The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Meida Riasi, 2023-11-13 19:32:03

kompensatoris ATN_Palangka 2023

kompensatoris ATN_Palangka 2023

KOMPENSATORIS ANAK DENGAN HAMBATAN PENGLIHATAN OLEH UTOMO PRODI PKh FKIP ULM Disampaikan dalam Kegiatan Bimtek Kompensatoris bagi Anak Berkebutuhan Khusus Diselenggarakan oleh: Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Hotel Batu Suli Internasional Palangkaraya, 6-9 November 2023


PENDEKATAN LAYANAN BAGI ANAK DENGAN HAMBATAN PENGLIHATAN Anak dengan hambatan penglihatan Low vision BLIND/ TOTALLY BLIND Sight enhancement (Pemaksimalan sisa fungsi penglihatan) Compensator/ Kompensatoris: Mengalihkan fungsi indera penglihatan yang sudah tidak bisa difungsikan ke Indra lain yang masih berfungsi


SIGHT ENHANCEMENT (PEMAKSIMALAN SISA FUNGSI PENGLIHATAN) BAGI ANAK LOW VISION


PRINSIP LAYANAN PEMAKSIMALAN FUNGSI SISA PENGLIHATAN ANAK LOW VISION • ADAPTASI JARAK • ADAPTASI PEMBESARAN • ADAPTASI CAHAYA • ADAPTASI KEKONTRASAN • ADAPTASI KETEBALAN GAMBAR/TULISAN • ADAPTASI WARNA


• Setelah diobati dan dikoreksi dengan kacamata, masih memiliki kelainan pada fungsi penglihatannya. • Ketajaman penglihatan kurang dari 6/18 (20/60) sampai persepsi cahaya. • Lapang pandangnya kurang dari 10 derajat. • Dapat menggunakan atau berpotensi untuk menggunakan sisa penglihatannya dalam merencanakan dan melaksanakan tugas sehari hari. Low vision itu….


Penelitian di Amerika tahun 1978 kepada 448.000 tunanetra hanya 7% yang buta total dan sisanya masih memiliki sisa dari dapat membedakan terang dan gelap sampai kepada ia bisa menggunakan matanya dalam proses pendidikan dan mereka yang disebut low vision.


Perbedaan dalam proses pembelajaran anak low vision dengan yang awas adalah penggunaan alat bantu penglihatan. Alat bantu penglihatan adalah alat yang membantu penglihatan anak low vision untuk melihat objek lebih jelas, lebih besar, kontras dan sebagainya.


ALAT BANTU ANAK LOW VISION SECARA GARIS BESAR DIBAGI MENJADI DUA YAITU = • ALAT BANTU OPTIK • ALAT BANTU NON OPTIK Bantuan ini diperuntukkan bagi Low Vision yang masih bisa memanfaatkan sisa penglihatannya untuk aktifitas sehari hari. Ada beberapa anak low vision (low vision berat) yang sisa penglihatannya sudah tidak bisa dimanfaatkan, sehingga alan low vision yang seperti itu pendekatan layanannya seperti anak buta (unanetra total).


PERLUNYA MODIFIKASI SARANA DAN PRASARANA • ruang • alat tes • alat bantu optik dan non optik • Asesibilitas


PEMBESARAN ADA 3 METODE PEMBESARAN • Pembesaran objek itu sendiri, contoh : ketikan yang besar • Mendekatkan objek, memperkecil jarak baca • Pembesaran optik, magnifier (pembesaran)


BEBERAPA KETENTUAN PEMBESARAN SEMAKIN TINGGI PEMBESARAN= • Semakin sedikit objek yang terlihat/semakin kecil luas penglihatan • Jarak baca semakin dekat • Semakin sedikit cahaya mencapai bahan bacaan SEBAIKNYA MENGGUNAKAN ALAT DENGAN KETENTUAN = - Pembesaran yang terkecil - Cukup untuk kemajuan/memperbaiki penglihatan - Jarak kerja yang nyaman


ALAT OPTIK


• ALAT BANTU OPTIK YAITU ALAT BANTU PENGLIHATAN YANG MENGGUNAKAN LENSA. Alat ini ada yg elektrik (menggunakan energi listrik) maupun yg manual (tanpa menggunakan energi listrik)


