The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

AL Teknik informatika

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nuansasempurna, 2021-01-17 20:41:19

LED

AL Teknik informatika

Seleksi administrasi pada rekruitmen dosen tetap 2018 hanya
menjelaskan mengenai jenis kualifikasi pendidikan yang dibututuhkan
masing-masing Program Studi yang membuka formasi dan
persyaratan umum. Persyaratan umumnya terdiri atas:
1) WNI beragama Islam;
2) Berkelakuan baik;
3) Usia maksimal 40 tahun;
Mengajukan lamaran ditujukan kepada Rektor Universitas Billfath
dengan melampirkan:
1) CV (Curriculum Vitae);
2) FC Ijasah dan Transkip S1 dan S2 dilegalisir basah;
3) FC KTP dan KK;
4) Pas foto berwarna 4 x 6 sebanyak 1 (satu) lembar;
5) Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani;
6) Surat Keterangan Bebas Narkoba;
Sedangkan seleksi administrasi rekruitmen tenaga kependidikan
Program Studi Teknik Informatika mensyaratkan kualifikasi pendidikan
minimal S1 dengen syarat berkas antara lain sebagai berikut:
1) CV (Curriculum Vitae);
2) FC Ijasah dan Transkip S1 dilegalisir;
3) FC KTP dan KK;
4) Surat Keterangan Berkelakuan Baik;
Seleksi kompetensi pada rekruitmen dosen tetap yaitu menggunakan
tulis dan tes lisan. Pada seleksi rekruitmen dosen tetap 2018
dilaksanakan sebanyak 2 gelombang, Gelombang 1 (23-24 Mei 2018)
dan Gelombang 2 (15 Juli 2018). Tes tulis dilakukan dengan
menggunakan kuisioner yang berisi review riset dan penelitian yang
pernah dan akan dilakukan, sementara tes lisan terdiri atas tes lisan
kepesantrenan/keagamaan yang dihandle oleh yayasan, tes lisan
keterampilan yang dihandle oleh LPPM, dan tes lisan lapangan atau
orientasi dilakukan oleh Ketua Prodi Teknik Informatika.
Sementara tes tulis dan lisan pada seleksi rekruitmen tenaga
kependidikan 2018 dilaksanakan bersamaan dengan seleksi tes tulis
dan lisan rekruitmen dosen tetap Galombang 1 (satu) yaitu pada

tanggal 23-24 mei 2018. Tes tulis dilakukan dengan menggunakan
kuisioner yang berisi review mengenai latar belakang CV yang telah
diajukan, sementara tes lisan terdiri atas tes
kepesantrenan/keagamaan yang dihandle oleh yayasan dan tes
lapangan dan orientasi oleh Ketua Prodi Informatika.
2) Kegiatan pengembangan seperti: studi lanjut, seminar, konferensi,
workshop, simposium, dll.
Pengelolaan dan pembinaan dosen pada Program Studi Informatika
meliputi pengelolaan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan
manajemen. Peningkatan kualitas dosen diarahkan pada peningkatan
penguasaan materi Ilmu Komputer berbasis teknologi terapan melalui
studi lanjut S3, workshop, conference, lokakarya, maupun pertemuan
ilmiah. Pengelolaan dan pembinaan tenaga kependidikan meliputi
pengelolaan pengadaan sarana dan prasarana demi menunjang
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan manajemen di
lingkungan Program Studi Teknik Informatika. Sedangkan peningkatan
kualitas dosen diarahkan pada peningkatan keahlian tenaga
kependidikan dalam mengelola administrasi berbasis teknologi serta
penjagaan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan Program
Studi Teknik Informatika.
Sumber pendanaan yang dipergunakan untuk kegiatan seminar,
pelatihan, lokakarya, hingga penerbitan jurnal masih diusahakan dari
dosen sendiri atau dari dana fellowship penyelenggara kegiatan.
Sementara dana penelitian masih memanfaatkan dana hibah PDP dan
belum ada dosen yang melaksanakan studi lanjut S3 baik melalui jalur
beasiswa maupun dana mandiri.
Tenaga kependidikan yang melayani mahasiswa langsung berada
dalam pengelolaan Program Studi Teknik Informatika terdiri dari 2
orang tenaga administrasi, 1 orang pustakawan, serta 1 orang laboran.
Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dengan
memberi kesempatan mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan
tugas pokok dan fungsi sebagai tenaga kependidikan.
3. Strategi Pencapaian Standar

Strategi pencapaian standar yang sudah ditetapkan oleh perguruan tinggi

terkait SDM (pendidik, peneliti, dan pelaksana PkM) pada dosen

prodi Informatika yaitu dengan melaksanakan penelitian dan pengabdian

kepada masyarakat minimal masing-masing 2 sks setiap semester dan

pengajaran minimal 8 sks setiap semester. Penelitian yang telah dilaksanakan

wajib dipublikasikan dalam bentuk paper yang dimuat dalam seminar nasional,

seminar internasional, jurnal nasional, dan jurnal internasional yang

bereputasi.

4. Indikator Kinerja Utama a) Profil Dosen

1) Jumlah dan kualifikasi:

a. Dosen tetap perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai pengampu

mata kuliah di program studi yang diakreditasi (DT) dan (Tabel 3.a.1)

LKPS) sebanyak 15 orang.

b. Dosen tetap perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai pengampu mata

kuliah dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kompetensi

inti program studi (DTPS) (Tabel 3.a.1) LKPS).

Tabel 4.a.1 Profil DT dan DTPS

Dosen Tetap perguruan tinggi Jumlah (Orang)

DT 12

DTPS 5

Jumlah Dosen PT dan DTPS

DT 10%

DTPS 90%

Gambar 4.a.1 Diagram Profil DT dan DTPS

Dosen tetap perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai pengampu mata

kuliah di program studi Teknik Informatika yang diakreditasi (DT) pada saat

tahun ajaran 2018/2019 yaitu terdapat 12 dosen, dengan rincian dosen

dari prodi fisika, prodi bahasa inggris, prodi hukum, prodi pendidikan

bahasa Indonesia, prodi teknik mesin dan prodi elektro. Sedangkan dosen

tetap perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai pengampu mata kuliah

dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kompetensi inti program studi

Teknik Informatika yaitu terdapat 5 dosen. Jadi total dosen dari DT dan

DTPS pada tahun ajaran 2018/2019 terdapat

17 orang.

2) Ekuivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) dari DT/DTPS untuk

kegiatan pendidikan, penelitian, PkM, dan tugas tambahan dan/atau

penunjang (Tabel 3.a.2) LKPS).

Tabel 4.a.2 Ekuivalensi Waktu Mengajar Penuh dari DT dan DTPS

Dosen Tetap perguruan tinggi Rata-rata per semester

DT 9,71

DTPS 12,5

Persentase Ekuivalensi Dosen

DPTS 56 DT 44

Gambar 4.a.2 Ekuivalensi Waktu Mengajar Penuh dari DT dan DTPS

Berdasarkan tabel 4.a.2 Ekuivalen Waktu Mengajar Penuh (EWMP)
Dosen Tetap Perguruan Tinggi terdapat 5 dosen tetap program studi

Teknik Informatika dan 10 dosen tetap selain prodi Teknik Informatika yang
mengampu mata kuliah tambahan. Terlihat dalam tabel 4,a,2 rata-rata
ekuivalen waktu mengajar penuh DT 9,71 sebesar dan DTPS sebesar

12,5 per semeseter.
Rasio jumlah mahasiswa Program Studi terhadap jumlah DT (Tabel 2.a

dan Tabel 3.a.1) LKPS).

Tabel 4.a.3 Rasio jumlah mahasiswa Program Studi terhadap jumlah DT

Dosen Tetap perguruan tinggi Jumlah (Orang)

DT 12

Mahasiswa 114

Rasio Dosen dan Mahasiswa

DT 10
MHS 90

Gambar 4.a.3 Diagram rasio DT dan Mahasiswa
Berdasarkan tabel 4a.2 rasio jumlah mahasiswa program studi Teknik
Informatika dan dosen tetap perguruan tinggi yaitu jumlah mahasiswa pada
semester 2 dan 6 sebanyak 114 orang sedangkan DT sebanyak 12 orang
jadi jumlah rasio 1 : 3 sehingga jumlah mahasiswa prodi Informatika dan
jumlah DT termasuk kategori ideal.
b) Kinerja dosen
1) Penelitian DTPS (Tabel 3.b.2) LKPS).

Tabel 4.b.1 Penelitian DTPS 3 Tahun terakhir

Jumlah Judul Dalam TS-2 TS-1 TS
Mandiri 0 1 1
Lembaga 0 0 0

Negeri (di luar PT)

Berdasarkan tabel 4.b.1 pelaksanaan penelitian DTPS pada saat TS terdapat

1 orang dosen yang telah melakukan penelitian terapan dengan rincian

sumber pembiayaan mandiri terdapat 1 orang. Dapat disimpulkan

keaktifan dosen dalam melaksanakan penelitian belum meningkat dari 3 tahun

terakhir.

2) Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat DTPS (Tabel 3.b.3) LKPS).

Tabel 4.b.2 Pengabdian kepada masyarakat DTPS 3 Tahun terakhir

Jumlah Judul TS-2 TS-1 TS

Mandiri 01 1

Berdasarkan tabel 4.b.2 pelaksanaan pengabdian DTPS pada saat TS-1
sebanyak 1 dan TS sebanyak 1 sehingga dapat disimpulkan keaktifan
dosen dalam melaksanakan pengabdian selama 3 tahun terakhir belum
konsisten.

3) Publikasi Ilmiah yang dihasilkan oleh DTPS dalam 3 tahun terakhir (Tabel
3.b.4) LKPS).

Tabel 4.b.3 Publikasi Ilmiah yang dihasilkan oleh DTPS dalam 3 tahun terakhir

Jumlah Judul TS-2 TS-1 TS
Jurnal nasional terakreditasi 0 0 0
Seminar internasional 0 0 0

Berdasarkan tabel 4.b.3 pelaksanaan publikasi Ilmiah yang dihasilkan oleh
DTPS dalam 3 tahun terakhir belum ada. Dapat disimpulkan keaktifan
dosen Teknik Informatika dalam publikasi jurnal belum meningkat dalam 3
tahun terakhir.

4) Luaran Lainnya yang dihasilkan oleh DTPS dalam 3 tahun terakhir (Tabel

3.b.5) LKPS).

Tabel 4.b.4 Luaran Lainnya yang dihasilkan oleh DTPS dalam 3 tahun

terakhir

No Judul Luaran Tahun Keterngan
Penelitian/PkM

1

2

3

Berdasarkan tabel 4.b.4 luaran lainnya yang dihasilkan oleh DTPS
dalam 3 tahun terakhir belum ada. Ini dikarenakan dosen tidak produktif.
Pengembangan dosen diarahkan pada peningkatan kualitas keilmuan
dosen dibidang Teknologi Informasi dan terapannya didukung kemampuan
dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta manajerial melalui
studi lanjut S3 dan postdoctoral serta pelatihan, workshop, seminar,
confrence, lokakarya, maupun pertemuan ilmiah.
Selama 3 tahun sejak didirikan universitas, upaya universitas dan Program
studi dalam peningkatan kualitas dosen sudah tergolong baik. Hal ini
dibuktikan dengan dilaksanakannya 9 kali pertemuan baik bersifat
pelatihan, seminar, maupun sosialisasi dengan mendatangkan 8 orang
pakar atau dosen tamu baik dari dalam maupun luar perguruan tinggi.

