The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TUGAS PRAKTEK SIMDIG BAB 1-7 KARTIKA PUTRI X PKM 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kartikaputrisilfiyanah, 2021-11-24 07:29:54

TUGAS PRAKTEK SIMDIG BAB 1-7 KARTIKA PUTRI X PKM 1

TUGAS PRAKTEK SIMDIG BAB 1-7 KARTIKA PUTRI X PKM 1

Dalam buku digital, Guru dapat memberikan catatan tertentu pada materi,
mencari kata atau kalimat tertentu dalam materi, menampilkan file
multimedia yang dapat diputar untuk memperkaya konten buku. Hal tersebut
sangat membantu siswa memahami materi ajar dengan lebih baik dan lebih
cepat.

D. Inilah semua yang harus anda persiapkan untuk membuat E-book:

1. Microsoft Word (PC), Pages (Mac), Google Docs (Web), atau software
pembuat dokumen lainnya. Wajib, karena kita akan menulis di sini. 2.
PowerPoint atau Adobe InDesign. Tidak wajib kalau anda lebih suka di Word.
Tapi mendesain ebook yang indah sebetulnya lebih mudah di PowerPoint
atau InDesign.

3. Evernote atau OneNote. Tidak wajib, bisa digunakan untuk membuat
kerangka isi ebook dan mencatat hal-hal yang anda rasa penting.
Keduanya gratis.
4. Adobe Acrobat. Tidak wajib, digunakan untuk mengecilkan ukuran PDF.
Untuk panduan ini, saya akan menggunakan Microsoft Word.
Mari kita mulai.

Tahap 1: Membuat kerangka isi ebook

Ebook itu isinya lebih tebal daripada sekedar artikel. Biasanya ribuan kata,
bahkan bisa sampai sepuluh ribu kalau topiknya dalam. Kalau anda belum
pernah menulis panjang, bakal bingung.
Bisa jadi urutannya terbalik, bingung setelah ini membahas apa, atau malah
setelah hampir selesai anda merasa semuanya perlu ditulis ulang. Untuk
itulah kita butuh kerangka ini. Tidak sulit bayangkan seperti daftar isi yang
biasanya anda lihat di buku. Isinya berupa topik-topik yang dibahas di dalam
ebook anda, beserta subtopiknya untuk masing masing topik.

Tahap 2: Mengatur layout dan tipografi di Microsoft Word

Sewaktu di sekolah sampai kuliah, kita biasanya hanya menggunakan desain
standar dari Word. Sekarang tidak bisa seperti itu.

Kita ingin supaya ebook yang kita buat berbeda dan lebih indah daripada yang
lain. Karena itu, ada beberapa yang perlu kita atur di awal.

Beberapa prinsip dasar mengenai tipografi:
1. Gunakan ukuran font yang lebih besar daripada standarnya, supaya lebih mudah

dibaca
(18-22pt untuk paragraf biasa)

2. Jangan gunakan font yang terlalu umum seperti Times New Roman,
Verdana, Tahoma, atau Arial
3. Gunakan maksimal 3 jenis font, untuk judul/subjudul, paragraf, dan keperluan khusus

lainnya
4. Gunakan maksimal 3 warna, untuk judul/subjudul, paragraf (biasanya putih dan/atau

hitam), dan hyperlink
5. Aturan nomor 3 & 4 bisa dilanggar kalau memang diperlukan
6. Biasakan menggunakan formatting style yang ada di Word, Pages, atau
Google Docs

Ini beberapa website yang bermanfaat seputar font: FontSquirrel:

mencari font gratis

TypeGenius: mencari ide kombinasi font yang bagus

ColorHunt: mencari kombinasi warna yang bagus

HEX to RGB: supaya kombinasi warna dari ColorHunt bisa digunakan di Microsoft
Word.

