46
47
BAB V SISTEM SIRKULASI
JURNAL
TUGAS
48
49
50
51
52
53
SEMESTER 4
BAB VI MAKANAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
JURNAL
Jumat, 08 Januari 2021
Pembelajaran daring dimulai pukul 10.17 melalui google meet.
Juan mempresentasikan materi tentang sistem pencernaan dan Bu Puspa menjelaskan materi tentang gizi
Oasis dan Aldian menjawab pertanyaan bu puspa "apa itu makanan"
Engeline menjelaskan materi makanan dan zat makanan
Jason menjelaskan materi fungsi makanan di dalam tubuh
Dwi menjelaskan materi tentang karbohidrat
Thezar menjelaskan tentang lemak
Rania menjelaskan materi protein
Di pertemuan yang akan datang akan membahas tentang vitamin dll.
Pembelajaran daring berakhir pada pukul 11.00
Bukti hadir pada pertemuan pertama
Rabu, 13 Januari 2021
Pembelajaran daring di mulai pukul 10.10 melalui Microsoft teams
Membahas vitamin yg dijelaskan oleh Skylenn
Fungsi mineral dijelaskan Adast
54
Mineral makro danmikro dijelaskan oleh Afif
Air dijelaskan oleh Aurel
Menjelaskan sistem makanan pada manusia Candyle: mulut, faring, kerongkongan, lambung, pankreas
hati dan empedu, usus besar
Mulut dijelaskan oleh Albert
Bagian bagian mulut dan fungsi dijelaskan oleh Raina.
Aaliyah menjelaskan tentang tiga pasang kelenjar saliva.
Juan menjelaskan tenggorokan
Bu Puspa mengatakan kita sebenarnya harus mengunyah makanan sebanyak 32 kali atau 35 kali, jika kita
mengunyanh hanya sebentar organ selanjutnya akan susah mencerna makanan yang kita makan.
Bu puspa menunjuk Ica dan Madinah untung mengabsen siswa siswi agar Bu Puspa bisa menghemat
waktu.
Pembelajaran daring berakhir pada pukul 11.01
Bukti kehadiran pada pertemuan kedua
55
TUGAS
56
57
58
59
60
BAB VII SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
JURNAL
Jumat, 29 Januari 2021
Pembelajaran daring melalui google meet dimulai pada pukul 10.06. Bu Puspa
mengabsen siswa XI IPA 4 dan 5, semua siswa IPA 4 hadir semua tetapi di Ipa 5 Aldinan belum
hadir. Bu Puspa mengatakan pada semua siswa di IPA 4 untuk menyumbangkan pakaian bekas
ataupun uang untuk korban bencana, dan ada juga sumbangan buat uang duka, foto 3 kali 4
menggunakan background biru untuk rapot.
Bu Puspa mengatakan hasil ulangan harian bab pertama IPA 4 dan 5 mendapatkan nilai
yang bagus hanya ada beberapa orang saja yang remedial, IPA 4 ada dua orang dan IPA 5 ada
satu orang. IPA 4 dan 5 sebagai contoh bagi kelas lain baik akademik maupun non akademik.
Juan Carlos mempresentasikan materi bab baru yaitu sistem pernapasan. Candyle dan
Albert memberikan pendapat mereka “Apa itu sistem pernapasan?”. Bu Puspa mengatakan
tanaman merupakan satu satunya penghasil oksigen bagi manusia. Engeline menjelaskan tentang
9 fungsi dari sistem pernapasan. Aaliyah, Oasis dan thezar menambahkan penjelasan fungsi yang
dibacakan oleh Engeline tadi. Nadia menyebutkan susunan sistem pernapasan. Juan membacakan
materi tentang hidung. Sakhi dan Boeih menjelaskan tentang fungsi hidung.
Pembelajaran hari ini membahas tentang pengertian sistem pernapasan, fungsi
pernapasan, urutan sistem pernapasan dan hidung.
Pembelajaran berakhir pada pukul 11.04
61
Rabu, 03 Februari 2021
Pembelajaran daring melalui google meet pada pukul 10.21. Hari ini melanjutkan
pembahasan pertemuan kemarin, Deswita menjelaskan tentang laring, Laring adalah saluran
udara yang terletak dari bagian depan faring hingga bagian bawah trakea. laring terdiri atas
kepingann tulang rawan, ligamen dan membran.
Trakea memiliki panjang 9-11 cm dan dibentuk oleh 16-20 cincin tulang rawan berbentuk
C. Dibagaian dalam saluran di lapisi oleh selaput lendir dari sel sel epitel bersilia. dan sel globet.
Jika ada ada kotoran yang mausk saat proses penyaringan di trakea tubuh akan bereaksi seperti
bersin ataupun gumpalan ingus.
Bronkus memiliki diameter yang lebih besar. Di bronkus ada epitel bersilia. Bronkus
memiliki cabang cabang yang dinamakan bronkioulus. Di setiap akhir bronkioulus ada
gelembung yang dinamakan alveolus adanya pertukaran O2 dan O.
Mekanisme bernapas, 1 kali bernapas (1 kali inspirasi dan 1 kali ekspirasi). Ada lima hal
yang terjadi pada proses inspirasi yaitu, tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar, paru
paru mengembang, otot intercostals berkontraksi, diafragma berkontraksi menjadi datar. Proses
ekspirasi kebalikan dari inspirasi.
Ada istilah frekuensi pernapasan kemampuan bernapas dalam satu satuan waktu.
Engeline menyatakan bahwa ada beberapa faktor jenis kelamin, umur, posisi dan aktivitas
tubuuh, suhu tubuh, emosi, rasa sakit, dan ketakutann, status kesehatan, ketinggian tempat
Pembelajaran hari ini berakhir pada pukul 11.08
62
Jumat, 05 Februari 2021
Pembelajaran daring melalui google meet dimulai pukul 10.05 . Melanjutkan pembahasan
yang kemarin, Jason menjelaskan tentang transpor oksigen, 97% oksigen dalam darah terikat
oleh hemoglobin eritrosit, sedangkan sisanya sebanyak 3% larut dalam plasma darah.
Hemoglobin terdiri atas 4 gugus heme yang dapat berikatan dengan O2 membentuk
oksihemoglobin (HbO2).
Bu Puspa mengalami masalah jaringan sehinngga pembelajaran hari ini sedikit
terkendala, dan Bu Puspa mengirim link gogle meet yang baru dan pembelajaran dimulai
kembali.
10 siswa menjelaskan tentang volume dan kapasitas paru paru menggunakan alat
spirometer. Bu Puspa mengatakan jika rokok bebrbahaya bagi tubuh kita dan juga perokok pasif
lebih berbahaya daripada perokok aktif. Menjauhkan diri dari sumber sumber yang berbahaya
bagi tubuh kita. Bu Puspa menyuruh siswa mencari literature.
