Daftar Isi
Daftar Isi ...................................................................................................................... 1
Bab 1 SURAH AT-TIN.................................................................................................... 2
A. Membaca, Menghafal, dan Menulis Surah At-Tin .......................................... 3
B. Makna Surah At-Tin....................................................................................... 5
Uji Kompetensi 1 ............................................................................................... 10
Bab 2 ASMAUL HUSNA DAN KITAB-KITAB ALLAH ................................................... 13
A. Mengenal Allah Swt....................................................................................... 14
B. Mengenal Kitab-kitab Allah yang Membawa Ajaran Terpuji ............................ 19
Uji Kompetensi 2 ............................................................................................... 26
Bab 3 PERILAKU TERPUJI .......................................................................................... 29
A. Jujur ............................................................................................................... 30
B. Hormat dan Patuh kepada Orangtua dan Guru .............................................. 31
C. Saling Menghargai ......................................................................................... 36
Uji Kompetensi 3 ............................................................................................... 37
ULANGAN TENGAH SEMESTER .................................................................................... 39
Bab 4 PUASA RAMADAN ............................................................................................. 42
A. Berpuasa di Bulan Ramadan ......................................................................... 43
B. Kebaikan di Bulan Ramadan ......................................................................... 46
C. Manfaat Puasa Ramadan .............................................................................. 47
Uji Kompetensi 4 ............................................................................................... 48
Bab 5 KISAH TELADAN RASUL ALLAH ...................................................................... 51
A. Kisah Teladan Nabi Daud a.s. ....................................................................... 52
B. Kisah Teladan Nabi Sulaiman a.s.................................................................. 55
C. Kisah Teladan Nabi Ilyas a.s. ........................................................................ 57
D. Kisah Teladan Nabi Ilyasa a.s. ...................................................................... 58
E. Kisah Teladan Nabi Muhammad saw............................................................. 59
Uji Kompetensi 5 ............................................................................................... 60
UJI KOMPETENSI AKHIR SEMESTER ........................................................................... 62
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 1
1 SURAH AT-TIN
Kompetensi Inti
KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru
KI3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya,
dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI 4: Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis,
dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar
1.1 Terbiasa membaca Al-Quran dengan tartil.
3.3 Mengetahui makna QS. At-Tin dengan benar
4.1 Membaca Q.S. Al-Tin dengan baik dan benar
4.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. Al-Tin dengan baik dan benar
4.3 Menunjukkan hafalan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar
Apresepsi
Tin atau Ara adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia
Barat. Buahnya bernama sama. Nama "Tin" diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara"
(buah ara/pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; "pohon ara umum").
Manusia merupakan salah satu makhluk Allah Swt. Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-
baiknya. Secara lahir bentuk manusia memiliki bentuk yang indah dibanding makhluk Allah Swt. yang
lain. Ukuran tubuh dan raut muka manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Penciptaan manusia
dalam bentuk yang sebaik-baiknya ini dijelaskan oleh Allah Swt. dalam salah satu ayat Surah at-Tin [95].
2 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Pendalaman Materi 1
A. Membaca, Menghafal, dan Menulis Surah At-Tin
Surah At-Tin adalah surah ke-94 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri
atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini
diturunkan setelah surah Al-Buruj. Nama At-Tin diambil dari kata At-
Tin yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya buah Tin.
1. Bacaan Surah At-Tin [95]
Membaca ayat Al-Qur’an harus dilakukan dengan benar dan
bagus. Demikian juga dalam membaca ayat-ayat yang terdapat
dalam Surah at-Tin [95]. Kalian harus memperhatikan lafal di
dalamnya dengan saksama agar sesuai dengan makhraj hurufnya.
Perhatikan bacaan Surah at-Tin [95] berikut ini.
2. Bacaan Tajwid dalam Surah At-Tin [95]
Memahami hukum bacaan tajwid sangat diperlukan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Beberapa bacaan tajwid yang terkandung dalam Surah at-Tin [95] sebagai berikut.
a. Alif Lam Syamsiyah
Hukum alif lam syamsiyah terjadi jika alif lam bertemu dengan huruf-huruf syamsiyah.
Huruf hijaiah yang termasuk huruf alif lam syamsiyah yaitu
. Cara membaca bacaan alif lam syamsiyah
dengan meleburkan alif lam ke dalam huruf-huruf syamsiyah yang mengikutinya. Contoh
bacaan alif lam syamsiyah yang ditemukan dalam Surah at-Tin [95] pada kata berikut.
b. Alif Lam Qamariyah
Hukum alif lam qamariyah terjadi jika alif lam bertemu dengan huruf-huruf qamariyah,
yaitu . Cara membaca bacaan alif lam qamariyah
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 3
adalah huruf alif lam terdengar jelas dan tidak lebur dengan huruf qamariyah yang mengikutinya.
Contoh bacaan alif lam qamariyah dapat ditemukan dalam Surah at-Ti-n [95] sebagai berikut.
c. Qalqalah
Hukum bacaan qalqalah terjadi jika ada huruf qalqalah, yaitu
yang dibaca mati, baik karena waqaf atau sukun. Suatu kalimat mengandung bacaan qalqalah
sugra jika huruf qalqalah berharakat sukun dan berada di tengah kalimat. Cara membacanya
memantulkan huruf qalqalah dengan ringan atau tipis. Bacaan qalqalah sugra dapat ditemukan
dalam Surah at-Tin [95] terdapat pada kalimat berikut.
Suatu kalimat mengandung bacaan qalqalah kubra jika huruf qalqalah berharakat sukun
dan berada di akhir kalimat atau karena waqaf. Cara membacanya memantulkan huruf qalqalah
dengan tebal atau berat. Contoh bacaan qalqalah kubra dapat ditemukan pada kalimat berikut.
d. Mad Jaiz Munfasil
Hukum bacaan mad jaiz munfasil terjadi jika ada mad yang bertemu dengan hamzah
dalam kalimat yang berbeda. Cara membacanya adalah memanjangkan madnya dengan lima
harakat atau dua setengah alif. Contoh bacaan mad jaiz munfasil dalam Surah at-Tin [95]
terdapat dalam kalimat berikut.
e. Gunnah
Hukum bacaan gunnah terjadi jika ada huruf berharakat tasydid. Cara
membaca bacaan gunnah dengan mendenggung. Contoh bacaan gunnah dalam Surah at-Tin
[95] dapat ditemukan pada kalimat berikut.
3. Membaca, Menghafal, dan Menulis Surah at-Tin
Tugas Individu 1
Setelah dapat membaca dan menghafalkan surah at-Tin. Coba sekarang kamu salin surah at-Tin
dengan benar pada selembar kertas, kumpulkan pada gurumu!
Tugas Kelompok 1
Pengetahuan kalian tentang cara membaca Surah at-Tin [95] perlu dipraktikkan. Bacalah
Surah at-Tin [95] secara bergantian dengan teman kelompokmu sebagai latihan. Simaklah bacaan
teman kalian dengan saksama. Segera betulkan jika terdapat kesalahan. Sebaliknya, mintalah
teman kelompok kalian untuk menyimak bacaan. Jika belum yakin dengan kemampuan kalian,
ulangi beberapa kali hingga kalian yakin mampu membaca Surah at-Tin [95] dengan baik dan
benar. Kemudian hafalkan surah tersebut. Selanjutnya, mintalah kesempatan kepada guru untuk
menunjukkan kemampuan menghafal Surah at-Tin [95] di depan kelas.
4 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Pendalaman Materi 2
B. Makna Surah At-Tin
1. Kosakata
2. Terjemahan
1) Demi buah tin dan buah zaitun.
2) Dan demi gunung Sinai.
3) Dan demi negeri yang aman ini.
4) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
5) Kemudian Kami mengembalikannya ke tingkat yang serendah-rendahnya.
6) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka baginya pahala yang
tiada putusputusnya.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 5
7) Maka apakah yang membuatmu mendustakan hari Pembalasan sesudah itu?
8) Bukankah Allah adalah hakim yang paling adil?
3. Kandungan Surah At-Tin [95]
a. Ayat pertama
Kata Tin dalam Al Quran hanya disebut satu kali, yaitu dalam surat ini. Ada ahli tafsir
yang menyebutkan bahwa ‘tin’ adalah sejenis buah yang terdapat di Timur Tengah. Bila
matang, warnanya coklat, berbiji seperti tomat, rasanya manis, berserat tinggi, dan dapat
digunakan sebagai obat penghancur batu pada saluran kemih dan obat wasir. Oleh sebab
itu, pada Al Quran terjemahan Departemen Agama, kalimat Wattiin diartikan dengan “Demi
buah Tin”
Kata Zaitun disebut empat kali dalam Al Quran. “Zaitun” adalah sejenis tumbuhan
yang banyak tumbuh di sekitar Laut Tengah, pohonnya berwarna hijau, buahnya pun berwarna
hijau, namun ada pula yang berwarna hitam pekat, bentuknya seperti anggur, dapat dijadikan
asinan dan minyak yang sangat jernih. Zaitun dinamai Al Quran sebagai syajarah mubaarakah
(tumbuhan yang banyak manfaatnya). (Q.S. An-Nuur 24: 35)
Tidak semua ahli tafsir sependapat bahwa yang dimaksud Tin dan Zaitun adalah
nama buah sebagaimana dijelaskan di atas. Ada juga yang berpendapat bahwa ‘Tin’ adalah
nama bukit tempat Nabi Ibrahim a.s. menerima wahyu, sedangkan ‘Zaitun’ adalah nama
bukit di dekat Yerusalem tempat Nabi Isa menerima wahyu. Jadi ‘Tin’ dan ‘Zaitun’ adalah dua
tempat yang dianggap bersejarah, karena di tempat itulah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Isa a.s.
menerima wahyu.
Kedua pendapat tersebut sama-sama memiliki alasan yang kuat. Namun, kalau kita
cermati konteks ayatnya, kelihatannya pendapat terakhir lebih logis karena pada ayat
berikutnya, yaitu ayat kedua dan ketiga, Allah swt. berfirman tentang bukit Sinai dan kota
Mekah.
b. Ayat kedua dan ketiga
Hampir seluruh ahli tafsir sependapat kalau yang dimaksud ‘Thuur Sinin’ pada ayat
tersebut adalah bukit Tursina atau lebih dikenal dengan nama bukit Sinai, yaitu bukit yang
berada di Palestina, tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu. Sementara yang dimaksud
‘Baladil Amiin’ adalah kota Mekkah, tempat Nabi Muhammad saw. menerima wahyu.
Dengan ayat-ayat di atas Allah swt. bersumpah dengan empat tempat penting, yaitu
Tin, Tursina (bukit Sinai), Zaitun, dan Baladil Amin (kota Mekah), dimana pada empat tempat
6 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
tersebut Nabi Ibrahim as., Musa as., Isa as., dan Muhammad saw. menerima wahyu untuk
memberikan bimbingan dan pencerahan hidup pada umat manusia.
Bimbingan yang diberikan para nabi dan rasul ditujukan untuk menjaga agar manusia
tetap berada dalam kemuliaannya karena manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah
swt. dalam bentuk yang terbaik, sehingga dijelaskan pada ayat berikutnya,
c. Ayat keempat
Allah swt. dalam ayat ini menegaskan secara eksplisit bahwa manusia itu diciptakan
dalam bentuk yang paling sempurna. Ar-Raghib Al-Asfahani, seorang pakar bahasa Al Quran
menyebutkan bahwa kata ‘taqwiim’ pada ayat ini merupakan isarat tentang keistimewaan
manusia dibanding binatang, yaitu dengan dikaruniainya akal, pemahaman, dan bentuk
fisik yang tegak dan lurus. Jadi ‘ahsani taqwiim’ berarti bentuk fisik dan psikis yang sebaik-
baiknya.
Kalau kita cermati lebih jauh, sesungguhnya kesempurnaan manusia bukan hanya
sekedar pada bentuk fisik dan psikisnya saja, kedudukan manusia di antara makhluk Allah
lainnya pun menempati peringkat tertinggi, melebihi kedudukan malaikat,
“Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak Adam (manusia) dan Kami angkut mereka
di darat dan di laut, dan Kami melebihkan mereka atas makhluk-makhluk yang Kami ciptakan,
dengan kelebihan yang menonjol.” (Q.S. Al Isra 17:70)
Pada prinsipnya, malaikat adalah makhluk mulia. Namun jika manusia beriman dan
taat kepada Allah swt., ia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. Ada beberapa alasan
yang mendukung pernyataan tersebut. Pertama, Allah swt. memerintahkan kepada malaikat
untuk bersujud (hormat) kepada Adam a.s. Saat awal penciptaan manusia Allah berfirman,
“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”,
maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan ia adalah termasuk golongan
kafir.” (Q.S. Al Baqarah 2:34)
Kedua, malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang al asma (nama-
nama ilmu pengetahuan), sedangkan Adam a.s. mampu karena memang diberi ilmu oleh
Allah swt., “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian
mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama
benda-benda itu jika kamu memang golongan yang benar. Mereka menjawab, “Maha Suci
Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami;
sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Allah berfirman,
“Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah
diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, “Bukankah sudah
Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan
mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.” (Q.S. Al Baqarah 2:31-
32).
Ketiga, kepatuhan malaikat kepada Allah swt. karena sudah tabiatnya, sebab malaikat
tidak memiliki hawa nafsu; sedangkan kepatuhan manusia pada Allah swt. melalui perjuangan
yang berat melawan hawa nafsu dan godaan setan.
