Kusriyanto, S.Pd.
KusumaKumpulan Puisi
Bangsa
Editor: Rustantiningsih
Kusriyanto, S.Pd.
KUSUMA BANGSA
(Kumpulan Puisi)
Editor: Rustantiningsih
ii
iii
KUSUMA BANGSA
(Kumpulan Puisi)
Penulis : Kusriyanto, S.Pd.
ISBN : 978-623-6620-84-7
Editor : Rustantiningsih
Penata Letak : Tim Qahar Publisher
Desain Sampul : Lavenda Heparvia Nurvi
Hak Cipta 2020, Pada Penulis
Isi diluar tanggung jawab percetakan
Copyright © 2020 by Qahar Publisher
x, 54 hlm, 14,8 cm x 21 cm
Cetakan Pertama, November 2020
All Right Reserved
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau
memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari Penerbit.
QAHAR PUBLISHER
Jl. Randusari Pos III/390A Kota Semarang
www.qaharpublisher.com
E-mail: [email protected]
iv
PRAKATA
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
anugrah-Nya Kumpulan Puisi yang berjudul: “Kusuma
Bangsa” dapat terbit. Ini semua berkat kerja keras dan
dorongan dari berbagai pihak.
Kumpulan puisi ini berisi tentang perasaan,
pikiran, dan pengamatan penulis. Banyak hal yang
tertuang di dalamnya seperti kekaguman kepada para
tokoh. Kesehatan, cinta tanah air, kehidupan, serta
berbicara tentang alam semesta.
Penulis menyadari bahwa terbitnya kumpulan puisi
ini juga berkat dukungan dan motivasi dari beberapa
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima
kasih kepada:
1. Bapak Daryana, M.Pd., Kons, selaku Pengawas Dabin
2 Kecamatan Semarang Tengah, yang telah
memberikan saran dan motivasi kepada penulis.
2. Kepala SDN Pendrikan Kidul yang selalu memberi
motivasi dan menginspirasi.
v
3. Guru dan siswa SDN Pendrikan Kidul yang senantiasa
memberi semangat.
Semoga kumpulan puisi ini dapat menambah koleksi
perpustakaan dan menjadi bahan bacaan bagi siswa Bagi
guru dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan
keterampilan menulis.
Semarang, 2020
Penulis
vi
DAFTAR ISI
Ingin Hidup Seperti yang Dulu_______1
Aku Ingin Belajar di Sekolahan_______2
Teratai di Desa_______3
Berkunjung ke Kebun Binatang_______4
Kapan Berakhir_______5
Pulihlah Negeriku_______6
Jendela Ilmu_______7
Terima Kasih Guru_______8
Kaulah Inspirasiku_______9
Pesona Alamku_______10
Amanah Illahi_______11
Lari Pagi_______12
Bersabar Hati_______13
Desaku Permai_______14
Doaku Untukmu_______15
Gempa Bumi_______16
Hujan Pagi Itu_______17
Aku Bangga Indonesiaku_______18
Kau yang Terhebat_______19
vii
Guruku Kebanggaanku_______20
Kebersihan Sekolah_______21
Bunga Edelweis_______22
Perjalanan Hari ini_______23
Ketabahan Diri_______24
Kusuma Bangsaku_______25
Karyamu Kan Abadi_______26
Pahlawanku_______27
Panutanku_______28
Rembulan_______29
Sang Maestro_______30
Sang Penyabar_______31
Soreku Berteman Kabut_______32
Suara Hati_______33
Upacara Bendera_______34
Kepastian Hidup_______35
Maafkan Kami_______36
Sebuah Harapan_______37
Garudaku_______38
Lambang Negeriku_______39
Selamat Tinggal Guruku_______40
viii
Kapan Semua Akan Berakhir_______41
Nusantaraku_______42
Jayalah Indonesiaku_______43
Rindu Perubahan_______44
Pantai Klayar_______45
Ardha_______46
Didi Kempot_______47
SDN Pendrikan Kidul_______48
Bunda_______49
Susi Susanti_______50
Bambang Pamungkas_______51
Yayuk Basuki_______52
Habibie_______53
Profil Penulis_______54
ix
x
Ingin Hidup Seperti yang Dulu
Hari-hari mulai berganti
Tak ada keramaian di depan rumah
Hanya angin sepoi-sepoi yang menemani
Rasanya pemikiran dan tubuh mulai lelah
Menjalani hidup tanpa interaksi
Pintu-pintu tertutup rapat
Seolah menolak untuk dikunjungi
Apakah ini yang namanya bermasyarakat?
