enam belas hari sebelum ujian, skorsingAli Topan
dicabut. Pak Broto Panggabean berhasil melem-
butkan hati Ibu Dewi, sehinggaAliTopan tak perlu
minta maaf di atas kertas bersegel. Soalnya Pak Broto
pernah memanggil Ali Topan, Ali Topan berkeras lebih
baik tidak usah ikut ujian daripada disuruh minta maaf.
Pak Broto yang bijaksana memahami kekerasan jiwa
muridnya. Lantas segalanya bisa diselesaikan dengan
caranya yang bijak.

Kepada Ibu Dewi ia memberi jaminan pribadi dan
mengatakan bahwa Ali Topan menyatakan penyesalan,
secara lisan serta berjanji tidak berbuat ulah liar lagi.
Kepada Ali Topan ia berkata bahwa Ibu Dewi juga
menyatakan penyesalan telah membesar-besarkan
persoalan. Begitu cara Pak Broto Panggabean.

Sampai hari ujian sekolah tiba, teman-teman sekelas
melihat bahwa hubungan Ali Topan dan Anna Karenina
mendingin. Mereka mengira peristiwa yang lalu menjadi
sebab gawatnya hubungan itu. Ali Topan jarang bicara
dengan Anna. Dan, Anna pun mengambil sikap yang
sama. Sebetulnya tidak begitu. Itu cuma taktik mereka
saja. Ali Topan telah memberi surat pada Anna. Isinya
singkat.

Anna sayang. Sampai ujian selesai, kita bikin situasi
mendingin dulu deh. Kamu belajar baik-baik, sayapun
demikian. Kamu berkonsentrasi untuk lulus, sayapun
demikian pula. Sesudah ujian selesai, kita bikin

209

www.rajaebookgratis.com

keindahan yang lebih dari masa lalu. Pokoknya, begitu
deh. Kita bersandiwara sedikit, biar nggak jadi bahan
gosip.

Okey sayang?
Harus okey dong.
Cintamu selalu,
Ali Topan.

Demikian bunyi surat yang disampaikan langsung oleh
Ali melalui kantor pos. Surat itu dialamatkan ke rumah
Anna, dengan nama pengirim Siti Sundari.

Maka ujianpun berlangsung seperti yang direncanakan
oleh pemerentah. Tenang, lancar dan beres.

Para murid menjalani ujian dengan perasaan seperti
bapak dan ibu mereka.Ada yang gelisah, ada yang grogi,
ada yang deg deg gung, ada yang tenang dan ada pula
yang menggerung-gerung karena merasa goblog. Tapi
tak ada yang bunuh diri.

Ali Topan merasa mantap. Anna Karenina pun
demikian pula. Bobby sedikit grogi. Dudung pas-pas-an.
Gevaert stel yakin.

“Kita telah bekerja maksimal, kalau nggak ada sabotase
rasanya kita boleh mendaftar ke UI. Coba Dung, besok
tanya ke UI apa pendaftaran mahasiswa baru sudah
dibuka untuk umum,” kataAli Topan ketika hari terakhir
ujian telah mereka lewati.

“Bagian naon?” tanya Dudung.
“Bagian yang bisa demonstrasi!” sahutAli Topan, lalu
ketawa yang disambut oleh ketiga temannya dengan nada
yang berlainan.
Hari libur melahirkan peristiwa yang aneh bagi 4
sekawan itu. Gevaert diusir oleh orangtua Farah ketika ia
berkunjung ke rumah perempuan yang ditaksirnya itu.

210

www.rajaebookgratis.com

Soalnya sederhana. Pada suatu malam ia kepergok
mencipok pipi Farah di teras rumah pas bapak si Farah
melongok dari celah pintu. Sejak peristiwa naas itu,
Gevaert patah arang.

“Nyipoknya cuma sedikit, tapi malunya itu nggak
ketulungan, mack,” kata Gevaert kepada Dudung. Ia tak
berani mengadukan ikhwalnya ke Ali Topan, takut
temannya itu mendatangi rumah Farah dan melabrak
bapak si Farah. Dia mengadu pada Dudung, sebab merasa
senasib.

Dudung sendiri mengalami malam apes juga. Rupanya,
Meiske itu punya pacar seabreg-abreg. Ketika Dudung
mengunjunginya pertama kali pada suatu malam
Minggu, di rumah Meiske berderet tiga buah mobil. Fiat
125 dan Mercedes 200 milik anak-anak geng Ngos-
ngosan, sedangkan Toyota Hardtop milik anak geng
Remember Me. Di depan hidung Dudung, yang datang
pakai motor saja, Meiske dicium oleh Troy, anak gang
Remember Me. Nyiumnya sih nyerobot, hingga Dudung
dan anak-anak geng Ngos-ngosan yang melihat jadi
merinding. Tapi berhubung Meiske cengar-cengir saja,
urusan tidak bisa ditarik panjang.

“Harga diri gua rasanya kebanting banget, Vaert. Soal
tampang sih, berani diadu gua, tapi soal materi nyerah
deh,” kata Dudung bersungut-sungut, “gua pikir si
Meiske nggak materialis, eh ternyata gila harta juga,”
tambahnya.

“Menang di tampang kalah di bensin, gitu Dung? Lu
jajal lain kali, bawa bensin dua drum,” kata Gevaert.

“Buat apa?”
“Buat bakar rumah si Meiske!”
Dudung menyeringai.
“Nasib kita kayak cerita di komik saja, kebagian

211

www.rajaebookgratis.com

apesnya melulu. Gua mau nekat kayak si Topan, belum
sanggup rasanya. Gila, babe si Farah punya pestol. Kalau
gua ditembak bisa celaka. Iya kalau kena jantung
langsung meninggal, kalau kena mata kaki kan nyeri
betul, Dung,” kata Gevaert.

“Kabar dia samaAnna gimana ya?Ada perkembangan
baru apa kagak ya? Perlu juga kita tanya boss kita. Jangan
kita melulu yang kebagian apes, dia juga mesti ngerasain
dong,” kata Dudung.

Ketika mereka menemuiAliTopan di rumahnya,wajah
pemimpin mereka tampak memuaskan. Ali Topan baru
selesai membaca surat dari Anna, pakai tanda romantis.
Surat itu ditandai dengan tanda gambar gincu dari
bibirnya.

“Waduh, sudah sampai taraf hot,” kata Gevaert ketika
Ali Topan memperlihatkan tanda gambar bibir itu.

“Udah ditentukan apa belon?” tanya Dudung.
“Apanya?”
“Kawinnya!”
“Gua bagian nerima kadonya aja, Pan. Kali-kali aja
ada arloji yang nyelip,” kata Gevaert menggoda.
“Gua bagian nyari orkesnya. Bakal ngibing,” kata
Dudung.
Ali Topan berhaha-hihi mendengar olok-olok kedua
temannya itu.
“Cita-cita sih setinggi bintang, sayang bintangnya ngga
selamanya bersinar terang, mack. Rasanya sih gua bakal
backstreet. Gua sendiri sih nggak doyan backstreet-
backstreet-an, tapi Anna nekat aja,” kata Ali Topan.
“Rasanya semua orang pacaran di dunia ini pakai acara
backstreet. Orang dulu backstreet-nya lebih serem, itu
kata papa gua, Pan,” kata Gevaert.
“Iya, tapi mereka kan nggak fair. Rasanya gua belum

212

www.rajaebookgratis.com

pernah dengar ada orang tua ngakubackstreet pada jaman
mereka pacaran dulu. Memang begitu, seperti kata orang
bijaksana, manusia sering lupa dengan kelakuannya
sendiri. Ibarat King Kong di depan kacamata ngga
keliatan tapi Cucu Monyet di seberang hutan keliatan
sampai ke biji-bijinya! Aih, sudahlah, ngomong soal
orangtua bikin capek kita aja,Vaert. Pokoknya kita bikin
sejarah sendiri sajalah,” kata Ali Topan dengan gagah.
Kalau dia sudah bicara yang agak berbau filsafat, teman-
temannya mengiyakan saja. Kagum.