Keempat, manusia diberi tugas oleh Allah menjadi khalifah di muka bumi, “Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi...” (Q.S. Al Baqarah 2:30).
Mencermati analisis di atas, bisa disimpulkan betapa Allah swt. Telah memberikan
kemuliaan yang begitu tinggi pada manusia, bukan hanya yang bersifat fisik dan psikis, tapi
juga dari segi kedudukannya. Namun, kalau manusia tidak mampu mengemban amanah yang
begitu besar, derajatnya akan turun ke tingkat yang paling hina, bahkan bisa lebih hina dari
binatang sekalipun, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikutnya.
d. Ayat kelima
Kalau binatang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan perut dan syahwat
biologisnya, kita tidak bisa mengategorikannya sebagai perbuatan hina, karena binatang tidak
diberi akal dan nurani. Namun, kalau manusia melakukan hal yang sama seperti binatang, kita
mengategorikannya sebagai perbuatan hina karena manusia diberi akal dan nurani untuk
mengontrol perbuatannya. Nah, kalau kita tidak pernah menggunakan akal sehat dan nurani
untuk mengarungi kehidupan, berarti derajat kita anjlok ke level yang serendah-rendahnya.
Agar tidak turun ke derajat yang paling rendah, Allah swt. Memerintahkan manusia
untuk mengisi hidup dengan iman dan amal saleh, sebagaimana dijelaskan pada ayat berikutnya,
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 7
e. Ayat keenam
Orang yang tidak akan turun pada derajat yang paling rendah adalah orang-orang
beriman. Iman secara bahasa bermakna “pembenaran”. Maksudnya pembenaran terhadap
apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw., yang pokok-pokoknya tergambar
dalam rukun iman yang enam; yakni (1) keesaan Allah swt., (2) malaikat, (3) kitab-kitab
suci, (4) para nabi dan rasul Allah, (5) hari kemudian, (6) takdir yang baik & buruk.
Peringkat iman dan kekuatannya berbeda antara satu dan saat lainnya. Begitu pula
dengan kekuatan iman masing-masing manusia, berbeda antara satu dengan lainnya.
Dalam suatu riwayat, disebutkan bahwa ‘Al immanu yaziidu wa yanqushu’ (iman itu fluktuatif,
dapat bertambah dan bisa juga berkurang). Karena itulah kita wajib merawat iman agar tetap
prima.
Seseorang dapat dikatakan memiliki iman yang kuat bila memenuhi ciri-ciri sebagai
berikut:
1) memiliki jiwa muraqabah, artinya selalu merasa dilihat, ditatap, dan diawasi Allah swt.
2) hatinya mudah tersentuh dengan nasihat-nasihat agama,
3) berjiwa tawakal, pasrah kepada Allah setelah berikhtiar dengan sungguh-sungguh,
4) selalu berkomunikasi dengan Allah dengan shalat dan doa,
5) memiliki kepekaan sosial, sehingga selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir
miskin.
Ciri-ciri ini diambil dari firman Allah berikut ini,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama
Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya,
bertambahlah iman mereka, dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. Yaitu orang-orang
yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan pada
mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan
memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta nikmat yang
mulia.” (Q.S. Al Anfal 8:2-4)
Setelah beriman, yang bisa menyelamatkan manusia dari kejatuhan adalah ‘Amilus shalihat’
(beramal saleh). Kalimat ‘Amilus shalihat’ dalam Al Quran disebut hingga 52 kali. Kata
‘amiluu berasal dari kata ‘amalun, artinya pekerjaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran.
Kata ‘shalihaat’ berasal dari kata ‘shaluha’, artinya bermanfaat atau sesuai.
Jadi, amal saleh adalah aktivitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa
pekerjaan itu memberi manfaat untuk dirinya maupun untuk orang lain, serta pekerjaannya itu
sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditentukan. Syaikh Muhammad Abduh
mendefinisikannya sebagai berikut, “Amal saleh adalah segala perbuatan yang berguna bagi
diri pribadi, keluarga, kelompok, dan manusia secara keseluruhan.”
Perlu ditegaskan, amal saleh harus dibarengi dengan poin pertama yaitu iman.
Tanpa iman kepada Allah swt., amal yang dilakukan akan sia-sia belaka. “Dan Kami hadapkan
segala amal baik yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang
berterbangan.” (Q.S. Al Furqan 25: 23) Maka bagi orang-orang yang mengisi hidupnya dengan
iman dan karya (amal saleh), bagi mereka “ajrun ghairu mamnun” (pahala yang tiada putus).
f. Ayat ketujuh
Bentuk pertanyaan pada ayat ini, dalam bahasa Arab disebut “istifham inkari”,
mengandung penegasan bahwa tidak ada alasan apapun yang patut membuat manusia
mendustakan hari pembalasan dan mengingkari ajaran-ajaran Allah swt., setelah mengetahui
bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling mulia. Surat ini kemudian ditutup
dengan kalimat bertanya yang bertujuan agar manusia mau berpikir.
g. Ayat kedelapan
Seolah ayat ini mengatakan, “Pikirkanlah wahai manusia, hanya Allah swt. Hakim
yang Maha Adil dan Maha Mengetahui kebutuhan kamu. Oleh sebab itu hanya aturan-aturan-
Nya yang bisa memenuhi kebutuhanmu!”
8 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Secara umum pesan pokok yang terkandung dalam Surah at-Tin [95] sebagai berikut.
a. Buah tin dan zaitun merupakan kinayah (ungkapan) tentang Damaskus (tempat diutusnya Nabi
Nuh as) dan Baitul Maqdis (tempat diutusnya Nabi Isa as).
b. Bukit Sinai yaitu sebuah gunung (bukit) tempat Allah berbicara langsung kepada Nabi Musa as.
c. Yang dimaksud dengan negeri yang aman adalah Kota Mekkah. Allah bersumpah dengan tiga
tempat tersebut sebagai isyarat perintah untuk mengetahui dan mempercayai turunnya wahyu
Allah kepada para Ulul ‘Azmi dari kalangan Rasul
d. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling baik diantara makhluk lainnya, baik secara
jasmaniah maupun rohaniah. Ia dapat berdiri tegak, berbicara, berilmu, mengatur lagi bijak. Hal
itu disebabkan manusia dibekali dengan akal pikiran dan hati yang dapat berfungsi dengan baik.
Sehingga memungkinkan bagi manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.
e. Manusia akan berubah menjadi makhluk yang hina dan rendah derajatnya di hadapan Allah
apabila ia tidak bersyukur, selalu bermaksiat, dan tidak mentaati perintah Allah SWT. Tempat
kembalinya adalah neraka yang menyengsarakan.
f. Manusia yang akan selamat dari kehinaan adalah orang yang beriman dengan sungguh-sungguh
dan membuktikannya dengan ibadah dan amal shaleh. Mereka akan mendapatkanpahala yang
tidak ada putus-putusnya, yaitu balasan surga dengan segala kenikmatannya dan kekal di
dalamnya.
g. Melalui Rasulullah sebagai pembawa risalah dan uswatun hasanah, kita menjadi tahu tentang
ajaran Islam. Kita tidak boleh mendustakan ajaran yang dibawa oleh beliau, karena mendustakan
ajarannya berarti sama saja mendustakan Allah dan balasannya adalah neraka.
h. Allah adalah hakim yang paling adil, manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa
yang telah diusahakannya salama hidup di dunia. Jika baik amalnya maka akan dibalas dengan
kebaikan pula yaitu surga dan ridho-Nya, dan jika buruk amalnya maka akan mendapat balasan
yang buruk pula yaitu neraka dan murka-Nya.
Tugas Individu 2
Jika menyimak pesan-pesan pokok yang terkandung dalam Surah at-Tin [95], kalian tentu dapat
menunjukkan sikap terbaik yang perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Tunjukkan sikap-sikap
tersebut dengan mengisi tabel seperti contoh di bawah ini.
Tugas Kelompok 2
Pengetahuan kalian tentang arti Surah at-Tin [95] perlu dipraktikkan. Bacalah Surah at-Tin [95]
bersama artinya secara bergantian dengan teman kelompokmu sebagai latihan. Simaklah bacaan teman
kalian dengan saksama. Segera betulkan jika terdapat kesalahan. Sebaliknya, mintalah teman kelompok
kalian untuk menyimak bacaan. Jika belum yakin dengan kemampuan kalian, ulangi beberapa kali hingga
kalian yakin mampu mengartikan Surah at-Tin [95] dengan baik dan benar. Kemudian hafalkan surah
tersebut beserta artinya. Selanjutnya, mintalah kesempatan kepada guru untuk menunjukkan kemampuan
menghafal Surah at-Tin [95] beserta artinya di depan kelas.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 9
Uji Kompetensi 1
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan 8 ayat dari QS. A-Tin yang belum a Kota Madinah
berurutan di bawah ini dengan cermat! b Kota Bagdad
c Kota Jedah
d Kota Mekah
4. Orang yang akan mendapat pahala tiada
terputus menurut surat At-Tin adalah : …
a orang yang khusyuk beribadah
b orang yang beriman dan beramal sholeh
c orang yang tidak menyakiti tetangga
d orang yang suka membaca Al-Qur’an
5. Perhatikan empat kata di bawah ini dengan
cermat!
Urutan yang tepat ayat-ayat di atas sehingga
Yang termasuk contoh bacaan al syamsiyah
menjadi QS. At Tin yang sempurna adalah ….
adalah nomor … .
a. 6-8-1-2-3-7-5-4 a. 1 dan 2
b. 6-8-1-3-4-5-7-4 b. 1 dan 3
c. 6-8-1-7-5-3-2-4 c. 2 dan 3
d. 6-8-1-3-2-5-7-4 d. 2 dan 4
2. Perhatikan kutipan salah satu ayat pada surat
At Tin berikut ini!
6. artinya adalah ....
a Dalam hasan yang sebaik-baiknya
Makna yang tepat yang terkandung dalam ayat b Dalam akhlak yang sebaik-baiknya
di atas adalah … . c Dalam bentuk yang sebaik-baiknya
a. Manusia adalah mahluk sosial d Dalam jiwa yang sebaik-baiknya
b. Manusia adalah mahluk yang bertaqwa 7. Berdasarkat Q.S. At tiin : 6 orang yang
c. Manusia diciptakan Allah sebagai mahluk beriman dan beramal shaleh akan
yang paling mulia mendapatkan ….
d. Manusia diciptakan-Nya dengan sempurna a Rizki yang berlimpah
jasmani dan rohaninya b Penghormatan dari masyarakat
3. Dalam Surah At-Tin, Allah bersumpah dengan c Pahala yang tidak terputus
menyebut “Demi negeri yang aman”. Yang d Keberkahan di dunia dan akhirat
dimaksudkan negeri yang aman adalah…
10 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
8. Sebutan surat At-Tin di ambil dari kata pada c delapan
ayat: … d sembilan
a. pertama 10. Surah At-Tin tergolong surah : …
b. b. kedua a Makiyah
c. ketiga b Madaniyah
d. keempat c Indiyah
9. Jumlah ayat dalam surat At-Tin ada :... d Indonesiyah
a enam
b tujuh
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. “hari pembalasan” jika di tulis menggunakan bahasa Arab menjadi ....
2. Demi (buah) Tin dan (buah) ....
3. Allah Swt. memulai Surah at-Tin [95] dengan ....
4. Hukum bacaan gunnah terjadi jika ....
5. Lafal artinya ....
6. Tursina menurut Ibnu Kasir adalah tempat Allah Swt. berfirman langsung kepada Nabi ....
7. Bagi siapa saja yang masuk ke Mekah akan terjamin ....
8. At-Tin merupakan surah ke .... dalam Al-Qur’an
9. Kata mengandung hukum bacaan ....
10. Hukum bacaan qalqalah terjadi jika ada huruf qalqalah, yaitu ....
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Tuliskan ayat ke 3 surah at-Tin!
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
2. Apa arti ayat ke 5 surah at-Tin?
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
3. Bagaimana isi kandungan surah at-Tin ayat terakhir?
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
4. Tulislah surah at-Tin dengan menggunakan huruf latin!
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
5. Jelaskan mengenai hukum bacaan mad jaiz munfasil!
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 11
D. Perbaikan
1. Agar manusia tidak terperangkap oleh hawa nafsu, Allah Swt. mengutus rasul untuk menunjukkan
kebenaran dan jalan yang lurus menuju kebahagiaan di ....
2. Selain akal manusia juga dikaruniai nafsu yang mengajak kepada ....
3. Setelah Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, mengaruniai akal,
dan mengutus rasul, manusia seharusnya tidak akan ....
4. Kata “kami kembalikan dia” jika di tulis menggunakan bahasa Arab menjadi ....
5. Dua buah-buahan yang disebut dalam ayat pertama Surah at-Tin [95] adalah ....
6. Hari pembalasan pasti adanya meskipun tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui dengan
pasti ....
