The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by widya pustaka SMP Negeri 5 melaya, 2021-04-06 01:26:34

Tumbuhan Obat & Satwa liar

tumbuhan obat & satwa liar

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: yang ada tanaman jeruk. Individu
Rentang sayap berkisar 60-80 betina meletakkan telur pada
mm. Sisi atas sayap berwarna daun jeruk yang dibudidaya
hitam tertutup dengan bintik- maupun liar. Sangat aktif, terbang
bintik putih kekuningan yang tidak cepat dengan banyak kepakan
beraturan, sebagian diantaranya sayap, terutama jika matahari
membentuk semacam pita tak mulai meninggi. Pada pagi
beraturan melintang di sekitar hari berjemur dengan sayap
punggung. Pada sayap, dekat terbentang.
dengan dorsal terdapat bulatan Penyebaran di Dunia:
lonjong berwarna merah dengan Indonesia, Iran, India, Filipina,
garis tepi bagian ujung berwarna Malaysia, Kamboja, Singapura,
biru dan hitam. Pada individu Laos, Vietnam, Myanmar,
betina setengahnya berwarna Thailand, dan Australia bagian
hitam kebiruan dengan ujung utara.
berwarna biru.

Habitat dan Kebiasaan: Penyebaran di Indonesia:
Dapat ditemukan di area terbuka Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa
seperti taman dan hutan, kebun, Tenggara, dan Papua.
di sekitar pemukiman terutama

83

© Ahmad Baihaqi

Great mormon
Papilio memnon (Linnaeus, 1758)

84

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: yang bermekaran, terbang
Rentang sayap mencapai 135 cepat dengan banyak kepakan
mm. Sisi atas sayap seluruhnya sayap, terutama jika matahari
berwarna hitam bertabur biru mulai meninggi. Sering terbang
gelap atau biru kehijauan. Kadang tinggi sampai ke puncak pohon
kala ada bercak warna merah kemudian menurun, jika ada
dekat pangkal sayap depan atau sumber pakan atau tempat untuk
di bagian pangkal pada sayap bertelur, terutama tanaman jeruk
belakang. Individu betina bersifat bali (Citrus maxima). Pada pagi
polymorfik, dengan ekor atau hari terlihat berjemur dengan
tanpa ekor dan mempunyai corak sayap terbentang. Ada kalanya
lebih dari 6 pola variasi warna. pula jenis ini dalam jumlah banyak
Sisi atas sayap depan dengan mengunjungi kubangan lumpur.
garis-garis putih keabu-abuan Penyebaran di Dunia:
dan warna merah atau krem Indonesia, India, Tiongkok bagian
dekat pangkalnya. Sisi atas sayap selatan, Taiwan, Jepang bagian
belakangnya berwarna hitam-biru, Selatan, Malaysia, Kamboja,
dengan 5-7 petak berwarna putih. Singapura, Laos, Vietnam,
Habitat dan Kebiasaan: Myanmar, dan Thailand.
Dapat ditemukan di area terbuka Penyebaran di Indonesia:
seperti taman dan hutan kota, Sumatera, Nusa Tenggara, Jawa,
kebun, sekitar pemukiman, dan Kalimantan.
semak-semak dan sungai.
Mengunjungi bunga-bunga

85



DESKRIPSI
CAPUNG

MARI MENGENAL CAPUNG

Capung merupakan serangga terbang yang termasuk ke dalam
ordo Odonata, dikenal umum di Indonesia sebagai serangga
terbang yang berukuran kecil hingga besar yang memiliki dua
mata majemuk yang besar, sayap transparan yang berkilau dan
tubuh yang memiliki warna yang beraneka ragam.

Indonesia memiliki sekitar 900 jenis, dan khusus Pulau Jawa
memiliki keanekaragaman spesies Odonata sekitar 29% yaitu 177
jenis. Salah satu lokasi di Pulau Jawa, khususnya di lingkungan
Pondok Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Garut-Jawa Barat yang
sudah memiliki data keanekaragaman Odonata, yaitu lima jenis.