Tabel 4.c Kegiatan Peningkatan Kualitas Dosen dan Sistem Pelayanan
Program Studi

No. Nama dan judul kegiatan Waktu pelaksanaan
26 Mei 2017
1. Workshop Penyusunan Kurikulum KKNI. 14 Desember 2017
16 - 17 Desember
2. Workshop Penelitian Sosial dan 2017
3. SKoesmiaalissyaasriakPatearnaturan Menteri terkait 8 Mei 2018

Program 25 November 2018
26 November 2018.
4. PPeelnaetilhitiaann;“Evaluasi dan Audit Mutu 19 Desember 2018
Akademik 26 Februari 2019
13 Maret 2019
5. IPnetelartnihaal”n Penulisan Buku dan Strategi
6. PAuGblliimkapssie of Educational Culture in
7. SGoesrmialaisnays. i Open Journal System

8. Workshop Penyusunan Perangkat
9. PUenrdkaunligaahnanSosialisasi PDP 2020

c) Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan yang melayani mahasiswa pada program studi

Informatika termasuk kategori cukup yang terdiri dari 2 orang tenaga

administrasi, 1 orang pustakawan, serta 1 orang laboran. Tenaga
kependidikan melaksanakan beban kerja yaitu mulai hari senin – jumat
pada pukul 08.00 – 15.00 sedangkan hari libur yaitu pada hari
sabtu,minggu, dan hari libur nasional.
Sedangkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dengan
memberi kesempatan mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan
tugas pokok dan fungsi sebagai tenaga kependidikan.
5. Indikator Kinerja Tambahan
Indikator kinerja tambahan pada dosen Informatika yaitu telah membuat
buku ajar kalkulus 1 dan mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan
kompetensi inti dosen Informatika yang melebihi standar SN-DIKTI yaitu
melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian,
dan pengabdian kepada masyarakat.
6. Evaluasi Capaian Kinerja
Capaian kinerja diukur dengan menggunakan metode observasi dengan
menggunakan angket penilaian kinerja dosen dan tenaga pendidik. Dari
hasil angket tersebut setelah dianalisis dapat disimpulkan bahwa kinerja
dari dosen dan tenaga pendidik di lingkungan universitas billfath tergolong
berhasil dalam mencapai standar yang telah ditetapkan oleh ristekdikti.
7. Penjaminan Mutu SDM
Penjaminan mutu SDM berdasarkan pada peraturan kerja dan kode etik
yang diberlakukan di lingkungan Program Studi Informatika berpedoman
pada Kode Etik Akademik Universitas Billfath tahun 2017. Selain itu,
mengacu pula pada Undang- Undang yang mengatur tentang kepegawaian
yang tertuang pada UU No.8 tahun 1974, UU No. 43 tahun 1999 yaitu
Pokok-Pokok Kepegawaian.
Sedangkan sarana diseminasi hasil penelitian dosen Program Studi Teknik
Informatika melalui seminar nasional nasional dan internasional, jurnal
ilmiah nasional terakreditasi dan internasional, serta prosiding. Dalam 3
tahun sejak berdirinya universitas, Publikasi yang telah dilaksanakan dosen
program studi Informatika yaitu 2 dosen telah publikasi artikel jurnal
nasional tidak terkareditasi dan belum ada dosen telah melaksanakan
seminar internasional. Selain itu dosen di prodi Teknik Informatika juga
telah melakukan penelitian meskipun penelitiannnya belum dipublikasikan

dalam jurnal, artikel ataupun prosiding. Pengabdian kepada masyarakat
juga menjadi prioritas dalam penerapan tridarma perguruan tinggi. PkM
dilaksanakan baik terjadwal maupun tidak terjadwal.
Dalam usaha untuk menjaga keberlanjutan kegiatan penelitian
maupun pengabdian kepada masyarakat setiap tahun, dosen didorong
untuk dapat melakukan penelitian, baik melalui bantuan dana insentif
penelitian, insentif dana seminar nasional maupun internasional, dan
insentif dana buku ajar baik dari kemenristekdikti maupun dana mandiri.
Selain itu, LPPM beberapa kali mengadakan pelatihan internal terkait
penulisan proposal penelitian, serta sharing informasi terkait penulisan
jurnal nasional maupun internasional. Pada tahun ini LPPM juga
menjalin kerjasama riset dengan LPPM Universitas Islam Lamongan,
sehingga diharapkan dosen Program Studi Teknik Informatika dapat
memanfaatkan beberapa MoU tersebut untuk terus berperan aktif dalam
melaksanakan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
8. Kepuasan Pengguna
Kepuasan pengguna yang digunakan kepada dosen dan tenaga
kependidikan terhadap pengelolaan SDM menggunakan sistem angket.
Sistem angket ini digunakan pada setiap semester atau 6 bulan sekali
dengan menggunakan rubrik penilaian yang sudah disediakan oleh
perguruan tinggi, selanjutnya hasil angket tersebut dianalisis sehingga
mengetahui kekurangan terhadap pengelolaan SDM dan dapat
ditindaklanjuti secara berkala dengan memperbaiki tata pengelolaan
SDM sehingga menjadi lebih baik.
9. Simpulan Hasil Evaluasi serta Tindak Lanjut
Hasil evaluasi pada program studi Teknik Informatika di universitas
billfath dapat disimpulkan bahwa:
a) Semua dosen tergolong masih muda yang berumur 25-30 tahun

sehingga butuh bimbingan dari dosen senior,
b) Butuh minimal 1 dosen berpendidikan S3, agar tercapai rasio yang ideal
c) Pengajuan jafung bagi dosen muda.
Dari kesimpulan hasil evaluasi diatas sehingga perlu ditindak lanjut
dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Dosen muda berperan aktif dalam berkomunikasi dengan dosen
senior dari kampus lain

b) Memberi target waktu untuk dosen muda yang akan melanjutkan S3.
c) Mempercepat pengajuan jabatan fungsional asisten ahli pada

setiap dosen Informatika yang sudah memenuhi kualifikasi minimal 1
tahun mengajar.
C.5 Keuangan, Sarana, dan Prasarana
1. Latar Belakang
Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional strategi pencapaian
standar yang ditetapkan perguruan tinggi terkait:
a) Pengelolaan keuangan: perencanaan, sumber-sumber keuangan,
pengalokasian, realisasi, dan pertanggungjawaban, dan
b) pengelolaan sarana dan prasarana yang berisi: perencanaan,
pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan penghapusan.
Setiap program studi memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam
menjalankan kegiatan Tri Dharmanya. Sehingga diperlukan pengelolaan
keuangan yang baik agar semua program studi dapat terfasilitasi.
Pengelolaan keuangan di Universitas Billfath menggunakan sistem satu pintu,
sehingga semua Rencana Anggaran Kegiatan Tahunan (RAKT) prodi dibahas
dan ditetapkan dalam rapat kerja pimpinan fakultas dan program studi yang
selanjutnya disampaikan dalam rapat senat, difinalisasi dan dikompilasi pada
rapat koordinasi tingkat universitas. Dalam rapat kerja tersebut diputuskan
penetapan pagu dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Ketika
pagu anggaran telah ditetapkan, prodi mempunyai wewenang untuk
melaksanakan kegiatan sesuai perencanaan. Dalam menyusun RAKT, prodi
Informatika mengacu pada program kerja prodi yang telah ditetapkan.
Sumber-sumber keuangan prodi Teknik Informatika berasal dari
hibah yayasan, Mahasiswa melalui biaya pendidikan, Bantuan dari
Pemerintah melalui beasiswa PPA, Bidikmisi, serta Pendanaan Penelitian
Dosen Pemula dari ristekdikti. Hibah yayasan memiliki andil yang paling besar
dikarenakan Universitas Billfath masih tergolong kampus baru yang
memmbutuhkan banyak bantuan dana. Agar pendanaan tidak hanya
bersumber dari yayasan, Mahasiswa didaftarkan beasiswa-beasiswa dari

pemerintah dan dosen diikutsertakan dalam kompetisi pendanaan penelitian
yang diselenggarakan oleh ristekdikti.

Pengalokasian dana di program studi Teknik Informatika paling
besar untuk biaya investasi baik untuk prasarana, sarana maupun SDM. Hal
iini dikarenakan Universitas Billfath termasuk prodi Teknik Informatika masih
berada pada tahun kedua sejak tahun berdirinya. Setelah itu dana
dialokasikan untuk biaya operasional pendidikan dan kemahasiswaan,
penelitian dan pengabdian masyarakat.

Realisasi dan pertanggungjawaban dilaksanakan melalui
mekanisme yang transparan dan akuntabel serta sesuai dengan peraturan
pertanggungjawaban keuangan yang berlaku. Pada akhir kegiatan, tim
personalia kegiatan pada tingkat prodi diwajibkan memberikan laporan
pertanggungjawaban kegiatan yang berisi laporan kegiatan dan hasil yang
dicapai serta laporan penggunaan anggaran kepada wakil dekan untuk
disusun laporan keuangan di fakultas. Selain itu laporan pertanggungjawaban
kegiatan dan keuangan dimasukkan dalam laporan kinerja program studi
Teknik Informatika universitas Billfath.

Berdasarkan Undang-undang nomer 12 tahun 2012 yang
menyebutkan bahwa perguruan tinggi harus menyediakan sarana dan
prasarana untuk memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan bakat, minat
potensi dan kecerdasan mahasiswa, maka Universitas Billfath merencanakan
pembangunan sarana dan prasarana dalam jangka panjang yaitu pemindahan
lokasi kampus ke jalan raya pucuk, jalan nasional Babat-Surabaya. Skema
pembiayaan juga telah disiapkan guna terwujudnya suatu kampus yang
terpadu yang menyatukan antara tridharma, kepesantrenan dan
keindonesiaan yang komprehensif.

Untuk saat ini, lokasi kampus masih menjadi satu dengan
kawasan pondok pesantren Al-Fattah, Siman, Sekaran. Di kawasan kampus
sementara ini, telah dilakukan pengadaan laboratorium-laboratorium guna
mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian. Program studi Informatika
telah memiliki laboratorium komputasi yang pengelolaannya dilakukan
secara bersama-sama dengan program studi Teknik Informatika dan
pemanfaatannya bisa digunakan oleh mahasiswa maupun dosen di
lingkungan Universitas Billfath. Selain laboratorium, juga sudah ada ruang

dosen, ruang kuliah, perpustakaan, lapangan dan fasilitas lainnya yang cukup

menunjang kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Selain itu juga didukung oleh

layanan sistem informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi

di bidang akademik. Jaringan internet yang tersebar luas dan gratis dapat

memudahkan mahasiswa maupun dosen dalam mengakses literatur guna

meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Terdapat SOP pemeliharaan sarana dan prasarana agar sarana dan

prasarana dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Terkait

penghapusan sarana dan prasarana belum ada karena semua sarana dan

prasarana masih tergolong baru dan masih layak pakai.

2. Kebijakan

Berisi deskripsi dokumen formal dan standar tentang:

a) pengelolaan keuangan yang mencakup: perencanaan, realisasi, dan

pertanggung jawaban yang sesuai dengan kebijakan perguruan tinggi.

b) pengelolaan sarana dan prasarana yang mencakup: perencanaan,

pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan penghapusan yang sesuai

dengan kebijakan perguruan tinggi.

Berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Billfath nomor:

015/SK/07.1093/II/2018 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan

Universitas Billfath menyatakan bahwa :

1. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Universitas Billfath berlaku sebagai

dasar pelaksanaan pengeluaran dana Universitas Billfath setelah

mendapat pengesahan dari yayasan

2. Alokasi dana yang tertuang dalam RKA merupakan batas tertinggi

pengeluaran setiap unit kerja

3. Pembayaran hanya dapat dilakukan jika alokasi dananya tersedia dalam

RKA dan sesuai dengan usulan anggaran

4. Laporan keuangan universitas billfath terdiri atas : laporan posisi

keuangan (neraca), laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas

laporan keuangan.

