Christina Amanda Savitri, S.Kom., M.M.
Bahan Ajar
ETOS KERJA
PK3SD136
Penerbit
POLITEKNIK KETENAGAKERJAAN
2
Etos Kerja
Christina Amanda Savitri S.Kom. M.M.
Penerbit
POLITEKNIK KETENAGAKERJAAN
Penerbit
POLITEKNIK KETENAGAKERJAAN
3
Etos Kerja
Christina Amanda Savitri S.Kom. M.M.
Edisi Pertama
Penerbit
POLITEKNIK KETENAGAKERJAAN
4
Christina Amanda Savitri S.Kom. M.M.
Etos Kerja
Edisi Pertama
© Penerbit Politeknik Ketenagakerjaan
Jakarta
Desain sampul : Tim Politeknik Ketenagakerjaan
Setting lay out : Tim Politeknik Ketenagakerjaan
Editor : Tim Politeknik Ketenagakerjaan
Cetakan Pertama: Juni 2021
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak
sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari Penerbit.
5
PRAKATA
Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
karena dengan berkat-Nya Penulis dapat menyelesaikan buku ini,
dengan judul Buku Etos Kerja, Penulis menyadari bahwa
selesainya buku ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.
Buku ini sangat membantu berbagai kalangan seperti mahasiswa
maupun masyarakat luas bagi dari segi teoritis maupun praktis.
Akhir kata, Penulis berharap buku ini dapat menjadi bernilai &
bermanfaat bagi pembaca.
Christina Amanda Savitri , Juni 2021
6
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan.....................................................................................8
BAB II Etos Kerja.................................................................................... 11
BAB III Contoh Etos Kerja ................................................................... 19
Bab IV Delapan Etos Kerja Profesional ............................................. 22
Bab V Etos Kerja di Era Dunia Revolusi Industri 4.0.................... 28
Bab VI Permasalahan Etika dan Dilema Etis di Tempat Kerja.. 31
Bab VII Cara Menyelesaikan Permasalahan Etika di Tempat
Kerja............................................................................................................... 35
Bab VIII Studi Kasus dan Lembar Kerja .......................................... 40
Bab IX Rangkuman ................................................................................... 88
GLOSARIUM.............................................................................................. 90
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 102
7
BAB I
Pendahuluan
Etos kerja merupakan mata kuliah yang menunjang dalam
program studi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Mata
kuliah etos kerja juga menunjang mahasiswa untuk mencapai profil
lulusan yang diharapkan. Profil lulusan Program Studi MSDM
Politeknik Ketenagakerjaan adalah mampu berperan sebagai kepala
bagian dan analis senior di berbagai bidang MSDM. Diharapkan
nantinya mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan dapat
mengembangkan ilmu yang didapat khususnya dalam mata kuliah etos
kerja.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) etos kerja adalah
mahasiswa mampu menjelaskan perihal etos kerja,menelaah
karakteristik etos kerja yang dibutuhkan dalam hal menjunjung tinggi
nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral,
dan etika; serta menyeleksi etos kerja, menyelesaikan studi kasus yang
berkaitan dengan etos kerja dan merancang skema penyelesaian
masalah dan dilema etos kerja
Pada mata kuliah etos kerja diharapkan mahasiswa aktif dalam
memberikan pendapat, menelaah dengan baik perihal etos kerja, dan
diharapkan aktif untuk dapat menemukan penyelesaian masalah yang
mungkin muncul di dunia kerja nantinya.
8
Dengan mempelajari etos kerja, mahasiswa dipersiapkan untuk
memiliki atau memutuskan standar atau prinsip yang benar yang akan
digunakan di dalam dunia kerja nyata nantinya. Mahasiswa juga akan
mampu memahami dan selalu melakukan etos kerja yang tinggi untuk
membantu untuk mencapai kesuksesan, baik kesuksesan pribadi,
golongan, maupun perusahaan.
Dalam buku ajar etos kerja ini terdiri dari tujuh materi utama yaitu
tentang etos kerja, contoh etos kerja, delapan etos kerja profesional,
permasalah etika dan dilema etis di tempat kerja, etos kerja di era dunia
industri 4.0, cara menyelesaikan permasalahan etika di tempat kerja,
dan studi kasus yang dipersiapakan untuk dikerjakan langsung oleh
mahasiswa.
Kelebihan dari buku ajar etos kerja ini yaitu pada studi kasus dan
lembar kerja mahasiswa yang memang sudah dipersiapkan dan
menyesuaikan dengan perkembangan pendidikan terkini. Studi kasus
dan lembar kerja ini khusus dibuat untuk mahasiswa melakukan
penyelesaian masalah yang memang sering terjadi dan masalah-
masalah yang terjadi di saat ini yaitu pada masa pandemi covid-19.
