5 KISAH TELADAN RASUL ALLAH
Kompetensi Inti
KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru
KI3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya,
dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI 4: Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis,
dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar
2.9 Memiliki sikap tabligh sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Muhammad
SAW
3.6 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Dawud a.s.
3.7 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s
3.8 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
3.9 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Ilyasa. as
4.9 Mencontohkan sikap tabligh sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi
Muhammad SAW
4.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Dawud a.s
4.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
4.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
4.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ilyasa.a.s
Apresepsi
Rasul diberi keistimewaan oleh Allah. Para rasul diberi ketabahan dan kesabaran. Mereka menjadi
suri teladan untuk umatnya. Tujuan Allah mengutus rasul adalah mengajak beribadah. Beribadah kepada
Allah serta menegakkan agama-Nya. Ibadah yang baik dan benar sesuai dengan aturan. Aturan dan
tuntunan dalam beribadah dapat dipelajari melalui utusan Allah. Para rasul disucikan dari segala macam
keburukan. Mereka dipelihara dari perbuatan maksiat. Umat Islam dianjurkan untuk meneladani sifat
rasul. Para rasul senantiasa bersabar dalam menjalankan dakwahnya. Mereka juga tabah saat diuji.
Selalu memegang teguh ajaran Allah.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 51
Pendalaman Materi 1
A. Kisah Teladan Nabi Daud a.s.
Ketika Allah mencintai seorang hamba, dia jadikan manusia juga mencintai mereka. Begitu pula
yang terjadi pada Daud. Manusia mencintai Nabi Daud sebagaimana burung-burung, hewan-hewan
dan gunung-gunung pun mencintainya.
Sungguh nama Daud menjadi pujaan seluruh negeri, ia tetap rendah hati, ia tidak pernah
menyombongkan diri, bahkan tidak pernah menceritakan kepahlawanannya. Meski begitu, melihat hal
demikian, timbul rasa cemburu dalam hati Raja Thalut, ia khawatir suatu saat, tak lama lagi, menantunya
Daud akan mengambil tahta darinya. Padahal Daud tidak pernah berpikir untuk menjadi Raja. Bahkan
ia tidak ingin di puja-puja, rakyatnya sendirilah yang memperlakukan demikian.
Maka, tatkala melihat perubahan sikap ayah mertuanya, ia sangat heran. Daud mencoba mawas
diri, apa sesungguhnya kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengapa Thalut sering bermuka masam
terhadapnya? Daud tidak menemukan jawabannya. Ia merasa tidak melakukan kesalahan kepada
Rajanya, tetapi tingkah laku Thalut semakin menjadi-jadi. Maka di tanyakanlah hal itu kepada istrinya.
Menurut sang istri, ayahnya merasa iri kepada Daud. Kecintaan kepada Daud yang semakin
meluas dikalangan rakyat sudah melebihi kecintaan mereka kepada Rajanya. Hal itu sangat
mencemaskan Thalut.
“Ayahku khawatir, karena semakin tinggi wibawamu, semakin merosot pula wibawa ayahku.
Sungguh, semula ayahku seorang petani miskin, tetapi sekarang ia sudah merasakan nikmat menjadi
orang yang berkuasa. Beliau tidak rela tahta yang di dudukinya diambil alih orang. Ayahku sudah lupa,
ia menjadi Raja atas kehendak Allah SWT. Sebaiknya kita menyingkir saja dari sini.” Kata istri Daud
seraya menangis.
Malam sudah larut, Daud tidak bisa memejamkan matanya. Akhirnya Daud menyerahkan semua
persoalan itu kepada Allah SWT. “Jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi!” bisik Daud dalam hati,
dengan pasrah dan tawakkal, Daud pun tertidur.
Keesokan harinya, tanpa di duga, seorang utusan datang memberi tahukan, ia dipanggil
menghadap Raja, “Baik saya segera datang!” sahut Daud tanpa ragu. Tidak lama, Daud sudah berdiri
di hadapan sang Raja.
“Daud!” kata Raja dengan muka manis yang dibuat-buat, “Belakangan ini hatiku selalu dibuat
risau, soalnya musuh kita bangsa Kan’an, telah mempersiapkan tentaranya yang sangat kuat, mereka
akan menyerbu kita. Mula-mula saya ragu untuk menugasimu. Kau tahu aku sangat menyayangimu,
lagipula kau adalah menantuku. Tapi sekarang tidak ada pilihan lagi, tugas negara jauh lebih penting.
Pimpinlah tentara kita ke luar kota, hadapi musuh di luar daerah kita. Hancurkan mereka, saya hanya
ingin mendengar berita kemenangan!”
“Perintah Raja saya laksnakan! Jika Allah mengizinan, saya pasti kembali dengan bendera
kemenangan!” sahut Daud dengan keyakinan penuh. Daud merasa ada tipu muslihat di dalam perintah
itu, namun ia tidak ragu menjalankan perintah itu.
Memang sesungguhnya Thalut sedang mengatur rencana jahat. Ia mengharapkan Daud gugur
dalam pertempuran itu. Ia tahu tentara musuh sangat kuat, sedangkan tentara yang dibawa Daud
hanya sedikit jumlahnya. Thalut ingin memperoleh dua keuntungan sekaligus, Daud gugur, sedangkan
musuh ikut binasa.
Tetapi apa yang terjadi? Daud memimpin tentaranya menyerbu ke tengah-tengah musuh yang
sangat banyak jumlahnya. Seperti ada tentara malaikat yang membantunya turun dari langit. Tentara
musuh di halaunya. Tentara musuh di hancurkan, sisanya lari tunggang langgang. Maka kembalilah
Daud dengan bendera kemenangan. Sepanjang jalan Daud di elu-elukan rakyat. Kegagahannya di
medan perang makin kesohor. Keharumanya sebagai pahlawan tiada tandingannya.