Pembelajaran berakhir pada pukul 11.08
63
Rabu, 10 Februari 2021
Pembelajaran hari ini melalui google meet dimulai pada pukul 10.00 Hari ini
bertepatan dengan ulang tahun kepala sekolah SMA Negeri 1 Balikpapan. Siswa XI IPA
4 dan 5 mengucapkan ucapan selamat ulang tahun kepada Pak Drs.Enddy Effendi.
Bu Puspa mengatakan jika hari senin akan diadakan ulangan harian biologi
menggunakan CBT sebnayak 25 soal.
Pada pembelajaran hari ini membahas tentang analisis pencemaran udara, cara
membuat daftar pustaka, video penjelasan analisis, lembar pengesahan. Bu Puspa
mengatakan apakah ada siswa yang ingin mempresentasikan video analisinya, tetapi
siswa XI IPA 4 dan 5 tidak ada yang mempresentasikan video analisis. Bu Puspa
mengatakan kepada siswa untuk melanjutkan tugas analisis mereka.
Pembelajaran berakhir pada pukul 10.45
64
TUGAS
I. Judul
Studi Literatur Tentang Pencemaran Udara Berupa Kabut Asap Terhadap
Kelainan Pada Struktur Dan Fungsi Organ Pernafasan Manusia
II. Tujuan
1.Menjelaskan tentang peristiwa pencemaran kabut asap
2. Menjelaskan tentang penyebab pencemaran kabut asap
3. Menjelaskan tentang akibat pencemaran kabut asap
4. menjelaskan tentang upaya untuk menanggulangi pencemaran kabut asap
III. Hasil Analisis
a. Peristiwa Pencemaran Mengutip dari berita yang berjudul “Riau Status Darurat Pencemaran
Udara karena Kabut Asap” diperoleh data periwtiwa pencemaran udara sebagai berikut : Dalam
beberapa hari, status udara di berbagai wilayah Riau, berada pada level berbahaya untuk
kesehatan.Penetapan ini dilakukan Gubernur Riau Syamsuar di Media Center Karhutla Riau, Jalan
Gajah Mada, Pekanbaru, Senin pagi, 23 September 2019. Ada beberapa pertimbangan dalam
penetapan status darurat karena kabut asap ini."Kita umumkan hari ini, kita tetapkan
langsung sampai 30 September 2019," kata Syamsuar di Pekanbaru. Dia menyebut status ini
bisa diperpanjang jika kabut asap masih bertahan dan kualitas udara di Pekanbaru serta berbagai
daerah lainnya dalam keadaan berbahaya.Dengan status ini, Pemerintah Provinsi Riau bakal
memperbanyak posko pelayanan kesehatan karena kabut asap dan menyiapkan tempat evakuasi
atau pengungsian bagi warga. Salah satunya adalah gedung daerah di Jalan
Diponegoro."Gedung lainnya juga akan dipersiapkan sebagai tempat evakuasi bagi
warga," sebut Syamsuar. Sebagai informasi, Pekanbaru dan sejumlah wilayah lainnya sudah
65
hampir dua bulan diselimuti kabut asap. Keadaannya fluktuatif, di mana kadang kabut asap sempat
hilang, hingga akhirnya memekat pada tiga minggu belakangan.Sejak tiga pekan itu, kualitas udara
di Pekanbaru terus menurun dari sedang hingga tidak sehat. Berikutnya kian parah akhir pekan
lalu, di mana kualitas udara kian menurun dari sangat tidak sehat hingga menyentuh level
berbahaya.Selain alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di berbagai sudut kota, kualitas
pencemaran juga terlihat dari perhitungan real time yang dilakukan BMKG Pekanbaru.
b. Penyebab pencemaran
Penyebab pencemaran udara dari berita di atas adalah, kebakaran hutan dan lahan karhutla di Riau.
Berdasarkan pantauan BMKG menyebutkan bahwa kabut asap tidak hanya berasal dari Riau,
namun juga kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan.
c. Akibat pencemaran
Akibat dari pencemaran diatas adalah kualitas oksigen di Riau menurun karena kebakaran hutan
dan lahan karhutla. Berikut 5 penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap seperti dilansir dari
depkes.go.id:
1. Infeksi saluran pernafasan atas, penyakit ini memiliki nama lain yaitu ISPA. Sebenarnya ISPA
disebabkan oleh infeksi virus dan bukan karena kabut asap. Namun, polusi yang parah ditambah
dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh dapat menimbulkan terjadinya ISPA.ISPA juga
terjadi karena kemampuan paru-paru dan saluran pernapasan dalam mengatasi infeksi berkurang,
dengan begitu dapat menyebabkan infeksi. Selama ini, ISPA lebih banyak menjangkiti anak-anak
dan kaum lansia.
2. Asma, Penyakit ini terkenal dengan penyakit genetik. Namun, asma juga dapat disebabkan oleh
buruknya kualitas udara. Kabut asap yang saat ini merajalela membawa partikel berukuran kecil
yang masuk melalui saluran pernafasan dan menyebabkan gangguan layaknya asap rokok.
3. Penyakit paru obstruktif kronik, Nama lain penyakit ini adalah PPOK,
66
penyakit ini merupakan gabungan penyakit pernafasan semisal bronkitis.Menurut Yayasan Paru-
paru Kanada, kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dapat berakibat fatal bagi penderita
PPOK karena dapat mengurangi atau memperburuk kinerja paru-paru.Bila penderita penyakit ini
terpapar kabut asap dalam waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko kematiannya.
4. Penyakit jantung, kabut asap membawa partikel mini bernama PM2.5 yang cara masuknya dapat
melalui saluran pernafasan.Sebuah studi dari California Environmental Protection Agency pada
tahun 2014 lalu telah membuktikan, pasien yang terpapar kabut asap dalam waktu lama,
menggandakan risiko terkena serangan jantung ataupun stroke.
