dipilih dalam penelitian ini adalah nomor (16) Skilled and motivated people.
Enterprise goals nomor enam belas ini selaras dengan visi dari PPPPTK.
Tahapan selanjutnya adalah melakukan pemetaan terhadap IT-related goals,
sebagai berikut:
37
Berikut pemetaan COBIT 5 IT related Goals :
Gambar 2.9 Mapping COBIT 5 IT related Goals to Processes (ISACA, 2012)
38
Gambar 2.10 Mapping COBIT 5 IT related Goals to Processes (ISACA, 2012)
39
Berdasarkan hasil pemetaan diatas, sesuai dengan diskusi dan fokus
penilaian yang akan dilakukan pada PPPPTK Penjas dan BK, didapatkan IT
Related goals yang selaras dan dipilih dalam penelitian yaitu nomor satu (16)
Competent and motivated business and IT Personnel. Alasan dari dipilihnya IT
Related goals ini adalah berdasarkan wawancara dan observasi dengan
narasumber yang ada di PPPPTK Penjas dan BK, yaitu PPPPTK ingin
memastikan bahwa tujuan penggunaan TI selaras dengan salah satu tujuan
bisnis PPPPTK yaitu meningkatkan mutu pengelolaan data dan informasi
kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan konseling.
Keterangan:
P = Primary
S = Secondary
Terdapat 37 proses COBIT serta hubungan primary maupun secondary
antara proses-proses COBIT yang ada dengan panduan IT goals secara umum.
Untuk penjelasan mengenai primary dan secondary sebagai berikut:
a. Primary: memiliki hubungan penting dan merupakan dukungan utama
untuk pencapaian tujuan yang berhubungan dengan TI.
b. Secondary: masih memiliki hubungan yang kuat, namun kurang penting
dan merupakan dukungan sekunder untuk pencapaian tujuan yang
berhubungan dengan TI
2.4.5 COBIT Process Assessment Model (PAM)
Menurut ISACA, Process Assessment Model (PAM) merupakan sebuah
model yang compatible untuk tujuan penilaian kemampuan proses, berdasarkan
satu atau lebih dari model referensi (ISACA, 2012).
40
Gambar 2.11 Process Assessment Model (PAM) (ISACA, 2012)
Model ini merupakan dasar untuk penilaian kemampuan proses TI suatu
organisasi atau perusahaan pada COBIT 5 dan program pelatihan dan sertifikasi
bagi para penilai. Proses penilaian ini dibuktikan dengan mengaktifkan proses
penilaian yang dapat diandalkan, konsisten dan berulang di bidang tata kelola dan
manajemen TI. Model penilaian memungkinkan penilaian oleh perusahaan untuk
mendukung perbaikan proses. Penilai dapat memisahkan bagian-bagian untuk
memilih proses yang hendak dinilai. Pemetaan ini meliputi:
1. Menghubungkan tujuan perusahaan dengan tujuan TI perusahaan
2. Menghubungkan tujuan TI perusahaan dengan tujuan proses TI
3. Sebuah framework untuk memilih bidang area
COBIT 5 PAM yang mendukung kinerja penilaian dengan memberikan
indikator untuk bimbingan pada interpretasi dari tujuan proses perusahaan. COBIT
5 PAM terdiri dari satu set indikator kinerja proses dan kemampuan proses.
Indikator-indikator yang digunakan sebagai dasar untuk mengumpulkan bukti
objektif yang memungkinkan penilai untuk menetapkan peringkat (ISACA, 2012).
41
1. Assessment Process Activities
Assessment Process Activities merupakan tahapan-tahapan aktifitas
dalam melakukan proses penilaian Capability Level untuk perusahaan
(ISACA, 2012):
a. Initiation
Merupakan tahapan pertama dalam Assessment Process Activities yang
ada pada Process Assessment Model COBIT 5. Bertujuan untuk
menjelaskan hasil identifikasi dari beberapa informasi yang dapat
dikumpulkan.
b. Planning the Assessment
Tahap kedua adalah dilakukan rencana penilaian yang bertujuan untuk
mendapatkan hasil evaluasi penilaian Capability Level. Dengan
memetakan RACI chart yang ada di COBIT dengan beberapa staff di
PPPPTK Penjas dan BK agar selaras dengan kebutuhan aktifitas penelitian
yang akan dinilai.
c. Briefing
Tahap ketiga yang merupakan melakukan pengarahan kepada tim penilai
sehingga memahai masukan, proses dan keluaran dalam unit organisasi
yang akan dinilai yaitu PPPPTK Penjas dan BK dengan cara menentukan
jadwal, kendala yang dihadapi dalam melakukan penilaian, peran dan
tanggung jawab, kebutuhan sumber daya, dan lain-lain.
d. Data Collection
Tahap keempat adalah dilakukan pengumpulan data dari hasil temuan
yang terdapat pada PPPPTK Penjas dan BK yang bertujuan untuk
mendapatkan bukti-bukti penilaian evaluasi pada aktifitas proses yang
telah dilakukan.
e. Data Validation
Tahap kelima adalah dilakukan validasi data yang bertujuan untuk
mengetahui hasil perhitungan kuesioner agar mendapatkan evaluasi
penilaian Capability Level.
f. Process Attribute Level
42
Tahap keenam adalah dilakukan proses memberi level pada atribut yang
ada disetiap indikator, yang bertujuann untuk menunjukkan hasil
capability level dari hasil perhitungan kuesioner pada tahap-tahap
sebelumnya dan melakukan analisis gap pada tahapan berikutnya.
g. Reporting the Result
Tahap ketujuh adalah dilakukan melaporkan hasil evaluasi yang bertujuan
untuk memberikan rekomendasi untuk PPPPTK Penjas dan BK dengan
COBIT 5. Dalam praktik tata kelola teknologi informasi pada COBIT 5
memiliki beberapa ketentuan yang harus dipenuhi.
2. Capability Dimension
Dimensi kapabilitas memberikan ukuran kapabilitas proses untuk
memenuhi bisnis perusahaan saat ini atau yang diproyeksikan yang ditentukan
oleh atribut proses.
Gambar 2.12 Capability Levels and Process Attributes (ISACA, 2012)
Dimensi kapabilitas dalam model penilaian proses mencakup enam
tingkat kapabilitas dan sembilan atribut proses berdasarkan pencapaian proses
atribut. Level 0 tidak memiliki indikator apapun, karena tingkat 0 menyatakan
43
proses yang belum diimplementasikan atau proses yang gagal, meskipun
sebagian, untuk mencapai hasil akhirnya. Kegiatan penilaian membedakan
antara penilaian untuk level 1 dengan level yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan
karena level 1 menentukan apakah suatu proses mencapai tujuannya, dan oleh
karena itu sangat penting untuk dicapai dan juga menjadi pondasi dalam meraih
level yang lebih tinggi (ISACA, 2012).
a. Level 0 – Incomplete Process (Proses Tidak Lengkap)
Pada level ini proses tidak dilaksanakan atau gagal untuk mencapai tujuan
prosesnya. Pada tingkat ini, ada sedikit atau tidak ada bukti dari setiap
pencapaian yang sistematis dari tujuan proses.
b. Level 1 – Performanced Process (Proses Dilakukan)
Pada level ini menentukan apakah suatu proses sudah diterapkan dan
mencapai tujuannya.
c. Level 2 – Manage Process (Proses Dikelola)
Pada level ini proses sudah diterapkan dan dikelola yang mencakup
perencanaan, monitor, dan penyesuaian. Work products dijalankan,
dikontrol, dan dikelola dengan tepat.
d. Level 3 – Established Process (Proses Ditetapkan)
Pada level ini proses yang telah dibangun diimplementasikan
menggunakan proses yang telah didefinisikan yang mampu mencapai hasil
dari proses.
e. Level 4 – Predictable Process (Proses Dapat Diprediksi)
Pada level ini proses yang telah dibangun selanjutnya dioperasikan dengan
batasan-batasan agar dapat meraih harapan dari proses tersebut.
f. Level 5 – Optimising Process (Proses Dioptimalkan)
Pada level ini proses yang dapat diprediksi secara terus menerus
ditingkatkan untuk memenuhi tujuan bisnis saat ini dan tujuan proyek.
