RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KLASIKAL
Perangkat Ini Disusun Untuk Supervisi Layanan Bimbingan
Semester I Tahun Ajaran 2022/2023
SUPERVISOR :
ERINA RAKHMAWATI, S.Pd
NIP.
PENYUSUN :
IMANTI GALIH AYU PANCA PUTRI, S.Pd
NIP. 19831005 202221 2 016
BIMBINGAN DAN KONSELING
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 1 KAJEN KAB. PEKALONGAN
2022
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2022/2023
A. Komponen Layanan Dasar
B. Bidang Layanan Pribadi dan Karir
C. Topik / Tema Layanan Isu Jacket Syndrome dalam Pemilihan Program Studi dan
D. Fungsi Layanan sekolah lanjutan.
E. Tujuan Umum Pemahaman dan Pengembangan
F. Tujuan Khusus
Peserta didik mampu menyusun langkah - langkah
G. Aspek Perkembangan / dalam memilih dan menentukan program studi (C6)
SKKPD 1. Peserta didik mampu memahami pengertian isu jacket
H. Sasaran Layanan syndrome (C2)
I. Materi Layanan 2. Peserta didik mampu menentukan apakah dirinya
J. Waktu mengalami jacket syndrome (C3)
K. Sumber Materi 3. Peserta didik mampu menganalisis dampak dari isu
jacket syndrome (C4)
4. Peserta didik mampu menyusun langkah – langkah
dalam memilih dan menentukan jurusan / program
studi (C6)
1. Kematangan Intelektual
2. Pengembangan diri
3. Wawasan dan kesiapan karir
Kelas IX H
1. Pengertian isu Jacket Syndrom
2. Dampak dari isu Jacket Syndrom
3. Langkah - langkah dalam memilih program studi yang
baik melalui teori trait and factor
1 Kali Pertemuan X 45 Menit
Senin, 26 September 2022
1. Alfan, R. (2014). Waspada jacket Syndrome. Jakarta:
PT Gramedia.
2. https://youtu.be/k36WmdNdP1g
3. Sholihin, R. (2015). Konseling Trait and Factor Bagi
Siswa yang Kesulitan Dalam Memilih Program
Belajar. Jurnal Pendidikan Islam, 95 - 118.
4. Sunarwan, (2019), Materi Layanan Bimbingan
Konseling, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
5. Suprapto, I. (2003). Kembangkan Bakat dan Minat.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Mercu Buana, 1.
6. Wahyu Primayasa, Imamul Arifin, Muhammad Yusuf
Baharsyah. (2020). Pengaruh Salah Pilih Jurusan
Terhadap Rasa Putus Asa Mahasiswa Teknik
Informatika. Jurnal Psikologi Islam, 3.
L. Metode / Teknik Problem Based Learning, Blanded learning (syncrounus
N. Media / Alat dan asyncrounus), curah gagasan / brainstorming
O. Pelaksanaan Laptop, Power Point, Multimedia (menti.com), Zoom
Meeting, Whatsapp Group, Video Film Pendek, Link
Google Classroom (GCR) untuk LKPD, Lembar Evaluasi
Proses, Link Google Form Angket Kepuasan Evalusi
Hasil Layanan dan Daftar Hadir
Tahap Uraian Kegiatan
1. Tahap Awal / Pendahuluan (Durasi : 7 Menit)
a. Pernyataan Tujuan 1. Guru BK membuka dengan salam, dan peserta didik
menjawab salam. (Collaboration & Comunication)
2. Guru BK mempersilahkan peserta didik untuk berdoa
dan salah satu peserta didik berinisiatif memimpin
doa. (Collaboration)
3. Guru BK membina hubungan baik dengan
menanyakan kabar kepada peserta didik; dan peserta
didik menanggapi dengan memberikan jawaban
“kabar baik”. (Collaboration & Comunication)
4. Guru BK menyampaikan kepada peserta didik untuk
pengisian link google form
https://forms.gle/Qp1wdadXstoh8FeZ9 daftar hadir
pada kolom chat dalam zoom metting, dan peserta
didik menanggapi dengan mengisi link google form
daftar hadir tersebut. (Collaboration)
5. Guru BK menyampaikan tujuan layanan materi
bimbingan dan konseling tentang Isu Jacket
Syndrome dalam pemilihan program studi, dan peserta
didik memperhatikan dan mendengarkan tujuan
layanan yang disampaikan. (Collaboration)
b. Penjelasan tentang 1. Guru BK menyampaikan langkah-langkah kegiatan,
langkah-langkah tugas dan tanggung jawab peserta didik selama
kegiatan diberikan layanan dan peserta didik menyatakan
kesediaannya. (Collaboration)
2. Guru BK bersama dengan peserta didik menyepakati
kontrak layanan dilakukan selama 1 jam pelajaran.
