Studi Kasus 5 :
Joko memimpin Departemen Teknologi Informasi (Information
Technology [IT] Department) di salah satu Lembaga keuangan
terbesar di negeri ini. Demi kemajuan perusahaannya, Joko dan
timnya telah melakukan banyak hal. Beberapa tahun terakhir ini
ia sudah banyak melakukan pembaharuan teknologi. Para
petinggi di level manajemen puncak sebenarnya tidak memiliki
pemahaman yang memadai tentang teknologi informasi dan
cenderung tidak mempercayainya. Mereka takut akan adanya
kebocoran informasi.
Namun demikian, setelah bertahun-tahun bekerja dengan mereka
dan berjanji untuk tidak pernah memberikan informasi kepada
pihak-pihak yang tidak berwenang yang dapat membahayakan
perusahaan. Joko akhirnya berhasil meyakinkan mereka. Ia pun
mendapatkan dukungan dan kepercayaan penuh.
Pada suatu hari, menjelang petang, Pak Bona (atasan langsung
Joko) mendatanginya. Dengan semangat Pak Bona
menyampaikan, “Kamu adalah orang pertama yang saya beritahu,
Customer call center telah siap dibuka! Seperti yang kamu
ketahui, Pak Soni dan saya telah mengerjakan ini berbulan-bulan,
Customer call center ini akan menghemat ratusan juta rupiah dan
51
akan menjadi salah satu ikon kita. Untuk itu kita harus
membukanya secepat mungkin untuk mendahului para pesaing
kita” ( Pak Soni adalah atasan langsung Pak Bona)
“Selamat,” Joko merespons, “ Saya tahu betapa besar usaha
Bapak untuk mewujudkannya.” Joko mengetahui Pak Bona
tergantung kepada keberhasilan proyek ini. Pak Soni telah
menyatakan ini dengan jelas kepadanya.
Pak Bona kemudian melanjutkan, “ Saya ingin membuka call
center sebelum periode review kinerja berikutnya dan tentunya
sebelum bonus keluar juga. Ini berarti kita hanya mempunyai
tenggat waktu tiga bulan, Apakah Anda dapat melakukannnya?”
Joko menarik napas. “Apa yang sebenarnya Pak Sitelu
perlukan?”
“Pertama-tama kita harus menyetel ulang semua password, agar
orang-orang di call center memiliki akses ke sistem kita. Saya kira
langkah pertama ini tidak akan mengambil terlalu banyak
waktu,bukan?”
52
Joko tertegun. “ Apakah Bapak bercanda?”
Pak Bona hanya berpaling. “Saya telah berjanji kepada
manajemen perusahaan bahwa kami tidak akan pernah membuka
akses kepada siapa pun tanpa masukan dan persetujuan mereka.
Itu adalah bagian dari paket teknologi yang saya usulkan yang
kemudian mereka setuji. Mereka tidak akan pernah menyetujui
membuka system ini dengan cara yang demikian.”
Pak Bona menutup pintu ruang kerja Joko. “ Kamu tidak boleh
mengatakan hal ini kepada manajemen perusahaan, Bahkan
sebagai pemimpinmu langsung, saya memerintahkan untuk tidak
mengatakan hal ini kepada siapa pun juga. Jika kita tidak
menyetel ulang passwords, maka kita tidak bisa meluncurkan
sistem call center ini dalam waktu tiga bulan ke depan. Saya pikir
kita bisa memberitahukan manajemen setelah pelaksanaannya
dan kemudian meminta maaf. Bukanlah selalu lebih mudah
meminta maaf daripada memohon izin?
Manajemen perusahaan sering kali terlalu paranoid. Tidak akan
ada kebocoran informasi. Jangan khawatir tentang itu, Anda
harus percaya saya. Semuanya akan baik-baik saja. Begitu
mereka melihat betapa banyak rupiah yang kita selamatkan dan
53
para pemegang saham yang melompat kegirangan, mereka tidak
akan berpikir dua kali mengenai kemugnkinan pelanggaran
keamanan informasi ini.”