3. Indikator Kapabilitas COBIT 5
Indikator kapabilitas proses adalah kemampuan proses dalam meraih
tingkat kapabilitas yang ditentukan oleh atribut proses. Bukti atas indikator
kapabilitas proses akan mendukung penilaian atas pencapaian atribut proses,
44
Indikator kapabilitas proses berhubungan dengan atribut proses yang terkait
dengan tingkat kapabilitas 1 sampai 5 didefinisikan dalam dimensi Process
Assessment Model (PAM) (ISACA, 2012).
a. Level 0 – Incomplete Process (Proses Tidak Lengkap)
Pada level ini proses tidak dilaksanakan atau gagal untuk mencapai tujuan
prosesnya. Pada tingkat ini, ada sedikit atau tidak ada bukti dari setiap
pencapaian yang sistematis dari tujuan proses.
b. Level 1 – Performed Process (Proses Dilakukan)
Pada level ini menentukan apakah suatu proses sudah diterapkan dan
mencapai tujuannya. Ketentuan atribut proses pada level 1 adalah sebagai
berikut:
1) Process Attribute (PA) 1.1 Process Performance (Proses Kinerja)
Pengukuran mengenai seberapa jauh tujuan dari suatu proses berhasil
dicapai. Pencapaian penuh atas atribut ini mengakibatkan proses
tersebut meraih tujuan yang sudah ditentukan, seperti dalam tabel
berikut:
Tabel 2.2 Process Performance
PA 1.1 Process Performance
Hasil Pencapaian Atribut Base Practice Work Products
Penuh (BPs) - Praktik dasar (WPs) - Hasil Kerja
Proses meraih tujuan BP 1.1.1 Meraih Hasil kerja telah
yang sudah
ditentukan Hasil Proses. Ada dibuat sehingga
bukti bahwa praktik- menyediakan bukti
praktik dasar atau hasil proses
dilakukan
c. Level 2 – Manage Process (Proses Dikelola)
Pada level ini proses sudah diterapkan dan dikelola yang mencakup
perencanaan, monitor dan penyesuaian. Work products-nya dijalankan,
dikontrol dan dikelola dengan tepat. Adapun ketentuan atribut proses pada
level 2 adalah sebagai berikut:
1) Porcess Attribute (PA) 2.1 Performance Management (Manajemen
Kinerja)
45
Pengukuran mengenai sejumlah mana kinerja dari proses di
kelola. Adapun indikator dari manajemen kinerja, yaitu:
a) Tujuan dari kinerja proses telah diidentifikasi.
b) Kinerja dari proses direncanakan, dimonitor, dan disesuaikan
untuk memenuhi permintaan atau rencana sebelumnya.
c) Tanggung jawab terhadap proses diidentifikasikan, ditugaskan
dan dikomunikasikan.
d) Sumber daya dan informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan
suatu proses diidentifikasi, disediakan, dialokasikan dan
digunakan dengan benar.
Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam
tabel dibawah ini :
Tabel 2.3 Performance Management
PA 2.1 Performance Management
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)
GP 2.1.1 GWP 1.0
Identifikasikan Dokumentasi proses
objektif performa dari harus menguraikan
a. Objektif proses. Objektif lingkup proses.
performa dari performa, digabungkan GWP 2.0 Rencana
proses dengan asumsi dan proses harus
teridentifikasi batasan, didefinisikan menyediakan detil-
dan dikomunikasikan. detil dari objektif
performa proses.
GP 2.1.2 GWP 2.0 Rencana
b. Performa dari Merencanakan dan proses harus
proses memonitor performa menggambarkan
direncanakan dari proses untuk secara detil objektif
dan dimonitor memenuhi objektif performa proses.
yang telah ditentukan. GWP 9.0 Performa
Dasar mengukur proses catatannya
performa proses yang harus
berhubungan dengan menggambarkan
objektif bisnis hasil yang detil.
ditetapkan dan Catatan: Pada level
dimonitor, termasuk ini, setiap catatan
46
didalam dasar tersebut performa proses
adalah key milestones,
aktivitas-aktivitas yang dapat berbentuk
diperlukan, estimasi
dan jadwal. laporan, daftar
masalah dan catatan
informal.
GP 2.1.3 GWP 4.0 Catatan
c. Performa dari Menyesuaikan kualitas harus
proses performa dari proses. menyediakan detil
disesuaikan Mengambil tindakan dari tindakan yang
untuk memenuhi ketika performa yang dilakukan ketika
perencanaan direncanakan tidak performa tidak
tercapai. Tindakan mencapai target.
meliputi identifikasi
dari masalah performa
dan penyesuaian
rencana dan jadwal
menjadi lebih sesuai.
d. Tanggung jawab GP 2.1.4 GWP 1.0
dan otoritas dari Mendefinisikan Dokumentasi proses
melakukan tanggung jawab dan harus menyediakan
proses otoritas dalam detil dari pemilik
didefinisikan, melakukan proses. proses dan siapa saja
ditugaskan dan Tanggung jawab kunci yang terlibat,
dikomunikasikan dan otoritas dalam bertanggung jawab,
menjalankan aktivitas dikonsultasikan
kunci dari poses dan/atau
didefinisikan, diinformasikan
ditugaskan dan (RACI)
dikomunikasikan. GWP 2.0 Rencana
Pengalaman yang proses harus meliputi
dibutuhkan, detil dari process
pengetahuan dan communication plan
keahlian ditetapkan. demikian juga
pengalaman dan
keahlian dari
menjalankan proses.
e. Sumber daya dan GP 2.1.5 Identifikasi GWP 2.0 Rencana
informasi yang dan sediakan sumber proses harus
dibutuhkan daya untuk melakukan menyediakan detil
untuk proses sesuai dengan dari proses
menjalankan rencana. Sumber daya perencanaan
proses dan informasi pelatihan dan proses
diidentifikasi, dibutuhkan untuk
47
disediakan, menjalankan aktivitas perencanaan sumber
dialokasikan dan kunci dari proses daya.
digunakan. diidentifikasi,
disediakan,
dialokasikan dan
digunakan.
f. Antarmuka GP 2.1.6 Mengelola GWP 1.0
antara pihak antarmuka antara Dokumentasi proses
yang terlibat pihak yang terlibat. harus menyediakan
dikelola untuk Individu dan grup yang detil dari individu
memastikan terlibat dengan proses dan grup yang terlibat
komunikasi diidentifikasi, (supplier, customer
efektif dan tugas tanggung jawab dan RACI).
yang jelas antar didefinisikan dan GWP 2.0 Rencana
pihak yang mekanisme proses harus
terlibat. komunikasi yang menyediakan detil
efektif diterapkan. dari proses
communication plan
2) Process Attribute (PA) 2.2 Work Product Management (Manajemen
Hasil Kerja)
Pengukuran terkait hasil kerja yang dihasilkan dari proses
yang dikelola. Dalam hal ini hasil kerja merupakan hasil dari proses.
Adapun indikator dari manajemen hasil kerja yaitu:
a) Persyaratan dari proses digunakan untuk menghasilkan produk
yang telah didefinisikan.
b) Persyaratan untuk dokumentasi dan kontrol dari hasil kerja telah
didefinisikan.
c) Hasil kerja diidentifikasi, didokumentasikan dan dikontrol secara
tepat.
d) Hasil kerja diulas sesuai dengan perencanaan untuk dapat
memenuhi kebutuhan yang diinginkan.
48
Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam
tabel dibawah ini:
Tabel 2.4 Work Product Management
PA 2.2 Work Product Management
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products
(GWPs)
a. Kebutuhan akan GP 2.2.1 GWP 3.0 Rencana
hasil kerja proses Menetapkan kualitas harus
ditetapkan kebutuhan untuk menyediakan detil
kerja, meliputi dari kriteria kualitas
struktur isi dan dan isi dari hasil
kriteria kualitas. kerja.
GP 2.2.2 GWP 1.0
b. Kebutuhan untuk Menetapkan Dokumentasi
dokumentasi dan
kontrol dari hasil kebutuhan dari proses harus
kerja ditetapkan.
dokumentasi dan menyediakan detil
kontrol dari hasil dan kontrol
kerja. Ini harus (matriks kontrol)
meliputi identifikasi GWP 3.0 Rencana
dari ketergantungan, kualitas harus
persetujuan dan menyediakan detil
kemudahan dalam dari hasil kerja,
melacak kebutuhan. kriteria kualitas,
dokumentasi yang
dibutuhkan dan
kontrol perubahan
c. Hasil kerja GP 2.2.3 Identifikasi GWP 3.0 Rencana
diidentifikasi dan kontrol hasil kualitas
dengan baik, kerja. Hasil kerja menyediakan detil
didokumentasikan adalah subjek dari dari hasil kerja,
dan dikontrol. kontrol perubahan, kriteria kualitas,
begitu juga dengan kebutuhan
perubahan versi dan dokumentasi dan
managemen kontrol perubahan.
konfigurasi.
GP 2.2.4 Ulas GWP 4.0 Catatan
d. Hasil kerja di ulas kembali dan kualitas harus
kembali sesuai
dengan rencana menyesuaikan hasil menyediakan jejak
pengaturan dan
kerja untuk audit dari
memenuhi kebutuhan pengulasan kembali
yang telah
49
disesuaikan sesuai didefinisikan. Hasil yang telah
kebutuhan untuk dilakukan.
mencapai kerja adalah subjek
kebutuhan
terdapat pengulasan
kembali terhadap
kebutuhan yang
disesuaikan dengan
pengaturan yang
direncanakan dan isu-
isu lain yang muncul
diselesaikan.
d. Level 3 – Established Process (Proses Ditetapkan)
Level ini merupakan proses yang telah dibangun dan
diimplementasikan menggunakan proses yang telah didefinisikan yang
mampu mencapai hasil dari proses. Adapun ketentuan atribut proses pada
level 3 sebagai berikut:
1) Process Attribute (PA) 3.1 Process Definition (Proses Definisi)
Pengukuran untuk mengetahui sejauh mana proses standar
dikelola untuk mendukung pelaksanaan proses yang telah
didefinisikan. Adapun indikator dari proses definisi yaitu:
a) Standar proses yang terdefinisi dan dilengkapi dengan panduan
untuk modifikasi.
b) Telah menentukan urutan dari interaksi dengan proses lainnya.
c) Kebutuhan akan kompetensi dan aturan untuk melaksanakan
suatu proses telah diidentifikasi.
d) Metode monitoring efektifitas telah didefinisikan.