(Comunication & Collaboration, A4)
c. Mengarahkan Guru BK memberikan penjelasan tentang topik “Isu
kegiatan (konsolidasi) Jacket Syndrome dalam pemilihan program studi” yang
akan diberikan pada peserta didik; dan peserta didik
memperhatikan penjelasan guru dengan baik.
(Collaboration)
d. Tahap peralihan Guru BK menanyakan kesiapan peserta didik untuk
(transisi) melaksanakan kegiatan serta memotivasi mereka dalam
bentuk jargon bersama, dan siswa merespon dengan
menyatakan kesiapannya dan membalas jargon dengan
semangat. (Collaboration, Comunication)
2. Tahapan Inti : (Durasi 30 Menit)
1. Guru BK menayangkan power point yang
berhubungan dengan materi layanan dan peserta didik
mengamati power point dengan seksama.
(Collaboration)
2. Guru BK melakukan apersepsi dengan memberikan
pertanyaan kepada peserta didik melalui link
menti.com , apakah diantara mereka telah mengetahui
tentang “Isu Jacket Syndrome dalam pemilihan
program studi”, dan peserta didik memberikan
jawaban bervariasi dalam link tersebut. (Collaboration
& Critical Thingking, TPACK)
3. Guru BK dan peserta didik bersama-sama melihat
hasil dan menganalisis jawaban yang diberikan peserta
didik melalui menti.com. (Collaboration, Comunication)
4. Guru BK menayangkan film pendek “waspada jacket
syndrome” dan peserta didik mengamati film pendek
tersebut. (Collaboration, TPACK))
5. Guru BK mengajak peserta didik untuk
brainstorming/curah pendapat terkait film pendek dan
peserta didik secara bergantian memberikan pendapat,
dan peserta didik lain tetap memperhatikan dan
mendengarkan. (Collaboration & Critical Thingking)
6. Guru BK menyampaikan materi layanan “Isu Jacket
Syndrome dalam pemilihan program studi” dan
peserta didik memperhatikan dan mendengarkan
dengan seksama. (Collaboration)
7. Guru BK mengajak curah pendapat / brainstorming,
dan siswa bertanya berkaitan topik “Isu Jacket
Syndrome dalam pemilihan program studi”.
(Collaboration & Critical Thingking)
8. Guru BK bertanya kepada peserta didik tentang
pengalamannya “Isu Jacket Syndrome dalam
pemilihan program studi dan bagaimana menyikapi
hal tersebut” dan beberapa peserta didik
mengemukakan pengalamannya secara bergantian.
(Comunication & Creative)
Tahap Penutup (Durasi : 8 Menit)
1. Guru BK mempersilahkan peserta didik untuk
merefleksikan kebermanfaatan dan kebermaknaan
materi layanan dengan topik “Isu Jacket Syndrome
dalam pemilihan program studi” dan perwakilan
peserta didik menyampaikan pendapatnya dalam sesi
tersebut. (Collaboration, Comunication & Critical
Thingking)
2. Guru BK mempersilahkan peserta didik
menyimpulkan materi ajar yang diberikan secara
keseluruhan, dan peserta didik menyampaikan
kesimpulan dari materi yang diberikan.
