Rustantiningsih
Merangkai
Angin
Perahu Litera
2
Merangkai Angin …………………………………………
3
Untuk Anakku:
* Sunya *
* Citta *
* Raja *
………………………………………… Rustantiningsih
4
Merangkai Angin
Copyright@Rustantiningsih
Desain Cover: Javan Art
Layout: Perlite Graf
Diterbitkan oleh
Perahu Litera
(CV Perahu Litera Group)
Tunas Asri, Tulang Bawang Barat
Lampung
www.perahulitera.com
Cetakan I, Mei 2018.
91 hlm. 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-6537-84-3
Hak cipta dilindungi undang-undang.
Dilarang memperbanyak buku tanpa seizin tertulis dari penerbit.
________________________________________________________ _________________
Merangkai Angin …………………………………………
5
KATA PENGANTAR
Asung kerta wara nugraha kepada Hyang Maha
Agung atas sinar suci-Nya sehingga karya sederhana ini
dapat terselesaikan. Kumpulan puisi ini lahir dari
perenungan alam pikir penulis ketika melihat, merasakan,
dan mengalami sesuatu. Puisi-puisi ini satu per satu
terangkai menjadi satu dalam kumpulan puisi ”Merangkai
Angin”.
Penulis berpikir merangkai angin itu suatu
pekerjaan yang tidak mudah dilakukan. Namun hal yang
tidak bisa dilihat secara kasat mata itu justru mempunyai
manfaat yang sangat besar bagi kehidupan. Begitu juga
kumpulan puisi ini menggambarkan tentang suara
ketuhanan, kasih sayang, perjuangan, cinta tanah air, dan
alam. Semoga kumpulan puisi ini bermanfaat dan
mempunyai arti bagi para pembaca khususnya siswa
Sekolah Dasar.
Terima kasih kepada suami dan anak-anakku
tercinta yang selalu memberi motivasi dan inspirasi
sehingga karya ini bisa terselesaikan.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita
dapat mengubah arah perahu”
………………………………………… Rustantiningsih
6
Semarang, April 2018
Penulis
Merangkai Angin …………………………………………
7
DAFTAR ISI
Halaman Balik Judul _______________ 1
Katalog Dalam Terbitan _______________ 4
Kata Pengantar _______________ 5
Daftar Isi _______________ 7
Suara Hati Tentang Ketuhanan
1. Aku Berserah _______________ 11
2. Permohonan _______________ 12
3. Tidak Ada yang Kekal _______________ 13
4. Malam Tanpa Bintang _______________ 15
5. Doa Kedamaian _______________ 17
6. Aku Tak Berdaya _______________ 18
7. Hidup untuk Kehidupan _______________ 20
8. Doa Kala Bulan Mati _______________ 21
9. Hanya Diri-Mu _______________ 22
10. Senandung Bunga Kamboja _______________ 23
11. Karena-Mu _______________ 24
12. Di manakah Batasmu _______________ 25
Suara Hati Tentang Kasih Sayang
13. Semangkuk Sayur Bayam _______________ 26
………………………………………… Rustantiningsih
8
14. Temanku Menuntut Ilmu _______________ 27
15. Kabar untuk Sahabat _______________ 28
16. Senyum Ibu Ketika Langit Biru _______________ 30
17. Melati _______________ 32
18. Topi Kakekku _______________ 33
19. Tikaku yang Setia _______________ 34
20. Seikat Janji Sahabat _______________ 35