5. Periode pelaporan keuangan adalah satu tahun anggaran

Berdasarkan Standar Pembiayaan Pembelajaran Universitas Billfath,
1. Rektor menentukan sumber dana untuk pembiayaan berasal dari dana

Penerimaan Negara Bukan Pajak.
2. Rektor menetapkan standar satuan biaya operasional Billfath menjadi dasar

untuk menyusun RAPB Billfath tahunan dan menetapkan biaya yang
ditanggung oleh mahasiswa
3. Rektor wajib mengupayakan pendanaan pendidikan tinggi dari berbagai
umber di luar biaya pendidikan yang diperoleh mahasiswa
4. Wakil Rektor II merumuskan dan merencanakan alokasi anggaran
minimum ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan batas kewajaran
5. Wakil Rektor II menetapkan standar mutu dalam perencanaan dan
pengelolaan anggaran. Standar mutu didasarkan atas ketersediaan
evaluasi dan sistem pelaporan secara periodik dan berkesinambungan
serta sistem pertanggungjawaban keuangan yang bersifat auditabel dan
akuntabel.
6. Wakil Rektor II menetapkan biaya operasional pendidikan per tahun untuk
mendukung kegiatan tridharma sesuai dengan peraturan yang berlaku.
7. Warek II melakukan analisis biaya operasional pendidikan tinggi sebagai
bagian dari penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan
8. Dekan bersama Kaprodi harus terlibat dalam perencanaan Target
Kinerja, Perencanaan program kerja dan perencanaan alokasi
penggunaan anggaran/pengelolaan dana, akuntabilitas dalam
penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat untuk menjamin pemenuhan capaian pemebelajaran lulusan
9. Warek II, Dekan dan Kaprodi dalam mengelola keuangan harus taat
hukum, transparan, efisien, efektif dan akuntabel.
10. Warek II menetapkan biaya pendidikan terdiri dari biaya investasi dan
biaya operasional
11. Prodi harus melakukan perencanaan alokasi dan pengelolaan dana untuk
penyelenggaraan pembelajaran di prodi.
12. Prodi melaksanakan kegiatan dengan penganggaran sesuai yang
direncanakan.
13. Fakultas dan Prodi harus melaporkan penggunaan keuangan secara rutin
dan berkesinambungan kepada bagian audit internal

14. Billfath mempunyai sistem pencatatan biaya dan pelaporan penggunaan
keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Standar Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian Universitas
Billfath
1. Universitas Billfath wajib menyediakan dana penelitian baik bagi dosen,

tenaga pendidikan maupun mahasiswa
2. Anggaran penelitian dapat bersumber dari pemerintah, kerjasama dengan

lembaga lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri atau dana dari
masyarakat
3. Mekanisme pendanaan dan pembiayaan penelitian diatur oleh pimpinana
universitas billfath
4. Dana pengelolaan penelitian digunakan untuk membiayai manajemen
penelitian, peningkatan kapasitas peneliti serta insentif publikasi
ilmiah atau insentif kekayaan intelektual
Berdasarkan standar pendanaan pengabdian masyarakat universitas billfath
1. Billfath telah menetapkan kriteria minimal sumber dan mekanisme
pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada masyarakat
2. Billfath wajib menyediakan dana internal untuk pengabdian kepada
masyarakat
3. Billfath menetapkan pendanaan lain yang bersumber dari pemerintah,
kerja sama dengan lembaga lain di dalam maupun di luar negeri atau
dana masyarakat
4. Penggunaan dana pengabdian kepada masyarakat bagi dosen dan
infrastruktur digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,
pemantauan, pelaporan dan diseminasi
5. Billfath telah membuat mekanisme pendanaan dna pembiayaan
pengabdian kepada masyarakat
Berdasarkan Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran Universitas
Billfath,
1. Billfath harus menyediakan ruang kelas untuk proses pembelajaran
2. Prodi menyediakan ruang kerja dosen tetap yang dapat menjaga
3. privacy dan nyaman untuk melaksanakan kegiatan akademik
4. Billfath menyediakan ruang perpustakaan dengan dilengkapi sumber
belajar untuk mendukung pencapaian SP lulusan

5. Prodi wajib menyediakan bahan pustaka di perpustakaan atau ruang
baca berupa buku wajib mata kuliah, buku pengembangan yang relevan
dengan prodi termasuk e-book, jurnal ilmiah nasional terakreditasi/
internasional yang judulnya lengkap, serta prosiding hasil seminar dosen
tetap prodi yang dilaksanakan di dalam dan di luar PT sendiri

6. Prodi menyediakan ruang akademik selain ruang kelas untuk
melaksanakan proses pembelajaran yang mendukung tercapainya CP
lulusan

7. Billfath menyediakan ruang penunjang akademik yang mendukung
tercapainya CP lulusan
8. Prodi harus menyediakan ruang administrasi dan kantor untuk

menunjang kegaitan akademik dalam rangka mendukung CP lulusan
9. Prodi harus menyediakan peralatan praktikum yang dapat diakses dan

didayagunakan untuk kegiatan akademik dosen dan mahasiswa
10. Prodi harus menyediakan media pembelajaran yang mendukung

tercapainya CP lulusan
11. Billfath dan prodi harus menyediakan sistem informasi dan fasilitas

program studi untuk mendukung kegiatan akademik
12. Billfath dan prodi harus menyediakan sarana dan prasarana yang dapat

diakses oleh mahasiswa yang berkebutuhan khusus.
Berdasarkan Standar Sarana dan Prasarana Penelitian Universitas Billfath :
1. LPPM harus menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang isi

dan proses penelitian dalam rangka memenuhi hasil penelitian yang
dilakukan oleh dosen
2. LPPM harus memfasilitasi para dosen sesuai dengan bidang keilmuan,
proses pembelajaran dan pengabdian kepda masyarakat
3. Sarana dan prasarana yang disediakan harus memenuhi standar mutu,
keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan dan keamanan peneliti,
masyarakat dan lingkungan.
Berdasarkan Standar Sarana dan Prasarana Pengabdian Masyarakat
Universitas Billfath :
1. Universitas Billfath telah menetapkan standar minimal sarana dan
prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang proses pengabdian kepada

masyarakat dlam rnagka memenuhi hasil pengabdian kepada
masyarakat
2. Universitas Billfath menyediakan fasilitas pelaksanaan pengabdian
kepada masyarakat paling sedikit terkait dengan penerapan bidang ilmu
dari program studi yang dikelola perguruan tinggi dan area sasaran
kegiatan, juga digunakan untuk proses pembelajaran dan penelitian
3. Universitas Billfath telah menetapkan mutu, keselamatan kerja,
kesehatan, kenyamanan, dan keamanan pelaksanaan pengabdian
kepada masyarakat
Berdasarkan Renstra Fakultas Teknik 2018-2022, terdapat kebijakan
mengenai peningkatan standard mutu fisik laboratorium agar dapat
meningkatkan layanan laboratorium.
3. Strategi Pencapaian Standar
Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pemenuhan:
a) standar yang ditetapkan perguruan tinggi terkait pengelolaan keuangan:
perencanaan, sumber-sumber keuangan, pengalokasian, realisasi, dan
pertanggungjawaban, dan
b) standar yang ditetapkan perguruan tinggi terkait pengelolaan sarana dan
prasaranayang berisi: perencanaan, pengadaan, pemanfaatan,
pemeliharaan, dan penghapusan.
Strategi UPPS dalam memenuhi standar pengelolaan keuangan adalah :
1. melakukan sosialisasi secara periodik kepada seluruh prodi dan kaprodi
tentang standar pelaksanaan pembiayaan
2. membangun komitemn dan semnagat otonomi dalam pengelolaan
keuangan
3. melakukan pelatihan kepada prodi dalam pengelolaan keuangan
4. melakukan evaluasi berkala mengenai kesesuain standar mutu
pengelolaan pembiayaan 1 bulan sekali
5. kaprodi melaporkan hasil evaluasi terhadap ketercapaian standar
pengelolaan keuangan kepada kantor internal audit
6. bekerjasama dengan LPPM dalam mensosialisasikan standar
pendanaan dan pembiayaan penelitian dan pengabdian masyarakat
kepada seluruh prodi

7. mensosialisasikan alokasi dana penelitian dan pengabdian masyarakat
pada RAPBU kepada seluruh prodi

8. menyediakan SOP tentang pendanaan dan pembiayaan penelitian dan
pengabdian masyarakat

9. bekerjasama dengan LPPM dalam menerapkan sistem monitoring
tentang pendanaan dan pembiayaan penelitian dan pengabdian
masyarakat setahun sekali.

Strategi UPPS dalam memenuhi standar pengelolaan sarana dan prasarana:
1. berkoordinasi dengan prodi dalam melakukan evaluasi berkala mengenai

kesesuaian standar mutu sarana dan prasarana pembelajaran minimum
sekali dalam satu semester
2. berkoordinasi dengan prodi dalam melaporkan hasil evaluasi kepada
Dekan fakultas
3. berkoordinasi dengan prodi dalam melakukan perencanaan program
kerja dan anggaran untuk tahun yang akan datang dalam rangka
meningkatan mutu sarana dan prasarana pembelajaran
4. berkoordinasi dengan warek II terkait penyelenggaran sarana dan
prasarana pendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masnyarakat
5. berkoordinasi dengan dosen dan perwakilan mahasiswa untuk
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat di tingkat fakultas dan program studi.
6. Mengadakan pelatihan menulis artikel ilmiah dan hasil-hasil penelitian
sekurang-kurangnya setahun sekali.
4. Indikator Kinerja Utama
Tampilkan data Keuangan, Sarana dan Prasarana dengan teknik
epresentasi yang relevan (misalnya: kurva tren, rasio, dan proporsi) dan
komprehensif serta simpulkan kecenderungan yang terjadi. Data dan analisis
yang disampaikan meliputi:
a) Keuangan
1. Biaya operasional pendidikan (Tabel 4 LKPS).
2. Rata-rata dana penelitian DTPS/tahun dalam 3 tahun terakhir (Tabel 4

LKPS).
3. Rata-rata dana PkM DTPS/tahun dalam 3 tahun terakhir (Tabel 4

LKPS).

4. Realisasi investasi (SDM, sarana dan prasarana) dalam 3 tahun
terakhir (Tabel 4 LKPS).

Rata - Rata Alokasi Dana dalam 2
Tahun Terakhir

pendidikan

penelitian
pengabdian
masyarakat
investasi (sarana,
prasarana, SDM)

Gambar 4.a.1. Rata - Rata Alokasi Dana dalam 2 Tahun Terakhir
Rata – rata alokasi dana dalam 2 tahun terakhir paling banyak
digunakan untuk investasi (sarana, prasarana dan SDM) yaitu sebesar
75.85%. Hal ini terjadi karena Universitas Billfath sedang melakukan
pembangunan kampus baru. Namun mengakibatkan kurangnya dana untuk
penelitian dan pengabdian masyarakat dengan besaran masing – masing
2.42% dan 1.12%. Di bagian pendidikan dialokasikan sebesar 20.6%
dengan tujuan kegiatan akademik dapat berjalan dengan semestinya.

Rata-Rata Biaya Operasional
Pendidikan dalam 2 Tahun

Gaji Dosen
Gaji Tenaga
Pendidikan
Biaya Operasional
Pembelajaran
Biaya Operasional
Tidak Langsung

Gambar 4.a.2. Rata-Rata Biaya Operasional Pendidikan dalam 2 Tahun

Rata – rata Biaya Operasional Pendidikan dalam 2 tahun terakhir
paling banyak digunakan untuk gaji dosen yaitu sebesar 51.99%. Setelah
itu, digunakan untuk gaji tenaga pendidikan sebesar 40.98%. Biaya
Operasional Pembelajaran dan yang Tidak Langsung memeiliki prosentase
sedikit yaitu sebesar 2.97% dan 4.05%. Hal ini dikarenakan kampus
Universitas Billfath masih menjadi satu bagian dengan gedung yayasan
sehingga biaya operasional baik yang langsung maupun tidak langsung
dibebankan secara bersama.

Rata-Rata Biaya Investasi
dalam 2 Tahun Terakhir

SDM
Sarana
Prasarana

Gambar 4.a.3. Rata-Rata Biaya Investasi dalam 2 Tahun Terakhir
Rata-rata biaya investasi dalam 2 tahun terakhir diurutkan dari yang
terbesar hingga terkecil yaitu investasi prasarana sebesar 60.89%, sarana
sebesar 35.29% serta SDM sebesar 3.82%. Hal ini berkaitan dengan harga
satuan dalam pengadaan sarana dan prasarana lebih besar daripada SDM.
Selain itu juga dipengaruhi oleh jumlah SDM yang tergolong masih sedikit.
b) Sarana
1) Kecukupan dan Aksesibilitas Sarana
Kecukupan sarana terlihat dari ketersediaan, kemutakhiran, kesiapgunaan,
mencakup: fasilitas dan peralatan untuk pembelajaran, penelitian, dan
PkM. Perguruan tinggi harus menyediakan sarana bagi mahasiswa yang
berkebutuhan khusus. Gambarkan tabel jumlah sarana yang
dimanfaatkan oleh PS yang diakreditasi.
Fasilitas sarana yang dikelola oleh universitas yaitu ketersediaan jaringan
Wifi yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika. Sedangkan sarna
yang dikelola oleh prodi seperti yang tertera dala tabel di bawah ini :

No. Sarana Jumlah (buah)
1. Proyektor LCD
2. Buku Teks 2
3. Jurnal Cetak Nasional 207
4. Jurnal Cetak Internasional 2
5. Prosiding 1
6. Komputer 1
7. Skripsi/Tesis 15
8. Papan Tulis 10
9. Kipas Angin 2
5

2) Kecukupan dan Aksesibilitas Sistem Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK)
Ketersediaan Sistem TIK untuk:
a) Pengumpulan data yang cepat, akurat, dapat

dipertanggungjawabkan, dan terjaga kerahasiaannya.
b) Pengelolaan dan penyebaran ilmu pengetahuan, misalnya: SIMPT

