The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Wawasan Hadits Dakwah untuk S1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Admin Fai, 2021-10-06 03:21:24

KAJIAN HADITS DAKWAH

Buku Wawasan Hadits Dakwah untuk S1

Keywords: hadits,religion,islam,dakwah,komunikation

KAJIAN HADIS ABSTRACT
DAKWAH DAN
Nabi s.a.s. bersabda: Semoga Allah mencerahkan seseorang yang
TARBIYAH mendengar (ayat/hadits) dari kami (Nabi ) lalu ia sampaikan (kepada
orang lain) seperti yang ia dengar. Betapa banyak orang yang
KULIAH HADIS S1 UIA menyampaikan menjadi lebih hapal & paham
daripada orang yang hanya mendengar. (Hadis Riwayat Abu Dawud dan al-

Tirmidzi)DAHRUN SAJADI, Drs., MA

BUKU

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

Drs. Dahrun Sadjadi, MA



KAJIAN
HADITs DA'WAH


Untuk Mahasiswa S1



Fakultas Agama Islam
Universitas Islam As-Syafi'iyah

Jakarta

1

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

MUTIARA SABDA



: ‫قَا َل النَّبِ ُّي َصلَّى اللهُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬
ُ‫َن َّض َر اللهُ ا ْم َرأً َس ِم َع ِمنَّا فَبَلَّ َغهُ َك َما َس ِم َعه‬

‫فَ ُر َّب ُم َبلِّ ٍغ أ ْو َعى ِم ْن َسا ِم ٍع‬
)‫( َر َواهُ اَبُ ْو َدا ُو َد َوالتِّ ْر ِم ِذ ُّي‬



Nabi s.a.s. bersabda:
Semoga Allah mencerahkan seseorang
yang mendengar (ayat/hadits) dari kami (Nabi )
lalu ia sampaikan (kepada orang lain)

seperti yang ia dengar.
Betapa banyak orang yang menyampaikan

menjadi lebih hapal & paham
daripada orang yang hanya mendengar.

(Hadis Riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi)

2

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

KATA PENGANTAR

‫ِب ْس ِم َّل َّل ِا ال َّر ْح َم ِن ال َّر ِحي ِم‬

Segala puji milik Allah, Pencipta dan Pengatur alam semesta. Shalawat dan salam
dari-Nya semoga ditetapkan untuk Nabi Muhammad dan keluarganya, para shahabat dan
pengikutnya yang setia. Semoga penulis dan pembaca termasuk di dalamnya.

Inilah buku sederhana berjudul HADITs DAKWAH yang semula merupakan diktat
mata kuliah Hadits untuk mahasiswa Fakuhas Agama Islam Universitas Islam As-
Syafi'iyah, Jakarta.

Latar belakang lahirnya diktat hingga menjadi buku ini adalah bahwa salahsatu di
antara sekian banyak masalah yang dirasakan mahasiswa dalam perkuliahan adalah tidak
damilikinya secara lengkap buku-buku literatur dan catatan kuliah. Maka, diakui atau
tidak, diktat atau buku pegangan (hand book) merupakan salahsatu penolong utama
mereka dalam mengatasi masalah tersebut.

Tapi tidak damaksudkan bahwa mahasiswa cukup memiliki atau menguasai diktat
atau hand book, melainkan harus disertai usaha penelaahan lebih lanjut literatur-literatur
asli yang merupakan sumber/ rujukannya, dengan segala keterangan yang
menjelaskannya, sehingga pemahaman menjadi lebih tepat, luas dan memadai untuk
diamalkan dan diajarkan.

Mengingat berbagai kekurangan dan keterbatasan dalam penyusunannya, maka
pemberian kritik dan saran dari berbagai pihak akan sangat berguna, dan untuk itu
diucapkan terima kasih. Semoga buku ini membawa manfa'at bagi penyusun dan
pembaca. Amin.

Jakarta, Dzul-Hijjah 1441 H / September 2019 M

Penyusun,

(Drs. Dahrun Sajadi, MA)

3





























































Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

Agama Islam mencakup keduniaan dan kcakhiratan secara seimbang; misalnya antara shalat
dan berkarya (mencari rizqi), 'ibadah dan tijarah (berbisnis), masjid dan tempat bekerja (untuk
mendapatkan rizqi dan karunia Allah), dan lain-lainnya. Allah meringankan kewajiban shalat
malam, supaya mereka dapat bekerja dan berkarya di siang hari dengan mudah dan tidak
mengalami kesukaran. Kalam-Nya menyatakan:

‫َِأإإ ْ ْاَلننْر َلَارباْنضَك ُيَُ ْبْتيَتَُْعُغْصَ ُلوو َُهَأننافَاَمتَكاْنتََ ُقبفَوُْمعضَلَ َْأايلُْدُ َْإكََنّالفاَلاامْق ََْونرَأُءثَُخولُإُ َرَاوَثماَنإلتَلايُيَْيَقَااااتّللَُس َووانَامنْصَانَفِ ُفهإلْ ُقََْوثُسرَأالُبيثَانُهال َعَوإاَََْلّاطلاالئاَأ َفْفٌَنةا ْق َامَرسُءَنَيوإ ُكإَاَّومالايُن َتَنيَامَاَنْمَُُّعَسْك َ اكمَمْنْ َُرهوإ َََِّاولَُألاقضييمُُ َقَووإَأاد َُإخرلُراإلصولاًََْينل ََةليَ ََْوْوَأإتُلاَضابُّونَإاو َ َإرلن ازعاَََِاكْ ََفلة‬
‫َوَأ ْق ار ُضوإ إَّالَل قَ ْر ًضا َح َسنًا َو َما تُقَ اد ُموإ ا َلنْ ُف اسُُ ْك ام ْن َخ ْي ٍر ََ ات ُدو ُه اع ْن َد إَّالال ُه َو َخ ْي ًرإ َوَأ ْع َظ َم َأ ْج ًرإ َوإ ْس َت ْغ اف ُروإ إَّالَل‬
{Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa kamu berdiri (sembahy4a5)n2g0) (ku‫ي ٌم‬r‫اح‬a‫ر‬nَ g‫و ٌر‬d‫غَ ُف‬ar‫ل‬iَ‫َّال‬d‫ إ‬u‫ ان‬a‫ِإ‬

pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari
orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah
mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu,
Maka dia memberi keringanan kepadamu. Karena itu Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari
Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan
orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang
yang lain lagi berperang di jalan Allah., Maka Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al
Qur'an dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah
pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu
memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling
besar pahalanya. Mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (QS al-Muzzammil/73:20)}.

