1
RANGKUMAN MATERI KIMIA KELAS 10
Daftar Isi:
1. Konsep Metode Ilmiah Pengertian dan Langkah-Langkah
2. Langkah-langkah Mencari Bilangan Kuantum
3. Konfigurasi Elektron dan Diagram Orbital
4. Eksplorasi 5 Jenis Model Atom
5. Mengenal Partikel dan Notasi Atom
6. Mengetahui Cara Menentukan Rumus Molekul Senyawa
7. Mengetahui Cara Menentukan Rumus Empiris Senyawa
8. Menghitung Massa Atom Relatif
9. Mengenal Sistem Periodik Unsur Kimia
10. Kovalen Rangkap serta Penyimpangan Kaidah Oktet
11. Mengenal Konsep Struktur Lewis dalam Ikatan Kovalen
12. Apa yang Dimaksud dengan Ikatan Ion
13. Mengenal Massa Molekul Relatif
14. Bentuk Molekul dan Definisinya
15. Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
16. Mempelajari Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi)
17. Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Beserta Contohnya
2
Konsep Metode Ilmiah Pengertian dan
Langkah-Langkahnya
Artikel ini Kimia kelas X akan menjelaskan kepada kamu tentang
pengertian metode ilmiah serta apa saja langkah-langkah metode ilmiah.
Ketika kita ingin menemukan jawaban atas permasalahan sains, yang kita
perlukan adalah sebuah langkah-langkah dalam metode ilmiah. Maka
dari itu, penting banget nih buat kalian perhatikan dan pahami tentang
konsep metode ilmiah yang mencakup pengertian metode ilmiah
beserta langkah-langkahnya. Ada yang penasaran? Langsung scroll aja
ke materi di bawah!
Tahu nggak sih, dalam mempelajari kimia kita tidak hanya bertujuan
untuk menemukan zat-zat kimia baru yang langsung dapat
dimanfaatkan, melainkan dapat pula memuaskan keingintahuan
seseorang untuk memahami fenomena alam dan peristiwa keseharian
yang dialaminya. Oke, di sini ada beberapa hal yang penting dan harus
kamu pahami ya.
1. Pengertian Metode Ilmiah
Ilmu kimia menjawab banyak permasalahan berlandaskan eksperimen
dan penalaran akal sehat. Eksperimen yang dilakukan harus sistematis
dan logis. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode standar dalam
pelaksanaannya, maka digunakanlah metode ilmiah. Metode ilmiah
adalah metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah
dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan yang muncul
dalam pemikiran kita.
2. Langkah-langkah Metode Ilmiah
Langkah awal suatu penelitian adalah melakukan perencanaan.
Perencanaan ini sangat penting untuk keberhasilan suatu eksperimen.
Jika teman-teman gagal dalam perencanaan, berarti teman-teman
merencanakan untuk gagal. Oleh karena itu, rancanglah suatu rencana
penelitian secara runut dan mendetail. Langkah-langkah metode ilmiah
apakah yang harus dilakukan dalam merencanakan suatu penelitian
ilmiah? Langkah-langkah metode ilmiah yang harus kamu lakukan.
3
• Merumuskan Masalah
Penelitian dimulai dengan merumuskan masalah. Kamu tahu nggak apa
yang dimaksud dengan ‘masalah’? Dalam kajian ilmiah, masalah
didefinisikan sebagai sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh
jawaban atas suatu pertanyaan. Masalah dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan ilmiah yang bersifat terbuka yang memungkinkan adanya
jawaban yang beragam. Rumusan pertanyaan ini perlu dicari jawabannya
melalui eksperimen.
• Menemukan Hipotesis
Setelah berhasil merumuskan, teman-teman bisa mengajukan jawaban
sementara atas pertanyaan, yang bernama lain hipotesis. Hipotesis
itu harus logis dan diajukan berdasarkan fakta lho ya.
• Menetapkan Variabel Penelitian
Variabel percobaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil
penelitian. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel
terikat/bergantung dan variabel tetap.
• Menetapkan Prosedur Kerja
Prosedur kerja merupakan langkah-langkah kerja yang terperinci dan
runtut. Urutan langkah kerja ini dibuat ringkas namun dapat
4
menggambarkan secara tepat pekerjaan yang harus dilakukan. Data
tersebut akan memudahkan pelaksanaannya, langkah kerja sebaiknya
dibuat dalam bentuk diagram alir.
• Mengumpulkan data
Setiap gejala yang terjadi dalam percobaan harus dicatat saat itu juga.
Dengan begitu, teman-teman dapat memperoleh data yang lebih akurat.
Selanjutnya, kalian perlu mengorganisasi untuk memudahkan dalam
menganalisis dan mengumpulkan hasil percobaan. Oleh karena itu,
teman-teman perlu menyiapkan tabel data pengamatan sebelum
melakukan percobaan.
• Mengolah dan Menganalisis Data
Tabel dan grafik merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk
menyusun dan menganalisis data. Tabel dan grafik ini menampilkan
bagaimana variabel terikat berubah sebagai respon terhadap perubahan
variabel bebas. Analisis data juga dapat dilakukan dengan menggunakan
program komputer untuk pengolahan data.
• Membuat Kesimpulan
Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini
dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan
adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan
dalam kegiatan penelitian. Dalam menyusun suatu kesimpulan, kalian
harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung
hipotesis atau tidak. Selain itu, kalian juga harus mengulang suatu
penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan.
• Mengkomunikasikan Hasil Penelitian
Mengapa harus mengkomunikasikan penelitian? Sosialisasi hasil
penelitian penting dilakukan agar hasil penelitian teman-teman diketahui
pihak lain. Bagaimanakah cara mengomunikasikan suatu hasil penelitian?
Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan melalui dua cara, yaitu
tertulis dan lisan.
5
Bagaimana? Sekarang kamu paham 'kan bagaimana langkah-langkah
dalam metode ilmiah. Selalu diingat ya, dalam metode ilmiah itu hasil
dan jawabannya harus berdasarkan fakta dan dapat
dipertanggungjawabkan, jangan sampai asal-asalan ya.
6
Langkah-langkah Mencari Bilangan
Kuantum
Mencari bilangan kuantum dengan mudah akan dibahas pada artikel ini
melalui contoh nyata di kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar
Perhatikan sekeliling kalian, Matahari terbit dari timur di pagi hari, bulan
muncul pada malam hari, bumi mengelilingi matahari dalam dua belas
bulan, dan buanyaaak lagi keteraturan di alam semesta ini. Hebat ya
Sang Pencipta kita mengatur alam semesta ini dengan rapi. Bahkan,
sampai tingkat paling kecil pun, elektron-elektron di alam semesta ini
telah diatur dengan rapi menurut bilangan kuantumnya, Wow apa tuh
bilangan kuantum?