Ini contoh formatting style untuk salah satu ebook:

(Caranya klik kanan di tiap style lalu pilih Modify)

Dengan membuat formatting style seperti ini, anda tidak perlu lagi mengedit
satu per satu untuk setiap judul/sub-judul dan paragraf. Tinggal klik di menu.

Setelah itu, ukuran kertas juga bisa anda ganti sesuai kebutuhan.

Tahap 3: Menulis isi ebook Ini tahapan utamanya.

Menulis isi ebook biasanya memakan waktu paling lama dibanding tahapan lain,
kecuali kalau PDF anda cuma 1-2 lembar.

Kalau ebook anda isinya panjang, permasalahan terbesarnya adalah bagaimana
supaya pembaca tidak bosan di tengah jalan.

Ini beberapa tip:

1. Gunakan subjudul (header 2 & 3) supaya paragraf tidak bertumpuktumpuk 2.
Gunakan list untuk menjelaskan lebih dari satu poin, seperti yang sedang anda
baca sekarang ini 3. Hindari paragraf yang terlalu panjang

4. Gunakan gambar yang bisa membantu penjelasan. Ini wajib. Tulisan
panjang tanpa gambar pasti membosankan. Gunakan kreativitas di sini, lihat
beberapa contoh ebook yang menurut anda bagus. Lalu tiru caranya.

Tahap 4: Membuat halaman call to action

Karena ebook ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, pasti kita ingin
supaya pembaca melakukan sesuatu setelah mereka selesai membaca.

Misalnya membeli produk, mengunjungi website, membaca artikel lain, atau
membantu menyebarkan ebook tersebut kepada orang lain.

Untuk itulah kita butuh 1 halaman khusus ini.

Biasanya halaman CTA ini ditaruh di paling akhir. Bisa dipisah sendiri atau digabung
bersama ucapan terima kasih, profil penulis, dan penutup.

Tapi bisa juga ditempatkan di awal kalau memang sangat penting.

Tahap 5: Membuat halaman sampul

Tanpa sampul, bukan buku namanya…ya nggak?

Maka dari itu halaman ini wajib ada supaya dokumen anda resmi jadi sebuah
buku.

Ada 3 alternatif cara membuat sampul.

Pertama, desain langsung di dalam Microsoft Word. Untuk desain sampul yang
sederhana, cara ini lebih mudah.

Kedua, kalau lebih rumit, anda bisa buat desain di Photoshop. Kemudian
gambarnya dimasukkan ke Word anda. Ketiga, bayar orang lain untuk mendesain
sampul.

Ini beberapa contoh sampul ebook untuk inspirasi. Kalau anda butuh gambar
atau icon, cari di sini: StockSnap.io Pixabay

IconFinder

Setelah tahap ini selesai, anda bisa menyimpan file dokumen anda menjadi PDF.

Membuat Lead

Magnet

Berjenis eBook

(dan File PDF Lain) yang Desainnya Indah dan
Isinya

Berkualitas

Ingat kembali materi di awal.
Dari bab sebelumnya, kita sudah bahas ada 16 jenis lead magnet yang
paling umum. Semuanya bisa digunakan untuk meningkatkan konversi
pendaftaran hingga 1000%. Tapi tidak semuanya sama…

…ada lead magnet yang efeknya bagus, ada yang tidak. Tergantung dari
topik yang dipilih dan jenisnya.
Nah, sekarang kita akan belajar salah satu jenis lead magnet:
Ebook dalam format PDF.
Tapi kenapa saya pilih yang ini?

Karena ebook nilainya lebih tinggi dibandingkan konten biasa, proses pembuatannya
juga termasuk yang paling mudah.

Selain itu, dari 16 lead magnet tadi 4 di antaranya dalam format PDF.
Maka, kalau anda sudah bisa membuat ebook, anda juga akan langsung
bisa membuat 3 jenis lead magnet lainnya.