(Collaboration, Comunication)
3. Guru BK memberikan penguatan kepada peserta didik
yang sudah menyampaikan refleksi dan
menyimpulkan materi yang diberikan, dan peserta
didik menunjukan rasa senang. (Collaboration,
Comunication)
N. 1. Evaluasi Proses 4. Guru BK memberikan lembar tugas siswa (LKPD)
dan evaluasi hasil layanan melalui GCR kepada
2. Evaluasi Hasil peserta didik; dan peserta didik menyatakan
kesediaannya mengerjakan LKPD dan evaluasi hasil
P. Tindak lanjut di GCR. (Collaboration, Comunication, P4, TPACK)
LAMPIRAN-LAMPIRAN 5. Guru BK memberitahukan tema materi ajar untuk
1. Materi Ajar pertemuan selanjutnya, dan peserta didik
2. Media menyetujuinya. (Collaboration, Comunication, A4)
3. LKPD
4. Evaluasi Proses 6. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak
5. Evaluasi Hasil peserta didik berdoa, dan perwakilan dari peserta didik
memimpin doa dan dengan mengakhiri dengan salam.
(Collaboration, Comunication)
Guru BK melakukan evaluasi dengan memperhatikan
proses yang terjadi selama mengikuti layanan bimbingan
klasikal melalui lembar observasi :
1. Ketepatan waktu peserta didik dalam mengikuti
bimbingan klasikal
2. Antusias peserta didik dalam mengikuti bimbingan
klasikal
3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Kedisiplinan peserta didik dalam mengikuti instruksi
yang disepakati selama bimbingan klasikal
1. Pengisian angket kepuasan peserta didik setelah
mengikuti layanan klasikal antara lain :
a. Suasana yang dirasakan
b. Pentingnya topik yang dibahas
c. Cara penyampaian topik yang dibahas
d. Alokasi waktu
melalui link google form
https://forms.gle/od7J54cBGiJ7fjsWA
(Comunication, TPACK)
2. Mengevaluasi hasil layanan bimbingan klasikal
melalui aktifitas penugasan LKPD di Google
Classroom (GCR) melalui link google form
https://forms.gle/jERCxeUh9CAAgLzn7 (C6, TPACK)
Guru BK menganalisis hasil dari LKPD, evaluasi proses
dan evaluasi hasil. Apabila peserta didik telah mencapai
tujuan layanan yang dibuat, maka dapat dilanjutkan
dengan pemberian layanan bimbingan dengan materi
yang berkaitan dengan karir. Namun apabila peserta
didik ada yang belum mencapai tujuan layanan telah
diberikan, maka dapat dilakukan bimbingan kelompok
atau konseling
Mengetahui, Kajen, 26 September 2022
Kepala Sekolah Guru Pembimbing
Daryono, S.S Imanti Galih Ayu PP, S. Pd
NIP. 19720923 200002 1 004 NIP. 19831005 202221 2 016
MATERI AJAR
BIMBINGAN KLASIKAL
SUPERVISOR :
ERINA RAKHMAWATI, S.Pd
NIP.
PENYUSUN :
IMANTI GALIH AYU PANCA PUTRI, S.Pd
NIP. 19831005 202221 2 016
BIMBINGAN DAN KONSELING
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 1 KAJEN KAB. PEKALONGAN
2022
i
KATA PENGATAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT atas segala
rahmat dan hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan materi ajar
berbasis problem based learning dengan judul “Isu Jacket Syndrome dalam Pemilihan
Program Studi”. Materi ajar berbasis problem based learning ini disusun agar peserta
didik mampu menyusun langkah - langkah dalam memilih dan menentukan program
studi di Sekolah lanjutan (SMA/SMK). Dalam materi ajar berbasis problem based
learning ini akan disajikan 3 sub topik materi yakni pengertian isu Jacket Syndrom,
dampak dari isu Jacket Syndrom serta langkah - langkah dalam memilih program studi
yang baik melalui teori trait and factor.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tersusunnya materi ajar berbasis problem
based learning ini bukan hanya atas kemampuan dan usaha penulis semata, namun
berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih
khususnya kepada ibu Erina Rachmawati, S.Pd selaku supervisor sekaligus waka.