Korona mengubah semuanya
Melupakan tawa dan canda
1
Aku Ingin Belajar di Sekolah
Ku tatap layar handphone lagi
Link tugas tiap pagi menjadi sarapanku
Tumpukan buku mulai ditutupi debu
Video pembelajaran ku putar kembali
Orangtuaku sibuk bekerja hingga senja
Meninggalkan aku dan makanan di meja
Ku kerjakan semua tugas seadanya
Suara pintu membangunkan tubuh yang tak berdaya
Aku ingin belajar di sekolahan
Bermain dan belajar dilakukan bersamaan
Dengan penuh kegembiraan
2
Teratai di Desa
Saat pulang ke desa ke rumah nenekku
Nampak pemandangan danau yang indah
Tak jenuh ku memandangnya
Berbagai jenis teratai memenuhinya
Melayang di atas air terbawa angin
Mempercantik suasana pedesaan
Ingin ku petik sebagai kenang-kenangan
Kan ku letakan di kolam ikan
3
Berkunjung ke Kebun Binatang
Kerumunan nampak antre memanjang
Semakin jelas terdengar sorak-sorai
Nampak jerapah dengan leher panjang
Burung terbang ke sana ke mari
Di sampingnya ada pagar besi
Zebra belang berdiri sendiri
Memakan ruput liar
Pengunjung berkerumun di sekitar
Kebun binatang mini
Memiliki satwa langka yang dilindungi
Menarik untuk dikunjungi
Bisa belajar sambil rekreasi
4
Kapan Berakhir
Saat ini dunia memperbincangkannya
Televisi, radio, dan surat kabar
Memberitakan tentang corona
Semua orang merasa khawatir
Tak ada sekolah yang buka
Pusat perbelanjaan ditutup
Tidak ada hiruk-pikuk pasar
Pagi hingga malam senyap
Semua dunia tertuju padanya
Virus yang membungkam mulut
Menutup sebagian wajah
Entah berakhir sampai kapan
5
Pulihlah Negeriku
Negeriku cepatlah membaik....
Cepatlah pulih...
Rindu akan damainya melakukan semua hal bebas
Tanpa takut akan tertular sakit yang mewabah
Kami rindu belajar dan datang ke sekolah
Awalnya kami bersyukur tidak datang ke sekolah
Tapi kini... merasakan tanpa teman,
Tanpa bimbingan guru
Aku bukan apa-apa
dan aku bisa apa?
Sekali lagi .....
Cepatlah pulih kembali
6
Jendela Ilmu
Buku...
Kau tempat menabur ilmu
kau jendela di hidupku
Buku…
kau tempatku berbagi rasa
Terselip kata demi kata
Buku...
Kau yang mengajariku arti kehidupan
Tempatku goreskan pena
Buku...
Kau guru yang hanya diam membisu…
Namun ....
kau berikan jutaan ilmu yang tersimpan di setiap
lembaran
7
Terima Kasih Guru
Pahlawan tanpa tanda jasa ialah Guru
Yang selalu membekaliku ilmu
Senyummu selalu tulus
Engkau terangi kita bersama lentera ilmumu
Guru .....
Engkau pahlawan yang tak mengharapkan balasan
Engkau membuat hidupku lebih berarti
Guru ....
Tiada kata yang pantas
selain terima kasih atas seluruh jasa-jasa mu
8
Kaulah Inspirasiku
Banyak hal yang belum aku tahu….
Dan tak pernah ingin tahu
Kini aku tahu, paham dan mengerti
Semua karena kehadiranmu
Hal baru banyak kudapatkan darimu
Hingga ku berani melangkah lebih laju
Bimbinganmu semakin menguatkanku
Untuk menggapai karierku
Bahasamu jelas, suara kadang terasa keras
Kau arahkan diriku dengan alasan yang jelas
Semata hanya untuk memotivasi
Untuk selalu maju dan terus maju
9
Pesona Alamku
Kulangkahkan kakiku
Menjauhi zona nyaman
Untuk mengenalmu
Kujejakkan kakiku ini
Untuk mejelajahimu
Sehingga memacu semangatku
Meskipun terasa lelah
Namun hati ini berkata
Tak ku sangka….
Sungguh mempesona alammu ini
10
Amanah Illahi
Sunggguh terasa berat hidupku….
