Sejarah Perang Dunia II (Versi Lengkap - Volume I)
Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua,
disingkat PD II, merupakan konflik militer
global yang terjadi pada 1 September 1939
hingga 2 September 1945. Namun, ada juga
yang berpendapat, perang ini sebenarnya
sudah lebih awal dimulai, yaitu pada
tanggal 1 Maret 1937, ketika Jepang
menduduki Manchuria.
Perang yang melibatkan hampir sebagian besar negara yang ada di dunia ini,
merupakan perang terbesar yang pernah ada. Sampai saat ini, setidaknya lebih dari
100 juta personel terlibat dan kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang
tewas dalam konflik ini. Berbeda dengan PD I , maka sudah sepatutnya hal ini
menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dan paling dahsyat
dalam sejarah perang manusia yang terjadi di muka bumi.
Umumnya, dapat dikatakan, bahwa perang dimulai pada saat pendudukan Jerman
di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15
Agustus 1945, pada saat Jepang menyerah tanpa syarat tentara Amerika Serikat
(Sekutu), akibat sebelumnya untuk pertama kali pada tanggal 6 Agustus 1945, bom
atom, senjata nuklir“ Little Boy ” akan diterapkan di kota Hiroshima, dan
dilanjutkan pada tanggal 9 Agustus 1945, sanksinya akan dikeluarkan bom nuklir
lainnya “ Fat Man ” di atas Nagasaki.
Setidaknya, akibat serangan bom atom ini, telah membunuh sebanyak 140.000
orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Sejak itu, telah
tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh
bom tersebut. Dan mayoritas yang tewas pada kedua kota tersebut dan sekitarnya
adalah penduduk sipil. Kedua tanggal tersebut menjadi satu-satunya serangan nuklir
yang pernah terjadi di dunia.
Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang dokumen “ Japanese Instrument of
Surrender ”di atas kapal USS Missouri, pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun
setelah perang dimulai.
Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua : yaitu Afrika, Asia, dan Eropa,
termasuk semua kekuatan-kekuatan yang dibagi menjadi dua aliansi kekuatan besar
yang berlawanan: “ Poros ” dan “ Sekutu ” .
Perang terbesar sepanjang sejarah dunia ini, dapat dikatakan dalam
keadaan “ Perang Total ” , karena pihak yang terlibat di seluruh bidang ekonomi,
industri, dan kemampuan ilmiah dalam melayani usaha perang, menghilangkan
perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer.
Latar Belakang Perang Dunia II
Latar Belakang PD II :
o Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de
combatimento, dengan cita-cita membentuk Italia Raya.
o Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI.
o Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer.
Jalannya Perang :
o 1937, Italia menduduki Abessynia dan Jerman menyerang Polandia, 1 Sep
1939.
o Desember 1941, Jepang membom Pearl Harbour.
o UK & Perancis membantu Polandia menghadapi Jerman.
o AS terlibat dalam aliansi aliansi Jerman, Italia, Jepang, setelah
Pearl Harbor di bom oleh pasukan udara Kamikaze Jepang.
Akhir Perang :
o Sekutu mendaratkan pasukan di Pantai Normandia, 6 Juni 1944.
o April 1945, ibukota Jerman, yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni
Soviet.
o Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955.
o Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh
AS.
o 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu.
17 Juli - 2 Agustus 1945 » Konfrensi Postdam
Keputusannya :
1. Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur
2. Jerman harus membayar pampasan perang
3. Angkatan perang Jerman dikurangi
4. Partai NAZI dihapus
5. Penjahat perang akan dihukum
8 September 1951 » Perjanjian San Francisco
Keputusannya :
1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS
2. Jepang membayar pampasan perang
3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan kepada pemiliknya
4. Penjahat perang akan dihukum
Peta pihak Yang Terlibat Pada Perang Dunia II
Biru Tua = Pihak Poros Yang Sedang Menduduki Wilayah
Biru Muda = Pihak Poros Yang Sedang Diduduki Musuh Atau Bersekutu
Hijau Tua = Uni Soviet
Hijau Muda = Uni Soviet Yang Sedang Diduduki Musuh
Merah = Sekutu
Merah Muda = Wilayah Sekutu Yang Diduduki Musuh
Abu-abu = Wilayah Netral Yang Dipengaruhi Amerika
Putih = Netral
Pihak yang terlibat dalam Perang Dunia II
Tanggal : 1 September 1939 – 2 September 1945
Lokasi : Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur Tengah, Mediterania dan Afrika.
Hasil : Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara
adidaya, terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang Dingin, mulai lepasnya
negara-negara jajahan Eropa.
Pihak Yang Terlibat :
Blok Poros (AXIS)
1. Nazi Jerman : Adolf Hitler
2. Italia: Benito Mussolini
3. Jepang : Hideki Tojo
Militer tewas : 8.000.000
Sipil tewas : 4.000.000
Total tewas : 12.000.000
Negara-negara Poros (AXIS) adalah negara-negara yang pihak Sekutu selama Perang
Dunia II.
Ada 3 negara utama dalam kekuatan poros, yaitu : Nazi Jerman, Italia, dan Jepang.
Pada puncak kejayaan mereka, Kekuatan Poros menguasai dominasi daerah yang sangat
luas di Eropa, Asia, Afrika dan Oseania/Pasifik. Tetapi, Perang Dunia II berakhir
dengan kekalahan mereka. Seperti pihak Sekutu, keanggotaan negara-negara Poros
tidak tetap, dan beberapa negara bergabung dan kemudian meninggalkan negara-negara
Poros selama perang berlangsung.
Anggota Poros Minoritas :
1. Bulgaria, Hongaria, Yugoslavia, Finlandia, Thailand, Rumania
2. Negara Boneka Jepang :
Manchukuo, Mengjiang (bagian wilayah di Mongolia), Nanking (bagian wilayah
di Tiongkok), Burma, Filipina, dan India
3. Negara boneka Italia :
Albania dan Ethiopia
4. Negara boneka Jerman :
Serbia
5. Negara lainnya yang berkoalisi :
Spanyol dan Denmark
6. Bekas anggota :
Uni Soviet, Berdiri sendiri/memihak Sekutu pada 1941.
Blok Sekutu
1. Britania Raya : Winston Churchill
2. Uni Soviet : Joseph Stalin
3. Amerika Serikat : Franklin Roosevelt
4. Republik Tiongkok : Chiang Kai-Shek
Militer tewas : 17.000.000
Sipil tewas : 33.000.000
Total tewas : 50.000.000
Blok Sekutu pada Perang Dunia II adalah negara-negara yang bersama melawan Blok
Poros (Jerman, Italia, dan Jepang) dari 1939 sampai 1945.
Anggota Sekutu :
1. Setelah penyerangan Jerman ke Polandia (1939)
Polandia, Britania Raya (termasuk Kerajaan India & Negara Koloni),
Perancis, Australia, Selandia Baru, Nepal, Afrika Selatan, Kanada
2. Setelah berakhirnya perang Poni (1940)
Norwegia, Belgia, Luksemburg, Belanda, Yunani, Kerajaan Yugoslavia, Uni
Soviet, Tannu Tuva
3. Setelah pengeboman Pearl Harbor (1941)
Panama, Kosta Rika, Republik Dominika, El Salvador, Haiti, Honduras,
Nikaragua, Amerika Serikat, China, Guatemala, Kuba, Cekoslowakia
4. Setelah pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (1942)
Meksiko, Brasil, Ethiopia, Irak, Bolivia, Iran, Italia, Kolombia, Liberia
5. Setelah D-Day (1944)
Romania, Bulgaria, San Marino, Albania, Hungaria, Bahawalpur, Ekuador,
Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela, Turki, Arab Saudi, Argentina, Chile
6. Setelah pengeboman Hiroshima (1945)
Mongolia
Perkiraan Jumlah Korban Tewas Pada Perang Dunia II
1. Uni Soviet = 23.200.000
2. Cina = 10.000.000
3. Jerman = 7.500.000
4. Polandia = 5.600.000
5. Indonesia = 4.000.000
6. Jepang = 2.600.000
7. India = 1.587.000
8. Yugoslavia = 1.027.000
9. Perancis Indochina = 1.000.000
10. Rumania = 841.000
11. Hongaria = 580.000
12. Perancis = 562.000
13. Italia = 459.500
14. Inggris = 450.400
15. Amerika Serikat = 418.500
16. Cekoslowakia = 365.000
17. Lituania = 353.000
18. Yunani = 300.000
19. Latvia = 227.000
20. Belanda = 205.900
21. Etiopia = 205.000
22. dll
* Indonesia masuk di urutan ke- 5 dunia dengan korban 4 Juta tewas
Berikut ini data-data pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua :
Perang Dunia II Di Benua Asia Dan Pasifik
1937 : Perang Sino - Jepang (1937 - 1945)
Konflik mulai di Asia beberapa tahun sebelum
pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi China
pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II
dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk
Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara
boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937,
perang pun dimulai ketika Jepang mengambil alih
Manchuria.
1940 : JajahHiadnekiPeTorjaincis Vichy
Pada 1940, Jepang menduduki Indochina Perancis (kini Vietnam), sesuai
persetujuan dengan Pemerintahan Vichy, meski secara lokal terdapat kekuatan
Perancis Bebas (Free French), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan
Italia. Aksi ini memperkuat konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania
Raya yang bereaksi dengan memboikot minyak.
1941 : Serangan udara terhadap USS West Virginia dan USS Tennessee di Pearl
Harbor
Pada 7 Desember 1941, pasukan tempur Jepang yang dikomandoi oleh Laksamana Madya
Chuichi Nagumo, melaksanakan serangan udara dadakan ke Pearl Harbor, yang
merupakan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Karena ketidaksiapan AS terhadap
serangan kejutan itu, maka pasukan udara Kamikaze Jepang hanya menghadapi
perlawanan kecil dan berhasil menghancurkan pelabuhan tersebut. Atas serangan
membabi buta itu, AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.
