Kerja Sama Lintas
Sektor dalam Bingkai
ASEAN Customs
VOLUME 49 | NOMOR 7 | JULI 2017 | ISSN 0126-2483
Dari Redaksi Terbit Sejak 1968
Izin Direktur Perkembangan Pers No. 332/Dir.PK/II tanggal
Majalah Warta Bea Cukai kembali hadir di tengah ruang baca Anda, de- 25 April 1968 dan diperbaharui dengan Keputusan Menteri
ngan menghadirkan beragam informasi menarik. Tidak hanya bahasan Penerangan Nomor 01331/SK/DIRDJEN-PG/SIT/1972 tanggal 20
seputar kepabeanan dan cukai, namun juga berita dan cerita menarik
dari pelosok negeri yang layak Anda ketahui. Juni 1972
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
Di rubrik Laporan Utama bulan ini, kami suguhkan laporan pelaksanaan Heru Pambudi, S.E., LLM
Pertemuan Direktur Jenderal Bea Cukai se-ASEAN ke-26, yang baru saja dilang- PENASEHAT
sungkan di Nusa Dua Bali, pada 16-18 Mei 2017. Dimana, kali ini, Indonesia SEKRETARIS DITJEN BEA DAN CUKAI
menjadi tuan rumah pertemuan tahunan para pimpinan administrasi kepabea- Dr. Kushari Suprianto, M.M., M.E
nan se-Asia Tenggara (ASEAN Directors-General of Customs Meeting) tersebut. DIREKTUR TEKNIS KEPABENAN
Indonesia juga bertindak sebagai chairman pertemuan, sekaligus sebagai ketua Oza Olavia, S.Si., Apt., M.Si.
ASEAN Customs selama setahun ke depan. Forum tertinggi di bidang kepabeanan DIREKTUR FASILITAS KEPABEANAN
di ASEAN ini membahas berbagai kepentingan strategis pabean dalam rangka Robi Toni, S.E., M.M.
mendukung terwujudnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Melalui empat ar- DIREKTUR TEKNIS DAN FASILITAS CUKAI
tikel dalam Laporan Utama, Anda akan mendapatkan ulasan lengkap akan acara Drs. Marisi Zainudin Sihotang, SH, M.M.
tersebut dan dampak positifnya bagi kegiatan kepabeanan di Indonesia. DIREKTUR KEBERATAN BANDING DAN
PERATURAN
Bagi Anda yang tinggal di Pulau Jawa dan memiliki usaha dalam bidang temba- Ir. Rahmat Subagio, M.A.
kau, pasti tak asing dengan Kota Kudus, yang termahsyur sebagai Kota Kretek, DIREKTUR INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI
terkait sejarah panjang awal kemunculan kretek di kota kecil ini. Tentunya, hal Ir. B. Wijayanta Bekti Mukarta, M.A
ini tak lepas dari keberadaan Bea Cukai yang mengawasinya, yaitu Kantor Bea DIREKTUR KEPATUHAN INTERNAL
Cukai Tipe Madya Cukai Kudus. Peran kantor ini dalam bidang cukai tak bisa ter- Hendra Prasmono, S.H., M.IH
bantahkan, dimana kantor inilah yang memberikan pelayanan cukai kepada para Plt. DIREKTUR AUDIT KEPABEANAN DAN CUKAI
pengusaha dan masyarakat, juga pengawasan atas peredaran barang kena cukai Dwi Teguh Wibowo, S.E.
ilegal. Dilengkapi dengan beberapa inovasi dalam melaksanakan tugasnya, Bea DIREKTUR PENINDAKAN DAN PENYIDIKAN
Cukai Kudus berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kudus Ir. Harry Mulya, M.Si
sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran cukai ilegal. DIREKTUR PENERIMAAN DAN PERENCANAAN
STRATEGIS
Dari Kudus, kita menuju Bintan, Kepulauan Riau untuk menyusuri Pulau Penyengat Sugeng Apriyanto, S.Sos., M.Si
yang menyimpan sejarah panjang akan penyebaran agama Islam. Rubrik Travel TENAGA PENGKAJI BIDANG PELAYANAN DAN
Notes kali ini memang kental bernuansa spiritual, mengingat perjalanan tersebut PENERIMAAN KEPABEANAN DAN CUKAI
dilaksanakan di tengah Bulan Ramadhan yang mulia. Resapi keindahan tempat- Dwijo Muryono
tempat di Pulau Penyengat, seperti Masjid Raya Sultan Riau dan komplek makam TENAGA PENGKAJI BIDANG PENGAWASAN DAN
para raja melalui tulisan berjudul Menikmati Kampung Raja. PENEGAKAN HUKUM KEPABEANAN DAN CUKAI
Dwi Teguh Wibowo, S.E.
Tak berhenti di sana, halaman demi halaman Majalah Warta Bea Cukai edisi TENAGA PENGKAJI BIDANG PENGEMBANGAN
Agustus ini masih menyimpan banyak hal-hal yang menarik untuk dibaca. Namun KAPASITAS KINERJA ORGANISASI KEPABEANAN
tentunya, bagai pepatah Tak Ada yang Tak Retak, kami masih jauh dari kesem- DAN CUKAI
purnaan. Sehingga, kami akan selalu terbuka untuk saran dan kritik yang mem- M. Agus Rofiudin, S. Kom., M.M.
bangun, juga kontribusi kiriman foto dan artikel untuk Majalah Warta Bea Cukai KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA
selanjutnya, yang bisa dikirimkan melalui alamat email kami. DAN CUKAI
Ir. Agus Hermawan, MA
Selamat Membaca! PENGARAH
Pimpinan Redaksi DIREKTUR KEPABEANAN INTERNASIONAL DAN
Deni Surjantoro ANTAR LEMBAGA
DR. Robert Leonard Marbun, SIP, MPA
Majalah Warta Bea dan Cukai diterbitkan oleh Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Dorektorat PEMIMPIN REDAKSI
kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai – Kementeria KASUBDIT KOMUNIKASI DAN PUBLIKASI
Keuangan Republik Indonesia Deni Surjantoro
WAKIL PEMIMPIN REDAKSI
Redaksi meerima kiriman foto, artikel dan surat untuk keperluan konten majalah ini. Setiap pengi- Muchamad Ardani, Imam Sarjono, Sudiro, Devid
riman dialamatkan melalui surat elektronik ke [email protected] dan wartabeacukai@ Yohannis Muhammad
gmail.com dengan disertai identitas lekap pengirim dan nomor telepon yang dapat dihubungi. Agar REDAKTUR
menuliskan nama kolom dalam subyek surat elektronik. Isro’ah Laeli Rahmawati, Yella Meisha Indika, Dara
Rahmania, Zukfaturrahmi, Rezky Ramadhani,
ALAMAT REDAKSI Septian Dawang Kristanto, Rian Effendi, Nur Iman,
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai FOTOGRAFER
M. Faishal Hafizh, Jodie Umbara, M. Khamil Hamid,
Jl. Jend. Ahmad Yani (By Pass) Jakarta Timur Nurcholis Efendi, Deo Agung Sembada, Rahmad
Telp. (021) 478 60504, (021) 478 65608, (021) 489 0308 Ext. 820-821-822 Pratomo Digdo, Dovan Wida Perwira
REPORTER
E-mail: [email protected] dan [email protected] Piter Pasaribu, Aris Suryantini, Desi Andari
Follow: @Warta_BeaCukai WartaBeaCukai Prawitasari, Supomo, Andi Tria Saputra, Kitty
Hutabarat, Syahroni, Supriyadi Widjaya
SEKRETARIAT
Kartika, Nur Hani Rahmawati, Mustamiludin, Dadan
Heriyana, Rudi Andrian
Daftar Isi 13............PERATURAN
04...........EVENT 13 PMK Nomor 34/PMK.
04/2016 tentang
04 Sinergi Kementerian Perubahan atas Peraturan
Keuangan dengan Menteri Keuangan Nomor
Kepolisian RI, KPK, TNI, 160/PMK.04/2010 tentang
Kejaksaan Agung, dan Nilai Pabean untuk
PPATK Tertibkan Impor Perhitungan Bea Masuk
Berisiko Tinggi
15............REPORTASE
04 Gencarnya Program
Penertiban Impor 15 Partisipasi KPPBC Teluk
Berisiko Tinggi oleh Bea Bayur Pada Rakernis
Cukai disambut Baik POLDA Sumbar
Asosiasi Besi Baja Serta
Asosiasi Logistik dan 18............LAPORAN UTAMA/MAIN REPORT
Forwarding
18 Indonesia Ingin Bea Cukai
05 Paket Eyeliner dan ASEAN Kokoh di Segala
Teko Asal Afrika disita Bidang Tindak lanjut dari
Bea Cukai, ini Ternyata ASEAN Directors-General
Alasannya of Customs Meeting 2017
05 Gunakan Kapal Tak 19 Indonesia Wants ASEAN
Berlampu, Aktivitas Customs to be strong on
Penyelundup Pakaian All Sectors the follow-up
Bekas dihentikan Bea from ASEAN Directors-
Cukai Teluk Nibung General of Customs
Meeting 2017
06 Ini Dua Aksi Penindakan
Rokok Ilegal oleh Bea 22 Kerja Sama Lintas Sektor
Cukai Malang di Awal dalam Bingkai ASEAN
Bulan Juli Customs
07 Ungkap Peredaran Narko 23 Inter-Sectoral
tika Jaringan Internasional, Cooperation within the
Bea Cukai, BNN, dan ASEAN Customs Frame
Kepolisian Amankan 44
Kilogram Sabu 26 Meetings of ASEAN
Directors-General of
08 Bea Cukai Aceh Hibahkan Customs Kilas Balik
60 Ton Bawang Hasil Pertemuan Dirjen Bea
Penindakan Pada Cukai Se-ASEAN
Masyarakat
27 Meetings of ASEAN
13............PROFIL KANTOR Directors-General of
Customs Flashback to
09 Mengenal Bea Cukai the ASEAN Customs
Kudus Director-General Meeting
30 Upps.. Ada Kanal BC di
Bali
31 whoop! Kanal BC in Bali
32...........FEATURE 53...........SEJARAH
32 Gerakan Sadar Indikator 53 Mengapa Pegawai Bea
Kinerja Utama Cukai harus Mengikuti
Diklat Kesamaptaan?
36...........SISI PEGAWAI 57...........BEA CUKAI MENJAWAB
36 Jaya Setiawan Gulo 57 Kenali Ciri-Ciri Penipuan
Pegawai Bea Cukai Impor Barang Kiriman
Inspiratif
58...........INFOGRAFIS
42...........RUANG KESEHATAN 60...........GALERI FOTO
42 Ketika Gusi Mudah
Berdarah
44...........HOBI DAN KOMUNITAS
44 Customs Runner Ajang 66...........TRAVEL NOTES
Berkumpulnya Para
Maniak Lari
66 Menikmati Kampung
Para Raja
47............BERBAGI PENGETAHUAN
47 Kotlin, Sahabat Baru 70...........RAGAM
Android
70 Garda Swandi dan Media
Sosial
45...........OPINI 72...........KICAUAN
45 Manfaat Ilmu Statistik
dalam Audit Kepabeanan
dan Cukai
EVENT
SINERGI KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN GENCARNYA PROGRAM PENERTIBAN
KEPOLISIAN RI, KPK, TNI, KEJAKSAAN AGUNG, IMPOR BERISIKO TINGGI OLEH BEA CUKAI
DAN PPATK TERTIBKAN IMPOR BERISIKO TINGGI DISAMBUT BAIK ASOSIASI BESI BAJA SERTA
ASOSIASI LOGISTIK DAN FORWARDING
JAKARTA – Pemerintah kian serius menciptakan praktik JAKARTA – Bea Cukai berkomitmen untuk dapat menjadi in-
bisnis yang bersih, adil, dan transparan. Hal tersebut di- stitusi kepabeanan dan cukai yang kredibel dan bisa menjadi
lakukan untuk mendorong iklim investasi dan daya saing katalisator kegiatan ekonomi Indonesia dengan bekerja di
Indonesia guna peningkatan perekonomian Indonesia di lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga dunia usaha bisa
masa mendatang. Salah satu upaya yang kali ini dikede- berkembang pesat. Namun, melihat kondisi saat ini, marak-
pankan pemerintah untuk menyukseskan hal tersebut nya isu perdagangan ilegal dan keluhan serta pengaduan
adalah melalui penertiban impor berisiko tinggi. Untuk itu, masyarakat atas kegiatan impor ekspor ilegal, membuat Bea
Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengambil langkah tegas dengan melaksanakan pro-
Cukai bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang gram Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (RPKC).
Perekonomian, Kantor Staf Kepresidenan Indonesia (KSP), Untuk menjelaskan progress report program tersebut kepa-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Republik da para pelaku usaha, Bea Cukai menggelar acara Customs
Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kejaksaan Talk yang bertajuk Sharing Session Program Penguatan
Agung, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Reformasi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) kepada
Keuangan (PPATK) menggelar rapat koordinasi program Pengguna Jasa Kepabeanan dan Cukai, yang berlangsung
penertiban impor berisiko tinggi, pada Rabu (12/07). mulai Jumat (07/07) hingga Rabu (12/07). Asosiasi Logistik
dan Forwarder Indonesia (ALFI) dan Asosiasi Besi dan Baja
Rapat koordinasi yang dilangsungkan di Kantor Pusat Bea Indonesia (The Indonesian Iron and Steel Association/IIASA)
Cukai ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkat- termasuk dua asosiasi yang diundang dalam acara ini, pada
kan praktik perdagangan yang baik sehingga terwujud per- Senin (10/07).
saingan usaha yang sehat, bersih, dan adil. Impor berisiko
tinggi memiliki peluang penyelewengan yang lebih besar,
hal ini dapat mengakibatkan beredarnya barang ilegal.
Peredaran barang ilegal mengakibatkan persaingan usaha
yang tidak sehat dan penerimaan negara yang tidak optimal.
Sri Mulyani mengharapkan dengan ditertibkannya impor be-
risiko tinggi, volume peredaran barang ilegal dapat turun
sehingga dapat terjadi supply gap yang dapat dipenuhi oleh
produksi dalam negeri sehingga penerimaan negara yang
bisa optimal dan akurat serta mendorong perekonomian
dalam negeri
04 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
EVENT
PAKET EYELINER DAN TEKO ASAL AFRIKA GUNAKAN KAPAL TAK BERLAMPU,
DISITA BEA CUKAI, INI TERNYATA ALASANNYA AKTIVITAS PENYELUNDUP PAKAIAN BEKAS
DIHENTIKAN BEA CUKAI TELUK NIBUNG
Yogyakarta – Sebuah paket asal Nigeria ditegah petugas Bea TANJUNGBALAI – Para penyelundup pakaian bekas kian
Cukai Yogyakarta pada Kamis (13/07). Ternyata setelah dila- lihai. Berbagai cara ditempuh, termasuk dengan mema-
kukan pemeriksaan, paket yang dikirimkan ke daerah Desa sukkan barang ilegal yang dikenal dengan istilah ballpress
Ngasem, Magelang, berisi narkotika jenis shabu seberat ini, melewati perairan Indonesia menggunakan kapal-kapal
49.05 gram. Shabu tersebut ditemukan setelah petugas Bea kecil. Hal ini menuntut patrol laut Bea Cukai kian mening-
Cukai yang bertugas di Kantor Pos Plemburan, Yogyakarta katkan pengawasan.
mencurigai dan memindai paket tersebut dengan mesin
x-ray. Titik-titik rute penyelundupan dari garis pantai Indonesia
menjadi fokus patroli laut Bea Cukai, termasuk perairan
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Sucipto, menerangkan Sungai Asahan, Sumatera Utara. Pada Kamis (13/07), Bea
bahwa setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas Cukai Teluk Nibung menggagalkan pembongkaran barang
Bea Cukai bersama Kepolisian Yogyakarta, dan petugas pos dari kapal ke perahu-perahu kecil yang diduga ballpress di
melakukan controlled delivery ke alamat yang tertera pada Perairan Bagan Batak.
paket kiriman tersebut. “Setelah penerima paket ditemu-
kan, petugas yang disaksikan penerima paket berinsial EBS Pada Kamis petugas menemukan titik kumpul mencuriga-
membuka paket tersebut. Petugas kemudian melakukan kan yang diduga merupakan aktivitas pembongkaran yang
pencacahan dan mendapati 24 buah eyeliner yang digu- dilakukan oleh penyelundup, menggunakan kapal yang tidak
nakan sebagai tempat menyembunyikan plastik shabu,” dilengkapi lampu. Pada saat petugas memberikan aba-aba
ujarnya. peringatan penghentian kegiatan, para penyelundup me-
lompat ke laut dan menghanyutkan diri ke 2arah lumpur
Tersangka beserta barang bukti telah diamankan oleh daratan untuk menghindarkan diri dari sergapan petugas.
Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, pe-
tugas telah melakukan pengembangan kasus yang diduga Sebagai tindak lanjut kasus, petugas mengamankan barang
telah melanggar Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 bukti berupa sebuah kapal motor KM Telaga Baru GT.32
tentang Narkotika. NO.930/Ppe dan muatan ballpress ke Pangkalan Kantor
Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara di Belawan untuk pe-
meriksaan lebih lanjut.
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 05
EVENT
INI DUA AKSI PENINDAKAN ROKOK ILEGAL OLEH
BEA CUKAI MALANG DI AWAL BULAN JULI
MALANG – Demi melindungi masyarakat dan mengaman- Malang, termasuk seorang tersangka berinisial NW untuk
kan penerimaan negara di bidang cukai, Bea Cukai Malang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kepala Kantor Bea
kian tingkatkan kewaspadaan dalam mengawasi peredaran Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan. Hanya berselang satu
cukai ilegal di wilayah Malang Raya. Berbekal informasi dari hari dari penindakan tersebut, Jumat (07/07), petugas Bea
masyarakat akan adanya kegiatan pengemasan barang kena Cukai Malang kembali menggerebek sebuah bangunan yang
cukai (BKC) ilegal berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai, menyimpan BKC hasil tembakau jenis sigaret kretek tangan
Bea Cukai Malang, pada Kamis (06/07) melakukan patroli di yang dilekati pita cukai diduga palsu. Bangunan yang terle-
Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. tak di Jalan Hasyim Ashari, Kota Malang ini, merupakan se-
Di tempat ini, petugas mendapati empat bangunan yang buah gudang perusahaan jasa titipan yang diduga menerima
diduga digunakan sebagai tempat pengemasan rokok ilegal. titipan rokok ilegal untuk dikirim keluar Pulau Jawa. “Di da-
Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, petugas ber- lam gudang tersebut, petugas mengamankan 52.800 batang
hasil mengamankan12.500 bungkus rokok ilegal jenis sigaret rokok yang dilekati pita cukai diduga palsu, dengan rincian
kretek mesin bermerek Leo. 14.400 batang rokok merek Melody dan 38.400 batang ro-
kok merek Cengkeh 99,” ungkap Rudy. Rudy menambahkan
“Selain BKC hasil tembakau yang siap edar, kami juga bahwa sebai tindak lanjut kasus, petugas membawa barang
mengamankan 38.300 batang rokok ilegal. Selanjutnya, bukti tersebut beserta pimpinan perusahaan jasa titipan ke
kami membawa barang bukti tersebut ke kantor Bea Cukai Kantor Bea Cukai Malang untuk dimintai keterangan.
