BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Profil Instansi
4.1.1 Sejarah Singkat PPPPTK Penjas dan BK
PPPPTK Penjas dan BK merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis
(UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah koordinasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mempunyai tugas dan
fungsi untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di
bidang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Bimbingan dan
Konseling.
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling atau disingkat
PPPPTK Penjas dan BK terbentuk pada tahun 2007 berdasarkan pada
Permendiknas Nomor 08 tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja
PPPPTK. PPPPTK Penjas dan BK sebelumnya bernama Pusat Pengembangan
Penataran Guru
Keguruan (PPPG Keguruan).PPPPTK Penjas dan BK merupakan salah
satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah pembinaan Direktorat Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Pada saat bernama PPPG
Keguruan tugas dan fungsinya adalah menyelenggarakan penataran guru
bimbingan dan penyuluhan, kemudian pada tahun 1995 diberi kepercayaan
untuk melaksanakan pendidikan dan pelahan di bidang metodologi
pembelajaran guru TK dan SD serta pelahan-pelahan lainnya yang
disesuaikandengan kebutuhan lembaga.
Perkembangan lebih lanjut, sebelum akhirnya berubah nama menjadi
PPPPTK Penjas dan BK, seiring dengan dibentuknya Direktorat Jenderal
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), pada
tahun 2005 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31
tahun 2005,PPPG Keguruan tidak lagi dibawah Ditjen Dikdasmem, namun
menjadi pembinaan dari Ditjen PMPTK danmulai tahun 2012 Ditjen PMPTK
83
dibubarkan dan dibentuk menjadiBadan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK
dan PMP).
Pada tanggal 13 Februari 2007 Berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 8 tahun 2007(sekarang Permendikbud No 41
Tahun 2012) tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, PPPG Keguruan resmi
berubah nama menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling
(PPPPTK Penjas dan BK) dengan tugas utama adalah melaksanakan
pengembangan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan bidang
pendidikan jasmani dan bimbingan konseling.
1. Visi PPPPTK Penjas dan BK
Visi PPPPTK Penjas dan BK: “Menjadi Pusat Layanan Administrasi dan
Informasi Kepegawaian Berbasis IT”
2. Misi PPPPTK Penjas dan BK:
a. Meningkatkan mutu pengelolaan data dan informasi kompetensi
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan Konseling
b. Meningkatkan mutu program peningkatan kompetensi Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling
c. pk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan Konseling
d. Meningkatkan mutu evaluasi peningkatan kompetensi Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling
e. Meningkatkan sistem tata kelola yang handal dalam menjamin
terselenggaranya layanan prima pelaksanaan peningkatan kompetensi
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan
Bimbingan Konseling
3. Logo PPPPTK Penjas dan BK
Berikut merupakan Logo pada PPPPTK Penjas dan BK:
84
Gambar 4.1. Logo PPPPTK Penjas dan BK
4. Struktur Organisasi PPPPTK Penjas dan BK
Berikut merupakan Struktur Organisasi pada PPPPTK Penjas dan BK:
Gambar 4.2. Struktur Organisasi PPPPTK Penjas dan BK
5. Tugas dan Fungsi divisi dalam Organisasi PPPPTK Penjas dan BK
Untuk menunjang tujuan dari PPPPTK Penjas dan BK memiliki 3 bagian
besar didalamnya, diantaranya:
a. Bagian Umum
Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan
perencanaan, program, anggaran, kepegawaian, ketatalaksanaan,
ketatausahaan dan kerumahtanggaan PPPPTK.
85
Dalam melaksanakan tugas, Bagian Umum menyelenggarakan
fungsi:
1) Pelaksanaan urusan penyusunan rencana, program, dan anggaran
PPPPTK;
2) Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan;
3) Pelaksanaan urusan ketatalaksanaan dan kepegawaian; dan
4) Pelaksanaan urusan keuangan.
Bagian Umum terdiri atas:
1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga
Mempunyai tugas melakukan urusan persuratan, kearsipan,
perpustakaan, kerumahtanggaan, dan perlengkapan serta
melakukan urusan ketatalaksanaan, serta mutasi, pengembangan,
dan disiplin pegawai.
2) Subbagian Perencanaan dan Penganggaran.
Mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana,
program, dan anggaran serta pembiayaan, perbendaharaan, dan
evaluasi pelaksanaan anggaran.
b. Bidang Program dan Informasi
Bidang Program dan Informasi mempunyai tugas
melaksanakan penyusunan dan pengembangan program, kerjasama
antar lembaga serta pengelolaan informasi kompetensi pendidik dan
tenaga kependidikan.
Dalam melaksanakan tugas, Bidang Program dan Informasi
menyelenggarakan fungsi:
1) Penyusunan program peningkatan kompetensi pendidik dan
tenaga kependidikan.
2) Pengembangan model-model peningkatan kompetensi pendidik
dan tenaga kependidikan.
3) Pelaksanaan kerja sama antar lembaga di bidang pengembangan
dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan.
86
4) Pengelolaan data dan informasi kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan.
5) Evaluasi program peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan.
Bidang Program dan Informasi terdiri atas:
1) Seksi Program
Mempunyai tugas melakukan penyusunan program, evaluasi
program, kerja sama antar lembaga, serta pengembangan model-
model peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan.
2) Seksi Data dan Informasi
Mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, dan
penyajian data dan informasi kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan.
c. Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi
Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi mempunyai tugas
melaksanakan fasilitasi dan evaluasi peningkatan kompetensi
pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam melaksanakan tugas,
Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi menyelenggarakan fungsi:
1) Fasilitasi dan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan
tenaga kependidikan; dan
2) Evaluasi pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan
tenaga kependidikan.
Bidang Fasilitasi dan Peningkatan Kompetensi terdiri atas:
1) Seksi Penyelenggaraan
Mempunyai tugas melakukan penyiapan fasilitasi dan
pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan.
2) Seksi Evaluasi
87
Mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan
laporan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan.
4.2 Initiation
Pada tahapan initiation, peneliti melakukan pendefinisian business
goals COBIT 5 yang diselaraskan dengan tujuan bisnis dan sasaran yang
terdapat pada PPPPTK BK dan Penjas. Berdasarkan fakta dan hambatan yang
terdapat pada PPPPTK BK dan Penjas, yaitu sumber daya teknologi informasi
yang ada membutuhkan proses penanganan yang cukup lama terhadap
permasalahan pada sistem, terdapat beban kerja pegawai tidak sesuai dengan job
desk, serta kurangnya pembinaan pegawai terhadap teknologi informasi, maka
identifikasi COBIT 5 pada penelitian ini berkaitan dengan pengelolaan sumber
daya.
COBIT 5 telah menyediakan panduan untuk memetakan dan memilih
Domain serta proses supaya penilaian sesuai dengan kebutuhan penelitian yang
dilakukan yang tentunya mengacu pada tujuan-tujuan strategis objek penelitian
dalam hal optimalisasi Sistem Informasi PPPPTK Penjas dan BK.