5. Iritasi dalam bentuk yang paling ringan, terkena kabut asap dapat menimbulkan iritasi pada
mata, tenggorokan, hidung dan menyebabkan sakit kepala atau alergi.Asosiasi Paru-paru Kanada
mengingatkan, bahwa masker wajah tidak dapat melindungi tubuh dari paparan partikel ekstra
kecil yang dibawa oleh kabut asap.
d. Refleksi
Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa salah satu penyebab pencemaran udara adalah bencana
alam berupa kebakaran hutan atau lahan disertai dengan keadaan angin yang bergerak secara
fluktuatif. Kabut asap sangat berdampak terhadap kodisikesehatan jasmani seperti penyakit ISPA,
asma, PPOK, penyakit jantung, iritasi, dan tidak hanya kesehatan jasmani tetapi kenyamanan
warga juga ikut terganggu saat terjadinya kabut asap.
e. Tindak Lanjut
Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran udara yaitu pemerintah harus
meningkatkanpenjagaan ketat agar tidak terjadinya lagi kabut asap yang berdampakburuk terhadap
kesehatan masyarakat. Tidak hanaya untuk meningkatkanpenjagaan tetapi pemerintah harus
mengadakan program yang jelas sehingga tidak ada lagi kecurangan yang dilakukan oleh oknum-
oknum tertentu. Selain itu masyarakat diharapkan tidak membakar sembarangan dan tidak
67
membuang rokok sembarangan serta seluruh masyarkat harus berpartisipasi untuk menjaga
kelestarian hutan dan tidak menebang sembarangan lagi.
IV. Daftar Pustaka
Sekar Dwi. 2019.5 Fakta Dampak dari Kabut Asap di Riau: Warga Mengungsi
hingga Sekolah Diliburkan.(https://www.tribunnewswiki.com/2019/09/16/5-fakta-
dampak-dari-kabut-asap-kebakaran-hutan-dan-lahan-menyiksa-kesehatan-
rakyat?page=all, diakses tanggal 10 Februari 2021)
Syukur.2019.Riau Status Darurat Pencemaran Udara karena Kabut Asap.
(https://www.liputan6.com/regional/read/4069250/riau-status-darurat-pencemaran-
udara-karena-kabut-asap, diakses tanggal 10 Februari 2021).
Maya Saputri.2019.Dampak Kabut Asap Karhutla Riau: Warga Kena Iritasi
Kulit dan Mata.(https://tirto.id/dampak-kabut-asap-karhutla-riau-warga-kena-iritasi-
kulit-dan-mata-ehQJ, diakses pada tanggal 10 Februari 2021)
68
BAB VIII SISTEM EKSRESI
JURNAL
Jumat, 19 Februari 2021
Pembelajaran daring melalui google meet dimulai pukul 10.12
Bu Puspa mengatakan jika ibu sangat bangga kepada IPA 4 dan 5 dikarenakan semua
siswa tidak ada yang remedial. Bu Puspa juga mengatakan jika IPA 5 kehadiran siswa sangat
baik.
Pembelajaran hari ini mebahas tentang sistem eksresi. Sistem eksresi adalah sistem
pembuangan zat zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna atau berbahaya jika disimpan di
dalam tubuh. Bu puspa memberikan tugas analisis tentang sistem eksresi, ginjal, hati, dan kulit.
Bu puspa menyuruh semua siswa memakai waktu 15 menit sebelum jam biologi berakhir
untuk mengerjakan tugas analisis tersebut.
Pembelajaran daring berakhir pada pukul 10.49
69
Rabu, 24 Februari 2021
Tidak ada pembelajaran daring dikarenakan bu Puspa memiliki kesibukan disekolah
Jumat, 26 Februari 2021
Pembelajaran daring melalui google meet dimulai pada pukul 10.12
Candyle menjelaskan tentang kulit. kulit memiliki beberapa lapisan yaitu epidermis,
dermis, hipodermis. Deswita, Afif, Engelin, Nadia, Shofa, Aldian menambahkan penjelasan
tentang kulit.
Pembelajaran berakhir pada waktu 11.01
70
Rabu, 3 Maret 2021
Pembelajaran daring melalui google meet dimulai pada pukul 10.02
Pembelajaran hari ini membahas tentang ginjal. Materi ginjal di presentasikan olehAndi
ailman Aaliyah menjelaskan tentang fungsi ginjal, struktur ginjal dijelaskan oleh Dwi, Struktur
neufron dijelaskan oleh Albert, Alya, Boeih, Alfonsus, Aurel, Thezar dan Dicky.
Pembelajaran berakhir pada pukul 11.04
71
Jumat, 5 Maret 2021
Pembelajaran daring melalui google meet dimulai pada pukul 10.00
Thezar menjelaskan materi ginjal tentang urine. Ruth menjelaskan karakteristik
urine. Dua faktor pembentukan urine yaitu internal dan eksternal. Faishal ridho, Gita
menjelaskan hormon ADH. Farren menjelaskan tentang insulin.
Osmolaritas pengentalan darah. Sistem renin dijelaskan oleh Rafli dwi dan Nanda.
faktor eksternal dijelaskan oleh Raina. Raisha menjelaskan karakteristik sifat fisik urine.
Bu Puspa mengatakan jangan lupa 4 sehat 5 sempurna. jangan lupa olahraga dan
jangan lupa tidur 8 jam sehari.
Pembelajaran berakhir pada pukul 11.02
72
Rabu, 10 maret 2021
Pembelajaran dimulai pada pukul 10.00.
Pembelajaran hari ini membahas tentang hati. Elvina menjelaskan tentang definisi
hati dan fungsi hati, Raina menjelaskan tentang hati lebih detail yaitu sekresi empedu,
hormone trombopoetin, albumin, angiotensinogen, enzim arginase, glutamate oksaloasetat
transferase, glutamate piruvat transferase dan laktat dehidrogenase, Modestine
memberitahu tentang letak hati rongga perut bagian dalam disebelah kanan berada diatas
diafragma dan sebelah kanan lambung, Alya rahima menjelaskan proses hati dan terakhir
Oriza menjelaskan gangguan hati seperti penyakit hepatitis A, kanker hati, dll serta
pencegahan penyakit hati
Pembelajaran berakhir pada pukul 11.03
Jumat, 12 Maret 2021
Pembelajaran dilakukan di google classroom
73
Rabu, 16 Maret 2020
Pembelajaran dimulai pada pukul 10.12
Pembelajaran hari ini melanjutkan pembelajaran sistem ekresi.
Penjelasan tentang jenis kulit manusia yang dijelaskan oleh Yuniar, struktur hati yang
dijelaskan oleh Alya Sakila, diagnosis hati dijelaskan oleh Jason, faktor kerusakan hati dijelaskan
oleh Ghina, ligamen hati dijelaskan oleh Zinedine, pengobatan hati dijelaskan oleh Khansa,
Madinah menjelaskan langkah pertama jika mengalami luka bakar, gabriel menjelaskan tentang
gangguan hati, Ivan menjelaskan kapalan yang terjadi pada kulit, Rafi menjelaskan proses
pengeluaran keringat.
Pembelajaran berakhir pada pukul 11.02
Jumat, 19 Maret 2021
Melanjutkan tugas tugas biologi yang belum terselesaikan.