Bersamaan dengan Serangan ke Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan
udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga
koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud
selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda.
Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang
dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai,
yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang
paling menarik bagi Britania.
1942 : Invasi Hindia-Belanda
Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan Serangan Jepang ke Labuan,
Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang
merupakan daerah-daerah sumber minyak.
Jepang dalam hal ini memang sengaja mengambil taktik tersebut, sebagai
taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya
yang tergabung dalam ABDA (Amerika), Inggris (Inggris), Belanda (Belanda),
(Australia) yang berkedudukan di Bandung.
Walhasil, serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut
ABDA, khususnya Australia dan Belanda. Jepang serangan laut secara besar-besaran
ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942, dimana terjadi pertempuran Laut Jawa
antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana
Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur dalam insiden
itu.
menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka,
kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Jepang, kota
Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda. Sementara di depan
Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya, sehingga kekuatan Belanda
ditarik sampai garis pertahanan Porong.
Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian,
membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif
mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang
dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan
Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr AWL Tjarda van Starkenborgh
Stachouwer.
Pada awalnya, Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung. Namun, tidak ada
kapitulasi atau urusan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Akan tetapi,
setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung, akhirnya Jendral Ter Poorten
setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
1942 : Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan
oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja menguasai Port Moresby
berhasil saat itu, maka Angkatan Laut Jepang juga dapat menyerang Australia. Ini
merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan
laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk.
Sebulan kemudian, Atol Midway dapat menembus dengan terpecahnya pesan
rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target Jepang
berikut, yaitu Atol Midway.
Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk, yang mana
industri Jepang sendiri tidak dapat menyebabkannya. Sementara itu, Angkatan Laut
AS kehilangan satu kapal induknya. Kemenangan besar buat AS ini, menyebabkan
Angkatan Laut Jepang terpaksa dalam posisi bertahan.
Pendaratan AS di Pasifik, Agustus 1942 - Agustus 1945
Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui
Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan
Australia. Banyak dari mereka masih muda dan tak mengambil tindakan, menjalankan
aksi perang dengan keras menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler
Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.
Para pemimpin Sekutu telah setuju, mengalahkan Jerman adalah prioritas utama
masuknya Amerika ke dalam perang. Namun, pasukan AS dan Australia mulai menyerang
wilayah yang telah jatuh.
Pada 7 Agustus 1942, Pulau Guadalcanal diserang oleh Amerika Serikat, dan
pada awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan
amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia di Teluk
Milne. Namun sayang, pasukan darat Jepang disini menderita kekalahan untuk pertama
kalinya kali ini. Dan pada februari 1943 pertahanan Jepang pun runtuh di
Guadalcanal .
1943 – 1945 : Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik
Pasukan Australia dan AS kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang
di duduki oleh Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan
mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang.
Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan
New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir
tahun 1944, pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut
terbesar sepanjang sejarah.
Serangan besar terakhir di daerah Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo
pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang
di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.
Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang,
yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri
sendiri sebenarnya merupakan salah satu alasan Jepang dalam memulai perang di
Asia. Keadaan ini semakin efektif, setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang
lebih dekat ke kepulauan Jepang.
Tentara Nasionalis China Kuomintang di bawah pimpinan Chiang Kai-shek dan
Tentara Komunis China di bawah Mao Zedong, keduanya sama-sama pendudukan Jepang
terhadap China, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan
Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II
dimulai, yang terus berlanjut, sampai batas tertentu selama perang, walaupun lebih
tidak terlihat.
1945 : Iwo Jima, Okinawa, bom atom, artikel Jepang
Awan jamur di atas Hiroshima akan diterapkannya Little Boy
Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS,
menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan laut dan udara Sekutu. Atas
perintah Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman, setelah enam bulan pengeboman
terjadi di 67 kota di Jepang.
Diantara kota-kota lain, Tokyo di bom bakar oleh Sekutu, dimana dalam
penyerangan awal sendiri, setidaknya ada 90.000 orang yang tewas akibat kebakaran
hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi
penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas
pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.
Cendawan secepatnya Fat Man yang diakibatkan ledakan nuklir di atas Nagasaki setinggi 18 km
Tanggal 6 Agustus 1945, AS mengirim 2 buah pesawat jenis B-29 superfoster
yang membawa bom atom dengan massa 55 ton dari markas AS di Filipina. Bomber B-29
dengan nama “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan
satu bom atom “Little Boy” di Hiroshima, dengan daya ledak 50 km², menciptakan
awan jamur yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.
Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang Jepang,
seperti yang disetujui pada Konferensi Yalta, dan bahaya serangan besar terhadap
Manchuria yang melawan Jepang (Operasi Badai Agustus).
Diikuti pada tanggal 9 Agustus 1945, Jepang dikejutkan dengan
memberlakukannya kembali bom nuklir berjulukan “Fat Man” dengan massa 105 ton
berdaya ledak hingga 100 km² oleh bomber B-29 bernama “Bock's Car” yang dipiloti
oleh Mayor Charles Sweeney, yang menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki.
Surat Diri Jepang kepada Sekutu
Surat Diri Jepang kepada Sekutu
antara penggunaan bom atom dan
keterlibatan baru Uni Soviet
dalam perang, merupakan faktor
besar penyebab menyerahnya
Jepang, walaupun sebenarnya Uni
Soviet belum mengeluarkan
deklarasi perang sampai tanggal 8
Agustus 1945, setelah bom atom pertama.
Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, dan
surat pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal USS Missouri di Teluk Tokyo,
yang resmi berlaku Perang Pasifik dan Perang Dunia II.
Pengeboman ini membuat Jepang sebelum perang mengadopsi “Tiga Prinsip Non-
Nuklir”, melarang negara itu untuk memiliki senjata nuklir.
Peta ASIA 1941
Perang Dunia II Di Benua Afrika Dan Timur Tengah
Benito Mussolini
“Kami akan menaklukkan. Orang-orang dari Italia,
untuk senjata! tunjukkan kegigihan, keberanian Anda,
Anda layak.” Diktator fasis Italia, Benito
Mussolini, ketika Italia menyatakan perang terhadap
Britania dan Perancis pada Juni 1940 yang secara
langsung membawa konflik ke Afrika.
1940 : Mesir dan Somalia
Pertempuran di Afrika Utara dimulai pada 1940, ketika sejumlah kecil
pasukan Inggris di Mesir menyerang balik serangan pasukan Italia dari Libya yang
bertujuan untuk merebut Mesir, terutama Terusan Suez yang sangat vital.
Tentara Inggris, India, dan Australia akan menghentikan serangan balik
dengan sandi Operasi Kompas yang terhenti pada 1941, ketika sebagian besar pasukan
Persemakmuran dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman.
Akan tetapi, pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika
yang berada di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan
serangannya terhadap Mesir.
1941 : Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk
Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi
Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan
kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-
Nazi. Pemberontakan di dukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini.
Oleh karena merasa garis belakang terancam, Inggris mendapat bantuan dari
India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara
Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem bergegas ke Iran.
Namun kemudian, Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan
shah Iran yang pro-Jerman. Tokoh Arab yang pro-Nazi, kemudian dibawa ke Eropa
melalui Turki, dimana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk mengalahkan
kedua orang Inggris dan Yahudi.
Korps Afrika di bawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur,
guna merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut
berhasil bertahan, hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa
Divisi Ke-8 (Tentara Delapan) mundur ke garis di El Alamein.
1942 : Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua
Tangki Crusader Britania melewati Panzer IV Jerman yang terbakar di tengah gurun
Pertempuran El Alamein Pertama terjadi antara 1 Juli dan 27 Juli 1942.
Pasukan Jerman sudah maju ke titik pertahanan terakhir, sebelum Alexandria dan
Terusan Suez. Namun, mereka kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan
Persemakmuran melawan arah mereka.
Pertempuran El Alamein Kedua terjadi antara 23 Oktober dan 3 November 1942,
sebelum Bernard Montgomery menyerang Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth
Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai
“Rubah Gurun”, tidak hadir pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada
dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa.
Montgomery yang mengetahui Rommel absen, maka Pasukan Persemakmuran
serangan serangan. Meskipun mereka kehilangan lebih banyak tangki daripada Jerman
memulai pertempuran, Montgomer berhasil memenangkan pertempuran ini.
Sekutu mendapatkan keuntungan dengan kedekatan mereka dengan suplai mereka
selama pertempuran. h, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada
pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan untuk membela
angkasa Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika
Utara untuk Rommel.
Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat strategi yang
cemerlang ke Tunisia. Banyak pendapat, bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan
strategi Korps Afrika dari Mesir, lebih mengesankan daripada kemenangan yang lebih
awal, termasuk Tobruk, karena dia telah berhasil membuat seluruh pasukannya tidak
bertentangan dengan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang dilihat
oleh pasukan AS.
1942 : Pertempuran Madagaskar
Tentara Britania mendarat di Tamatave pada Mei 1942
Pertempuran Madagaskar adalah kampanye sekutu untuk merebut Madagaskar yang
dikuasai Perancis Vichy selama Perang Dunia II. Pertempuran ini dimulai pada 5 Mei
hingga 6 November 1942 dengan hasil kemenangan yang diperoleh sekutu.
1942 : Operasi Obor (Operasi Obor), Afrika Utara Perancis
Pasukan Sekutu mendarat dalam serangan bernama sandi Operasi Obor
Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor
di bawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah
merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui kombinasi di Casablanca,
Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan dengan selanjutnya dengan di Bône, gerbang
menuju Tunisia.
Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy melakukan perlawanan terbatas, sebelum
akhirnya hadir bernegosiasi dan perlawanan mereka.