Proses pemilihan domain ini diawali dengan melihat objektifitas tata
kelola yaitu optimalisasi sumber daya (Resource Optimisation), Sumber daya
ini berkaitan dengan Sistem Informasi PPPPTK Penjas dan BK yang dalam
mendukung pengelolaan informasi sumber daya.
4.3 Planning The Assesment
Tahap kedua ini dilakukan rencana penilaian yang bertujuan untuk
mendapatkan hasil evaluasi penilaian capability level. Dengan melakukan
wawancara dari kuesioner yang mana dalam kuesioner tersebut pertanyaan
yang dijawab harus dilengkapi dengan dokumen pendukung.Dalam penilaian
ini tidak membutuhkan banyak responden karena dalam jawaban pada
kuesioner harus di lengkapi oleh dokumen pendukung, maka untuk
mempersingkat waktu kuesioner diberikan kepada responden yang cukup
bertanggung jawab untuk diajukan pertanyaan.
88
Pertanyaan pada capability level dikembangkan dari deskripsi model
tingkat kematangan COBIT 5 pada proses EDM04 (Ensure Optimisation
Resource), APO07 (Manage Human Resources). Kuesioner ini dibuat
berdasarkan framework COBIT 5.
Pertanyaan pada kuesioner ini dibuat dari modul COBIT 5 enabling
Procces dan Procces Assessment Model yang berfokus pada proses EDM04
(Ensure Optimisation Resource) dan APO07 (Manage Human Resources).
Pertanyaan atau kuesioner diberikan kepada responden berdasarkan
pemetaan yang disesuaikan dengan RACI Chart. Berikut daftar Responden
yang disesuaikan dengan RACI Chart :
Tabel 4.1 RACI Chart
No. RACI Chart Struktur Organisasi
PPPPTK Penjas dan BK
1. Chief Executive Officer Kepala PPPPTK Penjas dan BK
2. Head of Human Resources Kepala Bagian Umum
3. Head IT Operations Kepala Bidang Program dan Informasi
4. Head Development Kasubbid Pengembangan Sistem
Teknologi Informasi
Hasil pemetaan dari RACI chart adalah Chief Executive Officer, Head
of Human Resources, Head IT Administration, dan Head Development karena
stakeholders tersebut merupakan responden yang bertanggung jawab
(responsible) pada PPPPTK Penjas dan BK.
Tabel 4.2 Deskripsi RACI Chart
Deskripsi
No. RACI Chart Struktur Organisasi
PPPPTK Penjas dan BK
Chief Executive Officer Kepala PPPPTK Penjas dan BK mempunyai
adalah Orang yang tugas melaksanakan penyusunan program
memiliki kedudukan tinggi dan pelatihat serta strategi pelaksanaan
1. yang bertanggung jawab pengembangan sistem teknologi informasi
dari manajemen dan pengelolaan data dan informasi
keseluruhan organisasi. pelatihan tenaga kependidikan.
89
Head of Human
2. Resources adalah Pejabat Kepala Bagian Umum mempunyai tugas
senior pada organisasi yang melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan,
bertanggung jawab untuk kepegawaian, keuangan rumah tangga dan
perencanaan dan kebijakan administrasi barang milik negara.
terhadap semua sumber
daya manusia di organisasi.
Head IT Operations adalah Kepala Bidang Program dan Informasi
Senior individu yang Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bertanggung jawab untuk penyusunan kebijakan teknis, program dan
lingkungan operasional dan anggaran, dan penyiapan koordinasi dan
3. infrastruktur TI. pelaksanaan program dan anggaran, serta
pemantauan, evaluasi, dan penyusunan
laporan strategi perancangan,
pengembangan, penyediaan, pelayanan,
penerapan serta standarisasi sistem
teknologi informasi.
Kasubbid Pengembangan Sistem Teknologi
Informasi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan penyusunan, koordinasi
Head Development adalah dan pelaksanaan kebijakan teknis program
Seorang individu senior dan anggaran pelaksanaan pengembangan
4. yang bertanggung jawab dan standarisasi sistem teknologi informasi
terkait proses TI, proses serta penyusunan dan pelaksanaan strategi
pembangunan solusi. perancangan, pengembangan,
penyediaan, pelayanan, penerapan,
pemeliharaan dan standarisasi sistem
teknologi informasi.
4.4 Briefing
Pada tahap ini, berupa pengarahan kepada pihak Bidang Data dan
Informasi, peneliti memberi pengarahan kepada tim penilai tentang masukan,
proses, dan keluaran yang ada pada EDM04 (Ensure Optimation Resource)
dan APO 07 (Manage Human Resource).
4.5 Data Collection
Tahap ini merupakan proses pengumpulan data dan informasi untuk
menargetkan kebutuhan output yang akan dipenuhi untuk mendapatkan hasil
temuan pada PPPPTK Penjas dan BK dalam mendapatkan bukti-bukti yang
90
akan dinilai dengan lebih akurat. Kumpulan data yang didapat peneliti dari
PPPPTK Penjas dan BK diantaranya:
1. SKP, merupakan pencapaian Sasaran kerja pegawai yang disusun dari
awal tahun sampai akhir tahun sesuai dengan yang sudah tercantum
dengan pekerjaan yang dilakukan pegawai. Tujuan dari SKP untuk
menjamin objektifitas penilaian pegawai yang dilakukan berdasarkan
presentasi kinerja.
2. Rencana beban kerja, merupakan program kerja PPPPTK Penjas dan BK
yang diturunkan pada beban kerja pegawai, yang berisi sejumlah kegiatan
dalam organisasi yang harus diselesaikan pegawai dengan waktu yang
sudah ditentukan. Tujuannya untuk menetapkan jumlah jam kerja yang
digunakan atau dibutuhkan sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan dalam
waktu yang ditetapkan.
3. Panduan Diklat PPPPTK, merupakan panduan yang memuat informasi
mengenai latar belakang tujuan dan hasil yang diharapkan dari kegiatan
pendidikan dan pelatihan.
4. Format lembar kerja, meupakan uraian pekerjaan pegawai yang
dilakukan pengisian harian, dengan tujuan agar dapat memonitor,
menyimpan dan mengolah kinerja pegawai.
5. Renstra, merupakan Rencana strategis dari PPPPTK Penjas dan BK
dengan tujuan sebagai pedoman dalam mengoperasionalkan rencana
kinerja meliputi visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis yang telah
ditetapkan untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai.
6. Dokumen assesment pegawai, merupakan dokumen pegawai yang
berbentuk hasil tes ujian assesment pegawai yang kemudian akan dibuat
dalam bentuk format hasil assesment dengan tujuan untuk mengetahui data
kinerja dan kompetensi pegawai.