21. Adikku Harapanku _______________ 36
22. Aku Ingin Bersama Lagi _______________ 38
23. Sepotong Roti di Pagi Hari _______________ 39
24. Kebun Binatang _______________ 40
25. Made Kawanku _______________ 41
26. Namaku Sejarahku _______________ 42
Suara Hati Tentang Perjuangan
27. Sajak untuk Penjual Bakso _______________ 43
28. Padamu Kartini _______________ 44
29. Pahlawanku _______________ 45
30. Matahariku _______________ 47
31. Geliat Pasar _______________ 49
32. Masa Depanku _______________ 50
33. Jam Dindingku _______________ 51
Merangkai Angin …………………………………………
9
34. Lampu Bangjo _______________ 52
35. Segenggam Harapan _______________ 54
36. Merangkai Angin _______________ 56
37. Sebatang Padi _______________ 58
38. Tukang Becak _______________ 60
39. Karena Uang _______________ 61
40. Kalungku _______________ 62
41. Piala Kebanggaanku _______________ 63
42. Ayahku _______________ 64
Suara Hati Tentang Cinta Tanah Air
43. Ketika Hati Bertanya pada Langit _______________ 66
44. Merah Putihku _______________ 69
45. Alunan Gamelan _______________ 70
46. Suara Jari-Jemariku _______________ 71
47. Ning Nang Ning Gung _______________ 72
48. Kereta Impian _______________ 74
49. Dua Musim di Negeriku _______________ 75
50. Kerajaan di Bawah Tanah _______________ 76
51. Warna Bumi Indonesia _______________ 77
52. Nafas Kemerdekaan _______________ 78
………………………………………… Rustantiningsih
10
53. Andai Aku Bisa _______________ 79
54. Kutitipkan pada Anak Bangsa _______________ 81
55. Setetes Air _______________ 82
Suara Hati Tentang Alam
56. Kutunggu Pelangiku _______________ 83
57. Berkah atau Musibah _______________ 84
58. Sungai di Ujung Desa _______________85
59. Hijau Bumiku _______________ 86
60. Derita Pohon Jati _______________ 88
Biodata Penulis _______________ 90
Merangkai Angin …………………………………………
11
Aku Berserah
Tuhan....
Engkau ciptakan alam
Bumi, bintang, dan matahari
Demi kemakmuran bersama
Sayang....
Kini semua sirna
Oleh tangan-tangan durhaka
Yang penuh dosa
Harusnya kami sadar
Berusaha untuk menghindar
Dari segala salah
Hanya satu jalan
Kepada-Mu kami berserah
Catatan: = hilang, lenyap
Sirna = tawakal, percaya diri pada Tuhan
Berserah
………………………………………… Rustantiningsih
12
Permohonan
Tuhan....
Aku tidak menginginkan rumah
yang megah
Aku tidak menginginkan mobil
yang mewah
Aku tidak menginginkan kedudukan
setinggi langit
Aku tidak menginginkan kecerdasan
sehebat Albert Enstein
Aku tidak menginginkan kekuasaan
seluas semesta
Aku tidak menginginkan kecantikan
seperti bidadari
Aku tidak menginginkan kehidupan
yang kekal abadi
Aku hanya ingin kedamaian
menghiasi muka bumi ini
Catatan:
Bidadari = putri atau dewi dari kayangan
Merangkai Angin …………………………………………
13
Tidak Ada yang Kekal
Kutatap awan putih
Menari-nari di angkasa
Membelah langit biru
Cerah
Indah
Tenang
Damai
Namun....
