The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ghinasuhaimah1006, 2021-06-13 11:07:49

PORTOFOLIO SEM 3-4 GHINA SUHAIMAH

PORTOFOLIO SEM 3-4 GHINA SUHAIMAH

INDRA PENGECAP (LIDAH)
Lidah sebagai indra pengecap memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap (taste bud).

Lidah yaitu salah satu jenis indera yang mempunyai fungsi untuk merasakan rangsangan rasa dari
makanan yang masuk ke dalam suatu mulut kita. Lidah bisa merespon berbagai jenis dan berbagai macam
rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin.

Pada lidah terdapat dua kelompok otot, yakni otot intrinsik (melakukan sebuah gerakan halus) dan otot
ekstrinsik (melakukan sebuah gerakan kasar saat mengunyah dan menelan serta mengaitkan lidah pada
bagian sekitarnya).

Pada bagian lidah yang berbintil-bintil disebut dengan papila yaitu ujung saraf pengecap. Setiap bintil-
bintil saraf pengecap tersebut memiliki kepekaan terhadap rasa tertentu yang berdasarkan letaknya pada
lidah. Pada Pangkal lidah dapat mengecap rasa pahit, pada tepi lidah untuk mengecap rasa asin dan asam
serta pada ujung lidah fungsiny untuk mengecap rasa manis.

Pada permukaan lidah yang ditutupi oleh tiga macam papila yaitu sebagai berikut.

a. Papila sirku valata
b. Papila filiformis
c. Papila Fungiformis

FUNGSI LIDAH

a. Sebagai indera pengecap atau perasa segala objek yang masuk kedalam mulut, apakah makanan
atau minuman yang masuk ke dalam mulut tersebut manis, pahit, asam, asin.
b. Sebagai organ yang menunjang dalam proses pencernaan yakni saat mencerna dan menelan
makanan, serta membolak-balikan makanan.
c. Sebagai organ yang berperan dalam proses berbicara yakni dengan membentuk suara.

Membantu membersihkan makanan yang tersisa disela gigi.

96

INDRA PENDENGAR (TELINGA)
Telinga berfungsi sebagai indera pendengar yang mampu mendeteksi gelombang
bunyi/suara, serta berperan penting dalam keseimbangan dan menentukan posisi tubuh.

STRUKTUR TELINGA

Terdiri atas telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
1. Telinga luar, bagian-bagiannya:

• daun telinga
• saluran telinga yang dindingnya dapat menghasilkan minyak serumen.
2. Telinga tengah (ruangan timfani) terdiri atas:
• gendang telinga/selaput pendengaran (membran timfani).
• tulang-tulang pendengaran yang terdiri atas:
• martil(maleus)
• landasan (inkus)
• sanggurdi (stapes)
• saluran Eustachius, yaitu saluran penghubung antara ruang telinga dengan rongga

faring.
3. Telinga dalam (Labyrinth) terdiri atas:

• Organ pendengaran atau koklea (rumah siput).
Struktur rumah siput (koklea)
Rumah siput berupa saluran spiral terbagi atas 3 daerah, yaitu:
1. Skala vestibuli yang terletak di bagian dorsal
2. Skala media terletak di bagian tengah

97

3. Skala timfani terletak di bagian ventral
Antara skala yang satu dengan skala yang lain dipisahkan oleh:

• membran vestibularis: memisahkan skala vestibuli – skala media.
• membran tektoral memisahkan skala media – skala timfani.
• membran basilaris: memisahkan skala timfani – skala vestibuli.
Struktur organ Corti
Organ corti terdapat pada skala media, terdiri atas:
• sel-sel rambut saraf pendengaran yang terdapat di dalam selaput dasar
• membrana tektoralis atau selaput atas. Selaput atas terletak di atas sel-sel rambut,
merupakan penerus getaran dari fenestra ovali ke sel-sel rambut lewat cairan limfe yang
terdapat pada skala media.
• organ keseimbangan: terdiri atas kanalis semi sirkularis (saluran setengah lingkaran),
sakulus, dan utrikulus.

FUNGSI TELINGA

1. Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan, Terdapat struktur khusus pada organ telin
yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan
dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi dalam menjaga keseimbangan dan untuk
mendengar.

2. Telinga Sebagai Indera Pendengaran, Telinga dapat berfungsi sebagai indera pende
apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterim
otak melalui proses terjadinya pendengaran yang akan kami jelaskan dibawah.

