DAFTAR ISI i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI
1
1. MURTI ASIH 2
2. KUSRIYANTO 3
3. DEWI PUSPITASARI 4
4. SUTIRAH 5
5. PRIYONO 6
6. SRI DARTI 7
7. HARTONO 8
8. LILIS WURI LISTRIYANI 9
9. JUNY MONA MORLINA 10
10. DWI APRILIYA SUBAETI 11
11. IRFAN ADHI NUGROHO 12
12. IMA NIVA EKO HASTUTI 13
13. IKA SETIYANI 14
14. DESVY KARINA PRASETYANINGRUM 15
15. ARWAN SETYO EDI 16
16. AHMAD KHOIRUL 17
17. RIZKY SETIAWAN 18
18. SEVI RIA ARDIANI 19
19. ALI IHWAN 20
20. RUSTANTININGSIH 21
21. KEHAMPAAN DIRI 22
22. DOAKU UNTUKMU 23
23. POHON MANGGA 24
24. BERTEMAN MALAM 25
25. MEREKA TINGGALKAN AKU 26
26. KERINDUANKU 27
27. BERLALULAH 28
28. COVID 19 29
29. SEMANGAT PAGI 30
30. PERSADA TERINDAH 31
31. RINDU SEKOLAH 32
32. RACHSANDRINA 33
33. TASBIH 34
34. KALIGUNG EXPRESS YANG TERAKHIR 35
35. SEMARANGKU 36
36. MENIKMATI MATAHARI PAGI 37
37. SUROLOYO RUMAH KI SEMAR
38. BAHAGIA YANG KURINDUKAN 38
39. MAUT PUN TERSENYUM 39
40. VIRUS MEMATIKAN 40
41. RINDUKU 41
42. DIA BISA 42
43. TAQDIRKU 43
44. CINTA SEJATI 44
45. AIR 45
46. BANGKU KOSONG 46
47. NALURI HATI IBU 47
48. SI KEMBAR 48
49. BONEKA TANGAN 49
50. ANDIEN 50
51. SIAGA 51
52. PENGGALANG KU 52
53. UNTUKMU GURU 53
54. ARTI KESABARAN 54
MURTI ASIH
(Karya: Rustantiningsih)
Menuju paripurna
Untuk pendidikan
Rumah keduamu sd pendrikan kidul
Tak pernah engkau tinggalkan
Ikhlas dan bakti
Amanah dalam tugas
Sigap dalam tanggung jawab
Inspirasi untuk kita semua
Hingga akhir hayat
KUSRIYANTO
(Karya: Rustantiningsih)
Kau abdikan dirimu
Untuk ibu pertiwi
Sepi ing pamrih
Rame ing gawe
Itulah semboyanmu
Yang selalu membara
Api semangat
Nan menyala
Tekat bulat
Obor dalam kehidupanmu
DEWI PUSPITASARI
(Karya: Rustantiningsih)
Dalam fajar
Engkau telah mengabdi
Walau usiamu masih pagi
Ilmu terus engkau cari
Pengalaman hidup guru sejatimu
Untuk mendewasakan diri
Sederhana dalam sikap
Panutan yang terpuji
Itulah jati dirimu
Tuturmu nan santun
Amat menarik hati
Semangat kerjamu
Aktivitas dirimu
Rintangan engkau hadang
Inilah pejuang sejati
SUTIRAH
(Karya: Rustantiningsih)
Sabar dalam menjalankan tugas
Untuk mendidik mutiara bangsa
Tak kenal lelah berjuang
Inspirasi bagi putra putri
Ramah dalam bersikap
Arahkan tujuan hidup
Hanya kepada-Nya engkau serahkan
PRIYONO
(Karya: Rustantiningsih)
Pejuang pantang menyerah
Ramah dalam bersikap
Iman dan takwa landasanmu
Yakin pada diri sendiri
Olah rasa engkau lakukan
Nyata dalam kehidupan
Olah hati tak pernah mati
SRI DARTI
(Karya: Rustantiningsih)
Senyum selalu mengembang
Rajin menulis engkau lakukan
Indah dalam puisi
Dalam hatimumu
Ada cinta kasih
Rintangan engkau kalahkan
Tugas suci engkau laksanakan
Itulah semangatmu
HARTONO
(Karya: Rustantiningsih)
Hari-hari engkau lalui
Anak didik engkau bimbing
