The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by charlesmaniani2, 2021-05-10 17:37:11

KONDIDI UMUM KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK

KONDIDI UMUM KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

BAB II
GAMBARAN UMUM

KONDISI DAERAH

Dalam rancangan akhir dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah
daerah Kabupaten Pegunungan Arfak, aspek yang dikaji meliputi aspek Geografi
dan Demografi, Aspek Kesejahteraan Masyarakat, Aspek Pelayanan Umum dan
aspek Daya saing daerah. Berikut penjelasan dari masing-masing aspek.

2.1. ASPEK GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI

2.1.1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah

1. Luas dan Batas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak adalah 2.773,74 km2,

membawahi 10 distrik dan 166 kampung (desa); Data daerah administrasi

Kabupaten Pegunungan Arfak, disajikan pada tabel berikut.

Tabel II-1.
Daerah Administrasi Distrik dan Jumlah Kampung

Kabupaten Pegunungan Arfak.

No Distrik Ibukota Distrik Jumlah Kampung

1 Sururey Sururey 12

2 Didohu Iranmeba 12

3 Anggi Igenbay 13

4 Taige Taige 11

5 Anggi Gida Tomrok 8

6 Membey Membey 6

7 Minyambow Minyambow 37

8 Hingk Hingk 29

9 Catubow Catubow 21

10 Testega Testega 15

Jumlah - 166

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, Tahun 2014.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-1

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Batas-batas wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak adalah:

 Sebelah Utara : Distrik Warmare, Distrik Tanah Rubuh, dan Distrik Prafi
Kabupaten Manokwari.

 Sebelah Timur : Distrik Oransbari, Distrik Ransiki, dan Distrik Neney
Kabupaten Manokwari Selatan.

 Sebelah Selatan : Distrik Moskona Utara dan Distrik Manimeri Kabupaten
Teluk Bintuni, dan Distrik Dataran Isim Kabupaten
Manokwari Selatan.

 Sebelah Barat : Distrik Sidey Kabupaten Manokwari, dan Distrik Kebar
Kabupaten Tambrauw.

2. Letak dan Kondisi Geografis

Letak Geografis Kabupaten Pegunungan Arfak, sebagai berikut: Bagian
Utara : 0º55’ Lintang Selatan; Bagian Selatan: 1º40’ Lintang Selatan; Bagian
Barat : 133º10’ Bujur Timur; Bagian Timur : 134º05’ Bujur Timur.

Gambar II-1.
Data Fisiografi Kabupaten Pegunungan Arfak.

Sumber: Draft RTRW Kabupaten Pegunungan Arfak, 2015.

Ketinggian wilayah (altitude) Kabupaten Pegunungan Arfak adalah 300 – II-2
1.800 meter di atas permukaan laut. Dari segi luas wilayah menurut distrik,
Testega merupakan distrik dengan wilayah paling luas (75.515 ha atau 19,65%
dari luas wilayah Kabupaten Pegaf), diikuti distrik Catubouw (72.237 ha atau
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

18,80% dari luas wilayah Kabupaten Pegaf); sedangkan distrik dengan luas
wilayah paling sempit adalah Membey (10.370 ha atau 2,37% dari luas wilayah
Kabupaten Pegaf), diikuti distrik Anggi (14.114 ha atau 3,67% dari luas wilayah
Kabupaten Pegaf).

Dari segi fisiografi, distrik dengan persentasi wilayah paling banyak
masuk dalam kategori extremly steep (sangat curam dengan kemiringan >40%)
adalah Minyambouw (73,83%), diikuti oleh Membey (66,32%); sedangkan distrik
dengan flat (kategori berbukit dengan kemiringan <2%) dan very gentle
(bergelombang dengan kemiringan 2 - 8%) adalah Anggi (17,61%), diikuti oleh
Taige (8,91%). Data Profil Kabupaten Pegaf Tahun 2013 menyatakan bahwa
hanya 20% wilayahnya memiliki kemiringan 0-25° (datar), selebihnya 80%
wilayahnya memiliki kemiringan lebih dari 25° (bergelombang/berbukit).

3. Kondisi Topografi

Sebagaimana diuraikan pada sub bab letak dan kondisi geografis daerah
di atas, dapat terlihat bahwa mayoritas wilayah Kabupaten Pegaf adalah sangat
curam yang berarti berbanding lurus dengan ketinggian tempat, maka topografi
wilayah ini berkisar antara 15 - 2.940 meter di atas permukaan laut (dpl).
Kondisi topografi wilayah yang demikian, mengharuskan perencanaan yang
berbasis pada pemanfaatan lahan yang baik dan konservasi sumberdaya tanah,
air, agar terhindar dari bahaya banjir dan longsor.

Sebagian besar (80%) wilayah Kabupaten Pegaf memiliki kelas lereng
adalah curam dengan tingkat kemiringan >75%. Kondisi tersebut merupakan
kendala utama bagi pemanfaatan lahan baik untuk pengembangan sarana
sarana dan pra sarana fisik, demikian juga pengembangan pertanian dalam arti
luas dalam skala besar.

4. Kondisi Geologi

Proses terbentuknya Pegunungan Arfak banyak dipengaruhi oleh lipatan
dan patahan/sesar, yakni Sesar Sorong (SFZ), Sesar Ransiki (RFZ), Sesar
Lungguru (LFZ), dan Sesar Tarera-Aiduna (TAFZ). Keadaan faktual ini dapat
menyebabkan daerah Kabupaten Pegunungan Arfak termasuk kawasan rawan
bencana khususnya gempa bumi. Secara umum, kondisi geologi didominasi oleh
batuan sedimen liat berlempung, batuan endapan tersier, dan batuan endapan
kuarter. Dengan formasi batuan terdiri dari batuan sedimen batu kapur, pasir,

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-3

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

lanau, dan pluton. Batuan di Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan endapan
batuan berumur tersier sangat tua yang terdiri dari sedimen klasik, vulkanik, dan
karbonat. Umumnya berwarna abu-abu hingga kecokelatan dan bersifat keras.

Struktur tanah di Kabupaten Pegunungan Arfak terdiri dari jenis aluvial
(18,7%), mediterania (2,44%), podsolik merah kuning (10,41%), podsolik cokelat
keabuan (7,57%), tanah kompleks (complex of soil) (49,21%), latosol (4,5%), dan
organosol (7,17%). Secara umum, jenis tanah yang ada terdiri dari tanah kapur
kemerahan, tanah endapan aluvial dan tanah aluvial muda. Kedalaman efektif
tanah rata-rata di atas 25 cm, kedalaman ini hampir merata diseluruh wilayah
distrik kecuali di wilayah pegunungan kapur.

Kawasan rawan bencana longsor terdapat di hampir semua distrik dan
kampung-kampung di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak. Dikatakan
demikian, sebab distrik dan kampung-kamung di wilayah kabupaten ini terletak di
lembah-lembah kecil (uvale) yang dikelilingi/dipagari oleh pegunungan yang
menjulang tinggi.

5. Kondisi Hidrologi

Curah hujan yang tinggi mencukupi ketersediaan air dan sumber air di

Kabupaten Pegunungan Arfak. Selain, terdapat 2 danau, hal ini ditunjukkan pula

oleh banyaknya sungai yang mengalir di setiap distrik. Hampir di setiap kampung

terdapat sungai kecil untuk kepentingan minum, cuci, dan kakus Namun, terdapat

beberapa sungai penting di beberapa distrik, seperti pada tabel berikut.

Tabel II-2.
Sungai-sungai pada Beberapa Distrik

Kabupaten Pegunungan Arfak.

No Distrik Sungai

1 Anggi Irai, Igebaya, dan Bnggimun

2 Anggi Gida Mueng, Ingisrow, Induk, dan Way

3 Membey Usir, Preo, Mengir, Nggui, Meskisi, dan Kik

4 Sururey Duhubeya, Biori, Sururey, dan Debeidena

Sumber: Profil Kabupaten Pegunungan Arfak, 2014.

Kondisi topografi kabupaten Pegaf yang curam dengan sejumlah spot kecil
berupa uvalla dan lembah kecil, maka pengembangan irigasi dalam skala besar
sulit dikembangkan, tetapi bisa dikembangkan irigasi skala kecil untuk
pengembangan tanaman pertanian dan sumber listrik tenaga air.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-4

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

6. Kondisi Klimatologi

Data iklim Kabupaten Pegunungan Arfak yang didalamnya mencakup

suhu udara, lama penyinaran, curah hujan, hari hujan, dan kelembaban udara

selama 5 tahun terakhir, disajikan seperti pada tabel berikut.

Tabel II-3.
Data Iklim Selama 5 Tahun Terakhir 2011-2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

Bulan Suhu Lama Curah Hari Kelembaban
Udara Penyinaran Hujan Hujan Udara (%)
1. Januari (ºC) (mm) (hari)
2. Februari 27,48 (%) 327,70 21,67 84,00
3. Maret 27,40 43,67 330,03 20,67 84,33
4. April 27,35 47,33 411,23 24,00 84,67
5. Mei 27,40 44,67 322,00 22,67 86,00
6. Juni 27,80 43,00 314,47 20,67 84,67
7. Juli 27,63 54,00 240,87 21,33 85,00
8. Agustus 27,13 41,67 179,77 20,67 85,67
9. September 27,08 45,67 229,27 20,67 83,33
10. Oktober 27,57 52,00 142,53 19,00 83,33
11. Nopember 27,68 48,67 118,30 15,33 82,00
12. Desember 27,60 61,00 286,53 22,00 83,33
27,77 47,33 267,13 20,33 83,3
Rata-rata 27,49 39,67 260,82 20,92 84,22
47,39

Sumber: Diolah dari Kabupaten Manokwari dalam Angka (2009-2013).

Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata curah hujan tahunan
adalah 260,82 mm, rata-rata hari hujan per bulan adalah 20,92 hari. Suhu udara
minimum 27,08C, sedangkan suhu maksimum 27,80C dengan rata-rata suhu
udara adalah 27.49C, rata-rata kelembaban udara adalah 84,07%. Berdasarkan
keadaan iklim sebagaimana disajikan di atas, maka dapat dilakukan klasifikasi
iklim yang mengacu pada Schmidt dan Fergusson, bahwa rata-rata curah hujan
tahunan yang ditunjukkan dengan curah hujan (mm) tiap bulan, jika kondisi curah
hujan <60 mm, maka bulan tersebut dikategorikan bulan kering, sedangkan jika
kondisi curah hujan 60 – 100 mm maka dikategorikan bulan lembab, selanjutnya
jika curah hujan >100 mm maka dikategorikan bulan basah. Merujuk pada
kondisi curah hujan di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak, maka dapat
dijelaskan bahwa wilayah tersebut termasuk dalam tipe iklim A karena semua
bulan merupakan bulan basah dengan curah hujan >100 mm.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-5

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Secara spasial, sebaran curah hujan pada wilayah kabupaten
Pegunungan Arfak dapat dikelompokkan atas 4 zona, yaitu zone 1 (curah hujan
= 2.750 mm/tahun; zone 2 (curah hujan = 3.500 mm/tahun); zone 3 (curah hujan
= 4.500 mm/tahun); dan zone 4 (curah hujan = 5.500 mm/tahun), maka
Kabupaten Pegunungan Arfak termasuk dalam zona 1 kerena curah hujannya
adalah 3.129,84 mm/thn.

7. Penggunaan Lahan

Data citra menurut distrik menunjukkan bahwa sebaran luas lahan
menurut tipe penutupan lahan di Kabupaten Pegaf (Situasi tahun 2015) yang
didalamnya mencakup badan air, hutan lahan kering primer, hutan lahan kering
sekunder, permukiman, pertanian lahan kering, padang rumput (savana), semak
belukar, dan tanah terbuka. Data ini penting untuk diketahui agar dalam
perencanaan pembangunan fisik, dilakukan secara cermat dan berhati-hati
sesuai dengan daya dukung lingkungan yang ada.

Data menunjukkan bahwa Testega merupakan distrik dengan Hutan
Lahan Kering Primer terluas (97,87% atau 19,12% luas Kabupaten Pegaf), diikuti
Distrik Didohu (87,45%), dan Sururey (75,90%); sedangkan yang paling rendah
adalah Distrik Anggi Gida (35,55%), diikuti oleh Distrik Anggi (54,91). Dapat
diinformasikan bahwa berdasarkan kategori tipe tutupan lahan hutan, yakni:
Badan Air, Hutan Lahan Kering Primer, Hutan Lahan Kering Sekunder,
Pemukiman, Pertanian Lahan Kering, Savana, Semak Belukar, dan Tanah
Terbuka, bahwa tutupan lahan di setiap distrik masuk dalam kategori Hutan
Lahan Kering Primer dengan presentasi mulai dari 35,55% sampai dengan
97,41%.

Lahan di Kabupaten Pegaf sebagian besar tertutup hutan dataran tinggi
(hutan primer dan sekunder), rumput, perdu, serta pada ketinggian di atas 2.000
mdpl sudah ditumbuhi jenis vegetasi berdaun jarum yang mengindikasikan
sebagai zona alpin. Sebagian lahan di daerah ini digunakan untuk pemukiman
dan sebagian lagi untuk areal pertanian—terutama pertanian ladang berpindah
(shifting cultivation)—yang ditanami berbagai jenis tanaman pangan seperti ubi-
ubian dan sayuran.

Pegaf merupakan kabupaten dengan sebagian besar wilayahnya masuk
dalam kawasan Hutan Lindung (HL) dan Cagar Alam, yakni Cagar Alam

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-6

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Pegunungan Arfak (CAPA). Testega merupakan distrik dengan kawasan CAPA
terluas (98,51% dimana 66.030 ha wilayah distrik ini merupakan kawasan
CAPA), diikuti Distrik Membey 74,31%, dan Distrik Anggi (58,20%). Selanjutnya
dapat diinformasikan pula mengenai distribusi kawasan distrik menurut kawasan
HL, bahwa Catubouw merupakan distrik dengan kawasan HL paling luas
(93,02%), diikuti Distrik Sururey (90,74), dan distrik Minyambouw (85,28%).