Thalut sangat kecewa ketika Daud kembali dengan kemenangan yang gilang gemilang. Maka
timbullah rencana paling keji di hati Raja itu. Ia akan membunuh Daud dengan tangannya sendiri. Raja
Thalut yang dulu alim itu, sekarang benar-benar dikuasai iblis. Namun rencana itu di ketahui oleh istri
52 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Daud yang telah memasang mata-mata di segenap sudut istana. “Sekarang kita harus menyingkir,
ayah sudah mengatur rencana serapi-rapinya. Kau akan di bunuh, tidak akan bisa lolos jika kita tidak
menyingkir terlebih dahulu!” kata istri Daud.
Pagi harinya, saat Thalut sudah tahu bahwa Daud telah lari, ia sangat marah, kesal dan kecewa
bercampur rasa malu, karena rencana jahatnya telah bocor. Sekarang perselisihan dengan Daud
sudah semakin terbuka dan hal itu diketahui oleh rakyatnya.
Tentara dan rakyat tahu bahwa Daud keluar dari Istana, desas-desus tersiar luas, Raja Thalut
hendak membunuh panglima perang dan menantunya itu, Daud. Raja iri hati, dengki, takut kalau-
kalau Daud semakin dicintai rakyatnya.
Mendengar hal itu, rakyat dan tentara bukannya menjauhi Daud, mereka tahu bahwa Daud
adalah panglima perang gagah perkasa yang telah mengangkat derajat mereka. Ia telah menyelamatkan
mereka dari ancaman musuh. Rakyat dan tentara pun berbondong-bondong pergi keluar kota. Mereka
mencari Daud, saat menemukannya, mereka menyatakan kesetiaannya kepada Daud.
Raja Thalut semakin geram melihat pengaruh Daud. Sekarang sudah jelas Daud mempunyai
tentara dan rakyat sendiri. Tentara dan rakyat hanya taat kepada Daud. Mereka tidak lagi mengakui
kekuasaan Thalut. Tentu saja hal ini semakin membuat Thalut marah dan kalap. Ia ingin membinasakan
Daud. “Apapun resikonya Daud harus dilenyapkan!”
Pada suatu hari Thalut memimpin pasukannya langsung untuk menghancurkan Daud. “Saya
tidak ingin berperang kalau tidak karena terpaksa. Karena itu, sebaiknya kita mencari tempat
bersembunyi,” kata Daud kepada para pengikutnya saat di laporkan kepadanya bahwa Thalut sedang
bergerak maju.
Dipimpin oleh Daud sendiri, akhirnya mereka menemukan sebuah tempat perlindungan dalam
gua batu-batu. Sangat sulit menemukan tempat yang aman itu. Sementara Daud memerintahkan
tentaranya untuk menyusun siasat, tujuannya agar dapat mengelabui Raja Thalut dan tentaranya.
Benar saja, setelah berhari-hari Thalut dan tentaranya tidak berhasil menemukan persembunyian
Daud, akhirnya Thalut memerintahkan agar semua tentaranya beristirahat karena kecapaian. Mereka
pun terlelap tidur dengan cepat.
Para pengintai melaporkan kepada Daud, bahwa Raja Thalut dan semua prajuritnya sedang
tidur kecapaian, tak jauh dari tempat persembunyian mereka. “Sekarang saatnya kita menghancurkan
Thalut,” kata para pengikut Daud mendesak. Tetapi diluar dugaan, Daud menolak desakan para
pengikutnya. “Belum waktunya kita menghancurkan mereka, saya yang akan memberikan pelajaran
kepada Thalut”. Kata Daud.
Diiringi beberapa orang tentaranya, Daud mendatangi tempat Thalut dan pasukannya tidur, Daud
mengambil sendiri Lembing Thalut yang diletakkan dekat kepalanya. Suatu perbuatan yang hanya
dapat dilakukan oleh orang yang tidak mengenal rasa takut.
Bukan main terkejutnya Thalut saat terbangun dari tidurnya, dimana ia kehilangan senjata
andalannya semua prajurit dan pengawal yang ditanyai tidak ada yang tahu. Keadaan gempar. Tiba-
tiba muncul seorang utusan Daud.
“Lembing tuan tidak hilang, tetapi diambil oleh Daud selagi tuan tertidur lelap. Saya disuruh
mengembalikannya. Daud tentu dapat membunuh tuan jika mau, namun beliau hanya ingin menyadarkan
tuan, agar kembali insyaf. Hendaklah tuan segera bertobat kepada Allah SWT serta menjauhkan diri
dari sifat-sifat buruk, dengki serta berburuk sangka,” kata utusan itu menyampaikan pesan Daud
seraya menyerahkan lembing kepada Thalut.
Gemetar sekujur tubuh Thalut. Mukanya pucat. “Katakan kepada Daud, aku mengakui bahwa ia
lebih adil dan lebih baik dari aku. Ia telah menunjukkan jiwa besarnya serta keluhuran budi yang luar
biasa,” kata Thalut.
Di puncak bukit Daud dan beberapa pengikutnya tampak berdiri. Thalut memandangnya dengan
terharu, marah, kesal bercampur malu. Berbagai perasaan bercampur baur dalam hatinya. Pikiran
dan perasaannya benar-benar tidak menentu. Thalut pulang dengan perasaan kecewa.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 53
Tetapi Thalut bukannya bertobat, malah semakain sakit hatinya. Ia ingin membuktikan bahwa
ia mampu menghajar Daud. Lagipula kedudukannya tidak akan aman selagi Daud masih hidup.
Lebih-lebih tentaranya sudah lebih dari dua pertiga bergabung dengan Daud.