06 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
EVENT
UNGKAP PEREDARAN NARKOTIKA JARINGAN INTERNASIONAL, BEA CUKAI,
BNN, DAN KEPOLISIAN AMANKAN 44 KILOGRAM SABU
JAKARTA – Petugas gabungan Bea Cukai, Badan Narkotika Setelah tim operasi memastikan target pelaku telah mela-
Nasional (BNN), dan Kepolisian Republik Indonesia berhasil kukan transaksi narkotika, tim melakukan penangkapan di
gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis metamphe- area parkir SPBU 14205156 Pasar Bengkel di Perbaungan.
tamine (sabu) dengan berat brutto 44 kilogram. Sabu yang Dalam operasi penangkapan, tim berhasil mengamankan
berasal dari Malaysia tersebut berhasil diamankan oleh pe- tiga pelaku berikut 44 kg sabu.
tugas gabungan di daerah Pantai Cermin, Sumatera Utara,
pada Sabtu (15/07). Dari keterangan tiga tersangka, petugas gabungan mela-
kukan pengembangan kasus ke Jalan Lintas Sumatera dan
Penangkapan ini berawal dari informasi BNN, bahwa ada- berhasil mengamankan tujuh orang tersangka lainnya. Saat
nya dugaan penyelundupan narkotika yang berasal dari hendak dilakukan penangkapan oleh petugas gabungan, dua
Malaysia menuju Indonesia melalui perairan pesisir timur orang tersangka, BJ dan MS melakukan perlawanan, se-
Sumatera Utara. Berdasarkan informasi tersebut, petugas hingga diambil tindakan tegas oleh petugas gabunganyang
Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara melakukan koordinasi menyebabkan kedua tersangka meninggal dunia. Sebagai
dengan BNN dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk tindak lanjut kasus, petugas gabungan mengamankan para
melakukan operasi terpadu dalam rangka mengantisipasi tersangka dan barang bukti berupa 44 kilogram sabu, 4 unit
penyelundupan narkotika tersebut. Dari hasil penyelidikan sepeda motor, 3 unit minibus, beberapa kartu identitas, ser-
dan pengintaian terhadap pelaku yang dicurigai sebagai ta satu pucuk senjata api, dan peluru ke Kantor Kepolisian
pelaku penyelundup narkotika, diketahui bahwa narkoti- Daerah Sumatera Utara.
ka dibawa dari Malaysia menggunakan kapal laut menuju
Kuala Tanjung Sumatera Utara, lalu menuju Pantai Cermin
Serdang Bedagai dengan menggunakan speedboat.
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 07
EVENT
BEA CUKAI ACEH HIBAHKAN 60 TON BAWANG HASIL PENINDAKAN PADA MASYARAKAT
BANDA ACEH – Bea Cukai Aceh menghibahkan 60 ton ba- dilakukan upaya pengejaran, akhirnya kapal berhasil di-
wang ilegal sitaan hasil penindakan periode Mei dan Juni tangkap dan kemudian diamankan di Dermaga Bea Cukai
2017 kepada Dinas Sosial di 4 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara di Belawan untuk dilakukan pemeriksaan
Aceh, yaitu Pemkab Aceh Besar, Pemkab Pidie Jaya, Pemkot lebih lanjut. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Rusman
Langsa, dan Pemkab Aceh Tamiang. Bawang ilegal terse- Hadi menyampaikan bahwa bawang sitaan ini merupakan
but merupakan hasil penindakan tim Patroli Laut Bea Cukai hasil penindakan tim Patroli Laut Bea Cukai Aceh, yang ter-
Aceh Kapal BC 30005, yang terdiri dari 39 ton bawang me- gabung dalam operasi Jaring Sriwijaya. “Mengingat bahwa
rah dan 21 ton bawang putih yang diangkut dari pelabuhan barang ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kondisinya
Penang, Malaysia dengan tujuan Aceh Tamiang oleh kapal yang masih baik dan layak dikonsumsi, serta bertepatan de-
motor KM. Marcopolo, berbendera Indonesia dengan na- ngan momentum Ramadhan dan menjelang hari raya Idul
khoda MH. Pada saat dideteksi keberadaannya pada Sabtu Fitri, maka bawang ilegal ini kami hibahkan kepada ma-
(03/06), awak KM. Marcopolo mencoba melarikan diri dan syarakat Aceh melalui Dinas Sosial. Adapun hibah ini telah
tidak mengindahkan peringatan petugas. Namun, setelah mendapat izin dari Pengadilan Negeri Kuala Simpang,” ujar
Rusman.
08 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
PROFIL
KANTOR
MENGENAL
BEA CUKAI KUDUS
Kota Kudus dikenal sebagai Kota Kretek,
terkait sejarah panjang awal kemunculan
kretek di kota kecil ini. Hingga sekarang
pun, di kota yang juga dikenal sebagai Kota
Santri ini, industri rokok masih mendomi-
nasi perekonomiannya, walaupun industri-industri
lain sudah mulai berkembang.
Dengan adanya industri rokok yang besar, tentu tak
lepas dari keberadaan Bea Cukai yang mengawasi-
nya. Beralamat di Jalan R. Agil Kusumadya No.936,
Jati Kulon, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah,
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe Madya Cukai Kudus menjadi perwakilan kantor
Bea Cukai di wilayah Kudus dan sekitarnya.
Dikepalai oleh Suryana, wilayah kerja Kantor
Bea Cukai Kudus meliputi seluruh wilayah eks
Karesidenan Pati yang meliputi Kabupaten Kudus,
Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten
Rembang, dan Kabupaten Blora, dengan total luas
wilayah pengawasan 5.741,5 km². Dalam menjalan-
kan tugas dan fungsinya, Bea Cukai Kudus memiliki
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 09
PROFIL
KANTOR
dua Kantor Bantu Pelayanan Bea dan “Dengan adanya Tempat Penimbunan dilakukan pada awalnya lebih fokus
Cukai serta lima Pos Pengawasan Bea Berikat, telah mengubah pandangan terhadap kegiatan pengawasan dan
dan Cukai yaitu: selama ini, dari kantor yang melakukan pelayanan cukai, seperti:
pengawasan dan pelayanan di bidang
a. Kantor Bantu Pelayanan Bea dan cukai menjadi kantor pengawasan dan a. Peran dalam bidang pengawasan
Cukai Juwana pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai :
cukai,” ujarnya. '' Surveillance dan monitoring
b. Kantor Bantu Pelayanan Bea dan merupakan kegiatan pengum-
Cukai Jepara Pada sejarahnya, Bea Cukai Kudus per- pulan informasi yang dilakukan
nah berbentuk Kantor Inspeksi, Kantor terkait adanya dugaan pelang-
c. Pos Pengawasan Bea dan Cukai Pelayanan Tipe A, Kantor Pengawasan garan di bidang kepabeanan
Banyutowo dan Pelayanan Tipe A3, hingga ter- dan cukai.
kini menjadi Kantor Pengawasan
d. Pos Pengawasan Bea dan Cukai dan Pelayanan Tipe Madya Cukai. '' Penindakan
Rembang Perubahan aktual menjadi Kantor adalah kegiatan yang dilaksa-
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan nakan oleh unit penindakan
e. Pos Pengawasan Bea dan Cukai Cepu Cukai Tipe Madya Cukai Kudus dilaku- untuk mengamankan hak-hak
f. Pos Pengawasan Bea dan Cukai Blora kan pada akhir Oktober 2008. negara dan menjamin peme-
g. Pos Pengawasan Bea dan Cukai nuhan kewajiban pabean dan/
“Perubahan ini tentu bukanlah peru- atau cukai, dengan upaya fisik
Karimun Jawa bahan nama saja, tetapi merupakan yang bersifat administratif, se-
tuntutan kecepatan pelayanan, trans- suai ketentuan yang berlaku.
Sesuai sesuai tipologi kantor sebagai paransi, serta efektivitas pengawasan
Kantor Tipe Madya Cukai, pengguna yang semakin meningkat,” tuturnya. '' Operasi Pasar
jasa di Bea Cukai Kudus didominasi adalah kegiatan pemantau-
oleh pengusaha hasil tembakau seba- Sebagaimana telah dijelaskan sebe- an peredaran hasil tembakau
nyak 94 perusahaan. Selain pengusa- lumnya, karena perkembangan ini, yang dilakukan oleh Bea Cukai
ha hasil tembakau, saat ini Bea Cukai Kantor Bea Cukai Kudus juga mela- Kudus dalam rangka moni-
Kudus juga mengawasi 10 kawasan kukan pengawasan dan pelayanan toring harga jual eceran dan
berikat, 1 gudang berikat, dan 13 pabean. Namun, tipologi kantor ini harga transaksi pasar, sosiali-
pengusaha tempat penjualan eceran adalah Tipe Madya Cukai, tentu yang sasi, dan/atau penindakan ter-
minuman mengandung ethil alcohol hadap hasil tembakau ilegal.
(TPE MMEA) dan ethil alcohol (EA).
Dijelaskan Suryana, saat ini Wilayah '' U ji Eksistensi Perusahaan
Kudus dan sekitarnya mulai dilirik in-
vestor untuk berinvestasi selain indus-
tri rokok.
10 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
PROFIL
KANTOR
b. Peran dalam bidang pelayanan '' pelayanan pemesanan pita cu- (mulai kedatangan pita cukai
cukai : dari Kantor Pusat Bea Cukai
'' Memberi masukan kepada kai hasil tembakau (CK-1) sampai diterima oleh perusaha-
Kantor Pusat Bea Cukai untuk an HT)
penyempurnaan regulasi di bi- '' Monitoring janji layanan pe- '' Pelayanan penundaan pemba-
dang cukai yaran cukai
'' Pelayanan penerbitan nomor layanan permohonan penye- '' Memberikan sosialisasi keten-
pokok pengusaha barang kena tuan di bidang cukai
cukai (NPPBKC) diaan pita cukai (P3C) hasil '' Melakukan bimbingan teknis
'' Pelayanan penetapan tarif terkait proses bisnis cukai ter-
cukai tembakau (HT) dan pelayanan hadap Pengusaha HT
'' Pelayanan permohonan pe-
nyediaan pita cukai (P3C) hasil pemesanan pita cukai hasil
tembakau (HT)
tembakau (CK-1)
'' Pelayanan pemberitahuan mu-
tasi barang kena cukai (CK-5)
'' Pelayanan pemusnahan/peng-
olahan kembali HT Dari sisi penerimaan pun, cukai men-
dominasi. Bisa dilihat pada bagan
'' Pelayanan administra- berikut:
si dan distribusi pita cukai
Tahun Penerimaan Target Realisasi %
2012 BM 61.637.810.984 74.073.074.185 120,17%
Cukai 112,14%
2013 BM 17.998.681.415.607 20.183.929.092.383 111,24%
Cukai 67.296.274.000 74.858.628.601 105,63%
2014 BM 101,62%
Cukai 23.342.862.575.000 24.657.968.808.341 100,45%
2015 BM 84.252.000.000 85.620.716.000 103,56%
Cukai
2016 BM 27.883.565.000.000 28.009.364.142.260 97,83%
Cukai 127.697.579.994 132.244.585.994 108,47%
2017 BM
s.d. 30 Mei Cukai 35.189.050.474.505 34.425.027.804.535 95,82%
43.000.000.000 46.643.750.254 42,07%
17,19%
33.944.905.945.736 32.527.287.298.460
53.005.281.000 22.297.814.475
36.705.737.935.000 6.309.180.675.833
Sebagai kantor modern membangun kesadaran bahwa pengguna jasa dengan kriteria-kri-
yang dinamis dalam me- setiap unit merupakan satu kesa- teria tertentu.
lakukan pengawasan, tuan, permasalahan dalam satu
serta pelayanan, Bea unit merupakan permasalahan e. Forum Pengusaha Kawasan
Cukai Kudus melakukan bersama dan harus diselesaikan Berikat dan Forum Pengusaha
beberapa inovasi mena- bersama. Hasil Tembakau. Pertemuan de-
rik agar tugasnya bisa ngan pengusaha kawasan berikat/
terlaksana de- b. Penyuluhan Inovatif, yaitu de- pengusaha hasil tembakau untuk
ngan baik. ngan mengadakan kegiatan pub- mendiskusikan permasalahan dan
likasi/sosialisasi tugas dan fungsi masukan.
a. Bea Cukai Bea Cukai dalam bentuk teatrikal
Kudus pada acara student festival. Dalam melaksanakan tugas, terkadang
adalah Bea Cukai tidak bisa hanya melaku-
Kita, c. Customs clinic, yaitu kegiatan kun- kannnya sendiri, perlu adanya siner-
pim- jungan ke perusahaan tempat pe- gi dengan instansi atau aparat lain.
pinan nimbunan berikat maupun ke per- Beberapa contoh sinergi yang dilaku-
usahaan rokok untuk memberikan kan Bea Cukai Kudus dengan aparat
solusi atas permasalahan yang di- lainnya yaitu:
hadapi oleh perusahaan tersebut.
1. Kerja sama dengan penegak hu-
d. Malam Apresiasi Pengguna Jasa. kum dalam penindakan di bidang
Pemberian apresiasi kepada cukai.
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 11
PROFIL
KANTOR
2. Mengadakan operasi pemberan- memberikan sosialisasi kepada Industri masukan yang positif terkait pelayan-
tasan rokok ilegal bersama dengan kecil dan menengah untuk memanfa- an, proses bisnis, maupun regulasi di
Satpol Pamong Praja. atkan fasilitas KITE IKM. “Kami bekerja bidang cukai.
sama dengan Kepala Dinas Pemerintah
3. Menjadi narasumber pada acara Daerah untuk mengedukasi pengusaha Sebelum mengakhiri perbincangan,
sosialisasi yang diadakan oleh in- agar dapat bersaing secara global, dan Suryana menyampaikan harapannya
stansi lain (TNI, POLRI, Satpol PP, juga memfasilitasi penambahan tem- terhadap institusi, yaitu Bea Cukai bu-
Disperindag, Pemda). pat penimbunan berikat karena hal ini kan lagi sebagai eksekutor kebijakan,
sejalan dengan peningkatan investa- tetapi berperan aktif sebagai inisiator
4. Kerja sama dengan Kantor si di wilayah kerja Bea Cukai Kudus,” kebijakan strategis nasional. Juga da-
Pelayanan Kekayaan Negara dan jelasnya. lam menghadapi tantangan ke depan,
Lelang (KPKNL) dalam hal pemus- pegawai Bea Cukai diharapkan selalu
nahan rokok ilegal yang telah dija- Tak ayal, memberikan layanan terbaik meningkatkan pengetahuan, keahlian,
dikan barang milik negara (BMN). harus selalu dilakukan selama masih serta sikap/attitude-nya.
dalam aturan. Hubungan yang baik
5. Kerja sama dengan Dinas Perindus antara petugas dengan pengusaha per- “Saya juga berharap setiap kantor pe-
trian untuk menggali potensi per lu dijaga agar tercipta keharmonisan. layanan yang ada dapat berperan aktif
usahaan penerima fasilitas Ke Menurut Kepala Seksi Penyuluhan dan dalam pengembangan perekonomian
mudahan Impor Tujuan Ekspor Layanan Informasi Bea Cukai Kudus, daerah, baik Pemda maupun Pemprov
Industri Kecil dan Menengah (KITE Rini, sikap pengusaha rokok secara di mana kantor itu berada,” tandasnya.
IKM). umum baik, aktif berperan serta dalam
setiap sosialisasi/diskusi, memberikan (Desi APrawita)
Menurut Suryana, Kudus ini memiliki
banyak potensi yang masih bisa di-
eksplore agar perekonomian masyara-
kat lebih berkembang, salah satunya
12 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
PERATURAN
PMK Nomor 34/PMK.04/2016 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 tentang
Nilai Pabean untuk Perhitungan Bea Masuk
Indonesia mengadopsi ketentuan yang berlaku. Dalam hal pemberita- Harga yang sebenarnya dibayar (pri-
Nilai Pabean berdasarkan perjan- huan nilai pabean lebih rendah dari ce actually paid) adalah harga barang
jian WTO GATT 1994 (Agreement yang seharusnya, maka selain harus yang pada waktu barang tersebut di-
om Implementation of Article VII membayar kekurangan pembayaran, impor (diserahkan pemberitahuan pa-
of GATT 1994) dan telah dituang- importir juga dikenakan sangsi admi- bean impornya kepada Kantor Pabean)
kan kedalam Pasal 15 Undang-Undang nistrasi berupa denda. telah dibayar / dilunasi oleh pembeli.
No. 10 Tahun 1995 sebagaimana telah Sedangkan yang dimaksud dengan har-
diubah dengan Undang-Undang No. 17 Mengacu kepada WTO Valuation ga yang seharusnya dibayar (payable)
Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta Agreement, terdapat 6 (enam) meto- adalah harga barang tersebut pada
Peraturan Menteri Keuangan Nomor de penetapan nilai pabean yang harus waktu diimpor (diserahkan pembe-
34/PMK.04/2016 tentang Perubahan diterapkan secara hierarki, yaitu: ritahuan pabeannya kepada Kantor)
atas Peraturan Menteri Keuangan belum dibayar/ dilunasi oleh pembeli
Nomor 160/PMK.04/2010 tentang 1. Metode Nilai Transaksi, yang bersangkutan. Biaya yang dibayar
Nilai Pabean untuk Penghitungan Bea 2. Metode Nilai Transaksi Barang oleh importir yang belum termasuk
Masuk. dalam harga yang sebenarnya dibayar
Identik, atau yang seharusnya dibayar, berupa:
Nilai Pabean merupakan nilai yang 3. Metode Nilai Transaksi Barang
digunakan sebagai dasar untuk per- '' Komisi penjualan dan Jasa Perantara
hitungan bea masuk dan pungutan Serupa, '' Biaya pengepakan, baik meliputi
dalam rangka impor lainnya. Nilai pa- 4. Metode Deduksi,
bean digunakan untuk menghitung 5. Metode Komputasi, upah tenaga kerja maupun material
bea masuk jika tarif yang digunakan 6. Metode Fallback. pengepakan
berdasarkan tarif advalorum (persen- '' Biaya pengemasan, biaya untuk
tase). Besar kecilnya pungutan pabean Sesuai dengan prinsip utama WTO mengemas barang dalam kemasan
impor sangat tergantung dari besar ke- Valuation Agreement, dasar utama yang menjadi bagian tak terpisah-
cilnya nilai pabean dan tarif yang dike- penetapan nilai pabean adalah nilai kan dari barang yang bersangkutan
nakan atas suatu barang impor. Dalam transaksi dari barang impor bersang- meliputi upah tenaga kerja dan nilai
sistem self assesment, importir secara kutan. Nilai transaksi adalah harga material pengemasan.
mandiri memberitahukan data barang yang sebenarnya atau yang seha- '' Assist, nilai dari barang dan jasa
yang diimpor termasuk menghitung rusnya dibayar oleh pembeli kepada yang dipasok secara langsung atau
sendiri pungutan yang mesti dibayar. penjual atas barang yang dijual untuk tidak langsung oleh pembeli de-
Pemberitahuan nilai pabean oleh im- diekspor ke dalam daerah pabean, di- ngan Cuma-Cuma atau dengan
portir harus tepat sesuai ketentuan tambah dengan biaya-biaya tertentu, harga yang diturunkan, untuk ke-
sepanjang biaya-biaya tertentu ter- pentingan produksi dan penjualan
sebut belum termasuk dalam harga untuk ekspor barang impor yang
yang sebenarnya atau yang seharus-
nya dibayar.
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 13
PERATURAN
bersangkutan, sepanjang nilai ter- oleh dokumen asuransi berupa an- terhadap pembayaran atas pem-
sebut belum termasuk dalam harga tara lain sertifikat asuransi berupa belian barang impor.
yang sebenarnya dibayar atau harus antara lain sertifikat asuransi, polis d. Deviden adalah pembagian ke-
dibayar. asuransi atau open policy. Tanggal untungan yang berkaitan dengan
'' Royalti dan Lisensi, pembayaran dokumen asuransi harus sebelum seluruh bisnis dari perusahaan
yang berkaitan antara lain dengan atau selambat-lambatnya pada saat dan tidak hanya berkaitan dengan
paten, merek dagang dan hak cipta . tanggal pengiriman. penjualan barang yang diimpor.
