The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku kumpulan puisi merangkai angin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by junymona, 2022-04-20 10:40:38

Merangkai Angin

Buku kumpulan puisi merangkai angin

49

Geliat Pasar

Kutatap pasar
Tercium aroma tak segar
Bau khas rakyat jelata
Berpeluh kerja
Pagi buta geliat pasar terdengar
Hiruk pikuk rakyat kecil sesumbar
Suara jujur ingin makmur
Berjajar barang dagangan
Sediakan segala kebutuhan
Barang di tawar
Pembeli membayar
Ramai pasar
Tak kunjung bubar
Hingga sore berganti malam
Harapan itu tak pernah padam
Harapan untuk menyala
Genggam hidup sejahtera

………………………………………… Rustantiningsih

50

Masa Depanku

Orang tuaku marah
Kalau aku malas sekolah
Mereka resah
Karena aku tak bergairah
Tapi mengapa aku banyak bermain?
Padahal sekolah itu penting

Saat rapotku banyak angka merah
Aku gelisah
Aku bertekat rajin sekolah
Agar hidupku berubah
Demi masa depan cerah

Merangkai Angin …………………………………………

51

Jam Dindingku

Jam dindingku berdenting berulang kali
Waktu berganti pagi
Mataku terasa berat
Selimut tidurku melekat erat
Membuai mimpi indahku

Jam dindingku terus berdenting
Kututup telinga dengan guling
Aku masih ingin merajut mimpi
Dering jam makin keras
Membuatku tersentak
Aku harus bergegas
Karena hari ini ujian
Terima kasih jam dindingku
Maafkan aku kalau tadi membencimu

Catatan: = menyulam, menenun benang
Merajut
………………………………………… Rustantiningsih

52

Lampu Bang Jo

Di perempatan jalan raya
Merah kuning hijau menyala
Bergantian mengatur jalan
Merah menyala
Semua harus berhenti seketika
Hijau menyala
Semua berjalan dengan tertibnya
Kuning menyala
Pemakai jalan harus pelan-pelan
Bang jo
Lampu abang ijo
Membuat resah pemakai jalan
Yang tak beraturan
Tanpa perhitungan
Lampu merah ditendang
Kecelakaan pun tak dapat dihindarkan
Wahai pemakai jalan
Lampu bang jo bukan halangan
Namun untuk mengatur jalan

Merangkai Angin …………………………………………

53

Catatan: = merah
Abang = hijau
Ijo

………………………………………… Rustantiningsih

54

Segenggam Harapan

Pagi itu sayup-sayup
Terdengar syair merdu
Membawa kabar kebahagiaan

Pelan-pelan syair itu menghilang
Meninggalkan senyuman
Perlahan terdengar suara lembut
Penuh kasih ia berkata
Anak-anakku kulihat kamu gelisah
Hatimu penuh dengan kebimbangan
Hatimu penuh keraguan
Untuk menghadapi ujian
Suara itu pun menghilang
Angkasa kembali bersinar terang
Dengan cahaya keemasan
Suara itu kembali datang
Anak-anakku janganlah kamu ragu
Yakinlah bahwa kamu mampu
Perlahan keraguan mereka hilang

Merangkai Angin …………………………………………

55
Kebimbangan tak dirasakan
Kemampuan mereka berlipat ganda
Tangan-tangan kecil mereka mengepal kencang
Dan berkata kami masih punya segenggam harapan
Catatan:
Sayup-sayup = terdengar suara kurang jelas

………………………………………… Rustantiningsih

56

Merangkai Angin

Ketika aku terdiam
Kulihat angin berdatangan
Mereka dalam kebimbangan
Aku pun bertanya
Apa yang membuatmu bimbang?
Angin menjawab
Aku ingin memeluk gunung
Mengarungi samudra
Memetik bintang, dan
Menggapai matahari
Lalu, kugandeng angin
Kurangkai satu persatu
Kutempatkan dalam cawan bening
Kuantarkan mereka
Mendaki gunung
Mengarungi samudera
Memetik bintang
Dan menggapai matahari

Merangkai Angin …………………………………………

57

Catatan: = mangkuk kecil
Cawan = lautan luas
Samudera = meraih
Menggapai

………………………………………… Rustantiningsih

58

Sebatang Padi

Wahai semesta ....
Perjalananku sungguh jauh
Berbulan-bulan harus kutempuh
Ketika diriku dipesemaian
Petani menabur diriku dengan penuh harapan
Menunggu tunas-tunas hijau bermunculan
Wahai semesta ....
Satu persatu tubuhku dicabut dan ditanam
Dilahan yang telah digemburkan
Hari demi hari
Petani merawat dengan senang hati
Wajah berseri penuh harapan
Menunggu butir-butir padi
Siap dipetik dihari nanti
Wahai semesta ....
Banyak halangan harus kukalahkan
Ulat, burung, tikus, dan kekeringan
Silih berganti mengganggu hati petani
Wahai semesta ....