Dengan buku ajar etos kerja ini, diharapkan memberikan manfaat yang
besar untuk mahasiswa dalam memahami etos kerja dan
9
mengaplikasikan ilmu yang didapat pada saat nantinya ketika
mahasiswa terjun langsung di dalam dunia kerja sesungguhnya.
10
BAB II
Etos Kerja
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub CPMK) :
Sub-CPMK1 : Mampu menjelaskan konsep etos kerja terkait
konsep,definisi, dan fungsi dari etos kerja
Sub-CPMK2 :Mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi etos kerja
Sebagai makhluk sosial kita membutuhkan orang lain dan
lingkungan sebagai sarana untuk bersosialisasi. Sebagai
karyawan kita selalu berinteraksi dengan rekan kerja lainnya.
Dunia kerja yang baik bisa terjadi bila sesama karyawan
melakukan etos kerja yang baik.
Jika karyawan hanya untuk menunaikan tanggung jawab,
itu sudah biasa dilakukan oleh banyak orang. Bekerja sepenuh
hati, disiplin, dan menghasilkan prestasi, itu merupakan hasil
penerapan dari sebuah etos kerja.
11
Etos kerja sangat berpengaruh pada keberhasilan dalam
suatu dunia kerja. Sehingga zaman sekarang etos kerja sangat
digencarkan dalam suatu kehidupan kerja.
Etos kerja sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan
dalam dunia kerja karena dapat membangun kerja sama tim yang
baik, membentuk pengembangan manajemen, dapat membantu
untuk mencapai kesuksesan, dan membangun tingkat
keloyalitasan customer.
Asal-Usul Kata Etos dan Etika
Kata Etos berasal dari kata Yunani, ethos, yang berarti
“karakter yang digunakan untuk menggambarkan keyakinan
(beliefs) yang memandu atau standar/prinsip yang menuntun
yang menjadi ciri sebuah komunitas, bangsa atau ideologi”.
Ethos membentuk akar kata ethikos, yang berarti “moral,
menunjukkan katakter bermoral”. Bentuk jamaknya ta ethika,
dan merupakan asal-usul kata ethics dalam bangsa Inggris. Ethics
kemudian diterjemahkan menjadi etika dalam bahasa Indonesia.
12
Etos kerja merupakan standar pencapaian kesuksesan
yang harus dimiliki selain skill yang kuat. Etos kerja berkaitan
dengan antara benar atau salah.
Definisi Etos dan Etika
Berdasarkan Oxford Dictionaries, etos(ethos) adalah
“The characteristics spirit of a culture, era, or community as
manifested in its attitudes and aspirations ( semangat yang
bersifat khas dari sebuah budaya, era, atau komunitas yang
diwujudkan dalam sikap dan tekadnya)”
Menurut Gregory (2003)
Etos kerja adalah bagian yang patut menjadi perhatian
dalam keberhasilan suatu perusahaan, perusahaan besar dan
terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja yang militan
menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaannya.
Menurut Sinamo (2011)
Etos kerja dapat diartikan sebagai seperangkat perilaku
positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai
komitmen total pada paradigma kerja yang integral.
13
Menurut Panji Anaraga (2001)
Etos adalah pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat
terhadap kerja, oleh karena itu menimbulkan pandangan dan
sikap yang menghargai kerja sebagai suatu yang luhur, sehingga
diperlukan dorongan atau motivasi.
Definisi Etika
Menurut Keraf (2005) etika berasal dari kata Yunani
ethos, yang dalam bentuk jamaknya ta etha berarti “adat istiadat”
atau “kebiasaan”. Dalam pengertian ini etika berkaitan dengan
kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada
suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika
berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan
hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan
diwariskan dari satu orang ke orang yang lain.
Jadi bisa disimpulkan etika merupakan bagian dari etos kerja.
Etika dalah nilai-nilai yang dipegang atau dimiliki oleh satu orang
atau organisasi dan diaplikasikan dengan menunjukkan sikap
yang diambil dan dipercayai untuk menjadi dasar atau pegangan
seseorang, 14
Faktor-Faktor Etos Kerja
Etos kerja seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai
macam faktor. Faktor- faktor yang mempengaruhi etos kerja
menurut Donni Juni Priansa (2014) etos kerja dipengaruhi oleh
berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
1. Faktor-faktor internal
Faktor-faktor internal yang mempengaruhi etos kerja
karyawan adalah :
a. Agama : Agama membentuk nilai-nilai keyakinan dan
perilaku. Sistem nilai tersebut akan mempengaruhi
atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara
berpikir, bersikap, dan bertindak karyawan diwarnai
oleh ajaran agama yang dianutnya.
b. Pendidikan : Pendidikan yang baik dapat
menginternalisasikan etos kerja dengan tepat sehingga
individu akan memiliki etos kerja tinggi. Hal ini
disebabkan karena pendidikan merupakan proses
yang berkelanjutan.
