The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PPPPTK Penjas dan BK merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, dibawah naungan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan. Dalam melaksanakan kegiatan operasional internalnya, pengelolaan teknologi informasi menjadi tanggung jawab satuan kerja Bidang Program dan Informasi. Dengan kendala yang ditemukan terkait sumber daya teknologi informasi yang ada membutuhkan proses penanganan yang cukup lama terhadap permasalahan pada sistem, terdapat beban kerja pegawai tidak sesuai dengan job desk, serta kurangnya pembinaan pegawai terhadap teknologi informasi, maka diperlukan evaluasi yang difokuskan pada kendala yang terjadi untuk membantu memberikan rekomendasi berupa perbaikan dan peningkatan terhadap kendala tersebut. COBIT 5 tepat untuk melakukan evaluasi sumber daya teknologi informasi dengan sub domain EDM04 (Ensure Resource Optmisation) dan APO07 (Manage Human Resource) bertujuan untuk mengetahui capability level dan GAP analysis. Hasil evaluasi capability level EDM04 dan APO07 berada pada level 2, dan setiap sub domain memiliki nilai GAP yaitu 1. Agar organisasi mencapai level target yang diharapkan, maka diberikan rekomendasi terkait pengendalian setiap prosedur, mendefinisikan struktur organisasi, serta pembuatan dokumen sistematik. Simpulan dari penelitian ini bahwa PPPPTK Penjas dan BK sudah memiliki capability level yang belum cukup baik yaitu level 1. Organisasi sudah mengetahui tentang aktivitas teknologi informasi yang ada, namun belum disediakan lingkungan yang stabil untuk melakukan aktivitas operasional teknologi informasi dan dalam pengembangan teknologi informasi mengingat klien guru dari PPPPTK Penjas dan BK berjumlah lebih dari 200.000 guru.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rifkakhansa111, 2022-09-18 19:36:27

flipbook skripsi_Rifka Khansa Tavia_11150930000017

PPPPTK Penjas dan BK merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, dibawah naungan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan. Dalam melaksanakan kegiatan operasional internalnya, pengelolaan teknologi informasi menjadi tanggung jawab satuan kerja Bidang Program dan Informasi. Dengan kendala yang ditemukan terkait sumber daya teknologi informasi yang ada membutuhkan proses penanganan yang cukup lama terhadap permasalahan pada sistem, terdapat beban kerja pegawai tidak sesuai dengan job desk, serta kurangnya pembinaan pegawai terhadap teknologi informasi, maka diperlukan evaluasi yang difokuskan pada kendala yang terjadi untuk membantu memberikan rekomendasi berupa perbaikan dan peningkatan terhadap kendala tersebut. COBIT 5 tepat untuk melakukan evaluasi sumber daya teknologi informasi dengan sub domain EDM04 (Ensure Resource Optmisation) dan APO07 (Manage Human Resource) bertujuan untuk mengetahui capability level dan GAP analysis. Hasil evaluasi capability level EDM04 dan APO07 berada pada level 2, dan setiap sub domain memiliki nilai GAP yaitu 1. Agar organisasi mencapai level target yang diharapkan, maka diberikan rekomendasi terkait pengendalian setiap prosedur, mendefinisikan struktur organisasi, serta pembuatan dokumen sistematik. Simpulan dari penelitian ini bahwa PPPPTK Penjas dan BK sudah memiliki capability level yang belum cukup baik yaitu level 1. Organisasi sudah mengetahui tentang aktivitas teknologi informasi yang ada, namun belum disediakan lingkungan yang stabil untuk melakukan aktivitas operasional teknologi informasi dan dalam pengembangan teknologi informasi mengingat klien guru dari PPPPTK Penjas dan BK berjumlah lebih dari 200.000 guru.

Keywords: Evaluasi, Tata Kelola, Sumber Daya Teknologi Informasi, COBIT 5, Capability Level, EDM04, APO07.

dipilih dalam penelitian ini adalah nomor (16) Skilled and motivated people.
Enterprise goals nomor enam belas ini selaras dengan visi dari PPPPTK.
Tahapan selanjutnya adalah melakukan pemetaan terhadap IT-related goals,
sebagai berikut:

37

Berikut pemetaan COBIT 5 IT related Goals :

Gambar 2.9 Mapping COBIT 5 IT related Goals to Processes (ISACA, 2012)

38

Gambar 2.10 Mapping COBIT 5 IT related Goals to Processes (ISACA, 2012)

39

Berdasarkan hasil pemetaan diatas, sesuai dengan diskusi dan fokus
penilaian yang akan dilakukan pada PPPPTK Penjas dan BK, didapatkan IT
Related goals yang selaras dan dipilih dalam penelitian yaitu nomor satu (16)
Competent and motivated business and IT Personnel. Alasan dari dipilihnya IT
Related goals ini adalah berdasarkan wawancara dan observasi dengan
narasumber yang ada di PPPPTK Penjas dan BK, yaitu PPPPTK ingin
memastikan bahwa tujuan penggunaan TI selaras dengan salah satu tujuan
bisnis PPPPTK yaitu meningkatkan mutu pengelolaan data dan informasi
kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan konseling.
Keterangan:
P = Primary
S = Secondary

Terdapat 37 proses COBIT serta hubungan primary maupun secondary
antara proses-proses COBIT yang ada dengan panduan IT goals secara umum.
Untuk penjelasan mengenai primary dan secondary sebagai berikut:
a. Primary: memiliki hubungan penting dan merupakan dukungan utama

untuk pencapaian tujuan yang berhubungan dengan TI.
b. Secondary: masih memiliki hubungan yang kuat, namun kurang penting

dan merupakan dukungan sekunder untuk pencapaian tujuan yang
berhubungan dengan TI
2.4.5 COBIT Process Assessment Model (PAM)
Menurut ISACA, Process Assessment Model (PAM) merupakan sebuah
model yang compatible untuk tujuan penilaian kemampuan proses, berdasarkan
satu atau lebih dari model referensi (ISACA, 2012).

40

Gambar 2.11 Process Assessment Model (PAM) (ISACA, 2012)

Model ini merupakan dasar untuk penilaian kemampuan proses TI suatu
organisasi atau perusahaan pada COBIT 5 dan program pelatihan dan sertifikasi
bagi para penilai. Proses penilaian ini dibuktikan dengan mengaktifkan proses
penilaian yang dapat diandalkan, konsisten dan berulang di bidang tata kelola dan
manajemen TI. Model penilaian memungkinkan penilaian oleh perusahaan untuk
mendukung perbaikan proses. Penilai dapat memisahkan bagian-bagian untuk
memilih proses yang hendak dinilai. Pemetaan ini meliputi:
1. Menghubungkan tujuan perusahaan dengan tujuan TI perusahaan
2. Menghubungkan tujuan TI perusahaan dengan tujuan proses TI
3. Sebuah framework untuk memilih bidang area

COBIT 5 PAM yang mendukung kinerja penilaian dengan memberikan
indikator untuk bimbingan pada interpretasi dari tujuan proses perusahaan. COBIT
5 PAM terdiri dari satu set indikator kinerja proses dan kemampuan proses.
Indikator-indikator yang digunakan sebagai dasar untuk mengumpulkan bukti
objektif yang memungkinkan penilai untuk menetapkan peringkat (ISACA, 2012).

41

1. Assessment Process Activities
Assessment Process Activities merupakan tahapan-tahapan aktifitas

dalam melakukan proses penilaian Capability Level untuk perusahaan
(ISACA, 2012):
a. Initiation

Merupakan tahapan pertama dalam Assessment Process Activities yang
ada pada Process Assessment Model COBIT 5. Bertujuan untuk
menjelaskan hasil identifikasi dari beberapa informasi yang dapat
dikumpulkan.
b. Planning the Assessment
Tahap kedua adalah dilakukan rencana penilaian yang bertujuan untuk
mendapatkan hasil evaluasi penilaian Capability Level. Dengan
memetakan RACI chart yang ada di COBIT dengan beberapa staff di
PPPPTK Penjas dan BK agar selaras dengan kebutuhan aktifitas penelitian
yang akan dinilai.
c. Briefing
Tahap ketiga yang merupakan melakukan pengarahan kepada tim penilai
sehingga memahai masukan, proses dan keluaran dalam unit organisasi
yang akan dinilai yaitu PPPPTK Penjas dan BK dengan cara menentukan
jadwal, kendala yang dihadapi dalam melakukan penilaian, peran dan
tanggung jawab, kebutuhan sumber daya, dan lain-lain.
d. Data Collection
Tahap keempat adalah dilakukan pengumpulan data dari hasil temuan
yang terdapat pada PPPPTK Penjas dan BK yang bertujuan untuk
mendapatkan bukti-bukti penilaian evaluasi pada aktifitas proses yang
telah dilakukan.
e. Data Validation
Tahap kelima adalah dilakukan validasi data yang bertujuan untuk
mengetahui hasil perhitungan kuesioner agar mendapatkan evaluasi
penilaian Capability Level.
f. Process Attribute Level

42

Tahap keenam adalah dilakukan proses memberi level pada atribut yang
ada disetiap indikator, yang bertujuann untuk menunjukkan hasil
capability level dari hasil perhitungan kuesioner pada tahap-tahap
sebelumnya dan melakukan analisis gap pada tahapan berikutnya.
g. Reporting the Result
Tahap ketujuh adalah dilakukan melaporkan hasil evaluasi yang bertujuan
untuk memberikan rekomendasi untuk PPPPTK Penjas dan BK dengan
COBIT 5. Dalam praktik tata kelola teknologi informasi pada COBIT 5
memiliki beberapa ketentuan yang harus dipenuhi.
2. Capability Dimension

Dimensi kapabilitas memberikan ukuran kapabilitas proses untuk
memenuhi bisnis perusahaan saat ini atau yang diproyeksikan yang ditentukan
oleh atribut proses.

