i
ii KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan penyusunan Diktat Kelas 4 Semester 2 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Diktat ini disusun guna mempermudah guru dalam memperoleh bahan ajar yang sesuai zaman tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Diktat ini tersusun atas Kerjasama dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena, itu dengan ketulusan dan kerendahan hari penulis mengucapkan terima kasih kepada: BKPSDM Kabupaten Bantul yang telah menyelenggarakan Pelatihan Bahan Ajar SD Tahun 2023 1. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan dengan baik 2. Bapak Agus Purnama atas bimbingan dan dukungan, serta motivasi kepada tim penulis dalam penyusunan diktat ini dengan penuh kesabaran. 3. Rekan-rekan pelatihan yang selalu memotivasi dan membantu selama penyusunan diktat. 4. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang selalu memberi bantuan dan semangat kepada penulis. Penulis juga menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan diktat ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan diktat ini. Semoga diktat ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya guru kelas 4 SD. Bantul, 7 Desember 2023 Tim Penyususn
iii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii PENJELASAN TUJUAN DIKTAT PELAJARAN ........................................... v BAB V BERTUKAR ATAU MEMBAYAR ...................................................... 1 A. Penjelasan Tujuan Bab 5............................................................................. 1 B. Uraian Materi Pembelajaran ........................................................................ 1 1. Tujuan dan Pesan yang Disampaikan Penulis dalam Tulisannya .......... 1 2. Mencari Informasi Baru dari Beragam Sumber .................................... 1 3. Penulisan Angka dan Nilai Uang ........................................................... 3 4. Teks Prosedur......................................................................................... 5 C. Soal Latihan ............................................................................................... 10 BAB VI SATU TITIK ....................................................................................... 16 A. Penjelasan Tujuan Bab 6............................................................................ 16 B. Uraian Materi Pembelajaran ...................................................................... 16 1. Mengidentifikasi dan Memahami Kata-kata Baru pada Teks.............. 17 2. Kalimat Efektif .................................................................................... 18 3. Menulis Puisi ....................................................................................... 20 4. Majas Metafora ................................................................................... 22 C. Soal Latihan ............................................................................................... 23 BAB VII ASAL USUL........................................................................................ 29 A. Penjelasan Tujuan Bab 7............................................................................ 29 B. Uraian Materi Pembelajaran ...................................................................... 29 1. Instruksi Lewat Audio.......................................................................... 29 2. Mengidentifikasi Informasi dari Teks ................................................. 31 3. Pendapat Pemahaman dan Informasi .................................................. 33 4. Konjungsi Teks Narasi ........................................................................ 33 C. Soal Latihan .............................................................................................. 36
iv BAB VIII SEHATLAH RAGAKU.................................................................... 38 A. Penjelasan Tujuan Bab 8........................................................................... 38 B. Uraian Materi Pembelajaran ...................................................................... 38 1. Menyebutkan Permasalahan yang Dialami Tokoh Cerita .................. 38 2. Informasi Pada Teks Dengan Elemen Visual..................................... 38 3. Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran ....................................... 42 4. Membedakan Fakta dan Opini............................................................ 45 C. Soal Latihan ............................................................................................... 47 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 53
v PENJELASAN TUJUAN DIKTAT PELAJARAN Menurut Purwadarminta (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia diktat adalah pegangan yang dibuat guru berupa ketikan maupun stesila. Salah satu sumber ajar dikelas adalah diktat. Diktat dibuat oleh guru atau dosen guna menjadi bahan ajar sesuai mata diktat yang akan disampaikan ke peserta didik. Menurut KBBI online “ Diktat adalah catatan pelajaran yang dibuat oleh siswa pada waktu mengikuti pelajaran”. Diktat adalah catatan tertulis suatu mata pelajaran yang dipersiapkan guru untuk mempermudah/memperkaya materi mata pelajaran atau bidang studi yang disampaikan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran. Tujuan dibuat diktat pelajaran yang pertama yaitu menyediakan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik/siswa era sekarang yang selalu continue serta sesuai lingkungan belajar siswa. Pada pembuatan diktat perlu diperhatikan pula pengguna diktat atau disesuaikan dengan calon pengguna diktat agar sesuai dan tepat sasaran. Diktat juga membantu siswa dalam memperoleh bahan pelajaran selain buku cetak atau informasi guru. Siswa dapat menggunakan diktat sebagai pedoman atau sumber belajar yang akurat setelah diktat dibuat oleh guru/ dosen yang sudah melalui beberapa tahap. Diktat memudagkan guru dalam melaksanakan pembelajaran dikelas. Pembelajaran menjadi tersistematis dan tepat guna. Guru tidak tergantung buku teks dalam emnyampaikan materi kepada siswa. Diktat juga dapat membangun komunikasi antara guru dengan siswa/ peserta didik serta antara guru dengan wali murid karena dalam Menyusun diktat harus sesuai dengan lingkunagn sosial di sekolah dan di rumah . Komunikasi yang baik akan mendukung proses pembelajaran di sekolah ataupun bimbingan di rumah. Peserta didik juga mudah dalam belajar mandiri atau belajar terbimbing. Diktat dijadikan gantinnya guru saat peserta didik / siswa belajar sendiri. Belajar jadi terarah dan tepat sasaran. Peserta didik juga mudah menemukan poin-poin penting/ inti dari pembelajaran yang disampaikan guru. Dapat disimpulkan bahawa penyusunan diktat melibatkan guru, peserta didik/siswa serta wali murid. Selain hal tersebut penusunan diktat sangat bermanfaat bagi guru dan peserta didik/ siswa.
1 BAB V BERTUKAR ATAU MEMBAYAR A. Penjelasan Tujuan Bab 1. Memahami tujuan dan pesan yang disampaikan penulis dalam tulisannya. 2. Mencari dan menggunakan informasi dari berbagai sumber. 3. Memahami dan menggunakan tanda baca dalam penulisan angka atau nilai uang. 4. Memahami dan menulis teks prosedur. B. Uraian Materi Pembelajaran 1. Tujuan dan Pesan yang Disampaikan Penulis dalam Tulisannya Seorang penulis memiliki tujuan dalam menuliskan teksnya. Tujuan dalam menulis teks adalah untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai sesuatu, baik fakta maupun opini atau pendapat. Dalam menulis teks, penulis juga ingin menyampaikan pesan kepada pembaca. Pesan yang disampaikan penulis untuk pembaca dapat dikelompokkan menjadi dua jenis menjadi dua jenis, yaitu pesan tersirat dan pesan tersurat. Pesan tersirat adalah pesan yang disampaikan penulis secara langsung. Penulis menyampaikan pesan secara tidak terpampang jelas dalam suatu teks atau bacaan, tetapi dapat mengambil pesan tersirat dibalik teks tersebut. Pesan tersurat adalah pesan yang terpampang secara nyata atau jelas. Pesan tersebut berada pada kalimat yang ada di adalam teks atau bacaan. 2. Mencari Informasi Baru dari Berbagai Sumber Informasi baru adalah informasi yang belum pernah diketahui sebelumnya oleh seseorang atau sekelompok orang. Informasi baru dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, artikel, jurnal, media massa, internet, dan sebagainya Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari mencari informasi baru, antara lain: a. Menambah pengetahuan. Informasi baru dapat menambah pengetahuan kita tentang berbagai hal, baik yang berkaitan dengan bidang studi, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari. b. Meningkatkan pemahaman. Informasi baru dapat membantu kita untuk memahami suatu hal secara lebih mendalam. c. Mengembangkan pemikiran. Informasi baru dapat merangsang kita untuk berpikir kritis dan kreatif. d. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Informasi baru dapat membantu kita untuk menemukan solusi atas suatu masalah. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencari informasi baru, antara lain: a. Membaca buku, artikel, majalah dan media cetak lainnya. Buku dan artikel merupakan sumber informasi yang kaya akan pengetahuan.