7. Hasil assesment pegawai, merupakan pengukuran potensi hasil dari
kemampuan pegawai dengan berbentuk penilaian lisan, tulisan dan kinerja
pegawai dengan harapan dapat meningkatkan mutu pegawai PPPPTK.
91
8. Dokumen bezetting kebutuhan pegawai, merupakan dokumen pemetaan
dan penataan pegawai yang sudah sesuai dengan peta jabatan.
9. Dokumen perjanjian kerja, merupakan dokumen yang dibuat pegawai
sebelum membuat skp, dengan tujuan untuk mewujudkan sasaran,
indikator dan target kinerja pegawai.
4.5.1 Data Collection EDM04 (Ensure Optimisation Resource)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan sumber daya yang dibutuhkan
lembaga terpenuhi secara optimal dan juga memastikan kemungkinan
bertambahnya keuntungan dan kesediaan untuk perubahan di masa depan.
Berikut merupakan kebutuhan output proses EDM04 (Ensure Optimisation
Resource):
Tabel 4.3 Data Collection EDM04
No. Key Management Practice Output
1. EDM04.01 Evaluasi Manajemen
Pedoman untuk alokasi sumber daya
Sumber daya. dan kemampuan karyawan
Pedoman untuk arsitektur organisasi
2. EDM04.02 Mengatur Manajemen Perencanaan sumber daya
Sumber Daya Strategi sumber daya
Pelatihan sumber daya
3. EDM04.03 Memantau Pengelolaan Dokumentasi hasil kerja
Sumber Daya Tujuan kinerja dalam memastikan
pengoptimalan sumber daya.
Tindakan cadangan sumber daya
jika tidak memenuhi target.
4.5.1 Data Collection APO07 (Manage Human Resources)
Tujuan dari proses tersebut adalah mengoptimalkan kemampuan
sumber daya manusia untuk memenuhi tujuan organisasi. Berikut merupakan
kebutuhan output proses APO07 (Manage Human Resources):
92
Tabel 4.4 Data Collection APO07
No. Key Management Output
Practice
Prosedur evaluasi Kebutuhan
1. APO07.01 Maintain adequate and Staf
Rencana Pengembangan Karir dan
appropriate staffing Kompetensi staf
Rencana Perekrutan Pegawai
2. APO07.02 Identify key IT Meminimalkan Ketergantungan pada
personnel satu Individu
3. APO07.03 Maintain the skills and Dokumen tentang keterampilan dan
competencies of personnel. Kompetensi pegawai
Rencana pengembangan
kemampuan
Ulasan laporan kerja pegawai
4. APO07.04 Evaluate employee job Dokumen tujuan pegawai
performance. Evaluasi prestasi
Rencana perbaikan
5. APO07.05 Plan and track the usage of Dokumen prosedur penggunaan IT
IT and business human resources. dan sumber daya manusia.
Prosedur analisa kekurangan
pada pegawai
6. APO07.06 Manage contract staff Prosedur pemanfaatan catatan kerja
pegawai
Kebijakan kontrak pegawai
Perjanjian kontrak
Ulasan perjanjian kontrak
4.6 Data Validation
Pada tahapan ini dilakukannya validasi bukti/output yang telah
ditentukan pada COBIT 5 dengan dokumen yang terdapat pada PPPPTK Penjas
dan BK.
93
4.6.1 Data Validation EDM04 (Ensure Optimisation Resource)
Berikut ini merupakan Data Validation pada proses EDM04 (Ensure
Resource Optimisation) yang terdapat pada PPPPTK Penjas dan BK yang telah
disesuaikan dengan output pada COBIT 5:
Tabel 4.5 Data Validation EDM04 PA 1.1
No. Sub Proses Output Pemenuhan Kriteria
Dokumen Memenuhi
(Y/T)
EDM04.01 Pedoman untuk alokasi SKP Y
Evaluasi sumber daya dan T
Manajemen kemampuan karyawan Rencana Y
Sumber daya. beban
Pedoman untuk arsitektur kerja
1. organisasi
Apa ada doku
men tentang Perencanaan sumber daya
evaluasi
manajemen
sumber daya?
EDM04.02 Strategi sumber daya T
Mengatur
Manajemen Pelatihan sumber daya Panduan Diklat Y
Sumber Daya SDM
2. Format lembar Y
Apa ada Y
dokumen Dokumentasi hasil kerja kerja T
tentang
manajemen Tujuan kinerja dalam Renstra
sumber daya? memastikan organisasi
pengoptimalan sumber visi dan
EDM04.03 daya.
Memantau misi
Pengelolaan
Sumber Daya Tindakan cadangan
sumber daya jika tidak
3. memenuhi target.
Apa ada doku
men terkait
memantau
pengelolaan
smuber daya?
94
4.6.2 Data Validation APO07 (Manage Human Resources)
Berikut ini merupakan Data Validation pada proses APO07 (Manage
Human Resources) yang terdapat pada PPPPTK Penjas dan BK yang telah
disesuaikan dengan output pada COBIT 5:
Tabel 4.6 Data Validation APO07 PA 1.1
No. Sub Proses Output Pemenuhan Kriteria
Dokumen Memenuhi
APO07.01 Maintain
Dokumen (Y/T)
adequate and appropriate Prosedur evaluasi Assesment
Pegawai T
staffing Kebutuhan Staf
Y
1. Apa ada doku men dalam Rencana
T
memelihara dan Pengembangan
mempertahankan staf yang Karir dan
mumpuni Kompetensi staff
Rencana Perekrutan
Pegawai
APO07.02 Identify key IT
personnel
2. Apa ada dokumen dalam T
prosedur dalam T
Y
ketidaktergantungan pada Y
staf ahli?
APO07.03 Maintain the Dokumen tentang
skills and competencies of keterampilan dan
personnel. Kompetensi
3. Apakah ada pegawai -
dokumen
Hasil assesment
dalam mempertahankan pengembangan
keterampilan dan kompetensi
SKP
kompetensi pegawai?
Rencana
pengembangan
kemampuan
Ulasan laporan
kerja pegawai
95
No. Sub Proses Output Pemenuhan Kriteria
Dokumen Memenuhi
(Y/T)
Dokumen tujuan
APO07.04 Evaluate pegawai SKP Y
employee job performance.
Evaluasi prestasi
4. Apakah ada dokumen atau -T
prosedur dalam
mengevaluasi kinerja kerja Rencana perbaikan -T
karyawan?
Dokumen prosedur
penggunaan IT dan Dokumen
APO07.05 Plan and track sumber daya Bezetting untuk Y
T
the usage of IT and manusia. kebutuhan Y
T
business human resources. pegawai IT Y
T
Prosedur analisa -
5. Apakah ada dokumen atau kekurangan pada
prosedur dalam Rencana pegawai
dan melacak penggunaan Prosedur
TI? pemanfaatan
catatan kerja SKP
pegawai
Kebijakan kontrak
APO07.06 pegawai -
contract staff Manage
Perjanjian kontrak
6. Apakah ada prosedur dalam Dokumen
mengelola kontrak pegawai Perjanjian Kerja
? Ulasan perjanjian
kontrak -
4.7 Process Attribute Level
Tahap Process Attribute Level adalah tahap dilakukan proses memberi
level pada atribut yang ada disetiap indikator, yang bertujuan untuk
menunjukkan hasil capability level dari hasil perhitungan kuesioner pada
tahap-tahap sebelumnya.