1943 : Kalanya Korps Afrika
Korps Afrika tidak mencukupi secara memadai, akibat dari mendapat pengapalan
suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut
Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tidak adanya dukungan udara, memusnahkan
kesempatan untuk serangan besar bagi Jerman di Afrika.
Pasukan Jerman dan Italia terjepit di antara pergerakan maju pasukan Sekutu di
Aljazair dan Libya. Pasukan Jerman yang mundur, terus melakukan perlawanan sengit,
dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada pertempuran Kasserine Pass, sebelum
menyelesaikan pergerakan mundur strategi menuju garis suplai Jerman.
Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu
akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan sekitar 250.000
tentara Axis.
Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk
menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu
melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8
September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma
akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.
Operasi Militer Perang Dunia II Di Benua Afrika
Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) (1941) — Serangan Angkatan Laut
Inggris terhadap Italia yang Menguasai Daratan Somalia-Inggris
Operasi Camilla (1941) — Operasi disinformasi Inggris untuk menutup
tindakan terhadap Eritrea
Operasi Canned (1940) — Pemboman di Banda Alula, daratan Somalia-Italia,
oleh Angkatan Laut Inggris
Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) Akhir keberadaan Italia (1941) —
Pendaratan pasukan Inggris di Assab, Pelabuhan terakhir Italia di Laut
Merah
pertempuran Madagaskar “Ironclad” (1942) — pertempuran Madagaskar
Operasi Ancaman (1940) — Pertempuran laut, Pasukan Perancis dan Serangan
Inggris di Dakar, Perancis-Afrika Barat (Senegal)
Operasi Pendukung (1941) — Patroli laut lepas anti-kapal selam Sekutu di
Laut Madagaskar
Perang Dunia II Di Benua Eropa Rusia (Uni Soviet)
Adolf Hitler
1939 : Invasi Polandia, Invasi Finlandia
Kapal perang Schleswig-Holstein menyerang kota
pelabuhan Gdynia - 13.09.1939
Perang Dunia II mulai berkecamuk di
Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan
oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik “Blitzkrieg”, dengan
memanfaatkan musim panas yang membatasi tepi sungai dan rawa-rawa di wilayah
Polandia kering, hal ini memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta
melatih membangun tukik yang terkenal Ju-87 Stuka.
Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an, saat
itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja,
kekurangsiapan pasukan garis belakang dan koordinasinya, serta lemahnya Angkatan
Udara Polandia, menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan.
Meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur, namun jumlah itu tidak berarti
apa-apa dalam melawan Angkatan Udara Jerman “Luftwaffe” yang tangguh. Perancis
dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September, sebagai
komitmen mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.
Setelah mengalami kehancuran disana-sini oleh pasukan Nazi, tiba-tiba
Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur, yang
akhirnya bertemu dengan Pasukan dan wasiat garis demarkasi sesuai persetujuan
antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov.
Akhirnya, Polandia menyerah kepada Nazi Jerman, setelah kota Warsawa
menuntut. Sementara itu, sisa-sisa untuk para pemimpin perawatan kulit diri,
diantaranya ada yang ke Rumania. Dan yang lain, ditahan baik oleh Uni Soviet
maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir terlihat pada 6 Oktober.
Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori
oleh Inggris dan Prancis yang saat itu berada di bawah komando Jenderal Gamelin
dari Perancis, membuat Sekutu akhirnya menyatakan terhadap Jerman. Namun, hal itu
juga yang menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang dibuat
oleh Winston Churchill.
Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya
mengangkat tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan
Jerman. Invasi ke Polandia ini juga memulai praktek-praktek terhadap kejam Pasukan
SS di bawah Heinrich Himmler orang-orang Yahudi.
Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30
November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet, meskipun
pasukan Soviet memiliki jumlah yang cukup besar, serta dukungan dari armada udara
dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap, akibat
yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk musik, dukungan Lenin.
Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl
Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan
senjata mengalir dari negara Barat, terutama dari tetangganya Swedia yang memilih
netral dalam perang itu.
Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku, namun dapat bergerak
lincah, meskipun sebenarnya kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000
pasukan). Akhirnya, Soviet menyerang secara besar-besaran dengan 3.000.000 tentara
untuk menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah
Finlandia, memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.
Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan
pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.
1940 : Invasi Eropa Barat, Republik-Republik Baltik, Yunani, Balkan
Salah satu foto bewarna Perang Dunia II yang selamat
dari 40 juta foto hitam putih lainnya. Tampak di tengah-
tengah Adolf Hitler
Dengan tiba-tiba, Jerman menyerang
Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940
melalui Operasi Weserübung, yang terlihat
untuk mencegah serangan Sekutu melalui
wilayah tersebut. Pasukan Inggris,
Perancis, dan Polandia mendarat di
Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk
membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua
tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.
Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei
1940, pengiriman apa yang disebut dengan “Perang Pura-Pura” (Phony War) dan
memulai pertempuran Perancis.
Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg
untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju
sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan
Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis.
Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di
utara, kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman
tidak terbendung, melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik,
menyebabkan Perancis mendeklarasikan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah boneka
Vichy.
Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki
Latvia, Lituania, dan Estonia serta
menganeksasi Bessarabia dan Bukovina
Utara dari Rumania.
Jerman bersiap untuk serangan ke
Inggris dan dimulailah apa yang
disebut dengan pertempuran Inggris
atau “Battle of Britain”, perang
udara antara AU Luftwaffe melawan AU
Royal Air Force pada tahun 1940,
memperebutkan kontrol atas angkasa
Inggris.
Jerman berhasil berhasil dan
mengoperasikan Operasi Singa Laut
atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu karena perubahan strategi
Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang, berubah menjadi
serangan besar-besaran serangan ke London.
Sebelumnya terjadi perkembangan kota Berlin yang didasarkan atas ketidaksengajaan
para penyerang Jerman yang menyerang London. Alhasil, pilot pesawat tempur
Spitfire dan Huricane dapat berisirahat.
Perang juga berkecamuk di laut, pada pertempuran Atlantik, kapal-kapal selam
Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang menyediakan suplai
kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.
Pada 27 September 1940, tanda tangani pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan
Jepang yang secara formal membentuk dengan nama (Kekuatan Poros).
Benito Mussolini dan Adolf Hitler
Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan
oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian
mengirim tentara untuk membantu Mussolini bertarung melawan Yunani.
Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas
Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan sebagian dari Kroasia dan Bosnia, yang
merupakan konflik laten di daerah itu sendiri Kerajaan Ottoman.
Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang di dominasi
oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. dengan
kaum Nazi merupakan salah satu pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia
pada dekade 1990-an.
1941 : Invasi Uni Soviet
Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman
pertempuran Stalingrad
1944 : Serangan Balik
Pasukan Amerika Serikat melakukan invasi di Pantai Omaha
Invasi Normandia (Hari H), invasi
di Perancis oleh pasukan Amerika
Serikat dan Inggris, 1944
1945 : Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman
Berkibarnya bendera Uni Soviet diatas gedung pemerintahan Nazi, Reinchstag, merupakan tanda berakhirnya Perang
Dunia II di Eropa
Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni
Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan
istrinya Eva Braun di dalam bunkernya.
Tepat sehari, Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan memerintah pengawalnya
setelah mati untuk membunuhnya, setelah menyalami setiap anggotanya yang masih
setia.
Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan
Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Diskusi Pasukan
Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal yang sama.
Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah
tanggal 4. Sisa pasukan Jerman di bawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7
mei di Rheims, Perancis.
Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan
mereka, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan
tujuan politik.
Read more: http://siradel.blogspot.com/2012/08/sejarah-perang-dunia-ii-versi-
lengkap.html#ixzz77cybyxbE
Sejarah Perang Dunia II (Versi Lengkap - Volume II : "Bintang
Dan Kegelapan")
Perang Dunia II bermula dari
sekelompok ultranasionalis yang lahir
di tiga negara. Di Jerman, Adolf
Hitler lahir sebagai pemimpin Partai
Nazi, partai antisemit yang
menginginkan kekuasaan ras Arya. Adolf
Hitler menggunakan kekuatannya untuk
melengserkan Republik Weimar yang
membuat Jerman mengalami krisis
moneter luar biasa.
Setelah Hitler berkuasa pada
1933, dia segera memperkuat militer
untuk bersiap-siap memulai pertempuran demi
kekuasaan. Dengan semangat Lebensraum (ruang
tinggal), dia menginginkan tanah kekuasaan yang
lebih luas untuk ras Arya.
Di Italia, diktator Benito Mussolini Benito Mussolini (kiri) dan
meraih tampuk kekuasaan setelah paham fasisme Adolf Hitler (kanan)
yang ia anut berhasil mengalahkan komunisme dan
sosialisme. Mussolini menginginkan Italia
berkuasa sebagaimana pada masa Kekaisaran Romawi
Suci dahulu.
Dia mendapat kepercayaan dari Raja Italia
untuk membangun pemerintahan, dan Mussolini
segera membangun pemerintahan keras dan fasis,
yaitu paham dimana kepentingan negara berada di
atas segala-galanya. Dia juga kawan akrab Hitler,
yang kemudian mengadakan Aliansi Berlin-Roma.
Kaisar Hirohito memang secara de facto menjadi
kaisar sah di Jepang. Akan tetapi, sadarkah sang
kaisar, bahwa yang berkuasa dan menjalankan roda
pemerintahan sesungguhnya ialah Jenderal Hideki
Tojo. Dengan demikian, militer dalam hal ini secara
jelas telah mengambil alih pemerintahan sipil di
Jepang.
rohito Awal Perang
Diktator
Sebelum perang meletus, Spanyol telah jatuh dalam perang saudara antara sayap kiri
(sosialis, komunis, dan rakyat biasa yang mendukung republik)
dan sayap kanan (tuan tanah kaya raya, perwira, gereja
katholik, dan Partai Fasis Falange yang menginginkan raja untuk
kembali berkuasa). Sayap kiri didukung oleh Uni Soviet,
sementara sayap kanan dipimpin Jerman dan Italia.