2 b. Mencari informasi di internet, Internet merupakan sumber informasi yang sangat luas dan mudah diakses. Video dan podcast dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mendapatkan informasi. c. Berbicara dengan orang lain. Orang lain dapat memberikan informasi yang kita butuhkan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Analisis yang digunakan untuk menemukan informasi baru a. Apa (what) Kata tanya apa digunakan untuk menanyakan benda, keadaan atau perbuatan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan isi atau pokok pembahasan . b. Kapan(when) Kata tanya kapan digunakan untuk menanyakan waktu. c. Siapa(who) Kata tanya siapa digunakan untuk menanyakan orang atau tokoh. d. Bagaimana (how) Kata tanya bagaimana digunakan untuk menanyakan cara atau proses. e. Mengapa (why) Kata tanya mengapa digunakan untuk menanyakan alas an atau sebab terjadinya peristiwa. Dengan menggunakan metode 5W 1 H, kita dapat memastikan bahwa informasi yang kita dapatkan adalah informasi yang lengkap dan akurat. Baca dan Pahami Temukan Ide Pokok Cari Jawaban menggunakan ADiKsIMBa Tuliskan dalam 2 -3 praragraf Baca, dengarkan, lihat dan pahami Catat poin - poin penting atau ide pokok dalam cerita. Cari Jawaban menggunakan ADiKsIMBa Tuliskan dalam 2 -3 praragraf
3 Contoh: Berikut adalah beberapa contoh penerapan metode 5W 1 H untuk mencari informasi baru: Kita ingin mengetahui tentang peristiwa gempa bumi yang terjadi di Indonesia. Dengan menggunakan metode 5W 1 H, kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan menabung? 2. Siapa yang mendapat manfaat dari menabung? 3. Kapan kita harus menabung? 4. Di mana kita bisa menabung? 5. Mengapa kita perlu menabung? 6. Bagaimana cara menabung? Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita dapat memperoleh informasi yang lengkap dan akurat tentang menabung. Tips Berikut adalah beberapa tips untuk mencari informasi baru yang efektif: 1. Tetapkan tujuan. Sebelum mulai mencari informasi, tentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapat apakah menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, atau mengembangkan pemikiran? 2. Gunakan kata kunci yang tepat.. 3. Bacalah secara cermat. Jangan hanya membaca judul atau sekadar melihat gambar. Bacalah teks secara cermat agar dapat memahami informasi yang disampaikan. 4. Lakukan pengecekan. Pastikan informasi yang di dapatkan adalah informasi yang akurat dan terpercaya. Contoh Informasi Baru Berikut adalah beberapa contoh informasi baru yang dapat Anda temukan: • Penemuan teknologi baru, seperti penemuan vaksin COVID-19. • Penemuan ilmiah baru, seperti penemuan planet baru di luar tata surya. • Peristiwa terkini, seperti kejadian perang atau bencana alam. • Kebijakan baru, seperti kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga BBM. • Trend terbaru, seperti tren fashion atau tren teknologi. 3. Penulisan Angka dan Nilai Uang Kalian pasti sudah pernah pergi berbelanja, baik ke pasar maupun toko atau swalayan. Sebelum membawa pulang barang belanjaan, tentu kalian harus membayarnya, bukan? Untuk membayar barang belanjaan, kalian membutuhkan uang. Terdapat berbagai macam mata uang di dunia. Mata uang Negara Indonesia
4 adalah Rupiag. Rupiah adalah nata uang resmi yang berlaku di Indonesia, serta dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia. Apa saja yang tertera pada selembar uang kertas rupiah? Selain terdapat gambar pahlawan, di sana juga tertera angka sebagai nilai mata uang. Lambang rupiah adalah Rp dan ditulis di depan angka yang menunjukkan jumlah nominal uang. Berikut ini kaidah penulisan bilangan dan nilai mata uang. a. Didahului dengan simbol Rp dengan huruf awal R kapital diikuti huruf p non kapital. b. Antara simbol dan bilangan tidak diberi spasi c. Mempunyai nilai tempat Contoh: Penulisan nilai mata uang dengan angka Rp75.000,00 Rp115.000,00 Penulisan nilai mata uang dengan huruf Empat puluh ribun rupiah Tiga puluh sembilan ribu rupiah Penulisan antara lambang Rp dan jumlah nominal uang tidak diberi spasi bertujuan untuk mengantisipasi ulah dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Bayangkan saja, jika ada orang yang menambahkan angka di antara spasi lambang Rp dan jumlah nominal uang, misalnya Rp10.000,00 menjadi Rp110.000,00. Tentu hal tersebut dapat merugikan orang lain, bukan? Berikut penulisan nilai angka pada mata uang beserta cara membacanya. Nilai Angka Cara Membaca Posisi 1 satu satuan 10 sepuluh puluhan 100 seratus ratusan 1.000 seribu ribuan 10.000 sepuluh ribu puluh ribuan 100.000 seratus ribu ratus ribuan 1.000.000 satu juta jutaan 10.000.000 sepuluh juta puluh jutaan 100.000.000 seratus juta ratus jutaan 1.000.000.000 satu miliar miliaran 1.000.000.000.000 satu triliun triliunan
5 4. Teks Prosedur Halo, Pernahkah kalian membaca sebuah tulisan yang berisi langkah-langkah untuk melakukan sesuatu? Misalnya saja cara membuat kerajinan tas dari anyaman bambu atau cara memasak nasi goreng. Contoh-contoh tulisan tersebut termasuk ke dalam teks prosedur. Teks prosedur adalah sebuah teks atau tulisan yang menjelaskan langkahlangkah atau cara-cara tertentu untuk mengerjakan sebuah maupun membuat sesuatu secara terstruktur dan juga sistematis. Teks prosedur yang kita dengar, baca, atau yang kita hasilkan bisa berada pada media apa pun. Orang yang melisankan atau menulis teks prosedur bisa untuk tujuan beragam. Bisa jadi seseorang menulis teks prosedur dengan tujuan untuk menjelaskan, mengarsipkan, memberi tahu, memberi petunjuk, dan masih banyak kemungkinan lain. Dalam kehidupan sehari-hari, teks prosedur sering digunakan untuk memberikan petunjuk agar seseorang dapat melakukan suatu pekerjaan secara tepat. Teks prosedur bertujuan memberi petunjuk cara melakukan suatu pekerjaan dengan menggunakan material dan metode yang detail. Misalnya, cara memasak sup ayam, cara menabung di Bank, cara menyalakan vacuum cleaner, dan lain sebagainya. Teks prosedur bertujuan untuk memberi informasi secara berurutan dan terperinci. Maka dari itu, terdapat 4 struktur yang tak boleh dilupakan, yaitu: a. Tujuan Pertama, struktur Tujuan. Tujuan adalah hal yang ingin dilakukan dalam teks prosedur. Biasanya terdapat pada judul atau paragraf pertama teks prosedur yang dijelaskan secara singkat. b. Material Struktur teks prosedur yang kedua yaitu Material. Pada bagian ini, kamu bisa menuliskan alat, bahan, atau hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk membuat sesuatu. Biasanya terdapat takaran, jumlah, bentuk, atau warna tertentu agar pembaca memperoleh hasil yang maksimal. c. Langkah-langkah Ketiga, struktur Langkah-langkah, yaitu tahapan atau proses untuk membuat sesuatu. Tuliskan dengan kalimat yang jelas, logis, sistematis, dan tidak bertele-tele agar pembaca tidak kebingungan. d. Penegasan Ulang atau Penutup Struktur teks prosedur yang terakhir yaitu Penegasan Ulang. Di sini, kamu dapat menuliskan simpulan atau manfaat jika pembaca berhasil mengikuti petunjuk yang terdapat di dalam teks prosedur.
6 Contoh Teks Prosedur Makanan Berdasarkan struktur yang sudah kita pelajari, perhatikan contoh teks prosedur tentang cara membuat risol mayones pada gambar berikut. Ciri-ciri teks prosedur yang membedakannya dengan jenis teks yang lain, di antaranya sebagai berikut: a. Menggunakan pola kalimat perintah (imperatif) yang harus ditaati dalam pelaksanaan teks prosedur. b. Terdapat panduan langkah-langkah yang harus dilakukan. c. Menggunakan kata kerja aktif. d. Menggunakan kata penghubung (konjungsi) untuk mengurutkan kegiatan. e. Terdapat aturan atau batasandalam hal bahan atau kegiatan yang dilakukan. f. Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat, dan cara yang akurat. g. Terdapat isi kegiatan yang dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips). 1) Contoh Teks Prosedur a) Cara menggunakan/mengoperasikan sesuatu Jenis teks prosedur yang satu ini menunjukkan cara atau langkah dalam menggunakan atau pengoperasikan sesuatu. Misalnya, cara memainkan biola, cara menggunakan mesin cuci, cara menggunakan cat air, dan lain-lain. Contoh teks prosedur mengoperasikan sesuatu Cara menggunakan kipas angin (1) Colokkan kabel power ke sumber listrik terdekat (2) Tekan tombol on untuk menyalakan kipas angina
7 (3) Pilih nomor 1, 2, atau 3 untuk mengatur kecepatan angina (4) Tekan tuas kontrol agar kipas angin dapat berbelok-belok (5) Jika tidak ingin berbelok-belok, tarik tuas pengontrol arah ke atas (6) Atur timer untuk mengatur waktu kapan kipas angin mati (7) Tekan tombol off untuk mematikan kipas angina (8) Langkah terakhir adalah mencabut kabel power dari sumber listrik b) Cara membuat sesuatu Seperti namanya, teks prosedur ini menjelaskan langkah-langkah dalam membuat sesuatu. Misalnya, cara membuat es limun, cara membuat kue tart, cara membuat boneka dari kayu, dan lain-lain. Contoh teks prosedur Cara Membuat Bubur Manado • Tujuan Bubur ini merupakan menu sarapan super sehat dan kaya serat. Penambahan singkong dan ubi ungu, selain untuk memperkaya warna dan gizinya, juga membuat tekstur bubur beras merah ini lebih pulen. • Bahan dan Alat Bahan-bahan: 400 gram nasi merah, 200 gram singkong, cuci, potong dadu, 200 gram ubi ungu, cuci, kupas, potong dadu, 2 batang serai digeprek, 1 ikat kangkung, cuci, petik daunnya, rajang kasar,1 ikat bayam, cuci, petik daunnya, 1 buah jagung manis, dipipil, 1500 ml air • Langkah-Langkah Didihkan air, masukkan berurutan nasi merah, singkong, ubi, jagung pipil dan serai. Aduk sampai bubur mengental.Tambahkan kangkung dan bayam, aduk beberapa saat, jangan sampai terlalu layu. Angkat dan hidangkan panas, ditemani ikan asin dan kerupuk. • Penutup Pembuatan buburnya cukup mudah, murah, dan sekaligus sehat. Sarapan sehat dengan menu makanan tradisional yang telah dikreasikan. Selamat mencoba! c) Cara melakukan sesuatu Teks prosedur ini menunjukkan langkah secara berurutan dalam melakukan sesuatu. Misalnya, cara melakukan gerak tarian, cara melakukan senam sehat, cara melakukan gerakan yoga, dan lain-lain. Contoh teks prosedur mencuci tangan • Pertama, basuh tangan dengan air bersih • Kemudian, tuangkan sabun cuci tangan dan gosok sampai mengeluarkan busa • Bersihkan seluruh rongga tangan, jari, dan kuku sampai bersih
8 • Apabila sudah semua, bilas bersih seluruh tangan sampai bersih dari busa • Terakhir, keringkan tangan menggunakan kain atau lap bersih 2) Jenis-jenis Teks Prosedur Ada 3 jenis teks prosedur, yaitu: sederhana, protokol, dan kompleks. Supaya tidak tertukar, berikut penjelasan dari masing-masing jenisnya! a) Teks Prosedur Sederhana Teks prosedur sederhana berisi tahapan atau material yang tidak terlalu banyak, biasanya membutuhkan 2-4 tahapan untuk melakukannya. Karena sederhana, urutannya tidak bisa dibolak-balik. Contoh teks prosedur sederhana: “Cara menghidupkan laptop”, “cara menggunakan flashdisk“, dan lainlain. b) Teks Prosedur Protokol Teks prosedur protokol berisi tahapan yang bisa dilakukan dengan fleksibel. Artinya, tujuan teks tetap tercapai meskipun pembaca tidak melakukan langkah-langkah secara berurutan. Masih bingung? Coba perhatikan contoh ini deh. Contoh teks prosedur protokol: ”Dalam membuat mie instan, kamu bebas merebus mienya terlebih dahulu atau memilih menuang bumbunya ke mangkok duluan.” c) Teks Prosedur Kompleks Teks prosedur kompleks biasanya membutuhkan alat, bahan, dan waktu yang lebih banyak dibandingkan teks prosedur sederhana. Dalam teks prosedur kompleks, tak jarang kita menemukan sub tahapan sebelum menuju langkah selanjutnya. 3) Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada suatu teks. Dalam menyusun teks prosedur, terdapat kaidah-kaidah kebahasaan yang biasa digunakan, yaitu: a. Kalimat Ada 3 kategori kalimat yang bisa kamu temukan dalam teks prosedur, yakni Imperatif, Deklaratif, dan Interogratif. • Kalimat Imperatif Kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah, permintaan, atau larangan untuk melakukan sesuatu. Contoh: “Hatihati saat menggoreng risol!” • Kalimat Deklaratif Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Contoh: ”Risol mayones adalah cemilan yang cocok disajikan untuk keluarga atau tamu yang berkunjung.”
