Kapan Semua Akan Berakhir
Bukan liburan......
Sekolahku libur gara-gara corona
Tugas-tugas dikirim melaui whatsapp, email
Setiap hari
Kadang aku bermalas-malasan
Aku lelah dengan tugas banyak ini
Memang tugas itu tidak seharusnya dikirimkan
Mestinya kita datang ke sekolah
Belajar di sana
Bermain di sana
Sungguh kami jenuh dengan keadaan ini
Kapan semua ini akan berakhir
41
Nusantaraku
Akhir-akhir ini kau diguncangkan dengan berbagai
macam peristiwa
Perselisihan, pertikaian semakin merajalela
Individu serasa ingin menjadi yang paling utama
Ku tahu dirimu sebenarnya sakit melihat tingkah
saling berselisih
Entah apa yang mereka pikir
Ku hanya berharap mereka segera sadar
Bahwa dirimu layak untuk dijaga
Seharusnya kita hidup damai di bumi ini....Nusantaraku
42
Jayalah Indonesiaku
Satu darahku , Indonesia
Satu jiwa , Indonesia
Satu bangsaku, Indonesia
Indonesiaku tanah airku tumpah darahku
Kau akan menjadi bagian di setiap perjalananku
Perjalanan menjadi orang hebat
Indonesia-ku tetaplah Jaya
Jadilah negeri yang hebat
43
Rindu Perubahan
Dengan lantang kau suarakan isi hatimu
Demi tegak dan hadirnya sebuah perubahan
Perubahan yang membawa kebaikan dan kesejahteraan
Di negeri yang subur dan kaya sumber alamnya
Kadang aku bertanya….
Ada apa dengan negeri ini?
Sedang apa bangsa ini? Dan
Mau dibawa kemana tanah air ini
Banyak orang yang merasa kaya
Banyak orang yang ingin naik tahta
Bahkan banyak orang yang ingin berkuasa
Tanpa menyadari siapa mereka sebenarnya
44
Pantai Klayar
Cuaca cerah, langit indah
Kala sore datang menjelang
Gelombang pasang seakan mengundang
Terpesona sejauh mata memandang
Gemuruh ombak riuh terdengar
Bergulung cepat berkejaran
Hati berdesir saat ombak menerjang
Kuat dan kokohnya batu karang
Sungguh hati bersorak gembira
Bisa bermain selancar
Sambil menikmati indahnya pantai klayar
45
Ardha
Suaramu merdu
Sikapmu lugu
Tingkah lucu
Di balik kekuranganmu
Namun kau tunjukan
Kepada setiap orang
Kelebihanmu saat berdendang
Mengundang decak kagum siapapun
Talentamu sungguh tinggi
Semua orang terinspirasi
Semua adalah anugerah dari Illahi
46
Didi Kempot
Kau habiskan waktumu….
Untuk berkarya dan bernyanyi
Tak kau hiraukan lelah dan letihmu
Menghibur penggemarmu
Dibalik tenarmu kau simpan budi pekerti yang luhur
Kau bagi ilmu kepada siapapun
Selalu tersenyum untuk semua orang
Di atas panggung konsermu
Kau angkat siapapun yang ingin maju
Kau ciptakan karya buat mereka
Tak peduli siapapun untuk berkembang
Agar dapat meraih bintang
47
SDN Pendrikan Kidul
Tinggi megah gedungmu
Biru cerah warna kulitmu
Dihiasi berbagai tanaman hijau
Menambah keindahan wajahmu
Banyak ruangan di dalamnya
Semua terisi syarat makna
Pusat kegiatan bagi warganya
Sarana kreativitas untuk berkarya
Religius menjadi arah kehidupannya
Cerdas dan trampil menjadi cita-citanya
Berwawasan lingkungan terpatri di dalam hatinya
Berkarya dan berbudaya menjadi dambaan semua
warganya
48
Bunda
Bunda……
Engau selalu setia dalam hidup kami
Engkau berikan semua yang kami butuhkan
Engkau simpan penat dan lelahmu
Demi kami anak-anakmu
Bunda…..