Dalam rangkaian 'ibadah hajji pun Allah menjelaskan bahwa ibadah haji diwajibkan
kepada orang-orang yang mampu menempuh perjalanannya ke Bait Allah, untuk meraih
berbagai hikmah atau faedah, termasuk berdagang mencari laba. Kalam-Nya menyatakan:

‫لَ ْي َس َع َل ْي ُك ْم ُجنَا ٌح أَ ْن تَ ْبتَغُوا فَ ْضًَل ِم ْن َربِّ ُك ْم َف ِإذَا أَ َف ْضتُ ْم ِم ْن َع َرفَا ٍت فَا ْذ ُك ُروا َّل َّلاَ ِع ْن َد‬
.‫ا ْل َم ْش َع ِر ا ْل َح َرا ِم َوا ْذ ُك ُرو ُه َك َما َه َدا ُك ْم َوإِ ْن ُك ْنتُ ْم ِم ْن َق ْب ِل ِه َل ِم َن ال َّضالِّي َن‬

{Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka
apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam,46 dan
berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan
Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (QS al-
Baqarah/2: 98)}.

Suatu Hadits menganjurkan, yang artinya: "Bersegeralah pada pagi hari dalam mencari
rizqi, sebab pergi mencari rizqi pada pagi hari itu mengandung barakah dan kesuksesan".
(HR al-Thabarani).47

46 ialah bukit Quzah di Muzdalifah.
47 Al-Ausath, ...

34

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

Dalam hadits lain dinyatakan:

.)‫ ( َر َوا ُه ال َّط َب َرانِى‬.‫ِم َن الذنُ ْو ِب ذُنُ ْو ٌب َّلَ يُ َك ِّف ُر َهاَ إَِّلَّ ال َه ُّم بِ َط َل ِب ا ْل َم ِعـ ْي َش ِة‬

{Ada sebagian dosa yang tidak dapat dihapuskan kecuali dengan susah payah mencari rizqi
(untuk penghidupan. (HR al- Thabarani)}.48

Dalam hadits lain disebutkan, Nabi SAW bersabda:

‫َما اَ َك َل اَ َح ٌد َط َعا ًما ق ُّط َخ ْي ًرا ِم ْن اَ ْن َيأ ُك َل ِم ْن َع َم ِل يَ ِد ِه َفإ َّن نَبِ َّي الل ِه َدا ُو ْو َد َعلَ ْي ِه ال َّسَلَ ُم َكا َن َيأ ُك َل‬
.)‫ (رواه البخارى‬.‫ِم ْن َع َم ِل َي ِد ِه‬

{Tidak ada sama sekali seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada memakan
basil usaha sendiri; maka sungguh Nabi Allah, Dawud 'a.s., telah memakan hasil usahanya
sendiri. (HR al-Bukhari)}.49

Nabi SAW seringkali memperlihatkan penghargaan kepada orang-orang yang bekerja dan
berusaha, sehingga menggembirakan mereka. Suatu ketika sekelompok Asy'ariyah berada
dalam perjalanan, ketika sampai kepada Nabi SAW, mereka berkata: "Kami tidak melihat
orang mulia setelah Engkau wahai Nabi SAW daripada si fulan; dia suka saum di siang hari
dan tahajud setiap malam". Nabi SAW bertanya: "Siapakah yang menjaivin makanannya dan
berkhidumat untuknya?" Mereka menjawab: "Masing-wasing kami inilah yang me-
nanggungaya".Nabi SAW bersabda: "Masing-masing kamu itulah yang lebih mulia
daripadanya". (H.R. Abu Dawud)50

Dalam hadits lain, Nabi SAW bersabda:

‫أتِ َى ِب ُح ْز َم ِة َح َط ٍب َف َي ِب ْيعَ َها َفيَ ُك ِّف اللهُ ِب َها َخ ْي ٌر ِم ْن اَ ْن َي ْسأ َل‬.َ‫اَِللنَّ ْان َيَأس ُاخَذَ ْع اَ َط َْحو ُد ُه ُكاَْم ْو َحَم ْب َنَلعُهُ ْو َفُهي‬

"Bila seseorang di antaramu membawa tali, lalu pergi ke gunung, lalu dia datang dengan
membawa seikat kayu pada punggungnya, lalu dia jual, lalu Allah cukupkan dia dengannya,
itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia, baik mereka memberi
maupun menolaknya".51

Dalam riwayat lain, ketika Nabi SAW melihat telapak tangan seseorang yang sangat
kasar, dan ternyata hal itu disebabkan kerja kerasnya dalam mencari nafkah untuk biaya
dirinya dan keluarganya, spontan beliau bersabda: "inilah tangan yang tidak akan disentuh api
neraka". Dalam riwayat lain: "inilah tangan yang sangat disukai Allah dan Rasul-Nya",
kemudian beliau menciumnya.52

Begitulah, usaha dan bekerja (mencari karunia Allah SWT) telah menjadi syi'ar (simbol
kehidupan) para rasul, nabi, para shahabat dan juga para 'ulama'. Misalnya:

1. Nabi Nuh 'a.s. memiliki pekerjaan berdagang, lalu menjadi teknokrat dengan membuat
perahu atas perintah Allah.

48 Ibid.,
49 Shahih al-Bukhari, ...
50 Sunan Abi Dawud, ...
51 Hadits Riwayat ...
52 Ibn Atsir,Usud al-Ghabah, trj. Asad al-Anshari, Singa Hutan Belantara, (ttp, tpn, tth).