'' Proceed, nilai dari bagian pendapat- Deviden atau pembayaran lainnya
an yang diperoleh pembeli atas pen- Di dalam ketentuan nilai pabean, ti- oleh pembeli kepada penjual yang
jualan kembali, pemanfaatan atau dak seluruh biaya yang dikeluarkan tidak berkaitan dengan barang im-
pemakaian barang impor yang ke- importir harus dimasukkan dalam un- por, tidak termasuk dalam harga
mudian diserahkan secara langsung sur-unsur perhitungan nilai pabean. yang sebenarnya dibayar atau se-
atau tidak langsung kepada penjual. Adapun biaya/atau nilai yang tidak ter- harusnya dibayar.
'' Biaya transportasi barang impor ke masuk dalam harga yang sebenarnya e. Diskon (Potongan) merupakan
tempat impor di Daerah Pabean, atau yang seharusnya dibayar, yaitu: komponen untuk mengurangi har-
yaitu biaya transportasi yang sebe- ga barang impor sepanjang diskon
narnya dibayar atau seharusnya di- a. Biaya yang terjadi dari kegiatan tersebut berlaku umum dalam
bayar yang pada umumnya tercan- yang dilakukan oleh pembeli untuk perdagangan.
tum pada dokumen pengangkutan, kepentingan sendiri, antara lain Aturan terkait Penetapan Nilai
seperti BIL atau AWB dari barang Biaya untuk uji coba , Pembuatan Pabean selengkapnya tercantum da-
impor yang bersangkutan. ruang pamer, Penyelidikan pasar lam Peraturan Menteri Keuangan
'' Biaya pemuatan, pembongkaran, dan Biaya pembukaan L/C. Nomor 160/PMK.04/2010 tentang
dan penanganan (handling charges) Nilai Pabean untuk Penghitungan Bea
yang belum termasuk biaya trans- b. Biaya yang terjadi setelah pengim- Masuk sebagaimana telah diubah de-
portasi adalah segala biaya yang poran barang, yaitu: ngan Peraturan Menteri Keuangan
berkaitan dengan pengangkutan • Biaya konstruksi, pembangun- Nomor 34/PMK.04/2016.
barang ke tempat impor di Daerah an, perakitan, pemeliharaan
Pabean yang belum termasuk da- atau bantuan teknik yang dila- Sumber: Subdirektorat
lam biaya transportasi (freight). kukan setelah pengimporan, Nilai Pabean
'' Biaya asuransi adalah biaya penja- • Biaya pengangkutan, asuransi
minan pengangkutan barang dari dan/atau biaya lainnya setelah
tempat ekspor di luar negeri ke pengimporan,
tempat impor di Daerah Pabean • Bea masuk, cukai, dan/atau
yang pada umumnya dibuktikan pungutan dalam rangka impor.
c. Bunga (Interest charges) yang di-
bebankan penjual kepada pembeli
14 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
REPORTASE
Partisipasi KPPBC
Teluk Bayur Pada Rakernis
POLDA Sumbar
Pada Rakernis POLRI, KPPBC Teluk Bayur diminta menyampaikan
materi antara lain tentang tupoksi DJBC, terutama untuk aparat-
aparat teknis di lapangan yang bersinggungan langsung dengan
segala permasalahan yang kadang belum mengerti betul tupoksi
DJBC, termasuk topik tentang kekhususan DJBC dalam hal
penyidikan.
gamblang tentang tupoksi DJBC berikut
Munculnya pertanyaan- kewenangannya yang lex spesialis mela-
pertanyaan di daerah lui sebuah rapat kerja instansi (Rakernis)
sehubungan dengan ke- Fungsi Reserse Polda Sumbar yang dilak-
pastian hukum tentang
penyidikan tindak pida- sanakan pada 15-16 Mei 2017.
na kepabeanan dan cukai, juga ada be- Terkait dengan hal itu, Kepala Kantor
berapa kasus tentang penolakan kasus Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B,
kepabeanan dan cukai oleh Kejaksaan Teluk Bayur, Andhi Pramono yang di-
Negeri terhadap penyidikan POLRI mintakan untuk menyampaikan materi
yang disampaikan ke Polda Sumatera untuk acara tersebut segera menyiap-
Barat, ditanggapi dengan sangat baik. kan beberapa topik yang akan dipre-
Untuk itu Kapolda menginginkan ada- sentasikan kepada peserta, antara lain
nya sinergi dengan Kantor Bea Cukai mengenalkan tupoksi secara umum
Teluk Bayur untuk menjelaskan secara
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 15
REPORTASE
tentang DJBC, apalagi untuk aparat- elegan dan proporsional sesuai ama- Sejak awal Kepala Polda dan
aparat teknis di bawah atau di la- nah Undang-Undang dan peraturan la- Dirkrimsus Sumatera Barat serta
pangan yang bersinggungan langsung inya. Kita sampaikan juga permasalah- Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera
dengan segala permasalahan yang an lapangan yang kita sering temui di Barat, telah berkomunikasi dan berko-
kadang belum mengerti betul tupoksi lapangan. Lebih istimewa lagi Rakernis ordinasi, baik dengan pihak Bea Cukai
DJBC, apalagi kekhususan DJBC dalam ini dihadiri oleh seluruh penyidik, re- Teluk Bayur baik secara formal mau-
hal penyidikan. serse, kanit, kasat dan kasubdit se- pun informal, agar bisa satu langkah
luruh wilayah Polda Sumatera Barat dan bersinergi dalam penanganan ka-
“Selanjutnya kita sampaikan juga yang notabene pelaku dan pengambil sus bidang ekonomi khususnya wilayah
tentang tanggung jawab dan wewe- keputusan di lapangan,” ungkap Andhi hukum kepabeanan dan cukai, agar ti-
nang yang diemban DJBC dalam hal Pramono. dak terjadi diskresi dan tumpang tindih
penyidikan. Kita sampaikan secara kewenangan. Sehingga dijadikanlah
narasumber dalam Rakernis tersebut
agar bisa menjelaskan secara urut dan
runut kewenangan DJBC.
“Tanggapanya luar biasa, banyak per-
tanyaan sehubungan dengan kekhu-
susan Bea Cukai. Selain itu, selain
revenue collection kita juga law enfor-
cement....! banyak dari teman-teman
baru tahu betapa berat sekaligus pen-
tingnya tugas BC. Karenanya saya se-
lalu bilang “teman -teman POLRI harus
support dan dukung Bea Cukai dalam
menjalankan tugasnya mengamankan
pengumpulan pundi-pundi uang untuk
negara dan mengamankan dari masuk-
nya barang-barang yang dilarang ke
dan dari Indonesia!,” ungkapnya.
“Harus mesra dan saling menghormati
sesuai kewenangannya dan aturannya,
seperti tegas dan mesra dalam pres-
tasi menangkap dan bekerja sama me-
nanggulangi dan menangkap NPP dan
sindikatnya. BC menangkap, ya pasti
kita serahkan ke POLRI atau BNN, gak
akan disidik BC sendiri hehe, harus
mesra dan saling menghormati, kita
harapkan dalam hal dan kasus kepa-
beanan cukai juga demikian POLRI ke
BC !,” ungkapnya lagi.
Andhi Pramono melihat, momen se-
perti ini sangat bagus dan terhormat
untuk kita bisa sampaikan maksud dan
tujuan Bea Cukai khususnya kewe-
nangan Bea Cukai dalam melakukan
penindakan dan penyidikan berikut
lex spesialisnya. Karena permasalah-
an di lapangan bisa kita antisipasi
dini dengan koordinasi dan komuni-
kasi yang baik. Yang lebih penting lagi
dengan pemaparan BC ini membuat
semuanya terang benderang dengan
aturan dan payung hukum yang jelas,
16 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
REPORTASE
tidak ada yang merasa ditinggikan dan
direndahkan. Apalagi kita bisa mengu-
atkan sinergitas atas pertukaran infor-
masi terhadap peredaran Barang Kena
Cukai ilegal yang berada di pinggiran-
pinggiran Sumatera Barat yang sangat
jauh jangkauannya dari Bea Cukai
Teluk Bayur. Bisa lebih ditingkatkan
status informasinya dan ditajamkan
penindakannya.
Aktif Dalam Komunitas antisipasi dini/ preventive di setiap menjadi modal utama yang berskala
di Daerah permasalahan yang akan timbul. nasional,” paparnya.
Wilayah kerja Bea Cukai Teluk Bayur Selain menjadi narasumber Rakernis Menurut Andhi, menjadi hal yang
meliputi seluruh Provinsi Sumatera di POLDA Sumatera Barat ini, ia juga penting apabila kita terus berusaha
Barat, yang notabene sama wilayah sudah beberapa kali menjadi nara- menjadi
kerjanya dengan Gubernur Sumatera sumber dalam membentuk persamaan
Barat, Polda Sumatera Barat dan tujuan untuk membangun dan mema- Bea Cukai yang semakin baik, selain te-
Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, jukan daerah Provinsi Sumatera Barat rus memperbaiki diri. Tentunya perlu
Badan Narkotika Provinsi Sumatrera diantaranya rutin dari Kementerian dukungan dan support, tidak direcoki
Barat, Danrem, Kanwil Menkumham, Perdagangan dan PemProv Sumatera dengan hal-hal kecil yang menggang-
dan lain-lain. Barat mengisi “Kemudahan dan fasi- gu pelaksanaan tugas. Tidak ada ben-
litas ekspor KITE UKM”, Kementerian turan di lapangan, karena semua per-
“Kita juga aktif dalam Komunitas Pendidikan Tinggi dalam acara seminar masalahan tidak ada yang tidak bisa
Kementerian Keuangan Sumatera umum di Universitas Andalas “penting- dikomunikasikan, adanya kadangkala
Barat. Selama ini kami selalu terlibat nya cukai dan faktor lain bahaya ro- hanya ego sektoral
dan berperan aktif dalam komunitas kok” , termasuk juga aktif di Komunitas
Provinsi, baik dalam rapat-rapat ting- Bahari dan Kepelabuhan, Komunitas “Tugas dan tanggung jawab kita sela-
kat Provinsi maupun di daerah-daerah Airport interdiction, Komunitas ku pimpinan menjalin koordinasi dan
(baik rapat koordinasi, support pasuk- Intelijen Daerah, Latihan bersama dan komunikasi dengan pimpinan setingkat
an gabungan, kunjungan kerja ke da- operasi gabungan TNI AD-AL-AU-POLRI wilayah kita. Kuncinya kita juga tidak
erah atau pulau-pulau di Sumatera dan lainya lagi. boleh mentang-mentang dalam me-
Barat atau sosialisasi),” imbuh Andhi. nyampaikan maksud dan tujuan, ha-
“Bea Cukai semakin baik. ini yang ha- rus elegan dan proporsional tapi lugas
Provinsi Sumatera Barat meliputi 19 rus kita sampaikan pesan kepada sia- sesuai tupoksinya masing-masing. Nah
Kabupaten dan Kotamadya. Sehingga pa saja dan kita siap bersinergi untuk hal-hal demikian ini harus dijelaskan
kita sering berbicara mengenai sum- kebaikan. Jika kita di masing-masing dan dijabarkan juga di level pimpinan
bangsih, peran serta Bea Cukai dalam daerah bisa malah seharusnya ‘wajib’ daerah dan komandan lapangannya
penerimaan negara (Bea Masuk, Bea bersinergi dan menjalin komunikasi dengan pemberian materi yang jelas,
Keluar dan Cukai) pengawasan BKC yang baik dengan pimpinan-pimpinan saya rasa cara ini akan tepat mengenai
di pinggiran daerah Sumatera Barat selevel di daerah juga. Saya yakin akan jantungnya !,” pungkas Andhi.
serta support untuk pengamanan
International Entry Point di Sumatera
Barat, yaitu, Bandara Internasional
Minangkabau, Pelabuhan Internasional
Teluk Bayur serta Kantor Pos Lalu Bea
Padang. Selain dilakukan secara formal
seperti anjangsana antar kantor, juga
dilakukan secara informal melalui ko-
munikasi baik dengan WA dan acara-
acara santai seperti acara2 santai spt
sarapan bareng atau ngopi bareng),
yang jelas kita bertemu dan berko-
munikasi tdk selalu membawa masa-
lah masing2, namun membicarakan
masalah bersama. dan bisa menjadi
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 17
LAPORAN
UTAMA
Indonesia Ingin Bea Cukai ASEAN
Kokoh di Segala Bidang
Tindak lanjut dari ASEAN Directors-General of Customs Meeting 2017
Bea Cukai Asia Tenggara mengalami perubahan signifikan setelah
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia melibatkan private sector
dalam pertemuan tahunan Dirjen Bea Cukai se-ASEAN, untuk menyelami
perkembangan ekonomi kawasan Asia Tenggara. Kini, nasib roda pere-
konomian negara-negara di Asia Tenggara juga ditentukan oleh ASEAN
Customs itu sendiri. Lalu, apa saja makna pertemuan tersebut bagi Indonesia,
ASEAN, dan dunia?
Pertemuan Direktur Jenderal Bea Cukai se-ASEAN yang ke-26, baru saja dilang-
sungkan di Nusa Dua Bali 16-18 Mei 2017. Kali ini, Indonesia menjadi tuan rumah
pertemuan tahunan para pimpinan administrasi kepabeanan se-Asia Tenggara
(ASEAN Directors-General of Customs Meeting). Indonesia juga bertindak sebagai
chairman pertemuan, sekaligus sebagai ketua ASEAN Customs selama setahun
kedepan. Forum tertinggi di bidang kepabeanan di ASEAN ini membahas berbagai
kepentingan strategis pabean dalam rangka mendukung terwujudnya Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA).
Pertemuan ini juga memberi arahan dan keputusan bagi forum kerja sama kepa-
beanan di bawahnya, yaitu Coordinating Committee on Customs (CCC), Customs
Enforcement and Compliance Working Group (CECWG), Customs Capacity Building
Working Group (CCB WG), serta Customs Procedures and Trade Facititation
Working Group (CPTF WG) yang membawahi Sub Working Group on ASEAN
Customs Transit System (SWG ACTS) dan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature
Task Force (AHTN TF).
Hadir dalam pertemuan ini, pimpinan Dalam pertemuan tahunan ini, dibahas dalam private sector. Hal ini dicanang-
Bea Cukai dari sepuluh negara ang- berbagai langkah strategis yang meru- kan, mengingat dapat mendorong
gota ASEAN serta Sekretariat ASEAN. pakan rencana pengembangan yang private sector nasional, asosiasi nasio-
Para pimpinan Bea Cukai ASEAN juga telah dicanangkan di ASEAN. Langkah nal, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan
mengadakan pertemuan dengan mit- strategis tersebut digunakan dalam Menengah (UMKM) untuk mendapat-
ra dialog China, Jepang, Korea, serta memajukan perdagangan dan investa- kan dukungan dalam memajukan per-
pendatang baru Australia. Pertemuan si, diantaranya merupakan inisiatif Bea dagangan ASEAN.
ini pun mendapat dukungan dari World Cukai yaitu pertama, usulan jika per-
Customs Organization (WCO) atau or- temuan ASEAN Directors-General of Ketiga, optimalisasi peran ASEAN
ganisasi pabean dunia yang bermar- Customs dapat membahas isu-isu yang Harmonized Tariff Nomenclatrue Task
kas di Belgia. Diagendakan pula sesi lebih strategis dan dapat menerapkan Force (AHTN-TF), dimana ahli klasi-
konsultasi perwakilan private sector pendekatan top-down, sehingga ki- fikasi ASEAN dapat berkumpul un-
dari US-ASEAN Business Council (US- nerja working group yang ada diba- tuk berdiskusi, belajar, dan sharing
ABC), EU-ABC, serta perwakilan private wahnya dapat lebih terfokus dan ter- pendapat terkait isu-isu klasifikasi,
sector dari negara tuan rumah (host) arah. Kedua, inisiasi Term of Reference untuk nantinya akan dibawa ke WCO
yang merupakan usulan dari Indonesia. (TOR) Private Sector Engagement di- Committee. Keempat, inisiasi Strategic
Pada kesempatan ini, private sec- mana akan memberikan kesempatan Plan on Customs Development (SPCD)
tor Indonesia diwakili oleh Asosiasi ASEAN Customs untuk berinteraksi baru yang dinilai lebih strategis dari sisi
Pengusaha Jalur Prioritas (APJP). substansi. Antara lain SPCD on ASEAN
18 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
MAIN
REPORT
Indonesia Wants ASEAN Customs
to be strong on All Sectors
the follow-up from ASEAN Directors-General of Customs Meeting 2017
ASEAN customs experienced a significant changes after the Directorate
General of Customs and Excise of Indonesia involving the private sector
in the annual meeting of the Director General of ASEAN Customs to
explore the economic development of the region. Now, the wheel of
the economy of ASEAN Countries is also determined by ASEAN Customs
itself. Then, what is the benefit of the meeting for Indonesia, ASEAN and the world?
The 26th ASEAN Directors-General of Customs Meeting has just been organized at
Nusa Dua, Bali, on May 16-18, 2017. Indonesia hosted the annual ASEAN Directors-
General of Customs Meeting and also has a role as the chairman of the meeting as
well as the chairman of ASEAN Customs for the next year. The highest forum in the
field of customs in ASEAN discusses various customs strategic in order to support
the realization of the ASEAN Economic Community (MEA).
The meeting also provides directions and decisions for customs cooperation
forums under it, namely: Coordinating Committee on Customs (CCC); Customs
Enforcement and Compliance Working Group (CECWG); Customs Capacity Building
Working Group (WG CCB), as well as Customs Procedures and Trade Facititation
Working Group (WG CPTF) in charge of Sub-Working Group on ASEAN Customs
Transit System (SWG ACTS) and the ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature Task
Force (TF AHTN).
The meeting is attended by Customs leaders from ten ASEAN member coun-
tries and the ASEAN Secretariat. China, Japan, Korea, and Australian are also
participating in this meeting. The Indonesia Customs namely; First, classification experts can gather to dis-
meeting is also supported by the the proposal if the ASEAN Directors- cuss, learn, and share opinions related
World Customs Organization (WCO) or General of Customs meeting can dis- to classification issues to be brought
the world-based customs organization cuss more strategic issues and can ap- to the WCO Committee. Fourth, the
headquartered in Belgium. There is ply a top-down approach so that the initiation of the new Strategic Plan on
also a consultation session for the rep- working group performance under it Customs Development (SPCD) which is
resentatives of private sector from the can be more focused. Second, initia- considered more strategic in terms of
US-ASEAN Business Council (US-ABC), tion Term of Reference (TOR) Private substances. Which are: SPCD on ASEAN
EU-ABC, as well as the private sector Sector Engagement in which the ASEAN Customs Policy Studies on Forecasting;
from the host country, Indonesia. On Customs will provide an opportuni- SPCD on ASEAN Customs Diagnostic
this occasion private sector Indonesia ty to interact with the private sector. Framework; SPCD on Enhancement
is represented by the Association of It is proclaimed as it can encourage of Customs Integrity; And SPCD on
Priority-Line Entrepreneur (APJP). national private sector, national asso- Human Resource and Administration
ciations, especially Micro, Small and Development. SPCD is proposed to
All the participants were discussing Medium Enterprises (MSMEs) to get be implemented in 2021-2025 and
various strategic steps which are the support in promoting ASEAN trade. currently under discussion of ASEAN
development plan that has been de- Third, optimizing the role of ASEAN countries.
clared in ASEAN. Strategic steps are Harmonized Tariff Nomenclature
used in promoting trade and invest- Task Force (AHTN-TF), where ASEAN Fifth, initiation of capacity building
ment which is also the initiatives of program for experts in each ASEAN
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 19
LAPORAN
UTAMA
Customs Policy Studies on Forecasting, training centers and experts terakre- telah berhasil manyepakati Strategic
SPCD on ASEAN Customs Diagnostic ditasi di ASEAN. Inisiatif ini diharapkan Action Plan dan Key Performance
Framework, SPCD on Enhancement dapat mendorong bertambahnya WCO Indicators (SAP-KPI) sebagai bentuk
of Customs Integrity, serta SPCD on Accredited Expert di ASEAN. akuntabilitas ASEAN Customs.