Perlahan
Awan putih berganti hitam
Pekat dan kelam
Menggandeng kilat dan petir
Pertanda akan hujan
Inilah hidup
Selalu berubah
Tanpa kenal lelah
Tidak ada yang kekal
Terus berputar
Hanya Engkau yang abadi
………………………………………… Rustantiningsih
14
Catatan:
Kelam = gelap sekali
Merangkai Angin …………………………………………
15
Malam Tanpa Bintang
Gelap merambat
tanpa bintang
dan bulan pun tinggal separo
Dalam sepi aku sendiri
mataku lelah
merangkai hari tanpa henti
Kucoba pejamkan dalam sunyi
namun suara hatiku tak juga tidur
apalagi pulas dalam dengkur
Malam terasa panjang
tanpa batas
angin malam kian dingin
membungkus kulit coklatku
Mata hatiku tak juga terpejam
gundah
kutumpahkan
dalam kegelapan
Selaksa doa
menjerit di antara suara jengkrik
………………………………………… Rustantiningsih
16
dan binatang malam
Kudekap malam tanpa tepi
hingga pagi berganti
Catatan: = sepuluh ribu
Selaksa = gelisah
Gundah
Merangkai Angin …………………………………………
17
Doa Kedamaian
Di bawah padmasana
Ku lantunkan kidung
Untuk Hyang Agung
Di bawah padmasana
Kupanjatkan doa
Tunduk
Dalam dan kusuk
Kumohon
Alam semesta
Tetap damai dalam lindungan-Nya
Catatan:
Padmasana = tempat pemujaan umat Hindu seperti pura
Hyang Agung = Tuhan
………………………………………… Rustantiningsih
18
Aku Tak Berdaya
Siang itu hari Minggu
Mendadak ku tak bisa bergerak
Sakit beribu-ribu sakit
Menusuk tulang pinggangku
Sakit sungguh hingga peluh
Membasahi sekujur tubuh
Wajahku pucat
Kulitku yang coklat
Berubah biru
Menahan sakit itu
Hati kecilku bertanya
Apa ini karma?
Kubesarkan hatiku
Kusabarkan diriku
Kunanti kebesaran Tuhan
Yang akan membawa kebebasan
Kunanti keagungan Tuhan
Yang akan membawa kesembuhan
Hingga saatnya
Merangkai Angin …………………………………………
19
Aku menerima berkah
Mendapat obat itu
Dari ketidakberdayaanku
Catatan:
Peluh = keringat
………………………………………… Rustantiningsih
20
Hidup untuk Kehidupan
Kicau burung
Membuatku terbangun
Kubuka jendela
Kuhirup udara
Terima kasih Tuhan
Masih Kau anugrahi aku umur panjang
Masih bisa kuhirup udara segar
Dan hangatnya mentari pagi
Terima kasih Tuhan
Kan kumanfaatkan
Hidupku untuk kehidupan
Catatan: = karunia, rahmat
Anugrahi = matahari
Mentari
Merangkai Angin …………………………………………
21
Doa Kala Bulan Mati
Kala bulan mati
Kuambil genitri
Kupanjatkan doa di depan singgasana-Mu
Kidung suci
Mantram sakti
Kulantunkan tuk memuja kebesaran-Mu
Ku mohon hidupku
Terbebas dari samsara
Yang membelenggu
Setiap jiwa
Catatan:
Genitri = tasbih untuk berdoa atau sembahyang
Singgasana = kursi tempat raja
Kidung= nyanyian suci untuk memuja Tuhan
Mantram = doa suci
Samsara = penderitaan
………………………………………… Rustantiningsih
22
Hanya Diri-Mu
Tuhan....
saat ini aku menghadapi ujian
tak ada teman
tak ada orangtua
dan guru yang bisa membantu
Tuhan....
hanya diri-Mu
yang bisa membantu
mengerjakan soal ujian
Tuhan....
aku yakin dan percaya
kau kan memberiku jalan
tentang kemudahan
sehingga lulus ujian
Merangkai Angin …………………………………………
23
Senandung Bunga Kamboja
Tak ada angin yang mengusik
Bunga kamboja di balai agung
Bunga putih bergerombol
Menunggu dipetik
Tuk diajak menghadap pada Yang Esa
Kamboja putih bersenandung
Dengan wajah berseri
Menebarkan aroma wangi
Menuntun para umat
Tuk berdoa dengan khidmat
Catatan: = Tuhan
Yang Agung = tempat untuk pemujaan atau sembahyang
Balai Agung = kusuk, bersungguh-sungguh
Khidmat
………………………………………… Rustantiningsih
24
Karena-Mu
Aku bisa hidup di mayapada
karena keagungan-Mu
Aku bisa melihat dunia
karena kehebatan-Mu
Aku bisa bernapas
karena kuasa-Mu
Aku bisa berjuang
karena kekuatan-Mu
Terima kasih Tuhanku
Catatan: = dunia
Mayapada
Merangkai Angin …………………………………………
25
Di Manakah Batasmu
Di tepi laut aku bertanya
Sedalam apakah kau laut?