Rela engkau lakukan
Tuk tabur kebaikan, laksana
Ombak kehidupan, engkau tak gentar
Nyala semangat tak pernah padam
Oh, Tuhan dalam dekap-Mu engkau pasrahkan
LILIS WURI LISTRIYANI
(Karya: Rustantiningsih)
Lama engkau mengabdi
Ibadah semboyanmu
Laksana embun
Indah berkilau
Sejuk di hati
Walau engkau harus berjuang
Untuk anak-anak bangsa
Rela kau lakukan
Ilmu engkau bagikan
Luluh hati
Ibu yang selalu tersenyum
Sabar dalam mengajar
Tanamkan nilai-nilai kebenaran
Rajin dalam bertugas
Insan-insan kecil
Ada dalam rengkuhanmu
Nyata kasih tak terbatas
Itulah jati dirimu
JUNY MONA MORLINA
(Karya: Rustantiningsih)
Jiwa pendidik
Utama dalam dirimu
Nyata dalam kerja
Yang tak pernah lelah
Mimpi telah engkau raih
Orang-orang tercinta
Nan setia
Ada dalam doa
Mendapat berkah dari Mu
Oh, Tuhanku
Rinduku untuk-Mu, dalam
Lantunan doaku
Ibadah tak kutinggalkan
Nan selalu ku lakukan
Agar aku mendapat Rodho-Mu
DWI APRILIYA SUBAETI
(Karya: Rustantiningsih)
Dalam hidup engkau berjuang
Walau jauh dari kampung halaman
Impianmu sudah terwujud
Antara Cirebon Semarang
Pengabdianmu untuk negaramu
Rasa dalam hati
Inti jiwa sejati
Lakukan pengabdian diri
Itulah kau guru muda
Yang senantiasa berkarya
Abaikan kepentingan diri
Suara hati
Untuk mengabdi
Bersama niat
Ada doa
Engkau panjatkan
Tuk anak negeri
Itulah perjuanganmu
IRFAN ADHI NUGROHO
(Karya: Rustantiningsih)
Ilmu engkau bagikan
Ramah pada semua orang
Frustasi engkau abaikan
Anak didikmu
Nomor satu buatmu
Antara hati
Dan jiwa
Hanya satu yang kau tuju
Inspirasi bagi muridmu
Nan jauh di lubuk hatimu
Untuk pengabdian tak pernah lelah
Gerakan pramuka semangatmu
Ramaikan gugus depan sekolah
Otak kanan
Harus seimbang dengan otak kiri
Olah hati dalam kesatuan Praja Muda Karana
IMA NIVA EKO HASTUTI
(Karya: Rustantiningsih)
Ingin kau raih
Mimpi dalam hidupmu
Antarkan anak bangsa
Nyata dalam karya
Ia bimbing dengan berbagai keterampilan, laksana
Vas dengan beraneka bunga
Aneka ilmu dan wawasan
Engkau sebarkan dengan senyuman
Kau bentuk karakter mereka
Oleh kesabaranmu
Harapan keberhasilan
Asa yang harus diwujudkan
Santun dan sabar
Teladan yang tak pernah kau tinggalkan
Untuk murid-muridmu
Tunjukan jalan kebenaran
Itulah tujuanmu
IKA SETIYANI
(Karya: Rustantiningsih)
Indah matahari pagi
Kilau embun terpendar
Antarkan engkau
Semangat pagi
Engkau pergi
Tunaikan tugas suci
Indahnya pagi
Yang jadi saksi
Anak-anak menanti
Nan rindu
Ibu guru yang baik hati
DESVY KARINA PRASETYANINGRUM
(Karya: Rustantiningsih)
Di dalam kelas
Engkau didik mereka yang banyak berbeda
Seperti aneka bunga dalam
Vas di tengah meja
Yang indah di pandang dari mana saja
Kata hati tak pernah bohong
Ajarkan kejujuran
Rintangan engkau singkirkan
Itulah jiwamu
Nan selalu menyala