Gambar 2.12 Capability Levels and Process Attributes (ISACA, 2012)

Dimensi kapabilitas dalam model penilaian proses mencakup enam
tingkat kapabilitas dan sembilan atribut proses berdasarkan pencapaian proses
atribut. Level 0 tidak memiliki indikator apapun, karena tingkat 0 menyatakan

43

proses yang belum diimplementasikan atau proses yang gagal, meskipun
sebagian, untuk mencapai hasil akhirnya. Kegiatan penilaian membedakan
antara penilaian untuk level 1 dengan level yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan
karena level 1 menentukan apakah suatu proses mencapai tujuannya, dan oleh
karena itu sangat penting untuk dicapai dan juga menjadi pondasi dalam meraih
level yang lebih tinggi (ISACA, 2012).
a. Level 0 – Incomplete Process (Proses Tidak Lengkap)

Pada level ini proses tidak dilaksanakan atau gagal untuk mencapai tujuan
prosesnya. Pada tingkat ini, ada sedikit atau tidak ada bukti dari setiap
pencapaian yang sistematis dari tujuan proses.
b. Level 1 – Performanced Process (Proses Dilakukan)
Pada level ini menentukan apakah suatu proses sudah diterapkan dan
mencapai tujuannya.
c. Level 2 – Manage Process (Proses Dikelola)
Pada level ini proses sudah diterapkan dan dikelola yang mencakup
perencanaan, monitor, dan penyesuaian. Work products dijalankan,
dikontrol, dan dikelola dengan tepat.
d. Level 3 – Established Process (Proses Ditetapkan)
Pada level ini proses yang telah dibangun diimplementasikan
menggunakan proses yang telah didefinisikan yang mampu mencapai hasil
dari proses.
e. Level 4 – Predictable Process (Proses Dapat Diprediksi)
Pada level ini proses yang telah dibangun selanjutnya dioperasikan dengan
batasan-batasan agar dapat meraih harapan dari proses tersebut.
f. Level 5 – Optimising Process (Proses Dioptimalkan)
Pada level ini proses yang dapat diprediksi secara terus menerus
ditingkatkan untuk memenuhi tujuan bisnis saat ini dan tujuan proyek.
3. Indikator Kapabilitas COBIT 5

Indikator kapabilitas proses adalah kemampuan proses dalam meraih
tingkat kapabilitas yang ditentukan oleh atribut proses. Bukti atas indikator
kapabilitas proses akan mendukung penilaian atas pencapaian atribut proses,

44

Indikator kapabilitas proses berhubungan dengan atribut proses yang terkait

dengan tingkat kapabilitas 1 sampai 5 didefinisikan dalam dimensi Process

Assessment Model (PAM) (ISACA, 2012).
a. Level 0 – Incomplete Process (Proses Tidak Lengkap)

Pada level ini proses tidak dilaksanakan atau gagal untuk mencapai tujuan

prosesnya. Pada tingkat ini, ada sedikit atau tidak ada bukti dari setiap

pencapaian yang sistematis dari tujuan proses.
b. Level 1 – Performed Process (Proses Dilakukan)

Pada level ini menentukan apakah suatu proses sudah diterapkan dan

mencapai tujuannya. Ketentuan atribut proses pada level 1 adalah sebagai

berikut:

1) Process Attribute (PA) 1.1 Process Performance (Proses Kinerja)

Pengukuran mengenai seberapa jauh tujuan dari suatu proses berhasil

dicapai. Pencapaian penuh atas atribut ini mengakibatkan proses

tersebut meraih tujuan yang sudah ditentukan, seperti dalam tabel

berikut:

Tabel 2.2 Process Performance

PA 1.1 Process Performance

Hasil Pencapaian Atribut Base Practice Work Products

Penuh (BPs) - Praktik dasar (WPs) - Hasil Kerja

Proses meraih tujuan BP 1.1.1 Meraih Hasil kerja telah
yang sudah
ditentukan Hasil Proses. Ada dibuat sehingga

bukti bahwa praktik- menyediakan bukti

praktik dasar atau hasil proses

dilakukan

c. Level 2 – Manage Process (Proses Dikelola)
Pada level ini proses sudah diterapkan dan dikelola yang mencakup
perencanaan, monitor dan penyesuaian. Work products-nya dijalankan,
dikontrol dan dikelola dengan tepat. Adapun ketentuan atribut proses pada
level 2 adalah sebagai berikut:
1) Porcess Attribute (PA) 2.1 Performance Management (Manajemen
Kinerja)

45

Pengukuran mengenai sejumlah mana kinerja dari proses di

kelola. Adapun indikator dari manajemen kinerja, yaitu:

a) Tujuan dari kinerja proses telah diidentifikasi.

b) Kinerja dari proses direncanakan, dimonitor, dan disesuaikan

untuk memenuhi permintaan atau rencana sebelumnya.

c) Tanggung jawab terhadap proses diidentifikasikan, ditugaskan

dan dikomunikasikan.

d) Sumber daya dan informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan

suatu proses diidentifikasi, disediakan, dialokasikan dan

digunakan dengan benar.

Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam

tabel dibawah ini :

Tabel 2.3 Performance Management

PA 2.1 Performance Management

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work

Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)

GP 2.1.1 GWP 1.0

Identifikasikan Dokumentasi proses

objektif performa dari harus menguraikan

a. Objektif proses. Objektif lingkup proses.

performa dari performa, digabungkan GWP 2.0 Rencana

proses dengan asumsi dan proses harus

teridentifikasi batasan, didefinisikan menyediakan detil-

dan dikomunikasikan. detil dari objektif

performa proses.

GP 2.1.2 GWP 2.0 Rencana

b. Performa dari Merencanakan dan proses harus

proses memonitor performa menggambarkan

direncanakan dari proses untuk secara detil objektif

dan dimonitor memenuhi objektif performa proses.

yang telah ditentukan. GWP 9.0 Performa

Dasar mengukur proses catatannya

performa proses yang harus

berhubungan dengan menggambarkan

objektif bisnis hasil yang detil.

ditetapkan dan Catatan: Pada level

dimonitor, termasuk ini, setiap catatan

46

didalam dasar tersebut performa proses
adalah key milestones,
aktivitas-aktivitas yang dapat berbentuk
diperlukan, estimasi
dan jadwal. laporan, daftar

masalah dan catatan

informal.

GP 2.1.3 GWP 4.0 Catatan

c. Performa dari Menyesuaikan kualitas harus

proses performa dari proses. menyediakan detil

disesuaikan Mengambil tindakan dari tindakan yang

untuk memenuhi ketika performa yang dilakukan ketika

perencanaan direncanakan tidak performa tidak

tercapai. Tindakan mencapai target.

meliputi identifikasi

dari masalah performa

dan penyesuaian

rencana dan jadwal

menjadi lebih sesuai.

d. Tanggung jawab GP 2.1.4 GWP 1.0

dan otoritas dari Mendefinisikan Dokumentasi proses

melakukan tanggung jawab dan harus menyediakan

proses otoritas dalam detil dari pemilik

didefinisikan, melakukan proses. proses dan siapa saja

ditugaskan dan Tanggung jawab kunci yang terlibat,

dikomunikasikan dan otoritas dalam bertanggung jawab,

menjalankan aktivitas dikonsultasikan

kunci dari poses dan/atau

didefinisikan, diinformasikan

ditugaskan dan (RACI)

dikomunikasikan. GWP 2.0 Rencana

Pengalaman yang proses harus meliputi

dibutuhkan, detil dari process

pengetahuan dan communication plan

keahlian ditetapkan. demikian juga

pengalaman dan

keahlian dari

menjalankan proses.

e. Sumber daya dan GP 2.1.5 Identifikasi GWP 2.0 Rencana

informasi yang dan sediakan sumber proses harus

dibutuhkan daya untuk melakukan menyediakan detil

untuk proses sesuai dengan dari proses

menjalankan rencana. Sumber daya perencanaan

proses dan informasi pelatihan dan proses

diidentifikasi, dibutuhkan untuk

47

disediakan, menjalankan aktivitas perencanaan sumber

dialokasikan dan kunci dari proses daya.

digunakan. diidentifikasi,

disediakan,

dialokasikan dan

digunakan.

f. Antarmuka GP 2.1.6 Mengelola GWP 1.0

antara pihak antarmuka antara Dokumentasi proses

yang terlibat pihak yang terlibat. harus menyediakan

dikelola untuk Individu dan grup yang detil dari individu

memastikan terlibat dengan proses dan grup yang terlibat

komunikasi diidentifikasi, (supplier, customer

efektif dan tugas tanggung jawab dan RACI).

yang jelas antar didefinisikan dan GWP 2.0 Rencana

pihak yang mekanisme proses harus

terlibat. komunikasi yang menyediakan detil

efektif diterapkan. dari proses

communication plan

2) Process Attribute (PA) 2.2 Work Product Management (Manajemen
Hasil Kerja)
Pengukuran terkait hasil kerja yang dihasilkan dari proses
yang dikelola. Dalam hal ini hasil kerja merupakan hasil dari proses.
Adapun indikator dari manajemen hasil kerja yaitu:
a) Persyaratan dari proses digunakan untuk menghasilkan produk
yang telah didefinisikan.
b) Persyaratan untuk dokumentasi dan kontrol dari hasil kerja telah
didefinisikan.
c) Hasil kerja diidentifikasi, didokumentasikan dan dikontrol secara
tepat.
d) Hasil kerja diulas sesuai dengan perencanaan untuk dapat
memenuhi kebutuhan yang diinginkan.

48

Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam

tabel dibawah ini:

Tabel 2.4 Work Product Management

PA 2.2 Work Product Management

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work

Penuh Atribut (GPs) Products

(GWPs)

a. Kebutuhan akan GP 2.2.1 GWP 3.0 Rencana

hasil kerja proses Menetapkan kualitas harus

ditetapkan kebutuhan untuk menyediakan detil

kerja, meliputi dari kriteria kualitas

struktur isi dan dan isi dari hasil

kriteria kualitas. kerja.