Dapat dinyatakan bahwa 80% wilayah Kabupaten Pegaf termasuk dalam
kawasan HL dan CAPA. Oleh sebab itu, dalam perencanaan pemanfaatan ruang
untuk pembangunan di Kabupaten Pegaf agar dilakukan secara hati-hati agar
tidak bertabrakan dengan aturan mengenai pengelolaan pemanfaatan kawasan
dan/atau implikasi pemanfaatan kawasan dalam kaitan dengan bahaya ekologis
atau sustainabilitas wilayah.

2.1.2. Potensi Pengembangan Wilayah

Pengembangan wilayah secara keseluruhan di Kabupaten Pegunungan

Arfak (PEGAF) dapat dilaksanakan secara terarah dan tepat sasaran jika

diketahui potensi sektor unggulan ekonomi wilayah yang merupakan prime

mover pembangunan di PEGAF. Salah satu pendekatan yang sering digunakan

dalam menentukan potensi unggulan wilayah (sektor basis dan non basis)

adalah metode LQ (location quontient), secara matematis formula LQ dapat

ditulis sebagai berikut :

= /.
. / ..

Dimana : Xij = derajat aktifitas ke-i di wilayah ke-j, Xi. = total aktifitas

di wilayah ke-j, Xj = total aktifitas ke-j di semua wilayah dan X..= derajat

aktifitas total wilayah. Hasil perhitungan dengan metode LQ menghasilkan

tiga (3) kategori nilai LQ sebagai berikut :

(a) LQ > 1; artinya komoditas ini menjadi basis atau menjadi sumber
pertumbuhan. Komoditas ini memiliki keunggulan komparatif, hasilnya
tidak saja dapat memenuhi kebutuhan di wilayah bersangkutan akan
tetapi juga dapat diekspor keluar wilayah.

(b) LQ = 1; komodita tergolong non basis, tidak memiliki keunggulan
komparatif. Produksi-nya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
dalam wilayah sendiri dan tidak dapat diekspor ke luar wilayah.

(c) LQ < 1; komoditas ini juga termasuk non basis, tidak dapat memenuhi
kebutuhan dalam wilayah dan harus di import dari luar wilayah.

Sehingga komoditas yang memiliki nilai LQ > 1 merupakan standar

normatif untuk ditetapkan sebagai komoditas unggulan. II-7
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

1. Pertanian

Sektor pertanian hingga saat ini masih memberikan kontribusi terbesar

dalam pembangunan ekonomi wilayah di Kabupaten Pegunungan Arfak. Hal ini

terlihat dari sumbangsih sektor pertanian terhadap PDRB kabupaten sebesar

72,60% (Gambar II-2) didukung oleh tersedianya sumberdaya lahan yang

digunakan secara khusus bagi intensifikasi pertanian termasuk aktifitas

peternakan.

Gambar II-2.
Besaran Kontribusi Sektor-Sektor Perekonomian Terhadap PDRB

Kabupaten Pegunungan Arfak

KONTRIBUSI SEKTOR PEREKONOMIAN
TERHADAP PDRB PEGAF

Pertanian, Industri (0%) Pertambangan &
(72.60%) Penggalian
(0.18%)
Listrik, Gas & Air
Bersih (1.02%)

Bangunan
(3.63%)

Perdagangan,
Hotel, Restoran,

(0.05%)

Pegangkutan &
Komunikasi (0%)

Jasa-Jasa, Keuangan,
(22.53%) Persewaan, Jasa
Perusahaan (0

%)

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014 (data diolah).

Kontribusi yang besar dari sektor pertanian, selain didukung oleh

sumberdaya lahan, juga ditunjang oleh peran keluarga petani dalam

mengupayakan komoditas-komoditas pertanian meliputi sub sektor tanaman

pangan, tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan. Tabel II-4. berikut

menunjukkan jumlah rumah tangga petani yang mengusahakan berbagai

komoditas sub sektor tanaman pangan. Data pada Tabel II-4. menunjukkan

bahwa jumlah rumah tangga terbanyak yang mengupayakan tanaman pangan

padi ladang, palawija dan jagung hanya berada di Distrik Minyambouw (27,63%)

dan Distrik HIngk (23,85%). Nilai LQ untuk sub sektor tanaman pangan di

Kabupaten Pegaf, tahun 2015 disajikan pada Tabel II-5. Keragaan penyebaran

komoditas tanaman pangan berpotensi di Kabupaten PEGAF menurut nilai LQ

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-8

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

berdasarkan kategori basis dan non basis disajikan pada Tabel II-5. Data pada
tabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis pengelompokan komoditas
tanaman pangan yang diidentifikasi dari 10 wilayah distrik di Kabupaten PEGAF
yaitu padi ladang, palawija dan jagung. Hasil analisis pada Tabel II-5 tersebut
menunjukkan bahwa sub sektor tanaman pangan yang mempunyai nilai LQ > 1
berpotensi menjadi sektor unggulan (leading sector) yang dapat dikembangkan
sebagai prime mover perekonomian khususnya sub sektor pertanian tanaman
pangan di Kabupaten PEGAF.

Tabel II-4.

Jumlah Rumah Tangga Usaha Tanaman Pangan Menurut Distrik,

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Jumlah Rumah Tangga Nisbah (%)

1 Sururey 347 6.62

2 Anggi 324 6.18

3 Taige 312 5.95

4 Membey 224 4.27

5 Menyambouw 1449 27.63

6 Catubouw 418 7.97

7 Testega 176 3.36

8 Didohu 487 9.26

9 Anggigida 257 4.90

10 Hingk 1251 23.85

Total 5245 100.00

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014 (data diolah)

Tabel II-5.
Nilai LQ Sub Sektor Tanaman Pangan

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Padi Ladang Nilai LQ Jagung
Palawija

1 Sururey 0 1.48 0.01

2 Anggi 0 1.13 0.74

3 Taige 0 1.45 0.07

4 Membey 0 0.75 1.54

5 Menyambouw 2.76 0.76 1.48

6 Catubouw 0 1.29 0.40

7 Testega 0 1.30 0.39

8 Didohu 0 1.20 0.60

9 Anggigida 0 1.24 0.50

10 Hingk 0 1.02 0.98

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, Tim UNIPA, 2015.

Jumlah Rumah Tangga yang mengusahakan Tanaman Hortikultura di II-9
Kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada Tabel II-6. Data pada tabel
tersebut menunjukkan bahwa rumah tangga petani yang mengusahakan
pertanian sub sektor tanaman hortikultura terbanyak berada di Distrik
Minyambouw (33,19%) dan Distrik Hingk (25,02%). Jenis tanaman hortikultura
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

yang diusahakan oleh masyarakat di kedua distrik tersebut adalah tanaman

cabe, bawang merah, kentang, kunyit, dan sayuran. Selanjutnya, analisis nilai LQ

untuk tanaman hortikultura disajikan pada Tabel II-7. Hasil analisis nilai LQ

menyatakan bahwa tanaman hortikultura yang diusahakan oleh masyarakat di

wilayah PEGAF terdiri dari cabai, bawang merah, kentang, kunyit, dan sayuran.

Besaran nilai LQ masing-masing sub sektor tanaman hortikultura dapat dilihat

pada berikut.

Tabel II-6.

Jumlah Rumah Tangga Usaha Tanaman Hortikultura Menurut Distrik

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Jumlah Rumah Tangga Nisbah (%)

1 Sururey 290 6.74

2 Anggi 334 7.76

3 Taige 284 6.60

4 Membey 224 5.20

5 Menyambouw 1429 33.19

6 Catubouw 356 8.27

7 Testega 7 0.16

8 Didohu 48 1.11

9 Anggigida 256 5.95

10 Hingk 1077 25.02

Total 4305 100.00

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014 (data diolah)

Tabel II-7.
Nilai LQ Sub Sektor Tanaman Hortikultura

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Nilai LQ

Cabe B.Merah Kentang Kunyit Sayuran

1 Sururey 0.00 2.95 1.38 0.00 0.58

2 Anggi 0.00 0.15 1.98 0.00 0.83

3 Taige 0.00 0.00 1.56 0.00 1.03

4 Membey 5.87 2.33 0.73 0.00 0.53

5 Menyambow 0.83 0.43 0.46 0.12 1.34

6 Catubouw 0.69 0.85 0.85 0.00 1.12

7 Testega 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

8 Didohu 0.00 0.20 1.94 0.00 0.83

9 Anggigida 1.15 1.53 1.41 0.00 0.73

10 Hingk 0.29 0.50 0.79 4.55 1.20

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, Tim UNIPA, 2015.

Hasil analisis pada tabel di atas menunjukkan bahwa potensi II-10
pengembangan wilayah berdasarkan unggulan sub sektor tanaman hortikultura
dapat dijelaskan bahwa komoditi yang memiliki nilai LQ>1 untuk tanaman cabe
dapat dikembangkan di Distrik Membey dan Anggi Gida, bawang merah dapat
diupayakan pengembanganya di Distrik Sururey, Membey dan Anggigida,
tanaman kentang dapat dikembangkan di Distrik Sururey, Anggi, Taige, Didohu
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

dan Anggigida, tanaman kunyit dapat dikembangkan di Distrik Hingk, tanaman
sayuran di Distrik Taige, Minyambouw, Catubouw, dan Hingk.

Jumlah rumah tangga yang mengusahakan tanaman perkebunan di
Kabupaten Pegunungan Arfak menurut distrik disajikan pada Tabel II-8. Data
pada tabel tersebut menunjukkan bahwa sebaran dan jumlah rumah tangga yang
mengusahakan tanaman perkebunan pisang, jambu, dan mangga adalah rumah
tangga petani yang berasal dari Distrik Minyambouw (60,06%), Distrik Catubouw
(20,13%) dan Distrik Hingk (19,81%). Keragaan penyebaran sub sektor tanaman
perkebunan yang berpotensi dikembangkan pada wilayah distrik di Kabupaten
PEGAF sesuai hasil analis LQ disajikan pada Tabel II-9. Data pada Tabel II-9,
menunjukkan hasil analisis bahwa secara agro-ekologis wilayah distrik
Minyambouw memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman perkebunan
khususnya jeruk dan mangga, distrik Catubouw dan distrik Anggigida berpotensi
dikembangkan tanaman perkebunan pisang, distrik Hingk berpotensi bagi
pengembangan tanaman pisang dan mangga.

Tabel II-8.
Jumlah Rumah Tangga Usaha Tanaman Perkebunan Menurut Distrik

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Jmlah Rumah Tangga Nisbah (%)

1 Sururey 0 0.00

2 Anggi 0 0.00

3 Taige 0 0.00

4 Membey 0 0.00

5 Menyambouw 376 60.06

6 Catubouw 126 20.13

7 Testega 0 0.00

8 Didohu 0 0.00

9 Anggigida 0 0.00

10 Hingk 124 19.81

TOTAL 626 100.00

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014 (data diolah)

Selain sektor pertanian, sebaran rumah tangga petani yang mengusahakan

ternak dapat di lihat pada tabel berikut. Jenis ternak yang diusahakan oleh

masyarakat adalah sapi potong, kambing, babi, ayam lokal, itik, dan itik manila.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-11

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Tabel II-9.

Nilai LQ Sub Sektor Tanaman Perkebunan, Tahun 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

.

No Distrik Nilai LQ

Pisang Jeruk Mangga

1 Sururey 0.00 0.00 0.00

2 Anggi 0.00 0.00 0.00

3 Taige 0.00 0.00 0.00

4 Membey 0.00 0.00 0.00

5 Menyambouw 0.69 1.62 1.26

6 Catubouw 1.58 0.00 0.08

7 Testega 0.00 0.00 0.00

8 Didohu 0.00 0.00 0.00

9 Anggigida 1.59 0.00 0.00

10 Hingk 1.30 0.21 1.22

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, Tim UNIPA, 2015

Tabel tersebut menunjukkan bahwa rumah tangga terbanyak yang
mengusahakan ternak berada di Distrik Menyambouw (38,05%) disusul oleh
Distrik Anggigida (11,15%), Distrik Membey (10,06%), Distrik Didohu (9,92%)
dan Distrik Catubouw (8,13%), sedangkan jumlah rumah tangga petani yang
paling sedikit mengusahakan ternak berada di Distrik Taige (2,01%).
Pengembangan sub sektor perikanan menunjukkan bahwa jenis usaha
perikanan yang dilakukan oleh masyarakat adalah perikanan darat/budidaya.
Kajian terhadap sub sektor peternakan yang berpotensi bagi pengembangan
wilayah dapat di lihat pada tabel berikut.

Tabel II-10.

Jumlah Rumah Tangga Usaha Peternakan Menurut Distrik

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Jmlah Rumah Tangga Nisbah (%)

1 Sururey 326 7.89

2 Anggi 295 7.14

3 Taige 83 2.01

4 Membey 416 10.06

5 Menyambouw 1573 38.05

6 Catubouw 336 8.13

7 Testega 98 2.37

8 Didohu 410 9.92

9 Anggigida 461 11.15

10 Hingk 136 3.29

Total 4134 100.00

Sumber :Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014 (data diolah)

Hasil analisis pada tabel tersebut, menunjukkan bahwa potensi II-12
pengembangan khususnya ternak lokal khususnya babi dan ayam kampung
berpotensi dikembangkan pada semua distrik, sedangkan ternak introduksi
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

seperti sapi potong berpotensi dikembangkan di Distrik Menyambouw,
Catubouw, dan Hingk, ternak kambing berpotensi dikembangkan di Distrik
Membey, Menyambouw, dan Hingk, ternak itik dan itik manila dapat
dikembangkan di Distrik Menyambouw, Anggigida, dan Taige.