Alat-alat Optik dan Kegunaannya Kacamata Pembesar Stand Magnifier Hand Magnifier CCTV Teleskop


Kacamata Pembesar Kacamata pembesar lebih kuat dari gelas biasa. Lebih kuat dari pada kacamata biasa serta membantu penderita melakukan kegiatan yang berdekatan dengan mata seperti membaca, menulis dll. Kacamata ini dikenakan, penderita harus memegang materi yang dibaca dari jarak sangat dekat agar benda atau tulisan lebih terfokus. Alat ini dirancang untuk melihat pekerjaan yang berdekatan dengan mata.


Stand Magnifier • Stand Magnifier (kaca pembesar dengan kaki) penggunaannya untuk : • Membaca surat kabar atau buku. • Melihat diagram atau gambar. • Kelebihan: • Memiliki jarak yang tetap untuk setiap gerakan. • Mudah dipakai. • Tersedia dari kekuatan rendah sampai tinggi. • Memungkinkan sinar mengenai tulisan jika kaki-kaki kecil dan sempit. • Dapat memakai alat bantu lain. • Kekurangan: • Memerlukan tangan untuk memegangnya. • Tidak terpakai untuk suatu aktivitas, seperti menulis. • Tidak kelihatan normal. • Harganya mahal. • Perlu penyangga buku.


Hand Magnifier • alat bantu low vision yang paling sederhana dan paling banyak dipergunakan • Hand Magnifier (kaca pembesar yang dipegang) penggunaannya untuk: • Membaca tanda, label, harga buku. • Mengenali uang. • Mengamati benda seperti tanaman atau serangga. • Menulis. • Kelebihan: • Mudah dibawa. • Tersedia kekuatan rendah sampai tinggi • Murah. • Dapat dipakai pada posisi dan sudut apapun. • Memungkinkan memantulkan sinar ke tulisan atau benda. • Kekurangan: • Sulit untuk menentukan jarak yang sesua. • Memerlukan tangan untuk memegangnya. • Sulit dipegang dengan tetapd. Sulit untuk menulis. • Jarak baca dapat berubah-ubah


CCTV (Closed Circuit Television) • Konsep CCTV adalah sederhana. Sebuah kamera video digunakan secara real time untuk menangkap gambar dari bahan bacaan dan menampilkannya pada monitor • CCTV kini cenderung dipergunakan untuk anak-anak yang menyandang ketunanetraan yang lebih berat • CCTV terdiri dari sebuah kamera televisi yang diletakkan di atas sebuah meja X Y yang dapat dipindah-pindahkan dan dihubungkan ke monitor tayangan video • Kelebihan dari sistem CCTV adalah kemampuannya untuk memvariasikan iluminasinya dan kekontrasan citra yang dihasilkannya • CCTV lebih mahal dan tidak mudah dibawabawa


Telesensory • Telesensory merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperbesar huruf awas agar terbaca oleh penderita tunanetra low vision.


Teleskop • Teleskop dapat membantu orang dengan low vision memperbaiki penglihatan jarak. Jarak pandang yang mencakup melihat papan tulis di ruang kelas, melihat papan menu di sebuah restoran cepat saji, atau melihat panggung di konser atau tindakan di sebuah acara olahraga. • Teleskop alat ini hanya digunakan untuk membesarkan benda dari jarak jauh, misalnya untuk melihat tanda-tanda di jalanan • Cara yang paling sederhana dan praktis untuk meningkatkan ketepatan penglihatan jauh pada anak-anak tunanetra adalah dengan memperkecil jarak antara mata dan obyek yang ingin dilihatnya • Teleskop dengan Fokus Yang Dapat Diubahubah (Variable Focus Telescopes) Alat magnifikasi jenis ini dapat diubah-ubah jaraknya antara lensa obyektif dan lensa matanya


Alat-alat non optik…..