96
4.7.1 Penentuan Nilai dan Capability Level pada EDM04 (Ensure
Optimisation Resource)
Berikut ini merupakan Penentuan nilai dan Capability Level pada
proses EDM04 (Ensure Resource Optimisation) yang terdapat pada PPPPTK
Penjas dan BK:
Tabel 4.7 Process Attribute Rating EDM04
No. Sub Proses Output Exist Score
1. EDM04.01 Evaluasi Pedoman untuk alokasi sumber √
Manajemen Sumber daya. daya dan kemampuan karyawan 66,6%
Pedoman untuk arsitektur
organisasi -
Perencanaan sumber daya
√
2. EDM04.02 Mengatur
Manajemen Sumber Daya Strategi sumber daya -
Pelatihan sumber daya 66,6%
√
Dokumentasi hasil kerja
√
3. EDM04.03 Memantau Tujuan kinerja dalam memastikan
Pengelolaan Sumber Daya pengoptimalan sumber daya. √ 50%
Tindakan cadangan sumber daya -
jika tidak memenuhi target.
Average Score 61,03%
Pada tahap penilaian PA 1.1 process performance hasil kuesioner pada
proses EDM04 (Ensure Optimisation Resource) mendapat nilai 61,03 %.
Dimana dengan nilai 61,03% penilaian pada proses ini masuk pada kategori
Largely Achieve. Dengan kategori ini maka penilaian pada proses EDM04
(Ensure Optimisation Resource) belum dapat di lanjutkan ke level selanjutnya
dan hanya berhenti di level 1. Maka penilaian terhadap EDM04 (Ensure
Optimisation Resource) berada pada level 1.
Berdasarkan hasil perhitungan dan nilai yang didapat berikut di bawah
ini digambarkan ringkasan hasil pencapaian level beserta pecapaian secara
spesifik tiap level.
97
Tabel 4.8 Tabel Indikator Level EDM04 Level 5
Procces Name Level 0 Level 1 Level 2 Level 3 Level 4
EDM04 PA PA PA PA PA PA PA PA
PA 1.1
2.1 2.2 3.1 3.2 4.1 4.2 5.1 5.2
Rating by P
Criteria F (100%)
(61,03%)
Capability Level 1
Legend :N(Not Achieved, 0-15%) P(Partially Achieved, >15%-50%) L(Largely
Achieved,>50%-85%) F(Fully Achieved,>85%-100%)
Gambar 4.3 Diagram Representasi EDM04
98
4.7.2 Penentuan Nilai dan Capability Level pada APO07 (Manage Human
Resources)
Berikut ini merupakan Penentuan Nilai dan Capability Level pada
proses APO07 (Manage Human Resources) yang terdapat pada PPPPTK
Penjas dan BK:
Tabel 4.9 Process Attribute Rating APO07
No. Sub Proses Output Exist Score
1. APO07.01 Maintain Prosedur evaluasi Kebutuhan √ 66,6%
adequate and appropriate Staf
staffing Rencana Pengembangan Karir
dan Kompetensi staff -
Rencana Perekrutan Pegawai √
2. APO07.02 Identify key IT 0%
personnel -
3 APO07.03 Maintain the Dokumen tentang keterampilan 66,6%
skills and competencies of dan Kompetensi pegawai -
personnel. Rencana pengembangan √
4. APO07.04 Evaluate kemampuan
Ulasan laporan kerja pegawai √
Dokumen tujuan pegawai √ 33,3%
employee job performance. Evaluasi prestasi -
Rencana perbaikan -
5. APO07.05 Plan and track the Dokumen prosedur √ 66,6%
usage of IT and business penggunaan IT dan
human resources. sumber daya manusia.
Prosedur analisa kekurangan -
pada pegawai
Prosedur pemanfaatan catatan √
kerja pegawai
6. APO07.06 Manage contract Kebijakan kontrak pegawai - 33,3%
staff Perjanjian kontrak √
Ulasan perjanjian kontrak -
99
No. Sub Proses Output Exist Score
44,4%
Average Score
Pada tahap penilaian PA 1.1 process performance hasil kuisoner pada
proses APO07 (Manage Human Resources) mendapat nilai 44,4%. Dimana
dengan nilai 44,4% penilaian pada proses ini masuk pada kategori Partially
Achieved. Dengan kategori ini maka penilaian pada proses APO07 (Manage
Human Resources) belum dapat di lanjutkan ke level selanjutnya dan hanya
berhenti di level 1. Maka penilaian terhadap APO07 (Manage Human
Resources) berada pada level 1.
Berdasarkan hasil perhitungan dan nilai yang didapat berikut di bawah
ini digambarkan ringkasan hasil pencapaian level beserta pecapaian secara
spesifik tiap level.
Tabel 4.10 Ringkasan Hasil Pencapaian Level
Procces Level 0 Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5
Name
F PA 1.1 PA PA PA PA PA PA PA PA
APO07 (100%) P 2.1 2.2 3.1 3.2 4.1 4.2 5.1 5.2
Rating by (44,4%)
Criteria 1
Capability
Level
Legend :
N(Not Achieved, 0-15%) P(Partially Achieved, >15%-50%) L(Largely Achieved,>50%-
85%) F(Fully Achieved,>85%-100%)
100
Di bawah ini adalah grafik dari penilaian pada APO07 (Manage Human
Resources.
Gambar 4.4 Diagram Representasi APO07
4.8 Reporting the Result
Reporting the result adalah tahap ketujuh berdasarkan process
assessment model yang mengulas tentang laporan dan hasil proses penilaian
dari tahap-tahap sebelumnya. Pada bagian ini penulis memaparkan dokumen
yang belum terpenuhi yang didapatkan setelah melakukan penilaian hasil
kuesioner. Dari dokumen yang belum terpenuhi tersebut penulis dapat
melakukan rekomendasi. Rekomendasi disini dilakukan untuk pemenuhan
kriteria pada proses EDM04 (Ensure Optimisation Resource) dan APO07
(Manage Human Resources). Diketahui bahwa nilai EDM04 (Ensure
Optimisation Resource) adalah 61,03% yakni berada pada level 1 (Performed
Process) dengan kriteria Largely Achieved dan APO07 (Manage Human
Resources) adalah 44,4% yakni berada pada level 1 (Performed Process)
dengan kriteria Partially Achieved. Dengan kriteria tersebut maka rekomendasi
yang dibuat adalah untuk mencapai kriteria selanjutnya, yaitu Fully Achieved.