Pada suatu hari Thalut kembali memimpin tentaranya, jumlahnya lebih besar, dengan peralatan
yang jauh lebih hebat dan lengkap. Para pengintai melaporkan kedatangan Thalut kepada Daud,
segera setelah itu, Daud memerintahkan tentaranya untuk bersembunyi demi menghindari perang
saudara.
Maka dibagilah tentara Daud menjadi beberapa kelompok untuk mengelabui Raja Thalut dan
tentaranya. Strategi Daud berhasil, mereka tidak menemukan persembunyiannya. Di lain pihak, Thalut
dan tentaranya kelelahan dan istirahat hingga tertidur kelelahan. “Mereka semuanya telah tidur, kalau
kita menyerang mereka , niscaya binasalah mereka, termasuk Thalut,” kata seorang prajurit pengintai
melaporkan.
Daud dan beberapa pengikutnya yang paling setia lalu mendatangi Thalut dan tentaranya yang
sedang tertidur lelap. Daud melangkahi beberapa prajurit musuh. Setelah sampai di dekat Thalut, ia
mengambil senjata dan kendi berisi air yang di letakkan di dekat kepala Thalut. Kemudian dari atas
bukit, tidak jauh dari tempat itu, Daud berseru sekuat suaranya.
“Lihatlah ini panah dan kendi Raja Thalut yang telah saya ambil sendiri dari dekat lehernya.
Silahkan ambil kesini. Saya tidak bermaksud membunuh Raja Thalut, tetapi untuk memberikan
peringatan yang kedua kali, agar tidak menuruti kata-kata iblis yang telah menguasai dirinya. Jika
saya mau, tentulah saya dapat membunuhnya. Thalut, sadarlah…!”
Teriakan Daud itu terdengar sangat agung, seperti bukan suara manusia biasa. Kata-kata Daud
itu amat berkesan di hati Thalut. Sekarang ia sadar, iblislah yang mendorongnya untuk merencanakan
pembunuhan terhadap Daud. Thalut sekarang benar-benar insyaf, ia menyesal dan menangis,
mencucurkan air mata, minta pengampunan Allah SWT.
Dengan langkah tertegun-tegun ia pulang ke Istananya. Setibanya disana, ditanggalkannya
semua baju kebesarannya. Sekarang pikiran dan tujuan hidup satu-satunya hanyalah minta
pengampunan Allah SWT. Ia ingin bertobat, menebus dosa-dosanya.
Tengah malam ia keluar dari Istananya, tidak seorang pun yang mengetahui kemana ia pergi. Ia
pergi dan tak pernah kembali. Ia mengembara melepaskan rindu di hati. Rindu kepada pengampunan
Allah SWT. Tak lama setelah kepergian Thalut itu, Daud di nobatkan sebagai Raja. Itulah yang
menjadi kehendak Allah SWT.
Beberapa pelajaran dari kisah nabi Daud a.s
1. Allah telah memberikan contoh bahwa seseorang yang bagaimana pun besar dan perkasanya
yang hanya menyandarkan diri kepada kekuatan jasmaninya dapat dikalahkan oleh orang yang
lebih lemah dengan hanya sesuatu benda yang tidak bererti sebagaimana Daud yang muda usia
dan lemah fizikal mengalahkan Jalout yang perkasa itu dengan bersenjatakan batu sahaja.
2. Seorang yang lemah dan miskin tidak patut berputus asa mencari hasil dan memperoleh kejayaan
dalam usaha dan perjuangannya selama ia bersandarkan kepada takwa dan iman kepada Allah
yang akan melindunginya.
3. Kemenangan Daud atas Jalout tidak menjadikan dia berlaku sombong dan takabbur, bahkan
sebaliknya ia bersikap rendah hati dan lemah-lembut terhadap kawan maupun lawan
Tugas Individu 1
Apa saja yang dapat kamu teladani dari kisah teladan Nabi Daud a.s. di atas? Tulislah pada selembar
kertas dan kumpulkan pada gurumu!
Tugas Kelompok 1
Carilah kisah teladan Nabi Daud a.s. dari buku/sumber lain. Tulis dan buatlah kesimpulannya!
54 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Pendalaman Materi 2
B. Kisah Teladan Nabi Sulaiman a.s.
Nabi Sulaiman merupakan anak dari nabi Daud a.s.. nabi Sulaiman adalah seorang nabi dan raja
yang saleh. Allah memberi mukjizat kepadanya sehingga dapat memahani bahasa binatang dan
menundukkan bangsa jin. Beliau sangat berwibawa dan ditakuti semua anak buahnya.
Suatu ketika, Nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh tentaranya yang terdiri dari manusia,
binatang, dan para jin. Mereka semua berkumpul memenuhi undangan sang Raja di balairung. Setelah
semua diperiksa, maka Nabi Sulaiman mengetahui bahwa burung Hud-hud ternyata tidak hadir.
Sebenarnya burung hud-hud ini adalah mata-mata pasukan Nabi Sulaiman, yang bertugas mencari
informasi sebanyak-banyaknya tentang apa saja yang patut diketahui oleh Nabi Sulaiman. Melihat
keterlambatan burung hud-hud ini, Nabi Sulaiman terlihat agak jengkel sambil bertanya,”Di manakah
burung Hud-hud, mengapa belum kelihatan. Padahal tugasnya sangat penting, yakni mencari sumber
mata air baru.” Melihat hal ini, semua pasukan yang hadir tidak berani menjawab. Manakala Raja
Sulaiman berhenti bicara, tiba-tiba burung Hud-hud datang. Tampaknya ia habis terbang jauh dan
dengan kecepatan tinggi, hingga ia tersengal-sengal.
“Wahai Hud-hud, tidakkah kau sadari kesalahanmu. Apakah kau tidak tahu kalau sekarang aku
mengadakan pertemuan? Tapi kau datang terlambat!”