7. Dengan keadilan-Nya, Dia akan membalas ....
8. Kata mengandung hukum bacaan ....
9. Cara membaca bacaan gunnah dengan ....
10. Lafal artinya ....
E. Pengayaan
1. Bagaimana isi kandungan surah at-Tin ayat kedua?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
2. Tuliskan ayat ke 6 surah at-Tin!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
3. Sebutkan pesan pokok yang terkandung dalam Surah at-Tin!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
4. Jelaskan mengenai hukum alif lam syamsiyah!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
5. Apa arti ayat ke 7 surah at-Tin?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
12 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
ASMAUL HUSNA DAN
2 KITAB-KITAB ALLAH
Kompetensi Inti
KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru
KI3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya,
dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI 4: Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis,
dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar
1.2 Menyakini Al-Quran sebagai kitab suci terakhir dan menjadikannya sebagai pedoman hidup
3.2 Memahami makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya sebagai implementasi rukun
iman
3.4 Mengerti makna Asmaul Husna: Al-Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad
Apresepsi
Perhatikan dan cermati keserasian alam yang mengagumkan di atas! Air jernih mengalir di sela bebatuan
dengan hijau tumbuh-tumbuhan di sekililingnya. Di sana ada pula ikan dengan damai berenang di air,
sungguh menakjubkan. Ini hanya bagian kecil dari berjuta keindahan alam yang tampak di bumi. Sudahkah
tebersit dalam hati kita kesadaran bahwa itu semua pasti ada yang menciptakan? Dialah Allah Maha
Pencipta.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 13
Pendalaman Materi 1
A. Mengenal Allah Swt
Asmaa’ul husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma
berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asma’ul
husna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.
Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan
nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzat yang
mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat
tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita
tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama
Allah ta’ala. Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu
nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan
4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT yang harus
dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad.
Asma’ul husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung
sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan
yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah. Asma’ul husna tidak diberikan oleh siapa
pun atau makhluk-Nya. Nama-nama tersebut diberikan oleh Allah Swt. sendiri dan hanya Dia yang
berhak atas nama tersebut. Allah Swt. berfirman seperti berikut.
Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki
nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah
Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Q.S. al-H.asyr [59]: 24)
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Swt. memiliki Asma’ul husna yang menunjukkan keindahan,
keagungan, dan kesempurnaan-Nya. Allah Swt. menganjurkan hamba-Nya membaca Asma’ul husna
ketika memohon kepada Allah Swt. Anjuran tersebut dimaksudkan agar kita senantiasa teringat pada
kekuasaan dan keagungan-Nya serta mampu meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya,
ketika memohon ampun kepada Allah Swt. kalian dianjurkan membaca Asma’ul husna al-Gaffar. Ketika
memohon rezeki kepada Allah, kalian dianjurkan membaca ar-Razzaq dan seterusnya. Akan tetapi,
kita tidak boleh menyalahgunakan asma’ul husna-Nya untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat-
Nya. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.
Artinya: Dan Allah memiliki Asma’ul Husna- (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-
Nya dengan menyebut Asma-’ul H.usna- itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa
yang telah mereka kerjakan. (Q.S. al-A‘raf [7]: 180)
14 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
1. al-Mumit
Kata ini secara bahasa memiliki arti “hilangnya kekuatan sesuatu”. Allah terkait sifat ini dianggap
sebagai Yang Maha Mematikan. Yang kuasa mencabut nyawa para hamba-Nya. Kapan manusia
disebut mati? Sebagian kita menjawab, ketika nyawa telah berpisah dengan jasad manusia. Lalu
apakah nyawa itu? Jika ada, bertempat dimana? Wujudnya apa? Kapan berpisahnya?
“Dan sesungguhnya Dia yang menjadikan (manusia) tertawa dan menjadikan (mereka) menangis.
Dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan”. (An-Najm: 43-44)
Seorang anak dengan mudah bisa membedakan antara sebatang kayu dengan sebatang pohon.
Dia juga mengerti bahwa sebatang pohon itu hidup dan sebatang kayu itu mati. Ketika diminta untuk
menjelaskan apa hakekat “kehidupan” dan hakekat “kematian”, mereka hanya bisa bungkam, bahkan
seorang profesor botani sekalipun tak bisa menjelaskan. Maksimal mereka hanya bisa menunjukkan
tanda-tanda kehidupan, yaitu tumbuh, bergerak, dan berkembang. Jika sesuatu itu tidak tumbuh,
tidak bergerak, dan tidak berkembang, maka sesuatu itu berarti telah mati.
Kapan manusia disebut mati? Sebagian kita menjawab, ketika nyawa telah berpisah dengan
jasad manusia. Lalu apakah nyawa itu? Jika ada, bertempat dimana? Wujudnya apa? Kapan
berpisahnya? Pertenyaan-pertanyaan di atas tidak bisa kita jawab, kecuali bahwa kita yakin bahwa
dalam diri manusia yang hidup terdapat nyawa, dan nyawa itu suatu saat akan dicabut oleh Allah
yang Maha Kuasa mencabutnya. Dia-lah Al-Mumit, Yang Maha Mematikan.
Dalam realitasnya, seribu satu cara manusia menuju pada kematiannya. Ada yang disebabkan
sakit dan ada pula yang karena kecelakaan. Berjuta-juta jenis penyakit, dan beribu-ribu jenis
kecelakaan, di laut, di udara, dan di daratan. Berjuta-juta sebab orang mati, tapi hanya satu yang
namanya mati, yaitu ketika ajal telah tiba dan ketetapan Allah telah dijatuhkan kepada siapa yang
dikehendaki-Nya.
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu”. (An-Nisaa: 78)
Tak ada tempat bersembunyi dari mati. Sekalipun kita membuat benteng yang kokoh, sekalipun
kita bersembunyi di dasar laut, jika ajal telah tiba, maka kematian akan menjemput kita.
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu”.
(Al-Jumu’ah: 8)
Tidak ada orang yang sanggup memberi hidup, juga sebaliknya tidak ada seorang pun yang
bisa mematikan. Betapa banyak orang yang berusaha bunuh diri, tapi justru ia selamat. Sebaliknya,
berapa banyak orang yang berusaha selamat, ternyata justru mengalami kematian.
Bagi orang yang beriman, kematian itu bukan sesuatu yang harus ditakuti, sebagaimana
kehidupan juga tak perlu dikhawatiri. Hidup dan mati adalah ketetapan Allah yang harus diterima
sebagai taqdir-Nya. Ketika diberi kesempatan hidup, kita manfaatkan kehidupan itu untuk beribadah
dan beramal shalih serta menghimpun sebanyak-banyakanya pahala di sisi Allah swt. Ketika kematian
datang, kita sambut dengan suka cita.
Bagi kita, kematian adalah pintu gerbang kehidupan yang sebenarnya. Hanya melalui gerbang
itu kita bisa menjumpai kekasih kita, Yang Maha Kasih, yaitu Allah saw. Hanya dengan kematian itu
kita bisa menjumpai surga, suatu tempat yang telah dijanjikan berulang-ulang oleh Allah dalam
al-Qur’an. Hanya dengan memasuki pintu gerbang yang berupa kematian itu kita bisa menjumpai
manusia terbaik, rasul yang paling mulia, Muhammad saw. Betapa indahnya gerbang kehidupan
yang sebenarnya itu?
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 15
Meskipun demikian kita tidak mengharapkan kematian, sebab kita juga belum merasa cukup
mengumpulkan bekal menyusuri kehidupan yang begitu panjang. Tabungan amal shalih kita belum
mencukupi untuk bekal hidup di akherat nanti. Kita masih perlu mengumpulkan pundi-pundi pahala.
Kita masih terlalu sibuk mempersiapkan bekal hidup di dunia yang tidak terlalu lama. Kita masih
lalai mengingat mati.
Ketahuilah bahwa kita semua adalah calon-calon mayat. Saat ini kita hanya menunggu
giliran, kapan waktunya Allah mencabut nyawa kita, memisahkan nyawa dari jasad kita, dan
mengembalikan jasad pada asalnya, yaitu tanah dan mengirim “ruh” kita kembali ke alam kehidupan
yang sebenarnya. Sayangnya, disana hanya tersedia dua pilihan untuk tempat tinggal manusia,
surga atau neraka. Bekal kita selama hidup di dunia akan menentukan di mana kita akan tinggal
selama-lamanya.
2. al-Hayyu
Al-Hayyu artinya Yang Maha Hidup, merupakan salah satu dari Asmaul Husna milik Allah
SWT. Maksud dari nama Al Hayyu bagi Allah adalah yang memiliki hidup yang sempurna, yaitu
kehidupan yang abadi yang tidak ada titik awal dan batas akhir. Inilah salah satu yang membedakan
sifat hidup pada Allah SWT dan sifat hidup pada makhluknya.
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan
membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rizki yang baik-baik. Yang
demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. Dialah yang hidup
kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan
memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (Al-Ghafir: 64 -65)
Dalam al-Qur’an, kata Al-Hayy bisa di dapati sebanyak sembilan belas kali. Empat belas
ayat berkait langsung dengan sifat dan asma Allah, sedangkan lima ayat yang lain berbicara
mengenai manusia.
Hidup adalah antitesis mati. Bagi Allah, hidup adalah sifat wajib yang dimiliki, sebaliknya
mustahil bagi-Nya sifat “mati”. Ketika kita membahas sifat dan asma Allah “Al-Hayy”, terdapat dua
pemahaman yang saling melengkapi. Pertama, bahwa Dia Yang Maha Mencukupi Dirinya sendiri
sejak masa pra-azali dan akan berlangsung selamanya. Sebaliknya, setiap makhluq hidup hanya
bisa hidup atas anugerah dan karunia Allah. Mereka tidak bisa memberi rizki kehidupan kepada
diri mereka sendiri, apalagi kepada yang lain. Manusia diberi hidup dalam batas yang telah
ditentukan, jika telah habis masanya maka kematian akan segera menemuinya.
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula)”. (Az-Zumar: 30)
Pemahaman kedua, Allah hidup tiada berawal dan tiada berakhir. Dia hidup dan tidak pernah
mati. Dia yang menciptakan waktu, dan karenanya Dia tidak dibatasi dimensi waktu. Bagi-Nya
tiada waktu lalu, sekarang, juga yang akan datang. Dia di luar semua itu.
“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan
memuji-Nya, dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya”. (Al-Furqan: 58)
Manusia tidak bisa hidup langgeng dan abadi seperti Allah. Akan tetapi manusia bisa
melanggengkan hidupnya dengan “keharuman nama” setelah kematiannya, dengan meninggalkan
karya-karya monumental yang bisa dinikmati manusia selama-lamanya. Nabi Muhammad telah
lama meninggal dunia, tapi beliau telah meninggalkan karya kemanusian yang luar biasa sehingga
namanya tetap langgeng dan abadi hingga akhir zaman nanti.
Demikian juga para syuhada, orang-orang yang mati syahid. Orang-orang yang mati karena
memperjuangkan agama Allah ini dalam realitasnya telah mati, akan tetapi pada hakekatnya
16 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
mereka tetap hidup. Sekalipun mereka telah mati, tapi betapa banyaknya manusia hidup yang
terinspirasi olehnya? Itulah sebabnya Allah menegaskan:
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka
itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”. (Al-Baqarah:
154)
Jika para syuhada’ yang telah lama mati disebut “tetap hidup” , maka sebaliknya ada orang
yang dapat menarik dan menghembuskan nafas, otak dan jantungnya juga berjalan normal, akan
tetapi karena tidak mendengar dan memperkenankan panggilan Allah maka orang tersebut dinilai
telah mati. Yang demikian itu telah ditegaskan Allah dalam al-Qur’an:
“Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula)
menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling
membelakang”. (An-Naml: 80)
Sifat Allah Al-Hayy sebanyak tiga kali dirangkai dengan sifat Al-Qayyum yang berarti Maha
Berdiri sendiri lagi Maha Mengurus makhluk-makhluk-Nya. Menurut sebagian Ulama’ hal tersebut
memberi teladan kepada manusia bahwa hidup yang sebenarnya itu bukan sekadar hidup untuk
memenuhi dirinya sendiri, tapi hidup itu pada hakekatnya adalah memberi hidup dan sarana kehidupan
kepada pihak lain.
“Dan barangsiapa yang menghidupkan (memelihara kehidupan) seorang manusia, maka seolah-
olah dia telah menghidupkan manusia semuanya”. (Al-Maidah: 32)
Dengan demikian, alangkah mulianya orang yang bersedekah kepada yang sedang lapar dan
haus. Alangkah mulianya para pengusaha yang menyiapkan lapangan kerja dan membayar para
buruh dengan layak dan tepat pada waktunya. Alangkah mulianya para dokter, apoteker, dan para
penyembuh lainnya yang telah bekerja sungguh-sungguh dan tulus ikhlas untuk mengobati dan
menyembuhkan penyakit. Demikian juga para polisi dan aparat keamanan lain yang menjaga
keamanan dan perdamaian hidup.
Akhirnya, kita harus menyadari bahwa kehidupan manusia di dunia ini hanya sementara dan
berlangsung sebentar saja. Kehidupan yang sesungguhnya bagi kita adalah hidup di akherat. Untuk
itu mari kita jadikan hidup di dunia ini sebagai bekal untuk hidup yang sesungguhnya di akherat
kelak.
“Sesungguhnya tempat tinggal di akherat itulah sebenar-benar kehidupan, sekiranya mereka
mengetahui”. (Al-Ankabut: 64)
3. al-Qayyūm
Allah adalah Al Qayyuum (yang Maha Berdiri Sendiri), dan ketahuilah bahwa segala sesuatu
terbagi menjadi dua bagian pokok;
a. Sesuatu yang memerlukan tempat.
b. Sesuatu yang tidak memerlukan tempat.
Sesuatu yang memerlukan tempat tidak dapat dinamakan berdiri dengan dirinya sendiri (Qaaim
Binafsih). Apapun yang tidak memerlukan tempat, memerlukan hal lain untuk wujud dan
kesinambungannya. Walaupun dapat dinamakan ‘berdiri dengan sendirinya‘, ia belum mencapai
kesempurnaan, karena masih membutuhkan sesuatu yang lain untuk wujudnya.