35

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

2. Nabi Ibrahim a.s. di awal kehidupannya juga berdagang. Beliau berhijrah ke negeri Kan'an
dan Mesir sebagai pedagang. Di Mesir beliau sangat berhasil dengan dagangnya, meskipun
pada saat itu sedang terjadi musim paceklik (serba kekuarangan). Ketika kembali ke
negerinya, beliau menggembala kambing dan sapi, sehingga oase (lembah) menjadi penuh
sesak dengan gembalaannya dan gembalaan putra saudaranya (kemenakannya) yaitu Nabi
Luth.

3. Nabi Musa a.s. pun pernah menjadi pekerja buruh, pada seorang Syekh yang sangat tua di
Madyan, yaitu Nabi Syu'aib a.s. yang kemudian menjadi mertuanya.

4. Ketika 'Abdurrahman ibn Auf berhijrah dari Makkah ke Madinah bersama Nabi SAW, dia
dipersaudarakan dengan Saad ibn Rabi'. Tiba-tiba (spontan) Sa'ad menawarkan sebagian
hartanya, rumahnya, dan isterinya53 untuk 'Abdurrahman. Berkatalah Ibn Auf: "Semoga
Allah memberkahi harta dan keluargamu. Aku adalah seorang pedagang. Adakah tempat
untuk berdagang?" Setelah ditunjukkan pasar Madinah, ia berjualan keju dan lemak.
Akhirnya ia menjadi orang yang kaya di kalangan umat Islam.

5. Abu Bakar al-Shiddiq r.'a. juga seorang pedagang. Sampai ketika ia menjadi khalifah atau
amir al-mu'minin, kegiatannya ke pasar dicegah oleh 'Umar ibn al-Khaththab, supaya lebih
terfokus konsentrasinya menangani urusan umat Islam. Adapun urusan biaya hidupnya,
'Umar menjaminnya dengan uang dari Baitul Mal.

6. 'Umar ibn al-Khaththab r.'a. sendiri adalah seorang perantara bagi para penjual dan pembeli.
Dia pernah berkata: "Tiada hari yang lebih menyenangkanku daripada hari ketika aku
berbisnis untuk keluargaku, ketika menjual atau membeli".

7. 'Utsman ibn 'Affan adalah seorang pedagang yang ulung dan sangat beruntung.

8. 'Ali ibn Abi Thalib, menurut riwayat dari Ibn 'Abbas, pernah menjadi buruh pada seorang
Yahudi. Dia tukarkan seember air dengan buah kurma.

9. Sa'ad ibn Abi Waqqash r.'a. adalah seorang penjual anak panah.

10. 'Amr ibn al-'Ash adalah seorang pegawai kebun (ahli perkebunan).

11. Pengarang kitab Bashir al-Qudama' wa Sara'ir al-Hukama' (Kecerdikan Orang-orang
Dahulu dan Rahasia-rahasia Para Cerdik Pandai), menyebutkan aneka karya orang dahulu
yang dikenal dalam sejarah.

Islam mengajarkan agar umatnya memenuhi seluruh umurnya dengan berbagai kegiatan
yang bermanfaat, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk kemaslahatan orang lain, apakah
dengan menuntut ilmu, melaksanakan suatu kewajiban, membayar utang, ataupun melakukan
sesuatu yang mulia lainnya. Seorang sastrawan berkata: "Jika lewat padaku satu hari tanpa
aku pergunakan untuk mendapat 'ilmu pengetahnan, atau yang membuat kita kaya, maka
umurku tidak berguna bagiku". Nabi SAW bersabda: "Andaikan kiamat hampir terjadi,
sedang di tangan seseorang dari kamu tergenggam sebatang anak pohon korma, tapi masih
ada kesempatan untuk menanamnya, maka hendaklah dia menanamnya, dan dia tetap

53 Sa'd punya dua istri. Ia ceraikan yang satu untuk dinikahkan dengan 'Abdurrahman ibn Auf.

36

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

mendapatkan pahala dari karyanya itu".54

Diriwayatkan bahwa 'Ali ibn Abi Thalib, r.'a. pernah bertemu seseorang yang
menganggur, lalu beliau menasihatinya: "janganlah kamu meminta kepada siapa pun orang
yang kamu temui, niscaya kamu menjadi tandingan setara dengannya; mintalah kepada siapa
pun orang yang kamu temui, niscaya kamu menjadi tawanannya; dan berbuat baiklah kepada
siapa pun yang kamu temui, niscaya kamu menjadi amir (pemimpin) nya". Diriwayatkan,
'Umar ibn al-Khaththab, r.'a., berkata: "Aku terkadang sangat mengagumi seseorang, lalu aku
bertanya: 'Apakah dia mempunyai pekerjaan (hirfah)? Jika dijawab tidak, maka dia jatuh
(harganya) dalam pandanganku".

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk meminta-minta dan/atau membujuk-rayu untuk
mendapatkan rizqi, bahkan meminta-minta adalah perbuatan yang sangat dibenci, karena
perbuatan itu justru akan membuat hina dan rendah umatnya, dan sangat bertolak belakang
dengan kepribadian orang-orang beriman. Allah menyukai orang beriman yang tidak meminta
tolong apa pun dari saudaranya, walaupun ia sebetulnya sangat faqir (tidak mempunyai harta
yang cukup). Kalam-Nya menyatakan:

‫ِل ْلفُ َق َرا ِء ا َّل ِذي َن أُ ْح ِص ُروا ِفي َسبِي ِل َّل َّل ِا ََّل يَ ْستَ ِطي ُعو َن َض ْربًا فِي ا ِْلَ ْر ِض يَ ْح َسبُ ُه ُم ا ْل َجا ِه ُل أَ ْغ ِن َيا َء ِم َن‬
)273( ‫التَّعـَ ُّف ِف تَ ْع ِرفُ ُه ْم بِ ِسي َما ُه ْم ََّل َي ْسأَلُو َن ال َّنا َس ِإ ْل َحا ًفا َو َما تُ ْن ِفقُوا ِم ْن َخ ْي ٍر َف ِإ َّن َّل َّلاَ بِ ِه َع ِلي ٌم‬

{(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak
dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya Karena
memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka
tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan apa saja harta yang baik yang kamu
nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. (QS al-Baqarah/2:
273)}.