Odonata terbagi ke dalam dua sub ordo, yaitu Anisoptera
(capung) dan Zygoptera (capung jarum). Kedua suku tersebut
dapat dibedakan dari ciri morfologinya, antara lain sebagai
berikut:

Tabel perbedaan karakteristik Anisoptera dengan Zygoptera

Anisoptera Zygoptera

Ukuran tubuh relatif sedang Ukuran tubuh kecil
atau besar

Ukuran sayap belakang relatif Ukuran sayap depan dan
lebih lebar dari sayap depan, belakang sama, posisi sayap
posisi sayap horizontal ketika vertikal istirahat
hinggap

Memiliki dua mata majemuk Memiliki dua mata majemuk
yang terlihat menyatu yang terpisah

Penerbang ulung yang Daya jelajah wilayah tidak luas,
mencakup wilayah jelajah yang karena kemampuan terbang
luas yang cenderung lemah

88

Anisoptera

Dahi
Mata majemuk
Bibir atas

Zygoptera

Ocellus
Antena

Mata majemuk
Bibir atas

© Ahmad Baihaqi (foto)

89

Siklus Hidup
Capung merupakan serangga yang termasuk ke dalam golongan
heterometabola, yaitu serangga yang mengalami metamorfosis
tidak sempurna. Metamorfosis capung terdiri dari tiga fase
utama, yaitu telur- larva/ nimfa – imago (dewasa).
Reproduksi

© Ahmad Baihaqi
Keterangan gambar:
Individu jantan menggunakan terminal classper yang dimillikinya
untuk mengait individu betina pada daerah sekitar leher
(prothoraks) individu betina kemudian individu jantan akan
melengkungkan perutnya ke arah depan menuju ke sternite
kedua dari perut individu betina.
90

Habitat

© Muhammad Khoir
Capung sangat akrab dikenal oleh masyarakat sebagai serangga
yang sering terbang di sekitar taman dan hutan kota, sungai
dan danau, persawahan, pekarangan rumah hingga lingkungan
Pondok Pesantren. Capung dapat ditemukan di pegunungan
hingga hutan tepi pantai, hal ini dikarenakan daya jelajah yang
luas dimiliki capung jenis tertentu. Hubungan capung dan
lingkungannya dapat dijadikan sebagai bioindikator kualitas
ekosistem perairan dan udara bersih. Capung dewasa betina pada
saat meletakkan telur (oviposition) selalu memilih habitat dengan
perairan yang jernih dan bersih. Selain itu, nimfa capung juga
rentan terhadap kualitas air yang buruk.

91

© Ahmad Baihaqi

Capungjarum Centil

Variable Wisp
Agriocnemis femina (Brauer, 1868)

92

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: Habitat dan Kebiasaan:
Tubuh berukuran sangat kecil. Dapat ditemukan di sekitar
Panjang bentang sayap 10,5-11 kolam, sungai, persawahan,
mm dan panjang abdomen 16- dan sering ditemukan terbang
17 mm. Kepala berwarna hitam rendah diantara rerumputan. Aktif
sedangkan pada individu betina terbang pada pagi sampai siang
berwarna merah gelap. Bagian hari untuk mencari mangsa dan
mata majemuk berwarna hijau bereproduksi. Bertengger dan
tertutup oleh warna cokelat berkembangbiak di rerumputan,
gelap. Toraks berwarna hijau gulma dan ganggang air. Populasi
dengan bercak putih, sedangkan lebih banyak berkembang biak di
protoraks berwarna hitam dengan sungai dibandingkan di kolam.
sisi biru. Pada individu betina, Penyebaran di Dunia:
toraks dan protoraks berwarna Indonesia, Laos, Vietnam,
cokelat kemerahan. Bagian sayap Myanmar, Malaysia, Thailand,
berwarna kuning dengan sedikit Filipina, Singapura, Brunei
warna hitam di tengah. Kaki Darussalam, Timor Leste, Taiwan,
berwarna kuning pucat dengan Tiongkok, dan Jepang.
waran hitam pada ekstensornya. Penyebaran di Indonesia:
Bagian abdomen terdiri dari 10 Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,
ruas, pada ruas 1-6 terdapat Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
warna biru atau hijau pucat, pada
ruas 7-10 berwarna kuning terang,
dan setiap ruas memiliki tanda
hitam lurus, terkecuali ruas 9 dan
10.

93

© Ahmad Baihaqi

Capungsambar Garishitam

Common Scarlet
Crocothemis servilia (Drury, 1770)