Merangkai Angin …………………………………………

59

Hanya dengan kesabaran dan ketekunan
Butir-butir padiku dapat dirasakan
Senyum petani pun turut mengembang

Catatan: = tempat menyemaikan bibit
Pesemaian

………………………………………… Rustantiningsih

60

Tukang Becak

Tukang becak
Tak kenal panas dan hujan
Mangkal di tepi jalan
Menanti pelanggan datang

Tukang becak
Penuh harap
Mengais rejeki tiap hari
Walau pendapatan tak pasti
Tukang becak
Keringatmu menganak sungai
Lelah kakimu mengayuh lunglai
Namun tak kau rasakan
Demi anak istri
Yang menanti
Rejekimu setiap hari

Catatan: = mencari makan
Mengais

Merangkai Angin …………………………………………

61

Karena Uang

Uang ....
Membuat semua orang senang
Dari anak kecil hingga dewasa
Semua mengenalnya

Semua orang buruh uang
Untuk membeli barang-barang
Semua orang butuh uang
Ada yang untuk bersenang-senang
Jangan karena uang
Kau lupa diri
Gunakan uang
Untuk ketenteraman hati

………………………………………… Rustantiningsih

62

Kalungku

Kalungku ....
Merah, putih, biru
Dari roncean manik-manik jadi satu

Kalungku ....
Selalu menghiasi leherku
Banyak teman memujimu
Kalungku ....
Aku akan menjagamu
Karna kau hasil karyaku
Karna kau semangat hidupku

Catatan:
Manik-manik = butiran kecil-kecil untuk membuat kalung

Merangkai Angin …………………………………………

63

Piala Kebangaanku

Kilauanmu
Membuatku terpana
Warnamu
Membuatku tergiur untuk mendapatkannya
Sungguh sulit bagiku

Berjuang keras
Tidak mudah putus asa
Itulah kuncinya
Pialaku,
Berderat dimeja belajarku
Hanya itu yang kupunya
Sebagai kebanggaan keluarga

Catatan: = tergoda
Tergiur = tertegun
Terpana

………………………………………… Rustantiningsih

64

Ayahku

Ayah ....
Di atas lenganmu
Terpikul tanggung jawab besar
Demi anak dan istrimu

Di atas pundakmu
Saksi perjuanganmu
Guratan wajahmu
Menggambarkan suka duka hidupmu
Ayah ....
Hanya demi sesuap nasi
Kau rela kerja siang dan malam
Ayah ....
Kan kuingat selalu
Ajaranmu
Tentang kebenaran
Ketegaran
Dan keikhlasan
Terima kasih Ayah

Merangkai Angin …………………………………………

65

Catatan:
Guratan = goresan

………………………………………… Rustantiningsih

66

Ketika Hati Bertanya Pada Langit

Kawan,
aku datang bawa kabar suka
ada sekumpulan orang-orang muda
berdiri tegak menunduk berseri
menyatukan hati
tuk jadi pandu sejati

yach… jadi pandu sejati
yang tak pernah ingkar janji
yang selalu mengetuk hati nurani
yang selalu patuh, sopan, dan kesatriya
berkata nyata tidak bermakna dua
Kawan,
lihatlah di angkasa
cakrawala malam merangkai bintang
tersenyum menyambut kita
praja muda karana
Kawan,
negeri kita benar-benar terpasung
gempa, tanah longsor, banjir, dan

Merangkai Angin …………………………………………

67

pertikaian sesama seolah menjadi santapan
yang tak sedap di hati tiap hari
namun,
janganlah kita terlena oleh derita
berpikir, berucap, dan bertindak yang benar
akan membesarkan jiwa

pandu-pandu perkasa
mari kita bergandeng tangan
berdoa kepada Hyang Maha Wenang
agar kita bisa hidup nyaman