Joko merasa seolah-olah kepalanya dipukul oleh palu yang keras.
“ Saya telah berjanji kepada manajemen perusahaan. Mereka
percaya kepada saya. Saya tidak bisa melakukan ini tanpa
memberitahu mereka terlebih dahulu, Itulah yang saya janjikan
untuk saya tidak lakukan. Jika mereka tahu, saya pasti dipecat.”
“Dengar Joko, kamu tidak mempunyai pilihan. Call center ini
sudah merupakan kesepakatan yang harus dilaksanakan. Saya
tidak ingin membicarakan ini lebih lanjut.” Pak Bona
meninggalkannya. Joko bangkit juga , tetapi ia tidak tahu apa
yang harus ia lakukan selanjutnya.
Dari sudut pandang Anda, bagaimanakah jalan keluarnya?
Apakah respons dan Tindakan yang harus lakukan?
•Tambahan informasi penting :
Secara prosedur, unutk menyetel ulang passwords, Joko harus
melibatkan Departemen Keamanan Perusahaan. Ia tahu dari
kebiasaan bahwa mereka tidak akan bertindak tanpa persetujuan
54
pihak manajemen perusahaan. Hubungan dengan Departemen
Keamanan selama ini sangat harmonis.
Menurut saya,
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
55
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
56
Studi Kasus 6 :
Mengatasi Stress Kerja
Anda adalah salah seorang supervisor departemen
penyediaan barang & jasa (procurement department) di sebuah
perusahaan manufaktur mainan anak-anak. Sebelumnya, Anda
bekerja sebagai supervisor produksi selama tiga tahun, dan
bekerja bergantian (rotasi) secara shift. Ada 3 shift kerja di
departemen produksi. Bekerja shift membuat Anda tertekan, dan
mudah marah. Lalu, Anda meminta perusahaan untuk
mentransfer Anda ke departemen yang lain.
Departemen penyediaan barang & jasa dengan senang hati
menerima Anda sebagai supervisor, karena latar belakang
Pendidikan Anda di bidang manajemen pembelian, dan Anda
telah menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang baik selama
di departemen produksi.
Dalam bayangan Anda, para supervisor departemen
penyediaan barang & jasa tidak perlu bekerja bergantian secara
shift. Jadi, cukup bekerja selama jam kerja normal (day time).
Setelah menjalani peran sebagai supervisor departemen
penyediaan barang & jasa, Anda kaget, karena rupanya tidak
seperti yang Anda bayangkan sebelumnya. Di satu sisi, Anda
57
tidak pernah dapat menyelesaikan pekerjaan secara tuntas. Selalu
saja ada pekerjaan tertunda (work backlog).
Di sisi lain, Anda harus belajar banyak tentang
pekerjaannya. Ada ratusan barang & jasa yang harus diketahui,
dan wajib disediakan tepat waktu. Jadi tidak semudah yang Anda
pikirkan.
Anda tertekan alias stress. Pekerjaan di departemen
produksi rupanya berjalan jauh lebih lancar dan lebih sedikit
mengalami masalah. Di departemen penyediaan barang & jasa,
satu masalah mengikuti masalah yang lain : peralatan harus
disediakan secepatnya, tenaga kerja yang tidak cukup, dan
tekanan dari departemen lain untuk mendapatkan barang & jasa
yang mereka minta sesegera mungkin. Akhirnya, Anda telah
mencapai sebuah titik, di mana Anda merasa tidak dapat lagi
menerima tekanan atau stress lebih banyak.
58
Apakah yang harus Anda lakukan?
Haruskah Anda meminta untuk ditransfer lagi ke departemen
lain atau bahkan mencari pekerjaan baru?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
59
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
_________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
60
Studi Kasus 7 :
Pemimpin Lain yang Mendapatkan Penghargaan Untuk
Pekerjaan yang Anda Lakukan
Anto adalah supervisor produksi di shift kerja sebelum shift
Anda. Pabrik pupuk, di mana Anda berdua bekerja, beroperasi
tiga shift. Volume bisnis yang besar dan adanya beberapa proses
kimia yang memerlukan waktu proses 12 jam untuk bereaksi
menyebabkan pabrik harus beroperasi 24 jam sehari 7 hari
seminggu.