Ketika perang meletus, sayap kiri sempat berkuasa ketika datang
sayap liberal dari negara lain, yakni Laurie Lee. Sayap kiri
jatuh dan loyalis liberal menguasai sejumlah kota besar. Hingga
akhirnya sayap kanan yang di dukung Jenderal Franco, berhasil
menghancurkan pertahanan loyalis di Madrid dan menduduki kursi
kekuasaan hingga 1975.
Uni Soviet adalah negara besar yang terletak di Eropa
Timur, membentang jauh hingga Siberia dan Asia Tengah. Uni
Soviet didirikan oleh Vladimir Lenin yang berhasil
menggulingkan Tsar Rusia, Nicholas II, dalam Revolusi Oktober 1917. Negara ini
dipimpin oleh seorang diktator komunis Joseph Stalin sejak 1924, yang mengambil
kekuasaan setelah Lenin meninggal.
Meskipun Jerman dan Uni Soviet merupakan sesama negara sosialis, tetapi Uni
Soviet bukan antisemit. Yahudi adalah agama terbesar ketiga di Uni Soviet setelah
Gereja Ortodoks Rusia dan Islam, itulah yang membuat Poros tak bisa bersekutu
dengan negara ini.
Ketiga negara mulai menunjukkan keagresifannya sejak tahun 1930-an.
Kebangkitan ekonomi dan militer Jerman meresahkan Inggris dan Perancis, yang
trauma akan Perang Dunia I (PD I) yang berakhir pada 1919 dengan ditandatanganinya
Perjanjian Versailles yang sangat merugikan Jerman dan sekutunya. Perjanjian itu
diharapkan dapat mengakhiri perang secara permanen, akan tetapi justru menjadi 20
tahun menuju perang baru.
Jepang menyerbu Manchuria dan dengan mudah menduduki Korea. China yang
masih dikuasai oleh Partai Kuomintang yang lemah, harus mengakui, bahwa Jepang
menguasai separuh negaranya di bagian utara.
Italia, yang masih menjajah
Libya, mengikuti pada 1935, menyerbu
Abessynia (sekarang Ethiopia)
sebagai tanda berdirinya 'Kekaisaran
Roma Baru'. Sebelumnya pada tahun
1896, Italia pernah dikalahkan
menangan di Abessynia saat negara itu mencoba mendapatkan ibukota Addis Ababa.
16 Maret di tahun yang sama, wajib militer diterapkan di Jerman. Setahun kemudian,
pasukan Jerman menduduki Rhineland. Italia mengalahkan Abessynia dan mendapatkan
Addis Ababa pada 1936. Pasukan China dan Jepang bentrok di dekat Beijing, dan
insiden itu disebut "Insiden Jembatan Marco Polo" yang terjadi pada 7 Juli 1937.
Setahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 1938, tentara Jerman memasuki Sudetenland.
Jerman adalah negara yang paling banyak mengambil andil dalam setiap
langkah Poros. Pada 1938, ia merebut Wina, menduduki Austria dan kemudian
mengambil Cekoslovakia pada 16 Maret 1939. Setelah kedua negara tersebut jatuh,
Jerman mengalihkan perhatiannya pada Polandia.
Inggris dan Perancis berjanji akan membantu, jika Polandia akan menjadi
korban selanjutnya. Akan tetapi, Hitler tak pernah mengira janji ini akan
dipenuhi. Musim panas 1 September 1939, tentara Jerman menyerbu masuk ke dalam
Polandia melalui rawa-rawa yang telah kering. Dua hari kemudian Inggris, Perancis,
Australia, dan Selandia Baru menyatakan perang terhadap Jerman.
Sebelum menyerang Polandia, Hitler telah menandatangani Pakta Non-Agresi
dengan Stalin. Hitler tak pernah berniat untuk memenuhi pakta ini. Dia hanya tak
ingin Soviet mengganggu, sementara dia sedang sibuk melumat Polandia dan menggilas
Eropa Barat. Swedia, Spanyol, Switzerland, dan Portugal segera menyatakan
kenetralannya.
Penandatanganan Pakta Non-Agres Soviet-Jerman.
Pakta ini disebut Pakta Agustus 1939
Italia tak mau kalah dengan
keberhasilan sekutunya, Jerman. Dengan
semangat Italia Irridenta (Italia yang belum
dibebaskan), Mussolini memutuskan menyerbu
Albania pada 7 April 1939. Setelah berhasil
menguasai Kekaisaran Abessynia pada Mei 1936,
Italia merasa dirinya cukup kuat untuk terjun
lebih jauh lagi ke dalam ranah pertempuran.
Albania dikejutkan dengan serangan
Italia melalui Laut Adriatik, laut yang
memisahkan Semenanjung balkan dengan
Semenanjung Italia. Tentara Italia dengan
agresif menyerbu masuk ke dalam Albania yang
berhasil dilumpuhkan secara total.
Albania jatuh jauh lebih cepat
daripada Abessynia ataupun negara-negara lain yang ditaklukkan Italia. Albania
adalah negara paling cepat lengser nomor dua dalam Perang Dunia II (PD II). Italia
hanya perlu waktu 5 hari saja untuk merampas Tirana dan menguasai seluruh Albania.
Belum puas dengan Polandia, Uni
Soviet mencoba membentangkan
sayapnya ke timur, dan menoleh pada
Finlandia. Invasi Uni Soviet
terhadap Finlandia ini dimulai pada
30 November 1939. Tentara Merah Uni
Tentara Italia merayakan kemenangan atas
Albania
Soviet menyerbu ke dalam Finlandia, dan mencoba menguasainya meski gagal.
Serbuan kedua kalinya kembali dijalankan, tetapi Soviet harus menerima,
bahwa pasukan Finlandia, yang dibantu Spanyol, Swedia, Hungaria, dan militan
Estonia, mampu memukul mundur pasukan Soviet, hingga ke perbatasan.
Taktik gerilya yang diterapkan tentara Finlandia dalam Winter War tak sanggup menghentikan
langkah Tentara Merah
Melihat keadaan seperti ini,
Stalin mulai merasa geram. Dia segera
melancarkan 3 juta tentara sekaligus,
untuk membungkam Finlandia. Alhasil,
Stalin dapat duduk kembali dengan tenang
di kursinya. Tentara Merah dengan cepat
mampu mendorong tentara Finlandia, yang
semakin terdesak ke dalam negaranya.
Dibantu dengan bantuan logistik, serta persenjataan yang lebih memadai,
kota-kota penting di Finlandia berhasil direbut, dan Stalin serta para
jenderalnya, mulai memandang ibukota Helsinki sebagai tambang emas yang
menggiurkan.
Viipuri, kota terbesar kedua di
Finlandia yang diberikan pada Uni
Soviet seusai Winter War
Melihat keadaannya yang
semakin terdesak, pemerintah
Finlandia segera menawarkan
perundingan dengan Uni Soviet.
Tawaran ini diterima, dan perundingan diadakan di Moskow. Ditandatangani pada 12
Maret 1940, Finlandia menyerahkan sebagian Karelia, termasuk tanah genting
Karelia, serta lahan besar di utara Danau Ladoga.
Daerah ini termasuk kota Viipuri, kota terbesar kedua di Finlandia yang
diserahkan pada Uni Soviet. Viipuri adalah kota industri dan wilayah signifikan di
Finlandia yang masih dipegang oleh tentara Finlandia. Penyerahan kota Viipuri
mendapat protes keras dari banyak rakyat Finlandia yang merasa pemerintah mereka
terlalu 'loyo', tetapi pemerintah Finlandia
menganggap Viipuri adalah bayaran murah
sebagai pengganti Helsinki dan seluruh
Finlandia.
Wilayah Finlandia yang diserahkan pada Uni Soviet
Perang Yang Sesungguhnya
Tentara Jerman berbaris memasuki Polandia, 1 September 1939
Pasukan Jerman, dengan taktik blitzkrieg (langkah kilat), melaju dengan cepat
menghajar pertahanan Polandia, dan mendekati ibukota Warsawa dalam waktu satu
minggu. Dalih Hitler untuk menyerang Polandia saat itu adalah untuk merebut kota
Danzig yang banyak ras Arya-nya. Tapi dalih itu hanyalah dalih palsu belaka.
Polandia yang melihat dirinya tidak siap akan serangan Jerman ini, saking
putus asanya, Polandia mengerahkan pasukan kavaleri berkudanya untuk melawan tank-
tank dan pesawat Jerman, yang kemudian dibantai habis oleh Jerman tak bersisa.
Belum selesai mengurus Jerman, Polandia dikejutkan kembali dengan serangan
Uni Soviet dari timur. Pasukan Soviet menyapu bersih dari timur, sementara Jerman
dari barat.
Kemudian, akhirnya bertemulah kedua pasukan tersebut di Warsawa dan membuat
garis demarkasi. 20 September 1939, seluruh Polandia sudah jatuh ke tangan Jerman
dan Uni Soviet, dan para pemimpin negaranya dipaksa untuk menyelamatkan diri ke
Rumania.
Jatuhnya ibukota Warsawa, 1939
Setelah Polandia jatuh, tak ada lagi perang untuk sementara waktu. Secara resmi,
Jerman telah berada dalam status perang dengan Inggris, Perancis, Australia, dan
Selandia Baru, tetapi kenyataannya tidak ada pertempuran sama sekali.
Situasi ini disebut Phoney War (Perang Palsu). Situasi ini dimanfaatkan
oleh para seniman untuk menggambarkan era perang. Bahkan, ada beberapa yang
mengolok-olok Hitler, seperti komedian pantomim "Charlie Chaplin". Sehingga,
Hitler pun sangat benci dengan orang itu.