Berikut adalah Gaps dan rekomendasi yang harus dibuat dari ketiga proses:
101
4.8.1 Gaps dan Rekomendasi EDM04 (Ensure Optimisation Resource)
Berikut ini merupakan Gaps dan Rekomendasi pada proses EDM04
(Ensure Resource Optimisation) yang terdapat pada PPPPTK Penjas dan BK:
Tabel 4.11 Gaps dan Rekomendasi EDM04.01
Proses Gaps Rekomendasi
PPPPTK Penjas dan BK PPPPTK Penjas dan BK
belum memiliki juknis direkomendasikan untuk
(petunjuk teknis) sebagai memaksimalkan juknis (petunjuk
EDM04.01 turunan dari panduan dalam teknis) panduan dalam
mengalokasi sumber daya mengalokasikan sumber daya dan
dan kemampuan IT. kemampuan.
Belum maksimalnya PPPPTK Penjas dan BK
diharapkan membuat kebijakan
kebijakan mengenai mengenai pengelolaan dan
Contohnya arsitektur enterprise.
pengelolaan dan Misalnya Grand design TI yang
mencakup seluruh perencanaan
pengendalian arsitektur pengelolaan arsitektur TI di
PPPPTK Penjas dan BK.
enterprise yang dapat
EDM04.01 menaungi jumlah guru Penjas
dan BK (193.405 guru Penjas
dan 51.412 guru BK).
Arsistektur pengelolaan dan
pengendalian ada di unit
Dirjen GTK.
PPPPTK Penjas dan BK PPPPTK Penjas dan BK
memaksimalkan audit direkomendasikan terus
secara berkala terhadap memeriksa dan membuat
penggunaan dan pengelolaan penilaian pada kebutuhan saat ini
EDM04.01
dan masa depan untuk sumber
sumber daya TI untuk
memastikan pengoptimalan daya TI, pemilihan sumber daya,
sumber daya TI. serta alokasidanmanajemen untuk
memenuhi kebutuhan
102
Laboratorium dengan cara yang
optimal.
Belum meningkatkan jadwal PPPPTK Penjas dan BK
tetap dalam melakukan direkomendasikan untuk
kegiatan membuat aturan mengenai sistem
mengkomunikasikan strategi koordinasi serta
EDM04.02 aturan.
sumber daya yang dilakukan mensosialisasikan
melalui meeting dengan Misalkan dengan melakukan
stakeholder. pertemuan atau rapat koordinasi
mengenai strategi sumber daya.
PPPPTK Penjas dan BK PPPPTK Penjas dan BK
belum mengembangkan direkomendasikan untuk
dokumentasi yang baik meningkatkan dokumetasi yang
terkait pengelolaan sumber baik terkait pengelolaan sumber
daya agar dapat dijadikan daya agar dapat dijadikan ukuran
ukuran dalam memantau dalam memantau alokasi dan
EDM04.02
alokasi dan optimalisasi optimalisasi sumber daya.
sumber daya Misalnya membuat kebijakan
terkait penetapan tanggung jawab
dan tugas untuk memonitor
alokasi dan optimalisasi sumber
daya TI dibuat
Penetapan prinsip-prinsip PPPPTK Penjas dan BK
atau kebijakan yang direkomendasikan untuk
berkaitan dengan membuat kebijakan yang
pemeliharaan dan perawatan berkaitan dengan pemeliharaan
EDM04.02
sumber daya pada PPPPTK dan perawatan sumber daya
Penjas dan BK belum .Misalnya membuat kebijakan
maksimal. dalam bentuk standar operasional
prosedur (SOP) terkait alur dan
103
tata cara pemeliharaan dan
perawatan sumber daya.
EDM04.03 PPPPTK Penjas dan BK PPPPTK Penjas dan BK
belum optimal dalam direkomendasikan agar membuat
melakukan pemantuan laporan berkala dengan
kinerja sumber daya terhadap pertemuan antara untuk
resiko target , termasuk memantau kinerja sumber daya
menganilisis kemungkinan terhadap resiko target,
penyebabnya dan melakukan menganilisis kemungkinan
tindakan perbaikan, penyebabnya dan melakukan
tindakan perbaikan, misalkan
dengan melakukan review
terhadap laporan mengenai suatu
penyimpangan pengelolaan
sumber daya agar dapat dijadikan
sebagai dasar tindakan perbaikan
guna menghindari penyimpangan
ulang.
Belum mengembangkan PPPPTK Penjas dan BK
dokumentasi secara detail
mengenai tindakan perbaikan direkomendasikan membuat
terhadap penyimpangan jika
proses tidak sesuai dengan dokumentasi secara detail
EDM04.03 target.
mengenai tindakan perbaikan
terhadap penyimpangan.
Misalnya menyiapkan
perencanaan cadangan
pengelolaan penyimpangan
sumber daya yang seluruh
prosedur Pelaksanaannya sudah
terdokumentasi.
104
4.8.2 Gaps dan Rekomendasi APO07 (Manage Human Resources)
Berikut ini merupakan Gaps dan Rekomendasi pada proses APO07
(Manage Human Resources) yang terdapat pada PPPPTK Penjas dan BK:
Tabel 4.12 Gaps dan Rekomendasi APO07
Proses Gaps Rekomendasi
Belum ada pengembangan PPPPTK Penjas dan BK
rencana pengembangan direkomendasikan
karir dan kompetensi staf meningkatkan rencana
yang dilakukan oleh pengembangan karir dan
APO07.01 PPPPTK Penjas dan BK kompetensi staff. Misalnya
dengan mengadakan diklat
untuk mengupdate dan
mengupgrade kompetensi staf
IT
PPPPTK Penjas dan BK PPPPTK Penjas dan BK
belum optimal dalam direkomendasikan melakukan
meminimalkan suatu tindakan guna
ketergantungan satu meminimalkan ketergantungan
individu dalam melakukan individu terhadap fungsi
fungsi pekerjaan yang pekerjaan. Misalkan dengan
diberikan. Contoh: Masih melakukan rotasi
APO07.02 tanggungjawab.
adanya pegawai yang
memiliki ketergantungan
dengan pegawai lain saat
melakukan suatu fungsi
pekerjaan dikarenakan
kemampuan yang tidak
mencukupi.
Belum maksimalnya PPPPTK Penjas dan BK
APO07.04 rencana perbaikan dalam direkomendasikan membuat
mengevaluasi kinerja kerja dokumentasi serta prosedur
105
karyawan. dalam membuat rencana
perbaikan dalam mengevaluasi
kinerja kerja karyawan.
APO07.05 Belum meningkatkan PPPPTK Penjas dan BK
dokumen tentang direkomendasikan membuat
pemeliharaan inventaris dokumen tentang pemeliharaan
bisnis TI dan sumber daya inventaris bisnis TI dan sumber
manusia yang ada. daya manusia yang ada.