Tabel 2.5 Process Definiton
PA 3.1 Process Definition
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)
a. Proses standar, GP 3.1.1 GWP 5.0 Kebijakan
melalui penduan dan standar harus
dasar yang layak, Mendefinisikan menyediakan detil
didefinisikan dari objektif
sehingga standar dari proses organisasi untuk
yang mendukung
pengerjaan dari
50
mendeskripsikan proses yang telah proses, standar
elemen didefinisikan. Sebuah minimum dari
fundamental yang proses standar performa, prosedur
harus ada dalam didefinisikan yang standar dan pelaporan
proses yang mengidentifikasi serta kebutuhan
didefinisi elemen proses monitoring. Bukti
fundamental dan yang diperlukan pada
menyediakan level ini bukan hanya
panduan dan prosedur pada adanya
untuk mendukung kebijakan dan standar
implementasi dan tapi juga dengan
panduan tentang diterapkannya
bagaimana standar kebijakan dan standar
tersebut dapat diubah tersebut.
saat dibutuhkan.
b. Urutan dan GP 3.1.2 GWP 5.0 Kebijakan
interaksi dari Menetapkan urutan dan standar harus
proses standar dan interaksi antar menyediakan proses
dengan proses proses sehingga dapat pemetaan dengan
lainnya bekerja sebagai detil dari proses
diterapkan sistem yang standar dengan
terintegrasi dalam urutan yang
proses. Urutan diharapkan dan
standar proses dan interaksinya. Bukti
interaksi dengan yang diperlukan pada
proses lain ditentukan level ini bukan hanya
dan dikelola ketika pada adanya
sebuah proses kebijakan dan standar
diimplementasikan tapi juga dengan
pada bagian lain diterapkannya
dalam organisasi. kebijakan dan standar
tersebut.
c. Kompetensi yang GP 3.1.3 GWP 5.0 Kebijakan
dibutuhkan dan Mengidentifikasi dan standar harus
peran untuk peran dan menyediakan detil
melakukan kompetensi dari dan kompetensi dari
proses menjalankan proses proses yang
diidentifikasi standar. dilakukan. Bukti
sebagai bagian yang diperlukan pada
dari proses level ini bukan hanya
standar. pada adanya
kebijakan dan standar
51
tapi juga dengan
diterapkannya
kebijakan dan standar
tersebut.
d. Infrastruktur GP 3.1.4 Identifikasi GWP 5.0 Kebijakan
yang diperlukan infrastruktur yang dan standar harus
dan lingkungan dibutuhkan dan menyediakan detil
kerja yang lingkungan kerja dan kompetensi dari
dibutuhkan untuk melakukan proses yang
untuk melakukan proses standar. dilakukan. Bukti
proses Infrastruktur yang diperlukan pada
diidentifikasi (fasilitas, alat, metode level ini bukan hanya
sebagai bagian dll) dan lingkunga pada adanya
dari proses kerja untuk kebijakan dan standar
standar. melakukan proses tapi juga dengan
standar diidentifikasi. diterapkannya
kebijakan dan standar
tersebut.
e. Metode yang GP 3.1.5 GWP 5.0 Kebijakan
sesuai untuk Menetapkan metode dan standar harus
monitoring yang sesuai untuk menyediakan detil
keefektifan dan memonitor dan kompetensi dari
kesesuaian dari keefektifan dan proses yang
proses ditetapkan kesesuaian dengan dilakukan. Bukti
proses standar, yang diperlukan pada
meliputi pemastian level ini bukan hanya
terhadap kriteria yang pada adanya
layak dan data yang kebijakan dan standar
dibutuhkan untuk tapi juga dengan
memonitor diterapkannya
keefektifan dan kebijakan dan standar
kesesuian dari proses tersebut.
didefinisikan, dan GWP 4.0 Catatan
menetapkan Kualitas dan GWP
kebutuhan untuk 9.0 Catatan
melakukan audit performa proses
internal dan ulas harus menyediakan
kembali manajemen. bukti dari ulas
kembali yang telah
dilakukan.
52
2) Process Attribute (PA) 3.2 Process Deployment (Proses Penyebaran)
Pengukuran agar mengetahui sejauh mana proses standar telah
dijalankan secara efektif seperti proses yang telah didefinisikan untuk
mencapai hasil dari proses. Adapun indikator dari proses penyebaran:
a) Proses dikembangkan berdasarkan standar proses yang tepat.
b) Aturan dan tanggung jawab untuk melaksanakan suatu proses
telah dikomunikasikan.
c) Sumber daya manusia yang melaksanakan suatu proses memiliki
kompetensi berdasarkan pendidikan, pengalaman dan pelatihan.
Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam
tabel dibawah ini:
Tabel 2.6 Process Deployment
PA 3.2 Process Deployment
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Products
Penuh Atribut (GPs) (GWPs)
a. Sebuah proses yang GP 3.2.1 GWP 5.0
telah didefinisikan
dijalankan Menjalankan sebuah Kebijakan dan
berdasarkan
standar proses yang proses yang telah standar harus
telah ditentukan.
diidentifikasi yang menyediakan
memuaskan konteks. detil dari objektif
Ketika proses yang organisasi untuk
sama digunakan pada proses, standar
area yang berbeda minimum dari
pada organisasi, performa,
proses tersebut prosedur standar
dilakukan dan pelaporan
berdasarkan proses serta kebutuhan
standar, diatur selayak monitoring. Bukti
mungkin dengan yang diperlukan
konfirmasi pada pada level ini
kebutuhan yang telah bukan hanya pada
didefinisikan pada adanya kebijakan
proses yang telah dan standar tapi
diverifikasi. juga dengan
diterapkannya
kebijakan dan
standar tersebut.
53
b. Peran yang GP 3.2.2 GWP 5.0
dibutuhkan, Menugaskan dan Kebijakan dan
tanggung jawab dan mengkomunikasikan standar harus
otoritas yang peran, tanggung menyediakan
dibutuhkan untuk jawab dan otoritas proses pemetaan
menjalankan proses untuk menjalankan dengan detil dari
yang telah proses yang telah proses standar
didefinisikan didefinisikan. Ketika dengan urutan
ditugaskan dan proses yang sama yang diharapkan
dikomunikasikan. digunakan pada area dan interaksinya.
yang berbeda dalam Bukti yang
organisasi, otoritas diperlukan pada
dan peran untuk level ini bukan
melakukan aktivitas hanya pada
dari proses telah adanya kebijakan
ditugaskan dan dan standar tapi
dikomunikasikan juga dengan
diterapkannya
kebijakan dan
standar tersebut.
c. Personil yang GP 3.2.3 GWP 1.0
melakukan proses Memastikan Dokumentasi
yang didefinisikan kompetensi yang proses harus
kompeten dalam basis dibutuhkan untuk menyediakan detil
edukasi yang sesuai, menjalankan dari kompetensi
pelatihan dan performa dari proses dan pelatihan
pengalaman. didefinisikan. Ketika yang dibutuhkan.
proses yang sama
digunakan dalam area GWP 2.0
yang berbeda pada Rencana proses
organisasi, harus meliputi
kompetensi yang detil dari process
layak untuk personil communication
yang ditugaskan plan, rencana
diidentifikasikan dan pelatihan dan
pelatihan yang sesuai rencana sumber
disediakan untuk daya untuk setiap
menjalankan proses instansi dari
yang disediakan, proses.
dialokasikan dan
digunakan.
54
d. Sumber daya yang GP 3.2.4 GWP 2.0
dibutuhkan dan Menyediakan Rencana proses
informasi yang sumber daya dan harus meliputi
diperlukan untuk informasi untuk detil dari rencana
melakukan proses mendukung sumber daya
yang didefinisikan, performa dari proses untuk setiap
disediakan, yang didefinisikan. instansi dari
dialokasikan dan Ketika proses yang proses.
digunakan. sama digunakan
dalam area yang
berbeda pada
organisasi, kebutuhan
sumber daya manusia
dan informasi untuk
melakukan proses
disediakan,
dialokasikan dan
digunakan.
e. Infrastruktur dan GP 3.2.5 GWP 2.0
lingkungan kerja Menyediakan proses Rencana proses
untuk melakukan infrastruktur yang harus meliputi
proses yang layak untuk detil dari rencana
didefinisikan, mendukung performa sumber daya
dikelola dan dari proses yang untuk setiap
dipelihara. didefinisikan. Ketika instansi dari
proses yang sama proses.
digunakan dalam area
yang berbeda dalam
organisasi, dukungan
organisasi yang
dibutuhkan,
infrastruktur, dan
lingkungan kerja
disediakan,
dialokasikan dan
digunakan.
f. Data yang layak GP 3.2.6 GWP 4.0
dikumpulkan dan Mengumpulkan dan Catatan kualitas
dianalisis sebagai menganalisis data dan GWP 9.0
dasar untuk mengenai performa Catatan
mengerti tingkah dari proses untuk performa proses
55
laku dari proses, mendemonstrasikan harus
menyediakan
untuk kecocokan dan bukti dari alat ulas
kembali yang
mendemonstrasikan keefektifan dan dilakukan untuk
setiap instansi dari
kecocokan dan kesesuaian dari proses proses.
keefektifan, dan diseluruh organisasi
mengevaluasi didefinisikan,
dimana perbaikan dikumpulkan dan
terus-menerus dari dianalisis sebagai
proses dapat dasar dan perbaikan
dilakukan. terus menerus.
e. Level 4 – Predictable Process (Proses Dapat Diprediksi)
Pada level ini proses yang telah dibangun selanjutnya dioperasikan
dengan batasan-batasan agar dapat meraih harapan dari proses tersebut.