Kurikulum dan bapak Daryono, S.S selaku kepala SMP Negeri 1 Kajen serta berbagai
pihak yang telah mendukung.
Pada akhirnya kesempurnaan hanya milik yang Maha Kuasa, kekhilafan milik setiap
insan manusia, maka penulis juga memohon saran dan masukan atas materi ajar berbasis
problem based learning ini agar dapat menjadi evaluasi dan perbaikan lebih baik
kedepannya.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................. ii
A. Pendahuluan
a. Deskripsi Singkat ..................................................................................... 1
b. Relevansi ................................................................................................. 2
c. Petunjuk Belajar ........................................................................................ 2
B. Inti
1. Capaian Pembelajaran .............................................................................. 2
2. Pokok-pokok Materi ................................................................................ 3
3. Uraian Materi........................................................................................... 3
a. Pengertian Jacket Syndrome ................................................................ 3
b. Dampak dari Jacket Syndrome .................................................................... 3
c. Teori Trait and Factor ......................................................................... 4
C. Penutup
a. Rangkuman .............................................................................................. 6
b. Tes Formatif ............................................................................................. 7
Daftar Pustaka .................................................................................................... 8
iii
A. Pendahuluan
1. Deskripsi Singkat
Setelah menamatkan pendidikan di bangku SMP, diharapkan
remaja dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah lanjutan. Hal tersebut
yang menuntut peserta didik yang duduk di bangku SMP kelas IX mampu
merencanakan dan mengambil keputusan dalam memilih jurusan / program
studi di SMA/SMK sesuai bakat, minat dan kepribadian dirinya.
Dalam merencanakan studi lanjut diperguruan tinggi tidak hanya
dipengaruhi dari faktor dari dalam diri sendiri melainkan juga dipengaruhi
dari faktor lingkungan sekitar seperti arahan dari orang tua, pengaruh
teman dan trend saat ini. Ironisnya pengaruh trend sangat kuat karena para
remaja SMP lebih mementingkan gengsi daripada esensi atau hanya
memilih sekolah lanjutan ternama tanpa mempertimbangkan jurusan /
program studi apa yang sesuai dengan kemampuan dirinya.
Menurut Alfan (2014), Jacket Syndrome ini merupakan sejenis
virus ganas yang membius remaja SMP dengan gemerlap warna jaket dan
nama besar sekolah lanjutan sehingga kecenderungan remaja SMP
memilih sekolah lanjutan dahulu, dan jurusan / program studi yang didapat
tidak menjadi penting.
Remaja SMP dapat dikatakan mengalami Jacket Syndrome apabila
dalam memilih studi lanjutan disekolah lanjutan, hanya melihat
kepopuleran nama besar sekolah lanjutan tanpa mengukur kemampuan
diri, kurang memiliki informasi yang cukup serta tidak dapat
pertimbangan keputusan program studi / jurusan yang akan diambil.
Apabila hal tersebut terjadi, maka akan berdampak pada diri
individu remaja baik fisik, psikis dan lainnya dalam proses belajar. Dan
menjadi suatu hambatan besar remaja dalam menyelesaikan studi
lanjutannya dengan baik dan tepat waktu di sekolah lanjutan.
1
2. Relevansi
Pada materi ajar berbasis problem based learning ini khususnya
akan dibahas “Isu Jacket Syndrome dalam Pemilihan Program Studi”
yang berdampak pada pemilihan studi lanjutan peserta didik kelas IX di
sekolah lanjutan.
Adapun pokok-pokok materi yang akan dibahas dalam modul ini
pengertian isu Jacket Syndrom, dampak dari isu Jacket Syndrom serta
langkah - langkah dalam memilih program studi yang baik melalui teori
trait and factor.