Alat dan bahan

yang anda

butuhkan

Satu alasan lagi kenapa saya memilih ebook yaitu karena semua alat dan bahannya
yang sifatnya wajib sudah tersedia gratis.
Kita hanya tinggal membuat isinya saja.
Inilah semua yang harus anda persiapkan:
1. Microsoft Word (PC), Pages (Mac), Google Docs (Web), atau software
pembuat dokumen lainnya. Wajib, karena kita akan menulis di sini. 2.
PowerPoint atau Adobe InDesign. Tidak wajib kalau anda lebih suka di
Word. Tapi mendesain ebook yang indah sebetulnya lebih mudah di
PowerPoint atau InDesign.
3. Evernote atau OneNote. Tidak wajib, bisa digunakan untuk membuat
kerangka isi ebook dan mencatat hal-hal yang anda rasa penting.
Keduanya gratis.

4. Adobe Acrobat. Tidak wajib, digunakan untuk mengecilkan ukuran PDF.
Kalau anda punya Photoshop dan ahli mendesain, lebih bagus lagi. Tapi tidak
wajib.
Untuk panduan ini, saya akan menggunakan Microsoft Word.

Mari kita mulai.

Tahap 1: Membuat
kerangka isi ebook

Ebook itu isinya lebih tebal daripada sekedar artikel. Biasanya ribuan kata,
bahkan bisa sampai sepuluh ribu kalau topiknya dalam. Kalau anda belum
pernah menulis panjang, bakal bingung.
Bisa jadi urutannya terbalik, bingung setelah ini membahas apa, atau malah
setelah hampir selesai anda merasa semuanya perlu ditulis ulang. Untuk
itulah kita butuh kerangka ini.
Tidak sulit…
…bayangkan seperti daftar isi yang biasanya anda lihat di buku. Isinya
berupa topik-topik yang dibahas di dalam ebook anda, beserta
subtopiknya untuk masing-masing topik.

Tahap 2: Mengatur

layout dan

tipografi di

Microsoft Word

Sewaktu di sekolah sampai kuliah, kita biasanya hanya menggunakan
desain standar dari Word. Sekarang tidak bisa seperti itu.
Kita ingin supaya ebook yang kita buat berbeda dan lebih indah daripada yang
lain. Karena itu, ada beberapa yang perlu kita atur di awal.

Beberapa prinsip dasar mengenai tipografi:

1. Gunakan ukuran font yang lebih besar daripada standarnya, supaya lebih
mudah dibaca (18-22pt untuk paragraf biasa)

2. Jangan gunakan font yang terlalu umum seperti Times New Roman,
Verdana, Tahoma, atau Arial
3. Gunakan maksimal 3 jenis font, untuk judul/subjudul, paragraf, dan keperluan

khusus lainnya

4. Gunakan maksimal 3 warna, untuk judul/subjudul, paragraf (biasanya putih
dan/atau hitam), dan hyperlink

5. Aturan nomor 3 & 4 bisa dilanggar kalau memang diperlukan
6. Biasakan menggunakan formatting style yang ada di Word, Pages, atau Google

Docs.

Ini beberapa website yang bermanfaat seputar font:
●FontSquirrel: mencari font gratis
●TypeGenius: mencari ide kombinasi font yang bagus
● ColorHunt: mencari kombinasi warna yang bagus
● HEX to RGB: supaya kombinasi warna dari ColorHunt bisa digunakan di

Microsoft Word

Ini contoh formatting style saya untuk salah satu ebook:
(Caranya klik kanan di tiap style lalu pilih Modify)
Dengan membuat formatting style seperti ini, anda tidak perlu lagi mengedit
satu per satu untuk setiap judul/sub-judul dan paragraf. Tinggal klik di menu.
Setelah itu, ukuran kertas juga bisa anda ganti sesuai kebutuhan.

Repot?

Gunaka

n

templat

e

Saya pribadi sebetulnya tidak suka menggunakan template, supaya ebook yang
saya buat berbeda dari orang lain.
Tapi kalau anda memang tidak mau repot, ada beberapa template gratis yang
bisa anda gunakan.