INDRA PERABA (KULIT)
Kulit sebagai indra peraba memiliki beberapa reseptor sensor untuk mentransduksi
stimulus dari lingkungan menjadi impuls saraf.

STRUKTUR KULIT

98

Kulit pada manusia memiliki tiga lapisan, yakni kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis),
dan jaringan kulit bawah (hypodermis)

1. Kulit ari (epidermis) Kulit ari adalah lapisan pelindung dan tidak ada pembuluh darah.
Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), kulit ari merupakan lapisan terluar kulit yang
tipis. Kulit epidermis memiliki tebal yang berbeda-beda pada berbagai tempat pada tubuh.
Kulit yang paling tebal ada ditelapak tangan dan kaki sekitar 5 persen dari seluruh
ketebalan kulit. Sementara kulita yang paling tipis ada di kelopak mata.

2. Kulit jangat (dermis) Pada lapisan kulit dermis kamu akan menjumpai kelenjar minyak,
pembuluh darah, maupun akar rambut. Kulit jangat terdiri dari dua lapisan, yakni dermis
papilla dan retikular. Kulit jangat terletak di antara epidermis dan hipodermis. Kulit dermis
adalah suatu lapisan kedua dari kulit.

3. Jaringan kulit bawah (hipodermis) Hipodermis merupakan lapisan kulit yang paling tebal.
Hipodermis sebagian besar terdiri dari sel yang mengumpulkan dan menyimpan lemak.
Kulit memiliki ujung saraf penerima rangsangan (reseptor). Di mana peka terhadap
beberapa rangsangan seperti sentuhan , rasa sakit, panas, dingin, dan tekanan.
FUNGSI KULIT
Kulit sebagai alat peraba memiliki banyak fungsi antara lain:

a. Melindungi tubuh dari gangguan lingkungan
b. Tempat penyimpanan lemak
c. Tempat pembentukan vitamin D dengan bantuan sinar matahari
d. Alat pengeluaran Membantu mengatur suhu, dan mengendalikan hilangnya air dari tubuh.

Dalam sistem koordinasi, kulit akan bekerja dengan sistem saraf. Kulit sebagai organ
sensorik berperan untuk menerima informasi dari lingkungan luar atau dalam tubuh yang
kemudian dihantarkan ke susunan saraf pusat.

99

BAB X SISTEM PERTAHANAN TUBUH

JURNAL

TUGAS

KATA KUNCI SISTEM PERTAHANAN TUBUH

1. Aaliyah: Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal,
menghancurkan, serta menetralkan benda asing atau sel abnormal yang berpotensi merugikan
tubuh

2. Albert: Fungsi Sistem pertahanan tubuh yaitu mempertahankan tubuh dari patogen invasif,
misalnya virus dan bakteri, melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan eksternal,
menyingkirkan sel sel yg sudah rusak akibat suatu penyakit atau cedera, dan mengenali dan
menghancurkan sel abnormal seperti kanker3. Adastra: Mekanisme pertahanan tubuh

3. Adastra: Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata, mukus (cairan
lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa), dan air ludah mereka
berfungsi untuk mencegah laku peradangan setelah terjadi luka atau infeksi.

4. Aldinan: Mekanisme pertahanan tubuh pertahanan spesifik alamiah merupakan

5. Afif: Pertahanan non spesifik ada 5

6. Al’Dian: Pertahanan fisik dan alamiah meliputi kulit yang sehat dan utuh

7. Alfonsus: Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel sel
abnormal disebut imunitas (kekebalan)

8. Alya: Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cidera yg disebabkan terbakar,
toksin, produk bakteri, dan gigitan serangga.

9. Alya Rahimah: Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa adanya
interaksi antigen dan antibody sebagai pemicu, contoh: interferon dan komplemen10. Andi
Ailmann: Komponen respons imunitas spesifik

11. Alya Sakila: Di dalam interaksi antibodi dan antigen, terdapat fiksasi komplemen yaitu aktivasi
sistem komplemen (± protein serum) oleh antibodi, yang jika terjadi infeksi, protein pertama
dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, kemudian memicu aktivasi protein-protein
berikutnya, hasilnya merupakan virus dan sel-sel patogen yang mengalami lisis.12. Ashaz:
Hipersensitivitas

13. Aurelia: Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi, aglutinasi, dan
presipitasi.

14. Boeih: Jenis imunitas terhadap penyakit (patogen) dapat dibedakan menjadi 2 macam :

a. Imunitad aktif (alami dan buatan)

100

b. Imunitas pasif (Alami dan buatan)15. Brandon: Imunitas yang diperantarai oleh

16. Cantika: Sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas adalah sel B, sel T, makrofag, dan sel
pembunuh alami

17. Candyle: Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik (keturunan),
Fisiologis, Stress, Usia, Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat berbahaya, Racun tubuh,
Penggunaan obat-obatan

18. Deswita: Mekanisme respons imunitas seluler (diperantarai sel), ada 2, yaitu:

a. Ekstraseluler (jika antigen dicerna oleh makrofag)

b. Intraseluler (jika antigen menginfeksi sel)

19. Dwi: Tanda-tanda lokal respons inflamasi, yaitu kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri, atau
kehilangam fungsi.