PPPPTK Penjas dan BK PPPPTK Penjas dan BK
penetapan pemahaman direkomendasikan untuk
dalam memenuhi mengembangkan pemahaman
kebutuhan saat ini dan dalam memenuhi kebutuhan saat
mengidentifikasi ini dan mengidentifikasi
kekurangan sumber daya kekurangan sumber daya
manusia untuk rencana manusia untuk rencana
APO07.05 perekrutan karyawan belum perekrutan karyawan.
dilakukan secara maksimal Contohnya melakukan
yang menyebabkan tugas identifikasi terhadap
menjadi banyak dan hasil kekurangan sumber daya
kinerja nya menjadi tidak manusia yang menyebabkan
optimal. tugas menjadi banyak dan
hasil kinerja nya menjadi tidak
optimal.
kebijakan terkait ulasan PPPPTK Penjas dan BK
mengenai perjanjian direkomendasikan untuk
kontrak maupun koordinasi memaksimalkan kebijakan
APO07.06 dengan pegawai mengenai terkait kontrak pegawai dengan
ulasan dan dokumen atau dilakukan juga ulasan mengenai
catatan ulasan perjanjian perjanjian kontrak tersebut.
kontrak baik mengenai
106
penempatan atau tugas bagi
pegawai belum
dikembangkan dengan
baik.
107
108
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan pada pembahasan bab
sebelumnya berikut adalah simpulan yang dapat diberikan penulis:
1. Berdasarkan hasil evaluasi tata kelola TI menggunakan framework COBIT
5, dengan menggunakan metode Process Assessment Model (PAM)
diketahui bahwa tingkat kapabilitas PPPPTK Penjas dan BK pada proses
EDM04 (Ensure Optimisation Resource) adalah 61,03% yakni berada pada
level 1 (Performed Process) dengan kriteria Largely Achieved, sedangkan
tingkat yang diharapkan berada pada level 2 (Managed process). Dengan
nilai 61,03% proses ini memiliki banyak kekurangan, kekurangan yang
paling terlihat adalah belum adanya juknis (petunjuk teknis) dalam
panduan dalam mengalokasi sumber daya dan kemampuan dan belum
adanya kebijakan mengenai pengelolaan dan pengendalian arsitektur
enterprise.
2. Berdasarkan hasil penilaian pada proses APO07 (Manage Human
Resources) adalah 44,4% yakni berada pada level 1 (Performed Process)
dengan kriteria Partially Achieved, sedangkan tingkat yang diharapkan
berada pada level 2 (Managed process). Dengan nilai 44,4% proses ini
memiliki banyak kekurangan meskipun sudah ada rencana pengembangan
karir dan kompetensi staf yang dilakukan oleh PPPPTK Penjas dan BK,
PPPPTK Penjas dan BK juga belum optimal dalam meminimalkan
ketergantungan satu individu dalam melakukan fungsi pekerjaan yang
diberikan dan tidak adanya perencanaan karir pengembangan kemampuan,
karena sebagian staf merupakan tenaga honorer.
3. PPPPTK Penjas dan BK diharapkan bisa mengalokasi sumber daya dan
kemampuan dengan baik, membuat kebijakan terkait TI, rencana
pengembangan karir dan kompetensi pegawai agar meminimalkan
104
ketergantungan satu individu dalam melakukan fungsi pekerjaan yang
diberikan. Strategi perbaikan yang dapat dilakukan dalam PA 1.1 yakni
Memberikan pelatihan yang lebih mendalam terhadap tenaga TI terutama
pada saat sistem mengalami pembaruan. PPPPTK Penjas dan BK
dianjurkan untuk membuat laporan dan dokumentasi usai melaksanakan
segala kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan TI, bukti itu sangat
berguna sebagai bahan evaluasi di masa akan datang.
5.2 Saran
Penulis menyadari bahwa penelitian yang dilakukan masih memiliki
keterbatasan yaitu:
1. Penelitian ini hanya menggunakan Framework COBIT 5.
2. Penelitian ini hanya mengevaluasi dua domain saja.
3. Penelitian ini hanya menggunakan satu skala perhituhngan.
4. Pada masa pandemi sangat sulit melakukan observasi langsung,
adanya rotasi staf dan terbatasnya waktu penelitian.
105
DAFTAR PUSTAKA
Agus, I., & Verawati. (2019). Audit Tingkat Kematangan Sistem Informasi Uji
Kompetensi Menggunakan COBIT 5 (Studi Kasus Amik DCC). Teknika,
13(2), 103–111.
Andry, J. F., & Setiawan, A. K. (2019). It Governance Evaluation Using Cobit 5
Framework on the National Library. Jurnal Sistem Informasi, 15(1), 10–17.
Andry, J., Mulia, U. B., & Sanjaya, B. (2018). Audit Tata Kelola TI Pada PT . Porto
Indonesia Sejahtera Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, III(August
2017), 192–200.
Camila, I., Herlambang, A. D., & Rachmadi, A. (2018). Evaluasi Proses Optimasi
Sumber Daya , Pengelolaan Sumber Daya Manusia , dan Pengelolaan
Operasional pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
DKI Jakarta Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 5. Jurnal Pengembangan
Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 2(11), 5760–5768.
Darmawan, A., Wacono, S., & Saputra, J. (2020). Penerapan Sistem Manajemen
Mutu Iso 9001 Pada Kontraktor Pt. X. Construction and Material Journal,
2(3), 201–211.
De Haes, S., Van Grembergen, W., Joshi, A., & Huygh, T. (2020). Enterprise
Governance of IT, Alignment, and Value. March 2021, 1–13.
Dewi, L. P. R., & Dharmadiaksa, I. B. (2019). Pengaruh Efektivitas SIA,
Kecanggihan Teknologi Informasi, dan Kemampuan Teknik Pemakai SIA
pada Kinerja Individu. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 27, 1735–
1762.
Doni, A. W. (2017). Evaluasi SDM Sistem Informasi Akademik Poltekkes
Kemenkes Padang Menggunakan Framework COBIT 5. Jurnal RESTI
(Rekayasa Sistem Dan Teknologi Informasi), 1(2), 146–152.
Ekawati, R. K. (2017). Perencanaan Infrastruktur Teknologi Informasi pada Bank
dengan Framework TOGAF. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 02, 154–160.
Fatmawati, Irviani, R., Rachman, E. S., Putu, I., Anggie, A., & Kristina, M. (2016).
106
Tata Kelola Teknologi Informasi Sebagai Implementasi E-Government pada
Kabupaten Pemekaran untuk Meningkatkan Potensi Daerah. Prosiding
Seminar Nasional Pendidikan Teknik Informatika, Senapati, 249–257.
Fikri, A. H., Purnomo, W., & Putra, W. H. N. (2020). Perancangan Enterprise
Architecture Menggunakan TOGAF ADM pada PT. Hafintech Prima Mandiri.