Inilah pelajaran bagi setiap mu'min mengenai kehinaan meminta-minta dan kemuliaan yang
dimiliki orang-orang yang beriman. Banyak hadits Nabi SAW yang mencela perilaku meminta-
minta karena pelakunya akan kehilangan harga dirinya di hari kiamat nanti, bahkan sejak di
dunia ini. Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.'a. bahwa Nabi SAW bersabda:

)‫ َف ْل َي ْستَ ِق ِّل اَ ْو ِليَ ْستَ ْك ِث ْر ! ( َر َوا ُه ُم ْس ِل ٌم َوا ْب ُن َما َجه‬,‫َم ْن َسأَ َل النَّا َس تَ َكثُّ ًرا َف ِإ َّن َما َي ْسأَ َل َج ْم ًرا‬

{Siapa yang meminta kepada manusia untuk memperbanyak rizqinya, sesungguhnya dia hanya
meminta kerikil (bara api); maka silakan dia meminta sedikit atau meminta banyak"! (HR
Muslim dan Ibnu Majah)}.55



54 'Ali ibn al-'Aziz dalam kitab Al-Muntakhab dengan sanad hasan dari Anas r.a. dalam karya al-'Aini, 'Umdah
al-Qari' Syarah Shahih al-Bukhari susunan.

55 Shahih Muslim, ...; Sunan Ibn Majah, ...

37

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

BAB V
ISLAM MUDAH DAN MEMUDAHKAN

A. Teks Hadits

... ‫ يَ ِّس ُر ْوا َوَّلَ تُعَ ِّس ُر ْوا َوبَ ِّش ُر ْوا َوَّلَ تُ َنفِّ ُر ْوا‬:‫ َقا َل َر ُس ْو ُل الل ِه َصلَّى اللهُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬...
.)‫(رواه البخارى‬

{... Nabi SAW bersabda: "Mempermudahlah kamu sekalian dan janganlah mempersulit;
Menyenangkanlah kamu sekalian dan janganlah menyusahkan...". (HR al-Bukhari).56

B. Ulasan

Di antara ciri spesifik agama Islam adalah mudah dilaksanakan dan mempermudah
pelaksanaan. Islam adalah agama yang sederhana dalam masalah 'aqidah (keinianan), dalam
arti mudah dipahami dan tidak pelik pembuktiannya. Syari'atnya pun sangat mudah dan
elastis, tidak sukar untuk dipahami dan diamalkan.

Iman terhadap Zat Allah pada pokoknya berpangkal pada keyakinan bahwa Allah SWT
itu ada dan mempunyai segala sifat kesempurnaan dan Mahasuci dari segala sifat kekurangan.
Manusia hanya diperintah untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang tampak pada
makhluk alam semesta untuk meningkatkan iman dan keyakinan mengenai eksistensi dan
kemahakuasaan Allah. Bahkan manusia tidak diperkenankan untuk memikirkan Zat Allah,
sebab Zat-Nya tidak akan terjangkau oleh indera dan akal mantsia. Kemampuan akal budi
manusia sangat terbatas. Akal manusia tidak mampu memperkirakan siapa, seperti apa Allah,
dan bagaimana perilaku-Nya, di mana ada-Nya, sebandiag dengan apa, dan lain-lain. Bila
seorang manusia mati dengan membawa keyakinan bahwa Allah itu Maha Esa, bersifat
dengan segala sifat kesempurnaan dan bersih suci dari segala sifat kekurangan, tanpa
mengetahui lebih daripada Itu secara rinci, pasti, insya Allah, imannya akan diterima Allah
SWT. Kalam-Nya menyatakan:

‫ََّل يُ َكلِّ ُف َّل َّلاُ َن ْف ًسا إََِّل ُو ْسعَ َها‬

{Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya... (QS al-
Baqarah/2: 286)}.

)78(... ‫ َو َما َجعَ َل َع َل ْي ُك ْم فِي ال ِّدي ِن ِم ْن َح َر ٍج‬...

{... dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (QS al-
Hajj/22: 78)}.57

Elastisitas (kelenturan dan keluwesan) Islam telah ditampakkan oleh kepribadian Nabi
Muhammad SAW, baik dalam perkataan dan perbuatan, maupun ketetapan-ketetapannya.
Pernah seorang Badwi bernama Sufyan ibn 'Abdillah al-Tsaqafiy mendatangi beliau dan

56 Shahih al-Bukhari, ...

38

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

bertanya mengenai Islam secara keseluruhan dengan berkata:

.‫ قُ ْل آ َم ْن ُت ِبالل ِه ثُ ِّم ا ْست ِق ْم‬:‫ قاَ َل‬،‫ قُ ْل ِلى فِى ْالإ ْسَلَ ِم قَ ْوَّلً َّلَ أ ْسأ ُل َع ْنهُ اَ َح ًدا َغ ْي َر َك‬،‫يَا َر ُس ْو َل الل ِه‬
.)‫( َر َوا ُه ُم ْس ِل ٌم‬

{Wahai Nabi, "ajarkan padaku mengenai Islam dengan satu perkataan yang tidak akan
kutanyakan lagi kepada siapa pun setelah engkau, wahai Rasul, tentang Islam, suatu
ungkapan perkataan yang tidak akan aku tanyakan lagi pada orang lain setelah engkau" !
Nabi SAW menjawab: "Katakanlah, aku beriman pada Allah, lalu tetap teguhlah (ber-istiqa-
mah-lah)". (H.R. Imam Muslim)}.58

Dalam suatu riwayat, seseorang berkata:

‫ اَ َراَ ْي َت ََ ِاذَا َصلَّ ْي ُت ا ْل َم ْكتُ ْوبَا ِت َو ُص ْم ُت َر َم َضا َن َواَ ْح َل ْل ُت َُ ا ْل َحَلَ َل َو َح ِّر ْم ُت‬،ِ‫يَا َر ُس ْو َل الله‬
.)‫ ( َر َوا ُه ُم ْس ِل ٌم‬.‫ا ْل َح َرا َم َو َل ْم اَ ِز ْد َعلَى ذ ِل َك َش ْيئًا أأ ْد ُخ ُل ا ْل َج ِّنةَ؟ قَا َل َن َع ْم‬