74
TUGAS
GINJAL
Ginjal adalah organ utama yang memproduksi urine.gijal sebelah kanan terletak agak ke
bawah dibandingkan dengan ginjal sebelah kiri, karena terdapat hati di sebelah kanan.
Fungsi Ginjal:
1. Mengeluarkan zat sisa organik dan racun.
2. Mengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting dalam tubuh.
3. Mengatur keseimbangan asam-basa.
4. Menjaga tekanan darah.
5. Mengatur produksi sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang.
6. Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah.
7. Mengubah vitamin D yang inaktif menjadi aktif.
Struktur Ginjal:
1. Bagian-bagian ginjal: lobus ginjal, hilus (hilum), sinus ginjal, parenkim ginjal, dan pelvis
renalis.
2. Jaringan penyusun parenkim: korteks (bagian luar) dan medula (bagian dalam).
3. Korteks tersusun atas nefron, yaitu unit struktural dan fungsional terkecil dari ginjal. Pada
nefron terdapat komponen pembuluh (arteri aferen, glomerulus, arteri eferen, dan kapiler
peritubuler) dan komponen tubuler (kapsul Bowman, tubulus kontortus proksimal,
lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
4. Medula terdiri atas massa triangular yang disebut piramida ginjal, yang akan berhubungan
dengan saluran pengumpul urine.
Struktur Ginjal
Proses Pembentukan Urine
a. Filtrasi glomerulus
1. Yaitu proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler glomerulus ke dalam
kapsul Bowman.
75
2. Cairan yang difiltrasi akan melewati membran glomerulus yang mampu menahan sel
darah dan protein plasma, serta melewatkan air dan molekul berukuran kecil.
3. Hasil filtrat glomerulus (urine primer): mengandung air dan zat terlarut (glukosa,
klorida, natrium, dll), tanpa protein plasma dan elemen seluler.
b. Reabsorpsi
1. Yaitu proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh.
2. Terjadi di tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan
tubulus kolektivus.
3. Zat yang diserap masuk ke kapiler peritubuler dan dikembalikan ke sistem peredaran
darah.
4. Zat yang diabsorpsi: ion natrium, ion klorin, glukosa, air, urea, dan ion anorganik.
5. Hasil reabsorpsi disebut urine sekunder.
c. Augmentasi
1. Yaitu transpor aktif yang memindahkan zat-zat tertentu dari darah ke dalam urine.
2. Terjadi di kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
3. Zat yang dipindahkan:
• Ion hidrogen, amonia, kreatinin, asam hipurat, obat-obatan tertentu, dan zat kimia
asing.
• Ion kalium
Penyimpanan Sementara Urine dan Berkemih
1. Urine dari duktus kolektivus ke pelvis renalis, ke ureter, kemudian ke vesika urinaria
(kandung kemih).
2. Dinding kandung kemih berlipat-lipat sengan struktur otot yang dapat meregang untuk
meningkatkan kapasitas penyimpanan urine.
3. Keinginan buang air kecil disebabkan isi urine dalam kandung kemih sudah mencapai 170
– 230 mL.
4. Urine dari kandung kemih mengalir ke uretra kemudian melalui lubang luar dibuang keluar
tubuh.
Faktor yang Memengaruhi Proses Pembentukan Urine
Faktor internal
• Hormon ADH: mengontrol pengeluaran urine.
• Hormon insulin: menurunkan kadar glukosa darah.
• Sistem renin-angiotensin-aldosteron
Faktor eksternal
• Suhu lingkungan
• Jumlah air yang diminum
• Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH
76
Karakteristik Urine
Sifat fisik urine: volume normal 800 – 2500 mL/hari, warna kuning pucat sampai kuning tua,
berat jenis 1,003 – 1,035 g/cm3, pH 4,7 – 8, bau khas amonia.
Komposisi urine: zat buangan nitrogen (urea, asam urat, dan kreatinin), benda keton, asm
hipurat, toksin, zat kimia asing, pigmen, enzim, vitamin, hormon, dan elektrolit.
Urine tidak normal: albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur, batu ginjal, dan badan
keton dengan jumlah berlebihan.
Gangguan Ginjal
1. Batu Ginjal
2. Infeksi saluran kemih
3. Glomerulonefritis
4. Kanker ginjal
5. Nefritis lupus
6. Nefropati diabetik
HATI
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terletak di dalam rongga perut bagian sebelah kanan
di atas kanan lambung dan di bawah diafragma.
Fungsi Hati
1. Sekresi empedu, cairan yang berasal dari perombakan sel darah merah yang sudah tua dan
disimpan dalam kantung empedu atau dialirkan ke duodenum. Berfungsi membantu
pencernaan lemak, mengaktfikan lipase, membantu absorpsi lemak di usus, dan mengubah
zat yang tidak dapat larut di dalam air menjadi larut.
2. Menghasilkan hormon trombopoietin, albumin, hormon angiotensinogen, enzim arginase,
enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase, dan laktat
dehidrogenase.
3. Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan B12.
4. Mengaktifkan vitamin D.
5. Fagasit bakteri oleh sel kupffer.
6. Degradasi hormon insulin dan hormon lainnya.
7. Degradasi ammonia menjadi urea.
Struktur Hati
1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan lobus kanan lebih besar dibandingkan dengan lobus
kiri.
2. Lobulus. Hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom.
77
3. Vena sentralispada bagian tengah tiap lobulus. Vena bergabung menjadi vena yang lebih
besar dan membentuk vena hepatika yang kemudian menuju ke dalam vena kava inferior
4. Lakuna, yaitu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus lainnya.
Proses Ekresi pada Hati
Sel-sel hati yang bertugas merombak eritrosit disebut sel histosit. Melalui sel tersebut, hemoglobin
akan diuraikan menjadi senyawa hemin, sat besi (Fe), dan globin.
Gangguan Hati
1. Hepatitis
2. Diabetes mellitus
3. Batu empedu
4. Kanker hati
5. Alagille’s syndrome
6. Galactosemia
KULIT
Kulit merupakan lapisan luar yang menutupi tubuh sebuah vertebrata.
Fungsi Kulit
1. Eksresi, mengeluarkan lemak dan keringat yang mengandung air, garam, urea, serta ion-
ion seperti Na+
2. Perlindungan, melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari, iritasi kimia,
dan gangguan mekanik.
3. Pengaturan suhu badan, kelenjar keringat dan pembuluh darah berfungsi mengatur dan
mempertahankan suhu tubuh.
4. Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan menyimpan
lemak sebagai sumber energi cadangan.