………………………………………… Rustantiningsih

68

Catatan:

Cakrawala = batas lengkung langit

Hyang Maha Wenang = Tuhan

Pandu = Pramuka

Terpasung = Terbelenggu

Bermakna dua = berkata jujur

Perkasa = gagah dan kuat

Berseri = ceria, senang

Sejati = sebenarnya

Merangkai Angin …………………………………………

69

Merah Putihku

Merah putih
Warna yang jernih
Ketika kau berkibar
Hatiku berdebar
Melihat benderaku yang gagah
Diujung tiang membelah angkasa
Merah putih terus berkibar
Dadaku semakin berdebar
Darahku mengalir kencang
Merah putih memenuhi urat nadiku
Merah putih menyalakan semangatku
Untuk membela negaraku
Membawa nama baik bangsaku
Agar tetap harum sepanjang waktu

Catatan: = pembuluh darah
Urat nadi

………………………………………… Rustantiningsih

70

Alunan Gamelan

Setiap kudengar suara gamelan
Hatiku merasa tenteram
Lembut mengalun panjang
Namun kadang terdengar rancak

Setiap kulihat gamelan
Ingin kuikut memainkan
Menabuh gamelan jawa
Agar tidak lupa budaya
Setiap kudengar kisah
Tentang gamelan Jawa yang hampir punah
Hatiku seperti ditusuk
Melihat gamelanku diujung tanduk
Aku hanya bisa berkata
Mari kita jaga!

Catatan: = musik jawa
Gamelan = irama yang cepat, bersemangat
Rancak = mendendangkan
Mengalun

Merangkai Angin …………………………………………

71

Suara Jari-Jemariku

Kecil-kecil namun terampil
Berguna untuk apa saja
Bermain, belajar, dan bekerja
Jari-jemariku tak pernah lelah
Membantu setiap kerjaku

Satu hal yang amat berharga
Jari-jemariku selalu bersatu
Mereka tak pernah bertengkar
Selalu bekerja dengan sabar
Mengapa manusia tidak mau belajar
Suara jari-jemari kita dengar
Hidup rukun dan damai
Bersatu tak pernah bercerai

………………………………………… Rustantiningsih

72

Ning Nang Ning Gung

Ning nang ning gung

Pak Demang panen jagung

Ning nang ning gung

Pak Demang pergi ke Bandung

Ning nang ning gung

Pak Demang jadi raja agung

Ning nang ning gung

Pak Demang adigang

adigung

gung Ning nang ning
masuk kurung Pak Demang

Merangkai Angin …………………………………………

Catatan: 73
= Kepala distrik atau wedana
Pak Demang = menonjokan kekuasaan,
zaman Belanda = penjara

Adigang Adigung
kebangsawanan

Kurung

………………………………………… Rustantiningsih

74

Kereta Impian

Kereta impian
Kencang larinya
Nyaman duduk di dalamnya
Tak bising ditelinga

Kereta impian
Harga tiket murah
Rakyat kecil ikut dinikmati
Munginkah itu?
Kereta impian
Semoga menjadi kenyataan
Untuk rakyatku
Yang selalu rindu

Catatan:
Bising = bunyi yang ramai menyebabkan telinga pekak

Merangkai Angin …………………………………………

75

Dua Musim di Negeriku

Mendung mengantung
Hujan setiap hari
Di bulan Januari

Terik mentari
Menerpa tubuh ini
Membakar semangat anak negeri
Dua musim itu
Kekayaan negeriku
Dua musim itu
Memberikan kesuburan
Untuk bumiku

Catatan: = panasnya sinar matahari
Terik = mengenai
Menerpa
………………………………………… Rustantiningsih

76

Kerajaan di Bawah Tanah

Kala aku masih bocah
Kuberkhayal ada kerajaan di bawah tanah
Dengan raja gagah perkasa
Adil, arif, dan bijaksana

Sayang,
Kerajaan itu hanya impian
Yang tak pernah kutemukan
Kini,
Aku berharap
Kerajaan itu menjelma
Di negaraku Indonesia

Catatan: = lahir kembali menjadi
Menjelma

Merangkai Angin …………………………………………

77

Warna Bumi Indonesia

Biru lautku
Hijau hutanku
Putih pasirku
Merah tanahku
Warna-warni budayaku

Detak jantungku
Hembusan napasku
Semua bersatu
Dalam negeriku
Bumi Indonesia
Tercinta

