The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-guide Mevis: Panduan Elektronik Pengukuran dan Evaluasi Olahraga

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by khoirilanam100, 2022-08-31 12:07:35

E-guide Mevis: Panduan Elektronik Pengukuran dan Evaluasi Olahraga

E-guide Mevis: Panduan Elektronik Pengukuran dan Evaluasi Olahraga

Keywords: Pengukuran,evaluasi,Olahraga

i

E-GUIDE MEVIS

Panduan Elektronik Pengukuran dan Evaluasi
Olahraga

Tim Penulis:

Nanang Indardi, S.Si.,M.Si.,Med.
Khoiril Anam, S.Si., M.Or.
Fajar Awang Irawan, Ph.D.
Yuwono, S.Si.,M.Pd.
Dhias Fajar Widya Permana, S.Si.,M.Or.
Limpad Nurrachmad, S.Pd.,M.Pd.

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, sehingga peneliti dapat
menyelesaikan Buku E-GUIDE MEVIS: Panduan Elektronik
Pengukuran dan Evaluasi Olahraga. Peneliti menyadari
bahwa penulisan buku panduan ini tidak akan terwujud tanpa
adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, peneliti menyampaikan terima kasih kepada:
1. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberi

berbagai fasilitas dan kesempatan kepada peneliti untuk
melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi.
2. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(LP2M) Universitas Negeri Semarang yang telah
memberikan kesempatan kepada peneliti untuk
mendapatkan bantuan hibah penelitian.
3. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri
Semarang yang telah memfasilitasi peneliti untuk
melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi.
4. KONI Kabupaten Jepara yang telah bersedia menjadi
Mitra Penelitian dan Pengabdian.

Peneliti menyadari bahwa buku ini masih jauh dari
sempurna. Semoga buku panduan ini dapat memberikan
manfaat bagi peneliti pada khususnya, lembaga, masyarakat
dan menambah inovasi pelatihan atau pembelajaran.

Semarang, Agustus 2022

Peneliti

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................. III

DAFTAR ISI ...........................................................................IV

PENGUKURAN KOMPONEN KONDISI FISIK...................... 1

A. PENGUKURAN KEKUATAN ......................................... 1

1. GRIP STRENGHT TEST ............................................. 2
2. PULL AND PUSH DYNAMOMETER TEST................. 4
3. BACK DYNAMOMETER TEST ................................... 6
4. LEG DYNAMOMETER TEST...................................... 8
5. SIT-UP TEST............................................................. 10
6. PUSH-UP TEST ........................................................ 12

B. PENGUKURAN DAYA TAHAN.................................... 15

1. MULTISTAGE FITNESS TEST (BEEP TEST) .......... 17
2. 15 MINUTE BALKE TEST ......................................... 19
3. 12 MINUTE COOPER TEST ..................................... 22
4. 1.5-MILE RUN TEST (TES LARI 2,4 KM).................. 24
5. 1 MILE WALK TEST .................................................. 26
6. HARVARD STEP TEST ............................................ 28

C. PENGUKURAN KECEPATAN ..................................... 31

1. TES LARI 30 METER ................................................ 32
2. TES LARI 40 METER ................................................ 33
3. TES LARI 45,73 METER (50 YARD) ......................... 34
4. TES LARI 50 METER ................................................ 35
5. TES KECEPATAN 60 METER .................................. 36

D. PENGUKURAN POWER .............................................. 37

1. VERTICAL JUMP TEST ............................................ 38
2. STANDING BROAD JUMP TEST ............................. 41
3. MEDICINE BALL TEST ............................................. 43
4. SEATED MEDICINE BALL THROW TEST ............... 45

iv

E. PENGUKURAN KELINCAHAN.................................... 47
1. ILLINOIS AGILITY TEST ........................................... 48
2. 505 AGILITY TEST.................................................... 50
3. SHUTTLE RUN TEST ............................................... 52
4. SEMO AGILITY TEST ............................................... 54
5. HEXAGON AGILITY TEST........................................ 56
6. QUADRANT JUMP TEST ......................................... 58
7. RIGHT BOOMERANG RUN TEST............................ 60

F. PENGUKURAN FLEKSIBILITAS................................. 62
1. FINGER TOUCH TEST ............................................. 64
2. SIT AND REACH TEST ............................................. 67
3. TES STATIS FLEKSIBILITAS PERGELANGAN KAKI
69
4. TES STATIS FLEKSIBILITAS TUBUH BAGIAN ATAS
DAN LEHER ...................................................................... 71

G. PENGUKURAN KESEIMBANGAN.............................. 72
1. STORK STAND TEST ............................................... 73
2. MODIFIED BASS TEST OF DYNAMIC BALANCE ... 75

H. PENGUKURAN KOORDINASI .................................... 77
1. TES LEMPAR TANGKAP BOLA TENIS.................... 78
2. SOCCER WALL VOLLEY TEST ............................... 80

I. PENGUKURAN KECEPATAN REAKSI ...................... 82
1. REACTION TIME RULER DROP TEST .................... 83
2. WHOLE BODY REACTION TIME TEST ................... 86

DAFTAR PUSTAKA ............................................................. 88

v



PENGUKURAN KOMPONEN
KONDISI FISIK

A. PENGUKURAN KEKUATAN

Kekuatan merupakan kemampuan otot atau
sekelompok otot dalam menahan atau menerima beban kerja
(Dwikusworo, 2010). Kekuatan merupakan tenaga kontraksi
otot dalam sekali usaha maksimal dalam mengatasi suatu
tahanan (Fenanlampir & Faruq, 2015). Jadi, kekuatan dapat
diartikan sebagai kemampuan otot atau sekelompok otot
untuk menahan atau menerima beban kerja dalam sekali
usaha maksimal.