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 4(7), 2032–
2042.
Gondohanindijo, J. (2017). Tata Kelola Teknologi Informasi Untuk Menilai Dan
Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Komputaki, 3(1), 89–102.
Hanief, S., & Jefriana, I. W. (2018). Framework Itil V3 Domain Service Operation
Dalam Analisis Pengelolaan Teknologi Blended. Jurnal Teknologi Informasi
Dan Komputer, 04, 59–65.
Hanif, A., Giatman, M., & Hadi, A. (2020). Komunikasi Dan Informatika
Menggunakan Framework Cobit 5. 9(1), 94–101.
Harguem, S. (2021). A Conceptual Framework on IT Governance Impact on
Organizational Performance : A Dynamic Capability Perspective. Academic
Journal of Interdisciplinary Studies, 10(2004), 136–151.
Helmiawan, M. A. (2017). COBIT 5 Untuk Manajemen Teknologi Informasi &
Proses Bisnis Perusahaan. Jurnal Informasi : Volume IX No.1 / Februari /
2017, IX(1), 50–72.
Hilabi, S. S., Buana, U., Karawang, P., Huda, B., Buana, U., Karawang, P., &
Support, P. (2019). TechnoXplore Jurnal Ilmu Komputer & Teknologi
Informasi ISSN : 2503-054X Vol 4 No: 1, April 2019. Jurnal Ilmu Komputer
& Teknologi Informasi, 4(1), 28–37.
ISACA. (2012a). COBIT 5 : Enabling Processes. United States of America: IT
Governance Institute.
ISACA. (2012b). COBIT 5 : Process Assessment Model (PAM).
ISACA. (2012c). COBIT 5: A business framework for the governance and
management of enterprise (Vol. 34, Issue 1).
ISACA. (2012d). COBIT 5 Implementation. In Isaca. United States of America: IT
Governance Institute. http://www.isaca.org/COBIT/Pages/COBIT-5-
107
spanish.aspx
ISACA. (2018). Introduction and Methodology. In Palgrave Series in Asia and
Pacific Studies.
Joshi, A., Bollen, L., Hassink, H., De Haes, S., & Van Grembergen, W. (2018).
Explaining IT governance disclosure through the constructs of IT governance
maturity and IT strategic role. Information and Management, 55(3), 368–380.
https://doi.org/10.1016/j.im.2017.09.003
Joshi, A., Bollen, L., Hassink, H., Haes, S. De, & Grembergen, W. Van. (2018).
Information & Management Explaining IT governance disclosure through the
constructs of IT governance maturity and IT strategic role. Information &
Management, 55(3), 368–380. 3
Krisna, A. A. M., Sasmita, G. M. A., & Putri, G. A. A. (2020). Perbaikan Tata
Kelola Teknologi Informasi pada Lembaga Pemerintah Daerah X. Jurnal
Ilmiah Teknologi Dan Komputer, 1(2), 56–66.
Krisnawati, G. N., Sucipto, & Firliana, R. (2019). Evaluasi Penerapan Sim-Rs
Menggunakan Cobit 5 Pada Rsud Lawang. Antivirus : Jurnal Ilmiah Teknik
Informatika, 13(2), 80–89.
Kurniawan, D. F. (2019). Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Pada Sistem
Informasi Akademik Menggunakan Framework Cobit5 ( Studi Kasus : Amik
Master Lampung ). Jurnal Cendikia, XVII(April), 227–232.
Lelah, L., & Toto Suharto. (2019). Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi
Menggunakan Cobit 5 (Studi Kasus pada Dinas Komunikasi dan Informasi
Kota Sukabumi). Jurnal Gaung Informatika, 12(1), 46–55.
Mardilla, M. B., & Mukhayaroh, A. (2020). Audit Absensi Online Aplikasi BeeAtt
Dengan Metode Cobit 4.1 Domain ME (Monitor and Evaluate) Pada PT.
Prawathiya Karsa Pradiptha Bekasi. Bianglala Informatika, 8(2), 70–78.
Muhamad, I., Matin, M., & Wardhani, L. K. (2017). Analisis Keamanan Informasi
Data Center Menggunakan COBIT 5. 10(2).
https://doi.org/10.15408/jti.v10i2.7026
Naibaho, R. S. (2017). Peranan dan Perencanaan Teknologi Informasi dalam
Perusahaan. Jurnal Warta, April, 1–12.
108
Putra, M. F. P., Mursityo, Y. T., & Rusydi, A. N. (2021). Evaluasi Manajemen
Sumber Daya Teknologi Informasi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu Menggunakan COBIT 5 Jurnal
Pengembangan Teknologi 5(1).
Rahayu, I. P., & Agitha, N. (2019). Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi
Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 5 (studi Kasus : DISKOMINFO
Lombok Barat). Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, Dan Aplikasinya
(JTIKA ), 1(2), 131–140.
Resti, L., Adityawan, F. P., & Alit, R. (2020). Analisis Tata Kelola Teknologi
Informasi Dengan Menggunakan Framework Cobit 5 (Studi Kasus: Kantor
Dinas Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur). Jurnal Informatika Dan
Sistem Informasi …, 1(3), 1081–1090.
Riadoh, S., & Yuliyati, E. (2021). Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Manajemen ISO ( International Organization for Standardization ) di SMK
Muhammadiyah Prambanan. Eduvis:Jurnal Manajemen Pendidikan, 6, 93–
104.
Rizcha, Y. R., Hendri, & Effiyaldi. (2019). Evaluasi Tata Kelola Sistem Informasi
Akademik di Politeknik Jambi Menggunakan COBIT 5. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Sistem Informasi, 1, 26–34.
Safitri, N., & Pramudita, R. (2017). Pengembangan Kerangka Kerja Arsitektur
Enterprise. Bina Insani ICT Journal, 4(1), 73–82.
Septriadi, R., Firdaus, F., & Cholil, W. (2019). Evaluasi Tata Kelola Teknologi
Informasi Menggunakan Framework Simcobit, Studi Kasus pada Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang. Jurnal Ilmiah Informatika
Global, 10(1), 44–49. https://doi.org/10.36982/jig.v10i1.747
Sianida, R. Y., Nur Afiana, F., & Wahyudi, R. (2020). IS Governance Evaluation
Using COBIT 5 Framework on the Central Statistics Agency of Banyumas
District. Journal of Computer Science and Engineering (JCSE), 1(1), 1–9.
https://doi.org/10.36596/jcse.v1i1.9
Siregar, R. A. S. (2020). Evaluasi Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan
COBIT 5 (Studi Kasus: Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian
109
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI). Applied Information System and
Management (AISM), 3(2), 113–118.
Sudrajat, J., Prihadi, Y., & Suryana, A. I. (2019). PENERAPAN
MANAJEMENLAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN
FRAMEWORK INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE
LIBRARY V . 3 ( studi kasus STMIK Mardira Indonesia ). Journal
Computech & Bisnis, 13(1), 18–27.