“Jadi, gimana sambungan percintrongan lu sama
Anna?” tanya Gevaert lagi.

“Ali Topan berusaha, Tuhan menentukan,” jawab Ali
Topan, “kalian bantu doa saja,” sambungnya.

“Ada komisinya dong?”
“Ada! Ada! Tinggal pilih saja, mau kepalan tangan
kanan atau tangan kiri. Tangan kanan masuk kuburan,
tangan kiri nyangkut di rumah sakit,” sahut Ali Topan
sambil tersenyum khas.
Dudung meleletkan lidahnya. Gevaert menggaruk-
garuk kulit kepalanya. Mereka memandang Ali Topan
yang sangat mereka kagumi kegagahannya.
“Tunggu kabar lebih lanjut deh, kalian. Gua mau bikin
kejutan cinta dalam beberapa hari ini,” kataAli Topan. Ia
mengerjapkan mata ke arah Dudung dan Gevaert, lalu
berjalan pergi meninggalkan mereka.

***
Tidak sulit bagi AliTopan melaksanakan niatnya untuk
berhubungan dengan Anna, walaupun telepon di rumah
Anna disensor. Ia pergi ke rumah Maya dan minta tolong
gadis itu menilponkan Anna. Begitu hubungan sudah
didapat, Maya memberikan kesempatan kepada Ali
Topan.

213

www.rajaebookgratis.com

Nyonya Surya yang menerima tilpon dan menyampai-
kan pada Anna, tidak pernah mengira bahwa yang
kemudian mengobrol di pesawat telepon itu Ali Topan
yang sangat dibencinya. Ia tidak tahu, pembicaraan di
tilpon itu adalah pembicaraan yang gawat.AliTopan dan
Anna merencanakan pertemuan rahasia.

***

214

www.rajaebookgratis.com

TUJUH BELAS

Dua hari kemudian diTaman Ria Senayan. Matahari
bergerak pelahan, sinarnya menghangati pagi.Ali
Topan danAnna Karenina berjalan bergandengan
tangan dari pintu masuk menuju pohon flamboyan yang
tegak di tepi danau Angsa Hitam. Disebut Danau Angsa
Hitam sebab danau itu tempat memelihara angsa-angsa
hitan yang didatangkan dari luar negeri.

Bunga-bunga flamboyan melayang ditiup angin,
menari-nari bagaikan balerina, jatuh ke permukaan
danau, sopan tampaknya.

“Pagi yang indah sekali,” gumam Ali Topan sambil
memandang wajah Anna Karenina, “seindah lagu Koes
Bersaudara,” sambungnya. Kemudian, sambil
melangkah pelahan, Ali Topan menyenandungkan lagu
Pagi yang Indah Sekali ciptaan Tonny Koeswoyo. Anna
Karenina mendengarkan dengan seksama senandungAli
Topan:

Pagi yang indah sekali
Membawa hati bernyanyi
Walau gadisku ‘tlah pergi
Dan tak kan mungkin kembali …………

Anna Karenina tercekam mendengarkan syair lagu
yang dinyanyikan Ali Topan. Ia berhenti melangkah.
Matanya sayu mengawasi Ali Topan.

“Gadismu t’lah pergi? Siapa yang pergi? Kenapa dia
pergi, Topan?” tanya Anna Karenina dengan lemah

215

www.rajaebookgratis.com

lembut.
AliTopan memandangAnna. Ia tersenyum, lalu meng-

gandeng Anna, berjalan lagi menuju rerumputan di
bawah flamboyan. Ali Topan duduk, tapi Anna tetap
berdiri.

“Ayo duduk, Anna...,” kata Ali Topan.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku.”
“Soal nyanyian tadi?”
Anna Karenina mengangguk.
Ali Topan tertawa kecil.
“Yang pergi itu gadisnya Tonny Koeswoyo, bukan
gadisnya Ali Topan. Perginyapun di dalam lagu. Ngerti,
An?” kata Ali Topan, “ayo duduk dong. Jangan sampai
pagi yang indah ini pecah oleh kesedihan yang aneh,”
sambungnya.
“Kamu merasa sedih?” tanya Anna sambil duduk di
depan Ali Topan.
Ali Topan tak menjawab. Ia memandang Anna
Karenina dengan seksama. Tampak olehnya sinar mata
gadis itu menyimpan kesedihan, walaupun bibirnya
mengulum senyuman.
“Kamu merasakan kesedihan yang aneh?” tanyaAnna
lagi. Ali Topan mengangguk. Ia memang merasakan
sesuatu, semacam kesedihan yang halus sekali, tidak
kentara, tapi hadir dalam suasana yang indah.
“Kamu sih nyanyi lagu itu. Lagunya bagus, tapi sedih
ya?”
“Iya,” kata Ali Topan polos.
“Seharusnya kita gembira bisa bertemu.”
“Ya, seharusnya begitu. Nah, ayolah kita bergembira.
La la la la la la ...,” kataAliTopan. Iapun bertralala, cukup
keras, sehingga sepasang angsa hitam yang sedang
berenang berduaan di danau kecil menengok ke arahnya.

216

www.rajaebookgratis.com

Ali Topan menunjuk ke arah angsa-angsa hitam, lalu
berkata terus:

“Lihat, lihatlah! Angsa angsa hitam memandang kita.
Mungkin keduanya berbisik-bisik, bicara tentang kita,
An. Tuh, tuh, tuh mereka tersenyum pada kita.”

“Mana ada angsa tersenyum?”
“Pasti mereka tersenyum. Dan pasti mereka bisik bisik
tentang kita. Kamu tahu apa yang mereka bicarakan,
An?”
“Tahu.”
“Apa?”
“Yang jantan bilang, he liat tuh Si Ali Topan sedang
merayu ceweknya.”
AliTopan tertawa tergelak gelak mendengar perkataan
Anna yang sungguh di luar dugaannya. Sukacita sekali
hati Ali Topan. Demikian pula hal Anna Karenina.
Pasangan remaja yang sedang diamuk cinta itu lantas
lupa pada kesedihan yang baru saja mereka bicarakan.
“Kamu tau apa ngga, kenapa angsa itu bulunya hitam?”
tanya Ali Topan.
“Nggak tauk!”
“He, pikir dulu dong. Belum apa-apa udah bilang nggak
tauk!”
“Kami juga mikir dong, kalau ngasih pertanyaan yang
bener. Angsa bulu hitamlah ditanya kenapa bulunya
hitam. Kamu tanya aja sendiri ke angsanya, jangan tanya
saya,” kata Anna Karenina. “Kalau kamu bertanya
kenapa saya cantik, mungkin saya bisa jawab,”
sambungnya sembari mengulum senyuman bertendens.
AliTopan melengak.TernyataAnna pandai pula berse-
loroh.
“Lho, kamu cantik toh? Saya baru tahu.” Kata Ali
Topan. Wajahnya distel bodo.

217

www.rajaebookgratis.com

Anna kaget mendengar perkataan itu.
“Menurut kamu, saya ini cantik apa tidak?”
“Menurut saya sih biasa-biasa saja,” sahut Ali Topan.
“Uh! Memerah lah wajah Anna mendengar perkataan
yang lugas itu. Mulutnya terbuka bahna bengongnya. Ia
menjublag seperti patung. Matanya berkedap kedip
seperti angsa hitam.
“Lho, mengapa? Apa saya salah omong?”
Anna menggeleng.
“Kamu marah?”
Anna menggeleng lagi. Sinar matanya mendingin.Tadi
itu ia punya niat bermanja manja padaAliTopan. Ia ingin
sekali dipuji cantik oleh Ali Topan. Ternyata jawaban
yang ke luar bukan sebagaimana yang diinginkan.
Ali Topan segera meraba perasaan Anna. Sambil
memajang senyuman, iapun berkata lembut, “Jangan
marah dong. Siapa yang tidak tahu kalau kamu cantik?
Lihat! Bunga flamboyan, angsa hitam dan telaga serta
seisi taman ria ini, masih kalah cantik denganmu, Anna.
Tadi itu, saya bilang kamu biasa-biasa saja,supaya jangan
kelewat mekar, tau?”
“Nggak!”
“Nggak tau?”
“Masa bodo!”
“Siapa yang bodo?”
“Kamu!”
AliTopan ketawa keras sekali.Anna tampak keki betul
oleh godaan-godaannya.WajahAnna cemberut, omong-
annya ketus, tapi sinar matanya makin lama makin berbi-
nar. Ada keriaan di antara cahaya matanya.
Ali Topan menjentik ujung hidung Anna. Dan gadis
itupun tersenyumlah.
“Kamu nakal,. Suka menggoda saya,” kata Anna.