(akademik, SDM, keuangan, aset, Decission Support System
(Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan), dll.), Sistem
Informasi Perpustakaan, dan e-Learning.
Adanya jaringan internet Wifi yang dapat diakses dengan mudah di
lingkungan kampus guna mempermudah dosen maupun mahasiswa dalam
mengakses referensi ataupun untuk memperlancar bidang akademik dalam
mengumpulkan dan mengelola data akademik. Selain itu, adanya SIAKAD
(Sistem Informasi Akademik) dapat digunakan untuk mempermudah dalam
memonitoring dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Setiap dosen
mempunyai alamat e-mail kampus dengan domain @billfath.ac.id untuk
memudahkan komunikasi dengan pihak internal ataupun eksternal. Selain
itu email institusi berguna untuk mengakses layanan Risdekti seperti
SINTA, Simlitabmas, Sister dan lainnya. Email institusi juga diperlukan
untuk publikasi hasil penelitian sehingga bisa menambah kepercayaan
penyelenggara jurnal baik di level nasional dan internasional yang

berdampak pada peningkatan publikasi yang tercatat dihasilkan oleh
Universitas Billfayh. Blog dengan alamat dosen.billfath.ac.id dapat
digunakan sebagai fasilitas pembelajaran yang memudahkan interaksi
dosen dan mahasiswa. Selain itu, juga terdapat website program studi
Informatika.billfath.ac.id yang dapat digunakan sebagai penyebaran
informasi resmi maupun penyebaran ilmu pengetahuan.
c) Kecukupan dan Aksesibilitas Prasarana
Kecukupan prasarana terlihat dari ketersediaan, kemutakhiran,
kesiapgunaan, mencakup: fasilitas dan peralatan untuk pembelajaran,
penelitian, dan PkM. Perguruan tinggi harus menyediakan prasarana bagi
mahasiswa yang berkebutuhan khusus.
Fasilitas prasarana program studi Teknik Informatika meliputi ruang kelas,
ruang dosen, perpustakaan, laboratorium komputer, tempat parkir dan
toilet. Selain itu terdapat laboratorium bahasa yang dikelola oleh prodi
pendidikan bahasa inggris, namun dapat digunakan secara bersama untuk
menambah keahlian berbahasa inggris mahasiswa maupun dosen.
5. Indikator Kinerja Tambahan
Indikator kinerja tambahan adalah indikator keuangan, sarana dan
prasarana lain berdasarkan standar yang ditetapkan oleh perguruan tinggi
untuk melampaui SN-DIKTI. Data indikator kinerja tambahan yang
sahih harus diukur, dimonitor, dikaji dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
Terdapat 3 indikator untuk keuangan, sarana prasarana, yaitu :
a) Adanya dokumen keuangan yang memuat tentang mekanisme dan

ketercapaian penggunaan dana dalam bidang pendidikan, penelitian,
pengabdian masyarakat dan investasi.
b) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat di setiap prodi
c) Tersedianya sarana teknologi informasi dan komunikasi yang dapat
menunjang pembelajaran
6. Evaluasi Capaian Kinerja
Berisi deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan
pencapaian standar yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur
dengan metoda yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis

terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor
pendukung keberhasilan dan faktor penghambat ketercapaian standar, dan
deskripsi singkat tindak lanjut yang akan dilakukan UPPS.

Keberhasilan dalam pencapaian standar dilihat dari terlampaui atau
tidaknya indikator yang ditetapkan. Bidang keuangan dikatakan belum
mencapai standar karena belum adanya dokumen keuangan yang memuat
tentang mekanisme dan ketercapaian penggunaan dana dalam bidang
pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan investasi. Hal ini dapat
dilihat dari belum adanya pendistribusian dana sesuai dengan alokasi yang
telah ditetapkan. Selain itu, belum optimalnya upaya dalam mendapatkan
sumber dana untuk setiap program kerja. Bidang keuangan dapat mencapai
standar apabila sumber-sumber keuangan dapat memberikan dana
sebagaimana mestinya. Maka dari itu diperlukan suatu usaha lain untuk

mendapatkan uang. Misalkan menciptakan suatu produk yang dapat
dijual sehingga sumber-sumber keuangan bisa bertambah. Pembuatan produk
tersebut bisa melibatkan mahasiswa agar dapat menumbuhkan jiwa
kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, perlunya komitmen universitas untuk
menyediakan dana pendamping untuk semua kegiatan peningkatan mutu
sarana dan prasarana. Seperti upaya untuk memperoleh dana kompetitif
peningkatan sarana dan prasarana baik perangkat keras maupun lunak dari
pemerintah. Upaya untuk mendapatkan bantuan dana penelitian dan
pengabdian masyarakat dari Ristekdikti juga perlu ditingkatkan. Sehingga
kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat bisa dilaksanakan
berkelanjutan setiap tahunnya.

Di bidang sarana dan prasarana dapat dikatakan cukup berhasil
mencapai standar. Karena sudah terdapat sarana dan prasarana penunjang
pendidiikan seperti toilet dan tempat parkir. Namun pengelolaan prasarana di
bawah yayasan memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan. Sehingga perlu
ditingkatkan lagi penyediaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan,
seperti tempat beribadah, ruang organisasi kemahasiswaan, ruang
kesehatan, gudang di setiap prodi. Selain itu perlu diadakan toilet untuk
mahasiswa berkebutuhan khusus (pengguna kursi roda) walaupun belum
ada mahasiswa yang berkebutuhan khusus namun perlu diadakan untuk

memfasilitasi jika secara insidental ada mahasiswa yang semetara waktu
memerlukan penanganan secara khusus.

Di bidiang sarana teknologi informasi dan komunikasi sudah cukup
berhasil mencapai standar. Karena sudah terdapat sarana penunjang yang
memudahkan dosen dan mahasiswa dalam mengakses setiap informasi.
Namun perlu ditingkatkan sistem informasi mengenai keuangan. Sehingga
lebih mudah dalam memonitoring dan evaluasi keuangan. Selain itu, perlu
diadakan langganan jurnal internasional yang bertujuan memperluas akses
referensi yang terbarukan.
7. Penjaminan Mutu Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama

Berisi deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem
penjaminan mutu di UPPS yang sesuai dengan standar yag ditetapkan
perguruan tinggi terkait Keuangan, Sarana dan Prasarana mengikuti siklus
penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan perbaikan
berkelanjutan (PPEPP).

Sistem penjaminan mutu keuangan, sarana dan prasarana di
UPPS dilaksanakan secara struktur oleh GKM (Gugus Kendali Mutu). Dalam
menjalankan tugasnya, GKM mengacu pada buku SPMI yang berisi
Kebijakan, Manual, Standar dan Formulir Mutu Universitas Billfath serta SOP
yang akan membantu pelaksanaan operasional kampus. Standar-standar
yang telah ditetapkan oleh Universitas Billfath disosialisaikan kepada seluruh
civitas akademika agar civitas akademika dapat melaksanakan operasional
kampus sesuai dengan prosedur yang ada. Kemudian dilakukan Audit Mutu
Internal (AMI) 1 tahun sekali yang bertujuan untuk memonitoring dan
mengevaluasi pelaksanaan. Laporan hasil AMI akan dilaporkan kepada
pihak rektorat sebagai pengendali dan laporan tersebut dapat dijadikan
bahan evaluasi dan penilaian program studi. Selanjutnya dilakukan
perbaikan dari hasil evaluasi tersebut.
8. Kepuasan Pengguna
a) Deskripsi sistem untuk mengukur kepuasan pengguna terhadap

pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana, termasuk kejelasan
instrumen yang digunakan, pelaksanaan, perekaman dan analisis
datanya.

b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan
pengguna yang dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti
secara berkala dan tersistem.
Untuk mengukur kepuasan terhadap pengelolaan keuangan,

sarana dan prasarana dilakukan penyebaran kuisioner kepada seluruh
mahasiswa di setiap akhir semester. Dalam kuisioner tersebut terdapat 15
pernyataan dimana setiap pernyataan terdapat pilihan sangat setuju, setuju,
tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Untuk memastikan seluruh mahasiswa
mengisi, kuisioner diberikan di akhir ujian akhir semester. Hasil dari kuisioner
tersebut direkap dan diambil kesimpulan kemudian dibuat laporan yang
selanjutnya akan disampaikan kepada rektor.
Hasil dari kuisioner pelayanan bagian keuangan menyatakan bahwa :
1. Prosedur pelayanan di bagian keuangan berbelit-belit
2. Proses pelayanan di bagian keuangan tidak mudah dan tidak cepat
3. Kegiatan administrasi rapi dan benar
4. Bagian keuangan memberikan pelayanan yang memuaskan sesuai

kebutuhan anda
5. Pegawai di bagian keuangan menunjukkan disiplin kerja yang tinggi
6. Pegawai di bagian keuangan memberikan tanggapan yang cepat dan

baik terhadap keluhan mahasiswa
7. Prosedur penyampaian informasi jelas dan mudah dimengerti
8. Pegawai di bagian keuangan selalu ada sesuai jadwal
9. Pegawai di bagian keuangan memberikan kemudahan dalam akses

pelayanan administrasi akademik
10. Pegawai di bagian keuangan memberikan pelayanan sepenuh hati

dalam memberikan pelayanan
11. Komunikasi pegawai di bagian keuangan dengan pengguna layanan

berjalan dengan baik dan benar
12. Pegawai di bagian keuangan memberikan perlakuan yang adil kepada

setiap pengguna layanan
13. Pegawai di bagian keuangan berpenampilan rapi, sopan, sesuai dengan

situasi dan kondisi
14. Informasi yang diberikan bagian keuangan dapat diandalkan
15. Sistem informasi yang ada di bagian keuangan bekerja dengan handal.

Hasil dari kuisioner pelayanan sarana dan prasarana menyatakan bahwa :
1. Ruang kelas sudah memiliki pencahayaan yang baik
2. Fasilitas audio visual/LCD belum memadai
3. Ruang kelas bersih dan nyaman
4. Sistem sirkulasi udara di ruang kelas belum memberikan kenyamanan

dalam proses pembelajaran
5. Toilet sudah bersih dan rapi
6. Tempat ibadah belum memberikan kekhusyukan dalam menjalankan

ibadah
7. Tempat parkir yang nyaman dan luas
8. Jaringan internet belum memadai
9. Hotspot belum menjangkau lingkungan belajar
10. Tersedianya perlengkapan belajar (spidol, penghapus, dll)
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak lanjut

Berisi ringkasan dari: pemosisian, masalah dan akar masalah, serta
rencana perbaikan dan pengembangan keuangan, sarana dan prasarana
oleh UPPS, khususnya yang terkait program studi yang diakreditasi.

Kurangnya pemanfaatan sistem informasi di bagian keuangan
membuat mahasiswa merasa prosedur pelayanan di bagian keuangan
berbelit-belit sehingga proses pelayanan di bagian keuangan tidak
mudah dan tidakcepat. Sehingga untuk selanjutnya perlu diadakan sistem
informasi bagian keuangan agar pelayanan di bagian keuangan dapat lebih
mudah dan cepat.

Sumber-sumber keuangan yang belum mencukupi kebutuhan
mengakibatkan beberapa sarana dan prasana penunjang pendidikan belum
bisa disediakan sesuai dengan standarnya. Seperti halnya tempat ibadah,
LCD, jaringan internet yang terbatas. Sehingga diperlukan alternatif lain
untuk mendapatkan sumber-sumber keuangan. Berwirausaha ataupun
merencanakan program kerja yang menghasilkan dana dapat menjadi
solusinya. Untuk itu diperlukan tim khusus bagian kewirausahaan untuk
merancang serta melaksanakan kegiatan jual beli yang dapat menghasilkan
pendapatan.
C.6 Pendidikan
1. Latar Belakang

Setiap perguruan tinggi selalu berusaha menghasilkan lulusan
yang berkualitas, berkarakter serta mampu bersaing dengan lulusan
perguruan tinggi lain, minimal sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam
PERMENRISTEKDIKTI No. 44 tahun 2015. Agar diperoleh lulusan
sesuai yang diharapkan, diperlukan langka-langkah tindakan yang dapat
menjamin keberhasilan kami dalam mencapai tujuan tersebut. Untuk itu, perlu
disusun standar Pendidikan. Adapun tujuan disusunnya standar
Pendidikan adalah mewujudkan peningkatan kualitas Pendidikan dan
pengajaran sesuai dengan SN Dikti serta mewujudkan profil lulusan sesuai
dengan visi misi prodi Informatika, Fakultas Teknik dan juga Universitas
Billfath. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dibuat strategi-strategi dengan
menerapkan prinsip PPEPP yang mencakup kurikulum, pembelajaran,
integrase kegiatan penelitian dan PkM dalam pembelajaran serta Suasana
Akademik.