94

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: rendah hingga daerah
Tubuh berukuran sedang dan pegunungan hingga ketinggian
berwarna merah mencolok, 2.000 meter di atas permukaan
sedangkan individu betina laut, sekitar pemukiman, taman
berwarna kuning kecokelatan. dan hutan kota, area persawahan,
Ciri utama terletak pada garis sungai, danau, kolam dan air
hitam memanjang pada bagian menggenang lainnya. Hinggap
abdomen. Panjang abdomen ditempat terbuka dengan
berukuran 24-35 mm dengan intensitas cahaya tinggi.
panjang sayap belakang Penyebaran di Dunia:
berukuran 27-37 mm. Bagian Indonesia, Bahrain, Mesir, Kuwait,
sayap transparan dengan panjang Oman, Palestin, Qatar, Arab
31-33 mm, bagian pangkal sayap Saudi, Yaman, Iran, Irak, Jepang,
berwarna kuning, dan pterostigma India, Pakistan, Bangladesh,
kedua sayap berwarna kuning Bhutan, Maladewa, Nepal, Sri
kecokelatan. Pada individu Lanka, Kamboja, Laos, Vietnam,
betina bagian toraks, abdomen, Myanmar, Malaysia, Thailand,
dan tungkai berwarna cokelat Filipina, Singapura, Brunei
kekuningan. Panjang abdomen Darussalam, dan Timor Leste.
individu betina 25-30 mm dan Penyebaran di Indonesia:
bagian sisi atas abdomen tampak Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,
lebih berwarna terang dengan Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
garis hitam.
Habitat dan Kebiasaan:
Dapat ditemukan di dataran

95

© Ahmad Baihaqi

Capungsambar Hijau

Variegated Green Skimmer

Orthetrum sabina (Drury, 1770)

Deskripsi: 1-3 gemuk, bagian ruas 4 ramping,
Tubuh berukuran sedang. Bagian dan bagian ruas 7-10 melebar.
mata majemuk berwarna biru Bagian ruas 1-3 abdomen
kehijauan. Bagian abdomen berwarna hijau kekuningan
berukuran 30-35 mm, bagian ruas dengan garis-garis hitam, bagian

96

© Muhammad Bagus Satrio

ruas 4-10 berwarna hitam dengan predator yang sangat ganas
bercak pada sisi bagian atas dan dengan memangsa serangga
samping ruas 4-6. Bagian embelan hama seperti wereng dan kutu
capung individu jantan berwarna daun, bahkan capung sesama
putih. Kedua sayap transparan jenis dan capung jenis lainnya.
dengan venasi hitam dan pada Sangat adaptif dapat hidup di
bagian pangkal sayap belakang lingkungan air yang kurang bagus
terdapat pola kuning kecokelatan. dan hidup secara soliter.
Panjang sayap bagian belakang Penyebaran di Dunia:
30-35 mm. Bagian tungkai Indonesia, India, Pakistan,
berwarna hitam kecokelatan. Bangladesh, Bhutan, Maladewa,
Habitat dan Kebiasaan: Nepal, Sri Lanka, Kamboja, Laos,
Dapat ditemukan di atas tanaman Vietnam, Myanmar, Malaysia,
air, rumput-rumputan, taman dan Thailand, Filipina, Singapura,
hutan kota, pekarangan rumah Brunei Darussalam, Timor Leste,
serta area persawahan. Aktif saat Tiongkok dan Jepang,
pagi sampai sore hari. Terbang Penyebaran di Indonesia:
rendah di sekitar tanaman air Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,
dan kembali ke tempat asalnya Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
hinggap, hanya sesekali terbang
tinggi. Jenis capung ini merupakan

97

© Ahmad Baihaqi

Capung Kembara

Wandering Glider

Pantala flavescens (Fabricius, 1798)

Deskripsi: hitam yang semakin melebar dan
Tubuh dominan berwarna kuning membentuk bercak di ruas 8-9.
kemerahan. Mata majemuk, sisi Kedua sayap transparan dengan
bagian atas berwarna merah venasi hitam, sedikit warna
sedangkan sisi bagian bawah kuning di pangkal sayap, panjang
berwarna kuning. Toraks dan sayap belakang 38-40 mm, dan
abdomen berwarna kuning pterostigma merah kecokelatan.
kemerahan dengan panjang Individu jantan teneral yang
abdomen 29-35 mm. Sisi bagian baru selesai bermetamorfosis
atas abdomen terdapat garis memiliki abdomen berwarna

98

kuning keemasan dan akan sepanjang tahun terutama saat
berubah kemerahan seiring musim hujan karena populasinya
pertambahan umur. lebih banyak.

Individu betina tubuh berwarna Penyebaran di Dunia:
kuning pucat. Mata majemuk Indonesia, Laos, Vietnam,
bagian atas berwarna merah Myanmar, Malaysia, Thailand,
muda pucat sedangkan bagian Filipina, Singapura, Brunei
bawah berwarna abu-abu. Darussalam, Timor Leste, Afrika,
Panjang abdomen 30-33 mm dan Amerika.
dengan pola garis hitam sisi Penyebaran di Indonesia:
bagian atas sama dengan Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,
individu jantan. Panjang Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
sayap belakang 39-41 mm
dan pterostigma kedua sayap
berwarna kuning.