Melewati jalan yang berliku
Banyak rintangan yang harus kuhadapi
Demi mencapai tujuan yang aku harapkan
Haruskah semua ini yang aku alami
Berjuang dengan keras dan sabar hati
Dalam menggapai cita dan harga diri
Agar aku tak jadi beban dan hinaan nanti
Kini aku sudah mencapai mimpi
Dengan segala hal telah aku miliki
Tetapi ku harus tetap sadar dan rendah hati
Karena semua yang kudapat adalah amanah Illahi
11
Lari Pagi
Udara segar teras pagi ini
Seiring mentari bersinar lagi
Menghantarkan perginya si embun pagi
Membangkitkan semangat setulus hati
Pagi yang indah ….
Kami semua menjadi tergugah
Berlari pagi di sekitar rumah
Badan sehat walau lelah
Berlari di pagi hari…
Membuat riang suasan hati
Tumbuhkan rasa percaya diri
Tuk menjalani hidup di hari ini
12
Bersabar Hati
Bencana datang setiap waktu
Tanpa permisi atau mengetuk pintu
Datangnya secara tiba-tiba
Sehingga kita tak siap menghadapinya
Tangisan dan jeritan terjadi di mana-mana
Teriakan silih berganti menyayat hati
Sengsara dan derita menimpa kami
Tanpa sedikit pun pikirkan dengan nurani
Semuaanya kini telah terjadi
Bersabar hati dan selalu mandiri
Semua adalah sudah jadi kehendak Illahi Robby
Sebagai ujian manusia di muka bumi
13
Desaku Permai
Sawah menghijau luas terbentang
Sebuah harapan para petani bulan mendatang
Seakan sirna letih dan lelah mereka bekerja
Menanti hasil kucuran keringat akan datang
Padi merunduk siap ditumbuk
Petani riang melihat hasil panennya
Buah semaian tanaman di desaku
Yang selalu membanggakan dan kurindu
Air sungai mengalir lembut
Bagai kaca yang sangat bening
Sungguh indah dan subur alamnya
Desaku permai yang ramah penghuninya
14
Doaku Untukmu
Dalam setiap detak jarum jam berdentang
Aku selalu ingat dan menyebutmu
Teringat semua keikhlasan dan kelembutan hatimu
Yang selalu kau berikan kepadaku
Banyak sudah pengorbananmu
Banyak pula rintangan mengujimu
Semua kau lewati dengan ikhlas dan sabar
Hanya untuk menjaga dan melindungiku
Dalam sepi kucoba bicara denganmu
Berharap bertemu walau sedikit waktu
Hanya doa tulus selalu kupanjatkan untukmu
Semoga bahagia di surga sepanjang waktu
15
Gempa Bumi
Engkau datang dengan membawa gebrakan
Membuat semua orang ketakutan
Melumat dan menghancurkan bangunan,
Tanpa mengenal rasa kasihan
Sadarkah apa yang telah kau lakukan
Tidakkah kau dengar suara tangisan di mana-mana
Mengapa kau abaikan suara teriakan itu…
Semua terluka dan sengsara karenamu…
Sampai hati kau lakukan semua itu
Tanpa memandang sedikit pun kebaikan kami
Kau luluh lantahkan semua yang kami miliki
Seakan girang mendengar ratapan dan kesedihan kami
Aku hanya bisa berdoa
Semoga bencana ini sirna
16
Hujan Pagi Itu
Ketika subuh tiba, terdengar bunyi menggelegar
Terhentak aku dari pembaringan
Segera ku basuh muka menjalankan kewajiban
Diiringin gemercik air hujan
Sungguh dingin udara pagi itu
Serasa membuatku kehilangan semangat
Menunaikan pekerjaan yang harus segera terselasaikan
Karena tak akan ada waktu perpanjangan
Hujan di pagi itu……..