218

www.rajaebookgratis.com

“Lho, apa kamu nggak pengen saya goda?”
Anna mendelik, bahna kagetnya.
“Pengen? Pengen?Amit amit jabang bayi! Emangnya
saya perempuan murahan ya/!” kataAnna. Dia mendelik
terus sampai biji matanya hampir keluar. Marah betul
rupanya.
“Lho, saya main-main kok kamu serius?” kata Ali
Topan dengan penuh kerendahan hati. Ditatapnya Anna,
ditembaknya gadis itu dengan senyuman yang polos, dan
diusapnya anak rambut yang jatuh di kening sang gadis.
Maka hati Anna luluh. Kemarahannya mereda.
Senyumnya muncul kembali pelahan lahan.
“Ali Topaaan…,” gumam Anna. Manja.
“Hm? Apa sayang?”
“Kamuu…. Kamu…..”
“Kenapa?”
“Jangan nakal ya?”
Ali Topan tak menjawab. Ia mengerjap-ngerjapkan
matanya saja. Anna Karenina menatapnya, menunggu
jawaban. Tapi Ali Topan tak mau menjawab.
“Kamu nggak denger saya ngomong?” tanya Anna.
“Dengar.”
“Saya harap kamu jangan nakal ya? Ngerti maksud
saya?”
Ali Topan tak mengerti bahwa maksud Anna,
janganlah ia nakal dalam pengertian bangor, main-
mainkan perempuan. Kalau hati Anna bisa ngomong,
tidak lebih tidak kurang, kata-kata yang ke luar dari
hatinya adalah:“I love you, my darling. I love you banget.
Tapi you mustilove mejuga dong. You janganlove cewek
lain ……”
“Kalau lelaki nggak nakal bisa sepi Kebayoran. Nggak
ada entertainment,” kata Ali Topan,yang masih bodo

219

www.rajaebookgratis.com

dalam soal percintaan. Kata-kata bersayap yang ke luar
dari mulut Anna, sulit ditangkapnya. Dia pikir, Anna
berharap agar ia jangan suka ngebut, tidak boleh bega-
dang, dilarang bergentayangan di jalanan, dan lain lain
kegiatan rutinnya.

“Ah, kamu...,” kata Anna, “susah mengerti.”
“Lho, kan betul. Kalau anak lelaki nggak berandalkan
lucu. Anak lelaki diam di rumah udah liwat jamannya,
Anna.”
“Liwat gimana?”
“Iya, sudah liwat, kayak tukang bakso. Nanti kalau ada
lagi jaman yang lain, kita panggilin deh,” seloroh Ali
Topan.
Anna Karenina tertawa geli. LeluconAli Topan benar-
benar pas di hatinya. Hatinya terbebas,rasanya dunia lain
sekali. Lebih indah dan lebih menyenangkan.
Dipandanginya wajah Ali Topan yang keren.
AliTopanpun memandangi wajahAnna yang profilnya
mirip film Diana Rigg.
“Anna….”
“Hm?”
“Bagaimana perasaan kamu pagi ini?”
Anna Karenina mendongak ke arah langit, menahan
senyum kecil di bibirnya, lalu menjawab, “Biasa biasa
saja.”
“Kurang ajar. Kamu balas dendam ya?”
Anna mendelik karena makian itu.
“Ih! Kamu kalau omong seenak perut aja!” kata Anna
dengankeras,“lihat-lihatorangnya dong,kamupikirsaya
ini babu kamu apa, seenaknya memaki kurang ajar! Saya
benci kamu!” sambungnya.
Dengan wajah kaku dan sinar mata menyala-nyala,
Anna segera berdiri. Ali Topan menyekap mulutnya. Ia

220

www.rajaebookgratis.com

merasa menyesal. Makian kurang ajar itu begitu los
menyeplos ke luar dari mulutnya.

“Anna…. Saya tidak bersungguh-sungguh mamaki
kamu. Saya menyesal betul ……..,” kata Ali Topan. Ia
berdiri pula, merendengi Anna. Tapi Anna segera mama-
lingkan muka ke arah angsa hitam yang berenang-renang
di danau buatan.

“Anna…..,” kata Ali Topan, lembut sekali.
Anna diam saja. Hatinya kesal betul. Baru pertama kali
dalam hidupnya ada orang memakinya kurang ajar, dan
orang itu justru Ali Topan yang disayanginya. Dalam
hatinya ia merasa sedih betul. Baru mulai jatuh sayang,
baru mulai bersemi bunga bunga cinta, orang itu sudah
berani memakinya kurang ajar secara lugas. Bagaimana
kalau sudah kawin nanti dan beranak cucu? Barangkali
bisa dibelah-belahnya tulang belulangku, demikian kata
hati Anna.
Anna termenung. Hatinya sedih betul. Ingin rasanya
berlari menjauhiAli Topan yang kasar, tapi ada perasaan
lain yang menahannya. Ia sendiri tak tahu daya tarik apa
yang menyebabkan ia tak sanggup berbuat apa-apa di
depan Ali Topan. Jangankan berhadapan, pada saat ia
berjauhan, tak saling tampak muka, angan-angan dan
perasaannya tetap lengket pada Ali Topan.
Tak terasa airmata membasahi pipiAnna. Ia menangis.
Terbayang olehnya, jalan nekat yang diambilnya untuk
bisa bertemu Ali Topan pagi ini. Pada saat ibunya ke wc,
dan Boy sedang membeli bensin, Anna pergi dari
rumahnya. Ia mencegat taksi yang segera membawanya
ke warung gado-gado Bibi Sexy. Ali Topan sudah
menunggu. Dari warung Bibi Sexy, mereka langsung ke
Taman Ria Senayan.
Merana betul hatinya mengingat makian yang

221

www.rajaebookgratis.com

diterimanya dari Ali Topan. Ia cuma bisa menangis.
“Anna… jangan menangis…,” bisikAliTopan, sambil

membelai rambut Anna dengan jemarinya. Tapi Anna
semakin menangis. Bahunya terguncang-guncang
menahan tangisan. Ingin rasanya berlari ke tengah danau
dan membenamkan kepalanya di dalam air. Ingin rasanya
membunuh diri. Tapi itu semua tak sanggup dilakukan-
nya. Ia cuma bisa menangis. Dan menutupi wajahnya
dengan kedua belah tangannya. Airmata mengalir di
antara jemarinya.

Plak! Plok! Plak! Plok! Plak! Plok!
Bunyi gamparan yang keras terdengar di belakangnya.
Anna menoleh, refleks. Apa yang terjadi membuatnya
heran, dan otomatis mengerem tangisannya. Ali Topan
telah menggampari dirinya sendiri. Kedua pipinya
berwarna merah, darah mengalir dari bibirnya!
“Topaaaan!”Anna memekik, tubuhnya direbahkan ke
Ali Topan. Mereka berpelukan. Anna membenamkan
kepalanya di pelukan Ali Topan, dan Ali Topan mengu-
sap-usap rambut gadisnya.
Angin berhembus.
Bunga-bunga flamboyan berguguran, melayang
seperti kupu-kupu merah.
Angsa-angsa hitam berenang berkejaran.
Indah sekali.