9 • Kalimat Interogatif Kalimat interogatif adalah kalimat yang mengandung pertanyaan. Contoh: “Bagaimana cara membuat risol mayones yang lezat?” b. Konjungsi (Kata Penghubung) Ada 2 jenis konjungsi yang bisa kamu temukan dalam teks prosedur, yaitu Konjungsi Persyaratan dan Konjungsi Temporal. 1) Konjungsi Persyaratan Konjungsi persyaratan adalah kata penghubung yang menyatakan syarat. Contohnya: jika, andai, apabila, kalau, asalkan, seandainya. 2) Konjungsi Temporal Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menandakan urutan waktu. Contohnya: lalu, kemudian, setelah itu, selanjutnya. c. Numeralia (Kata Bilangan) Ada 2 jenis numeralia dalam teks prosedur, yaitu Numeralia Urutan dan Numeralia Kuantitas. 1) Numeralia Urutan adalah kata yang bisa menjadi kata pengganti konjungsi temporal. Contohnya: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. 2) Numeralia Kuantitas adalah kata yang berfungsi sebagai petunjuk jumlah atau durasi dalam teks prosedur. Contohnya: ”masukkan 2 butir telur,” “diamkan selama 1 jam di dalam kulkas,” dan sejenisnya. d. Pronomina Pronomina adalah kata ganti orang atau benda. Di dalam teks prosedur, ada 2 jenis pronomina, yaitu Pronomina Penunjuk dan Pronomina Persona.
10 1) Pronomina Penunjuk biasanya mengandung kata ‘ini,’ ‘itu‘, dan ‘tersebut‘. Contohnya: “Aduk adonan tersebut hingga mengental.” 2) Pronomina Persona biasanya mengandung kata ‘anda’ , ‘saya‘, ‘kamu‘, ‘kita,’ dan ‘kalian‘. Contohnya: “Tambahkan saus sambal sesuai dengan selera Anda!” e. Verba Verba adalah kata kerja. Pada teks prosedur terdapat 2 jenis verba, yaitu verba material dan verba tingkah laku. 1) Verba Material adalah kata kerja yang mengacu pada tindakan fisik. Contohnya: ‘menggoreng’, ‘mengaduk,’ ‘mengiris,’ dan sebagainya. 2) Verba Tingkah Laku adalah kata kerja yang ditunjukkan lewat ungkapan, yang tingkah lakunya tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Contohnya: ‘memahami‘, ‘berpikir,’ dan sebagainya. C. Soal Latihan Bacaan untuk mengerjakan soal nomor 1 sampai 3 Bertukar Barang Hewan-hewan di Hutan Kintamani saling bertukar barang atau barter di pasar. Mereka menukarkan barang yang mereka punya dengan barang yang diinginkan. Bebek ingin menukarkan sawinya dengan wortel. Kijang memiliki wortel yang banyak, namun dia ingin memakan sawi. Akhirnya Rusa senang bertemu dengan Bebek karena mereka bisa saling menukarkan barangnya masing-masing. Namun, tidak semua hewan mudah menukarkan barang yang dimilikinya. Burung ingin menukarkan jagungnya dengan kacang. Bertemulah burung dengan beruang yang memiliki kacang. Namun, beruang tidak mau jagung karena dia sudah memiliki barang tersebut di rumah. Akhirnya, beruang dan burung tidak bersepakat untuk barter. 1. Cerita di atas termasuk fabel karena menceritakan. . . . a. adanya kejadian-kejadian yang ajaib b. berbagai kegiatan penghuni hutan di pasar c. hewan yang berprilaku seperti manusia d. cara hewan memperoleh makanannya 2. Cara hewan-hewan untuk mendapatkan barang yang diinginkannya pada cerita di atas yaitu dengan . . . . a. Barter b. Berkebun c. Jual dan beli d. Menggunakan uang
11 3. Tujuan penulis membuat cerita tersebut yaitu . . . . a. Menyampaikan kelemahan barter b. Menyampaikan bahwa hewan memakai uang c. Menceritakan kejadian ajaib yang dilihatnya d. Menceritakan hewan berkebun lalu barter Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal no. 4 sampai no. 5! Uang tercipta seiring dengan perkembangan zaman. Dimulai dari barter yaitu sistem tukar menukar barang. Sistem ini muncul sebagai usaha untuk saling memenuhi kebutuhan hidup. Prinsip dasar barter adalah barang yang ditukarkan harus sepadan dan sama-sama dibutuhkan. Lalu berkembanglah sistem jual beli. Caranya hampir mirip dengan barter. Barang kebutuhan hidup bisa diperoleh dengan menukarkannya dengan benda berharga. Benda berharga inilah yang menjadi asal mula penggunaan uang. Pada zaman dahulu, benda berharga yang digunakan sebagai uang bentuknya beragam. Bentuk antara lain ada yang berupa batu mulia, manik-manik, dan kulit kerang yang indah. Bentuk uang mengalami perubahan setelah manusia mengenal logam. Manusia kemudian membuat bentuk uang dari logam. Manusia kemudian mengenal cara membuat kertas. Manusia lalu membuat uang dari kertas. 4. Tujuan penulis menulis teks tersebut yaitu... a. Menceritakan cara manusia melakukan barter b. Menyampaikan pentingnya uang dalam kehidupan c. Menceritakan sejarah munculnya uang d. Menyampaikan bahwa logam sebagai alat pembayaran 5. Rangkuman yang tepat dan sesuai dengan cerita di atas yaitu. . . . a. Dimulai dari barter yaitu sistem tukar menukar barang. Sistem ini muncul sebagai usaha untuk saling memenuhi kebutuhan hidup. Lalu berkembanglah sistem jual beli. Caranya hampir mirip dengan barter. Barang kebutuhan hidup bisa diperoleh dengan menukarkannya dengan benda berharga. b. Dimulai dari barter yaitu sistem tukar menukar barang. Lalu dilanjutkan dengan sistem jual beli dengan menggunakan benda berharga seperti batu mulia dan kerang. Benda berharga digantikan dengan logam. Akhirnya digunakan kertas sebagai uang untuk menggantikan logam c. Dimulai dari barter yaitu sistem tukar menukar barang. Lalu berkembanglah sistem jual beli. Caranya hampir mirip dengan barter. Pada zaman dahulu, benda berharga yang digunakan sebagai uang bentuknya beragam. Bentuk antara lain ada yang berupa batu mulia dan kulit kerang . d. Dimulai dari barter yaitu sistem tukar menukar barang. Bentuk antara lain ada yang berupa batu mulia, manik-manik, dan kulit kerang yang indah. Bentuk uang mengalami perubahan setelah manusia mengenal logam. Manusia kemudian membuat bentuk uang dari logam.
12 6. Bacalah teks di bawah ini dan temukan informasi baru dari bacaan ! Menabung di bank adalah kegiatan menyimpan sejumlah uang pada suatu bank dengan cara membuka rekening tabungan. Setiap bank memiliki produk tabungan yang berbeda dengan berbagai keuntungan dan ketentuan yang berbeda pula. Saat membuka rekening tabungan di bank, nasabah akan diberikan buku tabungan yang berfungsi sebagai bukti setiap kali nasabah menyetor atau mengambil uang dari rekening tabungan. Keuntungan menabung di bank antara lain adalah uang yang disimpan akan lebih aman karena dilindungi oleh pihak bank, bunga atau imbal hasil yang diberikan oleh bank dapat meningkatkan jumlah uang yang disimpan, serta kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan seperti transfer uang dan pembayaran tagihan secara online. Informasi yang tidak terdapat dalam teks di atas adalah … . a. Menabung di bank dengan cara membuka rekening tabungan b. Menabung di bank mendapatkan banyak keuntungan c. Tidak bias melakukan tagihan secara online di bank d. Setiap bank memiliki produk tabungan yang berbeda 7. Pada saat menabung di bank hal pertama yang kita dapatkan adalah … . a. Bunga b. Pajak c. Buku tabungan d. Saldo 8. Ide pokok paragraf kedua di atas adalah … . a. Menabung di bank b. Mentrasfer uang c. Membayar tagihan uang d. Keuntungan menabunf di bank 9. Pertanyaan yang jawabnnyaterdapat pada paragraph pertama adalah … . a. Apa keuntungan menabung di bank? b. Bagaimana ccara mengirim uang melalui bank? c. Apa fungsi buku tabungan ? d. Dimana kita dapat menabung ? 10. Menyisihkan sebagian uang untuk berjaga-jaga dalam persiapan hari mendatang adalah … a. Meminta uang b. Uang bulanan c. Membeli d. Menabung
13 11. Teks prosedur berisi tentang ... a. petunjuk pemakaian sesuatu b. larangan melakukan sesuatu c. petunjuk melakukan sesuatu sesuai aturan d. perintah melakukan sesuatu 12. Kalimat yang digunakan dalam teks prosedur adalah ... a. kalimat perintah b. kalimat Tanya c. kalimat sapaan d. kalimat larangan 13. Ciri bahasa teks prosedur: 1) Kalimat yang mengandung perintah 2) Menggunakan kata baku 3) Menggunakan kata tanya 4) Bersifat objektif Yang termasuk ciri bahasa teks prosedur adalah... a. 1 dan 2 c. 2 dan 3 b. 1 dan 3 d. 2 dan 4 14. Bacalah teks prosedur berikut dengan saksama! Petunjuk menyalakan televisi (1) Tekan tombol nomor remote control (2) Tekan tombol main power (3) Indikator power atau standby akan berwarna merah (4) Hubungkan kabel daya listrik pesawat TV ke stop kontak (5) Selamat menonton Kutipan teks tersebut merupakan teks prosedur... a. Cara membuat sesuatu b. Cara melakukan sesuatu c. Cara mengerjakan sesuatu d. Cara mempersiapkan sesuatu 15. Bacalah kutipan berikut ini! Kipas angin merupakan kebutuhan yang saat ini sering digunakan masyarakat. Mulai dari kalangan anak-anak sampai dewasa. Mereka menggunakannya hanya sekedar untuk menyegarkan udara yang panas. Tahukah Anda bahwa mengoperasikan kipas angin tidaklah sulit? Cara mengoperasikannya pun umumnya sangat mudah. Namun, tidak semua orang mengetahui tata cara mengoperasikan kipas angin dengan baik dan
14 benar. Dengan mengetahui cara mengoperasikan kipas angin dengan baik dan benar, maka kipas angin tersebut tidak cepat rusak. Kutipan tersebut tidak menjelaskan tentang.... a. Kipas untuk menyegarkan udara yang panas. b. Menggunakan kipas angin sangat mudah. c. Langkah – langkah mengoprasikan kipas angin. d. Kipas angin sangat mudah digunakan 16. Perhatikan kalimat-kalimat berikut! (1) Masukan buah mangga ke dalam blender (2) Nyalakan blender dan tunggu hingga seluruhnya tercampur (3) Setelah selesai matikan blender dan tuang jus ke dalam gelas (4) Siapkan blender (5) Jus mangga siap dihidangkan (6) masukan air dan es batu juga gula secukupnya Urutan tepat prosedur membuat jus mangga adalah …. a. 1,2,5,3,4,6 b. 4,1,6,2,3,5 c. 4,6,2,1,3,5 d. 4,2,3,1,6,5 17. Perhatikan kalimat-kalimat berikut! (1) Tiriskan mie, kemudian campur dengan bumbu aduk hingga rata. (2) Sementara mie direbus, masukkan bumbu, kecap manis, dan saus cabe ke dalam piring. (3) Rebus mie dalam 2 gelas (300 cc) air selama 3 menit sambil diaduk. (4) Taburkan bawang goreng dan mie siap dihidangkan. Urutan tepat prosedur membuat mie instan adalah …. a. 3,2,1,4 b. 1,2,3,4 c. 3,2,1,4 d. 1,3,2,4 18. Bacalah petunjuk berikut ini! (1) Tutup kembali bagian yang sudah dibuka. (2) Buka tutup bagian belakang. (3) Tekan tombol dengan baik. (4) Masukkan baterai dengan kepala ke arah depan semuanya. Urutan penggunaan lampu senter secara tepat adalah . . . . a. 1 – 2 – 3 – 4 b. 2 – 4 – 1 – 3 c. 3 – 2 – 4 – 1 d. 4 – 3 – 1 – 2
15 19. Berikut ini bagian struktur teks prosedur yang tidak terdapat dalan jenis teks prosedur cara melakukan sesuatu adalah... a. Tujuan b. Alat dan bahan c. Cara atau langkah d. Penutup 20. Kalimat yang bermakna perintah pada teks prosedur adalah... a. Cucilah semua bagian-bagian seruling b. Tak perlu khawatir, berikut adalah cara memainkan seruling dengan mudah c. Nada Do dimulai dengan menutup semua bagian seruling d. Ibu jari tangan kiri menutup lubang belakang seruling. Tuliskan cara membaca dan menuliskan nilai mata uang berikut dengan tepat! No. Nilai Mata Uang Cara Membaca 1. Rp299.999,00 2. Rp750.000,00 3. Rp19.200,00 4. Rp182.750,00 5. Rp825.000,00 6. Lima ratus tiga puluh ribu tujuh ratus rupiah 7. Empat ratus empat belas ribu enam ratus rupiah 8. Dua puluh delapan ribu rupiah 9. Tujuh ratus tujuh puluh tujuh rupiah 10. Satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah
16 BAB VI SATU TITIK A. Penjelasan Tujuan Bab Mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi modal dasar untuk belajar dan bekerja karena berfokus pada kemampuan literasi (berbahasa dan berpikir). Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (menyimak, membaca dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan, serta menulis). Pada bab ini mata pelajaran bahasa Indonesia yang akan dibahas adalah materi di fase B kelas 4. Sebelum membahas tujuan pembelajaran pada materi, akan diuraikan capaian pembelajarannya terlebih dahulu. Capaian pembelajaran Bahasa Indonesia pada fase B kelas 4 diantaranya adalah sebagai berikut : Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang halhal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis. Peserta didik mampu meningkatkan penguasaan kosakata baru melalui berbagai kegiatan berbahasa dan bersastra dengan topik yang beragam. Peserta didik mampu membaca dengan fasih dan lancar. Sedangkan, tujuan pembelajaran pada materi ini yaitu : 1) mengidentifikasi dan memahami kata-kata baru pada teks; 2) menyampaikan pendapat tentang isi dan ilustrasi teks; 3) memahami kejadian dan perubahan perasaan tokoh dalam cerita; dan 4) menggunakan kalimat efektif.