Karena banyaknya proses pengolahan yang
berkesinambungan, maka pencatatan untuk setiap proses harus
akurat. Beberapa informasi disimpan pada lembar proses yang
ditempatkan di dekat peralatan, entah itu masalah, atau
pemecahan masalah. Informasi-informasi lainnya ditulis di dalam
buku catatan yang disimpan di kantor pabrik.
Anto adalah seorang yang ambisius, dan terkadang egois. Ia
senantiasa berusaha mengambil sebanyak mungkin kredit atas
setiap pekerjaan. Di sinilah Anda memiliki masalah. Sering kali,
ia mengambil kredit untuk pekerjaan yang diselesaikan oleh shift
kerja yang Anda pimpin. Kadang-kadang, ia lupa menyampaikan
61
instruksi dan prosedur penanganan khusus kepada Anda,
sehingga Anda tidak mengetahui apakah untuk pekerjaan-
pekerjaan tertentu, proses sudah benar dioperasikan atau tidak.
Akibatnya, jika terjadi kelalaian atau penyimpangan, Anda
terlihat buruk di depan pimpinan Anda. Sebaliknya, Anto terlihat
baik dan berhasil.
Apakah yang seharusnya Anda lakukan terhadap Anto?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
_________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
62
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
63
Studi Kasus 8 :
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Etos kerja kalangan buruh
di Jakarta dinilai jauh lebih rendah dibandingkan tenaga kerja
negara lain. Akibatnya, produktivitas industri Jakarta sulit
bersaing dengan industri kota besar negara lain.
Menurut Director Fountain Education Center (lembaga pelatihan
tenaga kerja), Novita, selama ini banyak kelemahan dari tenaga
kerja asal Indonesia, terutama di Jakarta.
“Etos kerjanya belum sebanding dengan kemampuan yang
dimiliki sebenarnya. Sehingga produktivitas perusahaan tempat
mereka bekerja tidak tercapai maksimal, ini sangat disayangkan.
Membuat generasi angkatan kerja yang tengah mencari kerja pun
ikut terbawa image memiliki etos kerja buruk," kata Novita dalam
acara Konvensi efesiensi kinerja tenaga kerja di Sovereign Plaza,
Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013).
Novita menambahkan secara umum indikator etos kerja tersebut
dilihat dari istilah lima S yang berasal dari bahasa Jepang dan bisa
diterjemahkan menjadi lima R. Yakni, Seiri (Ringkas), tidak
menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan dalam
64
lokasi kerja sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya
yang benar-benar dibutuhkan. Seiton (Rapi), merupakan upaya
meletakkan barang-barang yang digunakan pada posisi yang telah
ditetapkan.
Seiso (Resik), aktivitas membersihkan peralatan dan daerah kerja
agar peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik.
Seiketsu (Rawat), kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus
mematuhi ketiga tahap sebelumnya. Dan, Shitsuke (Rajin),
pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-masing pekerja dalam
menjalankan seluruh tahap 5S.
"Dari lima indikator itu, tenaga kerja kita etos kerjanya jauh lebih
rendah dibandingkan tenaga kerja negara lain," tuturnya.
Dalam acara yang diadakan Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta dan PT Mayora ini
juga terungkap bahwa tingginya nilai upah tenaga kerja di luar
negeri karena sebanding dengan pola kerja mereka sehari-hari.
Sedangkan tenaga kerja di Jakarta lebih banyak menggunakan
waktu istirahat. Sementara produktivitas mereka belum seperti
yang diharapkan.
65
"Untuk mengubah paradigma ini dibutuhkan peran aktif dari
Disnakertrans DKI memberikan pembinaan untuk sejumlah HRD
di masing-masing perusahaan tersebut," katanya.