“Ampun baginda raja. Sesungguhnya aku baru saja mengadakan perjalanan jauh sampai ke
suatu negeri yang engkau tidak pernah mengetahuinya. Negeri ini bernama kerajaan Saba’. Kerajaan
ini diperintah oleh seorang wanita. Keadaan negeri ini sangat makmur. Namun sayang, mereka
menyembah matahari,”
Tetapi Raja Sulaiman tidak serta merta mempercayai kabar tersebut. Untuk membuktikan
kebenaran dari ucapan burung hud-hud, Nabi Sulaiman menuliskankan surat, dan meminta burung
hud-hud untuk mengirimkannya kepada sang ratu penguasa negeri Saba yang bernama Balqis.. Tibalah
burung hud-hud di negeri Saba. Sesampainya di sana, diam-diam burung hud-hud menjatuhkan surat
itu tepat mengenai kepala sang ratu hingga membuatnya terbangun. Ia membuka sampul surat itu dan
membacanya.
“Surat ini dari Sulaiman dan sesungguhnya surat berbunyi,’Dengan Nama Allah, Maha Pemurah
dan Maha Penyayang.’ Bahwa janganlah kamu sekalian sombong terhadapku dan datanglah kepadaku
sebagai orang-orang yang berserah diri.” (QS An-Naml: 30-31).
Selanjutnya sang Raja menambahkan untuk mengajak ratu Balqis untuk masuk Islam dan
menghentikan cara ibadah menyembah matahari. Setelah membaca surat itu, Ratu Balqis mengadakan
pertemuan dengan para menterinya, untuk membicarakan bagaimana menghadapi sikap raja lain
yang berani mencegah kerajaan Saba’ menyembah matahari. Semua itu diperhatikan oleh burung
hud-hud tanpa tertinggal sedikitpun. Kembalilah burung hud-hud ke Sulaiman. Nabi Sulaiman kemudian
berkata,”Hai hud-hud, sampaikanlah laporanmu kepadaku!”. Burung hud-hud menceritakan dari awal
hingga akhir. Sang ratu meminta saran yang terbaik dari para menterinya. Rupanya sang ratu merasa
khawatir, bila Sulaiman beserta bala tentaranya akan menyerang negeri Saba. Untuk itu, Ratu Balqis
berkeinginan untuk mengirimkan seorang utusan kepada Nabi Sulaiman sambil membawa hadiah-
hadiah yang menarik.
Akhirnya utusan dari negeri Saba pun pergi ke kerajaan Sulaiman. Utusan itu disambut dengan
ramah tamah oleh Nabi Sulaiman. Setelah mendengar uraian utusan itu, maka Raja Sulaiman pun
berkata, “Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahwa
Allah telah memberiku rezeki dan kekayaan yang melimpah ruah dan mengarunjaiku nikmat yang
tidak diberikan kepada makhluk-Nya yang lain. Selain itu aku telah diutus sebagai nabi dan rasul-Nya
dan dianugerahi kerajaan yang luas serta kekuasaanku meliputi jin dan binatang-binatang.” Utusan
Ratu Balqis segera kembali ke negerinya dan langsung menemui ratunya. Sementara sang Ratu
terperanjat mendengarkan cerita tentang kerajaan Sulaiman dan utusannya. Diam-diam Ratu Balqis
sangat ingin melihat dari dekat bagaimana kerajaan Sulaiman.Dalam hatinya ingin menaklukkan dan
menguasai kerajaan itu.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 55
Ratu Balqis membawa laskarnya yang terpilih. Mereka berangkat menuju kerajaan Sulaiman.
Sementara itu mata-mata kerajaan Sulaiman yang terdiri dari para jin memberitahukan kepada sang
raja bahwa tak lama lagi Ratu Balqis akan datang bersama laskar pilihannya. Maka Raja Sulaiman
mengumpul para jin dengan maksud memberi tugas penting.
“Siapa yang bisa memindahkan singgsana Ratu Balqis?” tanya Nabi Sulaiman. “Saya sanggup
memindahkannya, sebelum Tuan berdiri dari tempat duduk, “jawab jin Ifrit. “Kalau saya sanggup
memindahkannya sebelum mata Tuan berkedip,” kata orang saleh dari kaum Nabi Sulaiman. Pada
saat itu juga singgasana Ratu Balqis sudah berada di depan Nabi Sulaiman. Melihat hal itu, Nabi
Sulaiman langsung bersungkur sujud dan bersyukur kepada Allah atas kekuasaan Allah yang telah
diperlihatkan kepadanya. Beliau pun memerintahkan bangsa jin untuk membangun sebuah istanaa
yang sangat indah. Lantainya terbuat dari kristal bening. Dindingnya dari kayu cendana yang harum.
Atapnya terbuat dari kaca sehingga cahaya matahari dapat dibiaskan menjadi tujuh warna. Beliau
memerintahkan agar pembangunan istana itu diselesaikan sesegera mungkin sebelum Ratu Balqis
datang.
Tak lama kemudian, tibalah Ratu Balqis di kerajaan Sulaiman. Ia menyarankan agar para laskar
yang mengawalnya cukup berhenti di luar kota untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Ratu
Balqis hanya dikawal beberapa orang pembesar memasuki istana Raja Sulaiman. Ia benar-benar takjub
dengan kemegahan dan kemewahan kerajaan tersebut. Berkali-kali mulutnya berdecak kagum dan
kepala bergeleng-geleng. Ratu Balqis dipersilahkan duduk di singgasana yang telah dipersiapkan.
“Wah, rasanya seperti singgasana di kerajaanku?” gumam Balqis terkagum-kagum. “Benarkah?”,
tanya Raja Sulaiman. “Ya, ini benar-benar persis seperti singgasanaku.”