Sedalam hatimu
Seluas apakah kau laut
Seluas wawasanmu
Sebiru apakah kau laut
Sebiru jiwamu
Di manakah batasmu laut
Aku tak terbatas
Seperti pikiramu yang mampu
Menembus ruang dan waktu
………………………………………… Rustantiningsih
26
Semangkuk Sayur Bayam
Ketika di meja makan
Kudapati semangkuk sayur bayam
Kuah bening, segar dan nikmat
Aku pun bertanya pada Ibu
Bu, apakah yang membuat sayur ini lezat?
Apakah karena bawang putih yang lebih?
Apakah bayamnya yang baru dipetik dari kebun kita?
Ataukah karena bumbu garam yang cukup?
Ibuku tersenyum
Bukan bawang putih
Bukan bayam segar
Atau garam yang cukup
Tetapi bumbu kasih sayang
Merangkai Angin …………………………………………
27
Temanku Menuntut Ilmu
Warna merah jambu
Bergambar boneka lucu
Cantik bertengger dipundakku
Menemaniku menuntut ilmu
Tempat pensil dan buku
Tanpamu berantakan alat tulisku
Besar tekatku merawatmu
Agar kamu tetap setia kepadaku
Tak usang oleh waktu
Kepadamu
Kuistimewakan tempatmu
Karena tas baruku
Hadiah dari ibu
Di hari ulang tahunku
Catatan: = hinggap
Bertengger = sudah lama
Usang
………………………………………… Rustantiningsih
28
Kabar untuk Sahabat
Sahabat….
Lihatlah mentari masih bersinar
Membawa kabar kebahagiaan
Serumpun ilmu telah kita genggam
Sahabat….
Embun pagi menetes di dedaunan
Menyambut tangan-tangan kecil
kami
Agar terampil bekerja
Belajar dengan ceria
Tuk meraih cita-cita
Sahabat….
Dengarkan desir angin pagi ini
Seakan berbisik pada kita
Hai, anak-anakku
Jangan ragu akan masa depanmu
Tataplah dengan penuh semangat
Kelak kamu akan jadi orang hebat
Sahabat….
Merangkai Angin …………………………………………
Catatan: 29
Desir Merdu kicau murai
Mengingatkan kita pada bapak ibu
guru
Kesabaran dan ketulusannya
Menjadikan kami lebih berbudi
Sahabat….
Dipenghujung tahun ajaran ini
Tiada untaian kata
Tiada kado istimewa
Kecuali ucapan terima kasih
= tiupan angin yang mengeluarkan bunyi
………………………………………… Rustantiningsih
30
Senyum Ibu Ketika Langit Biru
Hari itu sembilan April sembilan puluh tujuh
Untuk pertama kalinya
Aku melihat ibuku tersenyum manis
Di sela-sela langit yang berwarna biru
Ibu, senyummu bagai semangat
Yang tak pernah padam
Dan selalu mengembang
Dalam sanubariku
Tutur katamu bagai air
Yang tak pernah kering
Walau kemarau tetap mengalir
Suaramu mengelana halus
Sebagai penghias tidurku
Seakan meninabobokan aku
Dalam selimut bunga tidurku
Ibu, satu hal yang kini tidak kusadari
Dan aku sering melupakan
Aku terkadang lupa berdoa
Merangkai Angin …………………………………………
31
Lupa belajar
Lupa gosok gigi, dan
Lupa waktu kalau sudah bermain
Untuk itu ibu….