20. Dicky: Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag terdiri dari antigen, makrofag,
MHC kelas 2, sel T

21. Elvina: Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus

22. Dina: Imunitas dibagi menjadi beberapa, yaitu ... Adalah..., Imunitas pasif adalah..., imunitas
pasif buatan adalah...

23. Enjeline: Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas, penyakit autoimun dan
imunodefisiensi.

24. Faisal: Fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag, yaitu makrofag jaringan ikat atau
histiosit, makrofag dan prekusornya atau monosit, dan sistem makrofag mononukleus

25. Fajar: Pertahanan non fisik terbagi menjadi 2

26. Fani: Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress, usia,
hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.

27. Farren: Gangguan sistem pertahanan tubuh

28. Gabriel: Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit. Limfosit ada 2 macam yaitu Limfosit
B dan Limfosit T

29. Ghina: Sel T efektor ada tiga jenis, yaitu sel T sitotoksik, sel T penolong, sel T supresor30.
Gita: Mekanisme respon hormonal

31. Ivan: Sel pembunuh alami (NK) yaitu sekumpulan limfosit non-T dan non-B yang bersifat
sitotoksik

32. Juan: Pengertian hipersensitivitas atau alergi

101

33. Je Ivan: Penyakit auto imunitas adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel tubuh
dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri Contohnya artritis
rematoid, penyakit grave, anemia pernisiosa, penyakit addison, sistem lupus ertythematosus,
diabetes melitus tergantung insulin (DM tipe 1) dan multiple sclerosis (MS, penyakit neurologis
kronis)

34. Louis: Imunal Defisiensi adalah... Contohnya

35. Khanza: Sindrom stevens johnson (ssj), penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya dan dapat
mengakibatkan kematian

36. Marcellino: Jenis imunisasi polio dapat mencegah...

37. Madinah: Jenis jenis imunisasi dan penyakit yang dicegah.

38. Modestine: Tujuan akhir inflamasi adalah untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan
agen penyerang, membersihkan sel-sel debris, serta mempersiapkan proses penyembuhan dan
perbaikan jaringan

39. Andri: .... Memiliki jumlah paling banyak...

40. Salman: Antigen adalah... Terdiri atas

41. Fawwaz: Salah satu faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu tidur42. Oasis:
Imunisasi DPT

43. Rafli: Contoh defisiensi imun

44. Oriza: Kekebalan tubuh ada dua. Aktif: kekebalan yg dihasilkan oleh tubuh sendiri dimana jika
seseorang sakit karna terinfeksi patogen, tubuh akan membuat antibodi. Pasif: kekebalan yang
diperoleh setelah mendapat antibodi dari luar contohnya kekebalan tubuh bayi yang didapat dari
air susu ibu

45. Rafli Dwi: Magnesium diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. selain
itu, magnesium juga dapat membantu menjaga otot normal dan fungsi saraf, menjaga irama
jantung agar tetap stabil, menjaga tulang yang kuat,mengatur tingkat gula darah,mengatur tekanan
darah

46. Zinedine: Respons kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan
antibodi dalam plasma darah dan limfa.

47. Raisa: Imuno difiensi adalah salah satu penyakit sistem pertahanan tubuh Yaitu kondisi
menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespons
antigen. Ada 2 jenis imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun kongenital dan AIDS.