17 B. Uraian Materi Pembelajaran 1. Mengidentifikasi dan Memahami Kata-Kata Baru pada Teks Langkah-langkah mengidentifikasi dan memahami kata-kata baru pada teks : a. Bacalah teks dengan seksama b. Catat atau berikan tanda pada kata baru dalam teks c. Kamudian, carilah maknanya pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Ayo, bacalah teks bacaan di bawah ini dengan seksama! Pantai Timang Pantai Timang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya berada di Desa Purwodadi. Seperti kita ketahui bersama Gunung Kidul memang memiliki banyak sekali pantai dengan segala keunikannya. Lokasinya yang berada di bagian selatan Provinsi Yogyakarta, tak menyurutkan wisatawan untuk berwisata bahari ke Kabupaten Gunung Kidul. Beberapa pantai yang ada di Kabupaten Gunung Kidul memang tersembunyi dan masih asri, ada pula yang hadir dengan keunikannya tersendiri. Pantai ini tak memiliki bentangan pasir yang luas. Dengan diapit oleh dua bukit karang di kiri dan kanannya. Terdapat beberapa spot foto yang terletak di atas tebing, sehingga menampilkan panorama alam yang sempurna. Yang menjadi ikon dari Pantai Timang ialah kehadiran Gondola serta jembatan gantung yang banyak dijadikan wisatawan sebagai wahana ekstrem yang sangat menantang.Untuk menuju arah Gondola dan Jembatan gantungnya tinggal mengikuti jalur yang sudah tersedia, nantinya kamu akan melihat jembatan gantung yang bersebelahan dengan gondola.Gondola di Pulau Timang memiliki panjang sekitar 100 meter dengan berada di ketinggian antara 9 hingga 11 meter. Dengan terbuat dari besi yang dibentuk sedemikian rupa, dan hanya muat untuk satu orang saja. Selain gondola ada pula jembatan gantung yang terbuat dari tali tambang beralaskan kayu, ketegangan yang berbeda akan kamu rasakan ketika melewati jembatan gantung.
18 Apalah artinya gondola jika tidak ada Pulau Timang, atau bisa disebut juga Pulau Watu Panjang karena bentuknya memang berupa batuan karang yang panjang. Pulau Timang atau Watu Panjang ini dahulunya merupakan tempat nelayan memancing lobster, dan saat ini pulau tersebut digunakan wisatawan untuk mencoba wahana ekstrem.Tidak ada pohon sama sekali di pulau ini, yang ada hanyalah batuan karang yang terletak di tengah lautan dengan terdapat batuan yang seakan longsor di salah satu sisinya. Sumber : https://www.nativeindonesia.com/pantai-timang/ Jelajah Kata Setelah membaca teks “Pantai timang”, perhatikan kata-kata yang ditandai pada teks bacaan. Lihatlah arti kata-kata tersebut di bawah ini. No Kata Arti 1 Wisatawan Orang yang berwisata; pelancong; turis 2 Bahari Mengenai laut 3 Panorama Pemandangan alam yang bebas dan luas 4 Gondola Kabin tempat penumpang pada kereta gantung 5 Ekstrem Paling ujung (paling tinggi, paling keras, dan sebagainya) 6 Pulau Tanah (daratan) yang dikelilingi air (di laut, sungai,atau danau. 7 Wahana Kendaraan; alat pengangkut 2. Kalimat Efektif a. Pengertian Kalimat efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan; serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. Kalimat yang memenuhi kaidahkaidah tersebut jelas akan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Kalimat efektif memiliki struktur kata yang benar, ketepatan pemilihan kata, koherensi antarbagian yang logis, dan ejaan yang benar. b. Syarat-syarat Kalimat Efektif Kalimat efektif harus memenuhi empat syarat berikut. 1. Sesuai kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. 2. Minimal terdiri atas subjek dan predikat. 3. Tidak bertele-tele. 4. Tidak ambigu. Bahas Bahasa
19 c. Ciri-ciri kalimat efektif Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1. Kesepadanan: keseimbangan antara gagasan dengan struktur bahasa yang digunakan. 2. Keparalelan: kesamaan bentuk yang digunakan dalam kalimat tersebut. Terdapat unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat. 3. Kehematan: menghindari penggunaan kata, frase, atau bentuk lain yang tidak perlu. 4. Kepaduan: kepaduan pernyataan dalam kalimat tersebut sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah. 5. Kelogisan: ide yang ada dalam kalimat dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang berlaku serta menuntut adanya pola pikir yang sistematis. 6. Kecermatan: tidak menimbulkan pengertian ganda dan tepat dalam pilihan kata. d. Perbandingan Kalimat Efektif dan tidak efektif Berikut adalah beberapa contoh kalimat efektif dan kalimat tidak efektif yang bisa kamu gunakan sebagai referensi dalam membentuk suatu kalimat: 1. Kalimat tidak efektif → Baik karyawan baru atau karyawan lama dikenakan peraturan yang sama Kalimat efektif → Seluruh karyawan dikenakan peraturan yang sama 2. Kalimat tidak efektif → Walau masih pagi buta, tapi dia sudah mulai bekerja Kalimat efektif → Walau masih pagi buta, dia sudah mulai bekerja 3. Kalimat tidak efektif → Hendery adalah merupakan salah satu murid yang berprestasi Kalimat efektif → Hendery adalah salah seorang murid berprestasi 4. Kalimat tidak efektif → Ibu pergi ke toko dan Ibu membeli roti juga selai Kalimat efektif → Ibu pergi ke toko untuk membeli roti dan selai 5. Kalimat tidak efektif → Bulan lalu, banyak kucing-kucing yang divaksin secara gratis Kalimat efektif → Bulan lalu, banyak kucing yang divaksin secara gratis 6. Kalimat tidak efektif → Banten merupakan provinsi yang termasuk salah satu provinsi di Pulau Jawa Kalimat efektif → Banten merupakan provinsi yang berada di Pulau Jawa 7. Kalimat tidak efektif → Ada beragam macam aksesoris yang dijual di sana Kalimat efektif → Ada beragam aksesoris yang dijual di sana 8. Kalimat tidak efektif → Demi untuk anaknya, beliau rela bekerja banting tulang seharian Kalimat efektif → Demi anaknya, beliau rela banting tulang seharian 9. Kalimat tidak efektif → Johnny adalah mahasiswa paling tertinggi di kampus Kalimat efektif → Johnny adalah mahasiswa paling tinggi di kampus
20 10. Kalimat tidak efektif → Kritik yang disampaikan olehnya akan dipertimbangkan oleh pihak kami Kalimat efektif → Kritik yang ia sampaikan akan kami pertimbangkan 11. Kalimat tidak efektif → Taman bermain itu sangat ramai sekali saat akhir pekan Kalimat efektif → Taman bermain itu sangat ramai saat akhir pekan 12. Kalimat tidak efektif → Maria rajin belajar agar supaya nilainya bagus Kalimat efektif → Maria rajin belajar supaya nilainya bagus 13. Kalimat tidak efektif → Hari ini, para siswa-siswi SMP 3 memakai baju batik untuk merayakan Hari Batik Nasional Kalimat efektif → Hari ini, siswa-siswi SMP 3 memakai baju batik untuk merayakan Hari Batik Nasional 14. Kalimat tidak efektif → Setelah beraktivitas seharian, kemudian Reni beristirahat di kamar Kalimat efektif → Setelah beraktivitas seharian, Reni beristirahat di kamar 15. Kalimat tidak efektif → Meski pintar, namun ia tidak pernah sombong Kalimat efektif → Meski pintar, ia tidak sombong 3. Menulis Puisi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Jadi, dapat disimpulkan puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang dituangkan dengan menggunakan bahasa yang indah serta mengandung makna mendalam. Ciri-ciri Puisi Puisi memiliki ciri yang membedakannya dengan karya sastra lain, yaitu: 1. Berisikan ungkapan pikiran, perasaan, dan pengalaman penyair yang bersifat imajinatif. 2. Menggunakan bahasa konotatif. 3. Terdapat pemadatan segala unsur daya bahasa. 4. Menggunakan diksi yang tepat dengan memperhatikan irama atau bunyi. 5. Dapat dibentuk oleh tipografi. Unsur Intrinsik Puisi Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di dalam karya sastra (puisi). Unsur intrinsik puisi terbagi menjadi dua yaitu, unsur batin dan unsur fisik. Kita bahas satu per satu, ya! Menulis
21 Unsur Intrinsik Puisi Unsur Batin Unsur batin puisi terdiri atas empat unsur, yakni tema, rasa, nada, dan amanat. 1. Tema Tema adalah gagasan pokok yang diungkapkan dalam sebuah puisi. Tema menjadi penentu penyair untuk menentukan diksi dalam puisi. Contohnya, puisi dengan tema kasih sayang seorang ibu kepada anaknya akan memiliki diksi yang berbeda dengan puisi bertemakan perjuangan para pahlawan melawan penjajah. 2. Rasa Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke dalam puisi. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, serta pengetahuan penyair. 3. Nada Nada adalah bentuk sikap penyair terhadap pembaca. Nada memiliki kaitan erat dengan suasana. Penyair dapat menyampaikan puisi dengan berbagai nada. Misalnya, puisi dengan nada sedih dapat membuat perasaan pembaca menjadi iba. Tentu saja hal ini dapat menghadirkan suasana yang penuh kesedihan. 4. Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Melalui puisi yang dibaca, pembaca dapat memperoleh amanat secara tersurat ataupun tersirat. Unsur Fisik Unsur fisik puisi terdiri atas lima unsur, yakni diksi, rima, tipografi, imaji, kata konkret, dan gaya bahasa. 1. Diksi Diksi adalah pilihan kata pada puisi. Fungsi diksi dalam puisi ada dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi ekspresif. Fungsi estetis berarti diksi berguna sebagai unsur yang memperindah puisi. Sedangkan fungsi ekspresif berarti diksi berguna sebagai unsur yang membantu penyair mengungkapkan ekspresi yang dimiliki. 2. Rima Rima adalah kesamaan nada atau bunyi. Rima tidak hanya bisa dijumpai pada akhir setiap larik atau baris puisi saja, tetapi bisa juga berada di antara setiap kata dalam baris. 3. Tipografi Tipografi adalah wujud estetik pada bentuk penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk baris, tetapi ada juga puisi yang disusun dalam bentuk fragmen-fragmen. Bahkan ada juga puisi yang ditulis dengan bentuk yang menyerupai apel, bentuk zig-zag, ataupun model lainnya.