Aku mohon maaf
Percayalah, aku akan memperbaiki diri
Agar kelak aku bisa tersenyum manis
Seperti senyum ibu
Ketika melihat langit biru
Catatan: = hati nurani
Sanubari = mengembara
Mengelana
………………………………………… Rustantiningsih
32
Melati
Kubuka jendela
Dipagi buta
Bau harum menerobos
Menyentuh hidungku
Ku tengok teras depan
Bunga melati bermekaran
Ku terpana dalam diam
Aku kagum seribu kali
Melihat melati di pagi hari
Melatiku ijinkan aku mendekat
Untuk menyentuhkan hidungku lebih dekat
Aku tak akan memetikmu
Karena itu menyakiti dirimu
Melatiku aku hanya ingin selalu bersamamu
Menikmati keindahan dan keharumanmu
Merangkai Angin …………………………………………
33
Topi Kakekku
Di atas almari
Tergantung sebuah topi
Yang tidak putih lagi
Topi kakekku tempo dulu
Terlintas dibenakku
Kakek memakai topi itu
Gagah berwibawa
Berjalan dengan tegaknya
Sambil tersenyum menyambutku
Dengan tangan terbuka
aku dipeluknya
Kini,
Kakekku telah tiada
Hanya topi itu yang ditinggalkannya
Aku akan selalu menjaganya
Catatan:
Tempo = waktu, masa
………………………………………… Rustantiningsih
34
Tikaku yang Setia
Aku punya boneka
Berwajah cantik berpita dua
Ku beri nama tika
Selalu menemaniku dalam suka dan duka
Bonekaku tak pernah marah
Walau saya sering membentak
Bonekaku tetap setia menemaniku
Bermain dan bercanda
Terima kasih boneka
Aku berjanji tuk berteman selamanya
Merangkai Angin …………………………………………
35
Seikat Janji Sahabat
Jangan pergi
Duhai sahabatku
Ku tahu semuanya takkan abadi
Tapi ....
Hanya dengan seikat janji
Aku yakin kita masih bisa seperti dulu lagi
Di saat aku bersedih,
Kau menghiburku dengan canda tawamu
Di saat aku senang,
Kau pun ikut senang
Kita sering berbagi canda tawa,
Kesenangan dan cerita
Jangan pergi sahabatku
Aku akan mengenangmu
di dasar lubuk hatiku
Catatan: = perasaan yang paling dalam
Lubuk hati
………………………………………… Rustantiningsih
36
Adikku Harapanku
Hanya satu yang kupunya
Satu adik yang selalu ceria
Kita bisa bermain bersama
Aku kira
Mempunyai adik perempuan
Sungguh menyenangkan
Tapi,
Adik perempuanku ini sungguhlah istimewa
Nakal dan centil
Aku sangat heran kepadanya
Aku hanya takut jika nanti
Aku punya adik laki-laki,
Lebih nakal lagi
Mudah-mudahan itu tidak terjadi
Aku berharap
Adik ku lahir laki-laki
Lebih lucu dan baik hati
Merangkai Angin …………………………………………
37
Catatan:
Centil = suka bergaya, genit
………………………………………… Rustantiningsih
38
Aku Ingin Bersama Lagi
Walau kau marah padaku
Aku tetap sayang padamu
Jika kamu sakit
Aku teramat sedih
Tidak bisa bercanda
Dan
Tidak bisa bermain
Kak, kamu cepat sembuh, ya
Agar kita bisa bersama lagi
Merangkai Angin …………………………………………
39
Sepotong Roti di Pagi Hari
Sebelum sekolah
Tidak ada yang berubah
Sarapan pagi
Tuk mengisi perut ini
Di meja makan
Sudah ada sepotong roti
Pengganjal perut hingga siang nanti
Tiba-tiba kudengar
Bocah kecil menangis di pintu pagar
Memegangi perutnya yang lapar
Kupandangi sepotong roti
Kusambar dan segera kubawa lari
Menuju bocah kecil tak berdaya
Kusodorkan roti pada tangan kecilnya
Bocah kecil tersenyum bahagia
Aku pun bernapas lega
Tak apa pagi ini perutku tak terisi
Esok hari aku masih bisa makan lagi
………………………………………… Rustantiningsih
40
Kebun Binatang
Di kebun binatang
Aku bersenang-senang
Melihat sekumpulan hewan
Yang jarang kutemukan
Tetapi,
Ketika aku tiba di sana
Aku tak lagi ceria
Kulihat banyak hewan
Terbelenggu dalam kandang
Kurasakan penderitaanya
Ku tak tega melihatnya
Hingga aku memutuskan
Untuk segera pulang
Merangkai Angin …………………………………………
41
Made Kawanku
Kawanku dari Bali
Bernama Made Saraswati
Anaknya cantik dan baik hati
Suka menari dan menyanyi
Made tak pernah marah
Selalu tersenyum ramah
Setiap pagi bersumping kamboja
Tanda ia tlah laksanakan doa
Made kawanku
Kini harus pergi dariku
Pulang ke Bali
Karna tugas ayahmu telah usai
Namun persaudaraan
Kita tidak putus
Walau jauh di mata
Kita tetap dekat di hati
Selamat jalan kawan!