Ini dia:
1. 13 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
2. 5 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
3. Template ebook dari PanduanIM (Microsoft Word)

Tahap 3: Menulis

isi ebook

Ini tahapan utamanya.

Menulis isi ebook biasanya memakan waktu paling lama dibanding tahapan lain,
kecuali kalau PDF anda cuma 1-2 lembar.

Kalau ebook anda isinya panjang, permasalahan terbesarnya adalah bagaimana
supaya pembaca tidak bosan di tengah jalan.

Ini beberapa tip:

1. Gunakan subjudul (header 2 & 3) supaya paragraf tidak bertumpuktumpuk
2. Gunakan list untuk menjelaskan lebih dari satu poin, seperti yang sedang
anda baca sekarang ini

3. Hindari paragraf yang terlalu panjang
4. Gunakan gambar yang bisa membantu penjelasan. Ini wajib. Tulisan panjang

tanpa gambar pasti membosankan.
Gunakan kreativitas di sini, lihat beberapa contoh ebook yang menurut anda
bagus. Lalu tiru caranya.

Tahap 4: Membuat

halaman call to

action

Karena ebook ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, pasti kita ingin
supaya pembaca melakukan sesuatu setelah mereka selesai membaca.

Misalnya membeli produk, mengunjungi website, membaca artikel lain, atau
membantu menyebarkan ebook tersebut kepada orang lain.

Untuk itulah kita butuh 1 halaman khusus ini.

Biasanya halaman CTA ini ditaruh di paling akhir. Bisa dipisah sendiri atau digabung
bersama ucapan terima kasih, profil penulis, dan penutup. Tapi bisa juga ditempatkan di
awal kalau memang sangat penting.

Tahap 5: Membuat

halaman sampul

Tanpa sampul, bukan buku namanya…ya nggak?
Maka dari itu halaman ini wajib ada supaya dokumen anda resmi jadi sebuah
buku.
Ada 3 alternatif cara membuat sampul.
Pertama, desain langsung di dalam Microsoft Word. Untuk desain sampul yang
sederhana, cara ini lebih mudah.
Kedua, kalau lebih rumit, anda bisa buat desain di Photoshop. Kemudian gambarnya
dimasukkan ke Word anda.
Ketiga, bayar orang lain untuk mendesain sampul.
Ini beberapa contoh sampul ebook untuk inspirasi.
Kalau anda butuh gambar atau icon, cari di sini:
●StockSnap.io
●Pixabay
●IconFinder

…masih ada 1 tahap lagi:

Tahap 6: Membuat

mock-up buku

Tahapan ini tidak wajib, tapi ebook anda akan jadi lebih menarik kalau anda
membuat mock-up.

Dari desain sampul ebook yang tadi kita buat seolah-olah buku anda seperti
nyata.

Untuk membuat yang seperti ini, kita butuh Photoshop.

Kemudian download salah satu template yang anda sukai (klik di gambar):

10 Tips Praktis
Supaya Lead

Magnet yang Anda
Buat Jadi Semakin

Efektif

Supaya lead magnet yang sudah anda buat dari bab sebelumnya makin
sip, berikut ini ada 10 tips yang bisa anda ikuti mulai dari pembuatan,
penerapan, sampai promosinya.

Tips 1: Buat lead

magnet yang

spesifik terhadap

konten

Di bab pendahuluan, saya memperlihatkan beberapa screenshot
yang berisi angka conversion rate dari 3 jenis optin form. Lead
magnet mendapatkan angka tertinggi, lebih dari 10%:

Alasannya karena kita memberikan sesuatu kepada mereka, jadi mereka
juga memberikan sesuatu kepada kita. Tapi bukan hanya itu… …ada 1
alasan lagi.

Karena lead magnet yang saya buat spesifik terhadap konten yang ada di halaman
tersebut.