Habitat dan Kebiasaan: © Ahmad Baihaqi
Dapat ditemukan di tempat-
tempat terbuka seperti, di
tepi sungai, area persawahan,
padang rumput, lapangan,
semak-semak, sampai di sekitar
pekarangan rumah. Aktif pada
pagi dan sore hari, sangat
suka terbang tinggi secara
berkelompok berputar-putar,
jarang ditemukan sedang
hinggap dan dapat melakukan
kopulasi saat terbang. Bila
sel telur individu betina telah
dibuahi, maka individu betina
akan meletakkan telur dengan
mencelup-celupkan ujung
abdomen ke dalam air selagi
terbang, sedangkan individu
jantan akan menunggu dari
kejauhan hingga proses tersebut
selesai. Paling mudah dijumpai

99

© Ahmad Baihaqi

Capungsambar perutpipih

Common Chaser
Potamarcha congener (Rambur, 1842)

100

© Muhammad Khoir

Deskripsi: sayap. Panjang sayap belakang 33-
Tubuh dominan berwarna abu- 37 mm. Tonjolan berfungsi untuk
abu. Pada individu betina, bagian menahan telur saat dalam posisi
atas mata majemuk berwarna meletakkan telur.
merah kecokelatan dan bagian Habitat dan Kebiasaan:
bawahnya berwarna biru abu-abu Dapat ditemukan di habitat
dengan bintik-bintik hitam. Bagian terbuka, seperti taman dan hutan
toraks dan abdomen ruas 1 - 4 kota, perwasahan, ladang atau di
berwarna biru abu-abu dengan dekat vegetasi bambu. Aktif pada
ditutupi serbuk putih. Bagian ruas siang hari saat sinar matahari terik
5-8 abdomen berwarna kuning dengan terbang berkecepatan
dengan garis hitam tebal di sisi tinggi secara berkelompok,
bagian atas, ruas 9-10 berwarna sesekali hinggap di ujung ranting
hitam, dan panjang abdomen yang tinggi. Sensitif terhadap
29-32 mm, dan pterostigma kehadiran obyek yang mendekat
berwarna cokelat tua. Bagian dan akan menghindar dengan
tungkai berwarna kemerahan. terbang cepat jika terusik.
Individu betina memiliki corak Penyebaran di Dunia:
warna tubuh cenderung berwarna Indonesia, Laos, Vietnam,
kuning keemasan. Bagian toraks Myanmar, Malaysia, Thailand,
berwarna cokelat kekuningan Filipina, Singapura, Brunei
cerah di sisi atas, di sisi samping Darussalam, Timor Leste sampai
sintoraks berwarna kuning dengan Australia bagian Timur.
garis-garis cokelat kehitaman. Penyebaran di Indonesia:
Bagian abdomen berwarna Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,
kuning, panjang 29-31 mm, ruas Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
1-8 terdapat garis hitam di sisi
atas yang lebih tipis daripada
individu jantan, setiap sisi ruas 8
terdapat tonjolan melebar seperti

101



DESKRIPSI
BURUNG

STATUS KONSERVASI BURUNG

Buku ini merupakan buku panduan untuk mengamati keanekaragaman
hayati di kawasan Pondok Pesantren Ekologi Ath-Thaariq,Garut-Jawa
Barat. Panduan yang disusun diharapkan dapat bermanfaat bagi
masyarakat lokal, mahasiwa, kelompok pengamat tumbuhan buhan dan
satwa liar, pemandu ekowisata dan masyarakat umum.
Bagi para pemula pengamat tumbuhan obat dan satwa liar, buku ini
dapat membantu untuk mengenal keanekaragaman hayati yang berada
di kawasan Pondok Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Garut-Jawa Barat.
Para pengamat tumbuhan obat dan satwa liar akan dipandu bagaimana
cara mengetahui ciri-ciri tumbuhan obat dan satwa liar hingga dapat
mengetahui nama jenisnya dan mampu membedakan jenis yang satu
dengan jenis lainnya. Informasi yang terdapat dalam buku ini dan perlu
diketahui jika ingin mengamati tumbuhan obat dan satwa liar, meliputi:
nama daerah, deskripsi, habitat, bagian tanaman yang dapat dijadikan
obat, kandungan kimia, khasiat dan cara pengolahannya (untuk
tumbuhan obat). Sedangkan untuk satwa liar, meliputi deskripsi, habitat
dan kebiasaan, ukuran tubuh, penyebaran di Indonesia dan di Dunia
serta status konservasinya.
Habitat dan Kebiasaan:
Informasi mengenai habitat satwa liar (burung) dalam buku ini ditandai
dengan menggunakan simbol-simbol tertentu. Hal-hal terkait perilaku
atau kebiasaan satwa liar, menerangkan perilaku yang umum dilakukan
dan mudah teramati terutama pada saat mencari makan ataupun
terbang.
Ukuran Tubuh:
Informasi yang diberikan menjelaskan mengenai ukuran tubuh satwa
liar dari kepala hingga ekor.
Penyebaran di Indonesia:
Menunjukkan daerah sebaran jenis hanya di Pulau yang terdapat di
Indonesia dan juga jenis endemik.