“Ketahuilah bahwa singgasana ini memang benar-benar milikmu. Singgasana ini kupindahkan ke
mari sebelum engkau datang,” Nabi Sulaiman menjelaskan. Ratu Balqis semakin heran dengan
kemukjizatan Sulaiman. Akhirnya di saat itulah dia menyatakan beriman kepada Allah dan meninggalkan
cara lama, yakni kebiasaan menyembah matahari.
Mendengar pernyataan ini, Raja Sulaiman senag hatinya. Ia lalu mengajak Ratu Balqis berkeliling-
keliling istana. Lagi-lagi ratu dibuat takjub ketika memasuki lantai kaca yang dikiranya air, sehingga ia
buru-buru mengangkat gamis (baju panjangnya).
“Tak usah mengangkat gamismu, ini bukan air, tetapi hanya lantai kaca” kata Sulaiman sambil
tersenyum. Semenjak itulah antara kerajaan Saba dan kerajaan Sulaiman bekerja sama dengan baik,
karena seiman/seagama. Ratu Balqis mengharuskan rakyatnya memeluk agama nabi Sulaiman Alaihis
Salam (Islam). Akhirnya Ratu Balqis yang cantik itu pun diperistri oleh Nabi Sulaiman, dan kerajaan
dijadikan satu.
Tugas Individu 2
Apa saja yang dapat kamu teladani dari kisah teladan Nabi Sulaiman a.s. di atas? Tulislah pada
selembar kertas dan kumpulkan pada gurumu!
Tugas Kelompok 2
Carilah kisah teladan Nabi Sulaiman a.s. dari buku/sumber lain. Tulis dan buatlah kesimpulannya!
56 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Pendalaman Materi 3
C. Kisah Teladan Nabi Ilyas a.s.
Beliau adalah seorang utusan Allah SWT. Telah terjadi pertentangan antara beliau dan kaumnya
tentang berhala yang bemama Ba’l. Nabi Ilyas menyeru di jalan Allah SWT dan mengajak kaumnya
tetapi kaumnya mengabaikannya. Mereka cenderung kepada Ba’l.
Selesailah halaman kehidupan dunia dan mereka dihadirkan di hadapan Allah SWT pada hari
kiamat. Allah SWT menceritakan hal tersebut dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Ilyas termasuk salah seorang dari rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada
kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Pantaskah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan
sebaik-baik Pencipta, yaitu Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’ Maka mereka
mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang
dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di halangan orang-orang
yang datang kemudian. (Yaitu) kesejahteran dilimpahkan atas Ilyas? Sesungguhnya demikianlah
Kami memberi balasan hepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-
hamba Kami yang beriman.” (QS. ash-Shaffat: 123-132)
Hanya ayat-ayat yang pendek ini yang Allah SWT sebutkan berkaitan dengan kisah Nabi Ilyas.
Dan pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa Ilyas adalah seorang Nabi
yang bernama Ilya dalam Taurat. Injil Barnabas mengemukakan nasihat-nasihat Ilya. Tentu nasihat-
nasihat tersebut tidak begitu terkenal dalam Taurat. Kami akan menyebutkan nasihat-nasihat tersebut
karena di dalamnya terdapat hikmah yang dalam dan ketulusan hati. Pesan tersebut terdapat dalam
injil Barnabas dari ayat 23 sampai ayat 49. Disebutkan di dalamnya bahwa
“Ilyaa adalah hamba Allah. Hal ini ditulis bagi semua orang yang menginginkan untuk berjalan bersama
Allah Pencipta mereka. Sesungguhnya orang yang suka untuk banyak belajar maka ia akan sedikit
takut kepada Allah. Karena orang yang takut kepada Allah maka ia akan merasa puas untuk mengetahui
apa-apa yang diinginkan Allah saja. Hendaklah orang-orang yang menginginkan untuk mengerjakan
amal-amal yang saleh memperhatikan diri mereka karena seseorang tidak akan memperoleh manfaat
ketika mendapati dunia mendapatkan keuntungan sementara ia mendapati kerugian. Selanjutnya,
hendaklah orang yang mengajari orang lain berusaha untuk lebih baik daripada orang lain karena tidak
akan bermanfaat suatu nasihat yang diberikan oleh orang yang tidak mengamalkan apa yang
dikatakannya. Sebab, bagaimana seorang yang salah dapat memperbaiki kehidupannya sementara
ia mendengar seorang yang lebih buruk darinya berusaha untuk mengajarinya. Kemudian hendaklah
orang yang mencari Allah berusaha lari dari percakapan dengan manusia karena Musa ketika berada
sendirian di atas gunung Saina’ maka beliau menemukan Allah dan berdialog dengan-Nya sebagaimana
seorang pecinta berdialog dengan kekasihnya. Dan hendaklah orang-orang yang mencari Allah berusaha
keluar sekali setiap tiga puluh kali ke tempat yang biasa di jadikan perkumpulan oleh masyarakat
dunia. Karena boleh jadi ia dapat melakukan suatu amal pada satu hari saja namun dihitung amalnya
itu selama dua tahun, khususnya berkaitan dengan pekerjaan yang di situ ia mencari ridha Allah.