15
c. Motivasi : Individu yang memiliki etos kerja yang
tinggi adalah individu yang memiliki motivasi yang
tinggi. Etos kerja merupakan pandangan dan sikap,
yang tentu didasari oleh nilai-nilai yang diyakini, yang
juga dipengaruhi oleh motivasi yang timbul dari
dalam dirinya.
d. Usia : Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa
karyawan dengan usia dibawah 30 tahun memiliki
etos kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan
pegawai yang berusia di atas 30 tahun.
e. Jenis Kelamin : Jenis kelamin sering kali
diindentifikasikan dengan etos kerja, beberapa pakar
mempublikasikan hasil penelitiannya bahwa
perempuan lebih cenderung memiliki etos kerja,
komitmen, dan loyalitas lebih tinggi terhadap
pekerjaan, dibandingkan dengan laki-laki.
16
2. Faktor-Faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi etos kerja
pegawai adalah :
a. Budaya : Sikap mental, tekad, disiplin dan semangat
kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya.
Kemudian etos budaya ini secara operasional juga
disebut sebagai etos kerja.
b. Sosial Politik : Tinggi atau rendahnya etos kerja suatu
masyarakat dipengaruhi juga oleh ada atau tidaknya
struktur politik yang mendorong masyarakat untuk
bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras
dengan penuh.
c. Kondisi Lingkungan (Geografis) – Etos kerja dapat
muncul dikarenakan faktor kondisi geografis.
Lingkungan alam mendukung dan mempengaruhi
manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha
untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat , dan
bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut
mencari penghidupan di lingkungan tersebut.
d. Struktur Ekonomi : Negara yang pro terhadap
kemandirian bangsa dan mendukung tumbuh
kembangnya produk-produk dalam negeri akan
17
cenderung mendorong masyarakatnya untuk
berkembang dalam kemandirian.
e. Tingkat Kesejahteraan : Negara maju dan makmur
biasanya memiliki masyarakat yang memiliki etos
kerja yang tinggi sehingga mendorong negara tersebut
mencapai kesuksesan.
f. Perkembangan Bangsa Lain : Dewasa ini, dengan
berbagai perkembangan perangkat teknologi serta
arus informasi yang tanpa batas, telah mendorong
banyak negara berkembang untuk meniru etos kerja
negara lain.
Dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhi etos
kerja seseorang, kita dapat melihat secara jelas alasan-alasan yang
melatarbelakangi seseorang memiliki etos kerja yang memang
dianut atau dipercayai sebagai dasar dalam bekerja. Kita juga bisa
melihat dari berbagai sisi tentang etos kerja teman sekerja kita di
perusahaan. Faktor yang mempengaruhi etos kerja karyawan
dapat membantu pihak perusahaan juga dalam memahami dan
menyelesaikan permasalahan-permasalahan etika yang mungkin
terjadi.
18
BAB III
Contoh Etos Kerja
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub CPMK) :
Sub-CPMK3 : Mampu menjelaskan tentang contoh etos kerja
yang tinggi dan etos kerja yang rendah
Etos kerja dapat dibedakan menjadi 2 contoh yaitu, etos
kerja tinggi dan etos kerja yang rendah. Perbedaan etos kerja yang
tinggi dan etos kerja yang rendah adalah etos kerja yang tinggi
menunjukkan sikap-sikap positif, membangun, dan bermanfaat
untuk diri sendiri, kelompok, organisasi dan lingkungan kerja.
Sedangkan etos kerja yang rendah menunjukkan sikap-sikap
negatif, bersifat kurang baik, dan kurang bermanfaat. Berikut
contoh-contoh etos kerja yang tinggi dan etos kerja yang rendah.
Etos Kerja Tinggi
Etos kerja tinggi yang paling sering kita temui dalam diri
seseorang, kelompok ataupun organisasi adalah
19
1. Memiliki motivasi kerja yang tinggi baik eksternal
maupun internal;
2. Memiliki orientasi masa depan;
3. Keseriusan dalam hal bekerja;
4. Kerja keras serta menghargai waktu;
5. Kedisiplinan dalam bekerja;
6. Hemat dan sederhana;
7. Tekun dan ulet;
Seperti yang kita ketahui dengan etos kerja yang tinggi
dapat menghasilkan karyawan yang produktif dan memiliki
kinerja yang tinggi. Etos kerja tinggi yang dimiliki seseorang atau
sekelompok orang ataupun organisasi dapat memberikan dampak
yang sangat baik bagi diri sendiri maupun organisasi.