Harapan dari penulis terhadap peserta didik yang mempelajari
materi ajar ini adalah peserta didik mampu menyusun langkah - langkah
dalam memilih dan menentukan program studi di perguruan tinggi dengan
mempertimbangkan bakat, minat dan kepribadiannya.
3. Petunjuk Belajar
Untuk mempelajari materi ajar berbasis problem based learning
dengan efektif disarankan mengikuti langkah-langkah berikut ini.
a. Baca dan pahami setiap permasalahan dan materi pembelajaran.
b. Diskusikan dengan teman sejawat untuk memperoleh pemahaman
yang lebih mendalam terhadap materi pembelajaran.
c. Baca referensi yang relevan untuk memperdalam pemahaman
tentang materi pembelajaran.
d. Kerjakan tugas formatif sebagai sarana evaluasi materi
pembelajaran.
B. Inti
1. Capaian pembelajaran
1. Peserta didik mampu memahami pengertian isu jacket syndrome
2. Peserta didik mampu menentukan apakah dirinya mengalami jacket
syndrome
3. Peserta didik mampu menganalisis dampak dari isu jacket syndrome
4. Peserta didik mampu menyusun langkah – langkah dalam memilih dan
2
menentukan program studi
2. Pokok-pokok Materi
a. Pengertian isu Jacket Syndrom
b. Dampak dari isu Jacket Syndrom
c. Langkah - langkah dalam memilih program studi yang baik melalui teori trait
and factor.
3. Uraian Materi
a. Pengertian Jacket Syndrome
Menurut survey Indonesia Carieer Center Network tahun 2017,
87% siswa SMA dan mahasiswa Indonesia salah jurusan / program studi.
Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Faktor yangpaling banyak dijadikan keputusan dalam memilih jurusan
/ program studi adalah arahan dari orang tua, pengaruh teman dan
trend saat ini. Sedangkan trend saat ini yaitu dimana peserta didik lebih
mementingkan gengsi daripada esensi atau hanya memilih Sekolah dan
perguruan tinggi ternama tanpa mempertimbangkan jurusan / program
studi apa yang sesuai dengan dirinya (bakat, minat dan kepribadian
dirinya).
Kecenderungan individu yang memilih melanjutkan studi di tempat
ternama, terpopuler, terbaik, tanpa mempertimbangkan jurusan / program
studi yang sesuai dengan dirinya disebut Jacket Syndrome. Menurut
Alfan (2014), Jacket Syndrome ini merupakan sejenis virus ganas yang
membius remaja SMA dengan gemerlap warna jaket dan nama besar
perguruan tinggi sehingga kecenderungan remaja SMA memilih
perguruan tinggi dahulu, dan jurusan / program studi yang didapat tidak
menjadi penting. Kesimpulannya adala jacket Syndrome ini yang
menyebabkan peserta didik menjadi salah pilih jurusan / program studi.
b. Dampak dari Jacket Syndrome
Dalam teori Person Environment Fit, Edwards, Caplan, dan
Harrison (Alfan, 2014) Jacket Syndrome dapat mengakibatkan beberapa
dampak yang menyerang fisik, psikis, atau perilaku yang tidak sesuai
lainnya (Alfan, 2014) :
3
1. Ketegangan fisik : seperti mudah sakit, otot tegang, pusing kepala,
mual, muntah, diare, tekanan darah naik dan turun, sakit perut dan
turunnya sistem kekebalan tubuh lainnya
2. Ketengangan psikologis : selain dampak fisik ada juga dampak
psikis seperti ketidakpuasan, cemas, mudah emosi, stress, bahkan
depresi
3. Perilaku yang tidak sesuai : ada dampak lain yang mempengaruhi
kinerja dan hasil belajar mahasiswa sehingga menyebabkan malas
mengerjakan tugas, tidak konsentrasi saat belajar, merokok,
menurunnya IPK, sering membolos, bahkan drop out.