Instrumen-instrumen yang dapat digunakan untuk
mengukur kekuatan dapat diringkas dalam tabel 1 di bawah
ini.

Tabel 1. Daftar Instrumen Kekuatan

No. Nama Tujuan Mengukur

1 Grip strenght test Kekuatan otot tangan dalam
meremas

2 Pull and push Kekuatan otot lengan dan
dynamometer test bahu

3 Back dynamometer test Kekuatan otot punggung

4 Leg dynamometer test Kekuatan otot tungkai

5 Sit-up test Kekuatan otot perut
6 Push-up test Kekuatan otot lengan dan
bahu

1

1. GRIP STRENGHT TEST

Tujuan:
Tujuan Grip Strenght Test adalah untuk mengukur

kekuatan otot tangan dalam meremas.
Peralatan dan Bahan:
o Handgrip Dynamometer
o Formulir Pencatat
o Alat tulis
Prosedur Pelaksanaan:

Pertama, testee (orang yang di test) berdiri tegak
dengan posisi kaki dibuka selebar bahu, dan lengan
memegang handgrip dynamometer lurus disamping badan.
Telapak tangan menghadap ke bawah sedangkan skala
dynamometer menghadap keluar. Kedua, handgrip
dynamometer diperas sekuat tenaga, dengan catatan
tangan yang memeras dan alat handgrip dynamometer tidak
boleh tersentuh badan atau benda lain.

2

Gambar 1. Pelaksaan Grip Strenght Test

Penilaian:
Catat hasil grip strenght test di formulir pencatat.

Testee diberikan kesempatan dua kali pelaksanaan. Hasil
terbaik dari dua kali kesempatan, merupakan hasil yang
dipakai dari grip strenght test testee. Satuan ukuran grip
strenght test adalah kilogram (kg).

3

2. PULL AND PUSH DYNAMOMETER TEST

Tujuan:
Tujuan Pull and Push Dynamometer Test adalah

untuk mengukur kekuatan otot lengan dalam menarik dan
mendorong.

Peralatan dan Bahan:
o Pull and push dynamometer (expanding dynamometer)
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama, posisi testee berdiri tegak dengan

menghadap depan dan kedua tungkai terbuka selebar bahu.
Alat expanding dynamometer dipegang dengan kedua
tangan di depan dada. Selanjutnya badan testee dan alat
expanding dynamometer menghadap luar atau depan,
dengan kedua lengan atas ke samping dan kedua siku
ditekuk.

Khusus untuk mengukur kekuatan otot lengan dalam
menarik, maka testee harus menarik sekuat-kuatnya
expanding dynamometer. Khusus untuk mengukur
kekuatan otot lengan dalam mendorong, testee harus
mendorong sekuat-kuatnya expanding dynamometer.

Saat melakukan tarikan atau dorongan expanding
dynamometer, kedua lengan testee tidak boleh menyentuh
dada dan testee tidak boleh menarik atau mendorong
dengan cara dihentakkan.

4

Gambar 2. Pelaksaan Pull and Push Dynamometer
Test

Penilaian:
Catat hasil tarikan atau dorongan expanding

dynamometer di formulir pencatat. Testee diberikan
kesempatan dua kali pelaksanaan. Hasil terbaik dari dua
kali kesempatan, merupakan hasil yang dipakai dari pull and
push dynamometer test testee. Satuan ukuran pull and push
dynamometer test adalah kilogram (kg).

5

3. BACK DYNAMOMETER TEST

Tujuan:
Tujuan Back Dynamometer Test adalah untuk

mengukur kekuatan otot punggung.

Peralatan dan Bahan:
o Back dynamometer
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama testee harus bertumpu di atas alat

back dynamometer dengan kaki sejajar dan dibuka selebar
bahu, ikat atau tali pinggang dipasangkan di pinggang
tengah-tengah tongkat pegangan. Kemudian kedua tangan
memegang tongkat pegangan. Testee selanjutnya harus
meluruskan siku, punggung dibengkokkan membentuk
sudut 30° terhadap garis lurus, dan kedua tungkai lurus.

Selanjutnya testee harus menarik tongkat pegangan
menggunakan kekuatan punggung dengan cara menarik ke
atas sekuat mungkin dengan cara meluruskan punggung,
dan tidak boleh dihentakkan. Tumit tidak boleh diangkat
dan tungkai harus tetap lurus sampai akhir tes dan jarum
skala/ angka digital tidak bergerak/ berubah lagi.