Kepala Seksi Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Dinakertrans) DKI Jakarta Emilia Zain mengakui pihaknya
sering mendapatkan keluhan dari sejumlah pelaku usaha terkait
efektivitas kerja para buruh. Terutama di industri padat karya.
Ia mengatakan Pemprov DKI hanya bisa melakukan pembinaan
dan penyuluhan kepada para buruh. Namun, tidak bisa
menyeluruh. "Yang lebih memahami karakter tenaga kerja yakni
internal dari perusahaan itu sendiri," ungkapnya.
Direktur HRD PT Mayora Heri Susanto mengungkapkan
pihaknya menyadari rendahnya etos kerja buruh. Untuk itu,
jajaran perusahaan membuat stimulus atau dorongan semangat
agar karyawan Mayora dapat bekerja lebih semangat lagi
sehingga mencapai produktivitas yang diharapkan. Misalnya, ada
hiburan dan kegiatan gathering perusahaan yang digelar secara
rutin. ”Cara kami ini yang akan kami salurkan ke perusahaan lain
di Jakarta ini,” katanya. (Ahmad Sabran)
66
Berdasarkan artikel di atas, apakah kamu setuju dengan
pernyataan etos kerja buruh di Jakarta rendah ? Berikan
alasanmu.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
67
Studi Kasus 9 :
Karyawan Wanita Tuntut Perusahaan, Dipaksa Kerja 48
Hari Berturut-turut
Hestianingsih - wolipop Senin, 21 Sep 2020 14:16 WIB
Tokyo - Orang Jepang dikenal dengan etos kerja yang
menekankan pada tepat waktu, kerja keras dan disiplin. Tak
sedikit dari mereka yang bekerja melebihi batas waktu saking
loyalnya terhadap pekerjaan.
Namun perusahaan yang satu ini tampaknya memanfaatkan
tenaga pekerjanya hingga berakhir pada tuntutan hukum. Seorang
karyawan menuntut TV Tokyo Seisaku, anak perusahaan dari TV
Tokyo, yang beroperasi di bidang pertelevisian karena telah
menggunakan otoritasnya untuk memforsir tenaga kerja.
Karyawan yang seorang wanita berusia 51 tahun, menuntut TV
Tokyo Seisaku, atas eksploitasi tenaga dan waktu kerja yang tidak
semestinya. Kini dia pun mengambil jalur hukum.
Peristiwa ini terjadi pada 2017, ketika wanita tersebut
dipindahkan dari divisi produksi penyiaran ke general affair, atau
divisi umum yang mengurusi urusan operasional perusahaan.
68
Pemindahan itu dipicu oleh konflik, di mana ia tidak sepakat
tentang suatu masalah dengan atasan kala itu.
Setelah pindah divisi, wanita tersebut mengklaim bahwa dirinya
harus tetap menyelesaikan pekerjaan di divisi sebelumnya.
Alasannya karena tugas yang ia pegang saat masih di divisi
produksi belum tuntas.
Di sisi lain, dia juga diberikan pekerjaan di divisi baru. Sehingga
harus menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus.
Alhasil sang wanita harus bekerja melebihi batas waktu. Bahkan
ada kejadian di mana dia harus kerja 48 hari berturut-turut.
Sejumlah aturan kerja yang tak masuk akal juga ditujukan hanya
kepadanya, termasuk membatasi frekuensi ke kamar mandi dan
bangun dari kursinya selama bekerja.
Tekanan dan stres di tempat kerja membuatnya mengalami
masalah mental yang disebut dengan gangguan penyesuaian.
Gangguan ini merupakan kondisi psikologis yang bisa memicu
rusaknya kesehatan mental yang parah.
Seperti dikutip dari Soranews24, wanita tersebut mengadu pada
Mita Labor Standards Office, sebuah badan ketenagakerjaan di
69
Minato, Tokyo. Setelah mempelajari kasusnya, mereka pun
menyatakan bahwa kondisi yang dialaminya termasuk kategori
cedera psikologis di tempat kerja.