Agar diperoleh hasil yang optimal, penyusunan strategi haruslah
diawali dengan adanya analisis internal dan eksternal serta posisi dan daya
saing program studi.
2. Kebijakan

Dalam bidang Pendidikan, LPM telah membuat dokumen-dokumen
standar berikut formulir kontrolnya untuk menjalankan tugasnya. Dokumen
tersebut diantaranya adalah:
1. Standar kompetensi lulusan
2. Standar isi pembelajaran
3. Standar proses pembelajaran
4. Standar penilaian pembelajaran
5. Standar dosen dan tenaga kependidikan
6. Standar sarana dan prasarana pembelajaran
7. Standar pengelolaan pembelajaran
8. Standar pembiayaan pembelajaran.

Dokumen standar tersebut dikumpulkan dalam Buku Panduan
Akademik disahkan melalui SK Rektor No. 011/SK/07.1093/II/2018 yang
menjadi acuan operasional kegiatan akademik dilingkungan Universitas
Billfath.

Fakultas sebagai UPPS dengan mengacu pada panduan
akademik Universtas. Panduan akademik yang sudah dilengkapi dengan
kurikulum prodi selanjutnya disosialisasikan kepada mahasiswa.
3. Strategi Pencapaian Standar
Dengan memperhatikan kondisi internal, ekternal, serta daya saing
Universitas Billfath, disusunlan strategi sebagai berikut:
➢ Meningkatkan dan mengontrol Kurikulum
1) Menyusun Kurikulum Prodi Informatika sesuai kurikulum KKNI level 6

serta dengan banyak mempertimbangkan rekomendasi Capaian
Pembelajaran dan struktur kurikulum minimal.
2) Membuat persiapan pengajaran setiap matakuliah yang dilakukan dengan
menyusun RPS yang mencakup deskripsi matakuliah, silabus, sumber
pustaka pendukung dan tambahan serta capaian pembelajaran yang
hendak dicapai.
3) Menerapkan Standar pembelajaran yang ditetakan LPM
➢ Meningkatkan kualitas Proses Pembelajaran
1) Menyelenggarakan pembelajaran yang berbasis Student Centre Learning
(SCL).
2) Mengintegrasikan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam
pembelajaran
3) Pembelajaran menerapkan RPS
4) Melaksanakan monitoring pembelajaran secara rutin dan
berkesinambungan
➢ Memonitoring dan mengevaluasi pembelajaran
1) Mengadakan rapat evaluasi pembelajaran setiap akhir semester
mengenai perencanaan, proses dan penilaian pembelajaran.
2) Menyediakan dokumen kontrol berupa jurnal mengajar dosen, presensi
kehadiran dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan
3) Mengoptimalkan fungsi pembimbingan akademik
4) Menerapkan standar penilaian yang ditetapkan LPM
5) Mengoptimalkan fungsi GKM
➢ Penilaian pembelajaran
1) Dosen memberikan penilaian partisipasi, tugas, UTS dan UAS

2) Transparansi dalam memberikan penilaian
Rencana strategis dalam bidang Pendidikan juga sudah tercantum

dalam dokumen Renstra Universitas yang kemudian dipertajam dalam
renstra Fakultas Teknik dan Program Studi. Panduan akademik juga dibuat
oleh Kontrol dilakukan kaprodi dibantu GKM melalui dokumen berupa
formulir yang telah disediakan sesuai dengan yang ditetapkan LPM.
4. Indikator Kinerja Utama
a) Kurikulum Program Studi yang diakrediasi
1) Keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses evaluasi. Evaluasi dan

pemutakhiran kurikulum melibatkan pemangku kepentingan internal dan
eksternal, serta direview oleh pakar bidang ilmu program studinya.
Fakultas Teknik sebagai unit pengelola prodi Informatika juga bertanggung
jawab terhadap kurikulum yang digunakan. Dekan dibantu wakilnya telah
memfasilitasi diskusi antar prodi di lingkungan Fakultas Teknik untuk
memastikan kurikulum yang digunakan telah memuat matakuliah wajib
universitas dan fakultas. Matakuliah wajib fakultas berfungsi mencapai
pembelajaran yang sesuai dengan visi misi Fakultas Teknik. Pihak fakultas
juga mengkoordinasikan system pemberian kode pada matakuliah di prodi-
prodi di Fakultas Teknik.
Kegiatan pelatihan pembuatan dan review kurikulum telah diadakan
oleh pihak universitas agar kurikulum yang dibuat universitas sesuai
dengan standar nasional (KKNI).
Kurikulum akan direview kembali setelah dua tahun untuk disesuaikan
dengan perubahan kondisi dan perkembangan keilmuan.
2) Dokumen kurikulum.
a. Kesesuaian capaian pembelajaran dengan profil lulusan dan

jenjang KKNI/SKKNI yang sesuai.
Capaian pembelajaran yang digunakan di prodi Teknik Informatika
telah sesuai dengan profil lulusan. Hal ini diketahui karena dalam
penyusunan kurikulum, prodi Informatika telah memperhatikan.
Jenjang KKNI yang digunakan juga telah sesuai yaitu KKNI level
6 untuk program sarjana.

b. Ketepatan struktur kurikulum dalam pembentukan capaian
pembelajaran.
Prodi Teknik Informatika telah memperhatikan rekomendasi dari dalam
menyusun kurikulum dan capaian pembelajaran. Sehingga dapat
dikatakan struktur kurikulum yang digunakan di Prodi Teknik
Informatika tepat untuk mencapai capaian pembelajaran.

c. Ketersediaan dokumen pemetaan capaian pembelajaran, bahan
kajian dan matakuliah (atau dokumen sejenis lainnya).
Dokumen pemetaan keterkaitan matakuliah/bahan kajian dengan
capaian pembelajaran yang akan dicapai dapat ditemukan pada buku
panduan akademik prodi Teknik Informatika Universitas Billfath.

b) Pembelajaran
1) Karakteristik proses pembelajaran terdiri atas sifat interaktif, holistik,

integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat
pada mahasiswa. Gambarkan bentuk karakteristik pembelajaran yang
diterapkan di program studi yang diakreditasi sesuai dengan rumusan
capaian pembelajaran.
2) Ketersediaan dokumen rencana pembelajaran semester (RPS)
dengan kedalaman dan keluasan sesuai dengan capaian
pembelajaran lulusan.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan proses persiapan yang meliputi
persiapan sarana prasarana dan persiapan materi pembelajaran
berupa RPS yang telah disesuaikan dengan capaian pembelajaran. RPS
diserahkan kepada Kaprodi sebelum dimulainya pembelajaran kemudian
dijelaskan kepada mahasiswa pada pertemuan pertama.
a. Struktur program dan beban belajar mahasiswa untuk mencapai

capaian pembelajaran dari (Tabel 5.a LKPS).
Berikut disajikan beban belajar mahasiswa selama menempuh
Pendidikan di Prodi Teknik Informatika

Perkuliahan diawal semester tidak terlalu banyak dimaksudkan
untuk membantu mahasiswa untuk beradaptasi dengan dunia
perkuliahan. Perkuliahan semester lima mulai dikurangi beban SKS
nya mengingat bobot perkuliahan yang semakin berat. Hal ini
dimaksudkan untuk memaksimalkan belajar mahasiswa.
b. Bentuk pembelajaran yang dilaksanakan dalam bentuk praktikum,
praktik, atau praktik lapangan dari (Tabel 5.a LKPS).
Pembelajaran di prodi Teknik Informatika lebih banyak menekankan
pada pemahaman, pengetahuan materi serta ketrampilan
menyelesaikan masalah Informatika sehingga perkuliahan banyak
didominasi bentuk pembelajaran kuliah/responsi/tutorial. Bentuk
perkuliahan dapat berupa ceramah, diskusi, tanya jawab dan
praktikum untuk matakuliah tertentu.

3) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran mencakup
karakteristik, perencanaan, pelaksanaan, proses pembelajaran dan beban
belajar mahasiswa untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan.
Monitoring proses pembelajaran di prodi Teknik Informatika menjadi
tanggung jawab Kaprodi. Kaprodi memonitoring perencanaan
pembelajaran dengan memastikan sarana yang dibutuhkan tercukupi,
sebaran matakuliah di tiap semester dosen pengajar yang sesuai
keahlian telah tersedia berikut jadwal pelajarannya, serta memastikan
setiap dosen telah membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
yang sesuai dengan capaian pembelajaran (CPL) yang dikehendaki.
Pada saat pelaksanaan, kaprodi memonitoring kehadiran dosen dan
kesesuaian waktu belajar dengan beban belajarnya. Follow up dari dosen
terhadap mahasiswa dan mahasiswa terhadap dosen juga menjadi hal
yang sangat diperlukan dalam mengevaluasi proses pembelajaran.
Metode penilaian yang digunakan dosen juga menjadi objek yang selalu
dimonitoring oleh kaprodi. Jika dalam monitoring ditemukan hal yang
tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka kaprodi secara
langsung mengklarifikasi kepada yang bersangkutan.

Selain secara mandiri dibantu dosen TI evaluasi juga dibantu oleh GKM.
Melalui Audit Mutu Internal (AMI), GKM akan memeriksa dan memastikan
Prodi Teknik Informatika menjalankan setiap standar yang ditetapkan.
Dengan begitu proses moitoring dan evaluasi di prodi Informatika berjalan
dengan baik.
4) Mutu pelaksanaan penilaian pembelajaran (proses dan hasil belajar
mahasiswa) untuk mengukur ketercapaian capaian pembelajaran lulusan
berdasarkan prinsip penilaian yang mencakup: edukatif, otentik,
objektif, akuntabel, dan transparan, yang dilakukan secara
terintegrasi.
Penilaian pembelajaran merupakan suatu alat untuk mengukur
ketercapaian capaian pembejaran yang inginkan. Pelaksanaan penilaian
mengacu pada dokumen SOP yang telah ditetapkan LPM mengenai
Penilaian Hasil Belajar. Selain untuk mengetahui kemampuan

mahasiswa, penilaian juga digunakan sebagai bahan evaluasi dosen
mengenai metode mengajar dan kedalaman materi yang disampaikan.
Bagi mahasiswa, penugasan dan kuis akan membantu mereka
mengevaluasi diri tentang penguasaan materi perkuliahan. Dosen
membantu mahasiswa yang kemampuannya kurang untuk meningkatkan
penguasaan materi salah satunya dengan penugasan. Hal ini
menunjukkan penilaian telah bersifat edukatif.
Diawal perkuliahan, dosen telah menjelaskan metode dan komponen
penilaian yang akan mereka gunakan. Komponen penilaian minimal yang
diminta LPM meliputi keaktifan, tugas, UTS dan UAS. Dosen mengisi
komponen penilaian tersebut pada lembar yang telah disediakan untuk
dioleh menjadi Nilai Akhir (NA). Mahasiswa juga berhak untuk
menanyakan nilai setiap komponennya baik dipenilaian awal maupun
diakhir untuk memastikan perhitungan nilai mereka benar.
5) Model integrasi kegiatan penelitian dan PkM untuk meningkatkan mutu
proses pembelajaran (Tabel 5.b. LKPS).
Model integrasi penelitian dan pengabdian masyarakat dalam
pembelajaran adalah dengan menemukan dan menyelesaikan
masalah di masyarakat sekitar ataupun secara umum secara matematis
dengan memperhatikan kesesuaian dengan matakuliah yang dibahas.
Dengan begitu, pembelajaran akan terasa lebih aplikatif sekaligus
mudah difahami. Mahasiswa juga dilibatkan dalam penelitian dan
pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen sebagai bahan
pembelajaran dosen diluar kelas.
c) Suasana akademik

Suasana akademik yang tercipta di Prodi Teknik Informatika cukup
bagus. Dosen-dosen dan tenaga kependidikan yang berusia relative
muda menjadikan komunikasi antar dosen, tenaga pendidikan dan mahasiswa
dapat berjalan dengan baik tanpa ada rasa takut, khawatir ataupun malu.
Komunikasi antar komponen atau individu dapat dilaksanakan dalam forum
formal maupun non formal.

Dalam suasana formal misal rapat, tiap peserta rapat diberikan
kesempatan berpendapat dengan tetap memperhatikan etika rapat. Dalam
suasana nonformal, diskusi dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Di

dalam kantor, dikoridor maupun didalam kelas seusai kegiatan pembelajaran.
Bahkan komunikasi juga dapat dilakukan via media social.