GP 2.2.2 GWP 1.0

b. Kebutuhan untuk Menetapkan Dokumentasi
dokumentasi dan
kontrol dari hasil kebutuhan dari proses harus
kerja ditetapkan.
dokumentasi dan menyediakan detil

kontrol dari hasil dan kontrol

kerja. Ini harus (matriks kontrol)

meliputi identifikasi GWP 3.0 Rencana

dari ketergantungan, kualitas harus

persetujuan dan menyediakan detil

kemudahan dalam dari hasil kerja,

melacak kebutuhan. kriteria kualitas,

dokumentasi yang

dibutuhkan dan

kontrol perubahan

c. Hasil kerja GP 2.2.3 Identifikasi GWP 3.0 Rencana

diidentifikasi dan kontrol hasil kualitas

dengan baik, kerja. Hasil kerja menyediakan detil

didokumentasikan adalah subjek dari dari hasil kerja,

dan dikontrol. kontrol perubahan, kriteria kualitas,

begitu juga dengan kebutuhan

perubahan versi dan dokumentasi dan

managemen kontrol perubahan.

konfigurasi.

GP 2.2.4 Ulas GWP 4.0 Catatan

d. Hasil kerja di ulas kembali dan kualitas harus
kembali sesuai
dengan rencana menyesuaikan hasil menyediakan jejak
pengaturan dan
kerja untuk audit dari

memenuhi kebutuhan pengulasan kembali

yang telah

49

disesuaikan sesuai didefinisikan. Hasil yang telah
kebutuhan untuk dilakukan.
mencapai kerja adalah subjek
kebutuhan
terdapat pengulasan

kembali terhadap

kebutuhan yang

disesuaikan dengan

pengaturan yang

direncanakan dan isu-

isu lain yang muncul

diselesaikan.

d. Level 3 – Established Process (Proses Ditetapkan)
Level ini merupakan proses yang telah dibangun dan

diimplementasikan menggunakan proses yang telah didefinisikan yang
mampu mencapai hasil dari proses. Adapun ketentuan atribut proses pada
level 3 sebagai berikut:
1) Process Attribute (PA) 3.1 Process Definition (Proses Definisi)

Pengukuran untuk mengetahui sejauh mana proses standar
dikelola untuk mendukung pelaksanaan proses yang telah
didefinisikan. Adapun indikator dari proses definisi yaitu:
a) Standar proses yang terdefinisi dan dilengkapi dengan panduan

untuk modifikasi.
b) Telah menentukan urutan dari interaksi dengan proses lainnya.
c) Kebutuhan akan kompetensi dan aturan untuk melaksanakan

suatu proses telah diidentifikasi.
d) Metode monitoring efektifitas telah didefinisikan.

Tabel 2.5 Process Definiton
PA 3.1 Process Definition

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work

Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)

a. Proses standar, GP 3.1.1 GWP 5.0 Kebijakan
melalui penduan dan standar harus
dasar yang layak, Mendefinisikan menyediakan detil
didefinisikan dari objektif
sehingga standar dari proses organisasi untuk

yang mendukung

pengerjaan dari

50

mendeskripsikan proses yang telah proses, standar

elemen didefinisikan. Sebuah minimum dari

fundamental yang proses standar performa, prosedur

harus ada dalam didefinisikan yang standar dan pelaporan

proses yang mengidentifikasi serta kebutuhan

didefinisi elemen proses monitoring. Bukti

fundamental dan yang diperlukan pada

menyediakan level ini bukan hanya

panduan dan prosedur pada adanya

untuk mendukung kebijakan dan standar

implementasi dan tapi juga dengan

panduan tentang diterapkannya

bagaimana standar kebijakan dan standar

tersebut dapat diubah tersebut.

saat dibutuhkan.

b. Urutan dan GP 3.1.2 GWP 5.0 Kebijakan

interaksi dari Menetapkan urutan dan standar harus

proses standar dan interaksi antar menyediakan proses

dengan proses proses sehingga dapat pemetaan dengan

lainnya bekerja sebagai detil dari proses

diterapkan sistem yang standar dengan

terintegrasi dalam urutan yang

proses. Urutan diharapkan dan

standar proses dan interaksinya. Bukti

interaksi dengan yang diperlukan pada

proses lain ditentukan level ini bukan hanya

dan dikelola ketika pada adanya

sebuah proses kebijakan dan standar

diimplementasikan tapi juga dengan

pada bagian lain diterapkannya

dalam organisasi. kebijakan dan standar

tersebut.

c. Kompetensi yang GP 3.1.3 GWP 5.0 Kebijakan

dibutuhkan dan Mengidentifikasi dan standar harus

peran untuk peran dan menyediakan detil

melakukan kompetensi dari dan kompetensi dari

proses menjalankan proses proses yang

diidentifikasi standar. dilakukan. Bukti

sebagai bagian yang diperlukan pada

dari proses level ini bukan hanya

standar. pada adanya

kebijakan dan standar

51

tapi juga dengan
diterapkannya
kebijakan dan standar
tersebut.

d. Infrastruktur GP 3.1.4 Identifikasi GWP 5.0 Kebijakan

yang diperlukan infrastruktur yang dan standar harus

dan lingkungan dibutuhkan dan menyediakan detil

kerja yang lingkungan kerja dan kompetensi dari

dibutuhkan untuk melakukan proses yang

untuk melakukan proses standar. dilakukan. Bukti

proses Infrastruktur yang diperlukan pada

diidentifikasi (fasilitas, alat, metode level ini bukan hanya

sebagai bagian dll) dan lingkunga pada adanya

dari proses kerja untuk kebijakan dan standar

standar. melakukan proses tapi juga dengan

standar diidentifikasi. diterapkannya

kebijakan dan standar

tersebut.

e. Metode yang GP 3.1.5 GWP 5.0 Kebijakan

sesuai untuk Menetapkan metode dan standar harus

monitoring yang sesuai untuk menyediakan detil

keefektifan dan memonitor dan kompetensi dari

kesesuaian dari keefektifan dan proses yang

proses ditetapkan kesesuaian dengan dilakukan. Bukti

proses standar, yang diperlukan pada

meliputi pemastian level ini bukan hanya

terhadap kriteria yang pada adanya

layak dan data yang kebijakan dan standar

dibutuhkan untuk tapi juga dengan

memonitor diterapkannya

keefektifan dan kebijakan dan standar

kesesuian dari proses tersebut.

didefinisikan, dan GWP 4.0 Catatan
menetapkan Kualitas dan GWP
kebutuhan untuk 9.0 Catatan
melakukan audit performa proses
internal dan ulas harus menyediakan
kembali manajemen. bukti dari ulas

kembali yang telah

dilakukan.

52

2) Process Attribute (PA) 3.2 Process Deployment (Proses Penyebaran)

Pengukuran agar mengetahui sejauh mana proses standar telah

dijalankan secara efektif seperti proses yang telah didefinisikan untuk

mencapai hasil dari proses. Adapun indikator dari proses penyebaran:

a) Proses dikembangkan berdasarkan standar proses yang tepat.

b) Aturan dan tanggung jawab untuk melaksanakan suatu proses

telah dikomunikasikan.

c) Sumber daya manusia yang melaksanakan suatu proses memiliki

kompetensi berdasarkan pendidikan, pengalaman dan pelatihan.

Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam

tabel dibawah ini:

Tabel 2.6 Process Deployment

PA 3.2 Process Deployment

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Products
Penuh Atribut (GPs) (GWPs)

a. Sebuah proses yang GP 3.2.1 GWP 5.0
telah didefinisikan
dijalankan Menjalankan sebuah Kebijakan dan
berdasarkan
standar proses yang proses yang telah standar harus
telah ditentukan.
diidentifikasi yang menyediakan

memuaskan konteks. detil dari objektif

Ketika proses yang organisasi untuk

sama digunakan pada proses, standar

area yang berbeda minimum dari

pada organisasi, performa,

proses tersebut prosedur standar

dilakukan dan pelaporan

berdasarkan proses serta kebutuhan

standar, diatur selayak monitoring. Bukti

mungkin dengan yang diperlukan

konfirmasi pada pada level ini

kebutuhan yang telah bukan hanya pada

didefinisikan pada adanya kebijakan

proses yang telah dan standar tapi

diverifikasi. juga dengan

diterapkannya

kebijakan dan

standar tersebut.

53

b. Peran yang GP 3.2.2 GWP 5.0

dibutuhkan, Menugaskan dan Kebijakan dan

tanggung jawab dan mengkomunikasikan standar harus

otoritas yang peran, tanggung menyediakan

dibutuhkan untuk jawab dan otoritas proses pemetaan

menjalankan proses untuk menjalankan dengan detil dari

yang telah proses yang telah proses standar

didefinisikan didefinisikan. Ketika dengan urutan

ditugaskan dan proses yang sama yang diharapkan

dikomunikasikan. digunakan pada area dan interaksinya.

yang berbeda dalam Bukti yang

organisasi, otoritas diperlukan pada

dan peran untuk level ini bukan

melakukan aktivitas hanya pada

dari proses telah adanya kebijakan

ditugaskan dan dan standar tapi

dikomunikasikan juga dengan

diterapkannya

kebijakan dan

standar tersebut.

c. Personil yang GP 3.2.3 GWP 1.0

melakukan proses Memastikan Dokumentasi

yang didefinisikan kompetensi yang proses harus

kompeten dalam basis dibutuhkan untuk menyediakan detil

edukasi yang sesuai, menjalankan dari kompetensi

pelatihan dan performa dari proses dan pelatihan

pengalaman. didefinisikan. Ketika yang dibutuhkan.

proses yang sama

digunakan dalam area GWP 2.0

yang berbeda pada Rencana proses

organisasi, harus meliputi

kompetensi yang detil dari process

layak untuk personil communication

yang ditugaskan plan, rencana

diidentifikasikan dan pelatihan dan

pelatihan yang sesuai rencana sumber

disediakan untuk daya untuk setiap

menjalankan proses instansi dari

yang disediakan, proses.

dialokasikan dan

digunakan.

54

d. Sumber daya yang GP 3.2.4 GWP 2.0

dibutuhkan dan Menyediakan Rencana proses

informasi yang sumber daya dan harus meliputi

diperlukan untuk informasi untuk detil dari rencana

melakukan proses mendukung sumber daya

yang didefinisikan, performa dari proses untuk setiap

disediakan, yang didefinisikan. instansi dari

dialokasikan dan Ketika proses yang proses.

digunakan. sama digunakan

dalam area yang

berbeda pada

organisasi, kebutuhan

sumber daya manusia

dan informasi untuk

melakukan proses

disediakan,

dialokasikan dan

digunakan.

e. Infrastruktur dan GP 3.2.5 GWP 2.0

lingkungan kerja Menyediakan proses Rencana proses

untuk melakukan infrastruktur yang harus meliputi

proses yang layak untuk detil dari rencana

didefinisikan, mendukung performa sumber daya

dikelola dan dari proses yang untuk setiap

dipelihara. didefinisikan. Ketika instansi dari

proses yang sama proses.

digunakan dalam area

yang berbeda dalam

organisasi, dukungan

organisasi yang

dibutuhkan,

infrastruktur, dan

lingkungan kerja

disediakan,

dialokasikan dan

digunakan.

f. Data yang layak GP 3.2.6 GWP 4.0

dikumpulkan dan Mengumpulkan dan Catatan kualitas

dianalisis sebagai menganalisis data dan GWP 9.0

dasar untuk mengenai performa Catatan

mengerti tingkah dari proses untuk performa proses

55

laku dari proses, mendemonstrasikan harus
menyediakan
untuk kecocokan dan bukti dari alat ulas
kembali yang
mendemonstrasikan keefektifan dan dilakukan untuk
setiap instansi dari
kecocokan dan kesesuaian dari proses proses.

keefektifan, dan diseluruh organisasi

mengevaluasi didefinisikan,

dimana perbaikan dikumpulkan dan

terus-menerus dari dianalisis sebagai

proses dapat dasar dan perbaikan

dilakukan. terus menerus.

e. Level 4 – Predictable Process (Proses Dapat Diprediksi)

Pada level ini proses yang telah dibangun selanjutnya dioperasikan

dengan batasan-batasan agar dapat meraih harapan dari proses tersebut.

Adapun ketentuan atribut proses pada level 4 adalah sebagai berikut:

1) Process Attribute (PA) 4.1 Process Measurement (Proses

Pengukuran)

Pengukuran untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran

digunakan untuk memastikan bahwa performa proses mendukung

pencapaian tujuan proses untuk mendukung tujuan perusahaan.

Pengukuran dapat berupa pengukuran proses atau pengukuran produk

atau juga kedua-duanya. Adapun indikator dari proses pengukuran

yaitu:

a) Informasi yang telah dibutuhkan untuk mendukung tujuan

organisasi telah ditetapkan.

b) Tujuan pengukuran proses diperoleh dari kebutuhan.

c) Sasaran kuantitatif untuk kinerja proses telah ditetapkan.

Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam

tabel dibawah ini:

Tabel 2.7 Process Measurement

PA 4.1 Process Measurement

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work

Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs

a. Informasi yang GP 4.1.1 GWP 7.0 Rencana

dibutuhkan Identifikasikan pengukuran proses

56

proses untuk kebutuhan informasi, harus menyediakan
mendukung detil dari tujuan
tujuan bisnis dalam hubungannya pengukuran yang
telah ditetapkan. disarankan.
dengan tujuan bisnis.

Tujuan bisnis dan

informasi yang

dibutuhkan pemegang

kepentingan telah

ditetapkan sebagai

dasar untuk

menentukan tujuan

pengukuran performa

proses.

b. Tujuan GP 4.1.2 Dapatkan GWP 7.0 Rencana
pengukuran tujuan, pengukuran pengukuran, proses
proses proses dari kebutuhan harus menyediakan
didapatkan dari informasi. detil dari tujuan
kebutuhan pengukuran yang
informasi. disarankan.

c. Tujuan kuantitatif GP 4.1.3 Tetapkan GWP 7.0 Rencana

untuk performa tujuan kuantitatif atas pengukuran proses

proses dalam performa dari proses, harus menyediakan

mendukung berdasarkan detil dari ukuran dan

tujuan perusahaan kesesuaian proses indikator

yang telah dengan tujuan pengukuran.

ditetapkan. perusahaan. Tujuan

pengukuran kuantitatif

telah ditetapkan dan

secara eksplisit

menggambarkan

tujuan perusahaan dan

telah dipastikan

realistis dan berguna

oleh manajemen dan

pelaku proses.

d. Pengukuran dan GP 4.1.4 GWP 7.0 Rencana
frekuensinya telah Identifikasikan pengukuran proses
diidentifikasi dan pengukuran produk harus menyediakan
ditetapkan sejalan dan proses yang detil dari ukuran dan
dengan tujuan mendukung

57

pengukuran pencapaian tujuan indikator
proses dan tujuan pengukuran.
kuantitatif atas kuantitatif atas
performa
prosesnya. performa proses.

Pengukuran mendetil

untuk produk dan

proses telah

diidentifikasi,

sekaligus dengan

frekuensi

pengumpulan data dan

pengukuran, juga

mekanisme verifikasi.

e. Hasil pengukuran GP 4.1.5 GWP 7.0 Rencana

dikumpulkan, Mengumpulkan hasil pengukuran proses

dianalisa dan pengukuran produk harus menyediakan

dilaporkan untuk dan proses dengan detil dari ukuran dan

memantau melakukan proses yang indikator

seberapa jauh telah ditentukan. Hasil pengukuran.

tujuan kuantitatif pengukuran
dikumpulkan, dianalisa GWP 9.0 Catatan
proses tercapai
dan dilaporkan sesuai performa proses

dengan rencana yang harus menyediakan

telah ditetapkan. detil atas pengukuran

yang telah

dikumpulkan dan

dianalisa.

f. Hasil pengukuran GP 4.1.6 GWP 9.0 Catatan

digunakan untuk Menggunakan hasil performa proses

menggambarkan pengukuran untuk harus menyediakan

performa proses. memantau dan detil atas pengukuran

memverifikasi yang telah

pencapaian atas tujuan dikumpulkan dan

performa proses. Hasil dianalisa.

pengukuran dianalisa

untuk memastikan

pencapaian terhadap

tujuan performa

proses. Teknik yang

sesuai digunakan untuk

58

memahami performa
dan kapabilitas proses
dalam batasan yang
sudah ditentukan

2) Process Attribute (PA) 4.2 Process Control (Proses Kontrol)

Pengukuran agar dapat mengetahui sejauh mana suatu proses

yang kuantitatif bisa menghasilkan proses yang stabil, mampu dan

bisa diprediksi dalam batasan yang telah ditentukan. Adapun indikator

dari proses kontrol yaitu:

a) Teknik analisis dan kontrol diterapkan jika memungkinkan.

b) Data pengukuran dianalisa untuk mengetahui penyebab khusus.

c) Tindakan perbaikan diambil untuk memecahkan masalah.

Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan pada

tabel dibawah ini :

Tabel 2.8 Process Control

PA 4.2 Process Control

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work
Penuh Atribut (GPs) Products
(GWPs

a. Teknik analisa dan GP 4.2.1 Tentukan GWP 1.0

kontrol telah teknik analisa dan Dokumentasi

ditentukan dan kontrol yang sesuai proses harus

diaplikasikan. untuk mengontrol menyediakan detil

performa proses. pengontrolan

Metode untuk (matriks kontrol).

mengukur efektivitas GWP 8.0

kontrol telah Rencana

didefinisikan dan pengendalian

divalidasi. proses harus ada

dan menjelaskan

pendekatan

pengukuran untuk

setiap proses.

59

b. Pengontrolan batas GP 4.2.2 Tetapkan GWP 8.0

variasi telah parameter yang cocok Rencana

ditetapkan untuk untuk mengontrol pengendalian

performa proses performa proses. proses harus ada

normal. Definisi standar atas dan menjelaskan

proses dimodifikasi batasan

untuk memasukkan pengontrolan

metode pengendalian untuk performa

proses dan batasan normal.

pengontrolan telah

ditetapkan.

c. Data pengukuran GP 4.2.3 Analisa hasil GWP 9.0

dianalisa untuk pengukuran proses Catatan

mengetahui dan produk untuk performa proses

penyebab khusus mengidentifikasikan harus

atas suatu variasi. variasi dan performa menyediakan detil

proses. Hasil atas pengukuran

pengukuran yang telah

pengontrolan proses dikumpulkan dan

dianalisa untuk dianalisa.

menentukan masalah

yang perlu diperhatikan

dan diteruskan untuk

penanggulangan.

d. Tindakan koreksi GP 4.2.4 Identifikasi GWP 9.0
dan implemetasikan
diambil untuk tindakan koreksi untuk Catatan
mengatasi sumber
memecahkan masalah. Tindakan performa proses
koreksi diambil untuk
penyebab khusus mengatasi masalah harus
pengontrolan proses
variasi. dan hasilnya dipantau menyediakan detil
dan dievaluasi.
atas pengukuran

yang telah

dikumpulkan dan

dianalisa.

e. Batasan kontrol GP 4.2.5 tetapkan GWP 8.0

ditetapkan kembali kembali batasan Rencana

(apabila kontrol setelah pengendalian

dibutuhkan) tindakan koreksi. proses harus ada

sebagai respon Batasan kontrol proses dan menjelaskan

60

terhadap tindakan dimodifikasi sesuai batasan
koreksi. kebutuhan setelah pengontrolan
tindakan koreksi untuk performa
dilakukan. normal.

f. Level 5 – Optimising Process (Proses Diterapkan)

Level ini, proses dapat diprediksi secara terus-menerus

ditingkatkan untuk memenuhi tujuan bisnis saat ini dan tujuan proyek.

Adapun ketentuan atribut proses pada level 5 yaitu sebagai berikut:

1) Process Attribute (PA) 5.1 Process Innovation (Proses Inovasi)

Pengukuran untuk perubahan proses yang telah diidentifikasi

dari analisis penyebab umum dari adanya variasi di dalam performa,

dan dari investigasi pendekatan inovatif untuk mendefinisikan dan

melaksanakan proses. Adapun indikator proses inovasi yaitu:

a) Sasaran peningkatan proses didefinisikan.

b) Data yang sesuai dianalisis untuk mengidentifikasi penyebab

umum terjadinya variasi dalam peningkatan proses.

c) Data yang sesuai dianalisis untuk mengidentifikasi peluang best

practice dan inovasi.

Sebagai hasil pencapaian penuh pada atribut ini, ditunjukkan

pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.9 Process Innovation

PA 5.1 Process Innovation

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work

Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)

a. Tujuan dari GP 5.1.1 GWP 7.0 Rencana
Mendefinisikan tujuan
peningkatan peningkatan proses peningkatan
untuk mendukung tujuan
masing-masing bisnis yang relevan. proses harus
Arahan untuk inovasi
proses proses telah diatur. menyediakan tujuan
Tujuan peningkatan
diidentifikasi proses secara kualitatif peningkatan proses

untuk mendukung dan tindakan yang

tujuan bisnis yang dilakukan untuk

relevan. peningkatan

tersebut.

61

dan kuantitatif
didasarkan pada potensi
inovasi proses seperti
visi dan tujuan yang
telah didefinisikan dan
didokumentasikan.

b. Data yang tepat GP 5.1.2 Analisis GWP 9.0 Catatan
dianalisis agar
dapat pengukuran data performa proses
mengidentifikasi
penyebab umum proses untuk harus menyediakan
dari variasi
performa proses. mengidentifikasi variasi penjelasan

yang nyata dan mengenai

berpotensi di dalam kumpulan dan

performa proses. Data analisa pengukuran.

performa proses

dianalisis untuk

mengidentifikasi variasi

di dalam performa

proses bersama dengan

akar penyebab dari

masalah performa proses

secara umum.

c. Data yang tepat GP 5.1.3 Identifikasi GWP 6.0 Rencana
dianalisis agar
dapat peluang peningkatan peningkatan
mengidentifikasi
peluang untuk proses berdasarkan proses harus
pelaksanaan
praktik terbaik dan inovasi dan praktik menyediakan
inovasi.
terbaik. Peluang penjelasan

peningkatan proses mengenai analisis

diidentifikasi praktik terbaik.

berdasarkan

perbandingan dengan

praktik terbaik industri.

d. Peluang GP 5.1.4 Didasarkan GWP 6.0 Rencana

peningkatan yang pada peluang peningkatan

bermula dari peningkatan dari proses harus

teknologi baru dan teknologi dan konsep menyediakan

konsep proses baru proses baru. Peluang penjelasan

diidentifikasikan. peningkatan proses mengenai analisis

diidentifikasi peningkatan

berdasarkan review dan teknologi.

analisis mengenai

inovasi teknologi dan

62

konsep proses proses,

yang dilanjutkan pada

perubahan lingkungan

bisnis termasuk

munculnya resiko bisnis.

e. Strategi GP 5.1.5 Definisikan GWP 6. 0 Rencana

implementasi strategi implementasi peningkatan

dibuat untuk berdasarkan visi dan proses harus

mencapai tujuan tujuan peningkatan menyediakan

dari peningkatan jangka panjang. Strategi penjelasan

proses. peningkatan proses mengenai strategi

didefinisikan dan implementasi untuk

divalidasi berdasarkan peningkatan proses.

goal dan objektif dari

peningkatan. Komitmen

untuk peningkatan

didemokan oleh

manager dan pemilik

proses.

2) Process Attribute (PA) 5.2 Process Optimisation (Proses Optimisasi)
Proses pengukuran perubahan untuk definisi manajemen dan

performa proses agar memiliki hasil yang berdampak secara efektif
untuk mencapai tujuan dari proses peningkatan. Adapun indikator
proses optimisasi yaitu:
a) Dampak dari semua perubahan yang diajukan dinilai terhadap

sasaran dari proses yang didefinisikan sebelumnya.
b) Dilakukan pengelolaan terhadap penerapan perubahan yang telah

diusulkan.
c) Evaluasi terhadap perubahan proses.

63

Sebagai hasil pencapaian penuh atribut ini, ditunjukkan dalam

tabel dibawah ini:

Tabel 2.10 Process Optimisation

PA 5.2 Process Optimisation

Hasil Pencapaian Generic Practices Generic Work

Penuh Atribut (GPs) Products (GWPs)

a. Dampak perubahan GP 5.2.1 Menilai GWP 6.0 Rencana

yang telah dampak dari masing- peningkatan

dilakukan di nilai masing perubahan proses harus

kesesuainnya yang telah dilakukan menyediakan

dengan tujuan dari apakah telah sesuai rincian mengenai

proses yang telah dengan tujuan dari pendekatan kualitas

didefinisikan dan proses standar dan proyek peningkatan

proses standar. proses yang telah proses.

didefinisikan. Dampak

perubahan yang telah

dilakukan dinilai

kesesuaiannya agar

dapat menentukan

dampak dari kualitas

produk dan performa

proses apakah sesuai

dengan proses lain

yang berhubungan.

b. Implementasi dari GP 5.2.2 Mengelola GWP 6.0 Rencana

perubahan yang implementasi dari peningkatan

telah disetujui perubahan yang telah proses harus

dikelola untuk disetujui untuk menyediakan

memastikan bahwa memilih area dari rincian strategi

perbedaan- proses standar dan implementasi

perbedaan proses yang telah peningkatan proses

performa proses didefinisi sesuai dan perubahan yang

dimengerti dan dengan strategi terdiri dari:

dilakukan implementasi.
setelahnya.
Implementasi - GWP 1.0
Dokumentasi
perubahan yang telah proses

disetujui dikelola

sesuai dengan
manajemen perubahan - GWP 3.0 Rencana
kualitas

64

dan proses pendukung - GWP 5.0
perubahan. Kebijakan dan
standar.

c. Berdasarkan GP 5.2.3 Berdasarkan GWP 6.0 Rencana

performa saat ini, performa saat ini, peningkatan

keefektivitasan evaluasi proses harus

perubahan proses keefektivitasan menyediakan

dievaluasi perubahan proses rincian mengenai

berdasarkan sesuai dengan pendekatan kualitas

persyaratan produk performa proses, proyek peningkatan

dan tujuan proses tujuan kapabilitas dan proses.

untuk menentukan tujuan bisnis.

hasil memiliki Keefektivitasan

penyebab umum perubahan membuat

atau khusus. proses tersebut perlu

diukur, dievaluasi dan

dilaporkan setelah

implementasi.

2.5 Diagram RACI
COBIT menyediakan sebuah RACI Chart yang merupakan sebuah matrik

dari semua aktivitas atau wewenang dalam pengambilan keputusan yang dilakukan
dalam sebuah organisasi terhadap semua orang atau peran untuk setiap proses.
Adapun penjabarannya sebagai berikut (ISACA, 2012):
1. Responsible

Orang yang bertanggung jawab dalam mendapatkan tugas dan melakukan
tugas tersebut dan memastikan aktifitas atau kegiatan operasional berjalan
sukses.
2. Accountable
Orang yang bertanggung jawab atas keberhasilan tugas maupun proses yang
telah dilakukan.
3. Consulted
Orang yang dibutuhkan untuk memberikan feedback, opini atau masukan dan
kontribusi kepada kegiatan.

65

4. Informed
Orang yang berperan sebagai penerima informasi tentang pencapaian atau hasil
tugas.

Gambar 2.13 RACI Chart APO07 (ISACA, 2012)

Gambar 2.14 RACI Chart EDM04 (ISACA, 2012)

Pada tabel RACI diatas menggambarkan aktifitas atau proses yang
dilakukan tiap individu yang terlibat. Key Management Practice (KMP) merupakan
praktik manajemen yang berisi aktivitas-aktivitas pada setiap domain pada COBIT
5. RACI Chart diatas menggambarkan aktivitas yang dilakukan serta individu yang

66

terlibat. Berikut ini penjelasan mengenai struktur organisasi berdasarkan RACI
Chart COBIT 5 (ISACA, 2012):
1. Board merupakan kelompok paling senior dan/atau direktur non-eksekutif dari

organisasi yang bertanggung jawab untuk tata kelola organisasi yang
bertanggung jawab untuk tata kelola organisasi dan memiliki kontrol
keseluruhan sumber daya.
2. Chief Executives Officier (CEO) merupakan orang yang memiliki kedudukan
tinggi yang bertanggung jawab atas seluruh manajemen organisasi.
3. Chief Financial Officier (CFO) merupakan orang yang paling senior dari
perusahaan yang bertanggung jawab terkait semua aspek manajemen
keuangan, termasuk resiko keuangan dan kontrol keuangan.
4. Chief Operating Officer (COO) merupakan orang yang paling senior dari
perusahaan yang bertanggung jawab atas operasi perusahaan.
5. Chief Risk Officier (CRO) merupakan orang paling senior dari perusahaan yang
bertanggung jawab atas semua aspek manajemen resiko di seluruh perusahaan.
6. Chief Information Officer (CIO) merupakan orang yang paling senior dari
perusahaan yang bertanggung jawab untuk menyelaraskan strategi TI dan
bisnis serta bertanggung jawab untuk perencanaan, sumber daya, mengelola
pengiriman layanan serta solusi TI untuk mendukung tujuan perusahaan.
7. Chief Information Security Officer (CISO) merupakan orang yang paling senior
dari perusahaan yang bertanggung jawab untuk keamanan informasi
perusahaan dalam segala bentuknya.
8. Business Executive merupakan seorang manajemen individu senior yang
bertanggung jawab untuk operasi unit bisnis tertentu atau anak perusahaan.
9. Business Process Owner merupakan seorang individu yang bertanggung jawab
atas kinerja sebuah proses dalam mewujudkan tujuan perusahaan,
mengendalikan perbaikan proses dan menyetujui perubahan proses.
10. Strategy (IT Executive) Committee merupakan komite yang bertanggung jawab
untuk mengelola portofolio investasi terkait TI, layanan TI dan aset TI serta
memastikan nilai disampaikan dan resiko dikelola.

67

11. (Project and Programme) Steering Committes merupakan sekelompok
pemangku kepentingan dan ahli yang bertanggung jawab atas pembinaan
program dan proyek, termasuk pengelolaan dan pemantauan rencana, alokasi
sumber daya dan pengelolaan program serta resiko proyek.

12. Architecture Board merupakan sekelompok pemangku kepentingan dan ahli
yang bertanggung jawab terkait keputusan untuk menetapkan kebijakan dan
standar arsitektur.

13. Enterprise Risk Committee merupakan kelompok eksekutif dari organisasi
yang bertanggung jawab untuk kolaborasi tingkat organisasi untuk mendukung
manajemen resiko organisasi.

14. Head of HR merupakan orang paling senior dari perusahaan yang bertanggung
jawab atas perencanaan dan kebijakan yang berkaitan dengan semua sumber
daya manusia pada perusahaan.

15. Compliance merupakan orang yang bertanggung jawab atas panduan
kepatuhan hukum, peraturan dan kontrak.

16. Audit merupakan orang yang bertanggung jawab atas penyediaan audit
internal.

17. Head of Architecture merupakan seorang individu senior yang bertanggung
jawab untuk arsitektur enterprise.

18. Head of Development merupakan seorang individu senior yang bertanggung
jawab terhadap TI terkait solusi proses pembangunan.

19. Head of IT Operations merupakan senior individu yang bertanggung jawab
untuk lingkungan operasional dan infrastruktur TI.

20. Head of IT Administration merupakan individu senior yang bertanggung jawab
terkait catatan TI dan bertanggung jawab untuk mendukung hal administrasi
TI.

21. Programme and Project Management Office (PMO) merupakan fungsi yang
bertanggung jawab untuk mendukung program dan proyek manajer, serta
mengumpulkan, menilai dan melaporkan informasi tentang pelaksanaan
program dan proyek-proyek konsistuen.

68

22. Value Management Office (VMO) merupakan orang yang bertindak sebagai
sekertariat untuk mengelola portofolio investasi dan layanan, termasuk menilai
dan memberi nasihat tentang peluang investasi, manajemen kontrol dan
menciptakan nilai dari investasi dan jasa.

23. Service Manager merupakan seorang individu yang mengelola pengembangan,
implementasi, evaluasi dan manajemen yang sedang berjalan.

24. Information Security Manager merupakan seorang individu yang mengelola,
mengawasi dan menilai keamanan informasi suatu perusahaan.

25. Business Continuity Manager merupakan seorang individu yang mengelola,
mengawasi dan menilai kemampuan kelangsungan bisnis suatu perusahaan.

26. Privacy Officer merupakan orang yang bertanggung jawab untuk memantau
resiko dan dampak bisnis undang-undang privasi dan untuk membimbing dan
mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan dan kegaiatan yang akan
memastikan arahan privasi terpenuhi, disebut juga petugas proteksi data.

2.6 Fokus Area Tata Kelola TI
Studi kasus dalam penelitian ini adalah PPPPTK Penjas dan BK,

Kemendikbud. Penentuan domain diperlukan untuk memberikan gambaran yang
lebih praktis dalam mengetahui aktivitas suatu struktur dan proses apa yang harus
dilakukan agar dapat disesuaikan dengan tujuan organisasi (Mardilla &
Mukhayaroh, 2020). Maka domain proses COBIT 5 yang akan dievaluasi:
2.6.1 APO07 Manage Human Resources

Pengertian dari proses APO07 (Mengelola Sumber Daya Manusia) yaitu
menyediakan pendekatan terstruktur untuk memastikan penataan, penempatan,
keputusan, dan keterampilan sumber daya manusia yang optimal. Hal ini termasuk
mengkomunikasikan peran dan tanggung jawab, rencana pembelajaran dan
pengembangan, dan ekspektasi kinerja yang didukung oleh staf-staf kompeten dan
termotivasi. Tujuan adanya proses untuk mengoptimalkan kemampuan sumber
daya manusia untuk memenuhi tujuan perusahaan (ISACA, 2012).
1. APO07.01 Maintain adequate and appropriate staffing (Mempertahankan

staff yang kompeten dan sesuai), merupakan evaluasi kebutuhan staff secara

69

teratur pada perusahaan dan lingkungan TI untuk memastikan bahwa
perusahaan memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung
tujuan dan sasaran perusahaan.
2. APO07.02 Identify key IT personnel (Mengidentifikasi personil kunci TI),
merupakan identifikasi personil kunci TI dan meminimalkan ketergantungan
pada satu individu dalam melakukan fungsi pekerjaan yang kritis.
3. APO07.03 Maintain the skills and competencies of personnel (Menjaga
keterampilan dan kompetensi personil), merupakan memverifikasi personil
yang memiliki kompetensi untuk memenuhi pekerjaan, melakukan pelatihan
untuk mempertahankan kompetensi dengan menggunakan kualifikasi dan
sertifikasi program yang tepat dan menyediakan karyawan dengan belajar
terus-menerus dan peluang untuk mempertahankan pengetahuan, keterampilan
dan kompetensi untuk mencapai tujuan perusahaan.
4. APO07.04 Valuate employee job performance (Evaluasi kinerja karyawan),
merupakan mengevaluasi kinerja individu terhadap tujuan perusahaan, standar
yang ditetapkan, tanggung jawab pekerjaan dan keterampilan.
5. APO07.05 Plan and track the usage of IT and business human resources
(Rencana dan melacak penggunaan TI dan pengelolaan sumber daya
manusia), merupakan memahami dan melacak permintaan saat ini dan masa
depan untuk bisnis TI dan SDM dengan tanggung jawab untuk perusahaan.
Mengidentifikasi kekurangan dan memberikan masukan ke dalam rencana
sourcing dan proses perekrutan.
6. APO07.06 Manage contract staff (Mengelola kontrak staf), merupakan
memastikan bahwa konsultan dan karyawan kontrak yang mendukung
perusahaan dengan kemampuan TI, mematuhi kebijakan organisasi dan
memenuhi disepakati pada persyaratan kontrak.
2.6.2 EDM04 Ensure Resource Optimisation

Pengertian dari EDM04 yaitu Ensure Resource Optimisation (memastikan
optimisasi sumber daya) memastikan kemampuan teknologi informasi (TI) yang
memadai (karyawan, proses, teknologi) untuk mendukung tujuan perusahaan.

70

Tujuannya adalah memastikan sumber daya yang di butuhkan perusahaan terpenuhi
secara optimal. (ISACA, 2012).
1. EDM04.01 Evaluate resource management (Evaluasi manajemen sumber

daya), merupakan evaluasi untuk memeriksa dan membuat penilaian pada
kebutuhan saat ini dan masa depan untuk sumber daya TI, pemilihan sumber
daya, serta alokasi dan manajemen untuk memenuhi kebutuhan dengan cara
yang optimal.
2. EDM04.02 Direct resource management (Pengelolaan sumber daya
langsung), Memastikan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya
memungkinkan penggunaan optimal dari sumber daya TI sesuai siklus nilai
nya.
3. EDM04.03 Monitor resource management (Memantau pengelolaan sumber
daya), Memantau tujuan utama dan proses pengelolaan sumber daya serta
menemukan penyimpangan atau masalah, sehingga dapat dilacak dan
dilaporkan untuk perbaikan.

2.7 Metode Pengukuran Capability level

2.7.1 Metode Perhitungan

Dalam penelitian ini penulis menggunakan Rating Scale sebagai metode

perhitungan pada instrumen penelitian. Analisis validasi data instrumen validasi

yang dituju untuk ahli media dan materi menggunakan rating scale. Rumus

perhitungan rating scale adalah sebagai berikut:

= ℎ × 100%



Keterangan:

P = angka presentase

Skor ideal = skor tertinggi tiap butir x jumlah responden x jumlah butir

Selanjutnya data hasil perhitungan diterjemahkan menjadi data kualitatif

menggunakan skala interpretasi. Skala tersebut diperoleh dengan membagi skor

kriterium (skor ideal) dengan banyaknya interval jawaban. Hasil penilaian pada

setiap tingkat akan diukur dan diklasifikasikan dalam 4 kategori sebagi berikut:

1. N (Not Achieved)

71

Kategori ini tidak ada atau hanya sedikit bukti atas pencapaian atribut proses
tersebut. Range nilai yang diraih pada kategori ini berkisar 0-15%.
2. P (Partially Achieved)
Kategori ini terdapat beberapa bukti mengenai pendekatan, dan beberapa
pencapaian atribut atas proses tersebut. Range nilai yang diraih pada kategori
ini berkisar 15-50%.
3. L (Largely Achieved)
Kategori ini terdapat bukti atas pendekatan sistematis, dan pencapaian
signifikan atas proses tersebut, meski mungkin masih ada kelemahan yang
tidak signifikan. Range nilai yang diraih pada kategori ini berkisar 50-85%.
4. F (Fully Achieved)
Kategori ini terdapat bukti atas pendekatan sistematis dan lengkap, dan
pencapaian penuh atas atribut proses tersebut. Tidak ada kelemahan terkait
atribut proses tersebut. Range nilai yang diraih pada kategori ini berkisar 85-
100%.

Suatu proses cukup meraih kategori Largely achieved (L) atau Fully
achieved (F) untuk dapat dinyatakan bahwa proses tersebut telah meraih suatu
tingkat kapabilitas tersebut, namun proses tersebut harus meraih kategori Fully
achieved (F) untuk dapat melanjutkan penilaian ketingkat kapabilitas berikutnya,
misalnya bagi suatu proses untuk meraihtingkat kapabilitas 3, maka tingkat 1 dan 2
proses tersebut harus mencapaikategori Fully achieved (F) sementara tingkat
kapabilitas 3 cukup mencapai kategori Lagerly achieved (L) atau Fully achieved
(F)(ISACA, 2012).

72

2.7.2 Menentukan Tingkat Kapabilitas
Capability level untuk setiap proses ditetapkan oleh apakah artibust proses

pada tiap levelmencapai rating largely atau fully dan apakah proses atribut untuk
level yang dilewatinya largely achieved (L) atau fully achieved (F) untuk dapat
dinyatakan bahwa proses tersebut telah meraih suatu capability level tersebut,
namun proses tersebut harus meraih kategori fully achieved (F) untuk dapat
melanjutkan penilaian level 3, maka level 1 dan 2 proses tersebut harus mencapai
kategori fully achieved (F), sementara level kapabilitas 3 cukup mencapai kategori
Largely achieved (L) atau Fully Achieved (F). Berikut di bawah ini gambaran
batasan tiap level dan rating yang harus dicapai (ISACA, 2012).

Gambar 2.15 Determining Capability Level (ISACA, 2012)

73

74

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Pada tahap ini dilakukan pembahasan mengenai objek penelitian yang akan

dilakukan di dalam penelitian secara detail yaitu sebagai berikut:
3.1.1 Objek Penelitian

Pembahasan kali ini membahas tentang lembaga pemerintahan yang
menjadi objek penelitian dalam melakukan penilaian tata kelola teknologi
informasi. Instansi yang akan dinilai tata kelola teknologi informasinya dalam
penelitian ini adalah PPPPTK Penjas dan BK.

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling atau disingkat
PPPPTK Penjas dan BK terbentuk pada tahun 2007 berdasarkan pada
Permendiknas Nomor 08 tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPPPTK.
PPPPTK Penjas dan BK sebelumnya bernama Pusat Pengembangan Penataran
Guru Keguruan (PPPG Keguruan).

PPPPTK Penjas dan BK merupakan salah satu Unit Pelakasana Teknis
(UPT) di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
(Ditjen GTK). Pada saat bernama PPPG Keguruan tugas dan fungsinya adalah
menyelenggarakan penataran guru bimbingan dan penyuluhan, kemudian pada
tahun 1995 diberi kepercayaan untuk melaksanakan pendidikan dan pelahan di
bidang metodologi pembelajaran guru TK dan SD serta pelahan-pelahan lainnya
yang disesuaikan dengan kebutuhan lembaga.

Visi PPPPTK Penjas dan BK adalah “Menjadi Pusat Layanan
Administrasi dan Informasi Kepegawaian Berbasis IT”. Sementara Misi terdiri
dari:
1. Meningkatkan mutu pengelolaan data dan informasi kompetensi Pendidik dan

Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling

74

2. Meningkatkan mutu program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling

3. Meningkatkan mutu pendidikan, pembelajaran dan pelatihan peningkatan
kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan Konseling.

4. Meningkatkan mutu evaluasi peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling.

5. Meningkatkan sistem tata kelola yang handal dalam menjamin
terselenggaranya layanan Prima Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan
Konseling.

3.2 Teknik Pengumpulan Data
3.2.1. Observasi

Observasi ini dilakukan di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan
Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pendidikan Jasmani Dan
Bimbingan Konseling yang beralamat di Jl. Raya Parung No. 420 Lebakwangi,
Pemagarsari, Parung – Bogor, 16330. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan,
dimulai dari tanggal 26 September 2020 sampai 21 Februari 2021. Observasi
dilakukan melalui pengamatan mengenai proses yang berkaitan dengan evaluasi
tata kelola teknologi informasi. PPPPTK Penjas dan BK memiliki 114 Pegawai dan
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya Nomor 41 tahun 2012
PPPPTK bertugas melaksanakan pengembangan pemberdayaan pendidik dan
tenaga kependidikan bidang pendidikan jasmani dan bimbingan konseling.
3.2.2. Wawancara

Wawancara dilakukan oleh perwakilan dari PPPPTK Penjas dan BK. Dalam
melakukan wawancara terpilih narasumber yang sudah paham dengan tata kelola
PPPPTK Penjas dan BK yaitu:
1. Devi Permanasari, S.Psi.

Jabatan : Kepala Bidang Data dan Informasi

75

Perwakilan dari lembaga ditanyakan mengenai domain yang hendak diteliti

lebih lanjut sesuai dengan masalah yang dihadapi lembaga dengan menggunakan

domain EDM04 Ensure Resource Optimisation dan APO07 - Managed Human

Resources.

3.2.3. Studi Literatur

Penelitian dilakukan analisis deskriptif dengan data kuantitatif karena

mengukur suatu tata kelola di dalam lembaga pemerintah. Untuk melakukan

pengumpulan data ini dilakukan studi pustaka yang diambil dari beberapa sumber.

Sumber yang digunakan oleh penulis adalah data-data penelitian sebelumnya

seperti modul yang diterbitkan oleh IT Governance Institute dan ISACA tentang

COBIT 5, serta buku dan jurnal-jurnal terdahulu yang berkaitan denga tata kelola

teknologi informasi. Sehingga data-data tersebut yang menjadi acuan dan panduan

dalam melakukan penilain agar hasil penilaian akurat dan sesuai standar dengan

yang ditetapkan oleh IT Governance Institute.

Tabel 3.1 Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Judul (Jurnal) Hasil
(Tahun)

1. (Krisna et al., Perbaikan Tata Kelola Hasil dari penelitian
2020) Teknologi Informasi pada menggunakan
Lembaga Pemerintah framework COBIT 5,
Daerah X menunjukan tingkat
kapabilitas dari lima
(Jurnal Ilmiah Teknologi proses TI terpilih berada
dan Komputer Vol. 1, No. pada level yang rendah,
2 Desember 2020) yaitu APO07 berada
pada level 2, EDM04,
Evaluasi Manajemen DSS01, BAI01, dan
APO08 berada pada
2. (Putra et al., Sumber Daya Teknologi level 1 sedangkan
2021) harapan kapabilitas dari
Informasi pada Dinas pimpinan organisasi,
yaitu pada level 4.
Kependudukan dan Diketahui capability
level pada proses
EDM04 dan APO07
berada pada level 2 dan

76

Pencatatan Sipil pada proses DSS03

(Dispendukcapil) Kota berada pada level 1.

Batu Menggunakan Sedangkan, targeted

Framework COBIT 5 level yang diharapkan

dengan Fokus Domain dari proses EDM04,

EDM04, APO07 dan APO07, dan DSS03

DSS03 (2021) adalah level 3. Sehingga

diketahui nilai gap pada

(Jurnal Pengembangan proses EDM04 dan

Teknologi Informasi dan APO07 senilai 1 level

Ilmu Komputer e-ISSN: dan nilai gap pada proses

2548-964X Vol. 5, No. 1, DSS03 senilai 2 level.

Januari 2021, hlm. 191-

200)

Evaluasi Tata Kelola Hasil dari penelitian ini

Teknologi Informasi menunjukan kondisi saat

Menggunakan Framework ini proses EDM04

Cobit 5 (Studi Kasus: berada pada level 3

Direktorat Jenderal (Established Process)

Sumber Daya Air dan kondisi yang

Kementerian Pekerjaan diharapkan berada pada
3. (Siregar, 2020) Umum dan Perumahan level 5 (Optimising

Rakyat RI) Process)

Applied Information

Systems and Management

(AISM)

Volume 3, (2) 2020, hal

113-118

Evaluasi Penerapan Sim- Level yang dicapai

Rs menggunakan cobit 5 domain APO 07 berada

Pada RSUD Lawang pada level 1. Hal ini

disebabkan penerapan

(Krisnawati et ANTIVIRUS: Jurnal SIM-RS pada RSUD
al., 2019)
4. Ilmiah Teknik Informatika Lawang telah memiliki

Vol. 13 No. 2, November base practice namun

2019, pp. 80 – 89 dalam perancangan

aktivitas belum

dimonitor dan dievaluasi

dengan baik serta work

77

product yang dimiliki

belum diterapkan,

dikontrol dan

dipertahankan

sebagimana mestinya

Evaluasi Tata Kelola Hasil penelitian

Sistem Informasi menunjukkan tingkat

Akademik Di Politeknik kematangan tata kelola

Jambi Menggunakan Cobit teknologi informasi pada

5 layanan SIAKAD

POLITEKNIK saat ini

berada pada tingkat tiga

(established). Hasil ini

5. (Rizcha et al., dibandingkan dengan
2019) tingkat kematangan

yang diharapkan yaitu

tingkat lima (optimizing)

, dari hasil perbandingan

tersebut diperoleh nilai

kesenjangan. Nilai

kesenjangan digunakan

untuk merumuskan

rekomendasi perbaikan

Analisis Tata Kelola Penelitian berfokus

Teknologi Informasi pada domain MEA02

Dengan Menggunakan dengan perolehan hasil

Framework COBIT 5 75%, APO07 dengan

(Studi Kasus: Kantor perolehan hasil 60% dan

Dinas Energi Dan Sumber dengan perolehan hasil

Daya Mineral Provinsi 50% dan BAI04 dengan

6. (Resti et al., Jawa Timur) perolehan hasil 50%.
2020) Kemudian dari hasil

Jurnal Informatika dan tersebut bisa diberikan

Sistem Informasi (JIFoSI) rekomendasi level 3

Vol. 1, No. 3 yaitu Process

November 2020 Established dan Process

Deployment kemudian

dari hasil kematangan

teknologi Informasi di

78

berikan pekomendasi

perbaikan pada instansi.

Evaluasi SDM Sistem Hasil penelitian

Informasi Akademik diketahui bahwa tingkat

Poltekkes Kemenkes kapabilitas untuk sistem

Padang Menggunakan informasi akademik

Framework COBIT 5 Politeknik Kesehatan

Kemenkes Padang untuk

Jurnal RESTI (Rekayasa domain APO pada

Sistem Dan Teknologi proses APO07 gagal

Informasi), 1(2), 146 - 152. mencapai level 1 dengan

7. (Doni, 2017) kategori Partially

Achieved (49,67%).

Hasil pengolahan data

ini menjadi dasar

rekomendasi untuk

perbaikan pengelolaan

sistem informasi

akademik Poltkekkes

Kemenkes Padang untuk

mencapai target level 3.

COBIT 5 Untuk Proses penelitian

Manajemen Teknologi dilakukan dengan

Informasi & Proses Bisnis mengukur maturity level

Perusahaan pada proses teknologi

informasi yang berjalan

Jurnal Informasi Volume pada perusahaan dengan

IX No.1 / Februari / 2017 domain APO, DSS dan

8. (Helmiawan, MEA COBIT 5, dengan
2017) pengelolaan teknologi
informasi dengan dasar

COBIT 5 diharapkan

akan menghasilkan

suatu pengelolaan yang

efisien dan efektif dan

menunjang tercapainya

visi, misi dan tujuan

Perusahaan.

9. (Agus & Audit Tingkat Hasil dari penelitian ini
Verawati, 2019) Kematangan
Sistem didapatkan bahwa

79

Informasi Uji Kompetensi pengukuran tingkat
Menggunakan COBIT 5
(Studi Kasus Amik DCC) kematangan pada sistem

Teknika 13 (2): 103 – 111 informasi uji kompetensi
JURNAL TEKNIKA
AMIK Dian Cipta

Cendikia pada kondisi

saat ini (as-is) berada

pada level 2 (managed

process) sedangkan level

pada kondisi yang

diharapkan (to-be)

berada pada level 5

Optimising Process.

AMIK Dian Cipta

mendapatkan ukuran

kematangan teknologi

informasi berdasarkan

COBIT 5 serta

rekomendasi yang dapat

ditindak lanjuti dalam

organisasi untuk

melakukan perbaikan

kedepannya.

Analisis Tata Kelola Untuk proses

Teknologi Informasi pengoptimalan

Menggunakan Framework pelayanan manajerial

COBIT 5 Domain EDM (EDM02) saat ini berada

pada level 4 (Predictable

Jurnal Sistem Informasi process) dengan status
Vol. 7 No.1 Maret 2020
pencapaian largely

achieved sebesar 65%.

10. (Wicaksono et Proses pengelolaan
al., 2020)
resiko (EDM03) saat ini

berada di level 3

(established process)

dengan ststus

pencapaian largely

achieved sebesar 65%

Proses optimalisasi

sumber daya (EDM04)

saat ini berada pada level

80

3 (established process)

dengan pencapaian

partially achieved

sebesar 45%. Untuk

Proses optimalisasi.

(Camila et al., Evaluasi Proses Optimasi Penilaian dilakukan
beberapa
2018) Sumber Daya, Pengelolaan melalui

Sumber Daya Manusia, metode yaitu

dan Pengelolaan wawancara, observasi

Operasional pada Dinas dan lembar penilaian.

Penanaman Modal dan Capability level pada

Pelayanan Terpadu Satu proses EDM04, APO07

Pintu DKI Jakarta dan DSS01 masing-

Menggunakan Kerangka masing berada di level 3

Kerja COBIT 5 dengan targeted level

11. yang juga sama yaitu

Jurnal Pengembangan pada level 5 didapatkan

Teknologi Informasi dan kesenjangan sebanyak 2

Ilmu Komputer Vol. 2, No. dan menghasilkan

11, November 2018 beberapa rekomendasi

yang merujuk pada

melakukan analisis,

melakukan kegiatan dan

membuat dokumen yang

berhubungan dengan

masing-masing proses

Berdasarkan studi literatur di atas maka dapat peneliti simpulkan bahwa,
framework COBIT 5 memiliki 37 proses dengan cangkupan domain yang luas
untuk tata kelola teknologi informasi, terbukti dapat digunakan pada perusahaan
maupun lembaga pemerintahan untuk menganalisis dan menilai untuk dapat
mengetahui kebutuhan yang akan mendatang. Dari penelitian diatas COBIT 5
membuktikan bahwa tahapan-tahapan pada COBIT mampu melakukan proses
penilaian Capability Level sehingga dapat mengetahui kondisi saat ini dan kondisi
yang diharapkan. Penelitian diatas berfokus pada proses domain yang digunakan
dan hasil Capability Level pada penelitian.

81

Maka dari itu, pada penelitian kali ini akan menggunakan framework
COBIT 5 yang memiliki 37 proses. Selain itu, dengan COBIT 5 lembaga dapat
mengetahui tingkat kapabilitas saat ini dan yang diharapkan untuk masa depan.
Dengan COBIT 5 juga diberikan usulan rekomendasi dengan harapan dapat
dikelola dan membantu tujuan lembaga itu sendiri.
3.3 Metode Analisis Data

Pada penelitian ini, Metode analisis data sesuai dengan Assessment Process
Activities yang ada pada COBIT 5, yaitu:
3.3.1 Initiation

Tahap Initiation merupakan tahapan pertama. Tahap ini dilakukan
identifikasi dan pengumpulan data serta data pendukung yang dapat membantu
proses penetapan domain pada COBIT 5. Keseluruhan data yang sudah diambil
akan diperlukan untuk dilakukan evaluasi tata kelola teknologi informasi di
penelitian ini.
3.3.2 Planning the Assesment

Tahap Planning the Assesment dilakukan pemetaan peran-peran yang akan
terlibat dalam pengukuran level kapabilitas sesuai diagram RACI yang ada pada
COBIT 5. Fungsi dan jabatan di PPPPTK Penjas dan BK, Kemendikbud Ristek
dibentuk sesuai dengan diagram RACI.
3.3.3 Briefing

Tahap Briefing ditujukan untuk peneliti memberikan penjelasan tentang
penelitian yang akan dilakukan kepada responden di PPPPTK Penjas dan BK,
Kemendikbud Ristek sehingga dapat memahami proses dan hasil dari evaluasi tata
kelola teknologi informasi.
3.3.4 Data Collection

Tahap Data Collection dilakukan peneliti untuk melakukan identifikasi
terhadap kebutuhan sesuai dengan proses COBIT 5 yang akan dilakukan di
PPPPTK Penjas dan BK, Kemendikbud Ristek untuk melihat pencapaian capability
level pada proses domain yang telah ditentukan sehingga lingkup proses yang
dinilai berdasarkan bukti yang objektif.

82

3.3.5 Data Validation
Tahap Data Validation merupakan validasi peneliti terhadap hasil temuan

dokumen yang ditunjukkan pada responden sesuai dengan RACI Chart proses
domain yang telah ditetapkan dengan memastikan bahwa dokumentasi yang
disampaikan oleh responden merupakan data yang akurat dan cukup meliputi
lingkup penilaian.
3.3.6 Process Attribute Level

Tahap Process Attribute Level peneliti melakukan rekapitulasi terhadap
seluruh proses yang ada pada proses domain yang telah ditetapkan dan melakukan
pengecekan Generic Work Product (GWP) secara bertahap pada proses domain
yang telah ditetapkan apakah proses tersebut telah memenuhi persyaratan atas
dokumentasi yang harus dipenuhi pada masing-masing level, penilaian dilakukan
berdasarkan data yang telah divalidasi pada tahap sebelumnya.
3.3.7 Reporting the Result

Tahap Reporting the Result peneliti melakukan laporan hasil evaluasi tata
kelola teknologi informasi yang meli[puti hasil penelitian, aktivitas dari seluruh
proses, dan gap bertujuan dapat memberikan rekomendasi yang direkomendasi oleh
peneliti untuk memperbaiki kekurangan yang ada berdasarkan hasil penelitian
sesuai dengan framework COBIT 5.

83

3.4 Kerangka Penelitian

Mulai

Identifikasi Masalah

Perumusan Masalah Metode Initiati Identifikas Study Membaca buku
Batasan Masalah Analisis Data on i informasi Literatur dan jurnal
Tujuan Penelitian Observasi
Metode Penelitian dan untuk referensi
lingkup Wawancara penelitian

Pengamatan secara
langsung di

PPPPTK Penjas dan
BK

Wawancara terkait
gambaran kelola
di PPPPTK Penjas

dan BK

Planning the Menentukan responden
Assessment sesuai RACI

Breafing Memberikan Informasi mengenai
jadwal kepada responden

Data Mengumpulkan data kuisioner
Collection untuk penelitian

Kesimpulan dan Saran Data Memvalidasi data kuisioner yang
Selesai Validation telah diisi responden

Process Attribute Level Penentuan Capabillity level
Reporting the Result
Melaporkan hasil penelitian dan
Gambar 3.1. Kerangka Penelitian memberikan rekomendasi

84

85


Click to View FlipBook Version