Api semangat yang tak terpadamkan
Putra putri, kau
Rengkuh sepenuh hati
Anak-anak mungil
Setia menantimu
Engkau raih jemarinya
Tangan-tangan halus
Yang selalu rindu
Akan uluran salam darimu
Nakal mereka, bukan halangan
Ilmu engkau berikan
Nyata tak kau bedakan
Gigih perjuanganmu
Rasa keibuanmu
Untuk anak-anak negeri, dalam
Meraih prestasi
ARWAN SETYO EDI
(Karya: Rustantiningsih)
Asa tergantung
Riuh di atas bintang
Wajah tengadah
Ada doa tersisip
Nurani terobati
Sejuknya
Embun pagi
Terpa dirimu
Yang berangkat bertugas
Olah pikir dalam kerja
Engkau tuangkan kinerjamu
Demi kemajuan Pendidikan dan
Impian masa depan
AHMAD KHOIRUL
(Karya: Rustantiningsih)
Ada semangat
Hati tak pernah berhenti
Mengabdi untuk negeri
Ada bakti
Dalam menunaikan tugas
Kau bekerja
Hanya untuk negara tercinta
Olah karya kerja nyata
Itulah tugas sucimu
Raihlah dengan ikhlas
Untuk hasil yang gemilang
Laksanakan sepenuh hati
RIZKY SETIAWAN
(Karya: Rustantiningsih)
Riang hati
Ikuti langkah
Zaman yang selalu berubah
Kau kembangkan bakat-bakat muda
Yang jernih tanpa buih
Semangat olahraga
Engkau kobarkan
Tumbuhkan atlit-atlit muda
Ikat dengan tali kedisiplinan
Antarkan mereka untuk juara
Walau susah dan lelah
Aral melintang tak kau hiraukan
Nantikan anak-anak bangsa menjadi bintang
SEVI RIA ARDIANI
(Karya: Rustantiningsih)
Semerbak harum bunga
Elok tertata dalam
Vas terangkai
Indah dan wangi
Rasa lelah hampir tiada
Ibarat bunga
Anggrek yang takkan layu
Anak-anak adalah mutiara
Rindukan dirimu
Dalam taman hati
Ibarat perpustakaan
Anak-anak adalah buku
Nan indah untuk dibaca
Antarkan ilmu untuk semua
Inspirasi yang tak pernah mati
ALI IHWAN
(Karya: Rustantiningsih)
Adzan berkumandang
Lirih engkau bersuara
Ilahi engkau cinta
Indah dalam doa
Hanyut dan khusuk
Waktu sholat tak pernah
Ada yang kau lupa
Nikmat dalam dekapan Yang Kuasa
RUSTANTININGSIH
(Karya: Priyono)
Rasa ini lama tersimpan
Ungkap segala ide dan gagasan
Setiap waktu yang ada dan tersisa
Tak pernah ia lewatkan
Angan ini tinggi melayang
Nan jauh melintasi langit biru
Takkan padam meski beribu tantangan menghadang
Inspirasi menyatu dalam jiwa
Nada dan rasa terungkap dalam karya
Inovasi ada dan selalu ada
Nyata dan tak ada kata nanti
Goresan tinta penuh makna
Selalu menghias berbagai media
Ia rindu berbagi untuk sesama
Hanya kebaikan yang ingin ia wujudkan
KEHAMPAAN DIRI
(Karya: Murti Asih)
Deru ombak terdengar gemuruh
Tampak buih terhampar berkejaran
Pandanganku kosong jauh menatap laut
Merenung diri dalam kehampaan
Kemana kaki melangkah
Terasa lambat tuk berjalan lagi
Hilangnya orang-orang terkasih
Yang tak mungkin kembali
Kini aku telah sendiri menelusuri
Dalam merajut hidup yang tak bertepi
Doaku kepada-Mu Tuhan
Kuatkan imanku