5. Komunikasi, stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit.
Struktur Kulit
78
• Epidermis, terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum (sel-sel pipih), stratum
granulosum (prekursor pembentukan keratin), stratum spinosum, dan stratum
basalis/germinativum (terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin).
• Dermis, terdiri atas lapisan papilar (jaringan ikat areolar renggang) dan lapisan retikuler
(jaringan ikat ireguler).
• Hipodermis (subkutaneus),mengikat kulit dengan organ di bawahnya, mengandung sel
lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf.
Kelenjar pada Kulit
Kelenjar keringat, di lapisan dermis.
• Ekrin, kelenjar sederhana, meluas ke seluruh tubuh.
• Apokrin, kelenjar besar dan bercabang dengan penyebaran terbatas pada bagian tubuh
tertentu.
Kelenjar sebaseus
Mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke foliker rambut. Sebum adalah campuran lemak,
zat lilin, minyak, dan pecahan sel.
Kontrol Pengeluaran Minyak
1. Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak.
2. Jika darah yang melewati hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan tersebut
diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit.
3. Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi konduksi panas, dan
panas terbuang.
4. Pengeluaran keringan dipengaruhi oleh: lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi
psikis.
Gangguan Kulit
1. Biang keringat
2. Hiperhidrosis
3. Anhidrosis
4. Eksem
5. Kadas
6. Jerawat
79
7. Kanker kulit
80
BAB IX SISTEM KOORDINASI
JURNAL
Jum'at, 26 Maret 202 1
Kami kembali melakukan pembelajaran Biologi setelah sebelumnya kami tidak melakukan
pertemuan. Pembelajaran hari ini sedikit berbeda karena Bu Puspa terlebih dahulu menyuruh kami
untuk membaca dan memahami materi yang telah diberikan sebelumnya yaitu mengenai sistem
koordinasi, sebelum kami melakukan meet. Setelah 20 menit berjalan, barulah kami memulai meet
seperti biasanya. Seperti biasa setelah melakukan ulangan harian, Bu Puspa selalu meriview hasil
ulangan tersebut.sehubungan dengan kabar kelulusan kakak kelas beberapa hari yang lalu melalu
jalur SNMPTN, Bu Puspa juga membahas nya dan menjelaskan beberapa hal tersebut kepada kami
untuk bekal kami setahun kedepan. Bu Puspa juga membahas UTBK yang merupaka jalur
alternatif untuk mendaftar ke PTN, hal yang perlu diperhatikan antara lain, pentingnya
pertimbangan orang tua dan jurusan yang dipilih akan dibutuhkan beberapa tahun ke depan. Pada
materi ini nantinya kami akan diberi tugas sosialisasi atau penyuluhan ke masyarakat luar
mengenai NAPZA. Fungsi sistem koordinasi adalah mengatur atau mengkoordinir kerja tubuh
melalui rangsangan indera dan diolah saraf oleh hormon. Sistem koordinasi itu sendiri meliputi
sistem saraf, sistem hormon, dan sistema indera. Sistem saraf terbagi menjadi dua, yaitu sistem
saraf pusat dan sistem saraf tepi. Rania menjelaskan ada 3 bagian pada neuron, yaitu badan sel,
dendrit, dan akson. Badan sel berfungsi mengendalikan metabolism keseluruhan neuron dan
letaknya di tengah. Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang pendek,
bercabang, dan berfungsi menerima impuls dari sel lain untuk dikirimkan ke badan sel. Akson
merupakan juluran sitoplasma yang panjang, cabang tunggal, berbentuk silindris, dan berfungsi
mengirimkan impuls ke sel neuron lainnya. Kemudian, Thezar menjelaskan secara lengkap tentang
bagian-bagian pada akson beserta fungsinya.
Rabu, 31 Maret 2021
Kami melakukan pembelajaran Biologi. Tetapi, hari ini kami melakukan pembelajaran via
WhatsApp dan google classroom dikarenakan Bu Puspa hari ini sedang ada workshop jadi tidak
bisa melakukan meet dengan kami. Bu Puspa memberi tugas untuk membuat analisis mengenai
sistem koordinasi.
Rabu, 7 April 2021
Kami melakukan pembelajaran Biologi. Namun, pada hari ini kami tidak melakukan pertemuan
dikarenakan sepertinya Bu Puspa sedang ada urusan kedinasan sehingga tidak bisa mengadakan
meet. Tetapi, Bu Puspa tetap memberi kami tugas walaupun tidak tepat pada jam pelajaran Biologi.
Dengan begitu, Bu Puspa memberikan kelonggaran kepada kami dengan
81
memperpanjang deadline tugas tersebut sehingga kami tidak panik. Tugas yang diberikan di
google classroom mengenai sistem hormon.
Jum'at, 16 April 2021 Kami melakukan pembelajaran Biologi. Sebelumnya kami tidak
melakukan pertemuan daring sebanyak tiga kali. Diawal Bu Puspa membahas mengenai tugas-
tugas yang terkumpul selama kami tidak melakukan pertemuan daring. Kemudian, kami
melanjutkan pembahasan saat terakhir kali pertemuan, yaitu tentang sistem saraf pusat dan sistem
saraf tepi. Penjelasan mengenai materi tersebut dibuka oleh Aaliyah. Adapula bagian-bagian otak
yang dijelaskan oleh Ghina, tetapi ia hanya menjelaskan mengenai bagian otak besar (serebrum).
Sehingga ditambahkan oleh Rania mengenai 7 bagian otak lainnya. Bagian-bagian otak tersebut
antara lain serebrum, diensefalon, sistem limbik, mesensefalon, pons varolii (jembatan varol),
serebelum, medulla oblongata, dan formasi retikuler. Untuk SSP bagian medula spinalis dijelaskan
secara lengkap oleh Engeline. Setiap struktur atau bagian-bagian itu sendiri pastinya memiliki
fungsinya masing-masing yang saling berkaitan. Thezar menjelaskan tentang perbedaan dan
persamaan SSP bagian otak dengan medula spinalis. Komposisi substansi abu-abu maupun putih
pada otak dan medula spinalis sama hanya saja letaknya yang berbeda. Terjadinya gerak sadar
diatur oleh otak sedangkan gerak refleks diatur oleh medula spinalis.
Rabu, 28 April 2021
Kami kembali melakukan pembelajaran Biologi melalui google meet. Sebelumnya kami tidak
melakukan pembelajaran karena adanya kegiatan keagaamaan yang lumayan lama. Hari ini kami
membahas mengenai sistem hormon. Dimulai oleh Adastra yang menjelaskan hipofisis.