6

Gambar 3. Pelaksaan Back Dynamometer Test

Penilaian:
Catat hasil tarikan back dynamometer di formulir

pencatat. Testee diberikan kesempatan dua kali
pelaksanaan. Hasil terbaik dari dua kali kesempatan,
merupakan hasil yang dipakai dari back dynamometer test
testee. Satuan ukuran back dynamometer test adalah
kilogram (kg).

7

4. LEG DYNAMOMETER TEST

Tujuan:
Tujuan Leg Dynamometer Test adalah untuk

mengukur kekuatan otot tungkai.

Peralatan dan Bahan:
o Leg dynamometer
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama testee harus bertumpu di atas alat

back dynamometer dengan kaki sejajar dan dibuka selebar
bahu, ikat atau tali pinggang dipasangkan di pinggang
tengah-tengah tongkat pegangan. Kemudian kedua tangan
memegang tongkat pegangan. Testee selanjutnya
memosisikan diri dengan cara kepala tegak, punggung
tegak lurus, dan tangan memegang tongkat pegangan.
Selanjutnya testee memosisikan punggung dan kedua
lengan lurus, sedangkan lutut ditekuk membuat sudut antara
115°-125°. Selanjutnya, tongkat dipegang dengan kedua
tangan (lebih baik menggunakan sabuk atau ikat pinggang
pengaman yang mengikat pinggang dengan tongkat
pegangan leg dynamometer).

Selanjutnya testee harus menarik tongkat pegangan
menggunakan kekuatan tungkai dengan cara menarik ke
atas sekuat mungkin dengan cara meluruskan tungkai,
tidak boleh dihentakkan dan tangan tidak boleh ikut
menarik (tangan hanya seperti halnya sebagai tali). Tumit
tidak boleh diangkat dan tungkai harus tetap lurus sampai
akhir tes dan jarum skala/ angka digital tidak bergerak/
berubah lagi.

8

Gambar 4. Pelaksaan Leg Dynamometer Test

Penilaian:
Catat hasil tarikan leg dynamometer di formulir

pencatat. Testee diberikan kesempatan dua kali
pelaksanaan. Hasil terbaik dari dua kali kesempatan,
merupakan hasil yang dipakai dari leg dynamometer test
testee. Satuan ukuran leg dynamometer test adalah
kilogram (kg).

9

5. SIT-UP TEST

Tujuan:
Tujuan Sit-up Test adalah untuk mengukur kekuatan

otot perut.

Peralatan dan Bahan:
o Matras atau lantai datar
o Stopwatch
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama testee memosisikan diri berbaring

telentang, kedua tangan di samping kepala, dan kedua siku
lurus ke depan. Selanjutnya kedua lutut testee ditekuk
membentuk sudut 90° dan telapak kaki tetap di lantai.
Kedua pergelangan kaki atlet dapat dipegangi dan ditekan
saat atlet mencoba bangun.

Stopwatch dinyalakan saat testee memulai
mengangkat tubuh. Sit-up dilakukan dengan cara testee
mencoba bangun sampai ke posisi sikap duduk dan kedua
siku ditekan atau ditempelkan sampai menyentuh lutut, dan
kembali berbaring atau ke sikap semula. Lakukan gerakan
seperti ini sebanyak-banyaknya selama 1 menit.

10

Gambar 5. Pelaksaan Sit-up test
Penilaian:

Catat hasil jumlah gerakan Sit-up yang benar selama
1 menit di formulir pencatat. Testee diberikan kesempatan
satu kali pelaksanaan.

11

6. PUSH-UP TEST

Tujuan:
Tujuan Push-up Test adalah untuk mengukur

kekuatan otot lengan dan bahu.

Peralatan dan Bahan:
o Matras atau lantai datar
o Stopwatch
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama testee memosisikan diri telungkup.

Posisi kepala, punggung, sampai dengan tungkai posisi
lurus bagi pria. Posisi kepala dan punggung lurus,
sedangkan tungkai ditekuk bagi wanita.

Testee memosisikan kedua telapak tangan bertumpu
di lantai di samping dada dan jari-jari tangan ke depan.
Kedua telapak tangan berdekatan. Jari-jari telapak kaki
bertumpu di lantai bagi pria, sedangkan tungkai ditekuk
bagi wanita. Saat sikap telungkup, hanya dada yang
menyentuh lantai, sedangkan kepala, perut, dan tungkai
bawah terangkat.

Stopwatch dinyalakan saat testee memulai
mengangkat tubuh. Testee mengangkat tubuh dengan
meluruskan kedua lengan, kemudian menurunkan tubuh lagi
dengan cara membengkokkan kedua lengan sehingga dada
menyentuh lantai. Setiap kali mengangkat dan menurunkan
tubuh, kepala, punggung, dan tungkai tetap lurus dihitung
sekali. Lakukan gerakan seperti ini sebanyak-banyaknya
selama 1 menit. Jika saat pelaksanaan posisi tubuh atau
dada tidak menyentuh lantai atau lengan tidak lurus, maka
tidak dihitung. Jika saat pelaksanaan, testee lengannya

12

bergetar atau bergoyang yang menandakan sudah tidak
kuat maka tes segera dihentikan.