***
Jam tiga siang lewat beberapa menit, mereka mening-
galkan Taman Ria Senayan. Anna senyum, demikian
pula Ali Topan. Ali Topan dengan gembira
memboncengkan Anna Karenina. Pelukan Anna di
pinggangnya terasa kuat dan hangat.
Rupanya, kehangatan masih belum boleh berlama-
lama mereka rasakan.Tepat di depan rumah Panbers Club

222

www.rajaebookgratis.com

Band di Jalan HangTuah Raya, sebuah Mercy memotong
motor Ali Topan, dan menggiringnya ke pinggir jalan.
Dua manusia bertampang murka turun dari Mercy itu.
Ayah Anna dan Boy.

“Kamu bawa lari anakku, he?!” begitu kata ayahAnna
sambil langsung menghantam muka Ali Topan dengan
tinjunya. Bug! Bug!AliTopan terjengkang saja dari sadel
motornya! Melihat Ali Topan terjengkang, Boy ikut
nimbrung, menyepak perut Ali Topan! Begh! Begitu dia
mengayunkan kakinya, hendak menyepak kepala, Ali
Topan berkelit dan menangkap kaki itu. Langsung
dipuntirnya, dan Boy langsung menggrusak jatuh!

Fans Panbers yang kebetulan memenuhi rumah grup
itu, berhamburan ke luar, menonton pergumulan itu!

Anna yang mencoba memisahkan, ditarik ke dalam
mobil oleh ayahnya. Ia meronta ronta dan menjerit jerit,
tapi tak berdaya.

“Boy! Sudah!” teriak Tuan Surya. Boy mendengar
teriakan itu, tapi ia tak berdaya memenuhinya,Ali Topan
yang gusar mengamuk bagaikan badai! Dihajarnya Boy
habis habisan. Dalam sekejap, mata Boy bengapn. Dan
giginya rontok dua kena dengkul Ali Topan.

Para penonton bersorak sorai.
Hayooo! Hayooo! Hembat teruuuuus! Sodok! Sodok!
Libas! Libas! Horeeeeee! Yihuuuuuuuuy!
Sorak sorai itu terhenti, ketika Tuan Surya
m,engacungkan laras pistol ke arah Ali Topan, dan
berkata dingin: “Berhenti! Atau saya tembak kamu!”
Ali Topan menghentikan hajarannya. Ia memandang
Tuan Surya dengan penuh kebencian. Ia ingin rasanya
menghajar batok kepala orang tua itu., supaya copot dari
batang lehernya. Tapi ada Anna di antara mereka……
Boy beringsut-ingsut ke mobil.

223

www.rajaebookgratis.com

Tuan Surya mebukakan pintu, Boy pun masuklah.
Disopiri Tuan Surya, mereka berlalu. Anna duduk di
belakang, memandang Ali Topan. Sepanjang jalan ia
memprotes ayahnya. Tapi si ayah tak menggubris protes
itu. Ia langsung menancap pedal gas Mercy, menuju
rumah.
Ali Topan menjetik-jentikkan tanah yang mengotori
pakaiannya. Orang-orang masih berkerumun meman-
dangnya.
“Ada apa sih?” satu orang bertanya.
Ali Topan melirik orang itu.
“Ada tawon!” sahutnya, asal nyeplos.
Orang-orang ketawa. Tapi Ali Topan tidak. Ia segera
menuju motornya, lantas minggat dari hadapan
penonton-penonton gratisan itu.

***

224

www.rajaebookgratis.com

DELAPAN BELAS

Sejak peristiwa makdikipa di depan rumah Panbers,
Anna Karenina berstatus orang tahanan di
rumahnya sendiri. Ke mana-mana dikuntit t’ruus.
Perkara dimarahi, cuma caci maki dalam bahasa Arab
saja yang belum diterimanya. Bahasa Belanda, bahasa
Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa daerah, sudah.

Larangan ke luar rumah berlaku 24 jam, kecuali pergi
dengan ibunya dan Boy. Lebih sial lagi, diam-diam
ayahnya menghubungi Tekhab, polisiTeam KhususAnti
Bandit, untuk keamanan dan ketertiban Anna.

Sudah jelas Anna kesal dan bosen memperoleh
perlakuan kurang ajar itu. Tapi ia masih belum bisa
bergerak. Pesawat telepon pun tidak boleh disentuhnya.
Komunikasi diblokir sama sekali.

Ia ingin minggat. Itu keputusan hatinya.
Keinginan itupun datanglah pada suatu malam. Ayah
dan ibunya sedang menemui tetamu di ruang depan. Boy
sedang disuruh beli rokok dan“seafood” untuk menjamu
tetamu. Para pelayan sedang repot di dapur.
Anna bersiap-siap.
Untuk men-check situasi, ia pura-pura pergi ke dapur.
“Beliin kue pukis, Dah!” kataAnna pada Saodah, pela-
yan khususnya. Diberikannya uang Rp.500 pada Saodah.
“Cepetan ya,” Anna lagi. Meyakinkan.
“Iya, Non,” sahut Saodah.
Begitu Saodah pergi, Anna Karenina segera beraksi.
Ia masuk ke kamar mandi, dan mengunci pintunya dari
dalam. Dari balik tumpukan pakaian kotor di kamar man-

225

www.rajaebookgratis.com

di, diambilnya tas plastik berisi celana jeans dan tiga
buah kaos oblong.

Kamar mandi itu berjendela kaca yang cuma
digerendel saja. Di luarnya, terdapat taman bunga
anggrek milik Nyonya Surya, di samping kiri rumah.

Anna membuka gerendel jendela dengan hati-hati.
Kemudian, ia molos dari jendela itu. Tidak seorangpun
tahu.

Sampai di luar, ia memasang kupingnya. Terdengar
tawa ria para tamu dan orangtuanya dari kamar tamu,dan
dengan dentingan cangkir-cangkir dari arah dapur.

Setelah melongok-longok ke kanan kiri, Anna berlari,
mengendap-endap di antara pohon-pohon anggrek.

Untuk mencapai jalan raya, ia harus melewati pintu
bambu. Dari pintu itu, ia masih harus melewati halaman
depan rumahnya yang terbuka. Jika ayah atau ibunya
melihat ke arah halaman, sudah pasti ia ketahuan. Anna
tak mau gegabah. Ia mengatur langkah selanjutnya,
sambil tetap merunduk di antara pohon-pohon anggrek.

Saat repot mencari akal, mobil Mercy masuk ke
halaman. Anna kaget. Dan nyalinya menciut. Jika Boy
sampai tahu, gagallah rencananya.

Bor memarkir Mercedes di depan pintu, hingga agak
menutupi pandangan dari dalam ke luar. Anna
mendengar pintu mobil di tutp dan langkah kaki Boy
menuju rumah. Dengan menguatkan hati, ia bergerak
sebat ke pintu bambu. Dibukanya pintu itu perlahan-
lahan. Kemudian melongok ke luar. Hatinya lega tatkala
melihat situasi membantu rencananya. Mobil Mercedes
menghalangi pandangan langsung ayah dan ibunya. Ia
bisa berjalan jongkok, atau merangkak, jika Tuhan
mengizinkan, dalam beberapa detik ia sudah bisa
mencapai jalan raya. Setelah itu, urusan bisa lebih sip.