Adapun ketentuan atribut proses pada level 4 adalah sebagai berikut:
1) Process Attribute (PA) 4.1 Process Measurement (Proses
Pengukuran)
Pengukuran untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran
digunakan untuk memastikan bahwa performa proses mendukung
pencapaian tujuan proses untuk mendukung tujuan perusahaan.
Pengukuran dapat berupa pengukuran proses atau pengukuran produk
atau juga kedua-duanya. Adapun indikator dari proses pengukuran
yaitu:
a) Informasi yang telah dibutuhkan untuk mendukung tujuan
organisasi telah ditetapkan.
b) Tujuan pengukuran proses diperoleh dari kebutuhan.
c) Sasaran kuantitatif untuk kinerja proses telah ditetapkan.
Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam
tabel dibawah ini:
Tabel 2.7 Process Measurement
PA 4.1 Process Measurement
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs
a. Informasi yang GP 4.1.1 GWP 7.0 Rencana
dibutuhkan Identifikasikan pengukuran proses
56
proses untuk kebutuhan informasi, harus menyediakan
mendukung detil dari tujuan
tujuan bisnis dalam hubungannya pengukuran yang
telah ditetapkan. disarankan.
dengan tujuan bisnis.
Tujuan bisnis dan
informasi yang
dibutuhkan pemegang
kepentingan telah
ditetapkan sebagai
dasar untuk
menentukan tujuan
pengukuran performa
proses.
b. Tujuan GP 4.1.2 Dapatkan GWP 7.0 Rencana
pengukuran tujuan, pengukuran pengukuran, proses
proses proses dari kebutuhan harus menyediakan
didapatkan dari informasi. detil dari tujuan
kebutuhan pengukuran yang
informasi. disarankan.
c. Tujuan kuantitatif GP 4.1.3 Tetapkan GWP 7.0 Rencana
untuk performa tujuan kuantitatif atas pengukuran proses
proses dalam performa dari proses, harus menyediakan
mendukung berdasarkan detil dari ukuran dan
tujuan perusahaan kesesuaian proses indikator
yang telah dengan tujuan pengukuran.
ditetapkan. perusahaan. Tujuan
pengukuran kuantitatif
telah ditetapkan dan
secara eksplisit
menggambarkan
tujuan perusahaan dan
telah dipastikan
realistis dan berguna
oleh manajemen dan
pelaku proses.
d. Pengukuran dan GP 4.1.4 GWP 7.0 Rencana
frekuensinya telah Identifikasikan pengukuran proses
diidentifikasi dan pengukuran produk harus menyediakan
ditetapkan sejalan dan proses yang detil dari ukuran dan
dengan tujuan mendukung
57
pengukuran pencapaian tujuan indikator
proses dan tujuan pengukuran.
kuantitatif atas kuantitatif atas
performa
prosesnya. performa proses.
Pengukuran mendetil
untuk produk dan
proses telah
diidentifikasi,
sekaligus dengan
frekuensi
pengumpulan data dan
pengukuran, juga
mekanisme verifikasi.
e. Hasil pengukuran GP 4.1.5 GWP 7.0 Rencana
dikumpulkan, Mengumpulkan hasil pengukuran proses
dianalisa dan pengukuran produk harus menyediakan
dilaporkan untuk dan proses dengan detil dari ukuran dan
memantau melakukan proses yang indikator
seberapa jauh telah ditentukan. Hasil pengukuran.
tujuan kuantitatif pengukuran
dikumpulkan, dianalisa GWP 9.0 Catatan
proses tercapai
dan dilaporkan sesuai performa proses
dengan rencana yang harus menyediakan
telah ditetapkan. detil atas pengukuran
yang telah
dikumpulkan dan
dianalisa.
f. Hasil pengukuran GP 4.1.6 GWP 9.0 Catatan
digunakan untuk Menggunakan hasil performa proses
menggambarkan pengukuran untuk harus menyediakan
performa proses. memantau dan detil atas pengukuran
memverifikasi yang telah
pencapaian atas tujuan dikumpulkan dan
performa proses. Hasil dianalisa.
pengukuran dianalisa
untuk memastikan
pencapaian terhadap
tujuan performa
proses. Teknik yang
sesuai digunakan untuk
58
memahami performa
dan kapabilitas proses
dalam batasan yang
sudah ditentukan
2) Process Attribute (PA) 4.2 Process Control (Proses Kontrol)
Pengukuran agar dapat mengetahui sejauh mana suatu proses
yang kuantitatif bisa menghasilkan proses yang stabil, mampu dan
bisa diprediksi dalam batasan yang telah ditentukan. Adapun indikator
dari proses kontrol yaitu:
a) Teknik analisis dan kontrol diterapkan jika memungkinkan.
b) Data pengukuran dianalisa untuk mengetahui penyebab khusus.
c) Tindakan perbaikan diambil untuk memecahkan masalah.
Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan pada
tabel dibawah ini :
Tabel 2.8 Process Control
PA 4.2 Process Control
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products
(GWPs
a. Teknik analisa dan GP 4.2.1 Tentukan GWP 1.0
kontrol telah teknik analisa dan Dokumentasi
ditentukan dan kontrol yang sesuai proses harus
diaplikasikan. untuk mengontrol menyediakan detil
performa proses. pengontrolan
Metode untuk (matriks kontrol).
mengukur efektivitas GWP 8.0
kontrol telah Rencana
didefinisikan dan pengendalian
divalidasi. proses harus ada
dan menjelaskan
pendekatan
pengukuran untuk
setiap proses.
59
b. Pengontrolan batas GP 4.2.2 Tetapkan GWP 8.0
variasi telah parameter yang cocok Rencana
ditetapkan untuk untuk mengontrol pengendalian
performa proses performa proses. proses harus ada
normal. Definisi standar atas dan menjelaskan
proses dimodifikasi batasan
untuk memasukkan pengontrolan
metode pengendalian untuk performa
proses dan batasan normal.
pengontrolan telah
ditetapkan.
c. Data pengukuran GP 4.2.3 Analisa hasil GWP 9.0
dianalisa untuk pengukuran proses Catatan
mengetahui dan produk untuk performa proses
penyebab khusus mengidentifikasikan harus
atas suatu variasi. variasi dan performa menyediakan detil
proses. Hasil atas pengukuran
pengukuran yang telah
pengontrolan proses dikumpulkan dan
dianalisa untuk dianalisa.
menentukan masalah
yang perlu diperhatikan
dan diteruskan untuk
penanggulangan.
d. Tindakan koreksi GP 4.2.4 Identifikasi GWP 9.0
dan implemetasikan
diambil untuk tindakan koreksi untuk Catatan
mengatasi sumber
memecahkan masalah. Tindakan performa proses
koreksi diambil untuk
penyebab khusus mengatasi masalah harus
pengontrolan proses
variasi. dan hasilnya dipantau menyediakan detil
dan dievaluasi.
atas pengukuran
yang telah
dikumpulkan dan
dianalisa.
e. Batasan kontrol GP 4.2.5 tetapkan GWP 8.0
ditetapkan kembali kembali batasan Rencana
(apabila kontrol setelah pengendalian
dibutuhkan) tindakan koreksi. proses harus ada
sebagai respon Batasan kontrol proses dan menjelaskan
60
terhadap tindakan dimodifikasi sesuai batasan
koreksi. kebutuhan setelah pengontrolan
tindakan koreksi untuk performa
dilakukan. normal.
f. Level 5 – Optimising Process (Proses Diterapkan)
Level ini, proses dapat diprediksi secara terus-menerus
ditingkatkan untuk memenuhi tujuan bisnis saat ini dan tujuan proyek.
Adapun ketentuan atribut proses pada level 5 yaitu sebagai berikut:
1) Process Attribute (PA) 5.1 Process Innovation (Proses Inovasi)
Pengukuran untuk perubahan proses yang telah diidentifikasi
dari analisis penyebab umum dari adanya variasi di dalam performa,
dan dari investigasi pendekatan inovatif untuk mendefinisikan dan
melaksanakan proses. Adapun indikator proses inovasi yaitu:
a) Sasaran peningkatan proses didefinisikan.
b) Data yang sesuai dianalisis untuk mengidentifikasi penyebab
umum terjadinya variasi dalam peningkatan proses.
c) Data yang sesuai dianalisis untuk mengidentifikasi peluang best
practice dan inovasi.
Sebagai hasil pencapaian penuh pada atribut ini, ditunjukkan
pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.9 Process Innovation
PA 5.1 Process Innovation
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)
a. Tujuan dari GP 5.1.1 GWP 7.0 Rencana
Mendefinisikan tujuan
peningkatan peningkatan proses peningkatan
untuk mendukung tujuan
masing-masing bisnis yang relevan. proses harus
Arahan untuk inovasi
proses proses telah diatur. menyediakan tujuan
Tujuan peningkatan
diidentifikasi proses secara kualitatif peningkatan proses
untuk mendukung dan tindakan yang
tujuan bisnis yang dilakukan untuk
relevan. peningkatan
tersebut.