DOAKU UNTUKMU
(Karya: Murti Asih)
Pagi hariku kubuka jendela kamarku
Mantari bersinar terang
Burung-burung berkicau riang gembira
Penuh kebahagiaan
Waktu terus berjalan
Tak terasa haripun menjadi siang, sore, malam
Kulalui dengan kesendirian
Tiada lagi orang-orang yang kucintai di sisiku
Kuselalu ingat akanmu Ibu
Yang penuh cinta kasih untukku
Kudoakan kau di sana bahagia
Bersama Sang Khalik selamanya
POHON MANGGA
(Karya: Murti Asih)
Kutatap pohon mangga di sebalah rumahku
Rimbun buahnya
Bergelayutan menari-nari
Ingin ku memetiknya
Tiba-tiba ada yang tepuk bahuku
Dia berkata jangan melamun dong
Malu rasanya aku
Hanya melaumunkan buah manga tetangga
Kualihkan pandanganku
Kujawab seperlunya
Tuk usir rasa maluku
Kujawab aku cinta padamu
BERTEMAN MALAM
(Karya: Murti Asih)
Kutelusuri jalan mencari tempat tongkrongan
Kutemukan juga tempat yang cocok
Berhenti, kuparkir motor di tepi jalan
Pramu saji sodorkan buku menu
Kubolak-balik cari minum dan makan
Segelas kopi pahit dan kue kupesan
Kuseruput kopi pahit
Sedikit demi sedikit
Nikmat terasa melayang
Bikin kantuk hilang
Tak terasa malam kian larut
Inginku nongrong hingga pagi
Menghabiskan malam yang indah ini
Walau ditemani nyamuk yang tak mau pergi
MEREKA TINGGALKAN AKU
(Karya: Murti Asih)
Kupegang erat kendali tak kan putus
Yang mengalir tanpa henti melawan arus
Kala jatuh ada pegangan yang menangkap
Kala kugoyah ada pundak yang menopang
Bertahun-tahun aku lewati kerasnya hawa pertemanan
Aku merasa takut, aku ini siapa
Kawan datang saat butuh
Saat mereka senang pun berlari
Sapaan tak lagi terasa sejuk
Mereka tak merasa kenal lagi
Acuh tak acuh….
Mereka berlalu meninggalkanku
Dan tak peduli lagi
KERINDUANKU
(Karya: Murti Asih)
Kala kuterbangun dari tidurku
Kutatap jam dinding di kamarku
Menunjukkan pukul 1.40 dini hari
Membangunkan dari mimpi
Perjalanan ini semakin terasa
Rasanya mimpiku sangat Panjang
Dan tak berkesudahan
Dalam kesendirian kuterpaku diam
Tak kuasa menjalani kehidupan
Sungguh berat hadapi kegelapan
Yang menerpaku setiap hari
Kumenari sendiri dalam rindu di malam kelam
Kugapai-gapai bayanganmu
Agar segera rindu ini
Nyatanya kau tak meraihku
Kau menatap dengan sendu
Bahkan kenangan indah tak pernah sirna
Kasih sayangmu dan senyummu tertanam di benakku
Kulelah sayang, kulelah ibu
Aku doakan selalu kau bahagia di sisi-Nya
BERLALULAH
(Karya: Lilis Wuri L.)
Namamu dikenal di penjuru dunia
Hingga saat ini semua takut padamu
Sudah satu tahun hampir berlalu
Aku rindu dengan kelakar canda dan tawa
anak-anak di sekolah
Kini hanya mengenal dengan batasan mayamu
Entah kapan engkau menjauh dari bumi ini
Tidak banyak yang aku perbuat
Hanya doa setiap saatku
Semoga corona cepat berlalu
COVID 19
(Karya: Lilis Wuri L.)