Tabel II-11.

Nilai LQ Sub Sektor Peternakan Tahun 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

Nilai LQ

No Distrik Sapi Potg Kam- Babi Ayam Itik Itik Manila
Bing Lokal

1 Sururey 0.15 0.00 1.98 0.01 0.00 0.00

2 Anggi 0.00 0.00 1.15 0.92 0.00 0.00

3 Taige 0.00 0.00 1.96 0.03 0.35 6.76

4 Membey 0.79 2.12 0.19 1.88 0.63 0.00

5 Menyambouw 1.67 1.71 0.68 1.26 3.21 0.00

6 Catubouw 1.07 0.72 1.22 0.76 0.86 0.00

7 Testega 0.00 0.00 0.93 1.16 0.00 0.00

8 Didohu 0.00 0.00 0.92 1.17 0.00 0.00

9 Anggigida 0.00 0.00 0.84 1.23 2.25 0.00

10 Hingk 1.61 1.32 0.89 1.10 0.00 0.00

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, Tim UNIPA, 2015

Jumlah rumah tangga yang terlibat dalam usaha sub sektor perikanan
darat/budidaya disajikan pada Tabel II-12. Data pada tabel tersebut
menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang mengusahakan perikanan
darat/budidaya terbanyak berada di Distrik Taige (40,18%), sedangkan jumlah
rumah tangga yang paling sedikit mengusahakan sub sektor perikanan
darat/budidaya terdapat di Distrik Testega (13,39%).

Tabel II-12
Jumlah Rumah Tangga Usaha Perikanan Darat/Budidaya Menurut Distrik

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Jumlah Rumah Tangga Nisbah (%)

1 Sururey 28 25.00

2 Anggi 0 0.00

3 Taige 45 40.18

4 Membey 0 0.00

5 Menyambouw 24 21.43

6 Catubouw 0 0.00

7 Testega 15 13.39

8 Didohu 0 0.00

9 Anggigida 0 0.00

10 Hingk 0 0.00

Total 112 100.00

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014 (data diolah)

Upaya pengembangan wilayah pada sub sektor kehutanan berpotensi

dikembangkan pada beberapa distrik, dilihat dari jumlah rumah tangga yang

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-13

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

mengusahakan aktifitas pertanian sub sektor kehutanan seperti pada Tabel II-13.

Tabel tersebut memperlihatkan bahwa jumlah rumah tangga terbesar yang

mengusahakan sub sektor kehutanan berada di Distrik Hingk (43,55%) dan

terendah di Distrik Catubouw (1,61%). Jenis usaha kehutanan yang dilakukan

terdiri dari penangkapan satwa liar dan pemungutan hasil hutan. Melalui

pendekatan dengan metode LQ di atas, komoditas unggulan masing-masing

subsektor pertanian di PEGAF dapat dihitung dengan data dasar jumlah rumah

tangga yang mengusahakan sub sektor pertanian; sedangkan sub sektor

peternakan dihitung dengan data dasar populasi ternak per distrik tahun 2014.

Tabel II-13.

Jumlah Rumah Tangga Usaha Kehutanan Menurut Distrik Tahun 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

.No Distrik Jumlah Rumah Tangga Nisbah (%)

1 Sururey 0 0.00

2 Anggi 0 0.00

3 Taige 0 0.00

4 Membey 0 0.00

5 Menyambouw 33 26.61

6 Catubouw 2 1.61

7 Testega 6 4.84

8 Didohu 10 8.06

9 Anggigida 19 15.32

10 Hingk 54 43.55

Total 124 100.00

Sumber :Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014 (data diolah)

2. Pertambangan dan Energi

Hingga saat ini kontribusi sektor pertambangan terhadap pembangunan
di Kabupaten PEGAF sebesar 0.18%, diharapkan ke depan sektor ini mampu
berperan sebagai engine growth di Kabupaten PEGAF. Potensinya yang cukup
besar merupakan peluang bagi investor untuk berinvestasi di sektor ini. Potensi
sumberdaya alam di sektor pertambangan dan galian meliputi seng, tembaga,
uranium, timah, dan emas. Potensi tambang dan sebarannya di Kabupaten
PEGAF dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel II-14.

Potensi Bahan Tambang dan Sebarannya Berdasarkan Distrik

Kabupaten Pegunungan Arfak, Tahun 2015.

Potensi Bahan Tambang Distrik Volume Cadangan

Timah Anggi Deposit mineral belum diketahui,
kandungan timah berkisar antara
345-685

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-14

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Senk dan Tembaga Anggi Deposit mineral belum diketahui
dan sampai saat ini potensi belum
Batu Gamping Didohu dimanfaatkan
Granit Anggi
13,92 Miliar Ton

Volume cadangan sebesar 96.83
Miliar metric ton

Sumber : RTRW Provinsi Papua Barat, 2009.

Potensi sumber energi lainnya adalah PLTA yang telah dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai sumber listrik untuk penerangan selama 24 jam terutama di
Distrik Menyambouw dan Distrik Testega.

3. Industri Pengolahan

Sektor industri selama periode 2013-2015 belum memberikan kontribusi
nyata (0.00%) terhadap pembentukan PDRB Kabupaten PEGAF. Peluang
investasi di sektor ini dalam skala ekonomi belum memiliki potensi, namun
demikian potensi pengembangan terhadap industri pengolahan kedepannya
dapat dikembangkan home industry misalnya pembuatan minyak buah merah di
Distrik Testega.

4. Konstruksi

Kontribusi sektor bangunan selama periode 2013-2015 terhadap PDRB
Kabupaten PEGAF sebesar 3,63%. Kontribusi sektor ini akan terus meningkat
seiring dengan berjalannya pembangunan terutama pembangunan fisik. Saat ini
konstruksi masih difokuskan kepada penyediaan sarana pemerintah agar lebih
efektif dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Serapan tenaga kerja lokal pada sektor ini masih sangat rendah, hal ini
disebabkan tenaga kerja lokal yang tersedia belum terampil/belum memiliki skill
dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan kontruksi. Kedepannya pendampingan
dan pelatihan bagi tenaga kerja perlu dilakukan guna menjawab kebutuhan
tenaga kerja terdidik dalam pengembangan sektor bangunan.

5. Hotel dan Pariwisata

Kontribusi sektor ini masih sangat kecil (0.05%) terhadap PDRB
Kabupaten PEGAF. Sektor ini berpotensi dikembangkan kedepannya, ditunjang
dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata. Upaya-

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-15

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

upaya yang dilakukan berupa promosi di tingkat regional maupun nasional untuk

memperkenalkan potensi wisata di Kabupaten PEGAF. Informasi potensi

pariwisata Kabupaten PEGAF dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel II-15.

Potensi Pariwisata di Kabupaten Pegunungan Arfak

No Potensi Objek Wisata Lokasi Keterangan

1 Goa Alam Distrik Anggi Panorama Alam

2 Danau Anggi Giji Distrik Anggi Luas 2.500 Ha

3 Danau Anggi Gida Distrik Anggi Gida Luas 2.500 Ha

4 Pegunungan Kobrey Distrik Anggi Rumah Kaki Seribu

5 Pegunungan Arfak Distrik Cagar Alam 45.000 Ha &
Minyambouw Kupu– Kupu Sayap Burung.

Sumber : RTRW Kabupaten Manokwari, 2013

a. Rencana pengembangan potensi pariwisata dapat dilakukan dengan :

 Membangun jalur transportasi wisata;
 Menata kawasan pariwisata dengan memperhatikan aspek lingkungan,

sosial, dan budaya;
 Membangun sarana dan prasarana pendukung pariwisata seperti

homestay, hotel, dan restoran.

6. Transportasi dan Komunikasi

Transportasi dan komunikasi merupakan urat nadi pembangunan
ekonomi di Kabupaten PEGAF. Saat ini pemerintah daerah PEGAF sedang giat
membangun, merawat dan memperbaiki jalur jalan dari dan ke PEGAF baik
melalui Kabupaten Manokwari maupun melalui Kabupaten Manokwari Selatan.
Arahan pengembangan ruas jalan sesuai dengan rencana struktur ruang,
memberikan gambaran terkait bagaimana pemerintah daerah mengintegrasikan
hubungan antar wilayah distrik melalui jalur jalan darat, jalur penerbangan udara
maupun membangun sistem komunikasi dengan provider yang dapat
menyediakan jangkauan layanan yang lebih baik.

7. Perbankan dan Investasi

Sektor perbankan dan investasi selama periode 2013-2015 belum II-16
memberikan kontribusi bagi pembentukan PDRB Kabupaten PEGAF, selama
periode tersebut, sumbangsihnya masih 0.00%. Hal ini kemungkinan disebabkan
karena belum ada investor yang tertarik menanamkan modalnya di Kabupaten
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

PEGAF. Potensi pengembangan sektor perbankan dan investasi ke depan dapat
dilakukan dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan membangun
kerja sama dengan lembaga keuangan daerah.

2.1.3. Wilayah Rawan Bencana

Data hasil analisis Citra Landsat dalam Dokumen Studi Identifikasi
Permasalahan dan Analisis Kebutuhan Pembangunan Daerah Kabupaten Pegaf
(2015), menyatakan bahwa mayoritas wilayah Kabupaten Pegaf masuk dalam
kategori curam sampai sangat curam. Distrik dengan persentasi wilayah paling
banyak masuk dalam kategori extremly steep (sangat curam dengan kemiringan
>40%) adalah Minyambouw (73,83%), diikuti oleh Membey (66,32%), Testega
(60,96%), Sururei (56,97%), Taige (55,75%), dan Catubouw (49,61%);
sedangkan distrik lain menyebar pada kategori kemiringan lahan curam (steep)
dengan persentase kemiringan 26-40 persen adalah Catubouw (39,83%), Anggi
Gida (35,74%), Anggi (34%), dan Hingk (30,76)%. Distrik dengan kategori flat
(berbukit dengan kemiringan <2%) dan very gentle (bergelombang dengan
kemiringan 2 - 8%) adalah Anggi (17,61%), diikuti oleh Taige (8,91%).

Mayoritas lokasi pemukiman penduduk berada di uvalla-uvalla (lembah
kecil) dan banyak lagi di urat-urat gunung serta lokasi dengan kemiringan di
atas 45%, bahwa kondisi ini dapat dinyatakan sebagai “berbahaya’. Keadaan
ini memungkinkan terjadi bencana alam sewaktu-waktu. Oleh sebab itu,
perencanaan pembangunan fisik hendaknya direncanakan untuk menahan
gempa yang berpotensi terjadi, masyarakat juga diingatkan untuk tidak
menebang pohon di daerah hulu sungai (kali-kali kecil) yang mengalir di sekitar
pemukiman.

Kawasan rawan bencana longsor terdapat di sebagian besar wilayah
Distrik Minyambouw, Distrik Didohu, dan Distrik Catubuow. Gerakan tanah/
longsor merupakan jenis bencana alam yang paling relatif sering terjadi, karena
tingkat kejadiannya yang hampir setiap tahun atau setiap musim hujan, maka
sering menimbulkan bencana kerusakan dan korban jiwa, walaupun dimensi
bencana gerakan tanah relatif kecil jika dibandingkan dengan bencana gempa
bumi atau letusan gunung api.

Jenis gerakan tanah yang sering terjadi di daerah Kabupaten Pegaf

adalah longsoran tanah dan material dengan tingkat waktu kejadian antara

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-17

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

sangat lambat hingga cepat, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang
sangat mempengaruhi terhadap waktu kejadian longsoran adalah curah hujan
(air) yang menjenuhi tanah penutup yang sangat tebal. Oleh karena itu,
longsoran sering terjadi pada musim hujan sehingga permukiman yang ada dan
berkembang di Kabupaten Pegaf harus menerapkan konsep permukiman yang
ramah terhadap bencana gerakan tanah.

Kawasan rawan bencana banjir terdapat di sebagian besar wilayah Distrik
Minyambouw, Distrik Didohu, Distrik Catubouw, Distrik Testega dan Distrik
Anggi. Banjir merupakan salah satu masalah yang terjadi di Kabupaten
Pegunungan Arfak. Kriteria kawasan rawan banjir secara umum adalah:
(1) Daerah sepanjang sungai dengan ketinggian antara 0 sampai dengan 4
meter di atas permukaan air sungai; dan (2) Daerah dengan kemiringan di bawah
5%. Daerah yang dialiri sungai dengan sedimentasi tinggi di atas 20.000
m³/tahun. Sebagaimana kita ketahui bersama dan diberitakan oleh Harian
Cahaya Papua Edisi Senin Tanggal 18 April 2016 bahwa pada Hari Minggu 17
April 2016 terjadi bencana Longsor di Distrik Hink Kabupaten Pegaf yang
menelan korban hilang sebanyak 2 jiwa.
2.1.4. Demografi

Data demografi Kabupaten Pegaf yang utama dalam laporan ini meliuti:

jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, struktur penduduk, tingkat kepadatan

penduduk, ratio jenis kelamin, dan angka ketergantungan penduduk. Data jumlah

penduduk Kabupaten Pegaf dan distribusi menurut jenis kelamin dan kelompok

umur, yang dijadikan sebagai dasar analisis rasio jenis kelamin dan tingkat

ketergantungan penduduk, seperti pada tabel berikut:

Tabel II-16.
Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, Tahun 2015.

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Kelompok Jenis Kelamin Jumlah
Umur (thn)
Laki-laki Perempuan 2.742
1 0–4 2.930
2 5–9 1.370 1.372 2.905
3 10 – 14 2.321
4 15 -19 1.481 1.449 3.363
5 20 – 24 3.447
6 25 – 29 1.498 1.407 3.263
7 30 – 34 1.981
8 35 – 39 1.036 1.285 1.664
9 40 – 44 1.000
10 45 – 49 1.515 1.848

1.623 1.824

1.660 1.603

1.027 954

880 784

566 434

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-18

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

11 50 – 54 334 244 578
287
12 55 – 59 159 128 173

13 60 – 64 91 82 51
14
14 65 – 69 30 21 10
26.729
15 70 – 74 10 4

16 75+ 46

Jumlah 13.284 13.445

Sumber : Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2015.