226

www.rajaebookgratis.com

Anna mengatur nafasnya.
Disebutnya nama Tuhan. Lalu ia beraksi. Digigitnya
tas plastik berisi pakaian dan dompet uangnya, kemudian
ia merangkak cepat. Jarak yang cuma beberapa meter
saja terasa panjang baginya. Hampir-hampir ia
tersungkur karena kepalanya terasa pening tiba-tiba.
Maklum, ia belum pernah merangkak lagi semenjak bayi
dulu. Matanya berkunang-kunang, tapi ditahannya
sekuat tenaga. Jika kali ini gagal, tak ada kesempatan
lagi, demikian kata hatinya. Semangatnya untuk bebas
tergugah lagi, bernyala-nyala. Diteruskannya
merangkak. Terus. Terus. Terus. Akhirnya sampai juga.
Anna ternegah-engah di depan pintu halaman rumah-
nya. Kaki dan tangannya terasa pegal.Telapak tangannya
perih. Tapi hatinya tetap kuat.
Ia berjalan ke pohon mahoni di tepi jalan di depan
rumahnya. Dari situ ia menoleh, memandang ke arah
rumah. Cahaya lampu menerangi halaman. Genting-
genting hitam. Hatinya tercekat, dilanda kesedihan,
ketika melihat rumahnya. Ingin ia tetap tinggal. Tapi
perasaannya tak sanggup menahan tekanan yang
dilancarkan oleh orangtuanya.Apalagi ada Boy, manusia
yang tak disukainya.
Suara tawa ayahnya memenuhi udara. Terbahak-
bahak.Anna menggigit bibirnya. Ia muak pada suara itu.
Suara tawa orang yang egois dan kejam.
Tanpa buang tempo lagi, Anna berlari menyeberangi
jalan. Sebuah taksi kebetulan lewat. Distopnya.
“Ke mana?” tanya sopir taksi, setelah Anna masuk ke
dalam taksinya.
“Ke rumah Maya!” sahut Anna, tanpa sadar.
“Ke rumah Maya? Di mana?” tanya sopir taksi.
Anna menyebutkan alamat Maya. Pak sopir taksi

227

www.rajaebookgratis.com

mengantarkannya, tanpa banyak bicara.
Taksi berhenti di depan rumah Maya. Argometer

menunjukkan Rp 360. Anna memberikan Rp 500.
“Nggak usah dikembaliin,” katanya.
“Terima kasih.”
Taksi pergi lagi.
Anna Karenina berdiri, melihat arlojinya. Jam 21.07.

Sesudah taksi menghilang di tikungan, Anna masuk ke
rumah Maya.

Pembantu rumah membukakan pintu untuknya.
“Lho, NengAnna? Sama siapa malem-malem ke sini?
Neng Maya lagi nonton pilem sama bapak dan ibu,” bisik
Bik Isah, pembantu rumah Maya.
“Pergi?”
Bik Isah mengangguk. “Ada perlu penting?”
Anna berpikir sebentar.
“Boleh pinjem telepon, Bik?”
“Boleh, boleh. Silakan.”
Anna diantarkan ke tempat telepon. Bik Isah memper-
hatikannya dengan heran.
“Rupanya seperti sedang bingung, Neng?”
“Ah, nggak ada apa-apa, Bik!” kata Anna sambil
memutar nomer tilpon.

***
AliTopan sedang mengambil apel dari lemari es, ketika
tilpon berdering. Mula-mula dibiarkannya deringan itu.
Lama-lama ia merasa risi.
Ia pergi ke tempat telepon, dan mengangkat
gagangnya. Lantas ia terkejut ketika mendengar suara
Anna.
“Halo! Anna! Apa kabar?”
Secara singkat Anna membeberkan kisahnya.
“Okey! Okey! Aku datang!” kata Ali Topan.

228

www.rajaebookgratis.com

Kemudian, tanpa membuang tempo lagi, ia bergegas ke
kamarnya, mengambil jaket, lalu keluar mengambil
motornya.

Kurang dari lima menit, Ali Topan sudah sampai di
rumah Maya. Dijumpainya Anna yang menunggu di
kamar tamu.

“Haiii…”
“Hai…..”
Keduanya berhai-hai dan tertawa riang.
“Kangen deh.”
“Aku juga kangen.”
Mereka tertawa lagi. Lalu saling berpegangan tangan.
Saling memandang. Keduanya tak mampu berkata-kata
lagi. Sorot mata penuh kerinduan telah berarti sangat
banyak.
“Hem! Hem!” Bik Isah berdehem dari pintu.AliTopan
dan Anna baru tersedar bahwa mereka sedang berada di
rumah orang.
“Yuk, kita pergi,” kata Ali Topan.
“Yuk,” kata Anna.
Mereka pamit pada Bik Isah.
“Lho, nggak nunggu?” Bik Isah nyeletuk.
“Nunggu siapa?” tanya Ali Topan.
“Nunggu diusir.”
“Sialan lu, Bik! Becanda kaya anak-anak sekolahan
aje,” kata Ali Topan. Tapi ia tidak marah. Annapun
tersenyum. Rasanya, keindahan pertemuan mereka
mampu mengusap dan mendinginkan rasa marah yang
bagaimanapun besarnya.
Di luar hawa dingin. Ali Topan mencopot jaketnya,
dikenakannya pada Anna.
“Kamu aja yang pakai. Dingin,” kata Anna.
“Biarin. Kamu aja yang pakai.” Ali Topan memaksa.

229

www.rajaebookgratis.com

Akhirnya Anna mau juga.
“Ke mana kita?”
“Ke rumah Mbak Ika, di Depok.”
Ali Topan menghidupkan motornya. Anna

membonceng di belakangnya.
“Pegangan baik-baik, An.”
Anna menurut. Dirapatkannya badannya ke punggung

Ali Topan dan dipeluknya tubuh gacoannya dengan erat
dan wah. Lantas sepasang remaja yang sedang dibadai
cinta itu,berlalu, menyatu dengan malam, menuju Depok
yang terletak di luar kota.

Di rumah Anna sedang ada acara makan malam. Pak
Surya dan istrinya ramah sekali menjamu tetamunya. Di
mata para relasi, keluarga Surya memang dikenal ramah-
tamah dan baik budi bahasanya.

“Mana anakmu, Sur?” tanya Pak Karno, tetamunya.
“Dia sedang ngadat,mengeram di kamarnya,” kata Pak
Surya.
“Lho, kenapa ngadat? Suruh keluar dong.”
“Tidak mau dia. Biarlah.”
Pak Karno memanggil Saodah yang mengantarkan
tusukan gigi.
“He, bik, panggilkan nonamu. Bilang, mau dikasih duit
sama Pak Karno, gitu,” kata Pak Karno. Bik Saodah
melihat ke arah majikannya, menunggu persetujuan.
“Tak usah, tak usah bilang mau dikasih duit. Bilang
saja, Pak Karno ingin ketemu. Sana, cepat,” kata Pak
Surya.
Saodahpun pergilah ke kamar nonanya.
Ia memutar pegangan pintu. Terkunci.
Ia mengetuk lebih keras dan memamnggil lebih gencar,
tetap tak ada jawaban.
Akhirnya ia kembali lagi ke ruang makan, melaporkan

230

www.rajaebookgratis.com

hasil kerjanya yang sia-sia.
“Saya nggak dijawab, Tuan.”
“Lho, kenapa ngga dijawab?”
“Saya kurang paham. Barangkali Neng Anna sudah

tidur. Tadi saya disuruh beli kue pukis, tapi sewaktu saya
antarkan, pintu kamarnya dikunci.”

“Lho, kok bisa begitu?” tanya Pak Surya.
“Apa makan pil tidur? Atau narkotik?” tanya Pak
Karno. Orang ini memang sedikit bego. Profesinya
pelukis ekspresif, jadi kalau ngoceh juga ekspresif betul.
“Hus!” istrinya yang pendiam, meng-hus-nya. Pak
Karno tertawa terkekeh-kekeh.
“Aku cuma berkelakar saja,” katanya. Tapi kelakarnya
kali ini tak masuk di otak Pak Surya yang sedang
diganggu oleh pikiran curiga.
“Coba aku lihat dia!” kata Pak Surya, lantas segera
bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kamar Anna.
“Anna! An! Annaaaa! Buka pintuu!” seru Pak Surya.
Berulang-ulang ia memanggil nama anaknya, berkali-
kali ia menggedor pintu kamar itu, tapi bunyi kentutpun
tak terdengar dari dalam.
Akhirnya beliau penasaran seperti Oma Irama. Dan
bermaksud membongkar pintu.
“Bongkar saja pintunya, Pap!” seru istrinya, memberi
semangat. Sang istri merasa malu pada tetamunya, karena
anaknya bandel, tak mau mendengar panggilan orangtua.
Ditonton oleh tetamunya, Pak Surya memasang kuda-
kuda. Tangan kanannya diangkat ke atas, tangan kirinya
ditekuk ke bawah puser. Kaki kanannya ditekuk sedikit
ke belakang seperti gaya Iswadi menendang bola, sedang
kaki kirinya diajukan ke depan seperti gaya tukang
nandak di Pasar Senen. Setelah mengempos nafas sesaat,
diterjanglah pintu kamarAnna. Gubragh! Jebollah pintu

231

www.rajaebookgratis.com

yang terbuat dari tripleks itu. Pak Surya kehilangan
keseimbangan dirinya, ngusruk ke dalam kamar yang
kosong!