Terdengar kabar yang menggemparkan
Banyak orang terkapar tak berdaya
Karena keganasanmu
Sungguh menakutkan semua orang di bumi ini
Namamu cantik,tetapi tidak seindah namamu
Karena engkau tak tampak tetapi mematikan
Hanya doa dan berdoa setiap saat kami lakukan
Semoga corona cepat berlalu dan jangan tampak lagi
Pulanglah corona, ke tempat asalmu
Sudah cukup lama kau melanglang buana
Aku tahu kau datang bukan kehendakmu
Tetapi karena kebesaran Nya
Oh Tuhan Lindungilah kami,bumiku,dan negeri tercinta
dari musibah ini
Sehatkan kembali negeri ini,hilangkan dari rasa takut
Dan ampunilah atas kelalaian kami makhluk lemah ini
SEMANGAT PAGI
(Karya: Sutirah)
Ku buka mata perlahan-lahan
Ku lepaskan selimut dari badan
Jendela ku buka menyambut sang surya
Mentari pagi mulai tampak di ufuk timur
Suasana terasa sejuk dan nyaman
Semua menyusun rencana untuk hari ini
Memulai aktifitas masing-masing
Dengan memanjatkan doa pagi
Semoga Tuhan akan membimbing langkah kehidupan
Menuju kehidupan yang lebih indah dan bahagia
Sambutlah anugerah Tuhan pagi ini
Dengan rasa syukur ke Hadirat Illahi
Mawas diri momen yang sudah dilalui
Sebagai pengalaman untuk memperbaiki
Melangkah menyongsong lembaran baru
Dengan penuh semangat gejolak di hati
Menatap masa depan membentang luas
Yang akan diukir dalam mengisi hari
Dihiasai keinginan dan kemauan yang tinggi
Mengisi lembaran bersih untuk diwarnai hari ini
PERSADA TERINDAH
(Karya: Sri Darti)
Lambaian tiap helai daun kering yang terjatuh
Berdesir air diantara pasir putih
Tersibak ombak kecil...
Begitu lembut hamparan pantainya
Nuansa segar sejuk dan aroma damai negeri ini
Menunjuk ke semua penjuru dunia
Elok alam lautnya
Elok alam hutannya
Elok alam faunanya
Elok alam floranya
Untaian kata dari hati...
Inilah negri Nusantara... Indonesia
Persada terindah
RINDU SEKOLAH
(Karya: Sri darti)
Semangat menyelimuti hati
Langkahkan kaki dengan teratur
Kanan kiri bergantian
Sambil melambai, senyum tersungging manis
Raut wajah ceria hati bahagia
Tutur doa seorang guru...sejuk sambil tangan terangkat, mulut berucap berbulan-bulan
kami menahan rasa rindu
Sebentar lagi pertemuan dengan 'malaikat-malaikat' kecil yang rindu sekolah akan
terwujud
Kami sudah rindu
Kami sudah kangen ingin bertemu dan bercanda bersama lagi
RACHSANDRINA
(Karya: Sri darti)
Tubuhmu mungil bersih pipi bertabur kemerahan
Tangismu membuat hati semakin semangat memandangmu
Senyummu membuat hati semakin menyayangmu Rachsandrina... cahaya yang
menyejukkan hati
Doa yang terucap untukmu...semoga kelak jadi putri penuh wibawa lembut hati dan
cantik
TASBIH
(Karya: Sri darti)
Untaian dzikir mengagungkan asmaMu
Sejuknya udara subuh, air wudhu dingin mengalir
Kuusap anggota badan memenuhi syaratnya sholat
Kubersujud padamu merendahkan hati dan menyerahkan diri diantara waktu fajar
kupegang tasbih mulut tak berhenti berucap subhanallah,, alhamdulillah,,,
Allahu akbar
Untaian indah tak terhingga untuk Sang Pencipta
KALIGUNG EXPRESS YANG TERAKHIR
(Karya: Dwi Apriliya. S)
Pukul 8.30 pagi mengawali perjalanan
Klakson kendaraan tak henti bergantian
Nampak papan stasiun prujakan