Hendaklah ketika ia berbicara tidak melihat ke arah mana pun kecuali ke arah dua kakinya, dan ketika
ia berbicara hendaklah mengatakan hal yang penting saja. Hendaklah ketika ia makan tidak berdiri
dari meja makan dalam keadaan kekenyangan. Dan hendaklah mereka berpikir setiap hari karena
boleh jadi mereka tidak akan menemui hari berikutnya. Dan hendaklah mereka benar-benar
memanfaatkan waktu mereka sebagaimana mereka selalu bernafas. Hendaklah satu baju dari kulit
binatang cukup untuk mereka. Hendaklah mereka setiap malam berusaha untuk tidur tidak lebih dari
dua jam. Hendaklah mereka berusaha berdiri di tengah-tengah salat dengan rasa takut. Kerjakanlah
semua ini dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT dengan menjunjung tinggi syariat-Nya yang
Allah SWT karuniakan kepada kalian melalui Nabi Musa. Karena dengan cara seperti ini, kalian akan
menemukan Allah SWT dan kalian akan merasakan pada setiap zaman dan tempat bahwa kalian
berada di bawah naungan Allah SWT dan Dia akan selalu bersama kalian.” Demikianlah apa-apa yang
disebutkan dalam injil Barnabas melalui tulisan Ilyas.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 57
Tugas Individu 3
Apa saja yang dapat kamu teladani dari kisah teladan Nabi Ilyas a.s. di atas? Tulislah pada selembar
kertas dan kumpulkan pada gurumu!
Tugas Kelompok 3
Carilah kisah teladan Nabi Ilyas a.s. dari buku/sumber lain. Tulis dan buatlah kesimpulannya!
Pendalaman Materi 4
D. Kisah Teladan Nabi Ilyasa a.s.
Nabi Ilyasa adalah anak Akhtub bin ‘Ajuz, yang lalu diangkat anak oleh Nabi Ilyas A.S. Beliau
diangkat oleh Allah menjadi rasul sebagaimana telah tersebut di dalam AI Qur’an.
“Adapun Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth, semuanya itu teiah Kami berikan kepadanya keiebihan
derajatnya di atas umat (di masanya).” (QS. Al An’aam: 86).
Pada zaman Nabi Ilyasa, rakyat hidup aman dan makmur karena umatnya selalu patuh kepada
perintah dan ajaran Nabi Ilyasa. Kemudian setelah Nabi Ilyasa meninggal dunia, umatnya (Bani lsrail)
meninggalkan hukum Taurat. Mereka mengambil jalan yang salah, yang makin hari makin bertambah
kekufuran dan kedurhakaan mereka kepada Allah, sehingga Allah melenyapkan nikmat dan kesenangan
dari mereka.
Ia putra dari paman Nabi Ilyas. Melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas wafat. Karenanya
dalam berdakwah ia berpegang pada syari’at dan metode nabi Ilyas. Al Qur’an tidak menguraikan
tentang Nabi Ilyasa. Hanya dijelaskan.”Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, Dzulkifli. Semuanya termasuk
orang-orang yang paling baik.”(Q.S. Shaad : 48)
Nabi ini termasuk hamba Allah yang terbaik. Konon nabi inilah yang disebut dalam kitab Taurat.
Di antara mukjizatnya adalah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa,
Harun serta Ilyas. Nama Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan
bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai
Yordania. Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah
menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi
sahabat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas
tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah
kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai
Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada
kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau
mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.
Hikmah yang terkandung dari kisah Nabi Ilyasa’
1. Nabi Ilyasa adalah anak angkat Nabi Ilyas A.S. Kedua-duanya itu adalah rasul Allah.
2. Pada zaman Nabi lIyasa, umat Bani Israil hidup aman dan makmur, karena mereka adalah orang-
orang yang taat kepada ajaran Allah yang disampaikan oleh Nabi lIyasa.
3. Setelah Nabi lIyasa wafat, umatnya kembali menjadi orang-orang yang durhaka kepada Allah.
Allah melenyapkan segala ni,kmat dan kesenangan hid up, akhirnya mereka mendapat
kesengsaraan. Selanjutnya pada zaman itu lahirlah Nabi Yunus A.S.
4. Tiap-tiap umat yang durhaka di muka bumi ini, didatangkanlah oleh Allah siksaan kepada mereka
dan Allah mengganti lagi dengan umat yang baru.
58 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
Tugas Individu 4
Apa saja yang dapat kamu teladani dari kisah teladan Nabi Ilyasa a.s. di atas? Tulislah pada selembar
kertas dan kumpulkan pada gurumu!
Tugas Kelompok 4
Carilah kisah teladan Nabi Ilyasa a.s. dari buku/sumber lain. Tulis dan buatlah kesimpulannya!
Pendalaman Materi 5
E. Kisah Teladan Nabi Muhammad saw
Rasulullah saw. adalah rasul paling istimewa dari semua rasul yang ada. Dialah pemimpin dan
penutup para nabi dan rasul. Dia memiliki sifat mulia yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia
di muka bumi. Tidak ada nabi dan rasul yang melebihi keistimewaannya.
Segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah saw. adalah pedoman dan tuntunan
hidup manusia. Oleh karena semua itu adalah cerminan kandungan Al-Qur’an. Sebagaimana dinyatakan
oleh istri beliau, Aisyah r.a. bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah Al-Qur’an.
Ketika Rasulullah saw. masih hidup, para sahabat bisa meneladani beliau secara langsung.
Akan tetapi, setelah beliau meninggal tentu hal itu tidak dapat dilakukan lagi, kecuali dengan
mempedomani hadis-hadis yang ditinggalkannya. Jadi, segala perkataan dan perbuatan Rasulullah
saw. adalah sumber hukum yang harus kita taati.
Hal-hal yang dicontohkan Rasulullah melalui perbuatan baik dalam ibadah maupun muamalah
(pergaulan) harus senantiasa menjadi panduan kita sehari-hari. Sebagaimana kita ketahui bahwa
ibadah yang dilakukan Rasulullah saw. sangat tekun dan penuh kekhusyukan, walaupun beliau sudah
dijamin Allah masuk surga. Demikian pula dalam bermuamalah atau bergaul sehari-hari menunjukkan
kemuliaan akhlak beliau. Orang miskin dan lemah beliau santuni, anak yatim beliau asuh, orang yang
perlu bantuan beliau tolong. Inilah suri teladan bagi umat manusia.