Isinya berhubungan dengan apa yang sedang dijelaskan di dalam konten
tersebut. Para pembaca merasa bahwa mereka butuh isinya. Karena
itulah konversinya tinggi.

Tips 2: Buat lebih

dari satu lead

magnet

Menyambung tips pertama, kalau anda punya banyak konten yang
topiknya berbeda, tentunya anda juga akan butuh banyak lead magnet. Ini
tidak wajib, tapi efektivitasnya akan jadi lebih besar.

Tapi lead magnet ini tidak perlu yang proses pembuatannya memakan banyak
waktu seperti ebook. Checklist saja sudah cukup.

Lebih bagus lagi kalau kita punya 2 jenis:
1. Lead magnet yang sifatnya umum dan nilainya tinggi, misalnya ebook.
Tampilkan di seluruh halaman website
2. Lead magnet lainnya yang spesifik terhadap konten. Tampilkan sebagai bonus

ketika pengunjung membaca konten tersebut

Tips 3: Lakukan

segmentasi email

list

Di bab 3 kita sudah baca sekilas tentang buyer’s journey.
Masih ingat?
Dalam setiap proses jual-beli, terutama untuk produk yang bukan kebutuhan
sehari-hari, pasti melewati 3 tahapan (Awareness, Consideration, Decision).
Supaya upaya marketing kita efektif, orang-orang yang berada di masingmasing
tahapan tersebut harus kita bedakan.
Orang-orang yang masih dalam tahap awareness, misalnya, tidak akan
suka kalau belum apa-apa sudah kita minta untuk membeli. Karena mereka masih
“belajar”.
Itu tujuan dari segmentasi.
Proses segmentasi ini akan jadi jauh lebih mudah kalau anda punya lead magnet
yang spesifik terhadap isi dari halaman tertentu di website anda.

Di bab terakhir akan kita bahas.

Tips 4: Jelaskan

manfaat apa yang

akan mereka

dapatkan

Misalnya ada lead magnet yang judulnya seperti ini:
Download template business model canvas, gratis!
Kalau anda orang yang sering baca-baca informasi seputar bisnis mungkin
pernah dengar istilah business model canvas, jadi anda paham apa yang akan
anda dapatkan.

Tapi bayangkan orang yang awam.
Mereka tidak tahu sama sekali istilah-istilah seperti ini. Mereka tidak tahu fungsinya
apa, manfaatnya apa.
Lebih dari 50% orang yang mengunjungi website anda adalah orang yang awam.

Akibatnya, lead magnet anda tidak akan jadi efektif.
Maka dari itu, jelaskan secara singkat apa yang akan mereka dapatkan dan apa
manfaatnya untuk mereka.

Tips 5: Pelajari

copywriting

Pembuatan landing page, optin form, dan keseluruhan proses email/direct
marketing itu sangat bergantung dengan skill copywriting. Tips nomor 4 di
atas tadi salah satu contohnya.

Tips 6: Lakukan

A/B test

A/B test itu pengujian yang dilakukan terhadap 2 (atau lebih) elemen dalam kondisi
yang sama.
Dalam hal ini, yang diuji adalah lead magnet dan optin formnya.
Tulisannya, isinya, atau desainnya.
Supaya bisa mendapatkan konversi yang maksimal.
Ada beberapa tool yang sudah langsung punya fitur A/B test, kita lihat nanti di
bab selanjutnya.

Tips 7: Manfaatkan

social media untuk

mendapatkan

banyak peminat

Orang-orang di social media dan forum online biasanya suka kalau diberikan
gratisan.
Apalagi yang bermanfaat bagi mereka.
Promosikan lead magnet anda ke komunitas-komunitas di social media dan forum
supaya bisa langsung mendapatkan banyak subscriber.

Tips 8: Coba lead magnet yang tidak gratis?