Berdasarkan tabel di atas., bahwa jumlah penduduk Kabupaten Pegaf
adalah 26.729 jiwa dengan rincian laki-laki sebanyak 13.284 jiwa, dan
perempuan 13.445 jiwa. Berdasarkan tabel tersebut, nampak bahwa struktur
penduduk Kabupaten Pegaf termasuk dalam struktur penduduk muda, karena
masing-masing kelompok umur pada selang 20 – 34 tahun memiliki proporsi
terbanyak (>3.000 jiwa), diikuti kelompok umur antara 0 – 19 tahun (>2.000 jiwa);
sedangkan pada kelompok 35 – 64 tahun hanya berksar 1.900 jiwa - 173 jiwa
saja. Data kependudukan Kabupaten Pegaf di atas, dapat disajikan dalam
bentuk piramida penduduk, seperti pada gambar berikut.

Gambar II-3.
Piramida Penduduk Tahun 2013 di Kabupaten Pegunungan Arfak

Demografi

Kelompok Umur (Tahun) 75 + Perempuan
70 - 74 Laki-laki
65 -69 1000 0 1000 2000
60 - 64 3000
55 - 59
50 - 54
45 - 49
40 - 44
35 - 39
30 - 34
25 - 29
20 - 24
15 - 19
10 - 14

5-9
0-4

2000

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Sumber: Hasil Olahan dari BPS dan IPM Kabupaten Pegaf, 2013.

Dari segi angka ketergantungan penduduk (dependency ratio), hasil II-19
analisis tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah penduduk 0-14 tahun sebanyak
8.577 jiwa dan jumlah penduduk umur >64 tahun sebanyak 75 jiwa, sedangkan
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

jumlah penduduk umur 14 – 64 tahun sebanyak 18.077 jiwa, maka rasio
ketergantungan penduduk untuk Kabupaten Pegaf sebesar 47,86 atau 48.
Artinya, setiap 100 penduduk yang produktif secara ekonomi di Kabupaten Pegaf
harus menanggung 48 penduduk tidak produktif. Data kependudukan menurut
distrik mengenai jumlah penduduk menurut jenis kamin, luas wilayah, jumlah
rumah tangga, dan kepadatan penduduk disajikan pada tabel berikut.

Tabel II-17.
Data Luas Wilayah, Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Jumlah Tangga, dan

Kepadatan Penduduk Menurut Distrik , Tahun 2015.
Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik Luas Jenis Kelamin Jmlah Rmh Kepdatan
(km2) Laki2 Permp Tangga Penduduk

1 Sururey 407,44 1.340 1.442 2.782 969 6,83
480 9,39
2 Didohu 176,44 802 851 1.653 498 8,79
314 12,82
3 Anggi 256,80 1.140 1.116 2.256 299 7.14
226 23,68
4 Taige 112,13 722 716 1.438 2.014 20,82
1.818 16,58
5 Anggi Gida 199,41 686 738 1.424 491 5,56
217 1,77
6 Membey 49,58 589 585 1.174 7.326 96,40
7.326 9,64
7 Minyambow 335,70 3.490 3.500 6.990

8 Hingk 365,08 3.030 2.023 6.053

9 Catubow 373,72 1.049 1.030 2.079

10 Testega 497,82 436 444 880

Jumlah 2.773,74 13.284 13.445 26.729

Rata-rata 277,37 1.328 1.345 2.673

Sumber: Diolah dari Kabupaten Pegaf dalam Angka (2015).

Data tabel di atas menunjukkan bahwa luas Kabupaten Pegaf adalah
2.773,74 km2; sedangkan jumlah penduduk sebanyak 26.729 jiwa, sehingga
apabila jumlah penduduk tersebut didistribusi menurut luas wilayah, maka rata-
rata tingkat kepadatan penduduk (population dencity) adalah 9,64 orang (10 jiwa)
per km2. Terlihat bahwa Membey merupakan distrik dengan tingkat kepadatan
penduduk per luas wilayah paling tinggi (24 orang per km2), diikuti Distrik
Minyambouw (21 jiwa per km2); sedangkan distrik dengan tingkat kepadatan
penduduk terendah adalah Testega (2 jiwa per km2), diikuti Catubouw (6 jiwa per
km2).

Meskipun population dencity per distrik di Kabupaten Pegaf adalah
rendah, namun mencermati keadaan fisiografis wilayah yang masuk dalam
kategori extremly sleep (sangat curam), maka sesunguhnya jumlah penduduk
tiap distrik tersebut apabila didistribusikan menurut luas wilayah yang produktif
secara pertanian (arable land dencity), maka wilayah Kabupaten Pegaf termasuk

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-20

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

tingkat kepadatan tinggi, dimana distrik Membey merupakan yang terpadat,
diikuti Minyambouw, dan Testega

Dikaji dari segi rasio jenis kelamin (sex ratio) adalah 0,99, artinya setiap
100 penduduk perempuan, 99 orang di antaranya adalah laki-laki. Angka (rate)
ini menunjukkan keadaan yang seimbang antara jenis kelamin laki-laki dan
perempuan. Data kependudukan sebagaimana disajikan pada kedua tabel di
atas, dapat dibuat ringkasan indikator kependudukan seperti pada tabel berikut.

Tabel II-18. 2014
Indikator Kependudukan, Tahun 2015 26.729

Kabupaten Pegunungan Arfak 1,19
0,99
Uraian
1. Jumlah Penduduk (jiwa) 4
2. Pertumbuhan Penduduk (%)/tahun
3. Sex Ratio (rate) 8.577
4. Rata2 ART (jiwa/ruta) 18.077
5. Penduduk menurut kelompok umur (%)
75
0-14 (Tahun)
15-64 (Tahun)
65+ (Tahun)

Sumber: Diolah dari Kabupaten Pegaf dalam Angka (2015).

2.2. ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

2.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

1. Pertumbuhan PDRB

PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) merupakan salah satu indikator II-21
yang menggambarkan keadaan perekonomian daerah—termasuk Kabupaten
Pegaf. Nilai PDRB merupakan besaran yang menunjukkan hasil dari
perekonomian suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Nilai PDRB Kabupaten
Pegaf atas dasar harga berlaku tahun 2012 adalah sebesar 117,83 milyar rupiah
dan tahun 2013 meningkat menjadi 126,15 milyar rupiah; sedangkan PDRB atas
dasar harga konstannya pada tahun 2012 sebesar 51,7 milyar rupiah dan tahun
2013 sebesar 53,49 milyar rupiah (PRDB Kab Pegaf Menurut Lapangan Usaha,
2013). Data perkembangan PDRB Kabupaten Pegaf, disajikan pada tabel
berikut.

Tabel II-19.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Data perkembangan PDRB , Tahun 2013 (juta rupiah).
Kabupaten Pegunungan Arfak

Tahun PDRB ADHB PDRB ADHK 2000
2011 110.495,70 50.440,54
2012 117.828,28 51.695,32
2013 126.148,22 53.492,79

Sumber: PRDB Kab Pegaf Menurut Lapangan Usaha, 2013.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran keberhasilan

pembangunan di kabupaten Pegaf khususnya pembangunan bidang ekonomi.

Pertumbuhan yang positif menunjukkan adanya peningkatan perekonomian,

sebaliknya bila negatif menunjukkan terjadinya penurunan. Secara makro,

pertumbuhan ekonomi dilihat dari laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga

konstan. Penggunaan atas dasar harga konstan, didasarkan atas pengaruh

perubahan harga telah dikeluarkan sehingga hasil yang diperoleh hanya

mencerminkan kenaikan produksi barang dan jasa. Data Pertumbuhan ekonomi

Kabupaten Pegaf, tahun 2011-2013, disajikan pada tabel berikut:

Tabel II-20.
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2011-2013.

Kabupaten Pegunungan Arfak

Tahun ADHB ADHK 2000
(%) (%)
2011 7,61 2,92
2012 6,64 2,49
2013 7,06 3,48

Sumber: PRDB Kab Pegaf Menurut Lapangan Usaha, 2013.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pegaf cenderung menurun setiap

tahunnya. Hal ini disebabkan kabupaten ini belum memiliki sentra-sentra

perekonomian dan sumber perekonomian daerahnya hampir hanya berasal dari

sektor pertanian, dan itupun hanya dilakukan secara konvensional. Selama 3

tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pegaf berturut-turut sebesar

2,92% pada tahun 2011; 2,49% pada tahun 2012; dan 3,48% pada tahun 2013.

Angka ini tergolong kecil dan jauh dari pertumbuhan ekonomi yang mapan.

Butuh kerja keras untuk membangun perekonomian ke depan dan perlu adanya

pembangunan di segala sektor untuk meningkatkan level perekonomian

daerah, mengingat Kabupaten Pegaf masih tergolong kabupaten yang masih

tertinggal. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pegaf, disajikan pada Gambar

berikut.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-22

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-23

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Gambar II-4.
Laju Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2011-2013

Kabupaten Pegunungan Arfak.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2011-
2013

4,0% 3,48%

3,5% 2,92% 2,49%
3,0%

Proporsi (%) 2,5%

2,0% Pertumbuhan Ekonomi
1,5%

1,0%

0,5%

0,0%
Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

Sumber: Diolah dari PDRB Kabupaten Pegaf, Tahun 2013.

Bila dilihat pertumbuhan ekonomi secara lebih rinci menurut sektor, maka
akan terlihat kinerja dari masing-masing sektor ekonomi. Dari pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Pegaf sebesar 3,48% tahun 2013 yang mengalami
percepatan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya, ternyata jika dilihat

pertumbuhan per sektor ekonomi, maka terdapat perbedaan nilai pertumbuhan
pada masing-masing sektor. Data laju pertumbuhan sektoral Tahun 2013,
disajikan pada tabel berikut.

Tabel II-21.
Laju Pertumbuhan Sektoral Tahun 2013

Kabupaten Pegunungan Arfak

No. Sektor 2013 (%)
1 Pertanian 2,53
2 Pertambangan dan Penggalian 6,10
3 Industri Pengolahan -
4 Listrik, Gas, dan Air bersih 5,67
5 Konstruksi 5,62
6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 2,61
7 Pengangkutan dan Komunikasi -
8 Keuangan, Real Estate, dan J. Persh -
9 Jasa-jasa 6,51
3,48
PDRB

Sumber: PDRB Kabupaten Pegaf, 2015.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-24

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Sektor Pertanian pada tahu 2013 pertumbuhannya sebesar 2,53%.
Pertumbuhan agregat tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan sub
sektor tanaman pangan dan hortikultura yang pertumbuhannya sebesar 2,64%,
sub sektor tanaman perkebunan 1,43%, sub sektor peternakan 2,52%, sub
sektor kehutanan 2,63%, dan sub sektor perikanan 1,54%.

Sektor Pertambangan dan Galian tumbuh sebesar 6,10%. Angka ini
mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun
sebelumnya. Namun demikian, pertumbuhan sebesar 6,10% pada sektor ini jauh
lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pegaf.

Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih pada tahun 2013 secara rill
pertumbuhannya sebesar 5,67%. Pertumbuhan ini mengalami percepatan
dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,63%. Nilai sebesar 5,67% merupakan
pertumbuhan dari sub sektor listrik. Sektor konstruksi tahun 2013 tumbuh secara
riil sebesar 5,62%. Pertumbuhan tersebut lebih lambat jika dibandingkan
dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,80%.

Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restauran tumbuh secara riil sebesar
2,61%. Nilai persentasi ini hanya berasal dari sub sektor perdagangan saja,
karena sub sektor Hotel dan Restauran belum ada kegiatan usahanya di
Kabupaten Pegaf.

Sektor Jasa-Jasa pada tahun 2013 pertumbuhan sebesar 6,51% yang
terdiri dari sub sektor Pemerintahan Umum tumbuh sebesar 6,65% dan sub
sektor Jasa Swasta sebesar 4,09%.

Berdasarkan pertumbuhan ekonomi sektoral tahun 2013, terlihat bahwa
sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran, nilai
pertumbuhannya berada di bawah nilai pertumbuhan Kabupaten Pegaf. Hal ini
menunjukkan bahwa kedua sektor ini masih sangat lambat dan pergerakan
ekonominya, berbeda dengan sektor lain yang nilai pertumbuhannya jauh lebih
tinggi. Data pertumbuhan ekonomi menurut sektor di Kabupaten Pegaf, disajikan
pada Gambar II-5.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-25

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Gambar II-5..
Data pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor, Tahun 2013.

Kabupaten Pegunungan Arfak

Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Tahun 2013

7,00% 6,10% 5,67% 5,62% 6,51%
6,00%
5,00% 2,53% 2,61%
4,00% 0,00% 0,00%
3,00% 0,00%
2,00%
1,00%
0,00%

Sumber: PDRB Kabupaten Pegaf, 2015.

2. Laju Inflasi
Data dan informasi mengenai laju Inflasi Kabupaten Pegaf belum ada—hal

ini dimaklumi sebab kabupaten ini adalah baru. Namun mengacu ke Manokwari
sebagai ibukota kabupaten induk dari kabupaten Pegaf, bahwa berdasarkan data
yang dipublikasi oleh BPS Papua—oleh Kepala BPS Provinsi Papua, Ir. Didik
Koesbianto, M.Si—tanggal 6 Aperil 2015 bahwa secara nasional inflasi tertinggi
terjadi di Kabupaten Manokwari (0,84%), sedangkan inflasi terendah terjadi di
Kota Padang dan Kota Cilacap masing-masing 0,01%.