Pengacara wanita itu pun mengumumkan bahwa kini dia
menuntut TV Tokyo Seisaku atas kerja lembur yang tak dibayar
dan kompensasi untuk kerusakan psikologis maupun fisik yang
disebabkan kekerasan di lingkungan kerja. Kekerasan itu
dilakukan dalam bentuk pembatasan ke kamar kecil dan aturan-
aturan tak wajar lainnya.
Namun TV Tokyo Seisaku membantah klaim dan tuduhan
karyawan wanita tersebut. Kasusnya pun saat ini masih bergulir.
Tuliskan pendapatmu mengenai artikel di atas dan berikan saran
atau solusi yang mungkin diambil.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
70
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
71
Studi Kasus 10 :
Kasus Lion Air, Cerminan Buruk Budaya Kerja
Penerbangan Indonesia
medcom.id, Jakarta: Diberikannya sanksi terhadap PT Lion
Airlines seakan menampakan gunung es. Amir Karamoy, seorang
pengusaha yang terbiasa berpergian menggunakan pesawat
menyebut, kasus Lion Air adalah cerminan budaya kerja yang
buruk di dunia penerbangan Indonesia.
"Bandara itu siapa yang bekerja? Airline, grown handling,
catering dan lain-lain. Ada juga otoritas, BUMN-nya, ada
imigrasi, bea cukai, polisi, Pemda. Saya melihat ini memberikan
kesan jangan-jangan pencerminan lemahnya budaya kerja.
Peristiwa itu terjadi di Halim dan Ngurah Rai, dan terjadi cepat
tanpa jeda. Ini ada sesuatu yang salah," ujar Amir dalam diskusi
'Ada Apa dengan Bandara Kita' di kawasan Jalan Gereja Theresia,
Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2016).
Menurut Amir, ada arogansi dan kesombongan dari para
pengusaha dan birokrat yang bermain dalam dunia penerbangan.
Para 'pemain' itu kata Amir tidak menganggap konsumen sebagai
raja.
72
"Mereka masa bodo, kamu mau delay, itu nggak ada yang bisa
menjelaskan delay. Mereka tidak peduli. Ini budaya yang perlu
diubah. Kita tidak bisa mengelola bandara dengan cara begini.
Pengusaha itu jelas, konsumen itu raja, yang gaji kamu itu orang
yang kamu ladeni, dari mereka kamu dapat duit," tegas Amir.
Amir menilai, dalam usaha penerbangan di Indonesia belum ada
budaya kerja yang menganggap publik sebagai pemegang saham
tertinggi. "Artinya posisi tawar pelanggan, publik, masyarakat itu
rendah. Kita diatur mereka," tambah dia.
Akibatnya kini, publik tidak bisa melakukan posisi tawar. Publik
pun tidak berdaya, saat maskapai bisa seenaknya delay tanpa
memberi penjelasan dan penggantian.
"Kalau tidak kita diatur seenaknya. Bandingkan, betapa nyaman
di sana, di Jiran di sana, di Singapura. Kita pembeli, malah
dikerjain," tukas dia.
73
Berikan pendapatmu mengenai artikel di atas dan berikan solusi
yang paling tepat dalam permasalahan yang ada.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
74
Studi Kasus 11 :
Kamu adalah bagian dari HRD perusahaan. Pada masa pandemi
covid-19 pertemuan atau rapat diadakan secara online. Kamu
mendapat laporan beberapa karyawan sering terlambat dan tidak
memperhatikan rapat online dengan baik. Bagaimana sikap kamu
sebagai bagian dari HR perusahaan?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
75
Sebagai HRD Perusahaan, tuliskan E-mail yang benar untuk
memberikan peringatan kepada karyawan yang sering datang
terlambat pada online meeting.
76
Studi Kasus 12 :
Pada saat pandemi covid-19 ini beberapa perusahaan banyak
melakukan termination (pengurangan jumlah karyawan) untuk
menyelamatkan keberlangsungan perusahaan tersebut.