61
dan kuantitatif
didasarkan pada potensi
inovasi proses seperti
visi dan tujuan yang
telah didefinisikan dan
didokumentasikan.
b. Data yang tepat GP 5.1.2 Analisis GWP 9.0 Catatan
dianalisis agar
dapat pengukuran data performa proses
mengidentifikasi
penyebab umum proses untuk harus menyediakan
dari variasi
performa proses. mengidentifikasi variasi penjelasan
yang nyata dan mengenai
berpotensi di dalam kumpulan dan
performa proses. Data analisa pengukuran.
performa proses
dianalisis untuk
mengidentifikasi variasi
di dalam performa
proses bersama dengan
akar penyebab dari
masalah performa proses
secara umum.
c. Data yang tepat GP 5.1.3 Identifikasi GWP 6.0 Rencana
dianalisis agar
dapat peluang peningkatan peningkatan
mengidentifikasi
peluang untuk proses berdasarkan proses harus
pelaksanaan
praktik terbaik dan inovasi dan praktik menyediakan
inovasi.
terbaik. Peluang penjelasan
peningkatan proses mengenai analisis
diidentifikasi praktik terbaik.
berdasarkan
perbandingan dengan
praktik terbaik industri.
d. Peluang GP 5.1.4 Didasarkan GWP 6.0 Rencana
peningkatan yang pada peluang peningkatan
bermula dari peningkatan dari proses harus
teknologi baru dan teknologi dan konsep menyediakan
konsep proses baru proses baru. Peluang penjelasan
diidentifikasikan. peningkatan proses mengenai analisis
diidentifikasi peningkatan
berdasarkan review dan teknologi.
analisis mengenai
inovasi teknologi dan
62
konsep proses proses,
yang dilanjutkan pada
perubahan lingkungan
bisnis termasuk
munculnya resiko bisnis.
e. Strategi GP 5.1.5 Definisikan GWP 6. 0 Rencana
implementasi strategi implementasi peningkatan
dibuat untuk berdasarkan visi dan proses harus
mencapai tujuan tujuan peningkatan menyediakan
dari peningkatan jangka panjang. Strategi penjelasan
proses. peningkatan proses mengenai strategi
didefinisikan dan implementasi untuk
divalidasi berdasarkan peningkatan proses.
goal dan objektif dari
peningkatan. Komitmen
untuk peningkatan
didemokan oleh
manager dan pemilik
proses.
2) Process Attribute (PA) 5.2 Process Optimisation (Proses Optimisasi)
Proses pengukuran perubahan untuk definisi manajemen dan
performa proses agar memiliki hasil yang berdampak secara efektif
untuk mencapai tujuan dari proses peningkatan. Adapun indikator
proses optimisasi yaitu:
a) Dampak dari semua perubahan yang diajukan dinilai terhadap
sasaran dari proses yang didefinisikan sebelumnya.
b) Dilakukan pengelolaan terhadap penerapan perubahan yang telah
diusulkan.
c) Evaluasi terhadap perubahan proses.
63
Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam
tabel dibawah ini:
Tabel 2.10 Process Optimisation
PA 5.2 Process Optimisation
Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)
a. Dampak perubahan GP 5.2.1 Menilai GWP 6.0 Rencana
yang telah dampak dari masing- peningkatan
dilakukan di nilai masing perubahan proses harus
kesesuainnya yang telah dilakukan menyediakan
dengan tujuan dari apakah telah sesuai rincian mengenai
proses yang telah dengan tujuan dari pendekatan kualitas
didefinisikan dan proses standar dan proyek peningkatan
proses standar. proses yang telah proses.
didefinisikan. Dampak
perubahan yang telah
dilakukan dinilai
kesesuaiannya agar
dapat menentukan
dampak dari kualitas
produk dan performa
proses apakah sesuai
dengan proses lain
yang berhubungan.
b. Implementasi dari GP 5.2.2 Mengelola GWP 6.0 Rencana
perubahan yang implementasi dari peningkatan
telah disetujui perubahan yang telah proses harus
dikelola untuk disetujui untuk menyediakan
memastikan bahwa memilih area dari rincian strategi
perbedaan- proses standar dan implementasi
perbedaan proses yang telah peningkatan proses
performa proses didefinisi sesuai dan perubahan yang
dimengerti dan dengan strategi terdiri dari:
dilakukan implementasi.
setelahnya.
Implementasi - GWP 1.0
Dokumentasi
perubahan yang telah proses
disetujui dikelola
sesuai dengan
manajemen perubahan - GWP 3.0 Rencana
kualitas
64
dan proses pendukung - GWP 5.0
perubahan. Kebijakan dan
standar.
c. Berdasarkan GP 5.2.3 Berdasarkan GWP 6.0 Rencana
performa saat ini, performa saat ini, peningkatan
keefektivitasan evaluasi proses harus
perubahan proses keefektivitasan menyediakan
dievaluasi perubahan proses rincian mengenai
berdasarkan sesuai dengan pendekatan kualitas
persyaratan produk performa proses, proyek peningkatan
dan tujuan proses tujuan kapabilitas dan proses.
untuk menentukan tujuan bisnis.
hasil memiliki Keefektivitasan
penyebab umum perubahan membuat
atau khusus. proses tersebut perlu
diukur, dievaluasi dan
dilaporkan setelah
implementasi.
2.5 Diagram RACI
COBIT menyediakan sebuah RACI Chart yang merupakan sebuah matrik
dari semua aktivitas atau wewenang dalam pengambilan keputusan yang dilakukan
dalam sebuah organisasi terhadap semua orang atau peran untuk setiap proses.
Adapun penjabarannya sebagai berikut (ISACA, 2012):
1. Responsible
Orang yang bertanggung jawab dalam mendapatkan tugas dan melakukan
tugas tersebut dan memastikan aktifitas atau kegiatan operasional berjalan
sukses.
2. Accountable
Orang yang bertanggung jawab atas keberhasilan tugas maupun proses yang
telah dilakukan.
3. Consulted
Orang yang dibutuhkan untuk memberikan feedback, opini atau masukan dan
kontribusi kepada kegiatan.
65
4. Informed
Orang yang berperan sebagai penerima informasi tentang pencapaian atau hasil
tugas.
Gambar 2.13 RACI Chart APO07 (ISACA, 2012)
Gambar 2.14 RACI Chart EDM04 (ISACA, 2012)
Pada tabel RACI diatas menggambarkan aktifitas atau proses yang
dilakukan tiap individu yang terlibat. Key Management Practice (KMP) merupakan
praktik manajemen yang berisi aktivitas-aktivitas pada setiap domain pada COBIT
5. RACI Chart diatas menggambarkan aktivitas yang dilakukan serta individu yang
66
terlibat. Berikut ini penjelasan mengenai struktur organisasi berdasarkan RACI
Chart COBIT 5 (ISACA, 2012):
1. Board merupakan kelompok paling senior dan/atau direktur non-eksekutif dari
organisasi yang bertanggung jawab untuk tata kelola organisasi yang
bertanggung jawab untuk tata kelola organisasi dan memiliki kontrol
keseluruhan sumber daya.
2. Chief Executives Officier (CEO) merupakan orang yang memiliki kedudukan
tinggi yang bertanggung jawab atas seluruh manajemen organisasi.
3. Chief Financial Officier (CFO) merupakan orang yang paling senior dari
perusahaan yang bertanggung jawab terkait semua aspek manajemen
keuangan, termasuk resiko keuangan dan kontrol keuangan.
4. Chief Operating Officer (COO) merupakan orang yang paling senior dari
perusahaan yang bertanggung jawab atas operasi perusahaan.
5. Chief Risk Officier (CRO) merupakan orang paling senior dari perusahaan yang
bertanggung jawab atas semua aspek manajemen resiko di seluruh perusahaan.
6. Chief Information Officer (CIO) merupakan orang yang paling senior dari
perusahaan yang bertanggung jawab untuk menyelaraskan strategi TI dan
bisnis serta bertanggung jawab untuk perencanaan, sumber daya, mengelola
pengiriman layanan serta solusi TI untuk mendukung tujuan perusahaan.
7. Chief Information Security Officer (CISO) merupakan orang yang paling senior
dari perusahaan yang bertanggung jawab untuk keamanan informasi
perusahaan dalam segala bentuknya.
8. Business Executive merupakan seorang manajemen individu senior yang
bertanggung jawab untuk operasi unit bisnis tertentu atau anak perusahaan.
9. Business Process Owner merupakan seorang individu yang bertanggung jawab
atas kinerja sebuah proses dalam mewujudkan tujuan perusahaan,
mengendalikan perbaikan proses dan menyetujui perubahan proses.
10. Strategy (IT Executive) Committee merupakan komite yang bertanggung jawab
untuk mengelola portofolio investasi terkait TI, layanan TI dan aset TI serta
memastikan nilai disampaikan dan resiko dikelola.
67
11. (Project and Programme) Steering Committes merupakan sekelompok
pemangku kepentingan dan ahli yang bertanggung jawab atas pembinaan
program dan proyek, termasuk pengelolaan dan pemantauan rencana, alokasi
sumber daya dan pengelolaan program serta resiko proyek.
12. Architecture Board merupakan sekelompok pemangku kepentingan dan ahli
yang bertanggung jawab terkait keputusan untuk menetapkan kebijakan dan
standar arsitektur.