Human Resource and Administration
Development. SPCD diusulkan untuk Pencapaian ASEAN Customs ASEAN Single Window turut menga-
mulai diterapkan pada 2021-2025, lami kemajuan yang signiflkan. ASEAN
dan kini sedang dalam pembahasan Beberapa pencapaian terkini yang te- Customs Transit System (ACTS, Sistem
negara-negara ASEAN. lah berhasil diselesaikan oleh ASEAN Transit Kepabeanan ASEAN) yang akan
Customs adalah ASEAN Agreement on menjadi kunci bagi konektivitas ASEAN
Kelima, inisiasi program capacity build- Customs, Broad Direction for Customs dan kelancaran arus barang antar nega-
ing bagi para ahli di masing-masing encompassing the period of 10 years ra di ASEAN, saat ini berada di fase akhir
negara ASEAN. Usulan ini disambut (2016-2025), AHTN 2017, dan ASEAN untuk dapat diberlakukan sepenuhnya.
baik oleh negara anggota dan akan Valuation Training Module yang disu- Kemudian, Private Sector Engagement
ditindaklanjuti dengan melakukan sun Indonesia. Sebagai turunan dari yang akan menjadi panduan bagi sek-
kajian atas pengembangen jaringan Board Direction, ASEAN Customs juga tor swasta dalam berkontribusi lebih
jauh dalam inisiatif kepabeanan di ASEAN sudah di-endorse 100 perusahaan tergabung dalam asosiasinya. “Tiga puluh
para Dirjen dalam pertemuan di Bali. persen dari arus barang itu kami handle, dan kami adalah
dari bagian produsen manufacturing, sehingga khususnya
ASEAN Customs, merupakan salah satu sektor kunci dalam pi- perusahaan yang bergabung di asosiasi kami ini sangat erat
lar ekonomi ASEAN, terutama dalam bidang perdagangan dan dalam global supply chain (rantai pasokan global) berbisnis
transportasi. Di samping itu, kerja sama penegakan hukum di antara negara-negara ASEAN,” ungkapnya.
(enforcement) di bidang narkotika, barang-barang berbahaya
bagi masyarakat, lingkungan hidup, serta praktik-praktik pe- Memang, untuk pertama kalinya dalam pertemuan ini, pri-
nyelundupan juga merupakan fokus dan kepedulian bersama vate sector disertakan untuk bisa terlibat dalam diskusi dan
dari ASEAN Customs. Pentingnya sinergi dan koordinasi antar dialog. “Karena aturannya telah disepakati tempat di mana
sektor di ASEAN saat ini semakin dirasakan. meeting ini dilakukan, karena itu private sector Indonesia
dilibatkan untuk diajak dialog dan diskusi. Menikmati per-
Hampir seluruh isu dan inisiatif merupakan cross-cutting is- kembangan ekonomi ASEAN,” ujar Heru. Agenda ini pun
sues atau isu lintas sektoral melibatkan agencies yang lain, mengusulkan untuk memutuskan langkah strategis, yaitu
seperti Trade Facilitation yang dibahas melalui ASEAN Trade bagaimana memberikan support dan pelayanan. Terutama,
Facilitation Joint Consultative Committee (ATF-JCC), e-com- ASEAN saat ini sedang tumbuh ekonominya, pertumbuhan
merce oleh ASEAN Coordinating Committee on e-Commer- ekonomi juga memberikan ancaman fiskal dan non fiskal
ce (ATF-JCC), ataupun di bidang transportasi, terkait transit seperti narkotika dan lain sebagainya.
dimana Bea Cukai aktif sebagai salah satu anggota National
Transit Transport Coordinating Committee (NTTCC). Pertemuan Keuntungan meeting ini bagi Indonesia adalah bisa mening-
ASEAN tahun ini bertepatan dengan perayaan 50 tahun ASEAN, katkan perdagangan, karena Indonesia telah menurunkan
sehingga diharapkan spirit dan solidaritas ASEAN dapat menja- tarif perdagangan sesama negara ASEAN. Kemudian, keun-
di modal berharga untuk mewujudkan cita-cita ASEAN. tungan lainnya adalah memperlancar perdagangan karena
organisasi Bea Cukai ASEAN telah mengimplementasikan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengata- prosedur sesama negara ASEAN. ASEAN merupakan satu
kan, “Inti acara ini sesungguhnya bagaimana para Direktur kumpulan karena itu dengan wadah ini diharapkan bisa
di ASEAN bisa membawa perubahan. Seperti kita tahu, menyuarakan common voice dalam event yang lebih besar
pertumbuhan ekonomi ASEAN relatif besar setelah China lagi seperti WCO dan WTO. “Kita tentunya joint operation,
dan India. Banyak sekali ancaman yang masuk ke negara konkretnya kita lakukan langkah penegakan hukum atau
Indonesia karena itu dalam event ini diharapkan terjadi ke- law enforcement dalam hal pengawasan seperti narkotika.
sepakatan dan kerja sama di antara negara ASEAN. Kita ha- Pentingnya sinergi dan koordinasi antar sektor di ASEAN
rus bekerja sama dengan semua partner, baik negara ASEAN saat ini semakin dirasakan, karena hampir seluruh isu dan
maupun negara lainnya,” ujarnya, ketika menghadiri gelaran inisiatif merupakan cross-cutting issues melibatkan agencies
jumpa pers, didampingi para delegasi negara ASEAN. yang lain,” ujar Dirjen.
Sementara itu, pihak private sector Indonesia yang diwa- (pomo)
kili Ketua APJP, Edward Otto Kanter mengatakan, lebih dari
20 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
MAIN
REPORT
country. This proposal is welcomed by 10 years (2016-2025), AHTN 2017, and to be fully enforceable. The Private
member countries and will be followed ASEAN Valuation Training Module com- Sector Engagement which will guide
up by reviewing the developers of ac- piled by Indonesia. As a subsidiary of the private sector in contributing to the
credited training centers and experts Broad Direction, ASEAN Customs has customs initiatives in ASEAN has been
in ASEAN. This initiative is expected also successfully agreed on Strategic endorsed by the Directors General in
to encourage the increase of WCO Action Plan and Key Performance the meeting.
Accredited Expert in ASEAN. Indicators (SAP-KPI) as a form of ASEAN
Customs accountability. ASEAN Customs is one of the key sec-
Achievement of the tors in ASEAN economic pillar, especial-
ASEAN Customs ASEAN Single Window also experi- ly in trade and transportation. In addi-
enced significant progress. ASEAN tion, law enforcement in the field of
Some of the recent achievements that Customs Transit System (ACTS, ASEAN narcotics, dangerous goods for society,
have been successfully completed by Customs Transit System) which will be a the environment, as well as the prac-
ASEAN Customs are ASEAN Agreement key for ASEAN connectivity and smooth tices of smuggling is also a focus and a
on Customs, Broad Direction for flow of goods between countries in common concern of ASEAN Customs.
Customs encompassing the period of ASEAN is currently in the final phase
The importance of synergy and inter-sectoral coordination to be invited to dialogue and discussion. Enjoy the economic
in ASEAN is perceptible. development of ASEAN, “said Heru Pambudi. This agenda
also proposes to decide on strategic steps, namely how to
Almost all of the issues and the initiatives is a cross-cutting or provide support and service. Especially ASEAN is currently
sectoral issues involving the agencies others, such as Trade growing its economy, economic growth also provides fis-
Facilitation discussed through the ASEAN Trade Facilitation cal and non fiscal threats such as narcotics and so forth.
Joint Consultative Committee (ATF-JCC), e-commerce by the The benefit of this meeting for Indonesia is to increase trade
ASEAN Coordinating Committee on E-Commerce (ATF -JCC), because Indonesia has lowered trade tariffs among ASEAN
or in transit-related transport areas where DJBC is active as countries. Then another advantage is the smoothening of
a member of the National Transit Transport Coordinating trade because the ASEAN Customs Organization has imple-
Committee (NTTCC). The ASEAN Meeting this year coincides mented ASEAN fellow procedures. ASEAN is a group because
with the 50th anniversary of ASEAN so it is expected that it is expected to be able to voice common voice in bigger
ASEAN spirit and solidarity can be a valuable capital to real- events such as WCO and WTO. “We are of course a joint
ize the aspirations of ASEAN. operation, we concretely do law enforcement measures in
terms of surveillance such as narcotics. The importance of
Director General of Customs and Excise of Indonesia, Heru synergy and inter-sectoral coordination in ASEAN is increas-
Pambudi said, “The core of this event is how the Directors ingly felt, as almost all issues and initiatives are cross-cutting
in ASEAN can bring change. As we know, ASEAN’s economic issues involving other agencies, “said the Director General
growth is relatively large after China and India. There are so
many threats that enter the country of Indonesia therefore
in this event is expected to occur agreement and coopera-
tion among ASEAN countries. We must cooperate with all
the partners of both ASEAN countries and other countries,
“he said when the press conference was accompanied by
delegates of ASEAN countries.
Meanwhile, the private sector Indonesia represented by
APJP Chairman Edward Otto Kanter said more than 100
companies are incorporated in the association. “Thirty per-
cent of the flow of goods we handle, and we are from the
manufacturing sector so that especially companies that join
our association is very tight in global business supply chain
among ASEAN countries,” he said.
Indeed, for the first time in this meeting, private sector is
included to be involved in discussion and dialogue. “Because
the rules have been agreed on the place where the meeting
is held, therefore the Indonesian private sector is involved
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 21
LAPORAN
UTAMA
Kerja Sama Lintas Sektor
dalam Bingkai ASEAN Customs
Bicara Meeting of ASEAN Directors-General (DG)
of Customs adalah berbicara tentang kerja sama untuk bisa dilibatkan dalam rapat konsultasi (private sec-
kepabeanan di ASEAN secara keseluruhan. Jika tor engangement),” lanjutnya.
kita trackback, Bea Cukai di ASEAN sudah beker-
ja sama lebih lama dari yang kita duga, karena Pada kesempatan itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai me-
sejak 1983, ASEAN Customs sudah menghasilkan suatu nunjuk Asosiasi Pengusaha Jalur Prioritas (APJP) sebagai per-
ASEAN Customs Code of Conduct. Dokumen ini dianggap wakilan dari private sector Indonesia. Pada akhirnya, kesem-
monumental karena dengannya negara anggota ASEAN patan menjadi Directorate General (DG) chair dan CCC ini
berkomitmen untuk melakukan fasilitasi perdagangan in- akan dimanfaatkan untuk memajukan Bea Cukai Indonesia
tra-ASEAN melalui simplifikasi dan harmonisasi prosedur- dan juga ASEAN, baik sisi kepabeanannya maupun private
prosedur perdagangan dan untuk memperkuat kerja sama sector atau bisnisnya. Keputusan meeting yang sudah di-
regional di bidang kepabeanan. endorse yaitu diterimanya term of reference atau TOR-nya
Indonesia mengenai kerja sama ASEAN dan private sector.
Kemudian, dari sisi teknis Indonesia mengusulkan rapat-
ASEAN merupakan market yang sangat besar. Pertumbuhan rapat di level DG itu untuk memutuskan hal-hal yang bersi-
ekonominya, secara nominal merupakan terbesar ketiga di fat strategis, agar bisa mengarahkan ASEAN selama 5 hingga
Asia setelah Cina dan India. Kerja sama dengan semua par- 25 tahun ke depan. Ini dirasakan penting, karena DG meru-
tner, baik di lingkungan internal ASEAN yang diwakili asosi- pakan pimpinan tertinggi dalam administrasi kepabeanan.
asi, maupun partner dari negara lain, terutama Eropa dan Selain hal yang bersifat strategis, meeting kali ini pun banyak
Amerika mutlak diperlukan. Pertemuan Dirjen Bea Cukai menyepakati hal yang bersifat teknis. Hal ini semua merupa-
se-ASEAN dengan negara mitra, seperti Australia, Jepang, kan pokok-pokok yang akan diimplementasikan Bea Cukai
Korea, dan China dirasakan sangat penting, disamping ten- Indonesia, sekaligus menindaklanjuti arahan dan perintah
tunya dengan negara sesama anggota ASEAN.
Menteri Keuangan sebagaimana dalam sambutannya.
Kepada WBC, Dirjen Bea Cukai Indonesia Heru Pambudi Menurut Heru Pambudi, prioritas utama yang menjadi
mengungkapkan inti dari pertemuan Dirjen Bea Cukai concern jajarannya adalah segera merealisasikan private
se-ASEAN ke-26 yang diadakan di Nusa Dua Bali kemarin sector engangement atau melibatkan sektor swasta dan
adalah bagaimana Dirjen Bea Cukai se-ASEAN itu menyam- bagaimana memperjuangkan ASEAN di World Customs
paikan arahan-arahan untuk membawa ASEAN dalam be- Organization (WCO). Misalnya dalam konteks ASEAN
berapa tahun (5, 10, atau 15 tahun) kedepan melalui kepu- Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN), agar bisa mem-
tusan yang bersifat strategis. Tentunya, ini dilatarbelakangi punyai posisi tawar yang lebih kuat. Kemudian, bagaimana
pertumbuhan ekonomi ASEAN yang semakin pesat. memperjuangkan negara-negara ASEAN, agar tidak hanya
“Salah satu pasar terbesar ASEAN adalah Amerika dan Eropa. menjadi market tetapi juga menjadi pemain e-Commerce.
Selain mengadakan pertemuan yang bersifat strategis, kami Selanjutnya, terkait dengan isu-isu pengawasan, teruta-
juga membicarakan masalah yang bersifat teknis, seperti ma narkotika dan terorisme. Para peserta meeting di Bali
halnya fasilitas dalam memajukan perekonomian Indonesia mengapresiasi penyelenggaraan pertemuan DG kali ini ka-
dan ASEAN. Tidak hanya dari sisi fasilitas kita memberikan rena semua berjalan lancar dan cukup memuaskan.
support, tetapi Bea Cukai se-ASEAN akan terus berdiskusi Dalam pertemuan itu, sesi dialog Dirjen Bea Cukai se-ASE-
dan menghasilkan keputusan untuk memberikan perlin- AN dengan private sector menjadi hal yang krusial. Ketika
dungan kepada masyarakat dan pengusaha,” ujar Heru. diadakan konferensi pers, Ketua APJP Edward Otto Kanter
Memang, tekad ASEAN Customs saat ini adalah melaku- mengungkapkan pihaknya merasa bangga bisa dilibatkan
kan kerja sama secara konkret. Dengan dukungan partner dalam acara besar dan penting ini, sehingga pihaknya bisa
Australia, China, Jepang, dan Korea, Bea Cukai se-ASEAN berkomunikasi dan berkonsultasi langsung dengan Bea
yakin akan bisa lebih kuat. Saat ini, Indonesia menjadi Cukai se-ASEAN. “Kami anggap hal itu sangat penting kare-
chair ASEAN sekaligus menjadi chair-nya Coordinating na kami berharap fasilitasi ini bisa meningkatkan transaksi
Committee on Customs (CCC), atau forum pimpinan Bea perdagangan terutama di ASEAN,” ujar Edward.
Cukai se-ASEAN setingkat di bawah Direktur Jenderal. “Ini Agenda dan Hasil Pertemuan
merupakan suatu kehormatan dan sekaligus kesempat-
an untuk menyuarakan kepentingan Indonesia dan juga Pertemuan tahunan para Direktur Jenderal Bea dan Cukai
ASEAN. Kita mendorong private sector dari Indonesia
se-Asia Tenggara ini sejatinya merupakan forum tertinggi
22 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
MAIN
REPORT
Inter-Sectoral Cooperation
within the ASEAN Customs Frame
Meeting of the Director General of ASEAN
Directorate General of Customs is to talk Indonesia Customs and also ASEAN in both the customs
about customs cooperation in ASEAN as a side and private sector. The decision of the meeting that
whole. If moved backwards, the Customs has been endorsed is the acceptance of terms of reference
or TOR of Indonesia on ASEAN cooperation and private
in ASEAN has been longer than we sector.
thought. Since 1983, ASEAN Customs has already produced Then from the technical side, Indonesia completed the
the ASEAN Customs Code of Conduct. This document is meetings at the DG level to revise the strategic steps in
important because ASEAN member countries commit to order to advance ASEAN for the next 5 to 25 years. This
facilitate intra-ASEAN trade through simplification and har- is important because DG is the highest leader in customs
monization of trade procedures and to strengthen regional affairs. In addition to a very strategic meeting this time,
cooperation in the field of customs. too many technical points. These will be implemented by
ASEAN is a huge market. The growth of economy in ASEAN the Indonesia Customs and follow up the direction and
is the third largest in Asia after China and India. Cooperation instructions of the Minister of Finance in its speech.
with all partners, within ASEAN countries and association According to Heru Pambudi, the main priority is concerning
or other countries, especially Europe and America is abso- the customs officer to immediately realize private sector
lutely necessary. Besides, ASEAN Customs Director General engangement and how to fight for ASEAN in the World
Meeting with ASEAN counterparts such as Australia, Japan, Customs Organization (WCO). For example in the context of
Korea, and China is also important. ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) in order to
Director General of Indonesia Customs, Heru Pambudi re- have a stronger bargaining position. Then how to fight for
vealed the essence of the 26th ASEAN Customs Director ASEAN countries not only be a market but also an e-Com-
General Meeting which is held in Nusa Dua Bali a couple merce user. in a further steps, it’s related to the issues of
times ago is how the Directors General of ASEAN Customs surveillance, especially narcotics and terrorism. The partic-
bring ASEAN into the next few years (5, 10, or 15 years) ipants of the meeting in Bali appreciated the DG meeting,
because everything went well and was quite satisfactory.
through strategic decisions.
“In addition to the meeting, we also discussed technical During the meeting, the ASEAN Customs Director General’s
issues. As well as facilities in advancing the economy of dialogue session with private sector became crucial. at
Indonesia and ASEAN. Not only providing a support for the press conference, the chairman of APJP, Edward Otto
the facilities but also continuing to discuss and produce a Kanter revealed his party is proud to be involved in such
decision to provide protection to the community and en- big and important event so that his team can communicate
trepreneurs,” said Heru Pambudi. and consult directly with the Customs of ASEAN. “We think
that is very important because we hope this facilitation
Indeed, the current commitment of ASEAN Customs is can increase trade transactions, especially in ASEAN,” said
to cooperate concretely. Gaining the support from other Edward.
counterparts like Australia, China, Japan and Korea, will
strengthen ASEAN Customs power. Currently, Indonesia is Agenda and Results of the Meeting
the chairman of ASEAN as well as chairman of the Customs
Coordinating Committee (CCC) or the ASEAN Customs The annual meeting of the Director General of Customs
Leadership Forum which is one level below the Director in Southeast Asia is in fact the highest forum in customs
General. “This is an honor and an opportunity to speak up affairs in ASEAN which discusses various customs strategic
the interests of Indonesia as well as ASEAN. We encourage interests in order to support the realization of the ASEAN
the private sector from Indonesia to be involved in private Economic Community (MEA). And, in 2017 Indonesia has
sector engagement meetings,” said Heru. the opportunity to host and automatically became a chair-
man of ASEAN Customs for one year ahead.