{Wahai Nabi, bagaimana pendapatmu bila aku hanya melaksanakan shalat lima waktu, puasa
Ramadan, mengkonsumsi yang halal dan meninggalkan yang haram, tak lebih daripada itu,
akankah aku memasuki surgar? Beliau menjawab, Ya. (Hadits riwayat Imam Muslim).59

Diriwayatkan dari Jabir r.a.:

‫لَّمْوا ِ ِِّص ِقيَض ْياعً َُامل‬.‫ ِِله َغ ٌُممَو)لََام‬،‫دا(ثَُنََّرم َش َو َحَّاق َشتَّهُ ِرىَعُملََببَْي ْلَس‬.ْ ‫بَ َظاُْعَم َروِّكلاََةِئضل َنَّكِفاالاىنَّْلاُعسُ َرِاَِمسَلَصاْيقَةَُِهض‬،‫لَرئَِمفَ َ َواكَعلَْلهُاِّمَف ْلاتَْعُ َح َِحرتَّاََصِااىلَىةُنَى‬،‫َليِبُ َخَقهُاََسراََبُل َجَّن َِلب َبَهُر ُ ْعو ُكُس َعَْروثََاضآ ُل ُِعاءاللانَّالْلالهِ َغ ِ َِّسمسَفْيَصَِِملِرّّلََدىفَ َيَعاَازلَصالاهبُِ ُلَمَق َد َعَول َصحٍْيآ َِصهئِ ِما ًم َمَْاون اقَلَسَاملِّنَّآاَلَم ٍءاُ ُسَعفَوا‬

{Pada tahun fathu Makkah, Nabi SAW berangkat (dari Madinah) menuju Makkah di bulan
Ramadhan. Sesampainya di suatu tempat bernama Kura' al-Ghamim, beliau berpuasa dan
diikuti orang-orang lainnya. Ketika beliau melihat beberapa shahabat tampak berat
melaksanakan puasa di perjalanan yang meletihkan, beliau meminta segelas air, lalu beliau
mengangkatnya tinggi-tinggi sehingga para shahabat melihatnya, kemudian beliau memi-
numnya. Ketika didengarnya bahwa ada beberapa orang yang masih tetap puasa, beliau
bersabda: mereka adalah pemaksiat, mereka adalah pemaksiat (lawan taat). (HR
Muslim)}.60

Diriwayatkan dari Jabir pula:

:‫َكا َن ال َّن ِب ُّي َصلَّى اللهُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم فِى َسفَ ٍر فَ َراَى َر ُجَلً َق ِدا ْجتَ َم َع َع َل ْي ِه النَّا ُس َو ُظلِّ َل َعلَ ْي ِه فَ َقا َل‬
‫ َل ْي َس ِم َن ا ْل ِب ِّر اَ ْن تَ ُص ْو ُم ْوا فِى‬:‫ فَقَا َل َع َل ْي ِه ال َّصَلَةُ َوال َّسَلَ ُم‬،‫ َر ُج ٌل َصآئِ ٌم‬:‫َما بَالُهُ؟ قَالُ ْوا‬

.)‫ ( َر َوا ُه ا ْلبُ َخا ِرى َو ُم ْس ِل ٌم َواَ ْح َم ُد‬.‫ َو َع َل ْي ُك ْم ِب ُر ْخ َص ِة الل ِه الَّ ِتى َر َّخ َص َل ُك ْم فَا ْق َبلُ ْو َها‬،‫ال َّسفَ ِر‬

{Ketika Nabi SAW berada di dalam perjalanan, beliau melihat seseorang dikerumuni orang
banyak; beliau bertanya, "apakah yang terjadi padanya? Mereka menjawab: "orang ini
sedang berpuasa". Maka Nabi SAW bersabda: "Bukan termasuk kebajiakn bila kamu
berpuasa di perjalanan, hendaklah kamu melaksanakan keringanan (rukhshah) yang Allah

58 Shahih Muslim, ...
59 Ibid., ...
60 Shahih Muslim, ...

39

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

diberikan kepadamu, maka terimalah" (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).61

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik bahwa Nabi SAW melihat seorang tua diapit kedua
anaknya. Beliau bertanya, 'ada apakah ini? Mereka menjawab bahwa ayahnya bernadzar akan
melaksanakan hajji dengan berjalan kaki. Beliau bersabda:

‫{ اِ َّن اللهَ َع ْن تَ ْع ِذ ْي ِب َهذَا نَ ْف َسهُ َل َغنِ ُّي‬Sesungguhnya Allah tidak memerlukan penyiksaan diri

dari orang ini); dan Nabi menyryh orang tersebut berkendaraan. (HR al-Bukhari)}.62

Demikianlah di antara kemudahan ajaran Islam yang telah ditampiikan oleh Nabi SAW.
Mereka yang melaksanakan puasa daiam perjalanan dan mereka yang melaksanakan haji
dengan berjalan kaki, bukan mendapat pujian, tapi dinyatakan berbuat kesalahan (maksiat),
karena mereka tidak mengikuti tuntunan dan contoh Nabi. Mereka hendak menghilangkan ciri
istimewa Islam, yaitu agama yang mudah dan memudahkan, bahkan hendak menjadikan
ibadah sebagai semacam siksaan.

Nabi SAW menegaskan, Islam adalah agama yang kokoh, tidak akan pernah berubah
sampai akhir zaman. Beliau bersabda:

‫( َر َوا ُه‬ .‫اَ ْبقَى‬ ‫َوَّلَ َظ ْه ًرا‬ ‫َق َط َع‬ ‫اَ ْر ًضا‬ َ‫َّل‬ ‫ا ْل ُم ْنبَ َّت‬ ‫فَ ِإ َّن‬ ‫ِب ِر ْف ٍق‬ ‫ِف ْي ِه‬ ‫َفأَ ْو ِغ ْل‬ ‫ِا َّن َهذَا ال ِّد ْي َن َمتِ ْي ٌن‬
.)‫ا ْل َب َّزا ُر َع ْن َجا ِب ٍر‬
{Sesungguhnya agama (Islam) ini adalah (tali) yang aumat kuat/kokoh. Maka menitilah

padanya dengan lemah lembut. Karena sesungguhnya orang yang memaksa kendaraannya

tidak akan sampai ke tujuan, dan dia sendiri tidak akan lama berada di atas kendaraannya.