Ku langkahkan kaki penuh beban
Keretaku kali ini memisahkan
Pelukan ibu dari anaknya
Air mata dengan kerinduan
Akan selalu menyelimutiku disana
Pukul 9.00 terdengar pluit panjang
Kondektur memperkenalkan diri
Bersiap membawa penumpang
Selamat sampai tujuan nanti
Perjalanan yang ingin segera ku akhiri
Tuhan yang maha pemurah dan pengasih
Permudahkan jalanku untuk mutasi
Bersama kaligung express terakhir kali
Kembali ke kota kelahiran
Tanpa rasa penyesalan
Antusias dari rasa kebahagiaan
Tercapai semua akan harapan
Dari penantian panjang
Terimakasih pada diri ini yang telah berjuang
Di tengah hiruk pikuk kota semarang
Kelak namamu akan slalu terkenang
SEMARANGKU
(Karya: Kusriyanto)
Dulu kau lusuh dan kumuh
Banyak cagar yang tak terurus
Hingga renta dilindas kusam
Nyaris hilang bagai tak bertuan
Banjir dan rob selalu menemanimu
Disaat hujan deras menghampirimu
Seakan menjadi ciri dalam dirimu
Yang mudah dikenal orang saat itu
Seiring berjalanya waktu
Kini kau berbenah dalam dirimu
Menebar senyum kepada setiap tamu
Yang selalu mengunjungimu
Banyak gedung tinggi menjulang
Merubah wajahmu semakin menawan
Mengundang decak setiap yang datang
Dan membawa kenangan disaat pulang
MENIKMATI MATAHARI PAGI
(Karya: Hartono)
Tepat pukul tujuh
Ku langkahkan kaki
Menuju halaman sekolah
Menikmati panas alami
Seraya menyapa rekan
Menyambut kedatangan
Hilir mudik kendaraan
Menambah kebisingan
30 menit berlalu
Cukup untuk menambah imun ditubuh
Sehatkan jiwa dan raga
Tanpa mengeluarkan biaya
SUROLOYO RUMAH KI SEMAR
(Karya: Priyono)
Enggkau ada dalam angan ini
Rasa terpendam tergugah olehmu
Semangat bangkit, jiwa bergelora
Agar dapat menaklukkanmu ….
Jalan terjal dan berliku
Hawa dingin yang menusuk tulang
Tak membuatku tertunduk
Untuk mencapaimu
Tak bosan aku memandangmu
Awan putih menghias menyelimuti
Pemandangan indah nan takjub
Mengelilingi dan mengagumkan rasa
Suroloyo rumah Ki Semar
Di sini jiwa ini tenang dan lebih dekat pada pencipta
Di sini aku melihat sang mentari hadir di pagi hari
Di sini pula aku melihat megahnya candi sang Budha
Suroloyo rumah Ki Semar ….
Terbayar sudah rasa lelah dan angan ini
Dan keindahanmu ….
Takkan lenyap dari anganku
BAHAGIA YANG KURINDUKAN
(Karya: Juny Mona M.)
Pertama kali kita berjumpa
Senyum manismu tak pernah lupa menyapa
Aku bahagia
Bahagia melihat senyum itu
Senyum yang kurasa sudah menjadi andalanmu
Kian lama senyum itu menjadi tawa yang sefrekuensi
Yaa, sefrekuensi dengan aku yang memang suka haha hihi
Dan lagi-lagi aku bahagia
Melihat tawamu yang ikhlas
Yang lepas
Hari demi hari pun kita lewati
Senda gurau darimu tak pernah kulewatkan
Hingga sampai pada waktunya kau berhenti
Senda gurau yang selalu kunanti kini sudah tak kudapatkan
Tak mengapa
Walau kita tak saling bersua
Kita tetap terpaut dalam doa
Ku harap corona segera pergi
Agar senda gurau itu bisa kembali
MAUT PUN TERSENYUM
(Karya: Rizky Setiawan)
Semula dri kota wuhan
Menyebar dari segala penjuru negeri
Menyebar virus yang mematikan
Virus itu corona
Hari demi hari
Waktu demi waktu
Banyak orang yang terpapar virus corona
Banyak orang meninggal karena terpapar
Ya Tuhan…..