Etos Kerja Rendah :
Etos kerja rendah yang paling sering kita temui dalam diri
seseorang, kelompok ataupun organisasi adalah1. Merasa bahwa
bekerja adalah suatu hal yang membebani
20
1. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja
2. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam
memperoleh kesenangan
3. Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan
4. Kerja dihayati hanya sebagai rutinitas hidup
Etos kerja yang rendah dapat mempengaruhi keberhasilan
seorang karyawan. Pada zaman sekarang perusahaan banyak
yang mencari cara untuk menghilangkan etos kerja yang rendah.
Dengan diadakan seminar tentang etos kerja akan menjadi
tahapan awal untuk memperbaiki etos kerja yang rendah.
21
Bab IV
Delapan Etos Kerja Profesional
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub CPMK) :
Sub-CPMK4 : Mampu menjelaskan 8 etos kerja yang
profesional
Banyak etos kerja profesional yang dibahas di internet,
seminar, dan sumber-sumber lain yang terpecaya. Kita pun sudah
mengetahui perbedaan antara etos kerja yang tinggi dan etos kerja
yang rendah. Pada bab ini akan membahas tentang delapan etos
kerja professional yang diambil dari buku karangan Jansen
Sinamo (2011) yang menjelaskan secara rinci delapan etos kerja
professional yang sangat penting untuk diaplikasikan ke dalam
dunia kerja. Delapan etos kerja profesional dirumuskan sebagai
berikut :
1. Kerja adalah Rahmat ; Aku Bekerja Tulus Penuh Syukur
2. Kerja adalah Amanah; Aku Bekerja Benar Penuh
Tanggung Jawab
22
3. Kerja adalah Panggilan; Aku Bekerja Tuntas Penuh
Integritas
4. Kerja adalah Aktualisasi; Aku Bekerja Keras Penuh
Semangat
5. Kerja adalah Ibadah; Aku Bekerja Serius Penuh
Kecintaan
6. Kerja adalah Seni; Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas
7. Kerja adalah Kehormatan ; Aku Bekerja Tekun Penuh
Keunggulan
8. Kerja adalah Pelayanan; Aku Bekerja Paripurna Penuh
Kerendahan Hati.
Kerja Adalah Rahmat :
Bekerja dengan penuh rasa syukur. Rahmat (berkah,
anugerah, kasih karunia) adalah pemberian baik yang kita terima
bukan karena jasa atau perbuatan kita, melainkan kebaikan sang
pemberi.
Respons yang tepat hanyalah bersyukur dan berterima
kasih. Jadi, bekerja harus ceria, gembira, dan penuh sukacita.
Bekerja tidak boleh bersungut-sungut, mengeluh, dan mengaduh.
23
Bekerja adalah wujud terima kasih kita kepada Tuhan, negara,
dan pemilik perusahaan yang telah membuka lapangan kerja.
Kerja Adalah Amanah :
Aku bekerja benar penuh tanggung jawab. Amanah wajib
dipertanggung-jawabkan. Pemilik perusahaan menitipkan bisnis,
manajemen mempercayakan tugas-tugas, pelanggan
mengandalkan pasokan, dan pemasok mempercayakan produk.
Ada yang menerima pekerjaannya sebagai amanah
langsung dari negara, bangsa, bahkan Tuhan. Banyak kebutuhan
pihak lain dipercayakan pada kita. Kita dituntut untuk
bertanggung jawab atas pekerjaan yang kita miliki.
Kerja adalah Panggilan :
Aku bekerja tuntas penuh integritas. Kerja adalah
panggilan Tuhan atau seruan idealisme yang mengandung
kebenaran, keadilan, dan keluhuran. Pekerjaan kita terkait
langsung dengan kemanusiaan, kesejahteraan masyarakat,
keadilan sosial, kedaulatan rakyat, dan demokrasi. Dengan etos
panggilan maka terbitlah perasaan benar di hati kita untuk
melakukannya dengan benar pula. Kesadaran ini menciptakan
rasa percaya diri dan motivasi yang kuat. 24
Kerja adalah Aktualisasi :
Aku bekerja keras penuh semangat. Aktualisasi adalah
proses membuat potensi menjadi aktual. Manusia, ibarat perut
bumi, mengandung potensi bio-psiko-rohani yang luar biasa.
Aktualisasi mengubah inner potential menjadi personal
power: kompetensi, keahlian, dan pengetahuan yang efektif yang
semakin tajam apabila kita bekerja konsisten dari hari ke hari.
Inilah basis produktivitas.
Kerja adalah Ibadah :
Aku bekerja serius penuh kecintaan. Manusia beribadah
di dua tempat: di rumah peribadatan dan kedua, di tempat kerja.