Kamu adalah HRD di perusahaan ini. Pemimpin perusahaan akan
mengeluarkan Pak Tono karena selama ini tidak produktif dalam
bekerja.
Sebagai HRD tuliskan E-mail yang tepat dalam permasalahan
seperti ini , tuliskan secara lengkap dan hal-hal apa saja yang
memang akan didapat oleh Pak Tono sebagai hak yang memang
layak untuk diterima.
77
78
Studi Kasus 13 : Pada masa pandemi covid-19, memang membuat
beberapa perusahaan kesusahan dalam hal finansial. Kamu
bekerja di sebuah perusahan yang memiliki ribuan karyawan.
Perusahaan tempat kamu bekerja memotong 30% dari gaji yang
didapat karyawan. Setelah keputusan tersebut ditetapkan, pihak
karyawan memutuskan untuk demo besar-besaran. Salah satu
perwakilan karyawan mengirimkan E-mail kepada mu. Setelah
kamu menerima E-mail tersebut, kepada siapa E-mail tersebut di
disposisikan? ________________________________________
Menurutmu, apakah yang dilakukan karyawan merupakan
tindakan yang salah? Berikan alasan.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
79
Sebagai HRD apa yang harus kamu lakukan?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
80
Studi Kasus 14 : Kamu adalah HRD dalam suatu perusahaan.
Pada suatu ketika kamu mendapatkan E-mail dari alamat E-mail
yang kamu tidak ketahui. Isi dari E-mail tersebut menjelaskan
bahwa bos kamu telah melakukan tindakan korupsi sebanyak
17 Milyar.
Apa yang harus kamu lakukan setelah mendapat E-mail seperti
ini?
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
81
Studi Kasus 15 : Jam bekerja kamu berakhir pukul 17.00.
Kadang-kadang kamu kerja lembur atau sampai larut malam
untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Hari ini kamu menyelesaikan
semua pekerjaanmu lebih cepat. Waktu menunjukkan pukul
16.15, tidak ada pekerjaan lagi yang harus dikerjakan.
Pada kondisi seperti ini, apakah kamu akan pulang lebih
awal?Jelaskan jawaban mu.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
82___________________________________________________
Lembar Kerja 1 : Tugas Kelompok
Carilah contoh etos kerja
seseorang/organisasi/perusahaan/negara yang dapat dipelajari.
Tuliskan etos kerja yang dipilih di bawah ini.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
83
Lembar Kerja 2 : Tugas kelompok
Carilah 10 skill yang sangat diperlukan di dunia revolusi
industry 4.0, Tuliskan 10 skill tersebut di bawah ini dan urutkan
dari yang paling penting.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
84
Lembar Kerja 3 : Tugas Individu
Tuliskan 5 contoh kasus yang berkaitan dengan permasalahan
dan dilema etika yang kamu ketahui.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
85
Lembar Kerja 4 : Tugas Individu
Gambarkan bagan penyelesaian masalah dalam mengatasi
permasalahan etika di lingkungan kerja.
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
86
Lembar Kerja 5 : Tugas Kelompok
Tuliskan 10 Do & Don’t (Tentang Etika di Lingkungan Kerja)
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________
87
Bab IX
Rangkuman
Etos kerja adalah karakter yang bermoral yang digunakan
atau dijadikan standar atau prinsip yang menuntun yang menjadi
ciri seseorang, komunitas, ataupun bangsa.
Etos kerja dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor -faktor
internal dan faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor internal yang
mempengaruhi etos kerja adalah agama, pendidikan, motivasi,
usia,dan jenis kelamin. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang
mempengaruhi etos kerja adalah budaya, sosial politik, kondisi
lingkungan (geografis), struktur ekonomi, tingkat kesejahteraan,
dan termasuk perkembangan bangsa lain.
Etos kerja yang tinggi sangat berdampak pada kesuksesan
seseorang dan bahkan mempengaruhi kesuksesan perusahaan
dimana seorang karyawan bekerja.