On that occasion, the Directorate General of Customs and
Excise (DJBC) appointed the Priority Line Entrepreneur The meeting discussed the development of the perfor-
Association (APJP) as representative of private sector mance of customs forums under ASEAN Customs includ-
from Indonesia. At last, the opportunity in becoming the ing the ASEAN CCC, the Customs Procedures and Trade
chairman of ASEAN and CCC will be utilized to promote Facilitation Working Group (CPTFWG), the Customs
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 23
LAPORAN
UTAMA
di bidang kepabeanan di ASEAN yang membahas berbagai mitra dialog di atas, pertemuan bilateral juga diadakan de-
kepentingan strategis pabean dalam rangka mendukung ter- ngan EU-ASEAN Business Council (EU-ABC) dan US-ASEAN
wujudnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di 2017 ini, Business Council (US-ABC) yang bertujuan untuk memper-
Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah, dan otomatis kuat kemitraan Bea Cukai dengan sektor bisnis.
setahun ke depan Indonesia menjadi ketua ASEAN Customs.
Negara anggota ASEAN menerapkan pendekatan baru
Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai perkem- dalam mendapatkan konsensus atau persetujuan dalam
bangan kinerja forum-forum kepabeanan di bawah ASEAN pertemuan kali ini. Beberapa anggota pun memberikan
Customs, di antaranya ASEAN CCC, the Customs Procedures apresiasi kepada Australia atas kerja sama perbatasan dan
and Trade Facilitation Working Group (CPTFWG), the penyelenggaraan capacity building, serta atas komitmennya
Customs Enforcement and Compliance Working Group memerangi perdagangan gelap narkotika. Pada kesempat-
(CECWG), the Customs Capacity Building Working Group an itu, ASEAN kemudian meminta Australia untuk bersedia
(CCBWG) dan the ASEAN Single Window Steering Committee menyelenggarakan pertemuan demi pengembangan jangka
(ASWSC). Heru Pambudi menyatakan dalam pertemuan ini panjang ASEAN, dalam mengatasi beragam penyelundupan
juga dibahas terkait perkembangan kinerja yang signifikan narkotika dan hasil tembakau. Kemudian, kemungkinan me-
dalam proses integrasi ASEAN Customs. nyelenggarakan benchmarking dan juga capacity building
untuk meningkatkan kemampuan ASEAN dalam mengim-
Beberapa hasil yang sudah di-endorse peserta meeting ada- plementasikan WTO Trade Facilitation Agreement.
lah pengesahan ASEAN Harmonised Tariff Nomenclature
(AHTN) 2017 yang merupakan pembaruan dari AHTN 2012. Sementara itu, Jepang menjelaskan tentang perkembangan
Hal ini menandakan upaya yang terus menerus dalam me- terbaru dalam usahanya memerangi terorisme. Mereka me-
nyeragamkan klasifikasi barang oleh seluruh ASEAN Customs negaskan kembali kebutuhan untuk meningkatkan perleng-
dengan tujuan simplifikasi proses bisnis, sebagai bentuk fasi- kapan Advance Passenger Information (API) dan Passenger
litasi perdagangan antar negara. Hingga saat ini, lima nega- Name Records (PNR) para penumpang moda transportasi
ra telah mengimplementasikan AHTN 2017, disusul dengan udara. Pada akhirnya Indonesia merujuk keputusan Senior
negara yang tersisa dengan mempercepat prosedur dalam Economic Officials Meeting (SEOM) 2010, bahwa CoO form D
negerinya untuk dapat segera mengimplementasikan AHTN seharusnya diterbitkan sebelum proses pengapalan. Delegasi
2017. Perkembangan ASEAN Customs Transit System (ACTS) Indonesia menjelaskan perdagangannya terkait proyek Single
yang juga menunjukkan kemajuan signifikan. ACTS meru- Risk Management (SRM) yang dapat mengurangi kesulitan
pakan sebuah sistem manajemen yang mengatur keluar sektor swasta. Karena proyek ini akan memudahkan pihak
masuknya suatu barang dari satu negara ASEAN ke negara Bea Cukai dalam mempercepat proses clearance.
ASEAN lainnya, dalam satu payung hukum kepabeanan yang
bebas dari kompleksitas yang saat ini masih terjadi. Australia menyambut baik semangat kolaboratif ini dan me-
nyatakan komitmennya untuk melanjutkan berbagai pro-
Kemudian, ASEAN Single Window juga merupakan salah gram pengembangan kapasitas untuk ASEAN. Sementara
satu program yang memiliki kemajuan signifikan. Salah itu, China menggemakan pernyataan yang disuarakan pre-
satunya adalah dengan diadakannya Project Management sidennya di forum tingkat tinggi baru-baru ini, bahwa ne-
Office (PMO) di dalam ASEAN Secretariat, untuk mengelola garanya akan terus mendukung perkembangan komunitas
kinerja ASW sehari-hari. Pertukaran data secara elektronik ASEAN. Dalam hubungan ini, China juga menunjukkan peran
juga telah dimungkinkan dalam ASW. Pencapaian ini akan penting Bea Cukai dalam rantai pasokan dan nilai global.
semakin mewujudkan tujuan ASW untuk mempercepat pro- Pertemuan itu juga memuat proposal Korea tentang sistem
ses pengeluaran barang, sejalan dengan mengurangi biaya pertukaran data elektronik untuk penerapan FTA yang ber-
logistik di ASEAN. hasil dan tinjauan mengenai kemajuan peraturan konsinyasi
langsung di bawah skema ASEAN-Korea FTA (AKFTA).
Pencapaian lainnya yaitu pengesahan TOR (term of refe-
rence) on the Private Sector Engagement sebagai panduan Kemudian, pertemuan itu mencatat proposal EU-ABC ten-
untuk ASEAN Customs Committee, Working Groups, and the tang tiga bidang utama, yaitu kerja sama dalam memerangi
Private Sector. Hal ini dicanangkan mengingat dapat men- berbagai bentuk penyelundupan, memodernisasi prosedur
dorong private sector nasional, asosiasi nasional, terutama kepabeanan, dan konsultasi di masa depan. Sementara itu,
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil US-ABC merekomendasikan agar ASEAN Customs fokus
Menengah (UKM) untuk mendapatkan dukungan dalam me- pada tiga bidang yaitu fasilitasi e-Commerce, keamanan
majukan perdagangan ASEAN. rantai pasok barang, dan ketertelusuran dan visibilitas, serta
meningkatkan prediktabilitas rantai pasokan yang kompleks.
Tak kalah pentingnya, bahwa pertemuan juga dihadiri mit- Sedangkan, lima isu yang diangkat sektor swasta Indonesia
ra dialog dari China, Jepang, Korea, serta pendatang baru dalam meeting kali ini yaitu implementasi e-CoO, waktu pe-
Australia, dan perwakilan dari WCO. Beberapa pertemu- nerbitan CoO, Implementasi AHTN 2017, kesepakatan kesa-
an bilateral juga diadakan antara mitra dialog tersebut, lahan-kesalahan kecil dalam penerbitan CoO, serta prosedur
guna menjalin dan mempererat kerja sama. Selain dengan cek retroaktif. (pomo)
24 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
MAIN
REPORT
Enforcement and Compliance Working Group (CECWG), the the meeting was also attended by ASEAN counterparts from
Customs Capacity Building Working Group CCBWG) and the China, Japan, Korea, Australian, and representatives of the
ASEAN Single Window Steering Committee (ASWSC). Director WCO. Several bilateral meetings were also held between
General of Indonesia Customs, Heru Pambudi stated that the the counterparts to establish and strengthen cooperation.
meeting was also discussed about the significant improve- In addition to the above counterparts, bilateral meetings are
ment of performance in ASEAN Customs integration process. also held with the EU-ASEAN Business Council (EU-ABC) and
Some of the results which are already endorsed the meet- the US-ASEAN Business Council (US-ABC) aimed at strength-
ing attendees are ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature ening Customs partnerships with the business sector.
(AHTN) 2017, renewal of AHTN 2012. This indicates an on-
going effort to unify the classification of goods by all ASEAN ASEAN member states in applying a new approach in gaining
Customs with the aim of simplification of business process- consensus or approval in this meeting. Some members also
es, as a form of trade facilitation between countries. Now, appreciate Australia for its border cooperation and capac-
five countries have implemented AHTN 2017, followed by the ity building arrangements, and for its commitment to fight
remaining states to speed up the procedure in the country to drugs dealing. On that occasion, ASEAN asked Australia to be
be able to immediately implement AHTN 2017. The develop- willing to organize a meeting for the long-term development
ment of ASEAN Customs Transit System (ACTS), also showed of ASEAN in addressing various smuggling of narcotics and
significant improvements. ACTS is a management system tobacco products. Then it is possible to hold benchmarking
governing the entry and exit of goods from one ASEAN coun- as well as capacity building to improve the ability of ASEAN
try to another ASEAN countries in a legal low that sets the in implementing WTO Trade Facilitation Agreement.
complexity that is still going on to be free.
Meanwhile, Japan describes the latest developments in its
ASEAN Single Window (ASW) is also one of the programs efforts to combat terrorism. They affirm the need to upgrade
that have significant progress. One of them is the estab- the equipment of Advance Passenger Information (API) and
lishment of Project Management Office (PMO) within the Passenger Name Records (PNR) of air transportation pas-
ASEAN Secretariat to manage the daily performance of ASW. sengers. In the end, Indonesia referred to the decision of
Electronic data exchange has also been made possible in the Senior Economic Officials Meeting (SEOM) 2010, that
ASW. This achievement will realize ASW’s goal to acceler- CoO form D should be issued before the shipment process.
ate the exit of goods, in line with reducing logistics costs The Indonesian delegation explained its trade related Single
in ASEAN. Risk Management (SRM) project which could reduce private
sector difficulties. Because this project will facilitate the
Another achievement is the endorsement of TOR on the Customs in accelerating the clearance process.
Private Sector Engagement as a guide for the ASEAN Customs
Committee, Working Groups and the Private Sector. It is Australia welcomes this collaborative spirit and expressed
launched to encourage the private sector, national associa- its commitment to continue capacity building programs for
tions, particularly for Micro, Small and Medium Enterprises ASEAN. Meanwhile, China state a conveyance which deliv-
(SMEs), to gain a support in advancing ASEAN trade. ered by its president at a recent high-level forum that their
country will continue to support the development of the
ASEAN community. In this part, China also demonstrates the
important role of customs in the global supply chain and
value. The meeting also includes a Korean proposal on elec-
tronic data exchange systems for successful FTA implemen-
tation and an overview of the progress in direct consignment
rules under the ASEAN-Korea FTA (AKFTA) scheme.
Then the meeting noted the EU-ABC proposal on three main
areas of cooperation in combating various forms of smug-
gling, modernizing customs procedures, and consulting in
the future. Meanwhile, US-ABC recommends that ASEAN
Customs focus on three areas; E-Commerce facilitation,
supply chain security and traceability and visibility, as well
as increasing the predictability of complex supply chains.
The five issues raised by Indonesia’s private sector in this
meeting are; Implementation of e-CoO, CoO issuance time,
Implementation of AHTN 2017, agreement of small mistakes
in CoO publishing, as well as retroactive check procedure.
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 25
LAPORAN
UTAMA
Meetings of ASEAN Directors-
General of Customs
Kilas Balik Pertemuan Dirjen Bea Cukai Se-ASEAN
Pertemuan para Direktur Jenderal Bea Jenderal ASEAN Dato’ Ajit Sing. Meskipun secara
Cukai se-ASEAN di Bali baru saja berakhir. formal ini adalah Pertemuan Perdana Direktur
Agenda resmi menunjukkan bahwa itu Jenderal Bea dan Cukai se-ASEAN, namun dalam
adalah kali ke-26 para Direktur Jenderal sambutannya Dato’ Ajit Sing mengindikasikan
mengadakan pertemuan, membahas bahwa sebelumnya telah ada pertemuan selevel
hal-hal strategis, dan menentukan masa depan ini namun dalam kondisi vakum.
institusi kepabeanan ASEAN. Tapi, seperti apakah
Pertemuan Direktur Jenderal Bea Cukai ASEAN Sebagai tuan rumah, Direktur Jenderal Bea dan
saat pertama kali diadakan? The 1st Meeting Cukai (saat itu) Soehardjo, menekankan pen-
of ASEAN Directors-General of Customs diada- tingnya kerja sama regional dalam bidang kepa-
kan pada 20-21 Januari 1995 di Bali, Indonesia. beanan dan mengajak seluruh jajaran Bea Cukai
Tentunya sangat berbeda dengan pertemuan ter- ASEAN bekerja keras untuk memenuhi tantangan
akhir, meski secara kebetulan, sama-sama dilaksa- akan tuntutan fasilitasi perdagangan dan efisiensi,
nakan di tempat yang sama, yaitu Bali. sebagaimana amanat World Trade Organization
(WTO). Agenda pertemuan didominasi oleh to-
Tahun 1995, ASEAN baru berjumlah 6 negara pik harmonisasi yaitu Harmonisation of ASEAN
yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Tariff Nomenclature, Harmonisation of Customs
Filipina, Singapura, dan Thailand. Pertemuan Valuation System in ASEAN, Harmonisation of
perdana ASEAN Directors-General of Customs ini
dihadiri Controller of Customs and Excise of the
Royal Customs and Excise Department, Brunei
Darussalam, Y. A. M Pengiran Lela Cheteria
Sahibon Najabah Pengiran Anak Haji Abdul Aziz
bin Pengiran Jaya Negara Pengiran Haji Abu
Bakar; Director-General of Customs and Excise,
Indonesia, Soehardjo; dan Deputy Director-
General (Enforcement) of the Royal Customs
and Excise Department, Malaysia, Ahmad Padzli
Mohyiddin.
Kemudian, hadir pula Deputy Commissioner,
Bureau of Customs, the Philippines, Titus
Villanueva; Deputy Director-General of Customs,
Customs and Excise Department of Singapore,
Koh Chong Hwa; Deputy Director-General,
Customs Department of Thailand, LT. JG. Anan
Panananda RTN. Hadir pula Director General of
Customs Vietnam, Dr. Phan Van Dinh, beserta de-
legasi dengan status sebagai observer, mengingat
baru pada 28 Juli 1995 Vietnam diakui sebagai
anggota ke-7 ASEAN.
Agak berbeda dengan pertemuan-pertemuan
ASEAN Directors-General of Customs saat ini, saat
itu pertemuan dibuka dan dipimpin oleh Sekretaris
26 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
MAIN
REPORT
Meetings of ASEAN Directors-
General of Customs
FLASHBACK TO THE ASEAN CUSTOMS DIRECTOR-GENERAL MEETING
T he ASEAN Customs Director General Meeting in Bali has just ended. The official agenda
shows that it is the 26th time Directors General holds a meetings, discuss strategic steps
and determine the future of ASEAN customs. But what is the ASEAN Customs Director
General Meeting when it is first held? The 1st Meeting of ASEAN Directors-General of
Customs was held on 20-21 January 1995 in Bali, Indonesia. Certainly, it is very different
from the last meeting, although by chance, both held in the same place.
In 1995, there were 6 countries, namely Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines,
Singapore and Thailand. The inaugural meeting of ASEAN Directors-General of Customs was at-
tended by Y. A. M Pengiran Lela Cheteria Sahibon Najabah Pengiran Anak Haji Abdul Aziz bin
Pengiran Jaya Pengiran Haji Abu Bakar (Controller of Customs and Excise of the Royal Customs
and Excise Department, Brunei Darussalam); Soehardjo (Director-General of Customs and Excise,
Indonesia); Ahmad Padzli Mohyiddin (Deputy Director-General (Enforcement) of the Royal Customs
and Excise Department, Malaysia).
Then came Titus Villanueva (Deputy Commissioner, Bureau of Customs, the Philippines); Koh
Chong Hwa (Deputy Director-General of Customs, Customs and Excise Department of Singapore);
LT. JG. Anan Panananda RTN (Deputy Director-General, Customs Department of Thailand), Director
General of Customs Vietnam, Dr. Phan Van Dinh, along with its status as an observer delegation,
since Vietnam has just been recognized as a member of the 7th ASEAN on July 28th, 1995 .
Somewhat different from the meetings of the ASEAN Directors-General of Customs at the mo-
ment, when the meeting was opened and chaired by the Secretary General of ASEAN Dato ‘Ajit
Sing. Although formally it is the first meeting of ASEAN Customs, but in his speech, Dato ‘Ajit Sing
previously indicated that there has been this same level meeting yet under vacuum conditions.
As the host, the Director General of Indonesia Customs (at that era) Soehardjo, emphasized the
importance of regional cooperation in the field of customs and persuades all levels of the ASEAN
Customs to work hard to conquer the challenges of the demands of trade facilitation and efficiency
as mandated by the World Trade Organization (WTO). The meeting agenda was dominated by the
topic of harmonization, namely: Harmonization of ASEAN Tariff Nomenclature, Harmonization
of Customs Valuation System in ASEAN, Harmonization of Customs Procedures, as well as other
topics such as the development of the implementation of Electronic Data Interchange (EDI) in
ASEAN countries.
Indonesia then still hosted the 2nd Meeting of the same year held in Tretes, East Java. Interspersed
by Vietnam, which after officially became an ASEAN member hosted the 3rd Meeting on 27-28
November 1995. This means in 1995 the ASEAN Director General of Customs Meeting held three
times. The 4th meeting was again held in Indonesia in 1996. Brunei Darussalam then hosted the
5th Meeting in 1997.
After being re-hosted at the 6th Meeting in 1998, Indonesia just returned to host in Bandung,
2007. Since 1999, when the ASEAN formation was even 10 with the inclusion of Cambodia as a
member, the ASEAN Director General of Customs always met once a year with the host chosen by
turn in alphabetical order. With the exception of 2005, the ASEAN Directors-General of Customs
Meeting was held twice, as well as in 2010 when Myanmar, which was supposed to be the host,
said it was ready to hold the meeting in 2011. A similar situation would also reoccur in 2018 where
Laos should host the meeting, Ask Malaysia instead. Laos will host the 2019 meeting.
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 27
LAPORAN
UTAMA
Customs Procedures, serta topik lain, seperti perkembang- setahun sekali dengan tuan rumah dipilih secara bergiliran
an dari implementasi Electronic Data Interchange (EDI, berdasarkan urutan abjad. Dengan pengecualian pada tahun
Pertukaran Data Elektronik) di negara-negara ASEAN. 2005, dimana ASEAN Directors-General of Customs Meeting
diselenggarakan dua kali, serta pada 2010 saat Myanmar
Indonesia kemudian masih menjadi tuan rumah pada yang seharusnya menjadi tuan rumah menyatakan siap
Pertemuan ke-2 di tahun yang sama yang dilaksanakan di menyelenggarakan pertemuan pada 2011. Situasi serupa
Tretes, Jawa Timur. Diselingi oleh Vietnam, yang setelah res- juga akan kembali terulang di 2018, dimana Laos yang se-
mi menjadi anggota ASEAN, menjadi tuan rumah Pertemuan harusnya menjadi tuan rumah meminta Malaysia sebagai
ke-3 pada 27-28 November 1995. Ini berarti pada tahun gantinya. Laos akan menjadi tuan rumah pertemuan pada
1995 diselenggarakan Pertemuan Direktur Jenderal Bea 2019 mendatang.