• ALAT BANTU NON OPTIK YAITU ALAT BANTU UNTUK ANAK LOW VISION YANG TIDAK MENGGUNAKAN LENSA


ELEMEN PENGLIHATAN DIKAITKAN DENGAN ALAT BANTU NON OPTIK UKURAN 1. Pembesaran dengan fotokopi 2. Menulis dengan ukuran yang lebih besar 3. Kaset (sebagai pelengkap) JARAK 1. Mendekatkan jarak 2. Menulis/membaca dalam jarak dekat KONTRAS 1. Writing Frame 2. Buku bergaris tebal 3. Typoskop 4. Penerangan 5. Spidol hitam 6. Papan tulis yang bersih 7. Filter plastic WARNA Menggunakan warna-warna yang terang LUAS PENGLIHATAN 1. Posisi duduk di kelas CAHAYA 1. Lampu 2. Dekat pintu/candela 3. Meningkatkan jarak baca 4. Filter plastic 5. Topi Sun glassess


Kertas bergaris tebal


ALAT TULIS (sesuai kemampuan anak) - Spidol hitam - Bolpoint - pensil


Pensil hitam tebal / pensil 3b KE ATAS


Buku-buku dengan huruf yang diperbesar / large print


Bingkai untuk menulis


Reading stand


Lampu meja


Typoscope


Kode warna-warna terang & kontras


Pembahasan mengenai kekontrasan berkaitan dengan warna, tetapi kekontrasan mengarah pada warna latar dan warna objek. Makin menyolok perbedaan warna antara warna latar dan warna obyek maka makin tinggi tingkat kekontrasan karena anak Low Vision sering kehilangan objek bila objek tersebut berada pada latar belakang yang sama atau sedikit berbeda dengan warna objek Keterampilan anak low vission berkaitan dengan kekontrasan yaitu: 1. Dalam membaca a. Dalam menggunakan huruf cetak besar perlu memperhatikan warna kertas, bahan kertas, dan bahan tinta yang digunakan b. Warna tinta hendaknya warna hitam pekat dengan kertas warna krem dang tidak mengkilap c. Kekontrasan daan ukuran huruf yang dituliskan/dicetak dikertas merupakan faktor penting yang perlu mendapatkan perhatian didalam mencetak bacaan bagi anak low vision d. Meggunakan bahan pas (ukuran huruf dan kontras) dalam kebutuhan penlihatannya.


2. Dalam menulis Alat tulis sebaiknya berwarna gelap dan kertas dengan garis tebal. Kombinasi antara besarnya simbol dan kertas dengan garis yang kontras dan tebal akan menghasilkan kesiapan dan kemudahan bagi siswa low vision dalam menulis


Saran umum kekontrasan bagi Low Vision Warna pintu dan jendela hendaknya kontras agar anak tidak menabrak Warna dinding dan pintu yang kontras agar anak low vision dapat membedakannya. Menandai pintu, jendela atau tangga dengan warna-warna yang kontraas untuk menolong anak mengamati dengan jelas pintu, jendela, dan tangga. Berilah taplak yang berwarna cerah agar anak low vision dapat berjalan dengan mudah tanpa menubruk


Gunakan karpet atau sejenisnya yang berwarna polos dan cerah untuk mempermudah mencari benda-benda yang terjatuh Warnailah tepi pegangan dan injakkan tangga dengan wara cerah agar mereka terhindar kecelakaan. Tempelkan kain atau kertas pada tembokbagar anak tidak menabrak tembok Anak kurang melihat mudah mencari benda tertentu bila diberi warna yang berbeda. dll


Topi


Aplikasinya terhadap kehidupan sehari-hari…….


Aktivitas Alat Bantu Non Optik Berbelanja Cahaya, petunjuk warna Menyusun makanan kecil Petunjuk warna, penyimpanan konstan Makan di luar Senter, lampu meja Membedakan uang Susun dalam kompartemen-kompartemen Membaca Cahaya, tulisan berkontras tinggi, tulisan berukuran besar Menelepon Huruf telepon berukuran besar, catatan dengan tulisan tangan Menyebrang Tongkat, menanyakan arah Membaca label obat Kode warna, huruf berukuran besar Membaca huruf di kompor Kode warna Menyesuaikan termostat Model dengan huruf berukuran besar Menggunakan komputer Warna kontras, program dengan huruf berukuran besar Membaca tanda Bergerak lebih dekat Menonton pertandingan olahraga Duduk di barisan depan