Charlie Chaplin dengan kumis ala Hitler-nya
Di Polandia, orang-orang Yahudi, termasuk
anak-anak, wanita, dan lansia, ditangkapi. Mereka
untuk sementara ditampung di Ghetto (tempat
terkumuh) Warsawa, sebelum akhirnya dibawa ke kamp
tahanan di Auschwitz untuk disiksa. Orang-orang
Yahudi yang disiksa dan dibunuh ini disebut korban
holocaust, salah satu kejadian paling mengerikan dalam sejarah umat manusia yang
akan terus berlanjut, hingga kejatuhan Nazi pada 1945. Phoney War ini lantas oleh
para seniman disebut juga sitzkrieg.
Phoney War berakhir pada 9 April 1940, ketika sitzkrieg kembali lagi
menjadi blitzkrieg. Jerman mengejutkan Sekutu dengan menyerbu negara-negara Eropa
Utara, Denmark dan Norwegia.
Denmark menyerah dengan cepat, sementara Norwegia mencoba bertahan. Inggris
dan Perancis segera datang untuk membantu Norwegia yang semakin terdesak. Tujuan
utama Hitler menduduki Skandinavia ialah untuk mengambil alih kendali atas Lautan
Atlantik, yang bisa memblokir jalur perdagangan Inggris ke Eropa Utara.
Inggris dan Perancis tampak tergesa-gesa dalam menyelamatkan Norwegia, akan
tetapi hasilnya sama saja. Norwegia ambruk beberapa bulan kemudian. Ini telah
merubah pandangan Perancis terhadap Jerman, karena sebelumnya angkatan perang
Perancis cukup percaya diri,
mengingat negaranya pernah
mengalahkan Jerman pada Perang Dunia
I.
Serdadu Jerman meremukkan pertahanan Norwegia
Tapi kali ini berbeda, Jerman yang dulu tidak seperti yang Perancis kira. Jerman
dalam 3 dasawarsa telah bangkit dengan jumlah rakyat 3 kali lebih besar daripada
Perancis, dan memiliki teknologi tempur yang tinggi serta armada perang yang kuat.
Oleh karenanya, Perancis merasa terancam setelah Norwegia dan Denmark
ambruk seketika. Ternyata benar, Hitler telah meminta para jenderalnya untuk
menyusun taktik mencaplok Eropa Barat. Hitler memandang Perancis sebagai tempat
yang "pas" sebagai tempat tinggal ras Arya.
Hitler tak ingin seperti Uni Soviet yang hanya mendapatkan 11% wilayah
Finlandia. Dia ingin menaklukkan Perancis secara utuh, dan kemudian daratan
Britania Raya, serta selanjutnya Irlandia.
Perancis segera membuat pertahanan. Berdasarkan pengalaman pada Perang
Dunia I, Perancis mengira Jerman akan menyerbu wilayahnya melalui Belgia. Karena
itulah Perancis mempersiapkan pasukan yang hebat di perbatasan Belgia.
Hanya ada satu jalur lagi yang bisa digunakan Jerman untuk menyerbu
Perancis, yaitu melalui sebuah hutan lebat, dataran tak menentu di Ardennes,
sebelah selatan Luksemburg. Perancis tak pernah mengira Hitler akan menyerang
lewat jalur ini, sebab mereka yakin, bahwa Hitler bukan seorang yang segila itu
dan akan mampu berbuat hal semacam itu.
Pasukan Jerman menembus hutan Ardennes,
Luksemburg
Dan benar, ternyata mereka salah. Hitler
memang orang gila yang memiliki strategi
gila untuk melewati Ardennes. Dia membabat
hutan Ardennes dan memaksa tank, kendaraan
lapis baja, dan para tentaranya untuk
menyeberangi hutan tersebut.
Sempat terjadi kemacetan saat Hitler
menggunakan trik ini. Tetapi hasilnya sama
saja, Perancis dikejutkan oleh serangan gila
ini. Pada 10 Mei 1940, Perancis dan Inggris
dikejutkan oleh serangan mendadak yang tak pernah diperkirakan selama ini. Dengan
cepat pasukan Jerman melindas Luksemburg, sebuah negara kecil yang menurutnya
hanyalah menjadi penghalang tak berarti bagi dirinya untuk menuju Paris.
Luksemburg yang sudah dilindas dan sekarat, tak bisa berbuat apa-apa selain
menyerah hari itu juga, menjadi satu-satunya negara dalam Perang Dunia II yang
bisa dilumpuhkan hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, dan membiarkan Jerman
memasuki Perancis melalui wilayahnya.
Pada hari yang sama itu pula, pasukan parasut Jerman berhasil mendarat di
Belanda dan Belgia. Angkatan perang Belanda menyerah pada 15 Mei, selang beberapa
jam setelah pengeboman berat di kota Rotterdam.
Belanda menyerah setelah kota Rotterdam luluh lantak
Pasukan gabungan Inggris-Perancis sudah berusaha mati-matian, tetapi
pasukan Jerman terlalu perkasa dan berhasil mengepung mereka di sebuah tempat
bernama Dunkirk, pesisir utara Perancis, pada 26 Mei 1940.
Belgia mencoba bertahan hingga titik darah penghabisan, akan tetapi
hasilnya sama saja. Perjuangan mempertahankan tanah air di Belgia akhirnya
terhenti. Belgia telah runtuh pada 28 Mei, ketika raja-nya mengumumkan, bahwa
angkatan perangnya sudah berada di ambang batas.
Selama dua bulan berikutnya, tentara yang terkepung di Dunkirk mulai
dievakuasi ke Inggris. Tak ada lagi serangan terhadap Perancis hingga 6 Juni.
Perancis kini dalam kondisi sendirian. Inggris tak mampu membantu lebih lanjut,
karena dirinya pun harus mempersiapkan diri akan kemungkinan terburuk yang
sewaktu-waktu bisa terjadi.
Austria, Belgia, Belanda, dan Luksemburg yang menjadi tameng pembatasnya,
telah tergilas oleh pasukan Jerman. Semenanjung Hispanik, yaitu Spanyol dan
Portugal, netral, dan tak mungkin dia menaruh harapan pada negara kecil seperti
Andorra, Liechtenstein, atau Monako yang lebih memilih netral daripada digilas
seperti Benelux.
Meskipun akhirnya tentara Perancis mampu mematahkan bala bantuan untuk
Jerman yang datang dari Italia, tetapi sesungguhnya Jerman tak membutuhkan bantuan
sama sekali dari sekutu lemahnya itu untuk menumpas Perancis.
Setelah itu, tentara Perancis tak dapat berbuat banyak, ketika tentara
Jerman menyerbu dengan ganasnya ke negara mereka. Hanya perlu waktu sebelas hari
saja bagi Jerman untuk menundukkan Perancis.
Serdadu Jerman memasuki Paris setelah kejatuhan
Perancis, 1940
Pada 17 Juni 1940, pemimpin Perancis, Marsekal
Petain, menawarkan perundingan dengan Jerman
ketika negara itu berhasil menduduki Paris.
Perundingan itu akhirnya ditandatangani pada 22
Juni.
Jerman diberikan hak untuk mengendalikan
pesisir utara dan perairan Atlantik. Seluruh
Perancis takluk pada kekuasaan Jerman.
Pemerintahan Perancis yang baru disebut Perancis
Vichy, sementara Charles de Gaulle membangun
pemerintahan Perancis darurat di London.
Hitler menyempatkan diri berpose di depan
Menara Eiffel, setelah tentaranya berhasil
kota menduduki Paris
Read more: http://siradel.blogspot.com/2012/08/sejarah-
perang-dunia-ii-versi-lengkap_30.html#ixzz3Q1ewmWSn
Sejarah Perang Dunia II
(Versi Lengkap - Volume III : "Akhir Dari Sebuah Tirani")
Sejak Juni 1940, Inggris harus bertahan sendirian dalam menghadapi keperkasaan
angkatan perang Jerman. Inggris menyaksikan sendiri, bagaimana angkatan bersenjata
Jerman yang perkasa itu mencaplok Austria, merobohkan Cekoslovakia, kemudian
menghancurkan Polandia, meruntuhkan Denmark dan Norwegia, melindas Belanda,
Belgia, dan Luksemburg, serta bagaimana
cara Jerman memberangus sekutu karibnya
dengan sangat tragis, Perancis.
Ditambah lagi, pada 10 Juni 1940, Italia
menyatakan perang terhadap Inggris dan
Perancis. Ini bukan masalah besar, hanya
tinggal menunggu waktu hingga Italia
runtuh dengan sendirinya.
Charles de Gaulle,
pahlawan Perancis
Pada 5 Juli, pemerintah Perancis Vichy memutuskan hubungan
diplomatik dengan Britania Raya dan Irlandia Utara (United
Kingdom). Masalah besarnya adalah, bagaimana kalau Jerman sampai
berpikir untuk menyerang Kepulauan Inggris. Hanya Selat Inggris
yang memisahkan Inggris dengan Eropa Daratan, yang mana hampir
seluruhnya telah dikendalikan Nazi Jerman yang tengah menjalankan
holocaust.
Lagi-lagi, Inggris masih sendirian, bahkan Amerika Serikat
dan Uni Soviet masih belum terlibat. Australia, Selandia Baru,
dan India yang menjadi sekutu Inggris pun, masih sibuk menghadapi ekspansi Jepang.
Irlandia yang masih meributkan sengketa wilayah di Irlandia Utara, tak akan sudi
membantu, dan Semenanjung Hispanik telah netral.
Pada 10 Juli 1940, ketakutan Inggris terbukti. Jerman dengan angkatan
lautnya mencoba menyeberangi Selat Inggris. Usaha Jerman ini selalu gagal, karena
angkatan laut Inggris terlalu kuat. Meskipun Jerman mengerahkan hampir semua kapal
selamnya, namun semua seperti percuma.