Cukai ASEAN sebanyak tiga kali. Pertemuan keempat kem-
bali dilakukan di Indonesia pada 1996. Kemudian Brunei Hanya sedikit yang tidak berubah dari ASEAN, diantaranya
Darussalam menjadi tuan rumah Pertemuan ke-5 pada status sebagai fast growing region yang memiliki kinerja
1997. perdagangan yang impresif. Di luar itu, spirit persahabat-
an dan solidaritas ASEAN merupakan ciri khas yang tidak
Setelah menjadi tuan rumah kembali pada Pertemuan ke-6 akan dapat ditemui dalam kerja sama regional dimanapun.
di 1998, Indonesia baru kembali menjadi tuan rumah tahun (Seksi Regional IV, Direktorat Kepabeanan Internasional
2007 di Bandung. Sejak 1999, saat formasi ASEAN genap dan Antar Lembaga, Bea Cukai)
menjadi 10 dengan masuknya Kamboja sebagai anggota,
para Direktur Jenderal Bea Cukai se-ASEAN selalu bertemu
Daftar lengkap ASEAN Directors-General of Customs Meetings adalah sebagai berikut:
Pertemuan Tahun Tempat Negara
1st 20-21 January 1995 ID-Bali Indonesia
2nd 17-18 July 1995 ID-Tretes *) Indonesia
3rd 27-28 November 1995 VN-Ha Noi Vietnam
4th 4-5 September 1996 ID-Jakarta Indonesia
5th 22-23 May 1997 BD-Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam
6th 26-27 February 1998 ID-Jakarta Indonesia
7th 13-14 July 1999 MY-Genting Highlands Malaysia
8th 28-29 July 2000 MM-Yangon Myanmar
9th 13-14 July 2001 PH-Makati Filipina
10th 23-24 July 2002 SG-Singapore Singapura
11th 8-10 July 2003 TH-Bangkok Thailand
12th 2-4 June 2004 VN-Hanoi Vietnam
13th 6-8 June 2005 BD-BSB **) Brunei Darussalam
14th 10-11 Nov 2005 PH-Cebu Filipina
15th 6-8 June 2006 CA-Siem Reap Kamboja
16th 12-14 June 2007 ID-Bandung Indonesia
17th 17-19 June 2008 LA-Vientiane Vietnam
18th 9-11 June 2009 MY-Shah Alam Malaysia
19th 8-11 June 2010 TH-Phuket Thailand
20th 6-9 June2011 MM-Nay Pyi Taw Myanmar
21st 5-8 June 2012 PH-Manila Filipina
22nd 4-6 June 2013 SG-Singapore Singapura
23rd 3-5 June 2014 VN-Dalat, Viet Nam Vietnam
24th 20-22 May 2015 BD-BSB Brunei Darussalam
25th 25-27 May 2016 CA-Phnom Penh Kamboja
26th 16-18 May 2017 ID-Bali Indonesia
*) Back to back with:12-13 July 1995 WG on Customs Procedures dan 14-15 July 1995 The 4th Experts Group Meeting on Tariff
Nomenclature (all in Tretes)
**) Back to back with ASEAN Customs Directors-General Retreat, 5 June 2005, Bandar Sri Begawan
28 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
MAIN
REPORT
Only a few remain unchanged from ASEAN, including the ASEAN solidarity is a hallmark that can not be found in
status of a fast growing region that has an impressive trad- any regional cooperation. (Regional Section IV, Directorate
ing performance. Beyond that, the spirit of friendship and International and Public Affair, DGCE)
The full list of the ASEAN Directors-General of Customs Meetings are as follows:
Meeting Year Venue Country
1st 20-21 January 1995 ID-Bali Indonesia
2nd 17-18 July 1995 ID-Tretes *) Indonesia
3rd 27-28 November 1995 VN-Ha Noi Vietnam
4th 4-5 September 1996 ID-Jakarta Indonesia
5th 22-23 May 1997 BD-Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam
6th 26-27 February 1998 ID-Jakarta Indonesia
7th 13-14 July 1999 MY-Genting Highlands Malaysia
8th 28-29 July 2000 MM-Yangon Myanmar
9th 13-14 July 2001 PH-Makati Philippines
10th 23-24 July 2002 SG-Singapore Singapore
11th 8-10 July 2003 TH-Bangkok Thailand
12th 2-4 June 2004 VN-Hanoi Vietnam
13th 6-8 June 2005 BD-BSB **) Brunei Darussalam
14th 10-11 Nov 2005 PH-Cebu Philippines
15th 6-8 June 2006 CA-Siem Reap Cambodia
16th 12-14 June 2007 ID-Bandung Indonesia
17th 17-19 June 2008 LA-Vientiane Vietnam
18th 9-11 June 2009 MY-Shah Alam Malaysia
19th 8-11 June 2010 TH-Phuket Thailand
20th 6-9 June2011 MM-Nay Pyi Taw Myanmar
21st 5-8 June 2012 PH-Manila Philippines
22nd 4-6 June 2013 SG-Singapore Singapore
23rd 3-5 June 2014 VN-Dalat, Viet Nam Vietnam
24th 20-22 May 2015 BD-BSB Brunei Darussalam
25th 25-27 May 2016 CA-Phnom Penh Cambodia
26th 16-18 May 2017 ID-Bali Indonesia
*) Back to back with:12-13 July 1995 WG on Customs Procedures dan 14-15 July 1995 The 4th Experts Group Meeting on Tariff
Nomenclature (all in Tretes)
**) Back to back with ASEAN Customs Directors-General Retreat, 5 June 2005, Bandar Sri Begawan
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 29
LAPORAN
UTAMA
Upps..
Ada Kanal BC di Bali
Hebat..! Satu kata itu pan- Lihat saja, studio mini Kanal BC di Bali Ditemui disela-sela acara, Kasubdit
tas dialamatkan ke jajar- Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Humas Bea Cukai Deni Surjantoro
an Humas Bea Cukai saat tempat dilangsungkannya acara. mengungkapkan kegembiraannya. Ia
ini. Setelah resmi mela- Tampilannya ciamik. Ruang mungil merasa puas dengan kinerja semua
unching Kanal BC Tv dan itu serasa disulap menjadi beranda jajarannya. Program peliputan dan
Radio pada September 2016, kini ia rumah yang nyaman. Banyak sudah siarannya kali ini terbilang sukses.
kembali unjuk gigi dengan mengada- tamu bertandang, asyik kalau sudah “Bangga, sudah pasti. Capek, juga iya.
kan live acara 26th Asean Meeting of diajak ngobrol siaran. Tamu penting Tapi menyenangkan,” ujar Deni.
Directors-General of Customs atau seperti beberapa Dirjen Bea Cukai ne-
pertemuan Dirjen Bea Cukai se-Asean gara sahabat menyempatkan diri ber- Harus diakui, dunia broadcasting
pada 16-18 Mei 2017 di Bali. Ini me- bincang dengan kru Kanal BC Teddy, memiliki keunggulan dan keunikan
rupakan pertama kalinya kru Kanal Putri, dan Okta. Rupanya Dirjen Bea tersendiri. Media siar seperti radio
BC membuat studio mini di ‘luar kan- Cukai Myanmar cukup tertarik konsep bisa menggerakkan khalayak umum
dang’. Biasanya liputan selalu diada- kanal BC Indonesia. Bahkan pihak Bea dengan melibatkan emosi, dan juga
kan di studio atau di luar tanpa studio Cukai Filipina menyatakan akan mem- terbukti dapat mengaktifkan imaji-
mini. Tapi kali ini memang berbeda. buat kanal berita radio dan televisi nasi. Tak berlebihan jika Bea Cukai
meniru Indonesia. sangat concern dengan kanal radio-
nya. Apalagi dengan mengusung ver-
si streaming kalangan pendengar tak
terbatasi oleh jarak. Asalkan ia memi-
liki akses internet maka menu siaran
pasti selalu bisa dinikmati.
Nyatanya, Kanal BC yang eksisten-
sinya berada dibawah pengelolaan
Subdit Komunikasi dan Publikasi
Direktorat Kepabeanan Internasional
dan Antar Lembaga (KIAL) DJBC su-
dah dapat diakses di berbagai media.
Meski lewat handphone biasa saja
para pemirsa pendengar sudah bisa
mengakses beragam menu khas siar-
annya. Bravo Kanal BC Tv dan Radio…
Selalu jaya di udara. (pomo)
30 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
MAIN
REPORT
whoop!
Kanal BC in Bali
Great! One word that de- his excitement. He was satisfied with the radio channel. Moreover, by car-
serves to be addressed the performance of his team. All the rying the stream version of the radio,
to Public Relation of plans that have been set were running the listeners can access wherever and
Indonesia Customs. After smoothly. “Proud for sure. Tired but whenever.
the Launching of the fun, “ said Deni.
Kanal BC TV and Radio in September Kanal BC whose existence is under
2016, Kanal BC held a live report of Admittedly, the world of broadcasting the management of Sub directorate
the 26th Asean Meeting of Directors- has its own advantages and unique- of Communication and Publication of
General of Customs on May 16-18, ness. Broadcasting media such as ra- Indonesia Customs, has been acces-
2017 in Bali Nusa Dua Convention dio can move the general public point sible in various media. Even in the or-
Center (BNDCC), Bali. This is the first of view by involving emotions. And it’s dinary mobile phone, Kanal BC TV or
time of Kanal BC to make mini studio also proven to activate the imagina- Radio can easily be accessed. Bravo
in the outer area. tion. It’s not an excessive, if Indonesia Kanal BC!
Customs is being very concerned with
The mini studio seemed to be trans-
formed into a comfortable veranda of
a house, many important guests have
been visiting the mini studio such as
directors general of customs in a few
countries. They were having a delight-
ed interview with Kanal BC Crew.
Apparently, a few Directors of
Customs are quite Interested in mak-
ing the same communication strategy
as Indonesia Customs with its Kanal
BC. Some of them planned to have
their own version of Kanal BC in their
country.
Deputy Director of Communication
and publication of Indonesia
Customs, Deni Surjantoro expressed
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 31
FEATURE
GERAKAN Kepala Subdirektorat Nilai Pabean Direktorat Teknis Kepabeanan Bea
SADAR Cukai, Bobby Situmorang pernah menceritakan pengalamannya terkait
indikator kinerja utama (IKU). Dalam menggalakkan Gerakan Sadar IKU,
INDIKATOR dia sengaja menanyakan seorang pegawai pelaksana yang kebetulan
KINERJA bertemu dengannya, “IKU Anda apa?” Pegawai tersebut spontan saja
UTAMA agak gelagapan memberikan jawaban, karena selama ini si pegawai
tidak terlalu memperhatikan masalah IKU. Karena tidak bisa menjawab,
si pegawai diperintahkan untuk push up sebagai hukuman, dan diminta
Bobby untuk memahami dan wajib mengetahui apa IKU-nya.
Peristiwa kecil tersebut menggambarkan bahwa kesadaran pegawai
Bea Cukai akan IKU di tingkat pelaksana masih rendah. Hal ini juga
dibenarkan oleh Kasubdit Pengelolaan Kinerja, Direktorat Kepatuhan
Internal (KI), Yulianto. “Dulu saya waktu di luar KI termasuk orang yang
tidak suka dengan IKU, IKU itu suatu pekerjaan yang simpel kenapa
dibuat jadi ribet. Sekarang saya kena sendiri, tidak tanggung-tanggung
mengu rusi IKU se-Indonesia. Tadi bencinya minta ampun, sekarang saya
sudah mencintai IKU,” kata mantan Kabid P2 Bea Cukai Soekarno Hatta
itu.
Bahkan dalam suatu rapat di lingkungan Kementerian Keuangan,
Menteri Keuangan pernah mengatakan bahwa sudah dilakukan eva-
luasi dan sudah dilakukan penilaian kinerja, dan nilainya sangat bagus.
Hasilnya sangat bagus karena hampir dari total pegawai Kementerian
Keuangan 75% itu nilainya sangat baik, tetapi saya tidak merasakan
apa-apa. Jangan-jangan IKU yang sekarang ini sebetulnya masih me-
rah. Nilainya bagus tetapi problemnya banyak dan makin serius serta
berdampak masif kepada lingkungan sekitar Kementerian Keuangan. Ini
QQ Salah satu karya
peserta lomba
desain poster
“Gerakan Sadar
IKU” yang
diadakan oleh
Subdit Pengelolaan
Kinerja
32 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
FEATURE
yang dirasakan Ibu Menteri, makanya QQ Rapat Capaian IKU yang diadakan secara rutin setiap bulan di KPPBC TMP C Nunukan
semua diperbaiki lagi.
Bea Cukai sendiri melakukan perbaikan dan tepat arah (good governance) serta membangun kepercayaan publik melalui
dalam hal IKU, salah satunya menggan- peningkatan pelayanan publik.
ti nama Subdit Evaluasi Kinerja men-
jadi Subdit Pengelolaan Kinerja. Kalau Untuk memastikan keberhasilan pencapaian tujuan reformasi birokrasi, diperlu-
evaluasi kinerja, berarti hanya menge- kan mekanisme penilaian kinerja pegawai maupun organisasi yang diharapkan
valuasi kinerja yang sudah ada. Begitu dapat menjadi “early warning system” bagi para atasan dan pimpinan organisasi,
namanya berubah menjadi pengelola- untuk terus antisipatif dan proaktif terhadap tantangan dan kesempatan yang
an kinerja, otomatis konsep dan pro- ada demi mencapai tujuan reformasi birokrasi.
gram kerja menentukan IKU harus dila-
kukan secara komprehensif, mulai dari Salah satu tuntutan reformasi birokrasi adalah adanya suatu ukuran kinerja yang
perencanaan kerja sampai bagaimana jelas, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. IKU hadir sebagai alat ukur
untuk melaksanakannya. Dengan de- kinerja organisasi dan pegawai Kementerian Keuangan. Dari sisi pegawai, peni-
mikian akan diketahui berapa anggar- laian kinerja melalui mekanisme IKU diharapkan dapat meningkatkan kualitas
an dan SDM yang dibutuhkan, apakah Sumber Daya Manusia (SDM) guna mewujudkan SDM yang profesional dan ber-
nanti target yang ditetapkan untuk integritas tinggi. Dengan manajemen yang tepat, diharapkan IKU dapat menjadi
satu pekerjaan tersebut dapat terca- alat bagi organisasi untuk mencapai sasaran strategis. Selain itu, IKU juga menjadi
pai atau tidak. alat untuk mendeferensiasi nilai/capaian kinerja antar pegawai yang menjadi
Apabila dilihat dari perkembang- dasar untuk melakukan manajemen kepegawaian seperti pemetaan pegawai
an pengelolaan kinerja, sebenarnya dan pemberian tunjangan kinerja (tukin) pegawai.
Kementerian Keuangan telah mela-
kukan reformasi birokrasi sejak tahun Di lingkungan Kementerian Keuangan, IKU ditetapkan mulai yang tertinggi, yaitu
2007. Reformasi birokrasi bertujuan IKU milik Menteri Keuangan. Kemudian IKU diturunkan ke unit-unit Eselon I di ba-
untuk mewujudkan tata kelola keuang- wahnya, diantaranya DJBC. Di lingkungan DJBC, IKU Direktur Jenderal diturunkan
an negara yang profesional, amanah kepada para pimpinan Eselon II yang diturunkan kembali kepada pejabat Eselon
III, IV, hingga kepada pegawai pelaksana. Penurunan IKU ini merupakan upaya
QQ Opsar BKC organisasi untuk dapat mencapai sasaran strategis organisasi.
Konsep penyusunan IKU yang bersifat top-down (dari atas ke bawah) mengharus-
kan pegawai merumuskan IKU yang mendukung IKU atasannya. Namun selain IKU
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 33
FEATURE
QQ Opsar BKC QQ Operasi Pasar BKC Ilegal. Sekecil apapun usahamu, akan sangat berarti bagi organisasimu
yang bersifat top-down, pegawai juga kinerja yang lebih terukur, obyektif Setelah Subdit Pengelolaan Kinerja
diharapkan untuk menambah IKU lain dan valid atau dapat dipertanggung- pada Direktorat Kepatuhan Internal
yang sesuai dengan tugas dan fungsi jawabkan. Dengan remunerasi yang (KI) melakukan evaluasi dan review
pemilik IKU. lebih tinggi dibanding pegawai negeri pengelolaan kinerja di lingkungan
di instansi lain, maka diharapkan PNS DJBC, mendapati bahwa tata kelola
Hal yang terpenting dalam penilaian Kemenkeu mempunyai kinerja yang le- IKU di lingkungan DJBC belum memu-
IKU adalah kualitas IKU dan kualitas bih baik, dan setiap pegawai siap dan askan. Tingkat pemahaman IKU antara
target. Kualitas IKU dinilai dari se- paham ketika dimintai pertanggungja- suatu unit dan unit lain belum mera-
berapa besar peran IKU mendukung waban atas capaian kinerjanya. ta. Berdasarkan hal tersebut, Subdit
pencapaian sasaran strategis organi- Pengelolaan Kinerja mengambil inisia-
sasi dan seberapa besar peran pemilik Selain itu, masih adanya anggapan tif untuk memulai Gerakan Sadar IKU.
IKU dalam pencapaian IKU tersebut. bahwa hal yang berkaitan dengan IKU “Dengan melibatkan para pengelola
Kualitas target harus menantang na- hanya menambah beban administra- kinerja di setiap unit kerja, kami ber-
mun tetap realistis untuk dicapai serta si menjadikan pegawai kurang peduli harap dapat menumbuhkan kesadar-
harus senantiasa lebih baik dari tahun terhadap IKU-nya. Padahal jika pega- an para pegawai tentang betapa pen-
ke tahun. wai memahami konsep IKU, maka dia tingnya memahami dan mengelola IKU
akan mengerti bahwa IKU membawa secara benar sesuai dengan ketentuan
Akan tetapi dalam realitanya, setelah manfaat bagi pemilik IKU dan organi- yang ada,” ujar Yulianto.
sekian lama program IKU diberlakukan, sasi. Karena dengan adanya IKU dapat
kesadaran pegawai tentang IKU masih membantu pegawai untuk bekerja le- Yulianto memberikan satu gambaran
rendah. Mengapa hal ini bisa terjadi bih terarah dan terukur, sehingga dia dalam membedah IKU di salah satu
? Karena masih banyak pegawai yang akan lebih fokus dalam bekerja. IKU unit kerja DJBC yaitu mengenai fasili-
belum menyadari atau memahami juga membantu pegawai untuk mem- tas yang diberikan kepada pengguna
bahwa ketika reformasi birokrasi berikan kontribusi optimal bagi unit jasa. Ketika bicara fasilitas, DJBC sudah
Kemenkeu diimplementasikan dan kerjanya, karena capaian IKU akan punya direktorat khusus yang membi-
pegawai mendapatkan remunerasi, menjadi dasar pertimbangan pembe- dangi fasilitas, di tingkat kantor wila-
terdapat konsekuensi yang harus di- rian penghargaan bagi pegawai. Dalam yah juga sudah ada bidang khusus fa-
terima dan menjadi tanggung jawab hal ini yang sudah terealisasi adalah silitas, kemudian punya Pusat Logistik
Kemenkeu dan setiap pegawai di ling- pemberian tunjangan kinerja tahunan Berikat (PLB), bahkan bertambah lagi
kungan Kemenkeu, yaitu penilaian pegawai. Industri Kecil dan Menengah (IKM).
34 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
FEATURE
Akan tetapi dalam sasaran strategis Dia juga mengatakan, sekarang di termasuk pada pemberian premi dan
DJBC yang termasuk IKU-nya Direktur DJBC ada namanya IKU P21. IKU yang insentif lainnya. Kalau nilai IKU-nya
Jenderal tidak ada satupun yang me- terkait dengan penegakan hukum itu kecil, berarti dia akan mendapatkan
nyebutkan fasilitas. mulai dari pelaksanaan pengawasan, remunerasi yang lebih kecil dibanding-
penindakan, penyidikan sampai P21 kan yang nilainya besar.