104

Penyebaran di Dunia:
Menunjukkan daerah sebaran janis di seluruh dunia.
Status Konservasi:
Status Konservasi ditentukan berdasarkan keterancaman menurut IUCN
(International Union for Conservation of Nature), antara lain:
• CR (critically endangered/ kritis)
• EN (endangered/ terancam punah)
• VU (vulnerable/ rentan)
• NT (near threatened/ hampir terancam)
• LC (least concern/ beresiko rendah)
Status perdagangan Internasional yang diatur oleh CITES (Convention
on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora),
yaitu:
• Appendiks I : Semua jenis yang terancam punah dan berdampak

apabila diperdagangkan.
• Appendiks II : Jenis yang statusnya belum terancam tetapi akan

terancam punah apabila dieksploitasi secara berlebihan.
• Appendiks III: Seluruh jenis yang juga dimasukkan dalam peraturan

perdagangan dan negara lain berupaya mengontrol dalam
perdangan tersebut agar terhindar dari eksploitasi yang tidak
berkelanjutan.
Status Perlindungan dalam hukum negara Republik Indonesia:
• (A) Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber
Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
• (B) Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan
Jenis Tumbuhan dan Satwa.

105

© Ahmad Baihaqi

Bondol Jawa

Javan Munia
Lonchura leucogastroides (Horsfield &
Moore, 1858)

106

© Muhammad Khoir

Deskripsi: semak hingga ketinggian sampai
Muka berwarna hitam, iris 1.500 m. Mencari makan secara
cokelat, paruh kecil namun tebal berkelompok di atas tanah dan
berwarna abu-abu. Leher hingga memakan biji dari bulir rumput
dada bagian atas hitam. Tubuh atau padi. Sering terlihat berbaur
berwarna hitam, cokelat, dan dengan jenis bondol lainnya.
putih. Tubuh bagian atas hingga
ekor berwarna cokelat, ujung ekor Penyebaran di Indonesia:
bagian atas cokelat kehitaman. Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok.
Tubuh bagian bawah berwarna
putih, ekor bagian bawah cokelat Status Konservasi:
tua. Kaki berwarna abu-abu. IUCN : LC
Habitat dan Kebiasaan: CITES :-
Dapat ditemukan di lahan Perlindungan RI : -
pertanian, padang rumput, taman
dan hutan kota, kebun dan semak- Total panjang tubuh: 11 cm

107

© Muhammad Khoir

Cekakak Jawa

Javan Kingfisher
Halcyon cyanoventris (Vieillot, 1818)

108

© Muhammad Khoir

Deskripsi: terbuka untuk memburu serangga
Kepala berwarna cokelat tua, dan mangsa lain. Jarang sekali
tenggorokan dan kerah cokelat. berburu di atas air.
Iris cokelat tua dan paruh merah.
Tubuh berwarna biru keunguan. Penyebaran di Indonesia:
Pada sayap terdapat bercak putih Endemik Jawa dan Bali.
yang terlihat pada saat terbang.
Penutup sayap berwarna hitam. Status Konservasi:
Kaki berwarna merah. IUCN : LC
Habitat dan Kebiasaan: CITES :-
Dapat ditemukan di lahan terbuka Perlindungan RI : A dan B
di dekat air bersih, sampai
ketinggian 1.000 m. Bertengger Total panjang tubuh: 25 cm
pada cabang pohon yang rendah
atau pada tiang di lahan rumput

109

© Ahmad Baihaqi

Burung-madu Sriganti

Olive-backed Sunbird

Cinnyris jugularis (Linnaeus, 1766)

110

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: Penyebaran di Dunia:
Iris berwarna cokelat tua, paruh Indonesia, Malaysia, Thailand,
panjang dan lancip berwarna Singapura, Filipina, Brunie
hitam. Dagu dan dada hitam Darussalam, Vietnam, Kamboja,
ungu metalik. Tubuh bagian atas Laos, Myanmar, Timor Leste,
berwarna hijau zaitun, perut Tiongkok, dan Australia.
kuning terang. Kaki berwarna
hitam. Betina: dagu kuning dan Penyebaran di Indonesia:
alis berwarna kuning muda. Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali,
Habitat dan Kebiasaan: Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dapat ditemukan di daerah
terbuka seperti pekarangan, Status Konservasi:
taman dan hutan kota, semak, IUCN : LC
pantai, dan hutan mangrove CITES :-
hingga ketinggian 1.700 m. Sering Perlindungan RI : B
mengeluarkan suara dalam
kelompok kecil, berpindah-pindah Total panjang tubuh: 10 cm
dari satu pohon berbunga ke
pohon yang lainnya.