Diskusi yang dilakukan antara mahasiswa dengan dosen bisa
mengenai kegiatan pembelajaran, tentang pembimbingan kegiatan non
kurikuler (misal PKM, kompetisi bisnis, kompetisi softskill dll.), kegiatan
kemahasiswaan dan lain sebagainya. Dosen dan kaprodi banyak memotivasi
mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi-kompetisi baik dalam bidang
akademik maupun non akademik. Diskusi antar dosen dapat berupa
diskusi materi pengajaran, penelitian maupun program pengabdian
masyarakat.

Dengan suasana akademik yang seperti itu diharapkan semua
komponen/individu di prodi Teknik Informatika mampu mengoptimalkan
potensi masing-masing dan memaksimalkan performanya dalam mencapai
visi, misi, tujuan dan strategi prodi Informatika.
5. Indikator Kinerja Tambahan
Berikut Indikator Kinerja Tambahan yang akan diupayakan di prodi
Informatika universitas billfath berikut strategi untuk mencapainya:
1. RPS telah disetorkan kepada kaprodi sebelum semester dimulai

diupayakan dengan menagih RPS kepada dosen pengajar.
2. Kehadiran mahasiswa 80% sebanyak 75% diupayakan dengan

memaksimalkan kinerja Dosen Pembimbing akademik.
3. Hasil penilaian mahasiswa dalam kuisioner proses perkuliahan terkait

dengan penilaian adalah minimal baik diupayakan dengan mengingatkan
dosen terhadap standar penilaian dan implementasinya.
4. Mahasiswa lulus tepat waktu (4 tahun) sebanyak 50% diupayakan dengan
monitoring prestasi belajar mahasiswa dan dilakukan pembimbingan yang
baik terhadap mahasiwa.
5. Dosen memanfaatkan pembelajaran berbasis teknologi informasi
diupayakan dengan monitoring keaktifan blog yang disediakan pihak
kampus.

Indikator Kinerja Tambahan yang kami canangkan akan diupayakan
semaksimal mungkin dengan tetap memperhatikan Indikator Kinerja Utama
sebagai prioritas. Evaluasi terhadap Indikator-indikator ini dilakukan secara
berkala untuk disesuaikan dengan kondisi yang ada.

6. Evaluasi Capaian Kinerja
Dalam bidang kurikulum, telah dilakukan kerjasama yang baik

antara dosen-dosen prodi Informatika, pimpinan fakultas dan pimpinan
Universitas. Pimpinan fakultas membantu mengkoordinasikan antar program
studi di Fakultas Teknik dalam hal penyusunan matakuliah. Pihak universitas
telah memfasilitasi semua kaprodi dalam pembuatan kurikulum yang
sesuai dengan KKNI dengan mengadakan pelatihan penyusunan kurikulum
sesuai KKNI. Kurikulum prodi Teknik Informatika sendiri belum direview oleh
pakar Informatika. Pemetaan capaian pembelajaran (CPL), bahan kajian dan
mata kuliah telah terdapat pada panduan akademik teknik informatika.

Pembelajaran di prodi Teknik Informatika dilakukan berdasarkan
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang telah disusun sebelum
kegiatan semester dimulai. Pembelajaran dapat berupa ceramah, diskusi,
presentasi, tanya jawab maupun praktikum menyesuaikan dengan materi
yang diajarkan. Belum semua dosen menerapkan pembelajaran Student
Center Learning (SCL) karena kurangnya pengetahuan mengenai metode
tersebut. Beberapa perkuliahan juga diintegrasikan dengan penelitian
disesuaikan dengan materi yang dipelajari. Integrasi perkuliahan dengan
pengabdian masyarakat secara tidak langsung telah dilakukan pada beberapa
matakuliah dengan memecahkan masalah dimasyarakat/industri
menggunakan metode yang dipelajari dalam perkuliahan.

Penilaian dilakukan oleh dosen-dosen prodi Teknik Informatika dengan
berdasarkan pada prinsip obyektif, transparan, edukatif serta akuntabel
mengikuti standar penilaian yang telah ditetapkan LPM.

Suasana akademik telah tumbuh dengan baik. Diskusi dalam bidang
akademik maupun nonakademik dapat berlangsung kapan saja. Namun
belum adanya ruang diskusi yang nyaman menjadikan diskusi tidak dapat
dilangsungkan dalam waktu yang cukup lama.

Dari urain tersebut dapat diperoleh poin-poin pendukung tercapainya
standar adalah:
1. Ketersediaan Kurikulum Program Studi Teknik Informatika Yang kreatif,

inovatif dan responsibel

2. Dukungan kuat dari Yayasan untuk meningkatkan kualitas proses
pembelajaran

3. Terbentuknya lembaga penjaminan mutu dari Universitas sampai ke
Program Studi yang terus memonitor dan mengevaluasi proses
pembelajaran

4. Adanya Gelar mimbar akademik dalam proses pembelajaran dan
penulisan karya ilmiah

5. Telah dilengkapinya sejumlah ruang dengan ruang kuliah dengan LCD
dan Lap-top.

6. Tuntutan untuk menghadapi revolusi industri 4.0
7. Kebijakan dari Universitas Bilfath sebagai Research University
8. Telah terbentuknya Kelompok-klompok bidang minat/kajian yang dapat

digunakan sebagai diskusi antar civitas akademika sehingga tercipta
iklim akademik yang kondusif
Adapun faktor penghambat yang dihadapi adalah:
1. Belum lengkapnya Fasilitas untuk mendukung terciptanya lingkungan
yang kondusif
2. Masih rendahnya minat dan kualitas ilmiah mahasiswa
3. Pemahaman Metode SCL oleh Civitas akademika masih kurang
1. Masih lemahnya pemahaman dosen dan mahasiswa tentang penerapan
kurikulum KKNI
2. Regulasi pendidikan yang berubah-ubah Kebutuhan kompetensi pasar
yang beragam dan cepat berubah
3. Tuntutan kebutuhan pasar kerja yang semakin tinggi terhadap lulusan
7. Penjaminan Mutu Pendidikan

Kaprodi bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran di prodi
Informatika yang dibantu GKM untuk mengevaluasi implementasi standar
mutu. Untuk memastikan standar mutu telah diimplementasikan, salah
satunya dilakukan dengan telah digunakannya dokumen formulir sebagaimana
yang telah ditetapkan LPM. Evaluasi penggunaan formulir tersebut dilakukan
oleh kaprodi secara langsung yang juga dievaluasi oleh GKM melalui Audit
Mutu Internal (AMI). Kegiatan pengendalian dilakukan sebagai tindak lanjut
kegiatan evaluasi yang dilakukan dengan memperingatkan yang belum
mengimplementasikan standar mutu dengan benar. Selain itu, juga dilakukan

identifikasi factor penyebab tidak diterapkannya standar mutu dengan benar.

Dengan begitu pihak kaprodi, GKM atau pimpinan lain akan mendapat

masukan dari pengguna mengenai kendala diterapkannya standar. Masukan

dari pengguna akan sangat berguna untuk melakukan perbaikan standar

mutu oleh LPM dan GKM.

8. Kepuasan Pengguna

a) Deskripsi sistem untuk mengukur kepuasan mahasiswa terhadap proses

pendidikan, termasuk kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan,

perekaman, analisis data, dan tindak lanjutnya (Tabel 5.c. LKPS).

Berikut adalah hasil rekap angket yang telah diisi oleh mahasiswa yaitu

sejumlah 26 orang.

Tingkat Kepuasan

No. Aspek yang Diukur Mahasiswa

Keandalan (reliability): Sangat Baik (%)Cukup Kurang
kemampuan dosen, tenaga Baik
1 kependidikan, dan pengelola dalam
memberikan pelayanan. 26.9 65.4 7.7 0

Daya tanggap (responsiveness): 30.8 57.7 11.5 0
kemauan dari dosen, tenaga
kependidikan, dan pengelola dalam 7.7 38.5 38.5 15.4
2 membantu mahasiswa
dan memberikan jasa dengan cepat. 46.2 46.2 7.7 0

Kepastian (assurance): kemampuan
dosen, tenaga kependidikan, dan
pengelola untuk memberi keyakinan
kepada mahasiswa bahwa
3 pelayanan yang diberikan telah
sesuai dengan ketentuan.

Empati (empathy):
kesediaan/kepedulian dosen, tenaga
4 kependidikan, dan pengelola untuk
memberi perhatian kepada ahasiswa.

Tangible: penilaian mahasiswa 0 19.2 57.7 23.1
terhadap kecukupan, aksesibitas, 111.5 226.9 123.1 38.5
5 kualitas sarana dan prasarana.

Jumlah

Dengan mencari rata-ratanya, diperoleh tabel kepuasan mahasiswa:

Sangat Puas Puas Cukup Kurang

22.3 45.4 24.6 7.7

Gambar prosentasi tingkat kepuasan
Dari diagram terlihat bahwa 45% mahasiswa Teknik Informatika puas
dengan pelayanan yang diberikan kepada mereka. Meskipun hasil ini
sudah bagus, namun masih perlu banyak perbaikan. Upaya yang kami
lakukan dalam rangka menaikkan tingkat kepuasan mahasiswa adalah
dengan memberikan pemahaman kepada mereka tentang hak dan
kewajiban mereka sebagai mahasiswa Teknik Informatika Universitas
Billfath. Selain itu kaprodi juga akan sering mengingatkan kepada
dosen dan tenaga kependidikan untuk mendukung kegiatan akademik
dengan memberikan pelayanan terbaik.
b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan
mahasiswa yang dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti
secara berkala dan tersistem.
Telah tersedia bukti pelaksanaan pengukuran kepuasan mahasiswa yang
dilakasanakan oleh GKM pada setiap akhir semester. Hasil pengukuran
diolah kemudian dilaporkan kepada LPM dan juga disampaikan dalam
rapat pimpinan tingkat fakultas sebagai masukan bahan perbaikan pada
periode/semester selanjutnya.
9. Simpulan Hasil Evaluasi serta Tindak Lanjut
Perlu dilakukan tindak lanjut dalam rangka pengambangan baik Fakultas
Teknik maupun Prodi Teknik Informatika. Untuk mengoptimalkan peluang
yang ada dan menghadapi ancaman yang ada, disusunlah langkah-sebagai
berikut:
1. Berupaya melengkapi fasilitas pendukung dengan memperhatikan skala
prioritas

2. Mengadakan asistensi untuk mata kuliah yang sulit difahami untuk
meningkatkan pemahaman mahasiswa

3. Menyelenggarakan forum ilmiah dengan menghadirkan pembicara yang
bisa memotivasi dan menginpirasi mahasiswa

4. Mengadakan diskusi mengenai pembelajaran Metode SCL dan metode-
metode pembelajaran kreatif lain untuk meningkatkan kreativitas dosen
dalam mengajar.

5. Menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai kompetensi yang
dibutuhkan calon pengguna lulusan.

C.7 Penelitian
1. Latar Belakang
Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional strategi
pencapaian standar penelitian yang mencakup: perencanaan, pelaksanaan,
dan pelaporan penelitian yang didasarkan atas analisis internal dan eksternal,
serta posisi dan keunggulan pada bidang keilmuan program studi.
Dalam rangka turut memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu,
prodi Teknik Informatika melaksanakan kegiatan penelitian. Tema-tema
penelitian di prodi Teknik Informatika difokuskan dalam bidang pemodelan
Informatika. Hal ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan
terselesaikannya permasalahan yang terjadi di lingkungan. Dengan fokus
penelitian di bidang pemodelan Informatika ini diharapkan dapat
memformulasikan permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan ke
dalam bentuk teknologi, yang nantinya akan diselesaikan secara software
sehingga permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat dapat
terselesaikan. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya sangat membutuhkan
kerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta di dalam dan di
luar negeri.
Sebelum melaksanakan penelitian, dosen-dosen diberikan pembinaan
oleh prodi yang berkoordinasi dengan LPPM agar penelitian yang dilakukan
sesuai dengan roadmap penelitian LPPM. Topik penelitian ditentukan secara
mandiri oleh kelompok peneliti. Sebagai pertanggungjawaban atas kegiatan
penelitian yang dilakukan dan dalam upaya penjaminan mutu penelitian,
dosen diwajibkan untuk membuat laporan penelitian dan publikasi dari hasil
kegiatan penelitian yang dilakukan. Evaluasi atas capaian kerja dari kegiatan

penelitian pertahun dilakukan melalui proses monev dan proses review oleh
LPPM yang berkoordinasi dengan fakultas dan GKM.
1. Kebijakan

Berisi deskripsi dokumen formal kebijakan dan standar penelitian
mahasiswa dan penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa yang sesuai
dengan peta jalan penelitian perguruan tinggi.