Sehingga ketika merumuskan IKU un- (pemberitahuan bahwa hasil penyidik-
tuk fasilitas sempat mengalami disku- an sudah lengkap). Padahal diketahui Untuk itulah menurut Yulianto, gerak-
si panjang. Yang menjadi pertanyaan bersama bahwa P21 itu bukan pro- an sadar IKU ini perlu disebar luaskan
“apa indikator keberhasilan fasilitas duk hukum Bea Cukai, tetapi produk kepada seluruh lapisan pegawai DJBC,
kepabeanan itu?” Setelah dibedah, hukumnya Kejaksaan. “Kita sengaja terutama kepada lapisan bawah yaitu
mengerucut kepada satu kesimpul- membuat itu dalam rangka membedah pegawai pelaksana, supaya sasaran
an sederhana, bahwa fasilitas kepa- semua, karena problemnya ada di situ. strategis organisasi DJBC dapat terca-
beanan yang diselenggarakan oleh Sehingga kalau ada sasaran strategis pai dengan baik dan benar sesuai yang
DJBC itu orientasinya adalah ekspor. penegakan hukum, itu gap atau kesen- diharapkan. Beberapa langkah penting
Sehingga yang diukur keberhasilan- jangannya semakin sedikit, sehingga yang dilakukan Direktorat KI supaya sa-
nya adalah angka ekspor, baik dari ni- IKU itu diharapkan untuk mendukung saran Gerakan Sadar IKU ini berjalan
lai ekspornya maupun jumlah volume. sasaran strategis. Ini sekarang yang te- baik diantaranya, melaksanakan sosia-
Dari situ mucullah salah satu IKU-nya rus kita bahas,” kata Yulianto yang siap lisasi dan asistensi pengelolaan kinerja
Dirjen yaitu rasio ekspor/impor yang menjadi telinga untuk mendengar dan secara kontinyu serta meningkatkan
menggunakan fasilitas kepabeanan. menerima masukan-masukan terkait peran aktif dari pengelola kinerja ma-
pengelolaan kinerja untuk Bea Cukai sing-masing unit.
“Jadi untuk menyusun kinerja dan Makin Baik.
dampaknya harus bisa kita ukur. Ada “Kami juga menghimbau pembuatan
satu pekerjaan yang sifatnya saling Yang tidak kalah penting, efek lain dari banner Sadar IKU yang dicetak dan di-
berkaitan. Yang menjadi pertanya- IKU itu pasti menghasilkan nilai kinerja, letakkan di tempat-tempat yang mu-
an, bagaimana atau seberapa besar ada target yang harus dicapai. Dalam dah dilihat oleh pegawai dan melaku-
pengaruh IKU terhadap organisasi, hal ini, perlu dipertimbangkan apakah kan pemilihan pegawai terbaik dalam
bagaimana pengaruh IKU terhadap sudah cukup bahwa hasilnya itu akan pengelolaan IKU. Mengadakan lomba
Kementerian Keuangan. Jangan-jangan dipergunakan sebagai kebijakan da- desain poster Gerakan Sadar IKU yang
selama ini pelaksanaan IKU ternyata lam pendistribusian tunjangan kinerja. diikuti oleh para pegawai di lingkung-
tidak berpengaruh terhadap organi- Jadi orang yang kinerjanya bagus sama an DJBC. Kedepannya, Direktorat KI
sasi. Sehingga program ini hanya be- yang jelek itu harus ada perbedaan. akan bekerja sama dengan Direktorat
gitu saja, berjalan ditempat. Ini yang Yang bagus sebagai reword dan kalau KIAL untuk mempublikasikan kegiatan
kita coba bahas dan rumuskan,” papar yang jelek itu sebagai punishment. Gerakan Sadar IKU ini melalui media
Yulianto. Punishment-nya berupa remunerasi, sosial resmi Bea Cukai,” ujar Yulianto
serta berharap supaya setiap pegawai
dapat mengenal, melaksanakan dan
mengelola IKU-nya secara benar se-
hingga berdampak pada peningkatan
kinerja pegawai dan organisasi. (Piter)
QQ Salah satu tempat yang menentukan
kinerja kemenangan atas sengketa
banding di DJBC (2)
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 35
SISI
PEGAWAI
Jaya Setiawan Gulo
Pegawai Bea Cukai
Inspiratif
Dalam acara puncak peringatan hari lahir Pancasila
pada 7 Juni 2017, Jaya Setiawan Gulo diundang
datang ke Kantor Pusat Bea Cukai untuk meneri-
ma penghargaan sebagai salah satu pegawai Bea
Cukai inspiratif. Jaya Setiawan Gulo menerima
penghargaan tersebut dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Heru Pambudi karena telah memberikan kontribusi nyata
kepada lingkungan sekitar, baik dari aspek pendidikan, bu-
daya, dan sosial.
“Saya kaget dipanggil mendadak harus datang ke kantor
pusat dan saya bersyukur mendapat penghargaan itu seba-
gai juara pertama,” kata Gulo, biasa dia disapa. Gulo saat
ini bertugas sebagai pelaksana di Kantor Pelayanan dan
Pengawasan Bea Cukai Kuala Namu.
Gulo, kelahiran Pematang Siantar, memang dianggap layak
menerima penghargaan tersebut, melihat dari berbagai pres-
tasi yang dia wujudkan di tingkat nasional maupun interna-
sional. Pemuda berdarah campuran Nias (Gulo) dan Batak
(Siregar) itu memiliki kemampuan leadership dan diplomasi
yang baik, sehingga dia dipercaya menduduki jabatan pen-
ting di beberapa organisasi tingkat internasional, diantara-
nya sebagai Direktur Komunikasi dan Koordinator Indonesia
Mengglobal dan sebagai Chairman Indonesia Nederland
Youth Society.
Pada awalnya, Gulo kecil adalah anak yang malas belajar
dan tidak memiliki prestasi, bahkan selalu masuk urutan
kelima terbawah. Pada waktu kelas 5 Sekolah Dasar (SD),
Gulo sempat jatuh dan terkilir hingga patah tulang, sehingga
dibawa berobat ke kampung neneknya di pedalaman Teluk
Nibung, Tanjung Balai Asahan. Gulo terpaksa diungsikan di
kampung halaman ibunya itu selama tiga bulan untuk men-
jalani pengobatan. Disitulah Gulo melihat kehidupan masya-
rakat sehari-hari yang penuh dengan kesulitan, benar-benar
mengandalkan alam yang jauh berbeda jika dibandingkan
dengan tempat tinggalnya di Siantar. Ia pun melihat bagai-
mana sulitnya anak-anak desa berjuang untuk bersekolah
dengan berjalan kaki hingga berkilo-kilo meter di bawah terik
matahari dan hujan. Setelahnya, dia mulai termotivasi agar
menjadi anak yang berhasil dan suatu saat nanti bisa mem-
bantu orang lain.
36 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
SISI
PEGAWAI
Ketika Siantar, QQ Gulo sebagai Duta Muda United Nations
kembali yaitu H. Environment Programme (UNEP) sedang
ke Siantar, Adam Malik. presentasi di Bangkok, Thailand.
dia mulai meng- “Terus saya berpi-
ubah pola hidupnya, kir, ternyata ada anak duduk di akhir semenster kelas tiga
dari yang selama ini selalu Siantar yang prestasinya ti- SMA dan sedang mencari perguruan
bergegas tidur malam, ia mulai dak cuma nasional, tetapi sampai tinggi, tiba-tiba Gulo mendapat kabar
mengisi waktu malamnya untuk bel- internasional. Wah, cocok ini jadi role dari ibunya bahwa usaha orang tua
ajar, kemudian esoknya bangun lebih model. Dari situ saya semakin giat bel- Gulo mengalami kebangkrutan, sam-
awal. “Selama ini saya hanya memba- ajar bahasa Inggris,” ujar Gulo. pai mereka tidak bisa lagi membiayai
ca buku dari sekolah, lalu saya mulai sekolah Gulo. Kabar ini menjadi cam-
membeli-beli buku,” ujar Gulo, yang Memasuki jenjang SLTA, Gulo diteri- buk sekaligus motivasi bagi Gulo untuk
akhirnya bisa mendapat peringkat ke- ma sebagai salah satu siswa unggulan memperjuangkan masa depan.
dua pada waktu lulus dari SD. di SMA Tapian Nauli Sibolga. Yayasan
milik Akbar Tanjung itu termasuk se- “Waktu itu, ada ujian bersama masuk
Gulo bersyukur dapat diterima di SMP kolah unggulan bertaraf internasional perguruan tinggi seperti UI, ITB, USU,
Negeri 1 Pematang Siantar, yang me- dan siswa yang diterima benar-benar dan lain-lain. Jadi kita harus pergi ke
rupakan sekolah favorit waktu itu. Di mengikuti seleksi ketat dan berpres- Pekanbaru, Riau. Teman-teman se-
sana, dia tidak mau tertinggal dengan tasi. Bahkan hasil seleksi masuk SMA mua pergi berangkat, saya enggak.
siswa lainnya, dan mulai ikut les untuk ini ada unggulan A, B, dan C. Gulo ter- Saya cari beasiswa, beasiswa penuh
memperdalam bahasa Inggris. Waktu masuk unggulan A, yang diisi 12 siswa. itu biasanya sekolah luar negeri. Saya
kelas tiga SMP, Gulo termasuk siswa Kemampuan bahasa Inggris Gulo di coba sekolah yang di Singapura dan
yang memiliki nilai tertinggi untuk sekolah ini semakin baik dengan bela- Jepang, saya sampai di akhir saja, di
mata pelajaran bahasa Inggris, bah- jar langsung kepada mentor yang dida- final tesnya saya gak lulus. Saya cari
kan dia mampu mengajari anak-anak tangkan dari luar negeri. Namun, saat lagi akhirnya lulus di USU, terus daftar
di kampungnya. lagi di STAN, diterima D1 Bea Cukai dan
saya ambil di STAN,” kenang pemuda
Dalam mata pelajaran sejarah, Gulo sa- yang sejak SMP sudah masuk peringkat
ngat mengidolakan anak Siantar yang tiga besar itu.
berhasil menjadi mantan Menteri Luar
Negeri dan mantan Wakil Presiden RI
yang ketiga, sekaligus penanggung ja-
wab Ketua Umum Sidang PBB di New
York Amerika Serikat (AS), dan sampai
sekarang namanya diabadikan di salah
satu lapangan terbesar di Pematang
QQ Berdiskusi di Lynwood,
Washington State
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 37
SISI
PEGAWAI
QQ Mengikuti program Kelas Inspirasi di Bogor paling muda dan paling rendah pendi- QQ Camping di Olympic National Park,
dengan memperkenalkan profesi Bea dan dikannya. Pangkat saya pun saat itu Washington State
Cukai masih II-a, delegasi lainnya rata-rata
adalah pejabat dan memiliki gelar S1 tinggi dari saya. Disanalah saya belajar
Setahun kemudian, dia mulai bekerja atau S2. Itu pertama kalinya saya ke banyak diplomasi dan belajar on time.
di Bea Cukai dan aktivitas pekerjaan luar negeri,” kenang Gulo. Apalagi di sana saya banyak bertemu
tidak menjadi penghalang bagi Gulo Tahun 2013, Gulo melanjutkan kuliah dengan orang-orang yang profesio-
untuk selalu melakukan suatu hal di program D3 Khusus STAN selama nal,” ujar Gulo yang berhasil me-laun-
yang menarik buat dirinya, passion- dua tahun. Selain belajar, dia ikut serta ching INYS pertama di The Erasmus
nya. “Saya ikut Yayasan Persahabatan menjadi relawan di bidang lingkungan, House Jakarta dan sampai saat ini bisa
Indonesia-Amerika, saya jadi relawan kesehatan anak-anak, dan pendidikan. berteman dengan Duta Besar Belanda
di banyak education fair, dengan jadi Dia mengaku setelah mencoba banyak untuk Indonesia.
penerjemah,” katanya. hal, ia pun semakin tahu hal yang le-
bih dia minati, yaitu pendidikan. Saat Selesai kuliah D3, Gulo mendaftarkan
Keinginan Gulo untuk berbuat sesu- itu, ada tawaran relawan menjadi dirinya di Indonesia Mengglobal, yang
atu yang baru terus bergelora. Dia Indonesia Nederland Younth Society salah satu kegiatannya ialah mentor-
aktif menggunakan media sosial dan (INYS) atau komunitas yang bertuju- ship untuk mempertemukan mentee,
mengetahui dari sistem informa- an untuk meningkatkan persahabatan yaitu anak-anak yang mau melanjut-
si Bea Cukai (CEISA) bahwa banyak kan kuliah di Asia, Australia, Eropa,
pengumuman dan kesempatan untuk QQ Mengikuti Fashion Festival dengan atau di Amerika, dengan mentor yang
meraih yang lebih baik, tapi sayang menggunakan Batik di Edmonds, merupakan mahasiswa Indonesia
persyaratan yang ditentukan teru- Washington State yang sedang kuliah atau yang sudah
tama tingkat pendidikan, pangkat, lulus dari luar negeri. Pada program
dan golongan sering menjadi peng- pemuda Indonesia-Belanda, dan Gulo ini, Gulo ditugaskan sebagai Direktur
hambat bagi Gulo. Kecuali, di tahun berhasil lolos seleksi, bahkan dipilih Komunikasi.
2012 saat ada penawaran Customs menjadi ketua.
Administrative Management Training “Mereka sudah ada di Belanda, tapi Tahun 2015, Gulo melihat salah satu
ke Korea Selatan, dimana tidak ada mau buat di Indonesia, jadi saya menja- temannya di facebook sedang meng-
syarat pendidikan dan kepangkatan. di ketua pertama di Indonesia. Waktu ikuti kursus di Community College
Gulo mendaftarkan diri dan mengikuti itu timnya ada 6 orang dan saya paling Initiative Amerika Serikat (AS) yang
seleksinya, ia pun berhasil menjadi sa- muda, pun belum lulus D3. Selebihnya, menyediakan beasiswa penuh. Gulo
lah satu delegasi. ada yang sudah lulus S1, bahkan ada pun ikut tesnya dan lulus. Namun,
juga lulusan S2 dari Belanda. Saya di Kementerian Keuangan terdapat
“Saya diundang ke Jakarta, ke jamu- belum pernah ke Belanda tetapi saya beberapa aturan bagi pegawai yang
an makan malam dengan Duta Besar berkesempatan me-manage orang- ingin melanjutkan pendidikan ke luar
Korea Selatan untuk Indonesia, dan orang yang level pendidikannya lebih negeri, dan aturan ini tidak dapat dipe-
berkumpul dengan 34 orang lainnya nuhi oleh Gulo, sehingga untuk melan-
dari Kementerian Keuangan. Saya yang jutkan programnya, ia mengambil cuti
38 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
SISI
PEGAWAI
di luar tanggungan negara. Selama di yang pertama waktu launching INYS yang dalam acara itu ingin melibatkan
AS, Gulo aktif mengikuti kegiatan dan di Jakarta,” ujar Gulo. pemerintah setempat dan pekerja
menjadi relawan kampus, terutama profesional untuk memberikan arahan
untuk memperkenalkan kebudaya- Sebelum pulang ke Indonesia, host dan masukan bagi anak dan orang tua
an, pendidikan, dan gambaran umum atau induk semangnya di AS bertanya demi kemajuan pendidikan.
tentang Indonesia. Gulo juga berhasil rencana Gulo berikutnya, ia menjawab
mendapat sertifikat dari pemerintah dengan mengutarakan janji luhurnya Kedepannya, Gulo bersama tim akan
AS karena berhasil mengumpulkan untuk memajukan pendidikan anak- mengusahakan proyek ini agar dapat
150 jam relawan dalam waktu 10 bu- anak di desa. “Saya akan tetap be- berbentuk yayasan, yaitu Yayasan
lan, yang merupakan capaian tertinggi kerja di Kementerian Keuangan dan Rumah Didik Indonesia, yang berbadan
sepanjang sejarah program beasiswa saya ingin memajukan pendidikan hukum sehingga bisa melakukan ge-
tersebut. Indonesia. Saya akan mendatangi se- rakan yang lebih besar lagi. Dia menya-
kolah seperti laskar pelangi, dan mem- rankan, bagi kawan-kawan yang ingin
Salah satu prestasi Gulo bersama buat program pemberian perlengkap- membantu program pembagian 1.100
tim yakni berhasil menjadi pemen- an sekolah,” jawabnya. Mendengar hal perlengkapan sekolah ke 1.100 anak
tas terbaik dalam kompetisi akbar di ini, mereka menjadi sangat antusias SD di daerah pedalaman Kabupaten
AS dengan memperkenalkan kebu- dan langsung menyatakan untuk ikut Mandailing Natal, Sumatera Utara,
dayaan Indonesia, yang disaksikan serta menjadi tim kerja dalam mewu- bisa mengunjungi link www.kitabisa.
ribuan penonton dari berbagai nega- judkan rencana Gulo. Padahal menurut com/wujudkanmimpimereka
ra. Selain itu, Gulo berhasil terpilih Gulo, untuk mendapatkan partisipasi
sebagai relawan di Bill and Melinda orang Amerika dalam tim termasuk hal Kreativitas Gulo, seperti yang di-
Gates Foundation’s. Prestasinya ber- yang sulit. ungkapkan Zaky Firmansyah Kepala
lanjut ketika tidak lama kemudian ia Kantor Bea Cukai Kuala Namu, selalu
terpilih menjadi perwakilan dalam Setelah kurang lebih berjalan satu tinggi dan gampang diarahkan. Melihat
forum bergengsi kepemudaan dunia tahun, proyek yang ia beri nama profil Gulo, Zaky berpesan bahwa Gulo
untuk PBB yaitu United Nations Youth
Assembly di bidang lingkungan. “Dari QQ Wawancara live dengan CNN Indonesia tentang pengalaman berpuasa di Amerika Serikat
Asia Pasifik kami ada 17 orang dan saya
satu-satunya dari Indonesia. Jadi saya “Pendidikan Tidak Dapat Menunggu” harus jadi pribadi membumi. “Orang
bicara di gedung PBB dan disitulah itu menurut rencana akan direalisasi- akan bilang dia hebat dan sukses, na-
saya merasa kenikmatan, anugerah, kan pada Juli 2017 di empat SD yang mun harus tetap membumi. Jika Gulo
karunia, dan berkah Tuhan. Salah satu berlokasi di dua desa di Mandailing ingin mengasah profesionalisme dan
goal saya, bisa saya coret, yaitu bisa ke Natal. “Kita akan membagikan tas dan meningkatkan integritas, instansi ini,
gedung PBB seperti H. Adam Malik,” perlengkapan sekolah untuk 1.100 Bea Cukai, adalah tempat yang tepat.
kenangnya. orang anak. Dana sudah siap, kita lagi Tinggal bagaimana kita memaknai
proses pembuatan tasnya. Ternyata, diri sendiri dalam suatu organisasi,”
Melihat pengalaman Gulo, yang be- masih banyak sekolah yang mempri- ujar Zaky. Saran dan masukan Kepala
rangkat dari relawan lokal sampai hatinkan di Sumatera Utara (Sumut), Kantor itu membuat Gulo terinspirasi
bisa menjadi pembicara di gedung padahal Sumut termasuk salah satu untuk menghubungkan kegiatan Bea
PBB di New York, Yayasan Bill Gates provinsi top di Indonesia,” ujar Gulo Cukai Kuala Namu dengan organisasi
menjadi tertarik dan menyarankan
agar ia menuliskan perjalanan hidup-
nya. Akhirnya, tulisan Gulo “A Giving
Story: Empowering Youth Voices” di-
publikasikan di Bill and Melinda Gates
Foundation’s Impatient blog. Bukan
hanya itu, profil Gulo juga dimuat
di halaman utama laman kampus
Edmonds Community College, tempat
Gulo kuliah di AS. Keberhasilan Gulo
ini rupanya tercium juga oleh media
di Indonesia. Di bulan Ramadhan,
CNN Indonesia mewawancarai Gulo
akan kegiatan Ramadhan di Amerika.
“Ini yang kedua kali saya masuk TV,
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 39
SISI
PEGAWAI
QQ Hiking di Maount Rainier di musim dingin
internasional, dengan tetap melalui pengetahuan tentang Bea Cukai, agar
persetujuan pimpinan. Terhitung, dapat menjadi pengusaha muda ber-
telah dua kali nama Bea Cukai Kuala mindset ekspor.