Semua agama mengajarkan agar kita berbuat kebaikan sebesar-
besarnya dan menjauhi kemungkaran sebisa-bisanya. Mengabdi
pada Yang Maha Mulia membuat kita menerima kekuatan dari
keagungan itu sehingga kita ikhlas mendedikasikan diri bagi
nilai-nilai luhur pekerjaan kita.
25
Kerja adalah Seni :
Aku bekerja cerdas penuh kreativitas. Apa pun yang kita
kerjakan, pasti mengandung unsur-unsur keindahan, keteraturan,
harmoni, estetika, dan simetri. Artinya bekerja, sebagian atau
seluruhnya, adalah aktivitas berkesenian. Maka kerja adalah
aktivitas artistik yang mendatangkan sukacita dari aktivitas
kreatif, eksploratif, dan interaktif. Pada saat yang sama sukacita
memperkuat vitalitas kita, yaitu semangat kerja yang berkobar-
kobar dan jiwa berkarya yang berkibar-kibar.
Kerja adalah Kehormatan :
Aku bekerja tekun penuh keunggulan. Ini berarti kita
memperoleh apresiasi, martabat, dan marwah dari pekerjaan kita.
Maka respons yang tepat adalah menjaga kehormatan itu dengan
bekerja sebaik-baiknya, penuh ketekunan dan keunggulan,
sehingga menampilkan mutu setinggi-tingginya, dan dengan
begitu pemberi kehormatan merasa dihormati karena hasil
pekerjaan kita. Inilah inti budaya unggul yang berarti the best of
its kind, superior, and excellent.
26
Kerja adalah Pelayanan :
Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati. Semua
pekerjaan adalah sebentuk pelayanan, yakni memberi nilai
tambah bagi konstituen kita sekaligus meneguhkan eksistensi
pekerjaan tersebut.
27
Bab V
Etos Kerja di Era Dunia Revolusi Industri 4.0
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub CPMK) :
Sub-CPMK5: Mampu menelaah atribut skill dan karakter etos
kerja di dunia revolusi industri 4.0
Sub-CPMK6: Mampu menyeleksi etos kerja yang tinggi dan
penting untuk dilakukan di dunia revolusi industri 4.0
Seperti yang kita ketahui etos kerja berperan penting di
dalam suatu perusahaan. Seiring perkembangan zaman,
perubahan-perubahan skill dan karakter etos kerja pun juga
semakin berkembang. Sebagai karyawan dalam perusahaan kita
harus pandai untuk melihat dan mengikuti skill dan karakter etos
kerja apa saja yang memang dapat kita pegang untuk mendasari
cara bekerja kita di dunia industri sekarang ini. Dunia industri
yang sedang berkembang dan berlangsung saat ini adalah dunia
revolusi industri 4.0.
28
Revolusi industry 4.0 mengacu pada bagaimana teknologi
seperti kecerdasan buatan atau biasa disebut dengan Artificial
Intellegence (AI), kendaraan otonom, internet bergabung dan
mempengaruhi kehidupan fisik manusia. Dengan masuknya revolusi
industry 4.0 maka kita dituntut untuk melihat dengan baik etos kerja
yang memang diperlukan pada zaman sekarang ini. Menurut The
Future of Jobs and Skills, World Economic Forum menjelaskan ada 10
top skill yang memang diperlukan di tahun 2020 yaitu
1. Complex Problem Solving
2. Critical Thinking
3. Creativity
4. People Management
5. Coordinating with Others
6. Emotional Intelligence
7. Jugdement and Decision Making
8. Service Orientation
9. Negotiation
10. Cognitive Flexibility
Sumber : ( Aziz Hussin, 2018)
Dari 10 skill yang disebutkan diatas, kita dapat menyimpulkan karakter
etos kerja yang perlu dibangun adalah mempunyai mental yang dapat
menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan cepat dan
29menggunakan pemikiran yang matang. Kita pun diharapkan untuk
selalu memunculkan dan mengeluarkan kreativitas yang kita miliki
dalam bekerja sehingga hasil pekerjaan kita mencapai hasil yang
optimal. Kemampuan untuk mengelola emosi dan berkoordinasi
dengan orang-orang di sekitar kita pun sangat berpengaruh dalam
bekerja. Karakter melayani dalam bekerja , mampu bernegosiasi
dengan orang lain, mampu membuat keputusan merupakan karakter
etos kerja yang juga diperlukan dalam menghadapi dunia revolusi
industri 4.0 yang berubah sangat cepat, dunia yang penuh dengan
permasalahan-permasalahan yang kompleks dan dunia yang penuh
dengan tantangan yang belum familiar denga napa yang kita pernah
hadapi sebelumnya.