111

© Ahmad Baihaqi

Burung-gereja Erasia

Eurasian-tree Sparrow
Passer montanus (Linnaeus, 1758)

112

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: gedung, bangunan lainnya dan
Iris berwarna cokelat, paruh abu- pepohonan.
abu. Tubuh dan mahkota cokelat,
dagu, tenggorokan, bercak pipi Penyebaran di Dunia:
dan setrip mata berwarna hitam. Indonesia, Malaysia, Thailand,
Tubuh bagian bawah berwarna Singapura, Filipina, Brunie
kuning keabu-abuan, tubuh Darussalam, Vietnam, Kamboja,
bagian atas cokelat dengan tanda Laos, Myanmar, Timor Leste,
hitam dan putih. Kaki berwarna India, Tiongkok, dan Australia.
cokelat.
Habitat dan Kebiasaan: Penyebaran di Indonesia:
Dapat ditemukan di daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali,
perkotaan, persawahan, Sulawesi dan Papua.
dan daerah terbuka hingga
ketinggian 1.500 m. Berasosiasi Status Konservasi:
dekat dengan manusia. Hidup IUCN : LC
berkelompok, mencari makanan CITES :-
di tanah, jalan beraspal dan Perlindungan RI : -
rerumputan serta bersarang di
Total panjang tubuh: 14 cm

113

© Dwi Andayaningsih

Cabai Jawa

Scarlet-headed Flowerpecker
Dicaeum trochileum (Sparrman, 1789)

114

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: Mengunjungi rumpun benalu dan
Iris berwarna cokelat, paruh pohon untuk memakan buahnya.
hitam. Kepala, punggung, tunggir, Terbang sambil bersuara dan
dan dada berwarna merah padam. berkejar-kejaran dari pohon ke
Tubuh berwarna hitam dan merah pohon lainnya.
padam, perut putih keabuan,
terdapat bercak putih pada Penyebaran di Indonesia:
lengkung sayap. Sayap dan ujung Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali,
ekor hitam. Kaki berwarna hitam. dan Lombok.
Betina: tunggir merah, tubuh
bagian atas cokelat sedangkan Status Konservasi:
tubuh bagian bawah putih buram. IUCN : LC
Habitat dan Kebiasaan: CITES :-
Dapat ditemukan di daerah Perlindungan RI : -
terbuka, seperti pekarangan,
taman dan hutan kota. Termasuk Total panjang tubuh: 8 cm
pantai, dan hutan mangrove.

115

© Ahmad Baihaqi

Bondol Haji

White-headed Munia
Lonchura maja (Linnaeus, 1766)

116

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: berbaur dengan jenis bondol
Kepala berwarna putih, iris lainnya
cokelat, paruh abu-abu. Tubuh
berwarna cokelat dan kaki biru Penyebaran di Dunia:
pucat. Remaja: tubuh bagian atas Indonesia, Kamboja, Singapura,
berwarna cokelat, tubuh bagian Laos, Vietnam, Myanmar,
bawah dan muka kuning tua. Thailand, Malaysia, Filipina,
Habitat dan Kebiasaan: Thailand, dan Vietnam Selatan.
Dapat ditemukan di padang
rumput, lahan pertanian, kebun, Penyebaran di Indonesia:
semak, taman dan hutan kota Sumatera, Jawa, Bali, dan
hingga ketinggian 1.500 m. Lebih Sulawesi.
sulit ditemukan dibandingkan
bondol jawa dan bondol Status Konservasi:
peking. Mencari makan secara IUCN : LC
berkelompok di atas tanah CITES :-
dan memakan biji dari bulir Perlindungan RI : -
rumput atau padi. Sering terlihat
Total panjang tubuh: 11 cm

117

© Ahmad Baihaqi

Burung-madu Kelapa

Plain-throated Sunbird
Anthreptes malacensis (Scopoli, 1786)