Inggris menyadari kapal-kapal perang yang ia buat bersama Perancis, yang
kini telah takluk, akan menjadi ancaman bagi dirinya. Sebab kapal perang itu kini
ada di tangan Perancis, tepatnya di salah satu tanah jajahan Perancis yaitu di
Algiers, Aljazair.
Sebelum Jerman menyadari keberadaan kapal tersebut, dan sebelum pemerintah
Perancis Vichy benar-benar berkhianat, Inggris bersama Royal Air Force (RAF),
angkatan udara Kerajaan Inggris, menyerbu pangkalan angkatan laut kolonial
Perancis di Algiers, Aljazair.
Serangan tersebut sukses menenggelamkan seluruh kapal yang dianggap
berbahaya bagi Inggris, hal itu jelas menggambarkan bagaimana suksesnya dan betapa
kejamnya Inggris membantai mantan sekutu karibnya itu.
Merasa terkhianati, Perancis Vichy merencanakan untuk bergabung bersama
Jerman untuk mencaplok Inggris, tetapi Petain menolak. Dia mengatakan, "Sudah
cukup satu kekalahan dan tak akan ada lagi hal serupa."
Luftwaffe dalam Battle of Britain, 7 September
1940
Keinginan untuk menjajah Inggris akhirnya ditunda
oleh Hitler. Dia merasa Inggris akan jatuh dengan
sendirinya, apabila dia berhasil membombardir
daratannya. Dengan angkatan udara-nya yang kuat,
Luftwaffe, Jerman memulai aksinya mengebom kota-
kota penting di Inggris, yaitu London, Portsmouth, serta kota-kota lainnya.
Seketika Inggris menderita kehancuran besar, tetapi masih berani dengan
nyali yang tersisa untuk membalas dengan membombardir Bremen dan Dresden. RAF yang
selama ini menjadi rival abadi Luftwaffe, mau tak mau harus mengakui, bahwa mereka
memang benar-benar imbang.
Pertempuran di Selat dan daratan Inggris ini disebut Battle of Britain
(Pertempuran Britania). Blitzkrieg di daratan Inggris berlangsung pada 7 September
1940 dan menghancurkan sebagian besar London, termasuk daerah East End. Kehancuran
juga terjadi di Glasgow, Coventry, dan Portsmouth.
London 1940, kerusakan akibat pengeboman
oleh Luftwaffe
Sehari sebelum Battle of Britain, Italia
yang masih menjajah Libya mencoba
menginvasi Mesir yang dikuasai Inggris.
Melalui pesisir utara, tentara Italia
menyeberangi perbatasan dan mulai
mengadakan penyerangan menuju Kairo.
Tujuannya adalah mengambil alih Terusan
Suez yang vital, yang bisa melumpuhkan ekonomi Inggris.
Namun, Italia justru mengalami kemalangan. Pasukan Inggris yang dibantu tentara
pelarian Perancis di bawah pemerintahan darurat di London, malah menyerang balik
dan Italia terpukul mundur kembali ke Libya.
Invasi Italia atas Mesir gagal pada 16 September 1940. Di saat bersamaa, Inggris
dan Perancis berhasil mengambil sebagian wilayah utara Libya dan Italia mulai
terdesak mundur.
Ini merupakan kekalahan Italia yang untuk kali pertamanya, setelah sebelumnya
berhasil menang atas Abessynia dan Albania. Italia segera membuat Front Sidi
Barrani Timur yang diharapkan mampu membendung kekuatan Inggris di Libya. Tapi
sekali lagi, ini tak berfungsi sama sekali.
Tentara Italia memasuki Mesir pada 1940
Melihat kesuksesan Jerman, Italia jadi
semakin termotivasi dan tak pantang
menyerah, meski sudah mengalami kekalahan di
Afrika Utara. Dengan semangat membara,
Mussolini memutuskan untuk menyerbu
Semenanjung Balkan lebih dalam lagi, yaitu
dua negara besar, Yugoslavia dan Yunani.
Italia menyerbu masuk ke dalam Yunani
pada 28 Oktober 1940. Meski begitu, tentara
Italia harus menerima, bahwa dirinya
dihabisi oleh pasukan gabungan Yunani dan
Yugoslavia yang disokong oleh Inggris.
Italia bahkan lari terbirit-birit kembali ke Albania, karena dikejar-kejar calon
mangsanya sendiri.
Pasukan Yunani, Yugoslavia, dan Inggris bahkan bisa menyerang balik dan
mendesak pertahanan Italia di Albania. Italia benar-benar gagal total dalam
menginvasi seluruh Balkan pada Maret 1941. Melihat sekutunya dipermalukan dengan
sangat tak terhormat, Jerman dengan baik hati mengirim bala bantuan yang langsung
mendapat kemenangan kembali atas Albania.
Di Afrika Utara, perang terus berlanjut antara Italia yang lemah melawan
Inggris, Perancis, Australia, Mesir, Selandia Baru, dan, kemudian Amerika Serikat
sejak Desember 1941.
Pasukan Sekutu menyerang dari timur, merebut Tobruk pada 22 Januari,
setelah sebelumnya berhasil mengambil Bardia. Pada 6 Februari, kota Benghazi
direbut oleh Sekutu dan Italia mulai kewalahan menghadapi pemberontakan rakyat
Libya yang mulai merasa kolonial Italia sudah semakin lemah.
Jenderal Erwin Rommel
Tripoli yang dijadikan ibukota kolonial pun, mengalami kerusuhan yang
hebat. Melihat hal ini, lagi-lagi Jerman berbaik hati dan segera datang membantu
di bawah komando Jenderal Erwin Rommel yang dijuluki "serigala padang pasir".
Setelah menduduki Albania kembali dengan sukses, Jerman dan Italia
berencana mendapatkan Yugoslavia, negara terbesar di Semenanjung Balkan. Invasi
atas Yugoslavia diberi nama Operasi 25 (Operation 25), yang dimulai pada 6 April
1941. Bersamaan dengan itu, Operasi Marita (Operation Marita) juga dilancarkan,
yaitu serangan Jerman terhadap Yunani. Yugoslavia jatuh pada 17 April 1941 dan
Yunani menyusul sepuluh hari setelahnya.
Dengan dikalahkannya Yugoslavia, Jerman dan Italia memecah-mecah negara
tersebut menjadi tiga, yaitu negara independen Kroasia, negara boneka Serbia yang
dikendalikan oleh Jerman, dan Montenegro yang menjadi negara protektorat Italia.
Di Yunani, bendera swastika Nazi mulai berkibar sejak Athena dirampas pada
27 April 1941. Tentara Inggris yang beroperasi di Yunani mencoba melarikan diri ke
Pulau Kreta. Melalui Operasi Merkur (Operation
Merkur), pasukan Jerman membersihkan Pulau Kreta
dari sisa-sisa tentara Inggris dan memaksanya lari
tunggang langgang menyelamatkan diri ke Pulau Malta
di Laut Mediterania.
Bendera Swastika Nazi dikibarkan di Athena setelah
jatuhnya Yunani
Turki, bekas sekutu Jerman dalam Perang Dunia I (PD I), yang juga memiliki wilayah
kecil di Semenanjung Balkan, segera mengerahkan pasukannya agar Jerman dan Italia
tidak bergerak lebih jauh lagi menuju Istanbul.
Operasi Merkur dijalankan begitu Hitler menghentikan Battle of Britain pada
Mei 1941, ketika Jerman merasa perang tersebut tak menghasilkan apa-apa, akan
tetapi Inggris diuntungkan berkat keputusan Hitler itu.
RAF, meski kuat, tetapi benar-benar sudah habis-habisan saat itu. Jika
seandainya Jerman bersabar sedikit saja dan meneruskan perang, maka tak akan ada
lagi masa depan bagi Kerajaan Inggris.
Pada Juni 1941, Angkatan Darat Australia dan Sekutu, menginvasi Suriah dan
Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni 1941. Di Irak, terjadi penggulingan
kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi.
Pemberontakan di dukung oleh Mufti Besar Jerusalem, Haji Amin al-Husseini.
Karena garis belakangnya terancam, Inggris mengirimkan bala bantuan dari India dan
menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali
dan Haji Amin al-Husseini melarikan diri ke Iran.
Husseini terlihat akrab dengan
serdadu Jerman
Tetapi kemudian pasukan Inggris yang
dibantu Uni Soviet, menyerbu Iran dan
menggulingkan rezim shah Iran yang
pro-Nazi. kedua tokoh itu kemudian
menyelamatkan diri ke Eropa melalui
Turki, di mana mereka lalu bekerja
sama dengan Hitler untuk
menyingkirkan orang Inggris dan
Yahudi.
Uni Soviet sudah tak ingin lagi terlibat lebih jauh dalam perang. Setelah
puas melumat Finlandia, Stalin kini bisa duduk-duduk dengan santai di kursi
kekuasaannya. Ia masih saja bermimpi membagi Eropa bersama Jerman, tetapi mimpinya
itu pupus di tengah jalan, ketika Operasi Barbarossa dimulai pada 22 Juni 1941,
tiga minggu setelah Operasi Markur
berakhir.
Sipil yang dieksekusi di Pulau Kreta
selama Operasi Markur
Tetapi pada kenyataannya, kedua belah pihak sama sekali tak berniat memenuhi pakta
yang telah mereka tanda tangani pra-jatuhnya Polandia. Hitler hanya ingin Stalin
diam, sementara dia menggilas Eropa Barat, dan sebaliknya Stalin ingin Hitler
bungkam sementara, dia membangun tentara untuk mempertahankan wilayahnya yang
paling barat, yakni Polandia bagian timur dan Ukraina.
Stalin tahu pasti, cepat atau lambat Hitler akan tergoda untuk menyerang
Uni Soviet yang begitu luas, yang dianggap tambang emas sebenarnya oleh Nazi
Jerman. Akan tetapi dia tak mengira Hitler akan sudi terlibat dalam banyak
pertempuran untuk waktu yang relatif dekat.