30
Bab VI
Permasalah Etika dan Dilema Etis di Tempat Kerja
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub CPMK) :
Sub-CPMK7: Mampu menyelesaikan studi kasus yang berkaitan
dengan etos kerja
Pada dasarnya etos kerja memang sangat diperlukan di dunia
kerja, kita pun tahu bahwa etos kerja adalah salah satu kunci
sukses pribadi, kelompok, maupun organisasi. Dalam dunia kerja
masih banyak permasalahan etika yang jauh dari contoh etos kerja
yang tinggi. Permasalahan etika bisa muncul dikarenakan banyak
faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal yang sudah
dijelaskan sebelumnya. Bukan hanya permasalahan yang terjadi
tetapi masih banyak dilema etis yang terjadi di dunia kerja yang
terkadang kita mengabaikannya dan menganggap hal tersebut
tidak melanggar etika yang seharusnya.
31
Berikut adalah contoh permasalahan etika yang sering terjadi di
dunia kerja :
1.Pembedaan terhadap karyawan.
2.Pendisiplinan.
3.Pelecehaan seksual terhadap pekerjaa perempuan
4. Evaluasi kinerja sering tidak transparannya dalam
melakukan evaluasi kinerja karyawan menimbulkan rasa
tidak percayaan terhadap penyelia.
5. Pelanggaran peraturan mabuk akibat minuman keras,
6. Pemalsuan catatan atau laporan
Kemudian ada beberapa dilema etis yang sering terjadi dan
dianggap biasa ataupun diabaikan. Berikut beberapa contoh
dilema etika :
1. Konflik kepentingan : di dunia kerja konflik kepentingan
mungkin terjadi. Konflik kepentingan adalah keadaan
dimana keputusan yang diambil terpengaruh oleh potensi
keuntungan pribadi. Karyawan menggunakan kesempatan
dalam mencari keuntungan pribadi atau keluarga.
Beberapa contoh konflik kepentingan yang sering terjadi
adalah suap, menggunakan fasilitas kerja untuk keluarga,
32
atau bekerja sama dengan rekan perusahaan
menggunakan usaha pribadi.
2. Kejujuran dan Integritas : Kejujuran dan Integritas
adalah dilema etis yang terkadang membuat seorang
karyawan sulit untuk menentukan keputusan atau sikap
dan perilaku. Mengemukakan fakta yang sebenarnya dan
menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika di dalam semua
keputusan bisnis merupakan contoh kejujuran dan
integritas yang dapat dilakukan karyawan di dunia kerja.
3. Loyalitas VS Kebenaran : perusahaan mengharapkan
para karyawannya untuk loyal sekaligus benar. Bukan
hanya loyal kepada perusahaan tetapi dituntut untuk
bertindak benar sesuai dengan etika yang berlaku dan
dipegang dalam suatu perusahaan. Loyal kepada
perusahaan tetapi selalu datang terlambat itu merupakan
contoh yang tidak benar, namun terkadang terjadi
pembiaran dari pihak perusahaan atau pemimpin
perusahaan karena perusahaan berpikir hal itu tidak
masalah selama karyawan loyal terhadap perusahaan. Hal
ini merupakan dilema etis yang sering terjadi.
33
4. Whistleblowing : pengungkapan karyawan kepada publik
pemerintah maupun media atas praktik-praktik yang
sifatnya melanggar etika, illegal, atau amoral di dalam
perusahaan /organisasinya.
Whistleblowing termasuk dalam dilema etis karena tidak
banyak karyawan yang melaporkan praktik-praktik di
dalam perusahaan yang melanggar etika. Mereka tidak
melaporkan karena takut kepada pimpinan perusahaan.
Banyak dari karyawan yang melaporkan praktik-praktik
yang melanggar etika dikarenakan takut akan dikeluarkan
dari perusahaan.
5. Emotional blackmail adalah manipulasi psikologis yang
dilakukan seseorang dengan mengancam untuk
menghukum orang yang dekat dengannya karena tidak
melakukan sesuatu yang ia inginkan. Pelaku pemerasan
biasanya orang yang memiliki hubungan dekat, seperti
pasangan, teman, orang tua, atasan, atau rekan kerja.
34
Bab VII
Cara Menyelesaikan Permasalahan Etika di Tempat Kerja
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub CPMK) :
Sub-CPMK8: Mampu merancang skema penyelesaian masalah
dan dilema etos kerja.
Setelah kita mempelajari tentang etos kerja, contoh etos
kerja yang tinggi dan rendah, berbagai jenis permasalahan etika
dan dilema etika yang terjadi, pada Bab IV ini kita akan
mempelajari bagaimana cara menyelesaikan permasalahan etika
di tempat kerja. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk
menyelesaikan permasalahan etika di tempat kerja akan
dijelaskan di dalam bab ini.
35
Pada gambar 4.1 tampak tahapan-tahapan untuk
menyelesaikan permasalahan etika.