Bukan hanya etos kerja tinggi yang muncul pada dunia kerja,
terkadang permasalahan dan dilema etika pun muncul dalam
perusahaan. Meskipun permasalahan dan dilema etika mucul
dalam dunia kerja, kita dapat mengambil keputusan-keputusan
yang tepat yaitu mengidentifikasi isu yang muncul, menentukan
88
penyelesaian masalah yang tepat, berfikir kritis untuk
menyelesaikan masalah, merencanakan hal yang terbaik untuk
menghadapi isu terkait, melakukan atau mengeksekusi
perencanaan penyelesaian masalah yang sudah diputuskan, dan
tidak lupa untuk mengevaluasi dan memeriksa kembali apakah
permasalahan dan dilema etika sudah bisa diselesaikan dengan
optimal.
Seperti yang kita ketahui, etos kerja merupakan hal yang
dapat dipelajari dan dapat dibangun. Untuk mempelajari etos
kerja harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan terus menerus
sehingga membentuk suatu karakter yang akan selalu kita pegang
dalam bekerja. Dalam hal ini kita dituntut untuk selalu
menunjukkan etos kerja yang tinggi, karena etos kerja yang tinggi
akan memberikan dampak positif bukan hanya untuk diri sendiri,
tetapi berdampak untuk rekan kerja dan perusahaan dimana kita
bekerja. Mari kita terus konsisten untuk selalu menunjukkan etos
kerja yang tinggi.
89
A GLOSARIUM
Aturan : aturan/atur·an/ n 1 hasil perbuatan
mengatur; (segala sesuatu) yang sudah
Aktif diatur: ~ rumahnya secara Barat; 2 cara
Aktualisasi (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah)
yang telah ditetapkan supaya diturut: 3
tindakan atau perbuatan yang harus
dijalankan.
: giat (bekerja, berusaha), dinamis atau
bertenaga.
: perihal mengaktualkan; pengaktualan.
90
B
Bangsa : 1 kelompok masyarakat yang bersamaan asal
keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta
Budaya berpemerintahan sendiri.
D : 1 pikiran; akal budi: hasil --; 2 adat istiadat.
Departemen : 1 lembaga tinggi pemerintahan yang mengurus
suatu bidang pekerjaan negara yang dipimpin
seorang menteri; 2 Dik bagian dari fakultas,
biasanya dipimpin oleh ketua jurusan
(departemen) yang menggarap sekelompok
disiplin ilmu yang tercakup dalam suatu bidang
studi tertentu.
91
E
Era : kurun waktu dalam sejarah; sejumlah tahun
Etika dalam jangka waktu antara beberapa peristiwa
Etos penting dalam sejarah; masa.
Evaluasi : ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk
dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
: pandangan hidup yang khas dari suatu golongan
sosial;
-- kebudayaan sifat, nilai, dan adat-istiadat khas
yang memberi watak kepada kebudayaan suatu
golongan sosial dalam masyarakat;
-- kerja semangat kerja yang menjadi ciri khas dan
keyakinan seseorang atau suatu kelompok.
: penilaian: hasil -- itu hingga saat ini belum
diperoleh.
92
F : bersifat dasar (pokok); mendasar: iman
merupakan suatu hal yang sangat -- di
Fundamental dalam kehidupan manusia
I : 1 kumpulan konsep bersistem yang
dijadikan asas pendapat (kejadian) yang
Ideologi memberikan arah dan tujuan untuk
kelangsungan hidup: dalam pertemuan itu
Industri penatar menjelaskan dasar -- negara; 2 cara
berpikir seseorang atau suatu golongan.
: kegiatan memproses atau mengolah
barang dengan menggunakan sarana dan
peralatan, misalnya mesin.
93
Integral : mengenai keseluruhannya; meliputi
seluruh bagian yang perlu untuk
Integritas menjadikan lengkap; utuh; bulat;
sempurna: masalah itu akan diselesaikan
K secara -- , tidak secara sebagian-sebagian; 2
tidak terpisahkan; terpadu: Bimbingan
Karyawan Penyuluhan merupakan bagian -- dari
pendidikan
: mutu, sifat, atau keadaan yang
menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga
memiliki potensi dan kemampuan yang
memancarkan kewibawaan; kejujuran.