Allah adalah ‘Qaaim Binafsih‘ secara mutlak, karena Dia sama sekali tidak membutuhkan
tempat, bahkan tidak membutuhkan suatu apapun untuk kelangsungan wujud-Nya, dan yang demikian
itu disertai pula dengan pemberian wujud kepada segala sesuatu, pemenuhan kebutuhan mereka
secara sempurna dan berkesinambungan, maka Dia-lah Al Qayyuum dan itulah Allah Swt.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 17
Jika suatu wujud ada, dan esensinya mencukupi bagi dirinya, yang hidupnya bukan karena
wujud lain dan yang keberadaannya tidak ditentukan oleh keberadaan wujud lain, ia benar-benar
hidup dengan sendirinya. Setiap yang terjadi karenanya, sehingga keberadaan dan kelestariannya
segala sesuatu tidak mungkin terjadi tanpanya, itu adalah hal yang ada dengan sendirinya, karena
hal itu hidup dengan sendirinya dan segala sesuatu ada karenanya. Tak lain itu adalah Allah Azza
wa Jalla. Pencapaian manusia akan sifat ini, sebanding dengan keterlepasannya dari segala
sesuatu selain dari Allah Swt.
Allah Swt. tidak membutuhkan bantuan pihak lain. Dia dapat melaksanakan kehendak-Nya
sendirian. Dia tidak membutuhkan pendapat, saran, dan kritik dari mana pun. Segala yang
dikehendaki-Nya pastilah terwujud. Tidak ada yang dapat menghalangi atau menolak kehendak-
Nya. Allah Swt. Mahamandiri sebagaimana firman-Nya berikut ini.
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terusmenerus mengurus
(makhluk-Nya). (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 2)
4. al-Ahad
Lafazh ‘Al Ahad‘ berakar sama dengan ‘waahid‘, tetapi masing-masing memiliki makna dan
penggunaan tersendiri. ‘Ahad‘ hanya digunakan untuk sesuatu yang tidak dapat menerima
penambahan, baik dalam imajinasi apalagi dalam kenyataan. Oleh karena itu, kata ini ketika
berfungsi sebagai sifat, tidak termasuk dalam rentetan bilangan.
Berbeda halnya dengan ‘Al Waahid‘. Lafazh ‘ahad‘ adalah, kemudian huruf ‘wau‘-nya diganti
dengan ‘hamzah‘ sebagaimana diubahnya huruf yang di-kasrah‘kan menjad di-‘Dhamah‘kan. Makna
eksistensi Allah Swt sebagai bersifat Esa didasarkan ilmu. Dikatakan ‘Adakala Dzat yang tidak
dibenarkan untuk disifati dengan penempatan dan penghilangan.
Allah Swt. itu Maha Esa. Kata lain dari Maha Esa adalah Al-Ahad. Esa artinya satu atau
tunggal.
Artinya: “...Dialah Allah Yang Maha Esa.” (Q.S. Al-Ikhlas : 1)
Tuhan hanya satu, yaitu Allah. Allah tidak mempunyai ayah
dan ibu. Tidak pula beranak. Allah tidak ada yang menyamai. Allah
juga tidak ada yang mendahuluinya. Allah tempat bergantung
manusia. Meminta pertolongan atas segala usaha.
Orang yang menyembah selain Allah disebut musyrik.
Perbuatannya disebut syirik. Contoh perbuatan syirik. Menyembah
patung. Menganggap Allah mempunyai anak istri. Percaya
perkataan dukun. Lebih cinta kepada harta.
18 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Tugas Individu 1
Buatlah resume materi mengenal Allah Swt.
Tugas Kelompok 1
Jelaskan menggunakan bahasamu sendiri mengenai 4 asma’ul husna di atas! Diskusikan bersama
teman kelompokmu!
Pendalaman Materi 2
B. Mengenal Kitab-kitab Allah yang Membawa Ajaran Terpuji
Manusia hidup harus mempunyai pedoman. Pedoman menjadikan hidup terarah dan mendapatkan
jalan lurus. Jalan yang diridai oleh Allah. Dasar pedoman adalah Al-Qur’an dan Hadis. Kitab-kitab Allah
diturunkan kepada para rasul-Nya. Sejak zaman dahulu sampai rasul terakhir Muhammad saw.. Kitab-
kitab itu disebut juga kitab samawi. Kitab samawi adalah kitab yang berasal dari langit. Kitab Allah
yang diturunkan kepada rasul-rasul Allah swt.
Orang beriman wajib membenarkan bahwa Allah swt. mempunyai kitab-kitab. Kitab-kitab-Nya
diturunkan kepada hamba-hamba-Nya. Kitab-kitab tersebut berisi kebenaran dan petunjuk yang jelas.
1. Kitab-Kitab Allah
Kitab Allah artinya kumpulan firman-firman Allah yang diwahyukan kepada para rasul-Nya.
Kitab Allah dinamakan juga kitab suci, karena berisi firman Allah yang bersih dari campur tangan
manusia. Allah SWT menurunkan kitab-kitab suci kepada para rasul-Nya untuk pedoman dan
petunjuk bagi umat manusia. Dengan berpedoman kepada kitab Allah maka manusia memperoleh
keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Kitab-kitab Allah yang wajib kita imani ada empat. Yaitu: Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-
Qur’an. Keimanan kepada kitab-kitab Allah merupakan rukun iman ketiga. Iman kepada kitab-kitab
Allah artinya percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab-Nya. Bahwa,
kitab-kitab tersebut diturunkan kepada para rasul untuk dijadikan pedoman hidup bagi umatnya.
Seorang mukmin harus mengimani kitab-kitab suci tersebut, sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya:
Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad) dan
(kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin adanya akhirat.
[QS Al-Baqarah: 4]
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 19
Beriman kepada kitab suci Allah mempunyai beberapa arti, di antaranya:
a. membenarkan bahwa Allah pernah menurunkan kitab-kitab suci kepada pada rasul-Nya.
b. membenarkan berita-berita dalam Al-Qur’an dan berita-berita lainnya yang tidak diganti pada
kitab-kitab terdahulu (sebelum Al-Qur’an).
c. menerima hukum-hukum dalam kitab suci dan rela mengamalkannya.
Agar pemahaman kita tentang kitab-kitab Allah tersebut menjadi jelas, maka berikut ini
penjelasannya:
a. Kitab Zabur diturunkan dalam Bahasa Qibti, kitab ini diturunkan untuk kaum Bani Israil.
b. Kitab Taurat diturunkan dalam Bahasa Ibrani, kitab ini diturunkan untuk kaum Bani Israil.
c. Kitab Injil diturunkan dalam Bahasa Suryani, kitab ini diturunkan untuk kaum Bani Israil.
d. Kitab Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, kitab ini diturunkan untuk umat manusia di
dunia. Sebagaimana firman Allah:
Artinya:
“Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang
telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.” (Q.S. Ali Imran/3: 3)
2. Penerima Kitab-Kitab Allah
Tidak semua para nabi dan rasul menerima kitab suci dari Allah. Ada yang hanya menerima
berupa suhuf atau ajaran Allah yang berupa lembaran-lembaran, seperti Nabi Ibrahim as.
Nabi Musa as menerima suhuf sekaligus menerima kitab suci dari Allah. Adapun nabi dan rasul
yang menerima kitab suci dari Allah sebagai berikut:
a. Nabi Musa AS Menerima Kitab Taurat
Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 53:
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan kepada Musa Kitab Taurat dan Furqan, agar kamu
memperoleh petunjuk [QS Al-Baqarah: 53]
20 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Kitab Taurat diberikan kepada Nabi Musa AS. Kitab ini menjadi pedoman hidup bagi umatnya,
yaitu Bani Israil yang disebut kaum Yahudi. Adapun isi kitab Taurat antara lain:
a. Ajakan menyembah Allah.
b. Kepercayaan yang benar.
c. Tentang hukum-hukum.
d. Kabar tentang akan datangnya nabi yang terakhir sebagai penyempurna ajaran-ajaran agama
sebelumnya.
b. Nabi Daud AS Menerima Kitab Zabur
Firman Allah SWT dalam surah Al-Isr ’ ayat 55:
Artinya:
Dan kami berikan Zabur kepada Daud [QS Al-Isr ’: 55]
Kitab Zabur diberikan kepada Nabi Daud AS untuk membimbing umatnya yakni bangsa
Israil. Adapun kandungan kitab Zabur antara lain:
1) Ajaran hanya menyembah Allah SWT.
2) Nasihat-nasihat tentang perbuatan baik.
3) Doa-doa dan zikir.
4) Hukum dan hikmah.
c. Nabi Isa AS Menerima kitab Injil
Firman Allah dalam surah Al-hadid ayat 27:
Artinya:
Kemudian kami iringkan di belakang mereka Rasul-rasul kami, dan kami iringkan (pula) Isa
putra Maryam, dan kami berikan kepadanya Injil [QS Alhadid: 27]
Kitab Injil diberikan kepada Nabi Isa AS sebagai pedoman untuk membimbing Bani Israil.
Umat Nabi Isa AS sering disebut sebagai kaum Nasrani. Adapun kandungan kitab Injil antara
lain:
1) Ajakan hanya menyembah Allah SWT.
2) Kepercayaan yang benar.
3) Membenarkan kitab sebelumnya.
4) Memberi kabar gembira bahwa akan ada nabi terakhir yang bernama Ahmad/Muhammad.
Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah As-Saf ayat 6, yang artinya: Dan (ingatlah) ketika
Isa putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,
membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan
(datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad, (Muhammad).”
[QS As-saf: 6]
d. Nabi Muhammad SAW Menerima Kitab Suci Al-Qur’an
Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 19:
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 21
Artinya:
Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. Dia menjadi saksi
antara aku dan kamu. dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan Dia aku memberi
peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya).” [QS Al-
An’am: 19]
Kitab suci Al-Qur’an diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Adapun isi kandungan
kitab suci Al-Qur’an antara lain:
1) Ketauhidan yaitu mengesakan Allah, hanya menyembah kepada-Nya.
2) Muamalah yaitu mengatur hubungan sesama manusia.
3) Akhlak/budi pekerti.
4) Menceritakan kisah masa lalu dan kisahkisah yang akan datang.
5) Menjelaskan bahwa agama Islam sempurna dan diridai Allah SWT.
6) Perintah tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya.
7) Berbagai macam ilmu pengetahuan.
8) Menjelaskan mana yang baik, buruk, halal dan haram.
9) Janji bagi orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta orang yang bertakwa
akan masuk surga. Ancaman masuk neraka bagi orang-orang kafir, munafik, musyrik, dan
pendosa
Suhuf
Ada wahyu Allah yang diterima oleh nabi berupa lembaran-lembaran. Lembaran yang
berisi wahyu Allah itu disebut suhuf. Suhuf yang diturunkan Allah SWT kepada para nabi,
jumlahnya ada 100 suhuf. Rinciannya sebagai berikut:
1) 50 suhuf diberikan kepada Nabi Syits.
2) 30 suhuf diberikan kepada Nabi Idris.
3) 10 suhuf diberikan kepada Nabi Ibrahim.
4) 10 suhuf diberikan kepada Nabi Musa
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-A’la ayat 18-19:
Artinya:
Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam suhuf yang dahulu (yaitu) suhuf Ibrahim dan
Musa.
3. Mencintai Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an
kitab suci yang terakhir dan diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Al-Qur’an penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Isi Al-Qur’an sebagai
pegangan umat manusia sepanjang masa.
Al-Qur’an menurut bahasa artinya bacaan atau yang dibaca.
Menurut istilah, Al-Qur’an adalah firman Allah swt. yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad saw. Diturunkan dalam bentuk wahyu dengan perantara
Malaikat Jibril. Nabi Muhammad saw. menyampaikannya kepada para
sahabat dan umatnya. Al-Qur’an menjadi pedoman hidup bagi umat
manusia. Al-Qur’an memuat semua yang terkandung dalam kitab-kitab
sebelumnya. Al-Qur’an disempurnakan dengan pedoman hidup sesuai
dengan kehidupan manusia sepanjang zaman.
Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar. Membaca Al-Qur’an
termasuk ibadah dan mendapat pahala dari Allah swt.. Al-Qur’an sebagai
dasar pokok pedoman dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa turunnya Al-Qur’an yang
pertama kali disebut Nuzulul Qur’an. Nuzulul Qur’an artinya turunnya Al-Qur’an yang pertama. Wahyu
Al-Qur’an yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad saw. adalah Surah Al-’Alaq ayat 1
sampai 5.
22 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Kitab suci Al-Qur’an diturunkan secara berangsung-angsur. Lamanya 22 tahun 2 bulan 22
hari. Al-Qur’an diturunkan di dua tempat. Mekah selama 13 tahun dan Madinah selama 10 tahun.
Surah Al-Qur’an yang diturunkan di Mekah disebut Makkiyah. Al-Qur’an yang diturunkan di Madinah
disebut Madaniyah.
Al-Qur’an mengandung 114 surat, 6236 ayat, 74437 kalimat dan 324345 huruf. Masa turunnya
yang 23 tahun dapat dibagi dalam dua fase yaitu:
a. Fase Mekah, dalam waktu selama 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, yakni sejak 17 Ramadan 41 dari
kelahiran Nabi Muhammad sampai awal Rabiulawal tahun 54 dari kelahiran Nabi di Mekah kira-
kira 19/30 atau 86 surah.
b. Fase Madinah, dalam waktu 9 tahun, 9 bulan, 9 hari. Di Madinah kira-kira 11/30 atau 28 surat.