Tak menggoyahkan niatku untuk pergi
Bekerja dan mengabdi
Memenuhi panggilan hati
17
Aku Bangga Indonesiaku
Tempatku dilahirkan
Tempatku dibesarkan
Tempatku menuntut ilmu
Tempatku mengabdi dan berkarya
Indonesia…
Negeriku yang elok dan indah
Limpah ruah alamku
Sumber kekuatan dan selalumenjadi energy semangatku
Indonesiaku…
Negeri kebanggaanku
Akan selalu kujaga merah dan putihmu di setiap
langkahku…
Detak jantungku, hingga hembusan nafasku
Tak kan kubiarkan merah putih terenggut dan ternoda
Oleh apapun dan siapapun
Adalah keyakinanku yang selalu terpatri dalam dada
Aku bangga Indonesiaku
18
Kau yang Terhebat
Ribuan pasang mata menyaksikan kehebatanmu
Mereka bersorak untukmu
Mereka mengelu-elukan dirimu
Mengiringi perjuanganmu
Sungguh hebat permainanmu
Gagah bertanding di arena
Kau taklukan lawan-lawanmu
Dan berkibarlah sang merah putih benderamu
Telah kau tunjukan siapa dirimu
Nafas lelah pun tak kau hiraukan
Untuk meraih kemenangan
Dan berdiri tegap di podium kehormatan
19
Guruku Kebanggaanku
Pagi yang cerah menyambut hariku
Diantar ayah dan ibu dengan sepeda motor biru
Berjalan menelusuri jalan dan kampung
Menuju sekolah tercintaku
Kujinjing tas ransel merahku
Sambil kusapa dan kujabat tangan guru-guru
Berjalan semangat menuju kelasku
Dan siap menuntut ilmu dari guruku
Kuikuti dan kudengarkan penjelasan guruku
Setiap kata, kalimat adalah ilmu yang berguna bagiku
Dengan jelas dan lantang kudengar suara guruku itu
Seorang guru yang pintar dan menjadi kebanggaanku
20
Kebersihan Sekolah
Aku duduk di sudut depan aula sekolahku yang bersih
Di tempat itu kutatap dalam- dalam bukuku
Tiap huruf yang berbaris menjadi ilmu santapanku
Terasa nyaman dan bahagia rasa hatiku
Sungguh senang membaca di tengah suasana damai
dan bersih
Tapi kadang rasa bosan datang …..
Dengan segudang tugas yang menguras tenaga dan pikiran
Hingga kadang muncul rasa putus asa
Kulihat jauh memandang ke sudut sekolah tempatku
mencari ilmu
Tempatku berlatih menjaga kebersihan
Tempatku berlatih menjaga kedamaian
Tempatku berlatih memimpin diri
21
Bunga Edelweis
Ku tahu…
Bangsa ini
Mempunyai beragam keindahan
Terutama alammu
Kulihat hijaunya…
Pepohonan di gunung
Kulihat sabana yang terbentang sangat luas
Dan kulihat bunga abadi, edelweis namanya
Dan itu…
Indah untuk kutatap
Untuk kulihat, untuk kunikmati
Namun jangan pernah kau merusaknya
22
Perjalanan Hari ini
Kutatap awan nan redup di malam hari
Pertanda muram langit ini
Teringat perjalananku hari ini
Yang terasa hampa dan sunyi
Betapa gundah hati ini karenamu
Seakan tak mau menyapaku
Terasa berat beban yang kurasakan
Di tengah kerasnya hidup ini
Sunggguh perih kurasakan
Melihat kau yang tidak bersahabat
Yang selalu mengekangku dalam diam
Hingga aku merasakan kegagalan
23
Ketabahan Diri
Langkahku tak akan berhenti
Berjuang menggapai sebuah harapan
Walau hinaan dan cibiran kudapatkan
Terus melangkah tanpa keraguan
Jatuh dan gagal sering kualami
Bangkit dan melangkah kucoba lagi
Selalu yakin menatap masa depan
Dengan penuh ketabahan hati
Tetapkan tujuan untuk persinggahan
Berfikir luas tanpa kenal malas
Jangan lemah apalagi menyerah…
Selalu bersyukur ketika tujuan tergapai
24
Kusuma Bangsaku
Namamu dikenang sepanjang masa
Perjuanganmu tak kenal lelah
Mempertahanakan negeri ini
Walau nyawa taruhannya
Tak gentar peluru menghadang
Tak mundur meriam berdentum
Tetap maju dan terus menyerbu
Sampai titik darah penghabisan
Kau rela mati di medan tempur
Seolah nyawa tak berarti bagimu
Demi tetap berdiri bangsa dan negriku
Hingga Gugur sebagai kusuma bangsaku
25
Karyamu Kan Abadi
Sunyi sepi malam ini
Tiada terdengar lagi suara merdumu