Faktor penentu inflasi sebagaimana dijelaskan di atas seperti Indeks Harga
Konsumen (IHK), maupun informasi mengenai laju inflasi untuk kabupaten
Manokwari, tim tidak mempunyai data.

3. Indeks Gini

Disparitas pembangunan antar wilayah di PEGAF masih tinggi. Disparitas
pembangunan merupakan kondisi yang selalu ada dalam proses pembangunan,
dimana pada tahap awal proses pembangunan disparitas selalu meningkat dan

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-26

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

selanjutnya akan cenderung menurun seiring dengan berjalannya proses
pembangunan (reverse “U” shape curve) pada Gambar II-6.

Gambar II-6.
Trend Nilai Index Williamson Tahun 2013 s.d. 2014

Kabupaten Pegunungan Arfak.

1

0,9 0,86
0,8

Index Williamson 0,7 PEGAF
Manokwari
0,6

0,5
0,4 0,37

0,3

0,2 0,12

0,1 0,05
0

2013 2014

Tahun

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Disparitas pembangunan secara horisontal (antar wilayah) ketika dihitung
menggunakan Index Williamson pada Gambar II-6 di atas, terlihat bahwa
ketimpangan pembangunan antar wilayah di PEGAF sangat tinggi dengan nilai
IW = 0,86 pada tahun 2014. Sedangkan untuk melihat disparitas pembangunan
secara vertikal (ketimpangan pendapatan antar kelompok masyarakat),
digunakan Index Gini, seperti pada Gambar II-7.

Gambar II-7 dibawah menunjukan bahwa nilai IG=0,43 berada pada
kategori ketimpangan sedang. Hal ini disebabkan karena sebagian besar
sumber pendapatan berasal dari sektor pertanian dengan akses pasar yang
rendah terutama pada wilayah terluar (winterland) dari Kabupaten Pegunungan
Arfak. Pembangunan wilayah strategis PEGAF kedepannya dilakukan dengan
melengkapi prasarana dan sarana pendukung pembangunan wilayah strategis.
Saat ini prasarana dan sarana yang tersedia belum representatif.

Tersedia peta rencana wilayah strategis, yang terdiri dari Kawasan II-27

Strategis Kepentingan Lingkungan Hidup, Kawasan Strategis Kepentingan

Perekonomian dan Kawasan Strategis Sosial Budaya. Kawasan strategis masih
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

dalam tahap perencanaan dengan melakukan kajian-kajian pendukung secara

konprehensif.

Gambar II-7.
Kurva Lorenz dan Nilai Index Gini, Tahun 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak.

% Kumulatif Pengeluaran 1 =, Kurva
0,9 Lorenz
0,8 0,2 0,4 0,6 0,8 Garis
0,7 % Kumulatif Penduduk Anggaran
0,6
0,5 1
0,4
0,3
0,2
0,1

0
0

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Potensi kawasan cepat tumbuh merupakan kawasan yang memiliki
potensi untuk berkembang karena dukungan sumberdaya dan letak geografis.
Penyediaan Prasarana dan sarana sangat dibutuhkan dalam meningkatkan nilai
tambah dan daya saing potensi unggulan daerah demi mendukung pertumbuhan
ekonomi di kawasan tersebut.

Wilayah tertinggal di PEGAF umumnya merupakan daerah hinterland
bagi Distrik Anggi dan Kabupaten Manokwari. Penanganan kawasan tertinggal
telah diupayakan dengan membangun jalan menghubungkan semua wilayah
distrik dengan ibu kota kabupaten, mengacu pada rencana struktur ruang
kabupaten PEGAF. Medan geografis yang cukup sulit menjadi hambatan utama
dalam pembangunan.

Sejalan dengan perencanaan pembangunan, upaya penanganan pusat- II-28

pusat kegiatan wilayah terus disinkronisasikan atas dasar Pusat Kegiatan Lokal

(PKL) di tingkat kabupaten, Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dengan skala

pelayanan distrik atau beberapa desa dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL)
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

berfungsi melayani kegiatan skala antar desa. Kajian secara konprehensif masih
terus dilakukan guna memetakan secara efektif dan efisien pusat-pusat kegiatan
tersebut.

Penanganan pusat-pusat kegiatan wilayah dimuat dalam rencana struktur
ruang Kabupaten PEGAF. Kajian secara komprehensif masih dilakukan oleh
pemerintah PEGAF dalam menentukan kesesuaian suatu kawasan sebagai
simpul pelayanan sosial ekonomi masyarakat mengacu pada kondisi existing
ditingkat PKL, PPK dan PPL.

Penerapan perencanaan partisipatif terus dilakukan dengan melibatkan
peran kelembagaan di tingkat masyarakat, kelembagaan agama dan
kelembagaan adat. Peran masyarakat secara partisipatif sangat mendukung
penerapan perencanaan pembangunan, potensi ini terlihat dari respon positif
masyarakat sebagai stakeholder pembangunan, bahwa masyarakat siap
berpartisipasi dalam setiap aktifitas pembangunan karena disadari bahwa tujuan
pemerintah adalah mensejahterahkan rakyatnya.

Sejalan dengan perencanaan pembangunan daerah, telah dan terus
diupayakan ketersediaan dokumen perencanaan yang telah di Perda-kan
sebagai payung hukum pelaksanaan pembangunan daerah. Karena merupakan
kabupaten pemekaran, DPRD PEGAF hingga saat ini belum dapat menjalankan
fungsi legislatifnya secara total karena minimnya prasarana dan sarana
penunjang.

Pelaksanaan Musrenbang sangat partisipatif dan aspiratif dengan kualitas
pelaksanaan yang baik karena dilakukan secara berjenjang dimulai dari
Musrenbang di tingkat kampung, Musrenbang di tingkat distrik dan Musrenbang
di tingkat kabupaten. Penyampaian aspirasi dalam pelaksanaan Musrenbang
belum dapat dieksekusi karena hingga saat ini belum terpilih kepada daerah
definitif.

2.2.2. Fokus Kesejahteraan Sosial

1. Pendidikan

Indikator penting pendidikan, terutama untuk pendidikan SD, SMP, dan
SMA/SMK adalah :

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-29

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Rasio Murid terhadap Sekolah dan Guru

Rasio murid terhadap sekolah dan guru di Kabupaten PEGAF selama
tahun 2015 disajikan pada tabel berikut.

Tabel II-22.

Indikator Penting Pendidikan, SD,SMP dan SMA/SMK, tahun 2015

Kabupaten Pegunngan Arfak.

No Uraian Jenjang Jumlah Jumlah Jumlah Rasio Murid Terhadap
Pendidikan Sekolah Guru Murid
Sekolah Guru

1 SD 49 179 5.702 1:116 1:4
1:118 1:2
2 SMP 8 19 943 1:92 1:14
1:10 1:2
3 SMA 2 28 184 1:80 1:3
-
4 PAUD 30 61 302 -

Jumlah 89 287 7.131

Rata-rata 22 72 1.783

Sumber: Hasil olahan dari data sekunder, 2015.

Tabel 2.22. menunjukkan bahwa rasio murid SD terhadap sekolah adalah

1:116. Dalam hal ini daya tampung tiap kelas adalah 16. Artinya tiap kelas dapat

menampung hanya 16 murid. Rasio guru terhadap murid adalah 1:4. Artinya tiap

guru mempunyai beban bimbingan adalah 4 orang. Beban ini dianggap ringan.

Dalam Tabel 2.22, tersirat bahwa daya tampung sekolah dan beban kerja

guru untuk tiap jenjang pendidikan adalah ringan.

1. Rata-rata lama sekolah penduduk di Kabupaten PEGAF yang dicatat

selama tahun 2013 adalah 8,09 tahun (setingkat SMP kelas II) (IPM

PEGAF, 2013). Tingkat pendidikan ini tergolong rendah.

2. Literacy (Membaca dan Menulis) huruf Latin. Menurut IPM PEGAF (2013)

Angka Melek Huruf adalah 74,89% adalah

3. Beban tanggungan guru SD adalah 1: 4 (ringan)

4. Beban tanggungan guru SMP adalah 1:2 (ringan)

5. Beban tanggungan guru SMA/SMK adalah 1:14 adalah ( ringan)

Angka Partisipasi Kasar (APK) penduduk dalam pendidikan disajikan

pada tabel berikut.

a. Angka Melek Huruf

Data perkembangan angka melek huruf tahun 2013 s.d tahun 2015
Kabupaten Pegaf disajikan pada tabel berikut.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-30

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Tabel II-23.
Perkembangan Angka Melek Huruf Tahun 2013 s.d 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

No Uraian 2013 2014 2015
0
1 Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun 0 11.090
yang bisa membaca dan menulis (jiwa) 0
61,13
2 Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas 0 18.142
(jiwa)

3 Angka melek huruf (%) 74,89

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Tabel di atas menunjukkan bahwa Angka Melek Huruf kabupaten Pegaf
Tahun 2015 adalah 61,13%, yang berarti bahwa dari setiap 100 penduduk
berusia >15 tahun, 63 orang diantaranya dapat membaca dan menulis,
sedangkan 27 orang sisanya tidak bisa membaca dan menulis. Kondisi Angka
Melek Huruf Kabupaten Pegaf Tahun 2013 adalah 74.89%, angka ini
menunjukkan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan Tahun 2015. Keadaan ini
dapat dimaklumi sebab data pada tahun tersebut masih merupakan data
gabungan antara kabupaten Pegaf dengan Manokwari sebagai kabupaten induk.

Data Angka Melek Huruf Kabupaten Pegaf periode 2013-2015 disajikan
seperti pada tabel berikut.

Tabel. II-24.
Angka Melek Huruf Menurut Distrik Tahun 2013 s.d 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

Jumlah penduduk

No Distrik diatas 15 tahun Jumlah penduduk Angka
yang bisa 15 tahun keastas melek
huruf.
membaca dan
0
menulis 0
0
1 Sururey 0 1.888 0
0
2 Didohu 00 0
0
3 Anggi 00 0
0
4 Taige 00 0
0
5 Aggi Gida 0 901 61,13

6 Membey 0 674

7 Minyambouw 0 3.417

8 Hingk 00

9 Catubouw 0 0

10 Testega 0 471

Jumlah 0 7.351

Kabupaten Pegaf

Sumber: Distrik Dalam Angka Kabupaten Pegunungan Arfak, 2013.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-31

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Tabel diatas menunjukkan bahwa Angka Melek Huruf untuk kabupaten
Pegaf adalah sebesar 61,13%, data ini diperoleh dari BPS Kabupaten Pegaf
Tahun 2015; sedangkan data junlah penduduk >15 tahun yang bisa membaca
dan menulis tidak tersedia baik di BPS dan DDA. Dengan demikian, tidak bisa
dilakukan penghitungan mengenai Angka Melek Huruf menurut distrik di
kabupaten Pegaf.

Berdasarkan data yang dihimpun dan dianalisis dari beberapa sumber,
yakni Distrik Dalam Angka, BPS Kabupaten Pegaf tahun 2014, dan Tim UNIPA
Tahun 2015, dapat dihasilkan data komposit indeks pendidikan kabupaten Pegaf
Tahun 2013, seperti pada tabel berikut.

Tabel II-25
Data komposit indeks pendidikan, Tahun 2013

Kabupaten Pegunungan Arfak

Indikator Tahun
1 Angka Melek Huruf (%) 74,89
2 Indeks Melek Huruf 74,89
3 Rata-rata Lama Sekolah (thn) 8,09
4 Indek Rata-rata Lama Sekolah 53,94
5 Indeks Pendidikan 67,91

Sumber: IPM dan Statistik Kabupaten Pegaf (2013).

Di bidang pendidikan, ada beberapa indikator yang mencerminkan
kualitas dasar dari pendidikan. Kualitas pendidikan yang digunakan sebagai
standar Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yakni Angka Melek Huruf (literacy
rate-AMH), rata-rata lama sekolah (Mean Years of Schooling-MYS), dan Angka
Partisipasi Murni (Net Enrolment Rate-APM). Secara umum, Indeks Pendidikan
di Kabupaten Pegaf—yang merupakan indeks komposit dari Indeks Melek Huruf
dan Indeks Rata-rata Lama Sekolah) masih tergolong cukup rendah. Data
komposit indiek pendidikan kabupaten Pegaf, disajikan pada Tabel II-24..

Secara umum dapat dijelaskan bahwa data komposit Indeks Pendidikan
Kabupaten Pegaf sebagaimana disajikan di atas, berada terrendah ketiga
setelah kabupaten Tambrauw dan Manokwari Selatan dari 13 kabupaten/Kota di
wilayah Provinsi Papua Barat. Secara spesifik, dapat dijelaskan bahwa Angka
Melek Huruf Kabupaten Pegaf merupakan yang terendah di Provinsi Papua
Barat, rata-rata lama sekolah berada pada posisi keenam terendah setelah
Kabupaten Tambrauw, Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Raja
Ampat.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-32

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Kesehatan

Data IPM Kabupaten Pegaf Tahun 2013 menunjukkan bahwa Angka
Harapan Hidup Kabupaten Pegaf adalah 71,47 tertinggi nomor 2 setelah Kota
Sorong (72,80 tahun); Indeks Kesehatan/Harapan Hidup Kabupaten Pegaf
adalah 77,45 tahun tertinggi kedua setelah Kota Sorong (79,67 tahun),
sedangkan Provinisi Papua Barat (73,56 tahun). Informasi tentang Angka
Kematian Bayi/Infant Mortality Rate (IMR) di Kabupaten Pegaf belum dapat
diperoleh mengingat merupakan kabupaten baru, namun satu-satunya data
yang tersedia diperoleh dari perkiraan angka kematian bayi hasil input angka
harapan hidup Kabupaten Pegaf Tahun 2013 pada Program Mortpack (IPM
Pegaf, 2013), bahwa diperkirakan IMR di Kabupaten Pegaf pada tahun yang
sama adalah 23,70 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini jauh lebih rendah dari
perkiraan IMR provinsi Papua Barat, yakni 31,87 per 1.000 kelahiran hidup, dan
satu tingka lebih rendah dari IMR Kota Sorong (19,37 per 1.000 kelahiran hidup).