Ini bertentangan dengan apa yang saya ajarkan sejak bab 1. Tapi tidak ada
salahnya bereksperimen. Pertimbangannya begini:
Ada banyak orang yang sebetulnya tidak akan tertarik untuk membeli produk
atau layanan dari anda. Mereka cuma ingin gratisan.
Kalau orang-orang ini masuk ke list anda, artinya anda buang-buang uang.
Maka dari itu, coba membuat lead magnet yang tidak gratis, tapi harganya
sangat murah.
Misalnya ebook seharga Rp 20.000-50.000.
Akan lebih sedikit orang yang tertarik, tapi list anda akan jadi lebih
berkualitas karena diisi oleh orang yang benar-benar berminat dan rela
mengeluarkan uang.

Tips 9: JANGAN

memberikan janji

palsu

Ini sering terjadi, terutama di bidang bisnis dan marketing.
Misalnya orang-orang yang membuat ebook atau lead magnet lain yang katanya
bisa membuat mereka mendapatkan ratusan juta atau milyaran, bahkan sambil
tiduran.

Secara logika kita tahu ini mustahil…
…tapi banyak juga orang yang tertarik.

Kalau anda buat janji palsu seperti itu, saya yakin pasti banyak yang akan tertarik
dan mendaftar.

Tapi setelah mereka tahu bahwa isinya omong kosong, mereka akan jadi benci
dengan anda.

Hal-hal seperti ini justru akan merusak reputasi.

Tips 10:

Rencanakan

langkah

selanjutnya

setelah mereka

mendaftar

Selalu kirimkan sesuatu minimal sebulan sekali ke email list. Kalau tidak, mereka
akan lupa dengan anda.
Ini beberapa contoh yang bisa anda kirimkan:
1. Ucapan selamat datang
2. Ajakan untuk berdiskusi

3. Konten yang bermanfaat bagi mereka
4. Promosi
Setelah membuat lead magnet, langsung persiapkan konten dan email yang
akan anda kirimkan kepada pada subscriber.
Itulah 10 tips untuk menerapkan lead magnet.
Dalam bab selanjutnya kita akan mengintegrasikan lead magnet yang sudah
dibuat ke website supaya bisa terkirim secara otomatis.

Pengertian E-Book

( Buku Digital )

E-book ialah bentuk digital dari buku cetak terdiri dari berbagai macam informasi
digital “bisa text, gambar, audio, video” yang dapat dibuka melalui komputer, tablet,
smartphone atau perangkat lainnya.

Fungsi E-Book

Nah berikut ini ialah beberapa fungsi E-Book yaitu:
1. Sebagai sarana pembelajaran.
2. Untuk media pembelajaran.
3. Untuk media bisnis.

Tujuan E-Book

Adapun beberapa tujuan dari E-Book yaitu:
1. Memudahkan proses pembelajaran melalui edmodo.
2. Memudahkan guru memberi tugas.
3. Memudahkan untuk belajar kelompok via online bagi murid.
4. Guru dapat memberi materi walau guru sedang tugas luar.
5. Melakukan ujian via online lebih mudah karena edmodo gratis.

Jenis & Format E-Book

Adapun beberapa jenis & format E-Book yaitu:

AZW “Amazon

World”

Sebuah format proprietary Amazon, yang menyerupai format MOBI kadang-kadang
dengan dan
kadang-kadang tanpa menyertakan Digital Rights Management “DRM”, DRM pada
format ini dikhususkan untuk Kindle Amazon.

EPUB “Electronic

Publication”

Format terbuka didefinisikan oleh Forum Open digital book dari Internasional Digital
Publishing Forum “idpf”. EPUB mengacu kepada standar XHTML dan XML. Ini ialah
standar yang sedang berkembang. Spesifikasi untuk EPUB dapat ditemukan di situs web
IDPF, Adobe, Barnes & Noble, dan Apple, masingmasing memiliki DRM mereka sendiri.
Format tersebut tidak kompatibel antara satu dengan yang lainnya, saat ini sudah ada
versi terbaru yaitu ePub 3, tetapi belum digunakan secara luas.