Gambar 6. Posisi push-up test bagi pria

Gambar 7. Posisi push-up test bagi wanita
13

Penilaian:
Catat hasil jumlah gerakan Push-up yang benar

selama 1 menit di formulir pencatat. Testee diberikan
kesempatan satu kali pelaksanaan.

14

B. PENGUKURAN DAYA TAHAN

Daya tahan dalam dunia olahraga merupakan
kemampuan yang mengharuskan atlet untuk bertahan dalam
aktivitas latihan terus menerus, dinamis, dan melibatkan
seluruh tubuh yang dilakukan melalui jarak menengah atau
jarak jauh (Wakene et al., 2015). Daya tahan sering disebut
dengan V̇ O2max yang didefinisikan sebagai kemampuan
untuk menyimpan oksigen sebanyak-banyaknya (James et
al., 2017). Daya tahan mengacu pada kemampuan individu
dalam melibatkan paru, jantung, dan peredaran darah ketika
melakukan aktivitas dari intensitas rendah maupun tinggi
dengan durasi yang lama (Akhmad & Suharjo, 2018).
Seseorang dengan kondisi fisik yang baik atau dengan
kebugaran fisik yang baik akan memiliki nilai VO2Max yang
lebih tinggi daripada mereka yang memiliki kebugaran fisik
yang buruk.

Instrumen-instrumen yang dapat digunakan untuk
mengukur daya tahan dapat diringkas dalam tabel 2 di bawah
ini.

15

Tabel 2. Daftar Instrumen Daya Tahan

No. Nama Tujuan Mengukur

Multistage Fitness Test Daya Tahan Kardiorespirasi
1 (Beep Test)
(VO2Max)

2 15 minute Balke Test Daya Tahan Kardiorespirasi
(VO2Max)

3 12 minute Cooper Test Daya Tahan Kardiorespirasi
(VO2Max)

4 1.5-Mile Run Test (Tes Daya Tahan Kardiorespirasi

Lari 2,4 Km) (VO2Max)

5 1 Mile Walk Test Daya Tahan Kardiorespirasi
(VO2Max)

6 Harvard Step Test Daya Tahan Kardiorespirasi
(VO2Max)

16

1. MULTISTAGE FITNESS TEST (BEEP TEST)

Tujuan:
Tujuan dari Multistage Fitness Test (Beep Test)

adalah untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi atau
untuk memprediksi VO2Max, yang merupakan indikator dari
kebugaran jasmani seseorang.

Peralatan dan Bahan:
o Meteran 50 m
o Lintasan yang rata dan tidak licin dengan panjang

minimal 22 m
o Speaker aktif
o Laptop/ Hp
o File sound MFT
o Cone
o Nomor dada
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama siapkan area tes MFT dengan

permukaan rata dan tidak licin minimal sepanjang 25 m
untuk jalur tes sepanjang 20 meter dan daerah bebas
minimal masing-masing di daerah ujung sepanjang 2,5
meter dengan 10 lajur yang ditandai dengan batas cone.

Tes dilakukan dengan 8-10 testee berdiri dengan
posisi siap di salah satu ujung garis batas, setelah terdengar
bunyi START LEVEL ONE-ONE mulai berlari dengan
kecepatan langkah menyesuaikan irama tanda bunyi TUT
dari kaset setiap sampai pada garis batas lari. Bunyi TUT
setiap 1 menit (1 level) akan lebih cepat sehingga menuntut
testee berlari lebih cepat.

17

Perlu diperhatikan, testee yang berlari lebih cepat
sehingga mendahului bunyi TUT pada saat sampai garis,
harus menunggu bunyi TUT lebih dahulu sebelum
meneruskan lari baliknya.

Testee dinyatakan tidak kuat dan harus
menghentikan larinya apabila kecepatan berlarinya
terlambat dari bunyi TUT sejauh 2 langkah selama 3 kali
berturut-turut, dan apabila keterlambatan terjadi secara tidak
berturut-turut testee diberi kesempatan meneruskan
berlarinya dengan lebih cepat sehingga tidak terlambat.

Gambar 8. Pelaksanaan Multistage Fitness Test

Penilaian:
Catat hasil dari awal bunyi TUT sampai testee tidak

mampu lagi berlari sesuai dengan irama. Penilaian
dilakukan pada level dan shuttle tertentu sesuai dengan
kemampuan testee. Skor penilaian disesuaikan dengan
tabel penilaian Multistage Fitness Test (Beep Test).

18

2. 15 MINUTE BALKE TEST

Tujuan:
Tujuan dari 15 minute Balke test adalah untuk

mengukur daya tahan kardiorespirasi atau untuk
memprediksi VO2Max, yang merupakan indikator dari
kebugaran jasmani seseorang.

Peralatan dan Bahan:
o Stopwatch
o Peluit
o Cone
o Lintasan lari
o Nomor dada
o Koin bernomor
o Bendera start
o Kartu kendali putaran
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Sebelumnya sudah dipersiapkan lapangan tes, untuk

15 minute Balke test pada sisi kiri lintasan ditandai dengan
cone besar setiap 50 m atau 100 m, dan diantaranya
ditandai dengan cone kecil setiap 10 m.

Pertama, testee berdiri di belakang garis start sambil
memegang koin bernomor. Selanjutnya testee mengambil
posisi start berdiri, ketika ada aba-aba “Go” testee berlari
selama 15 menit sambil memegang koin bernomor.

Tester melakukan pencatatan dengan tanda silang
atau melingkari angka yang disediakan sebagai penghitung
jumlah putaran yang telah ditempuh.

Penghitung waktu harus memberikan informasi
kepada testee pada saat lari melintasi posisi timers/ tester

19

berdiri berkaitan waktu yang telah ditempuh untuk tes lari 15
menit.

Setelah 15 menit, akan terdengar peluit yang
menunjukkan waktu yang ditempuh sudah 15 menit dan
testee harus berhenti berlari. Saat berhenti, testee
meletakkan koin bernomor pada lintasan dimana testee
berada pada saat waktu 15 menit telah habis dengan
ditandai bunyi peluit, koin ini sebagai tanda jarak testee,
kemudian testee lanjut untuk berjalan sebagai pendinginan.

Gambar 9. Area pelaksanaan 15 minute Balke test

20

Penilaian:
Catat jarak tempuh testee selama berlari 15 menit

pada formulir pencatat. Penilaian dapat dilakukan dengan
menggunakan pedoman rumus sebagai berikut untuk
mengetahui prediksi VO2max:

= , + ( × ) × ,



21

3. 12 MINUTE COOPER TEST

Tujuan:
Tujuan dari 12 minute Cooper test adalah untuk

mengukur daya tahan kardiorespirasi atau untuk
memprediksi VO2Max, yang merupakan indikator dari
kebugaran jasmani seseorang.

Peralatan dan Bahan:
o Stopwatch
o Peluit
o Cone
o Lintasan lari
o Nomor dada
o Koin bernomor
o Bendera start
o Kartu kendali putaran
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Sebelumnya sudah dipersiapkan lapangan tes, untuk

12 minute Cooper test pada sisi kiri lintasan ditandai dengan
cone besar setiap 50 m atau 100 m, dan diantaranya
ditandai dengan cone kecil setiap 10 m.

Pertama, testee berdiri di belakang garis start sambil
memegang koin bernomor. Selanjutnya testee mengambil
posisi start berdiri, ketika ada aba-aba “Go” testee berlari
selama 12 menit sambil memegang koin bernomor.

Tester melakukan pencatatan dengan tanda silang
atau melingkari angka yang disediakan sebagai penghitung
jumlah putaran yang telah ditempuh.

Penghitung waktu harus memberikan informasi
kepada testee pada saat lari melintasi posisi timers/ tester

22

berdiri berkaitan waktu yang telah ditempuh untuk tes lari 15
menit.

Setelah 12 menit, akan terdengar peluit yang
menunjukkan waktu yang ditempuh sudah 12 menit dan
testee harus berhenti berlari. Saat berhenti, testee
meletakkan koin bernomor pada lintasan dimana testee
berada pada saat waktu 12 menit telah habis dengan
ditandai bunyi peluit, koin ini sebagai tanda jarak testee,
kemudian testee lanjut untuk berjalan sebagai pendinginan.

Gambar 10. Tes Lari 12 menit

Penilaian:
Catat jarak tempuh testee selama berlari 12 menit

pada formulir pencatat.

23

4. 1.5-MILE RUN TEST (TES LARI 2,4 KM)

Tujuan:
Tujuan dari 1.5-Mile Run Test (Tes Lari 2,4 km)

adalah untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi atau
untuk memprediksi VO2Max, yang merupakan indikator dari
kebugaran jasmani seseorang.

Peralatan dan Bahan:
o Stopwatch
o Peluit
o Cone
o Lintasan lari
o Nomor dada
o Bendera start
o Kartu kendali putaran
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Sebelumnya sudah dipersiapkan lapangan tes, untuk

1.5-Mile Run Test (Tes Lari 2,4 km) pada sisi kiri lintasan
ditandai dengan cone besar setiap 50 m atau 100 m, dan
diantaranya ditandai dengan cone kecil setiap 10 m.

Pertama, testee berdiri di belakang garis start.
Selanjutnya testee mengambil posisi start berdiri, ketika ada
aba-aba “Go” testee berlari sampai menempuh jarak 1,5
mile atau 2,4 km. Bersamaan dengan itu, petugas
penghitung waktu menyalakan stopwatch dan
mematikannya ketika jarak 1,5 mile atau 2,4 km telah
tercapai oleh testee.

Tester melakukan pencatatan dengan tanda silang
atau melingkari angka yang disediakan sebagai penghitung
jumlah putaran yang telah ditempuh.

24

Petugas penghitung waktu harus memberikan
informasi kepada testee pada saat lari melintasi posisi
timers/ tester berdiri berkaitan waktu yang telah ditempuh
dan banyak putaran.
Penilaian:

Setelah testee menempuh jarak 1,5 mile atau 2,4 km
dan menyentuh garis finish, stopwatch segera dihentikan.
Catat waktu yang diperoleh testee selama berlari dengan
jarak 1,5 mile atau 2,4 km pada formulir pencatat.

25

5. 1 MILE WALK TEST

Tujuan:

Tujuan dari 1 Mile Walk Test (Tes Jalan 1,6 km)

adalah untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi atau
untuk memprediksi VO2Max, yang merupakan indikator dari
kebugaran jasmani seseorang.

Peralatan dan Bahan:
o Stopwatch
o Peluit
o Cone
o Lintasan lari
o Nomor dada
o Bendera start
o Kartu kendali putaran
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Sebelumnya sudah dipersiapkan lapangan tes, untuk

1 Mile Walk Test (Tes Jalan 1,6 km) pada sisi kiri lintasan

ditandai dengan cone besar setiap 50 m atau 100 m, dan
diantaranya ditandai dengan cone kecil setiap 10 m.

Pertama, testee berdiri di belakang garis start.
Selanjutnya testee mengambil posisi start berdiri, ketika ada
aba-aba “Go” testee berjalan sampai menempuh jarak 1
mile atau 1,6 km. Bersamaan dengan itu, petugas
penghitung waktu menyalakan stopwatch dan
mematikannya ketika jarak 1 mile atau 1,6 km telah tercapai
oleh testee.

26

Tester melakukan pencatatan dengan tanda silang
atau melingkari angka yang disediakan sebagai penghitung
jumlah putaran yang telah ditempuh.

Petugas penghitung waktu harus memberikan
informasi kepada testee pada saat berjalan melintasi posisi
timers/ tester berdiri berkaitan waktu yang telah ditempuh
dan banyak putaran.
Penilaian:

Setelah testee menempuh jarak 1 mile atau 1,6 km
dan menyentuh garis finish, stopwatch segera dihentikan.
Catat waktu yang diperoleh testee pada formulir pencatat.

W = berat dalam pounds
G = Jenis Kelamin (0 untuk Wanita, 1 untuk pria)
T = total waktu jalan 1 mile dalam menit
HR = Denyut Jantung Latihan dalam denyutan per menit

27

6. HARVARD STEP TEST

Tujuan:
Tujuan dari Harvard Step Test adalah untuk

mengukur kemampuan daya tahan dalam melakukan
aktivitas fisik secara terus menerus pada jangka waktu lama
tanpa merasa kelelahan.

Peralatan dan Bahan:
o Stopwatch
o Peluit
o Metronom
o Bangku harvard 45 cm
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Sebelumnya hitung denyut nadi awal dan testi siap

berdiri dibelakang bangku. Selanjutnya gerakan hitungan 1,
satu kaki naik ke atas bangku sampai lutut lurus. Hitungan
2, kaki yang lain naik ke atas bangku. Hitungan 3, kaki yang
pertama turun. Hitungan 4, kaki yang lain turun. Gerakan
dilakukan selama 5 menit dengan kecepatan 30 step/menit
(jarum atas metronom di angka 120 dan pengatur irama
angka 4).

Lakukan istirahat 1 menit dengan duduk, kemudian
denyut nadi dihitung 30 dtk, istirahat 30 dtk, dihitung lagi 30
dtk, istirahat 30 dtk, dihitung lagi 30 dtk (sampai 3 x
hitungan).

28

Gambar 11. Pelaksanaan Harvard Step Test

Penilaian:
Perhitungan dapat dilakukan dengan rumus dibawah

ini.

Rumus panjang : Lama tes (dtk) x 100
2 ( jml nadi I+II+III )

Norma tes = 90 ke atas
Baik sekali = 80 – 89
Baik = 65 – 79
Sedang tinggi = 55 – 64
Sedang rendah
Rendah = di bawah 55

29

Rumus pandek: Lama tes (dtk) x 100
5.5 x DN 1-1.5 mnt

Norma tes = 81 ke atas
Baik = 50 – 80
Sedang
Rendah = di bawah 50

Apabila tidak mampu menyelesaikan tes selama
5 menit, cara pemberian skor:

< 2 menit = 25
2 – 3 menit = 38
3 – 3.5 menit = 48
3.5 – 4 menit = 52
4 – 4.5 menit = 55
4.5 – 5 menit = 59

30

C. PENGUKURAN KECEPATAN

Kecepatan disebut dengan kemampuan individu untuk
melakukan gerakan serupa secara berurutan dalam waktu
yang sesingkat-singkatnya, atau kemampuan untuk
menempuh jarak dengan cepat (Arafat et al., 2018).
Kecepatan memiliki tiga komponen yaitu: 1) waktu reaksi,
yang merupakan reaksi motor terhadap sinyal; 2) waktu
gerakan, yaitu kemampuan untuk menggerakkan anggota
tubuh dengan cepat; dan 3) kecepatan gerakan, yang
menggabungkan frekuensi gerakan lengan dan kaki (Hillis &
Holman, 2014).

Instrumen-instrumen yang dapat digunakan untuk
mengukur kecepatan dapat diringkas dalam tabel 3 di bawah
ini.

Tabel 3. Daftar Instrumen Kecepatan

No. Nama Tujuan Mengukur

1 Tes lari 30 meter Kecepatan lari jarak 30 m

2 Tes lari 40 meter Kecepatan lari jarak 40 m

3 Tes lari 45,73 meter (50 Kecepatan lari jarak 45,73

Yard) meter

4 Tes lari 50 meter Kecepatan lari jarak 50 m

5 Tes kecepatan 60 meter Kecepatan lari jarak 60 m

31

1. TES LARI 30 METER

Tujuan:
Tujuan tes lari 30 meter adalah untuk mengetahui

kemampuan kecepatan lari jarak 30 meter.