Deskripsi sistem kesehatan di Kabupaten PEGAF dilakukan menurut
sistem kesehatan tradisional, sistem kesehatan modern, pelayanan kesehatan,
lingkungan kesehatan dan perilaku kesehatan. Sistem kesehatan masa lampau
dimaksudkan sebagai sistem kesehatan tradisional. Ketika itu, belum ada
pemerintah sehingga belum dikenal sistem kesehatan modern. Ketika itu, sudah
tentu laju perkembangan penyakit tidak dapat dikendalikan.Akibatnya angka
kematian cenderung lebih tinggi daripada angka kelahiran.

Pada waktu itu, jika seorang sakit, menurut mayoritas informan kunci
bahwa penyebab kesakitan itu karena perbuatan orang lain (manusia hidup lain
atau mereka menyebut suanggi) dan roh orang mati. Selain itu, minoritas
informan kunci berpandangan bahwa kesakitan itu disebabkan karena
lingkungan di sekitar rumah yang kotor.

Pelayanan kesehatan modern bagi masyarakat mulai dilakukan apa
adanya oleh misionaris tersebut. Tidak jelas proses pelayanan kesehatan
dilakukan, pelaku kesehatan pertama di Pegunungan Arfak. Informasi pelayanan
kesehatan yang telah dilakukan di Pdt. Juli Miller di Minyambouw dan sekitarnya,
ketika Injil dikabarkan belum terungkap.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-33

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Pembangunan sarana/prasarana kesehatan di Pegunungan Arfak, dan
pelaporan jenis-jenis penyakit, angka kelahiran, angka kematian, dan lain- lain,
juga belum terungkap.

Peristiwa kesakitan menimbulkan persepsi dan sikap/perilaku masyarakat
yang berbeda-beda. Mayoritas informan kunci, mengatakan penyebab penyakit
berasal dari lingkungan yang kotor. Sebagian kecil informan kunci mengatakan
bahwa penyebab kesakitan adalah kekurangan gizi sebagai akibat kerja keras
tanpa istirahat yang baik. Ada juga yang berpendapat bahwa penyebab
kesakitan adalah perbuatan manusia “berilmu “adat Arfak”.

Perilaku kesehatan masyarakat Arfak pada saat sekarang dapat diamati
dari perilaku pengolahan minum air, adanya makanan pantangan, cara
memasak makanan dan kaitannya dengan nilai gizi dan pemberian air susu ibu
pertama kepada bayi.

Mayoritas informan kunci mengatakan bahwa minum air tanpa direbus
terlebih dahulu akan menyebabkan penyakit. Hanya sebagian kecil informan
kunci mengatakan minum air tanpa direbus terlebih dahulu tidak menybabkan
penyakit. Kedua pendapat ini berpotensi merugikan. Oleh sebab itu, perlu
diberikan penyuluhan bahwa air minum harus direbus terlebih dahulu sebelum
diminum, sebab kuman penyakit yang sangat kecil tidak bisa dilihat dengan
mata telanjang ada dalam air sehingga jika diminum akan menyebabkan
penyakit diare.

Ibu rumah tangga di Kabupaten PEGAF menyadari pentingnya perawatan
kesehatan bayi/anaknya. Tindakan yang mereka lakukan adalah ketika ibu atau
bayi mau tidur atau ditidurkan harus menggunakan kelambu untuk mencegah
gigitan nyamuk. Makanan yang mereka berikan kepada bayi sampai umur 2
tahun adalah ASI dan bubur saring yang terbuat dari nasi, keladi dan sayur
bayam, pisang, ikan, dan betatas. Kadang-kadang mereka memberikan papeda,
nasi, sayur, dan pisang. Makanan tambahan tersebut diberikan dengan
frekuensi 2-3 kali per hari atau rata-rata 3 kali per hari.Dalam satu hari bayi/anak
dimandikan 2-3 kali atau rata-rata 2,5 kali/hari.

Ibu rumah tangga di Kabupaten PEGAF telah memanfaatan fasilitas
kesehatan yang tersedia dengan baik. Hal ini nampak dari pengakuan informan

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-34

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

kunci yang telah memanfaatan fasilitas kesehatan dengan baik bagi keluarganya.
Pemberian obat kepada pasien diminum dengan baik pula.

Berdasarkan data kuantitaif maupun kualitatif sebagaimana diutarakan di
atas, dapat disajikan data komposit IPM kabupaten Pegaf yang didalamnya
mencakup Angka Harapan Hidup (thn), Angka Melek Huruf (%), Rata-rata Lama
Sekolah (thn), dan Pengeluaran Riil Per Kapita (ribu rupiah), seperti pada tabel
berikut.

Tabel II-26.
Komposit IPM Tahun 2013
Kabupaten Pegunungan Arfak

Indikator Nilia
1 Angka Harapan Hidup (thn) 71,47
2 Angka Melek Huruf (%) 74,89
3 Rata-rata Lama Sekolah (thn) 8,09
4 Pengeluaran Riil Per Kapita (ribu rupiah) 565,41
Sumber: IPM dan Statistik Kabupaten Pegaf (2013).

Gambar II-8.
Indeks Komponen IPM, Tahun 2013

Kabupaten Pegunungan Arfak

74,89 77,45
80
70 53,94 47,47
60
Proporsi (%) 50
40
30 Indeks lama Indeks harapan Indeks daya beli
20 sekolah hidup
10

0
Indeks Melek
Huruf

Sumber: IPM Kabupaten Pegaf, 2013.
Ketenagakerjaan

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-35

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Secara teoritis bahwa pengangguran terbuka merupakan penduduk usia
kerja yang sedang mempersiapkan usaha atau telah bekerja tapi dalam
seminggu yang lalu sementara tidak bekerja, misal karena sakit, cuti, dan
sebagainya. Data BPS Kabupaten Pegaf menunjukkan bahwa jumlah penduduk
usia kerja (15-64 tahun) sebanyak 18.077 jiwa, sedangkan jumlah penduduk usia
non-produktif sebanyak 8.625 jiwa. Namun belum ada data yang bersumber dari
Dinas Kependudukan dan Catatatan Sipil maupun instansi lain yang
memungkinkan informasi melakukan analisis sesuai definisi yakni banyaknya
penduduk yang sedang memperisapkan usaha atan telah bekerja tetapi dalam
seminggu yang lalu sementara tidak bekerja, misal karena sakit, cuti, dan
sebagainya.

Jumlah pekerja formal pedesaan/perkotaan, yakni setiap pekerja baik
pada sektor formal maupun non-formal, dimana dari output yang dihasilkan oleh
setiap pekerja pada unit kerja tertentu yang memberikan sumbangsih kepada
PDRB. Berdasarkan definisi tersebut, tidak ada data dan informasi dari instansi
terkait yang dapat memungkinkan tim untuk dapat menganalisisnya.

Jumlah pekerja pada lapangan kerja kurang produktif di sini berkaitan
dengan kontribusinya terhadap PDRB maupun terhadap pendapatan per kapita.
Berdasarkan defini tersebut, dapat dikatakan bahwa tidak ada data mengenai
pekerja pada sektor formal, namun dari sisi besar penduduk yang
menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, berdasarkan hasil analisis, ±
82,26% penduduk Kabupaten Pegaf menggantungkan hidupnya pada sektor
pertanian, dengan demikan 14.870 jiwa penduduk usia produktif yang
menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, dapat diklaim sebagai bekerja
pada lapangan kerja kurang produktif.

Tingkat kesempatan kerja, merupakan tingkat ketersediaan jenis
pekerjaan (baik sektor formal maupun informal) tingkat tersedianya kesempatan
bagi para pencari kerja pada usia kerja untuk terlibat secara penuh dalam
pekerjaan-perkerjaan tersebut. Lagi-lagi tidak tersedia data yang diperlukan
untuk keperluan analisis tingkat kesempatan kerja.

Kapasitas balai latihan kerja, proporsi tenaga kerja Indonesia terdidik di II-36
Kabupaten Pegaf, dan jumlah kasus pelanggaran/penyimpangan regulasi
ketenagakerjaan juga tidak ada data. Oleh karena Pegaf merupakan kabupaten
baru, sehingga belum mempunyai balai latihan kerja (baik bangunan/instalasi
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

fisik maupun kelembagaannya), demikian pula data mengenai proporsi tenaga
kerja terdidik, dan jumlah kasus pelanggaran/penyimpangan regulasi
ketenagakerjaan juga belum ada.

Identifikasi permasalahan yang dihadapi di bidang ini, antara lain:
(1) Belum tersedianya data-data mengenai pengangguran terbuka, pekerja
formal pedesaan/perkotaan, jumlah pekerja pada berbagai lapangan pekerjaan,
tingkat kesempatan, tingkat kesempatan kerja, proporsi tenaga kerja terdidik
perlu dilakukan oleh instansi yang berkompeten; (2) Belum masksimal dilakukan
sosialisasi mengenai berbagai produk peraturan pemerintah yang berkaitan
dengan ketenagakerjaan; (3) Belum ada Perda yang berhubungan dengan
ketenagakerjaan untuk Kabupaten Pegaf; dan (4) Belum adanya Balai Latihan
Kerja (BLK) untuk menjawab kebutuan kabupaten.

Analisis kebutuhan pembangunan bidang ketenagakerjaan, di sini
meliputi: (1) Perlu pelatihan kepada staff instansi tenaga kerja untuk
mempersiapkan tenaga untuk melakukan pendataan berkaitan dengan tanaga
kerja, kesempatan kerja, pengangguran, dll sesuai format yang berlaku secara
nasional bahkan diupayakan untuk dipublis secara on-line; (2) Perlu ada
disosialisasikan mengenai berbagai produk perundang-undangan yang
berhubungan dengan ketenagakerjaan; (3) Ke depan, perlu dipikirkan dan bila
diperlukan maka didirikan BLK untuk melatih tenaga penduduk usia produktif
yang ada agar terampil guna menjawab kebutuhan pembangunan di Kabupaten
Pegaf.

2.2.3. Fokus Seni Budaya dan Olahraga

Pemuda Dan Olahraga

Jumlah pemuda di Kabupaten Arfak yang berumur 15-19 dan 20-29
tahun diperhitungkan sebanyak 981 orang (PEGAF Dalam Angka,2013). Para
pemuda tersebut tersebar di 10 Distrik dalam wilayah Kabupaten Pegunungan
Arfak. Mereka berpotensi sebagai tenaga kerja lokal. Dari jumlah pemuda
tersebut sekitar 43 orang adalah pelajar SMP dan SMA. Mereka dipastikan
memiliki bakat dalam bidang seni budaya dan olahraga, namun belum
dikembangkan.

Kabupaten Pegunungan Arfak sebagai DOB belum dibentuk organisasi
pemuda seperti KNPI. Diharapkan pada waktu mendatang pembangunan

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-37

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

pemuda dalam cabang olahraga seperti cabang futsal, volley, bulu tangkis,
karate, taekwaondo, tenis meja, team basket, team sepak bola, tinju, lari
marathon, lari seratus meter, dan lain sebagainya.

Namun, potensi tersebut belum dikembangkan. Kegiatan Olahraga dan
kesenian dikembangkan secara terbatas di sekolah- sekolah. Dampak negatif
dalam pembangunan adalah apabila pemuda tidak dilibatkan dalam berbagai
kegiatan olahraga akan menimbulkan kerawanan sosial. Permasalahan pemuda
dan Olahraga serta kebutuhannya adalah sebagai berikut:

a. Belum ada organisasi kepemudaan dan olahraga
b. Belum ada sarana/prasarana olahraga
c. Tidak ada pendanaan khusus untuk pembinaan organisasi kepemudaan.

Budaya

Sub sektor budaya dapat menjadi peluang yang menjanjikan untuk
mendukung sektor pariwisata dalam peningkatan perekonomian masyarakat
serta dapat meningkatkan pendapatan daerah. Namun belum dikelola
potensinya secara baik. Sektor pariwisata dan budaya kabupaten Pegunungan
Arfak belum memberikan kontribusi PDRB

Menurut PEGAF Dalam Angka (2013), obyek wisata di Kabupaten
Pegunungan Arfak terdapat di distrik Anggi,Sururey dan Minyambouw. Potensi
wisata di distrik Anggi berupa obyek wisata alam dan budaya, sedangkan obyek
wisata di distrik Sururey dan Minyambouw, masing-masing memiliki obyek wisata
budaya dan sejarah. Secara terinci, Objek wisata di kabupaten Pegunungan
Arfak tersebut dari tahun 2013 sampai dengan 2015 berjumlah 9 (sembilan)
objek wisata, yang terdiri dari : 4 (empat) objek wisata alam, 2 (dua) objek wisata
budaya dan seni, dan 3 (tiga) objek wisata air.

Jumlah wisatawan dalam negeri dan luar negeri yang datang berkunjung
di 9 (sembilan) objek wisata di kabupaten Pegunungan Arfak tersebut selama
tahun 2013 sampai tahun 2015 mengalami peningkatan dan kemajuan terutama
wisata alam, banyak wisatawan berkunjung melihat burung cenderawasih,
burung pintar, gua, gunung, daya tarik objek wisata tirta (wisata air) juga
mengalami peningkatan terutama wisata danau anggi gida dan anggi gidi. Hal ini
ditunjukkan dengan penyelenggaraan event festival arfak danau anggi, pada
festival ini juga menampilkan seni budaya asli daerah arfak ditunjukkan melalui
group tari, tari-tarian adat setempat, dansa ular (tumbuk tanah), wisatawan yang

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-38

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

datang sebagian besar melalui manokwari belum terdata dan tertata dengan
baik.

Selain itu, Pegunungan Arfak merupakan destinasi yang sangat unik dan
menarik, bagian pemasaran pariwisata telah melakukan beberapa promosi
pariwisata melalui media cetak, elektronik dan media sosial.Membangun
kemitraan dengan cara membuka peluang (memberi kesempatan) kepada
investor untuk membangun infrastruktur pariwisata, seperti : hotel, penginapan,
travel, restaurant, serta membangun pondok-pondok singgah di 9 (sembilan)
objek wisata yang ada.

Berdasarkan uraian tersebut dideskripsi permasalahan wisata dan
kebutuhannya yang meliputi:

a. Potensi wisata belum dimanfaatkan secara maksimal
b. Deskripsi obyek wisata yang tersebar di Pegaf.
c. Kurang tenaga professional di dinas dan pengelola budaya dan pariwisata
d. Dukungan pendanaan yang kurang.

2.3. ASPEK PELAYANAN UMUM

2.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib

1. Pendidikan

Di Kabupaten PEGAF sudah didirikan dan dikelola PAUD. Sampai saat
ini, jumlah PAUD sebanyak 30 unit, yang menyebar di distrik Sururey (1 unit),
Didohu (2 unit), Anggi (1 unit), Taige (2 unit), Anggi Gida (4 unit), Membey
(1 unit), Minyambouw (10 unit) dan Hingk (9 unit). Distrik-distrik yang lain belum
didirikan PAUD. Sampai saat ini belum ada Sekolah Taman Kanak Kanak (STK)
di Kabupaten PEGAF.

Jumlah sarana pendidikan dasar di Kabupaten PEGAF pada tahun 2015
disajikan pada Tabel II-26.
a. Angka Partisipasi Sekolah

Tingkat pratisipasi sekolah adalah parameter penting untuk mengukur
kinerja pembangunan bidang pendidikan. Angka partisipasi sekolah dapat di lihat
pada tabel berikut.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-39

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Tabel II-27.
Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun 2013-2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

No. Jenjang Pendidikan 2013 2014 2015

1 SD 0

1.1 jumlah murid 7-12 tahun 00 0
121.95
jumlah penduduk kelompok usia 7-
0
1.2. 12 tahun 00
0
1.3 APK SD/MI 00 53.55

2 SMP/MTs

2.1 Jumlah murid usia 13-15 tahun 0 0

Jumlah penduduk kelompok usia

2.2. 13-15 tahun 00

2.3 APK SMP/MTs 00

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Tabel diatas menjelaskan bahwa angka partisipasi sekolah untuk tingkat

sekolah dasar pada tahun 2015 adalah 125.95, yang artinya bahwa dari 1000

penduduk anak usia sekolah (SD) 121 orang diantaranya ikut berpartisipasi

dalam pendidikan sekolah dasar. Mayoritas anak usia sekolah belum

berpartisipasi dalam pendidikan. Sama halnya juga dengan usia anak sekolah

SMP yang hanya asebesar 53.55 orang.

Tabel II-28.
Angka partisipasi kasar Sekolah (APK) Tahun 2013-2015

Kabupaten Pegunungan Arfak

SD/MI SMP
Jumlah
jumlah Jumlah penduduk
kelompok
No Distrik Jumlah penduduk APK murid usia 13- APK
murid usia kelompok SD/MI usia 13- 15 tahun SMP/MTs
7-12 tahun usia 7-12
15 0 0
0 0
tahun tahun 0 0
0 0
1 Sururey 0 0 00 0 0
0 0
2 Didohu 0 0 00 0 0
0 0
3 Anggi 0 0 00 0 0
0 0
4 Taige 0 0 00 53.55

5 Aggi Gida 0 0 00

6 Membey 0 0 00

7 Minyambouw 0 0 00

8 Hingk 0 0 00

9 Catubouw 0 0 00

10 Testega 0 0 00

Jumlah 121.95

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Angka partisipasi sekolah untuk SD dan SMP pada tingkat distrik (Tabel II-27)

belum bisa dihitung karena tidak tersedia data yang memadai/cukup.

Data ketersediaan fasilitas sekolah menurut penduduk usia sekolah, di

kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut: II-40
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Tabel II-29

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah

Kabupaten Pegunungan Arfak

No. Jenjang Pendidikan 2013 2014 2015

1 SD 0
0
1.1 Jumlah gedung sekolah 0 49 0

1.2 jumlah penduduk kelompok usia 7-12 0 0 0
0
1.3 Rasio 00 0

2 SMP

2.1 Jumlah gedung sekolah 08

2.2 jumlah penduduk kelompok usia 13-15 0 0

2.3 Rasio 00

Sumber: Kabupaten Pegaf Dalam Angka 2014.

Dari data tabel di atas dapat dijelaskan bahwa fasilitas gedung sekolah

baik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama belum tersedia secara

merata. Dengan demikian, diharapkan bahwa selama 5 tahun kepemimpinan

Bupati dan Wakil Bupati, dapat tersedia fasilitas dimaksud secara merata

sehingga dapat terjangkau.

Data ketersediaan fasilitas sekolah menurut distrik, di kabupaten

Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

Tabel II-30

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Menurut Distrik

Kabupaten Pegunungan Arfak

SD/MI SMP

jumlah Jumlah

No Distrik Jumlah penduduk Rasio Jumlah penduduk Rasio
gedung kelompok Gedung kelompok

sekolah usia 7-12 Sekolah usia 13-

tahun 15 tahun

1 Sururey 400100

2 Didohu 800100

3 Anggi 40010

4 Taige 400100

5 Aggi Gida 300000

6 Membey 200000

7 Minyambouw 900100

8 Hingk 900100

9 Catubouw 400100

10 Testega 200100

Jumlah 49 8

Sumber: Kabupaten Pegaf Dalam Angka 2014.

Tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rat di setiap distrik memiliki empat

unit gedung sekolah yang dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar di

tingkat SD, sedangkan di tingkat SMP rata-rat hanya memiliki satu unit gedung

sekolah. Berdasarkan identifikasi permasalahan dan analisis kebutuhan dapat

disampaikan bahwa perlu dilakukan identifikasi kebutuhan gedung-gedung II-41
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

sekolah mulai dari SD sampai dengan SMP dan direncakan untuk
pengadaannya.

Data jumlah guru dan murid sekolah, di kabupaten Pegunungan Arfak
disajikan pada tabel berikut:

Tabel II-31
Jumlah guru dan murid di Kabupaten Pegunungan Arfak

No Jenjang 2013 2014 2015

1 SD

1.1 Jumlah guru 0 186 0

1.2 Jumlah murid 0 5702 0

1.3 Rasio 0 3.26 2.73

2 SMP

2.1 Jumlah guru 0 68 0

2.2 Jumlah murid 0 943 0

2.3 Rasio 0 7.21 3.48

Sumber: Kabupaten Kabupaten Pegaf, 2014; BPS Kabupaten Manokwari, 2015

Tabel di atas menunjukkan bahwa rasio guru terhadap murid pada tahun

2014 sebesar 3.26 yang artinya bahwa satu orang guru dapat melayani tiga

orang murid, sedangkan pada tahun 2015 angka rasio turun menjadi 2.73 (3),

yang juga berarti bahwa satu orang guru melayani tiga orang murid. Rasio ini

menunjukkan bahwa jumlah guru yang ada baru melayani sedikit murid (rasio

ideal adalah 1 orag guru melayani 26 orang murid).

Selanjutnya rasio guru dan murid untuk jenjang SMP pada tahun 2014 adalah

7.21, artinya satu orang guru melayani 7 orang murid, sedangkan pada tahun

2015 turun jauh menjadi 3.48.

Data jumlah guru dan murid menurut distrik pada jenjang pendidikan

dasar di kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

TabeL II-32.

Jumlah guru dan murid jenjang pendidikan Dasar

Kabupaten Pegunungan Arfak

SD SMP

No Distrik Jumlah Jumlah Rasio Jumlah Jumlah Rasio
guru murid guru murid
0
1 Sururey 19 628 3.03 0 0 0
10.79137
2 Didohu 27 1166 2.32 0 0 0
0
3 Anggi 21 696 3.02 15 139 0
8.89
4 Taige 17 797 2.13 0 0

5 Aggi Gida 8 170 4.71 0 0

6 Membey 5 148 3.38 0 0

7 Minyambouw 46 1218 3.78 4 45

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-42

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

8 Hingk 19 381 4.99 0 0 0
0 0
9 Catubouw 9 270 3.33 0 0 0
1342 5.07
10 Testega 8 228 3.51 0

Jumlah 179 5702 3.14 68

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Tabel di atas menunjukkan bahwa distrik dengan jumlah guru terbanyak

adalah distrik Minyambouw diikuti oleh distrik Didohu dan Anggi; sedangkan

distrik dengan jumlah murid paling sedikit adalah Membey, diikuti oleh Testega

dan Anggi Gida serta Catubouw. Untuk jumlah guru SMP terbnayak adalah pada

distrik Anggi sebanyak 15 orang.

Data jumlah sarana pendidikan di kabupaten Pegunungan Arfak disajikan

pada tabel berikut:

Tabel II-33.
Jumlah Sarana Pendidikan di Kabupaten Pegunungan Arfak, Tahun 2015.

No. Distrik PAUD STK SD SMP SMU SMK
1
1 Sururey 1 41
1
2 Didohu 2 81 3

3 Anggi 1 41 23

4 Taige 2 41

5 Anggi Gida 4 3

6 Membey 1 2

7 Minyambouw 10 91

8 Hingk 9 91

9 Catubouw 41

10 Testega 21

Jumlah 30 0 49 8

Sumber: Kabupaten Manokwari Dalam Angka Tahun 2013.

Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah sarana pendidikan dasar di
Kabupaten PEGAF adalah 49 unit, yang menyebar di distrik Sururey (4 unit),
Didohu (8 unit), Anggi (4 unit), Taige (4 unit), Anggi Gida (4 unit), Membey (1
unit), Minyambouw (9 unit), Hingk (9 unit), Catubouw (4 unit) dan Testega (2
unit).

Jumlah peserta didik dan tenaga pendidikan di Kabupaten PEGAF tahun
2015 di Kabupaten PEGAF tahun 2015 disajikan pada tabel berikut:

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-43

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Tabel II-35.
Jumlah Peserta Didik dan Tenaga Pendidikan, Tahun 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak.

No. Distrik PAUD SD SMP SMU SMK

Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru

1 Sururey 29 2 628 19 104 1

2 Didohu 53 2 1166 27 97 2

3 Anggi 26 2 696 21 175 5 139 15

4 Taige 52 7 797 17 62 5

5 Anggi Gida 82 8 170 8 118 2

6 Membey 17 2 148 5

7 Minyambouw 17 20 1218 46 190 6 45 4

8 Hingk 26 18 381 19 103 2

9 Catubouw 270 9 74 2

10 Testega 228 8 20 3

Jumlah 302 61 5702 179 943 28 184 19 0 0

Sumber: Kabupaten Manokwari Dalam Angka Tahun 2013.

Data menunjukkan bahwa jumlah murid pada sarana pendidikan di
Kabupaten Pegaf, sebagai berikut: jumlah murid PAUD adalah 302 orang, SD
5.702 orang, SMP sebanyak 943 orang, SMU sebanyak 184 orang, dan SMK
belum ada data.

Deskripsi umum keadaan dan permasalahan pendidikan SD di Kabupaten
PEGAF disajikan pada uraian berikut: Sekolah Dasar di Kabupaten PEGAF
didominasi SD berstatus swasta (YPPGI), yang menyebar pada 11 Distrik yaitu
Sururey, Dedohu, Anggi, Taige, Anggi Gida, Membey, Minyambouw, Hingk, dan
Catubouw. Guru-guru bekerja apa adanya karena situasi lingkungan dan sosial
budaya yang belum cukup mendukung semangat kerja. Fasilitas pendidikan dan
fasilitas perumahan bagi guru terbatas. Jumlah murid tiap kelas kurang dari 20
orang murid. Dengan demikian guru untuk membimbing siswa secara
matematika relatif ringan. Semangat murid yang berpendidikan cukup baik.
Disiplin murid mengikuti pendidikan cukup baik. Tidak ada komite sekolah. Orang
tua berpandangan bahwa tiap tahun anak mereka harus naik kelas. Jika anak
mereka tidak naik kelas, mereka mengancam, bahkan merusak sarana
pendidikan. Itulah salah satu sebab rendahnya mutu pendidikan pada SD di
Kabupaten PEGAF.

Permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten PEGAF yang dapat II-44
diidentifikasi adalah sebagai berikut: (1) Fasilitas pendidikan masih terbatas; (2)
Displin guru berkarya belum sesuai harapan karena pengaruh berbagai hal
seperti terbatasnya jumlah dan kualitas rumah yang mendukung kinerja di daerah
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

dingin ini; Selain dari itu, di di desa–desa belum tersedia semua kebutuhan
hidup sehari-hari; (3) Banyak guru yang tidak betah atau tidak aktif mengajar
karena hak-hak mereka sering kurang lancar diurusnya; (4) Tidak ada
penerangan pada siang dan malam hari; (5) Banyak murid belum bisa membaca
dan mengitung; (6) Tunjangan sertifikasi dan daerah terpencil dinyatakan guru
sebagai hak mereka yang belum pernah dinikmati mereka; (7) Kekurangan
tenaga pengajar (guru) dirasakan untuk pelajaran IPA, biologi, bahasa inggris,
kimia dan fisika; (8) Kemampuan akademik siswa lambat; (9) Orangtua pasti
mengamuk kepara guru kalau anak mereka tidak naik kelas: (10) Guru yang aktif
mengajar hanya 4 orang (1 guru dari Yayasan Indonesia cerdas, 3 guru honor
daerah).

Penyebaran pendidikan SMP dan SMA/SMK di Kabupaten PEGAF pada
tahun 2015 adalah bahwa SMP sebanyak 8 unit dan SMU sebanyak 2 unit serta
SMK 3 unit. Peserta didik SMP berjumlah 943 siswa dan jumlah tenaga
pendidiknya sebanyak 28 orang, untuk SMU jumlah siswa sebanyak 184 dengan
tenaga pendidik sebanyak 19 orang, sedangkan SMK tidak ada siswa dan
tenaga pendidik, sementara sarananya sudah terdapat 3 unit.

Deskripsi Umum keadaan pendidikan dan permasalahan serta kebutuhan
pendidikan SMP di Kabupaten PEGAF adalah sebagai berikut: bahwa di
Kabupaten Pegaf terdapat beberapa SMP. Satu di antaranya adalah SMP Negeri
04 Anggi yang berkedudukan di Irai, ibu kota Kabupaten Pegaf. SMP ini
merupakan SMP Negeri pertama dan utama di Anggi sebelum pemekaran
Kabupaten Manokwari menjadi Kabupaten Pegaf.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung aktif. Setiap hari dari pukul 08.00
pagi sampai pukul 12.00 siang dengan 1 kali istirahat. Sekolah ini terdiri dari 3
kelas, yaitu kelas I, II dan III. Siswa SMP 04 Anggi selain berasal dari Distrik
Anggi sendiri juga ada yang berasal dari luar Anggi seperti Distrik Taige, Distrik
Testega, dan Kampung Suitebey. Siswa yang berasal dari luar Distrik Anggi
menuju ke sekolah dengan berjalan kaki.

Fasilitas pendidikan yang terdiri dari alat-alat praktikum laboratorium
bantuan Pemda, cukup membanggakan, namun alat-alat laboratorium tersebut
belum bisa digunakan karena tidak ada guru yang mampu menggunakan
peralatan tersebut sesuai kompetensinya.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-45

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Kesadaran siswa untuk belajar cukup baik terlihat dari proses belajar aktif
yang berlangsung setiap saat. Tiap kelas terdiri dari 20 orang siswa. Kebanyakan
siswa adalah perempuan. Mayoritas siswa beragama Kristen, hanya 1 siswa
Islam.

Selain itu, siswa juga aktif melakukan kegiatan olahraga bola voli dan
sepak bola di halaman sekolah. Namun hal ini tidak didukung dengan adanya
kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Selain itu, salah satu hal yang mendorong
siswa aktif bersekolah adalah tidak ada uang SPP yang dibebankan kepada
siswa. Siswa hanya dibebankan uang pendaftaran sebesar Rp. 1.000.000,00
yang dapat dicicil sesuai kemampuan orangtua siswa. Uang tersebut digunakan
untuk membeli pakaian seragam putih biru, baju olahraga dan seragam batik
siswa. SMP 04 Anggi menerima dana BOS yang dibayarkan tiap triwulan yang
digunakan untuk : pakaian seragam guru, amplop guru (Rp. 300.000,00 sampai
Rp. 700.000,00 per guru), bayar penjahit untuk seragam sekolah siswa. Bahan
ajar sudah tersedia dalam kurikulum KTSP.

Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi di lapang dengan informan
kunci, berikut ini disajikan deskripsi identifikasi masalah dan potensi yang
didapat dalam bidang jenjang pendidikan SMP Negeri 04 Anggi sebagai contoh
adalah sebagai berikut:

1. Fasilitas pendidikan masih terbatas. Memang fasilitas laboratorium
sudah ada, namun belum bisa digunakan karena tidak ada guru yang
mampu menggunakan peralatan tersebut sesuai kompetensinya.

2. Displin guru berkarya belum sesuai harapan karena pengaruh berbagai
hal seperti terbatasnya jumlah dan kualitas rumah yang mendukung
kinerja di daerah dingin ini; Selain itu, di Anggi belum tersedia semua
kebutuhan hidup sehari-hari. Memang bahan makanan sudah dijual pada
kios- kios yang ada, namun harganya relatif mahal.

3. Honor yang diterima guru tiap tiga bulan dirasa masih sangat kurang
oleh guru dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Guru honor daerah
menerima : Rp. 2.000.000,- per bulan dan guru kontrak menerima : Rp.
2.500.000,- per bulan dipotong pajak Rp. 200.000,-. Jadi guru kontrak
menerima gaji Rp. 2.300.000,- per bulan. Honor dibayarkan di

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-46

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

Manokwari dengan membayar biaya transport Anggi – Manokwari PP
sebesar Rp. 400.000,-

4. Lampu/Listrik menyala dari jam 6 sore – 12 malam

5. Pembagian siswa dalam kelas dilihat berdasarkan keadaan fisik tubuh.
Jika tinggi besar masuk kelas III, badan siswa ukuran sedang masuk
kelas II, dan kalau badan siswa kecil masuk kelas I. Hal ini merupakan
salah satu penyebab siswa banyak yang belum bisa membaca dan
mengitung;

6. Tunjangan sertifikasi dan daerah terpencil dinyatakan guru sebagai hak
mereka yang belum pernah dinikmati guru;

7. Kekurangan tenaga pengajar (guru) dirasaan untuk pelajaran IPA,
Biologi, Bahasa Inggris, Kimia, dan Fisika;

8. Kemampuan akademik siswa lambat;

9. Guru yang aktif mengajar hanya 4 orang (1 guru dari Yayasan Indonesia
Cerdas, dan 3 guru honor daerah).

Deskripsi Umum keadaan pendidikan dan permasalahan pendidikan
SMA/SMK di Kabupaten PEGAF adalah sebagai berikut:

SMA di Pegaf ada 6 unit dan SMK sebanyak 2 unit. Kehadiran SMA/SMK
tersebut setelah Kabupaten PEGAF terbentuk. SMA antara lain tersebar di distrik
Sururey ,Tombrok,Anggi dan Minyambouw. SMK sebanyak 3 unit terletak di
Distrik Catobouw. Sudah tentu proses belajar mengajar dilakukan secara aktif
menggunakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Jumlah
guru 28 orang dan jumlah muridnya sebanyak 184 orang. Rasio guru terhadap
murid adalah 1:7. Artinya, satu guru dapat membimbing tujuh murid. Rasio ini
sangat ringan.

Sampai saat ini, sudah beroperasi SMA sebanyak 6 unit dan SMK
sebanyak 2 unit dengan jumlah guru 28 orang dan jumlah muridnya sebanyak
184 orang, maka kebutuhan suatu perguruan tinggi di Kabupaten PEGAF
memungkinkan untuk didirikan, sebab di Kabupaten PEGAF sampai tahun 2015
ini belum ada pendidikan Tinggi. Pada masa yang akan datang perlu dilakukan
studi kelayakan untuk menentukan jenis perguruan tinggi yang relevan untuk
didirikan di Kabupaten PEGAF sesuai kebutuhan.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-47

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

2. Kesehatan

Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu) telah ada di kampung
contoh (tepatnya di ibu kota distrik) dan dimanfaatkan penduduk di kampung
dengan baik. Pelayanan kesehatan dilakukan cukup efektif. Para pasien
memahami cara minum obat yang diberikan para medis. Tenaga kesehatan yang
melayani di seluruh Puskesmas/Pustu di Kabupaten PEGAF belum tersedia
secara baik dan belum melaksanakan tugas secara baik. Tiap Pustu hanya
dilayani oleh satu orang mantri. Pelayanan kunjungan tiap hari oleh pasien ke
Puskesmas dilakukan pada tiap hari Senin, Rabu, Kamis dan Sabtu. Jumlah
pengunjung rata-rata tiap hari pelayanan adalah 12 orang pasien.

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) belum berjalan secara baik untuk
imunisasi, penimbangan bayi, ibu hamil, dll. Imunisasai dasar dilaporkan belum
mencapai 65,70%. Angka Kematian Ibu pada tahun 2010 dilaporkan mencapai
405 per seratus ribu kelahiran. Angka ini perlu dianalisa lebih lanjut, terutama
menganalisa faktor-faktor penyebab tingginya angka tersebut.

Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pegaf dapat dianalisa dari penyebaran
sarana kesehatan seperti disajikan pada tabel berikut.

Tabel II-36.
Penyebaran Sarana Kesehatan, Tahun 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak.

No. Distrik Puskesmas Pustu Polindes Balai Puskesmas Keliling Posyandu
Pengobatan
Perahu Mobil Motor 12
12
1 Sururey 1 45 14 8

2 Didohu 8

3 Anggi 1 54 5 40

4 Taige

5 Anggi Gida 1 4 3 2

6 Membey

7 Minyambouw 1 51 16

8 Hingk 11

9 Catubouw

10 Testega 11

Jumlah 6 20 13 0 0 2 17

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Tabel diatas menunjukkan bahwa di Kabupaten Pegaf telah didirikan dan

difungsikan sarana kesehatan yang meliputi puskesmas sebanyak 6 unit,

puskesmas pembantu sebanyak 20 unit, dan pondok bersalin desa sebanyak 13

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-48

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

unit. Puskesmas keliling berupa mobil sebanyak 2 unit dan puskesmas keliling
berupa motor sebanyak 17 unit dan posyandu sebanyak 40 unit.

Penyebaran tenaga kesehatan yang mengelola sarana/prasarana
kesehatan tersebut disajikan pada Tabel 2.29. Tabel 2.29. menunjukkan bahwa
rasio Puskesmas dan rasio Pustu terhadap penduduk relatif cukup berat, sebab
satu petugas dapat melayani 3.739 pasien di Puskesmas dan satu petugas
melayani 1.682 pasien di Pustu. Beban tugas itu dikategorikan berat.

Data penyebaran tenaga kesehatan menurut distrik di kabupaten

Pegunungan Arfak pada tahun 2015 seperti pada tabel berikut.

Tabel II-37.
Penyebaran Tenaga Kesehatan, Tahun 2015

Kabupaten Pegunungan Arfak.

No Nama Jumlah Rasio Nama Pustu/ Rasio
Penduduk Puskesmas/ Jumlah Pustu/
Puskesmas/ Penduduk Penduduk
Jumlah (Jiwa)
1:626
1 Sururey 1 2.504 1:2504 Sururey 4
Didohu 5 1:592
2 Didohu 1 3.056 1:3.056 Anggi 4
Taige 1:1.050
3 Anggi 1 2.961 2:961 Anggi 5
1:1.299
4 Taige 1 1.873 1:873 Gida 1
Membey 20 1:2.220
5 Anggi 1 4.201 1:4.201 Minyambo
1:1.682
Gida uw
Hingk
6 Membey 1 6.334 1:6.334 Catuboy
Jumlah
7 Minyambo 1 6.496 6.496

uw

8 Hingk 1 2.220 1:2.220

9 Catuboy 1 832 1:832

Jumlah 9 33.647 1:3.739

Sumber : Profil Kabupaten PEGAF, Tahun 2014.

Menurut informasi di Kabupaten PEGAF hanya terdapat satu orang dokter
melayan 33.647 pasien, berarti 1 dokter melayani 33.647 penduduk/calon
pasien. Keadaan ini tidak seimbang, sebab seharusnya Kabupaten PEGAF
memerlukan tiga orang dokter yang tetap bekerja di tempat untuk melayani
pasien.

Berdasarkan data tersebut, dapat dianalisa rasio pelayanan menurut
tenaga medis. Jumlah Puskesmas sebanyak 6 unit dapat melayani sekitar
32l.984 jiwa. Dengan demikian rasio Puskesmas terhadap penduduk adalah 1
berbanding 5.497 penduduk. Rasio Pustu, Polindes, dan Posyandu terhadap
penduduk masing-masing adalah 1 berbanding 1.649, 1 berbanding 2.537 dan 1
berbanding 825 (Tabel 2.30) . Secara teoritis rasio tersebut ringan, tetapi

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-49

Rancangan Akhir-RPJMD Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2016-2021

kenyataan di Kabupaten PEGAF rasio tersebut cukup berat, karena petugas
tidak selalu berada di tempat tugas seperti di daerah perkotaan atau di Pulau
Jawa. Dengan demikian, pasien terlambat dilayani sehingga nyawa yang sangat
mahal itu tidak diselamatkan petugas.

Data penyebaran sarana kesehatan menurut distrik di kabupaten
Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

Tabel II-38.
Penyebaran Sarana Kesehatan, Tahun 2013 Kabupaten Pegunungan Arfak.

Balai Puskesmas
Pengobatan
No. Distrik Puskesmas Pustu Polindes Perahu Mobil Motor Posyandu
14 5 1 4
1 Sururey 12
2 Didohu 15 4 5 12
3 Anggi 8

4 Taige 1 43 2
5 Anggi Gida

6 Membey 1 51 16 8
7 Minyambouw 1 1
8 Hingk

9 Catubouw

10 Testega 11

Jumlah 6 20 13 2 17 40

Sumber: BPS Kabupaten Manokwari Dalam Angka, 2013.

Tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata telah memiliki puskesmas

sebanyak 1 unit, pustu hanya pada distrik Sururey, Anggi, Anggi Gida,

Minyambouw, Hingk, dan Testega, dimana distrik dengan pustu paling banyak

adalah Anggi dan Minyambouw, yakni masing-masing sebanyak 5 unit.

Sedangkan yang lainnya hanya 1 unit. Demikian pula penyebaran Polindes

adalah di distrik Sururey, Anggi, Anggi gida dan Minyambouw, masing-masing

sebanyak 5, 4, 3 dan 1 unit. Selanjutnya, berkaitan dengan fasilitas pelayanan

dalam bentuk puskesmas keliling berupa mobil dan motor yakni Minyambouw,

Anggi, Sururey dan Anggi gida, berupa sepeda motor masing-masing sebanyak

6, 5, 4 dan 2 unit.

Deskripsi banyaknya tenaga medis dan non medis yang bertugas di

Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten PEGAF adalah seperti pada tabel berikut.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-50


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Lune Serum
Next Book
fuwr