“Haaah?” ia cuma bisa bengong, karena tak
menjumpai Anna di dalam kamar.

Pak Karno dan Nnyona Surya yang terbirit-birit ke
dalam kamar, menjadi heran pula.

“Lho, kosong? Ke mana anakmu?” tanya Pak Karno
sambil membantu Pak Surya berdiri.

“Kemana dia Mam?” Pak Surya malah balik bertanya
pada istrinya. Nyonya Surya cuma menagngkat bahu
saja. Boy yang terburu-buru datang, dan para babu yang
kaget karena mendengar suara gedubragan, juga
menampilkan wajah tak tahu.

“Anakmu minggat, Mam!” kata Pak Surya.
“Lho, kok minggat? Gimana to duduk-perkaranya?”
Pak Karno menyela, “apa dia tak betah di rumahnya?”
Pak Surya dan istrinya saling berpandangan.
“Coba cari dulu di sekeliling rumah, Mam,” kata Pak
Surya. Istrinya menurut. Kemudian, semua orang menca-
ri Anna. Pencaharian yang sia-sia.
“Boy, siapkan mobil!” kata Pak Surya, setelah pasti
anaknya kabur dari rumah. Kemudian ia menoleh ke Pak
Karno. “Wah, maafkan saya, Pak Karno. Saya musti cari
anak saya. Teruskan daharnya, biar ditemani istri saya
saja.”
“Waa,iyaa, anak hilang musti dicari. Soal makan,tidak
usah ditemani juga tidak apa-apa, Pak Surya…,” kata
Pak Karno dengan nada polos.
“Terima kasih atas pengertiannya….,” kata Pak Surya.
“Mudah-mudahan anakmu cepet ketemu,” balas Pak
Karno.
Lalu keduanya saling membungkuk seperti gaya

232

www.rajaebookgratis.com

pegawai kraton Yogya.
“Saya pamit dulu. Permisiiii.”
“Monggoooo,” sahut tetamunya.
Pak Surya segera keluar.
“Cepat jalan, Boy!” perintahnya, ketika sudah masuk

ke dalam mobil.
“Ke mana?”
“Pokoknya jalan saja dulu.”
Boy patuh. Mobil dijalankan cepat meninggalkan

rumah, diikuti pandangan mata cemas dari Nyonya Surya
dan para pembantu rumahnya.

Jam 02.37 dinihari, Pak Surya dan Boy pulang ke
rumah. Tanpa Anna.

Ny Surya membukakan pintu untuk mereka.
“Bagaimana, Pa?” tegurnya.
“Tak ada. Sudah kucari ke mana-mana,” sahut Pak
Surya, lesu.
“Jadi, bagaimana dong?”
“Esok saja kita cari lagi. Kalau perlu minta bantuan
polisi. Sekarang aku letih, ingin tidur,” kata Pak Surya
menggerumel.
Nyonya Surya termangu-mangu mendengar kata-kata
suaminya. Perasaannya melayang ke masa lalu.
Kenangannya langsung ke Ika, yang akhirnya kawin
tanpa rencana.
“Apa dia tak pergi sama anak bergajul itu, Pa?” tanya
Nyonya Surya. Yang dimaksudkannya Ali Topan.
“Besok sajalah kita urus lagi. Kepalaku pening, tak
bisa mikir apa-apa lagi, Mam...,” kata Pak Surya, lalu
masuk ke kamar tidurnya.

***

233

www.rajaebookgratis.com

SEMBILAN BELAS

Depok adalah sebuah kota kecil yang terletak di
antara Jakarta dan Bogor. Kota ini terkenal dengan
“Belanda” Depoknya, yakni satu macam masya-
rakat pribumi yang “di-belanda-kan” oleh orang-orang
Belanda pada zaman penjajahan dulu. Menurut ceritanya,
beberapa keluarga pribumi Depok diberi nama famili
Belanda, diajar berbicara Belanda dan apapun yang
berbau penjajah gila tersebut.

Setelah Indonesia merdeka dan Belanda pergi dari
Depok, kelompok masyarakat binaan penjajah itu
berkembang tanpa majikan. Kultur yang ke-belanda-
belandaa-an terbentur lagi pada kultur pribumi asli. Tapi
sampai sekarang, sisa-sisa budaya “binaan” ”tu masih
membekas pada kelompok masyarakat Depok.

Maka, orang luar Depok akan heran, kalau menjumpai
orang Depok yang kerjanya jadi tukang gali sumur, kulit
tubuhnya putih karena panu yang merata di sekujur
tubuhnya, bisa bicara Belanda. Rudy dan Riem De Wolf
dari grup The Blue Diamond yang beken itu, juga
kelahiran Depok.

Ika dan suaminya menempati sebuah rumah kecil di
dekat rumah kelahiran Rudy dan Riem. Rumah mereka
kecil tapi asyik, merupakan hadiah perkawinan dari ayah
Iqbal. Ika yang mendesak untuk tinggal di Depok, karena
merasa tidak betah hidup di Jakarta, berdekatan dengan
orangtua yang membencinya.

Iqbal punya beberapa truk yang disewakan, di samping
itu, ia menjadi leveransir pasir untuk proyek-proyek

234

www.rajaebookgratis.com

pembangunan di Jakarta. Istrinya membuka usaha es
mambo. Jadi, dalam soal materi mereka cukup, namun
mereka masih merasa belum tentram benar. Setiap saat
mereka menunggu agar Tuan dan Nyonya Surya mau
mengakui Saibunsebagai cucu. Saibun adalah anak lelaki
mereka yang sudah berumur satu setengah tahun.

“Aku khawatir, Papa dan Mama menuduh kita
mendalangi pelarian Anna dan pacarnya itu. Kita makin
dibenci saja nantinya,” kata Ika pada suaminya. Mereka
duduk di ruang kerja Iqbal di bagian depan rumah. Ali
Topan dan Anna sudah dua hari di rumah mereka.

“Kamu merasa mendalangi apa tidak?” tanya Iqbal.
“Tidak.”
“Ya sudah.”
Ika memandang suaminya. Matanya memang meman-
carkan kekhawatiran yang besar. Ia khawatir, kasusnya
akan terulang pada adiknya. Ia takut Anna hamil, seperti
peristiwanya sendiri. Sebagai kakak—ia inginAnna pada
saatnya—menikah dengan cara baik-baik.
“Kenapa bengong?” tanya suaminya.
“Kuatir.”
“Anna bunting?”
Ika mengangguk.
“Nggak usah kuatir. Mereka anak baik. Nggak seperti
kita,” kata suaminya, sambil tersenyum. Ika pun terse-
nyum.
Jam berdentang, pukul sembilan.
Sepasang kupu-kupu terbang dekat mereka. Bagus
warna bulunya.
“Bakal ada tamu gede nih,” kata Iqbal.
“Moga-moga bawa rejeki,” sahut istrinya, sambil
memandang kupu-kupu yang terbang kian ke mari.

***

235

www.rajaebookgratis.com

Jam setengah satu, Anna dan Ali Topan datang dari
tempat main mereka, persawahan di bagian Timur
Depok. Mereka pacaran di sawah-sawah.