22 4. Imaji Penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Imaji adalah kata atau rangkaian kata yang dapat memperjelas apa maksud dan tujuan penyair. Pengimajian dilakukan agar puisi mampu menggugah imajinasi pembaca melalui penginderaan. 5. Kata Konkret Kata konkret maksudnya adalah keinginan penyair untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud. Oleh karena itu, dipilih kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh dan dibayangkan. 4. Majas Metafora Secara definisi, majas metafora adalah kiasan yang menggunakan kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya untuk menggambarkan sesuatu. Kata atau kelompok kata tersebut memiliki persamaan atau perbandingan dengan kata yang diwakilinya. Ciri-ciri Majas Metafora 1. Kata kunci utamanya adalah membandingkan 2. Kalimat majas metafora mengandung pilihan kata yang membandingkan sesuatu dengan hal lain 3. Sesuatu yang dibandingkan bisa berupa fisik, sifat, keadaan dan aktivitas 4. Bisa juga berupa perbandingan benda dengan benda lainnya 5. Tidak menggunakan konjungsi atau kata hubung 6. Diungkapkan secara langsung tanpa kata-kata petunjuk : seperti, bagaikan, bak, sehingga, laksana 7. Memakai kata-kata frasa yang mempunyai makna kiasan. Berikut kalimat yang menggunakan majas metafora : NO Kata Arti Sebenarnya 1. Perbuatan tidak terpuji itu, membuatnya naik pitam. marah 2. Sebagai tunas bangsa, kita harus rajin belajar.) generasi penerus bangsa 3. Aku melihat rumah itu dilahap si jago merah di berita televisi. api Bahas Bahasa
23 NO Kata Arti Sebenarnya 4. Bobo disenangi banyak orang karena rendah hati. tidak sombong; baik 5. Jangan sampai kita menjadi orang yang bermuka dua. (Bermuka dua=munafik; berpura-pura) munafik; berpura-pura 6. Ketika pergi ke luar kota, Ayah selalu membeli buah tangan untukku. oleh-oleh 7. Karena kesalahannya kemarin, ia menjadi buah bibir di sini. bahan pembicaraan 8. Tak ada yang menyangka, ternyata Bona keturunan darah biru. keturunan bangsawan 9. Karena sering pergi ke perpustakaan, ia sering dipanggil kutu buku. senang membaca 10. Karena selalu bisa diandalkan dan pintar, ia menjadi anak emas di sekolah. anak yang paling disayangi/disukai 11 Kita harus berkepala dingin agar bisa membuat keputusan yang tepat. sabar;tenang 12 Rina menjadi kembang desa di tempatnya. gadis yang dianggap sebagai paling cantik di sebuah tempat/desa C. Soal Latihan 1. Buatlah kalimat dengan kata-kata dibawah ini ! No Kata Kalimat 1 Wisatawan 2 Bahari 3 Panorama 4 Gondola 5 Ekstrem 6 Pulau 7 Wahana 2. Berikut ini ciri-ciri kalimat efektif, kecuali ... a. Sistematis b. Tidak bertele-tele c. Mudah dipahami d. Menimbulkan kesalahan penafsiran
24 3. Kalimat di bawah ini yang merupakan kalimat efektif adalah... a. Kita harus giat belajar demi agar cita-cita tercapai. b. Kita harus giat belajar agar cita-cita tercapai. c. Kita harus giat belajar demi untuk cita-cita yang akan tercapai. d. Kita harus giat belajar dalam cita-cita tercapai. 4. Di bawah ini yang merupakan contoh kalimat efektif adalah... a. Banyak anak-anak sedang bermain bola. b. Banyak sekali anak-anak sedang bermain bola. c. Para siswa-siswa sedang belajar. d. Para siswa sedang belajar. 5. Kalimat efektif yang tepat di bawah ini adalah... a. Banyak siswa-siswa sedang belajar. b. Banyak siswa sedang belajar. c. Para siswa banyak sedang belajar. d. Siswa-siswa sedang belajar. 6. Kehadiran Saudara-Saudara semua sangat diharapkan. Kalimat efektif untuk memperbaiki kalimat di atas adalah... a. Kehadiran Saudara sangat diharapkan. b. Kehadiran Saudara-Saudara sangat diharapkan. c. Kehadiran semua sangat diharapkan. d. Kehadiran Saudara semua sangat diharapkan. 7. Kepada hadirin, Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati. Perbaiki kalimat di atas agar menjadi kalimat efektif! a. Kepada hadirin yang saya hormati. b. Hadirin yang saya hormati. c. Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati. d. Kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati. 8. Bunga mawar dan bunga melati adalah bunga kesukaannya. Kalimat efektif yang tepat untuk kalimat di atas adalah... a. Bunga mawar dan melati adalah bunga kesukaannya. b. Mawar dan melati adalah bunga kesukaannya. c. Mawar dan melati adalah bunga-bunga kesukaannya. d. Bunga-bunga kesukaannya adalah bunga mawar dan melati. 9. Di bawah ini merupakan kalimat efektif, kecuali... a. Hadirin dimohon berdiri! b. Agar supaya hadirin berdiri. c. Siswa sedang belajar. d. Ibu pergi ke pasar. 10. Barang siapa ada murid yang terlambat agar segera menghubungi guru piket. Kalimat efektif untuk kalimat di atas adalah... a. Murid yang terlambat agar melapor kepada guru piket. b. Siapa yang terlambat, segeralah menghadap guru piket. c. Sebaiknya yang terlambat segera lapor ke guru piket. d. Agar supaya yang terlambat seger ke guru piket.
25 11. Kami memberitahukan kepada semua siswa yang ingin mengikuti ekstrakurikuler Paskibra besok berkumpul di ruang Paskibra. "Bagi siswa yang ingin berminat segera menghubungi ketua paskibra". Kalimat efektif pengganti bagian dalam tanda kutip (") di atas adalah... a. Siswa yang berminat segera menghubungi ketua Paskibra. b. Siswa yang ingin berminat segera menghubunginya. c. Siswa segera menghubungi ketua Paskibra. d. Siswa segera menghubunginya. 12. Aku hanyalah insan biasa Bernaung di gedung ini untuk belajar Berjuang demi cita-cita Sampai di mana pun akan kukejar Di bawah ini mana sajak yang benar dalam penggalan puisi di atas? a. (a-b-a-b) b. (a-b-b-a) c. (a-a-b-b) d. (a-a-a-a) 13. Bacalah puisi di bawah ini! Aku tak bisa mengulang waktuku Tapi aku bisa menggenggarnya Merencanakan hal-hal yang baru Dari sekarang hingga esokan tiba Bersama dengan sang waktu Aku pasti bisa meraih mimpi Melewati masa-masa sulitku Dan menari-nari dengan sanang hati Aku akan menaklukkan waktu Untuk sebuah cita-cita Tema dalam puisi di atas adalah... a. Mimpi b. Cita-cita c. Rintangan d. Waktu 14. Bacalah puisi di bawah ini… Sekolahku Nan Indah Kupandangi sekolahku yang indah menawan Lama kupandangi tak terasa Disitu aku belajar Disitu aku mendapat ilmu Banyak guru isinya Guru yang bermutu Guru yang memberi ilmu Untuk bekal murid nanti
26 Dari puisi di atas, tema dari puisi tersebut adalah… a. Guru b. Sekolah c. Murid d. Ilmu 15. Jumlah bait dalam puisi 'Sekolahku Nan Indah' adalah... a. 5 b. 4 c. 3 d. 2 16. Penyajian tinggi rendahnya irama puisi dengan memperhatikan jenis-jenis tekanan dalam membaca puisi adalah... a. Irama b. Ekspresi c. Pelafalan d. Intonasi 17. Kesan yang ditangkap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar pembacaan puisi merupakan... a. Amanat puisi b. Tema puisi c. Diksi puisi d. Bait puisi 18. Kalimat berikut yang mengandung majas metafora adalah …. a. Air matanya menganak sungai melihat anak ayamnya dimakan kucing. b. Lihatlah tarian ombak yang sangat indah di sana! c. Suaranya sangat merdu hingga para penontonnya menutup telinganya. d. Dia belum mampu melupakan peristiwa si jago merah menghanguskan tokonya. 19. Perhatikan kalimat berikut! (1) Aku tidak menyangkah perusahaan besar itu bangkrut karena banyak tikus berdasi. (2) Wajahnya cantik bagaikan bidadari turun dari kayangan. (3) Bu guru mengatakan bahwa buku itu jendela ilmu. (4) Satu hari ini aku belum melihat batang hidungnya Anton. Kalimat yang mengandung majas metafora ditandai dengan nomor …. a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 3 d. 3 dan 4 20. Perhatikan kutipan paragraf berikut! Masa Pandemi Covid-19 memaksa warga dengan kerasnya memutar otak. Usaha yang dirintis bertahun-tahun gulung tikar. Banyak karyawan yang dirumahkan. Hadirnya vaksin membuka harapan baru. Bagaikan daun yang bersemi kembali tatkala hujan membasahinya.