(HR al-Bazzar, dari Jabir).

Hadits tersebut memberikan tamsil mengenai orang yang suka memaksa diri dalam
'ibadah, ibarat orang yang suka memaksa kendaraannya untuk berlari cepat dalam perjalanan
yang panjang dan melelahkan, sampai akhimya kendaraannya rusak di perjalanan, dan dia
sendiri kehijangan tunggangannya, maka yang tinggal hanyalah penyesalan yang tak berguna.
Tapi scandainya dia menungganginya dengan lemah-lembut dan memberi kesempatan untuk
istirahat yang cukup, niscaya dia akan sampai ke tujuan dengan aman dan selamat.

Lemah lembut pula gaya bahasa Nabi dalam dalam mengajak umatnya untuk bersikap
sederhana dan menengah dalam berbagai masalah, termasuk dalam 'ibadah. Beliau
mengingatkan umatnya agar tidak berlebihan dan tidak memksa diri dalam pengamalan
agama, karena di dalamnya selalu ada kemudahan, dan Allah hendak memudahkan manusioa
dengan agama-Nya dan tidak hendak menyuliotkannya.

Diriwayatkan dari Anas, r.'a., ia berkata: pada suatu ketika Nabi SAW memasuki mesjid,
beliau menemukan seutas tal yang terbentang antara dua tiang. Beliau bertanya, tali apakah
ini? para shahabat menjawab, "tali kepunyaan Zainab; bila merasa letih, ia bergantung pada
tali". Beliau menyuruh para shahabat melepaskan tali itu, lalu beliau bersabda:

.)‫ ( ُمتَّـ َف ٌق َعلَ ْي ِه‬.‫ َف ِإذَا فَتَ َر فَ ْل َي ْرقُ ْد‬،ُ‫ِليُ َص ِّل َي اَ َح ُد ُك ْم َن َشا َطه‬

61 Shahih al-Bukhari, ...; Shahih Muslim, ...; Musnad Ahmad, ...
62 Shahih al-Bukhari, ...

40

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

{setiap orang hendaklah melakukan shalat sesuai dengan kekuatannya; jika mengantuk,
hendaklah ia tidur. (Hadits Muttafaq 'alaih).63

Diriwayatkan juga dari 'A'isyah, r.'a., bahwa nabi SAW bersabda:

‫ فَ ِإ َّن اَ َح َد ُك ْم إِذَا َص ّلَى َو ُه َو نَا ِع ٌس‬،‫إِذَا َنعَ َس اَ َح ُد ُك ْم َو ُه َو يُ َص ِّلى فَ ْل َي ْرقُ ْد َحتَّى َي ْذ َه َب َع ْنهُ ال َنّ ْو ُم‬
.)‫( ُمتَّـ َف ٌق َع َل ْي ِه‬.ُ‫َّلَ َي ْد ِرى لَ َعلَّهُ يَ ْذ َه ُب يَ ْستَ ْغ ِف ُر َف َي ُس َّت َن ْف َسه‬

{Bila seseorang mengantuk ketika shalat, hendaklah ia tidur, sehingga hilang rasa kantuknya.
Karena, bila ia shalat sambil mengantuk, dia tidak akan sadar, bisa jadi ia berlalu dengan
istighfar, lalu mencaci-maki dirinya. (Hadits Muttafaq 'alaih)}.64

Diriwayatkan, sebagian Shahabat merasa terlalu monim dalam 'ibadah, maka di antara
mereka berkata: "saya akan melqkukqn quyam al-lail dan tidak tidur sepanjang masa", ada yang
berkata: "saya akan berpuasa sepanjang masa dan tiada hari tanpa puasa", ada lagi yang berkata:
"saya akan menjauhi wanita dan tidak menikah selamanya". Mendengar perkataan mereka, Nabi
SAW menegur dengan sabdanya:

‫ َولَ ِكنِّى اَ ُص ْو ُم َواُ ْف ِط ُر‬،‫ اَ َما َوالل ِه ِا ّنِى ِلَ ْخ َشا ُك ْم ِلل ِه َوأَ ْت َقا ُك ْم لَ ُه‬،‫اَ ْنتُ ُم ا ْل َق ْو ُم ا َلّ ِذى قُ ْلتُ ْم َكذَا َو َكذَا‬
.)‫(متفق عليه‬.‫ َف َم ْن َر ِغ َب َع ْن ُس ّنَتِى َفلَ ْي َس ِمنِّى‬،‫َواُ َص ِلّى َوأَ ْرقُ ُد َوأَتَ َز ِّو ُج ال ِنّ َسآ َء‬

{Kalian adalah kelompok yang berkata begini, begini ! Adapun aku, demi Allah, sungguh aku

adalah benar-benar orang yang paling takut dan paling taat kepada Allah dibanding kamu

sekalian. Tapi aku berpuasa dan berbuka juga, aku melakukan shalat dan tidur juga, aku pun

menikahi wanita. Maka barang siapa yang tidak mengikuti sunnahku, ia bukanlah pihakku.
(Hadits Muttafaq 'alaih)}.65

Diriwayatkan bahwa 'Abdullah ibn 'Amr ibn al-'Ash pernah berkata:

‫ا َلَوإِ َر َّن ُس ِل ْوَز ُْلو ِارللَهِك‬،‫ح ًّق َفا َق‬،َ ‫ِلا َلزلَّْ ْوي َِلج َ َكما َع ِعلَ ْي ْشَك ُت‬ ‫ َو ِإ َّن‬،‫ِل َع ْينَ ْي َك َعلَ ْي َك َح ًّقا‬ ‫َوإِ َّن‬ ،‫َح ًّقا‬ ‫ َف ِإ َّن ِل َج َس ِد َك َع َل ْي َك‬،‫فََلَ تَ ْف َع ْل‬
‫َِلَ ُص ْو َم َّن النَّ َها َر َوَِلَقُ ْو َم َّن‬ ِ‫َوالله‬ ,‫َوقُ ْم‬ ‫ َونَ ْم‬،‫ فَ ُص ْم َوأَ ْف ِط ْر‬،‫َع َل ْي َك َحقًّا‬
‫ َو ُص ْم ِم َن ال َّش ْه ِر ثََلَثَ َت‬:‫ َقا َل‬،‫ اَ ْن َت الَّ ِذى تَقُ ْو ُل ذ ِل َك؟ قُ ْل ُت َبلَى َيا َر ُس ْو َل الل ِه‬:‫َصلَّى اللهُ َعلَ ْي ِه َو َس ّلَ َم‬
‫ َيا َف ُم َُدصا ْم ُو َدَي ْوَو ًماُه َو َواَاَ ْف ْع َِدط ُْلر‬:‫ِل َكقَا َلِص‬،‫أَ ِن َف ِّى ُصاَ ْم ِطيَْي ْو ُق ًمااَ ْفَواَ َْفض َِلط ْر ِم َي ْ ْنو ًمذا ِل َفَكذ‬:‫اقَلال ِه َل‬ ‫َيا َر ُس ْو َل‬ ‫ قُ ْل ُت‬.‫ال َّد ْه ِر‬ ‫ َص ْو ُم‬ ‫أ َّيا ٍم َفذ ِل َك‬
،‫ِم ْن ذ ِل َك‬ ‫اَ ِط ْي ُق اَ ْف َض َل‬ ‫ قُ ْل ُت فَ ِإنِّى‬.‫يَ ْو َم ْي ِن‬
ُ‫ ( َر َواه‬.‫ َفقا َل َص ّلَى اللهُ َع َل ْي ِه َو َس َّل َم َّ َل اَ ْف َض َل ِم ْن ذ ِل َك‬،‫ قُ ْل ُت َف ِإ ّنِى اَ ِط ْي ُق اَ ْف َض َل ِم ْن ذ ِل َك‬.‫ال ِ ِّصيَا ِم‬
66.)‫ا ْلبُ َخا ِرى َو ُم ٍس ِل ٌم‬
{Dami Allah, aku akan perpuasa setiap hari dan bertahajjud setiap malam selama hidupku.

Maka Nabi SAW bersabda: "Engkaukah yang mengatakan hal itu? Aku menjawab: 'Ya wahai

Nabi''. Lalu beliau bersabda: Jangan engkau lakukan hal itu ! karena sesungguhnya badanmu

mempunyai hak atasmu, demikian pula kedua matamu, istrimu, dan tamumu, semuanya

mempunyai hak untuk mendapat pelayanantnu dengan baik. Maka, lakukanlah puasa dan

berbukalah (tidak puasa pada hari yang lain), tidurlah (di sebagian waktu malam) dan

tahajudlah (di sebagian waktu malam itu), dan lakukanlah puasa tiga hari setiap bulan, inilah

puasa sepanjang masa (shaum al-dahr). Saya berkata: 'Aku masih kuat lebih daripada itu wahai

Nabi. Beliau SAW bersabda: 'berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari'. Saya berkata: Aku

mampu melakukan lebih daripada itu. Beliau bersabda: Berpuasalah sehari dan berbuka sehari,

63 Muhammad Fu'ad 'Abd al-Baqi, Al-Lu'lu' wa al'Marjan, ...
64 Shahih al-Bukhari, ...; Shahih Muslim, ...; Al-Lu'lu' wa al-Marjan, ...
65 Shahih al-Bukhari, ...; Shahih Muslim, ...; Al-Lu'lu' wa al-Marjan, ...

41

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

itulah puasa Nabi Dawud a.s. dan itulah puasa yang paling adil (bijaksana).' Saya berkata: 'Aku
masih kuat lebih daripada itu'. Beliau bersabda: "tidak ada yang lebih utama daripada itu". ...
(Hadits riwayat Imam al- Bukhari dan Muslim).67

Masih banyak ayat al-Qur'an dan Hadits yang mengisyaratkan bahwa Islam adalah agama
yang mudah dipahami dan diamalkan, serta memudahkan manusia dalam menempuh jalan hidup
menuju cita bahagia dunia dan akhirat.



67 Shahih al-Bukhari, ...; Shahih Muslim, ...; Al-Lu'lu' wa al-Marjan, ...
42

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

BAB VI
ISTIQAMAH DALAM IMAN DAN ’AMAL

A. Teks Hadits

Diriwayatkan, Sufyan ibn 'Abdillah al-Tsaqafiy berkata:

‫بِالل ِه‬ ‫آ َم ْن ُت‬ ‫قُ ْل‬ :‫َقا َل‬ ،‫َغ ْي َر َك‬ ‫اَ َح ًدا‬ ُ‫َع ْنه‬ ‫اَ ْسأَ ُل‬ َ‫َّل‬ ً‫َق ْوَّل‬ ‫اْل ِإ ْسَلَ ِم‬ ‫ قُ ْل ل ِى ف ِى‬،‫َر ُس ْو َل الل ِه‬ ‫يَا‬
.)‫ ( َر َواهُ ُم ْس ِل ٌم‬.‫ا ْستَ ِق ْم‬ ‫ثُ َّم‬
{Wahai Nabi, ajarkanlah kepadaku suatu perkataan mengenai Islam, yang aku tidak

akan menanyakannya Iagi kepada siapa pun selain engkau. Nabi SAW menjawab:

"Katakanlah aku ber-iman kepada Allah, lalu tetap tegak dan luruslah pendirianmu

(ber-istiqamah-lah)! (Hadits riwayat Imam Muslim).68

Sufyan bin. Abdillah als-Tsaqafi adalah seorang shahabat Nabi SAW. Dia datang
untuk memohon nasihat yang singkat tapi padat mengenai ajaran Islam, suatu
ungkapan yang menentukan kuatnya pendirian seseorang dan menjamin kemaslahatan
sosial. Dia mengajarkan petunjuk Nabi SAW yang sangat memuaskan dirinya, yang
tidak akan dia dapatkan dari orang lain selain dari beliau. Maka Nabi SAW
memberi jawaban yang sangat tepat, dengan perkataan yang penuh makna, padat
kandungan serta isinya. Padahal jawabannya itu hanya terdiri dari dua kata pokok saja,
tapi dapat memuaskan penanya dan tentunya semua orang yang beriman. Dua kata
tersebut mencakup segala keutamaan bahkan dapat dijadikan dasar suatu kebudayaan
modem. Dua kata itu tiada lain adalah iman pada Allah dan istiqamah (teguh pendirian
menegakkan iman itu).