Iqbal dan Ika tersenyum menyambut mereka.
“Sudah capek?” tanya Ika.
“Capek apa? Nggak capek, cuma laper,” sahut Anna.
“Kalau lagi pacaran memang rasanya nggak capek-
capek ya,” goda Ika sambil bermain mata dengan
suaminya.
“Idih! Bisa aja, Mbak Ika,” sahut Anna. Wajahnya
bersemu dadu, malu. Ali Topan tersenyum simpul saja.
“Nggak usah malu, kita udah paham. Kan kita juga
pernah pacaran, ya Pa,” Ika masih menggoda.
“Mana Saibun?” Anna mencoba mengalihkan pembi-
caraannya. Ia merasa malu digoda secara terbuka oleh
kakaknya.
“Sedang main ke rumah tetangga. Belajar cari makan
sendiri,” kata Iqbal. Bicaranya pelahan, tapi bikin ketawa
semua orang.
Saat mereka sedang ketawa-tawa, datanglah kejutan.
Terdengar dua buah kendaraan berhenti di depan rumah
mereka. Satu Jip Willys berisi empat orang polisi, satu
lagi Mercedes Benz disopiri Boy, mengangkut Tuan dan
Nyonya Surya.
PucatwajahAnna melihat ayah-ibunya datang bersama
alat negara. Ika juga agak gemetar. Ali Topan dan Iqbal
tetap tenang.
Tuan dan Ny Surya tampak ragu-ragu turun dari mobil.
Masih ada rasa angkuh. Jangankan menginjak rumah
anak mantu, sedangkan si anak mantu datang ke ruamh
minta berkah saja, mereka usir.
Para polisi bersiap. Dua orang polisi dari Komwilko
74, Jakarta Selatan, dua orang lagi polisi Depok sebagai

236

www.rajaebookgratis.com

penunjuk jalan.
“Ini rumahnya, Pak!” seorang agen polisi Depok ber-

kata pada Pak Surya. Barulah Pak Surya turun, diikuti
istrinya dan Boy. Mereka berdiri. Garang.

Iqbal membukakan pintu.
Ika muncul di belakangnya, berlari menyambut orang-
tuanya.
“Mamaaa! Papaaaa!” seru Ika. Ia membuka tangannya,
hendak memeluk ayah dan ibunya. Tapi wajah orangtua-
nya tegang. Jangankan menyambut dengan pelukan,
tersenyum pun tidak!Apalagi ketika Tuan Surya melihat
Iqbal, rasa bencinya kambuh dengan hebat.
“ManaAnna? Suruh keluar dia!” hardik Pak Surya.
“Silakan masuk Papa. Silakan Mama...,” Ika memohon
pada papa dan mamanya. Airmatanya berlinang-linang.
“Tak perlu! Tak perlu masuk!” kata Pak Surya.
Suasana tegang. Ketegangan yang mengharukan.
“Anna di sini, Ika?” suara lembut memecah
ketegangan. Suara Nyonya Surya. Ibu ini akhirnya tak
mampu menahan keharuan hatinya. Terlalu lama ia
memendam kerinduan. Terlalu lama ia mencoba
mengalahkan kerinduan dengan keangkuhan.
Ika melihat ibunya. Airmatanya bercucuran. Bahagia
sekali mendengar namanya dipanggil oleh sang Ibu yang
dirindukannya.Tak sanggup berkata-kata, Ika mengham-
bur ke pelukan ibunya. Ny Surya mendekap anaknya.
Mereka bertangisan.
Saat itulahAnna Karenina muncul bersamaAliTopan!
Anna berdiri di depan pintu.Tangannya mencekal lengan
Ali Topan.
“Anna! Ke mari kau!” Pak Surya berteriak. Nadanya
masih kerras dan kaku. Ia seperti tak terpengaruh oleh
keharuan yang hadir dari pelukan Ika dan istrinya.

237

www.rajaebookgratis.com

Anna tak beranjak dari tempatnya.
“Anna!”
Anna tetap diam. Hatinya diliputi rasa haru melihat
kakak dan ibunya bertangisan melepas kerinduan. Sekuat
tenaga dicobanya menahan keharuan itu. Anna berpikir,
orangtuanya membawa-bawa polisi untuk menangkap
AliTopan. Maka itu ia bertahan. Ia tak mau meninggalkan
Ali Topan.
Merah padam wajah Pak Surya karena Anna tak
mematuhi instruksinya.
Ia berpaling pada alat-alat negara yang dibawanya, lalu
menuding Ali Topan.
“Itu dia yang membawa lari anak saya! Tangkap dia,
Pak!”
Dua polisi Komwilko 74 bergerak ke arah Ali Topan.
Mereka menampilkan gaya David Toma yang suka
mereka tonton di layar tivi.
“Papa! Apa-apaan sih! Suruh pergi orang-orang ini!”
teriakAnna Karenina. Ia makin menguatkan cekalannya,
memeluk Ali Topan. Ali Topan berdiri tegak, matanya
tak gentar menatap agen-agen polisi yang mendekatinya.
“Bapak-bapak mau nangkep saya, apa ada surat perin-
tahnya?” tanya Ali Topan.
Agen-agen polisi itu tersenyum. Salah seorang di
antara mereka mengeluarkan surat perintah penangkapan
dari kantong celananya dan menunjukkannya pada Ali
Topan.
“Lebih baik adik ikut kami secara baik-baik. Jangan
kami dipaksa mengambil jalan kekerasan,” kata polisi itu
sambil tangan kanannya mengusap-usap gagang pistol
yang mencuat dari sarungnya.
“Dia nggak boleh ditangkap! Dia nggak bersalah! Saya
yang mau lari ke sini!” Anna membentak polisi itu.

238

www.rajaebookgratis.com

“Anna! Tutup mulut kamu!” hardik Pak Surya. Ia
makin tak sabar melihat kelakuan anaknya. Anna
menatap ayahnya. Wajahnya menegang. Tiba-tiba ia
berteriak, sangat keras” “Kamu jahat, Papa!”

Bagaikan geledek cacian itu menyambar telinga Pak
Surya. Mulutnya sampai terbuka, tak bisa omong apa-
apa, bahna kaget dan gusarnya. Dan, tidak cuma dia.
Semua yang hadir tak pernah menyangka,Anna memaki
ayahnya secara terbuka.

“Sayaaaang… tidak boleh gitu…,” suara lirih Ali
Topan terdengar, mengkontra ketegangan situasi. Suara
itu lembut, menyelusup sampai ke hati Anna Karenina.
Pelan, namun penuh wibawa.Anna sampai mendongak,
merasa tak percaya bahwa kata-kata itu keluar dari mulut
Ali Topan.

Ali Topan tersenyum padanya. Senyuman yang
mengandung kesedihan.Anna menangkap sinar sedih di
mata Ali Topan.

“Kau pergilah ke ayah dan ibumu… Kau dengar?” bisik
Ali Topan.Anna tak sanggup mendengarkan bisikan itu.
Kata-kata yang sedih. Kata-kata seorang jantan yang
kehilangan kasih-sayang. Sedih, namun tetap bersikap
gagah.

“Kamu…. Kamu ke mana?” bisik Anna.
“Kamu dengar perkataan saya?” Ali Topan balas
berbisik.
Anna mengangguk.
“Kamu mau menurutinya?”
Anna memandang Ali Topan. Perasaannya mengata-
kan,AliTopan tengah bertempur dengan hatinya sendiri.
AliTopan sayang padanya, tapi tak mau menghancurkan
hubungan antara orangtua dan anaknya. Ali Topan tahu,
ia sejak mula tak disukai oleh orangtua Anna Karenina.

239

www.rajaebookgratis.com

Puncak ketidaksukaan mereka terbukti dengan hadirnya
alat-alat negara yang hendak menangkapnya.

Ia tidak takut. Ia hanya merasa sedih. Jika orangtua
Anna tidak menyukainya, kenapa harus dimasukkan?