Tiada lagi senandung sapaanmu
Dan tiada lagi tawa riuh candaanmu
Dulu kau begitu dinanti
Dulu kau sangat menginspirasi
Semua karyamu begitu meresap di hati
Hingga semua orang tak berhenti mengagumi
Kini waktu telah berganti
Semua berubah dan terlewati
Hanya kenangan yang selalu mengikuti
Seiring langkahmu menuju tempat yang abadi
26
Pahlawanku
Pagi yang cerah hembusan angin menerpa wajah
Dingin menyelimuti langkah penuh keiklasan
Harapan hanya untuk suatu perubahan
Berfikir hanya untuk sebuah keberhasilan
Tiada kalimat seindah nasehatmu
Tiada penawar semanis senyumanmu
Tiada hari tanpa mengabdi
Menebar benih ilmu tanpa rasa pamrih
Hari demi hari begitu cepat berlalu
Tiada nampak rasa jenuh terpancar di wajahmu
Semangatmu kan tetap menyala
Memberikan kasih sayang kepada anak didikmu
Jika engkau kelak melangkah pergi
Kutahu langkahmu penuh pengorbanan
Jika kelak dirimu telah tiada namamu kan terkenang
Sebagai pahlawan penerang hidupku
27
Panutanku
Begitu keras dan tegar perjuangan hidupmu
Tak pernah nampak wajah letih dan lelahmu
Tak pernah menyerah hingga mulai bertambah usiamu
Karena tak ingin terlihat lemah di depan anak-anakmu
Selalu kau ajarkan kapadaku tentang kejujuran
Selalu kau ingatkan kepadaku tentang kepedulian
Dan selalu kau tananmkan tentang arti menghargai
Serta selalu kau kuatkan tentang harga diri
Kini semua telah kau lalui seiring bergantinya waktu
Perjuangan hidupmu kau persembahkan untuk
keluargamu
Engkaulah pejuang sejati dalam hidupku
Kan kukenang nasehat dan petuahmu wahai panutanku
28
Rembulan
Kusapa dirimu di malam sunyi
Tak terdengar suara dan keluh
Yang nampak hanya bayangan
Melintas di bawah sinarmu
Kau adalah penerang jiwa yang gundah
Kau penebar cahaya dalam gelap
Kau melihat setiap insan di muka bumi ini
Dan kau pembawa pencerahan bagi setiap makluk Tuhan
Ketika kau melintas dari peradabanmu
Nampaklah gelap dan gulita yang ada
Dan tinggalah kesedihan dan duka
Karena semua kehilangan sinar indahmu…duhai
Rembulan
29
Sang Maestro
Sungguh sulit dan keras perjalanan hidupmu
Kau telusuri lorong kampung untuk mengais rejeki
Kau tempa nyali untuk mencari jati diri
Berkarya dan bernyanyi
Kesabaran dan keikhlasanmu diuji
Kau sodorkan setiap coretan isi hati, agar orang mengerti
Tetapi penolakan dan cibiran yang kau dapati
Namun kau tetap berkarya dan sabar hati
Kini karyamu mulai diakui
Semua kalangan terinspirasi dan mencintai
Dari yang muda, tua sampai yang patah hati
Semua larut dalam syair dan irama suara hati
Kini tiga puluh tahun sudah karyamu berdendang
Buah perjuangan dan pengabdian panjang
Kau tutup karyamu di panggung kebajikan
Dengan konser amal bersama sobat ambyarmu yang
dermawan
30
Sang Penyabar
Setiap hari kau bangunkan aku ketika subuh
Meski itu tak membuatku luluh
Kau selalu memanjakanku ketika pagi hari
Meski itu tak membuatku semangat
Kau sapa aku dengan senyum manismu, walau kadang
aku acuh
Namun ia selalu baik dalam bertutur kata
Kadang aku melawan setiap perintahmu
Namun ia selalu sabar dengan budi bahasanya
Dialah sang penyabar itu….
Dengan segala kekuranganku,ia selalu menutupi itu
Dengan ikhlas kau bimbing diriku
Aku sayang ibu, maafkan semua kesalahan anakmu
31
Soreku Berteman Kabut
Tak biasanya jalanan di sore itu sepi
Ketika orang hilir mudik pulang kerja
Laju kendaraan yang cukup lengang
Di saat senja kan menjelang
Ku duduk sendiri di tepi jalan
Kulihat awan nampak hitam kelam
Pertanda hujan segera turun di hari petang
Mengiringi perjalananku pulang
Tak terasa air hujan mulai surut
Perjalananku terus berlanjut
Namun perasaanku semakin cemberut
Karena soreku berteman kabut
32
Suara Hati
Jauh sudah ku berjalan….