Tentara Jerman memasuki Uni Soviet pada 1940
Akibat kelalaian Stalin yang belum juga menempatkan pasukan di perbatasan
barat, lebih dari 3 juta serdadu Jerman menyeberangi perbatasan menuju wilayah Uni
Soviet. Serangan tersebut hanya mengalami sedikit perlawanan. Hitler bahkan
berhasil menduduki Ukraina dan merebut Kiev.
Banyak warga Ukraina yang menuntut kemerdekaan dari Uni Soviet, sehingga
banyak yang membangkang dan bergabung dengan Jerman. Sasaran utama Hitler ada dua,
menguasai kota Leningrad dan Moskow. Taktik Blitzkrieg digunakan lagi dalam
pertempuran ini, dengan harapan mampu meraih kemenangan gemilang seperti yang
sudah-sudah.
Tentara Jerman amat akrab dengan wanita
Ukraina di Kiev
Tetapi kali ini berbeda. Jerman
semakin terdesak, ketika mencoba
memasuki Uni Soviet lebih dalam.
Perlawanan besar terjadi beberapa mil
di luar pintu gerbang ibukota Moskow.
Pasukan Soviet yang kuat, yang sukses
mengalahkan Finlandia, kini berhadapan langsung dengan pasukan negara yang telah
menaklukkan Eropa Barat. Pertempuran habis-habisan akan dimulai, yang menjadi
pertempuran paling berdarah di sepanjang sejarah.
Di Asia, Jepang berhasil menguasai sejumlah negara-negara di Kepulauan
Pasifik. Hanya ada tiga musuh besar bagi Jepang, yakni Australia, India yang
dikendalikan Inggris, dan Selandia Baru.
Pada 16 September 1940, RUU yang diajukan Presiden Amerika Serikat,
Franklin Delano Roosevelt, tentang mobilisasi pasukan disetujui, dan ini membuat
Jepang merasa terancam. Hanya ada dua pilihan bagi Jepang, menyerang terlebih
dahulu dan menang atau menunggu hingga Amerika Serikat datang dan menentangnya.
Maka pada 7 Desember 1941, pangkalan militer Amerika Serikat di Hawaii,
Pearl Harbor, dibombardir dan menenggelamkan empat ratus kapal Amerika Serikat.
Anehnya, kapal-kapal penting dan kuat tidak ada di sana. Yang ada hanyalah kapal-
kapal tua yang lemah, yang mungkin bisa tenggelam kapan saja tanpa diserang.
2403 orang meninggal, termasuk 68 warga sipil. Mereka seperti korban yang
sudah disiapkan Roosevelt, agar memiliki alasan untuk ikut dalam pertempuran dalam
Perang Dunia II (PD II) ini. Maka sehari setelahnya, Amerika Serikat dan Inggris
menyatakan perang terhadap Jepang.
USS Arizona tenggelam pada serangan
di Pearl Harbor
Sehari setelah menyerang Pearl
Harbor, Jepang segera menyerbu
Filipina yang juga dikuasai Amerika Serikat. Serangan bom menjadi awal
penyerangan, dan berubah menjadi serangan darat dua minggu kemudian.
Pasukan Amerika Serikat dan Filipina mencoba mempertahankan wilayah, tetapi
Jepang lebih kuat. Amerika Serikat yang dipimpin Jenderal Douglas McArthur
tergusur. Langkah Jepang sangat gemilang, yang dapat disamakan dengan blitzkrieg
Jerman.
Jerman melihat Jepang sebagai sebuah kekuatan besar di Asia yang dapat
diandalkan. Angkatan perang Jepang berhasil dengan sukses menghajar pertahanan
negara-negara kolonial Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat di Asia-Pasifik.
Hitler mencoba merangkul Jepang, dengan harapan dengan itu Jepang akan sudi
membantunya dengan menyerang Uni Soviet dari timur, hal yang sebelumnya tak pernah
dilakukan Tokyo. Hitler menggambarkan keinginannya bersekutu dengan Jepang melalui
pernyataan perang dengan Amerika Serikat, hal yang ditentang banyak anggota Nazi.
Para jenderal memohon agar Hitler tidak melakukan hal tersebut. Mereka tak
ingin berhadapan dengan dua legenda sekaligus, Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Pertempuran front timur sudah melelahkan, dan menambah-nambah front hanya akan
mengukir nisan Nazi saja.
Akan tetapi Hitler ingin menjadi orang yang memutuskan. Akhirnya, pada 11
September 1941, Jerman dan Italia menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dalam
waktu hampir bersamaan.
Afrika Utara menjadi medan pertempuran yang panas. Jerman dan Italia
berhasil mengembalikan wilayah yang semula direbut oleh Sekutu. Maroko, Tunisia,
Aljazair, dan Sahara Barat yang menrupakan jajahan Perancis yang sudah runtuh,
otomatis telah berada di bawah kontrol Jerman.
Dengan bala bantuan dari Jerman, Poros berhasil memasuki Mesir dan membuat
Sekutu terdesak. Jepang di Asia berhasil merebut pulau-pulau Pasifik, seperti
Pulau Guam dan Wake yang dikuasai Amerika Serikat.
Pada Maret 1941, ketika pertempuran di Rusia dan Afrika Utara semakin
memanas, Jepang menyerbu Birma dan menguasainya. Jepang kemudian mulai terfokus
pada Port Moresby di Papua Nugini, yang menjadi koloni Inggris.
Sekali lagi, Poros di Afrika Utara terjepit, karena Hitler tengah terfokus
pada Uni Soviet dan tidak terlalu memperhatikan pertahanan di Afrika.
Kapal Italia yang berpatroli di Laut
Mediterania
Jerman menyerahkan keamanan Laut
Mediterania pada angkatan laut
Italia yang berjaga-jaga di
sepanjang perairan, dari Perancis
hingga Tripoli, Libya. Italia
berjaga-jaga dengan jumlah pasukan yang banyak, yang diyakini Mussolini tak akan
berhasil ditembus Sekutu dengan usaha sekeras apapun.
Namun, kenyataannya lain. Kesalahan justru terjadi akibat kelengahan
tentaranya. Angkatan Udara Kerajaan Inggris menyerbu Laut Mediterania dan
menenggelamkan sebagian besar kapal-kapal Italia yang berpatroli di lautan.
Serangan ini tak mampu ditahan Italia, karena tidak siaga.
Meski mendapat teguran dari Hitler, Mussolini dan Italia-nya memang tak
bisa diandalkan sejak awal. Kemudian tak lama setelah itu gabungan angkatan udara
Amerika Serikat dan Inggris menyerang angkatan laut Italia lagi, dan sekali lagi,
angkatan laut Italia dapat dilumpuhkan secara total akibat ketidaksiagaan
pasukannya.
Dalam keadaan putus asa dan semakin terdesak, Rommel meminta pengunduran
dirinya pada Hitler, tetapi ditolak. Dia dipaksa melanjutkan pertempuran, bahkan
hingga sebagian besar angkatan perang Italia telah lumpuh dan bantuan logistik
telah diblokir, karena Laut Mediterania telah berhasil direbut Sekutu. Hitler
lebih fokus pada Uni Soviet yang bertempur habis-habisan dengan persenjataan yang
lebih hebat.
Tentara Kanada datang membantu
Inggris dalam perang di Hongkong
Di tahun yang sama, Jepang menyerbu
Hongkong, koloni utama Inggris di
China. Pasukan Inggris mencoba
mempertahankan Pulau Hongkong,
tetapi hasilnya sama saja. Pada 25
Desember 1941, bertepatan dengan
hari Natal, seluruh Hongkong sudah
jatuh ke tangan Jepang.
Hari Natal yang seharusnya disambut dengan bahagia, justru menjadi duka di
pihak Inggris. Poros di Afrika Utara semakin babak belur. Kota Benghazi di Libya
berhasil dikuasai oleh Inggris, dan Ajdabiya juga jatuh sehari setelahnya. Rommel
mendapat pukulan hebat ketika harus menelan kekalahan di front El Agheila, Libya.
Pada 1 Januari 1942, bertepatan dengan tahun baru
Masehi, Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa ditandatangani
oleh 26 negara. Sembilan belas hari kemudian, Konferensi
Wannsee diadakan Nazi untuk membahas 'Solusi Akhir
Pertanyaan Yahudi'.
Anne Frank, korban holocaust
Berdasarkan hasil konferensi itu, jutaan orang
Yahudi mulai dieksekusi di kamp-kamp tahanan, holocaust
sudah semakin merajalela di seluruh Jerman. Salah satu
korban holocaust paling terkenal adalah Anne Frank,
seorang Yahudi Belanda yang kemudian menulis buku harian
pengalamannya selama di kamp. Bahkan, satu hal yang
nyaris dilakukan Hitler, dia hampir mengubah nama Berlin
menjadi Germania.
Rommel tetap bertahan setelah permintaan mundurnya ditolak Hitler. Dengan
sukses dia mendapatkan kembali Ajdabiya pada 23 Januari dan Benghazi enam hari
kemudian. Pasukan Jerman di tanah Rusia semakin terdesak. Jerman, yang berperan
sebagai pasukan garis depan, mengandalkan Italia, Rumania, Hungaria, dan Bulgaria
sebagai pasukan garis belakang.
Tapi itulah kesalahan paling fatal Hitler. Tanpa disadarinya, pasukan garis
belakang yang dipimpin Italia mengalami kehancuran setelah diserang mendadak oleh
Tentara Merah Soviet. Jerman mendapati dirinya terjebak tanpa perlindungan
belakang, dan mereka tidak siap menghadapi musim dingin Rusia yang sangat kejam.
Pada Februari 1942, segelintir pasukan Jepang berhasil meluluhlantakkan
pasukan Inggris yang berjumlah jauh lebih banyak di Singapura. Pulau Singapura dan
sekitarnya jatuh ke tangan Jepang pada hari itu juga, yang menjadi kekalahan
paling memalukan dalam sejarah angkatan bersenjata Inggris.