Semua orang menyaksikan adegan itu. Ali Topan
membelai rambut, mengusap daguAnna, dengan lembut.
Kemudian ia membimbing Anna, dibawanya ke tempat
Tuan Surya.

Baru beberapa langkah,Anna berhenti. Ia tahu maksud
Ali Topan sangat mulia. Ali Topan mengalahkan kepen-
tingan dirinya, demi utuhnya sebuah keluarga.

“Topan...,” bisik Anna. Pandangan mereka bertemu.
“Kamu dengar Anna. Ada saatnya kita bertemu, ada
saatnya kita berpisah. Awan tak pernah abadi menahan
sinar matahari. Kau mengerti?” bisik Ali Topan.
Anna tak mengerti. Ia menggeleng-gelengkan kepala-
nya. Ali Topan tertawa kecil.
“Nah, lain hari kau akan mengerti...”
Ia membimbing Anna, menyerahkannya pada Pak
Surya.
“Oom, saya sayang pada Anna, dan Anna pun sayang
pada saya. Jika Oom dan Tante tidak suka pada saya,
sayapun tidak bisa memaksa. Saya cuma berharap, Oom
jangan menyakiti Anna. Dia tidak bersalah..,” kata Ali
Topan dengan gagah.
Tuan Surya mendengus seperti babi. Ia tak mau banyak
bicara lagi.
Digamitnya Anna, dibawanya ke mobil. Boy segera
menyusul. Lelaki itu dengan sigap duduk di belakang stir
mobil.
Ny Surya menyusul kemudian, diantar oleh Ika.
“Ika boleh ke rumah, Papa?” tanya Ika.
Pak Surya mengangguk-angguk. ”Datanglah, datang-

240

www.rajaebookgratis.com

lah….” katanya berulang-ulang.
Meledaklah kebahagiaan Ika mendengar jawaban

ayahnya. Dipeluknya kepala sang ayah. Diciuminya
berulang-ulang pipi ayahnya. Pak Surya mengelus
rambut anaknya.

Iqbal datang mendekati.
Pak Surya menoleh padanya.
“Kau bawa anak-istrimu ke rumah malam ini ya…,”
katanya.
“Terima kasih, Pak,” kata Iqbal.
“Nah. Kami pergi dulu. Urusan sudah selesai…,” kata
Pak Surya.
Nyonya Surya duduk di belakang, menghibur hati
Anna.
Boy menghidupkan mesin mobil.
Kemudian mereka berlalu, meninggalkan para polisi,
suami istri Iqbal dan Ali Topan, dengan perasaan dan
pikiran yang berlainan.
Agen polisi Kebayoran menepuk pundak Ali Topan
dari belakang. “JiwaAnda besar, Dik,” katanya. Ika,Iqbal
dan tiga polisi yang lain serentak mengangguk, mengiya-
kan.
Ali Topan menggeraikan rambutnya.
“Kasih sayang yang besar membuat jiwa manusia
besar, Pak. Sayang, tak setiap orang memilikinya...,”
sahut Ali Topan.
Agen polisi itu tersenyum.
“Tapi urusan dinas saya masih harus dijalankan. Adik
turut ke Komwilko 74, untuk menjelaskan persoalannya.
Okey?” kata polisi itu dengan nada ramah.
“Saya mah okey sajaa…,” kataAliTopan, lalu sembari
memandang Ika ia pun menyambung, ”Jangankan ke
Komwilko, ke kantor Presiden sekalipun, saya akan

241

www.rajaebookgratis.com

pergi, jika diperlukan.”
Ika tersenyum mendengar jawaban yang mewah itu!
***
Langit putih.
Matahari mencorong di atas Depok.
Angin bertiup dari Selatan, Debu debu cokelat

beterbangan, mengusap wajah Ali Topan yang sedang
memacu sepeda motornya. Keempat polisi di dalam jip
Willys mengikutinya dari belakang. Mereka kembali
Jakarta.

“Anak yang gagah itu mau kita apakan?” kata seorang
polisi, pada temannya yang menyopir jip.

“Kita bikin jadi Tekhab saja, rasanya pas betul.”
“Dia bisa jadi agen yang paling keren nantinya. Moga
moga saja dia mau.”
Ali Topan tak mendengar dialog itu. Ia sedang mela-
mun. Panasnya sinar mentari,keringnya debu-debu jalan-
an Depok, tak mampu mengusir bayangan wajah Anna
Karenina dari dalam hatinya. Ia sedih benar, namun
bukan kesedihan yang cengeng. Ia tak menangis, namun
hatinya merintih-rintih. Kasih sayang telah hilang. Tak
seorangpun yang menjadi miliknya kini. Ia sendirian lagi.
“Annaaa, Annaaa, Annaaa,” bisiknya.
Hanya suara angin yang menjawab bisikannya.
“Hampaaa, hampaaa, hampaaa,” keluhnya lagi.
“Jangaaan, jangaaan, jangan menghampaa,” angin
serasa menjawab keluhannya. Angin itu berhembus dari
dalam jiwanya sendiri.
Ali Topan tersadar. Ia menggertak gigi.
“Selaksa kesedihan, sejuta kekecewaan, tak boleh
membuatku mati,” bisiknya.
“Tuhan, berikan cintamu padaku.”
“Tuhan, berikan cintamu padaku.”

242

www.rajaebookgratis.com

“Tuhan, berikan cintamu padaku.”
Berkali-kali Ali Topan memanggil Tuhannya, untuk
mengusir kesedihan.
Sampai akhirnya, semangatnya membadai lagi.
Bayangan Anna Karenina yang tadinya bersatu dengan
kesedihan, terasa melangit. Dalam khayalnya, ia
memandang kepergian bayangan yang makin lama
makin jauuuh. Cekaman suasana yang tak terlukiskan itu
tanpa sadar mendorongnya untuk bernyanyi. Maka iapun
bernyanyilah di atas motornya yang berjalan pelahan-
lahan.
Pagi yang indah sekali
Membawa hati bernyanyi
Walau gadisku t’lah pergi
Dan tak kan mungkin kembali
Hm yaaa…………..

selesai

243

www.rajaebookgratis.com

ALI TOPAN

ANAK JALANAN

“Membaca bukunya, kita seperti diajak menonton potret
kehidupan remaja berandalan yang suka bergentayangan
di jalan-lalan kota Jakarta. Struktur ceritanya kokoh, alurnya
luwes dan dialog-dialog di setiap halaman jelas
merefleksikan karakterisasi para tokoh.“

Eddy Satya Dharma (Suara Karya, 14 November 1977)

“Buku yang memikat untuk bacaan remaja, juga penting
untuk orangtua masa kini.Kisah seorang anak muda yang
punya kemungkinan besar untuk jadi tokoh terkemuka di
masyarakat di kemudian hari!”

Zulkarnaini (Pelita, 23 Desember 1977)

“Tanyalah anak-anak muda baik cewek maupun cowok,
siapa yang belum pernah baca Ali Topan. Mereka kaum
muda itu. bukan hanya senang karena bahasanya pop,
bahasa mereka, tapi Juga memang karena dunia anak muda
dibela.Anak muda pengin sambil memejamkan mata, lantas
terbang ke langit biru. Ali Topan adalah mimpi.“

N. Wonoboyo (Minggu Merdeka, 19 Februari 1978)

“Teguh Esha berhasil nenghadirkan tokoh pemberontak
dalam diri Ali Topan. Karakterisasinya kuat dan konsisten.
Sebuah watak yang tak pernah berubah namun kuat dan
patent. Ali Topan, novel dengan karakter!”

Yakob Sumarjo (Pikiran Rakyat, 17 Mei 1978)

Penerbit:
PT Visi Gagas Komunika
Jl. Jati Agung No. 3 Jati Padang
Pasar Minggu, Jakarta 12540
Telp. (021) 78831022, 7815236

e-mail: [email protected]


Click to View FlipBook Version