Tak tau waktu sampai kapan
Entah apa yang aku cari
Hingga kini ku masih tak mengerti
Kadang hidup ini penuh misteri
Karena tak ada yang tau pasti
Semua adalah proses diri
Yang harus selalu disyukuri
Tentukan tujuan dalam diri
Terus melangkah sampai nanti
Sampai batas ambang usia ini
Semua hanyalah menuruti suara hati
33
Upacara Bendera
Hari itu hari Senin…
Ku datang ke Sekolah lebih awal
Dengan perasaan riang gembira
Karena sekolah diawali dengan upacara bendera
Semua anak dengan suka cita menuju halaman
sekolah
Dengan hikmat mengikuti upacara bendera
Berbaris rapi bagaikan tentara
Tanpa suara tanpa gerakan terdiam dalam kehikmatan
Bersenandung lagu Indosnesia Raya
Seirama bergerak bendera menuju tiang
Dengan tegap memberi hormat
Seiring merah putih dikibarkan
34
Kepastian Hidup
Ku coba melangkah
Tak juga aku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kaki ini
Tetapi aku masih tak menemukan sesuatu
Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Agar diberi sebuah kesempatan
Untuk bisa hidup nyaman
Oh Tuhan…
Perjalanan ini sungguh melelahkan
Perjalanan ini sungguh membingungkan
Perjalanan ini belum menemukan jalan yang pasti
Tuhan..
Beri aku keyakinan
Beri aku kekuatan
Agar aku bisa menjadi seseorang
Yang berguna dalam dunia ini
35
Maafkan Kami
Beda tetapi satu
Semboyan hebat
Beda tetapi satu
Semboyan gagah yang nyaris terlupa
Apanya yang satu?
Bila sedikit perbedaan meluapkan emosi
Apanya yang satu?
Bila darah tertumpah karena perbedaan
Bunda pertiwi.....
Maafkan kami...
Kami penerus negeri yang hilang arah
Kami khilaf abaikan amanah
36
Sebuah Harapan
Dalam hujan ku berpeluh
Debu jalanan selalu menemani
Berteman sepi
Mimpi dalam khayalan
Dalam sujud heningku
Kupanjatkan semua doa dan harapan
Air mata selalu jadi teman setia
Di setiap malamku
Ya Allah aku hampir menyerah
Tapi semua itu kehendakMu
Ku yakin Kau akan memelukku
Di setiap doa dan permohonan yang kupanjatkan
37
Garudaku
Garudaku
Kau adalah lambang negeri ini
Berdirilah tegak di negeriku
Rentangkan sayapmu
Garudaku....
Kebaskan sayap dan ekormu
Terbanglah tinggi
Katakan pada mereka
Mereka yang telah berdiri di atas penderitaan kami
Mereka yang selalu berkedok untuk membantu sesama
Mereka yang selalu berkata demi agama
Seolah mereka paling jago di negeri ini
Garudaku....
Tunjukkan kekuatanmu
Tunjukkan kehebatanmu
Hempaskan mereka dari muka bumi ini
Agar Indonesiaku tetap bersatu
38
Lambang Negeriku
Garuda...
Kaulah lambang negeriku
Tetes darah dan keringat mu
Penuh semangat yang membara
Namun kini ......
Tak ada yang berpaling untuk melihatmu
Tak ada yang menyebut namamu
Tak ada yang mengakui kehebatanmu
Dan .....
Tak ada juga yang menghargai perjuanganmu
Kewibawaanmu....
Telah hancur
Garudaku
Bangunlah Bangkitlah dari tidur panjangmu
Kepakkan sayap perkasamu
Terbanglah yang tinggi
Kami semua bangga padamu
Kami membutuhkanmu
Buktikan pada dunia
Kau adalah Garuda Hebat
Kau adalah Indonesia
Kami percaya ....
Kau tak akan sia-siakan perjuanganmu
Demi negeri tercintaku tanah kelahiranku
INDONESIA
39
Selamat Tinggal Guruku
Selamat tinggal guru tercinta
Jasamu tak akan bisa kami lupa
Nasehatmu akan kami terapkan dalam hidup kami
Semangatmu telah tersimpan dalam dada
Selamat tinggal guru tercinta
Kenangan tentangmu akan selalu teringat
Terima kasih untuk semua yang kau berikan pada kami
Seiring dengan salam dan lambaian tangan ini kami berkata
40