27 Berdasarkan paragraf di atas, kalimat yang mengandung majas metafora adalah kalimat …. a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 3 d. 2 dan 5 21. Kalimat berikut yang mengandung majas metafora adalah …. a. Kakak dan adik itu bagaikan pinang dibelah dua. b. Akhirnya pencuri laptop di warung Pak Ali dibawa ke meja hijau. c. Silakan mampir ke gubukku yang bertingkat 4 di pusat kota. d. Bulan tersenyum semakin menambah indahnya malam hari. 22. Kalimat berikut yang mengandung majas metafora adalah …. a. Jadilah orang yang jujur, jangan bermuka dua! b. Angin membisikkan kata-kata indah dan membawanya bahagia. c. Suara klakson mobil menyadarkannya dari lamunannya. d. Aku tidak menyangka kalau Ayu mempunyai atap di Jakarta. 23. Perhatikan kutipan paragraf berikut! Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata amplop waktu itu membuat Pimpinan perusahaan membatalkan keputusannya. Seluruh karyawan tahu kalau Pak Viko telah merugikan perusahaan. Akan tetapi beliau sangat pandai. Pak Viko hingga kini tidak diberi sangsi, tetapi sebaliknya, diangkat menjadi staf khusus pimpinan. Berdasarkan kutipan paragraf di atas, kalimat yang mengandung majas metafora adalah kalimat… a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 24. Kalimat berikut yang mengandung majas metafora, kecuali …. a. Amin menjadi anak emas kedua orangtuanya. b. Sudah hampir 2 tahun Pak Sabar bekerja sebagai kuli tinta. c. Namanya ikut tercatut dalam masalah tersebut. d. Luapan kemarahannya bisa meluluhlantakkan gunung. 25. Perhatikan kutipan puisi berikut! Wahai Kau lintah Darat Penghisap darah para petani Berangkat pagi pulang petang Demi melunasi utang padamu Larik di atas yang mengandung majas metafora adalah bernomor …. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4
28 26. Perhatikan kutipan puisi berikut! Guruku Kaulah pelita dalam kegelapan Kau terangiku dengan ilmu Kesabaranmu bagaikan obor Keteladananmu ibarat api pembakarnya Larik puisi di atas yang mengandung majas metafora adalah bernomor …. a. 2 b. 3 c. 4 d. 5 27. Kalimat berikut yang mengandung majas metafora adalah …. a. Singa terkenal dengan kekuatannya sehingga dijuluki raja hutan. b. Adik tidak puas jika belum minum teh Sosro. c. Perilakunya licin dan gesit bagaikan belut sawah. d. Suaranya menggelegar saat menjadi pemimpin upacara di sekola
29 BAB VII ASAL USUL A. Penjelasan Tujuan Bab Setelah mempelajari Bab 7 ini peserta didik diharapkan dapat: 1) memahami instruksi yang disampaikan secara audio; 2) menemukan dan mengidentifikasi informasi di dalam teks dan gambar; 3) menyampaikan pendapat tentang informasi di dalam teks; dan 4) membuat teks narasi menggunakan kata penghubung antarkalimat. B. Uraian Materi Pelajaran 1. Instruksi Lewat Audio Instruksi adalah arahan, petunjuk, atau perintah untuk melakukan suatu pekerjaan atau melaksanakan tugas. Dengan adanya instruksi, pekerjaan akan lebih mudah dilakukan. Instruksi yang tepat akan membuat pekerjaan cepat selesai. Instruksi dapat disampaikan secara lisan dapat disampaikan lewat audio. Apa yang dimaksud audio? Audio adalah sesuatu yang bersifat dapat didengar. Untuk memahami instruksi yang disampaikan secara lisan lewat audio, harus mendengarkan instruksi dengan cermat dan konsentrasi penuh. Terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat memberi instruksi, diantaranya: a) Menyampaikan instruksi dengan bahasa atau kalimat yang jelas. b) Mengarahkan instruksi dari jarak dekat. c) Mengucapkan terima kasih setelah menyampaikan instruksi. Coba dengarlah baik-baik lagu yang akan diputarkan oleh guru. Selesai pemutaran lagu laksanakan instruksi berikut. 1. Tulislah kembali judul dan syair lagu yang diputar oleh guru. 2. Tuliskan syair lagu tersebut pada selembar kertas. 3. Selesai menulis, bacakan puisimu di depan kelas dengan percaya diri.
30 Dari lirik lagu tersebut, dapat diketahui bahwa suku kata terakhir setiap baris pada masing-masing bait memiliki rima. Huruf atau suku kata terakhir di tiap baris pada baitnya berbunyi sama. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan rima? Rima adalah bunyi akhir pada puisi. Huruf akhir yang sama pada baris yang berselang-seling disebut rima a – b – a – b. adapun huruf akhir yang sama pada baris yang berurutan disebut rima a – a – b – b dan a – a – a – a – a. Untuk memperjelas pemahaman kalian tentang rima, kalian dapat mencermati contoh puisi berima a – a – b – b dan a – b – a – b. Ibu Pertiwi Kulihat ibu pertiwi Sedang bersusah hati Air matanya berlinang Mas intannya terkenang Hutan gunung sawah lautan Simpanan kekayaan Kini ibu sedang lara Merintih dan berdoa Telah merdeka tanah airku Kan kulanjutkan perjuangan Pahlawan yang telah mendahuluiku Demi pertahankan kemerdekaan Puisi di samping berima a – b – a – b Puisi di samping berima a – a – b – b Menjadi dokter adalah impianku Agar berguna bagi sekelilingku Membantu kehidupan sesama Dan bermanfaat untuk nusa dan bangsa
31 2. Mengidentifikasi Informasi dari Teks Sebuah teks pasti mengandung informasi penting di dalamnya. Apa yang dimaksud dengan informasi? Informasi adalah sekumpulan fakta yang menggambarkan sebuah peristiwa atau kejadian tertentu yang disampaikan dalam teks. Informasi dapat membuat seseorang mengetahui atau memahami suatu hal. Cara menemukan informasi penting dalam sebuah teks diantaranya: menyimak judul teks, membaca keseluruhan teks dengan saksama, dan mencatat pokok-pokok bahasan teks menggunakan konsep 5W+1H. Konsep 5W+1H diantaranya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Agar dapat menjawab pertanyaan yang diberikan, kita dapat melakukan hal-hal berikut: a) Membaca keseluruhan isi paragraf dengan saksama. b) Mencatat tiap informasi penting. c) Membaca setiap soal yang diberikan dengan teliti. d) Mencari jawaban yang sesuai dari teks yang sudah dibaca. Ayo, bacalah teks berikut dengan saksama! Nenek moyang bangsa Indonesia adalah para leluhur yang telah menghuni wilayah Indonesia sejak zaman purba. Mereka hidup sebagai masyarakat primitif yang bergantung pada alam sebagai sumber kehidupan. Seiring berjalannya waktu, nenek moyang bangsa Indonesia mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang unik, termasuk dalam hal bahasa, seni, musik, dan tradisi. Beberapa peradaban kuno di Indonesia yang terkenal antara lain adalah peradaban Tarumanegara di Jawa Barat, peradaban Sriwijaya di Sumatera Selatan, dan peradaban Majapahit di Jawa Timur. Selain itu, nenek moyang bangsa Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti hasil pertanian, perikanan, dan pertambangan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat kaya. Ada lebih dari 700 bahasa daerah yang masih digunakan di Indonesia, di samping bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi negara. Tradisi-tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia masih sangat dihargai dan dilestarikan hingga saat ini. Meskipun Indonesia telah mengalami banyak perubahan sejak zaman nenek moyang bangsa, namun warisan kebudayaan dan peradaban mereka tetap menjadi bagian yang penting dari identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menghargai dan melestarikan warisan nenek moyang bangsa Indonesia agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Setelah membaca bacaan di atas mari kita memahami bacaan dengan memperhatikan setiap paragraf dalam cerita dengan seksama sehingga kita dapat menemukan dan mengidentifikasi informasi. Untuk memperlancar pemahaman bacaan dapat kita lakukan dengan mengidentifikasi kata-kata sulit yang ada dalam bacaan dengan format sebagai berikut.
32 Kata sulit Perkiraan arti Arti sebenarnya Warisan Nenek moyang Menulis Membuat paragraf mengenai asal-usul pribadi Paragraf 1: menceritakan tentang asal usul orang tua dan kakek nenek Paragraf 2: menyampaikan asal muasal tempat tinggal dan yang digunakan pada saat ini Paragraf 3: menyampaikan keinginan diri sendiri mengenai tempat tinggal asal, yang digunakan sekarang, dan yang akan digunakan esok. Jelajah Kata Bahasa Indonesia adalah pemersatu bangsa Indonesia. Kosakata Bahasa Indonesia tidak hanya berasal dari Bahasa melayu, akan tetapi juga merupakan serapan dari Bahasa asing. Berikut beberapa serapan Belanda Buncis Kantor Semur Arab Bab Eja Wajah Portugis Garpu Kaldu Terigu Tiongkok Anglo Bihun Bakmi Sansekerta Baca Cabai Istana Inggris Jus Kopi Koki
33 3. Pendapat Pemahaman dari Informasi Pendapat adalah buah pikiran atau perkiraan tentang suatu hal. Pendapat dapat disampaikan untuk memberikan tanggapan, komentar, kritik, atau saran terhadap suatu permasalahan. Pendapat dapat disamaikan secara lisan maupun tertulis. Pendapat secara lisan umumnya dilakukan pada suatu diskusi atau musyawarah. Menyampaikan Pendapat secara Lisan a. Saling memberikan kesempatan berbicara dan berpendapat kepada semua anggota. b. Disampaikan dengan Bahasa yang santun. c. Tidak menyela pembicaraaan peserta diskusi lainya. 4. Konjungsi Teks Narasi Teks narasi adalah suatu jenis teks (pola pengembangan paragraph) yang berfungsi untuk menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara beruntun dan mendetail (dari awal, tengah, hingga akhir) dengan urutan waktu atau bersifat kronologis. Tujuan dari teks ini adalah menceritakan kepada pembaca seolah-olah berada dalam cerita tersebut atau dengan kata lain mengalami hal tersebut dan menambah wawasan pembaca. Teks Narasi disusun berdasarkan kronologi atau urutan waktu. Untuk dapat menyatakan peristiwa atau kejadian yang terjadi secara berkelanjutan, kita dapat menggunakan kata penghubung antar kalimat. Apa yang dimaksud dengan kata penghubung antar kalimat? Simak uraian berikut ini! Kata penghubung yang sering disebut juga konjungsi merupakan kata atau ungkapan penghubung baik antar kata, antarfrasa, antar klausa, maupun antar kalimat. Jadi, kata hubung antar kalimat adalah kata atau ungkapan yang digunakan untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainya. Kata penghubung berfungsi untuk memperlancar keterbacaan suatu kalimat. Kata penghubung antarkalimat dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. 1 Konjungsi yang Menyatakan Pertentangan dalam Gagasan Contoh: Konjungsi yang menyatakan pertentangan, antara lain. -Biarpun demikian/biarpun begitu. -Sekalipun demikian/sekalipun begitu. -Walaupun demikian/walaupun begitu. -Meskipun demikian/meskipun begitu. "Kami kurang setuju dengan usulan dia. Biarpun begitu, kami tetap menghargainya".