Membalas cinta Rasulullah saw. hendaknya dilakukan dengan cara menjadikan beliau sebagai
idola. Layaknya cinta terhadap tokoh yang diidolakan, tentunya kamu akan berusaha meneladani,
mencontoh, dan meniru apa pun yang pernah dilakukannya. Selanjutnya, kita juga wajib untuk tidak
melakukan perbuatan yang beliau larang. Dengan demikian, hidup kita menjadi terarah dan melahirkan
perasaan damai.
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 59
Tugas Individu 5
Uraikan pendapatmu mengenai masalah di bawah ini:
Oleh karena terlalu mengidolakan Nabi Muhammad saw. sebagai rasulnya, Fathan merasa
tidak perlu mengimani rasul-rasul Allah yang lain. Menurutnya, bagi seorang muslim cukup dengan
mengimani satu rasul saja, yaitu Nabi Muhammad saw.
Apakah cara Fathan mengimani rasul Allah swt. telah benar? Mengapa?
Tugas Kelompok 5
Carilah kisah teladan Nabi Muhammad Saw. dari buku/sumber lain. Tulis dan buatlah kesimpulannya!
Uji Kompetensi 5
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Yang bukan merupakan tentara nabi c Ilyas a.s.
Sulaiman adalah .... d Ilyasa a.s.
a Manusia 6. putra dari paman Nabi Ilyas ialah nabi ....
b Hewan a Daud a.s.
c Jin b Muhammad saw
d Iblis c Sulaiman a.s.
2. burung hud-hud menjatuhkan surat nabi d Ilyasa a.s.
Sulaiman a.s. tepat mengenai .... sang ratu 7. Mukjizat Nabi Muhammad saw ialah ....
a tangan a Al-Qur’an
b kaki b Menyembuhkan orang sakit
c perut c Dapat berbicara dengan hewan
d kepala d Menghidupkan kembali orang yang
3. setelah Nabi Ilyasa meninggal dunia, sudah mati
umatnya (Bani lsrail) meninggalkan hukum 8. Nabi Daud a.s. merupakan .... raja Thalut
.... a Anak
a injil b Menantu
b taurat c Ayah
c zabur d Keponakan
d al-qur’an
9. Raja Thalut .... kepada nabi Daud a.s.
4. ketika Daud kembali dengan kemenangan a Cemburu
yang gilang gemilang, Thalut merasa .... b Senang
a senang c Mencintai
b gelisah d Curiga
c kecewa
10. Sesungguhnya raja Thalut mengharapkan
d bersyukur
Daud .... dalam pertempuran
5. nabi Sulaiman a.s. merupakan anak dari nabi a Menang
.... b Kembali
a Daud a.s. c Gugur
b Muhammad saw d Hebat
60 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Telah terjadi pertentangan antara nabi Ilyas a.s. dan kaumnya tentang berhala yang bemama ....
2. Burung hud-hud terlambat karena baru dari perjalanan jauh, yaitu dari negeri yang bernama ....
3. penutup para nabi dan rasul adalah ....
4. Musuh kerajaan Thalut adalah bangsa ....
5. Rakyat dan tentara raja Thalut mencari Daud ke luar kota, saat menemukannya, mereka menyatakan
....
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Sebutkan hikmah yang terkandung dari kisah Nabi Ilyasa a.s.!
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
2. Apa mukjizat nabi Sulaiman a.s.?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
3. Bagaimana cara mencintai Rasulullah?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
4. Mengapa timbul rasa cemburu dalam hati Raja Thalut kepada nabi Daud a.s.?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
5. Bagaimana istri nabi Daud mengetahui rencana pembunuhan Thalut terhadap suaminya?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
D. Perbaikan
1. Pada zaman Nabi Ilyasa, rakyat hidup aman dan makmur karena ....
2. ratu penguasa negeri Saba bernama ....
3. sumber hukum yang harus kita taati adalah segala perkataan dan perbuatan ....
4. Pagi harinya, saat Thalut sudah tahu bahwa Daud telah lari, ia sangat marah, kesal dan kecewa
bercampur rasa malu, karena ....
5. Nabi Daud a.s. dinobatkan sebagai raja setelah Thalut ....
E. Pengayaan
1. Apa mukjizat nabi Ilyasa a.s.?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
2. Apa tugas dari burung hud-hud untuk nabi Sulaiman a.s.?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
3. Mengapa Aisyah r.a. mengatakan bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah Al-Qur’an?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
4. Apa saja yang diharapkan Thalut dengan pertempuran nabi Daud a.s.?
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
5. Sebutkan pelajaran yang dapat di ambil dari kisah nabi Daud a.s !
Jawab : _______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 61
UJI KOMPETENSI AKHIR SEMESTER
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Berbuat baik terhadap orang orang tua c. muntah disengaja
didasari atas sikap … d. berdusta
a. Pesimis 8. Surah Al-Qur’an yang diturunkan pertama kali
b. Percaya diri adalah surah … ayat 1 sampai 5.
c. ikhlas a. Al-Maidah
d. Pamrih b. Al-Alaq
2. Ibadah puasa Ramadan diwajibkan pada c. An-Nas
setiap muslim berikut, kecuali .... d. Al-Lahab
a. berakal sehat 9. Al-Qur’an diturunkan dalam kurun waktu 22
b. bukan musafir tahun ....
c. sehat jasmani a. 2 bulan, 20 hari
d. orang kafir b. 10 bulan, 22 hari
3. Kita boleh meninggalkan puasa Ramadan c. 8 bulan, 2 hari
apabila .... d. 2 bulan, 22 hari
a. sehat jasmani rohani 10. Memberi sesaji di tempat keramat itu ....