118

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: sama dengan Burung-madu
Iris berwarna merah, paruh hitam, Sriganti. Bersifat agresif, mengusir
pipi, dagu, dan tenggorokan burung-madu lain dari pohon
cokelat tua. Mahkota dan sumber pakan.
punggung berwarna hijau
mengkilap. Tubuh bagian bawah Penyebaran di Dunia:
berwarna kuning. Tunggir, Indonesia, Malaysia, Thailand,
penutup sayap, ekor, dan setrip Singapura, Filipina, Brunie
kumis ungu mengkilap. Kaki Darussalam, Vietnam, Kamboja,
berwarna hitam keabu-abuan. Laos, Myanmar, dan Timor Leste.
Betina: tubuh bagian atas hijau
zaitun sedangkan tubuh bagian Penyebaran di Indonesia:
bawah kuning muda. Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali,
Habitat dan Kebiasaan: Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Dapat ditemukan di daerah
terbuka seperti pekarangan, Status Konservasi:
taman dan hutan kota, IUCN : LC
perkebunan kelapa, semak, CITES :-
pantai, dan hutan mangrove Perlindungan RI : B
hingga ketinggian 1.200 m.
Kebiasaan burung ini umumnya Total panjang tubuh: 13 cm

119

© Ahmad Baihaqi

Kareo Padi

White-breasted Waterhen
Amaurornis phoenicurus (Pennant, 1769)

120

© Tatang Mitra Setia

Deskripsi: semak yang lembab. Keluar ke
Muka, dahi, dada dan perut tempat terbuka untuk mencari
bagian atas berwarna putih. makan dan suka memanjat-manjat
Iris merah dan paruh pendek semak serta pohon kecil.
kehijauan dengan pangkal
berwarna merah. Terdapat Penyebaran di Dunia:
pola setrip putih pada bagian Indonesia, Malaysia, Thailand,
atas kepala (terlihat jelas) dan Singapura, Filipina, Brunie
memiliki garis mata yang hitam. Darussalam, Vietnam, Kamboja,
Tubuh bagian atas dan mahkota Laos, Myanmar, Timor Leste,
berwarna abu-abu dan putih.. India, dan Tiongkok Selatan.
Perut bagian bawah dan ekor
bagian bawah berwarna merah Penyebaran di Indonesia:
karat. Kaki berwarna kuning. Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali,
Habitat dan Kebiasaan: Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Dapat ditemukan di persawahan,
hutan mangrove, tambak, Status Konservasi:
sungai, rawa, danau, dataran IUCN : LC
rendah hingga ketinggian 1.600 CITES :-
m. Umumnya hidup sendirian, Perlindungan RI : -
kadang-kadang berdua atau
bertiga. Mengendap-endap dalam Total panjang tubuh: 30 cm

121

© Muhammad Khoir

Cici Padi

Zitting Cisticola
Cisticola juncidis (Rafinesque, 1810)

122

© Muhammad Khoir

Deskripsi: Penyebaran di Dunia:
Iris dan paruh berwarna cokelat, Indonesia, Malaysia, Thailand,
tubuh bercoretan cokelat. Singapura, Filipina, Brunie
Tunggir berwarna merah karat Darussalam, Vietnam, Kamboja,
kekuningan, ekor berujung Laos, Myanmar, Timor Leste,
putih mencolok. Kaki berwarna Afrika, India, Tiongkok, Jepang,
keputihan sampai kemerahan. dan Australia Utara.

Habitat dan Kebiasaan: Penyebaran di Indonesia:
Dapat ditemukan di persawahan, Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa
padang rumput, taman dan hutan Tenggara, Maluku, dan Papua.
kota hingga ketinggian 1.200 m.
Pada musim berbiak, individu Status Konservasi:
jantan sering terbang mengelilingi IUCN : LC
dan melayang tinggi di atas CITES :-
pasangannya sambil berkicau saat Perlindungan RI : -
bercumbu. Diluar masa berbiak
lebih banyak bersembunyi dan Total panjang tubuh: 10 cm
tidak mencolok.

123

© Ahmad Baihaqi

Bondol Peking

Scaly-breasted Munia
Lonchura punctulata (Linnaeus, 1758)

124

© Romdon

Deskripsi: memakan biji dari bulir rumput
Iris berwarna cokelat, paruh kecil atau padi. Sering terlihat berbaur
dan tebal berwarna abu-abu dengan jenis bondol lainnya.
kebiruan. Tenggorokan berwarna
cokelat kemeraha dan tubuh Penyebaran di Dunia:
berwarna cokelat, Tubuh bagian Indonesia, Malaysia, Thailand,
atas bercoretan, tubuh bagian Singapura, Filipina, Brunie
bawah putih, bersisik cokelat Darussalam, Vietnam, Kamboja,
pada bagian dada dan sisi tubuh. Laos, Myanmar, Timor Leste India,
Tungging putih dan kaki berwarna dan Tiongkok.
hitam abu-abu. Remaja: tubuh
bagian bawah berwarna kuning Penyebaran di Indonesia:
tua tanpa sisik. Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali,
Habitat dan Kebiasaan: Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Dapat ditemukan di lahan
pertanian, padang rumput, Status Konservasi:
taman dan hutan kota, kebun dan IUCN : LC
semak-semak hingga ketinggian CITES :-
1.800 m. Mencari makan secara Perlindungan RI : -
berkelompok di atas tanah dan
Total panjang tubuh: 11 cm