Ciri surah yang diturunkan di Mekah atau Makkiyah sebagai berikut.
a. Pada umumnya surahnya pendek-pendek.
b. Terdapat perkataan “Ya ayyu han nasu”. Artinya Hai sekalian manusia.
c. Berhubungan dengan keimanan atau akidah. Berisi ancaman, pahala, dan kisah umat
sebelumnya.
Ciri surah Madaniyah sebagai berikut.
a. Ayatnya panjang-panjang.
b. Terdapat perkataan “Ya ayyuhallaziina aamanuu”. Artinya “Hai orangorang yang beriman”.
c. Mengandung hukum, sosial kemasyarakatan muamalah, dan ibadah.
Al-Qur’an terdiri dari 30 juz meliputi 6.666 ayat. Ayat tersebut dibagi menjadi 114 surah.
Wahyu Al-Qur’an terakhir adalah Surah Al-Ma’idah ayat 3. Ayat tersebut diterima ketika Nabi
Muhammad sedang Haji Wada’. Pada tahun 10 hijriah, tanggal 9 Zulhijah, ketika melakukan wukuf
di Padang Arafah.
Allah juga memberi beberapa nama lain Al-Qur’an:
a. Al-Kitab artinya tulisan atau yang ditulis. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang tertulis dalam
sebuah kitab suci.
b. Al-Furqan artinya pembeda antara yang benar dengan yang salah.
c. Az-Zikr artinya peringatan. Al-Qur’an berisi peringatan-peringatan dari Allah swt. Peringatan
agar manusia senantiasa ingat kepada pencipta-Nya.
d. Al-Huda artinya petunjuk. Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia.
e. Al-Burhan artinya keterangan. Al-Qur’an menerangkan semua permasalahan yang dihadapi
umat manusia.
f. An-Nur artinya cahaya. Al-Qur’an laksana cahaya penerang bagi manusia dari kegelapan.
g. Asy-Syifa’ artinya obat penawar. Al-Qur’an berfungsi sebagai penyembuh bagi orang-orang
yang sakit rohaninya.
h. Al-Hakim artinya pemutus perkara.
Beberapa cara Al-Qur’an diwahyukan sebagai berikut.
a. Melalui malaikat dengan memasukkan wahyu ke dalam hatinya.
b. Malaikat menampakkan diri kepada Nabi Muhammad saw. Malaikat berubah menjadi seorang
laki-laki. Caranya dengan mengucapkan kata-kata kepada Nabi Muhammad saw.. Beliau akan
menghafalnya.
c. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincing lonceng.
d. Malaikat menampakkan diri dalam bentuk aslinya.
Keistimewaan Al-Qur’an sebagai berikut.
a. Isi kandungan Al-Qur’an ditujukan kepada seluruh umat manusia.
b. Susunan kalimat dan perkataannya sangat indah.
c. Teori yang berlaku untuk segala zaman.
d. Al-Qur’an adalah kitab Allah yang tidak ada bandingannya.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 23
Hikmah diturunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur.
a. Agar mudah dimengerti, dipahami, dan dilaksanakan.
b. Mudah dihafal.
c. Turunnya ayat sesuai dengan peristiwa yang terjadi.
d. Terdapat ayat-ayat yang merupakan jawaban. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan. Berisi pula
penolakan sesuatu pendapat atau perbuatan.
Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir. Diturunkan kepada Nabi
Muhammad saw. sebagai pedoman. Al-Qur’an menjadi dasar
hukum pertama dalam kehidupan. Tidak ada kitab yang diturunkan
sesudah Al-Qur’an. Al-Qur’an menyempurnakan isi Taurat, Zabur,
dan Injil. Al-Qur’an pedoman hidup sampai akhir zaman.
Al-Qur’an di zaman Nabi Muhammad saw. tidak seperti
sekarang. Ayat Al-Qur’an yang turun langsung disampaikan kepada
para sahabat. Beliau memerintah para sahabat menghafalkannya.
Memerintahkan penulis wahyu Al-Qur’an menulisnya. Menulis
pada batu, kulit binatang, pelepah kurma, atau tulang belulang.
Beberapa penulis wahyu Al-Qur’an pada zaman Nabi
muhammad saw.. Ali bin Abi .Talib, Usman bin Affan, Ubay bin Sahabat nabi Muhammad saw
Ka’ab, Zaid bin Sabit, dan Muawiyah. Zaid bin Sabit dan Muawiyah menghafal Al-Qur’an
paling baik menulisnya. Nabi Muhammad saw. memerintahkan
untuk memelihara Al-Qur’an.
a. Selalu membaca dan menghafal Al-Qur’an.
b. Mewajibkan agar Al-Qur’an dibaca dalam salat.
c. Ayat-ayat Al-Qur’an saja yang ditulis. Tujuannya agar benar-benar terjamin kemurnian Al-Qur’an.
Masa pemerintahan Abu Bakar terjadi Perang Yamamah. Perang antara umat Islam melawan
pengikut nabi palsu. Tujuh puluh sahabat Nabi Muhammad gugur dalam peperangan. Mereka semua
hafal Al-Qur’an. Umar bin Kha.t.tab memberi saran kepada Abu Bakar. Sarannya agar segera
membukukan Al-Qur’an. Abu Bakar memerintah Zaid bin Sabit sebagai penulis. Zaid bin Sabit
mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an. Ditulis dalam lembaran yang diikat dengan benang. Tersusun
sesuai dengan urutan yang ditetapkan Nabi Muhammad saw.. Zaid mengerjakannya dengan hati-
hati. Setelah Abu Bakar wafat, lembaran-lembaran disimpan di rumah Umar bin Kha.t.tab.
Selanjutnya disimpan di rumah Hafsah putri Umar istri Nabi saw. Usman bin Affan meminta
lembaran Al-Qur’an kepada Hafsah. Lembaran Al-Qur’an yang pernah ditulis di zaman Abu Bakar.
Usman bin Affan membentuk panitia untuk menyalinnya. Panitia tersebut Zaid bin Sabit, Abdullah
bin Zubair, Said bin Ash, dan Abdur Rahman bin Haris. Mereka berhasil membukukan lima buah
24 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Al-Qur’an. Masing-masing disebut Al Mushaf. Mushaf tersebut dikirim
ke Mekah, Syria, Kufah, dan Basra. Satu mushaf disimpan di Madinah
untuk Usman sendiri. Umat Islam mulai menyalin Al-Qur’an hingga
akhir zaman.
Kita harus membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Membaca
Al-Qur’an tidak harus banyak-banyak. Namun, yang penting dilakukan
secara rutin. Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah sehingga akan
mendapat pahala.
Pentingnya Mempelajari Al-Qur’an
Mempelajari dan mengetahui istilah-istilah bacaan
tajwid Al-Qur’an hukumnya fardu kifayah, namun untuk
membacanya sesuai dengan tajwid yang baik dan benar
merupakan fardu ‘ain. Kita wajib membaca Al-Qur’an
dengan mahkraj yang benar. Kalau terjadi kesalahan dalam
membacanya, maka artinya jadi berubah sehingga
termasuk dosa. Untuk menghindari diri dari dosa tersebut,
kita perlu belajar Al-Qur’an pada ahlinya.
Orang yang sudah mampu membaca Al-Qur’an harus
dapat me ngajarkannya kepada yang lain. Mengajar Al-Qur’an
merupakan suatu ibadah
Sopan Santun Membaca dan Mendengarkan Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah. Oleh
karena itu, dalam pelaksanaannya tidak boleh sembarangan.
Ada sopan santun yang harus diketahui saat membaca Al-
Qur’an. Beberapa di antaranya adalah:
1) Menghadap kiblat, serta suci dari hadas besar dan hadas
kecil.
2) Mulut dan gigi dalam keadaan bersih (sudah menggosok
gigi).
3) Menyucikan badan dan pakaian dari segala najis.
4) Memperhatikan bacaan dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an
5) Melafalkan bacaan Al-Qur’an dengan suara merdu, sesuai dengan tajwid.
Mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an juga merupakan ibadah. Oleh karena
itu, hendaklah mendengarkannya dengan baik.
Tugas Individu 2
Uraikan pendapatmu tentang masalah di bawah ini!
Rina dan Rini kakak beradik. Keduanya pelajar SMP. Suatu malam, Rina dan Rini belajar bersama.
Tema yang dipelajari adalah iman kepada kitab-kitab Allah. Rina mengatakan, karena dia orang yang
beriman, ia mempercayai semua kitab Allah yang telah diturunkan kepada para nabi dan rasul yaitu
Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Rini berpendapat lain. Baginya, karena dia orang Islam, dia hanya
mempercayai Al-Qur’an.
Bagaimana pendapatmu mengenai kisah tersebut? Sikap siapakah yang benar? Apakah orang
yang beriman kepada Al-Qur’an berarti ia beriman kepada seluruh kitab-kitab Allah? Mengapa demikian?
Tugas Kelompok 2
Akhir-akhir ini umat Islam dilanda kecemasan dengan adanya upaya pemalsuan ayat-ayat Al-
Qur’an yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Upaya pemalsuan dilakukan dengan
cara menyelipkan sejumlah kalimat atau ayat dalam kitab suci Al-Qur’an. Bahkan, ada juga yang
mengacaukan umat dengan membuat nama surah baru.
Berdasarkan hal di atas, coba kamu diskusikan permasalahan di bawah ini.
1. Apakah hukum memalsukan kitab suci, misalnya isi Al-Quran?
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 25
2. Apakah bahaya dari pemalsuan isi kitab suci, khususnya Al-Qur’an bagi umat manusia?
3. Jelaskan langkah-langkah yang perlu kita lakukan agar kemurnian kitab suci Al-Qur’an tetap
terjaga?
Diskusikan ketiga persoalan di atas bersama kelompok diskusimu dan rangkumlah hasilnya
dalam kertas untuk dikumpulkan pada gurumu.
Uji Kompetensi 2
A. Pilihlah huruf a, b, c, atau d sesuai jawaban yang benar!
1. Berikut ini adalah perilaku beriman kepada 7. Umat Islam tidak akan tersesat hidupnya jika
kitab-kitab Allah, kecuali .... berpegang teguh kepada ....
a. meyakini bahwa Allah pernah a. pemimpin yang berkuasa
menurunkan wahyu b. Al-Qur’an dan hadis
b. membenarkan ayat-ayat dalam kitab c. ucapan yang menjanjikan
suci d. harta kekayaan
c. meyakini bahwa kitab suci Allah hanya 8. Ketika memulai membaca Al-Qur’an kita
Al-Qur’an hendaknya membaca ....
d. melaksanakan hukum-hukum dalam Al- a. hamdalah
Qur’an b. basmalah
2. Kitab suci umat Kristen adalah .... c. talbiah
a. Injil d. astaghfirullah
b. Taurat 9. Dalam al-Qur’an, kata Al-Hayy bisa didapati
c. Zabur sebanyak .... kali
d. Weda a 9
3. Allah menurunkan wahyu pertama kepada b 19
Nabi Muhammad saw dengan perantaraan c 29
Malaikat .... d 39
a. Mikail 10. kematian adalah pintu gerbang ....
b. Ijrail a kemerdekaan
c. Jibril b ke surga
d. Munkar c ke neraka
4. Esa artinya .... d kehidupan yang sebenarnya
a. 1 11. Al-Qayyum berarti ....
b. 2 a Yang Maha Esa
c. 3 b Yang Maha Hidup
d. 4 c Yang Maha Mematikan
5. Semua kitab-kitab Allah mempunyai d Yang Maha Berdiri Sendiri
kesamaan, yaitu mengajarkan .... 12. Allah itu Maha Hidup. Kata lain dari Maha
a. ketauhidan Hidup yaitu ....
b. agama ukhrawi a Al-Hayyu
c. kemungkaran b Al-Qayyum
d. banyak Tuhan c Al-Ahad
6. Kitab suci yang diturunkan kepada para d Al-Mumit
rasul ditulis berdasarkan .... 13. Iman kepada kitab-kitab Allah termasuk rukun
a. wahyu Allah iman ke ....
b. ucapan rasul a. dua
c. perintah sahabat b. tiga
d. keinginan umat c. empat
d. lima
26 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
14. Kitab Zabur diturunkan kepada …. 15. Nabi Musa merupakan rasul Allah yang
a. Nabi Nuh dipercaya menerima kitab....
b. Nabi Hidir a. Injil
c. Nabi Isa b. Taurat
d. Nabi Daud c. Al-Qur’an
d. Zabur
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Jumlah surah dalam Al-Qur’an adalah ....
2. Salah satu ciri surah Al-Qur’an yang diturunkan di Mekah yaitu berhubungan dengan keimanan
atau....
3. Orang yang menyekutukan Allah disebut ....
4. Isi kandungan Al-Qur’an ditujukan kepada ....
5. Al-Qur’an merupakan kitab .... yang diturunkan oleh Allah
6. Al-Mumit berarti ....
7. Hidup dan mati adalah ketetapan Allah yang harus diterima sebagai ....
8. Kamu sedang berada di masjid. Di sana ada orang sedang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Kamu
sebaiknya ....