KF8 “Format

Kindle Fire Dari

Amazon

Hal ini pada dasarnya sama dengan prinsip ePub yang disusun dalam pembungkus Palm
File Database “PDB” dengan Digital Right Management “DRM” milik Amazon.

MOBI “Format

MobiPocket”

Ditampilkan menggunakan perangkat lunak membaca sendiri. MobiPocket tersedia
pada hampir semua

PDA dan Smartphone. Aplikasi Mobipocket pada PC Windows dapat
mengkonversi Chm, doc, Html, OCF, Pdf, RTF dan Txt file ke format
ini, Kindle menampilkan format mobipocket juga.

PDB “Palm File

Database”

Dapat menyertakan beberapa format buku digital yang berbeda, yang ditujukan untuk
perangkat berbasiskan sistem operasi Palm. Pada umumnya digunakan untuk buku
digital berformat PalmDOC “AportisDOC” dan format eReader juga.

PDF “Portable

Document

Format”

Yang diciptakan oleh Adobe untuk produk Acrobat mereka. Format ini secara tidak
langsung merupakan format yang digunakan untuk pertukaran dokumen. Dukungan
perangkat lunak untuk format ini hampir mencakupi semua platform komputer dan
perangkat genggam. Beberapa perangkat memiliki masalah dengan PDF karena

kebanyakan konten yang tersedia akan ditampilkan baik untuk format A4 atau surat,
yang keduanya tidak mudah dibaca ketika diperkecil sesuai layar kecil. Beberapa aplikasi
pembaca buku digital dapat menyusun ulang tampilan beberapa dokumen PDF,
termasuk Sony PRS505, untuk mengakomodasi layar kecil.

PRC “Palm

Resource File”

Sering menyertakan alat baca Mobipocket tetapi kadang-kadang menyertakan eReader
atau alat baca AportisDoc.

HTML “Hyper Text

Markup Language”

Ialah tulang punggung dari World Wide Web, banyak teks yang didistribusikan dalam
format ini. Selain itu, beberapa pembaca E-Book mendukung Cascading Style Sheets
“CSS” yang pada dasarnya gaya utama panduan untuk halaman HTML.

CHM “Compressed
HTML”

Sering digunakan untuk file bantuan Windows, hal ini telah menjadi sangat populer
untuk distribusi teks dan bahan pendukung lainnya melalui Web.

XHTML-

Versi khusus dari HTML dirancang agar sesuai dengan aturan konstruksi XML, ini ialah
format standar untuk data epub.

XML-

Tujuan umum markup language untuk pertukaran data, dalam konteks digital book
umumnya terbatas pada XHTML dan RSS feed meskipun beberapa format lain yang
telah ditetapkan.

Menambahkan Multimedia pada ebook menggunakan software Calibre bisa dilakukan
dengan cara sedikit mengotak-atik salah satu file hasil konversian, yaitu file HTML.

Berikut langkah-langkah menambahkan Multimedia (video/audio) pada EPUB. Note!
Sebelum anda menambahkan multimedia pada EPUB anda, sebaiknya anda
memberikan “teks

penanda” pada bagian ebook yang akan ditambahkan/disisipi video. Misalnya teks
penandanya adalah

“tempat video 1“, dan seterusnya… Teks penanda ini bisa anda sisipkan ketika anda
mengedit dokumen melalui Ms Word (sebelum dikonversi ke EPUB).

ya… “Teks penanda” ini akan memudahkan anda untuk mencari bagian ebook yang
akan disisipi video/audio nantinya. Sebab, jika tidak, saya kuatir anda mengalami
kesulitan melakukan langkah ke6.
1. Jalankan program Calibre dan bukalah file EPUB anda dengan mengeklik tombol

Add Books.
2. Setelah file epub tampil pada daftar epub, klik kanan file epub tersebut dan pilih

Tweak book. Maka akan muncul kotak dialog Tweak book.
3. Selanjutnya, pilih Explode book. Maka windows explorer akan ditampilkan.
Note : Selagi windows explorer terbuka, biarkan kotak dialog Tweak book tetap terbuka
(jangan ditutup).