Berdasarkan Keputusan Rektor No. 18/SK/07.1093/II/2018 telah
dikembangkan roadmap penelitian yang melingkupi kajian bidang Energi dan
TIK, Ketahanan Pangan, Sosial Humaniora dan Pendidikan. Maka dari itu
tema-tema penelitian di prodi Teknik Informatika haruslah sesuai dengan
roadmap penelitian universitas. Standar penelitian yang tertuang dalam buku
SPMI Universitas Billfath terdiri dari standar hasil, isi, proses, penilaian,
peneliti, serta pengelolaan penelitian. Standar dari hasil penelitian
menyatakan bahwa hasil penelitian yang tidak bersifat rahasia dan/atau
membahayakan kepentingan umum wajib disebarluaskan dengan cara
diseminarkan, dipublikasikan, dipatenkan, dan/atau cara lain yang dapat
digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian kepada masyarakat. Standar
isi penelitian merupakan implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang
memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya
berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka
menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni dengan berdasarkan
prinsip tidak melakukan plagiasi. Standar proses penelitian menyatakan
bahwa penelitian yang dilakukan mahasiswa harus memenuhi standar proses
penelitian dan CPL, serta ketentuan peraturan akademik di Billfath. Standar
penilaian penelitian yang dilaksanakan mahasiswa dalam rangka penyusuna
laporan tugas akhir, skripsi menggunakan instrumen rubrik ketercapaian CP
lulusan. Standar peneliti penelitian menyatakan bahwa setiap dosen wajib
menghasilkan satu karya ilmiah dalam satu tahun, bisa dalam artikel di
jurnal nasional terakreditasi atau tidak terakreditasi. Standar pengelolaan
penelitian menyatakan bahwa penelitian dikelola oleh LPPM.

Berdasarkan RENSTRA Fakultas Teknik terdapat kebijakan tentang
penyediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran dan penelitian
yang memadai, peningkatan jumlah penelitian, jumlah publikasi nasional dan
internasional serta implementasi hasil penelitian. Selain itu juga terdapat

kebijakan tentang menjalin kerjasama Fakultas Teknik Universitas Billfath
dengan lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang). Untuk
menjamin produktivitas penelitian, disusun kebijakan yang mewajibkan
adanya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen.

2. Strategi Pencapaian Standar

Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pencapaian standar yang

sudah ditetapkan oleh perguruan tinggi terkait penelitian di UPPS. Pada

bagian ini juga harus diuraikan bagaimana UPPS mengalokasikan sumber

daya untuk mencapai standar yang telah ditetapkan serta mekanisme kontrol

pencapaiannya.

Strategi UPPS dalam pencapaian standar penelitian adalah :

1. Mengadakan pelatihan bagi dosen dalam penyusunan proposal

penelitian dan publikasi ilmiah.

2. Mengundang para pakar dari PT lain untuk sharing pengalaman

dalam penelitian

3. Mensosialisasikan buku panduan penelitian termasuk dalam

merencanakan, melaksanakan dan evaluasi penelitian.

4. Berkoordinasi dengan LPPM dalam melakukan sosialisasi standar

pengelolaan penelitian kepada dosen-dosen Fakultas Teknik.

5. Sosialisasi alokasi dana penelitian yang dianggarkan pada RAPBU Billfath

6. Mengalokasikan dana untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang
penelitian

7. Berkoordinasi dengan LPPM dalam memperoleh informasi tentang
penelitian termasuk informasi dalam memperoleh dana hibah penelitian.

8. Mewajibkan dosen untuk mengajukan proposal Penelitian Dosen
Pemula (PDP) dan hibah pengabdian masyarakat

9. Berkoordinasi dengan kaprodi dalam monev kegiatan penelitian mulai dari
proposal, pelaksanaan dan laporan akhir melalui lembar BKD.

10. Berkoordinasi dengan GKM fakultas dalam mengaudit mutu penelitian
yang dilakukan setiap satu tahun sekali.

11. Menjalin kerja sama penelitian dengan institusi-institusi di dalam negeri,
luar negeri dan juga jejaring dengan stakeholder lain seperti
Pemda, Perusahaan, instansi pemerintah lain.

12. Memfasilitasi dosen dalam kegiatan seminar ilmiah
13. Membuat roadmap penelitian yang dipublikasikan ke mahasiswa.
14. Mengadakan forum-forum diskusi ilmiah secara rutin
15. Mewajibkan mahasiswa dalam menuliskan proposal penelitian

untuk memperoleh dana PHBD(Penerimaan Hibah Dana Desa)
16. Peningkatan fungsi penelitian dosen dalam pelaksanaan tugas

akhir mahasiswa
17. Mengintegrasikan penelitian tugas akhir mahasiswa dalam

roadmap penelitian dosen
18. Melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen
19. Membuka akses jaringan informasi dengan perpustakaan nasional

maupun internasional
20. Memberikan penghargaan bagi pendidik yang telah mempublikasi

karyanya dalam jurnal bereputasi
21. Memanfaatkan hasil-hasil riset untuk kepentingan integrasi bahan ajar
3. Indikator Kinerja Utama
Tampilkan data penelitian dengan representasi yang komprehensif serta
simpulkan kecenderungan yang terjadi, seperti kurva tren, rasio, proporsi yang
meliputi:
a) Keterlibatan mahasiswa pada kegiatan penelitian DTPS dalam 3 tahun

terakhir (Tabel 6.a. LKPS).
b) Kegiatan penelitian DTPS yang digunakan sebagai rujukan tema tesis

atau disertasi mahasiswa dalam 3 tahun terakhir (Tabel 6.b. LKPS).
Kaitkan dengan agenda penelitian dosen yang merupakan penjabaran
dari peta jalan penelitian UPPS. Data dan analisis disampaikan oleh
program studi pada program magister/magister terapan/doktor/doktor
terapan.
c) Pemanfaatan hasil penelitian DTPS dalam pembelajaran yang telah
dilakukan dalam 3 tahun terakhir (Tabel 5.b. LKPS). Kaitkan dengan
agenda penelitian dosen yang merupakan penjabaran dari peta jalan
penelitian UPPS dan mendukung capaian pembelajaran.
Relevansi penelitian DTPS di UPPS mencakup unsur-unsur sebagai berikut:

a) memiliki peta jalan yang memayungi tema penelitian dosen dan
mahasiswa serta pengembangan keilmuan program studi.

b) dosen dan mahasiswa melaksanakan penelitian sesuai dengan peta jalan
penelitian.

c) melakukan evaluasi kesesuaian penelitian dosen dan mahasiswa dengan
peta jalan, dan

d) menggunakan hasil evaluasi untuk perbaikan relevansi penelitian dan
pengembangan keilmuan program studi.

Gambar C.7. Jumlah Penelitian yang Melibatkan Mahasiswa
Jumlah penelitian yang melibatkan mahasiswa naik dalam 2 tahun
terakhir. Di tahun berikutnya akan memiliki kecenderungan yang sama jika
ada peningkatan alokasi dana untuk penelitian. Terlebih lagi tahun depan
mahasiswa sudah mulai memikirkan skripsi. Jadi keterlbitan mahasiswa dalam
penelitian dosen bisa bertambah lebih banyak lagi.
Relevansi penelitian di prodi Teknik Informatika dengan roadmap (peta
jalan) penelitian universitas memiliki kesamaan. Di tingkat universitas, salah
satu tema penelitian ada yang tentang ketahanan pangan. Penelitian yang
dilakukan di tahun 2019 memiliki tema yg sama hanya saja dikaji dalam
bidang Informatika. Karena sejauh ini mahasiswa masih semester 4, jadi
belum ada yang memiliki penelitian sendiri. Saat ini hanya membantu dosen

dalam melaksanakan penelitian. Terkait evaluasi kesesuaian belum dilakukan
karena monev yang dilakukan oleh LPPM di akhir tahun. Nantinya, hasil dari
evaluasi itu akan digunakan sebagai bahan perbaikan untuk penelitian
kedepannya.
4. Indikator Kinerja Tambahan

Indikator kinerja tambahan adalah indikator proses penelitian lain yang
ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi melampaui SN-DIKTI. Data
indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur, dimonitor, dikaji dan
dianalisis untuk perbaikan berkelanjutan.
Berikut ini adalah indikator tambahan penelitian :
1. Adanya road map penelitian yang memayungi penelitian dosen dan

mahasiswa
2. Presentase dosen yang memperoleh hibah penelitian per tahun yang

melibatkan mahasiswa adalah minimal 20%.
3. Presentase hasil penelitian yang digunakan pembelajaran adalah sebesar

minimal 20%
4. Presentase dosen yang mempunyai publikasi nasional per tahun yang

melibatkan mahasiswa adalah minimal 10%
5. Jumlah judul penelitian dosen yang sejalan dengan tugas akhir adalah 2

buah per tahun.
6. Jumlah sitasi 1 sitasi/tahun.
7. Jumlah publikasi 1 artikel/dosen/tahun
8. Jumlah kerjasama penelitian 1 buah/tahun
9. Alokasi dana untuk penelitian 10%
10. Alokasi anggaran penelitian per dosen : 5 juta/dosen/tahun
11. Memiliki sarana dan prasana penunjang penelitian
12. Adanya kelompok studi dari berbagai bidang keilmuan
13. Tersedianya dana insentif publikasi penelitian
5. Evaluasi Capaian Kinerja

Berisi deskripsi dan analisi keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan
pencapaian standar yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur
dengan metoda yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis
terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor

pendukung keberhasilan dan faktor penghambat ketercapaian standar, dan
deskripsi singkat tindak lanjut yang akan dilakukan UPPS.
Berikut ini beberapa evaluasi dari pencapaian standar :
1. Jumlah penelitian yang melibatkan mahasiswa masih terhitung sedikit

walaupun sudah melampaui indikator tambahan. Hal ini didukung oleh
belum siapnya mahasiswa dalam melakukan penelitian karena
mahasiswa masih di tahun kedua. Untuk tahun selanjutnya seharusnya
setiap penelitian dosen harus melibatkan mahasiswa.
2. Pengelolaan dana penelitian belum sesuai kebutuhan, seperti jumlah dana
penelitian yang seharusnya dialokasikan 5juta/ dosen/ tahun
hanya 3juta/dosen/tahun. Sehingga untuk keberlanjutan penelitian
bergantung pada sumber pendanaan
3. Pengembangan fasilitas sarana dan prasarana penunjang penelitian
masih kurang. Belum memiliki software-software yang menunjang
penelitian.
4. Kurang lengkapnya koleksi bacaan di ruang baca. Namun hal ini sudah
diantisipasi dengan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan pusat di
tingkat universitas dan semakin besarnya akses jurnal terbaru yang
disediakan oleh universitas.
5. Agar sumber pendanaan penelitian selalu ada, perlu menciptakan produk
hasil penelitian yang memiliki nilai jual sehingga dapat dimanfaatkan
langsung oleh masyarakat dan penelitian bisa dilakukan secara kontinue.
Maka dari itu diperlukan alternatif penelitian berbasis kebutuhan
masyarakat.
6. Penjaminan Mutu Proses Penelitian

Berisi deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem
penjaminan mutu di UPPS yang sesuai dengan standar yang ditetapkan
perguruan tinggi terkait penelitian mengikuti siklus penetapan, pelaksanaan,
evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan (PPEPP).

Penjaminan mutu penelitian di tingkat prodi dilakukan oleh GKM
fakultas dan berkoordinasi dengan dekan dan kaprodi. Standar
penelitian di Universitas Billfath sudah ada di dokumen SPMI.
Pelaksanaannya di monitoring melalui proposal penelitian dan laporan BKD.
Evaluasi dilakukan setiap tahun di akhir tahun ajaran. Hasil dari evaluasi

dilaporlan kepada rektor sebagai pengendali. Kemudian mengeluarkan
kebijakan-kebijakan baru guna perbaikan kedepannya.
7. Kepuasan Pengguna
a) Deskripsi sistem untuk mengukur kepuasan peneliti dan mitra dalam

proses pelaksanaan penelitian, termasuk kejelasan instrumen yang
digunakan, pelaksanaan, perekaman, dan analisis datanya.
b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan
peneliti dan mitra yang dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti
secara berkala dan tersistem.
Belum ada instrumen yang digunakan untuk mengukur kepuasan peneliti
dalam proses pelaksanaan penelitian
8. Simpulan Hasil Evaluasi serta Tindak Lanjut

Berisi ringkasan dari: pemosisian, masalah dan akar masalah, serta
rencana perbaikan dan pengembangan penelitian oleh UPPS, khususnya
yang terkait program studi yang diakreditasi.