Kemudian, Aaliyah menjelaskan tentang hubungan hormon dengan sistem koordinasi, walaupun
ada sistem saraf kalau tidak ada sistem hormone sebagai pendukung koordinasi maka tidak akan
bekerja dengan baik. Untuk hormon tiroid dijelaskan oleh Rania dan paratiroid dijelaskan oleh
Engeline. Adapula Afif yang menjelaskan mengenai pankreas, seperti yang sebelumnya sudah
dipelajari, pankreas adalah salah satu kelenjar yang memproduksi insulin. Dampak hormon itu
sendiri adalah untuk mempercepat proses yang terjadi dalam tubuh. Afif bertanya mengenai 4
sistem hormon lainnya yang tidak dijelaskan teteapi terdapat di dalam buku paket, yang kemudian
diperjelas oleh Bu Puspa dan Candyle. Empat sistem hormon tersebut adalah adrenal, pineal,
timus, dan ovarium beserta testis dan plasenta. Masuk ke bagian system indera yang dibuka oleh
Candyle yaitu indra penglihatan (mata), bagian yang berperan dalam menerima rangsangan
diantaranya kornea, pupil, lensa mata, bintik kuning, dan sebagainya. Selanjutnya, indra pendengar
(telinga) oleh Shofa. Indra pembau (hidung) oleh Rizky Adhelia, pada bagian ini sudah pernah
kami bahas dengan lengkap pada sistem pernafasan. Raisya menjelaskan tentang indra peraba
(kulit), kulit itu sendiri memiliki rangsangan yang berbeda- beda di setiap permukannya tegantung
letaknya. Terakhir ada indra pengecap yaitu lidah.
82
TUGAS
Sel Saraf (Neuron)
Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, berukuranpanjang sekitar 39 inci, serta
terdiri atas bagian badan sel, dendrit, dan akson (neurit)
a. Badan sel. Berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.
b. Dendrit. Juluran sitoplasma untuk menerima impuls dari sel lain untuk dikirimkan ke
badan sel.
c. Akson. Juluran sitoplasma yang panjang untuk mengirimkan impuls ke neuron lainnya.
Akson dibungkus selubung mielin. Bagian akson tanpa mielin disebut nodus Ranvier untuk
mempercepat jalannya impuls. Mielin ditutupi oleh selubung Schwann (neurilema).
Neuron berdasarkan fungsi:
a. Neuron sensor (aferen): menghantarkan impuls dari organ sensor ke saraf pusat.
b. Neuron motor (eferen): menghantarkan impuls dari saraf pusat ke organ motor atau
kelenjar.
c. Neuron konektor: penghubung antar neuron.
Sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
1. Sel saraf sensoris.
2. Sel saraf motorik.
3. Sel saraf intermediet (asosiasi).
Sel saraf sensorik
Fungsi sel saraf sensorik adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu
otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori
berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).
83
Sel saraf motorik
Fungsi sel saraf motorik adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar
yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di
sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi,
sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
Sel saraf penghubung
Sel saraf penghubung disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem
saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau
berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf
penghubung menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi
lainnya.Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu
selubung dan membentuk urat saraf.
Sistem Saraf Pusat (SSP)
Terdiri atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Keduanya
dilapisi jaringan ikat yang disebut meninges, yang terdiri atas:
a. Pia meter, lapisan paling dalam dan mengandung pembuluh darah.
b. Araknoid, lapisan tengah dan mengandung sedikit pembuluh darah.
c. Dura meter, lapisan terluar yang terdiri atas dua lapisan. Lapisan terluar melekat pada
kranium.
Otak dan medula spinalis memiliki substansi abu-abu (bagian luar) dan substansi putih
(bagian dalam).
84
1. OTAK
Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk anyaman
kompleks.
Bagian-bagian otak:
a. Serebrum (otak besar)
Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian terluarnya disebut korteks
serebral, dan bagian dalamnya disebut nukleus (ganglia) basal. Area fungsional korteks
serebral:
• Area motor primer, mengendalikan kemampuan bicara.
• Area sensor korteks, meliputi area sensor, area visual, area auditori, area alfaktori,
dan area pengecap.
• Area asosiasi, meliputi area frontal (pusat intelektual dan fisik), area somatik
(pusat interpretasi), area visual, dan area wicara Wernicke.
b. Diensefalon
Terletak di antara serebrum dan otak tengah. Terdiri atas:
• Talamus, berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar, serta
berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor.
• Hipotalamus, berfungsi mengendalikan sistem saraf otonom, pusat pengaturan emosi,
dan memengaruhi sistem endokrin.
• Epitalamus, berperan dalam dorongan emosi.
c. Sistem limbik, yaitu cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan berfungsi dalam
pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku sosioseksual, motivasi,
dan belajar.
d. Mesensefalon (otak tengah), menghubungkan pons dan serebelum (otak kecil) dengan otak
besar, berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta meneruskan informasi
penglihatan dan pendengaran.
e. Pons Varolii (jembatan varol), mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.
f. Serebelum (otak kecil), mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata,
meningkatkan kontraksi otot, serta koordinasi gerakan sadar yang berkaitan dengan
keterampilan.
g. Medula oblongata, berfungsi dalam pengendalian ferkuensi denyut jantung, tekanan darah,
pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan, muntah, sekresi kelenjar pencernaan,
dan mengatur gerak refleks.
h. Formasi retikuler, berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.
2. Medula Spinalis (sum sum tulang belakang)
85
Berfungsi mengendalikan aktivitas refleks, komunikasi antara otak dengan semua bagian
tubuh, serta menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan sendi ke serebelum.
Substansi abu-abu mengisi struktur dalam dan substansi putih mengisi struktur bagian luar.
Sistem Saraf Tepi (SST)
1. Saraf Krinal
86
2. Saraf Spinal
Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen 87ystem87 spinalis dan diberi
nama sesuai nama ruas tulang belakang.
Berdasarkan arah impuls, SST dibagi menjadi divisi aferen (membawa informasi dari reseptor
ke SSP dan divisi eferen (membawa instruksi dari SSP ke organ efektor.
Divisi eferen: 87ystem saraf 87ystem87 (neuron motor pada otot rangka) dan 87ystem saraf
otonom (neuron motor pada otot polos)
Sistem saraf otonom: 87ystem saraf simpatis dan 87ystem saraf parasimpatis.
87
TUGAS SISTEM HORMON
STUKTUR SISTEM HORMON
Hormon ini adalah senyawa organik yang disekresikan oleh kelenjar buntu. apabila dilihat
dari struktur organiknya, hormon tersebut dibagi menjadi 3 macam yakni, hormon amino, hormon
peptide, serta hormon steroid.