1. Identify Ethical Issues
2. Determine Appropriate Help
3. Think Critically
4. Manage Conflict
5. Plan and Implement Decisions
6. Evaluate and Follow Up
Gambar 4.1 Tahapan-Tahapan Menyelesaikan Permasalahan
Etika.
Berdasarkan gambar 4.1 di atas , dapat dijelaskan secara rinci
tahapan-tahapan yang harus diambil untuk menyelesaikan
permasalahan etika yaitu :
1. Identify Ethical Issues : Bila terjadi permasalahan etika,
diperlukan untuk mempelajari hukum yang terkait,
peraturan, standar etika yang berlaku di lingkungan kerja,
36
etika atau nilai profesional kerja. Mengenali
permasalahan etika secepat mungkin.
2. Determine Appropriate Help : Menentukakn tipe
pemecahan masalah apa saja yang paling cocok
digunakan untuk mengatasi masalah etika yang terjadi di
lingkungan kerja.
3. Think Critically : Dalam mengatasi permasalahan etika,
perlu dilihat dari berbagai sisi penilaian.
Mengidentifikasikan tujuan dari penyelesaian masalah
etika. Mengembangkan pilihan-pilihan yang dapat
diambil dalam penyelesaian masalah dan melihat
konsekuensi apa yang dapat terjadi bila menggunakan
satu teknik pemecahan masalah yang diambil.
4. Manage Conflict : Menganalisis hal-hal yang
menyebabkan permasalahan itu muncul secara detail.
Mencari awal dari permasalahan akan membantu untuk
memecahkan permasalahan. Menentukan strategi yang
yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan etika , bisa
dalam bentuk negosiasi, mediasi, dan melalui proses
hukum.
37
5. Plan and Implement Decisions : Mengidentifikasi siapa
yang memang bertanggung jawab dalam permasalahan
etika dan merencanakan hal-hal apa yang harus dilakukan
untuk mengatasi permasalahan etika tersebut. Lalu
mengimplementasikan keputusan rencana yang telah
ditetapkan.
6. Evaluate and Follow Up : Mengevaluasi permasalahan
etika yang terjadi dan mengidentifikasi tipe permasalahan
etika apa saja yang harus di follow-up.
Dalam menghadapi permasalahan etika dan dilema etika di
dunia kerja, tiap orang memiliki beberapa tanggapan dan
penyelesaian masalah secara berbeda-beda. Ada yang hanya diam
saja dalam menghadapi permasalahan etika, ada yang berani
untuk bicara mengungkapkan kebenaran ataupun menunjukkan
sikap lainnya. "Kita punya naluri etika tetapi belum tentu kita
ikuti," menurut Mark Pastin, konsultan etika dan pengarang buku
"Make an Ethical Difference: Tools for Better Action" (Berrett-
Koehler, 2013). Berikut empat tipe kepribadian yang
berhubungan dengan etika yang muncul dalam dunia kerja.
38
1. The Conformist — Pegawai jenis ini menuruti aturan dan
jarang mempertanyakan. Mereka tampaknya bisa
diandalkan tetapi mereka akan menutup mata jika atasan
tidak etis.
2. The Navigator — Ketika dihadapkan pada dilema etis,
navigator bersandar pada naluri mereka. Mereka fleksibel
dalam menentukan keputusan. Mereka akan
meninggalkan perusahaan yang mereka anggap tidak etis.
3. The Negotiator — Negotiator senang membuat aturan
sendiri. Mereka akan melihat dan tunggu akan seperti apa
kejadiannya kalau sebuah aturan dilanggar.
4. The Wiggler — Mereka mencari untung dari situasi yang
ada. Jika ada aturan yang dilanggar mereka akan
menunggu bahkan memanfaatkan untuk keuntungan
dirinya sendiri.
39
Bab VIII
Studi Kasus dan Lembar Kerja
Studi Kasus 1 :
Mengabaikan Pelanggan
Asta : Bos, saya selalu menyampaikan kepada Anda
bahwa Departemen Marketing benar-benar kecewa
dengan pelatihan pemasaran secara digital (digital
marketing) yang kita kembangkan untuk mereka.
Bos : Asta, kamu tidak perlu membuang energi secara
percuma untuk perkara ini. Katakan pada saya ….
Apakah kita telah mewawancarai mereka secara
intensif sebelum mewujudkan semua yang mereka
inginkan agar mereka puas? Sudah, kan?
Asta : Ya, tapi mereka tetap mengeluh.
Bos : Apakah kita telah menguraikan secara tertulis apa
yang mereka dan kita telah setujui bersama, dan
bahkan kita bersama-sama menandatangani
kesepakatan bersama (MOU)?
Asta : Ya.. tapi …
Bos : Dan kamu mengikuti kesepakatan tersebut bukan?