Dimna doa terbaik yang kita panjatkan
Sekolah, pekerjaan dan ibadah hanya dirumah
Menunggu nasib baik yang penuh harapan
Harapan itu telah datang
Tuhan memberikan obat untuk virus ini
Vaksin sudah dijalankan
Banyak orang penuh harapan agar kesembuhan
Corona pergilah
Jauhi dunia ini
Agar kita normal lagi seperti dulu
Sekolah, pekerjaan dan ibadah bisa normal lagi
Terimakasih Tuhan…
Nikmat sungguh luar biasa
Kenikmatan kesehatan yang kau berikan
Di dunia ini dan di akhir nanti
VIRUS MEMATIKAN
(Karya: Rizky Setiawan)
Oh virus
Kau datang dari wuhan
Kau menyebar kemana-mana
Keseluruh penjuru dunia
Kita semua harus antisipasi virus ini
Dengan cara hidup sehat
Mencuri tangan dengan sabun
Selalu memakai masker
Banyak orang yang tumbang
Karena virus mematikan ini
Virus yang melibas semua orang
Semua orang bisa terpapar
Ya Tuhan….
Selalu lindungi Negera tercinta ini
Jauhkan virus ini
Agar semua sejahtera dan bahagia selamanya
RINDUKU
(Karya: Desvy Karina P.)
Setahun berlalu begitu cepat
Kumerasakan hari-hari yang sangat lambat
Pandemi yang membuat segalanya berubah
Sehingga kita harus berbenah
Suasana yang sudah berbeda
Suasana sekolah yang tak lagi sama
Kelas yang selalu penuh dengan canda tawa
Kini sudah berbeda
Senyum dan tawa mereka
Membuat hati ini rindu
Rindu bertemu dengan anak-anakku
Belajar dan tertawa bersama
Setahun berlalu begitu cepat
Kini aku hanya bisa melihat
Melihat kelas yang sunyi
Bangku berdebu yang tak berpenghuni
Dulu kelas ini penuh dengan canda tawa mereka
Berbaris untuk melaksanakan literasi
Berdo’a dan bernyanyi
Memberi salam dan saling menyapa
Hari-hari telah berlalu
Kapan rindu itu akan terobati
Meski pandemi belum berlalu
Kita tetap bersapa dan berkomunikasi
DIA BISA
(Karya: Ika Setiani)
Dia tak lelah
Dia tak pernah mengeluh
Dia hanya butuh motivasi
Dia tak menyerah
Dia yakin bisa
Ini bukan sebuah beban
Tapi cobaan
Pengalaman membuat dia berani
Berani hadapi semua cobaan
Tak boleh menyerah
Karena setelah ini akan ada keindahan
Cobaan membuat kiata kuat
Menjalani riak kehidupan
Dia yakin
Dia pasti bisa
TAQDIRKU
(Karya: Ali Ikhwan)
Aku tak pernah minta
Aku juga tak mengharap
Namun aku tiba-tiba hadir dipangkuaNya
Dibelai, direngkuh, dirawat, disusui, disuapi, dinina bobokkan dengan penuh kasih
dan sayangNya ....
Ya.... Aku hadir karena takdirNya
Tuhanlah yg punya rencana
Semua kebutuhanku tersedia
rezekiku,jodohku,umurku,nasibku, kebaikan dan keburukanku dalam
genggamanNya..
Aku hanya diberikan akal dan hati
itulah modal yg diberikan padaku
Aku harus belajar,menuntut ilmu,berusaha dan bekerja
Apapun hasilnya Tuhanku maha adil
Aku berusaha dalam takdirNya
aku belajar dalam takdirNya
semua yg terjadi,semua yg aku hasilkan hari ini adalah yg terbaik
Terimakasih ya Allah aku terima kehendakMu
aku terima takdirMu
Aku syukuri dg melaksanakan amarMu
Terimakasih my god ,I love you fulll
CINTA SEJATI
(Karya: Ali Ikhwan)
Akan datang suatu masa
Akan tiba waktunya
Dan dialami tiap manusia
Dimana harta benda tiada harga
Kesuksesan tidak bermakna
Keberuntunganpun tiada guna
Saat itu yg berguna,berharga,bermakna dan semua orang membutuhkannya
Adalah kasih dan sayang yg dilandasi ketulusan cinta dua anak manusia
Adalah kasih dan sayang yg dilandasi kesucian jiwa
Adalah kasih sayang yg dilandasi kemurnian cinta
atas dasar cintanya pada pengatur jagat raya
adakah masa itu bisa kita petik dan nikmati
Saling menutupi kekurangan
Selalu melihat kelebihan pasangan
saling menghormati, mengharga
itulah kuncinya, semoga