Kau curahkan kasih dan sayangmu padaku
Kau habiskan waktumu hanya untuk mengurusku
Gelisah dan resah selalu kau rasakan sepanjang waktu
Demi menjaga kesehatan dan keselamatanku
Bunda ….
Andai rasa ini peka seperti hati dan kasihmu
Kan kucoba merengkuh rasa yang selalu kau berikan
padaku dengan ikhlas
Terima kasih Bunda kau telah menjagaku selama ini
Dengan sentuhan kasih dan sayangmu
49
Susi Susanti
Anggung pesonamu…
Lemah lembut sosokmu
Lincah dan lugas gerakanmu
Tangkas dan tajam pukulan samshmu
Kau perdaya setiap lawanmu
Dengan akurasi penempatan bolamu
Kau buat salah langkah lawanmu
Dengan pukulan panjang andalanmu
Sungguh cantik permainanmu
Membuat bangga semua pendukungmu
Dialah Susi Susanti…
Pejuang sejati kebanggaan negeri
50
Bambang Pamungkas
Tinggi tegak postur tubuhmu
Cepat, lincah gerakan kakimu
Tendangan keras jadi andalanmu
Sundulan kepala senjata pamungkasmu
Setiap orang mengagumimu
Semua mata tertuju padamu
Kami terpesona dengan gayamu
Semangat membara setiap pertandinganmu
Bambang pamungkas…
Bintang lapangan kompetisi liga
Pemain hebat kebanggaan Indonesia
Selalu jadi inspirasi setiap pemain muda
51
Yayuk Basuki
Sri Rahayu Basuki namamu….
Jogyakarta kota kelahiranmu
Sejak kecil kau geluti Tenis sebagai hobimu
Bersama bunda sebagai pembimbingmu
Setiap hari kau tekun berlatih
Tak peduli letih dan peluhmu
Semangat juang kau tunjukan setiap bertanding
Banyak gelar yang kau sanding
Kini masamu telah berlalu
Banyak prestasi telah kau ukir dulu
Namamu akan terkenang selalu
Legenda tenis kebanggaan bangsamu
52
Habibie
Kami bangga….
Memiliki sosok hebat sepertimu
Kerendahan hatimu
Gigih dan bersahaja
Tekadmu begitu kuat
Semangatmu begitu berkobar
Engkau adalah seorang pahlawan
Bagi masyarakat Indonesia
Habibie…..
Engkau adalah kebanggan dan panutan bagi kami
53
PROFIL PENULIS
Kusriyanto, S.Pd., lahir di Semarang,
26 Maret 1968. Pak guru yang energik
ini merupakan sosok guru yang penuh
tanggung jawab dalam menjalankan
tugasnya dan sangat mencintai
pekerjaannya. Pengalaman dalam
menuntut ilmu pernah mengenyam
pendidikan di SD Srondol Wetan (lulus 1983), SMP Mardi
Siswa (lulus 1986), SMA Perintis 29 (lulus 1989), D2
FPOK IKIP SMG (lulus 1991), dan S1 Universitas Tunas
Pembangunan Surakarta (lulus 2013).
Sejak tahun 2006 sampai sekarang mengajar di SDN
Pendrikan Kidul. Bapak yang suka berolahraga ini ini
selalu belajar dari pengalaman hidup untuk menempa
dirinya. Buku kumpulan puisi “Kusuma Bangsa”
merupakan karya inovasi yang pertama kali diterbitkan
sebagai upaya pengembangan profesi guru.
“Kembangkan apa yang kamu miliki menjadi
sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain” adalah motto
hidup dari Bapak Guru yang aktif di organisasi KKG PJOK
Kecamatan Semarang Tengah. Bersama istri tercinta Sri
Puji Wahyuni mereka dikarunia dua buah hati Kurniawan
Yanuar Eka Putra dan Noviantoro Dwi Nugroho. Saat ini
juga sudah dikarunia seorang cucu yang menggemaskan.
Bersama keluarga kecilnya mereka menikmati kehidupan
yang damai di Jl. Kepodang Timur II no. B 64, Pudak
Payung, Banyumanik, Kota Semarang.
54