b. dalam keadaan sakit a. diperintahkan agama
c. berada di tempat saudara b. dibebaskan agama
d. sedang ulangan c. dilarang agama
4. Berikut ini yang merupakan sunah puasa d. disunahkan agama
Ramadan adalah .... 11. Al-Mumit berarti ....
a. mengurangi membaca Al-Qur’an a Yang Maha Esa
b. menahan makan dan minum b Yang Maha Hidup
c. melaksanakan salat tarawih c Yang Maha Mematikan
d. puasa tanggal 1 Syawal d Yang Maha Berdiri Sendiri
5. Waktu yang menunjukkan bahwa ibadah 12. Allah itu Maha Mematikan. Kata lain dari
puasa segera dimulai, sehingga harus Maha Mematikan yaitu ....
segera menghentikan hal yang a Al-Hayyu
membatalkan dinamakan .... b Al-Qayyum
a. sahur c Al-Ahad
b. imsak d Al-Mumit
c. tadarus
13. Sikap yang tidak menghargai dan
d. tarawih
menghormati agama lain bahkan
6. Ibadah puasa Ramadan boleh ditinggalkan, memusuhinya disebut …
namun wajib menggantinya di hari lain, bagi a kafir
orang-orang berikut, kecuali saat .... b musyrik
a. melakukan perjalanan c acuh tak acuh
b. menderita suatu sakit d fanatic yang berlebihan
c. terganggu ingatannya 14. Pernyataan dibawah ini merupakan cara
d. sedang datang bulan berbuat baik kepada orang tua, kecuali …
7. Puasa seseorang menjadi batal akibat a. Menziarahi kuburnya
perbuatan berikut, kecuali …. b. Mendoakannya
a. tidur di siang hari c. Memohonkan ampun kepada Allah
b. berbuat maksiat d. Berkata kasar kepadanya
62 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal
15. Pernyataan berikut adalah cara menghargai a Muhammad saw
pembantu , kecuali … b Ilyas a.s
a. Tidak membebankan pekerjaan yang tidak c Daud a.s.
mampu dilaksanakannya d Sulaiman a.s.
b. Memberikannya makanan seperti yang 23. Rasul yang paling istimewa dari semua rasul
dimakan majikannya yang ada yaitu ....
c. Menghormati layaknya manusia yang lain a Nabi ilyas a.s
d. Semua pekerjaan rumah di bebankan b Nabi Daud a.s.
kepada pembantu c Nabi Sulaiman a.s.
16. Jika telah datang waktu berbuka maka d Nabi Muhammad saw
disunahkan .... 24. Buah Zaitun banyak tumbuh di daerah tempat
a. salat magrib dahulu di lahirkannya Nabi Isa as, yaitu di daerah
b. menambah waktu puasa ….
c. segeralah berbuka a Yerusalem
d. makan sekenyangnya b Mesir
17. Berikut ini yang termasuk rukun puasa c Damaskus
Ramadan adalah .... d Yaman
a. mengerjakan salat lima waktu
b. menyegerakan berbuka puasa 25.
c. salat tarawih selepas salat Isya
d. berniat puasa pada malam hari Arti yang tepat untuk potongan ayat di atas
18. Puasa Ramadan berakhir menjelang tanggal adalah ….
.... a Merendahkanmu
a. 10 Zulhijah b Mengabaikanmu
b. 1 Muharam c Memaafkanmu
c. 1 Syawal d Mendustakanmu
d. 12 Maulud 26. Allah akan memberikan pahala yang tidak ada
19. Pada bulan Ramadan kita diwajibkan putus-putusnya kepada orang yang ….
membayar .... a Berjihad di jalan Allah
a. zakat mal b Beriman dan beramal shaleh
b. sedekah c Membaca shalawat kepada Nabi
c. zakat fitrah d Bertaqwa dan rendah hati
d. infak 27. Kalimat yang mengandung arti pahala adalah
20. Musuh nabi Daud a.s. dalam pertempuran ….
melawan bangsa Kan’an jumlahnya ....
a.
a Sangat banyak
b Sedikit
c Seimbang
d Tidak ada b.
21. Yang tidak hadir dalam undangan nabi
Sulaiman a.s. yaitu burung ....
a Nuri c.
b Kenari
c Hud-hud
d Rajawali d.
22. Nabi Ilyasa adalah anak Akhtub bin ‘Ajuz, yang
lalu diangkat anak oleh Nabi ....
PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal 63
28. Yang di maksud Hakim dalam surat At Tiin c. Gunung °ur
ayat 8 adalah …. d. Padang Arafah
a Allah swt
30. Surah-surah Al-Qur’an yang diturunkan di
b Manusia Madinah dinamakan surah ....
c Malaikat a. Makkiyyah
d Syaithan. b. Madiniyyah
29. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama c. Madaniyyah
ketika berada di .... d. Makmunah
a. Gua Hira
b. Bukit Uhud
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Menyegerakan berbuka ketika mendengarkan azan Magrib hukumnya ....
2. Rukun puasa ada ....
3. Yang merupakan puasa wajib yaitu ....
4. Surah yang diturunkan di Mekah di sebut surah ....
5. Kita dilarang mengucapkan .... kepada orang tua kita
6. Kerajaan Saba’ menyembah pada ....
7. Ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Ilyas adalah ....
8. Lafal artinya ....
9. Lafal artinya ....
10. Surah Al-Qur’an yang terakhir turun adalah Surah ....
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Apa saja yang termasuk dalam sunah puasa?
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
2. Bagaimanakah cara berbuat baik kepada orang tua kita?
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
3. Apa yang terjadi dengan pertempuran nabi Daud a.s. melawan bangsa Kan’an?
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
4. Tulislah surah at-Tin!
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
5. Apa yang dimaksud dengan Al-Qur’an?
Jawab : ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
64 PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester Gasal