Kuala Lumpur, Februari 1942
Pada bulan dan tahun yang sama, Jepang mulai mengincar Semenanjung Malaya.
Angkatan udara Jepang membombardir Kuala Lumpur, Malaysia, yang dikendalikan
Inggris. Pasukan Inggris segera mempertahankan Brunei Darussalam, yang merupakan
tambang minyak incaran Jepang.
1 Maret 1942, Jawa yang dikendalikan Belanda, menyerah tanpa syarat setelah
Jepang mendarat di Tarakan dan mulai mengancam akan mengebom Bandung. Seluruh
wilayah Hindia Belanda (sekarang menjadi Indonesia) telah jatuh ke tangan Jepang.
Sekitar 100 ribu tentara Belanda, Australia, Amerika Serikat, dan Inggris ditawan
di Indonesia.
Setelah menguasai hampir sebagian Asia Tenggara, Jepang kembali fokus pada
Filipina yang menyerah pada 9 April 1942 di Tanjung Bataan, dan kemudian seluruh
Filipina jatuh pada kendali Jepang pada 6 Mei di Pulau Corregidor. Jenderal
Douglas McArthur yang dievakuasi ke Australia berkata "Aku akan kembali", sebelum
dia dibawa ke Australia,
Jenderal Douglas McArthur
Meski Jerman menggunakan serangan yang menyasar ke sipil,
sebenarnya Amerika Serikat dan Inggrislah yang
memulainya. Kedua negara memasuki Jerman daratan dan
mengebom kota-kota penting, membunuh rata-rata 100 sipil
dalam waktu sehari. Kota Hamburg dan Dresden nyaris
hancur total.
Jepang lebih menderita lagi, karena sebagian besar rumah-rumahnya
berdekatan dan terbuat dari kayu. Serangan udara Amerika Serikat ke daratan Jepang
pada 10 Maret 1942, membuat badai api di angkasa Jepang, dan banyak warga sipil
yang tewas akibat serangan ini.
Dua hari sebelum menyerahnya Amerika Serikat di Filipina, sebuah
pertempuran di Coral Sea telah dimulai dan dimenangkan Sekutu pada 8 Mei 1942.
Kota Tobruk di Libya bagian timur berhasil diambil lagi oleh Poros. Operasi
Barbarossa mengalami kebuntuan.
Pasukan Jerman semakin terjepit, meski sudah mengepung Leningrad. Akhirnya
Hitler merubah tujuannya. Dari semula menggilas Uni Soviet, menjadi mendapatkan
Rusia Selatan. Namun, Stalin tak akan membiarkan hal itu terjadi.
Joseph Stalin, pemimpin Uni Soviet
Jepang dan Amerika Serikat bertempur di Midway, sebuah
pertempuran laut dimana pesawat-pesawat Amerika Serikat
berhasil menenggelamkan tiga kapal induk Jepang dalam
waktu yang begitu singkat, satu menit. Jepang tak pernah
pulih sejak kekalahannya disini.
Pada akhir bulan Juni, pertempuran El Alamien I
berlangsung dan dimenangkan Poros. Perlawanan Soviet di
Crimea berakhir pada 5 Juli 1942 dan kini Stalin bisa
lebih leluasa memfokuskan diri pada kecoa-kecoa Hitler di negaranya. Melihat
kekuatan yang sudah tak memungkinkan, Jerman menarik diri dari Rusia Utara, menuju
selatan.
Meski telah mengepung Leningrad selama 900 hari, tetapi Perlawanan kuat
dari Uni Soviet membuat Jerman tak bisa menguasainya. Front Moskow mengalami
kekalahan telak, dan Hitler mencoba mengulur kekalahan dengan berusaha mendapatkan
sebuah kota di selatan, Stalingrad.
Langkah Jerman menuju Stalingrad bermula pada 9 Juli 1942. Ketika Jepang
mulai melancarkan bombardir terhadap Australia Utara, Jenderal Alexander dan
Montgomery mengambil alih komando Sekutu atas front di Timur Tengah pada 13
Agustus 1942.
Jenderal Bernard Law Montgomery
Kedua jenderal ternyata berhasil memusingkan
Rommel. Hitler, semakin pusing mendapat laporan
hasil pertempuran dimana-mana. Jepang harus
mempertahankan wilayah yang begitu luas dengan
persenjataan yang semakin tipis. Pada 23
Agustus, pesawat-pesawat Jerman menyerang Stalingrad.
Di Afrika Utara, Rommel gagal melancarkan aksi di Alam el Halfa.
Pertempuran pecah di kota Stalingrad pada 13 September 1942. Kali ini Tentara
Merah Soviet muncul dengan kekuatan yang baru.
Georgy Zhukov, seorang jenderal cemerlang di pihak Uni Soviet, merasa
Jepang tak akan menyerang wilayahnya di Timur Jauh, karena negara tersebut sedang
sibuk mengurus musuh utamanya, Amerika Serikat.
Zhukov mengerahkan pasukannya dari Siberia yang dibantu persenjataan dan
dukungan Tentara Merah. Orang-orang Siberia adalah rakyat mahir berburu dan tidak
takut dingin. Kini mereka akan memulai perburuan lagi. Tapi sasarannya bukan rusa
ataupun beruang, melainkan tentara Jerman.
Marshal Georgy Konstantinovich Zhukov
Pertempuran Stalingrad adalah pertempuran paling berdarah
sepanjang sejarah umat manusia. Kurang lebih tujuh
serdadu tewas setiap lima menitnya. Tentara Soviet mati-
matian mempertahankan kota dan Jerman yang semakin
terdesak dipaksa Hitler untuk tidak menyerah.
Hitler lupa kemampuan istimewa Soviet dalam
memobilisasi pasukan. Bantuan yang terus berdatangan membuat Jerman benar-benar
dihancurkan. Musim dingin Rusia dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pasukan
Soviet. Banyak tentara Jerman yang mati akibat penyakit dan kelaparan.
Satu-satunya tujuan mereka merebut Stalingrad bukan karena paksaan dari
Hitler, melainkan untuk mempertahankan hidup. Pasukan Jerman yang kedinginan bisa
saling bunuh, hanya karena berebut gubuk dan jerami untuk menghangatkan diri. Tapi
Soviet berbeda, mereka bekerja sebagai seorang profesional di medan perang dingin
dan bersalju.
Perang Stalingrad berlangsung penuh darah. Soviet berada di puncak
pertempuran sejak 19 November 1942. Jerman kebingungan menghadapi dua front
sekaligus, di Eropa dan Afrika Utara. Italia sudah tak bisa diandalkan dan Jepang
terlalu jauh dari jangkauan.
Tentara Sekutu selama Operasi Obor di pantai Algiers, Aljazair
Montgomery melancarkan Operation Lightfoot di El Alamien yang membuat
pertahanan Poros di kota itu kocar-kacir dan berhasil beralih kendali ke tangan
Sekutu. Tiga hari kemudian, yaitu pada 8 November 1942, Jenderal Dwight Eisenhower
dari Amerika Serikat melancarkan Operasi Obor (Operation Torch) guna merebut
Maroko dan Aljazair yang dikendalikan pemerintah Perancis Vichy.
Hanya dalam waktu sehari, Sidi Barrani diambil alih lagi oleh Sekutu,
begitu juga dengan Tobruk empat hari kemudian. Pada 15 Desember, Inggris merebut
Derna, sementara Amerika Serikat berhasil mendarat di Maroko dan Aljazair setelah
mengalahkan gabungan tentara Jerman dan Perancis Vichy pada 16 November 1942.
Jerman dan Amerika Serikat lalu bertemu di kota Djebel Abiod, Tunisia, sehari
setelahnya.
Rommel kesulitan menghadapi dua jenderal jenius sekaligus. Serdadu Sekutu
yang dinamai Eighth Army, berhasil menduduki Benghazi pada 20 November. Tentara
Amerika Serikat berjalan dan dalam waktu seminggu berhasil mencapai kota Terbourba
dan Djedeida, 12 mil dari Tunis, pusat pertahanan Poros.
Akan tetapi Rommel berhasil mendorong mundur pasukan tersebut di Medjez el
Bab, dan memaksanya bertahan di Terbourba yang kemudian gagal dipertahankan oleh
Amerika Serikat. Sementara itu, di timur, Eighth Army berhasil merebut Sirte.
Jepang tak pernah memulai aksi dan terus bertahan sejak Pertempuran Midway.
Negara kecil itu harus mempertahankan wilayah luasnya dari gempuran Amerika
Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.
Ibukota kolonial Italia di Tripoli dirampas oleh Inggris pada 23 Januari
1943. Rommel dan tentaranya terseok-seok menyelamatkan diri ke Garis Mareth,
perbatasan selatan Tunisia dengan Libya. Dari Jalan Faid di pusat Tunis, Poros
melangkah menuju pertempuran Zizi Bouzid, dan tiba di Sbeteila dua hari kemudian.
Poros benar-benar semakin terdesak di Afrika Utara.
Di Stalingrad, Jerman sudah tak punya harapan untuk menang, tetapi Hitler
tetap bersikeras untuk menguasai kota. Stalin menganggap Hitler melakukan aksi
yang sia-sia, dan dia tetap menolak menyerahkan Stalingrad sebagaimana Finlandia
menyerahkan Viipuri.
Serdadu Jerman akhirnya terkepung di kota, tanpa makanan, tanpa bantuan
logistik, tanpa persenjataan, dan Soviet sudah siap melakukan strategi 'sapu
habis', hingga akhirnya serdadu Jerman menyerah pada 2 Februari 1943. Sisa-sisa
tentara Jerman ditawan, tapi perlakuan sebagai tawanan masih lebih baik daripada
kedinginan dan melanjutkan pertarungan yang sia-sia di Stalingrad.