9. Hadis saheh menyatakan, “”Sebaik-baik kalian ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan ....
10. Kitab Injil berisi ketauhidan yang menyembah kepada ....
C. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Sifat Allah Al-Hayy sebanyak tiga kali dirangkai dengan sifat Al-Qayyum yang berarti Maha Berdiri
sendiri lagi Maha Mengurus makhluk-makhluk-Nya. Apa maksudnya?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Sebutkan 4 kitab suci Allah yang wajib diketahui dan para penerimanya!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Jelaskan mengenai Allah itu al-Qayyum!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Dalam waktu berapa lamakah Al-Qur’an diturunkan?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Apa yang dimaksud dengan beriman kepada kitab suci Allah?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
D. Perbaikan
1. Kitab Allah yang wajib diketahui berjumlah ... .
2. Nabi Daud as menerima kitab ... .
3. Kitab Suci Zabur disebut juga kitab ... .
4. Kitab Taurat adalah kitab yang diajarkan kepada kaum ....
5. Kitab yang diterima Nabi Daud a.s. menggunakan bahasa ....
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 27
6. Perbuatan menyekutukan Allah disebut ....
7. Al-Hayyu artinya ....
8. Kitab Taurat diturunkan kepada ... .
9. Kitab Injil diturunkan kepada ... .
10. Wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. berupa ....
E. Pangayaan
1. Sampai kapankah Kitab Al-Qur’an berlaku?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Surah apakah yang paling panjang dalam Al-Qur’an?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Tidak ada orang yang sanggup memberi hidup, juga sebaliknya tidak ada seorang pun yang bisa
mematikan. Jelaskan mengenai hal tersebut!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Apakah arti Al-Qur’an menurut bahasa?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Kepada siapakah Kitab Zabur diturunkan?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
28 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
3 PERILAKU TERPUJI
Kompetensi Inti
KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru
KI3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya,
dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis,
dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.Al-Ahzab (33):70
2.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah ayat 83
2.4 Memiliki sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18
Apresepsi
Akhlak terpuji ialah sikap atau perilaku baik dari segi ucapan ataupun perbuatan yang sesuai dangan
tuntunan ajaran islam dan norma-norma aturan yang berlaku. Memiliki akhlak yang baik atau akhlak
mulia bagi setiap manusia adalah suatu hal yang sangat penting. Karena dimanapun kita berada, apapun
pekerjaan kita, akan di senangi oleh siapa pun. Artinya, akhlak menentukan baik buruknya seseorang di
hadapan sesama.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 29
Pendalaman Materi 1
A. Jujur
Q.S.Al-Ahzab (33):70:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan
yang benar,
Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang
diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya. Kejujuran
sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Hati
nurani selalu mengajak kita kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang, kita enggan mengikuti
hati nurani. Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut
dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan
bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur.
Jujur itu penting. Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan
yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan dicurangi, kita harus
jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda
Nabi:
“Dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada
kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga...” (H.R. Bukhari).
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “kejujuran itu mahal”. Ya, kejujuran memang sangat
mahal karena berkata jujur itu terkadang sangat berat. Akan tetapi, agar dapat dipercaya orang, kita
harus jujur. Rasulullah saw. telah memberi contoh nyata kepada kita. Pada masa jahiliyah sangat sulit
mencari orang yang jujur. Dengan kejujuran Rasulullah saw. menjadi orang yang paling terpercaya.
Beliau mendapat gelar al-am³n (dapat dipercaya) dari bangsa Quraisy.
Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur
membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membat hati jadi was-was. Akan tetapi kadangkala,
ada orang yang tidak suka dengan kejujuran. Hal ini dapat terjadi kalau orang itu akan terganggu oleh
kejujuran kita itu. Meskipun demikian jangan takut dan risau karena masih banyak pihak yang
mendukung kejujuran.
Kejujuran merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan dalam Islam. Seharusnya sifat jujur juga
menjadi identitas seorang muslim. Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu
salah. Jangan dicampuradukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. berfirman:
30 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
“Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu
sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”. (Surah al-Baqarah/2: 42)
Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:
1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain,
2. mendapatkan banyak teman, dan
3. mendapatkan ketentraman hidup karena tidak memiliki kesalahan terhadap orang lain.
Tugas Individu 1
Sebutkan dampak untuk orang yang tidak dapat bersikap jujur dalam kehidupannya!
Tugas Kelompok 1
Carilah contoh tokoh yang memiliki sikap jujur dan sukses dalam kehidupannya di artikel majalah,
surat kabar, maupun internet!
Pendalaman Materi 2
B. Hormat dan Patuh kepada Orangtua dan Guru
Q.S. Al-Baqarah ayat 83;
Artinya: Dan (ingatlah) tatkala Kami membuat janji dengan Bani Israil, supaya jangan mereka
menyembah melainkaii kepada Allah, dan terhadap kedua ibu -bapak hendaklah berbuat balk, dan
(juga) kepada keluarga yang hampir, dan anak-anak yatim dan orang -orang miskin , dan hendaklah
mengucapkan perkataan yang baik kepada manusia, dan dirikanlah sembahyang dan keluarkanlah
zakat. Kemudian , berpaling kamu , kecuali sedikit, padahal kamu tidak memperdulikan.
1. Menghormati Orang Tua
Orang tua kita terdiri dari bapak dan ibu. Bapak
sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab atas
kekokohan dan keutuhan rumah tangga. Segala keperluan,
makan minum, berpakaian, tempat tinggal dan kesehatan
dicukupi oleh bapak kita. Bapak yang mencukupi
kebutuhan hidup kita, sedangkan ibu yang melahirkan dan
mengasuh kita. Ibu bertanggung jawab atas keberhasilan
didikannya dalam rumah tangga. Untuk memenuhi
kebutuhan rumah tangga, terkadang ibu ikut membantu
bapak dengan bekerja di luar rumah.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 31
Ketika dalam asuhan ibu dan bapak, keduanya senantiasa berdoa untuk putra-putrinya. Mereka
berdoa
Artinya: Ya tuhanku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh
(Q.S. As-saffat/37:100)
Kita semestinya berterima kasih terhadap bapak dan ibu. Mereka bersusah payah
membesarkan kita, berusaha mencukupi kebutuhan kita. Sudahkah kita berterima kasih kepada
mereka? Bersopan santun kepada ibu bapak. Perbuatan sangat mulia dan berdosa kita jika kurang
ajar terhadap mereka karena besar jasa kedua orang tua terhadap kita.
Dikisahkan bahwa telah datang seorang laki-laki menemui Rasulullah saw dan bertanya:
“siapakah orang yang paling berhak aku berbuat baik kepadanya” jawab Rasulullah, “ibumu”.
Orang itu kembali bertanya: “ lalu siapa lagi”. Rasulullah menjawab, “ibumu”. Orang itu bertanya
lagi: “lalu siapa lagi”. Rasulullah menjawab, “ibumu”. Orang itu bertanya lagi: “lalu siapa lagi”.
Rasulullah menjawab, “bapakmu.” (h.r. Al-bukhari/iv: 1690 dari abu hurairah ra.)
Hadis tersebut memberi pelajaran kepada kita betapa agungnya ibu dan bapak kita, karena
itu jangan sia-siakan mereka. Hormati dan beradablah dengan bersopan santun terhadap mereka.
a. Berbuat baik terhadap orang tua
Allah memberikan petunjuk dalam bersikap dan berbuat baik terhadap kedua orang tua,
antara lain sebagai berikut:
1) Larangan menyembah selain Allah
2) Bersikap baik kepada kedua orang tua
3) Larangan mengucapkan uffin (ah) kepada orang tua
4) Larangan membentak kedua orang tua
5) Mengucapkan perkataan yang mulia
6) Menyayangi kedua orang tua dengan penuh hormat
7) Mendoakan kedua orang tua
b. Contoh hormat kepada orang tua
Contoh hormat kepada orang tua antara lain:
1) Ketika dipanggil orang tua segera datang
2) Menjawab panggilan orang tua dengan suara lembut
3) Memohonkan ampun kepada Allah swt
4) Menyenangkan hati kedua orang tua
5) Senang memelihara masa tuanya
c. Adab terhadap orang tua
Adab anak terhadap orang tua antara lain adalah:
1) Membiasakan bersikap hormat
2) Membiasakan bersikap patuh
3) Berbicara dengan lemah lembut tidak kasar dan keras
4) Suka mendoakan keselamatan kedua orang tua
5) Berlaku jujur dan dapat dipercaya
6) Selalu menjaga nama baik keluarga
7) Minta izin orang tua ketika akan keluar rumah
8) Suka membantu atau menolong pekerjaan orang tua
32 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
9) Suka membuat senang atau menggembirakan orang tua
10) Menjunjung tinggi kedudukan orang tua
11) Suka merawat kedua orang tua ketika jatuh sakit
d. Keuntungan menghormati orang tua
Keuntungan hormat kepada orang tua antara lain:
1) Memperoleh rida Allah
2) Mendapat rida orang tua
3) Menyenangkan hati orang tua
4) Menenteramkan hati orang tua
5) Mendapat penghargaan dari orang tua dan orang lain
e. Mendoakan orang tua
Doa yang baik dan biasa dimohonkan oleh seorang anak terhadap kedua orang tuanya
adalah:
Artinya: “ya allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, kasihilah keduanya sebagaimana
mereka telah memelihara aku di waktu kecil.”
2. Menghormati Guru
Guru orang paling berjasa. “Guru
pahlawan tanpa tanda jasa”. Guru orang tua
kedua di sekolah. Guru mengajarkan banyak
hal, dari membaca, menulis, dan berhitung.
Guru juga menyampaikan ilmu pengetahuan.
Guru mengajari berakhlak baik, cara bersopan
santun dan menghormati orang lain. Guru
menentukan pendidikan bangsa. Anak
bertingkah laku baik akan hormat pada
gurunya.
a. Contoh perilaku hormat kepada guru
Beberapa contoh perilaku hormat kepada
guru adalah:
1) Bertemu guru mengucapkan salam misalnya: Assalamu ‘alaikum.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 33
2) Mintalah izin ketika hendak ke luar kelas.
3) Ketika guru sedang menjelaskan pelajaran maka duduklah dengan tertib dan tenang.
4) Dengarkan apa saja yang dijelaskan oleh guru, tidak berbicara sendiri dan membuat gaduh.
5) Melaksanakan perintah guru misalnya ketika disuruh belajar maka melaksanakan belajar,
diberi tugas maka dilaksanakan dengan baik.
6) Bertanyalah dengan sopan ketika ada materi yang perlu ditanyakan.
34 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
b. Syair belajar
Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, Ali bin Abi Talib r.a. berkata:
Artinya: Tak bisa engkau raih ilmu tanpa memakai enam senjata
Kututurkan itu padamu kan jelaslah semuanya
Cerdas loba dan sabar jangan lupa mengisi saku
Sang guru mau membina kau sanggup sepanjang waktu
Syair di atas menjelaskan bahwa untuk dapat meraih ilmu diperlukan enam syarat, yakni:
1) Zakain artinya cerdas
2) Hirsin artinya berkemauan belajar
3) Istibarin artinya sabar
4) Bulgatin artinya biaya
5) Irsyadi ustazin artinya bimbingan guru
6) Tuli zamanin artinya waktu lama.
c. Contoh perilaku santun kepada guru
Beberapa contoh perilaku santun kepada guru adalah:
1) Berperilaku rendah hati terhadap guru
2) Berperilaku menyenangkan hati guru dengan mentaati perintahnya
3) Berperilaku tidak menyakiti hati guru dengan rajin belajar
4) Berperilaku tidak merendahkan martabat guru
Tugas Individu 2
Sebutkan dampak untuk orang yang tidak hormat dan patuh kepada orang tua dan guru dalam
kehidupannya!
Tugas Kelompok 2
Carilah contoh tokoh yang memiliki sikap hormat dan patuh kepada orang tua dan guru yang sukses
dalam kehidupannya di artikel majalah, surat kabar, maupun internet!
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 35
Pendalaman Materi 3
C. Saling Menghargai
Q.S. Az-Zumar ayat 18:
Artinya: (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang
mempunyai akal sehat
Menghormati dan menghargai orang lain termasuk ajaran kesopanan dan kesusilaan yang utama
dalam Islam. Setiap muslim hendaklah saling menghormati didalam pergaulan baik pergaulan di rumah
maupun dengan tetangga, dan bahkan sebangsa dan senegara.
Pribadi yang mulia adalah pribadi yang memiliki sikap hormat. Malah, sikap hormat bukan
hanya sebuah nilai kebajikan dan etika, malah merupakan landasan utama dalam hubungan yang
baik. Terutama, bagi hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Orang tua mengharapkan dan juga mewajibkan anaknya untuk menghormati dirinya, baik sebagai
individu yang mempunyai perasaan dan keperluan, maupun sebagai individu yang bertanggungjawab
atas kesejahteraan keluarga.
Apabila anak tidak menunjukkan sikap hormat, misalnya mengabaikan, menghina, mengumpat
atau menentang orang tuanya, proses pendidikan anak akan menjadi sulit dan tidak menyenangkan,
malah lebih mustahil. Oleh itu, salah satu tujuan utama pendidikan anak adalah mengajar anak untuk
menghormati orang tuanya.
Akan tetapi, orang tua juga bertanggung jawab untuk melayani anaknya dengan sikap hormat.
Sekali lagi, ini bukan sekadar kewajipan moral, malah adalah unsur yang utama yang harus dipraktikkan
dalam membina hubungan yang sehat. Orang tua yang suka membentak, memanipulasi, menghina,
merendahkan, menyiksa atau mengabaikan anaknya sebenarnya adalah sama saja dengan mendirikan
dinding pembatas yang menghambat proses pendidikan anak yang efektif.