c. Teori Trait and Factor
Istilah trait (sifat) mengacu pada karakteristik individu yang dapat
diukur melalui pengujian. Sedangkan factor mengacu pada karakteristik
yang diperlukan untuk sukses pada pekerjan. Dengan demikian,
persyaratan sifat dan faktor merujuk kepada penilaian karakteristik orang
dan pekerjaan. Parsons (dalam Solihin, 2015) mengusulkan bahwa untuk
memilih karir, seorang individu harus idealnya melakukan 3 proses yaitu
:
1. Pemahaman diri sendiri yang mendalam
Langkah awal dalam memilih karir adalah dengan mengenali
potensi pada diri sendiri dengan cara mengidentifikasi dan menguji
5 faktor dalam diri yaitu :
a. Bakat
Bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi
yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai
suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus,
misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan
lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan
latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat
musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut.
Untuk bisa terealisasi bakat harus ditunjang dengan minat,
latihan, pengetahuan, pengalaman agar bakat tersebut dapat
4
teraktualisasi dengan baik (Suprapto, 2003). Bakat bisa
diiedentifikasi dengan mengikuti tes bakat seperti Differential
Aptitude Tests (DAT), ACT Assessment Program: Academic
Tests (ACT), Flanagan Aptitude Clasification Test (FACT),
dan lain-lain
b. Minat
Minat adalah perasaan yang dapat mendorong seseorang untuk
melakukan suatu yang diawali dengan memperhatikan suatu
objek, kemudian mempunyai rasa tertarik kepada objek dan
keinginan untuk terlibat langsung dalam kreatifitas tersebut.
Minat yang ada di dalam diri individu menjadi dasar untuk
melakukan aktifitas, dan merupakan dorongan agar aktifitas
yang dilakukan mendapatkan hasil yang memuaskan. Minat
dapat diidentifikasikan dengan melihat kegiatan apa yang
disenangi dan disukai, kegiatan apa yang benar-benar dari hati,
tanpa diperintah atau tanpa mengikuti orang lain, apa bila
dikerjakan hati terasa senang atau puas. Bisa juga dengan
mengikuti tes minat.
c. Kepribadian
Kepribadian atau personality merupakan aspek penting dalam
hidup manusia karena mempengaruhi perilaku yang tampak
dalam keseharian individu. Kepribadian merupakan perbedaan
sifat, dan tingkah laku seorang individu. Menurut Gordon
Allport dalam Robbins (2009:127) kepribadian adalah
keseluruhan cara di mana seorang individu beraksi dan
berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian membentuk
perilaku setiap individu. Maka apabila ingin memahami
dengan lebih baik perilaku seseorang dalam suatu organisasi,
sangatlah berguna jika mengetahui sesuatu tentang
kepribadiannya. Untuk mengidentifikasikan kepribadian
biasanya bisa dilakukan dengan menilai diri sendiri, atau
meminta pendapat pada orang sekitar, atau bisa juga dengan
mengikuti tes kepribadian.
5
d. Nilai
Nilai-nilai yang dimiliki dalam diri sendiri ataupun keluarga
sering kali mempengaruhi pilihan karir. Seperti misalkan nilai
terhadap suatu pekerjaan, atau nilai terhadap suatu jurusan
tertentu akan mempengaruhi pemilihan karir
5. Prestasi
Prestasi dapat dibedakan dari prestasi akademik dengan
prestasi non akademik. Prestasi akademik dapat diukur dari
melihat hasil pencapaian belajar pada rapport peserta didik,
sedangkan prestasi non akademik dapat dilihat dari pencapaian
mengikuti lomba tertentu.
b. Pengetahuan tentang informasi pekerjaan/jurusan (persyaratan,
keuntungan dan kerugian, peluang dan prospek kerja,
kriteria/klasifikasi jurusan / program studi, apa yang dipelajari di
jurusan / program studi, kemampuan apa yang harus dimiliki).