KONSEP KOMPENSATORIS TIDAK BERFUNGSINYA INDRA PENGLIHATAN INDRA LAINNYA - Kinestetik Penciuman dan pengecap berfungsi sebagaimana mestinya. INDRA INI TETAP DIPERGUNAKAN UNTUK ORIENTASI


RUANG LINGKUP KOMPENSATORIS BAGI ANAK DENGAN HAMBATAN PENGLIHATAN • OMSK • BRAILLE • PEMBELAJARAN YANG MEMANFAATKAN INDERA LAIN SELAIN PENGLIHATAN


OMSK


LANGKAH2 PEMBELAJARAN OMSK • IDENTIFIKASI • ASESMEN • PENYUSUNAN PROGRAM • PELAKSANAAN PEMBELAJARAN/PELATIHAN OMSK • EVALUASI • RTL • REMEDIAL DAN/ATAU PENYUSUNAN PROGRAM SELANJUTNYA • DST


ASESMEN • Asesmen secara menyeluruh - Gradasi ketunanetraan (buta/low vision) - Asesmen media baca - Perkembangan (fase perkembangan/tugas-tugas perkembangan) - Kepekaan rabaan = bentuk, tekstur. - IQ/kemampuan kognitif - Komunikasi - Pengetahuan anggota tubuh - Pengetahuan arah/arah mata angin dll


APA ITU OMSK? • Pengertian, O = orientasi, M= mobilitas. Jadi OM adalah kemampuan seseorang dalam mengenal lingkungan dan kemampuan untuk menjangkau dari satu tempat ke tempat lain. • Ada 3 sifat OM= 1. kemampuan mobilitas selalu memerlukan keterampilan orientasi. 2. kemampuan orientasi TIDAK SELALU MEMERLUKAN mobilitas. 3. antar O dan M selalu berhubungan (bagaikan dua sisi mata uang).


PRINSIP OMSK • ORIENTASI: Upaya mengenal lingkungan • MOBILITAS: Perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya • SOSIAL: Hubungan antar manusia • KOMUNIKASI: Upaya interaksi melalui berbagai cara agar bisa saling memahami


PRINSIP OMSK • ORIENTASI tidak selalu membutuhkan MOBILITAS. • MOBILITAS selalu membutuhkan ORIENTASI. Bagaimana aspek SOSIAL dan KOMUNIKASI berkontribusi terhadap keterampilan OM bagi tunanetra? Bagaimana aspek OM berkontribusi terhadap aspek SOSIAL dan KOMUNIKASI bagi tunanetra?


ALASAN GURU BELAJAR OMSK ALASAN MENGAPA GURU YG MENGAJAR TUNANETRA PERLU PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN OMSK, WALAUPUN GURU TERSEBUT TIDAK MENGAJAR OMSK BAGI TUNANETRA? 1. Agar dpt mengajarkan OMSK bagi Tunaneta. 2. Agar dpt membimbing tunanetra mengenal lingkungan, terutama lingkungan sekolah. 3. Agar dpt menolong/membantu tunanetra dengan benar. 4. Agar dpt menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan OMSK bagi guru lain/org lain.


BAGAIMANA MENJADI GURU YANG BISA BERINTERAKSI/MENGAJAR OM BAGI TUNANETRA DENGAN BAIK? • HARUS EMPATI, UNTUK BISA EMPATI MAKA PROSES BELAJAR OM HARUS MERASAKAN MENJADI TUNANETRA • TAHU TEORI OM • TERAMPIL MEMPRAKTEKKAN OM • INOVATIF (PENGEMBANGAN OMSK)


ALASAN TUNANETRA BELAJAR OM • Agar dapat mandiri = tunanetra akan belajar tehnik mandiri (independent technique) • Agar tunanetra dapat memposisikan menjadi orang yang ditolong/dibantu dengan benar = pendamping awas (sighted guide) • Agar tunanetra dapat ikut menyebarluaskan pengetahuan/keterampilan bagaimana orang awas menolong tunanetra dengan cara santun. Anak tunanetra diajarkan= - membiasakan mengucapkan terimakasih. - bisa membenarkan cara menolong/membantu/ menggandeng tunanetra dg benar


Click to View FlipBook Version