13. Enterprise Risk Committee merupakan kelompok eksekutif dari organisasi
yang bertanggung jawab untuk kolaborasi tingkat organisasi untuk mendukung
manajemen resiko organisasi.
14. Head of HR merupakan orang paling senior dari perusahaan yang bertanggung
jawab atas perencanaan dan kebijakan yang berkaitan dengan semua sumber
daya manusia pada perusahaan.
15. Compliance merupakan orang yang bertanggung jawab atas panduan
kepatuhan hukum, peraturan dan kontrak.
16. Audit merupakan orang yang bertanggung jawab atas penyediaan audit
internal.
17. Head of Architecture merupakan seorang individu senior yang bertanggung
jawab untuk arsitektur enterprise.
18. Head of Development merupakan seorang individu senior yang bertanggung
jawab terhadap TI terkait solusi proses pembangunan.
19. Head of IT Operations merupakan senior individu yang bertanggung jawab
untuk lingkungan operasional dan infrastruktur TI.
20. Head of IT Administration merupakan individu senior yang bertanggung jawab
terkait catatan TI dan bertanggung jawab untuk mendukung hal administrasi
TI.
21. Programme and Project Management Office (PMO) merupakan fungsi yang
bertanggung jawab untuk mendukung program dan proyek manajer, serta
mengumpulkan, menilai dan melaporkan informasi tentang pelaksanaan
program dan proyek-proyek konsistuen.
68
22. Value Management Office (VMO) merupakan orang yang bertindak sebagai
sekertariat untuk mengelola portofolio investasi dan layanan, termasuk menilai
dan memberi nasihat tentang peluang investasi, manajemen kontrol dan
menciptakan nilai dari investasi dan jasa.
23. Service Manager merupakan seorang individu yang mengelola pengembangan,
implementasi, evaluasi dan manajemen yang sedang berjalan.
24. Information Security Manager merupakan seorang individu yang mengelola,
mengawasi dan menilai keamanan informasi suatu perusahaan.
25. Business Continuity Manager merupakan seorang individu yang mengelola,
mengawasi dan menilai kemampuan kelangsungan bisnis suatu perusahaan.
26. Privacy Officer merupakan orang yang bertanggung jawab untuk memantau
resiko dan dampak bisnis undang-undang privasi dan untuk membimbing dan
mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan dan kegaiatan yang akan
memastikan arahan privasi terpenuhi, disebut juga petugas proteksi data.
2.6 Fokus Area Tata Kelola TI
Studi kasus dalam penelitian ini adalah PPPPTK Penjas dan BK,
Kemendikbud. Penentuan domain diperlukan untuk memberikan gambaran yang
lebih praktis dalam mengetahui aktivitas suatu struktur dan proses apa yang harus
dilakukan agar dapat disesuaikan dengan tujuan organisasi (Mardilla &
Mukhayaroh, 2020). Maka domain proses COBIT 5 yang akan dievaluasi:
2.6.1 APO07 Manage Human Resources
Pengertian dari proses APO07 (Mengelola Sumber Daya Manusia) yaitu
menyediakan pendekatan terstruktur untuk memastikan penataan, penempatan,
keputusan, dan keterampilan sumber daya manusia yang optimal. Hal ini termasuk
mengkomunikasikan peran dan tanggung jawab, rencana pembelajaran dan
pengembangan, dan ekspektasi kinerja yang didukung oleh staf-staf kompeten dan
termotivasi. Tujuan adanya proses untuk mengoptimalkan kemampuan sumber
daya manusia untuk memenuhi tujuan perusahaan (ISACA, 2012).
1. APO07.01 Maintain adequate and appropriate staffing (Mempertahankan
staff yang kompeten dan sesuai), merupakan evaluasi kebutuhan staff secara
69
teratur pada perusahaan dan lingkungan TI untuk memastikan bahwa
perusahaan memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung
tujuan dan sasaran perusahaan.
2. APO07.02 Identify key IT personnel (Mengidentifikasi personil kunci TI),
merupakan identifikasi personil kunci TI dan meminimalkan ketergantungan
pada satu individu dalam melakukan fungsi pekerjaan yang kritis.
3. APO07.03 Maintain the skills and competencies of personnel (Menjaga
keterampilan dan kompetensi personil), merupakan memverifikasi personil
yang memiliki kompetensi untuk memenuhi pekerjaan, melakukan pelatihan
untuk mempertahankan kompetensi dengan menggunakan kualifikasi dan
sertifikasi program yang tepat dan menyediakan karyawan dengan belajar
terus-menerus dan peluang untuk mempertahankan pengetahuan, keterampilan
dan kompetensi untuk mencapai tujuan perusahaan.
4. APO07.04 Valuate employee job performance (Evaluasi kinerja karyawan),
merupakan mengevaluasi kinerja individu terhadap tujuan perusahaan, standar
yang ditetapkan, tanggung jawab pekerjaan dan keterampilan.
5. APO07.05 Plan and track the usage of IT and business human resources
(Rencana dan melacak penggunaan TI dan pengelolaan sumber daya
manusia), merupakan memahami dan melacak permintaan saat ini dan masa
depan untuk bisnis TI dan SDM dengan tanggung jawab untuk perusahaan.
Mengidentifikasi kekurangan dan memberikan masukan ke dalam rencana
sourcing dan proses perekrutan.
6. APO07.06 Manage contract staff (Mengelola kontrak staf), merupakan
memastikan bahwa konsultan dan karyawan kontrak yang mendukung
perusahaan dengan kemampuan TI, mematuhi kebijakan organisasi dan
memenuhi disepakati pada persyaratan kontrak.
2.6.2 EDM04 Ensure Resource Optimisation
Pengertian dari EDM04 yaitu Ensure Resource Optimisation (memastikan
optimisasi sumber daya) memastikan kemampuan teknologi informasi (TI) yang
memadai (karyawan, proses, teknologi) untuk mendukung tujuan perusahaan.
70
Tujuannya adalah memastikan sumber daya yang di butuhkan perusahaan terpenuhi
secara optimal. (ISACA, 2012).
1. EDM04.01 Evaluate resource management (Evaluasi manajemen sumber
daya), merupakan evaluasi untuk memeriksa dan membuat penilaian pada
kebutuhan saat ini dan masa depan untuk sumber daya TI, pemilihan sumber
daya, serta alokasi dan manajemen untuk memenuhi kebutuhan dengan cara
yang optimal.
2. EDM04.02 Direct resource management (Pengelolaan sumber daya
langsung), Memastikan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya
memungkinkan penggunaan optimal dari sumber daya TI sesuai siklus nilai
nya.
3. EDM04.03 Monitor resource management (Memantau pengelolaan sumber
daya), Memantau tujuan utama dan proses pengelolaan sumber daya serta
menemukan penyimpangan atau masalah, sehingga dapat dilacak dan
dilaporkan untuk perbaikan.
2.7 Metode Pengukuran Capability level
2.7.1 Metode Perhitungan
Dalam penelitian ini penulis menggunakan Rating Scale sebagai metode
perhitungan pada instrumen penelitian. Analisis validasi data instrumen validasi
yang dituju untuk ahli media dan materi menggunakan rating scale. Rumus
perhitungan rating scale adalah sebagai berikut:
= ℎ × 100%
Keterangan:
P = angka presentase
Skor ideal = skor tertinggi tiap butir x jumlah responden x jumlah butir
Selanjutnya data hasil perhitungan diterjemahkan menjadi data kualitatif
menggunakan skala interpretasi. Skala tersebut diperoleh dengan membagi skor
kriterium (skor ideal) dengan banyaknya interval jawaban. Hasil penilaian pada
setiap tingkat akan diukur dan diklasifikasikan dalam 4 kategori sebagi berikut:
1. N (Not Achieved)
71
Kategori ini tidak ada atau hanya sedikit bukti atas pencapaian atribut proses
tersebut. Range nilai yang diraih pada kategori ini berkisar 0-15%.
2. P (Partially Achieved)
Kategori ini terdapat beberapa bukti mengenai pendekatan, dan beberapa
pencapaian atribut atas proses tersebut. Range nilai yang diraih pada kategori
ini berkisar 15-50%.
3. L (Largely Achieved)
Kategori ini terdapat bukti atas pendekatan sistematis, dan pencapaian
signifikan atas proses tersebut, meski mungkin masih ada kelemahan yang
tidak signifikan. Range nilai yang diraih pada kategori ini berkisar 50-85%.
4. F (Fully Achieved)
Kategori ini terdapat bukti atas pendekatan sistematis dan lengkap, dan
pencapaian penuh atas atribut proses tersebut. Tidak ada kelemahan terkait
atribut proses tersebut. Range nilai yang diraih pada kategori ini berkisar 85-
100%.
Suatu proses cukup meraih kategori Largely achieved (L) atau Fully
achieved (F) untuk dapat dinyatakan bahwa proses tersebut telah meraih suatu
tingkat kapabilitas tersebut, namun proses tersebut harus meraih kategori Fully
achieved (F) untuk dapat melanjutkan penilaian ketingkat kapabilitas berikutnya,
misalnya bagi suatu proses untuk meraihtingkat kapabilitas 3, maka tingkat 1 dan 2
proses tersebut harus mencapaikategori Fully achieved (F) sementara tingkat
kapabilitas 3 cukup mencapai kategori Lagerly achieved (L) atau Fully achieved
(F)(ISACA, 2012).