Asta : Ya pasti, tapi …
40
Bos : Asta, dalam kaitannya dengan masalah ini,
seseorang harus memutuskan apa yang mereka
inginkan dan konsisten dengan apa yang telah
diputuskan. Departemen Marketing mengatakan
kepada kita apa yang mereka inginkan, dan saya
mengharapkan mereka juga menaatinya. Anda
laksanakan terus pelatihan ini di lapangan, dan
biarkan saya menangani reaksi mereka.
Dari sudut pandang Anda,
-Apakah ada yang salah dari percakapan di atas?
-Bagaimanakah tanggapan Anda?
-Apa yang seharusnya kedua orang tersebut lakukan?
- Apakah Anda pikir mereka sudah bertindak benar?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
41
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
_________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
42
Studi Kasus 2 :
Bertambahnya Beban Kerja (Workloads)
Katakanlah Anda salah seorang karyawan di departemen
kertas di sebuah perusahaan pengepakan kertas HVS berbagai
ukuran. Manajer produksi Anda memperhatikan bahwa ada
masalah alur kerja pada lini produksi.
Para Karyawan di departemen pemotongan kertas
kebanyakan mengganggur, jika ditinjau dari waktu kerja yang
tersedia, karena pergerakan proses yang melalui departemen
mereka agak lambat. Sementara itu, di departemen pengemasan
(proses berikutnya, setelah melalui departemen pemotongan
kertas) terlihat sangat sibuk, karena terlalu banyak yang harus
dikerjakan.
Manajemen perusahaan telah memutuskan bahwa cara
memperbaiki ketidakseimbangan ini, dan sekaligus
memperlancar alur kerja adalah dengan memberikan beberapa
pekerjaan departemen pemgemasan kepada para pemotong
kertas. Anda mendapatkan pekerjaan ekstra!
43
Bagaimanakah Anda bersikap? Tolong uraikan sikap Anda :
Jika saya ada dalam posisi tersebut, saya akan
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
44
Studi Kasus 3 :
Bos Yang Memperlakukan Anda dengan Tidak Hormat
Anda adalah Manajer HRD sebuah perusahaan. Hampir
semua karyawan perusahaan ini adalah anggota serikat pekerja.
Di lokasi perusahaan Anda berada, serikat pekerja ini memiliki
cabang lokal yang sangat kuat, dan sewaktu-waktu dapat
mempengaruhi operasi perusahaan Anda. Menyadari kenyataan
ini, Anda dan atasan langsung Anda sering bertemu dengan para
perwakilan serikat pekerja untuk membahas kondiri kerja dan
keluhan-keluhan para karyawan.
Bos Anda, Pak Desmon, tidak menikmati pertemuan-
pertemuan ini, dan selalu mencoba untuk membuatnya sesingkat
mungkin. Ia sering berhasil melakukannya dengan menyetujui
keluhan yang disampaikan. Kemudian, menjanjikan tindakan
koreksi atau memperbaiki kondisi, sekali pun ia tidak selalu
menepati janjinya. Hal ini pada awalnya tidak mengganggu Anda.
45
Apa yang menjengkelkan Anda adalah bahwa ia menyalahkan
Anda atas masalah-masalah dan kondisi-kondisi buruk akibat ia
yang sering tidak menepati janji. Pernyataan-pernyataan seperti :
“Jika Anda adalah manajer yang baik, Anda tidak perlu
mengangkat persoalan ini”, dan ; “Mengapa Anda tidak
menangani masalah ini sendiri?” sangat mengganggu Anda, dan
membuat Anda terlihat sangat buruk di depan para perwakilan
serikat pekerja ini. Terlebih lagi, dalam banyak kasus, masalah,
dan keluhan yang diutarakan oleh para buruh itu, sebenarnya
bukan merupakan tanggung jawab Anda, maupun departemen
yang Anda pimpin.
Terkait dengan situasi yang demikian,
Apa yang harus anda lakukan ?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
46
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
47
Studi Kasus 4 :
Memceritakan Rahasia
Teman kamu di kantor memberi tahu kamu kalau ia melakukan
hal kriminal. Ia menjelaskan bahwa ia memiliki kebiasaan
berjalan di saat tidur. Ia berkata bahwa ia hanya percaya kepada
mu, sehingga ia memberi pengakuan hal itu kepada kamu. Setelah
beberapa hari, kamu membaca koran yang isi beritanya tentang
seseorang yang ditangkap atas hal kriminal yang dilakukan teman
kantormu itu. Apa yang harus kamu lakukan?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
48
Bila kamu memutuskan untuk memberitahukan pihak
perusahaan melalui E-mail, maka E-mail tersebut didisposisikan
kepada : __________________________________________
Tuliskan isi E-mail yang kamu akan kirimkan.
49
50