Iman kepada Allah, merupakan suatu asset yang mencakup berbagai (dasar)
kebaikan. Dengan iman akan terlahir nilai-nilai moral. Dari iman akan memancar sinar-
sinar keutamaan dan kemuliaan. Bila iman kepada Allah telah merasuk dan menetap di
dalam hati atau jiwa seseorang, itu pertanda bahwa dia betul-betul percaya atas segala
yang dibawa oleh Nabi SAW, dan akan menjadi dasar ketaatannya pada syari'at Islam.
Iman kepada Allah itu bagaikan sebuah pohon yang rindang, akarnya menghunjam di dalam
bumi, cabangnya menjulang di angkasa luas, yang selalu memberikan buah setiap waktu
dengan izin Tuhannya.69

Adapun istiqamah merupakan gerak positif dan manifestasi dari iman yang benar, (yang
tidak disertai keraguan). Istiqamah bersemayam di dalam hati. Dari hatilah istiqamah
terlahir, lalu akan berpengaruh dan mewamai segala gerak-gerik anggota tubuh. Hatilah

68 Shahih Muslim, ...

43

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

yang menjadi raja bagi seluruh anggota tubuh, sedangkan anggota tubuh menjadi tentara hati.
Jika raja beristiqamah, maka seluruh tentaranya akan kuat dan tegak lurus dan segenap
rakyatnya pun akan baik. Tapi ada satu anggota tubuh yang sangat vital yang menjadi protokol
bagi hati, yaitu lidah. Dialah yang mengekspresikan hampir segala yang diinginkan oleh hati.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda:

‫ ( َر َوا ُه‬.ُ‫ َوَّلَ َي ْستَ ِق ْي َم َق ْلبُهُ َحتَّى يَ ْستَ ِق ْي َم ِل َسانُه‬،ُ‫َّلَ َي ْستَ ِق ْي ُم إِ ْي َما ُن َع ْب ٍد َحتَّى يَ ْستَ ِق ْي َم قَ ْلبُه‬
.)‫أ ْح َم ُد َع ْن أَنَ ٍس‬

{Tidak akan lurus (istiqamah) iman seseorang, sehingga lurus (istiqamah) hatinya, dan tidak
akanistiqamah hati seseorang, sehingga istiqamah lidahnya. (HR Ahmad, dari Anas ibn
Malik)}.70

Dalam hadits lain, Nabi SAW: bersabda:

،‫فَ ِإنَّ َما َن ْح ُن ِب َك‬ ،‫اللهَ فِ ْينَا‬ ‫ اِتَّ ِق‬:‫ َفتَقُ ْو ُل‬،‫تُذَ ِّك ُر اللِّ َسا َن‬ ‫ِإذَا أَ ْص َب َح ا ْب ُن آ َد َم فَ ِإ َّن اِْلَ ْع َضآ َء ُكلَّ َها‬
‫ َم ْرفُ ْو ًعا‬،‫َس ِع ْي ٍد‬ ‫َع ْن أَ ِبى‬ ‫ ( َر َواهُ التِّ ْر ِم ِذى‬.‫ا ْع َو َج ْجنَا‬ ‫فَ ِإ ِن ا ْستَ َق ْم َت ا ْستَ َق ْم َنا َوإِ ِن ا ْع َو َج ْج َت‬
.)‫َو َم ْوقُ ْوفًا‬
{Apabila anak Adam berada di pagi hari, setlap anggota tubuh selalu memperingatkan lidah,

mereka berkata: berhati-hatilah dalam perjalanan (membawa) kami, sebab keselamatan kami

ada padamu, jika engkau lurus, kami pun akan lurus, dan jika engkau menyimpang, kami pun

menyimpang. (HR al-Tirmidzi dari Abu Sa'id, ada yang marfu' dan ada yang
mauquf])}.71

B. Makna Istiqamah

Istiqamah mengandung arti senantiasa lurus dan benar; senantiasa mengikuti satu jalan
yang lurus dan secara lurus, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri; mengikuti satu jaIan
yang pertengahan, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Istiqamah berkenaan dengan
'aqidah, akhlaq, syari'ah ('ibadah dan mu'amalah).

Istiqamah dalam 'aqidah, diwujudkan dengan pengakuan terhadap kcagungan akal ('aql)
dan pemanfaatannya untuk mengkaji berbagai masalah, mendebat pendapat yang salah
berdasarkan argumentasi yang kuat untuk selanjutnya diolah dan diambil kesimpulan,
kemudian dijadikan landasan dalam perilaku hidup. Sedangkan orang-orang yang hanya suka
meniru orang lain, meremehkan 'aql-nya, mereka selalu mengikuti jalan yang ditempuh orang
lain tanpa dipikirkan dan dikaji matang-matang kebenaran dan kcabsahannya. Mereka
sebenarnya, termasuk orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus serta tidak
mengikuti petunjuk.

Al-Qur'an mencela orang-orang yang mengingkari kebenaran (al-haqq) yang tampak
nyata di hadapan manusia. al-Qur'an juga mencela orang yang suka mengikuti keinginan
kepada hal-hal yang bertentangan dangan kebenaran, yang bersumber dari tradisi yang tidak
terbimbing oleh 'ilmu, petunjuk kenabian dan wahyu. Al-Qur'an menyebutkan:

70 Musnad Ahmad, ...
71 Sunan al-Tirmidzi, ...

44










Click to View FlipBook Version