The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Wawasan Hadits Dakwah untuk S1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Admin Fai, 2021-10-06 03:21:24

KAJIAN HADITS DAKWAH

Buku Wawasan Hadits Dakwah untuk S1

Keywords: hadits,religion,islam,dakwah,komunikation

Kajian Hadits Dakwah dan Tarbiyyah Drs. Dahrun Sajadi, MA UIA Jakarta

mempunyai akhlaq, dan akhlaq Islam adalah pemalu. (HR. Malik).120

Malu merupakan pagar penjaga sendi-sendi dan bangunan umat yang kuat. Manusia
dalam penerapan rasa malu itu berbeda-beda, sehingga kedudukannya di hadapan Allah juga
tidak sama. Ada yang malu terhadap Allah dan manusia, sehingga (terhadap Allah) dia tidak
pernah melepas perintah-Nya dan tidak ingin terlihat Allah bahwa ia melakukan perbuatan
yang dilarang-Nya. Dia juga menjaga diri dari sifat cela dan hina dalam kehidupan sesama
manusia. Jika demikian adanya, maka orang tersebut memiliki sifat malu yang sempurna.

Diriwayatkan dengan sanad Yahya ibn Musa, Muhammad ibn 'Ubaid, Aban ibn
Ishaq, al-Shabah ibn Muhammad, Murrah al-Hamadani, 'Abdillah ibn Mas'ud, ia
berkata, Nabi SAW bersabda: "malulah kamu kepada Allah sebenar-benar malu"

( ‫) ا ْستَ ْحيُ ْوا ِم َن اللهِ َح َّق اْل َح َيآ ِء‬

Kami berkata: "Wahai Nabi Allah, alhamdu lillah, kami telah malu". Nabi SAW bersabda: "...
benar-benar malu kepada Allah adalah engkau menjaga kepala dan seisinya, menjaga perut
dan seisinya, mengingat mati dan deritanya. Barang siapa menginginkan akhirat hendaklah
meninggalkan keindahan dan keni'matan dunia, ... itulah malu kepada Allah".121

Menjaga kepala dan seisinya, maksudnya adalah menjaganya dari pikiran jahat, berkata
kotor, berbohong, dan lain-lainnya. Jika menerima informasi hendaklah disaring, dan jika
mengeluarkan informasi hendaklah diseleksi dan dipertimbangkan lebih dulu. Hendaklah malu
kepada Allah dalam semua hal tersebut.

Menjaga perut dan seisinya, maksudnya adalah menjaganya dari mengkonsumsi
pendapatan yang syubhat, apa lagi yang haram; bahkan yang halal pun masih diseleksi,
diutamakan yang lebih baik daripada yang sekadar baik, dan ditinggalkan yang tidak baik.

Ingat mati dan deritanya, maksudnya adalah giat melakukan 'amal shalih yang nilai dan
manfa'atnya adalah untuk bekal kehidupan sesudah mati, yaitu kehidupan akhirat.

Kehidupan manusia ditandai dengan rasa malunya. Jika seseorang sudah tidak punya rasa
malu, dia akan melakukan apa saja yang dia kehendaki. Dia hidup seperti bintang dan bukan
sebagai manusia, itulah kehidupan yang palsu dan bukan yang sebenarnya.

Dalam suatu hadits disebutkanbahwa jika Allah hendak menjatuhkan seseorang,
dicabutlah rasa malunya, sehingga ulahnya menjadi sasaran kemarahan dan kebencian.
Kemudian dicabutlah darinya sifat amanah, sehingga ia selalu berkhianat dan dikhianati.
Kemudian dicabutlah darinya rahmat (kasih sayang Allah) sehingga menjadi terkutuk. Maka
kemudian dilepaslah tali keIslamannya (keluar dari Islam . (HR. Ibn Majah).122

Dari sana kita dapat ketahui secara jelas, rahasia dibalik sabda Nabi SAW untuk orang
yang tidak mempunyai rasa malu, yakni, “jika kamu tidak mempunyai rasa malu, maka
lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki”. Tentu Nabi SAW bukan bermaksud memberi
kebebasan yang membawa manfaat, melainkan mengancam orang yang tidak mempunyai rasa
malu melakukan apa saja yang dia kehendaki dan risikonya ditanggung sendiri. Ungkapan itu

120 Imam Malik ibn Anas, Al-Muwaththa', ...
121 HR al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, (Hadits nomr/ke-2.575, Jz.4, h.54.
122 Sunan Ibn Majah, ...

68






























































Click to View FlipBook Version