72
2.7.2 Menentukan Tingkat Kapabilitas
Capability level untuk setiap proses ditetapkan oleh apakah artibust proses
pada tiap levelmencapai rating largely atau fully dan apakah proses atribut untuk
level yang dilewatinya largely achieved (L) atau fully achieved (F) untuk dapat
dinyatakan bahwa proses tersebut telah meraih suatu capability level tersebut,
namun proses tersebut harus meraih kategori fully achieved (F) untuk dapat
melanjutkan penilaian level 3, maka level 1 dan 2 proses tersebut harus mencapai
kategori fully achieved (F), sementara level kapabilitas 3 cukup mencapai kategori
Largely achieved (L) atau Fully Achieved (F). Berikut di bawah ini gambaran
batasan tiap level dan rating yang harus dicapai (ISACA, 2012).
Gambar 2.15 Determining Capability Level (ISACA, 2012)
73
74
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Pada tahap ini dilakukan pembahasan mengenai objek penelitian yang akan
dilakukan di dalam penelitian secara detail yaitu sebagai berikut:
3.1.1 Objek Penelitian
Pembahasan kali ini membahas tentang lembaga pemerintahan yang
menjadi objek penelitian dalam melakukan penilaian tata kelola teknologi
informasi. Instansi yang akan dinilai tata kelola teknologi informasinya dalam
penelitian ini adalah PPPPTK Penjas dan BK.
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling atau disingkat
PPPPTK Penjas dan BK terbentuk pada tahun 2007 berdasarkan pada
Permendiknas Nomor 08 tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPPPTK.
PPPPTK Penjas dan BK sebelumnya bernama Pusat Pengembangan Penataran
Guru Keguruan (PPPG Keguruan).
PPPPTK Penjas dan BK merupakan salah satu Unit Pelakasana Teknis
(UPT) di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
(Ditjen GTK). Pada saat bernama PPPG Keguruan tugas dan fungsinya adalah
menyelenggarakan penataran guru bimbingan dan penyuluhan, kemudian pada
tahun 1995 diberi kepercayaan untuk melaksanakan pendidikan dan pelahan di
bidang metodologi pembelajaran guru TK dan SD serta pelahan-pelahan lainnya
yang disesuaikan dengan kebutuhan lembaga.
Visi PPPPTK Penjas dan BK adalah “Menjadi Pusat Layanan
Administrasi dan Informasi Kepegawaian Berbasis IT”. Sementara Misi terdiri
dari:
1. Meningkatkan mutu pengelolaan data dan informasi kompetensi Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling
74
2. Meningkatkan mutu program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling
3. Meningkatkan mutu pendidikan, pembelajaran dan pelatihan peningkatan
kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan Konseling.
4. Meningkatkan mutu evaluasi peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling.
5. Meningkatkan sistem tata kelola yang handal dalam menjamin
terselenggaranya layanan Prima Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan
Konseling.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
3.2.1. Observasi
Observasi ini dilakukan di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan
Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pendidikan Jasmani Dan
Bimbingan Konseling yang beralamat di Jl. Raya Parung No. 420 Lebakwangi,
Pemagarsari, Parung – Bogor, 16330. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan,
dimulai dari tanggal 26 September 2020 sampai 21 Februari 2021. Observasi
dilakukan melalui pengamatan mengenai proses yang berkaitan dengan evaluasi
tata kelola teknologi informasi. PPPPTK Penjas dan BK memiliki 114 Pegawai dan
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya Nomor 41 tahun 2012
PPPPTK bertugas melaksanakan pengembangan pemberdayaan pendidik dan
tenaga kependidikan bidang pendidikan jasmani dan bimbingan konseling.
3.2.2. Wawancara
Wawancara dilakukan oleh perwakilan dari PPPPTK Penjas dan BK. Dalam
melakukan wawancara terpilih narasumber yang sudah paham dengan tata kelola
PPPPTK Penjas dan BK yaitu:
1. Devi Permanasari, S.Psi.
Jabatan : Kepala Bidang Data dan Informasi
75
Perwakilan dari lembaga ditanyakan mengenai domain yang hendak diteliti
lebih lanjut sesuai dengan masalah yang dihadapi lembaga dengan menggunakan
domain EDM04 Ensure Resource Optimisation dan APO07 - Managed Human
Resources.
3.2.3. Studi Literatur
Penelitian dilakukan analisis deskriptif dengan data kuantitatif karena
mengukur suatu tata kelola di dalam lembaga pemerintah. Untuk melakukan
pengumpulan data ini dilakukan studi pustaka yang diambil dari beberapa sumber.
Sumber yang digunakan oleh penulis adalah data-data penelitian sebelumnya
seperti modul yang diterbitkan oleh IT Governance Institute dan ISACA tentang
COBIT 5, serta buku dan jurnal-jurnal terdahulu yang berkaitan denga tata kelola
teknologi informasi. Sehingga data-data tersebut yang menjadi acuan dan panduan
dalam melakukan penilain agar hasil penilaian akurat dan sesuai standar dengan
yang ditetapkan oleh IT Governance Institute.
Tabel 3.1 Penelitian Terdahulu
No. Nama Peneliti Judul (Jurnal) Hasil
(Tahun)
1. (Krisna et al., Perbaikan Tata Kelola Hasil dari penelitian
2020) Teknologi Informasi pada menggunakan
Lembaga Pemerintah framework COBIT 5,
Daerah X menunjukan tingkat
kapabilitas dari lima
(Jurnal Ilmiah Teknologi proses TI terpilih berada
dan Komputer Vol. 1, No. pada level yang rendah,
2 Desember 2020) yaitu APO07 berada
pada level 2, EDM04,
Evaluasi Manajemen DSS01, BAI01, dan
APO08 berada pada
2. (Putra et al., Sumber Daya Teknologi level 1 sedangkan
2021) harapan kapabilitas dari
Informasi pada Dinas pimpinan organisasi,
yaitu pada level 4.
Kependudukan dan Diketahui capability
level pada proses
EDM04 dan APO07
berada pada level 2 dan
76
Pencatatan Sipil pada proses DSS03
(Dispendukcapil) Kota berada pada level 1.
Batu Menggunakan Sedangkan, targeted
Framework COBIT 5 level yang diharapkan
dengan Fokus Domain dari proses EDM04,
EDM04, APO07 dan APO07, dan DSS03
DSS03 (2021) adalah level 3. Sehingga
diketahui nilai gap pada
(Jurnal Pengembangan proses EDM04 dan
Teknologi Informasi dan APO07 senilai 1 level
Ilmu Komputer e-ISSN: dan nilai gap pada proses
2548-964X Vol. 5, No. 1, DSS03 senilai 2 level.
Januari 2021, hlm. 191-
200)
Evaluasi Tata Kelola Hasil dari penelitian ini
Teknologi Informasi menunjukan kondisi saat
Menggunakan Framework ini proses EDM04
Cobit 5 (Studi Kasus: berada pada level 3
Direktorat Jenderal (Established Process)
Sumber Daya Air dan kondisi yang
Kementerian Pekerjaan diharapkan berada pada
3. (Siregar, 2020) Umum dan Perumahan level 5 (Optimising
Rakyat RI) Process)
Applied Information
Systems and Management
(AISM)
Volume 3, (2) 2020, hal
113-118
Evaluasi Penerapan Sim- Level yang dicapai
Rs menggunakan cobit 5 domain APO 07 berada
Pada RSUD Lawang pada level 1. Hal ini
disebabkan penerapan
(Krisnawati et ANTIVIRUS: Jurnal SIM-RS pada RSUD
al., 2019)
4. Ilmiah Teknik Informatika Lawang telah memiliki
Vol. 13 No. 2, November base practice namun
2019, pp. 80 – 89 dalam perancangan
aktivitas belum
dimonitor dan dievaluasi
dengan baik serta work
77
product yang dimiliki
belum diterapkan,
dikontrol dan
dipertahankan
sebagimana mestinya
Evaluasi Tata Kelola Hasil penelitian
Sistem Informasi menunjukkan tingkat
Akademik Di Politeknik kematangan tata kelola
Jambi Menggunakan Cobit teknologi informasi pada
5 layanan SIAKAD
POLITEKNIK saat ini
berada pada tingkat tiga
(established). Hasil ini
5. (Rizcha et al., dibandingkan dengan
2019) tingkat kematangan
yang diharapkan yaitu
tingkat lima (optimizing)
, dari hasil perbandingan
tersebut diperoleh nilai
kesenjangan. Nilai
kesenjangan digunakan
untuk merumuskan
rekomendasi perbaikan
Analisis Tata Kelola Penelitian berfokus
Teknologi Informasi pada domain MEA02
Dengan Menggunakan dengan perolehan hasil
Framework COBIT 5 75%, APO07 dengan
(Studi Kasus: Kantor perolehan hasil 60% dan
Dinas Energi Dan Sumber dengan perolehan hasil
Daya Mineral Provinsi 50% dan BAI04 dengan
6. (Resti et al., Jawa Timur) perolehan hasil 50%.