Hormon amino
Hormon amino ini merupakan hormon yang mengandung derivat asam amino tirosin, Contoh
dari hormon ini ialah :
a. hormon thiroid, tiroksin, trioditonin (T3)
b. hormon medula adrenal, epinephtin norepineorin
Hormon peptida
Sebagian besar hormon ini tersusun dari peptida/protein. Hormon ini dapat atau bisa
tersusun dari tiga macam amino atau bahkan lebih. Contohnya ialah seperti neurontransmiter ialah
seperti noradrenalin serta asetilkolin
Hormon steroid
Hormon steroid ini mengandung senyawa steroid (lemak). Hormon tersebut di produksi di
adrenal korteks serta gonade (testis serta ovarium). Ataupun oleh plasenta itu selama kehamilan.
Contohnya ialah aldosteron, testosteron dan progesteron.
KELENJAR ENDOKRIN dan SEKRESI HORMON
Kelenjar endokrin pada manusia meliputi hipofisis (pituitarai), tiroid, paratiroid, adrenal,
timus, pineal, dan pankreas.
1. Kelenjar Hipofisis
88
Kelenjar hipofisis (master of gland) merupakan kelenjar pengahsil banyak hormon yang
masingnya memiliki fungsi utama sebagai pengatur satu sama lain. Ukurannya kecil sekitar 1,3
cm berbentuk bulat. Secara umum kelenjar ini dibagi atas 3 macam, yaitu hipofisis anterior,
hipofisis posterior dan hipofisis pars intermedia.
Fungsi hormon kelenjar hipofisis:
a. Hormon Pertumbuhan, mengatur pertumbuhan & perkembangan manusia dari bayi hingga
dewasa.
b. Hormon Tirotropin, mengatur pertumbuhan & perkembangan dari kelenjar tiroid supaya
tak terserang penyakit gondok.
c. Adrenocorticotropic Hormon, mengontrol pertumbuhan & perkembangan kulit ginjal
beserta merangsang aktivitas kelenjar adrenal.
d. Hormon Prolaktin (Lactogenic), membantu wanita dalam proses melahirkan dan sekresi
susu.
e. Hormon MSH, memberikan pengaruh warna kulit pada mahkluk hidup.
f. Hormon ADH, meningkatkan tekanan darah tubuh dan menurunkan volume urine tubuh.
2. Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar di bagian leher depan, tepat dibawah jakun dan ada 2 lobus.
Kelenjar ini menghasilkan dua hormon penting, yakni tiroksin dan triiodontironim. Dimana kedua
hormon ini mempunyai fungsi sama yaitu untuk mengatur perkembangan, metabolisme,
pertumbuhan serta aktivitas dari sistem saraf.
3. Kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid adalah kelenjar yang letaknya di belakang kelenjar tiroid berjumlah 4
buah. Adapun fungsinya:
a. Menghasilkan PTH sebagai pengatur konsentrasi ion kalsium.
b. Meningkatkan kalsium dalam darah
c. Mengatur metabolisme fosfor
d. Menurunkan kadar kalsium darah
4. Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal ada di bagian atas ginjal berbentuk bola. Pada masing ginjal manusia ada
1 kelenjar suprarenalis, masing-masing dibagi menjadi 2 bagian utama, yakni korteks/ bagian luar
dan medulla/ bagian tengah.
Tugasnya hormon Kelenjar adrenal:
a. Mineralokortikoid, mengontrol jalannya metabolisme pada ion anorganik
b. Glukokortikoid, mengontrol proses metabolimse glukosa
89
c. Adrenalin dan Noradrenalin, mengontrol pembuluh darah dalam otak dan otot, merespon
gerak peristaltik, merubah glikogen jadi glukosa dalam hati, serta mengatur kadar gula darah &
ikut.
5. Kelenjar Timus
Kelenjar timus ada di dalam mediastinum, tepat disekitar trakea. Timus menghasilkan
hormon pertumbuhan hingga remaja. Adapun fungsinya kelenjar timus adalah:
a. Membantu pertumbuhan makhluk hidup
b. Mengurangi aktivitas kelenjar kelamin
c. Menghasilkan senyawa timosin
6. Kelenjar Pineal
Kelenjar Pineal adalah kelenjar yang letaknya di dekat pusat otak kita. Kelenjar ini
menghasilkan hormon bernama melatonin, yang bereproduksi bergantung seberapa lama tubuh
memeperoleh penyinaran.
Fungsi Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal menghasilkan hormon melatonin sebagai antioksidan tubuh guna
memberikan perlindungan sistem saraf otak oleh serangan radikal bebas. Dalam ritme biologis,
hormon tersebut memberikan pengaruh siklus pada seseorang artinya dari bangun hingga tidur
lagi/ kebiasaan makan seseorang.
7. Kelenjar Pankreas
Kelenjar pankreas yang ada dalam tubuh tugasnya untuk menghasilkan insulin sebagai
pengatur tingkat glukosa dalam darah. Apabila seseorang sedang mengalami kekurangan insulin,
individu akan menjadi rentan terhadap terserang penyakit diabetes. Selain itu, kelenjar pancreas
pun ternyata dibgai atas 3 sel yang mempunyai fungsi masing masing, berikut:
a. Sel Alpa akan memproduksi glukagon dan meningkatkan glukagon, selain itu dapat
menurunkan kadar glukosa dalam tubuh.
b. Sel Beta akan memproduksi insulin, selain itu dapat menurunkan glukagon serta
meningkatkan glukosa.
c. Sel Gamma adalah sel yang hingga saat ini belum diketahui pasti fungsi tugasnya.
FUNGSI SISTEM HORMON
Fungsi hormon pada manusia utamanya berkaitan dengan:
a. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh
b. Pencernaan makanan
c. Reproduksi & fungsi seksual
d. Penyerapan gizi
90
e. Fungsi kognitif
f. Kinerja organ jantung
g. Siklus tidur
h. Mengontrol dan merangsang aktivitas kelenjar tubuh
i. Merangsang pertumbuhan jaringan
j. Mengatur sistem metabolisme tubuh
k. Memelihara lingkungan internal yang optimal
l. Melakukan respon ketika terjadi situasi darurat
m. Mengatur laju reaksi kimia dalam berbagai sel
n. Mempengaruhi kemampuan zat untuk mengangkut diri melalui membran sel.
Apabila hormon mengalami gangguan, entah itu produksi hormon yang kurang atau lebih
sekalipun, tubuh tidak akan bisa berfungsi secara optimal dan justru mengalami gangguan
kesehatan
91
SISTEM INDERA
TUGAS
INDRA PENGLIHAT (MATA)
Mata adalah sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan
mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf.