Secara umum, melayani orang lain dengan sikap hormat berarti memerhatikan keselamatan
dan kebahagiaannya dan menunjukkan bahwa fikiran, keinginan dan keperluannya adalah penting
bukan hanya semata-mata kerana mereka adalah manusia.
Tugas Individu 3
Sebutkan dampak untuk orang yang tidak dapat menghormati/menghargai orang lain dalam
kehidupannya!
Tugas Kelompok3
Carilah contoh tokoh yang memiliki sikap menghormati/menghargai orang lain dan sukses dalam
kehidupannya di artikel majalah, surat kabar, maupun internet!
36 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Uji Kompetensi 3
A. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c,
dan d!
1. Contoh perilaku berbuat baik kepada orang c. Guru adalah orang tua kedua yang
tua yang masih hidup adalah .... memberi ilmu sehingga siswa menjadi
a. mendoakan dan melaksanakan pandai
nasihatnya d. Guru adalah orang tua yang melahirkan
b. membelanjakan hartanya dan membesarkan
c. memperebutkan harta warisan 7. Kita diperintahkan untuk “ birrul walidain”
d. menyimpan hartaanya artinya
2. Di bawah ini yang termasuk perilaku a. membantu orang tua
menghormati guru adalah .... b. berkata sopan terhadap orang tua
a. mendoakan dan melaksanakan c. berbuat kasar terhadap orang tua
nasihatnya d. berbakti kepada orang tua
b. meminta nasihat-nasihatnya 8. “Dan janganlah kamu campur adukkan
c. memperebutkan harta warisan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah)
d. mengunjungi sahabat-sahabatnya kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan
3. Apabila melihat guru melakukan kesalahan, kamu mengetahuinya.” Kutipan ayat tersebut
kita sebagai siswa harus .... merupakan dasar berperilaku ....
a. mencemoohkan a. jujur
b. menceritakan ke orang lain b. Istiq±mah
c. menegurnya dengan sopan c. empati
d. membiarkannya d. amanah
4. Contoh perilaku menghormati dan 9. Perhatikan pernyataan berikut ini.
menghargai guru dapat diwujudkan dengan 1. Akan dipercaya orang lain,
berbuat baik kepada guru, antara lain .... 2. Mendapatkan banyak teman,
a. belajar dengan sungguh-sungguh 3. Mendapatkan banyak harta,
b. berpakaian seragam sesuai dengan 4. Akan selalu bersama Allah Swt.
aturan sekolah Yang termasuk hikmah perilaku jujur adalah
c. mengucapkan salam bila bertemu ....
d. selalu menceritakan keburukannya a. 1, 2 dan 3
5. Contoh perilaku berbuat baik kepada orang b. 2, 3 dan 4
tua yang sudah meninggal adalah .... c. 1, 2 dan 4
a. membantu keperluannya d. 1, 3 dan 4
b. membelanjakan hartanya 10. Rosyid disuruh ayahnya pergi ke warung
c. memperebutkan harta warisan untuk membeli beras dan minyak goreng.
d. mengunjungi sahabat orang tuanya Rosyid diberi uang sebesar Rp. 20.000,00,
6. Sebagai siswa yang mempunyai akhlak dan masih ada kembalian Rp. 2.000,00. Uang
yang baik wajib menghargai dan kembaliannya itu diberikan lagi kepada
menghormati guru, sebab…… ayahnya. Perilaku yang ditunjukkan oleh
a. Guru adalah orang tua yang merawat Rosyid merupakan contoh ....
dan menjaga a. jujur
b. Guru adalah orang tua pertama yang b. boros
memberi pendidikan c. empati
d. Istiqamah
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 37
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Rasulullah mendapat gelar al-amin (dapat dipercaya) dari bangsa ....
2. Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan ....
3. Ketika dipanggil orang tua harus ....
4. Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut ....
5. Lawan kata jujur adalah ....
6. Ketika guru sedang menjelaskan pelajaran maka ....
7. Saat menjawab panggilan orang tua harus dengan ....
8. Dengan kejujuran Rasulullah saw. menjadi orang yang paling ....
9. sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya disebut ....
10. Kata hati nurani adalah sesuatu yang ....
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Bagaimanakah bacaan untuk mendoakan orang tua kita?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Sebutkan contoh perilaku hormat kepada guru!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Jelaskan mengenasi sikap menghargai dan menghormati!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Sebutkan hikmah dari perbuatan jujur!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Sebutkan adab terhadap orang tua!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
D. Perbaikan
1. Menghormati dan menghargai orang lain termasuk ajaran ....
2. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan ....
3. Orang tua kita terdiri dari ....
4. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan ....
5. Hati nurani selalu mengajak kita kepada ....
E. Pengayaan
1. Apa saja contoh perbuatan hormat kepada orang tua?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Sebutkan 6 syarat yang diperlukan untuk meraih ilmu!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Apa contoh perilaku santun kepada guru?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
38 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
4. Mengapa ada anggapan bahwa jujur itu mahal?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Sebutkan keuntungan hormat pada orang tua!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
UJI KOMPETENSI TENGAH SEMESTER
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi 7. Berikut ini merupakan sopan santun
Muhammad bagi .... membaca Al-Qur’an, kecuali ….
a. suku Quraisy a. melakukan ruku
b. kaum muslimin di Arab b. menghadap kiblat
c. penduduk Mekah
c. bersih dari najis
d. umat Islam sedunia
d. menghayati bacaan
2. Kata lain dari Maha Esa adalah ....
8. Keistimewaan Al-Qur’an dibanding kitab-kitab
a. Al-mumit
Allah sebelumnya adalah ....
b. Ar-hayyu
a. mengajarkan keesaan Tuhan
c. Al-ahad
d. Al-qayyum b. diturunkan dalam waktu lama
3. Al-Hayyu berarti .... c. jumlah ayat-ayatnya banyak
a Yang Maha Esa d. terpelihara hingga akhir zaman
b Yang Maha Hidup 9. Pernyataan berikut yang tidak benar adalah
c Yang Maha Mematikan ....
d Yang Maha Berdiri Sendiri a. Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi
4. Allah itu Maha Berdiri Sendiri. Kata lain dari Muhammad saw
Maha Berdiri Sendiri yaitu .... b. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Ibrahim
a Al-Hayyu a.s
b Al-Qayyum
c. Semua kitab Allah mengajarkan
c Al-Ahad
ketauhidan
d Al-Mumit
d. Keaslian Al-Qur’an terpelihara hingga akhir
5. Sifat Allah al-Hayyu kadang dirangkai
zaman
dengan sifat Allah ....
10. Surah-surah dalam Al-Qur’an disusun berurut
a Al-Hayyu
b Al-Qayyum bedasarkan ....
c Al-Ahad a. urutan ÀÛÀÜrman Allah yang diwahyukan
d Al-Mumit kepada Rasulullah
6. Membaca Al-Qur’an dengan tartil hukumnya b. urutan surah yang dihafal oleh para
.... sahabat Rasulullah
a. fardu kifayah c. nama surah sesuai abjad dalam bahasa
b. sunah muakad Arab
c. fardu ‘ain d. tanggal dan waktu turunnya wahyu dari
d. sunah gair Allah swt
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 39
11. Tanda-tanda seseorang yang sudah 16. Dalam surat At Tin kota Makkah disebut
menghayati Asmaul Husna akan terlihat sebagai kota yang ....
dalam sikapnya.Pernyataan di bawah ini
a. Aman
yang buksn termasuk taandanya adalah….
b. Porak-poranda
a. Bersikap tawaduk dalam keseharian
c. Besar
b. Mengasihi dan menyayangi manusia
d. Kecil
c. Ikhlas dalam bekerja dan berbuat
apapun 17. Manusia yang tidak beriman dan tidak
d. Menjalankan perintah-Nya walau beramal shaleh akan dikembalikan Allah ke
sebagian ….
12. Berkata jujur merupakan pencerminan .... a. Dalam neraka jahanam
a. Akhlakul sa’yiah b. Alam akhirat yang kekal
b. Akhlakul mazmumah c. Tempat yang serendah-rendahnya
c. Akhlakul marhamah d. Jurang kehinaan
d. Akhlakul karimah
18. Bukit Sinai adalah tempat nabi Musa a.s.
13. Cara berbakti kepada orang tua dapat
….
dilakukan sebagai berikut, kecuali ....
a. Menerima wahyu dari Allah swt
a. Selalu taat dan patuh pada perintahnya
b. Menyebarkan ajaran agama
yang baik
c. Diangkat menjadi Rasul
b. Selalu mendoakannya
d. Berdakwah kepada kaumnya.
c. Bersikap lemah lembut dalam perkataan
dan perbuatan 19. Buah Tin banyak tumbuh di kota Damaskus.
d. Mentaati perintahnya untuk berbuat Kota ini adalah tempat tinggalnya nabi …..
maksiat (dosa) a. Idris
14. Durhaka pada orang tua termasuk salah b. Nuh
satu dosa….. c. Ibrahim
a. Kecil d. Isa
b. Sedang
20. Diantara isi kandungan surat at At tiin adalah
c. Biasa
menjelaskan tentang kedudukan manusia
d. Besar
dan ....
15. Dalam rangka mewujudkan kerukunan antar
umat beragama, hal yang harus kita lakukan a. Kekuasaan Allah swt
adalah … b. Keadilan Allah swt
a saling menghargai c. Keutamaan Kota Mekah
b memperluas ajaran Islam d. Keagungan buah zaitun
c membatasi diri
d mencampur adukkan ajaran agama
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1 Al-Qur’an adalah kitab yang tidak ada ....
2 Ayatnya panjang-panjang, merupakan ciri dari surah ....
3 Aku bersaksi tiada ...... selain Allah
4 Dengan akal yang dikaruniakan Allah Swt. manusia dapat membedakan ....
5 Al-Furqon artinya ....
6 kepala rumah tangga yang bertanggung jawab atas kekokohan dan keutuhan rumah tangga ialah
....
7 Dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada
kebaikan dan kebaikan itu membawa ....
8 Huruf hijaiah yang termasuk huruf alif lam syamsiyah yaitu ....
40 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
9 Lafal artinya ....
10 Gunung sinai sekarang dikenal dengan nama ....
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Apa perbedaan musyrik dengan syirik?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Jelaskan perbedaan antara Al-Qur’an dengan kitab suci Allah sebelumnya!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3.
Apa arti dari bacaan di atas?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Jelaskan mengenai hukum alif lam qamariyah!
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Apa arti ayat ke 4 surah at-Tin?
Jawab : ________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 41
4 PUASA RAMADAN
Kompetensi Inti
KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru
KI3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya,
dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI 4: Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis,
dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar
1.3 Menunaikan kewajiban puasa Ramadhan sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam
1.4 Menunaikan shalat tarawih dan tadarus Al-Quran di bulan Ramadhan sebagai wujud ketaatan
kepada Allah dan rasul-Nya
2.6 Memiliki sikap sabar dan pengendalian diri sebagai implementasi dari pemahaman puasa Ramadhan
3.5 Memahami hikmah puasa Ramadhan yang dapat membentuk akhlak mulia
Apresepsi
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam).
Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di
dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar,
memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan
rangkaian perayaan Idul Fitri.
42 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Pendalaman Materi 1
A. Berpuasa di Bulan Ramadan
Selama bulan Ramadan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba.
Ied artinya Hari Raya. Fithri berasal dari kata fathara artinya ‘memecah, mengakhiri”. Ied al-Fithri
artinya Hari Raya Mengakhiri Puasa (Ramadan).
Hari terakhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di dunia. Pada
malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan
mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik
karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai
keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan
kembang api.
Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun
perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied.
Salat dilakukan dua raka’at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan
kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma’af di antara para muslim, dan sekaligus
mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.
1. Ketentuan Puasa
a. Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib merupakan syarat yang jika ada pada seseorang, orang tersebut wajib
melaksanakan puasa. Syarat wajib puasa antara lain:
1) Beragama Islam.
2) Balig.
3) Berakal sehat.
4) Suci dari haid dan nifas.
5) Muqim (berada di tempat tinggal).
6) Mampu.
b. Rukun Puasa
Rukun merupakan sesuatu yang harus ada atau dilakukan. Jika tidak dilakukan, dapat
menyebabkan batalnya suatu perbuatan. Rukun puasa yaitu:
1) Niat.
2) Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga
terbenam matahari.
c. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Hal-hal yang dapat membatalkan puasa antara lain:
1) Makan dan minum dengan sengaja.
2) Muntah dengan sengaja.
3) Haid atau nifas.
4) Mengeluarkan sperma dengan sengaja.
5) Hilang akal.
6) Bersetubuh (pada siang hari).
7) Membatalkan niat puasa.
d. Orang-Orang yang Diperbolehkan Berbuka Puasa Ramadan
Secara umum, orang yang diberi keringanan untuk berbuka puasa pada bulan Ramadan
sebagai berikut.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 43
1) Mereka yang diberi keringanan untuk berbuka puasa, tetapi wajib membayar fidyah (pengganti
puasa berupa makanan atau yang lainnya).
Mereka yang masuk dalam golongan ini adalah orang yang tua renta dan tidak mampu
lagi melaksanakan puasa serta orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh.
2) Mereka yang diberi keringanan untuk berbuka puasa, tetapi wajib mengqada (mengganti
pada hari lain).