Elektron mengelilingi atom dengan teratur (sumber : giphy.com)
Elektron-elektron tersebar di sekeliling atom dengan teratur berdasarkan
tingkat energinya. Nah, tingkat energi inilah yang digambarkan
dengan bilangan kuantum. Artinya, dari bilangan kuantum, lokasi-
lokasi penyebaran elektron dapat digambarkan. Sedetail itu loh Sang
Pencipta kita mengaturnya. Bayangkan kalau elektron, penyusun segala
sesuatu di alam semesta ini, tidak teratur. Alam semesta ini tidak
stabil dong. Mana bisa kita hidup di dunia seperti itu. Keren kan?
Bilangan kuantum yang biasa dicari adalah bilangan kuantum dari
elektron paling akhir (elektron dengan tingkat energi paling tinggi).
Satu set bilangan kuantum terdiri dari empat bilangan. Apa aja tuh?
7
Wow hebat kan! Hal yang sedemikian kecilnya, yang menyusun segala
sesuatu di alam ini, ternyata diatur oleh empat bilangan! Bagaimana ya
cara mencari keempat bilangan tersebut? Jangan khawatir. Ada cara
mudahnya, kok. Ingat kembali materi tentang konfigurasi elektron dan
diagram orbital. Lalu coba perhatikan deh gambar di bawah.
Salah satu contoh atom di alam semesta ini adalah atom karbon. Atom
kabon adalah penyusun dari berbagai benda yang sangat berguna. Mulai
dari bensin, plastik, berlian, bahkan tubuh kita pun tersusun dari karbon!
Nah, karbon (biasa dilambangkan dengan huruf C) punya 6 elektron.
Bagaimana bilangan kuantum dari elektron terakhirnya? Tinggal
ikuti deh langkah-langkahnya.
8
Mudah kan cara mencari bilangan kuantum dari suatu atom? Semakin
kamu mempelajarinya, semakin terkesima lah kamu akan ciptaan Sang
Pencipta, Squad. Tidak susah ternyata untuk memahami bagaimana alam
ciptaan Sang Pencipta ini bekerja asalkan kita mau berusaha. Nah kalau
kamu butuh tambahan video materi ataupun pembah
9
Konfigurasi Elektron dan Diagram Orbital
Konfigurasi elektron dan diagram orbital akan dibahas pada artikel ini
dengan mudah dari contoh dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan
sekitar
Apa sih yang ada di pikiran kamu waktu dengar kata “kimia”? Cairan
warna-warni? Kebanyakan orang pasti berpikir begitu. Ada yang
warnanya ungu, hijau, biru, dan warna-warna lainnya. Tapi tentu saja
nggak semua zat kimia punya warna-warna menarik, Squad. Zat-zat yang
punya konfigurasi elektron dan diagram orbital tertentu saja yang punya
warna menarik. Wow, apaan tuh konfigurasi elektron dan diagram
orbital? Cekidot!
Konfigurasi elektron adalah susunan elektron berdasarkan kulit atau
orbital dari suatu atom. Jadi ada dua cara menyatakan konfigurasi
elektron nih. Namun konfigurasi elektron berdasarkan orbital atom itu,
lebih berguna untuk mempelajari sifat-sifat suatu zat kimia, termasuk
mengapa ada zat kimia yang berwarna-warni. Jadi yang dibahas di sini
adalah bagaimana membuat konfigurasi elektron berdasarkan orbital
suatu atom ya.
Nah, ada satu gambar yang harus kalian pahami dulu sebelum membuat
konfigurasi elektron berdasarkan orbital atom. Coba perhatikan gambar
di bawah ini.
10
Wow, apa tuh? Uler-uleran? Bukan dong. Itu adalah urutan tingkat
energi kulit dan subkulit suatu atom. Ada 4 subkulit yaitu s, p, d,
dan f dan angka sebelum subkulit menunjukkan kulit. Subkulit 1s
punya tingkat energi paling rendah, lalu naik ke subkulit 2s, 2p, 3s, 3p,
sampai terakhir yang paling tinggi 8s. Pastinya elektron yang bisa
mengisi subkulit tertentu juga terbatas. Elektron yang mengisi subkulit
ini dituliskan dalam bentuk pangkat. Subkulit s maksimal terisi 2
elektron , p terisi 6 elektron , d terisi 10 elektron , dan f terisi
14 elektron .
Saat menuliskan konfigurasi elektron, kita harus menuliskannya
secara urut berdasarkan tingkat energi subkulit dari yang terendah
ke tertinggi. Coba nih lihat contoh konfigurasi elektron atom karbon.
Kok bisa gitu ya konfigurasi elektron atom karbon? Coba kita ulik satu
persatu ya. Karbon punya 6 elektron. Kita harus menuliskan konfigurasi
untuk 6 elektron ini. Padahal elektron yang menempati suatu subkulit
bisa dilihat dari pangkat subkulitnya. Kalau kita jumlahkan pangkatnya
dari maka pas 6 kan? Jadi, dalam menuliskan konfigurasi
elektron, ikuti saja urutan tingkat energi kulit dan subkulitnya
sampai pangkatnya sama seperti banyaknya elektron yang dipunyai
atom itu.
11
Terus zat kimia dengan konfigurasi elektron seperti apa ya yang bisa
menghasilkan warna? Biasanya, zat kimia dari logam transisi (golongan
B) yang bisa menghasilkan warna. Ambil contoh Mangan (Mn). Seperti
apa tuh konfigurasi elektron mangan? Coba perhatikan gambar di bawah
ini.
Mn punya subkulit d di akhir konfigurasi elektronnya kan? Subkulit d ini
yang biasanya akan mengalami proses kimia lebih lanjut sehingga
menghasilkan warna. Itu sebabnya sebagian besar zat kimia dari logam
transisi bisa menghasilkan warna. Gimana? Paham kan? Kalau sudah, kita
lanjut, yuk!
Nah sekarang kita akan menggambarkan konfigurasi elektron memakai
diagram orbital, Squad. Sebenarnya gambarnya cukup mudah kok. Suatu
subkulit punya sejumlah orbital. Orbital itu digambarkan sebagai
persegi dan berisi garis setengah panah yang mewakili
elektron. Subkulit s punya 1 orbital, p punya 3 orbital, d punya 5
orbital, dan f 14 orbital. Ada aturan-aturannya lho dalam menggambar
diagram orbital.
12
Kalau sudah tahu aturan-aturannya, langsung aja deh kita lihat contoh
diagram orbital untuk beberapa atom berikut.
Sama seperti konfigurasi elektron, diagram orbital juga dipakai
diperlukan untuk mempelajari mengapa zat-zat kimia mempunyai
warna lho. Diagram orbital bisa menggambarkan mengapa ada zat yang
warnanya ungu, hijau, atau bahkan tidak berwarna walaupun ia
merupakan logam transisi. Misalnya pada logam transisi yang tidak
berwarna Zn, bila kita gambarkan diagram orbitalnya, akan terlihat
perbedaan diagram orbital antara logam itu dengan logam transisi
berwarna lain.
13
Menarik kan materi mengenai konfigurasi elektron dan diagram orbital
ini? Masih banyak lho yang bisa kamu "ulik".
14
Eksplorasi 5 Jenis Model Atom
ada yang suka nonton acara modelling? Yang menarik dari acara
modelling biasanya kostum yang dikenakan, ya. Kadang-kadang
kostumnya unik banget, misalnya kostum dari hasil olahan sampah atau
dari bungkus minuman sachet, dan banyak lagi model pakaian
lainnya.Nah, ternyata yang punya banyak model nggak cuma pakaian
aja, lho! Dalam pelajaran kimia, atom juga memiliki beberapa jenis
model. Wah, ada berapa model ya? Penasaran? Yuk, langsung aja kita
eksplorasi 5 jenis model atom!
Ilustrasi atom (Sumber: Shutter Stock)
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, model atom itu ada 5,
Squad. Kok bisa ada 5, ya? Bisa dong! Model atom tersebut mengalami
perkembangan seiring dengan berjalannya waktu. Mulai dari yang paling
sederhana, sampai yang sudah paling canggih seperti yang dikenal
sekarang ini. Kita mulai kenalan satu persatu, ya!
15
Model Atom Dalton
Ilustrasi Model Atom Dalton (Sumber: haikudeck.com)
Model atom yang paling sederhana adalah model atom dalton, yang
dikemukakan oleh John Dalton, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris.
Menurut model atom ini, atom merupakan bola pejal yang tidak
bermuatan. Selain itu, menurut teori atom ini, atom merupakan kesatuan
terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi. Unsur kimia yang berbeda akan
memiliki jenis atom yang berbeda-beda pula.
Model Atom Thompson
Ilustrasi Model Atom Thompson (Sumber: socratic.org)
Model atom yang kedua adalah model atom Thompson. Sesuai dengan
namanya, model atom ini ditemukan oleh Joseph John Thompson.
Model atom Thompson berbentuk seperti roti kismis. Hal itu dikarenakan
16
atom merupakan bola padat bermuatan positif dengan partikel negatif
(elektron) yang tersebar didalamnya. Selain itu, muatan positif dan
negatif pada atom tersebut jumlahnya sama. Model atom ini dibuktikan
dengan penelitian Thomson yang menggunakan sinar tabung katoda.
Model Atom Rutherford
Ilustrasi Model Atom Rutherford (Sumber: cevaplarin.com)
Model atom Rutherford dikemukakan oleh Ernest Rutherford pada
tahun 1911. Dalam teori atom ini, setiap atom mengandung inti atom
yang bermuatan positif dengan elektron yang mengelilingi dalam
lintasannya. Selain itu, massa atom ini terpusat di inti atom dan sebagian
besar volume atom tersebut merupakan ruang hampa, lho. Hal ini
dibuktikan dari hasil percobaan penembakan logam oleh
sinar alpha, yang dikenal juga dengan Percobaan Geiger-Marsden.
Model Atom Bohr
Ilustrasi Model Atom Bohr (Sumber: Pinterest.ca)
Model atom Bohr dicetuskan oleh Niels Bohr dan Ernest Rutherford
pada tahun 1913. Dalam model atom Bohr, dinyatakan bahwa atom
17
terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron dan
dikelilingi oleh elektron yang berputar dalam orbitnya (tingkat energi
tertentu). Orbit ini dikenal sebagai kulit atom. Wah, jadi seperti orbit
planet-planet di tata surya, ya!
Model Atom Mekanika Kuantum
Ilustrasi Model Atom Mekanika Kuantum (Sumber: pinterest.com)
Model atom mekanika kuantum merupakan model atom yang paling
modern. Atom terdiri dari inti atom bermuatan positif dan awan-awan
elektron yang mengelilinginya. Daerah kebolehjadian ditemukannya
elektron dinamakan orbital. Menurut teori ini, ada empat jenis orbital,
yaitu s, p, d, f.
Wah, ternyata model atom ada banyak, ya! Kamu sudah paham belum?
Supaya kamu makin paham, yuk ikutan mengerjakan soal-soal latihan
di ruanguji! Soal latihannya banyak dan terdiri dari soal yang sulit,
mudah, dan sedang. Yuk, download sekarang!
18
Mengenal Partikel dan Notasi Atom
Coba kamu bayangkan ada sebuah pensil yang dipotong hingga bagian
terkecil. Maka, kamu bisa menyebutnya dengan atom. Wah, apa itu?
Pengertian atom ialah partikel terkecil dari suatu materi hidup/tidak
hidup. Contoh materi dalam kasus ini yaitu pensil, yang mempunyai
ruang dan massa. Intinya, semua materi pasti tersusun atas kumpulan
atom. Nah, untuk penjelasan lebih lanjut mengenai atom dan notasi
atom (lambang), simak artikel berikut ya!
Atom dicetuskan pertama kali oleh seorang filsuf Yunani bernama
Democritus bersama gurunya Leucippus pada tahun 400-an SM.
Menurutnya atom berasal dari dua kata a berarti tidak dan tomos artinya
tidak dapat dibagi lagi. Bentuknya dapat diibaratkan seperti sebuah bola
dan terdiri dari 2 bagian yaitu:
• Inti atom/nukleus terdiri atas partikel bermuatan positif (proton)
dan partikel tidak bermuatan (neutron).
• Kulit atom diisi oleh partikel negatif (elektron).
Kalau kamu bingung membayangkan komponen-komponennya, coba
bayangkan tata surya yang berpusat pada matahari. Jadi, matahari inilah
inti atom yang di dalamnya ada proton dan neutron. Sedangkan, orbit di
sekitar matahari merupakan kulit dan planet-planetnya yang merupakan
elektron.
(Sumber: whoinventedfirst.com)
19
Setelah memahami konsep di atas, sekarang mari kita hitung berapa
banyak jumlah proton, elektron, dan neutron jika diketahui notasi dari
suatu unsur? Perhatikan baik-baik gambar di bawah ini:
X: Simbol dari unsur
a: Nomor atom merupakan jumlah proton. Saat netral (tidak
bermuatan) akan sama dengan jumlah elektron.
b: Nomor massa melambangkan jumlah proton ditambah jumlah
neutron atau disebut juga jumlah nukleon.
c: Muatan/bilangan oksidasi (biloks) terdiri dari melepas elektron
(positif) dan menangkap elektron atau bertambah (negatif).
Keterangan:
proton = 11
elektron = 11 (karena sama dengan proton yang netral/tidak bermuatan)
massa = 23
neutron = massa - proton
= 12
Pembahasan di atas merupakan contoh proton netral. Bagaimana
jika bermuatan atau yang disebut dengan ion?
Kita coba dengan ion positif ya! Artinya melepas elektron.
20
Keterangan:
proton = 20
elektron = 20 - 2 = 18 (karena muatan positif berarti elektron dilepas ya)
neutron = 40 - 20 =20
Sekarang, kita bahas ion negatif ya!
Keterangan:
proton = 16
elektron = 16 + 2 = 18 (karena menangkap 2 elektron)
neutron = 32 - 16 = 16
Lalu, setelah kita membahas partikel-partikel tersebut, apa ya
kesamaannya? Karena walau mereka berbeda-beda, ada kemungkinan
atom penyusunnya sama. Berikut kesamaan partikel subatomik, kamu
juga bisa corat-coret di kertas ya untuk membuktikannya:
• Isotop: nomor atomnya sama (proton) dan nomor massanya
berbeda (neutron). Mudahnya, angka di bagian bawah sama
sedangkan angka di bagian atas berbeda. Contoh:
21
• Isoton: neutronnya sama, tetapi nomor atom dan nomor massa
berbeda. Mudahnya, selisih angka di atas dan bawah pasti sama.
• Isoelektron: elektronnya sama, tetapi nomor massa dan nomor
atomnya berbeda. Biasanya terjadi pada ion.
• Isobar: nomor massanya sama, namun nomor atomnya beda. Cara
mengingatnya, angka di bagian atas sama, sedangkan angka
bagian bawahnya beda.
Okay Squad, sampai di sini dahulu penjelasannya. Jangan lupa dicoba-
coba lagi ya di rumah untuk menghitung notasi atom. Oh ya, kalau kamu
mau belajar lagi plus tanpa kuota, yuk coba pakai Ruangguru OTG dan
dapatkan di toko buku Gramedia di kotamu!
22
Mengetahui Cara Menentukan Rumus
Molekul Senyawa
Sebelumnya kamu sudah mengetahui cara menentukan rumus
empiris senyawa 'kan? Selanjutnya kita bahas cara menentukan rumus
molekul senyawa, yuk! Rumus molekul merupakan kelipatan-kelipatan
dari rumus empiris. Lalu, bagaimana cara menentukan rumus molekul
senyawa? Kita simak penjelasan di bawah ini yuk, Squad!
Rumus molekul menyatakan jenis dan jumlah atom yang
sebenarnya di dalam molekul suatu senyawa. Rumus molekul dapat
diartikan sebagai kelipatan dari rumus empirisnya. Untuk menyatakan
rumus molekul suatu zat dilakukan dengan cara menuliskan lambang
kimia tiap unsur yang ada dalam molekul dan jumlah atom dituliskan di
kanan lambang kimia unsur secara subscript contohnya glukosa
mempunyai rumus molekul C6H12O6, yaitu setiap molekul glukosa
mengandung enam atom karbon (C), dua belas atom hidrogen (H), dan
enam atom oksigen (O).
Glukosa memiliki rumus molekul C6H12O6 (Sumber: kabarpenting.com)
Cara mengetahui rumus molekul senyawa dari rumus empiris yaitu harus
diketahui terlebih dahulu massa molekul relatifnya. Rumus molekul dan
rumus empiris senyawa hanya terjadi perbedaan jumlah atom,
23
sedangkan atom unsur penyusun senyawa tetap. Namun demikian
beberapa senyawa memiliki rumus molekul dan rumus empirisnya yang
sama, misalnya H2O (air) dan NH3 (amoniak).
Supaya kamu lebih paham, coba kerjakan contoh soal di bawah ini ya
Diketahui:
m = 4,2 gram
T = 435 K
P = 1 atm
V = 2,5 liter
Ditanya: Rumus molekul?
Jawab:
Asumsikan gas senyawa bersifat ideal maka jumlah mol uap dicari
menggunakan persamaan gas ideal, yaitu:
Setelah jumlah mol diketahui, selanjutnya menentukan massa molekul
relatif senyawa (Mr) yang dapat dihitung melalui massa molar, nilai
massa molar juga menyatakan nilai massa molekul relatif dari senyawa.
24
Dengan demikian massa molekul relatif adalah 60 sma.
Massa molekul relatif merupakan kelipatan dari massa rumus empiris.
Dari rumus empiris, diketahui senyawa tersusun dari saru atom C, dua
atom H dan satu atom O. Dengan demikian:
Mr = n x (Ar C + 2 Ar H + Ar O)
60 = n x (12 + 2 + 16)
60 = n x 30
n=2
dengan n = 2, rumus molekul senyawa tersebut adalah:
2 x (CH2O) = C2H4O2
Jadi, rumus molekul senyawa adalah C2H4O2. Berdasarkan rumus
molekul dan sifat-sifat senyawa diketahui bahwa senyawa tersebut
adalah asam asetat.
Oke sekarang kamu sudah tahu kan cara menentukan rumus molekul
senyawa? Rumus molekul ini bisa dicari dari rumus empiris asalkan
diketahui massa molekul relatifnya.
25
Mengetahui Cara Menentukan Rumus
Empiris Senyawa
Kamu pasti sudah tahu dong bahwa rumus kimia merupakan salah satu
ciri khas dari senyawa kimia? Yap, ternyata rumus kimia terbagi
menjadi dua yaitu rumus empiris dan rumus molekul. Perbedaan
keduanya ada pada jumlah atomnya, sedangkan atom unsur penyusun
senyawanya sama. Lalu, bagaimana cara menentukan kedua rumus
tersebut? Sekarang, kita simak pembahasan cara menentukan rumus
empiris senyawa dahulu yuk, Squad!
Rumus empiris merupakan rumus yang paling sederhana dari suatu
molekul yang menunjukkan perbandingan atom-atom penyusun
molekul. Rumus ini menyatakan perbandingan jenis dan jumlah paling
sederhana dari suatu senyawa. Rumus empiris diperoleh berdasarkan
percobaan. Contohnya, rumus molekul benzena adalah C6H6 dan rumus
empirisnya adalah CH. Rumus molekul hidrogen peroksida adalah
H2O2 dan rumus empirisnya adalah HO.
Rumus empiris dapat digunakan untuk menunjukkan rumus
molekul apabila tidak ada informasi tentang massa molekul relatif
dari suatu senyawa. Misalnya, NO2 dapat dikatakan sebagai rumus
molekul jika tidak ada informasi massa molekul relatifnya. Tetapi jika
massa molekul relatifnya diketahui, misalnya 92, maka NO2 merupakan
rumus empiris karena rumus molekul senyawa tersebut adalah N2O4.
Benzena memiliki rumus molekul C6H6 dengan rumus empiris CH
(Sumber: utakatikotak.com)
26
Cara untuk menentukan rumus empiris yaitu perlu terlebih dahulu
mencari massa atau persentase massa dalam senyawa. Setelah itu dibagi
dengan massa atom relatif (Ar) masing-masing unsur, artinya dalam
menentukan rumus empiris perlu dicari perbandingan mol dari
unsur-unsur dalam senyawa tersebut. Rumus empiris dan rumus
molekul bisa dijabarkan sebagai berikut:
(Rumus Empiris)n = Rumus Molekul
Nilai n berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) dari suatu rumus
kimia. Jika Mr dari rumus empiris dikalikan dengan n, maka
menghasilkan Mr rumus molekul. Prinsip ini digunakan sebagai dasar
dalam mencari rumus molekul senyawa.
Supaya kamu lebih paham, coba kerjakan contoh soal di bawah
ini yuk Squad!
Diketahui:
Persentase unsur C = 41,82% - Persentase unsur H = 6,51% - Persentase
unsur O = 51,67%
Ditanya: Rumus empiris?
Jawab:
Massa senyawa sebesar 100 gram, maka:
Massa C = 41,82 gram
27
Massa H = 6,51 gram
Massa O = 51,67 gram
Kemudian cari jumlah mol masing-masing unsur
Karena perbandingan jumlah mol juga menyatakan perbandingan
jumlah atom, maka perbandingan jumlah mol dapat digunakan untuk
menentukan rumus empiris.
mol C : mol H : mol O = atom C : atom H : atom O = 3,485 : 6,510 :
3,229
Karena atom-atom dalam molekul merupakan kelipatan bilangan bulat,
maka perbandingan atom di atas harus bilangan bulat dan harus lebih
sederhana, sehingga harus membagi ketiga bilangan di atas dengan
kelipatan bilangan paling kecil yaitu 3,229. Perbandingannya menjadi:
1,07 : 2,01 : 1,00
Perbedaan angka di belakang koma pada desimal kedua dapat
diabaikan, dengan demikian perbandingan atom C, H dan O adalah:
1:2:1
Perbandingan ini menyatakan perbandingan atom-atom paling
sederhana dalam molekul. Dengan demikian, rumus empiris senyawa
adalah CH2O.
Nah, sekarang kamu sudah paham 'kan bagaimana cara menentukan
rumus empiris senyawa? Rumus empiris didapatkan dari percobaan
dan lebih sederhana dibandingkan dengan rumus molekul.
28
Menghitung Massa Atom Relatif
Hai kalian tahu nggak kalau massa atom itu tidak mungkin diukur. Oleh
sebab itu, sebagai gantinya kita bisa menghitung massa atom
relatif. Nah, kaliantahu nggak apa itu massa atom relatif? Biar lebih
paham kita simak ya penjelasan berikut ini.
Begini, suatu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan adalah ketika
mencoba untuk menentukan massa suatu atom, dengan menimbang
sebuah atom. Kok begitu? Karena, atom merupakan partikel yang sangat
kecil. Akan tetapi, berkat teknologi yang semakin berkembang, massa
atom dapat ditentukan dengan alat spektrometer massa. Alat ini
bukan merupakan neraca, tetapi suatu alat rekayasa teknologi yang
mampu untuk menentukan massa partikel–partikel yang sangat kecil.
Sumber: writepass.com
Hasil dari spektrometer massa (spektrografnya) berupa kurva yang
menunjukkan massa dan persentase kelimpahan isotop dari atom–atom
tersebut yang terdapat di alam. Seperti telah dibahas dalam teori atom,
bahwa atom – atom tertentu di alam dapat mempunyai massa berbeda.
Oleh karena itu, massa atom relatif dihitung berdasarkan massa rata –
rata dari keseluruhan isotop atom yang terdapat di alam.
29
Jadi, massa 1 atom hidrogen dianggap sama dengan 1 s.m.a.
Atom–atom unsur yang sama tidak selalu mempunyai massa yang
sama, lho ya. Kita bisa menganalogikannya dengan massa butiran beras,
meskipun dari jenis beras yang sama, tetapi massa satu butir beras yang
satu dengan yang lain tidaklah persis sama. Atom–atom unsur yang
sama, tetapi mempunyai massa yang berbeda telah kita kenal sebagai
isotop.
Misalnya atom karbon ada yang mempunyai massa 12 s.m.a dan 13
s.m.a. Dengan adanya isotop tersebut, maka massa atom merupakan
massa rata-rata dari keseluruhan isotop atom yang ada di alam.
Nah, sekarang kita coba latihan dengan soal ya.
30
Mengukur massa adalah membandingkan massa suatu benda
terhadap benda yang lain. Massa benda pembanding disebut sebagai
massa standar. Misalnya, kita menimbang gula dan dinyatakan massanya
1 kg, maka sebenarnya massa gula tersebut adalah sama (sebanding)
dengan massa anak timbangan yang massanya 1 kg. Sebagai standar
massa dalam penimbangan gula tersebut adalah massa anak timbangan.
Hal yang sama juga berlaku dalam menentukan massa suatu atom.
Sebagi suatu standar massa atom ditetapkan massa 1 atom karbon-12
(atom karbon yang bermassa 12 s.m.a). jadi, massa atom yang diperoleh
dari pengukuran merupakan massa atom relatif terhadap atom karbon-
12.
Massa atom relatif diberi lambang Ar dan dirumuskan sebagai berikut.
Dengan:
Ar X : massa atom relatif X
Massa 1 atom C-12 = 12 s.m.a atau 2,04 x 10-27kg (tergantung apa yang
ditanyakan, apakah s.m.a, atau kg atau juga mungkin gram)
Massa rata–rata X merupakan massa rata–rata dari semua isotop X yang
ada di alam.
Massa atom relatif tidak mempunyai satuan.
Contoh soal 1 massa atom relatif
Massa rata–rata 1 atom N adalah 14 s.m.a, berapa massa atom relatif N?
Jawab:
31
Bagaimana Kalian sudah paham kan apa yang dimaksud dengan massa
atom relatif? Setelah melihat contoh soal tadi, sepertinya kalian akan
lebih mudah nih ketika mengerjakan soal yang lainnya.
32
Mengenal Sistem Periodik Unsur Kimia
Tahukah kamu unsur-unsur dalam sistem periodik unsur kimia terdiri
dari dua kelompok. Pertama yaitu golongan, dan kedua adalah periode.
Terdapat pula dua cara penamaannya dengan cara tradisional dan
IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Pada tingkat
SMA, akan dibahas pengelompokkan unsur cara tradisional, nih. Pada
konsep ini, nomor golongan lebih erat hubungannya dengan konfigurasi
elektron dibandingkan cara IUPAC.
Sistem periodik unsur yang terdiri dari golongan dan periode (Lajur
vertikal disebut GOLONGAN, Lajur horizontal disebut PERIODE) (Sumber:
kuttabku.com)
Lalu, apakah yang dimaksud dengan golongan dan periode ya?
1. Golongan
Golongan ditempatkan pada lajur vertikal dalam sistem periodik
unsur modern. Penentuan golongan berkaitan dengan sifat-sifat yang
33
dimiliki unsur tersebut. Unsur-unsur dalam satu golongan memiliki sifat-
sifat yang mirip. Beberapa golongan diberi nama khusus, yaitu:
2. Periode
Periode ditempatkan pada lajur horizontal dalam sistem periodik
unsur kimia. Periode suatu unsur menunjukkan nomor kulit yang sudah
terisi elektron (n terbesar) berdasarkan konfigurasi elektron. Dalam
sistem periodik unsur terdapat 7 periode, yaitu:
Oke, sekarang pastinya kalian sudah mulai paham apa yang dimaksud
dengan sistem periodik unsur. Selain itu, ada beberapa golongan unsur
sistem periodik unsur yang harus kalian pahami.
34
Kovalen Rangkap serta Penyimpangan
Kaidah Oktet
Kalian tentu sudah membaca artikel tentang ikatan kovalen Struktur
Lewis 'kan? Pada artikel ini juga akan membahas tentang kaitannya pada
Struktur Lewis. Nah di artikel ini, kalian bisa dengan seksama memahami
tentang kovalen rangkap dua, kovalen rangkap 3, dan juga
penyimpangan kaidah oktet. Dibaca dengan seksama ya!
1. Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Ikatan ini dibentuk oleh atom-atom nonlogam yang menyumbangkan
dua elektron tidak berpasangan untuk berikatan sehingga memenuhi
kaidah. Berikut ini beberapa contoh yang memliki kovalen berangkap
dua:
a. Struktur Lewis Molekul O2
Dalam atom O terdapat dua elektron yang tidak berpasangan. Jika dua
atom O saling berikatan dan setiap atom menyumbangkan kedua
elektron tidak berpasangan yang dimilikinya, terbentuklah molekul
O2 yang memiliki Struktur Lewis sebagai berikut.
Gambar Struktur Lewis O2
Jadi, molekul O2 memiliki satu ikatan rangkap dua. Perhatikan bahwa
setiap atom O (yang dilingkari) memiliki delapan elektron.
35
b. Struktur Lewis Molekul CO2
Dalam atom C terdapat empat elektron tidak berpasangan,sedangkan
setiap atom O memiliki dua elektron tidak berpasangan. Jika atom C
berikatan dengan atom O, satu atom C memerlukan dua atom O
sehingga setiap elektron bebas menjadi berpasangan membentuk ikatan
rangkap dua.
Gambar Struktur lewis CO2
Jadi, molekul CO2 memiliki dua ikatan rangkap dua.
2. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Ikatan ini dibentuk oleh atom-atom nonlogam yang meyumbangkan tiga
elektron, tidak berpasangan untuk berikatan, sehingga memenuhi
kaidah. Contohnya ialah senyawa N2. Dalam struktur Lewis molekul N2,
atom N memiliki tiga elektron yang tidak berpasangan. Jika dua atom N
berikatan, setiap elektron yang tidak berpasangan saling berikatan dan
membentuk struktur lewis sebagai berikut.
36
Gambar Struktur Lewis N2
Jadi, dalam molekul N2 terdapat ikatan rangkap tiga.
3. Penyimpangan Kaidah Oktet
Kaidah oktet sangat bermanfaat untuk meramalkan senyawa yang akan
dibentuk oleh unsur-unsur. Namun, ada pengecualian atas kaidah ini.
Beberapa senyawa bersifat stabil meskipun tidak memenuhi kaidah,
misalnya BF3. Atom 5B memiliki konfigurasi elektron 5B: 2,3. Atom B ini
memiliki tiga elektron valensi. Distribusi elektron valensi atom B dan
pembentukan ikatan pada BF3 sebagai berikut.
Gambar Struktur Lewis BF3
Elektron yang dilingkari pada atom B hanya berjumlah enam sehingga
kurang dua elektron untuk memenuhi kaidah. Jadi, senyawa BF3 tidak
mengikuti kaidah oktet. Hal ini juga berlaku untuk senyawa Boron
lainnya, seperti BH3 dan BCl3.
Bagaimana struktur Lewis PCl5? Konfigurasi elektron atom 15P: 2, 8, 5.
Atom P memiliki elektron valensi lima. Oleh karena dalam senyawa
PCl5 satu atom P mengikat lima atom Cl, elektron valensi pada atom P
harus terdistribusi pada lima posisi. Setiap atom Cl menerima satu
elektron dari atom P.
37
Gambar Struktur Lewis PCl5
Pada atom P yang dilingkari terdapat sepuluh elektron (kelebihan dua
elektron) untuk memenuhi kaidah oktet. Jadi, senyawa PCl5 juga tidak
memenuhinya.
Bagaimana RG Squad? Sudah paham kan? Jika kalian ingin tahu lebih
banyak tentang materi fisika dan berdiskusi langsung ke tutor yang
sudah berpengalaman, daftar sek
38
Mengenal Konsep Struktur Lewis dalam
Ikatan Kovalen
Hai Kalian tahu nggak sih kalau ikatan kovalen itu merupakan salah satu
ikatan kimia yang terjadi akibat penggunaan pasangan elektron
bersama, di mana hanya bisa dilihat dengan konsep struktur Lewis. Ada
beberapa atom yang sukar melepas atau menerima elektron karena
memerlukan atau membebaskan energi yang besar untuk
berlangsungnya proses tersebut. Untuk membentuk konfigurasi elektron
gas mulia, atom-atom ini saling berikatan melalui pemakaian pasangan
elektron bersama.
Pemakaian pasangan elektron bersama terjadi pada atom-atom
nonlogam. Ikatan antaratom nonlogam yang terjadi melalui pemakaian
pasangan elektron bersama disebut ikatan kovalen. Untuk bisa melihat
bagaimana ikatan kovalen terjadi kita harus memahami terlebih dahulu
konsep dari struktur Lewis. Oke, dipahami secara seksama ya.
• Struktur Lewis
Penggambaran distribusi elektron dalam suatu struktur molekul dengan
menggunakan tanda elektron disebut struktur Lewis. Tanda elektron
yang digunakan, biasanya berupa tanda titik (.) dan tanda silang (x),
Nah, sekarang coba deh perhatikan contoh pembentukan ikatan kovalen
tunggal pada senyawa CH4 berikut ini. Konfigurasi elektron atom 6C: 2, 4.
Jadi, atom C memiliki 4 elelktron valensi. Pada pembentukan CH4,
elektron dari H berpasangan dengan elektron dari atom C. Dalam atom
C terdapat empat elektron yang tidak berpasangan sehingga untuk
memenuhi kaidah oktet diperlukan empat atom H.
Struktur Lewis C dan H
39
Pada setiap atom H yang dilingkari, terdapat dua elektron (duplet) dan
pada atom C yang dilingkari terdapat delapan elektron (oktet). Tanda
titik (.) dan tanda silang (x) hanya notasi yang digunakan untuk
membedakan elektron yang berasal dari atom C dengan elektron yang
berasal dari atom H. Perhatikan pula bahwa pasangan elektron yang
digunakan bersama dapat ditandai dengan garis.
Struktur lewis dalam bentuk garis
Ikatan kovalen yang terbentuk pada senyawa CH4, dinamakan ikatan
kovalen tunggal. Agar lebih memahami pembentukan ikatan kovalen
tunggal , yuk pelajari ulasan berikut ini.
a. Struktur Lewis Molekul NH3
Atom 7N memiliki konfigurasi elektron sebagai berikut 7N: 2, 5. Jadi,atom
N memiliki elektron valensi dengan distribusi sebagai berikut.
40
Struktur lewis N
Atom 7N memiliki tiga elektron valensi tidak berpasangan sehingga
untuk memenuhi kaidah oktet diperlukan tiga elektron dari atom H.
Struktur lewis NH3
Dalam molekul NH3 terdapat sepasang elektron yang tidak digunakan
(elektron bebas) sehingga disebut Pasangan Elektron Bebas (PEB). Tiga
pasang elektron yang digunakan bersama oleh atom N dan atom H
disebut Pasangan Elektron Ikatan (PEI).
b. Struktur lewis Molekul H2O
Atom 8O memiliki konfigurasi elektron 8O:2, 6. Jadi, atom O memiliki
elektron valensi 6 dengan distribusi sebagai berikut.
Struktur lewis O
41
Pada atom O terdapat dua elektron tidak berpasangan sehingga
diperlukan dua elektron lain untuk memenuhi kaidah oktet.
Struktur lewis H2O
Dalam H2O terdapat dua PEB dan dua PEI. Bagaimana struktur lewis
molekul yang terbentuk dari atom sejenis, seperti Cl2?
c. Struktur Lewis Molekul Cl2
Atom Cl memiliki satu elektron yang tidak berpasangan sehingga pada
pembentukan molekul Cl2, elektron-elektron ini akan saling melengkapi
untuk memenuhi kaidah oktet.
Struktur lewis Cl2
Pada setiap atom Cl yang dilingkari terdapat delapan elektron
(memenuhi kaidah oktet).
42
Jadi begitu Squad, konsep struktur lewis itu merupakan penggambaran
dari distribusi elektron dalam suatu struktur molekul dengan
menggunakan tanda elektron, biasanya tanda yang digunakan berupa
tanda titik (.) dan tanda silang (x).
43
Apa yang Dimaksud dengan Ikatan Ion
Sering 'kan kamu mendengar iklan dengan kata-kata "Go Ion!"? Nah, apa
kamu tahu apa maksudnya? Bagaimana pula bisa terjadi adanya ikatan
ion dan pembentukannya? Jika RG Squad masih bingung dan belum
memahaminya, mari simak sama-sama ya penjelasan di bawah ini. Baca
baik-baik ya!
1. Pengertian
Ikatan ion terjadi akibat adanya serah terima elektron sehingga
membentuk ion positif dan ion negatif yang konfigurasi
elektronnya sama dengan gas mulia. Ion positif dan ion negatif diikat
oleh suatu gaya elektrostatik. Senyawa yang dihasilkan disebut senyawa
ion. Salah satu contoh yang sering kita jumpai sehari-hari adalah garam
dapur. Nah, garam dapur itu rumus kimianya adalah NaCl (Natrium
klorida). Dalam NaCl padat terdapat ikatan antara ion Na+ dan ion Cl-
dengan gaya elektrostatik, sehingga disebut ikatan ion. Bentuk kristal
NaCl merupakan rangkaian antara ion Na+ dan ion Cl-. Satu ion
Na+ dikelilingi oleh enam ion Cl- dan satu ion Cl- dikelilingi oleh enam
ion Na+ seperti yang diilustrasikan oleh gambar di bawah.
Gambar Struktur NaCl (1 Cl dikelilingi 6 Na dan sebaliknya 1 Na
dikelilingi 6 Cl)
44
2. Pembentukan
Seperti yang telah dibahas pada kaidah oktet sebelumnya, setiap unsur
harus berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia, bisa
dengan melepaskan elektron ataupun menerima elektron, supaya stabil.
Peristiwa serah terima elektron ini terjadi pada senyawa NaCl alias garam
dapur. Bagaimana ceritanya? Na merupakan golongan IA dimana IA
memiliki elektron valensi 1, sehingga supaya stabil IA harus melepas 1
elektron. Kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya, 11Na: 2, 8, 1. Sehingga
ketika melepas 1 elektron, maka elektron paling terakhinya menjadi 8
(sesuai kaidah oktet). Karena melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya
netral berubah menjadi bermuatan +1 (Na+). Reaksinya:
Na → Na+ + e- (artinya Na melepas 1 elektron, lihat elektron
berada di sebelah kiri panah)
Oke, sekarang kira-kira ke mana tuh 1 elektron tadi yang dilepas Na?
Hilang? Tidak, di sana ada yang menangkapnya yaitu si Cl. Kenapa bisa?
Karena Cl memiliki elektron valensi 7 (dia golongan VIIA). Ya kalau dilihat
dari konfigurasi elektronnya 17Cl : 2, 8, 7. Jadi kalau Cl menangkap 1
elektron, konfigurasinya menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhirnya 8,
ini sudah mematuhi kaidah oktet. Karena Cl menangkap 1 elektron maka
Cl yang asalnya netral berubah menjadi -1 (Cl-). Reaksinya:
Cl + e- → Cl- (artinya Cl menerima 1 elektron, lihat elektron berada
di sebelah kiri panah
Nah sekarang, apa pengaruhnya pembentukan Na+ dan Cl- ini? Sesuai
Hukum Coulomb, muatan yang berbeda jenis akan saling tarik menarik.
Sehingga Na+ ini akan berikatan dengan Cl- dengan gaya elektrostatik.
Na+ + Cl- → NaCl
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
45
Proses pembentukan ikatan ion pada NaCl
Kira-kira unsur apa saja yang bisa membentuknya?
Ikatan ion = logam + nonlogam
Kalo digeneralisir, ikatan logam itu diantaranya Golongan IA (kecuali H),
IIA (kecuali Be), IIIA (Aluminium), golongan transisi (Golongan B).
Sedangkan nonlogam, diantaranya golongan IVA-VIIA, kalau VIIIA relatif
stabil.
Sekarang pastinya sudah paham dong pengertian dan bagaimana proses
pembentukannya? Kalian harus memahami rumus-rumusnya terlebih
dahulu ya! Ketika rumus sudah dikuasai, pasti akan mudah untuk
mengerjakan soal-soal.
46
Mengenal Massa Molekul Relatif
Hai Tahukah kamu jika massa molekul relatif itu dapat dicari dari massa
atom relatif unsur-unsurnya. Pada tahun 1858, Stanislao Cannizzaro
menemukan bahwa teori Avogadro tentang konsep molekul dapat
digunakan sebagai dasar penentuan massa molekul berbagai gas. Jika
dua macam gas yang volumenya sama diukur pada suhu dan tekanan
yang sama, maka massa masing–masing gas dapat ditentukan dari
massa jenisnya. Supaya lebih jelas, kita bahas ya!
Misalnya pada 273 K dan 1 atm, massa jenis gas oksigen sebesar 0,0900
g/L, dan massa jenis gas hidrogen sebesar 1,429 g/L. Karena kedua
macam gas diukur pada suhu, tekanan, dan volume yang sama, maka
jumlah molekul kedua gas pun akan sama. Maka dari itu, massa setiap
molekul hidrogen akan sama dengan 0,0900/1,429 kali massa molekul
oksigen.
Pada waktu itu atom oksigen digunakan sebagai standar massa atom
yaitu 16 s.m.a. Oleh karena itu, maka massa molekul oksigen (O2) adalah
32 s.m.a. Berdasarkan hal tersebut, massa molekul hidrogen dapat
dihitung sebagai berikut:
Teori molekul yang diajukan Avogadro, kemudian diperkuat oleh
pendapat Cannizzaro. Kemudian memberikan gambaran nyata mengenai
komposisi molekul, bahwa molekul unsur merupakan kumpulan atom
yang berperilaku sebagai suatu kesatuan dengan komposisi umumnya di
atom seperti:
47
Nah, untuk sekarang ini, penentuan massa molekul
relatif (Mr) tidak lagi menggunakan metode Cannizaro, melainkan
didasarkan pada massa atom relatif unsur–unsur penyusunnya. Mr suatu
senyawa adalah jumlah total dari massa atom relatif unsur–unsur
penyusunnya.
Secara sederhananya dapat dicari dengan:
Tidak semua senyawa berbentuk molekul lho ya. Namun, ada juga
senyawa yang tersusun dari ion – ion, misalnya saja NaCl. Senyawa NaCl
tersusun dari ion Na+ dan Cl-. Oleh karena itu, massa senyawa NaCl
dinyatakan dengan massa rumus relatif, sebagai ganti istilah massa
molekul relatif. Sedangkan perhitungan massa rumus relatif sama seperti
cara penentuan massa molekul relatif.
48
Bentuk Molekul dan Definisinya
Kalau kamu mendengar kata "ikatan", apa sih yang muncul di kepalamu?
Apakah ikatan persaudaraan? Atau mungkin ikatan simpul? Atau.... ikatan
dengan si dia? Hehehe. Tentu banyak hal yang muncul di kepalamu ya,
jika kamu mendengar kata ikatan. Ternyata, yang memiliki ikatan tidak
hanya manusia saja, lho. Molekul-molekul juga memiliki ikatan.
Bentuknya juga bermacam-macam, nih. Sekarang yuk, kita cari tahu
bentuk molekul dan definisinya!
Nah, kamu tau nggak sih, kenapa bentuk molekul itu bisa bermacam-
macam? Bentuk molekul bisa beragam karena unsur-unsur yang telah
berikatan dan membentuk senyawa atau molekul akan memiliki bentuk
molekul yang berbeda-beda agar menjadi lebih stabil. Untuk
memprediksi bentuk molekul suatu senyawa dapat menggunakan teori
domain elektron dan teori hibridisasi. Wah, kayak apa tuh, teorinya?
Teori Domain Elektron
Kamu bingung nggak, Squad? Kok rumusnya huruf semua sih? Nah,
jangan khawatir! Ada penjelasannya, kok. Huruf A pada rumus di atas
adalah atom pusat. Sedangkan Xm adalah jumlah domain elektron
ikatan / pasangan elektron ikat (PEI). Kalau En berarti jumlah domain
elektron bebas / pasangan elektron bebas (PEB). Yang harus kamu
ingat baik-baik adalah bentuk molekul senyawa berdasarkan teori
domain elektron ditentukan berdasarkan jumlah pasangan elektron
bebas dan elektron ikatannya, dimana jumlah pasangan elektron ikatan
dan bebas dapat dilihat dari struktur lewisnya. Jangan sampai lupa, ya!
Ada 11 bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron yang sudah
dibahas di atas. Kayak apa sih, bentuknya? Kuy simak gambarnya di
bawah ini!
49
50
Teori Hibridisasi
Teori selanjutnya yang bisa digunakan untuk memprediksi bentuk
molekul adalah teori hibridisasi. Menurut teori ini, bentuk molekul
berdasarkan hibridisasi elektron pada sub orbital atomnya. Ada 5
bentuk molekul atom yang harus kamu ketahui berdasarkan pada teori
hibridisasi. Apa saja, ya?