Dalam hal ini peserta didik diharapkan agar mencari informasi
seluas-luasnya mengenai seluk beluk jurusan / program studi yang
diinginkannya, agar memahami dengan jelas apakah dirinya
mampu mengambil jurusan / program studi tersebut
c. Mengintegrasikan informasi mengenai diri dan dunia kerja. Jika
sudah diidentifikasi informasi yang ada dalam diri dengan
informasi mengenai pekerjaan.pendidikan, maka ambilah
keputusan dengan matang. Setiap keputusan pasti memiliki
konsekuensi, carilah kosekuensi yang memang dapat diterima dan
dipertanggungjawabkan.
C. Penutup
1. Rangkuman
Menurut Alfan (2014), Jacket Syndrome ini merupakan sejenis
virus ganas yang membius remaja SMA dengan gemerlap warna jaket dan
nama besar perguruan tinggi sehingga kecenderungan remaja SMA
6
memilih perguruan tinggi dahulu, dan jurusan / program studi yang
didapat tidak menjadi penting.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecenderungan individu yang
memilih melanjutkan studi di tempat ternama, terpopuler, terbaik, tanpa
mempertimbangkan jurusan / program studi yang sesuai dengan dirinya
disebut Jacket Syndrome.
Apabila jacket syndrome terjadi pada peserta didik kelas IX
hingga proses belajar di bangku perguruan tinggi tanpa mampu
mengetahui program studi atau jurusan apa yang sesuai dengan
kemampuannya maka dapat berdampak baik secara fisik, psikis, atau
perilaku yang tidak sesuai lainnya,
Untuk menghindari dampak yang merugikan peserta didik kelas IX
nantinya di perguruan tinggi, diharapkan mereka mampu menyusun
langkah – langkah dalam proses pilihan program studi (karir) dengan
pemahaman diri sendiri yang mendalam, memiliki informasi cukup
mengenai program studi dan karir nantinya hingga berani
mempertimbangkan dan memutuskan dengan konsekuensi yang mereka
akan dapatkan.
2. Tes Formatif
Setelah kalian mengetahui materi tentang “Isu Jacket Syndrome dalam
Pemilihan Jurusan / Program Studi”, kerjakan tugas berikut di Google
Classroom (GCR) kalian pada link
(https://forms.gle/jERCxeUh9CAAgLzn7),
1. Apakah kamu termasuk peserta didik yang mengalami jacket syndrome ?
Jika iya atau tidak jelaskan alasannya ?
……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………….
2. Uraikan langkah – langkah atau rencana yang kamu lakukan dalam
memilih jurusan / program studi dengan baik ?
…………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………..
7
DAFTAR PUSTAKA
Alfan, R. (2014). Waspada Jacket Syndrome. Jakarta: PT. Gramedia.
Sholihin, R. (2015). Konseling Trait and Factor Bagi Siswa yang Kesulitan Dalam Memilih
Program Belajar. Jurnal Pendidikan Islam, 95 - 118.
Suprapto, I. (2003). Kembangkan Bakat dan Minat. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Mercu
Buana, 1.
Wahyu Primayasa, Imamul Arifin, Muhammad Yusuf Baharsyah. (2020). Pengaruh Salah
Pilih Jurusan Terhadap Rasa Putus Asa Mahasiswa Teknik Informatika. Jurnal
Psikologi Islam, 3.
8
MEDIA AJAR
BIMBINGAN KLASIKAL
SUPERVISOR :
ERINA RAKHMAWATI, S.Pd
NIP.
PENYUSUN :
IMANTI GALIH AYU PANCA PUTRI, S.Pd
NIP. 19831005 202221 2 016
BIMBINGAN DAN KONSELING
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 1 KAJEN KAB. PEKALONGAN
2022
IMANTI GALIH APP, S.Pd
SMP NEGERI 1 KAJEN
SMA ...
SMK....
.....
.....
Sekolah pada SMA atau SMK