Suryono, R. R., Darwis, D., & Gunawan, S. I. (2018). Audit Tata Kelola Teknologi
Informasi Menggunakan Framework COBIT 5 ( Studi Kasus : Balai Besar
Perikanan Budidaya Laut Lampung ). Jurnal TEKNOINFO, 12(1), 16–22.
Suwarno. (2021). Analysis of IT Governance COBIT 5.0 (Case Study: Ministry of
Religious Affairs of Batam). JITE (Journal of Informatics and
Telecommunication Engineering), 4(January), 277–285.
Syuhada, A. M. (2021). Kajian Perbandingan Cobit 5 Dengan Cobit 2019 Sebagai
Framework Audit Tata Kelola Teknologi InformasI. 3(2), 6.
Wicaksono, M. A., Rahardja, Y., & Chernovita, H. P. (2020). Analisis Tata Kelola
Teknologi Informasi Menggunakan Framework COBIT 5 Domain EDM. JSiI
(Jurnal Sistem Informasi), 7(1), 25.
Wilkins, A., & Gobby, B. (2021). Governance and educational leadership: Studies
in education policy and politics. In Understanding Educational Leadership
(Issue Routledge 2016, pp. 309–322).
110
LAMPIRAN
111
112
113
KUISIONER
Analisa Capability pada proses EDM04 (Ensure Optimation Resource)
Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Penjas dan Bimbingan Konseling
Kuisoner ini adalah bagian daripenelitian skripsi mahasiswa Program Studi
Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, yang bertujuan untuk mendapatkan data dan opini Bapak/Ibu mengenai
tata kelola teknologi informasi di PPPPTK Penjas dan BK.
Kuisoner pengukuran tingkat kematangan ini dikembangkan dari standar
pengelolaan teknologi informasi (TI) internasional COBIT (Control Objectives for
Informasi and Related Technilogy) untuk mengetahui tingkat kematangan pada
proses pengelolaan strategi TI untuk kondisi saat ini dan kondisi yang
diharapkan,yang selanjutnya dapat dijadikan dasar yang cukup untuk identifikasi
prioritas peningkatan pada domain EDM04 (Ensure Optimation Resource).
Untuk kebutuhan di atas mohon kiranya Bapak/Ibu sebagai responden dapat
memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam kuisoner
ini.
Petunjuk Pengisian:
Bacalah pernyataan dengan seksama, lalu berikan pada pilihan jawaban Ya (Y) atau
Tidak (T) untuk setiap pertanyaan yang diberikan berikut dengan pemenuhan
dokumen yang sesuai.
Nama Responden
Jabatan Responden
Bagian
114
No. Sub Proses Output Pemenuhan Kriteria
Dokumen Memenuhi
EDM04.01 Pedoman untuk alokasi
Evaluasi sumber daya dan (Y/T)
Manajemen kemampuan karyawan
Sumber daya.
1. Pedoman untuk arsitektur
Apa ada doku organisasi
men tentang
evaluasi Perencanaan sumber daya
manajemen
sumber daya?
EDM04.02 Strategi sumber daya
Mengatur
Manajemen Pelatihan sumber daya
Sumber Daya
Dokumentasi hasil kerja
2. Tujuan kinerja dalam
Apa ada memastikan
dokumen pengoptimalan sumber
tentang daya.
manajemen
sumber daya? Tindakan cadangan
sumber daya jika tidak
EDM04.03 memenuhi target.
Memantau
Pengelolaan
Sumber Daya
3.
Apa ada doku
men terkait
memantau
pengelolaan
smuber daya?
115
KUISIONER
Analisa Capability pada proses APO07 (Manage Human Resources)
Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Penjas dan Bimbingan Konseling
Kuisoner ini adalah bagian dari penelitian skripsi mahasiswa Program Studi
Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, yang bertujuan untuk mendapatkan data dan opini Bapak/Ibu mengenai
tata kelola teknologi informasi di PPPPTK Penjas dan BK.
Kuisoner pengukuran tingkat kematangan ini dikembangkan dari standar
pengelolaan teknologi informasi (TI) internasional COBIT (Control Objectives for
Informasi and Related Technilogy) untuk mengetahui tingkat kematangan pada
proses pengelolaan strategi TI untuk kondisi saat ini dan kondisi yang
diharapkan,yang selanjutnya dapat dijadikan dasar yang cukup untuk identifikasi
prioritas peningkatan pada domain APO07 (Manage Human Resources).
Untuk kebutuhan di atas mohon kiranya Bapak/Ibu sebagai responden dapat
memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam kuisoner
ini.
Petunjuk Pengisian:
Bacalah pernyataan dengan seksama, lalu berikan pada pilihan jawaban Ya (Y) atau
Tidak (T) untuk setiap pertanyaan yang diberikan berikut dengan pemenuhan
dokumen yang sesuai.
Nama Responden
Jabatan Responden
Bagian
116
No. Sub Proses Output Pemenuhan Kriteria
Dokumen Memenuhi
(Y/T)
1. APO07.01 Maintain adequate
and appropriate staffing Prosedur evaluasi
Kebutuhan Staf
Apa ada doku men dalam
memelihara dan Rencana
mempertahankan staf yang Pengembangan Karir
mumpuni dan Kompetensi staff
Rencana Perekrutan
Pegawai
APO07.02 Identify key IT
personnel
2. Apa ada dokumen dalam
prosedur dalam
ketidaktergantungan pada staf
ahli?
APO07.03 Maintain the skills Dokumen tentang
and competencies of keterampilan dan
personnel. Kompetensi pegawai
3. Apakah ada dokumen dalam
mempertahankan
keterampilan dan kompetensi
pegawai?
Rencana
pengembangan
kemampuan
Ulasan laporan kerja
pegawai
Dokumen tujuan
pegawai
APO07.04 Evaluate employee
job performance. Evaluasi prestasi
4. Apakah ada dokumen atau
prosedur dalam mengevaluasi Rencana perbaikan
kinerja kerja karyawan?
APO07.05 Plan and track the Dokumen prosedur
5. usage of IT and business penggunaan IT dan
human resources. sumber daya
manusia.
117
No. Sub Proses Output Pemenuhan Kriteria
Dokumen Memenuhi
(Y/T)
Apakah ada dokumen atau Prosedur analisa
prosedur dalam Rencana dan kekurangan pada
melacak penggunaan TI? pegawai
Prosedur
pemanfaatan catatan
kerja pegawai
Kebijakan kontrak
pegawai
APO07.06 Manage contract
staff Perjanjian kontrak
6.
Apakah ada prosedur dalam
mengelola kontrak pegawai ? Ulasan perjanjian
kontrak
118
119
120
121
122
123
124
Surat Kinerja Pegawai (SKP)
125
Rencana beban kerja
126
Panduan Diklat PPPPTK Penjas dan BK
127