48. Nadia: Vaksin adalah patogen yg mati atau dilemahkan atau toksin yang telah diubah.

49. Rania: Imunasi BCV yaitu untuk mencegah penyakit radang selaput otak, infeksi darah, dan
radang paru-paru.

102

50. Nanda: Salah satu faktor yg memengaruhi adalah nutrisi seperti... Mempengaruhi...
Diperlukan...
51. Naura: Pencegahan terbaik untuk stevens johnson adalah tidak mengonsumsi oabt2an
sembarangan dan lebih baik memberitahukan kepada dokter jika memiliki alergi terhadap suatu
jenis obat, makanan, atau bahan-bahan kimia tertentu
52. Ruth: Salah satu program imnusisasi adalah Hep A untuk mencegah Hep A. Hep A adalah
penyakit yang disebabkan oleh virus Hep A
53. Patricia: Program dan jenis imunisasi yaitu Campak untuk mencegah terjadinya penyakit
campak, Tifoid untuk mencegah penyakit tifus, dan Varisela untuk mencegah penyakit cacar
54. Samuel: Patogen dapat dengan cepat....
55. Raina:C ontoh alergen yaitu spora kapang, serbuk sari, rambut hewan, kotoran serangga, karet
lateks, obat-obatan, dan bahan makanan (telur, susu, kacang, udang, dan kerang).
56. Raisha: Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah pajanan zat
berbahaya seperti bahan radioaktif, pestisida, rokok, minuman beralkohol, dan bahan pembersih
kimia yang dapat menurunkan imunitas
57. Skylenn: Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat dalam respons
imunitas salah satunya adalah Makrofag, Makrofag adalah sel fagosit besar dalam jaringan, yang
berasal dari perkembangan sel darah putih, dan berfungsi untuk menelan antigen atau bakteri untuk
dihancurkan secara enzimatik.
58. Sakhi: Pengertian pengendapan
59. Jason: Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah dan sayur,
berolahraga, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress
60. Thezar: Pada beberapa kasus stevens johnson disebabkan beberapa obat seperti
61. Wahyu: Struktur antibodi tersusun atas dua macam rantai polipeptida yang identik dimana
terdapat dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada molekul antibodi dihubungkan
oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai huruf Y
62. Yuniar: Hormon bergantung pada jenis kelamin wanita memproduksi hormon estrogen yang
meningkatkan sintesis igGdan igA sehingga menjadi lebih kebal terhadap infeksi daripada pria.

103

REFLEKSI

Saya menulis jurnal setiap pertemuan pembelajaran Biologi dan saya mengerjakan tugas
portofolio setiap ada tugas yang di upload di google classroom, dengan menulis jurnal saya bisa
mengerti apa yang dipelajari di pertemuan itu dan juga setiap saya mengerjakan porotofolio saya
merasa lebih bisa memahami materi dan pembelajaran dengan baik dan benar dikarenakan pada
saat saya mengerjakan porotofolio itu saya mencari cari materi di berbagai sumber seperti di buku
paket Biologi ataupun di Internet dan saya memilah milah isi materi yang say acari tadi dan itu
sangat membantu saya untuk menguasai materi lebih mudah dan juga tidak gampang lupa.

Saya membuat jurnal dan portofolio ini mungkin belum terlalu lengkap dikarenakan ada
kendala pada saat saya mencari file file di semester satu karena pada saat disemester satu saya
menggunakan laptop lama saya yang sekarang sudah mati total dan tidak bisa di service lagi jadi
otomatis file file di laptop lama saya hilang dan saya berusaha mencari file semester satu ini di
google drive ataupun di tempat file hp saya, untung saja ada beberapa file di semester satu ada di
google drive dan saya merasa sedikit tenang. Saya meminta maaf apabila tugas tugas saya masih
belum saya kumpulkan secara maksimal

Di kelas 11 ini saya mempelajari struktur fungsi sel, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
, struktur dan fungsi jaringan hewan, sistem gerak, sistem sirkulasi, makanan dan sistem
pencernaan makanan, sistem pernapasan manusia, sistem eksresi, sistem koordinasi, dan juga
sistem pertahanan tubuh. Setiap pertemuan pasti saya akan menulis jurnal belajar Biologi dan juga
membuat tugas porotfolio seperti analisis, membuat power point, dan lain sebagainya.

Saya merasakan perbedaan pembelajaran dikelas 10 dan 11 ini, seperti di kelas 11 ini saya
menulis jurnal belajar di setiap pertemuan pembelajaran Biologi dan dengan membuat jurnal
belajar ini saya merasa sangat terbantu karena saya bisa mengetahui apa saja yang dilakukan di
pertemuan hari itu. dan juga dengan membuat portofolio itu sangat memudahkan kita semua untuk
lebih memahami materi secara singkat dan jelas. Harapan saya kedepannya adalah membuat semua
siswa bisa melakukan hal yang sama dengan membuat jurnal dan portofolio agar ilmu mereka bisa
bertambah banyak dengan adanya jurnal belajar dan portofolio ini.

104


Click to View FlipBook Version