4. Pada halaman windows explorer (hasil explode book), copy-paste file video / audio
yang akan anda tambahkan pada ebook. Anda bisa melakukan proses penyalinan
video sebagaimana biasa.

Tutup

Note ! Sebaiknya video yang akan ditambahkan pada Ebook sudah dikompres atau
dikonversi ke

dalam format yang lebih ringan, seperti 3GP/MP4 dst (silahkan gunakan software
video converter yang anda sukai).

5. Langkah selanjutnya (masih di windows explorer), carilah file berformat HTML dan
editlah pada Notepad ++, dengan klik kanan file tersebut, pilih Edit with Notepad ++.

6. Setelah script HTML pada Notepad terbuka, carilah teks penanda dimana
video/audio tersebut akan disisipkan.

Anda bisa melakukan pencarian dengan menekan tombol keyboard CTRL+F, dan
isikan teks penanda yang dicari > Find Next.

7. Jika teks penanda sudah ditemukan, gantilah teks penanda tersebut dengan salah
satu tag/kode untuk menambahkan video/audio berikut:

●Anda bisa menggunakan tag dasar HTML5 “video” dan “/video” atau “audio” dan

“/audio” dengan aturan
penulisan berikut :

Note! Hasil tampilan video pada eBook menggunakan tag ini hanya bisa dilihat melalui
perangkat

mobile berbasis Android dan Apple iOS. Sedangkan jika EPUB ini dijalankan melalui
browser

(yang sudah terinstal add ons EPUB Reader), maka video tidak akan tampil.

Tips! Untuk menampilkan / memunculkan video pada browser (menggunakan tag ini),
anda bisa mengeklik kanan, tepat pada bagian dimana video itu berada dan pilih View
Video. Melalui cara ini, maka browser akan membuka halaman baru dan menampilkan
video tersebut. ●Atau, anda bisa menggunakan tag “iframe” dengan penulisan sebagai
berikut : Lebar dan tinggi video/audio bisa anda sesuaikan, sedangkan nama_video
gantilah dengan

nama/URL video yang akan ditampilkan.

Tag “iframe” ini bisa digunakan untuk menampilkan video (mp4/3gp) ataupun audio

(mp3) dengan cara
penulisan yang sama.

Hasil tampilan video pada eBook menggunakan tag ini bisa dilihat secara langsung, baik
melalui

perangkat mobile berbasis Android dan Apple iOS maupun melalui browser yang
sudah terinstal EPUB Reader.

Anda juga bisa menampilkan file Flash (SWF) menggunakan tag ini. Sedangkan untuk
file Flash

video (FLV) memerlukan software pemutar video untuk menampilkannya, misalnya
GOM Player dst.

Tips ! Dengan menggunakan tag ini, anda juga bisa menyisipkan video Youtube ke dalam
eBook

anda. Caranya copy-paste URL video, dan tambahkan pada atribut
src=”nama_video/URL”. Atau copy-paste Embed Code Youtube video, dan
sisipkan pada bagian yang inginkan.

●Atau, anda bisa menggunakan tag “Embed” dengan penulisan sebagai berikut : Tag
ini mempunyai fungsi yang sama dengan tag “iframe“, yaitu bisa digunakan untuk
menampilkan file video/audio/flash/flash-video, dan video youtube.

7. Jika proses pengeditan selesai, simpanlah kembali file html tersebut dengan
menekan CTRL + S.
8. Selanjutnya, tutuplah Notepad++ dan kembalilah ke kotak dialog Tweak book >
Pilih Rebuild book.
Tunggulah.. sampai kotak dialog Tweak Book hilang.

SEKIAN
PENJELASAN DARI

BUKU INI

TERIMA KASIH


Click to View FlipBook Version