Peralatan dan Bahan
o Lintasan lari
o Stopwatch
o Bendera start
o Cone
o Meteran 50 meter
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan
Pertama-tama testee berdiri dibelakang garis start.

Pada aba-aba “siap” testee memosikan tubuh dengan start
berdiri, dan testee lari secepat mungkin menempuh jarak 30
meter ketika mendengar aba-aba “Go”. Petugas waktu mulai
menyalakan stopwatch bersamaan dengan aba-aba “Go”
dan menghentikannya setelah testee melewati garis finish.

Penilaian
Catat waktu tempuh yang dimulai dari start sampai

garis finish yang berjarak 30 meter pada formulir pencatat.
Testee diberikan kesempatan satu kali pelaksanaan.

32

2. TES LARI 40 METER

Tujuan:
Tujuan tes lari 40 meter adalah untuk mengetahui

kemampuan kecepatan lari jarak 40 meter.

Peralatan dan Bahan
o Lintasan lari
o Stopwatch
o Bendera start
o Cone
o Meteran 50 meter
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan
Pertama-tama testee berdiri dibelakang garis start.

Pada aba-aba “siap” testee memosikan tubuh dengan start
berdiri, dan testee lari secepat mungkin menempuh jarak 40
meter ketika mendengar aba-aba “Go”. Petugas waktu mulai
menyalakan stopwatch bersamaan dengan aba-aba “Go”
dan menghentikannya setelah testee melewati garis finish.

Penilaian
Catat waktu tempuh yang dimulai dari start sampai

garis finish yang berjarak 40 meter pada formulir pencatat.
Testee diberikan kesempatan satu kali pelaksanaan.

33

3. TES LARI 45,73 METER (50 YARD)

Tujuan:
Tujuan tes lari 45,73 meter adalah untuk mengetahui

kemampuan kecepatan lari jarak 45,73 meter.

Peralatan dan Bahan
o Lintasan lari
o Stopwatch
o Bendera start
o Cone
o Meteran 50 meter
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan
Pertama-tama testee berdiri dibelakang garis start.

Pada aba-aba “siap” testee memosikan tubuh dengan start
berdiri, dan testee lari secepat mungkin menempuh jarak
45,73 meter ketika mendengar aba-aba “Go”. Petugas
waktu mulai menyalakan stopwatch bersamaan dengan
aba-aba “Go” dan menghentikannya setelah testee melewati
garis finish.

Penilaian
Catat waktu tempuh yang dimulai dari start sampai

garis finish yang berjarak 45,73 meter pada formulir
pencatat. Testee diberikan kesempatan satu kali
pelaksanaan.

34

4. TES LARI 50 METER

Tujuan:
Tujuan tes lari 50 meter adalah untuk mengetahui

kemampuan kecepatan lari jarak 50 meter.

Peralatan dan Bahan
o Lintasan lari
o Stopwatch
o Bendera start
o Cone
o Meteran 100 meter
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan
Pertama-tama testee berdiri dibelakang garis start.

Pada aba-aba “siap” testee memosikan tubuh dengan start
berdiri, dan testee lari secepat mungkin menempuh jarak 50
meter ketika mendengar aba-aba “Go”. Petugas waktu mulai
menyalakan stopwatch bersamaan dengan aba-aba “Go”
dan menghentikannya setelah testee melewati garis finish.

Penilaian
Catat waktu tempuh yang dimulai dari start sampai

garis finish yang berjarak 50 meter pada formulir pencatat.
Testee diberikan kesempatan satu kali pelaksanaan.

35

5. TES KECEPATAN 60 METER

Tujuan:
Tujuan tes lari 60 meter adalah untuk mengetahui

kemampuan kecepatan lari jarak 60 meter.

Peralatan dan Bahan
o Lintasan lari
o Stopwatch
o Bendera start
o Cone
o Meteran 100 meter
o Formulir pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan
Pertama-tama testee berdiri dibelakang garis start.

Pada aba-aba “siap” testee memosikan tubuh dengan start
berdiri, dan testee lari secepat mungkin menempuh jarak 60
meter ketika mendengar aba-aba “Go”. Petugas waktu mulai
menyalakan stopwatch bersamaan dengan aba-aba “Go”
dan menghentikannya setelah testee melewati garis finish.

Penilaian
Catat waktu tempuh yang dimulai dari start sampai

garis finish yang berjarak 60 meter pada formulir pencatat.
Testee diberikan kesempatan satu kali pelaksanaan.

36

D. PENGUKURAN POWER

Power merupakan penggabungan dari kekuatan otot
dan kecepatan kontraksi (Gordon, 2009; Hillis & Holman,
2014). Power menjadi unsur utama untuk semua cabang
olahraga yang membutuhkan kecepatan gerak dan kecepatan
tinggi dalam melakukan keterampilan teknis (Bompa &
Michael, 2015). Power diartikan sebagai kemampuan seorang
individu dalam mengerahkan kekuatan eksplosif dengan
waktu sesingkat mungkin (Utomo, 2019).

