AIR
(Karya: Ima Niva)
Air
Tiga huruf saja
Tapi kamu memberi arti
Kamu memberi kehidupan
Tak ada kamu tak ada kehidupan
Saat kamu datang dengan jumlah cukup kamu memberi kami kehidupan
Tapi
Saat kamu datang dengan jumlah banyak kamu memberi kami musibah
Banjir dimana mana
Longsor dimana mana
Banyak orang meninggal karenamu
Banyak orang sakit karenamu
BANGKU KOSONG
(Karya: Ima Niva)
Di suatu kelas
Hanya ada bangku kosong
Tak ada siswa yg duduk mendengarkan guru
Tak ada siswa yg menulis di atas meja
Tak ada siswa yg tertawa riang disana
Aaaaahhhh
Aku rindu
Rindu aktivitas mereka di atas bangku
Rindu canda tawa mereka
Rindu kegaduhan mereka
Ya aku rindu semua itu
Rindu bangku kosong terisi lagi olehmu
Siswa siswaku
NALURI HATI IBU
(Karya: Sevi Ria)
Ku mantapkan hati melangkah pergi
Puluhan kilometer ku lalui
Panas hujan ku hadapi
Demi ikhlas tunaikan bakti
Kutinggalkan si kecil sendiri
Dengan risau di dalam hati
Ingin rasanya segera kembali
Bercerita bersama buah hati
Menggendongnya kesana kesini
Seketika hilang lelah tubuh ini
Melihat wajah mungil sejukkan hati
Anugerah dari sang Ilahi
SI KEMBAR
(Karya: Irfan Adhi N.)
Kaw.....
Serupa tapi tak sama
Kaw....
Kakak Beradik yang Setia
Setiap pagi
Kaw selalu ceria....
Setiap siang
Kaw selalu tertawa....
Setiap sore
Kaw selalu bahagia....
Dengan teman selalu berbagi...
Dengan Kak Ros selalu bercanda...
Dengan Opa selalu menyayangi...
Dengan Tuk Dalang
selalu merindu...
Kaw selalu memberi cerita...
Kaw selalu memberi hiburan...
Kaw selalu memberi pengetahuan...
Kaw selalu memberi pendidikan...
BONEKA TANGAN
(Karya: Irfan Adhi N.)
Engkau yang cantik
Engkau yang manis
Engkau yang menarik
Engkau yang menawan
Kupasang senyum gembira
Melambaikan tangan depan mereka....
Kuhibur diri nan lara
Sejenak terserat suka ria....
Kau halus dan berbulu
Aneka bentukmu yang lucu....
Sesekali ku memainkanmu
Seperti ke dunia mimpimu....
ANDIEN
(Karya: Irfan Adhi N.)
Detik detik silih berganti
Menit telah terlewati....
Jam selalu berjalan
Waktu telah menunjukkan....
Ku hidangkan
yang manis manis....
Ku siapkan
yang renyah gurih....
Ku hidupkan
menjadi hidup....
Ku berjajar di depanmu....
Langkah mu selalu dinanti....
Senyum mu selalu ditunggu....
Langkahmu selalu hati hati.....
Sinar matamu yang selalu tersipu....
SIAGA
(Karya: Kak Said)
Siagaaaaaaa. . .siaaaaaappp
Wahai putra sulung dari gerakan pramuka
Indonesia butuh kesiapan mu
Untuk masa depan negri ini
Siaaaaaaga. . . Siiiiiiiiap
Wahai tunas berciri khas warna hijau
Tunjukan kesiapan mu
Utk menjunjung nama baik ayah dan bunda mu
Siaga. . . . .siap
Wahai tunas harapan bangsa
Yang mempunyai kode kehormatan dwi dharma
Tunjkan keberanian mu utk menaklukan dunia
PENGGALANG KU
(Karya: Kak Faris)
Mentari pagi menyambut ku
Ku kekenakan baret kacu ku
Kesetiaan adalah ciri
khas ku
Satya darma adalah pedoman ku
Tali dan tongkat adalah saksi
Pengorbanan ku yang tak kan terhenti
Keringat dan darah menjadi bukti
Perjuanganku selama ini
Api unggun yang menyala
Menandakan bukti nyata
Penggalang pemberani nan gembira
Saatnya pramuka memberikan aksi nyata
UNTUKMU GURU
(Karya: Mama Putra)
Laksana mentari dipagi hari
Terbit tersenyum penuh kehangatan
Bak embun pagi yang sejuk nan suci
Cintamu pada anak kami tiada penghabisan
Laksana bulan penerang kegelapan
Yang selalu memberi dan melindungi
Membuat anak kami mempunyai masa depan
Hanya doa terbaik yang bisa kami beri
Laksana bintang selalu bersinar
Namamu selalu ada dihati
Jasamu tetap akan dikenang
Sampai akhir hayat nanti
ARTI KESABARAN
(Karya: Mama Putra)
Bertaburan bintang diangkasa
Tak akan lelah mata memandang
Seharian dirumah hanya terasa
Tugas menanti sudah kutimbang
Kubaca tugas dari guru kelas
Sabar menemani anak belajar
Kubayangkan wajah guru yang tegas
Mendidik anak menjadi pintar
Pandemik membuatku menjadi guru
Tugasmu kini aku rasakan
Wahai guru betapa mulia dirimu
Peranmu kini aku gantikan