125

© Ahmad Baihaqi

Cipoh Kacat

Common Iora
Aegithina tiphia (Linnaeus, 1758)

126

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: kecil, dengan sesekali bersuara
Iris berwarna putih keabu- khas.
abuan, paruh hitam kebiruan,
lingkar mata kuning. Tubuh Penyebaran di Dunia:
bagian atas berwarna hijau Indonesia, Malaysia, Thailand,
zaitun dan tubuh bagian Singapura, Filipina, Brunie
bawah berwarna kuning. Sayap Darussalam, Vietnam, Kamboja,
berwarna hijau kehitaman dan Laos, Myanmar, Timor Leste,
kuning dengan dua garis putih India, dan Tiongkok Barat Daya.
mencolok. Kaki berwarna hitam
kebiruan. Penyebaran di Indonesia:
Habitat dan Kebiasaan: Sumatera, Kalimantan, Jawa dan
Dapat ditemukan di dataran Bali.
rendah sampai pesisir, seperti
hutan terbuka, taman dan hutan Status Konservasi:
kota, hutan mangrove hingga IUCN : LC
ketinggian 1.000 m. Umumnya CITES :-
sendirian atau berpasangan, Perlindungan RI : -
berlompatan pada cabang pohon
Total panjang tubuh: 14 cm

127

© Ahmad Baihaqi

Tekukur Biasa

Spotted Dove
Streptopelia chinensis (Scopoli, 1786)

128

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: berkelompok atau berpasangan di
Kepala berwarna cokelat jalan yang terbuka.
kemerah-jambuan, iris jingga
dan paruh berwarna hitam, Penyebaran di Dunia:
serta terdapat bercak hitam Indonesia, Malaysia, Thailand,
putih seperti kalung pada Singapura, Filipina, Brunie
bagian leher. Tubuh berwarna Darussalam, Vietnam, Kamboja,
cokelat kemerah jambuan dan Laos, Myanmar, dan Timor Leste.
bulu bagian sayap lebih gelap
dari pada bulu tubuh. Ekor Penyebaran di Indonesia:
tampak panjang dan ekor terluar Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali,
memiliki tepi berwarna putih. dan Sulawesi.
Kaki berwarna merah.
Habitat dan Kebiasaan: Status Konservasi:
Dapat ditemukan di daerah IUCN : LC
perkotaan, daerah terbuka, hutan, CITES :-
dan persawahan. Berasosiasi Perlindungan RI : -
dekat dengan manusia dan sering
Total panjang tubuh: 30 cm

129

© Ahmad Baihaqi

Raja-udang Meninting

Blue-eared Kingfisher
Alcedo meninting (Horsfield, 1821)

130

© Ahmad Baihaqi

Deskripsi: gerakan kepala naik-turun pada
Iris berwarna cokelat, kekang saat mencari makan. Menyelam
berwarna hitam dengan bagian untuk menangkap mangsa, lalu
atas merah jingga, paruh tebal mangsa dibawa ke tenggeran,
berwarna abu kehitaman, dibunuh kemudian dimakan.
penutup telinga berwarna biru
mencolok dengan bagian bawah Penyebaran di Dunia:
berwarna putih. Dagu hingga Indonesia, Malaysia, Thailand,
leher putih. Kepala berwarna Singapura, Filipina, Brunie
biru dengan garis-garis melintang Darussalam, Vietnam, Kamboja,
berwarna hitam. Tubuh bagian Laos, Myanmar, Timor Leste, India
bawah merah jingga terang. sampai Tiongkok.
Sayap bagian atas berwarna biru
terang metalik. Punggung hingga Penyebaran di Indonesia:
ekor berwarna biru muda dengan Sulawesi, Sumatera, Kalimantan,
ujung ekor biru terang metalik. Jawa, Bali, dan Lombok.
Kaki berwarna merah.
Habitat dan Kebiasaan: Status Konservasi:
Dapat ditemukan di rawa, IUCN : LC
muara, sungai, dan danau hingga CITES :-
ketinggian 1.000 m. Terbang Perlindungan RI : A dan B.
sangat cepat dari satu tenggeran
ke tenggeran lain, membuat Total panjang tubuh: 15 cm

131

© Ahmad Baihaqi

Layang-layang Batu

Pacific Swallow
Hirundo tahitica (Gmelin, 1789)

132


Click to View FlipBook Version