Instrumen-instrumen yang dapat digunakan untuk
mengukur power dapat diringkas dalam tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4. Daftar Instrumen Power

No. Nama Tujuan Mengukur

1 Vertical Jump Test Power otot tungkai ke arah
2 Standing Broad Jump atas

Test Power otot tungkai ke arah
depan

3 Medicine Ball Test Power otot lengan dan bahu

Seated Medicine Ball Power otot lengan
4 Throw Test

37

1. VERTICAL JUMP TEST

Tujuan:
Tujuan Vertical Jump Test adalah untuk mengukur

power tungkai ke arah atas.

Peralatan dan Bahan:
o Papan Vertical Jump
o Bubuk Kapur
o Timbangan Berat badan
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama, testee (orang yang di test) mengukur berat

badan menggunakan timbangan berat badan. Selanjutnya
gantungkan papan ukur vertical jump di tembok. Testee
memosisikan diri untuk berdiri menyamping dan kaki kanan/
kiri merapat ke tembok. Tangan kanan/ kiri diolesi kapur,
kemudian tangan yang berkapur diluruskan ke atas setinggi-
tingginya dan disentuhkan pada papan ukur. Bekas
sentuhan yang tertinggi merupakan tinggi raihan, lalu
catatlah tinggi raihan tersebut.

Selanjutnya, testee melompat setinggi-tingginya
dengan bantuan ayunan kedua lengannya. Saat melompat,
sentuhkan tangan yang berkapur ke papan ukur. Catat
tinggi hasil raihan saat melompat. Selisih tinggi raihan
dengan hasil raihan saat melompat, adalah skor testee.
Testee diberikan kesempatan tiga kali pelaksanaan.

38

Gambar 12. Pelaksaan Vertical Jump Test

Penilaian:
Catat hasil raihan tanpa melompat dan raihan saat

melompat testee di formulir pencatat. Selisih tinggi raihan
tanpa melompat dengan hasil raihan saat melompat, adalah
skor testee. Setelah itu, dimasukkan ke dalam rumus di
bawah ini (Dwikusworo, 2010).

39

P = (4.9 x Berat Badan x D*
(kg.m/detik)

atau

Jarak x Berat Badan = foot-pound
12

D* = Nilai tinggi raihan

Testee diberikan kesempatan tiga kali pelaksanaan.
Hasil terbaik dari tiga kali kesempatan, merupakan hasil
yang dipakai dari vertical jump test testee.

40

2. STANDING BROAD JUMP TEST

Tujuan:
Tujuan dari Standing Broad Jump Test adalah untuk

mengukur power otot tungkai ke arah depan.

Peralatan dan Bahan: sebagai penanda hasil
o Lantai yang datar dan rata
o Meteran 10 m
o Isolasi atau lakban
o Bendera kecil bertangkai

lompatan
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama testee berdiri di belakang garis batas,

dan kedua kaki diposisikan sejajar, lutut ditekuk dan kedua
lengan ke belakang. Selanjutnya, tanpa menggunakan
awalan, kedua kaki menolak secara bersama dan melompat
ke depan sejauh-jauhnya. Testee diberikan kesempatan tiga
kali pelaksanaan.

41

Gambar 13. Pelaksaan Standing Broad Jump Test

Penilaian:
Catat hasil lompatan standing broad jump test di

formulir pencatat. Jarak lompatan dihitung dari garis batas
awal sampai dengan batas terdekat bagian anggota badan
testee yang menyentuh matras/ lantai saat mendarat.

Testee diberikan kesempatan tiga kali pelaksanaan.
Hasil terbaik dari tiga kali kesempatan, merupakan hasil
yang dipakai dari standing broad jump test testee.

42

3. MEDICINE BALL TEST

Tujuan:
Tujuan dari Medicine Ball Test adalah untuk

mengukur power otot lengan dan bahu. Dengan reliabilitas
0,84 dan validitas 0,77 (Dwikusworo, 2010).

Peralatan dan Bahan:
o Medicine ball 2,688 kg ( 6lb)
o Kursi dan tali pengikat
o Meteran 20 m
o Isolasi atau lakban
o Bendera kecil bertangkai sebagai penanda hasil
o Formulir Pencatat
o Alat tulis

Prosedur Pelaksanaan:
Pertama-tama testee duduk di kursi dengan kepala

menghadap ke arah depan dan tegak, tangan memegang
medicine ball dengan kedua tangan di depan dada.
Selanjutnya testee mendorong atau menolak sekuat-
kuatnya medicine ball ke arah depan. Testee diberikan
kesempatan tiga kali pelaksanaan.

43

Gambar 14. Pelaksaan Medicine Ball Test

Penilaian:
Catat hasil medicine ball test di formulir pencatat.

Jarak jatuhnya bola yang di ukur dari tepi kursi atau sejajar
kaki sampai letak jatuhnya bola adalah hasil medicine ball
test.

Testee diberikan kesempatan tiga kali pelaksanaan.
Hasil terbaik dari tiga kali kesempatan, merupakan hasil
yang dipakai dari medicine ball test testee.

44


Click to View FlipBook Version