2020) Kemudian dari hasil
Jurnal Informatika dan tersebut bisa diberikan
Sistem Informasi (JIFoSI) rekomendasi level 3
Vol. 1, No. 3 yaitu Process
November 2020 Established dan Process
Deployment kemudian
dari hasil kematangan
teknologi Informasi di
78
berikan pekomendasi
perbaikan pada instansi.
Evaluasi SDM Sistem Hasil penelitian
Informasi Akademik diketahui bahwa tingkat
Poltekkes Kemenkes kapabilitas untuk sistem
Padang Menggunakan informasi akademik
Framework COBIT 5 Politeknik Kesehatan
Kemenkes Padang untuk
Jurnal RESTI (Rekayasa domain APO pada
Sistem Dan Teknologi proses APO07 gagal
Informasi), 1(2), 146 - 152. mencapai level 1 dengan
7. (Doni, 2017) kategori Partially
Achieved (49,67%).
Hasil pengolahan data
ini menjadi dasar
rekomendasi untuk
perbaikan pengelolaan
sistem informasi
akademik Poltkekkes
Kemenkes Padang untuk
mencapai target level 3.
COBIT 5 Untuk Proses penelitian
Manajemen Teknologi dilakukan dengan
Informasi & Proses Bisnis mengukur maturity level
Perusahaan pada proses teknologi
informasi yang berjalan
Jurnal Informasi Volume pada perusahaan dengan
IX No.1 / Februari / 2017 domain APO, DSS dan
8. (Helmiawan, MEA COBIT 5, dengan
2017) pengelolaan teknologi
informasi dengan dasar
COBIT 5 diharapkan
akan menghasilkan
suatu pengelolaan yang
efisien dan efektif dan
menunjang tercapainya
visi, misi dan tujuan
Perusahaan.
9. (Agus & Audit Tingkat Hasil dari penelitian ini
Verawati, 2019) Kematangan
Sistem didapatkan bahwa
79
Informasi Uji Kompetensi pengukuran tingkat
Menggunakan COBIT 5
(Studi Kasus Amik DCC) kematangan pada sistem
Teknika 13 (2): 103 – 111 informasi uji kompetensi
JURNAL TEKNIKA
AMIK Dian Cipta
Cendikia pada kondisi
saat ini (as-is) berada
pada level 2 (managed
process) sedangkan level
pada kondisi yang
diharapkan (to-be)
berada pada level 5
Optimising Process.
AMIK Dian Cipta
mendapatkan ukuran
kematangan teknologi
informasi berdasarkan
COBIT 5 serta
rekomendasi yang dapat
ditindak lanjuti dalam
organisasi untuk
melakukan perbaikan
kedepannya.
Analisis Tata Kelola Untuk proses
Teknologi Informasi pengoptimalan
Menggunakan Framework pelayanan manajerial
COBIT 5 Domain EDM (EDM02) saat ini berada
pada level 4 (Predictable
Jurnal Sistem Informasi process) dengan status
Vol. 7 No.1 Maret 2020
pencapaian largely
achieved sebesar 65%.
10. (Wicaksono et Proses pengelolaan
al., 2020)
resiko (EDM03) saat ini
berada di level 3
(established process)
dengan ststus
pencapaian largely
achieved sebesar 65%
Proses optimalisasi
sumber daya (EDM04)
saat ini berada pada level
80
3 (established process)
dengan pencapaian
partially achieved
sebesar 45%. Untuk
Proses optimalisasi.
(Camila et al., Evaluasi Proses Optimasi Penilaian dilakukan
beberapa
2018) Sumber Daya, Pengelolaan melalui
Sumber Daya Manusia, metode yaitu
dan Pengelolaan wawancara, observasi
Operasional pada Dinas dan lembar penilaian.
Penanaman Modal dan Capability level pada
Pelayanan Terpadu Satu proses EDM04, APO07
Pintu DKI Jakarta dan DSS01 masing-
Menggunakan Kerangka masing berada di level 3
Kerja COBIT 5 dengan targeted level
11. yang juga sama yaitu
Jurnal Pengembangan pada level 5 didapatkan
Teknologi Informasi dan kesenjangan sebanyak 2
Ilmu Komputer Vol. 2, No. dan menghasilkan
11, November 2018 beberapa rekomendasi
yang merujuk pada
melakukan analisis,
melakukan kegiatan dan
membuat dokumen yang
berhubungan dengan
masing-masing proses
Berdasarkan studi literatur di atas maka dapat peneliti simpulkan bahwa,
framework COBIT 5 memiliki 37 proses dengan cangkupan domain yang luas
untuk tata kelola teknologi informasi, terbukti dapat digunakan pada perusahaan
maupun lembaga pemerintahan untuk menganalisis dan menilai untuk dapat
mengetahui kebutuhan yang akan mendatang. Dari penelitian diatas COBIT 5
membuktikan bahwa tahapan-tahapan pada COBIT mampu melakukan proses
penilaian Capability Level sehingga dapat mengetahui kondisi saat ini dan kondisi
yang diharapkan. Penelitian diatas berfokus pada proses domain yang digunakan
dan hasil Capability Level pada penelitian.
81
Maka dari itu, pada penelitian kali ini akan menggunakan framework
COBIT 5 yang memiliki 37 proses. Selain itu, dengan COBIT 5 lembaga dapat
mengetahui tingkat kapabilitas saat ini dan yang diharapkan untuk masa depan.
Dengan COBIT 5 juga diberikan usulan rekomendasi dengan harapan dapat
dikelola dan membantu tujuan lembaga itu sendiri.
3.3 Metode Analisis Data
Pada penelitian ini, Metode analisis data sesuai dengan Assessment Process
Activities yang ada pada COBIT 5, yaitu:
3.3.1 Initiation
Tahap Initiation merupakan tahapan pertama. Tahap ini dilakukan
identifikasi dan pengumpulan data serta data pendukung yang dapat membantu
proses penetapan domain pada COBIT 5. Keseluruhan data yang sudah diambil
akan diperlukan untuk dilakukan evaluasi tata kelola teknologi informasi di
penelitian ini.
3.3.2 Planning the Assesment
Tahap Planning the Assesment dilakukan pemetaan peran-peran yang akan
terlibat dalam pengukuran level kapabilitas sesuai diagram RACI yang ada pada
COBIT 5. Fungsi dan jabatan di PPPPTK Penjas dan BK, Kemendikbud Ristek
dibentuk sesuai dengan diagram RACI.
3.3.3 Briefing
Tahap Briefing ditujukan untuk peneliti memberikan penjelasan tentang
penelitian yang akan dilakukan kepada responden di PPPPTK Penjas dan BK,
Kemendikbud Ristek sehingga dapat memahami proses dan hasil dari evaluasi tata
kelola teknologi informasi.
3.3.4 Data Collection
Tahap Data Collection dilakukan peneliti untuk melakukan identifikasi
terhadap kebutuhan sesuai dengan proses COBIT 5 yang akan dilakukan di
PPPPTK Penjas dan BK, Kemendikbud Ristek untuk melihat pencapaian capability
level pada proses domain yang telah ditentukan sehingga lingkup proses yang
dinilai berdasarkan bukti yang objektif.
82
3.3.5 Data Validation
Tahap Data Validation merupakan validasi peneliti terhadap hasil temuan
dokumen yang ditunjukkan pada responden sesuai dengan RACI Chart proses
domain yang telah ditetapkan dengan memastikan bahwa dokumentasi yang
disampaikan oleh responden merupakan data yang akurat dan cukup meliputi
lingkup penilaian.
3.3.6 Process Attribute Level
Tahap Process Attribute Level peneliti melakukan rekapitulasi terhadap
seluruh proses yang ada pada proses domain yang telah ditetapkan dan melakukan
pengecekan Generic Work Product (GWP) secara bertahap pada proses domain
yang telah ditetapkan apakah proses tersebut telah memenuhi persyaratan atas
dokumentasi yang harus dipenuhi pada masing-masing level, penilaian dilakukan
berdasarkan data yang telah divalidasi pada tahap sebelumnya.
3.3.7 Reporting the Result
Tahap Reporting the Result peneliti melakukan laporan hasil evaluasi tata
kelola teknologi informasi yang meli[puti hasil penelitian, aktivitas dari seluruh
proses, dan gap bertujuan dapat memberikan rekomendasi yang direkomendasi oleh
peneliti untuk memperbaiki kekurangan yang ada berdasarkan hasil penelitian
sesuai dengan framework COBIT 5.
83
3.4 Kerangka Penelitian
Mulai
Identifikasi Masalah
Perumusan Masalah Metode Initiati Identifikas Study Membaca buku
Batasan Masalah Analisis Data on i informasi Literatur dan jurnal
Tujuan Penelitian Observasi
Metode Penelitian dan untuk referensi
lingkup Wawancara penelitian
Pengamatan secara
langsung di
PPPPTK Penjas dan
BK
Wawancara terkait
gambaran kelola
di PPPPTK Penjas
dan BK
Planning the Menentukan responden
Assessment sesuai RACI
Breafing Memberikan Informasi mengenai
jadwal kepada responden
Data Mengumpulkan data kuisioner
Collection untuk penelitian
Kesimpulan dan Saran Data Memvalidasi data kuisioner yang
Selesai Validation telah diisi responden
Process Attribute Level Penentuan Capabillity level
Reporting the Result
Melaporkan hasil penelitian dan
Gambar 3.1. Kerangka Penelitian memberikan rekomendasi
84
85