Struktur mata
Struktur bola mata
Dinding bola mata terdiri atas 3 lapis, yaitu:
1. Sklera, berwarna putih dan merupakan lapisan terluar. Bagian depannya transparan dan
disebut kornea.
2. Koroid, merupakan lapisan tengah yang berwarna hitam dan merupakan bagian yang
berfungsi nutritif, karena banyak mempunyai pembuluh darah.
3. Retina, merupakan selubung terdalam, dan merupakan neuroepitelium, yaitu epitelium
yang berfungsi sebagai reseptor. Pada lapisan retina inilah terdapat sel batang dan sel
kerucut (sel fotoreseptor)
Di dalam bola mata terdapat:
a. Aqueous humor, yaitu cairan yang mengisi ruangan antara lensa mata dengan retina.
b. Viterous humor, ialah cairan yang mengisi rongga mata antara lensa mata dengan kornea.
c. Lensa mata, bentuknya bikonveks, terikat oleh otot siliaris.
d. Iris (selaput pelangi), merupakan struktur berpigmen yang memberi warna mata. Tersusun
atas serabut otot sirkular.
Struktur retina
Tersusun atas 3 lapisan, yaitu:
1. lapisan neuroepitelium
2. lapisan bipolar
3. lapisan ganglion
92
Akson dari sel-sel ganglion berkumpul membentuk saraf optikus. Tempat berkumpulnya
akson-akson tersebut bintik buta. Sedang dibagian lain dari retina terdapat suatu daerah yang
banyak mengandung sel kerucut dan sel batang. Di tengahnya berupa lekukan yang hanya
mengandung sel kerucut, disebut fovea sentralis (bintik kuning).
a. Sel basilus mengandung pigmen rodopsin (senyawa antara vitamin A dengan protein). Bila
terkena sinar rodopsin terurai dan pada waktu gelap terbentuk lagi. Waktu yang diperlukan untuk
proses pembentukan rodopsin ini disebut waktu adaptasi, di mana kita akan kurang dapat melihat.
b. Sel konus banyak mengandung pigmen iodopsin, yaitu senyawa antara retinin dan opsin.
Ada tiga macam sel konus, yaitu yang peka terhadap warna biru, hijau, dan merah. Dari ketiga
pasangan konus itu kita dapat menerima rangsang warna dari spektrum warna ungu sampai merah.
Fungsi Mata adalah sebagai alat untuk melihat. Atau bisa kita katakan juga mata berfungsi
untuk mendeteksi dan menerima rangsang berupa Cahaya.
93
INDRA PEMBAU (HIDUNG)
Hidung (nasal) sebagai indra pembau memiliki kemoreseptor olfaktori yang berfungsi
menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia yang berbentuk gas.
Struktur Hidung
a. Lubang Hidung
Lubang hidung merupakan bagian yang berfaedah menjaga hidung berasal dari beragam
ancaman berasal dari luar. Juga berperan dalam mengatur ukuran suatu hal yang bisa masuk ke
dalam hidung. Bagian ini terkait langsung bersama dengan rongga hidung. Terdapat 2 buah lubang
hidung terhadap manusia yang dipisahkan oleh septum (pemisah) hidung.
b. Bulu Hidung
Bulu hidung merupakan rambut – rambut halus terhadap hidung yang berfaedah untuk
penyaring hawa yang masuk. Bulu hidung menghambat kotoran supaya tidak bisa masuk ke sistem
pernapasan selanjutnya.
c. Septum (Pemisah) Hidung
Septum hidung merupakan struktur yang mengatasi hidung jadi dua bagian. Septum hidung
mengatasi hidung jadi 2 bagian (kiri dan kanan) berasal dari menjadi lubang hidung hingga bagian
tenggorokan awal. Dinding septum nasi dilapisi oleh lendir dan mempunyai pembuluh darah
supaya berfaedah untuk melembabkan dan mengatur suhu hawa yang masuk. Septum nasi
dibentuk oleh tulang dan tulang rawan hidung.
d. Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan organ yang terlalu penting. Pada rongga hidung terdapat selaput
lendir dan silia (rambut halus). Fungsi utama rongga hidung adalah untuk melanjutkan hawa yang
masuk menuju ke tenggorokkan.
e. Saraf Hidung (Saraf Olfaktori)
Saraf olfaktori merupakan tidak benar satu berasal dari 12 saraf kranial yang terkait langsung
bersama dengan otak. Saraf olfaktori merupakan saraf kranial 1 yang berfaedah sebagai reseptor
utama dalam indera penciuman. Fungsi berasal dari saraf olfaktori dapat terkait bersama dengan
rasa makanan atau minuman yang kami konsumsi.
94
f. Sinus Hidung
Sinus merupakan struktur bersifat rongga yang terdapat disekitaran hidung. Manusia
mempunyai 4 pakai sinus hidung. Strukur ini termasuk sering disebut sinus paranasal. Semua sinus
dapat bermuara ke dalam rongga hidung. Sinus hidung berfaedah untuk melebabkan dan
menyaring udara. 4 sinus yang dimiliki manusia adalah :
Sinus maksilaris (di tulang pipi)
Sinus Frontalis (di tengah dahi)
Sinus ethmoidalis (diantara mata)
Sinus sphenoidalis (di belakang rongga hidung)
g. Tulang Rawan Hidung
Tulang rawan terhadap hidung merupakan struktur kuat yang termasuk elastis pembentuk bagian ujung
hidung. Bentuk berasal dari tulang rawan yang menyusun hidung menentukan bentuk hidung tersebut.
Tulang rawan yang membentuk bagian hidung disebut tulang rawan hialin yang bersifat semi transpasan,
kuat dan fleksibel. Walaupun bersifat kuat dan elastis, tulang rawan ini termasuk bisa rusak seandainya
berjalan benturan yang terlalu keras.
h. Silia
Silia merupakan struktur bulu hidung yang terlalu halus, fungsi utamanya adalah untuk melakukan
penyaringan hawa yang masuk ke hidung.
i. Selaput Lendir
Selaput lendir terhadap hidung merupakan bagian yang berfaedah untuk membuahkan mukus (ingus)
supaya hidung bisa terlindung berasal dari berbagi macam kotoran dan bakteri.
j. Saluran Hidung – Tenggorokkan (Nasofaring)
Pada bagian belakang hidung terdapat saluran yang terkait bersama dengan tenggorokkan. Pada
Nasofaring terdapat tuba eustachius dan termasuk tonsil adenoid (faringeal). Nasofaring ini berfaedah
sebagai pengatur tekanan hawa oleh tuba eustachius (saluran penghubung telinga bersama dengan
tenggorokkan) dan pelindung berasal dari infeksi oleh tonsil adenoid.
95