Namu tersiar di dunia internasional
berkat kerja sama yang dijalin Gulo. Kedua, pada International Women´s
Pertama, tahun lalu pada hari pemu- Day tahun ini. “Saya bersyukur, saya
da atau International Youth Day yang menulis dan masuk ke website PBB.
diinisiasi oleh PBB dan dilakukan seti- Saya memberitahu PBB bahwa terda-
ap tanggal 12 Agustus. Bea Cukai Kuala pat perempuan-perempuan unggulan
Namu berkesempatan menyelenggara- di Sumut. Dua diantaranya merupa-
kan Customs Youth Talk di Sumatera kan pegawai Bea Cukai Kuala Namu,
Utara. Dalam acara tersebut, diundang yaitu Ibu Agustina, karena beliau satu-
25 pemuda terpilih dan diberikan satunya perempuan di kantor ini yang
menjabat sebagai Kepala Seksi, dan
QQ Bersama teman-teman sedang berkunjung
ke kantor Google yang ada di Seattle,
Washington State
40 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
SISI
PEGAWAI
QQ Mengikuti Customs Administrative Management Progrm di Seoul, Korea Selatan
Saudari Ria yang baru memenangkan bekerja di Bea Cukai, karena kita sa-
kontes menyanyi. Saya memasukkan ngat merasakan penerimaan anak-
dari sisi Bea Cukainya, dan itu belum anak muda yang masuk Bea Cukai
pernah ditulis Bea Cukai Indonesia semakin banyak yang berintegritas
atau Bea Cukai lainnya di dunia,” jelas- tinggi, makin banyak inovasinya. Saya
nya. Menurut Gulo, walaupun kegiatan mungkin hanya salah satu, tetapi yang
itu hanya di Bea Cukai Kuala Namu, te- inspiratif itu banyak sekali. Saya sa-
tapi dia yakin bahwa itu bisa mewakili ngat yakin, jika tahun ke tahun makin
Bea Cukai Indonesia. banyak yang bersih, berprestasi, beri-
novasi, menginspirasi, maka instansi
Untuk Bea Cukai sendiri, Gulo ingin ini akan makin maju dan kemajuanya
menekankan supaya integritas bisa akan lebih cepat, itu yang membuat
dipertahankan dan lebih ditingkatkan saya puas,” tandas Gulo. (Piter)
lagi. “Saya sangat positif dan senang
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 41
RUANG
KESEHATAN
KETIKA GUSI
MUDAH BERDARAH
Hampir semua orang pernah mengalami gusi berdarah. Biasanya, dirasakan pada saat menyikat
gigi. Banyak yang menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa. Gusi berdarah adalah salah satu
tanda bahwa gusi tersebut tidak normal dan tidak sehat. Banyak orang dewasa menderita penyakit
gusi, namun hanya sebagian kecil yang menyadarinya. Seseorang yang mengalami hal ini, harus
mengetahui apa penyebab gusi berdarah yang sedang dialaminya, sehingga akan mempermudah
dalam perawatannya serta dapat mengatasi dengan tuntas, agar gusi berdarah tak terjadi lagi.
Gusi memiliki banyak seka- Plak yang tidak dibersihkan selan- Gunakan sikat gigi dengan bulu
li pembuluh darah kecil, jutnya akan mengalami minerali- yang lembut dan rutin menggan-
dan dapat menyebabkan sasi (pengerasan) sehingga mem- ti sikat gigi, bila bulu sikat sudah
gusi berwarna keme- bentuk karang gigi yang melekat mekar. Pelajari cara menyikat gigi
rahan, hal ini juga yang pada permukaan gigi. Biasanya yang benar, agar didapat hasil
membuat gusi mudah berdarah keti- karang gigi dijumpai pada leher yang baik. Penggunaan benang
ka terjadi trauma, peradangan, atau gigi. Karang gigi tidak hanya me- gigi yang salah juga dapat menye-
gangguan lainnya. lekat pada permukaan gigi yang babkan gusi berdarah.
tampak, tapi juga dapat melekat
Penyebab yang paling umum adalah pada permukaan gigi yang tertu- 3. Susunan gigi yang tidak beraturan
penyakit gusi, penyebab lainnya seper- tup oleh gusi. Pada permukaan atau mal posisi
ti menyikat gigi terlalu kencang, atau karang gigi biasanya juga terdapat Pertumbuhan gigi yang tidak pada
mengenakan gigi palsu yang kurang koloni bakteri. Koloni bakteri pada beraturan atau gigi yang tumbuh
sesuai. Berbagai masalah yang terja- plak dan karang gigi inilah yang miring akan membuat makanan
di pada gigi dapat juga menyebabkan mengakibatkan kerusakan jaring- mudah terjebak dan sulit dibersih-
gusi mengeluarkan darah. an penyangga gigi, yang dimulai kan. Bisa terjadi pada gigi depan
dari gingiva (bagian gusi yang da- maupun gigi graham. Sering terja-
PENYEBAB GUSI BERDARAH pat kita lihat). Keadaan ini disebut di pada gigi geraham bungsu. Jika
gingivitis (radang gusi). Karena ada tidak segera diatasi akan menye-
Penyebab terjadinya perdarahan pada peradangan, maka gusi menjadi babkan gusi disekitarnya menjadi
gusi dapat dibagi menjadi dua: mudah berdarah apabila terkena meradang dan mudah berdarah.
trauma mekanis, misalnya sikat
'' Penyebab lokal gigi atau tusuk gigi. Jadi, gusi ber- 4. Periodontitis
'' Penyebab sistemik darah adalah tanda awal adanya Merupakan kelanjutan dari pe-
kerusakan gusi. nyakit ginggivitis yang tidak dita-
PENYEBAB LOKAL ngani dengan baik. Peradangan
2. Adanya trauma pada gusi. berlanjut ke jaringan yang lebih
1. Kurangnya kebersihan mulut dan Cara menyikat gigi yang salah, dalam dan dapat mengenai tulang
gigi. atau pemakaian sikat gigi dengan penyangga gigi. Selain perdarah-
Butuh waktu 24 jam bagi bakteri bulu sikat yang keras/kasar dapat an pada gusi, periodontitis dapat
untuk membuat peradangan di menjadi penyebab gusi berdarah. menimbulkan pembengkakan gusi
mulut. Jika sehari saja tidak meng- Hal tersebut membuat gusi men- dan munculnya nanah. Juga bera-
gosok gigi, maka akan mudah ter- jadi luka. kibat gigi menjadi goyang dan mu-
jadi perdarahan pada gusi. dah tanggal.
42 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
RUANG
KESEHATAN
PENYEBAB SISTEMIK 9. Pemakaian obat obatan tertentu pada gigi, gusi, maupun jaringan mu-
Pada orang-orang yang mengkon- lut lainnya.
5. Kekurangan vitamin C sumsi obat-obatan tertentu, sering
Sering terjadi pada orang yang ja- mengakibatkan mudah terjadi per- Jika gusi terasa bengkak dan mulai
rang mengonsumsi sayuran atau darahan. Misalnya obat pengencer berdarah, dapat berkumur dengan air
buah-buahan yang mengandung darah, seperti warfarin, aspirin, hangat yang dicampur garam. Ini akan
vitamin C. Gusi menjadi kemerah- heparin dll. Harus lebih hati-hati membantu menyembuhkannya. Dapat
an, bengkak, dan mudah berdarah. dalam melakukan tindakan medis juga dengan menekan langsung gusi
bila pasien mengkonsumsi obat- yang berdarah dengan kain kasa yang
6. Kekurangan vitamin K obat tersebut dibasahi air es, ini dapat mengurangi
Kurangnya asupan vitamin K akan perdarahan pada gusi Anda.
berpengaruh pada proses pembe- 10. Kelainan darah
kuan darah. Hal ini menyebabkan Penyakit penyakit kelainan darah Jika perawatan gigi dan mulut sudah
tubuh akan memiliki kecenderung- menjadi salah satu penyebab gusi dilakukan dengan benar, tapi perda-
an mudah berdarah, termasuk berdarah. Seperti diabetes, leu- rahan masih berlanjut, dianjurkan un-
gusi. kimia, trombositopenia, HIV. Hal tuk melakukan pemeriksaan lanjutan
tersebut membutuhkan pemerik- yang mengarah ke penyebab sistemik.
7. Perubahan hormon pada wanita saan lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan untuk menen-
Adanya perubahan hormon pada tukan diagnosa, selanjutnya akan
wanita sering berdampak pada Bila sudah diketahui penyebab dari ditentukan terapi yang tepat untuk
timbulnya perdarahan, dian- gusi mudah berdarah, maka akan lebih mengatasinya. Jangan anggap biasa
taranya perdarahan pada gusi. mudah dalam menentukan tindakan perdarahan pada gusi dan gigi. Segera
Contohnya, pada wanita hamil, yang harus dilakukan. Bila disebabkan kunjungi dokter gigi untuk melakukan
gusi lebih sensitif dan mudah oleh penyebab lokal, hal terpenting pemeriksaan dan mendapatkan terapi
berdarah. adalah menjaga kebersihan gigi dan atau pengobatan.
mulut. Rutin menyikat gigi dua kali
8. Gangguan pembekuan darah sehari, yaitu setelah sarapan pagi dan JAKARTA, JUNI 2017
Gangguan pembekuan darah, se- sebelum tidur malam. Menyikat gigi drg. Etty M Hustiowati
perti pada hemofilia, ITP (idiopatic dengan cara yang benar dan gunakan Poliklinik KPDJBC
thrombocytopenic purpura), dan sikat gigi dengan bulu yang halus. Rutin
leukemia , juga dapat meningkat- memeriksakan gigi ke dokter gigi mi-
kan kemungkinan terjadinya gusi nimal enam bulan sekali. Agar dapat
berdarah. segera ditangani bila ada kelainan
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 43
HOBI DAN
KOMUNITAS
Customs Runner
Ajang
Berkumpulnya
Para Maniak Lari
44 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
HOBI DAN
KOMUNITAS
“Teman-teman pada waktu itu bersepakat menyemat-
kan tulisan Customs Runner di jersey nya. Itu pertama
kali nama Customs Runner muncul dan menjadi semacam
brand image kami. Setelah itu kami selalu bersama dalam
mengikuti lomba-lomba berikutnya,” ujar Bowo. Beberapa
pelari andalan Bea Cukai yang telah menorehkan prestasi
gemilang menempati podium seperti Roy Wijaya, Rohmad,
Novrian, dan Yonky. Terakhir, Roy menempati juara dua
Jakarta Ultra 100K di 2016 dan juara satu OeangRun 5K di
Kementerian Keuangan 2016. Sedangkan Novrian menjuarai
Eiger Rancaupas Trail Running 2014 di Bandung. Begitu juga
dengan Rohmad yang telah mencapai podium di bebera-
pa ajang lomba termasuk Eiger Rancaupas Trail Running.
Sementara Yonky pernah juara tiga ajang tahunan Marine
Costal Run 2015 di Kepri.
Karena simpel, peminat olahraga lari di Bea Cukai itu cukup
banyak. Pada hari tertentu selepas jam kantor mesti banyak
yang berlari, apalagi di hari Jumat. Bahkan, setiap Rabu sore
di Kantor Pusat Bea Cukai Jakarta diadakan ‘wednesday af-
ter work run’. Di Jakarta itu ada komunitas kecil olahraga
lari di KPPBC Soetta, Halim, dan Kanwil Jakarta di bilangan
Kemayoran. Sementara jika di daerah, khususnya di Jawa
Timur banyak pegawai Bea Cukai yang aktif lari di Kota
Kediri, Malang dan Pasuruan.
Olahraga lari kini semakin digandrungi anak negeri. Bahkan,
tak sedikit komunitas terbentuk berawal dari sekadar lari
santai ‘bareng-bareng’ usai jam kantor. Hal ini merupakan
penularan virus hidup sehat sekaligus ajang silahturahim.
Menurut akang wikipedia, lari adalah salah satu cabang
olahraga tertua di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang
olahraga, lari sudah dikenal oleh peradaban manusia kuno.
Olahraga ini terbukti sebagai olahraga paling murah dan
efektif serta dapat dilakukan siapa saja di berbagai usia.
Olahraga lari telah menjadi budaya hidup, hampir di semua
lini. Salah satunya adalah komunitas yang menamakan di-
rinya Customs Runner yang berusaha menjadikan lari seba-
gai kegiatan yang menyenangkan. Bowo Pramoedito adalah
orang yang berada dibalik terbentuknya komunitas Customs
Runner ini.
Bowo yang sehari-hari berdinas sebagai Kasi Bilateral II
Direktorat KIAL Kantor Pusat DJBC mengungkapkan awal
terbentuknya komunitas ini seperti yang lagi tren ada ba-
nyak Car Free Day (CFD) dan lomba lari. Ternyata pegawai
Bea Cukai selalu mencantumkan slogan Customs Runner
di papan namanya. Puncaknya ketika ada lomba lari ‘Bali
Marathon’ pada Agustus 2014, ada sekitar tujuh orang yang
ikut full marathon itu berfoto bersama. Kemudian berlanjut
ketika penyedia produk olahraga Nike ngadain event ‘Bajak
Jakarta 10 K’ di Desember 2014.
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 45
HOBI DAN
KOMUNITAS
Menurut Bowo pihaknya akan selalu menye-
barkan virus lari ini dalam rangka membantu
organisasi Bea Cukai untuk mencapai tujuan-
nya. Karena dalam lari itu mesti ada target,
yakni menyelesaikan lomba. “Ada istilah ‘se-
lesaikan apa yang sudah dimulai’. Nah, un-
tuk mencapai target itu si pelari harus fokus.
Semangat itu juga yang kita aplikasikan di kan-
tor,” ujarnya. Bowo menambahkan tantangan
terbesarnya adalah bagaimana membuat kegi-
atan lari itu menjadi menarik.
“Lari itu intinya mengalahkan diri sendiri.
Bayangkan lari berjam-jam dengan gerakan
monoton, sendirian. Puncak lelah tapi dipak-
sa sampai finish, itulah berlari. Karena yang
dilawan bukan siapa-siapa, tapi diri sendiri.
Memang ada yang mengincar podium atau
juara, tapi kebanyakan enggak. Cuma untuk
menaklukkan diri sendiri. Ketika finish, mampu
melewati batasan fisik kita yang sangat lemah,
itu kebahagiaan yang tidak dapat terlukiskan.”
(pomo)
46 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017
BERBAGI
PENGETAHUAN
Kotlin,
Sahabat baru
Android
Berita membahagiakan! Tepat Kotlin merupakan bahasa pemrogra- java. Bahkan keputusan tim Android
pada tanggal 17 Mei 2017 man statis yang dapat berjalan pada memilih Kotlin adalah karena memi-
yang lalu, Google mengu- JVM (Java Virtual Machine) juga da- liki keunggulan dalam memberikan
mumkan bahwa Kotlin resmi pat dikompilasi menjadi source code kemudahan adaptasi untuk program-
menjadi bahasa pemrogra- Javascript yang dibangun oleh tim mer dalam menggunakannya. Banyak
man pada Android. Ini artinya Kotlin programmer Jetbrains. Bahasa pemro- Programmer yang sudah memberikan
menjadi bahasa pemrograman ketiga graman yang terinspirasi sebuah nama ulasan bahwa Kotlin telah membuat
yang didukung oleh android selain Java pulau di St. Petersburg ini, dirancang mereka menyukai keputusan Android
dan C++. Untuk para programmer, ten- untuk memenuhi industri bahasa ob- men-support kotlin. Berikut adalah ke-
tu saja berita ini sangat disambut meri- ject-oriented dengan standar yang unggulan kotlin yang dijabarkan pada
ah. Terutama ketika Googe juga mem- lebih baik dibandingkan java. Namun, halaman resmi kotlin:
berikan dukungannya terhadap Kotlin. tetap dapat dioperasikan sepenuhnya
dengan kode java dan memungkinkan '' Concise (ringkas): tidak ada ke-
Mungkin selama ini, kita sangat fami- dilakukannya migrasi java ke kotlin. rumitan code.
liar dan terbiasa menggunakan Java
sebagai bahasa pemrograman dalam Lalu apa yang membedakannya de- '' Safe (aman): mencegah ke-
membangun aplikasi android. Namun, ngan java? Apa keunggulannya? mungkinan terjadinya error se-
sekarang Kotlin akan mengubah kebi- cara keseluruhan seperti error
asaan itu tanpa membuat kita bingung Kotlin merupakan versi pengembangan NullPointerExceptions.
mempelajarinya. lebih lanjut dari bahasa pemrograman
Volume 49, Nomor 7, JULI 2017 • Warta Bea Cukai 47
BERBAGI
PENGETAHUAN
'' Interoperable (dapat dioperasikan): kotlin dapat kemudahan dalam coding dan menjadikan coding begitu me-
berjalan pada JVM, Android dan browser. nyenangkan. Kotlin juga dianggap bahasa pemrograman yang
mendekati bahasa manusia dibandingkan bahasa pemrogra-
'' Tool-friendly (mudah digunakan): dapat digunakan man lainnya. Sebagai contoh kecil, dapat dilihat dari tabel
lewat IDE (Integrated development Environtment) perbandingan code antara Java dan Kotlin dibawah ini.
maupun command line.
Lalu mengapa Android memilih kotlin? Karena kotlin meru-
pakan bahasa pemrograman terbaik dalam hal memberikan
Java Kotlin
public class HelloWorld { package HelloWorld {
public static void ma- fun main (args: Array) {
in(String[]args) { println(“Hello World!”);
}
System.out.print(«Hello World!»);
}
}
Contoh tersebut, memperlihatkan kepada kita bahwa Penasaran menggunakannya? silahkan coba secara online
Kotlin begitu ringkas dan lebih mudah pengaplikasiannya. lewat browser pada link https://try.kotlinlang.org/. Namun,
Terutama karena Kotlin merupakan bahasa pemrograman jika ingin secara offline, silahkan menggunakan IDE berikut:
yang mirip dengan bahasa manusia. Ini membuat Android
percaya bahwa semakin mirip sebuah bahasa pemrograman '' Intellij IDEA. Kotlin sudah ter-bundle dengan com-
dengan bahasa manusia, maka semakin banyak program- munity edition dan IDEA Ultimate.
mer yang tertarik untuk bergabung bersama komunitas
android. Maka, dapat diprediksi akan banyak library dan '' Android Studio. Kotlin sudah ter-bundle dengan
tools yang akan dikembangkan dalam mendukung kotlin. versi 3.0. Plugin kotlin juga disediakan untuk versi
Imbasnya, akan tersedia banyak pengalaman dan tantang- dibawahnya.
an baru yang akan meningkatkan antusiasme penggunaan
kotlin yang juga akan berimbas pada kemajuan android itu '' Eclipse. Kotlin sudah tersedia dalam bentuk plugin.
sendiri. Dapat di download pada link https://plugins.jet-
brains.com/plugin/6954-kotlin
Selain itu, kotlin yang mendukung banyak platform seperti
JVM untuk server dan desktop, JavaScript, dan native (untuk (Eva Maulina Aritonang,
platform seperti macos, iOS dan IoT/embedded system) . Ini Pranata Komputer pada Direktorat IKC)
sesuai dengan slogan yang digunakannya “Statically typed Sumber:
programming language for modern multiplatform applica- https://en.wikipedia.org/wiki/
tions”. Kotlin juga membantu programmer untuk tidak pu- Kotlin_(programming_language)
sing dalam mendeklarasikan tipe data untuk variabel dan
properti secara eksplisit sperti di java. Compiler kotlin yang https://kotlinlang.org/
akan mengatasi dan menebak tipe data yang digunakan.
https://blog.mindorks.com/
should-i-learn-kotlin-or-stick-to-java-3a73c3580ac3
http://phphostingindonesia.com/
kotlin-bahasa-pemrograman-baru-untuk-android/
https://blog.framework.id/google-mendukung-
kotlin-solusi-bahasa-pemrograman-baru-untuk-
kamu-yang-jenuh-dengan-java-43984b7e2b66
48 Warta Bea Cukai • Volume 49, Nomor 7, juli 2017