………………………………………… Rustantiningsih

78

Nafas Kemerdekaan

Jiwaku bergetar
Ketika lagu Indonesia Raya kudengar
Mengiringi Merah putih berkibar
Nada yang membahana
Mengalun di angkasa
Menandakan semangat juang
Yang tak pernah padam
Indonesia Raya telah membakar jiwaku
Bersatu dalan nafas kemerdekaan
Yang tak kan pernah dapat dihancurkan

Catatan: = bergema
Membahana

Merangkai Angin …………………………………………

79

Andai Aku Bisa

Andai aku bisa
Kan ku hilangkan para korupsi
Andai aku bisa
Kan ku hilangkan kolusi
Andai aku bisa
Kan ku hilangkan nepotisme
Andai aku bisa
Kan ku hilangkan polusi
Andai aku bisa
Kan ku hijaukan hutanku
Andai aku bisa
Kan ku sejukkan negeriku
Andai aku bisa
Kan ku damaikan pertikaian
Andai aku bisa
Kan ku bangun negeriku
Aku hanya bisa
Berdoa memohon kepada-Mu

………………………………………… Rustantiningsih

80

Catatan:

Korupsi = menyelewengkan uang negara

Kolusi = persekongkolan dengan maksud tidak baik

Nepotisme =mengutamakan kerabat dekat untuk suatu
kepentingan

Merangkai Angin …………………………………………

81

Kutitipkan Pada Anak Bangsa

Anak bangsa ....
Di tanganmu kutitipkan negeri ini
Di pundakmu kau panggul tanggung jawab tinggi
Anak bangsa ....
Di matamu kau tatap masa depan negara
Di dadamu kaulah nafas Indonesia
Anak bangsa ....
Teruskan cita-cita leluhurmu
Menegakkan keadilan
Dan membela kebenaran

Catatan:
Panggul = Membawa di pundak

………………………………………… Rustantiningsih

82

Setetes Air

Aku minum butuh air
Aku makan butuh air
Aku mandi butuh air
Aku menanam butuh air

Namun mengapa air
Hari ini tak juga mengalir
Kini setetes air
Bagi mutiara di atas pasir
Kutunggu kedatanganmu
Kunantikan tetesanmu
Janjiku
Akan kuhemat penggunaanmu

Catatan:
Mutiara = permata berbentuk bulat berasal dari kerang

Merangkai Angin …………………………………………

83

Kutunggu Pelangiku

Hujan telah reda
Kulihat aneka warna
Merah jingga kuning hijau
Biru ungu dan nila
Di angkasa

Ketika aku belum tahu
Kukira selendang bidadari
Yang turun dari surga
Untuk mandi di bumi
Setelah aku besar
Baru aku sadar
Warna-warni yang kulihat
Bukan selendang bidadari atau malaikat
Namun warna pelangi
Kini setiap hujan reda
Kutunggu pelangiku tiba
Jika hujan tak kunjung datang
Ku panjatkan doa
Agar segera turun bersama pelangiku

………………………………………… Rustantiningsih

84

Berkah atau Musibah

Aku setiap hari menumpuk
Kotor dan berbau busuk
Hampir semua orang
Tak mau memandang

Mereka yang lewat
Menutup hidung tak mau mendekat
Namun tak sedikit yang mencari
Untuk makan setiap hari
Aku jadi bimbang
Tentang diriku yang malang
Aku ada sebagai musibah
Atau pembawa berkah
Kadang aku bertanya
Mengapa banyak yang menjauhiku
Sedangkan aku ada
Karena ulah manusia
Tuhan sadarkanlah mereka
Agar mampu mengolahku
Menjadi barang yang lebih berharga

Merangkai Angin …………………………………………

85

Sungai di Ujung Desa

Berkelok-kelok membelah sawah
Jernih mengalir di antara batu-batu kali
Gemericik air irama kehidupan
Di tengah-tengah pesta petani
Membajak sawah menanam padi
Sungai di ujung desa tak pernah sepi
Untuk mandi dan mencuci
Anak-anak desa bersukaria
Bermain dan mandi bersama
Sungai di ujung desa tinggal kenangan
Berganti perumahan padat dan menyesakkan