Catatan:
Bersumping = menyelipkan bunga di telinga
………………………………………… Rustantiningsih
42
Namaku Sejarahku
Dua belas tahun lalu
Aku lahir di dunia
Sejak itu
Aku mendapatkan kasih sayang
Yang tak terbilang
Orang tuaku memberiku nama
“Harum Sunya Iswara”
Yang berarti wangi, tenang dan tinggi
Kata ayah
Agar aku tak bermasalah
Dapat mengharumkan nama bangsa
menyelesaikan segala masalah dengan tenang
Dan mencapai cita-cita setinggi bintang
Catatan:
Wangi = harum
Merangkai Angin …………………………………………
43
Sajak untuk Penjual Bakso
Ting … ting … ting … ting ….
Bunyi mangkok
Beradu dengan sendok
Berbunyi nyaring
Penjual Bakso lewat
Terlihat olehku
Bakso bulat-bulat
Sebesar bola pimpong
Menambah lapar
Perutku yang kosong
Penjual bakso terus mendorong
Gerobak kusam di siang bolong
Menelusuri gang dari gang
Demi keluarga dia berjuang
Catatan:
Siang bolong = siang sekali
Kusam = warnanya telah pudar
………………………………………… Rustantiningsih
44
Padamu Kartini
Padamu Kartini
Kubawakan setangkai melati
Sebagai tanda terima kasih
Padamu Kartini
Kudendangkan sebuah lagu
Atas keluhuran budimu
Padamu Kartini
Kutaburkan kebaikan
Sepertimu yang penuh teladan
Padamu Kartini
Kurangkai doa
Agar semangatmu tetap menyala
Catatan:
Keluhuran budi = kebaikan
Merangkai Angin …………………………………………
45
Pahlawanku
Dulu kata ibu
Bangsa Indonesiaku
Berdiri berkat tetesan darah
Dan jasa para pahlawan
Mereka berjuang
Mereka membela
Dan mereka merebut
Sebuah cita-cita yaitu kemerdekaan
Kini kata ibu
Bangsa Indonesiaku
Sakit dan terpasung
Padahal, di luar langit sudah biru
Cerah menghiasi waktu
Pahlawanku
………………………………………… Rustantiningsih
46
Hanya bisa menangis
Di surga
Merangkai Angin …………………………………………
47
Matahariku
Hangat
Menyentuh tubuh kecilku
Menyapaku ketika berangkat sekolah
Semburat jingga
Tersenyum manis
Di antara embun pagi
Mengantarkan aku tuk menuntut ilmu
Dengan semangatmu yang tak pernah redup
Walau mendung terkadang menghalangimu
Matahariku
Setiap pagi selalu kunanti
Percikan sinarmu dihati
Agar aku tak lupa diri
Mencari ilmu
Tuk bekal hidupku
………………………………………… Rustantiningsih
48
Catatan: = memancarkan cahaya
Semburat = tidak terang
Redup
Merangkai Angin …………………………………………