SDM dan dana merupakan faktor penting dalam penelitian. SDM yang
berkualitas akan menghasilkan penelitian yang berkualitas, apalagi jika dana
yang dimiliki mendukung penelitian. Namun sayangnya SDM yang ada blm
mampu untuk dilibatkan penelitian dosen dikarenakan masih terlalu dini
(semester 4). Mata kuliah yang didapatkan baru mata kuliah dasar. Terkait
dana penelitian sudah dibahas dibagian keuangan terkait akar permasalahan
dan tindak lanjut.
C.8 Pengabdian kepada Masyarakat
1. Latar Belakang

Program studi Teknik Informatika universitas billfath merupakan satu
dari tiga prodi di fakultas Teknik. Sesuai dengan visinya, prodi Teknik
Informatika universitas billfath lebih berkonsentrasi dalam bidang terapan
Informatika. Hal ini tercermin dari jumlah dosen, mata kuliah dan penelitian di
bidang terapan. Untuk pengabdian kepada masyarakat diharapkan untuk lebih
fokus kepada bidang keilmuan. Tentunya akan lebih baik jika mahasiswa
dilibatkan dalam kegiatan pengabdian tersebut.

Universitas billfath merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan
yayasan pondok pesantren. Tentu, banyak jaringan yang telah dimiliki

yayasan dengan lembaga swadaya masyarakat, lembaga swasta, bumn dan
instansi pemerintah. Hal ini sangat bermanfaat bagi kampus pada umumnya
dan prodi Teknik Informatika secara khusus untuk dapat
mengimplementasikan keilmuannya di beberapa tempat tersebut. Selain
untuk pengabdian, tentu juga bisa dijadikan pengalaman mahasiswa-
mahasiswa sebagai latihan sebelum masuk ke dunia kerja.

Hubungan dengan instansi haruslah baik agar proses kerjasama
antara instansi dan kampus selalu terjaga. Perlu adanya komunikasi yang
massif dari pihak kampus kepada instansi terkait karena kampus masih
tergolong baru. Masalah surat menyurat dan pelaporan secara formal juga
perlu diperhatikan. Kepanitiaan dari dosen kampus dan mahasiswa perlu
dibentuk agar acara bisa berjalan efektif dan lancar.
2. Kebijakan

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat haruslah tepat sasaran.
Selain itu, program haruslah sesuai dengan keilmuan program studi.
Keterlibatan

mahasiswa sangatlah penting guna peningkatan softskill mahasiswa
kampus. Kegiatan yang dijalankan harus terencana dengan baik dan
matang. Jika kegiatan membutuhkan pemateri dari luar kampus, tentu
kemampuan pemateri haruslah baik. Kegiatan yang dijalankan akan lebih baik
lagi jika ada fasilitas makan, minum dan sertifikat dari pihak kampus.
3. Strategi Pencapaian Standar

Fakultas Teknik mempersiapkan dosen yang disiplin, professional dan
penuh tanggung jawab. Pihak fakultas melakukan kontrol terhadap kegiatan di
program studi terkait ketersesuaian antara bentuk pengabdian dan keilmuan
program studi. Selain itu juga kontrol terhadap waktu pelaksanaan dan
berjalannya kegiatan pengabdian di setiap program studi. Fasilitas tempat,
makan, minum dan sertifikat merupakan tanggung jawab pihak fakultas.
Kegiatan yang diadakan dan dijalankan hendaknya diawasi oleh pihak
kampus terutama fakultas.
4. Indikator Kinerja Utama

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus didokumen-
tasikan dengan baik. Jumlah panitia pengabdian yaitu dari dosen dan

mahasiswa harus mencukupi pada setiap kegiatan. Diharapkan semua
mahasiswa program studi Informatika mengikuti acara pengabdian kepada
masyarakat sebagai panitia. Kegiatan tersebut bisa diikuti mulai semester
2 dari awal masuk kuliah. Kegiatan pengabdian yang menyangkut bidang
keilmuan akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa terutama setelah lulus
kuliah yaitu pada waktu mencari kerja.

Kepanitian yang dibentuk harus selalu dievaluasi oleh dosen
program studi. Evaluasi secara menyeluruh dilakukan setelah kegiatan
pengabdian selesai dijalankan. Evaluasi setelah kegiatan bisa dihadiri oleh
mahasiswa yang menjadi panitia pada kegiatan pengabdian tersebut.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga dapat sebagai referensi bagi
dosen untuk mengembangkan ilmu terapan teknologi komputerisasi pada
proses pendidikan pengajaran dan penelitian.
5. Indikator Kinerja Tambahan

Batas minimal sks pengabdian kepada masyarakat untuk dosen
program studi teknik informatika universitas billfath adalah 2 sks tiap
semester. Jadi setiap semester atau 6 bulan harus ada paling sedikit
satu pengabdian kepada masyarakat. Untuk kegiatan pengabdian harus ada
surat tugas dari fakultas Teknik. Selain itu juga ketika butuh surat peminjaman
tempat, sarana dan prasarana tentu pihak fakultas harus menyiapkan surat
peminjamannya.

Program pengabdian yang diadakan hendaknya memberikan dampak
yang signifikan kepada masyarakat. Sasaran pengabdian haruslah tepat,
begitu juga waktu dan tempatnya. Evaluasi program pengabdian kepada
masyarakat haruslah dilakukan rutin/secara berkala yaitu setiap bulan atau
semester. Diharapkan dengan adanya analisis yang tepat pada waktu
evaluasi dapat menjadikan program pengabdian kepada masyarakat lebih
baik, efektif dan efisien kedepannya.
6. Evaluasi Capaian Kinerja

Setiap program yang diadakan perlu ada indikator keberhasilannya.
Indikator keberhasilan pada setiap program kemungkinan besar berbeda. Jadi
perlu ada pembahasan tersendiri pada saat merencanakan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, pada
waktu diadakan evaluasi kegiatan perlu dikaji apakah kegiatan dikategorikan

berhasil atau tidak. Pembahasan indikator keberhasilan juga sebaiknya
dikaitkan dengan tindak lanjut setelahnya (follow up) untuk kegiatan
pengabdian selanjutnya. Perlu adanya pendampingan dari pihak program
studi atau pihak fakultas terkait kegiatan tersebut baik di wilayah
perencanaan, pelaksanaan, kontrol dan evaluasi .
7. Penjaminan Mutu PkM

Pihak kampus terutama fakultas memberikan surat tugas kepada
panitia pelaksana yaitu dosen program studi. Pada waktu pelaksanaan perlu
adanya dokumentasi agar bisa dilaporkan secara sahih. Begitu juga ketika
perencanaan dan evaluasi perlu adanya dokumentasi seperti daftar hadir.
Secara umum kegiatan pengabdian merupakan tanggung jawab fakultas dan
secara khusus merupakan tanggung jawab program studi. Diharapkan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selalu ada perbaikan
berkelanjutan di setiap programnya.
8. Kepuasan Pengguna

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan hendaknya
ada ujian di akhir kegiatan untuk mengetahui tingkat pemahaman atau
keberhasilan dari kegiatan. Jika diperlukan juga diberikan kuisioner kepada
peserta, mitra dan pengabdi agar dapat diketahui permasalahan dan dapat
diperbaiki untuk kegiatan selanjutnya. Untuk sarana dan prasarana yang
digunakan haruslah benar-benar mendapatkan izin secara formal/tertulis.

Pelaksanaan kegiatan haruslah didasari oleh sikap professional,
disiplin, independen dan tanggung jawab. Semua pihak yaitu peserta,
mitra dan pengabdi dapat diberikan cindera mata berupa sertifikat.
Dokumentasi merupakan tanggung jawab pengabdi yaitu dosen dan
mahasiswa. Hasil dari kuisioner dapat di analisis dan ditelaah agar supaya
untuk kegiatan selanjutnya berjalan lebih baik lagi. Kuisioner tentang
pengukuran kepuasan pengabdi dan mitra dilaksanakan secara berkelanjutan.
Hal ini merupakan tanggung jawab pihak fakultas dan program studi. Hal
ini dilaksanakan secara berkala dan tersistem oleh pihak kampus.
9. Simpulan Hasil Evaluasi serta Tindak Lanjut

Aturan dan sistem pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan
oleh program studi berasal dari fakultas. Masalah-masalah yang timbul

ketika proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi harus dikontrol oleh
pihak fakultas. Fakultas dan program studi terkait, melakukan
pembahasan perbaikan dan pengembangan tentang kegiatan pengabdian
yang telah berjalan. Dosen, mahasiswa dan pihak kampus bekerja sama
secara nyata untuk mensukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
ini.
C.9 Luaran dan Capaian Tridharma
1. Indikator Kinerja Utama

Berdasarkan surat keputusan rektor Universitas Billfath
nomor 040/07.1093/SK/IV/2019 tentang indikator kinerja utama (IKU)
Universitas Billfath, indikator kinerja utama untuk luaran dan capaian
tridharma terdiri atas tersedianya dokumen bukti luaran dharma pendidikan di
program studi, dan tersedianya dokumen bukti luaran dharma penelitian
dan pengabdian di program studi.
a) Luaran Dharma Pendidikan
Luaran Dharma Pendidikan mahasiswa Teknik Informatika diperoleh data dan
analisis sebagai berikut:
1) Data capaian pembelajaran/kompetensi lulusan yang berdasarkan

rata-rata IPK lulusan tidak ada karena semetser tertinggi mahasiswa
Prodi TI adalah semester 6, sehingga belum ada lulusan sampai
tahun 2019 (Tabel 8.a. LKPS) selanjutnya belum dapat dilakukan analisis
lebih lanjut tentang IPK lulusan.
2) Mahasiswa belum mempunyai prestasi akademik maupun
nonakademik pada tahun ajaran 2018/2019 (Tabel 8.b.1) LKPS).
3) Mahasiswa belum mempunyai prestasi non akademik dalam lingkup
prestasi di tingkat lokal, wilayah, nasional, atau internasional (Tabel
8.b.2) LKPS) dikarenakan masih kurangnya iklim kompetisi pada
mahasiswa.
4) Data efektifitas dan produktifitas program pendidikan berupa lama
masa studi mahasiswa dan persentase kelulusan tepat waktu tidak ada
karena belum ada lulusan sampai tahun 2019 (Tabel 8.c. LKPS) sehingga
belum dapat dilakukan analisis lebih lanjut.

5) Data daya saing lulusan berupa waktu tunggu lulusan untuk bekerja
(mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha) yang relevan dengan bidang
studi belum ada karena belum ada lulusan sampai tahun 2019
(Tabel 8.d.1) LKPS) sehingga kesesuaian bidang kerja lulusan dengan
bidang studi belum ada dan belum dapat dianalisis (Tabel8.d.2)
LKPS).

6) Kinerja lulusan yang diukur berdasarkan tingkat/ukuran tempat
kerja/berwirausaha belum dapat dianalisis karena belum ada lulusan
sampai tahun 2019 (Tabel 8.e.1) LKPS), dan tingkat kepuasan pengguna
lulusan belum ada karena belum ada pengguna lulusan (Tabel 8.e.2)
LKPS).

b) Luaran Dharma Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
1) Data publikasi ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau

bersama DTPS (untuk program studi pada program Sarjana) belum ada
sampai taun 2019 karena semester tertinggi adalah semester 6 dan
mahasiswa lebih banyak belajar matakuliah dasar prodi, fakultas maupun
universitas, dan baru mendapatkan beberapa matakuliah terapan.
2) Mahasiswa belum mempunyai karya ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan
secara mandiri atau bersama DTPS, yang disitasi dalam 3 tahun
terakhir karena belum memiliki karya ilmiah sesuai penjelasan pada
poin 1 (Tabel 8.f.2) LKPS).
3) Mahasiswa belum mempunyai produk/jasa mandiri yang berkaitan
dengan program studi (Tabel 8.f.2 LKPS).
4) Luaran penelitian/PkM lain yang dihasilkan mahasiswa, baik secara
mandiri atau bersama DTPS belum ada.
2. Indikator Kinerja Tambahan
Indikator kinerja tambahan untuk luaran mahasiswa adalah
1. IPK lulusan sebesar 3.00 sebanyak 50% mahasiswa.
2. Mahasiswa mempunyai prestasi akademik maupun non akademik
sebanyak 50% mahasiswa.
3. Masa studi mahasiswa dan kelulusan tepat waktu mahasiswa sebesar
50% mahasiswa.


Click to View FlipBook Version