34 2 Konjungsi yang Menyatakan Lanjutan dari Peristiwa Contoh: Konjungsi yang menyatakan lanjutan peristiwa, antara lain. -Sesudah itu -Setelah itu -Selanjutnya "Kami akan memulai perjalanan ini dengan berjalan kaki. Sesudah itu, kami akan beristirahat di rumah penduduk". 3 Konjungsi yang Menyatakan Kebalikan dari yang Dinyatakan Sebelumnya Contoh: Konjungsi yang menyatakan kebalikan, antara lain. -Sebaliknya "Kita jangan terus menebang pohon-pohon di hutan ini. Sebaliknya, kita harus menanam pohon baru". 4 Konjungsi yang Menyatakan Keadaan yang Sebenarnya Contoh: Konjungsi yang menyatakan keadaan sebenarnya, antara lain. -Sesungguhnya -Bahwasannya "Kita dilanda banjir besar tahun ini. Sesungguhnya, bencana ini telah kita ramalkan tahun kemarin". 5 Konjungsi yang Menguatkan Keadaan yang Dinyatakan Sebelumnya Contoh: Konjungsi yang menguatkan keadaan sebelumnya, antara lain. -Malahan -Bahkan "Rumah-rumah di Kalimantan kebanyakan didirikan di tepi sungai. Bahkan, ada kampung di tengah laut yang dangkal".
35 6 Konjungsi yang Menyatakan Pertentangan dengan Keadaan Sebelumnya Contoh: Konjungsi yang menyatakan pertentangan, antara lain. -Namun -Akan tetapi "Keadaannya memang sudah aman. Akan tetapi, kita tetap harus waspada". 7 Konjungsi yang Menyatakan Konsekuens Contoh: Konjungsi yang menyatakan konsekuensi, antara lain. -Dengan demikian "Kamu telah setuju dengan persyaratan ini. Dengan demikian, kamu pun harus menanggung semua risikonya". 8 Konjungsi yang Menyatakan Akibat Contoh: Konjungsi yang menyatakan akibat, antara lain. -Oleh karena itu -Oleh sebab itu -Akibatnya "Kami sudah melarang mereka berburu di hutan, tetapi mereka tetap nekat. Oleh karena itu, biar mereka rasakan sendiri akibatnya". 9 Konjungsi yang Menyatakan Kejadian yang Mendahului Hal yang Dinyatakan Sebelumnya Contoh: Konjungsi yang menyatakan kejadian sebelumnya, yaitu -Sebelum itu "Polisi hutan menangkap dua pemburu liar. Sebelum itu, mereka juga menangkap lima orang pemburu liar.
36 C. Soal Latihan 1. Rima dalam sebuah puisi diartikan … . a. Jumlah bait b. Jumlah suku kata c. Persamaan bunyi akhir kata d. Rangkaian kata-kata Perhatikan puisi berikut untuk menjawab no 2-5 Suasana taman tampak indah Tergambar mewah tampak megah Menyajikan kehangatan di segala arah Rumput – rumput hijau dan bunga merah Menghilangkan penat dan juga susah 2. Rima dalam puisi tersebut adalah … . a. ABAB b. AAAA c. ABCD d. ABAA 3. Arti kata kehangatan dalam baris ketiga puisi di atas adalah … . a. Kerukunan b. Ketampanan c. Kedamaian d. Kesedihan 4. Rima dalam puisi tersebut terdapat di … kalimat a. Awal b. Akhir c. Tengah d. Awal dan akhir 5. Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut adalah … . a. Senang b. Sedih c. Panik d. Cemas 6. Dinda sarapan pagi Dinda berangkat sekolah Kata hubung temporal yang mengabungkan dua kalimat di atas adalah … . a. Dan b. Sebelum c. Seandainya d. Seperti
37 7. Kata jus merupakan serapan dari … . a. Belanda b. Inggris c. Arab d. Malaysia 8. Kata bakmi dan anglo merupakan serapan dari negara … . a. China b. Jepang c. Arab d. Latin 9. Kalimat yang mengandung konjungsi sebab akibat adalah … . a. Dinda pergi dan ayah pulang b. Anita terkilir dan diantar ke rumah sakit c. Vina menangis akibat di cubit temannya d. Dina menangis dan andi melaporkan 10. Kata supaya dan agar merupakan konjungsi … . a. Tujuan b. Akibat c. Perbandingan d. Pertentangan 1. Rima merupakan bunyi yang terdapat di …. Baris 2. Rima berpaut memiliki pola … . 3. Kata serapan dari china salah satunya adalah … . 4. Kata kopi merupakan serapan dari … . 5. Kata dan merupakan konjungsi … . 6. Perhatikan kalimat berikut Sisil pergi ke sawah …. Lanjut pergi ke sungai. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah … . 7. Kata sedangkan merupakan konjungsi … . 8. Sebelum sinta berangkat sekolah sinta mandi dan gosok gigi. Konjungsi dari kalimat di atas adalah … . 9. Syaima pergi ke kota membeli bakso, kata bakso merupakan serapan dari Bahasa … . 10. Nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang … .
38 BAB VIII SEHATLAH RAGAKU A. Penjelasan Tujuan Bab Setelah mempelajari Bab 8 ini peserta didik diharapkan dapat: 1) Menyebutkan permasalahan yang dialami tokoh di dalam cerita. 2) Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks. 3) Membedakan informasi fakta dan opini. 4) Menulis dengan struktur awal – tengah – akhir menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. B. Uraian Materi Pelajaran 1. Menyebutkan Permasalahan yang Dialami Tokoh Cerita Sebelum mempelajari permasalahan yang dialami tokoh di dalam cerita, terlebih dahulu dahulu akan kita pelajari tentang cerpen. Pengertian cerpen Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Cerita pendek atau cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Cerita pendek ini hanya berisi karangan atau imajinasi penulisnya. Cerita dalam Cerpen cenderung lebih padat dan biasanya tidak memiliki banyak tokoh. Rata-rata jumlah kata dalam cerpen yaitu maksimal hanya sampai 10.000 kata. Ciri-ciri cerpen Ciri-ciri cerpen yaitu sebagai berikut : a. Cerpen bersifat fiktif (hanya karangan pengarang semata) b. Susunan kata pada cerpen tidak lebih dari 10.000 kata c. Selesai dibaca sekali duduk d. Cerita pada cerpen sangat singkat e. Diksi pada cerpen tidak rumit sehingga mudah dipahami pembaca f. Cerpen memiliki satu alur cerita saja g. Kisah dalam cerpen biasanya terlahir dari peristiwa sehari-hari h. Karakter tokoh pada cerpen sangat sederhana i. Pesan moral cerpen sangat mendalam sehingga membuat pembaca ikut merasakan kisah cerpen tersebut. Unsur Cerpen Unsur pada cerpen dibedakan menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. a. Unsur Instrinsik Unsur intrinsik adalah unsur pembangun dalam cerita. Beberapa unsur instrinsik yang terdapat dalam cerpen sebagai berikut : 1) Tema Tema adalah topik yang melatarbelakangi suatu cerita dan merupakan unsur utama pembangun cerita yang ditulis oleh penulis.