: orang yang bekerja pada suatu lembaga
(kantor, perusahaan, dan sebagainya)
dengan mendapat gaji (upah); pegawai;
pekerja.
94
Kerja : n kegiatan melakukan sesuatu; yang
dilakukan (diperbuat): -- nya makan dan
Kinerja minum saja; 2 n sesuatu yang dilakukan
Komitmen untuk mencari nafkah; mata pencaharian.
Komunitas
: 1 sesuatu yang dicapai; 2 prestasi yang
Konflik diperlihatkan; 3 kemampuan kerja
(tentang peralatan).
: n perjanjian (keterikatan) untuk
melakukan sesuatu; kontrak.
: n kelompok organisme (orang dan
sebagainya) yang hidup dan saling
berinteraksi di dalam daerah tertentu;
masyarakat; paguyuban.
: percekcokan; perselisihan; pertentangan.
95
L : n daerah (kawasan dan sebagainya) yang
termasuk di dalamnya.
Lingkungan
Loyalitas : n kepatuhan; kesetiaan
M : sesuatu yang dijadikan atau yang
diciptakan oleh Tuhan (seperti manusia,
Makhluk binatang, dan tumbuh-tumbuhan).
Manajemen : 1 penggunaan sumber daya secara efektif
untuk mencapai sasaran; 2 pimpinan yang
Manajer bertanggung jawab atas jalannya
perusahaan dan organisasi.
: 1 orang yang mengatur pekerjaan atau
kerja sama di antara berbagai kelompok
atau sejumlah orang untuk mencapai
sasaran; 2 orang yang berwenang dan
96bertanggung jawab membuat rencana,
mengatur, memimpin, dan mengendalikan
pelaksanaannya untuk mencapai sasaran
tertentu.
Moral : 1 (ajaran tentang) baik buruk yang
diterima umum mengenai perbuatan,
sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak;
budi pekerti.
Motivasi : 1 dorongan yang timbul pada diri
seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu
tindakan dengan tujuan tertentu; 2 Psi usaha yang dapat
menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak
melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang
dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya;
O
Orientasi : 1 peninjauan untuk menentukan sikap
(arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat
dan benar.
97
P : daftar semua bentukan dari sebuah kata
yang memperlihatkan konjugasi dan
Paradigma deklinasi kata tersebut; 2 model dalam
teori ilmu pengetahuan; 3 kerangka
Perusahaan berpikir
: n kegiatan (pekerjaan dan sebagainya)
yang diselenggarakan dengan peralatan
atau dengan cara teratur dengan tujuan
mencari keuntungan (dengan
menghasilkan sesuatu, mengolah atau
membuat barang-barang, berdagang,
memberikan jasa, dan sebagainya).
n organisasi berbadan hukum yang
mengadakan transaksi atau usaha
98
Prestasi : n hasil yang telah dicapai (dari yang telah
Prinsip dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya).
Produktivitas : asas (kebenaran yang menjadi pokok
Profesional dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya);
dasar
: kemampuan untuk menghasilkan
sesuatu; daya produksi; keproduktifan:
: a bersangkutan dengan profesi;
a memerlukan kepandaian khusus untuk
menjalankannya;
n orang yang terlibat atau memenuhi
kualifikasi dalam suatu profesi.
99
S : n tokoh atau bentuk tubuh: --nya tegap;
Sikap n perbuatan dan sebagainya yang
berdasarkan pada pendirian, keyakinan:
Sosial rakyat akan selalu mengutuk -- pemimpin-
Standar pemimpinnya yang kurang adil itu;
Supervisor
n perilaku; gerak-gerik.
: a berkenaan dengan masyarakat: perlu
adanya komunikasi -- dalam usaha
menunjang pembangunan ini.
: ukuran tertentu yang dipakai sebagai
patokan.
: pengawas utama; pengontrol utama;
penyelia.
100