………………………………………… Rustantiningsih

86

Hijau Bumiku

Dulu ....
Bumiku hijau
Dihiasi hutan belantara
Sawah menghampar
Dan laut biru membentang

Dulu ....
Udara segar terasa
Sejuk menyentuh kalbu
Matahari lembut
Membelai kulit
Hangat bersahabat

Kini ....
Hutanku hilang
Sawahku hanyut
laut tak lagi biru
Udara sesak penuh debu
Surya menyengat
Hingga kulitku bertambah coklat

Bumiku tak lagi hijau

Merangkai Angin …………………………………………

87

Banjir dan kekeringan
Silih berganti
Berdatangan tanpa permisi
Malapetaka datang
Membukakan hati dan pikiran
Untuk menjaga bumiku
Agar tetap hijau

Catatan: = matahari
Surya = bencana
Malapetaka

………………………………………… Rustantiningsih

88

Derita Pohon Jati

Ranting kering
Mencakar angkasa
Tanpa daun
Yang dulu pernah rimbun
Bau bunga jati
Gugur menimpa bumi
Kemarau panjang
Pohon jati jadi gersang
Pohon jati menangis
Merindukan gerimis
Mengapa hujan tak kunjung datang?
Pohon jati dalam derita
Ia hanya bisa berdoa
Agar kemarau segera berakhir

Merangkai Angin …………………………………………

89

Catatan:
Rimbun = rindang

………………………………………… Rustantiningsih

90

BIODATA PENULIS

Rustantiningsih, lahir di
Karanganyar 25 Oktober 1975.
Menempuh pendidikan di TK
Pertiwi Sumberejo (1982), SD
Tawangsari 2 Kerjo (1988), SMPN
2 Kerjo (1991), SMAN 1 Kerjo
(1991), D2 PGSD IKIP Negeri
Semarang (1997), S1 PGSD
Universitas Negeri Semarang (2008), dan S2 Pendidikan
Dasar Konsentrasi Bahasa Indonesia Universitas Negeri
Semarang (2012). Mengawali kariernya sebagai pegawai
negeri sipil (guru) di SDN Anjasmoro (sekarang SDN
Tawang Mas 01) Semarang (2005), dan tahun 2018
memeroleh kepercayaan menjadi Kepala SDN Kembangsari
01 Kota Semarang.

Di sela-sela aktivitasnya sebagai pengajar, ibu rumah
tangga, dan beroganisasi, Ibu yang rajin membaca ini, masih
menyempatkan menulis karya ilmiah sebagai wujud
pengembangan profesi. Perpustakaan kecil yang dibangun
sederhana di Jalan Kenconowungu Tengah III/19
Karangayu Kota Semarang, merupakan impiannya sejak
kecil. Menikah dengan Trimo tahun 1995 dikarunia tiga
orang buah hati, yakni Harum Sunya Iswara (1997), Yonna
Aparacitta (2002), dan Rakyan Maharaja Krishna (2009).

Merangkai Angin …………………………………………

91

Kelihaiannya menulis mendapat dukungan dari sang
suami yang juga aktif di dunia kepenulisan. Beberapa karya
yang sudah diterbitkan: Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas
VI (Penerbit Pemkot Semarang, 2006), Buku Bina IPS Kelas
III, V, VI (Penerbit Gajah Mada Jakarta 2008), Buku
Senandung Belajar IPS (2012), novel anak Langit Masih
Cerah Candra (2012), novel anak Mutiara Menggandeng
Awan (2012), kumpulan cerpen Penantian Rara (2014),
Buku Suluh Basa Jawa kelas I s.d. VI (penerbit Duta
Bandung, 2015).

Berbagai kejuaraan pernah ditorehkan, di antaranya:
Juara 2 menulis fiksi tahun 2005 (Langit Masih Cerah
Candra), juara 2 menulis fiksi 2006 (Mutiara Menggandeng
Awan), juara 3 LKTI Balai Bahasa Jateng (2008), dan juara 1
Guru Berprestasi SD Tingkat Nasional tahun 2009, Juara 1
Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional tahun 2014, Juara 2
Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional tahun 2015, Juara
1 Lomba Menulis Feature Tingkat Nasional tahun 2017.

Beberapa kejuaraan yang tersebut juga
mengantarakan Bu Tanti menjelajah ke luar negeri untuk
studi banding ke Perancis dan short course ke Australia
(elang).

………………………………………… Rustantiningsih


Click to View FlipBook Version