39 2) Alur atau plot Alur atau plot adalah urutan jalannya cerita dan biasanya alur pada cerpen dimulai dari perkenalan, timbulnya konflik, dan penyelesaian. 3) Setting atau latar Setting atau latar adalah bagian yang menjelaskan tempat atau lokasi, waktu, dan suasana suatu cerita. 4) Tokoh Tokoh adalah pemeran dari cerita yang dikisahkan dalam cerpen. Terdapat dua macam tokoh yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama biasanya memiliki watak protagonis, yaitu tokoh yang paling banyak diceritakan dan biasanya bersifat baik. Sedangkan tokoh tambahan adalah tokoh pendukung jalannya cerita. Tokoh tambahan ada tokoh antagonis dan tritagonis. Antagonis adalah tokoh yang menentang jalannya cerita, biasanya bersifat jahat. Tritagonis adalah tokoh yang sifatnya netral yang menjadi penengah antara tokoh protagonist dan tokoh antagonis. 5) Watak Watak merupakan gambaran sifat dari masing-masing tokoh. Misalnya baik hati, suka menolong, penurut, keras kepala, sabar, dan lain-lain. 6) Sudut pandang Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya dalam cerita yang dikarang. 7) Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat berisi tentang nilai-nilai kehidupan yang baik dan dapat dijadikan pelajaran bagi pembaca. b. Unsur Ekstrinsik Unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun yang berasal dari luar cerita cerpen. Beberapa unsur ekstrinsik cerpen sebagai berikut : 1) Latar belakang pengarang 2) Latar belakang masyarakat 3) Biografi pengarang 4) Aliran sastra yang memengaruhi gaya bahasa pengarang 5) Kondisi psikologis pengarang Konflik merupakan nyawa dalam sebuah cerita. Konflik dalam suatu cerita menentukan mutu dari cerita tersebut. Konflik akan muncul pada bagian komplikasi. Pada bagian ini akan menceritakan munculnya konflik hingga konflik tersebut memuncak. Berikut langkah-langkah mengetahui konflik atau permasalahan pada cerita yaitu : a. Membaca cerpen secara kesluruhan b. Menemukan tokoh beserta watak tokoh
40 c. Mencatat hal-hal yang dialami tokoh, seperti hal yang diinginkan dan hal yang tidak diinginkan. d. Menyimpulkan menjadi permasalahan atau konflik yang dialami tokoh. 2. Informasi Pada Teks Dengan Elemen Visual Pengertian Teks Informasi Teks informasi adalah teks yang bertujuan untuk memberikan fakta, data, dan informasi dalam rangka pengembangan wawasan serta ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah. Teks informasi dapat berupa iklan, dokumen perusahaan atau pemerintahan, berita, artikel, pidato, buku pelajaran, pamphlet, brosur, infografik, label (makanan atau obat), resep (makanan atau minuman), ulasan (resensi buku, film atau drama), jurnal ilmiah, laporan penelitian ilmiah, buku panduan dan editorial. Teks informasi juga bisa berwujud tulisan, lisan, dan visual. Teks informasi lisan bisa berasal dari teks informasi tulis atau visual yang dibaca. Biasanya teks informasi visual lebih ringkas daripada teks tulis. Teks informasi visual berisi ilustrasi yang bisa memperjelas teks informasi yang ditulis. Langkah – langkah agar dapat memahami ide pokok pada teks informasi yang dibacakan dengan tulisan dan gambar pendukung sebagai berikut : 1. Menyimak teks yang dibacakan dengan seksama. 2. Mencatat ide pokok dari teks yang dibacakan. 3. Mencermati gambar pendukung yang disajikan. 4. Bandingkan keduanya untuk mendapatkan teks yang lebih kalian sukai. Menyimak Simaklah guru membacakan teks berikut ini. Lalu perhatikan gambar di bawahnya. Pentingnya Air Bagi Tubuh Kita Masa anak anak dimulai saat usia pra sekolah usia 60-84 bulan hingga anak usia sekolah usia 7 sampai usia 10 tahun. Upaya Kesehatan anak anak meliputi tata laksana dan rujukan, gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi, rehabilitasi dan perawatan jangka panjang pada penyakit kronis/langka, pola asuh dan stimulasi perkembangan, serta penyediaan lingkungan yang sehat dan aman. Di usia anak pra sekolah juga diperlukan skrining kesehatan untuk mendeteksi masalah kesehatan, sehingga dapat dilakukan intervensi dini untuk mencegah kematian, kedisabilitasan dan kesakitan. Kesehatan anak-anak sangat penting diperhatikan karena pada masa ini anak masih dalam tahap perkembangan dan pertumbuhan yang cepat. Kesehatan anak-anak sangat dipengaruhi oleh asupan makanan dan nutrisi yang cukup serta aktivitas fisik
41 yang teratur. Anak-anak yang sehat ditandai dengan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang sesuai dengan usianya. Kesehatan juga dapat dilihat dari kemampuan anak untuk menghadapi stres dan tekanan, serta aktivitas fisik dan sosial yang sehat. Asupan makanan yang sehat dan bergizi sangat penting bagi kesehatan anak-anak. Orangtua perlu memberikan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, aktivitas fisik yang teratur juga perlu diperhatikan, seperti olahraga ringan atau bermain di luar rumah, untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, serta kekuatan otot dan tulang anak. Kesehatan mental dan emosional juga perlu diperhatikan pada anak-anak, karena mereka juga mengalami stres dan tekanan di sekitar mereka. Orangtua perlu memberikan dukungan emosional dan konseling jika dibutuhkan, serta membantu anak mengatasi stres dan kecemasan. Jika ada keluhan atau tandatanda tidak sehat pada anak, segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Pencegahan dan perawatan yang tepat dapat membantu mempertahankan kesehatan anak-anak dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Disarikan dari ayosehat.kemkes.go.id Bandingkan informasi pada teks bacaan “ Pentingnya Air bagi Tubuh Kita” dengan teks visual “ Manfaat Minum Air Putih Bagi Tubuh”. 1. Apakah ada informasi yang sama ? Sebutkan 2. Apakah ada informasi yang bertentangan? Sebutkan. 3. Teks mana yang lebih kalian sukai? Sebutkan alasannya.
42 3. Paragraf Deduktif, Induktif dan Campuran Teks bacaan terdiri atas beberapa paragraph atau alinea. Setiap paragraph pasti memiliki kalimat utama dan kalimat penjelas. Letak kalimat utama di setiap paragraph berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut, paragraph dibagi menjadi tiga jenis, yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf campuran. Berikut penjelasan dari masing-masing paragraf. a. Paragraf Deduktif Paragraf Deduktif adalah paragraf yang ide pokoknya terletak di awal paragraf. Susunan paragraf deduktif, yaitu kalimat utama di awal paragraf (berisi ide pokok) kemudian disusul beberapa kalimat penjelas setelah kalimat utama. Berikut contoh paragraf deduktif : Contoh : b. Paragraf Induktif Paragraf induktif adalah paragraf yang ide pokoknya terletak di akhir paragraf. Susunan paragraf induktif, yaitu beberapa kalimat penjelas di awal paragraf disusul kalimat utama di akhir paragraf. Contoh : c. Paragraf Campuran Paragraf campuran adalah paragraf yang ide pokoknya berada di awal paragraf kemudian diperkuat dengan kalimat utama di akhir paragraf. Adapun susunan paragraf campuran, yaitu kalimat utama di awal paragraf (berisi ide pokok) dilanjutkan beberapa kalimat penjelas kemudian di akhir paragraf terdapat kalimat utama (berisi ide pokok) yang memperkuat kalimat utama di awal paragraf. Tubuh manusia sangat membutuhkan asupan air putih. Selain karena sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air, konsumsi air putih dibutuhkan agar organ tubuh bisa bekerja maksimal. Kebutuhan cairan seseorang mungkin akan berbeda dengan orang lain, tergantung pada kondisi tubuh, aktivitas yang dilakukan, hingga kondisi cuaca. Sebaliknya, kekurangan konsumsi air putih dapat mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi dapat menimbulkan gejala berupa tubuh lemas, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, bahkan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Jelaslah, kekurangan konsumsi air putih dapat membahayakan kesehatan.
43 Contoh : Membaca Bacalah cerita pendek “Kisah Seekor Semut yang Balas Budi” di bawah ini dengan suara nyaring. Perhatikan intonasi kalian saat membaca! Setelah itu jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait cerita ini! Kisah Seekor Semut yang Balas Budi Suatu hari di tengah hutan yang damai, ada seekor semut kecil yang hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumahnya. Sungai yang akan diseberangi memiliki arus air yang cukup kencang. Dengan sangat hati-hati semut menyeberangi sungai menggunakan kakinya yang kecil, tapi di tengah sungai ia pun tergelincir oleh batu yang licin dan terbawa arus sungai yang deras. Ia pun berteriak minta tolong sekuat tenaga. Di samping itu, minum air putih membantu kelancaran metabolism tubuh kita. Secara sederhana, metabolism adalah proses tubuh mencerna makanan/minuman yang kita konsumsi, menyerap zat-zat yang diperlukan tubuh, lalu membuang zat-zat sisa yang tidak diperlukan. Sisa ini dikeluarkan melalui keringat, urine, atau feses. Proses ini akan lebih lancar jika kita menonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.
44 Seekor burung merpati yang kebetulan tengah terbang melintasi sungai mendengar teriakan si semut. Ia pun turun dan mengambilkan daun untuk menolong semut yang hampir tenggelam. Semut buru-buru naik ke atas daun sehingga ia pun tidak jadi tenggelam dan bisa menyeberang dengan selamat. Beberapa hari setelah itu, semut yang sedang mencari makanan melihat seorang pemburu tengah membidik sasarannya. Ternyata yang jadi sasaran pemburu adalah burung merpati yang kemarin menolongnya. Ketika akan menembakkan senapannya, si semut pun menggigit kaki pemburu dengan kencang sehingga si pemburu kaget dan melepaskan tembakan. Untungnya tembakannya meleset dan merpati pun bisa kabur karena mendengar suara tembakan. Burung merpati mengenali si semut yang ditolongnya di sungai telah menyelematkannya dari pemburu. Ia pun turun dan berterima kasih pada semut. Keduanya pun menjadi sahabat baik yang saling tolong menolong. Pastikan kalian memahami cerita “Kisah Seekor Semut yang Balas Budi” denan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini 1. Apakah ide pokok cerita ini ! 2. Siapa saja tokoh dalam cerpen “Kisah Seekor Semut yang Balas Budi”? 3. Tuliskan watak dari masing-masing tokoh cerpen “Kisah Seekor Semut yang Balas Budi”! 4. Apa yang membuat semut membantu burung merpati? Menulis Perhatikan kembali cerita “Kisah Seekor Semut yang Balas Budi” di atas. Perhatikan masalah yang dialami tokoh-tokohnya. Setelah itu, salin dan lengkapi tabel berikut ke buku tulis kalian. a Judul Cerita b Tokoh Utama c Tokoh Pendukung d Hal yang diinginkan atau tidak diinginkan tokoh utama e Alasan tokoh untuk menginginkannya f Tindakan yang dilakukan tokoh untuk mencapai keinginannya g Hal yang membuat tokoh tidak mendapatkan keinginannya h Apakah tokoh berhasil mencapai keinginannya? Jelaskan.
45 4. Membedakan Fakta dan Opini Kalimat Fakta Fakta yang diuraikan dalam teks editorial dideskripsikan di dalam kalimat kalimat yang mengandung informasi otentik yang berasal dari observasi lapangan. Fakta merupakan segala sesuatu yang dapat ditangkapmoleh indera manusia. Fakta merupakan sesuatau yang telah terjadi dan telah terbukti kebenarannya. Berikut ini beberapa perbedaan kalimat fakta dan opini yang terdapat dalam teks editorial: a. Pernyataan fakta bersifat objektif dan opini bersifat subjektif b. Pernyataan tentang fakta berisi kejadian yang benar-benar terjadi, sedangkan opini merujuk pada peristiwa yang tidak terjadi. c. Pernyataan pendapat tidak dilengkapi dengan data pendukung, berbeda dengan pernyataan fakta yang menggunakan data untuk mendukung argumentasi. d. Opini itu mengandung conditional clause yang menurut saya menggunakan katakata akan lebih baik, mungkin, jika, lebih tepatnya, harus, dan banyak lagi e. Opini menyiratkan peristiwa spekulatif dan mengandung pembenarannya sendiri Adapun ciri ciri kalimat opini adalah: a. Bersifat subjektif dan disertai dengan pendapat, saran serta uraian yang menjelaskan. • Opini berisi pendapat mengenai kejadian yang sedang terjadi. b. Opini menunnukan peristiwa yang kebenarannya belum tentu terjadi. c. Opini berisi pendapat dari seseorang atau komunitas. d. Informasi yang disampaikan oleh opini belum ada pembuktian. Sedangkan ciri ciri kalimat fakta adalah sebagai berikut: a. Kebenaran di dalam kalimat fakta dapat dibuktikan b. Kalimat fakta memiliki data yang akuar mulai dari waktu, tanggal serta tempat peristiwanya. c. Kalimat fakta bersifak objektif d. Kalimat fakta dapat menjawab pertanyaan 5W=1H e. Kalimat fakta berisi kejadian yang sedang terjadi. Contoh kalimat Fakta f. Buktinya kita lihat berdasarkan pelaku masalah-masalah korupsi yg ditangkap sang KPK berdasarkan daerah. g. Kemudian, KPK pula sedang memeriksa masalah alih fungsi hutan sebagai daerah perkotaan & pelabuhan pada 2 provinsi. h. Selain itu, KPK pula melakukan pemeriksaan terhadap beberapa proyek pembangunan pada Indonesia.