Mereka yang termasuk dalam golongan ini adalah orang sakit yang masih ada harapan
untuk sembuh, orang yang sedang dalam perjalanan, orang yang sedang haid, dan pekerja
berat yang tidak mempunyai kesempatan untuk mencari pekerjaan lain.
2. Puasa Ramadan
Puasa Ramadan merupakan salah satu puasa wajib. Umat Islam yang telah memenuhi
syarat hukumnya wajib melaksanakan puasa Ramadan. Terdapat perbedaan pendapat tentang
turunnya perintah puasa Ramadan. Ada yang berpendapat disyariatkan pada tahun kedua Hijriah
dan ada yang berpendapat pada tahun ketiga Hijriah. Puasa Ramadan dilaksanakan sebulan penuh
dan pada siang hari. Perintah untuk melaksanakan puasa Ramadan ini dapat ditemukan dalam Al-
Qur’an Surah al-Baqarah [2] ayat 183 berikut.
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S. al- Baqarah [2]: 183)
44 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Selain itu, perintah untuk melaksanakan puasa juga dapat ditemukan dalam hadis berikut
ini.
Artinya: Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. Telah bersabda, “Islam didirikan di atas lima
dasar, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan
Allah, mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadan, dan menunaikan
haji ke Baitullah. (H.R. Bukhari)
Perintah untuk menunaikan puasa juga dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah saw. yang
artinya, “Wahai manusia! Beribadahlah kepada Tuhanmu, laksanakanlah salat lima waktu,
berpuasalah di bulan Ramadan, dan laksanakanlah haji ke rumah Tuhanmu, dan bayarkanlah zakat
dari harta-hartamu yang baik, maka kamu akan masuk ke dalam surga Tuhanmu.” (H.R. Bukhari,
Muslim, dan Ahmad bin Hanbal)
Bagi wanita yang hamil dan menyusui wajib membayar fidyah atau mengganti puasanya
pada hari lain, seandainya yang mereka khawatirkan adalah janin atau anak yang sedang menyusu.
Akan tetapi, jika yang mereka khawatirkan diri mereka, mereka boleh berbuka dan hanya wajib
menggantinya pada hari lain, tanpa harus membayar fidyah.
Hal-hal mengenai fidyah:
a Cara membayar fidyah yaitu dengan memberikan makanan pokok kepada orang-orang yang
berhak menerimanya (fakir miskin), setiap hari selama ia tidak berpuasa.
b Besarnya fidyah, ada yang berpendapat setengah sha’ (gantang) atau kurang lebih 3,125 kilogram
gandum atau kurma (makanan pokok). Ada juga yang mengatakan satu sha’ satu mud, yaitu
sekitar lima perenam liter. Ada lagi yang mengembalikan penentuan jumlah, pada kebiasaan
yang berlaku pada setiap masyarakat.
c Waktu untuk membayarkannya adalah secepatnya. Sebaiknya sebelum datang Ramadan
berikutnya.
Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Ibadah yang dilaksanakan pada bulan
Ramadan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt. Begitu juga ibadah puasa Ramadan akan
mendapat balasan pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, kita tidak boleh meninggalkan
puasa Ramadan walaupun hanya sehari tanpa alasan yang sesuai dengan syariat Islam.
Nikmat dan pahala melaksanakan ibadah puasa sangat banyak. Oleh karena itu, kita harus
berusaha untuk menunaikan ibadah puasa sebaik-baiknya. Seseorang yang meninggalkan puasa
Ramadan tanpa sebab yang diizinkan oleh Islam, ia akan merugi. Satu hari puasa Ramadan yang
ditinggalkannya tidak akan dapat dibayar dengan puasa sepanjang masa. Perhatikan sabda
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 45
Rasulullah saw. yang artinya, “Siapa yang berbuka satu hari dari bulan Ramadan tanpa keringanan
yang diberikan Allah padanya, tidaklah akan dapat dibayar dengan puasa sepanjang masa walaupun
dilakukannya,” (H.R. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmizi)
Dengan memahami kandungan hadis di atas, tetapkan niat dalam hati untuk tidak
meninggalkan puasa Ramadan walaupun sehari tanpa alasan yang sesuai dengan syariat Islam.
Untuk meraih pahala yang lebih banyak pada bulan Ramadan, kita dapat melaksanakan ibadah
lainnya. Misalnya, memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, menyantuni anak yatim,
dan beberapa amal baik lainnya.
Tugas Individu 1
Analisislah cerita di bawah ini!
Amanda sedang dalam perjalanan dan tidak untuk maksiat. Dia menempuh perjalanan dengan
menggunakan bus. Amanda memutuskan untuk tetap berpuasa. Di dalam perjalanan, Amanda mabuk
darat.
Bagaimana puasa Amanda menurutmu?
Tugas Kelompok 1
Pak Budi adalah seorang penambang batu. Ia sudah mencari pekerjaan ke sana kemari dan
hanya itu pekerjaan yang ia dapat. Dia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga. Ia harus
menghidupi anak dan istrinya. Pada saat bulan Ramadan, Pak Budi tidak melaksanakan puasa karena
pekerjaannya tersebut sangat menguras tenaga. Jika dipaksakan juga untuk berpuasa Pak Budi pun
tidak akan bisa bekerja secara maksimal.
Berdasarkan hal ini, cobalah kamu diskusikan dengan teman-teman kelompokmu
pertanyaanpertanyaan berikut ini.
1. Bolehkah Pak Budi tidak berpuasa?
2. Jika tidak boleh, apa yang harus dilakukan Pak Budi?
3. Kalau boleh, apa pula yang harus dilakukan Pak Budi sebagai ganti puasanya?
Setelah melakukan diskusi, tulislah hasilnya pada selembar kertas. Selanjutnya, berikan kepada
gurumu untuk mendapat tanggapan dan penilaian.
Pendalaman Materi 2
B. Kebaikan di Bulan Ramadan
Sunah puasa artinya sesu atu yang apabila dikerjakan
akan meningkatkan pahala puasa, namun bila ditinggalkan
tidak berdosa. Beberapa hal yang termasuk Sunah puasa
yaitu :
1. Menyegerakan berbuka.
2. Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis atau
dengan air
3. Berdoa, terutama ketika hendak berbuka puasa .
4. Salat tarawih pada malam hari di bulan Ramadan.
5. Memperbanyak zikir, sedekah, dan kebaikan di bulan
Ramadan.
6. Tadarus Al-Qur’an dan mempelajari Al-Qur’an.
7. Makan sahur
46 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
8 Mengakhirkan sahur.
9 Bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.
Tugas Individu 2
Buatlah catatan untuk mengetahui seberapa banyak amal baik yang telah kamu laksanakan pada
bulan Ramadan. Catatan dapat kamu buat dalam bentuk tabel seperti contoh. Serahkan catatanmu
kepada guru untuk dievaluasi dan dinilai.
Contoh tabel:
Tugas Kelompok 2
Diskusikan bersama teman kelompokmu!
1. Pada siang hari di bulan ramadan, kalian melihat salah satu temanmu sedang membeli makanan
di warung dan memakannya di tempat tersembunyi. Sikap yang kalian lakukan adalah
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
2. Kalian sedang belajar puasa dan belum kuat puasa selama 1 hari penuh. Sikap yang kalian
lakukan adalah
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
3. Ketika kalian sedang puasa, teman-teman di rumah kalian mengajak bermain bola di lapangan.
Sikap yang kalian lakukan adalah
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
4. Ketika sedang berpuasa, sepulang sekolah ada teman yang mengajak membeli minuman. Sikap
yang kalian lakukan adalah
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
Pendalaman Materi 3
C. Manfaat Puasa Ramadan
Di dalam ibadah puasa terkandung banyak hikmah atau manfaat, di antaranya:
1. Puasa adalah sarana yang disediakan oleh Allah untuk mencapai takwa.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah al-Baqarah [2] ayat 148.
2. Puasa merupakan sarana pendidikan dan latihan, yaitu latihan dan sekaligus peningkatan disiplin,
mendidik sifat terpercaya (amanah), membiasakan bertindak benar, melatih sifat sabar, melahirkan
sifat sederhana, menanamkan tekad yang kuat dan keuletan, serta melawan hawa nafsu.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 47
3. Puasa menumbuhkan jiwa sosial atau kesadaran bermasyarakat.
Tantangan lapar dan haus akan menumbuhkan kesadaran untuk turut memikirkan kaum
yang lemah dan orang-orang yang mengalami penderitaan.
4. Puasa menyehatkan tubuh.
Puasa dapat menghilangkan penyakit terutama organ dalam tubuh kita seperti lambung
dan organ sekitar perut. Perut adalah sumber dari segala penyakit. Perut merupakan tempat
penampungan makanan dan banyak penyakit yang berawal dari makanan yang kita makan atau
pola makan yang salah. Mengosongkan lambung dan perut dari tumpukan makanan akan
membersihkannya sekaligus akan mengistirahatkan otot-otot pencernaan sehingga dapat berfungsi
lebih sempurna.
5. Puasa adalah cara terbaik untuk menjaga keselarasan dan keindahan fisik.
6. Puasa membuat awet muda atau menunda proses penuaan.
Tugas Individu 3
Buatlah cerita tentang kegiatan Ramadan. Kegiatan yang ada di sekolah dan di sekitar rumah. Ceritakan
juga kegiatan yang kalian ikuti.
Uji Kompetensi 4
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Berikut ini merupakan perkara sunnah 5. Hal-hal berikut yang dapat membatalkan
dalam puasa, kecuali ..... puasa adalah . . . .
a. menyegerakan berbuka a. berkumur
b. mandi
b. berbuka dengan kurma
c. minum dengan sengaja
c. memperbanyak baca Al- Qur’an
d. menangis
d. memperbanyak tidur
6. Salah satu rukun puasa adalah . . . .
2. Berikut ini merupakan syarat sah puasa,
a. niat
kecuali .....
b. balig
a. islam
c. berakal sehat
b. mumayyiz
d. mukim
c. Laki-laki
7. Berikut ini adalah orang-orang yang
d. suci dari haid
dibolehkan tidak berpuasa di bulan ramadhan,
3. Dalam Al-Qur’an perintah puasa terdapat
kecuali ....
dalam ...
a. orang yang sedang sakit
a. Qs. Al- Baqarah 183
b. musafir
b. Qs. At-Taubah 103 c. wanita hamil dan menyusui
c. Qs. Al-Alaq 1 – 5 d. orang yang sedang haid
d. Qs. Al-Ikhlas 8. Dibawah ini merupakan hal- hal yang
4. Pengertian Puasa menurut bahasa .... termasuk pembatal puasa, kecuali ...
a. menahan diri a. makan- minum
b. terbiasa b. haid- nifas
c. beribadah c. gila
d. Berdo’a d. kentut
48 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
9. Puasa adalah rukun islam yang ke ... 13. Puasa yang hukumnya wajib adalah puasa
a. Satu . . . .
b. dua a. Ramadan
b. Arafah
c. tiga
c. Asyura
d. empat
d. Tasuba
10. Tujuan dari puasa menurut Qs. Al-Baqarah
14. Yuyun tidak puasa pada bulan Ramadan
ayat 183, adalah .....
karena haid.
a. menjadi pribadi yang jujur Yang harus dilakukan Yuyun adalah . . . .
b. menjadi pribadi yang taqwa a. membayar fidyah
c. menjadi pribadi yang disiplin b. mengganti puasanya di luar bulan
d. menjadi pribadi yang tawakal Ramadan
11. Puasa Ramadan hukumnya .... c. membayar kafarat
a. fardu kifayah d. bertobat karena tidak berpuasa
b. sunah mu‘akad 15. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan
c. fardu ‘ain puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya
d. sunah hai‘ah matahari termasuk salah satu . . . puasa.
12. Puasa Ramadan dilaksanakan sejak .... a. syarat
a. terbenam matahari sampai terbit fajar b. rukun
b. dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore c. sunah
c. terbit fajar sampai terbenam matahari d. syarat wajib
d. imsak sampai waktu salat subuh
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Salat sunah di bulan ramadan yang dikerjakan dengan bilangan rakaat ganjil adalah salat ....
2. Memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan dinamakan ....
3. Salat Tarawih dilaksanakan setelah salat ....
4. Muntah dengan sengaja .... puasa
5. Berbuka puasa diperbolehkan setelah ....
6. Berbuka puasa dilakukan setelah mendengar azan ....
7. Mengakhiri makan sahur hukumnya ....
8. puasa wajib hukumnya wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang ....
9. Waktu untuk membayarkan fidyah adalah secepatnya. Sebaiknya sebelum ....
10. Mengakhiri makan sahur termasuk ....
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Sebutkan syarat wajib dari puasa!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
2. Bagaimana cara membayar fidyah?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
3. Apa saja yang dapat membatalkan puasa?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
4. Apa yang dimaksud dengan puasa?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 49
5. Sebutkan rukun dari puasa!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
D. Perbaikan
Jodohkan pernyataan yang ada di sebelah kiri dengan jawaban yang ada di sebelah kanan!
E. Pengayaan
1. Siapa saja orang yang diberi keringanan untuk berbuka puasa pada bulan Ramadan? Jelaskan!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
2. Bagaimana jika salah 1 dari rukun puasa tidak dilakukan?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
3. Apa yang dimaksud dengan sunah puasa?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
4. Berapakah besarnya fidyah yang harus dikeluarkan seseorang untuk mengganti puasanya?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
5. Sebutkan hikmah dari puasa!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
50 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal